Anda di halaman 1dari 45

ORIENTASI AMP REVISI

DI KABUPATEN/KOTA

Latar Belakang
AKI masih menjadi tantangan utama dunia
Diharapkan AKI dari 228/100.000 kelahiran hidup
menjadi 102/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015,
sementara AKB dari 34/1000 kelahiran hidup menjadi
menjadi 23/1.000 kelahiran hidup pada tahun 2015.
Masih diperlukan kerja keras semua pihak agar Indonesia
dapat mencapai kesepakatan Tujuan Pembangunan
Milenium 2015
AMP telah di revisi dengan tujuan untuk meningkatkan
mutu pelayanan dan juga karena merupakan salah satu
upaya untuk Percepatan Penurunan AKI dan AKB

AUDIT MATERNAL PERINATAL (AMP)


AMP di Indonesia telah dilaksanakan sejak 1997.
Tetapi kegiatan AMP tidak selalu diikuti dengan
perbaikan pelayanan kesehatan maternal-perinatal
seperti yang diharapkan.
Beberapa kelemahan pelaksanaan AMP yang
terdeteksi, antara lain
Kesulitan analisis karena data tidak lengkap. Sistim
pencatatan dan Pelaporan kurang baik
Kurangnya keterlibatan lintas sektor dalam proses
pengumpulan data dan analisis
Terjadi Blaming, Shaming & Naming sehingga proses
AMP tidak langgeng
Rekomendasi tidak jelas dan tidak ada tindak lanjut
terhadap rekomendasi dari proses AMP.

lanjutan
Beberapa kelemahan pelaksanaan AMP yang
terdeteksi, antara lain
AMP tidak rutin dilakukan (< 4x/tahun)
Dana penyelenggaraan tidak ada
Menakutkan bagi provider

Berorientasi pada output


Kemampuan Tim AMP terbatas (keilmuan, kredibilitas,
waktu)

Perbaikannya
Telah dilakukan revisi pedoman pelaksanaan AMP
yang bertujuan untuk memperbaiki mutu
pelayanan
Azas AMP: Tidak menunjukkan identitas, Tidak
menyalahkan, Tidak mempermalukan, Tidak untuk
mengadili, Untuk pembinaan
Instrumen dan tahapan yang digunakan pada AMP
revisi lebih lengkap & jelas
Perlu dilakukan sosialisasi kepada semua
pengampu kepentingan dalam pelayanan KIA

LAMA

DEFINISI AMP

Serangkaian kegiatan penelusuran sebab kematian atau


kesakitan ibu, perinatal, dan neonatal guna mencegah
kesakitan atau kematian serupa di masa mendatang

REVISI
Proses penelaahan bersama kasus kesakitan dan
kematian ibu dan perinatal serta tatalaksananya.

Menggunakan berbagai informasi & pengalaman dari


kelompok terkait (keluarga, dukun, provider).
Untuk mendapat masukan tentang intervensi yang tepat
dilakukan agar kesakitan & kematian dapat dicegah
dimasa mendatang.

TUJUAN UMUM AMP


Kausa
Menentukan sebab dan faktor terkait dalam kesakitan
dan kematian ibu dan perinatal (3 terlambat & 4 terlalu)

Sistem
Memastikan dimana dan mengapa berbagai sistem &
program gagal dalam mencegah kematian

Intervensi
Menentukan jenis intervensi & pembinaan yang
diperlukan

Modul 04

Halaman 7

TUJUAN KHUSUS AMP


Pembahasan analitik kasus obstetri & perinatalneonatal secara teratur & berkesinambungan
Pengidentifikasian penyebab kematian & mengkaji
faktor- faktor penyebab
Pembelajaran, pembinaan, pelaporan & perencanaan
terpadu
Kesepakatan pemecahan masalah
Penentuan rekomendasi, intervensi, strategi
pembelajaran & pembinaan
Pemantauan, evaluasi dan pengembangan terhadap
rekomendasi

AZAS AMP

Anonimasi

Modul 04

Halaman 9

AZAS AMP
No Name
Tidak menyebutkan identitas
Seluruh informasi identitas (nama, alamat)
kasus, petugas pelaksana, dan institusi
kesehatan yang memberikan pelayanan kepada
ibu/ neonatal yang sakit/ meninggal
dianonimkan sebelum proses pengkajian kasus

Modul 04

Halaman 10

AZAS AMP
No Shame
Tidak mempermalukan
Dengan anonimasi maka potensi kegiatan AMP
dalam mempermalukan petugas atau institusi
kesehatan dapat diminimalkan.

Modul 04

Halaman 11

AZAS AMP
No Blame
Tidak menyalahkan
Dengan anonimasi maka potensi menyalahkan
dan menghakimi (blaming) petugas atau
institusi kesehatan dapat dihindari.

Penganoniman juga diharapkan dapat membuat


petugas kesehatan yang memberikan pelayanan
bersedia untuk lebih terbuka & tidak
menyembunyikan informasi yang ditakutkan
dapat menyudutkan petugas tersebut.
Modul 04

Halaman 12

AZAS AMP
No Pro Justice
Tidak untuk mengadili
Seluruh informasi yang diperoleh dalam
kegiatan AMP ini tidak dapat digunakan
sebagai bahan bukti di persidangan (no pro
justisia).
Seluruh informasi adalah bersifat rahasia dan
hanya dapat digunakan untuk keperluan
memperbaiki kualitas pelayanan
kesehatan maternal dan perinatal/neonatal
Modul 04

Halaman 13

Lingkup AMP Kabupaten


Kegiatan penelusuran sebab- sebab kesakitan/ kematian maternal dan perinatal
dengan maksud untuk mencegah terjadinya kesakitan/ kematian yang serupa di
masa mendatang

Petugas kesehatan melakukan identifikasi faktor yang dapat dicegah pada


kematian / kesakitan maternal dan perinatal:
Masalah yan g berhubungan dengan pasien (Sosek, personal hygiene)
Masalah admnistratif, seperti: (transport, hambatan untuk mendapat layanan
kesehatan, kurangnya fasilitas pelayanan kesehatan untuk menangani keadaan
emergensi, kurangnya petugas, kurangnya ketrampilan petugas dalam tata laksana
kasus, serta komunikasi)
Standar layanan kesehatan, seperti: riwayat, penilaian awal, diagnosis,
penatalaksanaan, pemantauan, rujukan dan pemantauan lanjutan serta ketersediaan
obat, alat dan sarana kesehatan.

Diperlukan :
Pencatatan dan pelaporan kematian dan kesakitan maternal dan perinatal yang
menyeluruh
Pengisian rekam medis yang lengkap, benar dan tepat di institusi pelayanan
kesehatan (termasuk bidan di desa)
Pelacakan sebab kematian oleh petugas puskesmas dengan cara otopsi verbal
Identifikasi faktor-faktor non-medis termasuk informasi rujukan dan masalah sosial
ekonomi keluarga

MEMPERBAIKI AMP

AMP REVISI

LAMA

BARU

Mengaudit
Investigasi
Mencari masalah
yang terjadi
Orientasi level
microsystem

Mereview
Pembelajaran
Menyepakati
solusi perbaikan
Orientasi
multilevel

TIM FASILITASI AUDIT MATERNAL PERINATAL

15

Perbandingan AMP Lama VS


Revised
LAMA

REVISED

Form Data

5 jenis form
Informasi terbatas

8 jenis form
Informasi lebih lengkap

Instrumen
Review

Tidak ada

Ada

Sesi Review &


Pembelajaran

Digabung

Terpisah

Sesi
Pembelajaran

Untuk semua orang Dibagi menurut keperluan :


Individu
Teknis
Massal

Reviewer

Perorangan
Internal

Tim
Internal & Eksternal

Instrumen AMP Maternal/Perinatal


Form pemberitahuan kematian
maternal (death notification)
Form daftar kematian maternal
Form daftar rekap kematian
maternal
Rekam Medis Maternal
Rekam Medis Maternal Perantara
Otopsi Verbal Maternal
Form Pengkaji Maternal
Form Ringkasan Pengkaji
Maternal

Form Pelaporan

Form Data

Form Analisa

Pelaporan

Data &
Analisis

3 hari

7-14
hari

Alur Data pada


Revised AMP

3 hari

7-14
hari

SesiPembelajaran
Massal

Masyarakat
Petugas

Individual

Institusi
Petugas

Kelompok
Terfokus

Kelompok masyarakat
Kelompok profesi
Kelompok manajemen
Kelompok kebijakan

TIM FASILITASI AUDIT MATERNAL PERINATAL

Kelompok-kelompok pembelajaran:
Kelompok pertama adalah kelompok
petugas kesehatan dan institusi yang
terlibat langsung dalam pelayanan kasus
yang dikaji
Kelompok kedua adalah komunitas
pelayanan yang tidak terlibat (secara
langsung maupun tak langsung) dalam
pelayanan kasus yang dikaji
Kelompok ketiga adalah kelompok yang
kebutuhan pembelajarannya bersifat umum

Sesi Pembelajaran Individual


adalah umpan balik kepada petugas
kesehatan atau institusi pelayanan yang
terkait dalam pemberian pelayanan suatu
kasus.
Untuk dapat memberikan pembelajaran
yang sifatnya individual (bagi perorangan
atau institusi), Koordinator Tim
Manajemen menggunakan informasi yang
didapatkan dari hasil kaji kasus kematian
maternal atau perinatal-neonatal.

Sesi Pembelajaran Kelompok


Terfokus
adalah pembelajaran yang diperuntukkan
bagi komunitas sejenis,
Urutan pelaksanaan Sesi Pembelajaran
Kelompok Terfokus adalah :
Pembukaan oleh kepala dinas
Penjelasan data seputar kematian maternal/
perinatal-neonatal yang terjadi selama kurun waktu
tertentu oleh Koordinator Tim Manajemen AMP
Penjelasan program kesehatan maternal/ perinatalneonatal dan kaitannya dengan peran kelompok
yg melakukan sesi pembelajaran oleh Pengelola
Program KIA

Sesi Pembelajaran Kelompok Terfokus


Penjelasan rekomendasi
apa saja yang sudah diajukan dan ditindaklanjuti
untuk kasus yang sudah dibahas pada pertemuan
terdahulu dan apa rekomendasi pada pertemuan
ini oleh Pengelola Program KIA / Ketua Tim
Reviewer
Diskusi tentang masukan
atas rekomendasi prioritas yang telah, sedang,
atau akan disusun programnya

Sesi Pembelajaran Kelompok


Terfokus
Penjelasan program-program
apa saja yang sedang dan akan dilakukan oleh Pengelola
Program KIA
Penyampaian informasi
tentang pengetahuan, kebijakan, kesepakatan, atau
prosedur-prosedur baru, dan lain-lain oleh Pengelola
Program KIA / SpOG / SpA.
Penutupan acara
dengan menegaskan kembali rekomendasi pertemuan oleh
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota.

Sesi Pembelajaran Massal


Untuk keperluan pembelajaran terhadap
materi-materi yang sifatnya dapat
diperuntukkan bagi seluruh kelompok
dalam komunitas pelayanan
Bentuknya:
- Pertemuan
- brosur,
- siaran TV/radio
- buletin
- Website, dll

KEPEMIMPINAN DAN
PENGORGANISASIAN DALAM AMP
REVISI

Pengorganisasian kegiatan AMP di


Kabupaten/ Kota
1. Persiapan
1) Pembentukan tim AMP
kabupaten/kota
2) Orientasi Tim AMP kabupaten/kota
3) Pelatihan pengumpulan dan
pelaporan data
2. Pelaksanaan

Tim AMP Kab/Kota


SK Bupati/ Walikota
Pelindung : Bupati/Walikota
Tim AMP terdiri dari :
1. Tim Manajemen
2. Tim Pengkaji
3. Komunitas Pelayanan

TIM MANAJEMEN
Penanggung jawab : Kepala Dinas
Kesehatan Kab/kota
Koordinator : Penanggung jawab program
KIA/yankes
Sekretariat : beberapa orang staf KIA
kabupaten/kota

TIM FASILITASI AUDIT MATERNAL


PERINATAL

TIM PENGKAJI
Tim pengkaji :
Internal
Eksternal
Pemilihan tim pengkaji :
- Pengkaji maternal : minimal 1 org SpOG, 1
bidan senior/kompeten, 1 staf KIA kab/kota
- Pengkaji perinatal/neonatal : 1 org SpOG, 1
orang SpA, 1 bidan senior/kompeten, 1 staf
KIA kab/kota
TIM FASILITASI AUDIT MATERNAL
PERINATAL

KOMINITAS PELAYANAN
Komunitas pelayanan : semua pihak yang
secara langsung maupun tidak langsung
terlibat dalam pemberian pelayanan
maternal-perinatal-neonatal
Terdiri dari :
1. Kelompok masyarakat
2. Kelompok petugas kesehatan
3. Kelompok pimpinan fasilitas kesehatan
4. Kelompok pembuat kebijakan

Pelaksanaan AMP
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Identifikasi Kasus Kematian dan Data Kematian


Registrasi dan Anonimasi
Pemilihan Kasus, Pengkaji dan Penjadwalan
Penggandaan dan Pengiriman Bahan Kajian
Pertemuan Pengkajian Kasus
Pendataan dan Pengolahan Hasil Kajian
Pemanfaatan Hasil Review

KEMATIAN
LINTAS BATAS

Kasus KematianIbu atau Perinatal


Lintas Batas adalah:

suatu kasus kematian yang terjadi


pada ibu atau perinatal/ neonatal
yang terjadi di suatu daerah dimana
domisili ibu atau neonatal berasal
dari kabupaten/kota berbeda dengan
kabupaten/kota tempat
kematiannya.

Beberapa hal yang perlu disesuaikan


dalam kasus seperti ini:
Pelaporan Kematian
1. Apabila kematian terjadi di RS/fasilitas kesehatan
lain: RS/fasilitas kesehatan lain melaporkan
kematian kepada Dinas Kesehatan setempat
dimana RS/fasilitas kesehatan tersebut berada
melalui sistem pelaporan yang sudah ada
dengan keterangan bahwa kematian adalah
kematian yang berasal dari luar wilayah.
2. Apabila kematian terjadi di masyarakat:
Puskesmas setempat laporan kepada Dinas
Kesehatan/Puskesmas di tempat tinggal ibu/bayi
meninggal.

Beberapa hal yang perlu disesuaikan dalam


kasus seperti ini:
Pengambilan Data
Setelah dinas kesehatan kabupaten setempat menerima
laporan kematian, maka dinas kesehatan tadi melakukan
koordinasi dengan dinkes domisili ibu yang meninggal.
Dinas kesehatan setempat akan melakukan penelusuran
kejadian kematian dengan meminta institusi kesehatan
yang terlibat untuk mengisi form-form yang sudah
ditentukan.
Institusi tempat kematian terjadi berusaha memberikan
formulir yang sudah diisi selengkap lengkapnya dan akan
menyerahkan form-form yang telah diisi kepada dinas
kesehatan domisili ibu yang meninggal.

Beberapa hal yang perlu disesuaikan dalam


kasus seperti ini:
Pelaksanaan Review kematian
Dinas kesehatan kabupaten/kota dimana
domisili ibu atau neonatal yang meninggal
bertanggung jawab menyelenggarakan
review kasus kematian yang terjadi sesuai
dengan kaidah-kaidah yang ada. Apabila
terjadi kasus sulit maka pihak dinkes
provinsi yang mengambil keputusan siapa
yang melaksanakan review kematian.

Mekanisme
Kematian
Lintas Batas

Tugas kita bukanlah untuk berhasil.


Tugas kita adalah untuk mencoba,
karena di dalam mencoba itulah kita
menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil

(Mario Teguh)

TIM FASILITASI AUDIT MATERNAL PERINATAL

41

Kelompok I

SpOG
RS Ibu dan Anak
Sukajadi
RS Hasan Sadikin
RS Limijati
RS Santosa Bandung
RS Kebonjati
RSIA Hermina Pasteur

SpA
RS Bhayangkara
Bandung
RSUD Kota Bandung
RSU Hermina
Arcamanik
RS Al Islam
RS Limijati

TIM FASILITASI AUDIT MATERNAL


PERINATAL

Kelompok II

SpOG
RSIA Tedja
RSB Emma P
RSB Bungsu
RS St Yusuf
RS PINDAD
RS Muhamdiyah

SpA
RS Ibu dan Anak
Sukajadi
RS Hasan Sadikin
RS Rajawali
RS Santosa Bandung
RS Kebonjati

TIM FASILITASI AUDIT MATERNAL


PERINATAL

Kelompok III

SpOG
RSIA Melinda
RS Adven
RS St Borromeus
RS dr Salamun
RSIA Humana Prima
RS Sariningsih
RS Rajawali

SpA
RSIA Melinda
RS Adven
RS St Borromeus
RS dr Salamun
RSIA Humana Prima
RS Sariningsih

TIM FASILITASI AUDIT MATERNAL


PERINATAL

Kelompok IV

SpOG
RSIA Kota Bandung
RS Immanuel
RS Bhayangkara
Bandung
RSU Hermina
Arcamanik
RSUD Kota Bandung
RS Al Islam

SpA
RSIA Tedja
RSIA Hermina Pasteur
RS Bungsu
RS St Yusuf
RS PINDAD
RS Muhammadiyah
RSIA Kota Bandung
RS Immanuel

TIM FASILITASI AUDIT MATERNAL


PERINATAL