Anda di halaman 1dari 4

Perilaku Batuan Rheologi

Kajian tentang perilaku tegangan-regangan berdasarkan urutan waktu disebur reologi.


Reologi bersal dari bahasa yunani, rhei berarti aliran dan logos berarti ilmu.
Hubungan tengangan-regangan reologi sederhana mencerminkan urutan waktu yang
telah dibahas dibagian sebelumnya dengan menggunakan model konsep mekanis
sederhana berdasarkan pegas (spring) dan dashpot. Model ini telah dibahas lebih lanjut
oleh Bland (1960).
Pertama, Elemen pegas. (Gambar 9.6a) menunjukan bahwa material elastik (Hookean)
dimana tegangan dan regangan dihubngkan berdasarkan Hukum Hooke.
(9.91)
Kedua, Elemen dasar lainnya yang digunakan untuk membangun model reologi
sederhana adalah dashpot. (Gambar 9.6b) menunjukan zat viskositas (Newtonian) sesuai
hubungna tegangan-regangan.
( )

(9.92)

Gambar 9.6. a) elemen elastik Hooke, b) elemen viskous Newton

Jenis yang lebih rumit dari perilaku dapat dimodelkan dengan menghubungkan pegas
(spring) dan dashpot bersama dalam berbagai macam dan kombinasi paralel.
Seuah pegas (spring) dan dashpot terhubung bersama dalam berbagai macam ditunjukan
oleh Maxwell, elasto-viscous (Gambar 9.7a)
Dari persamaan (9.91) dan (9.92) total tegangan diatur oleh persamaan diferensial
( )

( )

(9.94)

Dengan cepat setelah regangan berubah, tegangan dalam pegas menjadi


.
Tegangan ini berfungsi sebagai kondisi awal dari perubahan persamaan (9.94). untuk
selanjutnya, regangan konstan salah satu sisi dari persamaan (9.94) bernilai nol.
Mengingat bahwa tegangan awal adalah
, persamaan (9.94) dapat diselesaikan
menjadi (Gambar 9.7c)
(9.96)

Gambar 9.7. a) model mekanik Maxwell, b) repon dari bahan terhadap tegangan
c) respon dari bahan terhadap regangan.
Sebuah pegas (spring) dan dashpot terhubung dalam suatu bentuk paralel atau
dinamakan firmo-viscous, Kelvin (Gambar 9.8a). Dalam hal ini, total tegangan akan
menjadi jumlah tegangan yang dipengaruhi oleh pegas (spring) dan tegangan
dipengaruhi oleh dashpot.
(9.97)
Ketika tegangan atau regangan naik akan menentukan sistem pegas (spring) dan
dashpot, persamaan diferential yang mengatur akan menghentikan fungsi dari gaya.
Jika tegangan tho pada saat t=0 pada sistem yang awalnya tidak terjadi regangan,
(9.100)
Penyelesaiannya menjadi
( )[

(9.101)

Gambar 9.8. a) model mekanik Kelvin, b) respon bahan terhadap tegangan. c) respon
bahan terhadap regangan
Model sederhana yang menunjukan kedua regangan sesaat dan waktu akhir regangan
elastik disebut Model generalized Kelvin, yang terdiri dari element Kelvin yang
memiliki parameter
. Disusun secara seri dengan pegas k2. (Gambar 9.9a)
Kedua tegangan harus sama pada pegas dan elemen Kelvin, sedangkan regangan total
adalah jumlah dari dua regangan. Maka
(9.102)
Jika tegangan
pada saat t=0 untuk material generalized Kelvin yang awalnya tidak
meregang, solusi bagi regangan yang dihasilkan adalah
[

(9.104)

Model ini menunjukan sebuah regangan sesaat dari


dan sebuah regangan elastik
asymptotic dari
, mendekati secara ekponensial dengan waktu
konstan dari
. (Gambar 9.9b)

Gambar 9.9. a) model mekanik generalized Kelvin, b) respon sesaat dari tegangan.

SUMBER
J.C. Jaeger, N.G.W. Cook, and R.W. Zimmerman, 2007. Fundamentals of Rock
Mechanics Fourth Edition. BLACKWELL PUBLISHING. 550 Swanston Street,
Carlton, Victoria 3053, Australia. Hal 271-276.