Anda di halaman 1dari 2

Nama/NIM : Biggita Riza Arbiprana / 1406315001

PRINSIP PERLINDUNGAN TERHADAP HAK PEMEGANG SAHAM


1. Hak Hak Dasar Pemegang Saham
Menurut Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) pada Pedoman Umum Good
Corporate Governance Indonesia Bab V tentang Pemegang Saham dan Organisation for
Economic Co-Operation and Development (OECD) Principles of Corporate Governance
Bagian I Bab II tentang Hak Pemegang Saham dan Fungsi Kepemilikan Utama dikatakan
bahwa hak pemegang saham pada dasarnya meliputi: (1) Hak untuk berpartisipasi dalam
RUPS berdasarkan ketentuan kepemilikan saham; (2) Hak untuk memperoleh informasi yang
relevan mengenai perusahaan secara tepat waktu, benar dan teratur; (3) Hak untuk menerima
bagian dari keuntungan perusahaan; (4) Hak untuk memperoleh penjelasan lengkap dan
informasi yang akurat mengenai prosedur berkenaan dengan penyelenggaraan RUPS; (5) Hak
untuk memilih dan mengganti anggota dewan; (6) Hak untuk mengetahui metode yang aman
dari pencatatan kepemilikan.
2. Keputusan Material yang Memerlukan Persetujuan RUPS
Beberapa keputusan material yang memerlukan persetujuan RUPS pada umumnya antara
lain persetujuan atas perubahan anggaran dasar perusahaan, pemilihan/pengangkatan dan
penggantian dewan direksi dan dewan komisaris perusahaan, kebijakan penambahan atau
pengurangan saham yang beredar, persetujuan dalam pembentukan komite audit, kebijakan
remunerasi terhadap direksi dan komisaris, mengumumkan pembagian laba (dividen).
3. RUPS, Penyelenggaraan RUPS yang Transparan, Wajar, dan Akuntabel
Pengertian Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menurut Pasal 1 angka 4 Undang-Undang
Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) adalah Organ Perseroan yang
mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas yang
ditentukan dalam Undang-Undang ini dan/atau anggaran dasar.
Penyelenggaraan RUPS yang transparan, wajar, dan akuntabel haruslah memenuhi prosedur yang
harus dipenuhi dalam RUPS seperti jenis RUPS, tempat penyelenggaraan dan tata cara RUPS,
permintaan dan pemanggilan RUPS, dan peserta RUPS.

4. Pengungkapan Struktur Kepemilikan, Termasuk Kepemilikan Piramid, Cash-Flow


Right, Control Right, dan Hubungannya dengan Insentif untuk Ekspropriasi
Kepemilikan piramida adalah kepemilikan secara tidak langsung terhadap suatu
perusahaan melalui perusahaan lain, baik melalui perusahaan publik maupun perusahaan non
publik. Hak aliran kas (cash flow right) adalah klaim keuangan pemegang saham terhadap

perusahaan; hak kontrol (control right) adalah hak suara untuk ikut serta dalam menentukan
kebijakan perusahaan. Deviasi hak aliran kas dari hak kontrol dinamai cash flow right
leverage. Cash flow right leverage menunjukkan terjadinya peningkatan kontrol melalui
berbagai mekanisme seperti kepemilikan piramida dan lintas kepemilikan (La Porta et al.,
1999).

Ekspropriasi

(expropriation)

adalah

proses

penggunaan

kontrol

untuk

memaksimumkan kesejahteraan sendiri dengan distribusi kekayaan dari pihak lain (Claessens
et al., 2000b). Ada beberapa kebijakan yang dapat menimbulkan ekspropriasi salah satunya
berkaitan dengan insentif yaitu kebijakan operasi perusahaan (gaji dan tunjangan yang tinggi,
bonus dan kompensasi yang besar, dana pensiun yang tinggi, dan dividen tidak dibagi).
5. Peran Investor Institusi
Investor institusi merupakan suatu organisasi yang menginvestasikan asetnya sendiri atau
aset-aset pihak lain yang dipercayakan padanya melalui bursa efek (pasar modal). Investor
institusi bukan investor perorangan tetapi investor yang merupakan lembaga. Misalnya dana
pensiun, perusahaan asuransi, dan perusahaan lain melakukan investasi.
Investor institusi yang bertindak dalam kapasitas fidusia harus mengungkapkan kebijakan
tata kelola perusahaan dan pemungutan suara mereka secara keseluruhan sehubungan dengan
investasi mereka, termasuk prosedur yang mereka miliki di tempat untuk memutuskan
penggunaan hak pilihnya. Investor institusi yang bertindak dalam kapasitas fidusia harus
mengungkapkan bagaimana mereka mengelola konflik kepentingan material yang dapat
mempengaruhi pelaksanaan hak kepemilikan kunci mengenai investasi mereka.
6. Peran Akuntan Profesional dalam Memfasilitasi Pelaksanaan Hak Pemegang Saham
Audit tahunan harus dilakukan oleh auditor independen, kompeten dan berkualitas, dalam
rangka memberikan jaminan eksternal dan obyektif kepada dewan dan pemegang saham
bahwa laporan keuangan yang cukup mewakili posisi keuangan dan kinerja perusahaan dalam
semua hal yang material. Auditor eksternal harus bertanggung jawab kepada pemegang saham
dan berutang tugas untuk perusahaan dalam melaksanakan pemeriksaan profesional karena
dalam pelaksanaan audit.