Anda di halaman 1dari 47

RANCANGAN EKSPERIMEN

Semua proses yang diperlukan dalam merencanakan


dan melaksanakan eksperimen
Langkah-langkah berurutan, menyeluruh dan lengkap,
yang disusun terlebih dahulu, serta cara-cara
pelaksanaan eksperimen (percobaan), agar data yang
diperoleh dapat dianalisis secara obyektif
Merencanakan eksperimen sedemikian rupa sehingga
diperoleh informasi yang relevan dengan problema
yang diteliti serta memungkinkan analisis yang
obyektif untuk memperoleh kesimpulan yang valid

MANFAAT

Mendapatkan secara maksimum


informasi yang relevan dengan problema
yang diteliti
Efisien dan efektif dalam hal :
Waktu, dana, tenaga, bahan
Statistika

Penelitian Eksperimen

Ciri : adanya perlakuan (treatment) oleh


peneliti
Perlakuan (treatment) : satu set tindakan
khusus yang dikenakan atau dilakukan
terhadap unit eksperimen dalam batasbatas disain yang digunakan

Komponen
Penelitian Eksperimen
1. Variabel Independen dan Dependen
2. Pretest dan Posttetst
3. Kelompok Studi (eksperimen) dan
kelompok kontrol

Variabel independen dan


dependen

Penelitian eksperimen meneliti pengaruh


variabel independen (cause) terhadap variabel
dependen (effect)
Variabel independen = stimulus (ada atau tidak
ada)
Harus didefinisikan secara operasional sebelum
penelitian dilaksanakan
Menentukan metode pengumpulan data
(pengukuran)

Pretest dan Posttest

Pengukuran variabel dependen sebelum


perlakuan diberikan
Pengukuran ulang variabel dependen setelah
perlakuan diberikan
Membandingkan hasil pengukuran sebelum
dan setelah perlakuan diberikan
Masalah validitas

Kelompok Eksperimen dan


Kelompok Kontrol

Kelompok eksperimen = kelompok yang mendapat


perlakuan (stimulus)
Kelompok kontrol = kelompok yang tidak mendapat
perlakuan (stimulus)

Manfaat kelompok kontrol :

Obat : Placebo
Mengendalikan faktor eksternal
Sebagai kelompok pembanding yang memiliki karakteristik yang
sama dengan kelompok eksperimen, kecuali tidak adanya
perlakuan (stimulus) yang diteliti pengaruhnya

Dapat lebih dari 1 kelompok Eksperimen atau


Kontrol

Kelompok
Eksperimen
Pengukuran
Variabel Dependen

Kelompok
Kontrol
Sama ?

Pengukuran
Variabel Dependen

Berbeda ?

Pengukuran ulang
Variabel Dependen

Pemberian
Stimulus

Pengukuran ulang
Variabel Dependen

MATCHING

Proses menyamakan kondisi kelompok


eksperimen dengan kelompok kontrol, dalam
hal karakteristik yang tidak diteliti
Agar perbedaan respon yang terjadi benarbenar karena pemberian perlakuan (stimulus)
Efisien : menggunakan matriks kuota (quota
matrix)

Desa

Kota

Laki-laki

Perempuan

Laki-laki

Perempuan

< 20 thn

12

10

16

20-35 thn

18

30

14

28

> 35 thn

12

20

12

22

Kelompok
Eksperimen

Kelompok
Kontrol

VALIDITAS dalam Penelitian Eksperimental

Validitas eksternal :

Berkaitan dengan generalisasi

Sampling sampel mewakili populasi

Sulit dipenuhi

Jaminanya : Random
Validitas internal :

Menjawab pertanyaan apakah perbedaan yang


terjadi benar-benar disebabkan oleh perlakuan
yang diberikan, bukan faktor lain

Jaminannya : replikasi dan adanya perlakuan


kontrol atau banding

3 Prinsip Dasar
Penelitian Eksperimental
1. Replikasi : pengulangan dari percobaan
dasar
Untuk mendapatkan variasi hasil pengukuran
variabel dependen (error percobaan) uji
signifikansi
Jumlah replikasi tergantung :

Jenis unit eksperimen


Derajat ketelitian eksperimen
Ketersediaan alat, bahan, dan lain-lain

2. Randomisasi : alokasi random


- Agar pengamatan terdistribusi secara
bebas
- Menghilangkan selection bias
- Uji signifikansi lebih valid

3. Kontrol Internal
banyaknya perimbangan (balancing), grouping dan
blocking unit eksperimen yang digunakan
Grouping : membagi unit eksperimen dalam kelompokkelompok yang homogen
Blocking : membagi unit eksperimen ke dalam kelompokkelompok yang homogen, tetapi tiap
kelompok unit
eksperimen dibagi lagi dalam
beberapa kelompok yang lain
Balancing : cara seorang peneliti membagi unit
eksperimen ke dalam kelompok-kelompok dan
menentukan jumlah unit eksperimen tiap kelompok
sehingga terdapat suatu keseimbangan antar kelompok
Tujuan : Menghilangkan pengaruh variabel
pengganggu
(confounding variables)

Kelebihan Penelitian Eksperimen

Dapat dibuat perencanaan yang sistematis


Jumlah dan jenis analisis yang digunakan
dapat ditentukan lebih dahulu dengan tingkat
kepercayaan yang tinggi
Pengaruh variabel yang diteliti dapat diukur
lebih tepat
Kesimpulan yang diperoleh lebih pasti

Kelemahan Penelitian Eksperimen

Disain dan analisis eksperimen selalu


dinyatakan dalam bahasa statistika
Umumnya diperlukan biaya besar dan waktu
yang lebih lama

PENELITIAN
EKSPERIMENTAL

3 Prinsip Dasar :
1. Replikasi/pengulangan
2. Randomisasi
3. Kontrol

Bila lengkap ketiganya True Experimental


Bila tidak lengkap (biasanya tidak ada
randomisasi) Quasi Experimental

PENELITIAN EKSPERIMENTAL
MACAM (Campbell & Stanley) :
1. Pra Experimental
2. Eksperimental semu (QUASI
EXPERIMENTAL)
3. Eksperimental murni/sungguhan (TRUE
EXPERIMENTAL)

Simbol dlm penelitian eksperiment

Jika sekelompok unit eksperiment dikenal perlakuan, maka


perlakuan diberi simbol/notasi X, dan jika perlakuan lebih
dari satu diberi simbol X1,X2...
Jika sekelompok unit eksperiment tidak dikenai perlakuan
(baik perlakuan kontrol dan perlakuan banding) diberi simbol
K
Jika terhadap unit eksperiment dilakukan pengukuran
terhadap efek yg terjadi, maka hasil pengukuran diberi
simbol O (pengukuran lebih satu kali diberi simbol O1,O2 ...)
Jika perlakuan memerlukan periode waktu tertentu sebelum
dilakukan pengukuran efek diberi simbol

PENELITIAN
PRA EXPERIMENTAL

TIDAK MEMENUHI SEMUA SYARAT


DARI SUATU DISAIN EKSPERIMEN
MACAM :
1. THE ONE SHOT CASE STUDY
2. ONE GROUP PRETEST-POSTTEST DESIGN
3. THE STATIC GROUP COMPARISON

THE ONE SHOT CASE STUDY


X

Perlakuan dikenakan pada suatu kelompok unit


eksperimen tertentu
Dilakukan pengukuran terhadap variabel dependen
(tanpa pretest)

Mis : sekelompok penjual jamu duberi pelatihan cara


membuat jamu yg higienes (X), setelah 6 bulan
kemudian (>>>>) dievaluasi tingkat kebersihan produk
jamunya (O)

THE ONE SHOT CASE STUDY

Keuntungan :
Berguna untuk studi pendahuluan atau
penelitian eksploratori
Kelemahan :
Tidak ada perlakuan kontrol jadi tingkat
validitas internalnya sangat rendah krn efeknya
bisa disebabkan oleh faktor luar, bukan karena X
dan hasilnya tidak dapat dikomparasikan
Tidak dptdisimpulkan sesuatu, kecuali
kesimpulan yg impresif dan perasaan percaya
dari peneliti

ONE GROUP PRETEST-POSTTEST


DESIGN
O1

O2

Perlakuan dikenakan pada sekelompok unit


eksperimen dengan 2 kali pengukuran (pretest dan
posttest)
Perbaikan dari disain the one shot case study
Mis : sekelompok penderita Anemia mula-mula
diukur Hb nya (O1) kpd sejumlah penderita
diberikan seduhan daun confrey (X) 3 x sehari, dlm
kurun waktu 3 bulan, kemudian kadar Hb nya diukur
kembali (O2)

ONE GROUP PRETEST-POSTTEST


DESIGN

Keuntungan :
Dapat dilakukan perbandingan pretest dan
posttest (ada pretest dan kedua test pretest dan
posttest- dilakukan terhadap unit eksperimen
yang sama)

Kelemahan :
Validitas internal kurang, tidak ada jaminan bahwa
perbedaan antara O1 dan O2 hanya disebabkan oleh
perlakuan X
Banyak terdapat error karena : efek testing (krn
merasa di'obati' maka secara psikologis napsu
makan meningkat dan kemudian Hb berubah), efek
instrumen (perbedaan kondisi, alat atau cara
pengukuran kadar Hb pd awal dan akhir), efek
maturasi (dlm waktu bersamaan dgn perlakuan dlm
tubuh terjadi reaksi biokimia yg memperbaiki
proses pembentukan Hb), efek historis (selama
perlakuan gizi penderita menjadi baik shg
perubahan kadar Hb), error regresi, bias pemilihan,
dan efek mortalitas (secara umum disebut sebagai
efek confounded)

Efek confounded

History : selama mendapat perlakuan,


sebagian subyek pindah ke tempat yang lebih
baik atau orang tua lebih menaruh perhatian
terhadap kegiatan anak
Maturation : menjadi lebih dewasa, lelah
atau menjadi kurang perhatian / makin
antusias

Efek confounded

Testing Effect : pengalaman mendapat


pretest dapat menyebabkan perubahan
(motivasi, sikap, dll) pada subyek penelitian
Changing effect of Instrumentation :
perubahan pada cara test, cara skoring,
teknik observasi atau wawancara
menyebabkan perubahan pada pre dan
posttest

Efek confounded

Statistical regression : apabila terdapat


kelompok atau nilai-nilai ekstrim yang
dibandingkan dalam pre dan posttest
Selection biases and mortality : apabila
terjadi separate sample (subyek yang sama
tidak mengambil kedua test pre dan
posttest-) perbedaan subyek penelitian
pre dan posttest

THE STATIC GROUP COMPARISON


= RANDOMIZED CONTROL-GROUP POSTTEST ONLY
DESIGN

O1

O2

Unit percobaan dibagi secara random menjadi 2 kelompok


(kelompok eksperimen dan kelompok kontrol)
Variabel dependen diukur saat posttest saja
Mis : sekelompok org dengan kadar kolesterol tinggi diberi
diet tambahan jenang bekatul (X) setiap hari selama 6 bulan
(>>>>) kemudian diukur kadar kolesterol dlm darah (O1). Pd
saat sama sekelompok org tanpa diberi diet tambahan (K)
diukur kadar kolesterolnya jg. Bandingkan O1 dan O2 jika
terjadi perbedaan : jika ada perbedaan maka ada efek
pemberian diet thd kadar kolesterol

THE STATIC GROUP COMPARISON

Keuntungan :

Validitas lebih tinggi, ada randomisasi dan kontrol


Efek testing tidak ada (tidak ada pretest)

Kelemahan :

Beberapa pengaruh luar belum dapat dihilangkan,


misalnya efek histori, maturasi, instrumentasi dan
mortalitas

PENELITIAN
QUASI EXPERIMENTAL
BELUM MEMENUHI KRITERIA EKSPERIMEN
SEBENARNYA Variabel-variabel yang
seharusnya dikontrol/dimanipulasi tidak dapat
dikontrol atau dimanipulasi, sehingga validitas
penelitian tidak memadai sebagai penelitian
eksperimen murni
Terdapat kekurangan pada (salah satu) randomisasi,
replikasi atau kontrol internal, biasanya randomisasi

PENELITIAN
QUASI EXPERIMENTAL
MACAM :
1. NON RANDOMIZED CONTROL GROUP
PRETEST-POSTTEST DESIGN

O1

O2

O3

O4

Mis : Pengobatan batu giok dapat menurunkan tekanan


darah pd penderita hipertensi dilakukan eksperiment sbb :

Sekelompok penderita hipertensi dtg ke klinik


pengobatan batu giok sebelum terapi di ukur tekanan
darahnya (O1)

Selanjutnya masing-masing diberikan diberikan terapi


batu giok 2x sehari selama 7 hari (>>>)

Setelah selesai pengobatan, tekanan darah diukur (O2)

Pd saat bersamaan sekelompokhipertensi yg lain diukur


TD (O3),tanpa perlakuan setelah 7 hari dilakukan
pengukuran TD ulangan (O4)

Untuk mengetahui efek dibandingkan antara selisih O2


dan O1 dibandingkan dgn selisih antara O4 dan O3.

Jika ada perbedaan maka ada efek pengobatan batu


giok dgn penurunan TD

PENELITIAN
QUASI EXPERIMENTAL
2. THE TIME SERIES DESIGN

O1

O2

O3

O4

O5

O6

Mis: Terapi ceragem dpt menurunkan kadar asam


urat dlm darah pd penderita hiperuresemia, dimana
pengukuran asam urat dilakukan 3 kali selang
waktu 2 hari (O1, O2, O3) selanjutnya diberikan
terapi ceragem 2x sehari selama7 hari (>>>) setelah
itu diukur sebanyak 3 kali selang waktu 2 hari (O4,
O5, O6)

PENELITIAN
QUASI EXPERIMENTAL
3. EQUIVALENT TIME SAMPLES DESIGN
X

O1

O2

O3

O4

Mis : Untuk mengetahui apakah daun bayam dapat


menyembuhkan penderita anemia :

Sekelompok penderita anemia diberi seduhan daun


bayam (X) 3x sehari dlm waktu 3 bulan (>>>)
kemudian kadar Hb diukur (O1)

Pd 3 bulan kedua,pemberian seduhan daun bayam


dihentikan dan setelah 3 bulan berjalan dilakukan
pemeriksaan kadar Hb (O2)

Setelh 3 bln berhenti, pd kel penderita anemia yg sama


diulang lg untuk menggunaka seduhan daun bayam
selama 3 bln dan kadar Hb diukur (O3)

Seterusnya di ulang hingga 2 siklus

Untuk menilai apakah daun bayam berefek dlm


meningkatkan kadar Hb maka bandingkan rerata O1
dan O2 dgn rerata O2 dan O4 melaluiuji komparasi yg
sesuai (uji t-sepasang)

PENELITIAN
TRUE EXPERIMENT
Memenuhi kriteria :
1. Replikasi
2. Randomisasi
3. Kontrol

Keuntungan :

Validitas eksternal >>, ada randomisasi


Validitas internal >>, ada replikasi dan kontrol

PENELITIAN
TRUE EXPERIMENT
MACAM :
1. RANDOMIZED CONTROL-GROUP
PRETEST-POSTTEST DESIGN
2. RANDOMIZED SOLOMON FOUR GROUP
DESIGN
3. TREATMENT BY SUBJECT DESIGN
= RANCANGAN SAMA SUBYEK
4. FACTORIAL DESIGN

RANDOMIZED CONTROL-GROUP
PRETEST-POSTTEST DESIGN
O1

X
T+

O2

O3

O4

S
Contoh :
penelitian untuk mengetahui efek hepatotoksik seduhan jamu
galian singset dalam melindungi hati yg diukur aktivitas
SGOT/SGPT. Untuk melihat efek ada tidaknya perbedaan melalui
selisih harga O2 dan O1 dengan selisih harga O4 dan O3 : uji
Anova

RANDOMIZED SOLOMON FOUR


GROUP DESIGN

Kombinasi disain dengan dan tanpa


pengukuran awal (pretest)

O1

O2

O3

O4

O5

O4

Rancangan eksperiment adalah kombinasi yg


menggunakan pengukuran awal dan tanpa
pengukuran awal
Penelitian ini mengurangi efek pengukuran
awal (testing effect), maturation effect dan
history effect

FACTORIAL DESIGN

Untuk mengetahui efek kombinasi dua atau lebih


perlakuan (faktor)
Contoh : jika ingin diteliti efek obat anti
hiperuresemia (H) yg diberikan bersama-sama dgn
obat tidur (T), bagi penderita hipertensi untuk
memberikan efek penurunan TD

Ada 2 macam obat anti hiperuresemia (H1,


H2) dan 2 macam obat tidur (T1, T2) dgn
demikian ada 4 macam perlakuan
kombinasi antara H1T1, H2T1, H2T1,
H2T2)

Faktor design 2 x 2 (jumlah level barais x


jumlah level kolom)

FACTORIAL DESIGN

FAKTOR H
H1

H2

T1

(O1) H1T1

(O3) H2T1

T2

(O2) H1T2

(O4) H2T2

FAKTOR
T

FACTORIAL DESIGN
Dapat diteliti 3 macam efek :
1. Efek Utama (Main Effect)
Perbedaan efek H1 dan H2 terlepas dari efek diurerik yg
digunakan atau perbedaan efek dari T1 dan T2 , terlepas dari anti
hiperurisemia yg digunakan

1. Efek Sederhana (Simple Effect)


Perbedaan antar H pada tiap T, atau antar T pd tiap H tertentu.
Dengan kata lain dapat diketahui perbadaan antarkombinasi
perlakuan

1. Efek Interaksi (Interaction Effect)


Apakah perlakuan H memberikan efek seiring atau tidak dengan
perlakuan T

Analisis data yg digunakan dlm rancang


faktorial Anava faktorial atau Anava
multivariate

Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai