Anda di halaman 1dari 33

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

IDENTITAS PASIEN
No. Rekam Medis

: XX.YY.ZZ

Perawatan ke

: 1/2/3

Tahun

: 08/11/13

No. Urut

: 272/225/239

Kelas

: III

Tanggal mulai dirawat

: 05-10-2013

Pukul

: 8.30 WIB

Nama Pasien

: Tn. E.L

Tempat/Tgl. Lahir

: Jakarta / 19-05-1965

Umur

: 48 tahun

Warga Negara

: WNI Jakarta

Agama

: Katolik

Pendidikan terakhir

: Universitas (S1) Dokter Umum (tidak sempat ambil profesi)

Pekerjaan

: Karyawan Laundry Keluarga (10 tahun yang lalu)

Status Perkawinan

Alamat

: Jl. Malabar, Jakarta

Dokter yang merawat

: dr. W, Sp KJ / dr A, Sp KJ

Catatan Perawatan di Sanatorium Dharmawangsa

Pasien sudah pernah dirawat di Sanatorium Dharmawangsa :


I. 05 September 2008 - 18 September 2008
II. 23 Agustus 2011 - 15 September 2011
III. 05 Oktober 2013 - Sekarang

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

STATUS PSIKIATRI
ALLOANAMNESA
Didapat dari
Nama

: Ny. L. F

Umur

: 70 tahun

Pekerjaan

: Guru masak & usaha katering

Pendidikan terakhir

: Memasak

Status

: Menikah

Alamat

: Jakarta Barat

Hubungan dengan pasien

: Ibu kandung

Hari / tanggal wawancara

: 1 Oktober 2005

Waktu / tempat wawancara

: Pukul 16.00 WIB / via telepon

A. KELUHAN UTAMA
Sekitar 3 hari sebelum dirawat di Sanatorium Dharmawangsa, pasien sering marah-marah
tanpa alasan yang jelas.

B. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Sekitar 3 hari sebelum dirawat, pasien sering marah-marah tanpa alasan yang jelas
sambil melempar-lempar buku, tetapi tidak sampai merusak barang-barang; mudah emosi
dan gelisah. Bicara kasar dan kacau, bernyanyi sendiri, malas mandi dan sering bepergian
tanpa tujuan yang jelas. Pasien merasa mendengar suara-suara yang menjelek-jelekkan
dirinya, dan merasa keluarga selalu melarang perbuatannya. Sebelumnya, pasien baru saja
pulang dari perawatan di Sanatorium Dharmawangsa, tetapi pasien tidak mau meminum
obatnya, obat malahan dibuang ke tempat sampah. Karena keluarga merasa khawatir dan
sulit mengendalikan tingkah laku pasien, maka keluarga memutuskan untuk membawa
pasien kembali ke Sanatorium Dharmawangsa untuk dirawat.

C. RIWAYAT PENYAKIT SEBELUMNYA


Bulan November 1998, pasien dirawat di Sanatorium Dharmawangsa untuk pertama
kalinya, alasan pasien dirawat adalah karena sudah 2 minggu pasien menunjukkan tingkah
Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

laku yang aneh dan selalu merasa curiga. Seminggu kemudian, pasien mulai gelisah,
mudah marah, sulit tidur dan merasa mendengar suara-suara yang menjelek-jelekkan
dirinya. Saat itu, pasien sedang mengalami masalah dengan pacarnya karena hubungan
mereka tidak disetujui oleh pihak keluarga sang pacar. Hubungan pasien dengan pacarnya
pernah beberapa kali putus, tetapi kemudian rujuk lagi. Setelah menjalani perawatan di
Sanatorium Dharmawangsa, pasien menikah dan mengikuti suami tinggal di Tegal.
Bulan November 2001, pasien kembali dirawat di Sanatorium Dharmawangsa karena
sering marah-marah tanpa alasan yang jelas, bahkan ibunya juga ikut dimarahi; sulit tidur
dan bepergian tanpa tujuan. Tingkah laku pasien sulit dikendalikan oleh keluarga. Selepas
perawatan tahun 1998, pasien memang tidak pernah kontrol dan tidak mau minum obat.
Pasien saat ini sedang mengalami permasalahan dalam pernikahannya, karena suami pasien
sering memukuli dan menyiksa pasien saat bertengkar. Karena tidak tahan, akhirnya pasien
memutuskan untuk berpisah dari suaminya. Setelah menjalani perawatan di Sanatorium
Dharmawangsa, pasien sempat diperbolehkan pulang. Tetapi, karena pasien tidak mau
minum obat, maka pasien kembali menunjukkan sikap yang agresif, marah-marah tanpa
alasan yang jelas, bepergian tanpa tujuan dan sulit dikendalikan. Pasien juga sempat
mengancam akan menyakiti keluarganya. Karena merasa khawatir akan keadaan pasien,
keluarga kemudian membawa pasien kembali ke Sanatorium Dharmawangsa untuk dirawat.
Desember 2001, pasien keluar dari Sanatorium Dharmawangsa karena akan menjalani rehat
rohani.
Tahun 2002, pasien menjalani perawatan selama 2 tahun di Pusat Rehabilitasi
Getsemani atas saran teman-temannya.

Alasan pasien dirawat adalah karena pasien

kambuh lagi akibat tidak mau minum obat.


Awal Agustus 2005, pasien dirawat kembali di Sanatorium Dharmawangsa diantar
orang-orang dari gerejanya, karena sudah beberapa hari pasien tidak bisa tidur. Pasien
merasa mendengar suara-suara yang ingin berbuat jahat kepadanya, sehingga pasien merasa
gelisah dan murung. Tetapi pasien tampak tenang dan bisa diajak berkomunikasi dengan
lancar. Pasien mengakui bahwa selama berada di luar perawatan, pasien tidak pernah
meminum obatnya dan jarang kontrol.

Setelah menjalani perawatan di Sanatorium

Dharmawangsa, pasien diperbolehkan pulang karena ada perbaikan.


Pasien tidak pernah menggunakan narkoba atau mengkonsumsi alkohol. Tidak ada
riwayat cedera kepala, infeksi, kejang-kejang ataupun penyakit berat lainnya.
Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

D. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI


1. Riwayat Prenatal dan Natal
Pasien lahir secara normal pada usia kehamilan 9 bulan, di rumah bersalin
dengan bantuan bidan. Merupakan kelahiran yang direncanakan. Tidak ada cedera
lahir, panjang badan dan berat badan dalam batas normal. Selama kehamilan, ibu dalam
keadaan sehat dan hanya mengkonsumsi vitamin dan zat penambah darah.

2. Riwayat Masa Bayi dan Balita (0-3 tahun)


Pasien diasuh oleh ibunya. Pertumbuhan dan perkembangan pada masa bayi
dan balita normal.

3. Riwayat Masa Kanak-kanak (3-11 tahun)


Pada masa kanak-kanak, pasien termasuk anak yang pintar dan berprestasi.
Walaupun pasien agak keras kepala dan selalu mau menang sendiri, tetapi pergaulannya
cukup baik dan pasien mempunyai banyak teman.

4. Riwayat Masa Remaja


Pada masa remaja, pasien sempat lepas kontrol oleh ibunya. Pasien sering bolos
sekolah dan pergi ke tempat lain bersama teman-temannya. Walaupun begitu, prestasi
sekolah pasien cukup baik, dan pasien tidak pernah tinggal kelas.

Ibu pasien

menyangkal adanya riwayat pemakaian narkoba atau konsumsi alkohol oleh pasien
pada masa ini. Dalam pergaulan, walaupun sikap egois pasien sangat tinggi, tidak
pernah mau mengalah dan selalu mau menang sendiri; tetapi pasien tetap mempunyai
banyak teman dan pasien sering membantu teman-temannya yang sedang dalam
kesulitan.

5. Riwayat Masa Dewasa


a. Pekerjaan
Pasien sering berganti-ganti pekerjaan karena merasa tidak betah.

Pasien

kemudian bekerja sebagai tenaga accounting di perusahaan kakaknya.


Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

b. Perkawinan
Pasien sempat hamil di luar nikah dengan pacarnya, yang merupakan cinta
pertamanya saat SMA.

Pacar pasien, yang berasal dari suku Batak, bersedia

bertanggung jawab walaupun pihak keluarganya tidak setuju. Pasien menikah tahun
1998 dan kemudian mengikuti suaminya tinggal di Tegal, Jawa Tengah. Kehidupan
pernikahan pasien tidak harmonis. Keduanya sering bertengkar, dan suami pasien
sering memukul dan menyiksa pasien. Tahun 2001, pasien berpisah dari suaminya
dan kembali ke rumah ibunya di Jakarta. Saat ini, pasien sedang dalam proses
perceraian dengan suaminya. Dari pernikahannya, pasien dikaruniai seorang anak
laki-laki. Anak pasien sekarang diasuh oleh ibunya.

c.

Pendidikan
Dalam pendidikan, pasien merupakan anak yang pintar, tidak pernah tinggal
kelas dan cukup berprestasi.

Pasien melanjutkan pendidikannya di Fakultas

Ekonomi Universitas Atmajaya, tetapi kuliahnya sempat terhenti karena pasien


sering bermasalah dengan pacarnya. Saat itu, pasien sempat ingin melanjutkan
sekolah di Australia, tetapi ditentang oleh pacarnya. Akhirnya, berkat dorongan dan
bantuan

keluarga,

pasien

berhasil

melanjutkan

kuliahnya

di

Atmajaya,

menyelesaikan skripsinya dan diwisuda.


Pendidikan

Nama Sekolah

Lama Pendidikan

Prestasi

TK

TK Slipi

2 tahun

Baik

SD

SD Sumbangsih

6 tahun

Baik

SMP

SMP Sumbangsih

3 tahun

Baik

SMA

SMAN 88

3 tahun

Baik

Universitas

Atmajaya

6 tahun

Cukup

d. Riwayat Agama
Pasien menganut agama Katolik dan rajin beribadah ke Gereja Katedral setiap
minggu, tetapi pasien tidak begitu taat dalam menjalankan agamanya.
Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

e. Aktivitas Sosial
Pasien senang bergaul dan memiliki banyak teman termasuk dengan orang
asing. Bersama teman-temannya, pasien biasa pergi ke klub malam, caf, atau ke
restoran cepat saji (McDonald dan Kentucky Fried Chicken) di daerah Thamrin.
Tidak ada riwayat penggunaan narkoba dan alkohol pada masa ini.

f. Situasi Kehidupan Sekarang


Pasien dan anak laki-lakinya tinggal di rumah ibunya di kawasan Jakarta Barat.
Kadang-kadang, saudara pasien yang lain datang berkunjung. Hubungan pasien
dengan ibu dan saudara-saudaranya cukup baik. Mereka mendukung pasien dalam
segala hal, termasuk dalam hal finansial. Biaya perawatan pasien di Sanatorium
Dharmawangsa ditanggung oleh keluarga pasien. Selama pasien dirawat, anak lakilaki pasien diasuh oleh ibunya.

g. Riwayat Hukum
Pasien pernah berurusan dengan polisi tahun 2001 karena mengendarai mobil
sambil ngebut dan menyerempet mobil lain. Tetapi, masalah ini dapat diselesaikan
secara damai dan tidak sampai berlanjut ke pengadilan.

6. Riwayat Psikoseksual
Pasien mempunyai riwayat berhubungan sex sebelum menikah. Selain dengan
pacarnya, yang kemudian menjadi suaminya, pasien juga pernah berhubungan sex
dengan laki-laki lain. Pasien kemudian hamil, tetapi pacarnya bersedia bertanggung
jawab dan menikahinya.

7. Riwayat Keluarga

Pasien
Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

Pasien merupakan anak bungsu dari 11 bersaudara. Pasien memiliki 4 saudara


perempuan dan 6 saudara laki-laki. Kakak laki-laki pasien yang keempat meninggal
karena kecelakaan, sedangkan kakak perempuan pasien yang keempat meninggal pada
usia 2 tahun karena campak. Saat pasien baru berusia 4 tahun, ayah kandung pasien
meninggal (tahun 1977) karena stroke. Setelah suaminya meninggal, ibu pasien tidak
menikah lagi.

Latar Belakang Keluarga


Pasien dibesarkan dari keluarga berekonomi menengah ke atas. Orangtua pasien
adalah pedagang jasa angkutan.

Setelah ayah pasien meninggal pada saat pasien

berusia 4 tahun, ibu pasien menghidupi keluarganya dengan menjadi guru memasak dan
membuka usaha katering. Demi pekerjaannya tersebut, ibu pasien sering bepergian
keluar kota.

Dalam mendidik anak-anaknya, orangtua pasien cukup demokratis.

Banyaknya anak didalam keluarga menyebabkan orangtua tidak dapat senantiasa


mengawasi mereka. Dalam hal ini, anak-anak yang lebih tua turut membantu dengan
menjaga adik-adiknya masih kecil.

Karena pasien merupakan anak bungsu, maka

pasien sangat dimanja oleh kakak-kakaknya.

Hubungan pasien dengan saudara-

saudaranya cukup baik, tetapi hubungan pasien dengan ibunya tidak begitu dekat. Hal
ini mungkin dikarenakan ibu pasien sering bepergian ke luar kota, sehingga ibu pasien
tidak dapat selalu berada di dekat pasien.

Riwayat Psikiatri Keluarga


Tidak ada riwayat gangguan jiwa pada keluarga pasien.

8. Mimpi, Fantasi dan Nilai


Pasien berharap dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.
Pasien ingin mendapatkan gelar S2 dalam bidang bisnis, agar dapat kembali bekerja dan
berkarya demi anak laki-lakinya.

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT

A. STATUS INTERNIS
Keadaan Umum : KU baik, tidak anemis, tidak ikterik, tidak sianosis.
Kesadaran

: Compos mentis

Keadaan Gizi

: Baik

Suhu

: Afebris

Pernapasan

: 16 x / menit

Nadi

: 80 x / menit

Tekanan Darah

: 120/70 mmHg

Berat Badan

: 83 kg

Tinggi Badan

: 150 cm

B. PEMERIKSAAN FISIK
a. Kepala

: bentuk normal, tidak teraba benjolan, rambut hitam, tidak mudah dicabut.

b. Mata

: konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik.

c. Hidung

: bentuk normal, tidak ada sekret, mukosa tidak hiperemis.

d. Telinga

: bentuk normal, tidak ada sekret.

e. Mulut

: bibir agak kering, lidah sedikit kotor.

f. Jantung

Inspeksi

: Pulsasi ictus cordis tidak tampak.

Palpasi

: Ictus cordis tidak teraba.

Perkusi

: Jantung dalam batas normal.

Auskultasi : Bunyi jantung I dan II normal, tidak dijumpai murmur atau gallop.
g. Paru-paru

Inspeksi

: Simetris dalam diam dan pergerakan napas.

Palpasi

: Stem fremitus kanan dan kiri sama kuat.

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

Naskah Ujian Psikiatri

Perkusi

Toni periyanto (406137001)

: Sonor

Auskultasi : Vesikuler, ronki -/-, wheezing -/-.


h. Abdomen

Inspeksi

: Tampak datar.

Palpasi

: Hepar dan lien tak teraba.

Perkusi

: Tympani.

Auskultasi : Bising usus (+) normal.


i. Ekstremitas atas dan bawah tidak terdapat oedem dan deformitas.

Kesan

: Tidak ditemukan kelainan bermakna pada pemeriksaan internis.

C. STATUS NEUROLOGIS
Rangsangan meningeal

: (-)

Peningkatan TIK

: (-)

Nn. Craniales

: baik

Pupil

: bulat, isokor, 3 mm

Sensibilitas

: baik

Motorik

: baik

Fungsi cerebellum dan koordinasi

: baik

Fungsi luhur

: baik

Refleks fisiologis

: +/+

Refleks patologis

: -/-

Susunan saraf vegetatif

: baik

Kesan

: Tidak ada kelainan yang bermakna pada pemeriksaan neurologis.

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh Sanatorium Dharmawangsa pada tanggal
5 November 2001 adalah sebagai berikut :
JENIS PEMERIKSAAN

HASIL

SATUAN

12,4 g/dl

12 14 g/dl

7,7 ribu / l

5 10 ribu /l

Basofil

0%

<1%

Eosinofil

2%

13%

Batang

2%

26%

Segmen

69 %

50 70 %

Limfosit

25 %

20 40 %

Monosit

2%

28%

5 mm/jam

< 20 mm/jam

Protein total

7,1 g/dl

6 8,4 g/dl

Albumin

3,8 g/dl

3,5 5,2 g/dl

Globulin

3,3 g/dl

2,3 3,5 g/dl

Bilirubin total

0,57 mg/dl

< 1 mg/dl

Bilirubin direk

0,18 mg/dl

< 0,25 mg/dl

HEMATOLOGI
Hb
Leukosit
Hitung Jenis

Laju Endap Darah


KIMIA DARAH
Fungsi Hati
Protein

Bilirubin

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

10

Naskah Ujian Psikiatri

Bilirubin indirek

Toni periyanto (406137001)

0,35 mg/dl

< 0,75 mg/dl

SGOT

30

< 31 /l

SGPT

14

< 31 /l

94

< 180 mg/dl

Ureum

19 mg/dl

10 50 mg/dl

BUN

9 mg/dl

7 22 mg/dl

0,6 mg/dl

0,5 1,1 mg/dl

5 mg/dl

2,4 5,7 mg/dl

SGOT/SGPT

KARBOHIDRAT
Glukosa sewaktu
FUNGSI GINJAL
Ureum

Creatinin
LAIN-LAIN
Asam Urat
URINE
Warna

Kuning keruh
1010

1003 1030

pH

4,5 8

Leukosit

Negatif

Protein

Negatif

Glukosa

Negatif

Keton

Negatif

<1

< 1 E.U

Bilirubin

Negatif

Darah samar

Berat Jenis

Urobilinogen

Sedimen
Eritrosit

01

< 1 / lpb

Leukosit

12

< 2 / lpb

Epitel

Positif

Silinder

Negatif

Kristal Ca. oxalate

Bakteri

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

Negatif
11

Naskah Ujian Psikiatri

Kesan

Toni periyanto (406137001)

: Tidak ditemukan kelainan bermakna pada pemeriksaan laboratorium

STATUS MENTALIS

A. DESKRIPSI UMUM
1. Penampilan
Pasien seorang wanita berusia 32 tahun, tampak sesuai dengan umurnya, wajah pasien
sesuai dengan umurnya, postur tubuh gemuk, kulit agak kecoklatan, rambut panjang terurai,
tidak tersisir rapi. Cara berpakaian cukup baik, tetapi kebersihan diri agak kurang.

2. Perilaku dan aktivitas psikomotor


Pasien bergaul baik dengan pasien lain dan beraktivitas cukup aktif. Ia sering berbicara
dengan pasien lainnya atau dengan koass. Pasien juga sering terlihat makan atau berjalan di
aula sambil merokok.

3. Pembicaraan
Wawancara berlangsung dengan baik. Pasien bersedia menjawab setiap pertanyaan
yang diajukan secara spontan, lancar, jelas dan dapat dimengerti.

4. Sikap terhadap pemeriksa


Pasien bersikap cukup kooperatif dan cukup sopan terhadap pemeriksa.

B. MOOD, AFEKTIF DAN KESERASIAN


1. Mood

: Eutimik.

2. Afek

: Luas, appropriate.

3. Keserasian

: Ekspresi afektif sesuai dengan isi pembicaraan.

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

12

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

C. GANGGUAN PERSEPSI
1. Halusinasi auditorik

: Ada.

2. Halusinasi visual

: Ada.

3. Halusinasi taktil

: Tidak ada.

4. Ilusi

: Tidak ada.

5. Depersonalisasi

: Tidak ada.

6. Derealisasi

: Tidak ada.

D. PROSES PIKIR
1. Arus Pikir
a. Produktivitas

: Cukup

b. Kontinuitas pikiran

: Cukup

c. Hendaya dalam bahasa

: Tidak ada.

2. Bentuk Pikir
a. Asosiasi Longgar

: Tidak ada.

b. Ambivalensi

: Tidak ada.

c. Echolalia

: Tidak ada.

d. Flights of ideas

: Tidak ada.

e. Inkoherensi

: Tidak ada.

f. Verbigerasi

: Tidak ada.

g. Perseverasi

: Tidak ada.

3. Isi Pikir
a. Fobia

: Tidak ada.

b. Obsesi

: Tidak ada.

c. Kompulsi

: Tidak ada.

d. Ideas of Reference

: Tidak ada.

d. Waham

: Ada.
* Waham curiga/kejar
* Waham kendali

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

13

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

E. SENSORIUM DAN KOGNISI


1. Taraf Kesadaran

: Compos mentis

2. Orientasi

: Orientasi waktu, tempat, orang baik.

3. Daya Ingat
a. Segera

: Baik

b. Jangka pendek

: Baik

c. Jangka sedang

: Baik

d. Jangka panjang

: Baik

4. Konsentrasi dan kalkulasi

: Baik.

5. Kemampuan baca-tulis

: Baik.

6. Kemampuan visuospasial

: Baik.

7. Pikiran abstrak

: Baik.

8. Intelegensia dan daya informasi

: Baik.

F. PENGENDALIAN IMPULS
Pasien kurang dapat mengendalikan emosinya.

G. DAYA NILAI
Daya Nilai Realita

a. Discriminatif insight

: Ada perbaikan

b. Discriminatif judgement

: Terganggu

c. Kesadaran

: Compos mentis

H. TILIKAN (INSIGHT)
Pasien menyadari bahwa dirinya sakit dan mau berobat agar dapat cepat sembuh.

I. TARAF DAPAT DIPERCAYA


Secara umum didapat kesan bahwa dalam berbicara, pasien cukup dapat dipercaya.

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

14

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA

Pasien seorang wanita berusia 32 tahun, WNI keturunan, beragama katolik, merupakan
anak bungsu dari 11 bersaudara. Pendidikan terakhir universitas (S1). Pasien sudah menikah
dan mempunyai seorang anak laki-laki, sekarang dalam proses perceraian. Pasien dirawat di
Sanatorium Dharmawangsa sejak 22 Agustus 2005 dengan alasan sudah sekitar 3 hari pasien
sering marah-marah tanpa alasan yang jelas, bepergian tanpa tujuan dan sulit dikendalikan oleh
keluarga. Pasien mudah emosi dan gelisah. Bicara kasar dan kacau, terkadang nyanyi sendiri
dan malas mandi. Pasien merasa mendengar suara-suara yang menjelek-jelekkan dirinya dan
merasa keluarga selalu melarang perbuatannya. Pasien menolak minum obat, obatnya malah
dibuang ke tempat sampah. Karena keluarga merasa khawatir akan keadaan pasien, maka
keluarga memutuskan untuk membawa pasien kembali ke Sanatorium Dharmawangsa untuk
dirawat.
Ini merupakan perawatan pasien yang kelima setelah perawatan-perawatan sebelumnya
di Sanatorium Dharmawangsa dari tahun 1998 sampai 2005.

Sebelum perawatan yang

keempat di Sanatorium Dharmawangsa, pasien pernah dirawat selama 2 tahun di Pusat


Rehabilitasi Getsemani. Di rumah, pasien tidak mau minum obat dengan teratur dan jarang
kontrol, sehingga pasien kambuh lagi dan dibawa oleh keluarganya untuk dirawat kembali di
Sanatorium Dharmawangsa. Sumber alloanamnesa diperoleh dari ibu dan kakak kandung
pasien.

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

15

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

Dari penampilan sehari-hari, kebersihan pasien agak kurang. Pasien tidak mengalami
gangguan mental organik dan tidak terdapat riwayat penggunaan alkohol dan zat-zat aditif.
Pembicaraan dengan pasien berlangsung wajar.

Dari pemeriksaan internis, neurologi dan

pemeriksaan laboratorium, tidak dijumpai kelainan.

FORMULASI DIAGNOSTIK
AXIS I
I.

Berdasarkan gejala-gejala adanya pola perilaku atau psikologik yang secara klinik
bermakna yang ditemukan pada pasien yaitu :
1. Adanya hendaya dalam kemampuan menilai realita :
Discriminative insight

: Ada perbaikan

Discriminative judgement

: Terganggu

2. Lingkungan mengeluh.
3. Kebersihan diri terganggu.
4. Kebiasaan sehari-hari terganggu.
5. Adanya gejala psikopatologik (halusinasi, waham).

Maka dapat disimpulkan bahwa pasien menderita suatu PSIKOSIS.

II.

Berdasarkan :
1. Kesadaran

: Composmentis

2. Orientasi

: Baik

3. Daya ingat

: Baik

4. Kemunduran intelektual

: Tidak ada

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

16

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

5. Tidak terdapat kelainan organik yang dapat dikaitkan dengan gangguan jiwa atas dasar
riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik.

Maka dapat disimpulkan bahwa pasien menderita suatu PSIKOSIS NON ORGANIK.

III.

Berdasarkan penemuan bermakna yang didapat dari alloanamnesa dan autoanamnesa,


serta observasi selama perawatan, didapatkan :
1. Halusinasi auditorik.
2. Halusinasi visual.
3. Waham kejar/curiga
4. Waham kendali (thought broadcasting).
5. Berlangsung lebih dari 1 bulan.

Berdasarkan

PPDGJ

III,

maka

dapat

disimpulkan

bahwa

pasien

menderita

bahwa

pasien

menderita

SCHIZOPHRENIA.

IV. Berdasarkan adanya :


Memenuhi kriteria umum diagnosis Schizophrenia
Halusinasi auditorik
Waham kendali (thought broadcasting)
Waham kejar/curiga

Berdasarkan

PPDGJ

III,

maka

dapat

disimpulkan

SHIZOPHRENIA TYPE PARANOID (F20.0).

AXIS II
Dari alloanamnesa dan autoanamnesa ditemukan bahwa pasien cenderung egois, keras kepala,
tidak mau mengalah dan memiliki riwayat hubungan sex sebelum nikah dengan pacar maupun
dengan laki-laki lain.
Maka, dapat disimpulkan bahwa pasien memiliki CIRI KEPRIBADIAN HISTRIONIK
(F60.4).

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

17

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

AXIS III
Dari alloanamnesa, pemeriksaan fisik, neurologis dan laboratorium, diketahui bahwa pasien
tidak memiliki penyakit yang dapat mempengaruhi kondisi sekarang. (Z03.2)

AXIS IV
Dari alloanamnesa, ditemukan masalah dalam keluarga :
- Proses perceraian dengan suami yang belum tuntas.

AXIS V
GAF current : 80 71
(Gejala sementara dan dapat diatasi, disabilitas ringan dalam sosial, pekerjaan,
sekolah, dll)
GAF HLPY

: 90 81

Dulu pasien bekerja, sekarang tidak bekerja lagi.

EVALUASI MULTI AKSIAL (PPDGJ IIII)

Aksis I

: F20.0 Schizophrenia type Paranoid

Aksis II

: F60.4 Ciri Kepribadian Histrionik

Aksis III

: Z03.2 Tidak ada diagnosa

Aksis IV

: Masalah dalam keluarga :


-

Aksis V

Proses perceraian dengan suami yang belum tuntas

: Dulu bekerja, sekarang tidak bekerja lagi.


GAF current : 80 -71
GAF HLPY : 90 - 81

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

18

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

PROGNOSIS

Hal yang meringankan

1. Penyakit yang dideritanya tidak disebabkan oleh gangguan mental organik ataupun
retardasi mental.
2. Adanya perhatian dari keluarga.
3. Diketahuinya stress psikososial yang menyebabkan gangguan pada pasien.
4. Pasien merasa bahwa dirinya sakit.
5. Selama dalam perawatan, pasien tidak menolak minum obat.
6. Menunjukkan gejala-gejala positif.
Hal yang memberatkan

1. Perjalanan penyakit sudah kronis.


2. Sering kambuh dan sering dirawat.
3. Pernikahan yang bermasalah.
Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

19

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

Maka kesimpulan prognosa : Dubia ad Malam

Grafik Perjalanan Penyakit

1998
ribut dengan
pacar

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

20

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

TERAPI

1. Psikofarmaka

: Clozapine 2 x 25 mg

2. Psikoterapi

: - Counseling
- Supportif therapy

3. Psikososial terapi : - Terapi rekreasi


- Terapi kerja (work therapy)

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

21

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

LAMPIRAN WAWANCARA
Autoanamnesa

WAWANCARA I
Hari / Tanggal : 3 Oktober 2005
Pukul

: 09.30 WIB

Pakaian

: Kaos hitam dan celana warna hitam

Aktivitas

: Pasien sedang duduk sambil merokok

Tempat

: Meja makan di asrama wanita

Keterangan

: A = Pemeriksa
B = Pasien

A : Halo, sedang apa?


B : Biasa (duduk sambil merokok)
A : Sudah makan belum?
Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

22

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

B : Sudah
A : Makan apa?
B : Makan bubur. Lumayanlah
A : Tidurnya enak?
B : Wah, enak sekali.
A : Tumben deh, hari ini rapi.
B : (senyum-senyum) Iya, kan mau ketemu dr. Stevanus.
A : Jadi mandi kalo mau ketemu dr. Stevanus aja, nih?
B : He..he.. (pasien tersenyum sambil menggoyang-goyangkan kakinya)
A : Sebenarnya elu mandi berapa kali sih?
B : Kalo mau ketemu dr. Stevanus doang.
A : Ha?? Jadi cuman 2 x seminggu dong? Mandi tuh sehari 2 x mestinya!
B : He..he.. iya. Dr. Stevanus juga sering bilang. (pasien senyum-senyum).
A : Mel, elu tau gak nama tempat ini?
B : Sanatorium Dharmawangsa kan?
A : Mel, menurut elu, disini ini tempat apa sih?
B : Tempat orang-orang yang ada gangguan jiwa.
A : Kesini dibawa siapa?
B : Ama kakak gue.
A : Emang kenapa kok dibawa ke sini?
B : Dulu gue sering berhalusinasi makanya gue jadi emosian.
A : Halusinasi kayak gimana sih emangnya?
B : Yah.. seperti suara orang-orang yang sedang ngomongin gue, padahal gue tau kalo orangorang-orang disekitar gue gak ada yang bicara.
A : Ngomongin apa sih? Yang bagus apa yang jelek nih?
B : Awalnya sih muji-muji, lama-lama ngata-ngatain gue yang jelek-jelek.
A : Trus, gimana sikap elu?
B : Awalnya gue cuekin aja, lama-lama jadi sebel juga. Semua orang gue marah-marahin,
sampe anak gue juga gue omelin. Padahal gue tau kalo mereka gak ada yang bicara.
A : Tapi marahnya gak sampai ngerusakin barang kan?
B : Nggak sih. Gue cuman marah-marah aja.
A : Sekarang masih sering denger suara-suara gak?
Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

23

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

B : Sekarang sih udah gak lagi udah enakan, kan udah minum obat. Tapi gue tau kalo
disini ada yang gak seneng ama gue. (ekspresi muka tegang).
A : Oh ya? Siapa?
B : Ada deh. Pokoknya gue tau kalo ada yang gak seneng ama gue.
A : Kok bisa tau?
B : Ya.. gue tahu aja deh pokoknya.
A : Hanya perasaan elu aja kali?
B : Nggak. Dari dulu gue tahu kalo orang gak seneng ama gue. Dalam hati, gue udah punya
perasaan. Seperti yang pernah gue bilang dulu, waktu ada cewek ngeliatin gue, gue tahu
kalo cewek itu pelacur, walaupun gak ada yang ngasih tau. Dan ternyata cewek itu
memang pelacur. (ekspresi muka tegang)
A : Ya sudah Selama disini pernah liat yang aneh-aneh gak sih?
B : Pernah. Gue liat bayangan orang yang manggil-manggil gue.
A : Oh ya? Seperti apa bentuknya? Laki apa perempuan?
B : Perempuan. Bentuknya seperti manusia hologram, nggak begitu jelas sih.
A : Wah, lalu gimana reaksi elu?
B : Gue diemin aja. Trus ilang sendiri kok.
A : Kapan itu? Pernah lihat lagi gak baru-baru ini?
B : Kapan ya? Udah lama juga.. mungkin waktu gue baru masuk kesini bulan lalu. Cuman
sekali itu sih, sekarang gak pernah liat lagi, lagian juga cuman sebentar.
A : Kesimpulannya, elu tahu nih kalo elu itu sakit?
B : Tau kok.
A : Kok dulu ngomongnya kesini karena mau istirahat? Mau nenangin diri?
B : Dulu gue gak sadar kalo gue sakit. Sekarang gue udah tau kalo suara-suara yang gue
denger waktu itu gak bener. Gue udah bisa bedain mana yang halusinasi mana yang
orang ngomong beneran. (ekspresi muka serius)
A : Ok deh. Eh, Mel udah jam besuk. Ntar ngobrol lagi ya?
B : Ok deh. (pasien tersenyum)

Kesan wawancara I :
- Discriminative insight

: Ada perbaikan

- Halusinasi auditorik

: Ada

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

24

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

- Halusinasi visual

: Ada

- Waham kejar/curiga

: Ada

- Orientasi tempat

: Baik

- Kebersihan diri

: Kurang

- Daya ingat jangka pendek : Baik

WAWANCARA II
Hari / Tanggal : 3 Oktober 2005
Pukul

: 12.30 WIB

Aktivitas

: Pasien sedang berjalan-jalan.

Pakaian

: Kaos hitam dan celana warna hitam

Tempat

: Di Aula

Keterangan

: A = Pemeriksa
B = Pasien

A : Halo Mel. Jalan-jalan nih?


B : Iya. Bengong sendirian. Gak ada kerjaan.
A : Duduk yuk. Udah ketemu dr. Stevanus belum? (sambil duduk)
B : Belum. Bentar lagi kali. (pasien ikut duduk)
A : Sekarang tanggal berapa ya?
B : Tanggal 3 Oktober kan?
A : Oh, iya. Cepat sekali ya waktu. Tahu-tahu udah mau akhir tahun lagi.
B : Elu disini sampai kapan? Sampai Sabtu ya?
A : Iya.
B : Yang lain juga sampai Sabtu?
A : Iya. Kan udah lima minggu.
B : Gak kesini lagi dong. Ya sedih deh gue. (ekspresi muka sedih)
A : Tenang. Kan ntar ada yang gantiin. Gak bakal sepi deh.
B : Gitu ya? (ekspresi muka biasa lagi)
A : Nanya ya Mel, kenapa sih dulu elu suka marah-marah? Waktu kita baru datang, elu kan
galak banget.
B : He.. he.. emang gue dulu emosian banget ya. (pasien tersenyum)
Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

25

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

A : Kenapa sih elu suka marah-marah?


B : Habisnya semua mau baca pikiran gue.
A : Maksudnya gimana?
B : Iya. Orang-orang pada mau baca pikiran gue, mau tau apa yang ada di otak gue. Gue kan
kesel. (ekspresi muka serius)
A : Kok elu bisa berpikir begitu?
B : Ya gue tahu aja. Gue ngerasa kok. Makanya gue marah-marah aja, supaya orang gak bisa
baca pikiran gue.
A : Sekarang elu masih ngerasa ada orang yang ingin baca pikiran elu?
B : Kadang-kadang. Gue juga bisa baca pikiran orang.
A : Kok bisa?
B : Sudah dari dulu gue bisa. Dulu teman gue mingkem doang, gue bisa tau dia mikir apa.
Sebenarnya gue gak pengen sih dapat kemampuan gini, tapi yah.. gue bisa aja. Gue juga
bisa ramal. Mau gue ramalin? Ada kartu gak?
A : Wah, elu bisa ramal juga? (memberikan kartu kepada pasien)
B : Bisa. Mau nanya apa ke gue? Jodoh? Pekerjaan? Masa depan? (sambil mengocok
kartu)
A : Pekerjaan aja deh. Gue bisa jadi spesialis gak?
B : (pasien berhenti mengocok dan menarik selembar kartu) Bisa. Elu cocoknya jadi spesialis
jiwa nih.
A : Hebat. Kok bisa tau sih? Gimana caranya?
B : Iya. Kartunya yang ngomong ke gue.
A : Kartunya bisa ngomong?
B : Iya. Tapi yang bisa tau cuma gue. Eh, dokter gue dateng tuh. Udah dulu ya. (pasien
berlari menuju dr. Stevanus dengan wajah ceria)

Kesan wawancara II :
Orientasi waktu

: Baik

Thought broadcasting

: Ada

Magical Thinking

: Ada

WAWANCARA III
Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

26

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

Hari / Tanggal : 4 Oktober 2005


Pukul

: 08.30

Aktivitas

: Pasien sedang duduk nonton TV sambil merokok.

Pakaian

: Kaos hitam dan celana warna hitam

Tempat

: Meja makan di asrama perempuan.

Keterangan

: A = Pemeriksa
B = Pasien

A : Halo, lagi ngapain nih?


B : Biasa lah. (di TV sedang ada berita tentang bom Bali)
A : Susah ya? Udah BBM naik, ada bom lagi.
B : Iya. Kasian pak SBY. Jadi banyak pikiran.
A : Udah mandi belum?
B : Belum.
A : Mandi dong! Masa mandi kalo ketemu dr. Stevanus doang?
B : (pasien hanya tersenyum sambil merokok)
A : Apa kata dr. Stevanus kemaren?
B : Katanya sih gue udah boleh pulang
A : Beneran nih?
B : Cuti doang. Kalo cuti dua hari sih boleh kata dokter. Gue kan pengen ketemu anak gue.
A : Anak elu namanya siapa sih?
B : J. K. A. S. Panggilannya Abed. Umurnya 6,5 tahun mau 7 tahun.
A : Udah sekolah?
B : Udah. Kelas 1 SD.
A : Kangen ya?
B : Iya. Kan udah lama gue gak ketemu anak gue.
A : Mel, suami elu orang mana sih?
B : Orang Maroko.
A : Hah? Orang Maroko? Ketemu dimana tuh?
B : Di lounge.
A : Ganteng dong ya? Melly sih mana mau kalo gak ganteng.
B : (tersenyum).
Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

27

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

A : Sekarang gimana? Udah pisah?


B : Iya. Habis dia suka mukulin gue. Suami gue jahat.
A : Emang kenapa kok dia suka mukulin elu? Berantem?
B : Iya lah! Gue ama dia gak cocok! Istilahnya gak sejalan gitu. Apa yang dia mau
bertentangan ama gue.
A : Kalo berantem, dia selalu main pukul? Elu gak ngelawan?
B : Ya gue ngelawan lah. Masa diam aja. Gue kan marah, sedih, kesal. Campur aduk deh.
(ekspresi muka kesal)
A : Elu udah nikah berapa lama sih?
B : Dari tahun 1998 sampai 2001.
A : Selama itu sering berantem?
B : Iya.
A : Sekarang gimana Mel?
B : Gue mau cari suami yang baik aja. Yang penting sayang ama gue care ama gue.
A : Gak trauma Mel?
B : Nggak. (tiba-tiba pasien menoleh ke coass Tri Wahyuni yang duduk di sebelahnya).
Kenapa? Elu kasihan ya ama gue? (Coass Tri menjawab tidak)
A : Emang kenapa Mel, kok tiba-tiba elu bilang gitu?
B : Nggak. Gue ngerasa aja kalo ada suara-suara yang kasihan ama gue.
A : Elu denger suara-suara? Siapa? Si Tri yang ngomong?
B : Ya.. gue tahu aja. Gue kan bisa baca pikiran elu, walaupun elu gak ngomong.
A : Gimana caranya? Coba, gue lagi mikir apa sekarang?
B : Gue gak bisa bilang. Rahasia. Pokoknya gue tahu. (pasien kemudian berdiri dan masuk
ke ruang perawat).

Kesan wawancara III


Halusinasi auditorik

: Ada

Daya ingat jangka panjang

: Baik

Kebersihan diri

: Kurang

WAWANCARA IV
Hari / Tanggal : 5 Oktober 2005
Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

28

Naskah Ujian Psikiatri

Pukul

: 11.30 WIB

Aktivitas

: Pasien sedang berjalan-jalan di Aula

Pakaian

: Kaos hitam dan celana warna hitam

Tempat

: Di Aula

Keterangan

: A = Pemeriksa

Toni periyanto (406137001)

B = Pasien

A : Hai Mel, ikut ngobrol yuk.


B : (pasien berdiri di samping pemeriksa). Lihat Ayu gak?
A : Ayu? Psikolog itu? Tadi sih ada. Kenapa nyariin?
B : Nggak. Tadi Vijay nyari Ayu. Vijay kan demen ama Ayu.
A : Oh ya? Berita baru nih.
B : Vijay suka ama Ayu, tapi gak serius. Kalo serius, ama orang India.
A : Oh, mesti sama yang sesuku ya?
B : Iya. (Vijay lewat). Vijay! Vijay! (pasien memanggil Vijay dan meminta rokok, tetapi
tidak diberi. Vijay kemudian pergi)
A : Elu deket ya ama Vijay.
B : Iya. Kita kan sering ngobrol bareng.
A : Mel, elu kalo keluar dari sini, mau ngapain?
B : Gue mau kuliah lagi. Mau ambil S2.
A : S2 jurusan apa nih? Dimana?
B : S2 bisnis. Maunya sih di Bali.
A : Kok di Bali? Di Jakarta aja, kan banyak jurusan S2 disini.
B : Enak di Bali lah. Kan banyak cowok-cowok bule yang ganteng-genteng.
A : Katanya mau kuliah, kok malah cari cowok?
B : Sekalian lah! Ibaratnya sambil menyelam minum air gitu! (pasien tersenyum)
A : Siapa yang biayain nih?
B : Koko gue. Koko gue kan kaya.
A : Elu deket ya ama koko elu?
B : Iya. Ama koko K, dia yang paling baik ama gue.
A : Ama nyokap gimana?
B : Gue gak deket ama nyokap. Sering berantem.
Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

29

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

A : Lho kenapa?
B : Iya, kita suka bertentangan sih. Nyokap gue selalu ngelarang-ngelarang gue!
A : Itu kan artinya sayang. Siapa tahu demi kebaikan elu.
B : Pokoknya gak cocok deh. Sudah dari dulu. (pasien membuang muka)
(Pasien kemudian menoleh ke koass Soanni yang berada di sebelahnya, dan mengatakan
bahwa dandanan Soanni terlalu polos)
A : Emang bagusnya gimana, Mel?
B : Harus dandan, supaya keliatan dewasa. Kalo dandan, laki-laki kan senang.
A : Kasih tips dong, cara dandan yang bagus.
B : Iya, yang penting bedak mesti bagus, jangan yang murah punya. Pake lipstik merah muda.
A : Bedak apa yang bagus?
B : Christian Dior tuh bagus, atau Maybelline boleh lah.
A : Waduh, mahal banget kan? Gak ada uang nih.
B : Gue dulu beli di Singapore, harganya 32 dollar. Berapa tuh dalam rupiah?
A : Berapa ya? 1 dollar Singapore mungkin Rp 5000,-?
B : Kali Rp 6000,- mungkin, yah.. sekitar Rp 180.000,- kan? Gak mahal!
(Veronika mendekati pasien dan menanyakan tempat administrasi keuangan.

Pasien

kemudian menunjuk ruangan dekat pintu keluar)


A : Oh, disitu tempat keuangan ya? Baru tahu.
B : Iya. Gue kan udah lama disini.
A : Udah yang keberapa kali sih masuk Dharmawangsa.
B : (pasien menghitung dengan jari) Ini yang kelima. Moga-moga ini yang terakhir deh.
A : Iya. Elu rajin minum obat dong. Masih sering dengar suara-suara?
B : Kadang-kadang. Tapi gue udah bisa bedain kok, mana yang halusinasi mana yang nggak.
Gue udah capek begini terus, gue mau sehat.
A : Iya deh, asal elu rajin minum obat, gue doa`in elu gak kambuh lagi.
B : Amin.
A : Mel, udah dulu ya, ada bimbingan. Besok ngobrol lagi.
B : Ok deh.

Kesan wawancara IV :
Orientasi orang

: Baik

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

30

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

Orientasi tempat

: Baik

Daya ingat jangka panjang

: Baik

Kemampuan intelektual

: Baik

Halusinasi auditorik

: Ada

KESAN YANG DIDAPAT DARI WAWANCARA :


Kesadaran

: Compos mentis

Discriminative insight

: Ada perbaikan

Discriminative judgement

: Terganggu

Orientasi waktu

: Baik

Orientasi tempat

: Baik

Orientasi orang

: Baik

Daya konsentrasi

: Cukup

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

31

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

Daya ingat segera

: Baik

Daya ingat jangka pendek

: Baik

Daya ingat jangka panjang

: Baik

Halusinasi visual

: Ada

Halusinasi auditorik

: Ada

Halusinasi taktil

: Tidak ada

Ilusi

: Tidak ada

Asosiasi longgar

: Tidak ada

Inkoheren

: Tidak ada

Echolalia

: Tidak ada

Ambivalensi

: Tidak ada

Autisme

: Tidak ada

Afek

: Luas

Waham bizarre

: Tidak ada

Waham cemburu

: Tidak ada

Waham kejar

: Ada

Waham kendali

: Ada

Rasa curiga

: Ada

Fungsi intelektual

: Sesuai dengan pendidikannya

Kemunduran intelektual

: Tidak ada

Kebersihan diri

: Kurang

Tingkah laku psikomotor

: Normal

Tilikan

: Pasien menyadari bahwa dirinya sakit dan bersedia minum obat.

DAFTAR ISI
Daftar Isi . i
Identitas Pasien .. 1
Status Psikiatri ... 2
Pemeriksaan Diagnostik Lebih Lanjut .. 8
Pemeriksaan Laboratorium . 10
Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

32

Naskah Ujian Psikiatri

Toni periyanto (406137001)

Status Mentalis . 12
Ikhtisar Penemuan Bermakna . 15
Formulasi Diagnosis ... 16
Evaluasi Multiaksial ... 18
Prognosis 19
Grafik Perjalanan Penyakit 20
Therapi 21
Lampiran Wawancara 22
Kesan Yang Didapat Dari Wawancara .. 31

Kepaniteraan Psikiatri
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 30 September 2013 2 November 2013

33