Anda di halaman 1dari 10

Mengingat

1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok


Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang
Nomor 43 Tahun 1999;
2. Undang-undang Nomor 22 T a h u n 1999 tentang Pemerintahan
Daerah;
3. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan
Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah;
4. Undang-undang Nomor 34 T a h u n 1999 tentang Pemerintahan
Propinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indont
Jakarta;
5. Peraturan

Pemerintah

Kewenangan

Pemerintah

Nomor
dan

25

Tahun

Kewenangan

2000

tentang

Propinsi

Sebagai

Daerah Otonom;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2000 tentang Pedoman
Organisasi Perangkat Daerah;
7. Peraturan Pemerintah N o m o r
55
Tahun 2001
tentang
Pembentukan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu;
8. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Nomor 3 T a h u n 2001 tentang Bentuk Susunan Organisasi dan
Tata Kerja Perangkat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta;
9. Peraturan Daerah Propinsi D a e r a h Khusus Ibukota Jakarta Nom*"
4 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kecamatan Kepulav Seribu Utara dan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

MEMUTUSKAN:
Menetapkan

K E P U T U S A N G U B E R N U R PROPINSI D A E R A H K H U S U S
I B U K O T A J A K A R T A T E N T A N G ORGANISASI D A N T A T A
K E R J A P E M E R I N T A H K E L U R A H A N PROPINSI D A E R A H
KHUSUS IBUKOTA JAKARTA.

BABI
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan :
1. Daerah adalah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta;
2. Gubernur adalah Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota
Jakarta;
3. Kotamadya adalah
Ibukota Jakarta;

Kotamadya

4. Walikotamadya adalah
Khusus Ibukota Jakarta;

di

Propinsi

Walikotamadya

di

Daerah

Khusus

Propinsi

Daerah

5. Kabupaten adalah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu di


Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta;
6. Bupati adalah Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu
di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta;
7. Kecamatan adalah Kecamatan di Propinsi Daerah Khusus Ibukota
Jakarta;
8. Camat adalah Camat di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta;
9. Kelurahan adalah Kelurahan di Propinsi Daerah Khusus Ibukota
Jakarta;
10. Pemerintah Kelurahan adalah Pemerintah Kelurahan di Propinsi
Daerah Khusus Ibukota Jakarta;
11. Lurah adalah Lurah di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

B A B II
KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI
Pasal 2
(1)

Pemerintah
Kelurahan
merupakan
Kotamadya/Kabupaten
Administrasi
dalam
pelayanan masyarakat di Kelurahan.

perangkat
pelaksanaan

(2)

Pemerintah Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah


berada di bawah dan bertanggung j a w a b kepada Camat.

yang

Pasal 3
(1) Pemerintah
Kelurahan
mempunyai
tugas
pelayanan masyarakat di Wilayah Kelurahan.

melaksanakan

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada


ayat (1), Pemerintah Kelurahan mempunyai fungsi:
a.
b.
c.
d.

penyelenggaraan kegiatan pelayanan masyarakat yang


menjadi kewenangannya;
penyusunan
dan penetapan kebijakan
pemberdayaan
masyarakat yang tumbuh atas inisiatif masyarakat;
pemeliharaan terciptanya ketenteraman dan ketertiban:
pelaksanaan program pemberdayaan mas\ arakat

B A B 111
ORGANISASI
Bagian Pertama
Susunan Organisasi
Pasal 4
(1)

Susunan organisasi Pemerintah Kelurahan terdiri dari


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

(2)

Lurah;
Wakil Lurah,
Sekretariat Kelurahan;
Subseksi Pemerintahan;
Subseksi Ketenteraman dan Ketertiban:
Subseksi Pemberdayaan Masyarakat;
Subseksi Prasarana Umum;
Subseksi Pelayanan umum.

Bagan susunan organisasi Pemerintah Kelurahan


sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini.

adalah

Bagian K e d u a
Lurah
Pasal 5
Lurah mempunyai tugas:
a. memimpin pelaksanaan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 3;
b. memimpin dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan Sekretariat,
dan Subseksi-subseksi Kelurahan.
Bagian Ketiga
Wakil Lurah
Pasal 6
(1)

Wakil Lurah mempunyai tugas:


a.
b.
c

(2)

membantu Lurah dalam memimpin pelaksanaan tugas dan


fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3;
menyelenggarakan koordinasi dan pengendalian atas
pelaksanaan segala kebijakan yang ditetapkan oleh Lurah;
mewakili Lurah apabila Lurah berhalangan melaksanakan
tugasnya.

Wakil Lurah dalam melaksanakan tugasnya bertanggung j a w a b


kepada Lurah.
Bagian K e e m p a t
Sekretariat Kelurahan
Pasal 7

(1)

Sekretariat Kelurahan mempunyai tugas


a.
b.
c.
d.
e.

melaksanakan pengurusan surat menyurat dan kearsipan:


melaksanakan pengurusan administrasi kepegawaian:
mengelola administrasi keuangan;
mengkoordinasikan penyusunan naskah laporan:
menyiapkan rapat-rapat dinas, upacara, penerimaan tamu
dan acara-acara lainnya.

(2)

Sekretariat Kelurahan dipimpin oleh seorang Sekretaris


Kelurahan yang dalam melaksanakan tugasnya berada di b a w a h
dan bertanggung j a w a b kepada Lurah.
Bagian Kelima
Subseksi Pemerintahan
Pasal 8

(1)

Subseksi Pemerintahan mempunyai tugas:


a. memfasilitasi kegiatan D e w a n Kelurahan;
b. memfasilitasi dan membina kegiatan RT, R W ;
c. mengkoordinasikan
penyelenggaraan
administrasi
kependudukan dan catatan sipil;
d. memfasilitasi kegiatan sosial politik dan kesatuan bangsa;
e. mengkoordinasikan
penyelenggaraan
administrasi
pertanahan.

(2)

Subseksi Pemerintahan dipimpin oleh seorang Kepala Subseksi


yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan
bertanggung j a w a b kepada Lurah.
Bagian K e e n a m
Subseksi Ketenteraman dan Ketertiban
Pasal 9

(1)

Subseksi Ketenteraman dan Ketertiban mempunyai tugas :


a. melaksanakan usaha-usaha pemeliharaan ketenteraman dan
ketertiban wilayah;
*
b. melaksanakan usaha-usaha perlindungan masyarakat;
c. melaksanakan
dan
mengkoordinasikan
kegiatan
penanggulangan bencana;
d. melakukan usaha pembinaan dan penertiban terhadap
gangguan sosial.

(2)

Subseksi Ketenteraman dan Ketertiban dipimpin oleh seorang


Kepala Subseksi yang dalam melaksanakan tugasnya berada di
b a w a h dan bertanggung j a w a b kepada Lurah.

Bagian Ketujuh
Subseksi Pemberdayaan Masyarakat
Pasal 10
(1)

Subseksi Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas:


a.
b.
c.
d.

(2)

menyusun kebijakan pemberdayaan masyarakat yang


tumbuh atas inisiatif masyarakat;
melaksanakan penyusunan program pemberdayaan di
bidang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat;
melakukan upaya peningkatan keterampilan masyarakat;
memfasilitasi kegiatan sosial ekonomi dan budaya serta
swadaya masyarakat.

Subseksi Pemberdayaan Masyarakat dipimpin oleh seorang


Kepala Subseksi yang dalam melaksanakan tugasnya berada di
bawah dan bertanggung j a w a b kepada Lurah.

Bagian Kedelapan
Subseksi Prasarana U m u m
Pasal 11
(1)

Subseksi Prasarana Umum mempunyai tugas :


a.
b.

c.

(2)

melaksanakan penyusunan program penyediaan sarana dan


prasarana umum;
mengkoordinasikan
dan
melaksanakan
kegiatan
pemeliharaan kebersihan, keindahan dan pertamanan serta
pengelolaan lingkungan hidup;
mengkoordinasikan
dan
melaksanakan
kegiatan
pemeliharaan sarana dan prasarana umum dan fasilitas
pelayanan masyarakat.

Subseksi Prasarana Umum dipimpin oleh seorang Kepala


Subseksi yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah
dan bertanggung j a w a b kepada Lurah.

Bagian Kesembilan
Subseksi Pelayanan U m u m
Pasal 12
(1)

(2)

Subseksi Pelayanan Umum mempunyai tugas:


a.

mengkoordinasikan
dan
melaksanakan
perizinan, rekomendasi, dan legalisasi;

pelayanan

b.
c.

melakukan pelayanan konsultatif aparat dan masyarakat;


memberikan
pelayanan
informasi
pemerintahan,
pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Subseksi Pelayanan Umum dipimpin oleh seorang Kepala


Subseksi yang dalam melaksanakan tugasnya berada di b a w a h
dan bertanggung j a w a b kepada Lurah.
B A B IV
TATA KERJA
Pasal 13

Dalam melaksanakan tugasnya, Lurah, Wakil Lurah, Sekretaris


Kelurahan dan para Kepala Subseksi wajib menerapkan prinsip
koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan
masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam Pemerintah
Kelurahan sesuai dengan tugas pokok masing-masing.

Pasal 14
(1)

Setiap pimpinan satuan kerja, tingkat Kelurahan wajib


mengawasi
bawahan
masing-masing
dan
bila
terjadi
penyimpangan
agar
mengambil
langkah-langkah
yang
diperlukan, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

(2)

Setiap pimpinan satuan kerja tingkat Kelurahan dalam


lingkungan
Pemerintah
Kelurahan
bertanggung
jawab
memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas pokok
dan fungsi masing masing.

(3)

Setiap pimpinan saruan kerja tingkat Kelurahan secara taktis


operasional bertanggung j a w a b kepada Lurah sedangkan secara
teknis administratif bertanggung j a w a b kepada pimpinan unit
tingkat atasnya dan menyampaikan laporan berkala tepat pada
waktunya kepada atasan secara berjenjang yang diketahui oleh
Lurah.

BAB V
KEPEGAWAIAN
Pasal 15
Kepegawaian Pemerintah Kelurahan diatur sesuai dengan peraturan
pcrundang-undangan yang berlaku.

B A B VI
KEUANGAN
Pasal 16
Keuangan untuk pembiayaan kegiatan Pemerintah Kelurahan
dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan
sumber
dana
lain
yang
sah
sesuai
dengan
peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

B A B VII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 17

Dengan berlakunya keputusan ini, maka ketentuan pelaksanaan yang


mengatur mengenai organisasi dan tata kerja Pemerintah Kelurahan
di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dinyatakan tidak berlaku
lagi.

Pasal 18
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar
setiap
orang
dapat
mengetahuinya,
memerintahkan
pengundangan keputusan ini dengan penempatannya ke dalam
Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 6 Maret 2002

G U B E R N U R PROPINSI D A E R A H K H U S U S
IBUKOTA JAKARTA,

SUTIYOSO
Diundangkan di Jakarta
Pada tanggal 20 Maret 2002

S E K R E T A R I S D A E R A H PROPINSI D A E R A H K H U S U S
IBUKOTA JAKARTA

H. FAUZI B O W O
NIP 470044314