Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRATIKUM

GEOMORFOLOGI

NAMA

: Adi Pramono ( F1D213014 )


Basuki Rahmat ( F1D213036 )

PRODI

: TEKNIK GEOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI


2014-2015

PANDANGAN STEREOSKOPIS

Bahan dan Alat


1. Stereoskop saku
2. Kertas gambar
3. Alat tulis

Metode Pratikum
a. pengamatan gambar 3D menggunakan
stereoskop saku
1. Stereoskop saku dan kertas gambar dipersiapkan.
2. Kertas gambar diamati menggunakan stereoskop
saku hingga mendapati gambar timbul (gambar
3D).
3. Catat hasil pengamatan.
b. Pengamatan kertas gambar 3D tanpa stereoskop.
1. Kertas gambar diamati hingga terlihat seperti
gambar timbul.
2. Catat hasil pengamatan

Hasil
No
1
2
3
4

Kode gambar
O1
O2

E2
E1

Pengamatan
Bebek
Bebek
ZUHDI
ZUHDI

Gambar 1
GAMBAR DARI YANG TERDEKAT - TERJAUH
BINTANG MERAH
KRISTAL KUNING
BULAT ORANGE
BALOK MERAH
BULAT UNGGU
PAK DEDI
PAK ASMADI
PANAH HIJAU
PAK RAMBE
PAK ZUHDI
BINTANG HIJAU KECIL

Gambar 2
GAMBAR DARI YANG TERDEKAT - TERJAUH
Stephen
Ria
Resti
Bunga hijau
Trapesium hijau
Nanang Unggu
Monica
Andika
Silinder Merah
Pisang
Lispuri
Bulat keju
Nanang merah
Hati merah
Ezrza
Winda

Gambar 3
BINGKAI DARI YANG
TERDEKAT - TERJAUH

GAMBAR DARI YANG


TERDEKAT TERJAUH

Kotak
Persegi lima
Bulat

Rudin
Siagian
Junita
(:) merah
Andhika
( - )hijau
( X ) orange
Rangga
(=)
Eriani
(+)
Prasetyo
Jeni
Batu bara
Aquamal

PEMBAHASAN
Stereoskop yang Kami gunakan berukuran kecil , stereoskop ini terdiri
dari lensa convex yang sederhana, dan mempunyai faktor perbesaran
yang cukup besar. Bagian bagian dari stereoskop ini meliputi lensa
cembung dan tiang penyangga. Kelebihan stereoskop ini adalah
harganya yang murah, praktis dapat dibawa kemana mana, faktor
perbesarannya cukup besar. Kekurangan dari stereoskop ini adalah
daerah yang bisa diamati sangat terbatas.
Stereoskop saku atau stereoskop lensa
- Lebih murah daripada stereoskp cermin
- Cukup kecil hingga dapat dimasukkan kedalam saku
- Terdiri dari susunan lensa convex yang sederhana
- Mempunyai faktor perbesaran yang cukup besar
- Mudah dibawa ke lapangan
- Daerah yang dpat dilihat secara stereoskopis sangat terbatas

Dalam melakukan interpretasi suatu objek atau fenomena digunakan


sejumlah kunci dasar interpretasi atau elemen dasar interpretasi.
Dengan karakteristik dasar citra foto dapat membantu serta

membedakan penafsiran objek objek yang tampak pada foto udara.


Berikut tujuh karakteristik dasar citra foto yaitu :
Bentuk
Bentuk berkaitan dengan bentuk umum, konfigurasi atau kerangka
suatu objek individual. Bentuk agaknya merupakan faktor tunggal
yang paling penting dalam pengenalan objek pada citrta foto.
Ukuran
Ukuran objek pada foto akan bervariasi sesuai denagn skala foto.
Objek dapat disalahtafsirkan apabila ukurannya tidak dinilai dengan
cermat.
Pola
Pola berkaitan susunan keruangan objek. Pengulangan bentuk umum
tertentu atau keterkaitan merupakan karakteristik banyak objek, baik
alamiah maupun buatan manusia, dan membentuk pola objek yang
dapat membantu penafsir foto dalam mengenalinya.
Rona
Rona mencerminkan warna atau tingkat kegelapan gambar
pada foto.ini berkaitan dengan pantulan sinar oleh objek.
Bayangan
Bayangan penting bagi penafsir foto karena bentuk atau kerangka
bayangan menghasilkan suatu profil pandangan objek yang dapat
membantu dalam interpretasi, tetapi objek dalam bayangan
memantulkan sinar sedikit dan sukar untuk dikenali pada foto, yang
bersifat menyulitkan dalam interpretasi.

Tekstur
Tekstur ialah frekuensi perubahan rona dalam citra foto. Tekstur
dihasilkan oleh susunan satuan kenampakan yang mungkin terlalu
kecil untuk dikenali secara individual dengan jelas pada foto. Tekstur
merupakan hasil bentuk, ukuran, pola, bayangan dan rona individual.
Apabila skala foto diperkecil maka tekstur suatu objek menjadi
semakin halus dan bahkan tidak tampak.
Lokasi
Lokasi objek dalam hubungannya dengan kenampakan lain sangat
bermanfaat dalam identifikasi. Kunci interpretasi citra pada umunya
dapat berupa potongan citra yang telah diinterpretasi, diyakinkan
kebenarannya, dan diberi keterangan sebelumnya. Keterangan pada
kunci interpretasi ini dapat berupa :
Jenis obyek yang digambarkan
Unsur interpretasi yang digunakan
Keterangan tentang citra meliputi jenis, skala, waktu pemotretan dan
lokasi daerahnya
Kunci interpetasi citra dimaksudkan sebagai pedoman dalam
melaksanakan interpretasi citra.

Kesimpulan
Dari praktikum interpretasi foto udara dengan menggunakan
Stereoskopdapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
Stereoskop

berfungsi sebagai alat bantu untuk membaca citra foto udara

secara 3D.

Dengan Stereoskop kita dapat mengetahui dengan jelas


kenampakan geologi suatu wilayah contohnya kontur.
Stereoskop mempermudah kita untuk membayangkan
kondisi geologi daerah yang kita amati tanpa perlu
bantuan maket penampang kontur.

DAFTAR PUSTAKA
Ananda. 2009. Fotogrametri. Http://Ananda Geoblogspot.Com
(diakses pada tanggal 20 April 2011).
Anonim. 2009. Interprestasi Foto Udara. Http:// www. Edmerritt.
Com (diakses pada tanggal, 20 April 2011).
Arief,

Aryo.
2009. Fotogrametri. Http://Ardhani Blogspot.Com(diakses
pada tanggal 20 April 2011)