Anda di halaman 1dari 1

Kegiatan perencanaan Manajemen peningkatan Mutu Berbasis Sekolah SMP

Muhammadiyah 7 Surakarta melibatkan berbagai unsur sekolah diantaranya Drs. Heru


Sutanto, SE selaku kepala sekolah, seksi kurikulum (Heri Sugianto, S.Pd), seksi kesiswaan
(Bambang CH, S.Pd), seksi sarpras (Zaenal, S.Pd), seksi TU (Suyatno, S.Pd), komite sekolah
yang diwakili Drs. Sajidan, M.Pd dan Osis SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. Hal itu
sebagaimana diungkapkan oleh Bafadal dan telah dikutip pada Bab II halaman
33, mengatakan Manajemen Berbasis Sekolah dapat diartikan sebagai keseluruhan proses
pendayagunaan keseluruhan komponen pendidikan dalam rangka peningkatan mutu
pendidikan yang diupayakan sendiri oleh kepala sekolah bersama semua pihak yang terkait
atau berkepentingan dengan kepentingan mutu pendidikan.
Sebagaimana data yang telah dipaparkan dalam Bab III halaman 51, proses
perencanaan peningkatan mutu berbasis sekolah dilaksanakan pada tahun ajaran 2006/2007
yang diadakan di gedung pertemuan sekolah. Kepala sekolah mensosialisasikan konsep
MPMBS kepada setiap unsur sekolah yakni wakil kepala sekolah, guru, tata usaha, karyawan,
orang tua siswa, masyarakat dan pejabat dinas pendidikan setempat Terkait dengan kegiatan
sosialisasi, proses sosialisasi dilakukan pertama kali kepada unsur sekolah dengan
mekanisme rapat koordinasi, upacara bendera dan pengumuman sekolah yang dipimpin
langsung oleh Drs. Heru Sutanto selaku kepala sekolah. Hal itu sebagaimana dijelaskan
dalam buku pedoman MPMBS dan telah dikutip dalam Bab II halaman 37, bahwa langkah
pertama yang harus dilakukan sekolah adalah mensosialisasikan konsep MPMBS kepada
setiap unsur sekolah yakni guru, siswa, karyawan orang tua, komite sekolah maupun dinas
pendidikan. Proses sosialisasi dapat dilakukan dengan berbagai mekanisme, misalnya
seminar, lokakarya, diskusi, rapat kerja, simposium, forum ilmiah, dan media masa.
(http://educationesia.blogspot.com/2012/11/contoh-interpretasi-data-penelitian.html)