Anda di halaman 1dari 5

BioChemistry, Biotechnology May 20, 2009 at 1:41 pm

Mengenal DNA Lebih Dekat (Anatomi


DNA)
by Wahyu Riyadi
DNA (deoxyribose nucleic acid) merupakan komponen penyusun kehidupan. Zat inilah yang
membuat lebah adalah seekor lebah dan kanguru adalah kanguru. DNA adalah apa yang
membuat tiap-tiap individual (apapun jenis dan spesiesnya) unik.
Ia terdapat pada semua organisme hidup dari mulai bakteri terkecil sampai ikan paus raksasa.
Molekul ini tidak hanya menentukan sifat fisik, seperti warna rambut dan warna mata, tapi
juga kemungkinan penyakit yang dimiliki. DNA adalah material pembawa sifat yang dapat
ditemukan pada sel. Ia menyediakan instruksi untuk membuat, menjaga, dan mengatur kerja
sel dan organisme.

Bentuk DNA
Pada tahun 1953, berdasar hasil penelitian dari Rosalind Franklin, James Watson and Francis
Crick, DNA diketahui berbentuk double helix. Terdiri dari dua pita yang berpilin menjadi
satu.

Gambar 1. Contoh Double helix

Gambar di tengah menunjukkan model double helix, yang merupakan struktur DNA. Ingat
bahwa double helix terdiri dari dua rantai, satu berwarna biru, dan satunya kuning. Contoh
helix misalnya pada rajutan tali, seperti pada gambar sebelah kanan.

Penyusun Utama DNA


Sesuai dengan namanya, DNA, Deoxyribose Nucleic Acid. Penyusun utama DNA adalah gula
ribose yang kehilangan satu atom oksigen (deoksiribose).

Gambar 2. Perbedaan Ribose dan Deoksiribose

Perhatikan gambar di atas, pada deoksiribose, satu atom oksigen pada salah satu atom C
ribose hilang.
Tiap pita/rantai double helix terbuat dari unit-unit berulang yang disebut nukleotida. Satu
nukleotida terdiri dari tiga gugus fungsi; satu gula ribose, triphosphate, dan satu basa
nitrogen.

Gambar 3. Nukleotida

Satu hal yang perlu diingat adalah posisi triphosphate dan basa nitrogen yang terikat pada
ribosa. Gugus triphosphat terikat pada atom C no 5 dari ribosa (Lihat gambar di atas). Gugus
triphosphate ini hanya dimiliki oleh nukleotida bebas. Sedangkan nukleotida yang terikat

pada rantai DNA kehilangan dua dari gugus phosphate ini, sehingga hanya satu phosphate
yang masih tertinggal.
Ketika nukleotida bergabung menjadi DNA, nukleotida-nukleotida tersebut dihubungkan
oleh ikatan phosphodiester. Ikatan kovalen yang terjadi antara gugus phosphate pada satu
nukleotida, dengan gugus OH pada nukleotida lainnya. Sehingga setiap rantai DNA akan
mempunyai backbone phosphate-ribosa-phosphate-ribosa-phosphate. Dan seterusnya..

Gambar 4. Struktur DNA Sederhana

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa backbone DNA akan mempunyai ujung 5 (dengan
phosphate bebas yang terikat), dan ujung 3 (dengan gugus OH bebas). Pada gambar tersebut,
tiap-tiap nukleotida dibuat berbeda warna agar lebih jelas.

Basa Nitrogen Pada DNA


Pada struktur DNA, gula ribosa dan gugus phosphate yang terikat adalah sama. Yang berbeda
hanyalah pada basa nitrogen. Jadi sebetulnya perbedaan disebabkan oleh variasi susunan dari
basa-basa nitrogen yang terdapat pada rantai DNA. Ada empat macam basa nitrogen. Adenin,
Cytosine, Guainne, dan Thymine.

Gambar 5. Basa Nitrogen

Ketika basa-basa nitrogen tersebut terikat dalam nukleotida, maka penamaan-pun berubah.
Ingat kembali penjelasan di awal tentang nukelotida. Nukleotida terdiri dari gugus
triphosphate dan satu basa nitrogen yang terikat pada satu molekul ribose. Nah.. basa-basa
nitrogen ini apabila terikat pada ribose membentuk nukleotida maka penamaannya-pun
berubah.
Adenin menjadi 2deoxyadenosine triphosphate, cytosin menjadi 2deoxycytidine
triphosphate, guainne menjadi 2deoxyguanosine triphosphate, dan Thymine menjadi
2deoxythymidine triphosphate. Disingkat menjadi A, C, G, dan T.
Perhatikan bahwa ada dua pasang basa yang mirip. A dan G sama-sama mempunyai dua
cincin karbon-nitrogen, disebut golongan purine. Sedangkan C dan T hanya mempunyai satu
cincin karbon-nitrogen, masuk golongan pirimidin.

Penyebab Bentuk DNA Double Helix

Gambar 6. Ikatan Hidrogen Antara Basa-Basa Nitrogen

Interaksi ikatan hidrogen antara masing-masing basa nitrogen menyebabkan bentuk dari dua
rantai DNA menjadi sedemikian rupa, bentuk ini disebut double helix. Interaksi spesifik ini
terjadi antara basa A dengan T, dan C dengan G. Sehingga jika double helix dibayang kan
sebagai sebuah tangga spiral, maka ikatan basa-basa ini sebagai anak tangga-nya. Lebar dari
anak tangga adalah sama, karena pasangan basa selalu terdiri dari satu primidin dan satu
purin.

Gambar 7. Struktur DNA Double Helix lengkap

DNA dapat mengalami kerusakan, biasa disebut mutasi. Zat yang menyebabkan kerusakan
pada DNA disebut mutagen, yang akan merubah susunan dan keteraturan dari DNA.
Mutagen bisa berupa oksidator kuat, alkylating agen, dan juga radiasi elektromagnetik seperti
sinar UV, dan sinar X. Tipe kerusakan tergantung dari jenis mutagen. Makhluk hidup yang
mengalami mutasi bisa mengalami kematian dan bisa juga bertahan hidup, yang biasa dikenal
dengan istilah mutan.