Anda di halaman 1dari 324

BAB III

URUSAN DESENTRALISASI

A. PRIORITAS URUSAN WAJIB YANG DILAKSANAKAN


1. PENDIDIKAN
1.1. Fungsi Pendidikan
Fungsi pendidikan sangat strategis dan penting dalam upaya
mewujudkan kemajuan dan peningkatan kemakmuran masyarakat,
bahkan berkorelasi dengan upaya-upaya peningkatan kesempatan kerja,
dan

mengurangi

kemiskinan.

Oleh

karenanya,

fungsi

pendidikan

merupakan salah satu prioritas urusan wajib yang diselenggarakan


selama tahun 2006.
1) Program Dan Kegiatan
Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di
bidang Pendidikan yang terdiri

dari fungsi pendidikan dan fungsi

perpustakaan daerah, ditetapkan prioritas program dan kegiatan pokok


fungsi pendidikan selama Tahun 2006, sebagai berikut :
a. Program Beasiswa Terarah
1. Pemberian beasiswa terarah
2. Penerimaan siswa baru
b. Program Peningkatan Kemampuan Penyelesaian Pendidikan
1. Ujian akhir sekolah
2. Penyelenggaraan UAN KPA, KPB, KPC dan uji coba komputerisasi
3. Ujian nasional
c. Program Peningkatan Mutu Prasarana dan Sarana Pendidikan
1. Pengadaan kapur tulis
2. Biaya operasional untuk Tkt. SMP, SMA dan SMK
3. Biaya operasional untuk SD
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-1

4. Pengadaan laptop
5. Rehabilitasi SD
d. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan
1. Inventarisasi dan pendataan persekolahan
2. Pembuatan LAKIP
3. Pengadaan sarana aparatur
4. Penyusunan Renstra Dinas Pendidikan
5. Profil pendidikan
e. Program Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah
1. Penyelenggaraan pendidikan luar sekolah ( Paket A, B dan C )
2. Lomba kompetensi siswa SMK
3. Musyawarah guru mata pelajaran ( MGMP )
4. Hari aksara internasional
5. Keaksaraan fungsional
6. Kegiatan karang pamitran III
7. Supervisi evaluasi monitoring (SPEM ) program PLS
8. Pendidikan anak dini usia (PADU)
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran fungsi pendidikan
selama tahun 2006 menghasilkan out put (keluaran) dan hasil (out come)
sebagai berikut :
a. Program Beasiswa Terarah
1. Pemberian beasiswa terarah
Tersalurkannya beasiswa terarah bagi siswa putus sekolah yang
berasal dari keluarga tidak mampu, termasuk bagi siswa yang
rawan putus sekolah, korban kebakaran dan keluarga kusta di
Kecamatan Medan Belawan. Selama tahun 2006, beasiswa terarah
ini diberikan kepada 10.500 siswa tingkat SD/MI, 5.370 siswa
tingkat SMP/MTs, serta 3.200 siswa tingkat SMA/SMK/MA. Beasiswa

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-2

yang diberikan berupa pakaian seragam (baju, celana/rok dan


sepatu) dan uang sebesar Rp.10.000,-/siswa untuk tingkat SD,
Rp.20.000,-/siswa untuk tingkat SMP/MTs, Rp.30.000,-/siswa untuk
tingkat SMA/SMK/MA.
2. Penerimaan siswa baru
Diterimanya siswa baru tahun ajaran 2006/2007 dari tingkatan SD,
SMP, SMA dan SMK
b. Program Peningkatan Kemampuan Penyelesaian Pendidikan
1. Ujian akhir sekolah
Terlaksananya ujian akhir sekolah tingkat SD/MI se Kota Medan
Murid
42.035

Lulus
41.796

Persentase
99

Tidak Lulus
401

Persentase
1

2. Penyelenggaraan UAN KPA, KPB, KPC dan uji coba komputerisasi


Terlaksananya ujian kesetaraan paket A, paket B dan paket C
dengan tingkat kelulusan siswa kesetaraan sebesar rata-rata
89,2%.

Program ini juga membantu siswa yang tidak lulus pada

Ujian Akhir Nasional secara Umum.


Jenjang
KPA
KPB
KPC

Peserta
140
2.505
4.138

Lulus
105
2.463
3.904

Persentase
75
98
94

Tdk Lulus
35
42
234

Persentase
25
2
6

3. Ujian Nasional
Terlaksananya ujian akhir nasional tingkat SMP dan SMA/SMK
dengan tingkat kelulusan sebagai berikut ;
Jenjang

Peserta

Lulus

Persentase

Tdk Lulus

Persentase

SMP
SMA
SMK

36.106
26.000
12.526

33.789
25.714
11.187

93,5
96,7
89

2.317
886
1339

6,5
3,3
11

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-3

c. Program Peningkatan Mutu Prasarana dan Sarana Pendidikan


1. Pengadaan Kapur Tulis
Tersedianya

kapur tulis untuk Sekolah Negeri tingkat SD, SMP,

SMA dan SMK se Kota Medan, guna mendukung proses belajar


mengajar.
2. Biaya operasional untuk Tkt. SMP, SMA dan SMK
Tersedianya dana bantuan untuk sekolah, alat tulis kantor, jasa
listrik, jasa air, jasa telepon dan jasa perbaikan instalasi listrik
maupun

rehap

ringan

sekolah,

sehingga

mendukung

terselenggaranya proses belajar mengajar lebih optimal.


3. Biaya Operasional untuk SD
Terlaksananya

kegiatan

operasional

sekolah

SD

Negeri

se

Kota Medan dengan dana bantuan untuk kesejahteraan guru, tata


usaha sekolah.
4. Pengadaan Laptop
Tersedianya laptop untuk penyelesaian administrasi perkantoran
Dinas Pendidikan Kota Medan
5. Rehabilitasi SD
Terlaksananya rehabilitasi fasilitas pendidikan taraf SD dan MI baik
negeri maupun swasta untuk 24 sekolah, dengan penambahan
fasilitas perpustakaan dan mobiler sekolah.
d. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan
1. Inventarisasi dan Pendataan persekolahan
Terlaksananya inventarisasi dan pendataan sekolah dari tingkat
TK, SD, SMP, SMA dan SMK se Kota Medan. Tersedianya data yang
up to date tentang kondisi sekolah, guru, penjaga dan pegawai
sekolah baik negeri dan swasta.
2. Pembuatan LAKIP
Tersusunnya LAKIP Dinas Pendidikan tahun 2005.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-4

3. Pengadaan sarana aparatur


Terlaksananya

kegiatan

pengadaan

sarana

aparatur

berupa

pengadaan kursi, filling kabinet, sofa untuk keperluan kantor.


4. Penyusunan Renstra Dinas Pendidikan
Dokumen Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kota Medan sampai
tahun 2009.
5. Propil Pendidikan
Tersedianya profil pendidikan Kota Medan.
e. Program Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah
1. Penyelenggaraan pendidikan luar sekolah ( Paket A, B dan C )
Terselenggaranya pendidikan luar sekolah untuk pendidikan
kesetaraan SD, SMP dan SMA se Kota Medan melalui Pusat Kegiatan
Belajar Masyarakat.
2. Lomba kompetensi siswa SMK
Terselenggaranya lomba kompetensi Siswa SMK se Kota Medan,
sekaligus pengiriman siswa yang mewakili Kota Medan ke Tingkat
Propinsi.
3. Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP)
Terselenggaranya sosialisasi kurikulum tingkat satuan pendidikan
(KTSP) untuk guru tingkat sekolah SMA baik negeri maupun swasta
4. Hari aksara internasional
Keikutsertaan Kota Medan dalam puncak acara hari aksara
Internasional tingkat Propinsi di Kota Penyabungan.
5. Keaksaraan fungsional
Berkurangnya angka buta aksara di Kota Medan.
6. Kegiatan karang pamitran III
Terselenggaranya kegiatan Perkemahan sabtu minggu untuk kakak
pembina

pramuka

tingkat

SD

dan

SMP

se

Kota

Medan.

Terselenggaranya pelatihan kepanduan kepada kakak pembina


untuk dapat mengembangkan program kepanduan di tingkat SD
dan SMP.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-5

7. Supervisi evaluasi monitoring (SPEM) program PLS


Terselenggaranya evaluasi untuk program pendidikan luar sekolah
berupa pendataan layak tidaknya pelatihan, kursus kursus yang
ada di Kota Medan.
8. Pendidikan anak dini usia ( PADU )
Terselenggaranya pendidikan anak dini usia ( PADU ) yang ada di
Kota

Medan,

berupa

pembekalan

anak

didik,

menambah

kecerdasan dan kecakapan anak didik sehingga mempermudah


proses belajar di tingkat lanjutannya.
Capaian program dan kegiatan lainnya selama tahun 2006 adalah :
1. Terlaksananya rehabilitasi fasilitas pendidikan sebanyak 72 ruang
kelas tingkat SD/MI, ruang kelas tingkat SMP/MTs, ruang kelas tingkat
SMA/SMK/MA.
2. Tersalurnya biaya operasional sekolah (BOS) bagi SD/MI dan SMP/MTs
berdasarkan jumlah peserta. Jumlah sekolah penerima dana BOS yang
berasal dari dana APBN ini dalam tahun 2006 adalah

830 sekolah

untuk tingkat SD/MI, dengan jumlah siswa sebanyak 256.895 siswa,


dan 394 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 119.215 siswa, untuk
tingkat

SMP/MTs.

Jumlah

Rp.59.882.935.000,-

untuk

dana

yang

tingkat

disalurkan

SD/MI,

dan

sebesar
sebesar

Rp 38.413.174.250,- untuk tingkat SMP/MTs.


3. Tersalurnya Bantuan Khusus Murid ( BKM ) untuk tingkat SMA/SMk/MA
dengan total BKM sebesar Rp.7.094.880.000,- kepada sebanyak
9.096 siswa.
4. Terlaksananya pembinaan minat dan kemampuan siswa dalam bentuk
lomba, festival, olimpiade dan pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah
(UKS). Melalui kegiatan ini Kota Medan selama tahun 2006 dapat
meraih juara :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-6

Lomba Pidato B. Inggris juara harapan I Tingkat Nasional

Lomba MIPA Fisika juara I Tingkat Propinsi

Lomba MIPA Matematika Juara I Tingkat Propinsi

Lomba Bulu Tangkis Juara I Tingkat Propinsi

5. Ikut serta dalam Nota kesepahaman bersama dengan Pemerintah


Pusat, Pemerintah Propinsi Sumut dan Pemerintah Kabupaten/Kota
se Propinsi Sumut, dalam rangka penuntasan program Wajib Belajar
Sembilan Tahun, serta pemberantasan buta Aksara.
6. Terselenggaranya system Manajemen Berbasis Sekolah ( MBS ) secara
bertahap.
Penyelenggaraan program dan kegiatan urusan pendidikan selama
tahun 2006, berdampak kepada :
1.

Meningkatnya jumlah siswa pada semua jenjang pendidikan sekaligus


terlampaunya wajib belajar 9 tahun sebagai program nasional dan
mengarah pada usaha mewujudkan wajib belajar 12 tahun sebagai
program Kota Medan.

2.

Tingginya komitmen untuk meningkatkan mutu dan jangkauan


pelayanan

pendidikan

masyarakat,

yang

ditandai

dengan

keberhasilan mempertahankan kecenderungan peningkatan Angka


Partisipasi Kasar ( APK ), Angka Partisipasi Murni ( APM ) dan Angka
Prestasi Sekolah ( APS ).
3.

Memberikan

kontribusi

bagi

upaya

penurunan

angka

pengangguran/pengentasan kemiskinan.
4.

Meningkatnya citra pendidikan melalui perlombaan perlombaan


yang diikuti, dimana Kota Medan selalu dapat berprestasi.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-7

3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara


Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan pendidikan menjadi
tugas dan tanggungjawab Dinas Pendidikan Kota Medan, dengan
mengembangkan koordinasi kepada SKPD terkait
4) Profil Kepegawaian
NO
URAIAN
1. Jumlah Pegawai
2. Pangkat/Golongan :
2.1. Gol. I
2.2. Gol. II
2.3. Gol. III
2.4. Gol. IV
3. Jumlah Pejabat Struktural
4. Jumlah Pejabat Fungsional

JUMLAH (ORANG)
11.340
70
717
5.516
5.037
516
10.824

Berdasarkan propil kepegawaian tersebut di atas, maka salah satu


masalah penyelenggaraan urusan pendidikan di bidang SDM adalah masih
kurangnya ketersediaan tenaga administrasi yang memiliki kualifikasi
pendidikan di bidang akuntansi, komputer, di samping masih terdapatnya
guru tidak layak mengajar, di berbagai jenjang pendidikan dasar dan
menengah.
5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan pendidikan selama
tahun

2006,

didukung

oleh

alokasi

anggaran

belanja

sebesar

Rp 334.434.946.893,- yang terdiri dari Belanja Aparatur sebesar


Rp 19.944.064.000,- dan Belanja Publik sebesar Rp 314.490.882.893,dengan realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp. 325.803.806.191,atau selisih (+/-) sebesar Rp. 8.631.140.702,-.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-8

6) Kondisi Sarana Dan Prasarana Kerja


Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan pendidikan,
Dinas

Pendidikan

Kota

Medan

dilengkapi

oleh

peralatan

dan

perlengkapan kantor termasuk mobilair dan sarana & prasarana


pelayanan administrasi kantor lainnya.
Sarana sekolah yang ada di Dinas Pendidikan Kota Medan meliputi :
A. Tingkat TK
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.

Nama Kecamatan
Medan Amplas
Medan Kota
Medan Area
Medan Denai
Medan Tembung
Medan Perjuangan
Medan Timur
Medan Barat
Medan Deli
Medan Marelan
Medan Labuhan
Medan Belawan
Medan Helvetia
Medan Sunggal
Medan Petisah
Medan Baru
Medan Selayang
Medan Tuntungan
Medan Polonia
Medan Maimun
Medan Johor
Jumlah

Jumlah Sekolah
12
17
15
21
15
15
13
11
7
11
11
7
23
16
9
14
16
18
9
7
23
290

Jumlah Siswa
482
1.788
865
1.551
745
2.069
1.804
1.099
325
1.137
491
398
1.492
1.102
591
1.013
721
1.024
582
450
1.570
21.299

Dari table di atas dapat dilihat kurang meratanya ketersediaan


gedung sekolah di setiap Kecamatan sehingga mengakibatkan kurang
meratanya daya tampung anak tingkat pendidikan TK di masing masing
Kecamatan. Kondisi tersebut dapat di lihat di Kecamaran Medan Labuhan
dan Kecamatan Medan Marelan dengan gedung yang sama tetapi jumlah
murid yang berbeda.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-9

Guru Menurut Kepegawaian


No
1.
2.
3.
4.

Status kepegawaian

Jumlah

PNS
GTY
GTT
Guru Bantu
Jumlah

118
1.207
169
5
1.499

Masih lebih tingginya guru yang berstatus honorer dari pada guru
berstatus pegawai negeri, sehingga tingkat kesejahteraan guru kurang
memadai.
Guru menurut jenjang Pendidikan
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Jenjang Pendidikan Terakhir

Jumlah

SLTA
D1
D2
D3
S1
S2
Jumlah

825
112
168
96
294
4
1.499

SDM guru juga kurang layak, dengan masih banyaknya guru yang
jenjang pendidikannya di bawah atau sama dengan SMA sebesar
825 orang.
B. Tingkat SD/MI
No

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Nama Kecamatan

Medan
Medan
Medan
Medan
Medan
Medan
Medan
Medan
Medan
Medan
Medan

Amplas
Kota
Area
Denai
Tembung
Perjuangan
Timur
Barat
Deli
Marelan
Labuhan

Jumlah
Sekolah (SD)

36
43
45
65
38
37
43
28
49
46
42

Jumlah
Siswa

Jumlah
Sekolah
(MI)

11.164
12.943
13.564
20.192
12.313
14.005
17.130
10.899
18.784
15.370
16.247

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

Jumlah
Siswa

2
1
1
8
7
0
2
1
1
3
3

759
148
151
1.643
2.540
0
470
467
188
642
1.125

III-10

12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.

Medan Belawan
Medan Helvetia
Medan Sunggal
Medan Petisah
Medan Baru
Medan Selayang
Medan Tuntungan
Medan Polonia
Medan Maimun
Medan Johor
Jumlah

42
13.852
54
18.336
39
12.350
22
5.786
26
6.487
23
6.590
37
10.008
21
5.661
23
7.386
44
16.352
803 265.419

2
0
4
1
0
2
2
2
1
1
44

619
0
1.015
261
0
241
625
983
180
128
12.185

Dari table di atas diketahui bahwa kurang meratanya gedung


sekolah di setiap Kecamatan sehingga mengakibatkan kurang meratanya
daya tampung anak tingkat pendidikan SD di masing masing Kecamatan.
Kondisi tersebut dapat di lihat di Kecamaran Medan Labuhan dan
Kecamatan Medan Belawan dengan gedung yang sama tetapi jumlah
murid yang berbeda. Juga tidak meratanya gedung sekolah MI di setiap
Kecamatan.
Guru Menurut Kepegawaian
No
1.
2.
3.
4.

Status kepegawaian
PNS
GTY
GTT
Guru Bantu
Jumlah

Jumlah SD
4.844
4.756
1.448
251
11.299

Jumlah MI
221
309
69
6
605

Masih lebih tingginya guru yang berstatus honorer dari pada guru
berstatus pegawai negeri, sehingga tingkat kesejahteraan guru kurang
memadai.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-11

Guru menurut jenjang Pendidikan


No
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Jenjang Pendidikan Terakhir


SLTA
D1
D2
D3
S1
S2
Jumlah

Jumlah SD
3.803
353
2.431
630
4.067
15
11.299

Jumlah MI
89
22
131
28
333
2
605

SDM guru juga kurang layak, dengan masih banyaknya guru


yang jenjang pendidikannya di bawah atau sama dengan SMA sebesar
3.803 orang untuk SD dan 89 orang untuk MI.
C. Tingkat SMP/MTs
No

Nama Kecamatan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.

Medan Amplas
Medan Kota
Medan Area
Medan Denai
Medan Tembung
Medan Perjuangan
Medan Timur
Medan Barat
Medan Deli
Medan Marelan
Medan Labuhan
Medan Belawan
Medan Helvetia
Medan Sunggal
Medan Petisah
Medan Baru
Medan Selayang
Medan Tuntungan
Medan Polonia
Medan Maimun
Medan Johor
Jumlah

Jumlah
Sekolah (SMP)

15
26
16
23
25
14
18
14
20
14
13
13
28
21
13
11
13
12
8
10
18
803

Jumlah
Siswa

Jumlah
Sekolah
(MTs)

4.575
14.482
4.718
4.441
10.194
2.834
6.737
6.364
5.527
5.452
6.323
3.627
8.607
4.712
4.695
3.477
4.848
4.033
1.555
4.196
6.058
117.455

7
3
5
3
6
2
5
1
5
4
4
2
3
5
2
2
0
2
0
1
5
67

Jumlah
Siswa

2.174
220
1.216
440
1.627
210
452
30
484
428
1.379
556
671
975
216
116
0
1.360
0
82
611
13.247

Dari table di atas dapat diketahui bahwa kurang meratanya


ketersediaan

gedung

sekolah

di

setiap

Kecamatan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

sehingga

III-12

mengakibatkan kurang meratanya daya tampung anak tingkat pendidikan


SMP dan MTs di masing masing kecamatan. Kondisi tersebut dapat di
lihat di Kecamaran Medan Labuhan dan Kecamatan Medan Marelan
dengan gedung yang sama tetapi jumlah murid yang berbeda.
Guru Menurut Kepegawaian
No
1.
2.
3.
4.

Status kepegawaian
PNS
GTY
GTT
Guru Bantu
Jumlah

Jumlah SMP
2.496
2.154
3.709
229
8.588

Jumlah MTs
171
1.182
0
0
1.353

Masih lebih tingginya guru yang berstatus honorer dari pada guru
berstatus pegawai negeri, sehingga tingkat kesejahteraan guru kurang
memadai.
Guru Menurut Jenjang Pendidikan
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Jenjang Pendidikan Terakhir


SLTA
D1
D2
D3
S1
S2
Jumlah

Jumlah SMP
206
535
384
1.649
5.758
56
8.588

Jumlah MTs
31
27
51
99
1.129
16
1.363

Walaupun persentase tingkat pendidikan guru S1 sudah tinggi


tetapi tetap terdapat guru dengan jenjang pendidikan di bawah atau
sama dengan SMA.
D. Tingkat SMA, SMK, SMA
No

Nama Kecamatan

1.
2.
3.
4.

Medan Amplas
Medan Kota
Medan Area
Medan Denai

Jumlah
Sekolah
( SMA )
7
21
10
16

Jumlah
Siswa
1.226
14.144
3.377
4.668

Jumlah
Sekolah
( SMK )
15
12
4
5

Jumlah
Siswa
7.567
4.867
535
611

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

Jumlah
Sekolah
(MA)
5
3
3
2

Jumlah
Siswa
1.051
173
314
197

III-13

5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.

Medan Tembung
Medan Perjuangan
Medan Timur
Medan Barat
Medan Deli
Medan Marelan
Medan Labuhan
Medan Belawan
Medan Helvetia
Medan Sunggal
Medan Petisah
Medan Baru
Medan Selayang
Medan Tuntungan
Medan Polonia
Medan Maimun
Medan Johor
Jumlah

14
7
10
8
6
6
4
4
19
11
11
5
6
8
9
3
12
197

5.721
1.711
4.360
5.912
575
2.124
2.280
1.498
5.489
3.755
6.531
2.032
1.446
2.985
4.923
1.264
4.718
80.739

6
7
9
3
2
8
2
2
18
13
4
0
7
8
1
2
6
134

4.294
2.052
3.215
584
278
2.133
758
735
3.873
3.760
1.849
0
1.342
1.629
430
172
1.112
41.796

4
0
1
0
1
0
2
0
0
2
2
0
0
1
0
0
3
29

874
0
452
0
141
0
459
0
0
227
189
0
0
554
0
0
200
4.831

Dari table di atas dapat diketahui bahwa kurang meratanya


ketersediaan

gedung

sekolah

di

setiap

Kecamatan

sehingga

mengakibatkan kurang meratanya daya tampung anak tingkat pendidikan


SMA, SMK dan SMA di masing masing Kecamatan. Kondisi tersebut dapat
dilihat di Kecamaran Medan Deli dan Kecamatan Medan Marelan dengan
gedung yang sama tetapi jumlah murid yang berbeda.
Guru Menurut Kepegawaian
No
1.
2.
3.
4.

Status Kepegawaian
PNS
GTY
GTT
Guru Bantu
Jumlah

Jumlah SMA
1.397
1.719
2.789
153
6.058

Jumlah SMK
687
1.011
1.882
23
3.603

Jumlah MA
87
501
2
0
590

Masih lebih tingginya guru yang berstatus honorer dari pada guru
berstatus pegawai negeri, sehingga tingkat kesejahteraan guru kurang
memadai.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-14

Guru Menurut Jenjang Pendidikan


No

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Jenjang Pendidikan Terakhir

Jumlah SMA

Jumlah SMK

61
32
23
643
5.197
24
6.058

46
26
5
539
2.963
24
3.603

SLTA
D1
D2
D3
S1
S2
Jumlah

Jumlah MA

17
2
2
36
511
22
590

Walaupun persentase tingkat pendidikan guru S1 sudah tinggi


tetapi tetap terdapat guru dengan jenjang pendidikan di bawah atau
sama dengan SMA yang kurang layak untuk mengajar pada tingkat
sekolah ini.
Kendala yang paling menonjol adalah kurang memadainya
prasarana dan sarana sekolah yang dimiliki baik kualitas, maupun
kuantitas, seperti banyaknya sekolah yang kondisinya mulai rusak baik
gedung, mobilair maupun sarana lainnya.
7) Permasalahan Dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (out put) dan hasil (out come) yang
dicapai selama tahun 2006 cukup baik, namun penyelenggaraan urusan
pendidikan tetap masih dihadapkan kepada berbagai masalah dan
tantangan

yang

kompleks.

Ada

(tiga)

permasalahan

utama

penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, yaitu :


1. Perluasan Akses dan pemerataan pendidikan
Walaupun Angka Partisipasi kasar (APK) tingkat SD/MI telah mencapai
103,17 % atau berhasilnya Kota Medan menuntaskan Wajib Belajar
9 (sembilan) Tahun pada tingkat Tuntas Paripurna, tetapi akses
dan pemerataan pendidikan masih merupakan permasalahan yang
dihadapi. Kondisi tersebut dapat dilihat dari masih adanya penduduk
usia sekolah yang tidak dapat menyelesaikan jenjang pendidikan
dasar dan adanya kesenjangan partisipasi pendidikan antar kelompok
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-15

masyarakat. Pendidikan non formal yang berfungsi sebagai transisi


dari dunia sekolah ke dunia kerja, juga belum secara keseluruhan
dapat diakses oleh masyarakat.
2. Peningkatan mutu dan relevansi pelayanan pendidikan dapt dilihat
dari lulusan sekolah yang belum sepenuhnya mampu menghasilkan
kompetensi dan kecakapan sesuai dengan tahapan pendidikan yang
diikuti peserta didik. Masalah ini muncul disebabkan berbagai hal,
seperti :

Ketersediaan pendidik yang belum memadai secara kualitas.

Kesejahteraan pendidik yang relative masih rendah.

Fasilitas belajar yang belum seluruhnya representative

Biaya operasional pendidikan yang relative masih terbatas.

Kemitraan antara lembaga pendidikan dengan pasar kerja yang


belum optimal

3. Peningkatan manajemen pelayanan pendidikan yang berbasis sekolah


dapat dilihat dari belum mapannya system evaluasi yang diterapkan
untuk mengukur kinerja satuan pendidikan dan system pengujian
untuk

mengukur

prestasi

peserta

didik.

Masalah

manajemen

pendidikan juga dipengaruhi oleh belum mantapnya pembagian peran


dan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan dari masing-masing
tingkat pemerintahan, belum optimalnya fungsi dan peran Dewan
Pendidikan dan Komite Sekolah.
Solusi

pemecahan

masalah

dan

tantangan

penyelenggaraan

pendidikan di atas antara lain :


1. Meningkatkan mutu semua jenjang pendidikan melalui peningkatan
prasarana dan sarana pendidikan seperti rehabilitasi sekolah sekolah
yang rusak, penggantian mobiler yang rusak, penambahan ruang kelas
baru, meninggikan sekolah yang terkena dampak banjir, perbaikan
sarana sanitasi, sarana olah raga dan lapangan yang indah dan
kondusif.
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-16

2. Meningkatkan

kualitas

pelayanan

pendidikan

sehingga

secara

bertahap dapat mencapai standar nasional pelayanan pendidikan


dengan membangun beberapa local internasional yang dilengkapi
dengan

berbagai

sarana

pendidikan,

laboratorium

bahasa,

laboratorium IPA, Laboratorium Fisika dan penambahan komputer.


3. Meningkatkan kualitas guru berdasarkan kualifikasi akademik dan
standar kompetensi dengan melakukan berbagai diklat dan pelatihan
tentang kurikulum maupun standar kompetensi.
4. Meningkatkan link dan mach antara pendidikan dengan pasar kerja
dengan cara kerjasama antara sekolah dengan berbagai perusahaan
dan perkantoran untuk memberikan pelatihan bagi peserta didik.
5. Meningkatkan

peran

serta

masyarakat

dalam

pembangunan

pendidikan terutama dalam pembiayaan pendidikan dengan cara


mengefektifkan komite sekolah.
6. Meningkatkan penyelenggaraan pendidikan berbasis informasi dan
tehnologi dengan membuka email di setiap sekolah dan kantor Dinas
Pendidikan.
7. Memperluas akses pendidikan bermutu baik formal maupun non
formal khususnya bagi masyarakat kurang mampu di tingkat
pendidikan dasar maupun menengah dengan memberikan pelatihan
maupun kursus-kursus.

1.2. Fungsi Perpustakaan


Perpustakaan sangat penting dalam pembangunan SDM di daerah.
Kedudukan, fungsi, dan peranannya yang sangat strategis tersebut,
menjadikannya sebagai salah satu prioritas program dan kegitan
pembangunan kota selama tahun 2006.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-17

1) Program dan Kegiatan


Selain

fungsi

penyelenggaraan

pendidikan,

urusan

maka

pemerintahan

fungsi

lainnya

dalam

daerah

dalam

bidang

Pendidikan adalah fungsi perpustakaan daerah. Perpustakaan daerah


memiliki

tujuan

utama

meningkatkan

minat

baca

masyarakat.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut ditetapkan program dan kegiatan


pokok selama tahun 2006 sebagai berikut :
a. Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan
1. Pengadaan buku perpustakaan
2. Pengadaan buku perpustakaan keliling
3. Penyuluhan gemar membaca dan cinta buku bagi siswa/i
4. Bina publikasi dan informasi
5. Pendataan perpustakaan sekolah SLTP dan SMU
6. Lomba minat baca
7. Pengadaan koleksi buku bahan pustaka
8. Pemberdayaan perpustakaan keliling
9. Pengadaan sarana perpustakaan
b. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Penyusunan Renja Tahun 2007
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan

program

dan

kegiatan

serta

anggaran

urusan

perpustakaan daerah selama tahun 2006 menghasilkan output (keluaran)


dan outcome (hasil) sebagai berikut :
Output (keluaran) :
1. Bertambahnya koleksi buku di Perpustakaan Umum Kota Medan
sebanyak 1500 eksemplar.
2. Bertambahnya

koleksi buku di Perpustakaan Keliling Kota Medan

sebanyak 1500 eksemplar.


3. Meningkatnya jangkauan pelayanan perpustakaan ke daerah lingkar
luar.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-18

4. Terselenggaranya Program Gemar Membaca dan Cinta Buku di


sekolah-sekolah tingkat SLTP dan SLTA sebanyak 60 sekolah.
5. Meningkatnya

informasi Perpustakaan Umum Kota Medan melalui

100 siaran di radio dan 21 buah spanduk.


6. Terdatanya Perpustakaan sekolah di 64 sekolah.
7. Terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana perpustakaan guna
peningkatan mutu perpustakaan antara lain :
a. Tersedianya mesin ketik sebanyak 2 Unit.
b. Tersedianya kalkulator sebanyak 3 Unit.
c. Tersedianya rak besi buku 4 tingkat sebanyak 8 Unit.
d. Tersedianya lemari kayu sebayak 2 Unit.
e. Tersedianya

meja kayu 1 biro sebanyak 1 Unit dan biro

sebanyak 4 Unit.
f. Tersedianya kursi putar sebanyak 7 Unit
g. Tersedianya kain gordyen 11 X 2,5 M sebanyak 2 Buah.
Outcome (hasil) :
1. Bertambahnya koleksi bahan bacaan Perpustakaan Umum Kota Medan
dan Perpustakaan Keliling Kota Medan dari berbagai disiplin ilmu
pengetahuan dan tersusun sesuai dengan nomor klasifikasi DDC.
2. Meningkatnya jumlah kunjungan masyarakat baik dari kalangan
pelajar, mahasiswa, PNS, swasta, maupun umum ke Perpustakaan
Umum Kota Medan.
3. Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan perpustakaan kepada
masyarakat.
3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Perpustakaan Umum Kota Medan merupakan lembaga pendidikan
dan

kebudayaan

bagi

masyarakat

dengan

menyediakan

berbagai

informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya sebagai sumber


belajar untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat. Secara organisatoris

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-19

penyelenggaraan urusan perpustakaan daerah menjadi tugas dan


tanggungjawab Kantor Perpustakaan Umum Kota Medan, dengan
mengembangkan koordinasi pada SKPD terkait.
4) Profil Kepegawaian
NO
1.
2.

3.

4.
5.

URAIAN
Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SD Sederajat
2.2. SMP Sederajat
2.3. SLTA Sederajat
2.4. D1, D2, D3 Sederajat
2.5. S1 Sederajat
Pangkat / Golongan
3.1. Gol. I
3.2. Gol II
3.3. Gol III
Jumlah Pejabat Struktural
Jumlah Pejabat Fungsional

JUMLAH (ORANG)
18
1
1
6
6
4
1
6
11
4
7

Jumlah pegawai yang dimiliki oleh Kantor Perpustakaan Umum


Kota Medan adalah 18 pegawai dimana 5 orang memiliki latar belakang
pendidikan D3 perpustakaan.
5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan perpustakaan selama
tahun
Rp.

2006,

didukung

828.319.990,-

yang

oleh

alokasi

terdiri

dari

anggaran

belanja

sebesar

Belanja

Aparatur

sebesar

Rp 403.319.990,- dan Belanja Publik sebesar Rp 425.000.000,- dengan


realisasi per 31 Desember 2006 sebesar

Rp. 712.008.485,- atau terjadi

selisih (+/-) sebesar Rp. 116.311.505,-.


6) Kondisi Sarana Dan Prasarana
Penyelenggaraan

urusan perpustakaan

daerah

oleh

Kantor

Perpustakaan Umum Kota Medan didukung dengan peralatan dan


perlengkapan kantor yang diperlukan. Kendala yang paling menonjol
adalah kurang memadainya sarana dan prasarana yang memiliki kualitas
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-20

yang baik dan kuantitas yang cukup, guna mendukung pelayanan


perpustakaan kepada masyarakat. Sarana dan prasarana untuk otomasi
perpustakaan (seperti OPAC, internet dan lain-lain) belum tersedia,
walaupun

sarana dan prasarana tersebut

dibutuhkan

untuk

memudahkan

pada dasarnya sangat

pengunjung

dalam

mencari

dan

mengakses informasi, yang salah satunya adalah dalam pencarian buku buku.
7) Permasalahan Dan Solusi
Baik Output (keluaran) maupun outcome (hasil) yang dicapai
Kantor Perpustakaan Umum Kota Medan selama tahun 2006 dapat
dikategorikan cukup baik, tetapi penyelenggaraan urusan perpustakaan
daerah tetap masih dihadapkan kepada berbagai masalah dan tantangan
yang

kompleks.

Permasalahan

utama

pembangunan

perpustakaan

daerah, yaitu :
1. Kelengkapan dan ketersediaan bahan pustaka dari semua disiplin ilmu
pengatahuan. Bahan koleksi yang tersedia di Perpustakaan Umum
Kota Medan dirasa belum lengkap sehingga sebahagian pengguna
perpustakaan merasa kurang puas dengan bahan-bahan koleksi
yang ada.
2. Belum adanya otomasi perpustakaan yang dapat memudahkan
pengunjung

dalam

mengakses

perpustakaan. Di sisi lain

informasi

dan

bahan

koleksi

pengunjung pada saat ini sangat

membutuhkan informasi yang cepat dan tepat sehingga otomasi


perpustakaan adalah hal yang sangat penting.
3. Masih

ada

masyarakat

keberadaan perpustakaan,

yang

belum

mengetahui

sepenuhnya

sehingga jumlah pengunjung belum

sepenuhnya seperti yang diharapkan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-21

4. Masih adanya kelompok

masyarakat yang belum terjangkau oleh

layanan perpustakaan, khususnya bagi masyarakat yang berdomisili di


wilayah lingkar luar.
Walaupun

jumlah

pengunjung

relatif

bertambah

dari

tahun sebelumnya, tetapi belum mencapai jumlah yang memuaskan,


mengingat jumlah penduduk Kota Medan saat ini diperkirakan mencapai
2.067.288 jiwa. Kondisi ini dapat terjadi karena kelengkapan bahan
koleksi mapun kemudahan akses dalam mencari informasi (otomasi
perpustakaan) belum sepenuhnya terpenuhi. Masalah seperti ini muncul
disebabkan :
1. Biaya operasional perpustakaan yang relatif masih terbatas.
2. Kemitraan antara lembaga perpustakaan belum terjalin secara
optimal.
3. Mobil Unit Keliling Perpustakaan Umum Kota Medan yang sekarang
dimiliki telah tidak efektif dan efisien lagi untuk digunakan dalam
menjangkau masyarakat, khususnya yang berada di daerah lingkar
luar.
4. Fasilitas pendukung perpustakaan (otomasi) belum ada.
Masalah di bidang pelayanan perpustakaan merupakan masalah
yang sangat berpengaruh terhadap semua kegiatan perpustakaan itu
sendiri.

Perpustakaan

sebagai

lembaga

perantara

dalam

proses

komunikasi, berfungsi untuk menyediakan bahan-bahan bacaaan dan


menyediakan sarana untuk mengakses informasi yang berkaitan dengan
bahan-bahan

bacaan,

perlu

merencanakan

menetapkan kebijakan-kebijakan yang

pembangunan

dan

lebih dapat meningkatkan

kualitas pelayanan perpustakaan. Perpustakaan juga mempunyai peran


untuk

membantu

orang

menjadi

melek

informasi

dan

dapat

mengembangkan minat baca masyarakat. Pengembangan minat baca


dalam masyarakat tidak hanya ditentukan oleh keinginan dan sikap
masyarakat terhadap bahan-bahan bacaan, tetapi juga ditentukan oleh

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-22

ketersediaan dan kemudahan akses terhadap bahan-bahan bacaan. Jika


minat baca masyarakat tidak didukung dengan fasilitas dan bahan bacaan
yang baik maka minat baca pun akan menurun.
Berbagai
penyelenggaraan

solusi

untuk

pemecahan

perpustakaan

pada

masalah
intinya

dan

tantangan

adalah

perlunya

meningkatkan pelayanan perpustakaan pada masa yang akan datang


dengan mempertimbangkan kebijakan dan program sebagai berikut :
1. Meningkatkan sarana dan prasarana perpustakaan dengan menambah
koleksi bahan pustaka sebagai sumber ilmu pengetahuan dan
informasi sekaligus melakukan otomasi perpustakaan.
2. Meningkatkan minat baca masyarakat melalui penyuluhan dan
publikasi informasi guna mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM)
yang handal.
3. Memberantas kebodohan dalam mengentaskan kemiskinan.

2. KESEHATAN
2.1. Fungsi Kesehatan
Seperti halnya pembangunan pendidikan, pembangunan kesehatan
juga sangat penting untuk mewujudkan kemajuan dan kemakmuran
masyarakat. Derajat kesehatan yang tinggi bahkan akan meningkatkan
produktivitas. Oleh karena itu, fungsi kesehatan merupakan salah satu
prioritas program dan kegiatan pembangunan kota selama tahun 2006.
1) Program dan Kegiatan
Dalam rangka penyelenggaraan urusan wajib di bidang kesehatan
sesuai dengan fungsi Dinas Kesehatan, ditetapkan program dan kegiatan
pokok selama tahun 2006, sebagai berikut :
a. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
1. Peningkatan kesehatan reproduksi dan kanker terpadu
2. Pembinaan pelayanan USILA

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-23

3. Pembinaan usaha kesehatan sekolah dan forum kesehatan


remaja
4. Peningkatan promosi kesehatan
5. Pembinaan Posyandu
6. Revitalisasi Posyandu
b. Program Lingkungan Sehat
1. Pembinaan daerah percontohan lingkungan sehat (DPLS)
2. Pembinaan Kelurahan Sehat
c. Program Upaya Kesehatan Masyarakat
1. Pengadaan obat generik dan esensial
2. Pembinaan Puskesmas QA, dokter dan paramedis teladan
3. Pembinaan SIMPUS SP2TP Dan SP2RS
4. Pembinaan kesehatan BATRA dan olahraga
5. Public Safety Centre
6. Operasional Puskesmas dan peningkatan pelayanan kesehatan
7. Pengadaan alat kesehatan dari penunjang
8. Pengadaan puskesmas keliling dan kendaraan roda dua
9. Dana pendamping operasional dan alat kesehatan Pustu KIT
10. Dana operasional sepeda motor bantuan propinsi
11. Pengadaan alat kesehatan medis, dan laboratorium
12. Pengadaan alat kesehatan gigi
13. Pengadaan meubiler dan penunjang lain untuk Puskesmas dan
Pustu.
d. Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
1. Pencegahan dan penanggulangan DBD dan rabies
2. Pembinaan TB Paru
3. Surveilens epidemiologi penanggulangan diare dan ISPA
4. Pencegahan HIV dan AIDS
5. Imunisasi
6. Pencegahan penyakit resiko tinggi

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-24

e. Program Perbaikan Gizi Masyarakat


1. Penanggulangan kurang energi protein (Balita)
2. Upaya perbaikan gizi keluarga
3. Pemberian vitamin A dan tablet Fe untuk bayi, balita dan ibu
hamil
f. Program Sumber Daya Manusia Kesehatan
1. Pelatihan pola anak asuh anak dan pemantapan KB
2. Magang petugas pengelola sistem informasi kesehatan (SIK)
3. Akreditasi sarana kesehatan dan kepegawaian
g. Program Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
1. Pengembangan SIK, berupa penyusunan profil kesehatan
2. Penyusunan standard pelayanan minimal bidang kesehatan
3. Analisis sumber daya pembiayaan kesehatan
4. Pengembangan SIK berupa pengadaan personal komputer
5. Penyusunan rencana strategis (RENSTRA)
6. Penyusunan LAKIP
2) Pencapaian Program dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran bidang kesehatan
selama tahun 2006 menghasilkan out put (keluaran) sebagai berikut :
1.

Terlaksananya seminar kesehatan reproduksi bagi masyarakat


dengan peserta sebanyak 200 orang dan terlaksananya pelatihan
petugas PapSmear sebanyak 39 orang.

2.

Terlaksananya seminar kesehatan USILA dengan peserta sebanyak


100 orang, dan terlaksananya pelatihan petugas USILA dengan
peserta sebanyak 50 orang.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk

meningkatkan derajat kesehatan USILA.


3.

Terlaksananya

lomba

sekolah

sehat,

sebanyak

sekolah.

terbentuknya forum komunikasi kesehatan remaja 21 Kecamatan.


Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat melalui pembinaan kesehatan di tingkat sekolah.
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-25

4.

Tersedianya tape recorder sebanyak 39 unit pada 39 Puskesmas,


untuk peningkatan promosi kesehatan.

5.

Terlaksananya

pelatihan

kader

posyandu

dan

terlaksananya

perlombaan posyandu untuk meningkatkan peran serta masyarakat


di bidang kesehatan.
6.

Terlaksananya revitalisasi posyandu sebanyak 1364 buah, untuk


meningkatkan

peran

serta

masyarakat

dalam

peningkatan

POSYANDU.
7.

Terlaksananya pembinaan kader DPLS sebanyak 78 orang dan


tersedianya bibit pohon pelindung, untuk dapat meningkatkan mutu
lingkungan hidup yang lebih sehat.

8.

Terlaksananya pembinaan Kelurahan sehat sebanyak 10 Kelurahan,


untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Kelurahan akan mutu
lingkungan hidup yang lebih sehat.

9.

Terlaksananya pengadaan obat dan pendistribusiannya dari Gudang


Farmasi pada 39 unit Puskesmas, 2 unit Poliklinik Khusus, dan 1 unit
Klinik Bestari untuk melaksanakan pelayanan pengobatan gratis
kepada masyarakat, sebanyak 1.118.941 orang.

10. Terlaksananya pengadaan sarana dan prasarana kesehatan di


Puskesmas dan Pustu meliputi pengadaan alat kesehatan umum
1 paket, alat kesehatan

gigi 1 paket, alat laboratorium set dan

mikroskop, pengadaan meubiler, dan 16 buah kenderaan roda dua


serta 4 unit mobil Puskesmas Keliling.
11. Terlaksananya pemilihan Dokter dan Paramedis teladan dari
78 orang petugas kesehatan, yang diharapkan berdampak kepada
peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
12. Terlaksananya pembinaan SIMPUS / SP2TP, dengan peserta dari
39 Puskesmas dan 56 Rumah Sakit. Kegiatan ini untuk meningkatkan
pelaksanaan Sistem Informasi Kesehatan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-26

13. Terlaksananya pelatihan tentang kesehatan matra dan olah raga


untuk 40 orang petugas di Puskesmas, guna meningkatkan pelayanan
kesehatan matra dan olah raga.
14. Terlaksananya kegiatan Public Safety Centre dengan pelatihan
emergency kepada 60 orang petugas Gawat Darurat di Puskesmas,
mengadakan Simulasi Gawat Darurat dengan peserta sebanyak
100 orang, operasional mobil P3K. Kegiatan ini diharapkan dapat
meningkatkan pelayanan emergency terhadap masyarakat.
15. Tersedianya pengadaan mobil ambulans untuk kegiatan Public Safety
Centre (Tim Emergency Kota) dan perlengkapan serta kelengkapan
ruang sekretariat PSC.
16. Pengadaan bahan habis pakai Puskesmas Rawat Inap, 11 Puskesmas
Rawat Inap, 28 Puskesmas Rawat Jalan, 10 Puskesmas Pembantu
Kategori I, 4 unit di UPT dan POLSUS dan 1 unit di Gudang Farmasi.
Kegiatan ini ditujukan guna meningkatkan pelayanan kesehatan
berupa pengobatan terhadap masyarakat.
17. Tersedianya 6 unit AC di ruang rapat Kantor Dinas Kesehatan, guna
meningkatkan

kenyamanan

di

ruang

rapat,

yang

berdampak

peningkatan kenyamanan bekerja aparatur.


18. Tersedianya alat kesehatan dan penunjangnya 1 paket, guna
meningkatkan

ketersediaan

sarana

dan

prasarana

pelayanan

kesehatan kepada masyarakat.


19. Tersedianya dokumen kelengkapan kendaraan bermotor roda dua
dari Propinsi, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan Petugas
Kesling kepada masyarakat.
20. Tersedianya

ATK,

41

buah

Pustu

untuk

meningkatkan

operasionalisasi pelayanan kesehatan di Pustu.


21. Tersedianya malathion 1500 liter, abate 400 kg, Icon 250 liter, alat
SwingFog 4 unit, untuk menurunkan angka kesakitan penyakit DBD
dan vaksin rabies 1 paket,

untuk menurunkan angka kesakitan

Rabies.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-27

22. Terlaksananya pengadaan bahan dan pemeliharaan peralatan dalam


rangka penanggulangan TB Paru 1 paket, untuk meningkatkan angka
kesembuhan penderita TB Paru BTA positif.
23. Terlaksananya sosialisasi kepada masyarakat rentan HIV-AIDS melalui
poster dan leaflet 1 paket dan terlaksananya pemeriksaan sampel
masyarakat rentan HIV-AIDS sebanyak 200 orang dengan hasil
meningkatnya jumlah penderita HIV-AIDS yang ditangani.
24. Terlaksananya

pelatihan

petugas

imunisasi

dengan

peserta

40 orang, untuk dapat meningkatkan mutu dan jumlah anak yang


UCI (Utilization Children Imunization).
25. Terlaksananya Sero survey terhadap 200 orang waria dan tersedianya
kondom pada 8 titik mangkal

WTS dan terlaksananya pembinaan

kepada 55 orang WARIA, sebagai bagian dari upaya

menurunkan

angka kesakitan HIV-AIDS.


26. Tersedianya vitamin A 1 paket, dan tablet Fe 1 paket untuk
meningkatkan cakupan Balita yang mendapat Vitamin A dan Bumil
yang mendapat Ferrum dengan perincian, Vitamin A bayi ; 24.466
orang, ( 85 %), Vitamin A balita; 271.659 orang (86 %), Vitamin A
Bufas ; 30.742 orang ( 59 % ), Fe 1 Bumil ; 48.106 orang ( 77 % ),
Fe 2 Bumil : 40.151 orang, (76 % ), Fe Bufas ; 39.753 orang (76 % ).
27. Tersedianya susu bayi selama 3 bulan 280 paket, biskuit Balita 184
paket kepada 280 orang balita penderita gizi buruk KEP (Kurang
Energi Protein),

ditujukan untuk peningkatan jumlah Balita KEP

yang ditangani dan terlaksananya pendataan dan analisa gizi


keluarga PSG, PKG pada 21 Kecamatan dan terlaksananya pengadaan
timbangan Dacin, dan sarungnya sebanyak 181 buah dan KMS balita
sebanyak 10.126 lembar.
28. Terlaksananya pelatihan kepada 80 orang Petugas tentang pola asuh
anak dan pemantapan KB, ditujukan untuk dapat meningkatkan
pelayanan kesehatan di Puskesmas.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-28

29. Terlaksananya

magang

Petugas

pengelola

Sistem

Informasi

Kesehatan, kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan Sistem


Informasi Kesehatan di Puskesmas.
30. Terlaksananya

kegiatan

akreditasi

sarana

kesehatan

dan

kepegawaian 1 paket, untuk meningkatkan pelayanan akreditasi,


perizinan dan kepegawaian.
31. Tersusunnya buku Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Medan,
guna mendukung ketersediaan data dan informasi kesehatan dari
seluruh Puskesmas.
32. Tersusunnya

dokumen

Standar

Pelayanan

Minimal

Bidang

Kesehatan Kota Medan, dimaksudkan untuk dapat menjadi pedoman


guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang mengikuti
SPM.
33. Tersusunnya 1 dokumen draft kebutuhan sumber daya pembiayaan
kesehatan, untuk meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan.
34. Tersedianya

unit

Personal

Computer

dan

printer,

untuk

meningkatkan kelancaran Sistem Informasi Kesehatan di Dinas


Kesehatan dan Puskesmas.
35. Tersusunnya 1 dokumen Rencana Strategis Dinas Kesehatan sebagai
pedoman pembangunan kesehatan Kota Medan untuk 5 tahun ke
depan (2006-2010).
36. Tersusunnya 1 dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah sebagai laporan pertanggungjawaban Kinerja Dinas
Kesehatan tahun 2005.
37. Pemberdayaan Forum Kesehatan Kota

dan Forum Kesehatan

Kecamatan, dengan mengadakan Lokakarya FKK Kota dengan


peserta sebanyak 150 orang, mengadakan evaluasi dan penyusunan
rencana

kerja

FKK

Kecamatan

pada

21

Kecamatan,

serta

mendistribusikan buku saku FKK, Leaflet FKK, poster FKK, dan


menyusun laporan tahunan FKK.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-29

38. Pembinaan dan penyuluhan PHBS pada 21 Kecamatan dengan


penyebaran leaflet sebanyak 146.095 buah dan lokakarya PHBS
dengan peserta 39 orang Petugas PKM dan 39 orang Petugas PKPL.
39. Terlaksananya pendistribusian 20 buah becak pengangkut sampah
pada 20 lokasi Kelurahan Siaga.
40. Pembinaan Pemilihan DPLS (Daerah Percontohan Lingkungan Sehat):
a. Kelurahan Pasar Merah Barat (Kec.Medan Kota)
b. Kelurahan Siderejo (Kec. Medan Tembung)
c. Kelurahan Pulo Brayan Darat ( Kec. Medan Timur)
41. Pembinaan pemilihan Kelurahan Lingkungan Sehat
a. Kelurahan Sei Rengas II (Kec. Medan Area)
b. Kelurahan Martubung (Kec. Medan Martubung)
c. Kelurahan Mesjid (Kec. Medan Kota)
42. Pembinaan Pemilihan Kecamatan Sehat
a. Kec. Medan Tuntungan
b. Kec. Medan Petisah
c. Kec. Medan Denai
43. Pembinaan TOGA dan pengadaan, pendistribusian bibit Tanaman
Obat Keluarga pada wilayah kerja 39 Puskesmas.
44. Terlaksananya lomba Posyandu pada 21 Kecamatan.
45. Terlaksananya lomba sekolah sehat pada tingkat TK, SD, SLTP, SLTA.
46. Terselenggaranya pengobatan JPKM (Jaminan Pelayanan Kesehatan
Masyarakat pada GAKIN Kota Medan dengan peserta terdaftar
sebanyak

309.802 orang, peserta yang memiliki kartu ASKESKIN

sebanyak 129.542 orang, jumlah masyarakat miskin yang berkunjung


ke Puskesmas 153.707 orang, dengan kasus yang dirujuk ke
RSU. Dr. PIRNGADI MEDAN sebanyak 17.446 orang.
47. Jumlah pasien miskin yang dirawat di Puskesms rawat inap sebanyak
166 orang dengan jumlah hari perawatan 478 hari rawat.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-30

48. Tersusunnya

Draft

PERDA

tentang

Undang-undang

praktek

kedokteran, dan terlaksananya sosialisasi dan work shop tentang


Draft Sistem Kesehatan Kota Medan.
49. Terlaksananya pemasangan alat komunikasi telpon, komputer dan
internet Speedy pada 39 Puskesmas.
50. Terlaksananya pemasangan server pada 6 Puskesmas di Kota Medan.
51. Tersusunnya Perhitungan District Health Account ( DHA) Kota Medan.
52. Tersusunnya Draft Perda Penanganan Penyakit Demam Berdarah dan
Penyakit Potensial wabah lainnya.
53. Tersusunnya buku laporan tahunan Puskesmas sebanyak 39 buah.
54. Terlaksananya pengumpulan data sarana kesehatan dan penyusunan
buku tahunan sarana kesehatan tahun 2006.
55. Terlaksananya

penyusunan

laporan

tahunan

Dinas

Kesehatan

tahun 2006,
56. Tersusunnya LAKIP Dinas Kesehatan tahun 2005.
57. Tersusunnya Rencana Kerja SKPD tahun 2007.
58. Tersusunnya RKA APBD tahun 2007.
59. Terlaksananya

pameran

pembangunan

kesehatan

Kota

Medan

sebagai sarana informasi dan promosi pada; Pekan Raya Sumatera


Utara sebanyak 1 kali pada bulan APRIL 2006, Medan Medical EXPO
sebanyak 1 kali pada bulan Juli 2006, Perayaan Hari Kesehatan
Nasional ke 42 tahun 2006.
60. Terlaksananya penyuluhan melalui Display bergerak (Runnning Teks)
di tempat strategis sepanjang tahun.
61. Terlaksananya pendataan USILA dan penyuluhan USILA pada wilayah
kerja 39 Puskesmas, pelayanan berkala pada Pra USILA sebanyak
62.365 orang, pelatihan pada kelompok USILA pada 112 kelompok,
pengadaan dan pendistribusian USILA Kit sebanyak 3 paket pada
3 Puskesmas.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-31

62. Terlaksananya kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Ibu Hamil dan


Gerakan Sayang Ibu, dengan mengadakan supervisi dan pembinaan
petugas

GSI

dari

Puskesmas

dan

Dinas

Kesehatan

pada

21 Kecamatan.
63. Terlaksananya pendistribusian paket Bidan Kit pada 39 Puskesmas.
64. Terlaksananya sosilisasi MP-ASI lokal pada 21 Kecamatan dan
pengadaan bahan makanan MP - ASI lokal sebanyak 3500 anak
GAKIN.
65. Terjalinnya kerjasama dengan pihak swasta sebagai mitra kerja
(ASPERUM, PT. OTSUKA, PT.TELKOM, PAN) berupa bantuan makanan
tambahan pada 65 orang balita penderita gizi buruk.
66. Pembinaan

Usaha

Kesehatan

penjaringan murid kelas

Sekolah,

dengan

mengadakan

1 SD sebanyak 200 anak per Puskesmas

(7800 anak), melaksanakan pelatihan dokter kecil SD sebanyak


40 orang, dokter remaja SMP/ SLTA sebanyak 80 orang, pelatihan
guru UKS SD/SMP/SMA sebanyak 200 orang.
67. Terlaksananya penerbitan rekomendasi, sertifikat penyuluhan dan
perizinan pada sarana

kesehatan dengan perincian, sebagai

berikut :
- P- IRT : 164 buah
- Izin Pest Control : 10 buah
- Rekomendasi Alat Kesehatan : 17 buah
- Surat Izin Kerja :191 buah
- Izin Praktek Dokter Umum : 502 buah
- Izin Praktek Dokter Spesialis : 173 buah
- Izin Praktek Bidan : 104 buah
- Izin sarana Apotik : 78 buah
- Izin Rumah Bersalin : 41 buah
- Izin Balai Pengobatan : 130 buah
- Izin Batra : 66 buah

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-32

- Izin Toko Obat : 22 buah


- Izin Fisioterapi : 11 buah
- Izin Laboratorium : 9 buah
- Izin Optik : 3 buah
68. Terlaksananya

penilaian

akreditasi

pegawai

tenaga

fungsionil

Puskesmas Kota Medan dan RS Pirngadi oleh Tim Akreditasi


Kepegawaian sebanyak 510 orang, dan penerbitan PAK sebanyak
510 orang serta pengusulan kenaikan pangkat tenaga fungsionil
sebanyak 510 orang.
69. Terlaksananya sistem rujukan dari Puskesmas ke Rumah Sakit
sebanyak 12.539 orang.
70. Pencegahan dan pemberantasan penyakit :
- Terlaksananya imunisasi rutin
BCG

: 50.710 balita (99%)

DPT1 : 39.421 balita (77%)


DPT2 : 36.498 balita (71%)
DPT3 : 34.945 balita (67%)
Polio1 : 53.181 balita (100%)
Polio2 : 50.995 balita (99,5%)
Polio3 : 49.777 balita (97%)
Polio4 : 51.326 balita (100%)
Hepatitis B1( <7 hari )

: 22.336 bayi (44%)

Hepatitis B1( >7 hari )

: 21.549 bayi (42%)

Hepatitis B2

: 40.684 bayi (79%)

Hepatitis B3

: 39.297 bayi (76%)

- Terlaksananya penyuntikan vaksin anti rabies pada kasus hewan


gigitan tersangka rabies sebanyak 166 kasus.
- Terlaksananya BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) dengan cakupan
126.491 dari target 142.897 anak sekolah (89,9%).
- Terlaksananya Sub PIN Januari 2006 sebanyak 226.798 balita
(100,2%).

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-33

- Terlaksananya PIN

putaran IV Pebebruari Maret 2006 sebanyak

233.024 balita (102,93%).


- Terlaksananya PIN putaran V April 2006 sebanyak 233.485 balita
(103,1%).
- Terlaksananya Sub PIN Jun 2006 sebanyak 225.757 balita (99,7%)
- Terlaksananya Sub PIN September 2006 sebanyak 228.288 balita
(98%).
- Peningkatan cakupan dan resosialisasi imunisasi Hepatitis B untuk
bayi > 7 hari pada 350 unit pelayanan kesehatan ( RS, Klinik,
Praktek Bidan, Praktek Dokter).
- Pelatihan petugas imunisasi sebanyak 78 orang.
71. Penanggulangan penyakit menular langsung seperti : TB Paru, ISPA,
Diare, Pneumoni.
- Terlaksananya pengumpulan, pengolahan, analisa data penyakit,
interpretasi, feed back, dan tersusunnya mapping situasi penyakit.
- Terlaksananya penatalaksanaan penderita ISPA pada bayi dan
balita sebanyak 111.448 orang.
- Terlaksananya penemuan penderita TB Paru dengan perincian :
Suspect BTA 14.961 orang ; BTA positif sebanyak 2.078 orang ; BTA
negatif 536 orang ; TB Paru anak 72 orang ; ekstra paru 61 orang ;
dan kambuh 15 orang.
- Terlaksananya monev penanggulangan TB Paru oleh 39 Puskesmas
dan 39 Petugas RS swasta.
- Terlaksananya

penanggulangan

penderita

ISPA

sebanyak

penanggulangan

penderita

Diare

sebanyak

111.448 orang.
- Terlaksananya
42.050 orang.
- Terlaksananya penanggulangan penderita Pneumoni sebanyak
96.93 orang.
- Terlaksananya pengambilan sampel darah pada masyarakat rentan
HIV-AIDS sebanyak 200 orang.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-34

72. Penanggulangan sumber penyakit pada binatang seperti : Demam


Berdarah :
- Terlaksananya penemuan dan penanganan kasus DBD sebanyak
1378 kasus.
- Terlaksananya penanggulangan fokus fogging DBD sebanyak
1378 fokus.
- Terlaksananya PSN pada 151 Kelurahan se-Kota Medan.
- Terlaksananya kerjasama penanggulangan penyakit menular dan
PSN bersama antar lintas batas Kabupaten/Kota setiap 3 bulan
sekali.
73. Terlaksananya surveilans epidemiologi dengan melakukan survey AFP
dan menemukan 14 kasus.
74. Penanggulangan NAPZA dan HIV-AIDS :
- Terbentuknya Klinik IMS di Klinik Bestari

di DKK Medan dan di

Puskesmas Padang Bulan


- Terbentuknya tenaga penjangkau WPS dan PPS sebanyak 6 orang
di 6 wilayah Kota Medan yang berasal dari masyarakat
- Terlaksananya kerjasama dengan LSM dan KPAND Kota Medan
dalam penanggulangan HIV-AIDS
- Terciptanya

kesepakatan

antar

lintas

sektor

dalam

penanggulangan HIV-AIDS seperti : Dinas Pariwisata, Dinas Sosial,


Dep Kehakiman, Dinas Pendidikan, dsb.
- Terlaksananya pengadaan kondom dan pendistribusiannya melalui
Klinik IMS Bestari dan Klinik IMS Padang Bulan serta oleh LSM
75. Peningkatan Penyehatan Lingkungan
Dengan melakukan pengawasan sanitasi tempat-tempat umum
(TTU), tempat pengolahan makanan dan minuman (TPM) dan industri
dengan perincian sbb :
TTU

: 520 buah (78,7%)

TPM

: 784 buah (82,1%)

T2P

: 15 buah (95%)

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-35

RS

: 35 buah (70%)

Industri

: 194 buah (65%)

Diberdayakannya Klinik Sanitasi Puskesmas dengan pengadaan


bahan-bahan promosi dan kelengkapan klinik sanitasi Puskesmas.
76. Penyehatan lingkungan pemukiman dan pencegahan pencemaran :
- Terlaksananya pemantauan air bersih ledeng yang berasal dari
PDAM Tirtanadi, sumur pompa tangan (SPT), sumur galian (SG)
sebanyak 267.989 buah (98%).
- Terlaksananya

pemantauan

jamban

keluarga

sebanyak

214.585 buah (81,9%).


- Terlaksananya pemantauan TPS sebanyak 249.503 buah (75,1%).
- Terlaksananya pemantauan TPA sebanyak 2 buah (100%)
77. Program pendidikan dan pelatihan :
Terlaksananya pelatihan bagi petugas kesehatan dengan perincian
sbb:
- Short Course tenaga penyuluh kesehatan masyarakat sebanyak
40 orang petugas Puskesmas dan DKK Medan.
- Pelatihan Tim Epidemiologi Kota (TEK) sebanyak 30 orang dan
Tim Epidemiologi Puskesmas (TEPUS) sebanyak 78 orang.
- Pelatihan

Analisa

Kebutuhan

Sumber

Daya

(Training

Need

Assement) sebanyak 50 orang.


- Pelatihan UKS pada 2000 orang anak sekolah sebagai siswa/i
peduli kesehatan.
- Pelatihan dan workshop bagi kader TB Paru sebanyak 40 orang.
- Penyuluhan Sadar GIZI pada 600 orang penduduk wilayah kerja
dari 39 Puskesmas.
- Pelatihan penanggulangan KEP Bayi Balita pada petugas TPG
Puskesmas sebanyak 39 orang.
- Pelatihan dan workshop kader Posyandu sebanyak 75 orang.
- Pelatihan kesehatan ibu dan anak pada 39 orang Petugas
KIA Puskesmas.
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-36

- Pelatihan Asuhan Persalinan Normal bagi Bidan swasta sebanyak


12 orang.
- Pembinaan Kelompok Peminat Kesehatan Ibu dan Anak (KPKIA)
di wilayah kerja 39 Puskesmas di Kota Medan.
- Pelatihan penjaringan BUMIL RISTI dengan peserta sebanyak
39 orang Bidan Puskesmas.
- Pelatihan Audit Maternal pada 25 orang Bidan Puskesmas.
- Pelatihan Partnership dan Dukun Bayi sebanyak 40 orang peserta.
- Pelatihan Penanganan Asphyxia dan BBLR pada 8 orang petugas
Puskesmas.
- Pelatihan MTBS bagi Bidan dan perawat Puskesmas sebanyak
12 orang.
- Pelatihan PDTKB bagi Bidan, perawat dan petugas gizi sebanyak
18 orang.
78. Fasilitas bagi petugas kesehatan untuk mengikuti jenjang pendidikan
lanjutan.
Terlaksananya pendidikan lanjutan bagi pegawai DKK Medan dengan
perincian 4 orang mengikuti pendidikan Program Pasca Sarjana dan
5 orang Pendidikan S1.
79. Terlaksananya

peringatan

hari

kesehatan

nasional

tanggal

27 Nopember 2006 di DKK Medan dan Seminar Kesehatan Nasional


dengan tema Medan sebagai Barometer Penanggulangan Penyakit
Menular, dengan pembahasan flu burung, TBC, DBD dengan
narasumber dr. Suroso dari RS. Sulianti Suroso Jakarta, dr. Fatni
Sulani Kadis Kesehatan Propsu, Prof. Dr. Sarimuda Serumpaet, MSc,
dari Pasca Sarjana USU.
3)

Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara


Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan kesehatan menjadi

tugas dan tanggung jawan Dinas Kesehatan Kota Medan, dengan


mengembangkan koordinasi kepada SKPD terkait.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-37

4)

Profil Kepegawaian
Data Ketenagaan Dinas Kesehatan Kota Medan, keadaan pada

akhir bulan Desember 2006, sebagai berikut :


NO.
1.
2.

3.

4.
5.

URAIAN
Jumlah pegawai
Kwalifikasi Pendidikan
2.1. SD Sederajat
2.2. SMP Sederajat
2.3. SMU Sederajat
2.4. D1, D2, D3 Sederajat
2.5. S1 Sederajat
2.6. S2 Sederajat
Pangkat / Golongan
3.1. Golongan I
3.2. Golongan II
3.3. Golongan III
3.4. Golongan IV
Jumlah Pejabat Struktural
Jumlah Pejabat Fungsionil

JUMLAH (ORANG)
1650
1
45
1097
216
282
9
5
367
1131
147
73
1287

Ada beberapa jenis tenaga kesehatan yang dibutuhkan tidak


terpenuhi terutama bidang promotif untuk penyuluhan kesehatan
lingkungan masih kurang, tenaga administrasi yang dapat mengakses
komputer masih kurang. Distribusi tenaga dokter, bidan, perawat, analis
kimia, asisten apoteker, yang tidak merata dimana ada Puskesmas yang
kelebihan beberapa jenis tenaga, tapi ada yang kekurangan tenaga,
sehingga pembagian kinerja belum maksimal.
5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan Kesehatan
tahun

2006,

didukung

oleh

alokasi

anggaran

belanja

selama
sebesar

Rp. 58.900.756.607,- yang terdiri dari Belanja Aparatur sebesar


Rp 10.128.680.000,- dan Belanja Publik sebesar Rp 48.772.076.607,dengan realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp 56.639.435.466,- atau
selisih (+/-) sebesar Rp 2.261.321.141,-.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-38

6) Kondisi Sarana Prasarana


Kondisi sarana gedung Puskesmas dan Pustu sebagian ada yang
rusak kecil,

rusak sedang dan rusak berat dan sebagian dalam tahap

rehabilitasi yang dilaksanakan oleh Dinas Perkim pada 8 Puskesmas dan


5 Pustu, yaitu: Puskesmas Medan Denai, Puskesmas Martubung,
Puskesmas Mandala, Puskesmas Tegal Sari, Puskesmas Kotamatsum,
Puskesmas Kampung Baru, Puskesmas Glugut Darat dan Pustu Nelayan
Indah, Pustu Labuhan Deli, Pustu Medan Permai, Pustu Sidorame dan
Pustu Simalingkar.
Kondisi prasarana alat kesehatan gigi sangat kurang memadai
dimana alat pengebor dan penambal gigi sebagian tidak ada, juga karena
arus listrik yang tidak cukup untuk memakai alat-alat elektronik yang
menggunakan daya listrik yang besar, sehingga pekerjaan penambalan
gigi jarang dilakukan di Puskesmas.
Kondisi prasarana alat kesehatan dokter umum sebagian sudah
aus dan rusak, sehingga perlu diganti begantian.
Kondisi meubelair di Puskesmas sebagian kurang memadai, terutama
lemari arsip, rak buku, rak kartu dan meja.
Untuk kelancaran kerja pengumpulan data, guna pengembangan
Sistem Informasi Kesehatan diperlukan komputer dan printer di seluruh
Puskesmas. serta penyediaan peningkatan arus listrik untuk pemakaian
alat-alat elektronik.
Untuk peningkatan kelancaran promosi kesehatan diperlukan
sarana tape recorder untuk 39 Puskesmas.
Untuk kenyamanan ruang rapat Kantor Dinas Kesehatan diperlukan AC
sebanyak 6 unit.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-39

Pengadaan kendaraan roda dua sebanyak 16 unit untuk kelancaran


petugas kesehatan ke lapangan seperti kesehatan lingkungan, Posyandu,
UKS, dan lain hal yang memerlukan transportasi kepada petugas,
Pengadaan Barang
1. Pengadaan 1 unit kendaraan ambulans
2. Pengadaan komputer 4 set
3. Pengadaan Swing Fog 4 buah untuk DBD
4. Pengadaan alat komunikasi 1 set (faksmile)
5. Pengadaan tape recorder untuk promosi kesehatan 39 buah
6. Pengadaan AC 6 unit
7. Pengadaan komputer untuk Puskesmas percontohan 6 unit
8. Pengadaan printer untuk Puskesmas percontohan 6 unit
9. Pengadaaan 4 unit Puskesmas Keliling dan sepeda motor 16 unit
10. Pengadaan meubeleir dan penunjang lain untuk 39 Puskesmas berupa
lemari 39 buah, rak kartu 39, kursi sekretaris 39, meja resepsionis
39, kursi tamu 1 set, pengadaan komputer 33 buah.
11. Pengadaan meubeleir dan penunjang lain untuk 41 Pustu berupa,
kursi tunggu 41 buah. rak kartu 41, rak buku kecil 41 buah, lemari
arsip 41 buzh, meja tulis 41, meja kecil 41, kursi plastik 41, kursi
sekretaris 41.
12. Pengadaan alat kesehatan medis dan laboratorium untuk Puskesmas,
berupa: afton 7 buah, timbangan bayi 16 buah, tensimeter 25 buah,
termometer digital 39 buah, alat-alat lab. 3 set, mikroskop binokuler
4 buah, sterilisator 10 buah, timbangan dewasa 24 buah, nierbekken
18 buah, gluco check 6 buah, ginekolog stand lamp 7 buah.
13. Pengadaan alat kesehatan medis untuk 41 Pustu berupa termometer
digital 41 buah, sterilisator 13 buah, haemoglobinmeter 41 buah,
timbangan dewasa 8 buah, ginekolog beck 12 buah, gluco check
4 buah, nierbekken 11 buah, tang sepatel 3 buah.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-40

14. Pengadaan alat kesehatan gigi untuk 39 Puskesmas dan 41 Pustu,


berupa: tang gigi 7 set, dental Unit Chair 12 buah, Pantom gigi
80 buah, kaca mulut 2 buah, pistol amal gam 78 buah, rasparatorium
80 buah, matabor gigi 8 set, sonde gigi 41 buah, edodontik 5 set,
pincet gigi 21 set .
7) Permasalahan dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (output) yang dicapai selama
tahun 2006 cukup baik, namun penyelenggaraan fungsi kesehatan masih
dihadapkan kepada berbagai masalah dan tantangan yang komplek.
Ada beberapa permasalahan utama dalam pembangunan kesehatan
masyarakat, yaitu:
1. Masih adanya gizi buruk pada bayi dan balita disebabkan kondisi
ekonomi sebagian masyarakat yang masih rendah daya belinya.
2. Masih adanya penderita TBC Paru yang drop out, yang mengakibatkan
kegagalan penyembuhan karena ketidakpatuhan penderita menelan
obat TBC selama 6 bulan terus menerus di lapangan.
3. Masih adanya penyakit DBD yang ditularkan oleh nyamuk aedes
aegipty di seluruh Kecamatan serta belum meratanya kesadaran
masyarakat untuk melakukan PSN di rumah dan halaman masingmasing.
4. Belum meratanya kesadaran masyarakat untuk melakukan PHBS
sebagai tindakan preventif untuk mencegah penyakit menular.
5. Masih kurang tersedianya alat-alat laboratorium dan reagensianya
di Puskesmas dalam menunjang penegakkan diagnosa oleh dokter,
sehingga banyak pasien dirujuk ke RS dr.Pirngadi Medan.
6. Sebagian RS, Balai Pengobatan dan Klinik tidak patuh memberikan
data laporan informasi kesehatan yang dibutuhkan Dinas Kesehatan
Kota Medan, sehingga perlu pengeluaran Perda oleh Pemerintah Kota
sebagai payung hukum, untuk menjadi kewajiban RS, BP, Klinik
tersebut melaporkan data kesehatan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-41

7. Masih adanya masyarakat yang enggan mengurus perizinan praktekpraktek yang berkaitan dengan bidang kesehatan.
8. Masih banyaknya RS dan pabrik yang tidak mempunyai instalasi
pengolah air limbah (Ipal) padat.
9. Patroli kesehatan masih belum berjalan lancar, karena Puskesmas
rata-rata hanya punya 1 orang tenaga PKM (Penyuluh Kesehatan
Masyarakat) & PKPL (Promosi Kesehatan dan Penyehatan Lingkungan)
yang perlu didukung oleh masyarakat dan Kepala Lingkungan.
10. Perlu upaya pencegahan penularan penyakit HIV-AIDS karena
perilaku masyarakat yang menyimpang serta banyaknya pemakai
narkoba dengan suntikan.
11. Perlunya meningkatkan kualitas obat-obatan di Puskesmas untuk
mempercepat kesembuhan pasien.
12. Perlu diwaspadai berkembangnya penyakit-penyakit baru seperti Flu
Burung dan Cikungunya dengan bekerjasama secara lintas sektoral.
Beberapa
penyelenggaraan

solusi

pemecahan

pelayanan

kesehatan

masalah,
di

atas

dan
adalah

tantangan
perlunya

peningkatan pembangunan kesehatan pada masa yang akan datang,


dengan mempertimbangkan kebijakan dan program sebagai berikut:
1.

Meningkatkan kualitas layanan kesehatan baik mutu obat, alat-alat


kesehatan dokter umum dan dokter gigi serta alat-lat laboratorium.
dan reagensianya sebagai penunjang di seluruh Puskesmas.

2.

Meningkatkan disiplin kerja untuk pencapaian program di lapangan


terutama pencegahan TB.

3.

Meningkatkan promosi untuk menggugah kesadaran masyarakat


untuk ber PHBS dan PSN guna mencegah penyakit menular seperti
DBD, Diare, Thypus, dan lain-lain.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-42

4.

Meningkatkan kualitas Jaringan Informasi Kesehatan dan pelatihan


petugas komputer di seluruh Puskesmas, sehingga data-data
kesehatan mudah diakses dengan jaringan komputerisasi.

5.

Meningkatkan pelaporan data informasi kesehatan dari seluruh RS,


Klinik, BP baik swasta/pemerintah untuk melaporkan ke Dinas
Kesehatan.

6.

Meningkatkan kepatuhan Rumah sakit agar segera mempunyai IPAL


(Instalasi Pegolah Air Limbah ) baik sendiri atau terpadu.

7.

Meningkatkan

pendataan

perizinan

bidang

kesehatan

melalui

petugas perizinan di 39 Puskesmas.


8.

Meningkatkan kerjasama lintas sektoral dengan Dinas terkait seperti


: Kegiatan UKS, Penanggulangan Flu Burung, dll.

9.

Meningkatkan kerjasama lintas sektoral dengan Dinas terkait seperti


kegiatan UKS, Penanggulangan Flu Burung, dan lain-lain.

2.2. Pelayanan Kesehatan RSU Dr. Pirngadi Medan


Sebagai rumah sakit tipe B keberadaan RSU.Dr. Pirngadi sangat
sentral dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, khususnya yang
bersifat rujukan. Peranannya bahkan menjadi salah satu RSU. utama bagi
penduduk hinterland. Mengingat kedudukannya yang sangat strategis ini,
pelayanan kesehatan RSU.Dr. Pirngadi menjadi salah satu prioritas
program dan kegiatan tahun 2006.
1)

Program Dan Kegiatan


Program merupakan proses penentuan jumlah dan jenis sumber

daya yang diperlukan dalam pelaksanaan suatu rencana kegiatan


berdasarkan perhitungan yang realistik selaras dengan kemampuan
daerah. Program terdiri dari kumpulan-kumpulan berbagai sub program
(kegiatan pilihan) yang akan dilaksanakan untuk mencapai sasaran yang
ditetapkan.

Adapun

program

dan

kegiatan

pelayanan

kesehatan

RSU.Dr. Pirngadi selama tahun 2006, sebagai berikut :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-43

a. Program Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan


1. Cleaning service
2. Pengadaan sarana pelayanan kesehatan RSU
3. Pelayanan RSU mandiri instalasi farmasi
4. Kerjasama dengan Fakultas Kedokteran
5. Pelatihan Tenaga Medis dan Non Medis
6. Manajemen hospital
7. KSO dan swakelola
8. Pengelolaan barang dinas
9. Melaksanakan penggunaan sistem informasi manajemen
10. Penyusunan rencana kerja (Renja) tahun 2007
11. Penyusunan LAKIP Tahun 2005
12. Penyusunan sistem akuntansi RSU Dr.Pirngadi Medan
13. Konsultan

perencanaan

pembangunan

gedung

RSU

Pirngadi

Tahap II.
14. Perencanaan alat kesehatan RSU
15. Appraisal pendukung owner estimate (OE)
16. Appraisal penilaian perhitungan barang masuk
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan pelayanan
kesehatan Badan Pelayanan Kesehatan RSU Dr. Pirngadi Kota Medan
selama tahun 2006, menghasilkan keluaran (output) dan hasil (outcome)
sebagai berikut :
1. Terlayaninya pasien umum rawat jalan, sebanyak 417.523 orang.
2. Terlayaninya pasien rawat inap, sebanyak 24.974 orang.
3. Terlayaninya pasien operasi sebanyak 5.796 orang.
4. Terlayaninya pasien cuci darah, sebanyak 11.867 orang.
5. Terlayaninya pasien Askes rawat jalan, sejumlah 199.139 orang.
6. Terlayaninya pasien Askes rawat inap, sejumlah 9.434 orang.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-44

7. Terlayaninya pasien Gakin (Askeskin), sejumlah 88.197 orang


8. Meningkatnya jumlah BOR yang dicapai tahun 2006 menjadi 75,03
9. Meningkatnya pendapatan Rumah Sakit Dr. Pirngadi Medan menjadi
Rp. 55.635.143.106,10. Terlayaninya

pasien demam berdarah sebanyak 1.179 orang, yang

berasal dari Wilayah Kota Medan maupun Luar Kota Medan.


3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Medan No.30 Tahun 2002
tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelayanan
Kesehatan RSU Dr. Pirngadi Kota Medan dan Surat Keputusan Wallikota
Medan Nomor : 20 Tahun 2003 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Badan
Pelayanan Kesehatan RSU Dr. Pirngadi Kota Medan, maka satuan kerja
perangkat daerah penanggungjawab penyelenggaraan urusan pelayanan
kesehatan adalah BPK Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan.
Tugas Pokok Badan Pelayanan Kesehatan RSU Dr. Pingadi Kota
Medan adalah melaksanakan upaya kesehatan secara berdayaguna dan
berhasilguna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan
yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan
serta pencegahan dan melaksanakan upaya rujukan, sesuai dengan
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
4)

Profil Kepegawaian
Sumber Daya Manusia BPK RSU.Dr. Pirngadi Medan berdasarkan

klasifikasi Pendidikan, sebanyak 862 orang (51,90%) berpendidikan SLTA


ke bawah, lulusan D3 sebanyak 538 orang (32,39%), lulusan S1 sebanyak
146 orang (8,79%) dan lulusan S2 sebanyak 115 orang (6,92%).

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-45

Keadaan kepegawaian tersebut

menunjukkan bahwa jumlah

pegawai lulusan SLTA ke bawah mencapai jumlah terbesar yaitu


862 orang (51,90%)
Sumber Daya Manusia Berdasarkan Pendidikan
Per 31 Desember 2006
NO

PENDIDIKAN

JUMLAH (ORANG)

SLTA ke bawah

862

51,90%

D3

538

32,39%

S1

146

8,79%

S2
Jumlah

115
1661

6,92%
100,00%

Sumber Daya Manusia (SDM) Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi


Medan berdasarkan klasifikasi jenis ketenagaan terdiri dari tenaga medis
sebanyak 189 orang (11,38%), paramedis keperawatan 535 orang
(32,21%), paramedis non keperawatan sebanyak 172 orang (10,36%),
tenaga administrasi sebanyak 310 orang (18,66%), sedangkan tenaga
honor sebanyak 455 orang (27,39%).
Hal

ini

menunjukkan

bahwa

jumlah

tenaga

paramedis

keperawatan merupakan tenaga terbanyak yaitu 535 orang (32,21%).


Keseluruhan jumlah tenaga honor mencapai 455 orang (27,39%) dan
jumlah pegawai negeri secara keseluruhan mencapai 979 orang atau
72,61%.
Sumber Daya Manusia Berdasarkan Pengelompokan Fungsional
Per 31 Desember 2006
NO
1
2
3
4
5

URAIAN
Medis
Paramedis keperawatan
Paramedis non keperawatan
Administrasi
Honor
Total

JUMLAH (ORANG)
189
535
172
310
455
1661

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

%
11,38%
32,21%
10,36%
18,66%
27,39%
100,00%

III-46

5)

Alokasi Dan Realisasi Anggaran


Pelaksanaan

program

dan

kegiatan

serta

anggaran

urusan

pelayanan kesehatan RSU. Dr. Pirngadi Medan selama tahun 2006,


didukung oleh alokasi anggaran belanja yang terdiri dari :
a) APBD
Dialokasikan dana sebesar Rp. 105.471.504.039,- yang terdiri dari
Belanja Aparatur sebesar
sebesar

Rp

Rp 30.288.737.500,- dan Belanja Publik

75.182.766.539,-

dengan

realisasi

sebesar

Rp. 88.975.457.196,- atau terjadi selisih sebesar Rp. 16.496.046.843,b) APBN


Dialokasikan dana sebesar Rp 3.100.000.000,- dengan realisasi sebesar
Rp. 2.658.684.868,- atau terjadi selisih sebesar Rp. 441.315.132,c) Swadana
Dialokasikan dana sebesar Rp. 51.350.000.000,- dengan realisasi
sebesar

Rp.

50.292.660.246,66

atau

terjadi

selisih

sebesar

Rp. 1.057.339.753,34
6) Kondisi Sarana Dan Prasarana Kerja
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan pelayanan
kesehatan, BPK Rumah Sakit Umum Dr. Pingadi dilengkapi dengan
peralatan medis dan nonmedis serta peralatan kantor dan alat penunjang
lainnya.
Ada

4 (empat) permasalahan utama yang menjadi

kendala

peningkatan pelayanan kesehatan yaitu :


1. Jumlah tenaga medis dan paramedis masih kurang
Kurangnya jumlah tenaga medis dan paramedis disebabkan masih
minimnya rekrutmen pegawai yang dilaksanakan, sehingga tidak
sesuai dengan kebutuhan tenaga medis dan paramedis

di Badan

Pelayanan Kesehatan RSU Dr. Pirngadi Kota Medan. Di samping itu


banyaknya tenaga medis dan paramedis yang telah memasuki masa
pensiun.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-47

2. Sarana dan prasarana belum mencukupi


Kurangnya sarana dan prasarana disebabkan terbatasnya dana untuk
pengadaan alat kesehatan dan sarana gedung untuk menempatkan
alat kesehatan/peralatan medis. Di samping itu masih adanya tempat
pelayanan kesehatan yang belum mampu menampung volume
kegiatan pasien yang dirawat khususnya Ruang Rawat Inap Kelas III
dan belum tertatanya layout pelayanan pasien rawat jalan.
3. Belum terlaksananya perubahan kelembagaan rumah sakit menjadi
Badan Layanan Umum (BLU)
Belum ditetapkannya perubahan kelembagaan Badan Pelayanan
Kesehatan RSU Dr. Pirngadi Kota Medan menjadi BLU. Hal ini
disebabkan Pemko Medan dengan DPRD belum mengeluarkan Surat
Keputusan tentang Perubahan Unit Swadana menjadi BLU. Untuk ini
Badan Pelayanan Kesehatan RSU Dr. Pirngadi Kota Medan telah
melakukan presentasi tentang BLU kepada pihak Pemko Medan dan
DPRD.
4. Belum sempurnanya pelaksanaan SIMRS
Belum sempurnanya pelaksanaan SIMRS disebabkan dana yang dimiliki
belum mencukupi dan SDM yang ada belum memadai.
7) Permasalahan Dan Solusi
Berdasarkan catatan kinerja tersebut di atas diketahui bahwa
berbagai keluaran (output) dan hasil (out come) yang dicapai selama
tahun 2006 dapat dikatakan meningkat dengan cukup baik, namun dalam
pernyataannya bahwa urusan pelayanan kesehatan masih dihadapkan
kepada berbagai masalah dan tantangan yang kompleks.
Solusi pemecahan masalah dan tantangan penyelenggaraan fungsi
pelayanan kesehatan pada masa datang, perlu mempertimbangkan
kebijakan dan program sebagai berikut :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-48

1. Meningkatkan jumlah rekrutmen tenaga medis dan paramedis oleh


Pemko Medan sehingga sesuai dengan jumlah kebutuhan tenaga medis
dan paramedis.
2. Meningkatkan jumlah dan kualitas sarana dan prasarana, dengan
jumlah dana yang tersedia, untuk pengadaan peralatan medis dan
non medis. Di samping itu perlu penambahan ruang rawat inap,
sehingga mampu menampung jumlah pasien yang semakit meningkat.
3. Mewujudkan dengan segera pembahasan kelembagaan Rumah Sakit
Dr. Pirngadi menjadi Badan Layanan Umum (BLU).
4. Penyempurnaan pelaksanaan SIMRS dengan penyediaan dana dan
sumber daya manusia yang cukup.

3. PEKERJAAN UMUM
3.1. Fungsi Pekerjaan Umum
Sebagai bagian dari infrastruktur stratejik, maka fungsi pekerjaan
umum mempunyai fungsi dan peran penting dalam pembangunan kota,
khususnya sebagai urat nadi perekonomian. Mengingat kedudukannya
yang sangat penting tersebut, fungsi ini merupakan salah satu prioritas
program dan kegiatan pembangunan kota selama tahun 2006.
1) Program dan Kegiatan
Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di bidang
Pekerjaan Umum ditetapkan program dan kegiatan pokok selama
tahun 2006 sebagai berikut :
a. Rehabilitasi dan Pemeliharaan Sarana Jalan dan Jembatan Kota,
Kecamatan, Kelurahan dan Lingkungan
1. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Brigjend Zein
Hamid Gg. Sepakat, Gg. Dermawan dan Gg. Sado Kel Titi Kuning Kec.
Medan Johor seluas 1.800 M2.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-49

2.

Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Irigasi I, II,


III, IV, V dan VI Kel. Kemenangan Tani Kec. Medan Tuntungan seluas
3.600 M2.

3.

Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Air Bersih Gg.
Pribadi dan Blok I, II, III, IV dan V Kel. Binjai Kec. Medan Denai seluas
3.300 M2.

4.

Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Pasar V Gg.


Mawar,

Gg.

Madrasah

dan

Jl.

Puskesmas

Gg.

Musholla

dan

Intersection Jl. Pendidikan Kel. Lalang Kec. Medan Sunggal seluas


2.780 M2.
5.

Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Karya Gg.


Wonosobo, Gg. Cikalong dan Gg. Karang Anyar Kec. Medan Barat
seluas 2.200 M2.

6.

Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Pinang Baris


Gg. Langgar dan Gg. Melayu Kel. Sunggal Kec. Medan Sunggal seluas
1.650 M2.

7.

Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Setia Budi


Gg. Tengah Kel. P.B Selayang I Kec. Medan Selayang seluas
1.498 M2.

8.

Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Sei Kera Gg.
Rezeki, Gg. Rezeki A, Gg. Rezeki B, Gg. Rezeki C, Gg. Rezeki D, Gg.
Indra Loka dan Gg. Jawa Kec. Medan Perjuangan seluas 1.800 M2.

9.

Rehabilitasi

dan

pengaspalan

jalan

dengan

hotmix

di

Jl.

Pembangunan Gg. Melati, Gg. Dame dan Gg. Sosial Kel. Helvetia
Timur Kec. Medan Helvetia seluas 2.150 M2.
10. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Eka Jaya IV,
Jl. Eka Dewi Kompleks Rispa dan Jl. Eka Kencana Kel. Gedong Johor
Kec. Medan Johor seluas 2.140 M2.
11. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Turi Gg. UISU
dan Gg. Gambar, Jl. Saudara, Gg. Tapian Daya dan Gg. Sahata
Tengah Kec. Medan Kota seluas 2.075 M2.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-50

12. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Pinang Baris
Gg. Wakaf Kel. Lalang Kec. Medan Sunggal seluas 1.500 M2.
13. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Suka Tirta,
Intersection Gg. Buntu dan Intersection Jl. Suka Tenang Kel. Suka
Maju Kec. Medan Johor seluas 2.100 M2.
14. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Sei Batang
Hari Gg. Singer, Gg. Famili dan Jl. Titi Papan Gg. Rezeki Kel. Sei
Sikambing D Kec. Medan Petisah seluas 1.800 M2.
15. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Cemara Gg.
Kelapa II, Gg. Tengah dan Jl. Jemadi Gg. Kelapa I (lanjutan) Kel. P.B
Darat II Kec. Medan Timur seluas 1.650 M2.
16. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Menteng VII
Gg. Sitinjo Kel. Binjai Kec. Medan Denai seluas 1.650 M2.
17. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Kopi V, VI,
VII, VIII, IX, X dan XI Kel. Mangga Kec. Medan Tuntungan seluas
1.500 M2.
18. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Gaperta Gg.
Berkat Kel. Tanjung Gusta dan Jl. Pembangunan Gg. Famili

Kel.

Helvetia Timur Kec. Medan Helvetia seluas 1.244 M2.


19. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Gaharu Gg.
Perdamaian, Gg. Seri, Gg. Murni dan Gg. Parmin Kec. Medan Timur
seluas 1.500 M2.
20. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Mesjid Al
Iman Kel. Rengas Pulau dan Jl. Marelan V Gg. Cerut Kel. Terjun Kec.
Medan Marelan seluas 1.437,50 M2.
21. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Melati 13 dan
Jl. Anggrek 3, Jl. Kamboja 3, Jl. Kamboja 2, Jl. Mawar 1, Jl. Mawar 2
Kel. Helvetia Timur Kec. Medan Helvetia seluas 1.517,50 M2.
22. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bunga Rinte
I, II dan III Kel. Simpang Selayang Kec. Medan Tuntungan seluas
1.350 M2.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-51

23. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Karya


Bersama Kel. P. Masyhur Kec. Medan Johor seluas 1.153,41 M2.
24. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Jemadi Lk. IV
dan Jl. Jemadi Lk. I Kel. P.B Darat II Kec. Medan Timur seluas
1.045,50 M2.
25. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Santun Kec.
Medan Kota seluas 1.350 M2.
26. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Gatot
Subroto Gg. Dermawan dan Gg. Pertama Kel. Sei Sikambing C Kec.
Medan Helvetia seluas 690 M2.
27. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Mawar 9 Kel.
Helvetia Tengah Kec. Medan Helvetia seluas 690 M2.
28. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Brigjend
Katamso Gg. Syahbandar Kel. Aur Kec. Medan Maimon seluas
690 M2.
29. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bunga Wijaya
12 dan Jl. Bunga Mawar Gg. Keluarga Kec. Medan Selayang seluas
690,05 M2.
30. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bunga Raya
Gg. H. Zufri Kec. Medan Tuntungan seluas 690 M2.
31. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bilal Dalam
Kec. Medan Timur seluas 720 M2.
32. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. M. Basir Gg.
Inpres Lk. 32 Kel. Rengas Pulau Kec. Medan Marelan seluas 625 M2.
33. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Marelan VIII
Gg. Wirak Lk. XIX Kel. Rengas Pulau Kec. Medan Marelan seluas
625 M2.
34. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. H. Adam
Malik Gg. Peringatan Kel. Glugur Kota Kec. Medan Barat seluas
620 M2.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-52

35. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Pasar VI / Jl.
Kenanga Raya Gg. Kenanga XIX dan Gg. Kenanga XV Kec. Medan
Selayang seluas 672 M2.
36. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bunga Mawar
13 Kec. Medan Selayang seluas 690 M2.
37. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Gaperta
Gg. Mutiara Kel. Tanjung Gusta Kec. Medan Helvetia seluas 720 M2.
38. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Dwi Kora I
Kel. Harjosari II Kec. Medan Amplas seluas 630 M2.
39. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Karya Kasih
Gg. Karya Baru Kel. P. Masyhur Kec. Medan Johor seluas 640 M2.
40. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Karya Jaya
Gg. Karya Citra Kec. Medan Johor seluas 600 M2.
41. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Pasar II
Gg. Merak Kec. Medan Selayang seluas 645 M2.
42. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bunga Asoka
Gg. Subur Kel. Asam Kumbang Kec. Medan Sunggal seluas 604 M2.
43. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bromo
Gg. Bintara dan Gg. Keluarga Kel. Tegal Sari Mandala III Kec. Medan
Denai seluas 620 M2.
44. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Seksama
Gg. Rela Kel. Binjai Kec. Medan Denai seluas 600 M2.
45. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Menteng VII
Gg. Kenanga Kel. Menteng kec. Medan Denai seluas 690 M2.
46. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bunga Rampe
VII Kel. Simalingkar B Kec. Medan Tuntungan seluas 598 M2.
47. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Sidomulyo
Kel. P.B Darat II Kec. Medan Timur seluas 600 M2.
48. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bromo ujung
Gg. Aman dan Jl. Selamat Gg. Keluarga Kec. Medan Denai seluas
668 M2.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-53

49. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Sepakat


ujung Gg. Rela Kec. Medan Denai seluas 600 M2.
50. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Padang
Gg. Pakantan Kel. Tembung Kec. Medan Tembung seluas 600 M2.
51. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Jamin
Ginting Gg. Bangun Kel. Mangga Kec. Medan Tuntungan seluas
600 M2.
52. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Sepakat
Gg. Saudara Kec. Medan Denai seluas 585 M2.
53. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Menteng VII
Gg. Serasi Kel. Menteng Kec. Medan Denai seluas 687,50 M2.
54. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Garu VI
Gg. Merpati Kel. Harjosari I Kec. Medan Amplas seluas 600 M2.
55. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Merpati
Gg. Cendrawasih Kel. Harjosari I Kec. Medan Amplas seluas 700 M2.
56. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Nusa Indah VI
Kel. Helvetia Tengah Kec. Medan Helvetia seluas 600 M2.
57. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Kunyit Kel.
Darat Kec. Medan Baru seluas 605 M2.
58. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Pintu Air IV
Gg. Damai Kel. Kwala Bekala Kec. Medan Johor seluas 732 M2.
59. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Seto
Gg. Purnawirawan dan Gg. Sempurna Kel. Tegal Sari II Kec. Medan
Area seluas 718,25 M2.
60. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Cemara
Gg. Rambutan Kel. P.B Darat II Kec. Medan Timur seluas 600 M2
61. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bom Lama
Kec. Medan Labuhan seluas 600 M2.
62. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Cemara
Gg. Cendana Kel. P.B Darat II Kec. Medan Timur seluas 600 M2.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-54

63. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Gaperta


ujung Gg. Melati Indah dan Gg. Beringin Kel. Tanjung Gusta
Kec. Medan Helvetia seluas 620 M2.
64. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Gaperta
Gg. Purnama Kel. Tanjung Gusta Kec. Medan Helvetia seluas 474 M2.
65. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Gaperta
Gg. Rukun Kel. Helvetia Timur Kec. Medan Helvetia seluas 600 M2.
66. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Gaperta
Gg. Wakaf Kel. Tanjung Gusta Kec. Medan Helvetia seluas 600 M2.
67. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Karya Jaya
Gg. Eka Rame Kec. Medan Johor seluas 675 M2.
68. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Karya Jaya
Gg. Karya Sejati dan Jl. Karya Selamat Gg. Rahmat Kec. Medan Johor
seluas 600 M2.
69. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Jamin
Ginting Gg. Mejuah-juah Kel. Mangga Kec. Medan Tuntungan seluas
525 M2 .
70. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Jamin
Ginting Gg. Ganepo dan Gg. Sedar Kel. Padang Bulan Kec. Medan Baru
seluas 600 M2.
71. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Marelan V
Gg. SMPN-32 Kec. Medan Marelan seluas 600 M2.
72. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Garu IV ujung
Kel. Harjosari I Kec. Medan Amplas seluas 600 M2
73. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Pimpinan
Gg. Perkauman Kec. Medan Perjuangan seluas 600 M2.
74. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Pelita I
Gg. Sepakat Kel. Sei Kera Hilir Kec. Medan Perjuangan seluas
600 M2.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-55

75. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Pancing


Gg. Hawa Kel. Indra Kasih Kec. Medan Tembung seluas 500 M2
76. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Serimpi 6
Kel. Namo Gajah Kec. Medan Tuntungan seluas 600 M2.
77. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Letda Sujono
Gg. Makmur Kec. Medan Tembung seluas 600 M2.
78. Rehabilitasi

dan

pengaspalan

jalan

dengan

hotmix

di

Jl. Pembangunan Gg. Ruris I Kel. Helvetia Timur Kec. Medan Helvetia
seluas 450 M2.
79. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Marelan VII
Gg. Amal V Lk. IV Kel. Tanah Enam Ratus Kec. Medan Marelan seluas
450 M2.
80. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Jati
Gg. Keluarga Kel. P.B Bengkel Kec. Medan Timur seluas 600 M2.
81. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Sepakat
Gg. Pembangunan Kec. Medan Denai seluas 585 M2.
82. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Nusa Indah I
Kel. Helvetia Tengah Kec. Medan Helvetia seluas 540 M2.
83. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Agus Salim
Gg. Suropati Kel. Sei Putih Timur Kec. Medan Petisah seluas 640 M2.
84. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Jawa
Gg. MNP Kel. Sei Sikambing C-II Kec. Medan Helvetia seluas 510 M2.
85. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Filisium I dan
Jl. Mawar 12 Kel. Helvetia Tengah Kec. Medan Helvetia seluas
600 M2.
86. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Jawa
Gg. Muhammadiyah Kel. Sei Sikambing C-II Kec. Medan Helvetia
seluas 510 M2.
87. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Karya
Gg. Cirebon Kel. Karang Berombak Kec. Medan Barat seluas 522 M2

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-56

88. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Tomat Kel.
Darat Kec. Medan Baru seluas 582,50 M2.
89. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Brigjend
Katamso Gg. Dermawan dan Gg. Subur Kec. Medan Johor seluas
495 M2.
90. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Sejahtera
Gg. Tongku Azhar Kec. Medan Helvetia seluas 475 M2.
91. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Gaperta
Gg. Akur Kel. Helvetia Timur Kec. Medan Helvetia seluas 450 M2.
92. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Damar
Gg. Subur Kel. Sei Putih Timur Kec. Medan Petisah seluas 450 M2
93. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Karya Budi
ujung Kel. Pangkalan Masyhur Kec. Medan Johor seluas 540 M2
94. Rehabilitasi

dan

pengaspalan

jalan

dengan

hotmix

di

Jl.

Pembangunan Gg. Rezeki Kel. Padang Bulan Kec. Medan Selayang


seluas 480 M2.
95. Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Tersebar di Kota Medan.
96. Produksi Hotmix AMP.
b.

Pengembangan Sistem Pengelolaan Jaringan Saluran Drainase

1.

Pembetonan talud parit di Jl. Pasar VII / Mesjid Syuhada Kec. Medan
Selayang sepj.: 686 M.

2.

Pembetonan talud parit di Jl. Kapiten Purba Kec. Medan Tuntungan


sepj.: 952 M.

3.

Pembetonan talud parit di Jl. Jermal XII Kel. Denai Kec. Medan Denai
sepj.: 769,50 M.

4.

Pemeliharaan Bangunan Air (Irigasi) tersebar di Kota Medan

5.

Rehabilitasi

dan

Pemeliharaan

Saluran

Drainase

tersebar

di

Kota Medan (Swakelola).


6.

Pembenahan Sektor Jaringan Drainase Kota Medan (Dana Pendamping


MMUDP).

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-57

c.

Pembangunan dan Peningkatan Sarana Jalan dan Jembatan

1.

Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Sudirman


Kec. Medan Polonia seluas 13.900 m2.

2.

Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Cik Ditiro


Kec. Medan Polonia seluas 4.500 m2.

3.

Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Sutomo


Kec. Medan Timur seluas 13.490 m2.

4.

Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Surabaya


Kec. Medan Kota seluas 5.400 m2.

5.

Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bandung


Kec. Medan Kota seluas 3.600 m2.

6.

Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bunga


Cempaka Kec. Medan Selayang seluas 4.100 m2.

7.

Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Karya Jaya


lanjutan Kec. Medan Johor seluas 6.490 m2.

8.

Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Mahkamah


Kec. Medan Kota seluas 4.200 m2.

9.

Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Harimau,


Jl. Kuda, Jl. Wahidin Baru Kec. Medan Kota seluas 1.720 m2.

10. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Rakyat


Kec. Medan Perjuangan seluas 3.250 m2.
11. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bunga Pancur
IX lanjutan Kec. Medan Tuntungan seluas 3.150 m2.
12. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Pulau
Sicanang Kec. Medan Belawan seluas 6.700 m2
13. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Kapt.
Muchtar Basri Kec. Medan Timur seluas 4.350 m2.
14. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Padang
Sidempuan, Jl. Surabaya Baru, Jl. Martapura Kec. Medan Kota seluas
2.250 m2.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-58

15. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Ansari Kec.
Medan Kota seluas 1.857 m2.
16. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bunga
Terompet Kec. Medan Selayang seluas 2.000 m2.
17. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bersama
Kec. Medan Tembung seluas 1.737 m2.
18. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Tuasan
Kec. Medan Tembung seluas 2.500 m2.
19. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Duyung
Kec. Medan Area seluas 1.350 m2.
20. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Pasar I
Kec. Medan Selayang seluas 7.200 m2.
21. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Eka Warni
Kec. Medan Johor seluas 7.500 m2.
22. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl.Bunga Ncole
Kec. Medan Tuntungan seluas 6.000 m2.
23. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Eka Warni IX
Kec. Medan Johor seluas 1.398 m2.
24. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Cemara
Kec. Medan Kota seluas 2.200 m2.
25. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Meranti Kec.
Medan Kota seluas 2.600 m2.
26. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Hayam Wuruk
Kec. Medan Baru seluas 4.800 m2
27. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Mangkubumi
Kec. Medan Maimon seluas 1.347 m2.
28. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bunga
Pancur, Jl. Bunga Pancur Terusan dan Jl. Bunga Pales VII A

Kec.

Medan Tuntungan seluas 2.600 m2.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-59

29. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl.Bantam,


Jl. Kangkung Kec. Medan Baru seluas 1.650 m2.
30. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Sei Belumai,
Jl. Sei Terjun lanjutan, Jl. Sei Halaban Kec. Medan Baru seluas
1.470 m2.
31. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. RPH Lanjutan
Kec. Medan Deli seluas 1.250 m2.
32. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl.Mapilindo dan
Intersection di Jl. Prajurit, Jl. Rakyat, Jl. Sei Kera Kec. Medan
Perjuangan seluas 4.500 m2.
33. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Alumunium
Raya dan Intersection di Jl. Aluminium I,II dan III Kec. Medan Deli
seluas 4.500 m2.
34. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Karya Bakti
m/d Jl. Karya Jaya s/d Jl. Karya Budi Kec. Medan Johor seluas
6.650 m2.
35. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Selamat, Jl.
Selamat

Ujung,

Jl.

Perhubungan

Kec.

Medan

Amplas

seluas

11.250 m2.
36. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Masuk
Perumahan Buruh TKBM Kec. Medan Labuhan seluas 2.000 m2.
37. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Aman,
Jl. Buntu, Jl. Pasar IV Kec. Medan Helvetia seluas 4.200 M2
38. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Marelan III
Kec. Medan Marelan seluas 4.500 m2.
39. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Emas,
Jl. Sampali, Jl. Sei Kera dan Jl. Deli Tua Kec. Medan Perjuangan
seluas 5.400 m2
40. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Mangan III
Kec. Medan Deli seluas 9.100 m2.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-60

41. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Mandala by


Pass Kec. Medan Tembung seluas 11.200 m2.
42. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bunga Rampe
VI (Jalan menuju Pemakaman Kristen) Kec. Medan Tuntungan seluas
2.400 m2.
43. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Purwo
Kec. Medan Perjuangan seluas 1.750 m2.
44. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Marelan V
lanjutan Kec. Medan Marelan seluas 3.200 m2.
45. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bangun Sari
Kec. Medan Johor seluas 1.800 m2.
46. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Setia Baru,
Jl. Rela Ke. Medan Barat seluas 3.200 m2.
47. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Tirto Sari
Kec. Medan Tembung seluas 1.600 m2
48. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Jawa,
Jl. Bunga Dalam, Jl. Riau Kel. Belawan II Kec. Medan Belawan seluas
2.500 m2.
49. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Namo
Bintang Kec. Medan Tuntungan seluas 2.000 m2.
50. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Kapiten
Purba Kec. Medan Tuntungan seluas 3.600 m2
51. Peningkatan Jalan Karya Wisata Kec. Medan Johor seluas 10.496 m2
52. Rehabilitasi,

pengaspalan

dan

pembetonan

drainase

di

Jl. Pembangunan m/d Jl. SM. Raja s/d Jl. STM Kec. Medan Johor
seluas 2.250 m2 & 1.500 m'.
53. Rehabilitasi, pengaspalan jalan di Jl. Perbatasan m/d Jl. SM. Raja s/d
Jl. STM dan Pembetonan drainase m/d Jl. SM. Raja s/d Sei Batuan
Kec. Medan Amplas seluas 2.250 m2 & 1.500 m'.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-61

54. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. STM Suka
Damai Kec. Medan Johor seluas 3.532 m2.
55. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Bunga
Kenanga Kec. Medan Selayang seluas 6.168 m2.
56. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Abadi
Kec. Medan Sunggal seluas 6.325 m2.
57. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Gaperta
ujung Kec. Medan Helvetia seluas 10.560 m2.
58. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Pelita II
Kec. Medan Perjuangan seluas 5.000 m2.
59. Rehabilitasi dan pengaspalan jalan dengan hotmix di Jl. Mesjid Taufik
Kec. Medan Perjuangan seluas 3.360 m2.
60. Rehabilitasi, pemeliharaan dan Pengaspalan Jalan dengan Hotmix
tersebar di Kota Medan (Swakelola).
61. Pemasangan paving block Jalan Baru halaman Kantor Walikota Medan
seluas 315 m2.
d. Konsultan Supervisi
1. Konsultan Supervisi Jalan Lingkungan.
2. Konsultan Supervisi Pembangunan Jalan dan Jembatan.
3. Konsultan Supervisi Jaringan Drainase.
e Perbaikan Bekas Galian Pihak Ketiga
1. Perbaikan Bekas Galian Pihak Ketiga tersebar di Kota Medan.
f. Peningkatan Kapasitas Daerah
1. Biaya operasional peningkatan pendapatan daerah.
g. Peningkatan Sarana dan Prasarana Kantor
1. Pengadaan Alpoinmain sebanyak 1 (satu) unit.
2. Pengadaan Cutter ( Pemotong Aspal ) sebanyak 2 (dua) unit.
3. Pengadaan Baby Roller sebanyak 1 (satu) unit.
h. Pembuatan dan Penggandaan Dokumen
1. Penyusunan RENSTRA
2. Penyusunan RENJA.
3. Penyusunan LAKIP.
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-62

2) Pencapaian Program Dan Kegiatan


Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan pekerjaan
umum selama tahun 2006 menghasilkan output (keluaran) dan outcome
(hasil) sebagai berikut :
1. Meningkatnya jumlah jalan yang diaspal sebesar 263.350 m2
2. Meningkatnya jumlah saluran yang dibeton sepanjang 30.644,40 m
3. Meningkatnya

jumlah

jalan

lingkungan

yang

diaspal

sebesar

87.880,21 m2
4. Meningkatnya jumlah bangunan air/drainase yang dipelihara/dirawat
yang seluruhnya berjumlah 510.131,50 m
5. Bertambahnya

jumlah

jalan

yang

dipelihara/dirawat

seluas

132.717 m2
6. Terealisasinya

penerimaan PAD dari izin pemanfaatan utilitas dan

sewa alat berat menjadi sebesar Rp. 738.050.458,97.


Implementasi kebijakan, program dan kegiatan pembangunan
bidang pekerjaan umum selama tahun 2006 berdampak kepada:
1. Terciptanya lingkungan pemukiman yang nyaman.
2. Meningkatnya kelancaran arus barang, jasa dan orang.
3. Meningkatnya estetika kota.
4. berkurangnya daerah rawan banjir.
5. Tersedianya infrastruktur.
6. Meningkatnya rasa memiliki masyarakat terhadap hasil pembangunan kota.

3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara


Secara fungsional penyelenggaraan urusan pekerjaan umum
menjadi tugas dan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan,
dengan mengembangkan koordinasi kepada SKPD terkait.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-63

4) Profil Kepegawaian
NO
1.
2.

3.

4.
5.

URAIAN

JUMLAH (ORANG)

Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan:
2.1. SD Sederajat
2.2. SMP Sederajat
2.3. SLTA Sederajat
2.4. D1, D2, D3 Sederajat
2.5. S1 Sederajat
2.6. S2 Sederajat
Pangkat/Golongan:
3.1. Gol. II
3.2. Gol. III
3.3. Gol. IV
Jumlah Pejabat Struktural
Jumlah Pejabat Fungsional

117
7
5
62
7
28
8
17
98
2
25
10

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut di atas, maka salah satu


masalah penyelenggaraan urusan pekerjaan umum di bidang SDM adalah
terbatasnya sumber daya aparatur baik dari segi kualitas maupun
kuantitasnya, terutama yang memiliki kualifikasi pendidikan di bidang
teknik sipil dan akuntansi. Hal ini membawa konsekwensi keterbatasan
kompetensi pelaksanaan tugas dan fungsi pekerjaan umum.
5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan pekerjaan umum
selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran belanja sebesar
Rp. 96.849.003.352,- yang terdiri dari Belanja Aparatur sebesar
Rp. 5.553.128.352,- dan Belanja Publik sebesar Rp. 91.295.875.000,dengan realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp. 94.661.783.251,11
atau selisih (+/-) sebesar Rp 2.187.220.100,89,-

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-64

6) Kondisi Sarana Dan Prasarana Kerja


Untuk mendukung penyelenggaraan urusan pekerjaan umum,
Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan dilengkapi dengan peralatan dan
perlengkapan

kantor

termasuk

meubeleur

dan

alat-alat

berat.

Pada umumnya sebagian peralatan yang ada saat ini masih dalam kondisi
layak pakai, namun sebagian lainnya sudah kurang atau bahkan tidak
layak pakai lagi karena sudah rusak. Dari segi kuantitas prasarana dan
sarana kerja yang dimiliki juga masih rendah.
7) Permasalahan Dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (output) dan hasil (outcome) yang
dicapai selama tahun 2006 cukup signifikan, namun penyelenggaraan
urusan pekerjaan umum tetap masih dihadapkan kepada berbagai
masalah dan kendala yang kompleks. Ada 13 (tiga belas) masalah pokok
yang dihadapi dalam penyelenggaraan urusan prasarana jalan, jembatan
dan drainase saat ini, yaitu :
1. Kondisi

jaringan

jalan

dan

jembatan

masih

perlu

ditingkatkan

penanganan dan perawatannya. Kondisi saat ini relatif baik di inti kota,
sedangkan di daerah pinggiran kota peningkatan jaringan jalan dan
jembatan dilakukan secara bertahap, yang disesuaikan dengan kemampuan
anggaran. Kondisi jalan yang ada saat ini terdiri dari kondisi baik 21,58%;
kondisi sedang 44,94%; rusak dan rusak berat 33,48%. Hal tersebut
menunjukkan bahwa 44,94% jaringan jalan masih memerlukan peningkatan
kualitas

berupa

rehabilitasi,

pemeliharaan

dan

perawatan.

Sedangkan 33,48% membutuhkan peningkatan kualitas berupa pembangunan


fisik.

2. Pembangunan jalan relatif masih terbatas, disebabkan alokasi anggaran


yang tersedia masih relatif rendah. Pertumbuhan jumlah kendaraan telah
meningkat jauh dibandingkan dengan kapasitas jalan yang tersedia.
Untuk melakukan pembangunan jalan baru maupun pelebaran jalan
terkendala pada aspek ganti rugi lahan untuk pembangunan dan kurangnya
partisipasi masyarakat dalam pembebasan lahan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-65

3. Masih belum terpadunya pengelolaan wewenang dan kerjasama dalam


pembangunan jaringan jalan dan jembatan. Kewenangan pengelolaan
jalan arteri masih menjadi tanggung jawab pemerintah atasan. Sinkronisasi
kebijakan, program dan kegiatan pembangunan serta pemeliharaan jalan
dan jembatan dengan pemerintah atasan, pemerintah daerah kabupaten
yang berbatasan dengan Kota Medan dan instansi yang memanfaatkan
jaringan jalan dan jembatan yang belum optimal.

4. Kualitas dan kuantitas data base jaringan jalan dan jembatan masih
belum memadai. Pembuatan data base jalan yang telah dilakukan belum
mampu mencakup keseluruhan kondisi ruas jalan yang ada di Kota Medan.
Keberadaan data base dan sistem informasi jaringan jalan dan jembatan
sangat

diperlukan

pembangunan

untuk

maupun

efektifitas

pemeliharaan

dan
jaringan

efesiensi
jalan

perencanaan

dan

jembatan.

Data base berguna untuk memilih skala prioritas di antara banyaknya


kebutuhan peningkatan jaringan jalan dan jembatan. Data yang benar dan
lengkap dapat memudahkan estimasi pembiayaan pembangunan dan juga
manajemen waktu pelaksanaan pembangunan/peningkatan/pemeliharaan
jaringan jalan dan jembatan.

5. Pola hirarki kelas dan fungsi jalan belum tertata dengan baik. Kota Medan
belum memiliki hirarki jalan yang terstruktur mulai dari fungsi arteri
primer, arteri sekunder, kolektor sampai jalan lingkungan. Hirarki jalan
berfungsi untuk mengendalikan beban yang ditanggung oleh setiap ruas
jalan, pengendalian sistem pergerakan dan perencanaan pembangunan
jaringan jalan.

6. Rendahnya partisipasi masyarakat untuk menjaga dan merawat hasilhasil pembangunan jalan dan jembatan. Kerusakan jalan sering disebabkan
aktivitas-aktivitas masyarakat yang melakukan pengangkutan material
bahan bangunan seperti tanah yang melebihi kapasitas daya dukung
konstruksi jalan, timbunan bahan bangunan di badan atau di pinggir jalan
yang menyebabkan terhalangnya aliran air ke drainase saat hujan, dan
lain-lain.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-66

7. Masih terbatasnya dukungan prasarana jaringan drainase sehingga


menyebabkan terjadi banjir ataupun genangan air. Banjir di Kota Medan
dapat dikategorikan atas dua tipe banjir, yaitu banjir drainase lokal dan
banjir akibat air sungai meluap. Banjir lokal sering terjadi

(20 kali per

tahun) di beberapa lokasi. Penyebab utama adalah tidak memadainya atau


kurang lancarnya kapasitas pembuangan air hujan dari jalan melalui saluran
ke saluran utama dan sungai. Banjir tipe kedua terjadi 1 kali dalam 25
tahun. Banjir tipe ini pernah terjadi pada tahun 1956, 1990 dan terakhir
tahun 2002.

8. Keterbatasan kemampuan keuangan Pemerintah Kota dalam pembiayaan


pembangunan dan pemeliharaan saluran drainase. Sebagai gambaran,
untuk mengembalikan sistem drainase di areal yang tergenang saja
(diperkirakan 650 km) agar kembali pada kapasitas awalnya diperlukan
biaya minimal Rp. 207 Milyar/tahun di luar pajak dan biaya administrasi.
Nilai ini belum termasuk peningkatan saluran drainase. Pembiayaan
pembangunan jaringan drainase baru yang menjadi kebutuhan seiring
perkembangan

perumahan

dan

kawasan

perdagangan

baru

juga

membutuhkan dana yang lebih besar. Sebenarnya terdapat beberapa


potensi sumber pembiayaan lain tetapi hal ini belum dapat dilakukan secara
optimal terutama adanya kendala data.

9. Kualitas dan kuantitas data base dan pemetaan saluran drainase masih
rendah.

Keberadaan data diperlukan untuk memperkirakan kebutuhan

kapasitas saluran dan pola saluran atau bahkan pembuatan simulasi


pencegahan bahaya banjir.

10. Wewenang pengelolaan saluran primer terutama sungai masih menjadi


tanggung jawab pemerintah atasan. Kerap terjadi banjir yang disebabkan
luapan sungai sangat dipengaruhi oleh perubahan lahan dan penebangan
hutan di areal hulu sungai-sungai besar yang melintasi Kota Medan.

11. Sistem jaringan saluran drainase belum tertata dengan baik, terutama
untuk mengantisipasi perubahan tata guna lahan dan berkurangnya
resapan air. Pembangunan perumahan skala besar dan peralihan tata guna
lahan di Kota Medan dan di bagian hulu sungai memperbesar aliran air dan
kebutuhan peningkatan kapasitas saluran. Sistem jaringan juga terkait

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-67

dengan saluran pembuangan yang melibatkan wilayah di Kabupaten Deli


Serdang. Penataan jaringan diperlukan agar peningkatan volume air saat
hujan tidak menyebabkan genangan.

12. Kapasitas saluran belum sesuai dengan kebutuhan.

Hal ini bisa

disebabkan kesalahan struktural sistem, saluran tersumbat total karena


pembangunan konstruksi pihak ketiga, kondisi inflow yang buruk, kapasitas
aliran menurun akibat sampah dan sedimentasi, kurangnya perhitungan inlet
dan

aksesibilitas

saluran

pada

pembangunan

yang

dilakukan

oleh

masyarakat.

13. Rendahnya partisipasi masyarakat untuk menjaga dan merawat hasilhasil pembangunan drainase.

Penutupan saluran drainase real-estate

maupun masyarakat individu yang dibuat lebih rendah dari tinggi saluran
bahkan dapat menutup saluran atau menghambat aliran air saat hujan.
Kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran drainase
dan melakukan perawatan saluran lingkungan secara teratur sangat rendah.
Pembuatan sumur resapan individu maupun berkelompok sebagaimana
dipersyaratkan dalam izin mendirikan bangunan juga belum dilakukan oleh
masyarakat.

Berbagai solusi sebagai tindak lanjut dari permasalahan dan


kendala yang dihadapi dalam pengelolaan urusan pekerjaan umum pada
masa yang akan datang adalah perlunya mempertimbangkan kebijakan
dan program sebagai berikut:
1.

Meningkatkan

kualitas

perencanaan,

pelaksanaan

dan

pengawasan

pembangunan fisik jalan, jembatan dan saluran drainase.


2.

Meningkatkan kualitas data base jaringan jalan, jembatan dan drainase.

3.

Meningkatkan kualitas dan kuantitas prasarana fisik jalan, jembatan dan


saluran drainase seiring dengan upaya meningkatkan potensi pembiayaan.

4.

Meningkatkan penanganan perawatan jalan, jembatan dan drainase


eksisting yang ada.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-68

4. PERMUKIMAN
4.1. Fungsi Perumahan dan Permukiman
Fungsi perumahan dan permukiman sangat penting, sebab sangat
terkait dengan ketersediaan prasarana dan sarana perkotaan, khususnya
di

bidang

perumahan

dan

permukiman,

seperti

jalan

setapak,

perumahan, prasarana pendidikan, kesehatan dan bangunan pemerintah.


Mengingat kedudukannya yang sangat strategis, fungsi ini merupakan
salah satu prioritas program dan kegiatan pembangunan kota selama
tahun 2006.
1) Program Dan Kegiatan
Dalam rangka penyelenggaraan urusan wajib di bidang perumahan
yang terdiri dari fungsi perumahan dan permukiman, ditetapkan program
dan kegiatan pokok selama tahun 2006 sebagai berikut :
a. Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Survey perencanaan dan kegiatan tahun 2006.
b. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
1. Biaya administrasi umum pelaksanaan DAK Non DR tahun
anggaran 2006.
2. Penyusunan standar pelayanan minimal.
c. Pembangunan dan Rehabilitasi serta Pemeliharaan Fasilitas Umum
1. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana di
kawasan perumahan dan permukiman.
2. Pemeliharaan sarana dan prasarana jalan setapak, pembetonan
jalan setapak tersebar di Kota Medan.
3. Penyusunan studi kelayakan, master plan DED pasar induk sayursayuran/buah-buahan di Tuntungan.
4. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana air bersih
di kawasan perumahan dan permukiman

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-69

d. Program Pengembangan Perumahan


1. Dana pendamping pembangunan Rusunawa Kel. Sei Mati Kec.
Medan Labuhan.
e. Pembangunan dan Rehabilitasi serta Pemeliharaan Fasilitas Sosial
Kesehatan
1. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana di
kawasan perumahan dan permukiman bidang sarana kesehatan.
f. Pembangunan dan Rehabilitasi serta Pemeliharaan Fasilitas Sosial
Pendidikan
1. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana di
kawasan perumahan dan permukiman bidang sarana pendidikan
2. Pemeliharaan fasilitas pendidikan, gedung, meubelair SD, dan
kegiatan hari-hari besar tersebar se Kota Medan
g. Pembangunan dan Rehabilitasi serta Pemeliharaan Fasilitas Khusus
1. Peningkatan

kualitas

dan

kuantitas

sarana

dan

prasarana

di kawasan perumahan dan permukiman bidang sarana Pemerintah


2. Peningkatan

kualitas

dan

kuantitas

sarana

dan

prasarana

lingkungan taman bidang sarana perumahan dan permukiman


3. Pemeliharaan

gedung

Pemerintah

dan

kesehatan

tersebar

di Kota Medan
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan perumahan
dan permukiman selama tahun 2006 menghasilkan out put (keluaran)
sebagai berikut :
1. Terlaksananya Survey Perencanaan dan Kegiatan Tahun 2006, guna
mendukung ketersediaan data berupa dokumen perencanaan dan
kegiatan tahun 2006.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-70

2. Tersedianya biaya

Administrasi Umum Pelaksanaan DAK Non DR

Tahun Anggaran 2006 sehingga terlaksananya kegiatan DAK Non DR


Tahun Anggaran 2006.
3. Tersusunnya

Standar

Pelayanan

Minimal

di

bidang

perumahan/permukiman sehingga dapat digunakan sebagai pedoman


pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pembangunan perumahan dan
permukiman.
4. Terlaksananya pembetonan jalan setapak sebanyak 208 (dua ratus
delapan)

lokasi,

sehingga

meningkatkan

kualitas

prasarana

5. Terpeliharanya sarana dan prasarana jalan setapak

sebanyak

lingkungan pemukiman.
58 (lima puluh delapan) lokasi, sehingga meningkatkan pemeliharaan
sarana dan prasarana pemukiman.
6. Tersusunnya Laporan Studi Kelayakan, Master Plan DED Pasar Induk
Sayur-Sayuran/Buah-Buahan di Tuntungan, sehingga tersedianya
pedoman/model pembangunan Pasar Induk Sayur-Sayuran/BuahBuahan di Tuntungan.
7. Terlaksananya pembangunan sarana air bersih di kawasan perumahan
dan permukiman sebanyak 1 (satu) lokasi, sehingga tersedianya
sarana dan prasarana air bersih di kawasan perumahan dan
permukiman.
8. Tersedianya dana pendamping Pembangunan Rusunawa Kel. Sei Mati
Kec.

Medan

Labuhan,

sehingga

terlaksananya

pembangunan

Rusunawa Kel. Sei Mati Kec. Medan Labuhan.


9. Terlaksananya

rehabilitasi

sarana

dan

prasarana

Puskesmas/

Puskesmas Pembantu sebanyak 28 (dua puluh delapan) unit, sehingga


meningkatnya

kualitas dan kuantitas bangunan

Puskesmas/

Puskesmas Pembantu di Kota Medan.


10. Terlaksananya rehabilitasi gedung SD Negeri sebanyak 31 (tiga puluh
satu) unit, terlaksananya pembangunan ruang kelas SMU Negeri
sebanyak 2 (dua) unit, terlaksananya pembangunan ruang kelas SMP

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-71

Negeri sebanyak 3 (tiga) unit, terlaksananya rehabilitasi gedung SMU


Negeri sebanyak 1 (satu) unit, sehingga meningkatnya kualitas dan
kuantitas prasarana pendidikan di Kota Medan seluruhnya 37 (tiga
puluh tujuh) unit.
11. Terlaksananya pemeliharaan fasilitas pendidikan, gedung, meubelair
SD sebanyak 13 (tiga belas) unit dan kegiatan hari-hari besar tersebar
se Kota Medan, sehingga meningkatkan pemeliharaan fasilitas
pendidikan sebanyak 4 (empat) unit, gedung, meubelair SD dan
kegiatan hari-hari besar.
12. Terlaksananya

rehabilitasi

gedung

perkantoran

Pemko

Medan

sebanyak 27 (dua puluh tujuh) unit dan terlaksananya pembangunan


gedung perkantoran Pemko Medan sebanyak 1 (satu) unit, sehingga
meningkatnya

kualitas

dan

kuantitas

prasarana

Pemerintah

Kota Medan, seluruhnya 28 (dua puluh delapan) unit.


13. Terlaksananya rehabilitasi sarana dan prasarana lingkungan taman
sebanyak 1 (satu) unit sehingga meningkatnya kualitas taman kota.
14. Terlaksananya pemeliharaan gedung Pemerintah dan kesehatan
tersebar di Kota Medan sebanyak 34 (tiga puluh empat) unit sehingga
meningkatkan pemeliharaan gedung Pemerintah dan kesehatan di
Kota Medan.
Penyelenggaraan program dan kegiatan urusan wajib di bidang
Perumahan dan Permukiman selama tahun 2006,

telah berdampak

kepada :
1. Tersedianya sarana jalan/gang yang lebih berkualitas sebagai bagian
dari prasarana dan sarana dasar lingkungan permukiman.
2. Meningkatnya dukungan prasarana dan sarana sekolah, sehingga
diharapkan dapat mendorong proses belajar mengajar yang lebih
berkualitas.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-72

3. Bertambahnya kualitas gedung-gedung Pemerintah Kota Medan yang


baik,

sehingga

pelayanan

kepada

masyarakat

dapat

lebih

ditingkatkan, serta
4. Meningkatnya kuantitas dan kualitas gedung Puskesmas/Puskesmas
Pembantu (PUSTU) yang baik, sehingga memberi kenyamanan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan wajib di bidang
perumahan dan permukiman menjadi tugas dan tanggung jawab Dinas
Perumahan dan Permukiman Kota Medan, dengan mengembangkan
koordinasi kepada SKPD terkait.
4) Profil Kepegawaian
NO
1
2

URAIAN

JUMLAH (ORANG)

Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SLTA Sederajat
2.2. D1, D2, D3 Sederajat
2.3. S1 Sederajat
2.4. S2 Sederajat
Pangkat/Golongan
3.1. Gol. II
3.2. Gol. III
3.3. Gol. IV
Jumlah Pejabat Struktural

60
28
3
25
4
9
45
6
20

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut di atas, maka salah satu


masalah penyelenggaraan urusan perumahan dan permukiman di bidang
sumber daya manusia (SDM) adalah masih kurangnya ketersediaan
aparatur yang memiliki kualifikasi pendidikan di bidang komputer
(autocad, excel).

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-73

5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran


Pelaksanaan program dan kegiatan urusan perumahan dan
permukiman selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran belanja
sebesar Rp 70.852.525.595,- yang terdiri dari Belanja Aparatur sebesar
Rp 26.538.593.025,- dan Belanja Publik sebesar Rp 44.313.932.570,dengan realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp 66.276.206.950,- atau
selisih (+/-) sebesar Rp 4.576.318.645,-.
6)

Kondisi Sarana dan Prasarana Kerja


Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan perumahan

dan

permukiman, Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Medan

dilengkapi oleh peralatan dan perlengkapan kantor termasuk meubelair


dan sarana dan prasarana pelayanan administrasi kantor lainnya. Kendala
yang paling menonjol adalah kurang memadainya prasarana dan sarana
kerja yang dimiliki baik kualitas maupun kuantitasnya.
7)

Permasalahan Dan Solusi


Walaupun berbagai keluaran (out put) dan hasil (out come) yang

dicapai selama tahun 2006 cukup baik, namun penyelenggaraan urusan


perumahan dan permukiman tetap masih di hadapkan kepada berbagai
masalah dan kendala yang cukup kompleks.
Ada 5 (lima) permasalahan pokok yang dihadapi dalam
pengelolaan urusan perumahan dan permukiman antara lain :
1. Masih rendahnya aksebilitas masyarakat (khususnya masyarakat
menengah ke bawah) terhadap fasilitas pembiayaan perumahan yang
layak huni.
2. Masih tingginya jumlah masyarakat yang menghuni rumah tidak layak
huni khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-74

3. Meningkatnya jumlah kawasan kumuh disebabkan banyaknya rumahrumah yang tidak memenuhi aturan Pemerintah tentang persyaratan
untuk mendirikan rumah tempat tinggal.
4. Masih rendahnya kualitas lingkungan perumahan dan permukiman
seperti jalan lingkungan, sanitasi dan lain-lain.
5. Masih

rendahnya

kemampuan

anggaran

untuk

pemeliharaan/

perawatan bangunan Pemerintah.

Berbagai solusi sebagai tindak lanjut dalam menanggulangi


masalah dan kendala pengelolaan urusan perumahan dan permukiman
pada masa yang akan datang,

perlu mempertimbangkan dilakukan

upaya-upaya sebagai berikut :


1.

Meningkatkan

aksebilitas

masyarakat

(khususnya

masyarakat

menengah ke bawah) terhadap fasilitas pembiayaan perumahan yang


layak huni.
2.

Meningkatkan

pembangunan

rumah

susun

sederhana

sewa

(Rusunawa) untuk menampung masyarakat (khususnya masyarakat


menengah ke bawah) yang tidak memiliki rumah atau yang tinggal di
rumah yang tidak layak huni.
3.

Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengikuti


peraturan Pemerintah tentang tata cara mendirikan rumah tempat
tinggal agar tidak terjadi kawasan kumuh.

4.

Meningkatkan

pembangunan jalan-jalan lingkungan dan drainase

sehingga kualitas lingkungan perumahan dan permukiman menjadi


baik.
5.

Meningkatkan

pemeliharaan dan perawatan bangunan Pemerintah

sehingga kualitas bangunan Pemerintah menjadi lebih baik.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-75

4.2. Fungsi Pemadam Kebakaran


1) Program dan Kegiatan
Penyelenggaraan

urusan

pemerintahan

daerah

di

bidang

Pencegah dan Pemadam Kebakaran, dijabarkan dalam bentuk program


dan kegiatan pokok selama tahun 2006, sebagai berikut :
a. Program Sarana dan Prasarana Pencegah dan Pemadam Kebakaran
1. Pengadaan sarana dan prasarana operasional penyelematan
korban kebakaran dan bencana lainnya.
2. Pembangunan pos pembantu/wilayah P2K Kota Medan.
3. Pengadaan sarana dan prasarana pencegahan/penanggulangan
kebakaran.
4. Pemeliharaan dan optimalisasi sarana dan prasarana.
5. Pengadaan sarana dan prasarana pendukung kegiatan operasi dan
administrasi.
6. Administrasi kegiatan pengadaan.
b. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Penyusunan rencana pembangunan tahun anggaran 2007
2. Penyusunan LAKIP PD2K Kota Medan tahun 2005
3. Penyusunan Rentra
c. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur
1. Monitoring

dan

pengendalian

pelaksanaan

kegiatan

Tahun

Anggaran 2006
2. Diklat peningkatan kapasitas dan kapabilitas petugas pemadam
kebakaran
3. Diklat pembinaan disiplin dan kesamaptaan petugas pemadam
kebakaran

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-76

2) Pencapaian Program dan Kegiatan


Pelaksanaan program dan kegiatan urusan pencegahan dan
penanggulangan kebakaran selama tahun 2006 menghasilkan output
pokok sebagai berikut :
1. Tersedianya sarana dan prasarana pencegahan serta penanggulangan
kebakaran dan penyelamatan korban, sehingga dapat dioperasikan
secara optimal.
2. Tersedianya sarana dan prasarana kegiatan operasi berupa :
JENIS

SATUAN

VOLUME

Gulung
Gulung

25
10

Selang ukuran 2.5"


Selang ukuran 1.5"

Jet Nozel ukuran 2.5"


Jet Nozel ukuran 1.5"

Buah
Buah

7
5

Copling Cabang 2 Penghubung

Buah

selang ukuran 2.5 ke 1.5"

3.

Jaket Tahan Panas 6 onz

Unit

Celana panjang tahan panas 6 onz


Sepatu tahan panas sampai 300 c
Helm pemadam Bullard es USA

Unit
Unit
Unit

4
4
4

Lampu kepala
Respirator pelindung
Saringan untuk pelindung

Unit
Unit
Unit

4
4
4

Pelindung muka
Sarung tangan kerja

Unit
Unit

4
4

Alat bantu pernapasan


Blower pengusir asap
Handy Talky

Unit
Unit
Unit

4
1
4

HT Rict / Mobil
Antena / pemancar

Unit
Unit

4
4

Tersedianya sarana dan prasarana pendukung kegiatan operasi


berupa :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-77

JENIS

SATUAN

VOLUME

Pompa air

Unit

Lemari kayu
Tempat tidur uk. besar
Bantal panjang

Set
Set
Buah

4
4
14

Tikar Plastik

Buah

14

Televisi

Set

4.

Tersedianya sarana dan prasarana pendukung kegiatan administrasi


berupa :
JENIS

SATUAN

VOLUME

Perkakas alat-alat bengkel


Papan data sistem huruf tempel
Papan data
Meja Kantor

Set
Lbr
Lbr
Buah

1
1
2
8

Kursi Kerja
Komputer (set)
LCD
Printer inkjet Cannon BJ
Printer dotmatrik Epson LQ
UPS

Buah
Set
Set
Buah
Buah
Unit

16
1
1
1
1
1

5. Terpeliharanya sarana dan prasarana pendukung operasi berupa :


JENIS

SATUAN

VOLUME

Suku Cadang Kenderaan Operasional

Tahun

Derek Kenderaan Urusan

Tahun

Perawatan/perbaikan tanki air.

Tahun

ban dan accu


Pemeliharaan dan Perawatan Sound

Tahun
Set

1
1

System
-

Penggantian battery HT

Buah

10

Pemeliharaan HT

Tahun

Pemeliharaan hidran kebakaran

Tahun

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-78

6. Terselenggaranya diklat peningkatan

kapasitas dan kapablitas

petugas pemadam kebakaran, diikuti oleh 30 peserta, dengan tujuan


meningkatkan keterampilan peserta di bidang penanggulangan
kebakaran.
7. Terselenggaranya diklat pembinaan disiplin dan kesamaptaan petugas
pemadam kebakaran, diikuti oleh 40 peserta, dengan tujuan
meningkatkan disiplin/kesemaptaan petugas pemadam kebakaran.
8. Tersusunnya LAKIP tahun 2005 dan Laporan kegiatan Tahun Anggaran
2006.
9. Tersusunnya Renstra DP2K Tahun 2006 -2010, dan Rencana Kerja
Tahun 2007.
10. Terlaksananya kegiatan pengadaan barang/jasa tahun 2006.
11. Terlaksananya kegiatan monitoring dan pembinaan pelaksanaan
program dan kegiatan Tahun 2006.
12. Optimalnya penanggulangan seluruh kebakaran yang terjadi di Kota
Medan pada tahun 2006 sebanyak 177 kejadian.
13. Menurunnya tingkat kerugian harta benda dan korban jiwa pada
peristiwa kebakaran. Korban meninggal pada tahun 2006 adalah
8 orang, dan korban luka-luka 8 orang, sedangkan korban meninggal
pada tahun 2005 adalah 157 orang (150 orang diantaranya merupakan
korban dalam peristiwa kecelakaan pesawat Mandala), dan Korban
luka-luka pada tahun 2005 adalah 34 orang (18 orang diantaranya
merupakan korban dalam peristiwa kecelakaan pesawat Mandala).
14. Terlaksananya pendataan potensi, penetapan tarif, penagihan dan
penyetoran retribusi, dengan penerimaan PAD pada tahun 2006
sebesar Rp. 981.173.500,00 atau 98,07%.
Dampak pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan bidang
pencegahan dan penanggulangan kebakaran selama tahun 2006 pada
dasarnya terkait dengan pelaksanaan program dan kegiatan selama
5 (lima) tahun terakhir. Beberapa dampak utama pelaksanaan program
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-79

dan kegiatan pembangunan bidang pencegahan dan penanggulangan


kebakaran antara lain :
1. Meningkatnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja DP2K
2. Meningkatnya

peran

masyarakat

dalam

pencegahan

dan

penanggulangan kebakaran.
3. Meningkatnya kemampuan efektif penanggulangan kebakaran.
4. Menurunnya kerugian harta benda dan korban jiwa pada peristiwa
kebakaran.
5. Tercapainya

penerimaan

PAD

sebesar

98,07%,

dari

retribusi

pemeriksaan alat pemadam kebakaran.


3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan pencegahan dan
pemadaman kebakaran, merupakan tugas dan tanggung jawab Dinas P2K
Kota Medan, dengan mengembangkan koordinasi kepada pihak lain, baik
dari lingkungan Pemerintah Kota seperti Dinas Perhubungan, Dinas
Kesehatan, pihak Kepolisian dan pihak lain yang terkait. Di samping itu,
dari lingkungan di luar Pemerintah Kota seperti Basarnas, PMI dan
perusahaan perusahaan secara berkesinambungan, sehingga terjalin
koordinasi yang baik dalam upaya pencegahan dan penanggulangan
bahaya kebakaran dan bencana lainnya.
4) Profil Kepegawaian
Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Dinas Pencegahan
dan Penanggulangan Kebakaran Kota Medan saat ini didukung oleh
Sumber Daya Manusia sebanyak 267 orang yang terdiri atas :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-80

NO
1.
2.

3.

III
1.
2.
3.
4.

URAIAN

JUMLAH (ORANG)
267

Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SD Sederajat
2.2. SLTP Sederajat
2.3. SLTA Sederajat
2.4. D-III
2.5. S-1
2.6. S-2
Menurut Golongan
3.1. Golongan I
3.2. Golongan II
3.3. Golongan III
3.4. Golongan IV
Menurut Jabatan
Eselon II
Eselon III
Eselon IV
PHL

10
13
39
2
16
2
4
34
37
7
1
6
19
185

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut di atas, maka salah satu


masalah penyelenggaraan urusan pencegahan dan pemadam kebakaran
adalah masih kurangnya jumlah pegawai yang bertugas dalam menangani
langsung pemadam kebakaran dan masih minimnya aparat yang
menguasai pengetahuan tentang penanggulangan bencana kebakaran.
5) Alokasi dan Realisasi Anggaran
Untuk melaksanakan program dan kegiatan urusan pencegah
pemadam kebakaran selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran
belanja sebesar Rp 7.754.298.434,- yang terdiri dari Belanja Aparatur
sebesar

Rp

6.320.408.434,-

dan

Rp 1.433.890.000,- dengan realisasi

Belanja

Publik

sebesar

per 31 Desember 2006 sebesar

Rp 7.081.199.625,- atau selisih (+/-) sebesar Rp 673.098.809,-.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-81

6) Kondisi Sarana dan Prasarana Kerja


Dalam rangka mendukung penyelenggaraan tugas pokok dan
fungsinya, Dinas P2K Kota Medan dilengkapi dengan berbagai kondisi dan
komposisi sarana dan prasarana sebagai berikut :
1. Jumlah kenderaan operasional :
No.
1
2
3
4
5
6
7
8

Jumlah Perkondisi
Rusak
Rusak
Baik
Ringan
Berat

Jenis
Ladder truck
Fire truck (Sistem Portable Pump)
Fire truck (Sistem PTO Pump)
Nissan (Sistem PTO Pump)
Mini Bus
Mobil Pick-up
Mini Truck
Sepeda Motor
J U ML A H

4
13
6
1
1
2
1
17
45

1
1

Total
Afkir
3
1
4

11
1
12

4
13
21
2
1
2
2
17
62

2. Pos pemadam kebakaran Kota Medan mempunyai 1 (satu) induk yang


terletak di Jl Candi Borobudur dan 2 (dua) pos wilayah, di Wilayah
Selatan (Amplas) dan Wilayah Utara

(KIM) serta 1 (satu) pos

pembantu di Kecamatan Medan Belawan. Ke empat pos pemadam


kebakaran tersebut didukung prasarana/sarana yang masih sangat
terbatas sehingga perlu peningkatan.
3. Luas tanah dan bangunan yang ditempati Dinas P2K Kota Medan
No

Jenis

Luas

1.

Tanah

6.790 M2

2.

Tanah Kosong

4.210 M2

3.

Tanah Terbangun

2.580 M2

4.

Bangunan

2.580 M2

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-82

7) Permasalahan dan Solusi


Penyelenggaraan

pencegahan dan pemadam kebakaran masih

menghadapi beberapa masalah pokok antara lain :


1. Frekwensi kebakaran cenderung meningkat :
Frekwensi kebakaran cenderung meningkat termasuk kebakaran
dengan skala besar. Menurut kajian sementara, hal ini cenderung
diakibatkan kelalaian masyarakat dalam menggunakan penerangan
darurat seperti lampu teplok atau lilin pada saat seringnya terjadi
pemadaman arus listrik oleh PLN, di samping akibat menurunnya
kualitas

instalasi

listrik

pada

bangunan

karena

faktor

umur

pemakaian.
Selain itu, kebakaran menjadi sulit ditanggulangi karena masih
banyak kawasan permukiman dan daerah terbangun lainnya yang
tidak dapat diakses oleh mobil pemadam kebakaran, oleh karena
pemanfaatan lahan yang belum tertata dengan baik, seperti pada
daerah Kota Matsum di Kecamatan Medan Kota dan Kecamatan Medan
Area, kawasan permukiman di Kecamatan Medan Belawan dan
lainnya.
2. Terbatasnya kualitas dan kuantitas SDM aparatur pencegahan dan
pemadaman kebakaran :
a. Idealnya 1 unit mobil kebakaran membutuhkan 5 orang petugas.
Dengan jumlah mobil pompa (fire truck) dan mobil tangga (ladder
truck) yang beroperasi aktif sebanyak 24 unit, dibutuhkan
120 petugas untuk setiap shift dan 360 orang petugas untuk
3 shift. Saat ini DP2K

Kota Medan baru memiliki 185 orang

petugas berstatus Pegawai Harian Lepas (PHL) dan 17 dari PNS;


b. Jumlah petugas tersebut semakin tidak memadai dengan telah
dibentuknya tambahan satu pos pembantu pemadam kebakaran di
Belawan pada bulan Desember 2006.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-83

c. Petugas yang telah mengikuti pendidikan di pusat pelatihan


pemadam kebakaran DKI Jakarta, hanya 7 orang, dimana 1 orang
sudah pensiun pada bulan Juni 2006;
d. Dari 7 jenjang pelatihan yang seharusnya ditempuh, yaitu Fire
Fighter One, Fire Fighter Two, Rescuer One, Rescuer Two,
Inspector One, Inspector Two dan Commander, Petugas DP2K baru
mengikuti jenjang pelatihan Fire Fighter One dan Rescuer One.
3. Minimnya

sarana

dan

prasarana

pendukung

pencegahan

dan

pemadaman kebakaran :
a. Bahan pemadam api yang efektif bukanlah air, melainkan bahanbahan kimia seperti Liquid Foam AF3. Bahan-bahan kimia tersebut
saat ini tidak dimiliki oleh DP2K;
b. Pada kejadian kebakaran, asap menjadi ancaman bagi nyawa
petugas pemadam kebakaran dan manusia yang berada di dalam
bangunan terbakar. Untuk itu dibutuhkan blower (pengusir asap)
serta

perlengkapan

keselamatan

personal

standar

petugas

pemadam kebakaran. DP2K baru memiliki 9 set perlengkapan


keselamatan personal standar petugas pemadam kebakaran,
dengan item untuk setiap set belum sepenuhnya terpenuhi;
c. Operasi pemadaman api selalu diikuti dengan pemadaman aliran
listrik. Untuk itu dibutuhkan penerangan melalui portable ligthing
tower. DP2K belum memilikinya;
d. Sesuai ketentuan, untuk setiap 30.000 penduduk harus ada 1 pos
pemadam kebakaran agar dapat memenuhi waktu tanggap
15 menit. Saat ini DP2K baru memiliki 1 Pos Induk dan 3 pos
pembantu pemadam kebakaran dan belum memenuhi ketentuan
zona tanggap 7,5 km. Dengan begitu ditambah faktor lalu lintas
Kota Medan yang semakin padat, relatif sulit bagi DP2K untuk
memenuhi waktu tanggap 15 menit;

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-84

e. Menurut ketentuannya, untuk setiap 10.000 penduduk harus


disediakan 1 unit mobil pemadam kebakaran, dengan demikian
untuk Kota Medan yang berpenduduk + 2 juta jiwa semestinya
memiliki 200 unit mobil pemadam kebakaran. Saat ini jumlah
mobil pemadam kebakaran DP2K Kota Medan masih jauh dari
memadai baik dari segi kuantitas terlebih kualitas. Keadaan ini
semakin menyulitkan DP2K terlebih dengan adanya 4 pos
pemadam kebakaran sehingga penempatannya pada setiap pos
harus mempertimbangkan banyak faktor.
4. Rendahnya keterlibatan dan partisipasi masyarakat serta dunia usaha
dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran :
a. Mayoritas bangunan tempat usaha tidak memenuhi ketentuan
tentang aspek keselamatan kebakaran;
b. Belum semua pemilik/pengelola bangunan usaha terjaring menjadi
Wajib Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran;
5. Terbatasnya dana operasional dan pemeliharaan :
a. Banyak mobil pemadam kebakaran mengalami kerusakan tetapi
belum dapat diperbaiki karena keterbatasan dana;
b. Alokasi dana untuk penggantian suku cadang, accu, ban, BBM dan
minyak-minyak pelumas kurang memadai;
c. Tunjangan kesejahteraan bagi pegawai DP2K Kota Medan tidak
memadai, bahkan khusus PHL DP2K belum memiliki Jamsostek
termasuk asuransi kesehatan;
d. Alokasi untuk pemeliharaan bangunan kantor DP2K tidak ada,
sehingga bangunan kantor DP2K termasuk tempat peristirahatan
petugas pemadam kebakaran sangat buruk kondisinya.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-85

6. Wilayah manajemen kebakaran sebagai bahagian dari perencanaan


kota belum ada :
a. Pola dan struktur perumahan serta pemukiman tidak sepenuhnya
memenuhi

ketentuan,

sehingga

sering

menghambat

akses

pemadam kebakaran dalam melaksanakan tugas operasionalnya.


b. Jumlah pos pemadam kebakaran belum memenuhi ketentuan,
sehingga zona tanggapnya masih diatas radius 7,5 km dan waktu
tanggap masih di atas 15 menit.
c. Keberadaan hidran kota tidak memadai secara kuantitas dan
kualitas;
d. Kencederungan terjadinya peningkatan kemacetan lalu lintas di
berbagai ruas jalan di Kota Medan.
Berbagai solusi tindak lanjut dari permasalahan dan kendala
pengelolaan urusan pencegahan dan penanggulangan kebakaran pada
masa yang akan datang, perlu mempertimbangkan kebijakan dan
program sebagai berikut :
1. Meningkatkan pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran
bagi Kepala Lingkungan di Kota Medan.
2. Meningkatkan koordinasi dan integrasi antara berbagai pihak baik dari
DP2K Kota Medan, Pemerintah Daerah dan juga masyarakat sebagai
pihak pendukung dalam meminimalisir kerugian baik material maupun
korban jiwa.
3. Membentuk wilayah manajemen kebakaran dalam perencanaan kota,
sehingga setiap aktifitas pembangunan mulai dari tahap pemanfaatan
lahan hingga penggunaan bangunan bisa mendukung keberhasilan
pencegahan kebakaran serta tidak menjadi hambatan dalam operasi
penanggulangan kebakaran.
4. Merekondisi kendaraan mobil pemadam kebakaran yang sudah
menurun kemampuannya dan menambah peralatan/perlengkapan
pemadam kebakaran yang handal.
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-86

5. Meningkatkan kehandalan sarana dan prasarana perbengkelan.


6. Meningkatkan

pelatihan

peningkatan

kapasitas

dan

kapabilitas

petugas pemadam kebakaran.


7. Meningkatkan pelatihan pembinaan disiplin dan kesamaptaan petugas
pemadam kebakaran.

5. PENATAAN RUANG
5.1. Fungsi Tata Kota dan Tata Bangunan
1) Program Dan Kegiatan
Secara operasional, arah kebijakan umum pembangunan kota di
bidang Penataan Ruang, dijabarkan dalam bentuk program dan
kegiatan pokok selama tahun 2006, sebagai berikut :
a. Program Pengembangan Kegiatan, Penelitian dan Penyusunan
Rumusan Penataan Kota dan Bangunan.
1. Study penyusunan standar parkir Kota Medan untuk kebutuhan
bangun-bangunan.
2. Evaluasi dan penyusunan kelas jalan dalam kaitan penentuan
retribusi IMB.
3. Biaya operasional evaluasi rencana kota.
4. Penyusunan standar kebutuhan sarana dan prasarana Kota Medan.
5. Pembebasan tanah untuk Urban Road MMUDP.
6. Pembebasan

tanah

untuk

pelurusan

Jalan

Iskandar

Muda

(Gang Warga).
7. Pembebasan tanah untuk pemakaman umum di Kecamatan
Medan Tuntungan.
8. Pembebasan tanah untuk keperluan Mesjid Jamik Al Badar.
9. Pembebasan

tanah

untuk

Pertapakan

Puskesmas

Amaliun

Kecamatan Medan Area.


10. Pembebasan tanah untuk Gang Jawa Jalan Sutrisno Kecamatan
Medan Area.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-87

11. Pembebasan tanah untuk pertapakan SMA dan Madrasah Aliyah


di Kelurahan Martubung.
12. Appraisal dan operasional pembebasan tanah fly over Amplas
b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
1. Pengadaan peralatan kantor dan kelengkapannya.
2. Pembuatan sistem informasi pemrosesan IMB dan pengadaan
peralatan pendukung.
c. Program Pendidikan Non Formal
1. Pelatihan pengukuran dan pemetaan serta pengadaan peralatan
pendukung pengukuran .
d. Program Pengawasan, Pengendalian dan Pembinaan Tata Ruang
dan Bangunan
1. Pengadaan peralatan pendukung kelancaran penertiban bangunan
2. Pengelolaan pemrosesan dan pengarsipan IMB.
3. Pengukuran tanah dalam pelaksanaan pelayanan IMB/KRP.
4. Pembongkaran bangunan bermasalah.
5. Pemantauan desain dan konstruksi bangunan
e. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Penyusunan Renja SKPD
f. Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur
1. Penyusuanan LAKIP dan RENSTRA
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran di bidang Penataan
Ruang selama tahun 2006 menghasilkan output (keluaran) dan hasil
(outcome) sebagai berikut :
1. Tersedianya studi standar parkir Kota Medan untuk kebutuhan
bangun-bangunan dengan hasil sebuah buku laporan hasil studi
berikut rancangan peraturan atau keputusan Walikota mengenai
standar parkir di Kota Medan yang merupakan evaluasi terhadap
keputusan Walikota mengenai standar parkir di Kota Medan
Tahun 1998.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-88

2. Tersedianya dokumen evaluasi dan penyusunan kelas jalan dalam


kaitan penentuan retribusi IMB yang menghasilkan sebuah buku
laporan hasil evaluasi dan usulan revisi penentuan kelas jalan.
Usulan revisi ini menjadi bahan dalam tindak lanjut pengajuan
perubahan keputusan Walikota Medan tentang kelas jalan dalam
kaitan penentuan retribusi IMB sesuai kondisi jaringan jalan terbaru.
3. Terlaksananya evaluasi rencana kota secara berkesinambungan,
melalui hasil kajian terhadap penelitian rencana kota sebayak
1.719 berkas permohonan IMB serta
secara

parsial

penghapusan

dalam

rencana

bentuk
jalan,

usulan evaluasi rencana kota

usulan

serta

perubahan

dispensasi

peruntukan,

garis

sempadan

dan

prasarana

bangunan.
4. Tersedianya

buku

standar

kebutuhan

sarana

Kota Medan dalam bentuk laporan hasil evaluasi dan usulan draft
standar dalam 3 (tiga) aspek penting penataan kota dan penataan
bangunan yang selama ini belum dimiliki Kota Medan. Standar yang
dihasilkan terdiri dari standar sarana dan prasarana perumahan,
permukiman dan dalam bangunan gedung. Usulan standar ini menjadi
bahan dalam tindak lanjut pengajuan keputusan Walikota Medan
tentang pedoman teknis bangunan gedung dan SK Walikota tentang
standar penyediaan sarana dan prasarana lingkungan.
5. Terlaksananya pembebasan tanah sebanyak 47 persil untuk Urban
Road MMUDP pada tahun 2006 guna penyelesaian permasalahan
pembebasan tanah yang selama ini menjadi kendala terhadap
penyelesaian pembangunan fisik jalan lingkar luar Kota Medan
khususnya untuk lokasi TR 15 B : 15 persil, TR 16 : 26 persil dan
TR 17 : 6 persil, selanjutnya kegiatan pembebasan tanah untuk
pelurusan Jalan Iskandar Muda (Gang Warga) telah dapat dilakukan
pembayaran ganti rugi kepada 17 (tujuh belas) orang pemilik tanah,
pembebasan

tanah

untuk

pemakaman

umum

Muslim

di

Kecamatan Medan Tuntungan seluas 85.315 meter (delapan puluh


Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-89

lima ribu tiga ratus lima belas meter persegi), lanjutan pembebasan
tanah keperluan Mesjid Jamik Al Badar yang merupakan lanjutan
kegiatan pada tahun 2005 terhadap lahan yang masih tersisa seluas
1.550 meter (seribu lima ratus lima puluh meter persegi), kegiatan
pengadaan tanah untuk pertapakan SMA dan Madrasah Aliyah di
Kelurahan Martubung seluas 6.945 meter (enam ribu sembilan ratus
empat puluh lima meter persegi).
6. Terlaksananya appraisal dan operasional pembebasan tanah fly over
amplas sebagai bagian dari kegiatan untuk kelancaran proses
pengadaan lahan pembangunan fly over amplas.
7. Tersedianya tambahan peralatan kantor dan kelengkapannya yang
merupakan kegiatan pengadaan seperti meja dan kursi, lemari besi,
mesin ketik, kalkulator, printer dan peralatan pendukung lainnya.
8. Tersedianya sistem informasi pemrosesan Izin Mendirikan Bangunan
yang terintegrasi di dalam satu jaringan

komputer intranet

Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan Kota Medan, beserta peralatan
pendukung lainnya.
9. Terlaksananya pelatihan pengukuran dan pemetaan serta pengadaan
peralatan pendukung pengukuran yang menghasilkan 10 orang
pegawai yang dapat mengoperasionalkan alat ukur berupa 1 unit total
station.
10. Tersedianya 2 (dua) unit mesin pemotong beton lengkap dengan 1
unit genset sebagai alat bantu. Peralatan ini dimaksudkan untuk
mendukung kegiatan-kegiatan penertiban bangunan.
11. Terlaksananya kegiatan pengelolaan, pemrosesan dan pengarsipan
IMB, sebagai upaya peningkatan pelayanan dengan hasil pelayanan/
pemrosesan sebanyak 1.719 permohonan IMB dan 8 (delapan) berkas
permohonan
terlaksananya

Keterangan
pengarsipan

Rencana
dan

Peruntukan

penagihan

(KRP)

retribusi

serta

terhadap

1.110 berkas permohonan IMB yang dapat disetujui/diterbitkan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-90

12. Terlaksananya

kegiatan

operasional

pengukuran

tanah

dalam

pelaksanaan Pelayanan IMB dan KRP, dimaksudkan untuk mendukung


pelaksanaan pengukuran ke lapangan dan penggambaran hasil
pengukuran dan pemetaan terhadap 1.727 berkas permohonan IMB
masyarakat.
13. Terlaksananya pembongkaran bangunan bermasalah, sekaligus tugastugas

pengawasan dan koordinasi terhadap 1.110 bangunan yang

diterbitkan IMB tahun 2006 dan pengawasan terhadap IMB yang


diterbitkan tahun sebelumnya serta bangunan yang didirikan tanpa
IMB.
14. Terlaksananya pemantauan desain dan konstruksi bangunan, yang
menghasilkan pemeriksaan terhadap 1.486 gambar desain dan
konstruksi bangunan dalam kaitannya dengan permohonan IMB serta
pemantauan lapangan terhadap beberapa bangunan tertentu yang
berskala besar di Kota Medan. Kegiatan ini sebagai upaya menjaga
kualitas disain penataan bangunan.
Penyelenggaraan program dan kegiatan pembangunan kota di
bidang penataan ruang selama tahun 2006, berdampak kepada :
1. Bertambahnya bahan masukan bagi perumusan kebijakan rencana
kota dimasa depan melalui hasil studi-studi yang telah dilakukan.
2. Meningkatnya penyelenggaraan pelayanan IMB yang dibutuhkan
masyarakat.
3. Meningkatnya efektivitas pengawasan dan penertiban bangunan yang
tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Meningkatnya pengadaan lahan untuk pembangunan kota sebagai
hasil dari kegiatan pembebasan dan ganti rugi tanah, tanaman dan
bangunan yang dilakukan secara berkala selama 5 (lima) tahun
terakhir, antara lain lahan untuk prasarana jalan lingkar luar melalui
proyek MMUDP, lahan terminal induk sayur, lahan pemakaman
muslim, lahan untuk pelurusan Jalan Iskandar Muda (Gang Warga),
lahan untuk sarana perkantoran dan fasilitas umum lainnya.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-91

3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara


Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan di bidang Penataan
Ruang menjadi tugas dan tanggung jawab Dinas Tata Kota dan Tata
Bangunan Kota Medan, dengan mengembangkan koordinasi kepada
Bappeda Kota Medan serta Kecamatan-Kecamatan se Kota Medan.
4) Profil Kepegawaian
Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Dinas Tata Kota
dan Tata Bangunan Kota Medan saat ini didukung oleh Sumber Daya
Manusia sebanyak 149 orang yang terdiri atas :
NO
1
2

URAIAN
Jumlah Pegawai
Jenjang Pendidikan
2.1. SLTP
2.1. SLTA
2.3. STM
2.4. D-III
2.5. S-1
2.6. S-2

3.

Menurut Golongan
3.1. Golongan I
3.2. Golongan II
3.3. Golongan III
3.4. Golongan IV
Menurut Jabatan
4.1. Eselon II
4.2. Eselon III
4.3. Eselon IV
4.4. Fungsional/JFA

4.

JUMLAH (ORANG)
149
5
55
48
2
32
7
49
1
39
105
4
1
6
18
2

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut di atas, maka salah satu


masalah penyelenggaraan urusan di bidang Penataan Ruang adalah
masih kurangnya ketersediaan aparatur yang memiliki kualifikasi di
bidang teknis bangunan, perencanaan kota dan komputer.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-92

5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran


Pelaksanaan program dan kegiatan urusan penataan ruang selama
tahun

2006,

didukung

oleh

alokasi

anggaran

belanja

sebesar

Rp. 45.893.728.231,- yang terdiri dari Belanja Aparatur sebesar


Rp 4.536.728.231,-

dan Belanja Publik sebesar Rp 41.357.000.000,-

dengan realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp. 31.989.595.931,atau terjadi selisih (+/-) sebesar Rp. 13.904.132.300,-.
6) Kondisi Sarana Dan Prasarana Kerja
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan penataan
ruang, Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan Kota Medan dilengkapi dengan
peralatan dan perlengkapan kantor termasuk mobilair dan sarana serta
prasarana pelayanan administrasi yang memadai, sedangkan sarana dan
prasarana bagi petugas yang melakukan pengawasan di lapangan masih
terasa belum memadai.
7) Permasalahan Dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (output) dan hasil (outcome) yang
dicapai selama tahun 2006 cukup baik, namun penyelenggaraan urusan
penataan ruang tetap masih dihadapkan kepada berbagai masalah dan
kendala yang cukup kompleks. Ada 6 permasalahan pokok yang dihadapi
dalam pengelolaan urusan penataan ruang antara lain :
1. Rencana tata ruang kota yang ada di Kota Medan dan sebagai
pedoman pelaksanaan tugas dan fungsi masih belum lengkap dan
sudah tidak up to date lagi. Produk Rencana Tata Ruang yang
menjadi acuan dalam pembangunan di Kota Medan adalah Rencana
Sub-sub Wilayah (RSSW) setara dengan Rencana Detail dengan
kedalaman 1 : 5000 merupakan produk yang dibuat pada tahun 1979
dan disusun pada saat kota belum banyak terbangun. Sampai saat ini
RSSW tersebut belum pernah dilakukan evaluasi sedangkan sesuai
peraturan perundang-undangan untuk wilayah perkotaan rencana tata
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-93

ruang harus dilakukan evaluasi minimal 5 (lima) tahun sekali.


Hal tersebut menyebabkan banyak terjadinya perubahan-perubahan
terhadap rencana kota yang diakibatkan oleh rencana kota yang ada
tidak dapat mengantisipasi perkembangan dinamika pembangunan
kota. Selain RTRW yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan, Rencana
Detail sudah tidak up to date, rencana teknis ruang kota pada blokblok tertentu pun belum dimiliki Pemerintah Kota Medan.
2. Masih adanya pelanggaran izin mendirikan bangunan, baik berupa
pembangunan tanpa izin, ataupun pelanggaran terhadap izin yang
telah diterbitkan. Hal tersebut terkait dengan semakin kompleksnya
masalah diperkotaan.
3. Keterbatasan
kuantitasnya,

sumberdaya

manusia,

menyebabkan

belum

baik

kualitas

maksimalnya

maupun

pelaksanaan

penataan ruang baik di pusat kota maupun lingkar luar. Hal tersebut
juga terkait dengan keterbatasan sarana dan prasarana pendukung
sehingga sulit menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
4. Kebutuhan lahan untuk fasilitas kota sudah sangat mendesak,
diantaranya kebutuhan jalan mengingat semakin padatnya arus lalu
lintas kota dan tingginya pertumbuhan penduduk, kebutuhan lahan
perkuburan yang sudah semakin padat pada inti kota, kurangnya
ruang bermain/taman rekreasi bagi masyarakat kota, sarana olah
raga, parkir, sekolah, ruang terbuka hijau (taman hutan kota), dan
lain sebagainya. Namun pada sisi lain, pelaksanaan ganti rugi untuk
pembangunan

yang

dilakukan

mengalami

kendala

antara

lain

disebabkan tuntutan masyarakat yang menginginkan ganti rugi


dilakukan berdasarkan nilai jual saat ini (harga pasar), sedangkan
kemampuan Pemerintah yang telah ditetapkan maksimal mendekati
NJOP, tidak mencukupinya alokasi dana ganti rugi terhadap tanah
untuk pelebaran jalan-jalan kolektor sesuai rencana kota, tidak
adanya alokasi biaya pembebasan tanah untuk fasilitas kota
sebagaimana ditetapkan dalam rencana tata ruang kota seperti untuk
rencana jalan, rencana taman, pusat lingkungan dan sebagainya,

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-94

partisipasi dan kesediaan masyarakat yang beragam, minimnya


tenaga teknis lapangan dalam pengukuran dan penaksiran harga dan
keterbatasan kemampuan dana Pemerintah kota.
5. Acuan pemanfaatan ruang udara dan ruang bawah tanah belum
ada, sedangkan pembangunan kawasan atas (udara) seperti tower,
sarana penyeberangan multi guna dan pembangunan gedung bawah
tanah (basement) sudah marak dilakukan dan cenderung terus
diinginkan masyarakat/investor.
6. Pemecahan hak atas tanah (sertifikat tanah) tidak/belum mengacu
pada rencana tata ruang kota sehingga menyulitkan dalam
pelaksanaan pembangunan. Hal tersebut terlihat dari masih diberikan
alas hak di atas fasilitas umum/jalur hijau atau taman. Keberadaan
alas hak tersebut menjadi dasar bagi masyarakat untuk memohon
IMB. Sementara alokasi dana untuk ganti rugi pada tanah yang tidak
dapat diberikan izin mendirikan bangunan akibat tidak sesuai dengan
rencana tata ruang kota juga tidak tersedia secara cepat/langsung.

6. PERENCANAAN PEMBANGUNAN
6.1. Fungsi Perencanaan Pembangunan
Fungsi perencanaan pembangunan

kota sangat penting, sebab

sangat terkait dengan upaya meningkatkan daya guna dan hasil guna
pembangunan kota. Mengingatkan kedudukan dan peranan perencanaan
sangat strategis, maka fungsi perencanaan merupakan salah satu urusan
wajib yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah Kota selama tahun 2006.
1) Program dan Kegiatan
Penyelenggaraan

urusan

pemerintahan

daerah

di

bidang

Perencanaan Pembangunan dijabarkan dalam bentuk program dan


kegiatan pokok selama tahun 2006, sebagai berikut :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-95

a. Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur


1. Penyusunan LKPJ Pemko Medan Tahun 2005
2. Penyusunan LAKIP Bappeda Kota Medan tahun 2005
b. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Penyusunan KUA dan PPAS
2. Penyusunan Renja Bappeda Kota Medan tahun 2007
3. Penyusunan RKPD Kota Medan Tahun 2007
4. Pelatihan dan asistensi penyusunan Renstra-SKPD
5. Pelaksanaan Forum Gabungan SKPD
6. Pelaksanaan Musrenbang RKPD
7. Penyusunan info memo rencana pengembangan PKTM dan kawasan
industri Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan
8. Lokakarya dan Lokalatih P2KP Kota Medan
9. Pelaksanaan PKPS BBM Tahun 2006
10. Penyusunan rencana kebutuhan pembangunan pendidikan berbasis
kompetensi, IT dan partisipasi
11. Rencana

pembangunan

dan

pengembangan

perumahan

dan

permukiman di daerah (RP4D)


12. Forum koordinasi pembangunan ekonomi Kota Medan
13. Perencanaan pembangunan sosial ekonomi penduduk miskin kota
14. Penyusunan perencanaan kesempatan kerja dan perencanaan
tenaga kerja Kota Medan
15. Perencanaan

fasilitas,

kemudahan

dan

insentif

kemitraan

pengelolaan kawasan bersejarah Kota Medan


16. Penyusunan buku publikasi PDRB Kota Medan tahun 2005
17. Penyusunan arsitektur BUMD Kota Medan
18. Koordinasi dan pameran produk-produk unggulan
19. Penyusunan petunjuk teknis penyusunan anggaran SKPD
20. Tim Koordinasi perencanaan peremajaan pasar-pasar tradisional
21. Penyusunan Renstra Bappeda Kota Medan tahun 2006-2010

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-96

22. Penterjemahan dan penggandaan dokumen rencana pembangunan


kota
23. Komite percepatan pembangunan usaha kecil menengah dan
koperasi Kota Medan
24. Penyusunan sistem anggaran, akuntansi dan keuangan Pemko
Medan
25. Penyusunan

rencana

kinerja

tahunan

(RKT)

Pemko

Medan

panjang

(RPJP)

Tahun 2006
26. Bimbingan teknis penyusunan Renja SKPD
27. Sosialisasi

rencana

pembangunan

jangka

Kota Medan tahun 2006-2026


28. Pemerataan dan pertumbuhan alternatif model pembangunan
daerah
29. Penilaian besaran tunjangan perumahan anggota DPRD
30. Apraisal tanah kuburan Simalingkar B
31. Survey fisik prasarana sarana kesehatan, pendidikan dan bangunan
pemerintah
32. Apraisal tanah bekas pembuangan sampah paya Babi
33. Apraisal merdeka walk
34. Apraisal tanah dan bangunan Dinas Perindag
35. Apraisal tanah dan bangunan Dinas Peternakan
36. Apraisal tanah dan rumah Jl.Kapten Maulana No.12
37. Apraisal tanah eks Terminal Sei Wampu
38. Apraisal tanah dan bangunan Balai Benih Dinas Perikanan
39. Aprisal tanah dan bangunan RS. Paru-Paru Dr. Pirngadi
40. Aprisal

tanah

dan

bangunan

taman

margasatwa

(kebun

binatang Medan)
41. Apraisal tanah Medan Fair seluas 48.989 M2
c. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
1. Peningkatan sarana kantor

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-97

d. Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur


1. Pelaksanaan SCBD di Kota Medan
e. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi
1. Penyusunan data perencanaan pembangunan daerah
2. Penggandaan Hand Quide Book Medan Metropolitan
3. Monitoring dan evaluasi proyek pembangunan kota
4. Pembuatan buku Medan Dalam Angka tahun 2005
5. Penyusunan

dan

penggandaan

buku

The

Magic

of

Medan

City 2006
6. Penyusunan Direktori Kota Medan
7. Cetak ulang buku profil investasi
8. Survey hagra barang kebutuhan Pemko Medan tahun 2007
9. Penggandaan buku profil Kota Medan
f. Program Peningkatan Promosi Kerjasama Investasi
1. Pelaksanaan Pekan Raya Sumatera Utara Ke 35 Tahun 2006
2. Pelaksanaan Medan Fair Tahun 2006
g. Program Peningkatan E-Government
1. Penyusunan model perangkat daerah penyelenggaraan pelayanan
terpadu satu atap (Model Perangkat Daerah PPTSP)
h. Program Pembangunan Rencana Tata Ruang Kota
1. Forum kerjasama pembangunan perkotaan MEBIDANG
2. Pengembangan kawasan strategis utara Kota Medan
3. Pelaksanaan PMU MMUDP
4. Penataan infrastruktur kota
5. Pelaksanaan NUSSP
6. Penyusunan master plan Kota Medan tahun 2016
7. Penataan ruang
8. Penyusunan master plan central bussiness district kawasan
Polonia Medan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-98

2) Pencapaian Program dan Kegiatan


Dalam rangka memperkuat kedudukan, fungsi dan peranan
perencanaan dalam pembangunan kota, selama tahun 2006 telah
dilaksanakan berbagai program dan kegiatan perencanaan pembangunan
kota dengan out put (keluaran) dan hasil (outcome) sebagai berikut :
1. Tersusunnya

Laporan

Keterangan

Pertanggungjawaban

Walikota

Medan tahun 2005.


LKPJ tahun 2005 disampaikan kepada DPRD Kota Medan, sebagai
implementasi pelaksanaan ketentuan Undang-undang Nomor : 32
tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya pasal 27 (2).
Di samping itu, penyusunannya juga bertujuan untuk menjadikan
Pemerintahan Kota yang berakuntabilitas.
2. Tersusunnya LAKIP Bappeda Kota Medan tahun 2005
LAKIP Bappeda tahun 2005 disampaikan kepada Badan Pengawas Kota
Medan untuk mendapat evaluasi lebih lanjut sebagaimana diatur
dalam Inpres Nomor : 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah. Di samping itu, penyunannya juga bertujuan
untuk mewujudkan Bappeda Kota Medan yang berakuntabilitas.
3. Terselenggaranya Musrenbang Kota Medan tahun 2006.
Penyelenggaraan Musrenbang tahun 2006 dimaksudkan sebagai sarana
pemutakhiran

Rencana

Kerja

Pemerintah

daerah

Kota

Medan

tahun 2007, berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi, partisipasi,


sehingga selaras dengan kebutuhan, tuntutan dan kepentingan
pembangunan kota tahun 2007. Di samping itu, penyelenggaraannya
juga ditujukan untuk mendorong peran serta masyarakat dalam
pembangunan kota.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-99

4. Tersusunnya KUA dan PPAS tahun 2007


KUA dan PPAS tahun 2007, disampaikan kepada DPRD Kota Medan,
untuk dilakukan pembahasan bersama-sama dengan Pemerintah
Kota, guna menjadi Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran
dan Prioritas Pagu Anggaran tahun 2007, sebagai dasar penyusunan
RAPBD tahun 2007.
5.

Tersusunnya Renja Bappeda Kota Medan tahun 2007


Penyusunan Renja tahun 2007 dimaksudkan sebagai pedoman
penyusunan rencana program, kegiatan dan anggaran Bappeda
Kota Medan ahun 2007.

6. Tersusunnya RKPD Kota Medan Tahun 2007


Sebagai bagian dari siklus anggaran, maka penyusunan RKPD
Kota Medan tahun 2007 dimaksudkan sebagai pedoman penyusunan
KUA

dan

PPAS

Tahun

Anggaran

2007,

sekaligus

pedoman

pemutakhiran Renja SKPD Tahun Anggaran 2007.


7. Terlaksananya pelatihan dan asistensi penyusunan Renstra SKPD
Pelatihan dan asistensi penyusunan Renstra SKPD dimaksudkan untuk
meningkatkan kompetensi aparatur di lingkungan Pemko Medan
dalam penyusunan Renstra SKPD tahun 2006 2010, sesuai dengan
amanat Undang-undang Nomor : 25 tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional. Kegiatan ini diikuti oleh
seluruh unsur SKPD di lingkungan Pemko Medan.
8.

Terselenggaranya Forum Gabungan SKPD


Forum Gabungan SKPD dimaksudkan sebagai sarana singkronisasi
program dan kegiatan pembangunan kota tahun 2007 yang diusulkan
Perangkat Daerah Kecamatan berdasarkan Musrenbang Kecamatan,
dengan Renja SKPD

di lingkungan Pemerintah Kota Medan

TA. 2007. Forum gabungan SKPD ini terdiri : Farum Gabungan SKPD
bidang fisik/prasarana, bidang ekonomi, dan bidang sosbud.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-100

9.

Tersusunnya info memo rencana pengembangan PKTM dan kawasan


industri Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan.
Info Memo Rencana Pengembangan PKTM dan Kawasan Industri Sei
Mati Kecamatan Medan Labuhan, dimaksudkan untuk kajian investasi
pemberdayaan asset Kota Medan yakni pengembangan kawasan
pergudangan Kota Tanjung Mulia dan kawasan industri Sei Mati,
sekaligus sebagai bahan untuk memberikan informasi lengkap
kepada calon investor tentang keadaan eksisting dari obyek yang
akan dikembangkan, rencana pengembangan ke depan dan alternatif
pola kerjasama yang akan ditawarkan.

10. Terselenggaranya lokakarya dan lokalatih P2KP Kota Medan


Kegiatan ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan persiapan dan
pelaksanaan Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP)
di Kota Medan kepada unsur SKPD dan stakeholders pembangunan
kota lainnya. Lokakarya/Lokalatih merupakan tahapan wajib yang
harus dilaksanakan oleh Pemko Medan dalam implementasi P2KP.
11. Terlaksananya PKPS BBM Tahun 2006
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memantapkan sistem koordinasi
pelaksanaan dan pengendalian kegiatan PKPS BBM tahun 2006
diantara stakeholders.
12. Tersusunnya rencana kebutuhan pembangunan pendidikan berbasis
kompetensi, IT dan partisipasi.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendapatkan alternatif kebijakan,
program

dan

kegiatan

pembangunan

pendidikan

secara

berkesinambungan. Hasil study ini diharapkan dapat menjadi


pedoman pengembangan penyelenggaraan pendidikan yang berbasis
kompetensi, informasi dan teknologi serta partisipasi, mulai tingkat
SD s/d SLTA, dalam rangka mewujudkan sistem pendidikan yang
handal, berdasarkan kecenderungan global.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-101

13. Tersusunnya rencana pembangunan dan pengembangan perumahan


dan permukiman di daerah (RP4D)
Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendapatkan data dan informasi
relevan sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan dan
pengembangan perumahan dan permukiman. Sedangkan tujuannya
adalah mendapatkan rencana lokasi wilayah-wilayah pembangunan
dan

pengembangan

perumahan/permukiman,

guna

memenuhi

kebutuhan perumahan masyarakat menengah ke bawah, yang layak


huni dan sehat.
14. Terlaksananya forum koordinasi pembangunan ekonomi Kota Medan
Kegiatan

ini

dimaksudkan

untuk

meningkatkan

koordinasi

pembangunan ekonomi kota bersama stakeholders terkait, dalam


rangka penyusunan perencanaan dan pengembangan pembangunan
di berbagai sektor.
15. Tersusunnya perencanaan pembangunan sosial ekonomi penduduk
miskin kota.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendapatkan kondisi existing, sosial
ekonomi penduduk miskin, dengan tujuan menyusun rencana aksi
penanggulangan kemiskinan kota yang sesuai dengan tipologi dan
profil kemiskinan yang ada secara terpadu dan berkesinambungan.
16. Tersusunnya perencanaan kesempatan kerja dan perencanaan
tenaga kerja Kota Medan.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk dapat menyusun perencanaan
tenaga kerja dan perencanaan kesempatan kerja secara terpadu,
termasuk alternatif kebijakan yang diperlukan, dengan tujuan dapat
menciptakan lapangan kerja secara masif sekaligus mengurangi
angka pengangguran secara bertahap dan berkelanjutan.
17. Tersusunnya

perencanaan

fasilitas,

kemudahan

dan

insentif

kemitraan pengelolaan kawasan bersejarah Kota Medan.


Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyusun berbagai alternatif
fasilitas, kemudahan dan insentif yang merupakan bagian dari
kebijakan Pemerintah Kota dalam rangka pengelolaan kawasan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-102

bersejarah. Di samping itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk dapat


meningkatkan

pemeliharaan

sekaligus

pelestarian

kawasan

bersejarah, sebagai aset kota yang menonjol sampai saat ini.


18. Tersusunnya buku publikasi PDRB Kota Medan tahun 2005
Kegiatan ini dimaksudkan dalam rangka penyusunan buku publikasi
dan data pembangunan ekonomi kota khususnya Produk Domestik
Regional Bruto Kota Medan tahun 2005.
19. Tersusunnya Arsitektur BUMD Kota Medan.
Tujuan pelaksanaan studi ini dalam rangka kajian pengembangan
BUMD Kota Medan dan upaya peningkatan BUMD secara mandiri dan
profesional.
20. Terlaksananya koordinasi dan pameran produk-produk unggulan.
Kegiatan

ini

bertujuan

untuk

mempromosikan

produk-produk

unggulan daerah Kota Medan.


21. Tersusunnya Buku Petunjuk Teknis Penyusunan Anggaran SKPD
Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyediakan pedoman penyusunan
anggaran SKPD di lingkungan Pemko Medan, sesuai dengan ketentuan
yang berlaku, khususnya berdasarkan Permendagri Nomor : 13
tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Tujuannya untuk mendorong pemograman dan penganggaran yang
berbasis kinerja.
22. Terlaksananya

koordinasi perencanaan peremajaan pasar-pasar

tradisional.
Kegiatan

ini

bertujuan

untuk

mengkoordinasi

perencanaan

pembangunan pasar-pasar tradisional di Kota Medan.


23. Tersusunnya Renstra Bappeda Kota Medan tahun 2006 2010
Renstra Bappeda Kota Medan tahun 2006 2010 digunakan sebagai
pedoman perencanaan program dan kegiatan serta anggaran
Bappeda dalam jangka menengah sampai tahun 2010, sekaligus
instrumen evaluasi kinerja SKPD.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-103

24. Terlaksananya penterjemahan dan penggandaan dokumen rencana


pembangunan kota
Penterjemahan rencana pembangunan kota dilakukan dalam bahasa
inggeris, sehingga dapat disebarluaskan kepada kalangan khusus,
sekaligus mempromosikan agenda pembangunan kota secara luas,
untuk menarik penanaman modal. Sedangkan penggandaan dokumen
perencanaan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak-pihak
yang memerlukan.
25. Terlaksananya

koordinasi

percepatan pembangunan usaha kecil

menengah dan koperasi Kota Medan.


Tujuan kegiatan ini dalam rangka koordinasi program percepatan
pembangunan usaha kecil, menengah di Kota Medan
26. Tersusunnya

sistem

anggaran,

akuntansi

dan

keuangan

Pemko Medan.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyediakan pedoman praktis bagi
seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota

sekaligus tata cara

perencanaan penganggaran, dan pengelolaan keuangan daerah


sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 58 tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor : 13
tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Di samping itu, ditujukan juga untuk menyusun draf Ranperda
tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah yang baru.
27. Tersusunnya

rencana kinerja tahunan (RKT) Pemko Medan

tahun 2006
RKT Kota Medan tahun 2006 disampaikan kepada Kantor Menpan RI
di Jakarta sebagai bagian dari Laporan LAKIP Pemko Medan
TA. 2005.
28. Terlaksananya bimbingan teknis penyusunan Renja SKPD
Bintek ini dimaksudkan untuk membekali unsur SKPD dengan
pengetahuan dan keterampilan penyusunan Renja SKPD termasuk
RKA SKPD.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-104

29. Tersosialisasinya

rencana pembangunan jangka panjang (RPJP)

Kota Medan Tahun 2006 2026


Sosialisasi RPJP ini dimaksudkan untuk menyebarluaskan rencana
pembangunan kota jangka panjang yang disusun Pemko Medan, guna
mendapatkan saran dan masukan lebih lanjut dari stakeholders.
30. Tersusunnya buku pemerataan dan pertumbuhan alternatif model
pembangunan daerah
Studi

ini

dimaksudkan

untuk

mengetahui

masalah-masalah

pembangunan kota, termasuk model strategi pembangunan kota


sebagai alternatif, guna memecahkan masalah kesenjangan dalam
pembangunan, baik secara lokal maupun regional.
31. Terlaksananya penilaian besaran tunjangan perumahan anggota
DPRD.
Kegiatan ini dalam rangka kajian dan masukan sebagai bahan
penilaian besaran tunjangan perumahan anggota DPRD Kota Medan.
32. Terlaksananya apraisal tanah kuburan Simalingkar B
Tujuan

appraisal

dalam

rangka

kajian

atas

tanah

kuburan

Simalingkar B.
33. Tersusunnya survey fisik prasarana sarana kesehatan, pendidikan
dan bangunan pemerintah.
Survey ini dimaksudkan untuk mendapatkan data dan informasi
kondisi eksisting prasarana dan sarana bidang pendidikan, kesehatan
dan bangunan pemerintah, guna menjadi masukan penyusunan arah
kebijakan penganggaran (APBD) oleh Pemerintah Kota dan masingmasing SKPD terkait.
34. Terlaksananya apraisal penilaian pemeriksaan dan penerimaan alat
kesehatan.
35. Terlaksananya apraisal kawasan industri Sei Mati.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-105

36. Terlaksananya apraisal tanah bekas pembuangan sampah paya babi.


Tujuan appraisal ini sebagai bahan kajian investasi dan pendataan
atas aset-aset Pemko Medan yang telah didayagunakan sebagai
bahan pengelolaan keuangan.
37. Terlaksananya apraisal tanah dan bangunan Dinas Perindag
Appraisal

ini

bertujuan

sebagai

bahan

kajian

investasi

dan

pendataan aset-aset Pemko Medan yang telah didayagunakan


sebagai bahan pengelolaan keuangan.
38. Terlaksananya apraisal tanah dan bangunan Dinas Peternakan.
Kegiatan ini sebagai bahan kajian investasi dan pendataan atas asetaset Pemko Medan yang telah didayagunakan sebagai bahan
pengelolaan keuangan.
39. Terlaksananya apraisal tanah dan rumah Jl.Kapten Maulana No.12
Kegiatan ini sebagai bahan kajian investasi dan pendataan atas asetaset Pemko Medan yang telah didayagunakan sebagai bahan
pengelolaan keuangan.
40. Terlaksananya apraisal tanah eks terminal sei wampu
Kegiatan ini sebagai bahan kajian investasi dan pendataan atas asetaset Pemko Medan yang telah didayagunakan sebagai bahan
pengelolaan keuangan.
41. Terlaksananya apraisal tanah dan bangunan balai benih Dinas
Perikanan.
Tujuan appraisal ini sebagai baha kajian investasi dan pendataan
atas aset-aset Pemko Medan yang telah didayagunakan sebagai
bahan pengelolaan keuangan.
42. Terlaksananya aprisal tanah dan bangunan RS.Paru-Paru Dr.Pirngadi.
Tujuan appraisal sebagai bahan kajian investasi dan pendataan atas
aset-aset Pemko Medan yang telah didayagunakan sebagai bahan
pengelolaan keuangan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-106

43. Terlaksananya appraisal tanah dan bangunan taman margasatwa


(Kebun Binatang Medan).
Kegiatan ini sebagai bahan kajian investasi dan pendataan atas asetaset Pemko Medan yang telah didayagunakan sebagai bahan
pengelolaan keuangan.
44. Terlaksananya Apraisal Tanah Eks Medan Fair seluas 48.989 M2
Kegiatan ini sebagai bahan kajian investasi dan pendataan atas asetaset Pemko Medan yang telah didayagunakan sebagai bahan
pengelolaan keuangan.
45. Terlaksananya program SCBD di Kota Medan
46. Terlaksananya apraisal tanah dan gedung balai kota
Kegiatan ini sebagai bahan kajian investasi dan pendataan atas asetaset Pemko Medan yang telah didayagunakan sebagai bahan
pengelolaan keuangan.
47. Terlaksananya apraisal merdeka walk
Kegiatan ini sebagai bahan kajian investasi dan pendataan atas asetaset Pemko Medan yang telah didayagunakan sebagai bahan
pengelolaan keuangan.
48. Terlaksananya appraisal harga alat-alat kesehatan
49. Tersusunnya data perencanaan pembangunan daerah
50. Tersusunnya buku Hand Guide Book Medan Metropolitan
51. Terlaksananya monitoring dan evaluasi proyek pembangunan kota
tahun 2006
52. Tersusunnya buku Medan Dalam Angka tahun 2005
53. Tersusunnya buku The Magic Of Medan City 2006
54. Tersusunnya direktori Kota Medan
55. Terlaksananya cetak ulang buku profil investasi
Kegiatan ini dalam rangka penyediaan buku publikasi daerah di
bidang investasi.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-107

56. Terlaksananya survey harga barang kebutuhan Pemko Medan


tahun 2007.
Survei harga barang kebutuhan Pemko dilakukan untuk memenuhi
kebutuhan Pemerintah Kota Medan dalam pelaksanaan berbagai
kegiatan dan proyek-proyek pembangunan kota.
57. Tersusunnya Buku Profil Kota Medan
58. Terlaksananya forum kerjasama pembangunan perkotaan MEBIDANG
59. Terlaksananya pengembangan kawasan strategis utara Kota Medan
60. Terlaksananya PMU MMUDP
61. Tersusunnya penataan infrastruktur kota
62. Terlaksananya NUSSP
63. Tersusunnya master plan Kota Medan tahun 2016
64. Terlaksananya penataan ruang
65. Tersusunnya

master

plan

central

bussiness

district

kawasan

Polonia Medan
Sebagai program dan kegiatan yang ditujukan untuk mendukung
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kota yang berdaya
guna dan berhasil guna, maka implementasi program/kegiatan yang
dilaksanakan selama tahun 2006 berdampak kepada :
1.

Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan kota.


Hal ini dapat dilihat dari efektifnya manajemen pembangunan kota,
sehingga mendorong terwujudnya kota yang efisien dan ekonomis
sekaligus menarik bagi penanaman modal.

2.

Meningkatnya kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan


kota.
Hal

ini

dapat

dilihat

dari

tersedianya

berbagai

dokumen

perencanaan pembangunan kota dalam jangka pendek, menengah


dan panjang sesuai dengan Undang-undang Nomor : 25 tahun 2004
tentang sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Di samping itu
koordinasi pembangunan kota dapat berjalan efektif, sehingga
mendorong singkronisasi kebijakan dan program pembangunan lintas
sektor.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-108

3.

Meningkatnya dayaguna dan hasilguna pembangunan kota, khususnya


dari produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini dapat dilihat dengan tren positif berbagai indikator
pembangunan kota sampai tahun 2006.

4.

Meningkatnya distribusi pembangunan kota sampai ke wilayah


lingkar luar, sehingga memunculkan wilayah wilayah strategis dan
cepat tumbuh.

5.

Hal ini dapat dilihat dari kemajuan fisik/prasarana dan sosial


ekonomi kawasan lingkar luar, sehingga memunculkan kawasankawasan strategi dan cepat tumbuh yang baru.

3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara


Secara
pembangunan

kelembagaan,
kota

penyelenggaraan

menjadi

tugas

dan

urusan

perencanaan

tanggungjawab

Badan

Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Medan, dengan mengembangkan


koordinasi kepada SKPD terkait, termasuk Pemerintah tingkat atas, dan
instansi vertikal lainnya.
4) Profil Kepegawaian
Bappeda Kota Medan didukung oleh sumber daya aparatur sebagai
berikut :
NO
1.
2.

3.
4.
III
1.
2.
3.

URAIAN

Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan
2.1. SLTA Sederajat
2.2. D-III
2.3. S-1
2.4. S-2
Menurut Golongan
3.1. Golongan II
3.2. Golongan III
3.3. Golongan IV
Menurut Jabatan
Eselon II
Eselon III
Eselon IV

JUMLAH (ORANG)

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

49

9
1
28
11
5
34
10
1
5
19

III-109

Berdasarkan data tabel kepegawaian tersebut di atas, maka salah


satu

masalah

penyelenggaraan

urusan

di

bidang

Perencanaan

Pembangunan adalah masih kurangnya ketersediaan sumber daya


aparatur yang memiliki kualifikasi ahli perencana di berbagai bidang
pembangunan kota, baik bidang fisik/prasarana, bidang ekonomi, dan
bidang sosbud.
5) Alokasi dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan

program

dan

kegiatan

urusan

perencanaan

pembangunan kota selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran


belanja sebesar Rp 17.408.608.209,- yang terdiri dari Belanja Aparatur
sebesar

Rp

6.368.946.209,-

dan

Rp 11.039.662.000,-dengan realisasi

Belanja

Publik

sebesar

per 31 Desember 2006 sebesar

Rp 14.799.275.475.- atau selisih (+/-) sebesar Rp 2.609.332.734,6) Kondisi Sarana dan Prasarana Kerja
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan perencanaan
pembangunan kota, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota
Medan dilengkapi oleh peralatan dan perlengkapan kantot termasuk
mobilair dan sarana prasarana administrasi kantor lainnya. Kendala yang
paling menonjol adalah kurang memadainya sarana dan prasarana yang
dimiliki baik kualitas maupun kuantitasnya.
7) Permasalahan dan Solusi
Secara umum ada beberapa permasalahan utama, terkait dengan
penyelenggaraan

fungsi

perencanaan

pembangunan

kota

selama

tahun 2006, yaitu :


1. Masih relatif lemahnya SDM perencana, hal ini dapat dilihat dari
belum

adanya

tenaga-tenaga

perencana

yang

berkedudukan

fungsional, dalam rangka mendukung penyelenggaraan tugas-tugas


perencanaan pembangunan kota.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-110

2. Belum cukup handalnya dokumen-dokumen rencana pembangunan


kota yang disusun, sehingga belum sepenuhnya aplikatif dan
operasional. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya tingkat
realisasi program dan kegiatan yang disusun dan ditetapkan dalam
dokumen-dokumen perencanaan yang bersifat jangka menengah dan
panjang.
3. Masih relative terbatasnya ketersediaan prasarana dan sarana kerja
guna menunjang kegiatan perencanaan. Hal ini dapat dilihat dari
minimnya dukungan perangkat lunak dan perangkat keras yang
tersedia dalam pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan pembangunan
kota.
Sebagai suatu proses, pembangunan kota berjalan secara bertahap
dan berkelanjutan. Agar pembangunan kota semakin efisien, efektif, dan
ekonomis pada masa yang akan datang, maka dibutuhkan tindak lanjut
fungsi perencanaan mencakup antara lain :
1. Meningkatkan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan
kota khususnya di tingkat SKPD.
2. Meningkatkan kualitas rencana pembangunan kota, baik yang bersifat
jangka pendek, menengah maupun panjang.
3. Meningkatkan singkronisasi, konsistensi perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan dan pengendalian pembangunan kota.

7. PERHUBUNGAN
7.1. Fungsi Perhubungan
1)

Program Dan Kegiatan


Secara operasional, arah kebijakan umum pembangunan kota di

bidang Perhubungan dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan


pokok selama tahun 2006 sebagai berikut :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-111

a. Peningkatan Kapasitas Daerah


1. Pembuatan dan pemeliharaan marka jalan.
2. Pembuatan marka.
3. Pemeliharaan marka jalan yellow box.
4. Pemeliharaan marka jalan yellow strip.
5. Pemeliharaan marka jalan larangan parkir.
6. Pemeliharaan marka jalan.
b. Pemasangan dan Pemeliharaan Deliniator
1. Pemasangan deliniatror.
2. Pemeliharaan deliniator.
c. Peningkatan Teknologi dan Pemeliharaan Traffic Light
1. Penggantian bola lampu traffic light dari pijar menjadi LED.
2. Pemeliharaan traffic light, warning light dan traffic pedestrian.
3. Perbaikan traffic light.
4. Pengecatan tiang traffic light.
5. Relokasi traffic light.
d. Pemasangan Traffic Light
1. Pemasangan traffic light dengan lampu LED.
2. Pemasangan Warninng Light.
e. Pemasangan dan Pemeliharaan Rambu Lalulintas
1. Pemasangan rambu lalulintas tiang tinggi.
2. Pemasangan rambu lalulintas standar.
3. Pemasangan papan nama jalan.
4. Terpeliharanya rambu lalulintas.
f. Pemeliharaan Fasilitas Lalulintas
1. Pemeliharaan halte bus.
2. Perbaikan mesin genset traffic light.
3. Pengadaan sarana dan prasarana kantor
o Pengadaan alat komunikasi (HT).
o Pengadaan sound sistem.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-112

o Pengadaan mesin ketik standar.


o Pengadaan filling kabinet.
o Pengadaan meteran sorong.
o Pengadaan lemari arsip dan lemari buku.
o Pengadaan meja pegawai dan meja pejabat eselon.
o Pengadaan kursi putar.
o Pengadaan kursi pegawai.
g. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Peningkatan pelayanan di bidang perhubungan
o Sosialisasi keselamatan transportasi.
o Sosialisasi ketertiban lalulintas.
o Penertiban terminal liar.
o Penertiban daerah kawasan bebas becak bermotor.
o Penertiban trayek angkutan kota.
h. Penyusunan LAKIP, Renstra dan Rencana Kinerja SKPD
o Pembuatan LAKIP Dinas Perhubungan.
o Pembuatan Rencana Strategik Dinas Perhubungan.
o Pembuatan Rencana Kerja SKPD.
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan perhubungan
selama tahun 2006 menghasilkan output (keluaran) dan outcome (hasil)
sebagai berikut :
1. Terlaksananya pembuatan marka jalan pada 27 ruas jalan dengan
panjang total 19.572 M2, terpeliharanya marka yellow box pada
15 persimpangan dengan panjang total 988,8 M2, terpeliharanya
marka yellow strip pada 3 ruas jalan dengan panjang total 378,2 M2,
terpeliharanya marka larangan parkir pada 9 ruas jalan dengan
panjang total 404,3 M2, dan terpeliharanya marka jalan pada 21 ruas
jalan dengan panjang 5.107,8 M2. Kegiatan ini dimaksudkan untuk

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-113

mempertegas pembagian lajur lalulintas pada setiap ruas jalan dan


mempertegas

larangan

bagi

pengguna

jalan

saat

berada

di

persimpangan ataupun ruas-ruas jalan yang dilarang untuk berhenti


atau parkir sehingga pengguna jalan dapat menjadi lebih tertib saat
mengemudikan kendaraannya.
2. Terpasangnya deliniator pada 11 ruas jalan dengan jumlah 2.336 buah
dan terpeliharanya deliniator sebanyak 800 buah. Kegiatan ini
dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan
akan adanya batasan/gangguan di sekitar deliniator tersebut, hal ini
sangat bermanfaat bagi pengemudi khususnya pada saat malam hari.
3. Terlaksananya kegiatan penggantian bola lampu traffic light dari pijar
menjadi LED pada 24 persimpangan, terpeliharanya traffic Light di
10 wilayah (101 lokasi), Warning Light

dan Traffic Pedestrian

sebanyak 6 lokasi, Perbaikan Traffic Light di 8 persimpangan,


Pengecatan Tiang Traffic Light di 30 Lokasi, Relokasi 2 Unit Traffic
Light.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan alat pengatur

arus laluintas yang baik dengan artian bahwa pengaturan dengan


lampu lalulintas yang terawat dengan baik akan sangat berdampak
terhadap tertib lalulintas di jalan.
4. Terpasangnya Traffic light dengan lampu LED di 8 persimpangan dan
terpasangnya warning light di 1 lokasi. Kegiatan ini dimaksudkan
untuk memperlancar arus kendaraan khususnya dipersimpangan
dengan jalan membagi waktu hijau antar mulut simpang sehingga
tidak terjadi konflik kendaraan dipersimpangan.
5. Terpasangnya rambu lalulintas tiang tinggi sebanyak 121 buah,
terpasangnya rambu lalulintas standar di 4 Kecamatan sebanyak
202 buah, terpasangnya papan nama jalan sebanyak 260 buah, dan
terpeliharanya rambu lalulintas di 13 Kecamatan sebanyak 202 buah.
Kegiatan pemasangan dan pemeliharaan ini dimaksudkan untuk
memberikan informasi kepada pengguna jalan mengenai peringatan,

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-114

larangan, perintah atau petunjuk kepada pengguna jalan sehingga


diharapkan pengguna jalan dapat menjadi tertib di jalan raya.
6. Terpeliharanya fasilitas lalulintas berupa halte bus sebanyak 12 unit
dan perbaikan mesin genset traffic light. Kegiatan ini dilaksanakan
dengan

maksud

untuk

memberikan

kemudahan

kepada

calon

penumpang saat menunggu angkutan umum, selain itu juga mengajak


pengemudi angkutan umum untuk tertib dijalan terutama saat akan
menaikkan dan menurunkan penumpang. Sedangkan untuk perbaikan
mesin genset dilakukan untuk tetap menjaga kondisi mesin baik
sehingga disaat terjadi pemadaman lampu, tidak akan terjadi
masalah terutama pada persimpangan yang diatur dengan lampu
lalulintas.
7. Tersedianya sarana dan prasarana kantor berupa Alat komunikasi (HT)
sebanyak 20 buah, Sound Sistem sebanyak 4 unit, Mesin Ketik Standar
sebanyak 8 buah, Filling Kabinet sebanyak 4 buah, Meteran Sorong
sebanyak 2 buah, Lemari Arsip dan Lemari Buku sebanyak 6 buah,
Meja Pegawai dan Meja Pejabat Eselon sebanyak 73 buah, Kursi Putar
sebanyak 10 buah, Kursi Pegawai sebanyak 65 buah. Kegiatan
pengadaan

sarana

dan

prasarana

kantor

dimaksudkan

untuk

meningkatkan kinerja operasional maupun administrasi kantor.


Dampak pelaksanaan program dan kegiatan bidang perhubungan
selama tahun 2006 pada dasarnya terkait

terhadap peningkatan

pelayananan jasa perhubungan kepada masyarakat khususnya di Kota


Medan. Beberapa dampak utama pelaksanaan program dan kegiatan
pembangunan bidang perhubungan antara lain :
1. Meningkatnya indeks tingkat pelayanan jalan dan persimpangan
sehingga rata-rata kecepatan kendaraan mampu melaju dengan
kecepatan 45 KM/Jam;

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-115

2. Meningkatnya jumlah kendaraan laik jalan;


3. Optimalisasi fungsi terminal sebagai tempat untuk menaikkan dan
menurunkan penumpang;
4. Menurunnya tingkat gangguan keamanan, dan tingkat kecelakaan lalu
lintas;
5. Penerimaan

Penghargaan

Wahana

Tata

Nugraha

dari

Menteri

Perhubungan RI dalam Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Jalan


Tahun 2006.
3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara

organisatoris,

penyelenggaraan

urusan

perhubungan

menjadi tugas dan tanggung jawab Dinas Perhubungan Kota Medan


dengan mengembangkan koordinasi kepada SKPD terkait.
4) Profil Kepegawaian
Pegawai Dinas Perhubungan Kota Medan seluruhnya berjumlah
760 orang yaitu terdiri dari 499 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 261 orang
Pegawai Harian Lepas (PHL) yang tersebar di seluruh sub unit organisasi.
Berdasarkan Golongan yang paling tinggi jumlahnya adalah golongan III
dan II yaitu 56,31 persen dan 40,68 persen.
Komposisi Pegawai
Dinas Perhubungan Kota Medan Menurut Golongan
NO

GOLONGAN

JUMLAH (ORANG)

1.

IV

0,60

2.

III

281

56,31

3.

II

203

40,68

4.

12

2,40

499

100

JUMLAH

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-116

Menurut
sebanyak

tingkat

pendidikan

dominan

adalah

Sarjana

(S1)

19,03 persen dan SLTA sebanyak 66,73 persen. Sementara

Strata 2 dan SD adalah minoritas yaitu masing-masing sebesar 1,60


persen dan

2,40 persen.

Komposisi Pegawai Negeri Sipil Dinas Perhubungan


Kota Medan Menurut Tingkat Pendidikan Formal
NO
1.
2.
3.
4.
5.
6

PENDIDIKAN
S-2
S-1
Sarmud/Diploma
SLTA
SLTP
SD
JUMLAH

JUMLAH (ORANG)
8
95
8
333
43
12
499

%
1,60
19,03
1,60
66,73
8,61
2,40
100

Penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Perhubungan Kota Medan


seyogianya

didukung

oleh

pengetahuan

teknis

transportasi.

Dari 449 pegawai Dinas Perhubungan Kota Medan hanya 10 orang (0,02 %)
yang mempunyai latar belakang pendidikan formal di bidang transportasi
dan 26 orang (0,05 %) pernah mengikuti kursus teknis/fungsional Lalu
Lintas dan Angkutan jalan, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)
sebanyak 36 orang (0,08 %). Hal ini menunjukkan masih relatif rendahnya
kompetensi pegawai untuk mendukung penyelenggaraan tugas dan fungsi
pembangunan kota di bidang perhubungan pada masa datang.
5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan perhubungan selama
tahun
Rp

2006,

didukung

39.009.330.357,-

oleh

yang

alokasi

terdiri dari

anggaran
Belanja

belanja

sebesar

Aparatur sebesar

Rp 20.489.330.357,- dan Belanja Publik sebesar Rp 18.520.000.000,dengan realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp 38.407.985.062,- atau
terjadi selisih (+/-) sebesar Rp 601.345.295,-

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-117

6) Kondisi Sarana Dan Prasarana Kerja


Yang dimaksud dengan sarana operasional adalah

alat yang

digunakan pegawai untuk menunjang pelaksanaan tugas. Sesuai dengan


spesifikasi tugas Dinas Perhubungan yang dinamis dan punya potensi
resistensi yang tinggi maka pegawai di dalam melaksanakan tugas
dilengkapi dan didukung oleh sarana seperti kendaraan dan alat
komunikasi serta alat perlindungan berupa senjata gas, serta alat kerja
yang didukung oleh teknologi.
Dalam

tabel

berikut

digambarkan

jumlah

kendaraan,

alat

komunikasi dan senjata gas pendukung tugas-tugas operasional, sebagai


berikut :
Sarana Operasional Pegawai Dinas Perhubungan Kota Medan
Tahun 2006
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Prasarana

Unit

Kendaraan Roda 6
Kenderaan Roda 4
Roda 2
Handy Talky
Radio Right
Senjata Gas

3
15
85
74
7
20

Untuk mempertahankan dan meningkatkan pelayanannya jalan,


prasarana jalan didukung dengan berbagai prasarana lainnya seperti
rambu, marka jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), Delineator,
dan Halte, jembatan penyeberangan dan zebra cross.
Panjang Jalan di Kota Medan Tahun 2006
No

Status

1. Jalan Nasional
2. Jalan Propinsi
3. Jalan Kota
Jumlah

Panjang
(KM)
56,86
70,70
2.951,38
3.078,94

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

Lebar
(M)
18
16
12

III-118

Jumlah Perlengkapan Jalan di Kota Medan Tahun 2006


No

1.

2.
3.

4.
5.
6.
7.

Prasarana Jalan

Rambu:
Rambu Peringatan
Rambu Larangan
Rambu Perintah
Rambu Petunjuk
Marka Jalan
Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL)
Traffict Light
Warning Light
Traffict Pedestrian
Delineator
Halte
Jembatan Penyeberangan
Zebra Cross

Jumlah

3.719 Unit
446 Unit
1.967 Unit
603 Unit
703 Unit
25.545 M2
121 Unit
101 Unit
13 Unit
7 Unit
800 Unit
41 Unit
5 Unit
306 Unit

Prasarana yang lain yaitu simpul yang dapat menjadi awal dan
tujuan dari suatu perjalanan sekaligus untuk menaikkan dan menurunkan
penumpang. Dinas Perhubungan Kota Medan memiliki 6 Terminal yaitu
2 Terminal Terpadu Tipe A dan 4 terminal pembantu untuk melayani
angkutan kota.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-119

Terminal Dalam Kota Medan Tahun 2006


No

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Terminal

Terpadu Amplas
(Tipe A)

Kapasitas

80 Unit Bus dan


160 Unit Mobil
Penumpang
Umum

Terpadu Pinang
Baris (Tipe A)

60 Unit Bus dan


120 Unit Mobil
Penumpang
Umum

Sambu

200 Unit mobil


penumpang
umum

Veteran

20 Unit Bus dan


60 Unit Mobil
Penumpang
Umum

Williem
Iskandar

Belawan

60 Unit Mobil
Penumpang
Umum

24 Unit Bus

Luas

Keterangan

26.580 M2

Melayani Angkutan Umum


Antar Kota Antar Propinsi
(AKAP), Angkutan Antar
Kota
Dalam
Propinsi
(AKDP), Angkutan Kota
dari
Wilayah
Timur/Selatan ke Kota
Medan

19.940
M2;

Melayani Angkutan Umum


Antar Kota Antar Propinsi
(AKAP), Angkutan Antar
Kota
Dalam
Propinsi
(AKDP), Angkutan Kota
dari
Wilayah
Barat/Selatan ke Kota
Medan

3.000 M2

Melayani
kenderaan
umum (Mobil Penumpang)
dalam
Kota
Medan
menuju inti kota

2.600 M2;

Melayani kenderaan umum


(mobil bus) dalam Kota
Medan yang menuju inti
kota

3.500 M2;

Melayani
kenderaan
umum
(Mobil
Penumpang/Mobil
Bus)
dalam
kota
adan
angkutan antar kota yang
menuju Percut Sei Tuan

1.080M2.

Melayani
kenderaan
umum (Mobil bus) dalam
Kota Meadn yang menuju
inti kota (Belawan-Medan)

Demikian juga untuk mendukung tingkat pelayanan angkutan


umum, Dinas Perhubungan Kota Medan melakukan pengawasan terhadap
laik jalan kendaraan. Untuk dapat menjangkau jumlah angkutan umum di
Kota Medan Dinas Perhubungan Kota Medan memiliki 2 Gedung Pelayanan
dengan alat pengujian yang mekanis sesuai dengan ketentuan yang
ditetapkan oleh Departemen Perhubungan. Tingkat pelayanan pengujian

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-120

ini juga dipengaruhi oleh penyediaan prasarana penunjang yaitu


bagaimana kondisi pengelolaan administrasi dan parkir untuk menunggu
pelayanan bagi kendaraan-kendaraan yang akan diuji.
Kondisi Gedung Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan
Kota Medan Tahun 2006
No

Kondisi

1.

Luas Lahan

2.

Pengujian
Pinang Baris
6.756 M2

8.400 M2

Gedung
Administrasi

300 M2

258,75 M2

3.

Gedung
Pengujian

480 M2

480 M2

4.

Tempat Parkir

5.862 M2

7.402 M2

5.

Kantin

114 M2

258,75 M2

6.

Jenis Peralatan Uji

Carlift/pitlift
Wheel Suspension
Tester
Axle Load Tester
Brake Slip Tester
Side Slip Tester
Speedometer
Tester
Head Light Tester
CO/HC Tester
Smoke Tester
Sound Level Meter
Light Meter
Compresor
Generator set

Ket

Amplas

Carlift/pitlift
Wheel Suspension
Tester
Axle Load Tester
Brake Slip Tester
Side Slip Tester
Speedometer Tester
Head Light Tester
CO/HC Tester
Smoke Tester
Sound Level Meter
Light Meter
Compresor

Merek
Banzai
Tahun
Pembuat
an 2003
(Pinang
Baris)
dan 2004
(Amplas)

Generator set

7) Permasalahan Dan Solusi


Secara umum masalah transportasi atau lalu lintas dan angkutan
jalan di Kota Medan diakibatkan oleh beberapa faktor antara lain:
1. Tingkat pertumbuhan kendaraan yang lebih tinggi dibandingkan
dengan tingkat pertumbuhan jalan.
2. Tingkat gangguan samping akibat pemanfaatan sebagian badan jalan
di luar kepentingan lalu lintas (Pedagang Asongan dan Pedagang Kaki
Lima).

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-121

3. Kurangnya disiplin pengguna sarana dan prasarana jalan.


4. Angkutan umum hanya mampu menarik captive user/tidak memiliki
alternatif lain.
5. Kondisi fisik armada dan realibilitas/keandalan pelayanan angkutan
umum.
6. Sistem manajemen angkutan yang masih konvensional (sistem
setoran).
Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, berbagai upaya yang
dilakukan, antara lain : penataan terminal, peremajaan, penataan
trayek angkutan kota, pembinaan terhadap pengguna jalan dan angkutan
umum.
Beberapa Penanganan yang dilakukan antara lain :
Penanganan Kepadatan Lalu Lintas
Penanganan kepadatan lalu lintas sangat terkait dengan disiplin
masyarakat dan indeks tingkat pelayanan jalan dan persimpangan,
dilakukan dengan:
1. Peningkatan

kuantitas

dan

kualitas

Petugas

Lapangan

Dinas

Perhubungan Kota Medan dengan membagi Kota Medan dalam


9 (sembilan) zona pengawasan dan pengaturan lalu lintas, yang
didukung

oleh

personil

sebanyak

375

orang,

khususnya

dipersimpangan dan ruas jalan yang padat lalulintasnya,

karena

penggunaannya tidak sesuai dengan fungsinya;


2. Peningkatan sarana kerja Petugas Lapangan seperti kendaraan
operasional, alat komunikasi dan alat pengamanan;
Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas:
1. Penataan sistem parkir (On Street Parking) dan Off Street Parking).
2. Perbaikan geometrik persimpangan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-122

3. Resetting siklus lampu lalu lintas.


4. Pemasangan

dan

pemeliharaan

traffict

light;

warning

light,

median/marka jalan, rambu lalu lintas dan, Alat Pengatur Isyarat


Lalu Lintas (APILL), serta pembangunan jembatan penyeberangan dan
halte bus.
5. Optimalisasi

pemanfaatan

kapasitas

ruas

jalan,

pembatasan

kendaraan tertentu seperti larangan truk daerah masuk inti kota


kecuali izin tertentu dengan izin pertemuan, pembatasan daerah
operasi becak, baik becak mesin maupun becak bermotor.
6. Melakukan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andall) terhadap Rencana
Tata Guna Lahan.
7. Peningkatan disiplin dan kesadaran penggunaan jalan, melalui
kampanye keselamatan lalu lintas.
8. Peningkatan koordinasi dengan instansi terkait khususnya untuk
penegakan hukum.
9. Penataan jaringan jalan.
10. Pengaturan lalu lintas dengan pengalihan arus dan sistem satu arah
di wilayah pusat kota.
11. Percepatan

penyelesaian

jalan

lingkar

luar

(ring

road)

dan

pembangunan play over di tiga lokasi yaitu di Jl. Jend. Gatot Subroto
(Kelurahan

Lalang),

Jl.

Jamin

Ginting

(Sp.

Pos)

dan

Jl. Sisingamangaraja (Simpang Terminal Amplas).


Penanganan Terminal
Untuk mendukung pelayanan angkutan umum, Kota Medan
didukung oleh dua Terminal Penumpang Tipe A yaitu Terminal Terpadu
Amplas dan Terminal Terpadu Pinang Baris. Sedang Terminal yang lebih
cenderung dikatagorikan sekadar simpul namun sangat potensial untuk
mengatur kegiatan menaikkan dan menurunkan penumpang yaitu
Terminal

Sambu/Veteran, Terminal William Iskandar dan Terminal

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-123

Belawan. Terminal ini terletak di pusat-pusat kegiatan perdagangan atau


pasar. Oleh karena itu, terminal ini tetap dijaga dan dikendalikan agar
tidak mengganggu pengguna sarana dan prasarana jalan lainnya serta
kelancaran arus lalu lintas.
Harus
tantangan.

diakui,

optimalisasi

fungsi

Terminal

selalu

menjadi

Hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti :

1. Kecenderungan Kantor Administrasi Angkutan Umum atau Pool


angkutan digunakan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
2. Kurangnya kesadaran pengusaha atau pengemudi yang cenderung
berorientasi kepada kepentingan efisiensi komersial semata.
Berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan fungsi
Terminal antara lain:
1. Meningkatkan keamanan dan kenyamanan terminal.
2. Meningkatkan sarana dan prasarana terminal baik fasilitas utama
maupun penunjangnya.
3. Menertibkan pool angkutan.
4. Menertibkan angkutan yang menaikkan/menurunkan penumpang pada
tempat-tempat yang tidak dibenarkan.
Penataan Sistem Angkutan Umum Massal
Keberadaan angkutan umum bagi masyarakat Kota Medan sangat
penting dan strategis. Diperkirakan 54% masyarakat Kota Medan
menggunakan angkutan umum sebagai sarana transportasi. Jenis-jenis
angkutan

umum

yang

melayani

masyarakat

terdiri

dari

Mobil

Pengangkutan Umum, Bus Angkutan Umum dan Bus yang 98% adalah
jenis angkutan kecil. Head way yang terlalu singkat menjadi salah satu
penyebab masalah angkutan umum, untuk saling mendahului yang
berdampak kepada terjadinya kemacetan dan polusi udara.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-124

Penanganan permasalahan angkutan umum di Kota Medan selama


tahun 2006 dilakukan dengan :
1. Medorong Pengusaha angkutan umum untuk melakukan peremajaan
kendaraan.
2. Usulan angkutan massal ke Departemen Perhubungan RI. Untuk itu,
Kota Medan mendapat alokasi Bus sebanyak 10 unit yang dioperasikan
oleh Perum Damri Cabang Medan.
3. Penataan trayek angkutan umum, sehingga dapat mengoptimalkan
pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap angkutan, di samping
tetap menjaga kelayakan usaha angkutan umum oleh swasta.
4. Pengawasan keselamatan dan kelaikan kendaraan angkutan umum
melalui pengujian kendaraan bermotor.
5. Penataan trayek angkutan umum, dengan menerapkan pola trayek
dan jaringan pola radial dengan mempertimbangkan pola tata guna
lahan, permintaan angkutan umum, pergerakan penumpang angkutan
umum, kepadatan penduduk, daerah pelayanan dan karakteristik
jaringan jalan, agar tidak hanya terkonsentrasi ke pusat kota, tetapi
memperbanyak rute yang lebih terdistribusi sehingga diharapkan
dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan angkutan umum secara
luas.
6. Pembinaan pengemudi, bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan
angkutan umum dan PT. Jasa Raharja. Selanjutnya penertiban
angkutan umum dengan menegakkan Undang-Undang dan Peraturan
Daerah oleh Dinas Perhubungan dengan Instansi terkait seperti
Satlantas Poltabes MS, DENPOM 1/7 BB, Kodim 0201 BS dan Satuan
Polisi Polisi Pamong Praja Kota Medan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-125

Penataan Angkutan Becak


Salah satu masalah ketenteraman dan ketertiban yang terkait
dengan usaha ekonomi dan lapangan kerja masyarakat adalah penertiban
becak. Pemanfaatan angkutan alternatif oleh pengguna jasa transportasi
menyebabkan

jumlah

dan

jenis

pengoperasian

becak

cenderung

meningkat dari waktu ke waktu. Di samping itu, krisis ekonomi yang


terjadi sejak Tahun 1997/1998 juga telah mendorong munculnya beca
bermotor versi baru dengan menggunakan mesin penggerak Sepeda Motor
ukuran mesin 110 cc ke atas. Untuk pengendaliannya, melalui Perda
Nomor

24

Tahun

2002

tentang

Penyelenggaraan

Perhubungan

Kota Medan, Pemerintah Kota Medan telah menetapkan arah kebijakan


umum untuk menata dan menertibkan kesemrawutan lalu lintas dan
keselamatan serta pelayanan masyarakat, dengan menata kembali becak
menjadi angkutan umum.
Sebagai implementasinya, Pemerintah Kota Medan menerbitkan
Surat Keputusan Walikota Medan Nomor 551.15/466 k/2001 tanggal
08 April 2004 tentang Kewajiban Angkutan Kendaraan bermotor Roda
Tiga untuk memperoleh trayek pengoperasian di Kota Medan, dan Nomor
551.21/482 K tanggal 8 April 2004 tentang Penetapan Jenis Motor
Penggerak Becak Bermotor dan Daerah Larangan Operasional Becak
Bermotor di wilayah Kota Medan.
Melalui pengaturan tersebut, pengoperasian jenis dan bentuk
becak bermotor tetap harus mempertimbangkan aspek lingkungan,
keselamatan, kelancaran lalu lintas, aspek teknis, administrasi dan sosial
ekonomi

masyarakat.

Untuk

meminimalkan

dampak

negatif

pengoperasian becak bermotor terhadap kemacetan lalu lintas, maka


juga diatur daerah-daerah larangan beroperasi beca bermotor yang
meliputi jalan-jalan di lingkar dalam Kota Medan seperti Jl. Sudirman,

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-126

Jl. Diponegoro dan lain-lain. Berdasarkan kebijakan yang ditempuh,


pengoperasian

becak

bermotor

dapat

dikendalikan;

baik

pertumbuhannya maupun unsur keselamatan dan kenyamanan pengguna


jalan.

8. LINGKUNGAN HIDUP
8.1. Fungsi Lingkungan Hidup dan ESDM
1) Program dan Kegiatan
Penyelenggaraan

urusan

pemerintahan

daerah

di

bidang

pengelolaan lingkungan hidup, energi dan sumber daya mineral,


dijabarkan

dalam

bentuk

program

dan

kegiatan

pokok

selama

tahun 2006, sebagai berikut :


a.

Program Perencanaan Teknis Administrasi dan Pengendalian


Dampak Perencanaan Ling. Hidup
1. Peringatan hari lingkungan hidup se dunia
2. Bangun paja lingkungan hidup tahun 2006
3. Penyusunan laporan SLHD dan basis data Kota Medan tahun 2006
4. Penilaian bangun paja lingkungan hidup/adipura

b.

Program Peningkatan Kualitas Perencanaan


1. Penyusunan RPJM Dinas KLH ESDM tahun 2006

c.

Program Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup


1. Pemberdayaan komisi penilaian AMDAL Kota Medan
2. Pembinaan pendampingan program 4 R di Kelurahankelurahan
percontohan

d.

Program Peningkatan Peran Masyarakat Dalam pengelolaan SDA


Pelestarian Lingkungan Hidup serta Penataan Keseimbangan SDA
dengan Lingkungan
1. Pelaksanaan sosialisasi PROPER
2. Pemberdayaan kelompok DARLING
3. Pendampingan pemberdayaan stakeholder pada DAS DELI

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-127

4. Penyusunan Keterpaduan Program Bangun Praja Lingkungan/


Adipura dengan Pemberdayaan Kelurahan
e.

Program Pengendalian Energi dan Sumber Daya Mineral


1. Pembinaan dan pengendalian usaha ketenagalistrikan

f.

Program Penegakan Hukum Lingkungan


1. Pengawasan terhadap pelaksanaan Perda

g.

Program Peningkatan Kualitas Perencanaan


1. Penyusunan LAKIP Dinas KLH ESDM Kota Medan

2) Pencapaian Program dan Kegiatan


Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan Pengelolaan
Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral selama tahun 2006
menghasilkan out put (keluaran) dan hasil (out come) sebagai berikut :
1.

Terselenggaranya peringatan hari lingkungan hidup sebagai kegiatan


rutin pada setiap tanggal 5 Juni tahun berjalan, dalam rangka
memperingati hari lingkungan hidup se-dunia di Kota Medan yang
secara serentak juga dilaksanakan oleh setiap daerah di seluruh
Indonesia.

Output

yang

dihasilkan

antara

lain terlaksananya

perlombaan penilaian peduli lingkungan hidup bagi para Pelaku


Usaha dan/atau kegiatan, seminar pembangunan berwawasan
lingkungan hidup, lomba mewarnai dan melukis lingkungan hidup
dengan jumlah peserta 200 orang, melukis dan pidato lingkungan
hidup diantara sesama pelajar dengan jumlah peserta 40 orang.
2.

Terlaksananya bangun praja lingkungan hidup untuk memenuhi


kriteria penataan

tingkat Kota Metropolitan tahun 2006, yang

meliputi Sampah, Kualitas Air, Ruang Terbuka Hijau dan Peruntukan


Lahan. Berdasarkan penilaian ini Kota Medan masuk Nominasi dan
mendapat Piala Adipura.
3.

Tersusunnya status lingkungan hidup daerah (SLHD) Kota Medan


tahun 2006.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-128

4.

Tersusunnya LAKIP tahun 2005 dan Renstra urusan KLH-ESDM


Kota Medan tahun 2006 2010.

5.

Tersusunnya dokumen analisis mengenai dampak lingkungan hidup


(AMDAL),

sistem

manajemen

lingkungan

hidup

dan

upaya

pengelolaan lingkungan hidup & upaya pemantauan lingkungan hidup


(UKL & UPL) sebanyak

25 dokumen selama tahun 2006 oleh Tim

Komisi Penilai AMDAL.


6.

Meningkatnya pemahaman dan wawasan para Darling di Kelurahan


Ladang Bambu, Martubung dan Indra Kasih untuk melakukan daur
ulang sampah Rumah Tangga (Reduce, Reuce, Recycle, Replant)
secara mandiri.

7.

Terlaksananya

sosialisasi PROPER (Program Penilaian Peringkat

Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) kepada


para Pelaku Usaha, khususnya terkait dengan Keputusan Menteri
Negara Lingkungan Hidup No. 127 Tahun 2002 tentang Program
Penilaian

Peringkat

Kinerja

Perusahaan

dalam

Pengelolaan

Lingkungan Hidup.
8.

Terselenggaranya

koordinasi

pencegahan

dan

penanggulangan

pengelolaan limbah yang dibuang ke Sungai Deli di bawah Standar


Baku Mutu pada DAS Deli.
9.

Terselenggaranya pengawasan terhadap para Pelaku Usaha sebanyak


35 perusahaan dan/atau kegiatan tentang tingkat kepatuhan mereka
dalam pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan Hidup sesuai dengan
Peraturan Daerah (PERDA).

10. Terlaksananya penyusunan keterpaduan bangun praja lingkungan


hidup dan penilaian bangun praja dalam rangka penilaian Adipura di
Kota Medan untuk tingkat Kota Metropolitan tahun 2006.
11. Adanya buku status lingkungan hidup dan buku basis data lingkungan
hidup kota medan sebanyak 10 eksemplar untuk tahun 2006.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-129

12. Adanya dokumen rencana pembangunan jangka menengah urusan


KLH-ESDM Kota Medan untuk tahun 2006-2010.
13. Tersedianya

dokumen AMDAL, SML dan UKL & UPL

sebanyak

22 orang.
14. Terbentuknya kelompok Darling sebanyak 10 kelompok yang terdiri
dari masing masing kelompok 5 orang, yang secara bertahap dapat
melakukan daur ulang persampahan menjadi kompos.
15. Tersusunnya

Laporan

Tahunan

Kinerja

Urusan

KLH-ESDM

Kota Medan.
16. Tersusunnya laporan kinerja urusan KLH-ESDM Kota Medan.
Penyelenggaraan program dan kegiatan urusan Pengelolaan
Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral selama tahun 2006
berdampak kepada :
1. Meningkatnya pengetahuan, kesadaran serta partisipasi masyarakat
dalam menjaga lingkungan hidup, baik dari anak-anak sampai
kelompok sadar lingkungan.
2. Kota Medan terus bertambah bersih, teratur, sehat dan ramah
lingkungan, ditandai dengan pemberian Penghargaan Piala Adipura
dalam program Bangun Praja pada tahun 2006.
3. Terselenggaranya

perencanaan

dan

upaya-upaya

pengelolaan

lingkungan hidup mulai dari pengembangan data, penilaian dan


pembinaan dokumen AMDAL, UKL/UPL, serta pengawasan lapangan
yang dilakukan secara berkala.
4. Meningkatnya kesadaran menjaga lingkungan hidup dari para pelaku
usaha.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-130

3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara


Secara

organisatoris,

penyelenggaraan

urusan

pengelolaan

lingkungan hidup, energi dan sumber daya mineral, merupakan tugas dan
tanggung jawab Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber
Daya Mineral Kota Medan, dengan mengembangkan koordinasi terhadap
pihak lain, baik dari lingkungan Pemerintah Kota sendiri maupun pihak
lain yang terkait. Di samping itu, dari lingkungan di luar Pemerintah Kota
seperti perusahaan perusahaan secara berkesinambungan, sehingga
terjalin

koordinasi

yang

baik

dalam

upaya

pencegahan

dan

penanggulangan pencemaran lingkungan.


4) Profil Kepegawaian
Untuk

melaksanakan

tugas

pokok

dan

fungsinya,

Dinas

Pengelolaan Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral


Kota Medan saat ini didukung oleh Sumber Daya Manusia

sebanyak

31 orang yang terdiri atas :


NO

URAIAN

1.

Jumlah Pegawai

2.

Kualifikasi Pendidikan :

3.

4.

JUMLAH (ORANG)
31

2.1. SLTA Sederajat

2.2. D-III

2.3. S-1

19

2.4. S-2

Menurut Golongan
3.1. Golongan II

3.2. Golongan III

25

3.3. Golongan IV

Menurut Jabatan
4.1. Eselon II

4.2. Eselon III

4.3. Eselon IV

16

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-131

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut di atas, maka salah satu


masalah penyelenggaraan urusan pengelolaan lingkungan hidup, energi
dan sumber daya mineral adalah masih kurangnya jumlah pegawai yang
bertugas dan menangani langsung masalah pencemaran lingkungan dan
masih minimnya aparat yang menguasai pengetahuan tentang Amdal.
5) Alokasi dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan pengelolaan lingkungan
hidup, energi dan sumber daya mineral selama tahun 2006, didukung oleh
alokasi anggaran belanja sebesar Rp 1.717.054.162,- yang terdiri dari
Belanja Aparatur sebesar Rp 1.127.054.162,- dan Belanja Publik sebesar
Rp 590.000.000,- dengan realisasi

per 31 Desember 2006 sebesar

Rp. 1.618.928.578,- atau terjadi selisih (+/-) sebesar Rp. 98.125.584,6) Kondisi Sarana dan Prasarana Kerja
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan tugas pokok dan
fungsinya, Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber
Daya Mineral Kota Medan dilengkapi oleh peralatan dan perlengkapan
kantor, termasuk mobilair dan sarana dan prasarana pelayanan
administrasi kantor lainnya. Kendala yang menonjol adalah kurang
memadainya prasarana dan sarana kerja yang dimiliki baik kualitas
maupun kuantitasnya.
7) Permasalahan dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (output) dan hasil (out come) yang
dicapai selama tahun 2006 cukup signifikan, namun penyelenggaraan
urusan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral,
tetap masih dihadapkan kepada berbagai masalah dan kendala yang
cenderung kompleks. Permasalahan utama yang dihadapi

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

dalam

III-132

penyelenggaraan urusan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Energi dan


Sumber Daya Mineral antara lain :
1. Pemahaman masyarakat yang masih relatif

minim terhadap

pelestarikan lingkungan Hidup.


2. Kurangnya Kualitas Sumber Daya Manusia baik urusan teknis,
manajemen, dan Pengawas Lingkungan Hidup (PPLHD dan PPNS),
serta pada urusan Energi dan Sumber Daya Mineral.
3. Belum tertanganinya pengelolaan limbah medis Rumah Sakit dan
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3)
4. Masih

kurangnya

diimplementasikan

standart,
guna

pedoman

mencegah

dan
dan

aturan

yang

memperkecil

dapat
dampak

lingkungan
5. Landfiil Pembuangan limbah B-3 ke PPLI yang membebani para Pelaku
Usaha.
6. Defesitnya pasokan listrik
7. Belum adanya peta sumber daya air Kota Medan
8. Belum adanya data informasi sumber daya mineral, energi dan
sumber daya air tanah yang memiliki kelayakan ekonomi untuk
dikembangkan
Berbagai solusi sebagai tindak lanjut dari permasalahan dan
kendala di atas pada masa yang akan datang adalah perlunya
mempertimbangkan kebijakan dan program sebagai berikut :
1. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Urusan KLH-ESDM, baik
teknis, manajemen dan penegakan hukum.
2. Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, para pelaku usaha dan
para pelajar tentang pengelolaan lingkungan hidup.
3. Meningkatkan koordinasi sistem kerja Lembaga Lingkungan Hidup
dengan Instansi tehnis untuk pengelolaan kualitas air, udara dan
tanah (estetika lingkungan /sampah).
4. Meningkatkan upaya penataan pengelolaan limbah B-3

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-133

5. Mengupayakan

Para

Pelaku

Usaha

dan/atau

kegiatan

secara

keseluruhan telah memiliki Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup,


Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Instalasi Pengolahan Limbah
Udara (IPLU) dan Izin sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Memprogramkan kegiatan penataan Sungai Deli, Sungai Belawan dan
Belawan Bebas Sampah.
7. Mengusulkan kepada Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan
Bapedalda Propinsi Sum. Utara tentang Relokasi Landfill Limbah B-3
di Sumatera Utara.
8. Menyiapkan data energi Ketenagalistrikan, Migas di Kota Medan.
9. Menyiapkan data dan Peta Sumber Air di Kota Medan.
10. Meningkatkan Kerja sama dengan Pelindo, Adpel dan Perum
Perikanan Belawan
11. Meningkatkan kemampuan proses lidik dan sidik serta penanganan
kasus-kasus lingkungan hidup untuk meningkatkan supremasi hukum
lingkungan hidup.
12. Meningkatkan

penyuluhan

hukum

dan

pengembangan

jaringan

kemitraan penataan hukum lingkungan dengan perusahaan


13. Menerbitkan Perda tentang Pengawasan Lingkungan Hidup.

8.2. Fungsi Pertamanan


1) Program Dan Kegiatan
Secara operasional, arah kebijakan umum pembangunan kota di
bidang Pertamanan dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan
pokok selama tahun 2006, sebagai berikut :
a. Program Pembangunan, Penataan dan Pemeliharaan Fasilitas
Pertamanan
1. Perawatan air mancur
2. Penataan taman pinggiran jalan
3. Pengecetan pagar tanaman
4. Pembuatan taman mini

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-134

5. Pengadaan bendera umbul umbul


6. Pemeliharaan bangunan tinggi peringatan
7. Pengecetan pohon penghijauan/pemangkasan pohon dan sewa
mobil Derek
8. Perbaikan pagar-pagar rusak di Kota Medan
b. Program Pembangunan, Penataan dan Pemeliharaan Fasilitas
Taman
1. Penataan lapangan olah raga
2. Penataan taman dan berm jalan
3. Penataan kastin median jalan
4. Pengadaan glodokan di Kota Medan
5. Penghijauan Kota Medan
6. Renovasi taman-taman di Kota Medan
7. Penghijauan Kota Medan
8. Pengadaan polibag untuk kebun bibit
9. Pengadaan bunga dan taman hias
10. Penataan taman makam umum (TPU)
c. Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Perkotaan
1. Pengadaan material lampu untuk perawatan lampu jalan dan
jembatan
2. Pengadaan material lampu dan kelengkapannya untuk lampu
gedung
3. Perawatan lampu penerangan jalan
4. Materisasi lampu jalan untuk 150 lokasi
5. Pemasangan lampu penerangan jalan umum
6. Pemasangan LPJU penambah/penyisipan dan lampu sorot 700 unit
7. Pengadaan material lampu hias untuk perayaan, persimpangan
jalan, pagar gedung, kantor DPRD, rumah Dinas Walikota, jalan
umum dan pameran
8. Pengecetan tiang LPJU

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-135

9. Pengadaan material lampu dan kelengkapan nya untuk lampu


taman
10. Pemasangan lampu hias
11. Pengadaan material lampu dan kelengkapannya untuk lampu
taman
12. Pemasangan lampu hias
13. Pemasangan lampu lingkungan
14. Penataan/penambahan sarana pada kebun bibit
15. Pengadaan/penambahan sarana pada kebun bibit
16. Pengadaan peralatan pemeliharaan taman (Subdinas Taman)
17. Pemeliharaan sarana kantor
18. Pengadaan mesin Chain Saw
19. Pakaian kerja petugas taman
20. Pengadaan Mobiler
21. Pelaksanaan studi banding keluar daerah mengenai pengelolaan
reklame dan administrasi
d. Program Peningkatan Kapasitas Daerah
1. Penyusunan LAKIP, RENJA, dan RENSTRA
2) Pencapaian Program dan Kegiatan
Berdasarkan prinsip-prinsip efisiensi dan efektivitas anggaran,
makna

pelaksanaan

kebijakan,

program,

kegiatan

dan

anggaran

di bidang pertamanan selama tahun 2006 menghasilkan (out put)


keluaran dan hasil (out come) sebagai berikut :
1.

Terawatnya lokasi/bangunan air mancur sebanyak 10 lokasi.


Kegiatan ini diselenggarakan untuk menghindari kerusakan sehingga
perlu dilakukan perawatan yang berkelanjutan.

2.

Tertatanya taman pinggir jalan. Pekerjaan ini dilakukan di 15 (lima


belas) titik yang bertujuan untuk mendukung keindahan sebagai
Kota Metropolitan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-136

3.

Terlaksananya

pengecatan pagar, yang bertujuan untuk tetap

menjaga keindahan dan kebersihan pagar yang ada yaitu sebanyak


71 unit.
4.

Tersedianya taman mini, untuk mendukung keindahan lokasi pada


acara-acara yang diadakan oleh Pemko Medan.

5.

Tersedianya bendera dan umbul-umbul

6.

Terpeliharanya bangunan tugu peringatan, yang bertujuan untuk


menjaga dan merawat keindahan bangunan tugu sebanyak 20 titik.

7.

Terlaksananya pengecatan pohon penghijauan/pemangkasan pohon


penghijauan.

Pekerjaan ini dimaksudkan sebagai pengarah jalan

sekaligus memberikan keindahan kota.


8.

Terlaksananya perbaikan pagar-pagar rusak. Pekerjaan ini bertujuan


untuk mempertahankan keindahan pagar dengan perbaikan pada
pagar yang rusak.

9.

Tertatanya

lapangan olah raga. Bertujuan memelihara fasilitas

lapangan olah raga yang dimiliki.


10. Tertatanya

taman dan berm jalan. Pekerjaan ini dilakukan di

69 (enam puluh sembilan) titik yang bertujuan untuk mendukung


keindahan Medan sebagai Kota Metropolitan.
11. Tertatanya

kanstin median jalan yang dilakukan pada 17 (tujuh

belas) titik bertujuan untuk menjaga keindahan kota .


12. Tersedianya glodokan tiang untuk penghijauan.
13. Terlaksananya penanaman pohon penghijauan di berbagai lokasi,
yang ditetapkan sebagai ruang terbuka hijau.
14. Terlaksananya renovasi taman-taman Kota. Pekerjaan ini bertujuan
untuk mempertahankan keindahan taman dengan perbaikan pada
taman yang rusak di 43 (empat puluh tiga) titik.
15. Tersedianya polybag untuk kebun bibit.
16. Tersedianya bunga dan tanaman hias.
17. Terpeliharanya taman pemakaman umum.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-137

18. Tersedianya

material lampu untuk perawatan lampu jalan dan

jembatan.
19. Tersedianya material lampu dan kelengkapannya untuk lampu
gedung.
20. Terlaksananya perawatan lampu penerangan jalan oleh pihak III.
21. Terpasangnya meterisasi lampu jalan.
22. Terpasangnya lampu penerangan jalan umum.
23. Terpasangnya

LPJU

penambahan/penyisipan

dan

lampu

sorot

700 unit.
24. Tersedianya material lampu hias untuk perayaan, persimpangan
jalan, pagar gedung, Kantor DPRD, rumah dinas Walikota, jalan
umum dan pameran.
25. Terlaksananya pengecatan tiang lampu penerangan jalan yang
bertujuan untuk memelihara tiang dari keropos karena karat.
26. Tersedianya material lampu dan kelengkapannya untuk lampu
taman.
27. Terpasangnya lampu hias, yang bertujuan untuk memperindah kota
di malam hari.
28. Terpasangnya lampu lingkungan untuk memberi penerangan jalan
pada jalan-jalan yang sempit.
29. Terbangunnya penambahan sarana pada kebun bibit (rumah kasa)
30. Tersedianya alat pemeliharaan taman.
31. Terpeliharanya

sarana kantor untuk mendukung penyelenggaraan

tugas-tugas kantor.
32. Tersedianya alat taman bermesin.
33. Tersedianya pakaian kerja petugas taman dan listrik.
34. Tersedianya mobiler.
35. Terlaksananya studi banding keluar daerah mengenai pengelolaan
reklame dan administrasi.
36. Tersusunnya

LAKIP tahun 2005, RENJA tahun 2007, dan RENSTRA

tahun 2006 - 2010.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-138

Penyelenggaraan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan


kota bidang pertamanan selama tahun 2006, berdampak kepada :
1. Meningkatnya fasilitas umum yang bersifat lapangan olah raga.
2. Meningkatnya kualitas lingkungan dengan ruang terbuka hijau yang
tertata baik.
3. Menambah keindahan kota dengan taman-taman dan lampu hias
sehingga mencerminkan Kota Medan sebagai Kota Metropolitan.
4. Meningkatnya rasa aman dan nyaman masyarakat pada malam hari
dengan pengadaan penerangan LPJU dan Lampu Lingkungan.
3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara

organisatoris,

penyelenggaraan

urusan

pertamanan

menjadi tugas dan tanggung jawab Dinas Pertamanan Kota Medan,


dengan mengembangkan koordinasi kepada SKPD terkait.
4)

Profil Kepegawaian
Untuk mendukung penyelenggaraan tugas dan fungsi pertamanan,

Dinas Pertamanan Kota Medan didukung sumber daya aparatur sebagai


berikut :
NO
URAIAN
1 Jumlah Pegawai
2 Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SD Sederajat
2.2. SMP Sederajat
2.3. SLTA Sederajat
2.4. D1, D2, D3 Sederajat
2.5. S1. Sederajat
2.6. S2 Sederajat
3 Pangkat/ Golongan :
3.1. Gol. I
3.2. Gol. II
3.3. Gol. III
3.4. Gol. IV

JUMLAH (ORANG)
90

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

5
5
43
3
27
7
1
17
65
7

III-139

5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran


Untuk melaksanakan program dan kegiatan urusan pertamanan
selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran belanja sebesar
Rp

85.298.847.429,-

yang

terdiri dari

Belanja

Aparatur sebesar

Rp 10.135.705.429,- dan Belanja Publik sebesar Rp 75.163.142.000,dengan realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp 84.520.883.765,atau terjadi selisih (+/-) sebesar Rp 777.963.664,6) Kondisi Sarana Prasarana Kerja
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan pertamanan,
Dinas

Pertamanan

Kota

Medan

dilengkapi

oleh

peralatan

dan

perlengkapan kantor dan lapangan termasuk mobilair dan sarana


prasarana pelayanan. Kendala yang paling menonjol adalah kurang
memadainya prasarana dan sarana kerja yang dimiliki baik kualitas
maupun kuantitasnya.
7) Permasalahan Dan Solusi
Pembangunan kota yang semakin pesat menampilkan kondisi dan
keadaan yang semakin dinamis. Namun pembangunan yang dilakukan
pasti mengakibatkan munculnya berbagai dampak, baik dampak positif
maupun negatif. Persoalan utama yang harus dihadapi adalah bagaimana
mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan oleh pembangunan yang
dilakukan.
Beberapa masalah pokok, khususnya di bidang pertamanan dapat
digambarkan sebagai berikut :
1) Tingginya arus urbanisasi yang dapat menyebabkan ancaman terhadap
upaya pelestarian dan keindahan taman-taman kota, fasilitas-fasilitas
lain termasuk lampu-lampu hias, lampu penerangan jalan dan fasilitas
lain yang merupakan sarana keindahan dan kenyamanan kota.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-140

2) Krisis ekonomi yang berkepanjangan yang mengakibatkan relative


tetap tingginya angka pengangguran dan kriminalitas yang pada
akhirnya dapat mengancam keutuhan fasilitas-fasilitas umum yang
disediakan oleh Pemerintah kota.
3) Pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi sehingga menyebabkan
meningkatnya

kawasan-kawasan

kumuh

yang

dapat

merusak

keindahan kota.
Beberapa solusi yang perlu dipertimbangkan sebagai kebijakan
dan program pokok pada masa datang adalah :
1. Mengupayakan terus pembangunan dan pemeliharaan taman-taman
kota untuk terwujudnya Kota Medan sebagai Kota Taman.
2. Peningkatan penambahan lampu penerangan jalan umum dan
pemasangan lampu hias sebagai usaha untuk menciptakan suasana
aman dan nyaman Kota Medan di malam hari.
3. Meningkatkan pelayanan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah
(PAD) yang dikelola dalam bidang Urusan Pertamanan.
4. Mengintensifkan pengawasan terhadap pelanggaran yang terjadi di
sektor pertamanan dan keindahan kota untuk tercapainya target yang
telah ditetapkan.
5. Meningkatkan

efisiensi

dan

efektifitas

penyelenggaran urusan pertamanan,

pelaksanaan

kerjasama

baik internal aparat Dinas

Pertamanan Kota Medan maupun antar Instansi di lingkungan


Pemerintah Kota Medan, dan dengan dunia usaha serta masyarakat.

8.3. Fungsi Kebersihan


1) Program Dan Kegiatan
Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah
di bidang Kebersihan, ditetapkan program dan kegiatan pokok selama
tahun 2006 sebagai berikut :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-141

a. Program Peningkatan Kapasitas Daerah


1. Penyusunan Renstra
2. Penyusunan Renja 2007
3. Penyusunan Lakip
b. Program Peningkatan Pelayanan Kebersihan
1. Penyewaan sarana angkutan sampah sebanyak 30 unit compactor
Truck, 18 unit dump truck, dan 5 unit road sweeper.
c. Program Perawatan Sarana dan Prasarana Kebersihan
1. Pemeliharaan dan perawatan 86 unit tipper truck, 18 unit arm
Roll, 7 unit truck tinja, 11 unit pick up, 7 unit alat berat, 4 unit
mini bus, dan 35 unit sepeda motor.
d. Program Peningkatan PAD
1. Pendataan WRS (Wajib Retribusi Sampah) baru
2. Penyesuaian tarif retribusi sampah
3. Pemungutan retribusi pelayanan kebersihan.
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan kebersihan
selama tahun 2006 menghasilkan out put (keluaran) dan hasil out come
sebagai berikut :
1.

Tersedianya Renstra Dinas Kebersihan 2006 - 2010

2.

Tersedianya Renja Dinas Kebersihan 2007

3.

Tersedianya LAKIP Dinas Kebersihan 2005

4.

Tersedianya angkutan sampah

5.

Terangkutnya sampah Kota Medan

6.

Terpeliharanya sarana dan prasarana kebersihan

7.

Terangkutnya/terpaparnya sampah Kota Medan ke TPA

8.

Bertambahnya WRS (Wajib Retribusi Sampah)

9.

Meningkatnya penerimaan retribusi sampah

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-142

Penyelenggaraan program dan kegiatan urusan Kebersihan selama


tahun 2006, telah berdampak kepada :
1. Meningkatnya kesadaran serta partisipasi dan peran serta masyarakat
dalam memelihara kebersihan kota.
2. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana kebersihan melalui
pengadaan

dan

kerjasama

dengan

mitra

swasta

yang

dapat

meningkatkan jumlah sampah terangkut, sekaligus pelaksanaan tugastugas kebersihan.


3. Meningkatnya penerimaan retribusi pelayanan kebersihan, sehingga
mendukung kapasitas fiskal Kota Medan.
3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan kebersihan menjadi
tugas dan tanggung jawab Dinas Kebersihan Kota Medan, dengan
mengembangkan koordinasi kepada SKPD terkait.
4) Profil Kepegawaian
NO
1.
2.

3.

4.

URAIAN
Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan ;
2.1. SD Sederajat
2.1. SMP. Sederajat
2.3. SLTA Sederajat
2.4. D1, D2, D3 Sederajat
2.5. S1. Sederajat
2.6. S2. Sederajat
Pangkat/Golongan
3.1. Gol. I
3.2. Gol. II
3.3. Gol. III
3.4. Gol IV
Jumlah Pejabat Struktural

JUMLAH (ORANG)
58 Orang
4
2
32
1
17
2

Orang
Orang
Orang
Orang
Orang
Orang

4
16
37
1
20

Orang
Orang
Orang
Orang
Orang

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-143

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut di atas, maka salah satu


masalah penyelenggaraan urusan kebersihan di bidang SDM adalah masih
kurangnya ketersediaan aparatur yang memiliki kualifikasi pendidikan di
bidang Lingkungan Hidup dan Teknologi Persampahan dan lain lain.
5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan kebersihan selama
tahun
Rp

2006,

didukung

59.022.444.949,-

oleh

yang

alokasi

terdiri

dari

anggaran

belanja

sebesar

Belanja

Aparatur

sebesar

Rp 28.088.848.949,- dan Belanja Publik sebesar Rp 30.933.596.000,dengan realisasi

per 31 Desember 2006 sebesar Rp 56.856.265.468,-

atau terjadi selisih (+/-) sebesar Rp. 2.166.179.481,6) Kondisi Sarana Prasarana Kerja
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan Kebersihan,
Dinas

Kebersihan

Kota

Medan

dilengkapi

oleh

peralatan

dan

perlengkapan kantor termasuk mobilair dan sarana & prasarana


pelayanan kebersihan Kota Medan dll. Kendala yang paling menonjol
adalah kurang memadainya prasarana dan sarana kerja yang dimiliki baik
kualitas, maupun kuantitasnya.
7) Permasalahan Dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (out put) dan hasil (out come) yang
dicapai selama tahun 2006 cukup baik, namun penyelenggaraan urusan
kebersihan tetap masih dihadapkan kepada berbagai masalah dan
tantangan

yang

kompleks.

Permasalahan

utama

penyelenggaraan

kebersihan yaitu:
1. Terjadi

peningkatan

volume timbulan

sampah, disebabkan :

a. Jumlah pertumbuhan penduduk plus commuters terus meningkat.


b. Konsentrasi penduduk di perkotaan atau kawasan industri.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-144

c. Perubahan pola konsumsi masyarakat karena meningkatnya


kesejahteraan ekonomi.
d. Pergeseran tekhnik penanganan makanan (kemasan) dengan
menggunakan plastik dan kaleng.
e. Meningkatnya limbah industri.
2. Kesadaran dan komitmen yang kurang.
3. Pengembangan areal pemukiman baru yang tidak dilengkapi fasilitas
persampahan yang memenuhi persyaratan.
4. Terbatasnya dana yang tersedia.
5. Permasalahan retribusi persampahan :
a. Tarif Retribusi persampahan belum dapat diimplementasikan
sepenuhnya,

khususnya

di

wilayah

pinggiran/lingkar

luar

Kota Medan.
b. Para penghuni perumahan/real estate masih membayar retribusi
persampahan langsung kepada pengusaha perumahan (developer).
Berbagai solusi pemecahan masalah penyelenggaraan kebersihan
di Kota Medan, sebagai berikut :
1. Menjalin

kerjasama

dengan

pihak

swasta

dalam

pengelolaan

persampahan.
2. Pemberdayaan Kelurahan/Kecamatan di bidang kebersihan :
Kegiatan ini telah dilaksanakan antara lain :
a. Mengkoordinir gotong royong di Kelurahan/Kecamatan masingmasing.
b. Mengkoordinir

pewadahan,

pengumpulan

dan

pengangkutan

sampah.
c. Menampung dan menindak lanjuti komplain masyarakat tentang
kebersihan.
3. Meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang kebersihan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-145

4. Meningkatkan motisivasi masyarakat untuk peduli kebersihan dengan


cara sosialisasi kebersihan, himbauan-himbauan kebersihan dan kerja
sama dengan Forum Komunikasi Peduli Kebersihan Kota Medan,
antara lain :
a. Pembuatan papan himbauan kebersihan, brosur/leaflet dan
sticker.
b. Bersama Forum Komunikasi Peduli Kebersihan Kota Medan
mengadakan pembinaan terhadap petugas kebersihan dilapangan
seperti : Melati, Bestari dan Supir truck sampah.
c. Forum

Komunikasi

Peduli

Kebersihan

Kota

Medan

mensosialisasikan program Pemko Medan dibidang kebersihan.


5. Solusi tentang retribusi :
a. Menawarkan penyesuaian tarif retribusi persampahan secara
bertahap.
b. Penagihan retribusi persampahan dilakukan langsung kepada
masing-masing penghuni perumahan/real estate.

9. KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL


9.1. Fungsi Kependudukan dan Catatan Sipil
1) Program Dan Kegiatan
Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah
di bidang Kependudukan, yang mempunyai fungsi merumuskan dan
melaksanakan kebijakan teknis di bidang kependudukan serta pencatatan
penduduk

dan

kependudukan,

menyelenggarakan
ditetapkan

program

pelayanan
dan

umum

kegiatan

di

bidang

pokok

selama

tahun 2006 sebagai berikut :


a. Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Aparatur
1. Pengadaan sarana dan prasarana
b. Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur
1. Penyusunan LAKIP.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-146

c. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Perencanaan Kinerja


Dan Keuangan
1. Penyusunan Renstra.
d. Program Tertib Administrasi Kependudukan
1. Pelaksanaan Perda kependudukan dan catatan sipil khusus
pendaftaran penduduk.
2. Sosialisasi akta kelahiran.
3. Evaluasi SIM dan SBPOA.
4. Pembuatan bill board kependudukan dan catatan sipil.
5. Penilaian Kecamatan dan Kelurahan.
6. Crass program.
7. Diklat dan lokakarya.
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan

program,

kegiatan

dan

anggaran

urusan

kependudukan selama tahun 2006 menghasilkan out put (keluaran) dan


hasil (Out Come) sebagai berikut :
1. Tersedianya

sarana

dan

prasarana

administrasi

kependudukan

42 unit, serta meningkatnya sarana dan prasarana operasional


administrasi Kependudukan 8 jenis
2. Tersusunnya LAKIP Tahun 2005 berupa 1 Dokumen, sebagai bentuk
media akuntabilitas SKPD.
3. Tersusunnya Renstra 2006-2010 berupa 1 Dokumen sebagai pedoman
perencanaan Dinas kependudukan Kota Medan selama 5 Tahun
4. Terlaksananya sosialisasi

Perda Kependudukan kepada 600 orang,

kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran dan


partisipasi masyarakat terhadap terciptanya tertib administrasi
kependudukan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-147

5. Terlaksananya sosialisasi

akta catatan sipil kepada 3700 orang,

kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan peserta


sosialisasi agar mengetahui kegunaan

akta catatan sipil, sehingga

setiap warga Kota Medan akan memiliki dokumen akta catatan sipil.
6. Terlaksananya evaluasi SIM dan SBPOA di Kecamatan, kegiatan ini
dlaksanakan untuk mendata WNA dan WNI yang masuk ke Kota Medan
dan hasil pendataan mencapai 1071 orang.
7. Tersedianya bill board kependudukan dan catatan sipil 6 buah,
kegiatan

ini

dilaksanakan

agar

tersosialisasinya

pendaftaran

kependudukan dan pencatatan akta catatan sipil.


8. Terlaksananya lomba registrasi 21 Kecamatan dan 151 Kelurahan,
kegiatan

ini

dilaksanakan

untuk

memberi

motivasi

kepada

Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan untuk lebih meningkatkan


pelayanan kependudukan dan hasilnya telah terpilih Pemenang
Lomba sebanyak 3 Kecamatan dan 3 Kelurahan terbaik.
9. Tersedianya Program Komputerisasi Akta Kelahiran, kegiatan ini
dilaksanakan untuk lebih memudahkan dan mengamankan data Akta
Catatan Sipil sehingga data yang entry dapat dipergunakan pada
masa yang akan datang, hasil yang dicapai berupa data akta Catatan
sipil yang di Entry sebanyak 16000 data
10. Terlaksananya Diklat dan Lokakarya

12

orang,

kegiatan

ini

dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan utusan peserta Diklat


dan Lokakarya sebanyak 12 orang pegawai.
Penyelenggaraan program dan kegiatan urusan kependudukan
selama tahun 2006, telah berdampak kepada :
1. Meningkatnya

animo

masyarakat

untuk

memiliki

dokumen

kependudukan berupa kartu keluarga sebanyak 142.392 KK dan Kartu


Tanda Penduduk sebanyak 433.011 jiwa.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-148

2. Meningkatnya animo masyarakat untuk memiliki dokumen catatan


sipil berupa Akta Kelahiran sebanyak 46.781 jiwa, Akta kematian
sebanyak 1.182 jiwa, Akta pengesahan anak sebanyak 1.298 jiwa,
akta perkawinan sebanyak 3.931 pasangan, akta perceraian sebanyak
65 pasangan dan akta perkawinan luar negeri sebanyak 6 pasangan.
3. Meningkatnya

pengetahuan

dan

wawasan

pegawai

Dinas

Kependudukan Kota Medan yang mengikuti lokakarya 8 orang dan


Diklat

tehnis

sebagai

operator

komputer

sistem

informasi

administrasi kependudukan sebanyak 4 orang.


4. Meningkatnya

tertib

administrasi

kependudukan

di

tingkat

pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan dengan indikasi sudah siap


melaksanakan Sistem Informasi Administrasi kependudukan sebagai
program Nasional.
5. Meningkatnya

kesadaran

masyarakat

khususnya

warga

Negara

Indonesia pendatang dari daerah lain dan warga Negara Asing yang
mendaftarkan status kependudukannya di Kota Medan di Dinas
Kependudukan Kota Medan.
6. Meningkatnya faliditas data tentang masyarakat yang mencatatkan
kelahiran anggota keluarganya yang up to date dalam rangka
meningkatkan program tertib Administrasi Kependudukan di Kota
Medan.
3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan kependudukan
menjadi tugas dan tanggungjawab Dinas Kependudukan Kota Medan,
dengan mengembangkan koordinasi kepada SKPD terkait.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-149

4) Profil Kepegawaian
NO
1.
2.

3.

4.

URAIAN
Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SLTA sederajat
2.2. D1, D2, D3 sederajat
2.3. S1 sederajat
2.3. S2 sederajat
Pangkat/Golongan :
3.1. Golongan II
3.2. Golongan III
3.3. Golongan IV
Jumlah Pejabat Struktural
Berdasarkan

profil

kepegawaian

JUMLAH (ORANG)
71
30
1
37
3
7
58
6
22
tersebut

di

atas

dapat

dikemukakan bahwa jumlah pegawai sebanyak 71 orang dengan tingkat


pendidikan formal para pegawai yang ada di Dinas Kependudukan Kota
Medan Sarjana sebanyak 37 orang atau 52 %, SLTA sebesar 30 orang atau
42 %, Pasca Sarjana 3 orang dan D3 sebanyak 1 orang. Selanjutnya dapat
di kemukakan bahwa para pegawai golongan III sebanyak 58 orang,
golongan II sebanyak 7 dan Golongan IV hanya 6 Orang. Kendala SDM yang
menonjol adalah masih kurangnya ketersediaan aparatur yang memiliki
kualifikasi pendidikan di bidang Operator Komputer Sistem Informasi
Administrasi Kependudukan.
5)

Alokasi Dan Realisasi Anggaran


Untuk melaksanakan program dan kegiatan urusan kependudukan

dan catatan sipil selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran
belanja sebesar Rp 8.448.224.484,- yang terdiri dari Belanja Aparatur
sebesar Rp 7.693.320.484,- dan Belanja Publik sebesar Rp 754.904.000,dengan realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp 7.671.563.136,- atau
terjadi selisih (+/-) sebesar Rp 776.661.348,-.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-150

6) Kondisi Sarana Prasarana Kerja


Dalam

rangka

mendukung

penyelenggaraan

urusan

Kependudukan, Dinas Kependudukan Kota Medan dilengkapi oleh


peralatan dan perlengkapan kantor termasuk Mobilier dan sarana dan
prasarana

pelayanan

administrasi

kantor

dan

pelayanan

kepada

masyarakat lainnya. Kendala yang paling menonjol adalah kurang


memadainya

ruangan

untuk

melayani

masyarakat

dan

kurang

memadainya sarana prasarana kerja yang dimiliki baik secara kualitas


maupun kuantitas.
7) Permasalahan Dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (Out put) dan hasil (Out Come) yang
dicapai selama tahun 2006 cukup baik, namun penyelenggaran urusan
kependudukan tetap masih dihadapkan kepada berbagai masalah dan
tantangan yang kompleks antara Lain :
a. Tingkat partisipasi masyarakat dalam mencatatkan peristiwa penting
yang dialaminya masih belum memadai, hal ini terlihat dari intensitas
pencatatan akta catatan sipil terjadi pada saat-saat tertentu seperti
pada saat anaknya akan masuk sekolah, mengikuti test Kepolisian dan
Angkatan Bersenjata, demikian juga pendaftaran penduduk masih
hanya sekedar melengkapi berkas untuk kepentingan lainnya.
b. Tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi, hal ini disebabkan
meningkatnya urbanisasi setiap tahun di Kota Medan.
c. Aparatur yang masih kurang memadai secara kualitas berupa
keterampilan

teknis

pengoperasian

Komputer

Sistem

Informasi

Administrasi Kependudukan.
Solusi

permasalahan

urusan

kependudukan,

perlunya

mempertimbangkan pelaksanaan :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-151

a. Program

Pembangunan

dan

Pengoperasian

Sistem

Informasi

Administrasi Kependudukan, melalui kegiatan :


Pemutakhiran data penduduk
Menyiapkan sarana dan prasarana pengoperasian SIAK secara
terpadu
Melaksanakan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan secara
berkelanjutan
b. Meningkatkan partisipasi masyarakat, melalui kegiatan
sosialisasi

baik

kepada

masyarakat

maupun

kepada

sosialisasiaparatur

pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan


c. Meningkatkan sarana dan prasarana Aparatur
d. Meningkatkan kualitas SDM aparatur

10. KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA


10.1. Fungsi Keluarga Berencana
1) Program Dan Kegiatan
Untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah di bidang
Keluarga Berencana ditetapkan program dan kegiatan pokok selama
tahun 2006, sebagai berikut :
a. Program Pembinaan Kader dan Pemantapan Program Keluarga
Berencana
1. TNI manunggal KB kesehatan
2. Kesatuan gerak PKK KB kesehatan
3. Pelatihan Bidan
4. Pengadaan alat/obat kontrasepsi
5. Pengadaan alat permainan edukatif (APE)
b. Program peningkatan kualitas perencanaan
1. Penyusunan Renja 2007
2. Penyusunan Renstra 2006 - 2010

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-152

c. Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur


1. Penyusunan LAKIP 2005
2. Pengadaan sarana Kantor
d. Program Peningkatan Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga
1. Pengadaan leflet dan brosur keluarga berencana
2. Pengadaan formulir keluarga berencana
3. Pencatatan dan Pelaporan keluarga berencana
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan keluarga
berencana selama tahun 2006 menghasilkan out put (keluaran) dan hasil
(out come) sebagai berikut :
1. Terlaksananya

kegiatan

TNI

Manunggal

KB

Kesehatan.

Melalui kegiatan sarasehan dan penyuluhan di 21 Kecamatan, berhasil


melayani peserta KB baru sebanyak 14.158 akseptor yang terdiri dari
IUD : 1.323 akseptor, MOW : 853 akseptor, IMPLANT : 704 akseptor,
PIL : 4.978 akseptor, SUNTIK : 6.096 akseptor,

KONDOM : 604

akseptor. Kegiatan ini juga berhasil membina peserta KB aktif yang


terdiri dari IUD : 30.636 akseptor, MOP : 32 akseptor, MOW : 15.084
akseptor, IMPLANT : 11.130 akseptor, PIL : 66.724 akseptor, SUNTIK :
75.748 akseptor dan KONDOM : 7.945 akseptor. Di samping itu juga
terbina 78 kelompok BKB (Bina Keluarga Balita), 66 kelompok BKR
(Bina Kelompok Remaja) dan 68 kelompok BKL (Bina Keluarga Lansia).
Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan (Juli, Agustus dan
September) yang bertujuan untuk meningkatkan pencapaian peserta
KB melalui pelayanan akseptor secara gratis.
2. Terlaksananya kegiatan Kesatuan Gerak PKK KB Kesahatan. Melalui
kegiatan sarasehan dan penyuluhan di 21 Kecamatan berhasil
terlayani 33.633 akseptor baru, yang terdiri dari 2.586 akseptor IUD,
1.608 akseptor MOW, 642 akseptor IMPLANT, 12.857 akseptor PIL,

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-153

14.699 akseptor SUNTIK dan 1.241 akseptor KONDOM. Juga berhasil


membina peserta KB aktif sehingga tidak drop out (keluar dari
peserta KB) yang terdiri dari 25.986 akseptor IUD, 32 akseptor MOP,
12.926 akseptor MOW, 13.016 akseptor IMPLANT, 57.139 akseptor PIL,
67.426 akseptor SUNTIK dan 6.107 akseptor KONDOM. Disamping itu,
juga berhasil dilakukan pembinaan berkelanjutan kepada 194
kelompok BKB, 125 kelompok BKR dan 144 kelompok BKL. Kegiatan ini
dilaksanakan selama 3 bulan (Oktober, Nopember dan Desember)
dengan tujuan mendekatkan tempat pelayanan KB kepada seluruh
masyarakat yang dilayani secara gratis.
3. Terselenggaranya pelatihan kepada 60 orang Bidan.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan dan
keterampilan Bidan dalam memasang dan mencabut alat kontrasepsi
khususnya IUD dan IMPLANT.
4. Tersedianya sarana alat/obat kontrasepsi KB yaitu :
-

IUD sebanyak 5.600 buah

IMPLANT sebanyak 620 set

PIL sebanyak 25.864 cycle

SUNTIKAN sebanyak 24.000 vial

Melalui ketersediaan alat/obat kontrasepsi yang mencukupi, dapat


dilayani peserta KB maupun calon peserta KB secara menyuluruh dan
gratis
5. Tersedianya APE (Alat Permainan Edukatif) dan Kantong Wasiat
sebanyak 21 set atau masing-masing 1 set untuk tiap Kecamatan.
Melalui ketersediaan APE dan Kantong Wasiat ini kelompok BKB (Bina
Keluarga Balita) yang ada di setiap Kecamatan sudah mempunyai
sarana APE dan Kantong Wasiat.
6. Tersedianya sarana Kantor berupa 2 set computer (meja, printer),
2 unit Lap Top, 1 unit Scanner dan 2 buah AC. Tersedianya sarana ini
mendorong kegiatan perkantoran dapat dilaksanakan dengan baik.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-154

7. Tersedianya

sarana KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) KB

berupa brosur KB sebanyak 4.000 lembar dan Plank KB 29 buah.


Sarana KIE ini diharapkan dapat mengingatkan kembali masyarakat
tentang pentingnya ber-KB.
8. Tersedianya

sarana formulir keluarga berencana sebanyak 87.568

lembar yang terdiri dari 30 jenis. Formulir-formulir ini didistribusikan


ke Lapangan (Kecamatan/Kelurahan dan Lingkungan), juga ke Klinik
KB (Puskesmas/Pustu dan Klinik KB swasta). Sarana formulir ini
dimaksudkan untuk mendukung terlaksananya laporan KB yang
handal.
9. Terdokumentasikannya hasil pencatatan dan pelaporan KB sebanyak
600 examplar selama 1 tahun. Kegiatan ini dilaksanakan untuk
mengetahui perkembangan program KB di Kota Medan pada
umumnya.
Penyelenggaraan

program

dan

kegiatan

urusan

Keluarga

Berencana selama tahun 2006, berdampak kepada :


1. Jumlah peserta KB baru sebanyak 33.943 akseptor atau 102,09 % dari
PPM (Prakiraan Permintaan Masyarakat), dan 182.632 peserta KB aktif
atau 61,41 % dari jumlah PUS (Pasangan Usia Subur)
2. Meningkatnya mutu pelayanan KB, khususnya dalam hal memasang
dan mencabut alat kontrasepsi khususnya IUD dan Implant.
3. Terpenuhinya sarana alat/obat kontrasepsi kepada masyarakat secara
merata dan gratis yang dilayani di Klinik KB Pemerintah.
4. Terpenuhinya sarana APE (Alat Permainan Edukatif) dan kantong
wasiat di kelompok BKB (Bina Keluarga Balita).
5. Meningkatnya sarana penerangan/penyuluhan KB kepada masyarakat
melalui media brosur dan Plank KB.
6. Tersedianya data dan informasi KB secara benar dan akurat.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-155

3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara


Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan keluarga berencana
menjadi tugas dan tanggung jawab Badan Keluarga Berencana Kota
Medan dengan mengembangkan koordinasi melalui SKPD-SKPD terkait
lainnya.
4) Profil Kepegawaian
NO
URAIAN
1
Jumlah Pegawai
2
Kualifikasi Pendidikan
2.1 SD Sederajat
2.2 SLTA Sederajat
2.3 D 1, D2, D3 sederajat
2.4 S1 sederajat
2.5 S2 sederajat
3
Pangkat / Golongan
3.1 Gol. II
3.2 Gol. III
3.3 Gol. IV
4
Jumlah Pejabat Struktural
5
Jumlah Pejabat Fungsional

JUMLA H (ORANG)
210
1
121
10
76
2
13
190
7
21
91

Berdasarkan data sumber daya aparatur


permasalahan

pokok

penyelenggaraan

urusan

di atas, diketahui
keluarga

berencana

di bidang sumber daya manusia adalah :


1. Masih terbatasnya tenaga aparatur yang berlatar belakang pendidikan
Bidan/Perawat (Medis), sebagai tenaga lapangan.
2. Masih ada Penyuluh KB (PKB) yang belum diangkat sebagai Tenaga
Fungsional, sedangkan tugasnya di lapangan (Kecamatan/Kelurahan)
sama dengan Tenaga Fungsional.
3. Masih belum mencukupinya tenaga operator komputer.
4. Masih

belum

adanya

tenaga

administrasi

di

lapangan

(Kecamatam/Kelurahan).

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-156

5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran


Untuk melaksanakan program dan kegiatan urusan keluarga
berencana selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran belanja
sebesar Rp 7.153.579.227,- yang terdiri dari Belanja Aparatur sebesar
Rp 6.163.203.227,- dan Belanja Publik sebesar Rp 990.376.000,- dengan
realisasi per 31 Desember 2006 Rp 6.934.474.869,- atau terjadi selisih
(+/- ) sebesar Rp 219.104.358.6) Kondisi Sarana Prasarana Kerja
Untuk mendukung penyelenggaraan urusan keluarga berencana,
Badan Keluarga Berencana Kota Medan dilengkapi oleh peralatan dan
perlengkapan kantor termasuk mobiler dan sarana & prasarana layanan
administrasi

kantor

lainnya.

Beberapa

kendala

di

bidang

prasarana/sarana kerja yaitu :


1. Masih kurangnya sarana computer.
2. Kursi dan meja kerja sudah banyak yang rusak.
3. Kursi dan meja rapat tidak memadai (masih kurang).
4. Filling Kabinet dan Lemari arsip banyak yang dalam kondisi rusak.
7) Permasalahan Dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (output) dan hasil (out come) yang
dicapai selama tahun 2006 cukup baik, namun penyelenggaraan urusan
keluarga berencana masih tetap dihadapkan kepada beberapa masalah
yang komplek. Ada 3 permasalahan utama penyelenggaraan tugas dan
fungsi keluarga berencana di Kota Medan yaitu :
1.

Masih rendahnya peran serta pria sebagai peserta keluarga


berencana.

2.

Masih belum terlayaninya seluruh calon peserta KB kontap wanita


(tubektomi).

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-157

3.

Mulai dirasakan menurunnya peran serta institusi masyarakat dalam


meyelenggarakan program keluarga berencana baik di bidang
pencatatan

dan

pelaporan

maupun

dalam

penggarapan

dan

pembinaan terhadap peserta KB.


Walaupun pencapaian peserta KB baru pada tahun 2006 mencapai
angka 102,09% dari PPM (Prakiraan Permintaan Masyarakat), dan
pencapaian peserta KB aktif 61,41% dari PUS (Pasangan Usia Subur),
namun keikursertaan kaum pria menjadi peserta KB masih sangat rendah
yaitu 3,36% atau 6.139 peserta dari 182.632 peserta KB aktif.
Hal ini disebabkan karena kesediaan dan kerelaan serta kesiapan kaum
pria terhadap pemakaian alat kontrasepsi masih rendah, juga disebabkan
masih terbatasnya alat kontrasepsi untuk kaum pria, dengan kata lain
alat kontrasepsi untuk kaum wanita masih lebih banyak.
Belum

terlayaninya

seluruh

calon

peserta

kontap

wanita

(tubektomi) disebabkan karena masih minimnya biaya yang disediakan


oleh BKKBN Propinsi Sumatera Utara melalui dana APBN, baik biaya
untuk pelayanan maupun biaya penggarapan akseptor yang akan
dilayani, sedangkan dana yang berasal dari APBD tahun 2006 belum
menampung kegiatan kontap wanita (tubektomi).
Menurunnya

peran

serta

institusi

masyarakat

dalam

penyelenggaraan program keluarga berencana baik di bidang pencatatan


dan pelaporan maupun dalam penggarapan dan pembinaan peserta KB
disebabkan karena masih kurangnya perhatian dan belum tersedianya
insentif (uang lelah) terhadap Institusi masyarakat terutama PPKBD
(Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) dan Sub PPKBD yang
merupakan ujung tombak dan kader program keluarga berencana dilini
yang paling bawah (Kelurahan dan Lingkungan) serta masih kurangnya
pelatihan pencatatan dan pelaporan juga pembinaan terhadap institusi
masyarakat (PPKBD dan Sub PPKBD).

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-158

Sebagai solusi dan tindak lanjut pembangunan kota di bidang


keluarga

berencana

pada

masa

yang

akan

datang,

perlu

mempertimbangkan kebijakan dan program sebagai berikut :


1. Meningkatkan pelayanan KB dengan prioritas kepada masyarakat pra
sejahtera dan sejahtera I (yang dikategorikan sebagai keluarga
miskin).
2. Meningkatkan

penyuluhan

kepada

remaja

pra

nikah

untuk

merencanakan persiapan perkawinan yang mantap.


3. Meningkatkan

mutu

pelayanan

KB

dengan

memprioritaskan

peningkatan mutu sarana pelayanan dan mutu tenaga pelayanan KB.


4. Pemerataan pelayanan dan mengefektifkan informasi pelayanan hakhak reproduksi.
5. meningkatkan sistem rujukan secara timbal balik disemua jaringan
pelayanan KB baik pemerintah maupun swasta dan organisasi profesi
seperti PKBI, IBI dan IDI.
6. Meningkatkan pengendalian kelahiran penduduk melalui peningkatan
pemerataan, akses dan kualitas pelayanan KB terutama bagi keluarga
miskin di kawasan lingkar luar.
7. Meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi remaja melalui upaya
peningkatan pemahaman kesehatan reproduksi remaja, penguatan
institusi masyarakat dan pemerintah untuk memberikan layanan
kesehatan dan layanan kesehatan reproduksi.
8. Meningkatkan pemberdayaan dan ketahanan keluarga khususnya
keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I serta peningkatan
kualitas lingkungan keluarga.
9. Memperkuat kelembagaan dan jaringan pelayanan KB melalui
kerjasama dengan masyarakat luas dalam upaya pengendalian jumlah
dan laju pertumbuhan penduduk dan memberdayakan keluarga kecil
berkualitas.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-159

11. SOSIAL
11.1. Fungsi Sosial
1)

Program Dan Kegiatan


Dalam

rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di

bidang Sosial, ditetapkan program dan kegiatan pokok selama


tahun 2006, sebagai berikut :
a. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial
1. Penanganan PSK melalui repratriasi ke panti-panti rehabilitasi.
2. Bimbingan sosial dan pembinaan anak jalanan
b. Program Pemberdayaan Fakir Miskin Dan Penyandang Masalah
Kesejahteraan Sosial Lainnya.
1. Pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat
2. Pelatihan Keterampilan Tata Boga (UED) bagi Keluarga Fakir
Miskin
3. Pembinaan aparatur di bidang kesejahteraan sosial
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan sosial selama
tahun 2006 menghasilkan out put (keluaran) dan hasil (out come) sebagai
berikut :
1. Terselenggaranya

penanganan

kepada

50

orang

PSK

melalui

repratriasi ke Panti-Panti Rehabilitasi. Kegiatan ini diselenggarakan


untuk membina para PSK agar mau kembali kepada keluarganya.
2. Terselenggaranya bimbingan sosial dan pembinaan terhadap 80 orang
anak jalanan, untuk memberikan pemahaman yang lebih luas bahaya
hidup dijalanan.
3. Terselenggaranya

pelatihan

keterampilan

kepada

150

orang

penyandang cacat. Pelatihan berupa dasar tata rias dan menjahit,


dimaksudkan agar para penyandang cacat mempunyai keterampilan
untuk mendukung hidup lebih mandiri.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-160

4. Terselenggaranya pelatihan keterampilan tata boga (UED) bagi


Keluarga Fakir Miskin. Pelatihan keterampilan ini diberikan kepada 50
orang (keluarga fakir miskin) yaitu pembuatan kue-kue dan makanan
lainnya yang berguna sebagai diversifikasi usaha

untuk membantu

perekonomian keluarga.
5. Terselenggaranya pembinaan aparatur di urusan Kesejahteraan Sosial.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan penyuluhan kepada
151 orang Aparatur Kelurahan Pemerintah Kota Medan, bagaimana
cara memperoleh dan mengisi data PMKS pada setiap Kelurahan.
Penyelenggaraan program dan kegiatan urusan sosial selama
tahun 2006 berdampak kepada :
1. Jumlah anak yang berada dijalanan termasuk PSK sudah mulai
berkurang.
2. Meningkatnya

jumlah

Penyandang

Cacat

yang

mempunyai

keterampilan untuk hidup lebih mandiri.


3. Meningkatnya

jumlah

keluarga

fakir

miskin

yang

bertambah

pengetahuan tata boga, sehingga dapat digunakan sebagai alternative


usaha untuk membantu perekonomian keluarga.
3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan sosial menjadi tugas
dan tanggung jawab Kantor Sosial Kota Medan, dengan mengembangkan
koordinasi kepada SKPD terkait.
4) Profil Kepegawaian
NO
1
2

URAIAN
Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SLTA Sederajat
2.2. D1, D2, D3 Sederajat
2.3. S1 Sederajat
2.4. S2 Sederajat

JUMLAH (ORANG)
17

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

6
1
9
1

III-161

Pangkat/Golongan :
3.2. Gol. II
3.3. Gol. III
3.4. Gol IV
Jumlah Pejabat Struktural

1
15
1
4

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut di atas, maka salah satu


masalah penyelenggaraan urusan sosial di bidang SDM adalah masih
kurangnya ketersediaan aparatur yang memiliki kualifikasi pendidikan di
bidang Kesejahteraan Sosial (STKS).
5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran
Untuk melaksanakan program dan kegiatan urusan sosial

selama

tahun
Rp.

2006,

didukung

1.147.396.380,-

oleh

yang

alokasi

terdiri

dari

anggaran

belanja

sebesar

Belanja

Aparatur

sebesar

Rp 744.636.380,- dan Belanja Publik sebesar Rp 402.760.000,- dengan


realisasi per 31 Desember 2006 sebesar

Rp 924.320.317,- atau terjadi

selisih (+/-) sebesar Rp 223.076.063,6) Kondisi Sarana Prasarana Kerja


Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan sosial, Kantor
Sosial Kota Medan dilengkapi oleh peralatan dan perlengkapan kantor
termasuk mobilair, sarana dan prasarana pelayanan administrasi kantor
lainnya. Kendala yang paling menonjol adalah belum adanya prasarana
dan sarana kerja seperti sarana transportasi, Panti Rehabilitasi serta
masih terbatasnya dukungan anggaran untuk melaksanakan tugas dan
fungsi pemerintahan kota di bidang sosial.
7) Permasalahan Dan Solusi
Walaupun berbagai indikator social menunjukkan perkembangan
yang semakin baik selama tahun 2006, namun penyelenggaraan urusan
pemerintahan di bidang sosial tetap masih dihadapkan kepada berbagai
masalah dan kendala yang kompleks. Masalah masalah sosial pada

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-162

dasarnya disebabkan oleh faktor-faktor eksternal, yang membawa


pengaruh negatif terhadap kehidupan masyarakat, seperti :
1. Faktor ekonomi
2. Faktor globalisasi informasi yang mengakibatkan kerentanan budaya.
3. Faktor alam yang menimbulkan bencana
4. Faktor

konflik

internal

dalam

masyarakat

yang

menimbulkan

disintegrasi sosial.
5. Serta faktor eksternal lainnya.
Berbagai solusi sebagai tindak lanjut dari permasalahan dan
kendala di atas, perlu mempertimbangkan kebijakan dan program
sebagai berikut :
1. Meningkatkan

partisipasi

seluruh

elemen

masyarakat,

dalam

penanganan berbagai permasalahan social.


2. Meningkatkan jaringan kerja dan sikronisasi program diantara
instansi - instansi terkait.
3. Meningkatkan ketahanan lokal dan budaya daerah.
4. Memaksimalkan fungsi Pemerintah Kelurahan/Kecamatan.

12. TENAGA KERJA


12.1. FungsiTenaga Kerja
I) Program Dan Kegiatan
Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di
bidang

Ketenagakerjaan

ditetapkan program dan kegiatan pokok

selama Tahun 2006, sebagai berikut :


a. Program Peningkatan Tenaga Kerja Dan Perluasan Produktivitas
Ketenagakerjaan
1. Pemberdayaan TKMT/TKPMT dan pembentukan wirausaha baru
melalui magang dan garmen bank serta penerapan teknologi tepat
guna sebanyak 15 orang.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-163

2. Pelatihan kejuruan las melalui magang sebanyak 20 orang di


perusahaan.
3. Pelatihan kejuruan montir mobil sebanyak 20 orang.
4. Pelatihan keterampilan kejuruan menjahit sebanyak 40 orang
b. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Penyusunan Renja tahun 2006
2. Penuyusunan Renstra tahun 2007-2011
c. Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur
1. Penyusunan LAKIP
d. Program Peningkatan Kapasitas Daerah
1. Peningkatan pendapatan daerah
e. Program Pembinaan Hubungan Industrial Yang Standar dan Ideal
1. Peran serta dewan pengupahan Kota Medan dalam penetapan
upah minimum Kota Medan
2. Penanganan dan penyelesaian hubungan industrial
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan

program,

kegiatan

dan

anggaran

urusan

ketenagakerjaan selama Tahun 2006 menghasilkan output (keluaran) dan


hasil (out come) sebagai berikut :
1.

Terbentuknya wira usaha baru dengan dukungan grameen bank


(dana bergulir) untuk usaha pembuatan ikan asin sebanyak
15 orang.

2.

Terselenggaranya pelatihan kejuruan las melalui magang di


perusahaan sebanyak 20 orang.

3.

Terselenggaranya pelatihan montir mobil sebanyak 20 orang.

4.

Terselenggaranya pelatihan menjahit sebanyak 40 orang.

5.

Disepakatinya Upah Minimum Kota Medan Tahun 2007 dan telah


disyahkan dengan SK Gubernur Sumatera Utara dengan UMK Medan
2007 sebesar Rp. 820.000,-

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-164

6.

Penyelesaian kasus hubungan industrial dalam tahun 2006


sebanyak 210 kasus PHI dan PHK.

7.

Tersedianya Rencana Kerja tahun 2007.

8.

Tersusunnya Rencana Strategik Dinas Tenaga Kerja Kota Medan


Tahun 2006 2010.

9.

Tersusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah


Dinas Tenaga Kerja Kota Medan Tahun 2005.
Penyelenggaraan program dan kegiatan urusan ketenagakerjaan

selama Tahun 2006, berdampak kepada :


1.

Meningkatnya pencari kerja terampil sebanyak 80 orang, yang siap


untuk bekerja dan/atau melakukan usaha mandiri.

2.

Berkurangnya

angka

pengangguran

terbuka,

menjadi

7,77%

tahun 2006.
3.

Tingginya komitmen pekerja dan pengusaha dalam mewujudkan


hubungan

industrial

yang

harmonis,

sehingga

menciptakan

ketenangan bekerja dan berusaha, dengan meningkatnya upah


pekerja pada Tahun 2006.
4.

Terciptanya iklim investasi yang kondusif, sehingga mendorong


pertumbuhan kesempatan kerja baru yang lebih masif.

3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara


Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan ketenagakerjaan
menjadi tugas dan tanggungjawab Dinas Tenaga Kerja Kota Medan
sebagai perangkat daerah Pemerintah Kota Medan, dengan dukungan
koordinasi kepada stakeholder terkait baik Pemerintah, Swasta dan LSM.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-165

4) Profil Kepegawaian
NO
1.
2.

3.

4.

URAIAN
Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SD Sederajat
2.2. SMP Sederajat
2.3. SLTA Sederajat
2.4. D1, D2, D3 Sederajat
2.5. S1 Sederajat
2.6. S2 Sederajat
Pangkat / Golongan :
3.1. Gol. II
3.2. Gol. III
3.3. Gol. IV
Jumlah Pejabat Struktural

JUMLAH (ORANG)
78
1
2
24
4
46
1
8
63
7
24

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut di atas, maka salah satu


masalah penyelenggaraan urusan ketenagakerjaan di bidang SDM adalah
masih kurangnya ketersediaan aparatur yang memiliki kualifikasi
pendidikan di bidang akuntansi, komputer , dan sarjana teknik.
5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran
Untuk

melaksanakan

program

dan

kegiatan

urusan

ketenagakerjaan selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran


belanja sebesar Rp 2.924.269.464,- yang terdiri dari Belanja Aparatur
sebesar Rp 2.567.489.464,- dan Belanja Publik sebesar Rp 356.780.000,dengan realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp. 2.832.773.921,- atau
terjadi selisih (+/-) sebesar Rp. 91.495.543,-.
6) Kondisi Sarana Dan Prasarana Kerja
Dalam

rangka

mendukung

penyelenggaraan

urusan

ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja Kota Medan dilengkapi oleh


peralatan dan perlengkapan kantor termasuk meubelair, sarana dan
prasarana pelayanan administrasi kantor lainnya. Kendala yang paling

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-166

menonjol adalah kurang memadainya prasarana dan sarana kerja yang


dimiliki baik kualitas, maupun kuantitasnya
7) Permasalahan Dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (output ) dan hasil (out come) yang
dicapai selama Tahun 2006 cukup baik, namun penyelenggaraan urusan
ketenagakerjaan tetap masih dihadapkan kepada berbagai masalah dan
tantangan yang kompleks. Ada 8 (delapan) permasalahan utama
penciptaan iklim ketenagakerjaan yang kondusif, yaitu :
1. Masih tingginya jumlah pengangguran terbuka;
2. Rendahnya produktivitas tenaga kerja, ditandai dengan banyaknya
pekerja yang bekerja di sektor informal.
3. Rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan tenaga kerja,yang
ditandai oleh jumlah pencari kerja yang lebih besar dari lapangan
pekerjaan yang tersedia. Berdasarkan data yang ada, tingkat
pendidikan rata-rata pencari kerja adalah SLTA.
4. Kurangnya penciptaan lapangan kerja di sektor formal, (perlu
kebijakan untuk mendorong pasar kerja yang fleksibel).
5. Tingkat perselisihan hubungan industrial (PHI/PHK) yang masih cukup
tinggi karena berbagai kepentingan yang mendorong timbulnya
mogok kerja / unjuk rasa dari pekerja.
6. Program

Pelatihan

Kerja

yang

disusun

belum

sepenuhnya

berdasarkan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia)


berdasarkan PP Nomor 31 Tahun 2006 tentang System Pelatihan
Kerja Nasional.
Permasalahan

pengangguran

yang

menjadi

permasalahan

ketenagakerjaan merupakan konsekuensi dari ketidaksesuaian antara


keluaran

system

pendidikan

dengan

keahlian/keterampilan

yang

dibutuhkan pasar kerja.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-167

Ketidaksesuaian antara persyaratan kerja dengan keahlian yang


diperlukan menyebabkan sebagian lowongan kerja yang ditawarkan oleh
beberapa industri tidak dapat dipenuhi. Dengan begitu, perencanaan
pelatihan yang baik akan menentukan daya saing tenaga kerja.
Sedangkan permasalahan hubungan industrial, lebih banyak disebabkan
adanya pengusaha dan pekerja yang kurang mematuhi peraturan
perundang-undangan

ketenagakerjaan,

sehingga

timbul

masalah

di bidang ketenagakerjaan baik normative dan non normatif.


Berbagai solusi pemecahan masalah dan tantangan pemberdayaan
ketenagakerjaan di atas, adalah perlunya mempertimbangkan kebijakan
dan program sebagai berikut :
1. Meningkatkan jejaring kerjasama dan membangun komitmen dalam
pelaksanaan konsep pelatihan, sertifikasi dan penempatan dalam
penyediaan tenaga kerja yang kompeten dengan dukungan dana yang
memadai.
2. Peningkatan sarana dan prasarana informasi ketenagakerjaan kepada
masyarakat melalui sistim online bursa tenaga kerja dan informasi
ketenagakerjaan.
3. Meningkatkan kualitas pengawasan ketenagakerjaan secara bertahap
untuk melindungi hak/kewajiban pekerja sekaligus mendukung
peningkatan pertumbuhan ekonomi kota.
4. Meningkatkan link and mach kurikulum pendidikan dengan pasar
kerja.
5. Menyelesaikan kasus PHI/PHK dan mogok kerja dengan cepat/tepat
guna mempertahankan hubungan kerja yang harmonis.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-168

13. KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH


13.1. Fungsi Koperasi dan UKM
Secara

konstitusional,

Koperasi

merupakan

sokoguru

perekonomian. Oleh karena itu, sebagai badan usaha kedudukan koperasi


sangat strategis untuk mendorong perekonomian masyarakat. Hal ini juga
menjadi alasan, Koperasi dan UKM menjadi salah satu urusan wajib yang
diselenggarakan selama tahun 2006.
1) Program dan Kegiatan
Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di
bidang Koperasi yang terdiri dari fungsi Koperasi dan UKM, ditetapkan
program dan kegiatan pokok selama tahun 2006, sebagai berikut :
a. Program Pengembangan dan Pemberdayaan UKM
1. Pelaksanaan manajemen partisipasi anggota koperasi.
2. Sosialisasi

Pengarusutamaan

Gender

di

kelompok

ekonomi

produktif Kecamatan.
3. Melaksanakan klasifikasi koperasi.
4. Penilaian Kesehatan KSP/USP.
5. Mengikutsertakan KUKM dalam pameran/promosi

dalam daerah

luar daerah.
6. Study banding bagi

pengurus koperasi wanita Kota Medan ke

Koperasi Setia Bhakti Wanita Kota Surabaya.


7. Peningkatan Keterampilan Aparatur Pembina UKM
b. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Penyusunan Renstra tahun 2006-2010
c. Program Pengembangan Sistim Pendukung Usaha UKMK
1. Penyusunan database dan direktori koperasi dan UKM Kota Medan
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaaan program, kegiatan dan anggaran urusan koperasi
selama tahun 2006 menghasilkan out put (Keluaran) dan hasil out come
(hasil) sebagai berikut :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-169

1. Terlaksananya pelatihan manajemen partisipasi anggota kepada


40 orang anggota Koperasi. Kegiatan ini diselenggarakan untuk
meningkatkan pemahaman tentang Koperasi termasuk mendalami
berbagai

permasalahan

koperasi

sehingga

sering

tidak

tumbuh/berkembang sebagaimana mestinya.


2. Terlaksananya sosialisasi pengarusutamaan gender di kelompok
ekonomi produktif khususnya ibu-ibu anggota koperasi maupun UKM,
untuk mendorong

peningkatan pengelolaan usaha guna membantu

ekonomi keluarga.
3. Terlaksananya klasifikasi Koperasi, kegiatan ini dilaksanakan untuk
mengetahui perkembangan 87 Koperasi, dengan tujuan memotivasi
pengurus

Koperasi

agar

lebih

meningkatkan

kemampuan

kelembagaan, usaha dan permodalan koperasi menjadi tangguh dan


mandiri.
4. Terlaksananya Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit
Simpan Pinjam Koperasi (KSP/USP) sebanyak 117 Koperasi KSP/USP
dengan tujuan agar KSP/USP semakin terdorong untuk membenahi
dirinya serta pengelolaannya agar dapat berjalan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
5. Mengikutsertakan KUKM dalam pameran/promosi dalam daerah dan
luar daerah dengan dua kegiatan, yakni Pekan Raya Sumatera Utara
dan pameran SMESCO di Jakarta, berupa pameran produk unggulan,
sehingga

diharapkan dapat terjalin kontak dagang sesama peserta

maupun pengunjung.
6. Terlaksananya

study

banding

bagi

Pengurus

Koperasi

wanita

Kota Medan ke Koperasi Setya Bhakti Wanita Kota Surabaya, diikuti


10 orang pengurus. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menambah
wawasan pengurus sehingga dapat mengembangkan koperasi wanita
di Kota Medan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-170

7. Tersedianya database dan direktori Koperasi dan UKM, kegiatan ini


merupakan pemutakhiran data terhadap 50 KUKM sebagai bahan
pembinaan selanjutnya.
Dampak pelaksanaan program dan kegiatan urusan perkoperasian
selama tahun 2006 pada dasarnya terkait dengan pelaksanaan program
dan kegiatan selama 4 (empat) tahun terakhir. Beberapa dampak utama
pelaksanaan program dan kegiatan urusan koperasi antara lain :
1. Meningkatnya koperasi yang aktif, hal ini dapat dilihat dari
bertambahnya jumlah koperasi yang melaksanakan RAT tepat waktu.
2. Meningkatnya administrasi koperasi yang lebih tertata, sehingga
pelaksanaan penilaian termasuk klasifikasi Koperasi lebih mudah
dilaksanakan.
3. Citra koperasi di masyarakat mulai tumbuh, hal ini terlihat dari
banyaknya masyarakat mengajukan pendirian Badan Hukum koperasi.
4. Kepercayaan lembaga keuangan bank terhadap Koperasi/UKM secara
perlahan mulai tumbuh, walaupun masih sangat terbatas pada
Koperasi/UKM tertentu.
3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan koperasi menjadi
tugas

dan

tanggungjawab

Dinas

Koperasi

Kota

Medan,

dengan

mengembangkan koordinasi kepada SKPD terkait.


4) Profil Kepegawaian
NO
1.
2.

URAIAN
Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SLTA Sederajat
2.2. D1, D2, D3 Sederajat
2.3. S1 Sederajat
2.4. S2 Sederajat

JUMLAH (ORANG)
35

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

16
2
15
2

III-171

3.

Pangkat/Golongan :
3.1. Gol. II
3.2. Gol. III
3.3. Gol. IV
Jumlah Pejabat Struktural

4.

2
28
5
17

Berdasarkan data kepegawaian tersebut di atas, diketahui bahwa


salah satu masalah penyelenggaraan urusan Koperasi di bidang SDM
adalah masih kurangnya ketersediaan aparatur yang memiliki kualifikasi
pendidikan di bidang akuntansi khusus koperasi, komputer dan lain-lain.
5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran
Untuk melaksanakan program dan kegiatan urusan Koperasi dan
UKM selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran belanja sebesar
Rp

1.444.895.926,-

yang

terdiri

dari

Belanja

Aparatur

sebesar

Rp 1.044.895.926,- dan Belanja Publik sebesar Rp 400.000.000,- dengan


realisasi per 31 Desember 2006 Rp. 1.415.989.860,- atau terjadi selisih
(+/-) sebesar Rp. 28.906.066,6) Kondisi Sarana Prasarana Kerja
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan Koperasi,
Dinas Koperasi Kota Medan dilengkapi oleh peralatan dan perlengkapan
kantor

termasuk

mobilair

dan

sarana

dan

prasarana

pelayanan

administrasi kantor lainnya. Kendala yang paling menonjol adalah kurang


memadainya prasarana dan sarana kerja yang dimiliki baik kualitas
maupun kuantitasnya.
7) Permasalahan Dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (output) dan hasil (outcome) yang
dicapai selama tahun 2006 cukup baik, namun penyelenggaraan urusan
koperasi tetap masih dihadapkan kepada berbagai masalah dan
tantangan yang kompleks.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-172

Permasalahan
Permasalahan yang dihadapi dalam pembinaan koperasi di Kota Medan
antara lain :
1. Masih kurangnya kesadaran pengurus dan anggota koperasi sehingga
kewajiban-kewajibannya kurang berjalan sebagaimana mestinya
seperti :

Masih banyak koperasi yang aktif tidak melaksanakan Rapat


Anggota Tahunan secara tepat waktu dan bahkan banyak yang
tidak melaksanakan RAT setiap tahun.

Masih banyak pengurus koperasi tidak melaporkan kepada Dinas


Koperasi tentang perkembangan dana bergulir yang diterimanya
dari Pemerintah.

Kurang lengkapnya administrasi keuangan koperasi.

2. Jumlah Koperasi yang tidak aktif di Kota Medan cukup banyak.


3. Masih terbatasnya dana dan sarana pembinaan dikaitkan dengan
jumlah Koperasi dan UKM yang akan dibina.
4. Masih lemahnya kemampuan sumber daya manusia dalam akses
permodalan, kemitraan usaha, akses peluang dan pangsa pasar dari
Koperasi dan UKM.
Solusi
Berdasarkan masalah-masalah tersebut, maka agar pemberdayaan
KUKM dapat tepat sasaran, sehingga memberikan dampak yang positif
terhadap pembangunan ekonomi masyarakat perlu ditentukan fokus
pelaksanaan pembangunan Koperasi ke dalam prioritas program, sebagai
berikut :
1. Pengembangan Kebijakan Pemberdayaan KUKM
Program ini dimaksudkan sebagai upaya untuk penciptaan iklim
usaha yang kondusif bagi KUKM. Dalam kenyataannya, persoalan iklim
usaha bagi KUKM seringkali sangat terkait atau tergantung dengan sektor

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-173

lainnya. Oleh sebab itu, perlu dukungan penciptaan iklim yang kondusif
melalui dukungan kebijakan-kebijakan responsif terhadap persoalan dan
kepentingan KUKM, sehingga KUKM dapat tumbuh dan berkembang baik
dari sisi lembaga maupun usahanya. Sedangkan koordinasi diperlukan
untuk mensinergikan dan memadukan berbagai kebijakan dan program
agar

berjalan

padu

dan

berkelanjutan

bersama-sama

dengan

stakeholders.
Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan melalui program ini,
antara lain : Penyelesaian perubahan UU tentang Koperasi. UU tentang
Usaha Kecil, Peraturan tentang sub kontrak, waralaba, kemitraan,
fasilitas pengembangan perizinan yang efisien dan berbagai peraturan,
perubahan perundang-undangan, kebijakan pengembangan KUKM lainnya
baik pusat dan daerah termasuk sinkronisasi kebijakan daerah dalam
pemberdayaan

KUKM

serta

koordinasi

dan

pelaksanaan

program

pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian,


monitoring dan evaluasi.
2. Revitalisasi Kelembagaan Koperasi
Program ini dimaksudkan untuk menumbuhkan koperasi yang
sesuai dengan jati diri koperasi, dengan menerapkan nilai-nilai dan
prinsip

perkoperasian.

Kegiatan-kegiatan

yang

perlu

dilaksanakan

melalui program ini, antara lain penguatan organisasi koperasi melalui


RAT, pendataan ulang anggotanya, pelaksanaan klasifikasi, penyusunan
juklak

pembentukan,

penggabungan,

pembagian,

peleburan

dan

pembubaran koperasi, klasifikasi koperasi, diklat, sosialisasi, monitoring


dan evaluasi.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-174

3. Peningkatan Produktivitas KUKM


Program ini dimaksudkan untuk mendorong kegiatan produktif
KUKM sehingga tumbuh dan berkembangnya wirausaha-wirausaha yang
berkeunggulan kompetitif dan memiliki produk yang berdaya saing
melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna, peningkatan mutu dan
lain-lain. Kegiatan-kegiatan yang perlu

dilaksanakan melalui program

ini, antara lain perkuatan UKM di sektor agribisnis

khususnya bidang

perikanan termasuk peningkatan nilai tambah usaha, model-model usaha


secara kolektif dengan manajemen modern, sosialisasi dan monitoring
serta evaluasi.
4. Pengembangan Sentra/Klaster

UKM dan Lembaga Keuangan Non

Bank bagi KUKM


Program ini dimaksudkan untuk mendorong pengembangan sentra
menjadi klaster bisnis UKM melalui perkuatan dukungan finansial dan non
finansial.

Diharapkan

sentra-sentra

yang

ada

selanjutnya

dapat

berkembang menjadi pusat-pusat pertumbuhan dan menjadi penggerak


atau lokomotif dalam pengembangan ekonomi lokal. Keberadaan BDS
diharapkan dapat memberikan layanan UKM secara lebih fokus, kolektif
dan efisien, karena dengan sumber daya yang terbatas mampu
menjangkau kelompok UKM yang lebih luas, pelayanan jasa BDS yang
sesuai dengan bidang yang dikuasai dengan pendekatan best practice dan
berorientasi pasar, cekatan (responsiveness) dan inovatif.
Termasuk dalam program ini adalah perkuatan permodalan bagi
KUKM melalui KSP/USP Koperasi, Lembaga Keuangan Mikro (LKM),
Lembaga Keuangan lainnya dan Penjaminan Kredit. Kegiatan-kegaitan
yang perlu dilaksanakan antara lain perkuatan KSP/USP Koperasi melalui
dukungan

dana

bergulir

seperti

MAP,

penjaminan

bagi

KUKM,

pengembangan program pola penjaminan, kaji tindak kegiatan, diklat,


sosialisasi serta monitoring dan evaluasi.
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-175

5. Penguatan Jaringan Pasar Produk KUKM


Program ini dimaksudkan untuk memfasilitasi KUKM dalam
memperluas akses dan pangsa pasar melalui pengembangan dan
penguatan lembaga pemasaran KUKM serta pengembangan jaringan
usaha termasuk Kemitraan dengan memanfaatkan teknologi (teknologi
informasi). Bagian kemitraan adalah bentuk-bentuk kerjasama yang
inovatif, dengan prinsip yang saling menguntungkan antara KUKM dengan
usaha besar. Termasuk dalam kegiatan ini adalah memperkuat jaringan
warung masyarakat ke dalam pola grosir, sehingga dapat memperkuat
daya tawar dalam pengadaan produknya serta dapat diefektifkan sebagai
outlet dan sekaligus inet dan produk-produk UKM.
Kegaitan-kegiatan yang perlu dilaksanakan melalui program ini,
antara lain pemanfaatan internet bagi pemasaran produk KUKM,
penyediaan hardware pada koperasi dalam sentra UKM, penyusunan dan
pengadaan brosur KUKM dalam bentuk leaflet dan booklet, penyusunan
dan pengadaan direktori produk KUKM, penyusunan profil usaha sukses
KUKM, pameran, misi dagang, pembentukan forum-forum, temu bisnis,
workshop, lokakarya, fasilitasi pembentukan forum untuk memperkuat
daya tawar dan daya saing serta pengembangan model kerjasama usaha,
sosialisasi dan monitoring serta evaluasi.

14. PENANAMAN MODAL


14.1. Fungsi Penanaman Modal
Penanaman modal sangat penting untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi dan pemerataan pembangunan kota. Di samping itu, penanaman
modal juga merupakan faktor pokok meningkatkan kesempatan kerja
untuk mengurangi pengangguran. Oleh karena itu, penanaman modal
ditetapkan sebagai salah satu urusan wajib yang diselenggarakan selama
tahun 2006.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-176

1) Program Dan Kegiatan


Salah satu upaya untuk meningkatkan pembangunan ekonomi
adalah melalui investasi. Investasi berperan dalam membuka lapangan
pekerjaan,

meningkatkan

pendapatan

masyarakat

pertumbuhan
yang

pada

ekonomi,

akhirnya

meningkatkan

diharapkan

dapat

meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Pada Tahun 2006 ditetapkan program dan kegiatan sebagai berikut:
a. Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi
1. Rapat koordinasi perencanaan penanaman modal daerah (RKPPMD)
Kota Medan tahun 2006.
2. Inventarisasi perusahaan PMA dan PMDN di Kota Medan
b. Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi
1. Mengikuti kegiatan promosi di dalam dan luar negeri.
c. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur
1. Penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah
(LAKIP)
d. Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Penyusunan Renja Tahun 2007
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan penganggaran di bidang
penanaman modal selama Tahun 2006 menghasilkan keluaran (output)
dan hasil (out come) sebagai berikut :
1. Terselenggaranya Rapat Koordinasi Perencanaan Penanaman Modal

(RKPPMD) Kota Medan Tahun 2006.


Rapat

Koordinasi

Perencanaan

Penanaman

Modal

Daerah

(RKPPMD) Kota Medan Tahun 2006 diselenggarakan pada tanggal


12 dan 13 Desember 2006 di Hotel Dharma Deli Medan. Hasil RKPPMD
Kota Medan Tahun 2006 dituangkan dalam bentuk rumusan RKPPMD
Kota Medan sebanyak 70 eksemplar.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-177

Melalui rapat koordinasi perencanaan penanaman modal daerah


(RKPPMD) Kota Medan Tahun 2006, dapat dilakukan koordinasi dengan
melibatkan peran stakeholder dalam menentukan arah kebijakan
penanaman modal Tahun 2007.
2. Terselenggaranya event promosi penanaman modal.

Pada Tahun 2006 telah terselenggara promosi penanaman modal


melalui event sebagai berikut:
-

Pekan Raya Sumatera Utara pada Tanggal 07 April s.d 07 Mei 2006
di Tapian Daya Medan.

Jakarta Fair pada Tanggal 15 Juni s.d 16 Juli 2006 di Jakarta

Medan Fair pada Tanggal 01 September s.d 17 September 2006


di Tapian Daya Medan.

Indonesian

Regional

Invesment

Forum

(IRIF)

pada

Tanggal

02 Nopember s.d 03 Nopember 2006 di Jakarta.


Melalui pembukaan stand pameran pada event promosi, calon
investor

dan

masyarakat

memperoleh

informasi

tentang

kebijakan, fasilitas, insentif penanaman modal serta berbagai


keunggulan Kota Medan
3. Tersusunnya

Buku

Inventarisasi

PMA

dan

PMDN

sebanyak

50 eksemplar.
Seluruh perusahaan PMA dan PMDN yang berada di Kota Medan hingga
Tahun 2006 telah didata dalam Buku Inventarisasi PMA dan PMDN.
Buku investarisasi PMA dan PMDN memberikan kemudahan bagi para
pembaca untuk memperoleh informasi tentang perusahaan PMA dan
PMDN yang berada di Kota Medan hingga Tahun 2006.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-178

4. Tersusunnya Dokumen Rencana Kerja di bidang penanaman modal


untuk Tahun 2007 sebanyak 30 eksemplar.
5. Tersusunnya

Dokumen

Laporan

Akuntabilitas

Kinerja

Instansi

Pemerintah (LAKIP) sebanyak 20 eksemplar.


Dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah disusun
sebagai pertanggungjawaban kinerja kepada seluruh stakeholder
serta sebagai sarana evaluasi kinerja guna perbaikan kinerja di masa
mendatang.

Penyelenggaraan program dan kegiatan penanaman modal selama


Tahun 2006, berdampak kepada :
1. Meningkatnya iklim investasi, guna menarik penanaman modal ke
Kota Medan.
2. Meningkatnya realisasi penanaman modal, sehingga mendorong
pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesempatan kerja.
3. Meningkatnya citra Kota Medan sebagai daerah tujuan berinvestasi
yang kondusif.

3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara


Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan penanaman modal menjadi
tugas dan tanggung jawab Kantor Penanaman Modal Daerah Kota Medan.
Dalam melaksanakan tugasnya, Kantor Penanaman Modal Daerah Kota
Medan melakukan koordinasi dengan Badan Koordinasi Perencanaan
Penanaman Modal (BKPM), Badan Investasi dan Promosi Propinsi
Sumatera Utara serta SKPD terkait.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-179

4)
NO
1.
2.

3.
4.

Profil Kepegawaian
URAIAN
Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SLTA Sederajat
2.2. D3 Sederajat
2.3. S1 Sederajat
2.4. S2 Sederajat
Pangkat/Golongan :
3.2 Golongan II
3.3 Golongan III
Jumlah Pejabat Struktural

JUMLAH (ORANG)
25
5
2
15
3
2
23
5

Untuk meningkatkan kinerja Kantor Penanaman Modal Daerah


Kota Medan, masih dibutuhkan aparatur yang memiliki kualifikasi
pendidikan di bidang ekonomi khususnya ekonomi pembangunan.
5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan penanaman modal
selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran belanja sebesar
Rp.

855.319.329,-

yang

terdiri

dari

Belanja

Aparatur

sebesar

Rp 586.444.329,- dan Belanja Publik sebesar Rp 268.875.000,- dengan


realisasi realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp. 705.608.866,- atau
terjadi selisih (+/-) sebesar Rp. 149.710.463,6) Kondisi Sarana Prasarana Kerja
Untuk

melaksanakan

tugas

pokok

dan

fungsinya,

Kantor

Penanaman Modal Daerah Kota Medan dilengkapi oleh sarana dan


prasarana

kerja.

Namun

masih

dibutuhkan

pembangunan

dan

pengembangan sarana dan prasarana peningkatan tugas tugas


penanaman

modal,

khususnya

dalam

rangka

mewujudkan

penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-180

7) Permasalahan Dan Solusi


Permasalahan yang menghambat pengembangan investasi di Kota
Medan antara lain :
1. Prosedur penerbitan izin penanaman modal yang masih beragam jenis
dan instansi pengelolanya, sehingga masih membutuhkan waktu dan
biaya yang relatif besar.
2. Kepastian hukum yang rendah. Belum ada UU penanaman modal yang
memayungi perda-perda serta regulasi yang sering dianggap tumpang
tindih. Disamping itu kewenangan antara pusat dan daerah masih
belum jelas.
3. Infrastruktur yang belum memadai.
4. Kurangnya kegiatan promosi baik di tingkat nasional maupun
internasional yang diakibatkan terbatasnya dana dan koordinasi
perencanaan kegiatan pameran investasi.
5. Kurangnya insentif yang diberikan kepada investor.
Untuk mengatasi berbagai masalah di bidang penanaman modal,
pada masa yang akan datang perlu mempertimbangkan kebijakan sebagai
berikut :
1. Menciptakan citra good governance di bidang penanaman modal.
2. Memberikan pelayanan yang mudah, cepat dan transparan dalam
bidang penanaman modal (Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu).
3. Membangun

sistem

informasi

dan

promosi

yang

efektif

dan

berbasiskan teknologi.
4. Meningkatkan kegiatan promosi baik dalam maupun luar negeri.
5. Meningkatkan koordinasi antar tingkat pemerintah, antar pemerintah
dengan dunia usaha dan masyarakat.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-181

6. Menciptakan iklim penanaman modal yang kondusif

dengan

peningkatan infrastruktur dan jaminan berusaha termasuk insentif


penanaman modal.

15. KEBUDAYAAN
15.1. Fungsi Kebudayaan dan Pariwisata
Kebudayaan dan pariwisata memiliki kedudukan yang sangat
strategis dalam ekonomi kota. Pengembangan sektor ini memerlukan
program program terpadu yang bersifat multi sektor. Oleh karenanya,
fungsi kebudayaan dan pariwisata merupakan salah satu urusan wajib
yang diselenggarakan dalam tahun 2006.
1) Program dan Kegiatan
Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di
bidang Kebudayaan dan Pariwisata, ditetapkan program dan kegiatan
pokok selama tahun 2006 sebagai berikut :
a. Program Pengembangan dan Peningkatan Kualitas dan Kuantitas
Promosi Pariwisata
1. Mengikuti event promosi, pameran/expo budaya
2. Pembuatan brosur, leaflet, peta alat promosi budaya dan
pariwisata
3. Studi banding tentang masalah perkotaan dan pariwisata
b. Program Pembinaan Terhadap Pelestarian Budaya
1. Pengembangan kreatifitas kesenian dan kebudayaan daerah
2. Atraksi kesenian budaya dalam rangka promosi pariwisata
c. Program Peningkatan Kapasitas Daerah
1. Penertiban terhadap usaha-usaha pariwisata
d. Program Peningkatan Dan Pengembangan Sarana Di Tempat Objek
Wisata Dan Pariwisata Kota Medan
1. Pembuatan papan nama Sapta Pesona, penunjuk arah lokasi
daerah tujuan wisata

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-182

2. Pengembangan sarana informasi wisata


e. Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Penyusunan dokumen perencanaan, program anggaran dan laporan
kinerja bidang kepariwisataan.
2) Pencapaian Program dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan kebudayaan
dan kepariwisataan menghasilkan keluaran (out put) sebagai berikut :
1. Terlaksananya event promosi, pameran/expo budaya sebanyak 4 kali
yang meliputi pameran di Jakarta sebanyak 2 (dua) kali, serta
makassar dan batam.
2. Tersedianya brosur, leaflet, peta alat promosi budaya dan pariwisata,
meliputi percetakan : leaflet bahasa Inggris (1.000 exp), leaflet
bahasa indonesia (2.000 exp), booklet (1.000 exp), hand bag
(200 buah), dan cd (200 keping).
3. Terselenggaranya pengembangan kreatifitas kesenian dan budaya
daerah, meliputi : Penampilan kesenian dan budaya pada 4 event
(Medan Fair, PRSU, Ramadhan Fair, Travel Fair).
4. Terselenggaranya atraksi kesenian budaya dalam rangka promosi,
meliputi : penyambutan tamu wisata di Belawan, Bandara Polonia,
Istana Maimoon, dan hotel tiara.
5. Terlaksananya penertiban terhadap usaha usaha pariwisata,
meliputi :
- Penertiban pada saat hari raya keagamaan (18 kali)
- Penertiban secara berkala (5 kali)
6. Tersedianya papan nama sapta pesona, penunjuk arah lokasi daerah
tujuan wisata meliputi : Pembuatan penunjuk arah di

4 (empat)

lokasi.
7. Tersedianya sarana informasi wisata, meliputi peningkatan kualitas
kantor informasi wisata Polonia, Belawan, Pinang Baris, Brigjen
Katamso dan Pasked.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-183

8. Tersusunnya dokumen perencanaan, program anggaran dan laporan


kinerja

urusan

kepariwisataan,

meliputi

dokumen

RENSTRA,

DASK/RASK, RENJA, Laporan Kinerja.


9. Terselenggaranya study banding tentang masalah perkotaan dan
pariwisata, meliputi : study banding ke Hongkong dan Kuala Lumpur.
Penyelenggaraan program dan kegiatan urusan kepariwisataan dan
kebudayaan selama tahun 2006 berdampak pada :
1. Meningkatnya kunjungan wisatawan asing ke Kota Medan dari
117.539 orang tahun 2005

menjadi 130.761 orang tahun 2006,

meningkat 11,25%
2. Meningkatnya wisatawan yang menginap di hotel sehingga mengalami
peningkatan yang signifikan dari 65.659 orang tahun 2005 menjadi
94.158 orang tahun 2006, meningkat 33,13% dengan lama tinggal
1 2 hari.
3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara

organisatoris,

daerah di bidang

penyelenggaraan

urusan

pemerintahan

kebudayaan dan kepariwisataan menjadi tugas dan

tanggung jawab Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, dengan


mengembangkan koordinasi kepada SKPD yang terkait, termasuk instansi
teknis vertikal lainnya.
4) Profil Kepegawaian
Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Dinas Kebudayaan
dan Pariwisata Kota Medan saat ini didukung oleh Sumber Daya Manusia
sebanyak 52 orang yang terdiri dari :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-184

NO
1.
2.

3.

URAIAN
Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SD Sederajat
2.2. SLTP Sederajat
2.3. SLTA Sederajat
2.3. D3 Sederajat
2.4. S1 Sederajat
2.5. S2 Sederajat
Pangkat/Golongan :
3.1 Golongan I
3.2 Golongan II
3.3 Golongan III
3.4 Golongan IV

JUMLAH (ORANG)
52
1
1
18
4
25
3
1
7
40
4

Untuk meningkatkan kinerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata


Kota Medan pada masa yang akan datang, masih dibutuhkan aparatur
yang memiliki kualifikasi pendidikan yang lebih terspesialisasi.
5) Alokasi dan Realisasi Anggaran
Untuk melaksanakan program dan kegiatan urusan kebudayaan
dan pariwisata selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran
belanja sebesar Rp 2.401.793.854,- yang terdiri dari Belanja Aparatur
sebesar Rp 1.937.353.854,- dan Belanja Publik sebesar Rp 464.440.000,dengan realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp 2.293.488.342,- atau
terjadi selisih (+/-) sebesar Rp. 108.305.512,6) Kondisi Sarana dan Prasarana
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan pemerintahan
daerah di bidang kebudayaan dan pariwisata, Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kota Medan dilengkapi oleh peralatan dan perlengkapan
kantor termasuk mobilair, sarana dan prasarana pelayanan administrasi
kantor lainnya. Kendala yang dihadapi adalah kurang memadainya
prasarana dan sarana kerja yang dimiliki baik kualitas maupun
kuantitasnya.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-185

7) Permasalahan dan Solusi


Walaupun berbagai keluaran (out put) dan hasil (out come) yang
dicapai selama tahun 2006 cukup signifikan, namun penyelenggaraan
urusan kebudayaan dan kepariwisataan tetap masih dihadapkan pada
berbagai masalah dan kendala yang kompleks. Ada 3 pokok permasalahan
dalam penyelenggaraan fungsi kebudayaan dan kepariwisataan :
1.

Pemasaran budaya dan kepariwisataan belum dilakukan secara


terkoordinasi, holistik dan terintegrasi.

2.

Potensi objektif dari seluruh objek wisata yang ada masih belum
ditata, dibangun dan dikembangkan secara terencana,

sehingga

Kota Medan dapat berkembang menjadi Wisata Bahari, Wisata


Belanja, Wisata Makanan dan Wisata Budaya serta Aneka Wisata,
regional dan internasional.
3.

Masih rendahnya citra pariwisata kota, sebagai akibat kurangnya


destinasi pariwisata berdaya saing tinggi.
Berbagai solusi sebagai tindak lanjut dalam menanggulangi

masalah-masalah

penyelenggaraan

urusan

kepariwisataan dimasa yang akan datang,

kebudayaan

dan

perlu mempertimbangkan

dilakukannya upaya-upaya sebagai berikut :


1. Meningkatkan pengembangan pemasaran pariwisata.
2. Meningkatkan pengembangan destinasi pariwisata.
3. Pengembangan kemitraan melalui pengembangan dan peningkatan
profesionalisme dan daya saing SDM pariwisata serta peningkatan
kualitas hasil penelitian dan pengembangan pariwisata.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-186

16. PEMUDA DAN OLAH RAGA


16.1. Fungsi Pemuda dan Olah Raga
Pemuda dan olah raga merupakan satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan dengan pembangunan kota. Citra dan image kota bahkan
banyak ditentukan oleh tumbuh dan berkembangnya fungsi ini.
Untuk itu, pemuda dan olah raga merupakan salah satu urusan wajib
yang diselenggarakan selama tahun 2006.
1) Program dan Kegiatan
Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di
bidang

Pemuda dan Olah Raga, ditetapkan program dan kegiatan

pokok selama tahun 2006 sebagai berikut :


a. Program Pembinaan Olah Raga
1. Pelatihan pelatih olahraga prestasi
2. Kegiatan dalam rangka peringatan hari olah raga Nasional
tahun 2006
3. Seleksi Atlit dan TC Popda tahun 2006
4. Seleksi Atlit Porwil 2006
5. Pembinaan aktifitas olah raga sekolah
b. Program Pembinaan Pemuda dan Atlit Berprestasi
1. Dialog Pemuda
2. Seleksi Paskibraka dan pengiriman Paskibraka tahun 2006
3. Seleksi

pemuda

pelopor

dan

ppngiriman

pemuda

pelopor

tahun 2006
4. Pembinaan pemuda tentang bahaya Narkoba
5. Pembinaan Siswa tentang bahaya Narkoba
6. Pelatihan Keterampilan elektronik
7. Penyusunan Buku informasi dan teknis OR
8. Pembinaan aktifitas olah raga masyarakat
9. Pelatihan kterampilan oomotif

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-187

c. Program

Peningkatan

Kualitas

Perencanaan

Peningkatan

Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur


1. Penyusunan Renstra
2. Penyusunan Renja 2006
3. Penyusunan LAKIP 2006
d. Program Peningkatan Kualitas Sarana dan OR
1. Belanja Modal peralatan rumah tangga kantor, komunikasi dan
olah raga kesehatan
2) Pencapaian Program dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan pemuda dan
olah raga selama tahun 2006 menghasilkan out put ( keluaran ) dan hasil
(out come) sebagai berikut :
1. Bidang Pembinaan Kepemudaan
a) Terlaksananya seleksi dan pengiriman paskibraka tahun 2006
Pendaftaran tanggal 8 -14 Mei 2006 di Kantor Dispora Medan.
Seleksi tanggal 15 19 Mei 2006 diikuti oleh 523 Siswa SMA,SMK
dan MA Negeri/Swasta se Kota Medan bertempat di Gedung
Dharma Wanita, Stadion Teladan dan Lapangan Merdeka. Hasil
yang diperoleh terpilihnya 20 (dua puluh) orang peserta mewakili
Kota Medan untuk seleksi tingkat Propinsi dan dari hasil seleksi
tersebut terpilih 2 (dua) orang mewakili Kota Medan ke Tingkat
Nasional masing-masing ; AHMAD RINALDI (SMAN 2 Medan) dan
RIDHA WAHYULI SIRAIT (SMAN 1 Medan).
b) Terlaksananya dialog pemuda tahun 2006
Dilaksanakan tanggal 2630 Juni 2006 di Kantor Dinas Pemuda dan
Olahraga, dengan jumlah peserta sebanyak 42 (empat puluh dua)
orang mewakili 21 (dua puluh satu) Kecamatan. Dari hasil seleksi
terpilih 4 (empat) orang
Kewirausahaan),

DEBI

masing-masing : MUJIONO (Bidang


ANASTASIA

SIREGAR,

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

SE

(Bidang

III-188

Kewirausahaan), MHD. BAMBANG IRAWAN, S. Ag (Bidang Budaya &


Pendidikan), SALMAN AL FARISI (Bidang Teknologi Tepat Guna).
Dari hasil Seleksi Tingkat Propinsi terpilih 2 (dua) orang dari
Kota Medan mengikuti kegiatan di Jakarta masing-masing DEBI
ANASTASIA SIREGAR, SE dan SALMAN ALFARISI.
c)

Terselenggaranya

seleksi

dan

pengiriman

pemuda

pelopor

tahun 2006
Dilaksanakan tanggal 27 Nopember 2006 di Hotel ANTARES Medan
yang diikuti oleh 75 (tujuh puluh lima) orang dengan Thema
Membangun Pemuda Kreatif untuk Bangsa Kompetitif. Materi
dialog antara lain : Membangun Sikap Kewirausahaan Pemuda oleh
Deputy

Menegpora

Bidang

Pemberdayaan

Pemuda,

Inovasi

Teknologi dan Pengembangan Kewirausahaan Pemuda oleh Cikal


USU, Peranan Perbankan dalam Kewirausahaan Pemuda oleh Staf
Bank Muamalat Indonesia, Menanamkan Sikap Kewirausahaan
Pemuda oleh DPD KNPI Propinsi Sumatera Utara, Peranan Pemuda
dalam Menjaga Stabilitas Keamanan oleh Kodim 0201 dan
Poltabes MS.
d)

Terselenggaranya pembinaan pemuda tentang bahaya narkoba


Dilaksanakan tanggal 28 Desember 2006 di Hotel ANTARES Medan,
diikuti oleh 100 (seratus) orang siswa perwakilan SMA, SMK, MA
Negeri/Swasta Kota Medan. Narasumber dari : Poltabes MS, Dinas
Pendidikan Kota Medan, DPD Granat (Gerakan Anti Narkotika),
Dinas Kesehatan Kota Medan.

e) Terselenggaranya pembinaan siswa tentang bahaya narkoba


Dilaksanakan tanggal 29 Desember 2006, di Mora Indah, diikuti
oleh 100 (seratus) orang pemuda mewakili 21 (dua puluh satu)
Kecamatan Narasumber dari : Poltabes MS, Rumah Sakit Siti
Hajar, Ikatan Dai Kota Medan, Telaga Annahlu Kota Medan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-189

f) Terlaksananya pelatihan keterampilan elektronika


Dilaksanakan tanggal 814 Desember 2006 di Balai Latihan
Pendidikan

Teknik

(BLPT)

Medan

dengan

pokok

pelatihan

Perbaikan Handphone, jumlah peserta 42 (empat puluh dua) orang


mewakili 21 (dua puluh satu) Kecamatan se Kota Medan.
Materi Pelatihan meliputi : Pengenalan dan Pengoperasian Alat
Ukur Multitester, Pengenalan dan Penggunaan Jenis-jenis Solder,
Pengenalan Peralatan pendukung untuk Perawatan dan Perbaikan
Handphone, Pengenalan dan Pemasangan Komponen Handphone,
Perawatan dan Perbaikan Charger, Perawatan dan Perbaikan
Handphone.
g) Terlaksananya pelatihan keterampilan otomotif
Dilaksanakan tanggal 18-23 dan 27 Desember 2006 di Balai Latihan
Pendidikan Teknik (BLPT) Medan dengan pokok pelatihan Mekanik
Sepeda Motor, jumlah peserta 42 (empat puluh dua) orang
mewakili 21 (dua puluh satu) Kecamatan se Kota Medan. Materi
pelatihan meliputi : Teori Dasar Motor Bakar, Over Hole Engine,
System Bahan Bakar, System Kelistrikan, Trouble Shooting.
h) Terlaksananya pembinaan aktifitas olahraga masyarakat
Dilaksanakan pada Tri Wulan III dengan program rehabilitasi
lapangan

olahraga

bulutangkis/bolavoli

masyarakat

pada

8 (delapan) lokasi di : Jl. Menteng VII, Gang Mesjid Medan Denai,


Jl. Taruma Kamp. Kubur Medan Petisah, Jl. STM Medan Amplas,
Jl.

Suluh

Medan

Tembung,

Jl.

Al

Falah

Medan

Amplas,

Jl. Ekawarni Kmp. Rispa Medan Johor, Jl. Eka Pasti Medan Denai.
2. Bidang Pembinaan Keolahragaan
a) Terselenggaranya seleksi dan TC Atlet PORDA thun 2006
Dilaksanakan tanggal 2-3 Juni 2006 diikuti oleh 150 (seratus lima
puluh) atlet mewakili cabang olahraga : Gulat, Bulutangkis, Tenis

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-190

Meja. Pencak Silat, Renang, Atletik, Sepak Takraw. TC (Training


Centre) dilaksanakan tanggal 1224 Juni 2006 diikuti oleh
120 (seratus dua puluh) orang atlet, pelaksana TC Atlit dibina oleh
Pengcab masing-masing.
b) Terselenggaranya sleksi dan TC Atlet PORWIL thun 2006
Seleksi Atlet dilaksanakan di Medan tanggal 1-4 April 2006 diikuti
oleh 421 (empat ratus dua puluh satu) atlet mewakili 11 (sebelas)
cabang olahraga : Atletik, Tinju, Bulutangkis, Taekwondo,
Binaraga, Pencaksilat, Karate, Bolavoli, Tenis Meja, Catur dan
Sepakbola. TC (Training Centre) dilaksanakan tanggal 417 April
2006 diikuti oleh 150 (seratus lima puluh) atlet, pelaksana
TC atlet dibina oleh Pengcab masing-masing.
c) Terselenggaranya pelatihan pelatih olahraga tahun 2006
Dilaksanakan tanggal 1418 Nopember 2006 di Hotel Danau Toba
Internasional Medan, jumlah peserta sebanyak 40 (empat puluh)
orang terdiri dari Pelatih Cabang Olahraga: Atletik, Sepakbola,
Senam, Renang, Pencak Silat, Bolavoli, Bulutangkis, Tenismeja,
Sepak Takraw. Materi Pelatihan antara lain : Fisiologi Olahraga,
Metabolisme Energi, Metode pengajaran Gerak dalam OR,
Straching,

Pengelolaan

Gizi,

Test

dan

Pengukuran

serta

dilaksanakan ujian Serifikasi nasional pelatih dasar yang dilakukan


oleh LANKOR (Lembaga Akreditas Nasional Kepelatihan Olahraga)
Kantor Menteri Negara Pemuda dan Olahraga.
d) Terselenggaranya kegiatan Haornas tahun 2006
Dilaksanakan tanggal 16 September 2006 di Aula Auditorium
Pariwisata USU Medan dan Merdeka Walk diikuti oleh 10.000
(sepuluh ribu) orang dari berbagai Instansi Pemerintah/BUMN/
BUMD, Instansi Swasta, Sekolah dan Masyarakat dengan beberapa
kegiatan antara lain : Lomba Senam Kesegaran Jasmani, Lomba
Gerak Jalan Beregu dan Lomba Gerak Jalan Massal.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-191

e) Terselenggaranya pembinaan aktifitas olahraga sekolah


Dilaksanakan pada Tri Wulan IV dengan kegiatan memberikan
bantuan peralatan olahraga Lapangan Tenis Meja kepada 28
(dua puluh delapan) SD, SMP dan SMA Negeri dan Swasta yang
tersebar pada beberapa Kecamatan di Kota Medan yaitu : SDN
060820, SDN 060827, SDN 060843, SDN 060889, SDN 066668, SD AL
FITRIAH, SDN 064955, SDN 060931, SDN 060924, SDN 060939, SDN
064911, SMPN 26, SMPN 4, SMPN 6, SMPN 16, SMPN 22, SMPN 29,
SMPN AFFIFIAH, SD PERTIWI, SD PERTIWI, SMP PERTIWI, SMPN 37,
SMAN 17, SMA MAMIAI, SDN 060828, SMP SWA BINA KARYA, SD AL
WASHLIYAH, SMK SWA BINA KARYA.
f) Tersusunnya buku iformasi olahraga
Penyusunan Buku Informasi dilaksanakan pada Tri Wulan IV
dengan materi pengenalan dasar tentang beberapa perkembangan
cabang olahraga prestasi dan sejarah cabang olahraga prestasi di
Indonesia.
3. Bidang Peningkatan/Perencanaan Pengawasan dan Akuntabilitas
a) Tersusunnya Renstra Tahun 2006- 2010
Penyusunan Renstra dilaksanakan pada Tri Wulan III
b) Tersusunnya Renja Tahun 2007
Penyusunan Renja dilaksanakan pada Tri Wulan II
c) Tersusunnya LAKIP Tahun 2005
Penyusunan LAKIP dilaksanakan pada Tri Wulan I
4. Bidang Peningkatan Kegiatan Sarana dan Olahraga
a) Tersedianya Peralatan Rumah Tangga Kantor, Komunikasi dan OR
Kesehatan
Dilaksanakan pada Tri Wulan III dengan jenis perbelanjaan antara
lain : filling kabinet, kursi nekel, handycamp, tape recorder,
sound system dan peralatan olahraga kesehatan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-192

3) Satuan Kerja Perangkat daerah Penyelenggara


Secara

organisatoris,

penyelenggaraan

urusan

pemerintahan

daerah di bidang pemuda dan olah raga, menjadi tugas dan tanggung
jawab Dinas Pemuda dan Olah Raga, dengan mengembangkan koordinasi
kepada unit kerja terkait.
4). Profil Kepegawaian
NO
1.
2.

3.

4.

URAIAN
Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SLTA Sederajat
2.2. S1 Sederajat
2.3. S2 Sederajat
Pangkat/Golongan :
3.1 Golongan II
3.2 Golongan III
3.3 Golongan IV
Jumlah Pejabat Struktural

JUMLAH (ORANG)
23
3
19
1
1
18
4
18

Untuk meningkatkan kinerja Dinas Pemuda dan Olah Raga


Kota Medan, masih dibutuhkan aparatur yang memiliki kualifikasi
pendidikan yang lebih memadai, khususnya di bidang keolahragaan.
5) Alokasi dan Realisasi Anggaran
Untuk melaksanakan program dan kegiatan urusan pemuda dan
olah raga selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran belanja
sebesar Rp 1.629.136.493,- yang terdiri dari Belanja Aparatur sebesar
Rp 928.386.493,- dan Belanja Publik sebesar Rp 700.750.000,- dengan
realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp 1.538.933.499,- atau terjadi
selisih (+/-) sebesar Rp 90.202.994,-

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-193

6) Kondisi Sarana dan Prasarana


Dalam rangka mendukung penyelenggaraan fungsi pemuda dan
olah raga, Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Medan dilengkapi oleh
peralatan dan perlengkapan kantor, termasuk meubelair,

sarana dan

prasarana kantor lainnya. Kendala yang paling menonjol adalah kurang


memadainya prasarana dan sarana kerja yang dimilki baik kualitas
maupun kuantitasnya.
7) Permasalahan Dan Solusi
1. Kebijakan di bidang koordinasi organisasi pemuda dan olahraga.
Belum terbentuknya Forum Koordinasi Olahraga Kota Medan.
Rendahnya Mutu Tenaga Olahraga, disebabkan belum optimalnya
kegiatan Penataran Pelatih, Wasit Olahraga dan pembinaan para
Atlit.
2. Kebijakan di bidang prasarana dan sarana
Belum tersedianya Gedung Pusat Aktifitas Pemuda (Youth Centre).
Belum tersedianya Gedung Pusat Aktifitas Olahraga (Sport
Centre).
Prasarana dan Sarana Olahraga di Kota Medan manajemennya
sudah dikelola instansi lain bukan Dinas Pemuda dan Olahraga
Kota

Medan,

sehingga

pemanfaatannya

untuk

kepentingan

program pemuda dan olahraga membutuhkan koordinasi setiap


saat.
3. Kebijakan meningkatkan peran swasta dan masyarakat dalam
penyelenggaraan aktifitas Pemuda dan Olahraga di Kota Medan.
Belum rampungnya penyusunan Juklak dan Juknis tentang
Penyelenggaraan Aktifitas Pemuda oleh swasta dan masyarakat di
Kota Medan.
Belum rampungnya Juklak dan Juknis tentang penyelenggaraan
aktifitas olahraga oleh swasta dan masyarakat di Kota Medan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-194

Berbagai

solusi

tindak

lanjut

permasalahan

dan

kendala

pengelolaan, urusan kepemudaan dan olahraga pada masa yang akan


datang, perlu mempertimbangkan kebijakan dan program sebagai
berikut :
1. Meningkatkan frekwensi aktifitas pemuda dan olahraga, yang
merupakan peran dan partisipasi pihak swasta dan masyarakat.
2. Melanjutkan penyelenggaraan pelatihan keterampilan bagi pemuda
putus sekolah dengan spesifikasi pelatihan khusus.
3. Memberikan pembinaan untuk aktifitas olahraga masyarakat dengan
membangun atau menfasilitasi pembangunan lapangan olahraga
dengan mengedepankan prinsip partisipasi masyarakat secara merata.
4. Melanjutkan pembinaan untuk aktifitas olahraga sekolah berupa
peralatan sarana olahraga dan perlengkapannya.
5. Meningkatkan pembinaan olahraga prestasi dari mulai usia dini dan
meningkatkan

kesempatan

bertanding

pada

atlet

potensial/

berprestasi.

17. KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI


17.1. Fungsi Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat
1) Program dan Kegiatan
Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di
bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri, ditetapkan
program dan kegiatan pokok selama Tahun 2006 sebagai berikut :
a. Program Pemberdayaan Masyarakat
1. Pembinaan Kecamatan dan Kelurahan rawan konflik sosial.
2. Pembinaan terhadap tokoh tokoh masyarakat, ormas, parpol
untuk pemantapan wawasan kebangsaan.
3. Pembinaan forum dialog umat beragama se Kota Medan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-195

4. Pembinaan

terhadap

aparatur

Pemerintah

Kelurahan

untuk

mengidentifikasikan perkembangan idiologi, politik dan eksosbud


yang meresahkan masyarakat.
5. Pelaksanaan pendidikan kursus kader pelaksana B di Kota Medan.
6. Sosialisasi Penanggulangan Kemiskinan dalam rangka pembinaan
masyarakat keluarga miskin Kota Medan di bidang persatuan dan
kesatuan bangsa.
7. Tim

penelitian

dan

pemeriksaan

persyaratan

administrasi

pengajuan, penyerahan dan penggunaan bantuan keuangan


kepada Partai Politik Kota Medan Tahun 2006.
b. Program Peningkatan Pelayanan Publik
1. Sosialisasi penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi
(PBP) Kota Medan.
c. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Penyusunan Renja Tahun 2007.
2. Penyusunan Rencana Stratejik (Rentra) SKPD tahun 2006 2010.
d. Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur
1. Penyusunan LAKIP Tahun 2005.
2) Pencapaian Program dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan Kesatuan
Bangsa dan Perlindungan Masyarakat selama Tahun 2006 menghasilkan
out put (keluaran) dan hasil (out come) sebagai berikut :
1. Terlaksananya pembinaan Kecamatan dan Kelurahan Rawan Konflik
sosial sebanyak 4 angkatan dan terbinanya masyarakat Kecamatan
dan Kelurahan Rawan Konflik Sosial, sebanyak 400 orang.
2. Terlaksananya pembinaan terhadap tokoh tokoh masyarakat ormas,
parpol untuk pemantapan wawasan kebangsaan sebanyak 3 angkatan
dan meningkatnya kesadaran masyarakat, ormas, parpol tentang
wawasan kebangsaan, sebanyak 600 orang.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-196

3. Terlaksananya forum dialog umat beragama se Kota Medan sebanyak


2 angkatan dan meningkatnya pemahaman masyarakat untuk menjaga
kerukunan umat beragama dan antar agama se Kota Medan
sebanyak 400 orang, (2 angkatan).
4. Meningkatnya kesadaran aparatur Pemerintah Kelurahan untuk
mengidentifikasikan perkembangan idiologi politik dan eksosbud yang
meresahkan masyarakat, sebanyak 200 orang, (2 angkatan).
5. Meningkatnya

keterampilan

Linmas

di

Kota

masyarakat

di

bidang

Medan

sebanyak

120 orang, (3 angkatan).


6. Meningkatnya

wawasan

penanggulangan

kemiskinan sebanyak 600 orang, (6 angkatan).


7. Meningkatnya pemahaman partai politik tentang tata cara pengajuan
dan penggunaan bantuan keuangan kepada partai politik yang
mendapat kursi di DPRD Kota Medan, sebanyak 45 kursi.
8. Meningkatnya keterampilan masyarakat tentang penanggulangan
bencana dan penanganan pengungsi (PBP), sebanyak 800 orang,
(4 angkatan).
9. Tersusunnya Renja Tahun 2007
10. Tersusunnya Lakip Tahun 2005.
11. Tersusunnya Renstra SKPD Tahun 2006 2010.
Penyelenggaraan program dan kegiatan Badan Kesatuan Bangsa
dan Perlindungan Masyarakat Kota Medan Tahun 2006 berdampak
antara lain :
1. Terbinanya masyarakat rawan konflik sosial.
2. Meningkatnya kerukunan umat beragama di Kota Medan.
3. Menonjolnya perilaku dan sikap kebangsaan dari berbagai komponen
masyarakat.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-197

3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara


Secara organisatoris, penyelenggaraan program dan kegiatan
Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat menjadi tugas dan
tanggung jawab Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat
Kota Medan, dengan mengembangkan koordinasi terhadap SKPD terkait.
4) Profil Kepegawaian
NO
1.
2.

3.

4.
5.
6.

URAIAN
Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SMP Sederajat
2.2. SLTA Sederajat
2.3. D1, D2, D3 Sederajat
2.4. S1 Sederajat
2.5. S2 Sederajat
Pangkat / Golongan :
3.1. Gol II
3.2. Gol III
3.3. Gol IV
Jumlah Pejabat Struktural
Jumlah Pejabat Fungsional
Jumlah Staf

JUMLAH (ORANG)
60
1
18
2
36
3
2
49
9
30
3
27

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut di atas,

maka salah

satu masalah penyelenggaraan urusan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan


Masyarakat Kota Medan di bidang SDM adalah masih kurangnya
ketersediaan aparatur yang memiliki kualifikasi pendidikan di bidang
akuntansi, kompoter dan lain lain.
5) Alokasi dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan kesatuan bangsa dan
perlindungan masyarakat selama tahun 2006, didukung oleh alokasi
anggaran belanja sebesar Rp 4.315.859.629,- yang terdiri dari Belanja
Aparatur sebesar

Rp 3.935.859.629,- dan Belanja Publik sebesar

Rp 380.000.000,- dengan realisasi

per 31 Desember 2006 sebesar

Rp 4.001.509.625,- atau terjadi selisih (+/-) sebesar Rp 314.350.004,Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-198

6) Kondisi Sarana dan Prasarana Kerja


Dalam rangka mendukung penyelenggaraan tugas dan fungsinya,
Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kota Medan,
dilengkapi oleh peralatan dan perlengkapan Kantor termasuk mobilair,
sarana

dan

prasarana

pelayanan

administrasi

kantor

lainnya.

Kendala yang paling menonjol adalah kurangnya sarana kerja seperti :


komputer dan let top yang sangat penting dimiliki untuk mendukung
kelancaran tugas-tugas admnistratif.
7) Permasalahan dan Solusi
Penyelenggaraan urusan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan
Masyarakat Kota Medan tetap masih dihadapkan kepada berbagai
masalah dan tantangan yang cukup kompleks dan cenderung dinamis.
Ada 4 permasalahan pokok yang dihadapi antara lain :
1. Masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang penanggulangan
bencana dan pengungsi (PBP).
2. Masih adanya potensi bencana sosial (konflik sosial).
3. Sebagian masyarakat masih memiliki persepsi yang beragam, tentang
kehidupan kenegaraan, kebangsaan dan kemasyarakatan.
4. Masih

kurangnya

pemahaman

masyarakat

tentang

wawasan

kebangsaan, guna mengurangi faktor-faktor negatif dalam kehidupan


sosial yang sangat plural.
Langkah-langkah tindak lanjut pada masa yang akan datang perlu
mempertimbangkan dilakukannya upaya upaya sebagai berikut :
1. Meningkatkan kegiatan pelatihan penanggulangan bencana dan
penanganan pengungsi (PBP).
2. Meningkatkan rasa saling percaya dan harmonisasi antar kelompok
masyarakat.
3. Meningkatkan rasa aman dan nyaman masyarakat.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-199

17.2. Satuan Polisi Pamong Praja


Kota Medan merupakan Ibu Kota Propinsi Sumatera Utara yang
berkedudukan sebagai pusat pemerintahan, perindustrian, perdagangan
dan pendidikan. Untuk melaksanakan fungsinya, kota memerlukan rasa
aman tempat tinggal, tempat bekerja, tempat bergerak dan tempat
hiburan serta rekreasi.

Oleh karenanya, Kota Medan juga memiliki

fungsi-fungsi ekonomi, budaya, sosial, pemerintahan dan sebagainya,


yang cukup penting.
Kota Medan juga merupakan sistim jaringan sosial yang ditandai
dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan
strata sosial ekonomi yang heterogen. Pekembangan Kota Medan yang
pesat, membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sehingga
mendorong masyarakat pedesaan untuk melakukan urbanisasi dan
migrasi ke Kota.
Masalah

yang

ditimbulkan

urbanisasi

dan

migrasi

adalah

pengangguran yang disebabkan keterbatasan lapangan kerja, di samping


migrasi biasanya tidak dibekali dengan skill dan keterampilan yang
memadai. Implikasinya

penduduk yang tidak mendapat pekerjaan di

Kota, cenderung menambah kegiatan sektor informal seperti pedagang


kaki lima, penarik beca dan malahan tuna wisma dan meminta-minta
(Gepeng).
Dampak dari kondisi tersebut cenderung dilematis, di satu sisi
Pemerintah Kota tidak menginginkan wajah Kota Medan dengan berbagai
pelanggaran Perda yang berlaku, tetapi di sisi lain Pemerintah Kota juga
menginginkan dapat lebih menata sektor Informal, sehingga dapat
mendukung penataan kota yang baik.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-200

1) Program Dan Kegiatan


a. Program pemeliharaan ketertiban dan ketenteraman masyarakat
dan pencegahan tindak kriminal
1. Pengawasan, pemeriksaan dan penindakan penggunaan fasilitas,
sarana dan prasarana umum dan Pemerintah.
2. Pengawasan dan penertiban PSK, Waria, Gepeng serta Anak
Jalanan.
3. Pengawasan dan Penataan Pedagang Kaki Lima (PK.5).
4. Pengawasan ketenteraman dan ketertiban umum tempat acara acara tertentu, tempat berhimpunnya massa baik dalan jumlah
besar maupun kecil, terkoordinir atau tidak terkoordinir.
5. Pengawasan, pemeriksaan dan penindakan usaha usaha industri
dan non industri serta usaha usaha lainnya, baik dalam rangka
penegakan Peraturan Daerah, Surat Keputusan Kepala Daerah dan
Peraturan Daerah lainnya dalam rangka peningkatan Pendapatan
Asli Daerah.
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Dalam
meningkatkan

melaksanakan
strategi

tugas-tugas

pengamanan

pada

operasional,
acara-acara

selain

dan

event

kegiatan-kegiatan daerah, juga dilakukan peningkatan strategi operasi


pengawasan, pembinaan dan penertiban terhadap PKL, Gepeng, Waria
dan PSK.
Peningkatan

strategi pengawasan dan penertiban misalnya

dengan melaksanakan operasi di luar jam-jam kerja, seperti malam hari,


dini hari dan pada hari-hari libur, yang disesuaikan dengan sifat, jenis,
situasi dan kondisi sasaran operasi, antara lain :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-201

- Operasi PK 5

: Pada dini hari ( Pasar-pasar), pagi hari, siang


dan sore hari, jumlah pada Tahun 2006 425
lokasi Penertiban.

- Operasi Gepeng

: Pada pagi, siang, sore dan adakalanya pada


malam hari, jumlah pada Tahun 2006 938
orang.

- Operasi PSK & Waria : Pada tengah malam hingga dini hari, jumlah
pada Tahun 2006 90 orang.
Peningkatan

strategi

pembinaan

lainnya

dilakukan

dengan

melakukan kerjasama kepada Dinas Sosial Propinsi Sumatera Utara,


misalnya hasil operasi Gepeng, Waria dan PSK dikirim langsung ke Panti
Rehabilitasi Pungei Binjai untuk pembinaan selanjutnya.
Dampak pelaksanaan program dan kegiatan penyelenggaraan
ketenteraman dan ketertiban serta penegakan Perda selama Tahun 2006,
antara lain :
1. Terselenggaranya sosialisasi Perda-perda melalui himbauan langsung,
pengawasan dan pembinaan di lapangan oleh setiap unit Patroli telah
mendorong kurangnya pelanggaran Perda pada basis-basis tertentu
khususnya di daerah Inti Kota.
2. Terkendalinya situasi ketenteraman dan ketertiban serta penegakan
Perda pada setiap acara-acara pelaksanaan kegiatan-kegiatan Pemko
Medan dan Instansi/Lembaga lainnya di Kota Medan, baik yang
bersifat acara ceremonial, Hari Besar Keagamaan, Hiburan, Olah Raga
dan sebagainya.
3. Peningkatan frekwensi pengawasan dan penertiban pada ruas-ruas
jalan protokol baik pada pagi hari, siang dan malam
pada

hari

hari

libur

hari

bahkan

tertentu, (chrass program) telah

mendorong pertumbuhan PKL, Gepeng, Waria dan PSK semakin

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-202

berkurang dan dapat ditekan seminimal mungkin, namun dampak


pada sisi yang lain menurut hasil pengamatan, frekwensi kegiatan
unjuk rasa oleh kelompok PKL dan Gepeng juga meningkat.
4. Meningkatnya kerjasama dengan masyarakat dan Instansi terkait
dalam kegiatan-kegiatan

pengawasan, pembinaan dan penertiban,

menambah kekuatan dan kemampuan Satuan Polisi Pamong Praja


Kota Medan di lapangan, memperkecil resiko yang tidak diinginkan
antara lain adanya komplain dan bentrok di lapangan antara petugas
dan objek/sasaran

penertiban,

dan lebih menjamin objektifitas

tindakan karena lebih selektif berdasarkan informasi/keterangan


sebelumnya yang diterima dari berbagai pihak, secara terkoordinasi.
3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan pemerintahan
daerah di bidang pengawasan dan penertiban menjadi tugas dan
tanggung Polisi Pamong Praja Kota Medan, dengan mengembangkan
koordinasi kepada SKPD yang terkait (Kepolisian, Kelurahan dan
Kecamatan), serta instansi teknis vertikal lainnya.
4) Profil Kepegawaian
Jumlah

Personil

Satuan

Polisi

Pamong

Praja

Kota

Medan

adalah sebanyak 279 Orang terdiri dari :


NO
1.
2.
3.
4.

URAIAN
PNS
PHL
TNI AD
Pegawai Honorer/Tidak Tetap
Jumlah

JUMLAH (ORANG)
115
22
22
120
279

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-203

5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran


Pelaksanaan program dan kegiatan urusan Polisi Pamong Praja
selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran belanja sebesar
Rp 5.937.717.546, dengan realisasi

per

31 Desember 2006 sebesar

Rp 5.337.548.430,- atau terjadi selisih (+/-) sebesar Rp 600.169.116,6) Kondisi Sarana Dan Prasarana Kerja
Satuan Polisi Pamong Praja Kota Medan yang berkedudukan di Jl.
Pinang Baris 114 A Medan, didukung sarana dan prasarana antara lain :
1.

Truk 6 ( enam ) roda

1 Unit dengan kondisi baik


dan 4 unit tidak layak pakai.

3.

Patroli roda 4 / Pick Up

9 Unit dengan kondisi baik


dan

Unit

tidak

layak

pakai.
4.

Kenderaan roda 2 / Honda

13 Unit dengan kondisi baik.

5.

Senjata Api ( Senpi )

26 Pucuk dengan kondisi


baik.

6.

Handy Talky ( HT )

17 Unit dengan kondisi baik.

7.

Komputer

Unit

dengan

kondisi

kurang layak pakai.


8.

Perlengkapan dan inventaris kantor lainnya dirasakan masih kurang


memadai.

7) Permasalahan Dan Solusi


Permasalahan

yang

dihadapi

dalam

penyelenggaraan

ketenteraman dan ketertiban serta penegakan Perda antara lain :


1. Masih adanya dampak suasana Eforia yang mengartikan reformasi
pada sebahagian kecil perilaku kelompok masyarakat yang cenderung
tidak mentaati Peraturan Daerah dan ketentuan yang berlaku.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-204

2. Kota Medan sebagai mesin pembangunan di Propinsi Sumatera Utara


dalam realitas

sosial

ekonomi

merupakan pilihan utama untuk

menggantungkan hidup dengan segala keterbatasan SDM yang ada,


sehingga mengundang tingkat urbanisasi dan migrasi penduduk secara
berlebihan yang menjadi beban Kota.
3. Munculnya kegiatan-kegiatan usaha informal secara ilegal pada
tempat terlarang, yang memperburuk wajah Kota
kegiatan

ini

menjadi

mata

di samping

pencaharian oknum pembeking.

Bila diadakan tindakan refressif menjadi kekuatan perlawanan


menghadapi petugas di lapangan, sehingga program dan pelaksanaan
penertiban Pedagang Kaki Lima di beberapa lokasi tetap menjadi
permasalahan yang belum selesai.
4. Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan belum secara optimal menjalin
kerjasama untuk pengendalian PKL di wilayahnya masing-masing, hal
ini dapat dilihat dengan sikap passif terhadap tumbuhnya Pedagang
Kaki Lima di wilayahnya.
5. Kurangnya jumlah Pegawai Polisi Pamong Praja Kota Medan untuk
melaksanakan tugas-tugas yang cenderung semakin kompleks dan
tugas yang semakin bertambah. Jumlah Pegawai yang ada saat ini
279 orang

dirasakan belum ideal dengan jumlah yang selayaknya

759 orang. Demikian pula kurangnya sarana / prasarana dan fasilitas


yang mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan kegiatan yaitu
berupa Truck, Kenderaan Dinas Patroli serta dana pendukung
kegiatan unit.
Untuk

menanggulangi

masalah-masalah/tantangan

penyeleng-

garaan ketenteraman dan ketertiban serta penegakan Perda di atas,


upaya-upaya yang telah dilaksanakan sebagai berikut :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-205

1. Melakukan sosialisasi Perda dan ketentuan yang berlaku sekaligus


membuka komunikasi timbal balik dan dialog antara Pemerintah
dengan masyarakat di samping meningkatkan koordinasi.
2. Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Instansi terkait dalam
kegiatan pengawasan, penindakan dan pembinaan baik secara
prefentif, refresif serta persuasif.
3. Meningkatkan disiplin Pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kota
Medan setiap hari kerja berupa apel dan optimalisasi pelaksanaan
tugas administrasi dan opersional di lapangan.
4. Melakukan pengawasan dan pemeriksaan usaha-usaha formal di
seluruh wilayah Kecamatan secara rutin dan berkala, baik yang
dilaksanakan khusus oleh unit-unit Patroli wilayah Kecamatan Polisi
Pamong Praja Kota Medan, maupun oleh Tim Gabungan dengan Dinas
terkait.
5. Mengusulkan penambahan Pegawai Polisi Pamong Praja Kota Medan
yang terdiri dari Pegawai Honorer/Tidak tetap sebanyak 480 orang.

18. PEMERINTAHAN UMUM


18.1. Fungsi Sekretariat Daerah
Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di
bidang

Pemerintahan

Umum, ditetapkan program dan kegiatan

pokok selama tahun 2006 sebagai berikut :


1) Program dan Kegiatan
a. Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur
1. Penyusunan dan pencetakan buku standar harga barang dan jasa
2. Pengawasan

dan

penertiban

pengeboran,

pengambilan

dan

pemanfaatan Air Bawah Tanah (ABT)


3. Pembinaan,

pengendalian,

pengawasan

dan

pemantauan

pelaksanaan Program Beras Miskin (Raskin)

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-206

4. Pemantauan, pengawasan dan pengendalian kebutuhan pokok di


Kota Medan
b. Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur
1. Penyusunan

laporan

penyelenggaraan

pemerintahan

daerah

Kota Medan tahun 2005


2. Pemantauan dan pengawasan kinerja Kecamatan/Kelurahan
c. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Penyusunan Renja tahun 2007
d. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
1. Evaluasi/penilaian pelaksanaan pemberdayaan Kelurahan
2. Penilaian Kecamatan/Kelurahan terbaik tahun 2006
3. Pengadaan

hadiah

penilaian

pemberdayaan

Kecamatan

dan

Kelurahan
e. Program Pemantapan Hubungan Kerja Sama Regional dan Lintas
Batas
1. Kerjasama hubungan luar negeri khususnya dengan kota-kota
bersaudara
2. Pendukung kegiatan Sister City
3. Konferensi

pertemuan

INTA

World

Urban

Development/

Pembangunan Kota Dunia


f. Program Pemantapan Hubungan Kerja Sama
1. Dana penunjang kegiatan APEKSI
g. Program Bantuan Keuangan
1. Pembinaan kepada panti asuhan di Kota Medan
2. Pembinaan kepada lansia di Kota Medan
3. Pembinaan

kepada

kelompok

usaha

penyandang

cacat

di Kota Medan
4. Pembinaan kepada penyandang cacat veteran
h. Program Pengadaan Sarana dan Prasarana Aparatur
1. Pengadaan sarana dan prasarana kantor

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-207

2. Pemberantasan penyakit menular


3. Penunjang kegiatan kebersihan
4. Pemantau jentik, banjir
5. Sewa gedung kantor Kelurahan Mesjid Kecamatan Medan Kota
i. Program Pengembangan Sistem Informasi dan Penyuluhan Hukum
1. Advokasi hukum dan tindakan-tindakan hukum kepentingan
Pemerintah Kota
2. Penyusunan

dan

Penetapan

Ranperda

dan

Petunjuk

Pelaksana/Teknis
3. Eksaminasi produk-produk hukum Pemerintah Kota
4. Evaluasi pelaksanaan kerjasama Pemko Medan dengan Pihak
Ketiga (Swakelola)
5. Penyusunan Renja
j. Program Peningkatan Pelayanan Kehidupan Beragama
1. Pembinaan kegiatan keagamaan dan pendidikan kepemudaan dan
keolahragaan
k. Program Penerapan Kepemerintahan Yang Baik
1. Penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintahan dan
pembangunan kota
l. Program Peningkatan Pengendalian Pembangunan Kota
1. Penelitian DASK-SKPD Tahun Anggaran 2006
2. Pengadaaan pencetakan blanko IUJK
3. Pengendalian program dan kegiatan
m. Program Peningkatan Kapasitas Daerah
1. Peningkatan retribusi dan pengarsipan IUJK
2. Pam dalam rangka Seterilisasi lokasi
3. Pemeliharaan CCTV untuk pengamanan kota
4. Pam Kantor Walikota Medan
5. Pam Rumah Dinas Walikota Medan
6. Pam Pejabat Lingkungan Pemko Medan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-208

7. Pam Daerah Objek Vital/Aset-aset Pemko Medan


8. Pam dalam rangka kunjungan pejabat negara/pusat
9. Pam dalam rangka aksi massa
10. Pam bersifat insidentil
11. Pam dalam rangka penertiban
12. Pam wilayah hukum Kota Medan
n. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Pelaksanaan study banding ke luar daerah mengenai efisiensi dan
efektivitas administrasi pengelolaan anggaran.
2. Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan belanja langsung
Pemko Medan
o. Program Peningkatan Pelayanan Publik
1. Pengadaan kenderaan dinas
p. Program Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur
1. Pengadaan sarana dan prasarana kantor
2. Pemeliharaan alat komunikasi
3. Pengadaan alat pengamanan
4. Pengadaan alat angkut darat
5. Pengadaan alat pengangkutan sampah
q. Program Pemberdayaan Perempuan
1. Pelatihan bagi kader-kader gerakan sayang ibu di Kecamatan.
2. Sosialisasi UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan
Dalam Rumah Tangga.
3. Sosialisasi Perda Propsu No. 6 tahun 2004 tentang Pencegahan
Perdagangan Perempuan.
4. Pelatihan kader/paralegal penghapusan perdagangan perempuan
dan anak.
5. Pelatihan analisis gender bagi aparatur perencana sektor di
Lingkungan Pemko Medan.
6. Penyusunan data terpilah/statistik gender di Kota Medan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-209

r. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan dan Penatausahaan


Administrasi Keuangan Daerah
1. Evaluasi Pelaksanaan APBD T.A.2006
2. Penyusunan laporan semester tahun 2006 dan perhitungan
realisasi APBD Tahun 2005
3. Penyusunan neraca dan laporan arus kas, realisasi APBD T.A.2006
4. Pembinaan pemegang kas pelaksanaan APBD T.A.2006
5. Penyempurnaan program, kegiatan dan kode rekening APBD
Pemko Medan
6. Penyusunan Rencana APBD T.A.2007
7. Pembenahan arsip dokumen Bagian Keuangan
8. Penyusunan Rencana Perubahan APBD T.A.2006
9. Komputerisasi sistem informasi pengelolaan keuangan daerah
10. Pengembangan Sistem Informasi Belanja Pegawai
2) Alokasi Dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan Sekretariat Daerah
selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran belanja sebesar
Rp 311.636.236.911,- yang terdiri dari Belanja Aparatur sebesar
Rp 168.243.011.411,- dan Belanja Publik sebesar Rp 143.393.225.500,dengan realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp 287.196.270.891,atau terjadi selisih (+/-) sebesar Rp 24.439.966.020,3) Pencapaian Program dan Kegiatan
a. Fungsi Umum
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan Sekretariat Daerah
khususnya urusan umum selama tahun 2006, menghasilkan out - put
pokok sebagai berikut :
1. Tersedianya kebutuhan operasional dinas, baik fisik maupun non fisik.
2. Terlaksananya kegiatan tata usaha pimpinan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-210

3. Terlaksananya koordinasi, dengan instansi lintas sektoral maupun


vertikal.
4. Meningkatnya pelayanan administrasi kepada masyarakat maupun
pimpinan.
5. Terpenuhinya kebutuhan pegawai akan pakaian dinas.
6. Tersedianya dukungan sarana kantor yang semakin memadai.
7. Terwujudnya sarana kantor yang bersih dan asri.
Beberapa dampak utama pelaksanaan program dan kegiatan
urusan umum antara lain :
1. Terselenggaranya

mobilitas kegiatan Kepala Daerah/Wakil Kepala

Daerah.
2. Terselenggaranya tata kelola pemerintahan dengan baik.
3. Terwujudnya

pelayanan kepada masyarakat secara efektif dengan

dukungan alat komunikasi yang baik.


b. Fungsi Perekonomian
Pelaksanaan program dan kegiatan fungsi perekonomian selama
Tahun Anggaran 2006 menghasilkan output sebagai berikut :
1. Tersusunnya buku standard harga barang sebanyak 350 unit untuk
keperluan Pemerintah Kota Medan.
2. Terselenggaranya pengawasan dan penertiban izin pengambilan dan
pemanfaatan air bawah tanah.
3. Terselenggaranya

pembinaan,

pengendalian,

pengawasan

dan

pemantauan pelaksanaan program beras raskin.


4. Terselenggaranya

pemantauan,

pengawasan

dan

pengendalian

kebutuhan pokok masyarakat.


Penyelengaraan program dan kegiatan fungsi perekonomian
selama tahun 2006 berdampak kepada :
1. Meningkatnya stabilitas perekonomian kota.
2. Meningkatnya koordinasi urusan perekonomian kota.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-211

Walaupun berbagai keluaran (out put) dan hasil (out come) yang
dicapai selama tahun 2006 cukup efektif, penyelenggaraan urusan
perekonomian, masih dihadapkan kepada beberapa masalah pokok
seperti dalam pelaksanaan pengawasan pemanfaatan air bawah tanah.
Tim Terpadu Pemerintah Kota Medan masih mengalami hambatan
menemui sebahagian pimpinan perusahaan, karena alasan tidak ada di
tempat dan hanya diterima oleh perwakilan pimpinan usaha.

Sebagai solusi tindak lanjut dari permasalahan dan kendala di


atas, penyelenggaran urusan perekonomian dimasa yang akan datang
perlu mempertimbangkan kebijakan dan program sebagai berikut :
1. Meningkatkan kesadaran pengusaha tentang pentingnya perizinan air
bawah tanah.
2. Meningkatkan koordinasi dengan instansi teknis terkait.
c. Fungsi Tata Pemerintahan
Pelaksanaan

program,

kegiatan

Pemerintahan Umum khususnya fungsi

dan
Tata

anggaran

di

bidang

Pemerintahan selama

tahun 2006, menghasilkan out put (keluaran) sebagai berikut :


1. Terlaksananya pemilihan Kecamatan/Kelurahan terbaik, sekaligus
yang mewakili Kota Medan

untuk mengikuti perlombaan

tingkat

Propinsi Sumatera Utara. Dari 21 Kecamatan dan 151 Kelurahan


masing masing diambil 1 dari Kecamatan dan 1 dari Kelurahan
sebagai peserta terbaik.
2. Kegiatan Evaluasi/Penilaian Pelaksanaan Pemberdayaan Kelurahan :
a. Terlaksananya penilaian Kecamatan dan Kelurahan di bidang
kebersihan, ketertiban, keamanan, pelayanan kepada masyarakat
dan penilaian administrasi.
b. Meningkatnya kebersihan dan pelayanan umum, khususnya di
tingkat Kecamatan dan Kelurahan.
c. Ditetapkannya Kecamatan/Kelurahan terbaik dan terburuk.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-212

3. Tersedianya hadiah bagi pemenang pemberdayaan Kecamatan dan


Kelurahan, guna meningkatkan gairah dan motivasi kerja perangkat
Kecamatan/Kelurahan.
4. Tersusunnya Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, guna
menginformasikan

kepada

masyarakat

dan

Pemerintah

kinerja

penyelenggaraan pemerintahan selama tahun 2005.


Penyelenggaraan program dan kegiatan urusan pemerintahan
umum pada fungsi tata Pemerintahan selama tahun 2006, berdampak
kepada :
1. Meningkatnya kinerja perangkat Kecamatan dan Kelurahan khususnya
di bidang pelayanan umum.
2 Meningkatnya komitmen untuk meningkatkan mutu dan jangkauan
pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang kebersihan dan
ketertiban.
Satuan Kerja Perangkat Daerah
Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan Tata Pemerintahan
menjadi tugas dan tanggung jawab Bagian Tata Pemerintahan, dengan
mengembangkan koordinasi kepada SKPD terkait.
Profil Kepegawaian
NO
1.
2.

3.
4.

URAIAN
Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan
a. SLTA Sederajat
b. S1.Sederajat
c. S2.Sederajat
Pangkat / Golongan :
b.Gol II
c.Gol III
Jumlah Pejabat Struktural

JUMLAH (ORANG)
11

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

3
6
2
2
9
2

III-213

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut di atas, maka salah satu


masalah penyelenggaraan urusan Tata Pemerintahan Setda Kota Medan
di bidang SDM adalah masih kurangnya ketersediaan Aparatur yang
memiliki kualifikasi di bidang komputerisasi, serta minimnya jumlah
pegawai yang ada sekarang.
Kondisi Sarana dan Prasarana Kerja
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan pemerintahan
umum, Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Medan dilengkapi oleh
peralatan dan perlengkapan kantor termasuk mobilair dan sarana/
prasarana pelayanan administrasi kantor lainnya. Kendala yang paling
menonjol adalah kurang memadainya prasarana dan sarana kerja yang di
miliki secara kualitas dan kuantitas.
Permasalahan dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (out put) dan hasil (out come) yang dicapai
selama tahun 2006 cukup baik, namun penyelenggaraan urusan
Tata Pemerintahan Setda Kota Medan tetap masih dihadapkan kepada
berbagai masalah dan tantangan yang kompleks antara lain :
1. Perlunya meningkatkan citra pelayanan

yang lebih baik bagi

masyarakat.
2. Perlunya meningkatkan manejemen administrasi pelayanan umum.
Walaupun penyelenggaraan pelayanan umum bagi masyarakat
menunjukkan hasil yang semakin optimal, tetapi masih terlihat :
1. Adanya kesan pilih kasih dalam kepengurusan surat-surat keperluan
masyarakat seperti yang lebih dikenal urusan cepat kalau dikenal dan
yang tak dikenal urusannya terkesan diperlambat atau tertundatunda.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-214

2. Kurang kejelian dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat


miskin, sehingga adakalanya muncul kesan salah sasaran.
Manajemen administrasi pelayanan surat meyurat masih terkesan :
1. Adanya ketidakberaturan surat-surat yang dikeluarkan dan penataan
file-file surat sesuai keluhan masyarakat, baik di Kantor Camat
maupun di Kantor Lurah.
2. Kondisi Kantor yang tidak tertata dikarenakan kurang pedulinya pihak
Kecamatan dan Kelurahan.
3. Masih kurangnya kerjasama antar pegawai dan disiplin.
Berbagai

solusi

pemecahan

masalah

dan

tantangan

penyelenggaraan urusan Tata Pemerintahan Setda Kota Medan di atas,


adalah perlunya pada masa yang akan datang mempetimbangkan
kebijakan dan program sebagai berikut :
1. Meningkatkan kinerja Aparatur Kecamatan, Kelurahan dan Kepala
Lingkungan melalui diklat di Bidang Administrasi.
2. Meningkatkan pelayanan umum kepada masyarakat khususnya dalam
kepengurusan KTP, KK dan surat-surat lainnya secara cepat.
3. Meningkatkan kebersihan, keamanan, ketertiban, pelayanan umum
kepada masyarakat dan pembinaan administrasi dengan mengadakan
konsultasi melalui Studi Banding ke kota kota yang telah ditetapkan
sebagai penerima Adipura.
4. Meningkatkan kualitas pelayanan umum yang dilaksanakan Kepala
Lingkungan dengan mengadakan Sosialisasi ke Kelurahan-Kelurahan.
d. Fungsi Kesejahteraan
Pelaksanaan

program,

kegiatan

dan

anggaran

urusan

kesejahteraan selama tahun 2006 menghasilkan output (keluaran) dan


hasil (outcame) sebagai berikut :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-215

1. Terselenggaranya pembinaan dan pemberian bantuan kepada 20 panti


asuhan dan pembinaan kepada 40 pengurus Panti Asuhan di
Kota Medan.
2. Terselenggaranya

pembinaan

dan

pemberian

bantuan

kepada

20 Kelompok Usaha Penyandang Cacat dan pembinaan kepada


40 pengurus KUPC.
3. Terselenggaranya

pembinaan

dan

pemberian

bantuan

kepada

22 Lembaga Lansia Indonesia Kota Medan dan Kecamatan serta


pembinaan kepada 42 orang Pengurus LLI.
4. Terselenggaranya

pembinaan

dan

pemberian

bantuan

kepada

50 orang Cacat Veteran RI.


5. Terselenggaranya pemantauan jentik, banjir di setiap lingkungan,
melalui Kepala Lingkungan.
6. Terlaksananya pembuatan cetak leaflet dan blanko serta buku-buku
tentang pemberantasan penyakit menular.
7. Terlaksananya monitoring ke 21 Kecamatan.
8. Tersedianya 1 unit kenderaan roda dua, 1 unit laptop dan 1 unit
infocus, sebagai kelengkapan sarana kerja.
Penyelenggaraan program dan kegiatan urusan kesejahteraan
selama tahun 2006, berdampak kepada :
1. Meningkatnya semangat berusaha bagi penyandang cacat melalui
Kelompok Usaha Penyandang Cacat yang mendapat bantuan sehingga
mereka lebih percaya diri, tidak merasa mendapat perlakukan
diskriminasi, tidak ketergantungan kepada orang lain serta lebih
mandiri.
2. Meningkatnya semangat hidup para cacat veteran RI/jandanya yang
telah berjasa merebut dan menpertahankan kemerdekaan serta
memiliki

motivasi

tinggi

untuk

selalu

meningkatkan

kesejahteraannya.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-216

3. Meningkatnya kompetensi dan kinerja pengurus Lembaga Lansia


Indonesia (LLI) Kecamatan se-Kota Medan dan LLI Kota Medan
sehingga lebih konsern terhadap upaya peningkatan kesejahteraan
lansia.
4. Meningkatnya pengetahuan gizi dan kesehatan para pengurus panti
asuhan dengan dukungan

panti asuhan yang semakin lengkap dan

dapat diperbaharui.
5. Menurunnya angka penyakit menular di Kota Medan
Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara organisatoris, penyelenggaranan urusan kesejahteraan
sosial menjadi tugas dan tanggung jawab Bagian Kesejahteraan Setda
Kota Medan, dengan mengembangkan koordinasi dengan SKPD terkait
seperti Dinas Kesehatan Kota Medan, Kantor Sosial Kota Medan, Dinas
Tenaga Kerja Kota Medan, Dinas Koperasi Kota Medan, Dinas Perindag
Kota Medan, Badan Narkotika Kota Medan, KPA Kota Medan, dll.
Profil Kepegawaian
NO
1.
2.

3.
4.

URAIAN
Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan
2.1 SLTA Sederajat
2.2 S1 Sederajat
2.3 S2 Sederajat
Pangkat/Golongan
3.1 GOl II
3.2 GOl III
Jumlah Pejabat Struktural

JUMLAH (ORANG)
10
2
7
1
2
8
4

Berdasarkan profil Kepegawaian tersebut di atas diketahui salah


satu masalah penyelenggaraan urusan kesejahteraan di bidang SDM
adalah masih kurangnya ketersediaan aparatur yang memiliki kualifikasi
pendidikan di bidang kesejahteraan sosial.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-217

Kondisi Sarana dan Prasarana Kerja


Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan kesejahteraan
sosial, Bagian Kesejahteraan Setda Kota Medan dilengkapi peralatan dan
perlengkapan kantor termasuk mobiler dan sarana

serta prasarana

pelayanan administrasi kantor lainnya. Kendala yang paling menonjol


adalah masih kurang memadainya prasarana dan sarana kerja baik
kualitas maupun kwantitasnya.
Permasalahan Dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (output) dan hasil (outcome) yang
dicapai selama tahun 2006 cukup baik, namun penyelenggaraan urusan
kesejahteraan social tetap masih dihadapkan kepada berbagai masalah
dan tantangan yang kompleks yaitu:
- Meningkatnya penyandang masalah social
- Rendahnya mutu pelayanan social
- Kurangnya kemudahan dalam meng akses pelayanan social
- Rendahnya derajat kesehatan masyarakat
- Kurangnya sarana dan prasarana aparatur
Meningkatnya penyandang masalah sosial dapat dilihat dari masih
banyaknya ditemui jumlah Kelompok Usaha Penyandang Cacat (KUPC)
sehingga perlu mendapat perhatian baik pembinaan maupun bentuk
bantuan modal usaha.
Bantuan modal usaha dimaksudkan untuik memandirikan para
KUPC agar tidak ketergantungan terus menerus pada Pemerintah dan
tidak terjerat pada praktek rentenir.
Rendahnya mutu

pelayanan sosial dapat dilihat dari masih

rendahnya partisipasi dan prakarsa lapisan masyarakat dalam mencari


pemecahan masalah kesejahteraan sosial baik dalam perumusan rencana
pencegahan dan penanggulangannya.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-218

Kurangnya kemudahan dalam mengakses pelayanan sosial dapat


dilihat dari pola pembangunan gerakan sosial berdasarkan prisip
kesempatan yang sama bagi semua pihak untuk memperoleh akses sosial
yang relatif belum merata.
Rendahnya derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari belum
sepenuhnya dapat ditanggulangi wabah penyakit menular.
Walaupun di Kota Medan beroperasi relatif banyak lembaga social
baik dari Pemerintah maupun Swasta, tetapi harus diakui belum
sepenuhnya mampu melaksanakan kedudukan, fungsi dan perannya
dalam menanggulangi permasalahan kesejahteraan sosial secara optimal.
Berbagai solusi pemecahan masalah dan tantangan permasalahan
kesejahteraan sosial di atas, adalah perlunya mempertimbangkan
kebijakan dan program sebagai berikut :
1. Meningkatkan wawasan pengurus dalam mengelola serta melengkapi
sarana yang diperlukan Panti Asuhan, dengan berbagai bentuk
kemitraan.
2. Meningkatkan usaha para pengelola Kelompok

Usaha Penyandang

Cacat (KUPC).
3. Meningkatkan Kesejahteraan/Kesehatan Lansia.
4. Meningkatkan

Kesejahteraan/Kesehatan

Para

Cacat

veteran

RI/Jandanya.
5. Menurunkan populasi nyamuk dan jentik Aides Agepty dan Lokasi
Banjir.
6. Menurunkan Angka Kematian akibat Penyakit Menular.
7. Menurunkan Angka Penderita Penyakit Menular.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-219

e. Fungsi Bina Progam


Pelaksanaan

program,

kegiatan

dan

anggaran

urusan

pemerintahan umum pada fungsi Bina Program tahun 2006 menghasilkan


output (keluaran) dan hasil (outcome) sebagai berikut :
1.

Tercapainya target PAD dari pengurusan Izin Usaha Jasa Konstruksi


(IUJK) sebesar Rp.120.475.000,- (seratus dua puluh juta empat ratus
tujuh puluh lima ribu rupiah) dengan jumlah IUJK yang diterbitkan
sebanyak 663 IUJK, terjadi over target sebesar 20,48 %.

2.

Terlaksananya

pengawasan

(monitoring)

pelaksanaan

kegiatan

pembangunan kota guna mengetahui realisasi kegiatan yang telah


dilaksanakan, termasuk mendata berbagai permasalahan yang timbul
dari pelaksanaan kegiatan.
Beberapa dampak pelaksanaan program dan kegiatan bina
program sebagai berikut :
1. Meningkatnya penyediaan jasa dari

asosiasi maupun perusahaan

perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi baik kecil,


menengah maupun besar.
2. Meningkatnya

efektivitas

pengawasan

pelaksanaan

kegiatan

pembangunan kota, sehingga secara fisik dan keuangan, kegiatan


pembangunan kota tahun 2006 dapat dikatakan terlaksana dengan
baik.
Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara

organisatoris

penyelenggaraan

urusan

pemerintahan

umum fungsi Bina Program menjadi tugas dan tanggungjawab Sekretariat


Daerah Kota Medan, dengan mengembangkan koordinasi kepada Unit
Kerja terkait.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-220

Profil Kepegawaian
NO
1.
2.

3.

4.

URAIAN
Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SLTA Sederajat
2.2. D1, D2, D3 Sederajat
2.3. S1 Sederajat
2.4. S2 Sederajat
Pangkat/ Golongan :
3.1. Gol. II
3.2. Gol. III
3.3. Gol. IV
Jumlah Pejabat Struktural

JUMLAH (orang)
27
18
1
6
2
9
17
1
4

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut di atas, diketahui salah


satu masalah penyelenggaraan urusan pemerintahan umum fungsi Bina
Program di bidang SDM adalah masih kurangnya ketersediaan aparatur
yang memiliki kualifikasi pendidikan di bidang kearsipan dan administrasi
perkantoran.
Kondisi Sarana Prasarana Kerja
Dalam

rangka

mendukung

penyelenggaraan

urusan

pemerintahan umum, Bagian Bina Program dilengkapi oleh peralatan dan


perlengkapan kantor termasuk mobileir serta sarana dan prasarana
pelayanan administrasi kantor lainnya. Kendala yang paling menonjol
adalah kurang memadainya prasarana dan sarana kerja yang dimiliki baik
kualitas maupun kuantitasnya.
Permasalahan Dan Solusi
Fungsi Bina Program Sekretariat Daerah Kota Medan memiliki
tupoksi sebagai pengendali, pengawas dan evaluator pelaksanaan
kegiatan

kegiatan

di

Lingkungan

Pemerintah

Kota

Medan.

Beberapa permasalahan menonjol pada fungsi Bina Program adalah :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-221

1. Terlambatnya Dokumen Anggaran Satuan Kerja (DASK) Belanja


Langsung yang disampaikan SKPD, untuk proses pengesahan yang
merupakan dasar pelaksanaan kegiatan.
2. Kurangnya koordinasi Unit Kerja di Lingkungan Pemerintah Kota
Medan dengan Bagian Bina Program Sekretariat Daerah Kota Medan
mengakibatkan proses lelang pada masing masing Unit Kerja tidak
dapat diketahui scara reguler.
3. Pengiriman laporan bulanan kegiatan pembangunan kota baik
realisasi fisik maupun keuangannya yang masih sering terlambat
disampaikan oleh SKPD.
4. Kurang tersedianya dan terkoordinirnya data data permasalahan
pelaksanaan program dan kegiatan yang dihadapi masing masing
Unit Kerja dalam satu tahun anggaran berjalan, terutama di bidang
fisik/Infrastruktur.
Untuk mengefektifkan fungsi bina program pada masa yang
akan datang perlu mempertimbangkan kebijakan dan program sebagai
berikut :
1.

Peningkatan jumlah anggaran sebagai penunjang pelaksanaan tugas


pokok dan fungsi Bagian Bina Program Sekretariat Daerah Kota
Medan.

2.

Meningkatkan kemampuan dan kompetensi sumber daya manusia


melalui pelatihan pelatihan maupun pendidikan formal seperti
S1,S2 dan S3 yang didukung dananya dari APBD.

3.

Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia aparatur di bidang


pengadaan barang/jasa baik pada Bagian Bina Program Sekretariat
Daerah Kota Medan maupun Unit Kerja di Lingkungan Pemerintah
Kota melalui Diklat Pengadaan / Barang / Jasa dan Workshop.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-222

f. Fungsi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak


Salah satu tujuan pembangunan nasional adalah meningkatkan
kualitas sumber daya manusia, baik laki-laki maupun perempuan.
Rendahnya kualitas hidup perempuan merupakan salah satu faktor
munculnya

diskriminasi,

perdagangan,

eksploitasi,

pornografi

dan

pornoaksi perempuan dan anak. Oleh sebab itu, program dan kegiatan
pemberdayaan perempuan, kesejahteraan dan perlindungan anak harus
mencakup seluruh institusi yang menanganinya secara bersama-sama.
Berbagai keluaran program dan kegiatan yang telah dilaksanakan
selama tahun 2006, sebagai berikut :
1.

Terselenggaranya pelatihan bagi kader-kader gerakan sayang ibu di


Kecamatan, sebanyak 120 orang kader.

2.

Terselenggaranya

pelatihan

kader/paralegal

penghapusan

perdagangan perempuan dan anak sebanyak 90 orang.


3.

Terselenggaranya sosialisasi Undang-undang Nomor : 23 Tahun 2004


tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga bagi 70 orang
penegak hukum, LSM, organisasi kemasyarakatan.

4.

Terselenggaranya Sosialisasi Perda Propsu No.6 Tahun 2004 tentang


Pencegahan Perdagangan Perempuan, bagi 100 orang penegak
hukum, LSM, organisasi kemasyarakatan.

Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara


Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan pemberdayaan
perempuan menjadi tugas dan tanggung jawab Bagian Pemberdayaan
Perempuan Setda Kota Medan, berkoordinasi kepada SKPD terkait.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-223

Profil Kepegawaian.
NO
1.
2.

URAIAN

JUMLAH (ORANG)
11

Jumlah pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
a. SMA
b. S1
Pangkat / Golongan :
a. Golongan II
b. Golongan III
c. Golongan IV
Jumlah Pejabat Struktural

3.

4.

4
7
2
8
1
4

Kondisi Sarana Dan Prasarana Kerja


Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan pemberdayaan
perempuan, Bagian Pemberdayaan Perempuan Setda Kota Medan
dilengkapi oleh peralatan dan perlengkapan kantor termasuk mobilair
dan sarana serta prasarana pelayanan administrasi kantor lainnya.
Kendala yang paling menonjol adalah karena letak ruangan Bagian
Pemberdayaan Perempuan Setda Kota Medan di Basement (lantai dasar)
serta belum adanya fentilasi maupun sirkulasi udara secara memadai,
maka perlu adanya Air Conditioner (AC), sehingga tercipta suasana kerja
yang lebih nyaman.
Permasalah dan Solusi
Kota Medan yang begitu cepat berubah perlu sikap
sehingga

bermuara

pada

peningkatan

kesejahteraan

bijaksana

masyarakat.

Selama ini pendekatan pembangunan terkesan belum sepenuhnya secara


khusus mempertimbangkan manfaat pembangunan secara adil terhadap
perempuan dan laki-laki, sehingga turut memberikan kontribusi terhadap
timbulnya ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender. Bentuk tersebut
dikenal dengan kesenjangan gender (Gender GAP) yang pada gilirannya
menimbulkan permasalahan gender (gender issues).

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-224

Sebagai

solusi

untuk

memperkecil

kesenjangan

gender,

kebijakan dan program pembangunan yang dikembangkan saat ini dan


mendatang harus mengintegrasikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan,
dan permasalahan perempuan dan laki-laki ke dalam perencanaan,
pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pada seluruh kebijakan dan
program pembangunan kota yang disebut Pengarusutamaan Gender
(PUG).
Program-program efektif yang perlu dipertimbangkan pada masa
datang antara lain :
1. Meningkatkan kedudukan dan peran perempuan dalam kehidupan
kota melalui kebijakan yang mampu mendorong terwujudnya
kesetaraan dan keadilan gender (KKG).
2. Meningkatkan kualitas peran dan kemandirian organisasi perempuan
dengan tetap mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan, serta
nilai histories perjuangan kaum perempuan dalam melanjutkan usaha
perberdayaan

perempuan

serta

kesejahteraan

keluarga

dan

masyarakat.
Selain itu, permasalahan lain yang sering timbul di masyarakat
adalah

tindak

kekerasan

yang

terjadi

terhadap

perempuan.

Tindak kekerasan tersebut dikategorikan dalam 3 (tiga) jenis kasus yaitu


tindak kekerasan tindak pelecehan dan perkosaan, jumlah kasus, korban
dan pelaku.
Kasus tindak kekerasan/perdagangan, pelecehan dan perkosaan
terhadap perempuan yang ditangani oleh RPK Poltabes Medan sampai
tahun 2006 berjumlah 282 kasus, diantaranya tindak kekerasan/
perdagangan berjumlah 144 kasus, tindakan pelecehan 131 kasus dan
perkosaan berjumlah 7 kasus. Korban kasus tindak kekerasan terhadap
perempuan

berjumlah

287

orang

diantaranya

tindak

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

kekerasan/

III-225

perdagangan berjumlah 141 orang (49,13%) tindak pelecehan berjumlah


139 orang (48,43%) dan korban perkosaan berjumlah 7 orang (2,44%).
Di sisi lain terdapat perempuan pelaku tindak kekerasan berjumlah
4 orang dan pelaku tindak pelecehan berjumlah 4 orang.
Dari

sejumlah

282

kasus

tindak

kekerasan/perdagangan,

pelecehan dan perkosaan terhadap perempuan yang ditangani RPK


Poltabes Medan yang dapat dilimpahkan ke Pengadilan berjumlah
113 kasus (40,08%). Jumlah korban 113 orang (39,17%) dan pelaku yang
dihadapkan

ke

Pengadilan

berjumlah

113

orang

(37,17%).

Tindak kekerasan/perdagangan terhadap perempuan yang dilimpahkan


ke Pengadilan berjumlah 63 kasus (43,75%), tindak pelecehan berjumlah
43 kasus (32,82%) dan perkosaaan berjumlah 7 kasus (100,00%).
Penyelenggaraan pelayanan terhadap korban, dilakukan melalui
upaya :
1. Penyediaan ruang pelayanan khusus (RPK) di kantor kepolisian ;
2. Penyediaan

aparat,

tenaga

kesehatan,

pekerja

sosial,

dan

pembimbing rohani ;
3. Pembuatan dan pengembangan sistem dan mekanisme kerja sama
program pelayanan yang melibatkan pihak yang mudah diakses oleh
korban ; dan
4. Memberikan perlindungan bagi pendamping, saksi, keluarga, dan
teman korban.
g. Fungsi Hubungan Antar Kota dan Daerah
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan hubungan
antar kota dan daerah selama tahun 2006 menghasilkan keluaran
(out put) dan hasil (out come) sebagai berikut :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-226

1. Menghadiri Rakernas Apeksi di Kota Surabaya.


2. Menerima kunjungan Yang Dipertua Majelis Perbandaran Pulau Pinang
(MPPP) Malaysia dalam rangka menyaksikan rangkaian kegiatan MTQN
ke 39 Tingkat Kota Medan.
3. Menerima kunjungan Delegasi Wakil Walikota Ichikawa dan Ketua
DPRD Kota Ichikawa Jepang.
4. Menerima kunjungan Yang Dipertua Majelis Perbandaran Pulau Pinang
dan Pengerusi Persatuan Kota Kembar Medan Pulau Pinang.
5. Pengiriman Pelajar Kota Medan ke Kota Ichikawa Jepang dalam
rangka program pertukaran pelajar.
6. Menerima kunjungan rombongan Kepala Kampung Kota Pulau Pinang
Malaysia.
7. Menerima Pelajar Kota Pulau Pinang, Malaysia dalam rangka program
pertukaran pelajar.
8. Pengiriman Pelajar Kota Medan ke Kota Gwangju, Korea dalam rangka
program pertukaran pelajar.
9. Pengiriman staf Pemerintah Kota Medan ke Kota Pulau Pinang,
Malaysia dalam rangka pertukaran staf Medan Pulau Pinang.
Beberapa dampak utama pelaksanaan program dan kegiatan
hubungan antar kota dan daerah antara lain :
1. Meningkatnya hubungan persahabatan dan persaudaraan antara Kota
Medan dan kota bersaudara (sister city).
2. Meningkatnya wawasan, pengetahuan, kapasitas dan pengalaman
para pejabat dan staf Pemerintah Kota Medan.
3. Meningkatnya wawasan, pengetahuan, kapasitas dan pengalaman
para pelajar Kota Medan, khususnya tentang kemajuan luar negeri.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-227

8. Fungsi Hukum
Hukum adalah sub sistem pembangunan yang sering dibicarakan
pada masa sekarang ini. Hal ini tidak terlepas dari persepsi lemahnya
penegakan hukum. Penegakan hukum itu sendiri butuh proses yang
panjang serta kualitas sumber daya manusia yang memadai untuk
melaksanakannya. Pembangunan di bidang hukum pada saat ini sangat
diperioritaskan oleh Pemerintah, hal ini ditujukan untuk menciptakan
tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dari KKN (Good Governance).
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran bidang hukum
selama Tahun Anggaran 2006 menghasilkan output (keluaran) dan
outcome (hasil) sebagai berikut :
1. Terlaksananya bantuan advokasi hukum dan tindakan-tindakan hukum
untuk kepentingan Pemerintah Kota Medan. Kegiatan ini dilaksanakan
untuk

menyelesaikan

permasalahan-permasalahan

hukum

yang

dihadapi Pemerintah Kota, sehingga tercipta suasana kerja yang


kondusif di lingkungan Pemerintahan Kota Medan.
2. Terlaksananya examinasi terhadap produk-produk hukum yang akan
diterbitkan oleh Pemerintah Kota Medan. Produk-produk hukum
tersebut terlebih dahulu diteliti, dianalisa apakah sudah sesuai dan
relevan untuk kebutuhan Pemerintah Kota Medan.
3. Terlaksananya evaluasi kerjasama Pemerintah Kota Medan dengan
Pihak Ketiga. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengevaluasi hasil
kerjasama Pemerintah Kota Medan dengan Pihak Ketiga, apakah
sudah sesuai dengan ketetuan-ketentuan hukum.
4. Tersusunnya rencana kerja tahun 2007. Kegiatan ini dilaksanakan
untuk menyusun Rencana Kerja dan Anggaran sebagai dasar
pelaksanaan kegiatan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-228

Penyelenggaraan program dan kegiatan urusan hukum selama


Tahun 2006, berdampak kepada :
1. Meningkatnya penataan/penyusunan/pembentukan peraturan per
undang-undangan
Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendukung kebijakan Pemerintah
Kota Medan. Peraturan Daerah yang disusun telah disesuaikan dengan
ketentuan

yang

berlaku

dan

telah

sesuai

dengan

tuntutan

pembangunan kota. Dari 3 Ranperda yang diajukan ke DPRD


Kota Medan, satu Ranperda disahkan menjadi Perda, sedangkan 2
Ranperda belum dapat disahkan karena perlu kajian-kajian yang lebih
mendalam.
2. Meningkatnya perlindungan hukum dan advokasi hukum
Pelaksanaan

advokasi

hukum

dan

tindakan-tindakan

hukum,

dimaksudkan untuk menyelesaikan permasalahan hukum dan kasus


hukum yang dihadapi Pemerintah Kota, sehingga tercipta suasana
kerja yang kondusif, permasalahan-permasalahan hukum/kasus-kasus
hukum yang terjadi pada umumnya dapat diselesaikan secara
bertahap.
3. Meningkatnya legislasi produk-produk hukum
Pelaksanaan

eksaminasi

terhadap

produk-produk

hukum

yang

diterbitkan oleh Pemko Medan terlebih dahulu dilakukan pengujian,


apakah sudah sesuai dan relevan dengan kebutuhan Pemerintah Kota.
Hal ini dilakukan untuk menghindari jangan sampai terjadi produkproduk hukum yang diterbitkan menimbulkan permasalahan hukum
dikemudian hari.
Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan hukum menjadi
tugas dan tanggung jawab Bagian Hukum Setdakot Medan, dengan
mengembangkan koordinasi kepada SKPD terkait.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-229

Profil Kepegawaian :
NO
1.
2.

URAIAN

JUMLAH (ORANG)
24

Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SMA Sederajat
2.2. S1 Sederajat
2.3. S2 Sederajat

3.

3
20
1

Pangkat/Golongan :
3.1. Golongan II
3.2. Golongan III
3.3. Golongan IV
Jumlah Pejabat Struktural
Jumlah Pegawai Honor

4.
5.

3
18
1
4
3

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut diatas, maka salah satu


masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan urusan hukum di bidang
SDM adalah masih kurangnya

ketersediaan aparatur yang memiliki

kualifikasi keahlian di bidang Legal Drafting, beracara di Pengadilan dan


Akuntansi.
Kondisi Sarana dan Prasarana Kerja.
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan hukum, Bagian
Hukum Setdakot Medan dilengkapi oleh peralatan dan perlengkapan
kantor termasuk mobiler dan sarana serta prasarana pelayanan
administrasi kantor lainnya. Kendala yang paling menonjol adalah kurang
memadainya sarana dan prasana kerja yang dimiliki baik kualitas mapun
kuantitasnya, antara lain : kurangnya meja kerja, kursi kerja, kursi
penghadap, ruang perpustakaan dan buku-buku hukum/perundangundang

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-230

Permasalahan dan Solusi


Walaupun berbagai keluaran (out put) dan hasil positif dapat
dicapai

selama

tahun

2006,

namun

penyelenggaraan

urusan

pemerintahan daerah di bidang hukum tetap masih dihadapkan kepada


berbagai masalah dan kendala yang komplek. Oleh karena itu, berbagi
solusi sebagai tindak lanjut pembangunan di bidang hukum pada masanya
yang akan datang perlu mempertimbangkan kebijakan sebagai berikut :
1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada unit kerja Bagian
Hukum, karena masalah hukum sangat kompleks dan berkembang
terus menerus (dinamis), sehingga diperlukan tenaga-tenaga yang
terampil, handal, berwawasan luas. Untuk mendapatkan sumber daya
manusia yang berkualitas, agar staf pada Bagian Hukum harus sering
diikutsertakan pada diklat-diklat tentang hukum.
2. Meningkatkan kualitas pelayanan bantuan hukum pada aparatur
Pemerintah

Kota

yang

sedang

menghadapi

permasalahan

hukum/kasus-kasus hukum.
3. Meningkatkan kualitas produk-produk

hukum

yang diterbitkan,

sehingga sesuai dengan perkembangan keadaan dan tuntutan


pembangunan kota.
4. Meningkatkan pengujian terhadap rancangan produk-produk hukum
yang akan diterbitkan sehingga sesuai dengan ketentuan dan relevan
dengan kebutuhan Pemerintah Kota.
5. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan satuaan kerja
perangkat daerah dilingkungan Pemerintah Kota dalam menghadapi/
menyelesaikan

permasalahan-permasalahan

hukum/kasus-kasus

hukum yang dihadapi.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-231

9. Fungsi Keuangan Daerah


Sejalan dengan implementasi otonomi daerah, penyelenggaraan
fungsi pengelolaan keuangan daerah dimaksudkan untuk meningkatkan
penerimaan daerah, khususnya pendapatan daerah melalui optimalisasi
sumber-sumber penerimaan daerah seperti Pendapatan Asli Daerah
(PAD), Dana Perimbangan, dan Lain-Lain Pendapatan yang Sah.
Berdasarkan fungsi dan maksud tersebut, pengelolaan pendapatan
daerah ditujukan untuk mewujudkan pengelolaan pendapatan daerah
yang berdaya guna dan berhasil guna, dalam rangka mendukung
kemandirian pembiayaan pembangunan kota secara berkelanjutan.
Untuk mewujudkan maksud dan tujuan tersebut, pengelolaan
pendapatan daerah selama tahun 2006 dijabarkan dalam program pokok
peningkatan kualitas perencanaan dan penatausahaan administrasi
keuangan daerah dalam rangka mendorong efektifitas pengelolaan
keuangan daerah dan penerimaan daerah. Pelaksanaan program ini
diharapkan mampu menjawab tantangan dan kebutuhan fungsi keuangan
daerah, baik saat ini maupun pada masa yang akan datang, seiring
dengan meningkatnya kegiatan pembangunan kota.
Secara operasional, program peningkatan kualitas perencanaan
dan penatausahaan administrasi keuangan daerah dijabarkan lebih lanjut
dalam beberapa bentuk dan jenis kegiatan seperti : (1) Evaluasi
Pelaksanaan APBD TA. 2006, (2) Penyusunan Laporan Semester TA. 2006
dan Perhitungan Realisasi APBD TA. 2005, (3) Penyusunan Neraca dan
Laporan Perhitungan Realisasi APBD TA. 2006, (4) Penyusunan RAPBD
TA. 2007, (5) Penyusunan P.APBD TA. 2006, dan lain-lain.
Berdasarkan

hasil

evaluasi

program

dan

kegiatan

yang

dilaksanakan sepanjang tahun 2006, terjadi optimalisasi dan peningkatan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-232

realisasi PAD dibanding tahun 2005. Realisasi PAD meningkat sebesar


Rp. 9.479.278.930,68
menjadi sebesar

dari Rp. 303.383.072.313,96 pada tahun 2005

Rp. 312.862.351.244,64 pada tahun 2006 atau terjadi

peningkatan sebesar 3,12%. Untuk Dana Perimbangan juga terjadi


peningkatan penerimaan 22,84% atau Rp. 201.930.706.724,- yaitu dari
sebesar

Rp.

884.117.935.093,-

pada

tahun

2005

menjadi

Rp. 1.086.048.641.817,- pada tahun 2006.


Meningkatnya kinerja program dan kegiatan pengelolaan keuangan
daerah selama tahun 2006 juga terlihat dari implementasi dan praktek
sistem anggaran belanja yang berbasis kinerja, sesuai dengan realisasi
capaian target anggaran. Keseluruhan belanja dan pendapatan, kegiatan
dalam fungsi pengelolaan keuangan daerah selama tahun 2006, dapat
terlaksana dengan optimal, dimana realisasi pendapatan mencapai
97,11% dari rencana anggaran, dan pencapaian realisasi belanja sebesar
93,43%.
1) Realisasi Program dan Kegiatan
Pelaksanaan

program,

kegiatan

dan

anggaran

di

bidang

pengelolaan keuangan daerah khususnya Bagian Keuangan selama


tahun 2006, menghasilkan out put (keluaran) sebagai berikut :
a. Terlaksananya pembuatan Laporan Semester I APBD 2006 Tahun
Anggaran 2006. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan
Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah. Pada Laporan Semester I Tahun Anggaran 2006,
Pendapatan terealisasi sebesar Rp. 542.697.230.395,09 atau 37,96%
dan belanja terealisasi sebesar Rp. 408.663.053.079,00 atau 29,28%.
Penerimaan Pembiayaan tercapai sebesar Rp. 49.976.524.936,47,00
dan

pengeluaran

pembiayaan

terealisasi

sebesar

Rp. 184.010.702.252,56.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-233

b. Terlaksanaya Perubahan APBD Tahun Anggaran 2006. Kegiatan ini


dilaksanakan dengan pertimbangan adanya penyesuaian arah dan
kebijakan umum anggaran dalam penyelenggaraan pemerintahan kota
pada tahun 2006, dan adanya penyesuaian strategis dan prioritas
program serta anggaran pembangunan kota Tahun 2006. Perubahan
APBD Tahun 2006 dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 3.1.
Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Kota Medan
Tahun Anggaran 2006
No
1

U R A I A N
PENDAPATAN
Pendapatan Asli Daerah
Dana Perimbangan
Lain Lain Pendapatan
yang Sah
JUMLAH PENDAPATAN

ANGGARAN PERUBAHAN

LEBIH/(KURANG)

320.062.952.265,00

329.981.270.115,00

9.918.317.850,00

3,10

1.109.700.165.000,00

1.110.527.623.167,00

827.458.167,00

0,07

0,00

0,00

0,00

1.429.763.117.265,00

1.440.508.893.282,00

10.745.776.017,00

0,75

445.185.047.861,00

468.048.556.430,00

22.863.508.569,00

5,14

355.901.071.768,00

382.907.274.244,00

27.006.202.476,00

7,59

56.428.323.093,00

55.156.779.411,00

(1.271.543.682,00)

(2,25)

32.855.653.000,00

29.984.502.775,00

(2.871.150.225,00)

(8,74)

950.378.069.404,00

947.436.861.788,00

(2.941.207.616,00)

(0,31)

BELANJA
BELANJA APARATUR
Belanja Administrasi
Umum
Belanja Operasi dan
Pemeliharaan
Belanja Modal
BELANJA PUBLIK
Belanja Administrasi
Umum
Belanja Operasi dan
Pemeliharaan

ANGGARAN SEMULA

417.967.186.973,00

399.988.490.102,00

(17.978.696.871,00)

(4,30)

224.887.130.001,00

202.153.030.256,00

(22.734.099.745,00)

(10,11)

Belanja Modal
Belanja Bagi Hasil dan
Bantuan Keuangan

201.634.669.930,00

218.015.258.930,00

16.380.589.000,00

8,12

98.389.082.500,00

119.780.082.500,00

21.391.000.000,00

21,74

Belanja Tak Tersangka

7.500.000.000,00

7.500.000.000,00

0,00

JUMLAH BELANJA

1.395.563.117.265,00

1.415.485.418.218,00

19.922.300.953,00

1,43

SURPLUS/(DEFISIT)

34.200.000.000,00

25.023.475.064,00

(9.176.524.936,00)

(26,83)

PEMBIAYAAN
Penerimaan Daerah

0,00

49.976.524.936,00

49.976.524.936,00

100,00

Pengeluaran Daerah

34.200.000.000,00

75.000.000.000,00

40.800.000.000,00

119,30

(34.200.000.000,00)

(25.023.475.064,00)

9.176.524.936,00

(26,83)

JUMLAH PEMBIAYAAN

Sumber : Bagian Keuangan Setdakot Medan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-234

c. Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD yang terdiri dari


Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas, Neraca, dan Nota
Perhitungan Tahun Anggaran 2006. Laporan Pertanggungjawaban
Pelaksanaan APBD secara umum dapat digambarkan sebagai
berikut :

Tabel 3.2.
Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Kota Medan
Tahun Anggaran 2006
No
1

U R A I A N
PENDAPATAN
Pendapatan Asli Daerah
Dana Perimbangan
Lain Lain Pendapatan
yang Sah
JUMLAH PENDAPATAN

BELANJA
BELANJA APARATUR
Belanja Administrasi
Umum
Belanja Operasi dan
Pemeliharaan
Belanja Modal
BELANJA PUBLIK
Belanja Administrasi
Umum
Belanja Operasi dan
Pemeliharaan
Belanja Modal
Belanja Bagi Hasil dan
Bantuan Keuangan
Belanja Tak Tersangka
JUMLAH BELANJA
SURPLUS/(DEFISIT)

PEMBIAYAAN
Penerimaan Daerah
Pengeluaran Daerah
JUMLAH PEMBIAYAAN

JLH ANGGARAN

REALISASI

LEBIH/(KURANG)

329.981.270.115,00
1.110.527.623.167,00

312.862.351.244,4
1.086.048.641.817,00

(17.118.918.870,36)
(24.478.981.350,00)

94,81
97,80

0,00

0,00

1.440.508.893.282,00

0,00
1.398.910.993.061,9
4

(41.597.900.220,36)

97,11

468.048.556.430,00

436.296.011.302,75

(31.752.545.127,25)

93,22

382.907.274.244,00

359.784.502.625,00

(23.122.771.619,00)

93,96

55.156.779.411,00
29.984.502.775,00

47.419.361.222,75
29.092.17.455,00

(7.737.418.188,25)
(892.355.320,00)

85,97
97,02

947.436.861.788,00

886.129.408.213,19

(61.307.453.574,81)

93,53

399.988.490.102,00

392.429.927.185,00

(7.558.562.917,00)

98,11

202.153.030.256,00
218.015.258.930,00

186.465.619.995,08
186.594.118.959,11

(15.687.410.260,92)
(31.421.139.970,89)

92,24
85,59

119.780.082.500,00
7.500.000.000,00

(4.112.085.222,00)
(2.528.255.204,00)

96,57
66,29

1.415.485.418.218,00
25.023.475.064,00

115.667.997.278,00
4.971.744.796,00
1.322.425.419.515,9
4
76.485.573.545,70

(93.059.998.702,06)
51.462.098.481,70

93,43
305,66

49.976.524.936,00
75.000.000.000,00
(25.023.475.064,00)

49.976.524.936,47
126.462.098.482,17
(76.485.573.545,70)

(0,47)
51.462.098.482,17
(51.462.098.481,70)

100,00
168,62
305,66

Sumber : Bagian Keuangan Setdakot Medan

Dari tabel diatas diketahui bahwa pada tahun anggaran 2006


realisasi pendapatan sebesar Rp. 1.398.910.993.061,94 atau
97,11%, kurang negatif sebesar Rp. 41.597.900.220,36 dari jumlah
anggaran sebesar

Rp. 1.440.508.893.282,00. Realisasi belanja

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-235

sebesar Rp. 1.322.425.419.515,94 atau 93,43%, kurang negatif


sebesar

Rp. 93.059.998.702,06 dari jumlah yang dianggarkan

sebesar

Rp. 1.415.485.418.218,00. Surplus (selisih antara

pendapatan

dengan

belanja)

terealisasi

sebesar

Rp. 76.485.573.545,70 atau 305,66%, terjadi kelebihan atau lebih


positif surplus sebesar Rp. 51.462.098.481,70 dari anggaran
sebesar Rp. 25.023.475.064,00. Dari sisi pembiayaan, penerimaan
pembiayaan terealiasi sebesar Rp.

49.976.524.936,47 atau

100,00% lebih positif sebesar Rp. 0,47 dari yang dianggarkan


sebesar Rp. 49.976.524.936,00. Realiasi pengeluaran pembiayaan
sebesar

Rp. 126.462.098.482,17 atau 168,62% terjadi kelebihan

atau lebih positive sebesar Rp. 51.462.098.482,17 dari yang


dianggarkan sebesar

Rp. 75.000.000.000,00. Jumlah pembiayaan

terealisasi sebesar

Rp. 76.485.573.545,70 atau 305,66% lebih

negative sebesar
sebesar

Rp. 51.462.098.481,70 dari yang dianggarkan

Rp. 25.023.475.064,00
Tabel 3.3.
Neraca Kota Medan
Tahun Anggaran 2006

No.
1
A

Uraian
2
ASET
I
Aset Lancar
II
Investasi Jangka Panjang
III
Aset Tetap
IV
Dana Cadangan
V
Aset Lainnya
Jumlah Aset
KEWAJIBAN
I
Kewajban Jangka Pendek
II
Kewajiban Jangka Panjang
III
Ekuitas Dana
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Dana

Jumlah (Rp)
3
70.986.707.346,86
73.646.623.633,53
4.922.355.929.154,11
0,00
57.965.016.858,91
5.124.954.276.993,41
138.459.414.651,12,00
26.777.899.929,16
4.959.716.962.413,13
5.124.954.276.993,41

Sumber : Bagian Keuangan Setdakot Medan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-236

Dari Tabel di atas, diketahui bahwa

Neraca Pemerintah

Kota Medan tahun 2006 terdiri dari Aset Lancar sebesar


Rp. 70.986.707.346,86 yang bersumber dari Kas di Kas Daerah
sebesar

Rp.

57.712.098.482,17,

Piutang

Pajak

sebesar

Rp. 6.872.447.930,33, Bagian Lancar Pinjaman kepada Perusahaan


daerah sebesar Rp. 74.399.654,00, Bagian Lancar Tagihan
Angsuran BOT sebesar Rp. 2.104.626.585,00, Piutang Lainnya
sebesar Rp. 263.090.105,00 dan Jumlah Persediaan pada akhir
Desember 2006 sebesar Rp. 3.960.044.590,36. Investasi Jangka
Panjang Pemerintah Kota Medan sampai akhir Tahun 2006 sebesar
Rp. 73.646.623.633,53 yang terdiri dari Penyertaan Modal
Pemerintah

Kota

Medan

pada

BUMN/BUMD

sebesar

Rp. 71.819.869.549,52 dan Investasi Permanen Lainnya sebesar


Rp. 1.826.754.084,00. Aset Tetap Pemerintah Kota Medan sampai
akhir Desember 2006

sebesar Rp. 4.922.355.929.154,11. Aset

tetap tersebut merupakan saldo awal tahun 2006 ditambah mutasi


selama tahun 2006. Aset Lainnya sebesar Rp. 57.965.016.858,91
yang terdiri dari Tagihan Penjualan Angsuran BOT dalam Jangka
Panjang sebesar

Rp. 22.482.922.440,00, Tagihan Pinjaman

Kepada BUMD sebesar Rp. 55.997.868,00 dan Kemitraan dengan


Pihak ketiga sebesar Rp. 35.426.116.550,91. Dari ke 5 (lima) jenis
Aset
Kota

tersebut,

maka

Medan

secara

sampai

keseluruhan
Tahun

Aset

Pemerintah

2006

sebesar

Rp.

5.124.954.276.993,41. Selama Tahun 2006 Pemerintah

Kota

Medan

masih

memiliki

hutang

(kewajiban)

sebesar

Rp. 165.237.314.580,28 yang terdiri dari Hutang Jangka Pendek


yang

akan

jatuh

tempo

pada

tahun

2007

sebesar

Rp. 138.459.414.651,12,00 dan hutang jangka panjang sebesar


Rp. 26.777.899.929,16. Ekuitas dana adalah sisa atau selisih atas
aset setelah dikurangi dengan seluruh kewajiban. Berdasarkan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-237

Neraca
Rp.

Tahun

2005

Jumlah

5.124.954.276.993,41,

jumlah

aktiva

sebesar

kewajiban

sebesar

Rp. 165.237.314.580,28 sehingga jumlah ekuitas dana sebesar


Rp. 4.959.716.962.413,13
Tabel. 3.4.
Laporan Arus Kas
Pemerintah Kota Medan
Tahun Anggaran 2006
No
1
A.

B.

C.

D.

U R A I A N
2
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
1. Arus Masuk Kas
2. Arus Keluar Kas
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI ASET NON
KEUANGAN
1. Arus Kas Masuk
2. Arus Keluar Kas
Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Aset Non Keuangan
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN
1. Arus Kas Masuk
2. Arus Kas Keluar
Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Pembiayaan
ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN
1. Arus Kas Masuk
2. Arus Kas Keluar
Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Aset Non Anggaran

JUMLAH (Rp)
3
1.398.910.993.061,64
1.106.739.153.101,83
292.171.839.959,81
0,00
215.686.266.414,11
(215.686.266.414,11)
0,00
68.750.000.000.000,00
(68.750.000.00.000,00)
45.163.616.617,00
45.163.616.617,00
0,00

Kenaikan / Penurunan Kas


Saldo Awal Kas di BUD
Saldo Akhir Kas di BUD
SALDO AKHIR KAS

7.735.573.545,70
49.976.524.936,47
57.712.098.482,17
57.712.098.482,17

Sumber : Bagian Keuangan Setdakot Medan

Dari tabel di atas diketahui Arus Kas Bersih Pemerintah


Kota

Medan

Tahun

2006

sebesar

Rp.

292.171.839.959,81

merupakan selisih lebih penerimaan kas dari aktivitas operasi


sebesar

Rp.

pengeluarannya

1.398.910.993.061,64
selama

dibandingkan

tahun

2006

dengan
sebesar

Rp. 1.106.739.153.101,83. Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi


selama
Rp.

tahun

2006

215.686.266.414,11,

sebesar
merupakan

minus
selisih

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

atau

negatif

kurang

dari

III-238

penerimaan kas aktivitas investasi sebesar Rp. 0,00 dibanding


dengan

pengeluarannya

selama

tahun

2006

sebesar

Rp. 215.686.266.414,11. Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan


sebesar minus atau negatif Rp. 68.750.000.000.000,00 merupakan
selisih kurang dari penerimaan kas aktivitas pembiayaan sebesar
Rp. 0,00 dibanding dengan pengeluarannya selama tahun 2006
sebesar Rp. 68.750.000.000.000,00. Arus Kas Bersih dari Aktivitas
Non Anggaran sebesar Rp. 0,00 merupakan realisasi penerimaan
dan penyetoran atas potongan wajib Pegawai yang dipungut setiap
bulan oleh Kas Daerah.
d. Terlaksananya pembenahan arsip dokumen Bagian Keuangan.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan agar terjaganya dan
terpeliharanya dokumen pada Bagian keuangan. Dokumen Bagian
keuangan pada tahun-tahun tertentu agar tetap terpelihara
dengan baik, dikirim pada Kantor Arsip Pemko Medan.
e. Terlaksananya pengembangan

Sistem Belanja Informasi Belanja

Pegawai. Kegiatan ini dilaksanakan untuk pengembangan program


sistem penggajian belanja pegawai, sehingga mempermudah dan
fleksibel

dalam mengantisipasi perubahan dan

penyesuaian

terhadap perubahan peraturan gaji PNS.


2) Satuan Kerja Penyelenggara
Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan pengelolaan keuangan
daerah

menjadi

tanggung

jawab

Bagian

Keuangan

dengan

mengkoordinasikan kepada SKPD terkait.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-239

3) Profil Kepegawaian
No
1.
2.

URAIAN

JUMLAH (ORANG)

Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan
2.1 SMA Sederajat
2.2 S1 Sederajat
2.3 S2 Sederajat
Pangkat/Golongan
3.1 Golongan II
3.2 Golongan III
3.3 Golongan IV
Jumlah Pejabat Struktural
Jumlah Pegawai Honorer

3.

4.
5.

68
47
18
3
19
48
1
5
5

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut diatas, maka salah satu


masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan urusan pengelolaan
keuangan daerah dibidang SDM adalah masih kurangnya ketersediaan
aparatur yang memiliki kualifikasi dibidang keuangan, khususnya masalah
keuangan daerah dan akuntansi.
3) Permasalahan dan Solusi
Secara umum ada beberapa permasalahan utama, terkait dengan
penyelenggaraan pengelolaan keuangan daerah selama tahun 2006,
yaitu :
a. Terlalu cepatnya perkembangan dan perubahan peraturan perundangundangan tanpa melihat kesiapan daerah.
b. Masih lemahnya SDM Perencana keuangan dan akuntansi keuangan,
hal ini dapat dilihat belum adanya data pendukung perencanaan
keuangan,

dan

dalam

penyusunan

laporan

keuangan

masih

menggunakan fasilitator.
c. Masih terbatasnya ketersediaan sarana dan prasarana kerja guna
mendukung kegiatan pengelolaan keuangan. Hal ini dapat terlihat
belum tersedianya data base atau program aplikasi pengelolaan dan
informasi keuangan daerah.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-240

d. Belum transparannya Pemerintah Pusat dalam menghitung formulasi


Pembagian Dana Primbangan, sehingga Pemerintah Kota hanya
mengikuti pagu yang telah ditetapkan tanpa melihat sumber data.
Sebagai suatu proses, pengelolaan keuangan daerah berjalan
secara bertahap sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Agar
pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah dapat berjalan dengan tertib,
baik, transparan dan akuntable maka dibutuhkan tindak lanjut dalam
fungsi pengelolaan keuangan daerah antara lain :
a.

Dalam menyusun suatu peraturan, Pemerintah Pusat sebaiknya


mempertimbangkan kondisi dan situasional seluruh daerah, sehingga
penerapan suatu peraturan dapat dilaksanakan secara bertahap.

b.

Meningkatkan kapasitas SDM bagi PNS yang bekerja dibidang


pengelola keuangan, Peningkatan kapasitas PNS dapat dilaksanakan
melalui pelatihan atau kursus kursus keuangan dan akuntansi.

c.

Penyediaan

sarana

dan

prasarana

berupa

program

aplikasi

pengelolaan keuangan yang terpadu, sehingga diperoleh data base


keuangan dan terciptanya sistem informasi keuangan yang baik.

18.2. Fungsi Sekretariat DPRD


DPRD merupakan badan legislatif daerah. Fungsi pokok DPRD
mencakup fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Oleh karenanya,
kinerja pemerintahan daerah selama tahun 2006 sangat dipengaruhi
tingkat dukungan DPRD Kota Medan.
1) Program Dan Kegiatan
Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di
bidang Pemerintahan Umum, Sekretariat DPRD Kota Medan berfungsi
membantu dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan.

Untuk melaksanakan tugas dan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-241

fungsi Sekretariat DPRD, ditetapkan program dan kegiatan pokok selama


tahun 2006 sebagai berikut :
a. Program Penerapan Kepemerintahan Yang Baik
1. Reses anggota DPRD
2. Penunjang kegiatan
3. Biaya pembahasan Perda dan Ranperda
4. Raker DPRD
5. Pansus perubahan tatib DPRD Kota Medan
6. Study banding/kunjungan kerja DPRD
b. Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Aparatur
1. Pengadaan sarana dan prasarana
c. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Penyusunan Renstra Sekretariat DPRD 2006 - 2010
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan wajib
pemerintahan umum selama tahun 2006 pada Sekretariat DPRD
Kota Medan menghasilkan out put (keluaran) dan hasil (out come)
sebagai berikut :
1. Terselenggaranya Reses Anggota DPRD Kota Medan. Kegiatan ini
dimaksudkan untuk menjaring aspirasi masyakat dari setiap daerah
pemilihan masing masing anggota DPRD Kota Medan.
2. Terselenggaranya Pansus Perubahan Tatib DPRD yang menghasilkan
Tatib DPRD sebagai pedoman pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD.
3. Terselenggaranya Raker DPRD. Kegiatan ini dilaksanakan untuk
menyusun program kerja DPRD Kota Medan Tahun 2007.
4. Tersusunnya Renstra Sekretariat DPRD 2006 2010 sebagai rencana
pembangunan jangka menengah Sekretariat DPRD.
5. Tersedianya sarana dan prasarana aparatur, kegiatan ini dimaksudkan
untuk mendukung kebutuhan sarana dan prasarana kantor yang
memadai, sebagai penunjang kegiatan administrasi kantor.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-242

Pelaksanaan

program,

kegiatan

dan

anggaran

bidang

pemerintahan umum pada Sekretariat DPRD Kota Medan, berdampak


pada :
1. Efektifnya fungsi-fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan DPRD
2. Meningkatnya komunikasi politik DPRD dengan masyarakat, sehingga
mengefektifkan fungsi artikulasi dan agregasi kepentingan DPRD,
fraksi, dan komisi.
3. Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap DPRD sebagai Badan
Legislatif Daerah.
4. Meningkatnya kemitraan Pemerintah Kota Medan dengan DPRD
Kota Medan.
3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara organisatoris,

penyelenggaraan urusan pemerintahan

umum Sekretariat DPRD Kota Medan,

dipimpin oleh Sekretaris DPRD

yang bertanggung jawab secara administratif kepada Walikota Medan


melalui

Sekretaris

Daerah

Kota

Medan

dan

secara

operasional

bertanggung jawab kepada Pimpinan DPRD Kota Medan.


4) Profil Kepegawaian
NO
1
2

URAIAN
Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SMP Sederajat
2.2. SLTA Sederajat
2.3. S1 Sederajat
2.4. S2 Sederajat
Pangkat / Gol :
3.2. Gol. II
3.3. Gol. III
3.4. Go. IV
Jumlah Pejabat Struktural

JUMLAH (ORANG)
31
2
17
9
3
4
23
4
7

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut di atas, maka salah


satu masalah dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi Sekretariat DPRD,

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-243

khususnya di bidang sumber daya manusia adalah masih minimnya


aparatur terampil dan profesional. Untuk itu, Sekretariat DPRD Kota
Medan

terus

mendorong

dilaksanakannya

pendidikan

khursus

keterampilan, bimbingan teknis, dan sebagainya .


5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan Sekretariat DPRD
selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran belanja sebesar
Rp

17.152.217.912,-

Rp 16.152.217.912,dengan realisasi

yang

terdiri dari

Belanja

Aparatur sebesar

dan Belanja Publik sebesar Rp 1.000.000.000,-

per 31 Desember 2006 sebesar Rp 14.958.097.119,-

atau terjadi selisih (+/-) sebesar Rp 2.194.120.793,-.


6) Kondisi Sarana Dan Prasara Kerja
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan wajib di
bidang pemerintahan umum, Sekretariat DPRD Kota Medan dilengkapi
dengan peralatan dan perlengkapan kantor termasuk meubelair yang
memadai, namun sarana dan prasarana yang dimiliki termasuk kondisi
Gedung DPRD yang sudah tua, memerlukan perbaikan perbaikan dan
penambahan penambahan ruangan guna memenuhi kebutuhan fisik
gedung/ruangan yang lebih representatif.
7) Permasalahan dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (output) dan hasil positif dapat
dicapai selama tahun 2006, namun penyelenggaraan fungsi pemerintahan
umum pada Sekretariat DPRD Kota Medan untuk masa yang akan datang
perlu mempertimbangkan hal hal sebagai berikut :
1. Dukungan yang kuat dari Pemerintah Kota Medan sehingga Sekretariat
DPRD Kota Medan dapat mengoptimalkan fungsi dan perannya dalam
memberikan pelayanan kesekretariatan kepada DPRD Kota Medan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-244

2. Meningkatkan koordinasi kerja Sekretariat DPRD Kota Medan dengan


alat kelengkapan DPRD lainnya.
3. Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana yang lebih memadai
dan representatif guna meningkatkan kinerja Sekretariat DPRD
Kota Medan.

18.4. Fungsi Pendapatan Daerah


Pendapatan

daerah

memiliki

fungsi

penting

dalam

penyelenggaraan pemerintahan kota selama tahun 2006. Kinerja


pendapatan

daerah

akan

mempengaruhi

secara

keseluruhan

penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kota, baik urusan


wajib maupun urusan pilihan.
1) Program Dan Kegiatan
Dalam rangka pengelolaan penerimaan daerah dari Pos PAD,
ditetapkan program dan kegiatan yang pada dasarnya terkait dengan
intensifikasi/ekstensifikasi PAD, sebagai berikut :
a. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Penyusunan RENSTRA 2006-2010
2. Penyusunan RENJA 2007
3. Penyusunan LAKIP 2005
4. Peningkatan pengelolaan SDM aparatur

b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur


1. Pemeliharaan gedung kantor tempat kerja
2. Operasional dan pemeliharaan jaringan POS
3. Pengadaan sarana dan prasarana kantor Dipenda
4. Peningkatan Pengembangan Penerimaan PAD
5. Pengadaan vertikal blind kantor Dipenda Medan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-245

c. Program Penataan Proses Pelayanan Masyarakat


1. Penyuluhan dan anggaran biaya untuk pajak hotel, parkir,
hiburan, PBB dan BPHTB
2. Biaya operasional PBB
3. Biaya pembinaan pengelolaan pendapatan daerah
4. Biaya operasional BPHTB
5. Biaya operasional petugas server on-line sistem PBB
6. Biaya pertemuan rapat evaluasi penerimaan PBB & BPHTB
tahun 2006 dan rencana penerimaan PBB & BPHTB tahun 2007
7. Biaya pertemuan Pemko Medan dengan WP-PBB potensial
8. Biaya pendataan ulang objek dan wajib pajak
9. Biaya pemeriksaan rutin wajib pajak
10. Biaya penataan arsip dan dokumen pajak daerah tahun 2005
11. Peningkatan pengembangan PAD kerjasama Pemko Medan BPKP
Perwakilan Sumut
12. Intensifikasi dan ekstensifikasi PBB Kota Medan
13. Identifikasi data PPJ di Kota Medan
14. Pengadaan mesin PON dan penghancur kertas
15. Biaya operasional KP-PBB Medan I dan II
16. Mapping pendataan retribusi daerah
17. Evaluasi penerimaan PBB & BPHTB

TA. 2006 dan rencana

TA. 2007
d. Program Peningkatan Kapasitas Daerah
1. Biaya pemungutan pajak daerah
2. Job training pegawai Dipenda Kota Medan
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan pengelolaan
penerimaan daerah TA. 2006 menghasilkan output (keluaran) dan
outcome (hasil) sebagai berikut :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-246

1. Program peningkatan kualitas perencanaan


Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka penyusunan rencana kerja
serta kinerja program dan kegiatan yang telah dilaksanakan, dengan :
o Terbitnya Renstra Dipenda TA. 2006-2010 sebanyak 100 buku dan
Rencana Kerja 2007 sebanyak 60 buku, sebagai pedoman rencana
kerja jangka menengah dan tahunan.
o Terbitnya LAKIP 2005 sebanyak 100 buku dan LKPJ sebanyak
60 buah sebagai bentuk akuntabilitas publik SKPD.
2. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan
fasilitas kantor berupa : kalkulator 12 unit, filling cabinet 12 unit,
Komputer 1 unit, Laptop 4 unit, Print Laser 4 unit, tersedianya
software system Penerimaan Pajak Daerah 1 Program Aplikasi,
tersedianya

perangkat

jaringan

lokal

paket,

terlaksananya

pengadaan vertical blind Kantor Dinas Pendapatan Kota Medan


1 Paket, tersedianya mesin PON 1 unit guna menunjang kelancaran
tugas pokok Dispenda.
Terpeliharanya

kebersihan

gedung

kantor

selama

12

bulan,

beroperasinya dan terpeliharanya Jaringan Pos PBB dan BPHTB pada


44 bank tempat pembayaran dan pada Notaris PPAT selama 12 bulan.
Program ini, dimaksudkan untuk mendukung pencapaian target
penerimaan daerah dari sektor PBB.
3. Program penataan proses pelayanan masyarakat
Kegiatan

ini

diselenggarakan

untuk

meningkatkan

pelayanan

perpajakan kepada masyarakat, seperti :


o Penyuluhan : penayangan / slide pajak daerah dan PBB di Bioskop
Tahun 2006, publikasi pajak daerah dan PBB melalui media massa
Tahun 2006, penayangan di RRI Medan (Dialog Interaktif),
penayangan di RRI Medan Iklan Pajak Daerah dan PBB, dan
pemasangan Mini Board Pajak Hotel 15, Mini Board Pajak Restoran
15, Mini Board

PBB 25, Spanduk 130.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-247

o Pendataan ulang Wajib Pajak Daerah sejumlah 1691 Wajib Pajak.


o Pemeriksaan rutin ke Wajib Pajak Daerah

sejumlah 575 Wajib

Pajak.
o Kerjasama

dengan

BPKP

Perwakilan

Sumatera

Utara

guna

meningkatkan kualitas SDM Dipenda dengan terkoreksinya 30 WP


Daerah Potensial melalui pemeriksaan Pajak Daerah.
o Mapping pendataan retribusi daerah (Retribusi Parkir).
o Identifikasi data PPJ Kota Medan.
o Pemungutan BPHTB Secara Intensif melalui 103 PPAT, BPN. Kantor
Lelang dan 21 Kecamatan
o Bantuan kepada KPPBB Medan I Medan II sehingga SPPT PBB 2006
dapat diterima dengan tepat waktu.
o Pengoperasian Server On Line System oleh 44 user pada Bank TP
dan 20 petugas pengawas server.
o Rapat evaluasi PBB dan BPHTB dalam rangka mengevaluasi hasil
penerimaan PBB Tahun 2006, serta penetapan program kerja untuk
pencapaian target PBB Tahun 2007. Melalui program intensifikasi
yang dilaksanakan penerimaan daerah dari sektor PBB mencapai
Rp. 123.921.295.110,- dan BPHTB sebesar Rp 44.684.913.396,-.
o Pertemuan dengan WP PBB Potensial, menghasilkan penerimaan
PBB dari WP Potensial sebesar Rp. 22.763.133.435,o Intensifikasi dan Ekstensifikasi PBB, dengan kegiatan penyampaian
374.307 SPPT, sekaligus menghasilkan pembayaran tunggakan
PBB sebesar Rp 3.319.173.511,Program dan kegiatan ini sangat mendukung keberhasilan Dipenda
dalam mencapai target PAD yang telah ditetapkan, sehingga realisasi
PAD TA. 2006 secara keseluruhan dapat dikategorikan sangat baik.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-248

Target
(Rp)

Jenis Pajak

Realisasi
(Rp)

PAJAK HOTEL

17.670.000.000,00

17.684.311.839,00

100,08

PAJAK RESTORAN

35.880.000.000,00

35.918.147.431,58

100,11

PAJAK HIBURAN

7.975.705.000,00

7.998.696.250,60

100,29

PAJAK PARKIR

3.359.052.000,00

3.366.548.538,00

100,22

PAJAK PENERANGAN JALAN (PPJ)

100.410.999.640,00

100.022.338.494,00

99,61

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

111.693.287.000,00

123.921.295.110,00

110,95

59.000.000.000,00

44.684.913.396,00

75,74

BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH


DAN BANGUNAN (BPHTB)

4. Program kapasitas daerah


Pelaksanaan job training yang diikuti oleh 160 orang aparatur
Dipenda. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas
aparatur guna meningkatkan penerimaan PAD.
3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Sesuai dengan Keputusan Walikota Medan No. 25 Tahun 2002
tentang Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendapatan Kota Medan, Dinas
Pendapatan Kota Medan mempunyai tugas melaksanakan sebagian urusan
rumah

tangga

daerah

dalam

bidang

pendapatan

daerah

dan

melaksanakan tugas pembantuan sesuai dengan bidang tugasnya.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-249

4) Profil Kepegawaian
NO
URAIAN
1. Jumlah Pegawai
2. Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SMP Sederajat
2.2. SLTA Sederajat
2.3. D1, D2, D3 Sederajat
2.4. S1 Sederajat
2.5. S2 Sederajat
3. Pangkat /Golongan :
3.1. Gol. II
3.2. Gol. III
3.3. Gol. IV
4. Jumlah Pejabat Struktural

JUMLAH (ORANG)
234
4
125
5
94
6
100
130
4
31

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut di atas, maka salah satu


masalah dalam pengelolaan penerimaan daerah di bidang SDM adalah
terbatasnya aparatur yang memiliki kualifikasi pendidikan di bidang
akuntansi dan komputer.
5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan pendapatan daerah
selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran belanja sebesar
Rp. 44.620.907.077,- yang terdiri dari Belanja Aparatur sebesar
Rp 41.976.054.077,- dan Belanja Publik sebesar Rp 2.644.853.000,dengan realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp. 40.359.174.817,75,atau terjadi selisih (+/-) sebesar Rp 4.261.732.259,25,6) Kondisi Sarana Dan Prasarana Kantor
Untuk mendukung pengelolaan penerimaan daerah, khususnya
PAD, Dinas Pendapatan Kota Medan dilengkapi dengan peralatan dan
perlengkapan kantor termasuk meubeulair serta sarana dan prasarana
pelayanan Administrasi kantor lainnya, yang saat ini kondisinya cukup
baik.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-250

7) Permasalahan Dan Solusi


Masalah

pokok

pengelolaan

penerimaan

daerah

selama

tahun 2006 diantaranya :


1. Pajak Hotel
Permasalahan :
- Masih ada Wajib Pajak yang melaksanakan pembayaran tidak sesuai
dengan nilai yang tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Daerah
(SKPD).
- Masih ada Wajib Pajak yang menyampaikan SPTPD tidak tepat
waktu.
- Wajib Pajak belum sepenuhnya melaporkan dan menyetorkan Pajak
sesuai dengan yang dikutip dari Subjek Pajak.
- Terdapat

Wajib

Pajak

yang

menutup

usahanya

tanpa

pemberitahuan.
Upaya-Upaya :
- Melaksanakan pendataan ulang terhadap potensi atau omzet Wajib
Pajak.
- Menyampaikan surat teguran kepada Wajib Pajak yang tidak /
terlambat menyampaikan SPTPD.
- Melakukan penagihan langsung kepada Wajib Pajak.
- Melaksanakan verifikasi / pemeriksaan terhadap Wajib Pajak.
- Melaksanakan pendataan dan pendaftaran bagi Wajib Pajak Baru.
2. Pajak Restoran
Permasalahan :
- Masih ada Wajib Pajak yang melaksanakan pembayaran tidak sesuai
dengan nilai yang tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Daerah
(SKPD).

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-251

- Masih ada Wajib Pajak yang menyampaikan SPTPD tidak tepat


waktu.
- Wajib Pajak belum sepenuhnya melaporkan dan menyetorkan Pajak
sesuai dengan yang dikutip dari Subjek Pajak.
- Terdapat

Wajib

Pajak

yang

menutup

usahanya

tanpa

pemberitahuan.
Upaya-Upaya :
- Melaksanakan pendataan ulang terhadap potensi atau omzet Wajib
Pajak.
- Menyampaikan surat teguran kepada Wajib Pajak yang tidak /
terlambat menyampaikan SPTPD.
- Melakukan penagihan langsung kepada Wajib Pajak.
- Melaksanakan verifikasi / pemeriksaan terhadap Wajip Pajak.
- Melaksanakan pendataan dan pendaftaran bagi Wajib Pajak Baru.
3. Pajak Hiburan
Permasalahan :
- Adanya pengenaan Pajak Restoran terhadap Objek Pajak Hiburan.
- Tidak adanya tindakan nyata terhadap Wajib Pajak yang melanggar
peraturan yang berlaku.
Upaya-upaya :
- Adanya saran agar Perda Pajak Hiburan di Revisi.
- Pemberian penjelasan

(sosialisasi)

kepada

wajib

Pajak

dan

pemberian pelayanan yang sebaik-baiknya.


- Pembentukan Tim Tunggakan Pajak Daerah.
- Menyampaikan Surat Panggilan, Surat Teguran / Surat Peringatan
kepada Wajib Pajak.
- Mengadakan pengawasan lapangan terhadap Wajib Pajak melalui
penjagaan-penjagaan / pemeriksaan.
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-252

4. Pajak Parkir
Permasalahan :
- Tarik menarik Objek Parkir yang seharusnya menjadi Objek Pajak
Parkir namun menjadi Objek Retribusi Parkir yang dikelola oleh
BPP.
- Adanya

beberapa

pengusaha

yang

tidak

mengutip

bayaran

pelataran parkir dengan alasan sebagai service/pelayanan kepada


pelanggan.
Upaya-Upaya :
- Koordinasi dengan pihak BPP
- Melakukan pemeriksaan / penjagaan terhadap objek-objek Pajak
Parkir yang potensial.
- Melakukan Pendaftaran Ulang dan Pendataan Wajib Pajak Parkir
yang baru.
5. Pajak Penerangan Jalan (PPJ)
Permasalahan :
- Keterlambatan-keterlambatan pembayaran dari pihak pelanggan.
- Belum akuratnya data dari pihak PT. PLN
- Adanya tunggakan pelanggan PT. PLN
Upaya-Upaya :
- Meminta data Wajib Pajak / Pelanggan PT. PLN yang menunggak
dalam Daerah Kota Medan.
- Mengadakan Identifikasi data dengan pihak PT. PLN.
- Menyarankan kepada Pihak PT. PLN untuk menagih tunggakan
Pelanggan PT. PLN.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-253

6. Pajak Bumi dan Bangunan


Permasalahan :
- Tingkat kesadaran Wajib Pajak untuk membayarkan PBB-nya
sebelum tanggal jatuh tempo masih rendah.
- Wajib Pajak cenderung membayarkan PBB-nya pada waktu tanggal
jatuh tempo, padahal kebutuhan dana sebagai sumber pembiayaan
pembangunan kota berjalan setiap waktu.
- Perubahan data Obyek dan Subyek Pajak sangat cepat karena
percepatan pembangunan di Kota Medan, sehingga ketetapan PBB
yang diterbitkan tidak sepenuhnya

sesuai dengan keadaan yang

sebenarnya.
- Kesadaran Wajib Pajak untuk melaporkan terjadinya perubahan
data Obyek maupun Subyek Pajak masih sangat rendah sehingga
ketetapan PBB tidak dapat dilaksanakan seiring dengan perubahan
tersebut.
- Karena wewenang pengelolaan penerimaan PBB pada Pemerintah
Kota

Medan

hanya

masalah

penagihan,

maka

penyelesaian

permasalahan harus membutuhkan waktu yang relatif lebih lama


karena harus dikordinasikan dengan Dirjen Pajak Cq. Kantor
Pelayanan PBB Medan Satu dan Medan Dua sebagai pihak yang
berwenang

untuk

mendata,

menetapkan

serta

mengadakan

perubahan ketetapan PBB.


Upaya-Upaya :
- Melaksanakan

himbauan

agar

Wajib

Pajak

melaksanakan

pembayaran PBB-nya sebelum batas tanggal jatuh tempo melalui


spanduk, billboard dan media massa (Koran / TV / Radio) serta
melakukan himbauan langsung kepada Wajib Pajak.
- Melalui Tim Penagih/Pemungut PBB Kelurahan segera melaporkan
setiap adanya perubahan Obyek dan Subyek Pajak.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-254

Meningkatkan koordinasi dengan pihak Kantor Pelayanan PBB


Medan Satu dan Medan Dua sehingga setiap penyelesaian
permasalahan dapat dilaksanakan dalam waktu yang tidak terlalu
lama.

Melaksanakan rapat kordinasi secara berkala antara pihak-pihak


yang

terkait

langsung

dengan

pelaksanaan

pengelolaan

penerimaan PBB di Kota Medan.


7. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
Permasalahan :
-

Potensi penerimaan BPHTB tidak dapat terukur.

Potensinya

adalah berapa banyak dan berapa besar nilai obyek yang dilakukan
transaksi

pengalihan

hak

atau

adanya

peningkatan

hak

kepemilikan tanah di BPN Medan.


-

Wajib

Pajak

cenderung

membayarkan

BPHTB

semata-mata

berdasarkan besarnya NJOP yang ditetapkan di SPPT PBB padahal


seharusnya BPHTB dibayarkan berdasarkan harga tertinggi antara
NJOP PBB atau harga transaksi yang sebenarnya.
Upaya-Upaya :
-

Melaksanakan koordinasi dengan aparat yang terkait langsung


dalam penanganan pengalihan dan peningkatan hak atas tanah
dan bangunan yaitu Kantor BPN dan PPAT se Kota Medan.

Melakukan himbauan melalui spanduk, billboard dan media massa.

Menyediakan blanko Surat Setoran BPHTB yang akan dipergunakan


untuk penyetoran di BPHTB dengan membuat perporasi dan nomor
urut blanko, guna peningkatan pengawasan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-255

Tindak Lanjut Sebagai Solusi Masalah


Solusi
penerimaan

sebagai

tindak

pendapatan

lanjut

daerah

dalam
di

rangka

masa

meningkatkan

mendatang

perlu

mempertimbangkan kebijakan sebagai berikut :


-

Meningkatkan kompetensi aparatur Dipenda guna meningkatkan


kehandalan administrasi perpajakan daerah.

Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan WP.

Meningkatkan peran serta masyarakat dan WP dalam mendukung


pembangunan kota.

Meningkatkan

sarana

dan

prasarana

pendukung

pengelolaan

penerimaan daerah.
-

Memberikan sanksi tegas kepada pelanggaran undang-undang dan


peraturan yang berlaku baik kepada petugas (aparatur) maupun
kepada para wajib pajak (masyarakat).

18.5. Fungsi Penelitian Dan Pengembangan


1) Program Dan Kegiatan
Peranan penelitian dan pengembangan sangat penting untuk
menumbuh-kembangkan penguasaan, pemanfaatan, dan pemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Untuk itu diperlukan penelitian dan
pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
mengandung dan membentuk keterkaitan yang tidak terpisahkan dan
saling memperkuat antara unsur-unsur kelembagaan, sumber daya, serta
jaringan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam satu keseluruhan yang
utuh di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Pemerintah Kota berfungsi menumbuhkembangkan motivasi,
memberikan stimulasi dan fasilitas, serta menciptakan iklim yang
kondusif bagi pertumbuhan serta sinergi unsur kelembagaan, sumber
daya,

jaringan

ilmu

pengetahuan

dan

teknologi

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

di

wilayah

III-256

pemerintahannya, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem


nasional

penelitian

dan

pengembangan,

dan

penerapan

ilmu

pengetahuan dan teknologi. Tidak kalah pentingnya, keberhasilan


perencanaan dan penyelenggaraan pemerintahan, tidak terlepas dari
penyediaan data dan informasi serta kajian yang kontiniu dan sistimatis,
dimana setiap program seharusnya didahului oleh kegiatan penelitian
ataupun kajian, guna lebih menjamin validitas dan akurasi data serta
dapat mengurangi pemborosan yang terjadi sebagai akibat perencanaan
dan program yang kurang baik.

Saat ini, Kota Medan dihadapkan pada berbagai tantangan dan


permasalahan yang semakin berat dan berdimensi kompleks. Sehubungan
dengan itu, dibutuhkan langkah-langkah antisipatif yang didasarkan pada
analisisi konsep yang pragmatis-aplikatif. Dalam konteks ini, secara jujur
dan objektif harus diakui bahwa peningkatan peran dan fungsi penelitian
dan pengembangan merupakan langkah tepat dan sangat strategis.
Dalam rangka penyelenggaraan urusan di bidang penelitian dan
pengembangan, dalam berbagai aspek, yaitu pemerintahan, sosial
budaya,

ekonomi

dan

keuangan

daerah;

kesatuan

bangsa

dan

perlindungan masyarakat; kelembagaan kelurahan; sumber daya alam


dan teknologi; serta fungsi pengaplikasian hasil penelitian,

Badan

Penelitian dan Pengembangan Kota Medan menetapkan program dan


kegiatan pokok pada tahun anggaran 2006 sebagai berikut :
a. Program Pemantapan Aparat Dan Kelembagaan :
1. Mengikuti seminar diberbagai perguruan tinggi dan lembaga
penelitian.
2. Melaksanakan seminar hasil dari penelitian yang dilaksanakan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-257

b. Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur :


1. Pengadaan alat tulis kantor.
2. Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja.
3. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan.
c. Program Peningkatan Koordinasi Rencana Kerja Penelitian Dan
Pengembangan :
1. Melakukan konsultasi ke Balitbang Provinsi Sumatera Utara dan
Balitbang Departemen Dalam Negeri di Jakarta, serta studi
banding ke kota lain.
2. Mengikuti rapat koordinasi daerah (Rakorda) penelitian dan
pengembangan maupun Rakornas di bidang penelitian dan
pengembangan.
d. Program Peningkatan SDM Pegawai Balitbang Kota Medan :
1. Mengikuti pendidikan dan latihan penelitian.
e. Program

Peningkatan

Penelitian

Dan

penelitian

atau

Pengembangan

Dalam

Berbagai Bidang :
1. Melakukan

kegiatan

kajian

dalam

bidang

pemerintahan.
2. Melaksanakan kegiatan penelitian atau kajian dalam bidang sosial
budaya.
3. Melaksanakan penelitian atau kajian dalam bidang ekonomi dan
keuangan daerah; kesatuan bangsa dan perlindungan masyarakat;
kelembagaan kelurahan; sumber daya alam dan teknologi.
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan pada tahun
anggaran 2006 telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan,
dengan keluaran (output) dan hasil (outcome), sebagai berikut :
a. Terselenggaranya

kegiatan

penelitian

atau

kajian,

sebanyak

4 (empat) kegiatan, yaitu :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-258

1. Kajian

terhadap

jaringan

penelitian

bidang

administrasi

pendidikan.
2. Kajian peningkatan pelayanan publik.
3. Penelitian pendapatan daerah dari retribusi izin usaha pada Dinas
pengelola Pemko Medan.
4. Penelitian

terhadap

perdagangan

anak

dan

perempuan

di Kota Medan.
b. Output (keluaran) dari kegiatan lainnya yang telah dilaksanakan oleh
Balitbang Kota Medan pada tahun anggaran 2006, sebagai berikut :
1. Dikeluarkannya

Surat Izin Penelitian untuk penyusunan skripsi

bagi mahasiswa yang mengambil lokasi penelitian di Kota Medan,


sebanyak 329 surat izin penelitian.
2. Dikeluarkannya Surat Izin Penelitian bagi siswa SMK untuk
melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kota Medan,
sebanyak 114 surat izin penelitian.
3. Dikeluarkannya Surat Izin Penelitian untuk Lembaga Swasta untuk
melaksanakan penelitian/survei di Kota Medan, sebanyak 5 surat
izin penelitian.
4. Terlaksananya seminar hasil penelitian terhadap perdagangan
anak dan perempuan di Kota Medan, dengan peserta sebanyak
100 orang.
5. Terlaksananya seminar hasil kajian terhadap jaringan penelitian
(jarlit) bidang administrasi pendidikan, dengan peserta sebanyak
100 orang.
6. Tersedianya

alat tulis kantor,

terdiri dari kertas HVS folio

sebanyak 32 rim; disket komputer 20 kotak; pita komputer


20 buah; ballpoint 4 lusin; tinta/catridge printer 20 kotak; pita
mesin ketik 20 rol; map brieg ordner 20 buah; amplop 12 kotak;
pelubang kertas 8 buah; pencabut anak hekter 20 buah; dan
sebagainya.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-259

7. Terlaksananya

perbaikan

peralatan

kerja,

yaitu

perangkat

komputer sebanyak 2 unit.


8. Terlaksananya pencetakan buku hasil kajian terhadap jaring
penelitian

bidang

administrasi

pendidikan,

sebanyak

300 eksemplar.
9. Terlaksananya

pencetakan

buku

hasil

kajian

peningkatan

pelayanan publik, sebanyak 300 eksemplar.


10. Terlaksananya pencetakan buku hasil penelitian pendapatan
daerah dari retribusi izin usaha pada dinas pengelola Pemko
Medan, sebanyak 300 eksemplar.
11. Terlaksananya

pencetakan

buku

hasil

penelitian

terhadap

perdagangan anak dan perempuan di Kota Medan, sebanyak


300 eksemplar.
12. Terlaksananya konsultasi ke Balitbang Provinsi Sumatera Utara,
sebanyak 6 kali rapat koordinasi.
13. Terlaksananya konsultasi dengan Balitbang Departemen Dalam
Negeri, sebanyak 1 kali konsultasi.
14. Terselenggaranya studi banding ke Kabupaten Maros Provinsi
Sulawesi Selatan, dalam hal pemungutan donasi bagi penumpang
pesawat domestik di bandar udara Hasanuddin, dengan jumlah
peserta 3 orang sebanyak 1 kali.
15. Ikut serta dan menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Daerah
(Rakorda) penelitian dan pengembangan tahun 2006, untuk tingkat
Provinsi Sumatera di Kota Medan.
16. Ikut serta sebagai peserta dalam Rapat Koordinasi Nasional bidang
penelitian dan pengembangan tahun 2006 diselenggarakan di
Kota Semarang, Jawa Tengah.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-260

3) Satuan Kerja Perangkat Daerah


Sesuai dengan tugas dan fungsinya, penyelenggaraan urusan wajib
dalam bidang penelitian dan pengembangan untuk perumusan kebijakan
teknis

merupakan tugas dan

Pengembangan Kota Medan.

kewenangan Badan Penelitian dan

Hal ini dilakukan dengan melaksanakan

kegiatan penelitian maupun kajian serta mengembangkan koordinasi


dengan SKPD yang terkait.
4) Profil Kepegawaian SKPD
Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Badan Penelitian
dan Pengembangan Kota Medan didukung oleh sumber daya manusia
sebanyak 44 orang, seperti tabel berikut :
Profil kepegawaian yang dimiliki SKPD Balitbang Kota
berdasarkan Dukungan Sumberdaya Manusia, Tahun 2006.
NO
1
2
3
4

DUKUNGAN SUMBER DAYA MANUSIA

JUMLAH (ORANG)

Pejabat Struktural
Tenaga Administrasi
Staf Khusus
Pegawai Hononer

16
11
15
2

JUMLAH

44

Profil kepegawaian yang dimiliki SKPD


berdasarkan strata pendidikan, Tahun 2006.
NO
1
2
3

Medan,

STRATA PENDIDIKAN

Balitbang

Kota

Medan,

JUMLAH (ORANG)

SMU / SMK
Sarjana
Pasca Sarjana

5
36
3
JUMLAH

Profil kepegawaian yang dimiliki


berdasarkan Golongan, Tahun 2006.

44
SKPD

Balitbang

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

Kota

Medan,

III-261

NO

GOLONGAN

1
2
3

JUMLAH (ORANG)

Golongan II
Golongan III
Golongan IV

3
22
19
JUMLAH

44

Sesuai dengan tabel profil kepegawaian yang dimiliki SKPD


Balitbang Kota Medan, berdasarkan dukungan SDM, strata pendidikan,
dan golongan di atas, dapat dilihat bahwa belum tersedia tenaga peneliti
pada SKPD Balitbang Kota Medan, yang merupakan tenaga fungsional
peneliti.
5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan Penelitan dan
Pengembangan selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran
belanja sebesar Rp 1.818.690.073,- yang terdiri dari Belanja Aparatur
sebesar

Rp

1.168.690.073,-

Rp 650.000.000,- dengan realisasi

dan

Belanja

Publik

sebesar

per 31 Desember 2006 sebesar

Rp 1.673.768.218,- atau terjadi selisih (+/-) sebesar Rp 144.921.855,6) Kondisi Sarana Dan Prasarana Kerja
Badan penelitian dan Pengembangan Kota Medan berada di
Lingkungan

Kantor

Sekretariat

Pemerintah

Kota

Medan.

Untuk

mendukung kegiatan operasional Balitbang Kota Medan, saat ini


Balitbang Kota Medan dilengkapi dengan sarana dan prasarana kantor,
meliputi : peralatan kantor, perlengkapan kantor dan alat-alat
komunikasi serta alat transportasi berupa kendaraan dinas.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-262

Tabel 3.5. Kondisi sarana dan prasarana yang dimiliki SKPD Balitbang
Kota Medan, berdasarkan jenisnya, Tahun 2006.
Peralatan
Kantor
Mesin ketik
Komputer

Jumlah
(unit)

Perlengkapan
Kantor

Jumlah
(unit)

Air Conditioner (AC)

Alat-alat
komunikasi dan
Transportasi
Telepon & Fax

Kursi tamu

Mobil

Sepeda motor

a)

Notebook

Kursi kerja

25

Kamera digital

Meja komputer

Meja kerja

21

Filling kabinet

Printer

Penghancur
kertas

b)

1
a)

Keterangan :

b)

Jumlah
(unit)
1

Kondisi rusak 2 unit.


Kondisi rusak 2 unit.

7) Permasalahan Dan Solusi


Untuk melaksanakan fungsi penelitian dan pengembangan,
beberapa masalah dan kendala yang dihadapi sebagai berikut :
1. Sumber Daya Aparatur
Kendala yang dihadapi selama ini adalah belum tersedianya
tenaga peneliti dan belum ada Pejabat Fungsional. Di samping itu,
penempatan pegawai di Balitbang Kota Medan pada umumnya adalah
pegawai yang tidak memiliki jabatan struktural, sehingga pegawai
yang

ada

tidak

memiliki

keahlian di

bidang penelitian

dan

pengembangan (kurang proporsional) pada bidangnya.


Sebagai solusi ditempuh kebijakan bahwa setiap penelitian,
Balitbang Kota Medan melaksanakan kerja sama dengan berbagi
lembaga penelitian, baik dari perguruan tinggi maupun lembagalembaga penelitian yang ada.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-263

2. Kurangnya

Dukungan

Anggaran

dan

Belum

Tersosialisasinya

Balitbang
Terbentuknya Badan Penelitian dan pengembangan Kota Medan
didasarkan Peraturan Daerah Nomor : 05 Tahun 2001. Kemudian
dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Walikota Medan Nomor : 31
Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan
di Lingkungan Pemerintah Kota Medan, yang intinya menyatakan
bahwa : Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan di Kota
Medan hanya dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan
Kota Medan, hal ini belum tersosialisasi kepada Dinas, Badan dan
Instansi yang terkait, sehingga kinerja Badan Penelitian dan
Pengembangan Kota Medan belum optimal. Sebagai lembaga baru,
kelembagaan ini perlu didukung untuk dapat berperan dalam
perumusan kebijakan oleh Kepala Daerah.
Saran untuk solusi masalah ini, perlu ada dorongan atau
ketentuan berupa minimal anggaran untuk kegiatan penelitian dan
pengembangan di daerah.
3 Sarana dan Prasarana Kantor yang Belum Memadai
Kondisi

sarana

dan

prasarana

yang

dimiliki

Balitbang

Kota Medan saat ini, masih minim. Artinya, untuk 44 orang pegawai
Balitbang yang saat ini ada, hanya memiliki meja 21 buah dan kursi
25 buah. Kondisi ini menyebabkan belum optimal dan nyamannya
para pegawai untuk dapat bekerja seperti yang diharapkan.
Di samping itu, kenderaan dinas roda empat (mobil) dan sepeda
motor, masing-masing hanya 1 buah. Dengan kondisi yang demikian,
sulit mengoptimalkan tugas-tugas penelitian dan pengembangan
dengan kondisi sarana dan prasarana yang terbatas.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-264

Saran untuk solusi permasalahan ini, perlu adanya alokasi anggaran


yang lebih memadai untuk pengadaan sarana dan prasarana kantor
pada SKPD Balitbang Kota Medan.

18.4. Fungsi Pengawasan


Sebagai salah satu fungsi manajemen, pengawasan memiliki
kedudukan penting dalam penyelenggaraan pemerintahan kota selama
tahun

2006.

Fungsi

pengawasan

bahkan

sangat

berperan

untuk

mendukung penyelenggaraan pembangunan kota yang berdayaguna dan


berhasil guna.
1) Program dan Kualitas
Penyelenggaraan

urusan

pemerintahan

daerah

di

bidang

Pengawasan dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan pokok


selama tahun 2006, sebagai berikut :
a. Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur
1. Operasional rutin
2. Operasional khusus
3. Monitoring
4. Rapat koordinasi tindak lanjut
5. Koordinasi aparat fungsional internal dan eksternal
6. Penelitian LP2P
7. Peningkatan SDM aparat pengawasan
b. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Penyusunan Renja Tahun 2007
2. Penyusunan Renstra 2006 - 2010
c. Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur
1. Evaluasi LAKIP unit kerja di lingkungan Pemko Medan
2. Penyusunan daftar materi audit (DMA)
3. Penyusunan LAKIP Pemerintah Kota Medan Tahun 2005

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-265

d. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur


1. Pengadaan sarana kantor
2. Pemeliharaan alat computer
2) Pencapaian Program dan Kegiatan
Pelaksanaan
pengawasan

program,

kegiatan

dan

anggaran

urusan

selama tahun 2006 menghasilkan output (keluaran) dan

hasil (out come) sebagai berikut :


1. Terlaksananya LHP Rutin sebanyak 55 LHP
2. Terlaksananya LHP Khusus sebanyak 45 LHP
3. Terlaksananya pemeriksaan yang telah sesuai dengan prosedur
100 LHP
4. Terlaksananya

penyelesaian

laporan

hasil

pemeriksaan

tepat

waktu 100%
5. Terlaksananya penerbitan LP2P 5.290 pegawai.
Penyelenggaraan program dan kegiatan urusan pengawasan
selama Tahun 2006 berdampak antara lain kepada :
1. Meningkatnya kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.
2. Terselenggaranya pemerintahan kota yang berakuntabilitas.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-266

Tabel. 3.6.
Hukuman Disiplin PNS Sesuai PP 30 Tahun 1980
Menurut Golongan dan Eselon
Golongan
No

Jenis Hukuman Disiplin

Eselon

II

III

IV

II

III

IV

1.

Teguran Lisan

2.

Teguran Tertulis

21

72

3.

Pernyataan Tidak Puas Secara Tertulis

4.

Penundaan Kenaikan Gaji Berkala Untuk

Paling Lama 1 (satu) Tahun


5.

Pengurangan Gaji Sebesar 1 (Satu) Kali


Kenaikan Gaji Berkala Untuk Paling Lama 1
(satu) Tahun

6.

Penundaan Kenaikan Pangkat Untuk Paling

7.

Penurunan Pangkat Pada Pangkat Yang

Lama 1 (satu) Tahun


Setingkat Lebih Rendah Untuk Paling Lama 1
(satu) Tahun
8.

Pembebasan Jabatan

9.

Pemberhentian Dengan Hormat Tidak Atas

22

72

Permintaan Sendiri Sebagai PNS


10.

Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai


PNS
JUMLAH

3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara


Secara

organisatoris,

penyelenggaraan

urusan

pemerintahan

daerah di bidang pengawasan menjadi tugas dan tanggung jawab Badan


Pengawas Kota Medan, dengan mengembangkan koordinasi kepada SKPD
yang terkait, termasuk instansi teknis vertikal lainnya.
4) Profil Kepegawaian
Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Badan Pengawas
Kota Medan saat ini didukung oleh Sumber Daya Manusia sebanyak
52 orang yang terdiri dari :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-267

NO
1.
2.

3.

4.

URAIAN

JUMLAH (ORANG)
52

Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SD Sederajat
2.2. SLTP Sederajat
2.3. SLTA Sederajat
2.4. D1, D2, D3 Sederajat
2.5. S1 Sederajat
2.6. S2 Sederajat
Pangkat/Golongan :
3.2 Golongan II
3.3 Golongan III
3.4 Golongan IV
Jumlah Pejabat Struktural

2
1
8
4
33
4
5
40
7
30

Untuk meningkatkan kinerja Badan Pengawas Kota Medan, masih


dibutuhkan aparatur yang memiliki kualifikasi pendidikan yang memadai,
khususnya tugas auditor.
5) Alokasi dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan pengawasan daerah
selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran belanja sebesar
Rp 3.111.297.015,- dengan realisasi

per 31 Desember 2006 sebesar

Rp. 2.952.460.380,- Dengan demikian terdapat sisa anggaran belanja


tidak terpakai sebesar Rp 158.836.635,6) Kondisi Sarana dan Prasarana
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan pemerintahan
daerah di bidang pengawasan, Badan Pengawas Kota Medan dilengkapi
oleh peralatan dan perlengkapan kantor termasuk mobilair, sarana dan
prasarana pelayanan administrasi kantor lainnya. Kendala yang paling
menonjol adalah kurangnya prasarana dan sarana penunjang lainnya,
khususnya sarana transportasi.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-268

18.5. Fungsi Perparkiran


1)

Program dan Kegiatan


Fungsi perparkiran dimaksudkan untuk membantu kelancaran

arus lalu lintas agar transportasi kota terbebas dari kemacetan yang
diakibatkan dari masalah penataan parkir kendaraan. Di samping itu juga
ditujukan untuk menata sistem parkir agar lebih tertib. Di bidang PAD,
Pengelola Perparkiran Kota Medan terus melakukan survey untuk
mengetahui potensi parkir yang sebenarnya

sehingga selaras dengan

target peningkatan PAD yang ditetapkan. Berbagai kegiatan selama


tahun 2006 yang dilaksanakan antara lain :
1. Pengawasan
Pengawasan dilakukan secara kontinyu ke lokasi-lokasi padat
parkir, memberikan bimbingan kepada para juru parkir dan pengguna
jasa parkir agar memarkirkan kendaraan pada tempat yang telah
ditentukan

guna

menghindari

terjadinya

parkir

berlapis.

Untuk efektifnya pengawasan ditempatkan petugas-petugas Koordinator


wilayah maupun penanggung jawab Kecamatan.
2. Penertiban
Tugas-tugas penertiban dilakukan bekerja sama dengan instansi
terkait seperti Satlantas Poltabes MS dan Dinas Perhubungan Kota
Medan. Penertiban dilakukan melalui penindakan di lapangan atas
pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh Pengguna jasa parkir
maupun oleh petugas parkir itu sendiri.
3. Peningkatan Pelayanan
Untuk meningkatkan pelayanan jasa perparkiran, Pengelola
Perparkiran Kota Medan per-smester melakukan pertemuan / konsolidasi
kepada pengamat parkir dan juru parkir. Pada pertemuan tersebut,

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-269

seluruh peserta dibekali cara bagaimana agar dapat meningkatkan dan


memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jasa parkir.
Di samping itu, Pengelola Perparkiran Kota Medan sejak bulan Nopember
2006 telah menerapkan cara parkir sejajar pada setiap lokasi parkir tepi
jalan di Kota Medan, dengan tujuan untuk kelancaran arus lalu lintas.
Untuk mendukung efektivitas program ini maka setiap pengamat parkir
atau juru parkir yang dinilai baik menjalankan tugasnya sesuai ketentuan
yang ditetapkan akan diberi hadiah yang layak/pantas.
4. Peningkatan PAD
Untuk mencapai target PAD,

di sektor perparkiran, dibentuk

team yang dibagi menjadi 4 sektor yaitu sektor Timur, Sektor Barat,
Sektor Utara dan Sektor Selatan. Team ini bertugas mendata potensi
parkir yang ada untuk dijadikan dasar penetapan target pada setiap
lokasi parkir.
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan program dan kegiatan di sektor perparkiran selama
Tahun Anggaran 2006, menghasilkan out put sebagai berikut :
1. Terselenggaranya program kerja, dan kegiatan perparkiran yang terus
menerus (kontinue).
2. Meningkatnya pemahaman para pengguna jasa parkir terhadap
berbagai dampak yang ditimbulkan apabila terjadinya kesalahan
parkir
3. Terciptanya kesadaran petugas parkir walaupun belum secara
menyeluruh akan pentingnya tertib parkir.
4. Semakin lebarnya ruas jalan dengan kebijakan parkir sejajar,
sekaligus mengurangi tingkat gangguan samping dalam berlalulintas.
5. Berkurangnya kemacetan arus lalu lintas yang diakibatkan parkir
kendaraan dengan kebijakan sistem parkir sejajar.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-270

6. Tercapainya PAD dari sektor perparkiran sesuai dengan target yang


ditetapkan.
3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara organisatoris,

satuan kerja penyelenggara urusan

perparkiran menjadi tugas dan tanggung jawab Pengelola Perparkiran


Kota Medan dengan berkoordinasi kepada SKPD terkait yakni Satlantas
Poltabes MS, Dishub Kota Medan, Satpol PP dan Dinas Pendapatan
Kota Medan.
4) Profil SDM
NO.
1.

2.

3.

URAIAN
Jumlah Pegawai
1.1. Staf kantor
1.2. Staf lapangan
1.3. Pengamat parkir
1.4. Juru parkir
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SD
2.2. SMP
2.3. SMA
2.4. D-3
2.5. S-1
2.6. S-2
Pangkat / golongan
3.1. Golongan II
3.2. Golongan III
3.3. Golongan IV

JUMLAH (ORANG)
734
143
122
125
344
111
175
388
2
57
1
3
4
1

Berdasarkan ketersedian Sumber Daya Manusia di atas, maka salah


satu masalah penyelenggaraan perparkiran di bidang SDM adalah masih
kurangnya kesadaran dan disiplin untuk meningkatkan kinerja, oleh
masing-masing pegawai, untuk mendukung kinerja organisasi BPP.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-271

5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran


Pelaksanaan program dan kegiatan unsur perparkiran selama
tahun

2006,

didukung

oleh

alokasi

anggaran

belanja

sebesar

Rp. 10.145.000.000.- yang bersifat bantuan keuangan dengan realisasi


per 31 Desember 2006 sebesar Rp.9.264.668.580,-.- atau selisih (+/-)
besar Rp.880.331.420.6) Kondisi Sarana Prasarana Kerja
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan fungsi perparkiran,
Pengelola Perparkiran dilengkapi oleh peralatan dan perlengkapan
kantor

termasuk

mobil

serta

sarana

dan

prasarana

pelayanan

administrasi kantor lainnya, termasuk marka parkir dan rambu-rambu


tanda parkir/larangan parkir.
7) Permasalahan Dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (out put) dan hasil (out come) yang
dicapai selama tahun 2006 baik, namun penyelenggaraan urusan
perparkiran tetap masih dihadapkan kepada berbagai masalah dan
tantangan yang cenderung komplek. Beberapa permasalahan utama di
bidang perparkiran, yaitu :
1. Sarana pendukung dilokasi parkir belum memadai, antara lain :
a. Seragam dinas petugas
b. Plank tariff parkir
c. Garis marka parkir
d. Rambu parkir
2. Aparat pengelola yang ada belum seluruhnya tertata dan terbina
secara optimal, karena :
a. Aparat pengelola belum sepenuhnya memahami visi dan misi
Pengelola Perparkiran

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-272

b. Pelaksanaan tugas adakalanya terorientasi terhadap kepentingan


subyektif.
3. Pengawasan/pengguna

Jasa

Parkir

(PJP)

adakalanya

kurang

mendukung program yang ada, karena :


a. PJP belum seluruhnya proaktif dalam mendukung program yang
ditetapkan
b. Pelayanan rendah terhadap PJP
c. Petugas lapangan kurang terbina
Solusi :
1. Peningkatan pemenuhan kebutuhan sarana pendukung lokasi parkir
2. Peningkatan penataan dalam pengelolaan/pungutan retribusi parkir
serta penyempurnaan dasar hukum dengan system yang handal dan
mudah dilaksanakan dan dapat diterima PJP.
3. Peningkatan kualitas SDM melalui diklat, pembinaan rohani serta
pemberian penghasilan dan kesejahteraan yang lebih wajar/sesuai.
4. Mengadakan sosialisasi/penyuluhan secara optimal, internal kepada
karyawan pengelola perparkiran dan external kepada masyarakat/
PJP.

19. KEPEGAWAIAN
19.1. Fungsi Kepegawaian Daerah
Fungsi terdepan Pemerintah Kota adalah pelayanan umum.
Di sisi lain, peningkatan pelayanan umum, sangat dipengaruhi kualitas
SDM kepegawaian yang dimiliki birokrasi. Oleh karenanya fungsi
kepegawaian merupakan salah satu urusan wajib yang diselenggarakan
dalam tahun 2006.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-273

1) Program dan Kegiatan


Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di
bidang kepegawaian, maka untuk tahun 2006 ditetapkan program dan
kegiatan pokok, sebagai berikut :
a. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
1. Evaluasi pelayanan publik.
2. Evaluasi prosedur standar pelayanan pada unit kerja di lingkungan
Pemerintah Kota Medan.
b. Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur
1. Analisa jabatan perangkat daerah Kota Medan.
2. Evaluasi kewenangan.
3. Kajian standar kompetensi jabatan sesuai Keputusan Kepala Badan
Kepegawaian Negara Republik Indonesia Nomor 46A

Tahun 2003.

4. Operasional Tim BAPERJAKAT Kota Medan.


5. Penerimaan pegawai negeri sipil sesuai dengan kebutuhan formasi
pada unit kerja.
6. Pensiun Pegawai Negeri Sipil.
7. Pelantikan pejabat Pemerintah Kota Medan.
8. Kenaikan pangkat pegawai negeri sipil tepat waktu 2 periode.
9. Penyelenggaraan peningkatan jenjang pendidikan formal pegawai
negeri sipil.
10. Pemberian kenang-kenangan/cendramata kepada pegawai negeri
sipil.
11. Penganugrahan

penghargaan

kepada

pegawai

negeri

sipil

Pemerintah Kota Medan.


12. Inpassing Pegawai Negeri Sipil.
13. Operasional tim badan pertimbangan kepegawaian.
14. Pembinaan kinerja tata usaha.
15. Pembinaan Kinerja Puskesmas.
16. Pembinaan Kinerja Pengawas Sekolah.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-274

17. Pembinaan Kinerja Kepala Lingkungan.


18. Monitoring dan Evaluasi Praja STPDN / IPDN.
19. Sosialisasi

peraturan

kepegawaian

dan

pencetakan

buku

kepegawaian.
c. Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan
1. Penataan arsip.
d. Program Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur
1. Pembekalan pegawai negeri sipil yang memasuki batas usia
pensiun.
2. Diklatpim Tingkat III.
3. Diklat administrasi kepegawaian pada Kelurahan.
4. Prajabatan golongan III dan II.
5. Diklat peningkatan mental spiritual pegawai negeri sipil.
6. Bea siswa, bantuan tugas belajar ikatan Dinas.
7. Pelatihan dan kursus keterampilan.
8. Penyaringan calon siswa STPDN.
2) Penetapan Program dan Kegiatan
Pelaksanaan

program,

kegiatan

dan

anggaran

urusan

kepegawaian selama Tahun 2006 menghasilkan output (keluaran) dan


hasil (outcome) sebagai berikut :
1. Evaluasi Pelayanan Publik.
Tersusunnya Indeks Kepuasan Masyarakat atas Pelayanan Publik pada
Unit Kerja. Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengetahui Indeks
Kepuasan Masyarakat dalam hal ini Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan
Pemerintah Kota atas pelayanan administrasi kepegawaian yang
diberikan oleh Badan Kepegawaian Daerah Kota Medan sebagai bahan
dan masukan untuk menentukan langkah/kebijakan peningkatan
pelayanan selanjutnya.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-275

2. Evaluasi Prosedur Standar Pelayanan pada Unit Kerja di Lingkungan


Pemerintah Kota Medan.
Terlaksananya inventarisasi Standar Pelayanan Publik yang ada pada
Unit Kerja. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pengumpulan
data tentang prosedur, persyaratan, standar waktu dan biaya
pelayanan untuk keperluan analisis regulasi peningkatan pelayanan
publik.
3. Analisis Jabatan Perangkat Daerah Kota Medan.
Tersedianya data/informasi jabatan untuk penyesuaian organisasi
perangkat daerah. Kegiatan ini diselenggarakan untuk keperluan
kajian restrukturisasi kelembagaan perangkat daerah.
4. Evaluasi Kewenangan.
Terlaksananya

inventarisasi

tentang

kewenangan

daerah.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data pelaksanaan


tugas pokok dan fungsi yang tumpang tindih, kewenangan yang perlu
pendelegasian,

dalam

rangka

meningkatkan

kapasitas

bidang

kelembagaan.
5. Kajian Standar Kompetensi Jabatan sesuai Keputusan Kepala Badan
Kepegawaian Negara Republik Indonesia Nomor 46A Tahun 2003.
Terlaksananya analisis Standar Kompetensi Jabatan berdasarkan Surat
Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia
Nomor 46A Tahun 2003. Kegiatan ini menghasilkan draf Kajian
Kompetensi

Jabatan

yang

dapat

ditindaklanjuti

dengan

Draf

Rancangan Keputusan tentang Standar Kompetensi Jabatan.


6. Penyelenggaraan Operasional Tim BAPERJAKAT.
Terlaksananya rapat untuk mempertimbangkan pengisian jabatan
pada Unit Kerja. Kegiatan ini bersifat rapat-rapat Tim untuk
memberikan rekomendasi pertimbangan kepada pimpinan dalam
rangka pengisian jabatan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-276

7. Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan kebutuhan


Formasi pada Unit Kerja.
Terlaksananya seleksi penerimaan Pegawai Negeri Sipil Pemerintah
Kota Medan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengisi formasi
Golongan III dan Golongan II di Lingkungan Pemerintah Kota Medan
sebanyak 572 orang.
8. Pensiun Pegawai Negeri Sipil.
Terprosesnya Surat Keputusan Pensiun Pegawai Negeri Sipil. Kegiatan
ini berupa pembuatan Surat Keputusan Pensiun sebanyak 447 orang,
sehingga realisasinya tepat waktu bagi Pegawai Negeri Sipil untuk
memperoleh Surat Keputusan Pensiun.
9. Pelantikan Pejabat Pemerintah Kota Medan.
Terlaksananya Pelantikan Pejabat pada Pemerintah Kota Medan.
Pelantikan terlaksana 5 kali.
10. Penataan Arsip.
Terlaksananya penataan arsip kepegawaian dengan baik. Kegiatan ini
menghasilkan tertatanya arsip / file Pegawai Negeri Sipil Pemerintah
Kota Medan.
11. Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil Tepat Waktu 2 Periode.
Terlaksananya proses Kenaikan Pangkat Tepat Waktu. Kegiatan ini
memproses usul Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan
Pemerintah Kota Medan.
12. Penyelenggaraan Peningkatan Jenjang Pendidikan Formal Pegawai
Negeri Sipil.
Terlaksananya Ujian Penyesuaian Ijazah. Kegiatan ini dalam bentuk
Ujian Penyesuaian Ijazah bagi Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota
Medan sebanyak 1 kali.
13. Pemberian

Kenang-Kenangan/Cendramata

kepada

Pegawai

Negeri Sipil.
Terlaksananya

pengadaan

Cincin

Emas.

Kegiatan

ini

bersifat

pemberian kenang-kenangan dalam bentuk cincin kepada Pegawai


Negeri Sipil saat Purna Tugas (Pensiun).

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-277

14. Penganugrahan Penghargaan kepada Pegawai Negeri Sipil Pemerintah


Kota Medan.
Terprosesnya pengajuan Pegawai Negeri Sipil yang akan memperoleh
Satyalancana dan Piagam Penghargaan. Kegiatan ini bertujuan untuk
memberikan penghargaan kepada Pegawai Negeri Sipil Pemerintah
Kota Medan yang berprestasi.
15. Inpassing Pegawai Negeri Sipil.
Terprosesnya Surat Keputusan Kenaikan Gaji Baru. Kegiatan ini dalam
bentuk proses dan penerbitan Surat Keputusan Penyesuaian Gaji
kepada Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Medan.
16. Pembekalan Pegawai Negeri Sipil yang memasuki Batas Usia Pensiun.
Terlaksananya pembekalan untuk berwiraswasta bagi Pegawai Negeri
Sipil yang memasuki Batas Usia Pensiun. Kegiatan ini dilaksanakan
untuk memberikan pembekalan keterampilan kewiraswastaan kepada
Pegawai Negeri Sipil yang Pensiun.
17. Operasional Tim Badan Pertimbangan Kepegawaian.
Terpenuhinya

biaya

operasional

Tim

Badan

Pertimbangan

Kepegawaian Daerah Kota Medan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam


bentuk

rapat-rapat

Tim,

dalam

rangka

untuk

memberikan

rekomendasi pertimbangan kepada pimpinan dalam mengambil


keputusan bidang penegakan disiplin Pegawai Negeri Sipil di
Lingkungan Pemerintah Kota Medan.
18. Pembinaan Kinerja Tata Usaha.
Terselenggaranya pembekalan keterampilan personil Tata Usaha
Sekolah.

Kegiatan

ini

untuk

meningkatkan

pengetahuan

dan

keterampilan Tata Usaha Sekolah.


19. Pembinaan Kinerja Puskesmas.
Terselenggaranya pembekalan peningkatan kinerja kepada pegawai
Puskesmas. Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan Pegawai Puskesmas/Puskesmas Pembantu.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-278

20. Pembinaan Kinerja Pengawas Sekolah.


Terselenggaranya
Sekolah.

Kegiatan

pembekalan
ini

untuk

peningkatan
meningkatkan

kinerja

Pengawas

pengetahuan

dan

keterampilan untuk meningkatkan kinerja Pengawas Sekolah.


21. Pembinaan Kinerja Kepala Lingkungan.
Terselenggaranya

pembekalan

peningkatan

kinerja

Kepala

Lingkungan. Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan


kecakapan dalam rangka meningkatkan kinerja Kepala Lingkungan.
22. Sosialisasi

Peraturan

Kepegawaian

dan

Pencetakan

Buku

Kepegawaian.
Terlaksananya

kegiatan

sosialisasi

Peraturan

Kepegawaian

dan

Pencetakan Buku Kepegawaian. Kegiatan ini untuk meningkatkan


pengetahuan tentang Peraturan dan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
23. Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan.
Terlaksananya DIKLATPIM untuk Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota
Medan yang telah memenuhi syarat. Kegiatan ini menghasilkan
penyelenggaraan Diklatpim Tingkat III 1 (satu) angkatan, pengiriman
Peserta Diklatpim Tingkat III 1 (satu) orang.
24. Diklat Administrasi Kepegawaian pada Kelurahan.
Terlaksananya Diklat Administrasi Kepegawaian kepada pegawai
Kelurahan. Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kinerja
pegawai Kelurahan dalam rangka pengelolaan administrasi Kelurahan.
25. Prajabatan Golongan II.
Terlaksananya Prajabatan bagi Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan
III. Kegiatan ini dilaksanaan untuk memenuhi salah satu persyaratan
untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil.
26. Diklat Peningkatan Mental Spiritual Pegawai Negeri Sipil.
Terlaksananya Diklat Peningkatan Mental Spiritual bagi Pegawai
Negeri Sipil sebanyak 35 orang. Kegiatan ini untuk membekali
mentalitas Pegawai Negeri Sipil khususnya yang menduduki jabatan
eselon dalam melaksanakan tugas kedinasan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-279

27. Bea Siswa, Bantuan Tugas Belajar Ikatan Dinas.


Terpenuhinya kebutuhan bantuan kepada Pegawai Negeri Sipil yang
melaksanakan

tugas

belajar. Kegiatan

ini dimaksudkan untuk

membantu Pegawai Negeri Sipil yang melaksanakan Tugas Belajar


Ikatan Dinas.
28. Biaya Bantuan Pelatihan dan Kursus Keterampilan.
Terpenuhinya kebutuhan biaya kepada Pegawai Negeri Sipil yang
mengikuti kursus-kursus dan pelatihan berupa setoran wajib peserta.
Kegiatan ini menghasilkan peserta lulus diklat sebanyak 60 orang.
29. Bantuan Penyaringan Calon Siswa STPDN.
Terlaksananya penerimaan pendaftaran Calon Siswa STPDN di
lingkungan Pemerintah Kota Medan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam
bentuk penerimaan berkas calon siswa STPDN untuk diteruskan
kepada Propinsi Sumatera Utara.
30. Monitoring dan Evaluasi Praja STPDN/IPDN.
Terpantaunya kegiatan praja STPDN/IPDN yang sedang mengikuti
tugas belajar. Kegiatan ini dilengkapi dengan pembuatan laporan
kepada pimpinan setelah pelaksanaan monitoring.
3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara organisatoris,

fungsi kepegawaian menjadi tugas dan

tanggung jawab Badan Kepegawaian Daerah Kota Medan,

dengan

mengembangkan koordinasi kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah,


antara lain :
1. Kantor Statistik Kota Medan.
Dalam hal kebutuhan data yang menyangkut dengan aparatur daerah,
Badan Kepegawaian Daerah Kota Medan selalu bekerja sama dengan
BPS untuk mendapatkan dan memproses data sesuai dengan
kebutuhan kepegawaian.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-280

2. Badan Diklat Propinsi Sumatera Utara.


Diklat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Medan umumnya
melalui kerja sama dengan Badan Diklat Propinsi Sumatera Utara
khususnya dalam hal pengadaan materi Diklat, Dosen dan Sistem
Penyelenggaraan.
3. Badan Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi
Kota Medan.
Kegiatan Medical Check-Up yang dilaksanakan Badan Kepegawaian
Daerah Kota Medan, secara operasional bekerja sama dengan Badan
Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Kota Medan.
4) Profil Kepegawaian.
NO
1.

2.

3.

URAIAN

JUMLAH (ORANG)

Kualifikasi Pendidikan :
1.1. SMU
1.2. D-3
1.3. S-1
1.4. S-2
Pangkat / Golongan :
2.1. Golongan II
2.2. Golongan III
2.3. Golongan IV
Jumlah Pejabat Struktural

30
3
33
6
23
42
7
28

Berdasarkan dukungan SDM Aparatur di atas, diketahui secara


kuantitas aparatur kepegawaian daerah Kota Medan termasuk dari sisi
tingkat pendidikannya, sudah terpenuhi. Akan tetapi, untuk mewujudkan
Visi dan Misi Badan Kepegawaian Daerah Kota Medan masih ditemukan
beberapa permasalahan pokok antara lain :
1.

Pembinaan karier Pegawai Negeri Sipil belum sepenuhnya didukung


dengan sistem karier dan prestasi kerja.

2.

Masih

terdapat

ketimpangan

distribusi

keahlian

aparatur/

kesenjangan latar belakang, keahlian, kecakapan dengan tugas/


pekerjaan yang emban Pegawai Negeri Sipil.
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-281

3.

Masih rendahnya kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil.

4.

Masih rendahnya keterampilan teknis dan belum tumbuhnya budaya


birokrasi yang mendukung penyelenggaraan pelayanan secara cepat,
murah dan adil, sehingga sering menghambat profesionalisme
aparatur.

5) Alokasi dan Realisasi Anggaran


Pelaksanaan program dan kegiatan urusan kepegawaian selama
tahun
Rp

2006,

didukung

9.367.434.640,-

oleh

yang

alokasi

terdiri

7.392.305.456,-.

atau

belanja

sebesar

Belanja

Aparatur

sebesar

dari

Rp 9.367.434.640,- dengan realisasi


Rp.

anggaran

73,9%

per 31 Desember 2006 sebesar


dari

keseluruhan

anggaran.

Dengan demikian terdapat sisa anggaran tidak terpakai sebesar


Rp 1.975.129.184,6) Kondisi Sarana dan Prasarana Kerja
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan kepegawaian,
Badan Kepegawaian Daerah Kota Medan dilengkapi oleh peralatan dan
perlengkapan

kantor

termasuk

mobilier,

sarana

prasarana

untuk

pelayanan administrasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Medan. Kondisi


sarana dan prasarana kerja tersebut diperkirakan telah mencukupi dan
mampu untuk mendukung tugas-tugas efektif Badan Kepegawaian Daerah
Kota Medan.
7) Permasalahan dan Solusi
Berdasarkan masalah yang diuraikan pada point 4 di atas, perlu
mempertimbangkan berbagai kebijakan sebagai solusi tindak lanjut,
sebagai berikut :
1. Meningkatkan kompetensi aparatur melalui Diklat baik manajerial
maupun teknis dan membuka kesempatan mengikuti pendidikan
formal bagi para Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-282

Kota Medan serta melaksanakan rekruitmen Calon Pegawai Negeri


Sipil secara berkualitas guna mendukung penyelenggaraan tugas dan
fungsi pada Unit Kerja di Jajaran Perangkat Daerah Kota Medan.
2. Meningkatkan

pengembangan

karier

Pegawai

Negeri

Sipil

di

Lingkungan Pemerintah Kota Medan, melalui pengembangan Jabatan


Fungsional.
3. Rasionalisasi organisasi perangkat daerah Pemerintah Kota Medan,
sesuai

dengan

ketentuan

peraturan

perundang-undangan

yang

berlaku.

20. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA


20.1. Fungsi Pemberdayaan Masyarakat
1) Program Dan Kegiatan
Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di
bidang Pemberdayaan Masyarakat , ditetapkan program dan kegiatan
pokok selama tahun 2006 sebagai berikut :
a. Program Pendukung
1. Pelatihan bagi Tim Penggerak dan Ketua Kelompok-kelompok PKK
(TPK3-PKK)
2. Latihan

Pengelola Program dan Penyuluh PKK Lapangan

(LP3-PKK).
3. Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga
Sehat Sejahtera (PT.P2W-KSS)
b.

Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik


1. Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS)
2. Kursus Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat.
3. Pembinaan kepada LPM untuk 151 kelurahan
4. Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK
5. Menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah PKK
6. Pembinaan PKK
7. Gerakan Nasional Bulan Bhakti Gotong Royong

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-283

8. Bina Bulan Balita dan Bina Generasi Muda.


9. Pemantauan

dan

Pengawasan

distribusi

minyak

tanah

di

Kota Medan.
10. Pemberian Bantuan modal Usaha Ekonomi Simpan Pinjam
11. Bantuan Dana Pembangunan Kelurahan
12. Bantuan Operasional kepada TP. PKK Kota Medan
13. Perlombaan Kelurahan untuk tingkat Propinsi Sumatera Utara.
14. Gelar TTG Tingkat Propinsi Sumatera Utara
c. Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur
1. Penyusunan LAKIP tahun 2005
d. Program Peningkatan Kwalitas Perencanaan
1. Penyusunan Rencana Kerja Tahun 2007.
2) Pencapaian Program dan Kegiatan
Pelaksanaan

program,

kegiatan

dan

anggaran

urusan

pemberdayaan masyarakat selama tahun 2006 menghasilkan out put


(keluaran) dan hasil (out come) sebagai berikut :
1. Terselenggaranya Latihan Tim Pembina Ketua-ketua kelompok bagi
604 orang ketua kelompok PKK/Dasawisma yang dilatih.
2. Terselenggaranya Latihan Pengelola Program dan Penyuluh PKK
Lapangan bagi 600 orang kader pengolah / penyuluh PKK Lapangan.
3. Terselenggaranya Kursus Masak dan Jahit Menjahit bagi 70 orang
warga binaan di Kelurahan PT.P2W-KSS
4. Terselenggaranya pemberian makanan jajanan bagi murid sebanyak
25.236 siswa di 80 SD/MI Negeri dan Swasta.
5. Terselenggaranya kursus bagi 75 orang pengurus LPM Kelurahan
6. Terselenggaranya fasilitasi Forum Komunikasi LPM di 21 Kecamatan,
LPM Kelurahan dan DPD LPM Kota Medan.
7. Terselenggaranya peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK tingkat
Kota Medan, dengan jumlah peserta 409 peserta.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-284

8. Terselenggaranya

Rapat Kerja Daerah PKK tingkat Kota Medan,

dengan peserta 344 orang.


9. Terpilihnya 3 (tiga) Kelurahan Percontohan yang dibina untuk
mengikuti perlombaan Kelurahan Percontohan PKK tingkat Propinsi
Sumatera Utara.
10. Terselenggaranya Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat
11. Terselenggaranya berbagai jenis perlombaan masing-masing:
- 5 Jenis Perlombaan untuk Anak Balita
- 4 Jenis Perlombaan untuk Generasi Muda
12. Terselenggaranya pemantauan dan pengawasan HET dan distribusi
bahan bakar minyak tanah di 151 Kelurahan.
13. Meningkatnya

modal usaha

21 kelompok usaha ekonomi simpan

pinjam, dimana masing-masing kelompok mendapat Rp.2.000.000,-.


14. Terselenggaranya pemberian stimulans Dana Pembangunan Kelurahan
dan Dana Pembangunan Kecamatan :
-

Dana Pembangunan Kelurahan sebesar Rp.4.000.000 per Kelurahan

Dana

Pembangunan

Kecamatan

sebesar

Rp.3.000.000

per Kecamatan
15. Tersedianya alat tulis kantor dan konsumsi sekretariat TP.PKK
Kota Medan.
16. Ikutsertanya Kota Medan dalam Perlombaan Kelurahan Tingkat
Propinsi Sumatera Utara.
17. Ikutsertanya Kota Medan dalam promosi alat TTG dalam Gelar TTG
Tingkat Propinsi Sumatera Utara.
18. Tersusunnya makalah Musrenbang dan Renstra 2006 - 2010.
19. Tersusunnya LAKIP tahun 2005 dan Laporan Tahunan BPM.
Penyelenggaraan program dan kegiatan urusan Pemberdayaan
Masyarakat selama tahun 2006, berdampak pada :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-285

a. Meningkatnya

peran serta masyarakat dalam pembangunan dan

penguatan kelembagaan masyarakat yang ada di Kelurahan.


b. Meningkatnya upaya pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga dan
pembinaan anak/remaja.
c. Meningkatnya

penguatan

usaha

ekonomi

masyarakat

dan

pemanfaatan Teknologi Tepat Guna.


d. Meningkatnya

pengawasan terhadap kebutuhan pokok masyarakat

akan bahan bakar minyak tanah di Kota Medan.


e. Meningkatnya pengawasan dan akuntabilitas SKPD.
3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara
Secara organisatoris,

penyelenggaraan urusan pemberdayaan

masyarakat menjadi tugas dan tanggungjawab Badan Pemberdayaan


Masyarakat Kota Medan, dengan berkoordinasi kepada SKPD terkait.
4) Profil Kepegawaian
NO
1.
2.

3.

4.

URAIAN
Jumlah Pegawai
Klasifikasi Pendidikan:
2.1.SD Sederajat
2.2.SMP Sederajat
2.3.SLTA Sederajat
2.4.D1,D2.D3 Sederajat
2.5.S1 Sederajat
2.6.S2 Sederajat
Pangkat/Golongan :
3.1.Golongan II
3.2.Golongan III
3.3.Golongan IV
Jumlah Pejabat Struktural

JUMLAH (ORANG)
37
1
1
13
2
19
1
10
21
6
20

Berdasarkan gambaran sumber daya aparatur tersebut di atas,


maka salah satu masalah penyelenggaraan urusan pemberdayaan
masyarakat di bidang SDM adalah masih kurang aparatur yang memiliki
kualifikasi di bidang komputer.
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-286

5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran


Penyelenggaraan
tahun
Rp

2006

urusan

didukung

3.926.882.805,-

oleh

yang

pemberdayaan
alokasi

terdiri

dari

masyarakat,

dalam

anggaran

belanja

sebesar

Belanja

Aparatur

sebesar

Rp 1.554.973.805,- dan Belanja Publik sebesar Rp 2.371.909.000,dengan realisasi per 31 Desember 2006 sebesar

Rp. 3.875.577.615,-

atau terjadi selisih (+/-) sebesar Rp. 51.305.190,6) Kondisi Sarana Dan Prasarana Kerja
Dalam rangka mendukung urusan pemberdayaan masyarakat,
Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Medan dilengkapi oleh peralatan
dan perlengkapan kantor termasuk mobilair serta sarana dan prasarana
lainnya yang relatif kondisinya masih cukup baik.
7) Permasalahan dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (out put) dan hasil (out come) yang
dicapai selama tahun 2006 cukup baik, namun urusan pemberdayaan
masyarakat tetap masih dihadapkan kepada berbagai masalah dan
kendala, antara lain :
1. Sebagian masyarakat masih berada dalam situasi yang belum pulih
dari kerentanan akibat kondisi ekonomi masyarakat yang belum kuat.
2. Perkembangan kondisi kemasyarakatan melahirkan kecenderungan
menurunnya sistem nilai sosial budaya dan pranata-pranata yang
telah ada yang berperan penting dalam pembentukan sikap dan
perilaku masyarakat.
3. Di samping itu, sebagian masyarakat belum memiliki tingkat
pengetahuan

dan

keterampilan

yang

memadai

untuk

dapat

mendayagunakan sumber daya yang ada pada masyarakat itu sendiri,


sehingga pemanfaatan, pemeliharaan dan pengembangan sumber
daya sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat belum terlaksana
sebagaimana mestinya.
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-287

4. Masih rendahnya pemanfaatan Teknologi Tepat Guna sehingga


mengakibatkan rendahnya peluang pemasaran hasil usaha ekonomi
masyarakat yang pada gilirannya kemudian menyebabkan rendahnya
pendapatan masyarakat.
5. Peran aktif masyarakat dalam proses pembangunan juga belum
sepenuhnya optimal, dimana hal ini tidak terlepas dari kenyataan
bahwa kurang berfungsinya lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM)
dalam memotivasi dan menggerakkan partisipasi masyarakat.
Oleh

karena

pemberdayaan

itu,

masyarakat

berbagai
dimasa

solusi
yang

sebagai

tindak

lanjut

akan

datang

perlu

mempertimbangkan kebijakan dan program sebagai berikut :


a. Meningkatkan kemampuan aparatur Kecamatan dan Kelurahan serta
pengurus kelembagaan masyarakat.
b. Meningkatkan fungsi dan peran kelembagaan masyarakat.
c. Meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.
d. Meningkatkan pembinaan terhadap anak/ remaja
e. Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengelola usaha-usaha
ekonomi keluarga dan masyarakat.
f. Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengelola sumber daya
melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.

21. KEARSIPAN
21.1. Fungsi Kearsipan
1) Program Dan Kegiatan
Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan
bidang Kearsipan

daerah di

ditetapkan program dan kegiatan pokok selama

tahun 2006 sebagai berikut :


a. Program

Pemeliharaan

Rutin/Berkala

Sarana

dan

Prasarana

Kearsipan Yang Terdiri Dari :


1. Pelaksanaan Akuisisi
2. Monitoring evaluasi dan pelaporan kondisi situasi data.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-288

b. Program perbaikan system administrasi kearsipan yang terdiri


dari :
1. Pelaksanaan penyusutan arsip berdasarkan Jadwal Retensi Arsip
(JRA)
c. Program Peningkatan kualitas pelayanan informasi yang terdiri
dari :
1. Pelaksanaan Pembinaan Kearsipan.
2. Pelatihan kearsipan (Peningkatan Sumber Daya Manusia).
d. Program Pelayanan Administrasi perkantoran yang terdiri dari :
1. Penyediaan Jasa peralatan dan perlengkapan Kantor.
2) Pencapaian Program Dan Kegaiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan arsip selama
tahun 2006 menghasilkan out put (keluaran) dan outcome (hasil) sebagai
berikut :
1. Out Put :
a. Meningkatnya penataan dan pelayanan arsip, melalui Akuisisi Arsip
In-aktif yang dilaksanakan di 18 (delapan belas) Instansi di jajaran
Pemerintah Kota Medan. Kegiatan ini juga diselenggarakan untuk
menanggulangi terjadinya penumpukan arsip arsip yang tidak
bernilai guna.
b. Terselenggaranya pelatihan pemberkasan arsip yang terdiri dari
2 angkatan dengan lama

pelaksanaan 10 (sepuluh) hari, yang

dihadiri oleh Kasubbag Tata Usaha dari beberapa SLTA dan SLTP.
Kegiatan ini diselenggarakan agar setiap petugas pengelola arsip di
jajaran Pemerintah Kota Medan mengetahui tentang penataan/
pengelolaan arsip.
c. Tersedianya sarana penyimpanan arsip yaitu di Kantor Arsip Daerah
Kota Medan. Hal ini terbukti bahwa sebagian arsip in aktif yang
ditransfer dari seluruh instansi Pemerintah Kota Medan hampir
dapat tertampung.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-289

d. Terselenggaranya pembinaan kearsipan, yang dilaksanakan di


40 Sekolah yaitu : Sekolah SLTA dan SLTP selama 30 hari (tiga
puluh) hari, diharapkan agar sistem kearsipan lebih sesuai, tertib
dan baik.
e. Terlaksananya penyusutan arsip yang terdiri dari arsip arsip
(berkas berkas) dari berbagai Instansi di jajaran Pemerintah Kota
Medan yang tidak efektif lagi untuk disimpan sehingga harus
dimusnahkan.
f. Terlaksananya monitoring pelaksanaan kearsipan yang dilaksanakan
di beberapa Kecamatan, dan Kantor Kantor di jajaran Pemerintah
Kota Medan, yang dilaksanakan selama 25 ( dua puluh lima ) hari.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengetahui sejauh mana
Instansi Instansi di jajaran Pemerintah Kota Medan, mengetahui
tentang

kode

klasifikasi

nomor

surat

sehingga

terlaksana

keseragaman kode kode surat di seluruh Instansi Instansi di


jajaran Pemerintah Kota Medan.
2. Out Come :
Penyelenggaraan

program

dan

kegiatan

urusan

arsip

selama

tahun 2006 berdampak kepada :


1.

Meningkatnya penataan, pemeliharaan dan penemuan kembali


arsip.

2.

Terbantunya temu balik arsip.

3.

Berkurangnya volume arsip.

4.

Tertatanya arsip yang semakin baik.

3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara


Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan arsip menjadi tugas
dan tanggung jawab Kantor Arsip Daerah Kota Medan, dengan
mengembangkan koordinasi kepada SKPD terkait.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-290

4) Profil Kepegawaian
NO

URAIAN

Jumlah Pegawai

Kualifikasi Pendidikan :

JUMLAH ( ORANG )
14

2.1 SD Sederajat

2.2 SLTA Sederajat

2.3 S1 Sederajat

Berdasarkan frofil kepegawaian tersebut diatas, maka salah satu


masalah penyelenggaraan urusan arsip di bidang Sumber Daya Manusia
(SDM) adalah masih kurangnya ketersediaan Aparatur yang memiliki
kualifikasi/penddikan di bidang kearsipan.
5) Alokasi Dana Dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan kearsipan selama
tahun
Rp

2006,

didukung

821.664.904,-

yang

oleh

alokasi

terdiri

dari

anggaran

belanja

sebesar

Belanja

Aparatur

sebesar

Rp 551.664.904,- dan Belanja Publik sebesar Rp 270.000.000,- dengan


realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp. 806.657.895,- atau terjadi
selisih (+/-) sebesar Rp 15.007.009,-.
6) Kondisi Sarana Prasarana Kerja
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan arsip, Kantor
Arsip Daerah Kota Medan dilengkapi oleh peralatan dan perlengkapan
kantor termasuk mobilair dan sarana dan prasarana perlengkapan
administrasi Kantor lainnya. Kendala yang paling dominan adalah kurang
memadainya prasarana dan sarana kerja yang dimiliki baik kualitas
maupun kuantitasnya.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-291

7) Permasalahan Dan Solusi


1) Permasalahan
Walaupun keluaran (output) dan hasil (outcome) yang dicapai
tahun 2006 cukup baik, namun penyelenggaraan urusan kearsipan
masih dihadapkan kepada berbagai masalah dan tantangan yang
kompleks. Ada 3 ( tiga ) permasalahan utama :
- Ruang arsip yang belum dapat menampung seluruh arsip yang
akan ditransfer

dari seluruh SKPD

ke Kantor Arsip Daerah

Kota Medan.
- Kurangnya tenaga/pegawai yang memiliki pendidikan yang
sesuai di bidang kearsipan.
- Perlunya

penggunaan

sistem

komputerisasi

dalam

mengakses arsip yang ada.


2. Solusi
- Gedung

arsip

yang

telah

menampung sepenuhnya

ada

sekarang

belum

mampu

arsip arsip yang ditransfer dari

Instansi di seluruh Pemerintah Kota Medan, sehingga terjadi


penumpukkan arsip - arsip yang dapat merusak nilai arsip.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kantor Arsip Daerah Kota Medan
telah melaksanakan Jadwal Retensi Arsip (Penyusutan) pada
tahun 2006.
- Kurangnya tenaga/pegawai yang memiliki pendidikan yang sesuai
di bidang kearsipan, sehingga pegawai yang ditempatkan di
Kantor Arsip Daerah Kota Medan belum sepenuhnya mampu
menghasilkan Fungsional Arsiparis. Untuk mengatasi hal tersebut
di atas perlunya :
1. Meningkatkan mutu pendidikan di bidang kearsipan.
2. Perlunya mengirimkan Pegawai untuk mengikuti kursus atau
pelatihan kearsipan ke Jakarta.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-292

- Perlunya penggunaan sistem komputerisasi dalam mengakses


arsip yang ada. Sampai saat ini Kantor Arsip Daerah Kota Medan
dalam mengelola kearsipan masih menggunakan pola tradisional
yaitu dengan menyimpan berkas, sistem ini tidak relevan lagi
untuk kondisi sekarang. Bagi lembaga kearsipan penggunaan
sistem komputerisasi sudah merupakan kebutuhan yang sangat
mendesak. Untuk mengatasi hal tersebut di atas perlu memiliki
SISTEM INFORMASI MANAJEMET KEARSIPAN (SIMAS).

22. KOMUNIKASI DAN INFORMASI


22.1. Fungsi Informasi dan Komunikasi
1)

Program Dan Kegiatan


Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, di

bidang Komunikasi dan Informatika yang terdiri dari fungsi Informasi


Komunikasi dan Pengolahan Data Elektronik, ditetapkan program dan
kegiatan pokok selama tahun 2006 sebagai berikut :
a. Program peningkatan sarana dan prasarana kantor.
1. Pengadaan barang inventaris dan pengadaan barang dan Jasa.
b. Program Peningkatan Penggunaan Tehnologi Informasi
1. Updating tampilan dan data homepage Pemko Medan.
2. Perawatan komputer Client dan jaringan LAN Pemko Medan.
3. Perawatan CCTV Sekretariat Pemko Medan.
4. Peningkatan

SDM

di

bidang tehnologi

informasi

(pelatihan

komputer).
c. Program Peningkatan Penyediaan Data Internal Dan Eksternal
Pemko Medan
1. Pengumpulan data informasi internal dan eksternal Pemko Medan
d. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan Dan Evaluasi
1. Penyusunan

Renstra

Dinas

Infokom

dan

PDE

Kota

Medan

tahun 2006-2010.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-293

2. Penyusunan Renja Dinas Infokom dan PDE Kota Medan, dan RASK.
3. Penyusunan LAKIP, Evaluasi dan Laporan Dinas Infokom dan PDE
Kota Medan.
e. Program Peningkatan Penyelenggaraan Komunikasi Dan Informasi
1. Pembuatan Tabloid Vista Medan dan pencetakan boklet, leaflet,
poster dan brosur.
2. Sosialisasi dan publikasi melalui Radio dan Telavisi.
e. Program Peningkatan Intensifikasi Dan Ekstensifikasi Penggalian
Potensi Penerimaan Daerah.
1. Pembinaan perfilman sebagai objek PAD
f. Program Peningkatan Sosialisasi Informasi Dan Komunikasi Sosial
1. Sosialisasi informasi melalui spanduk dan baliho.
2. Sosialisasi informasi melalui mobil informasi keliling.
3. Sosialisasi informasi malalui pemutaran film layar tancap.
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan komunikasi
dan informatika selama tahun 2006 menghasilkan output (keluaran) dan
hasil (outcome) sebagai berikut :
1. Tersedianya barang inventaris sebanyak 19 jenis barang ditambah
40 pasang pakaian olah raga aparatur.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk melengkapi sarana kerja dan
penyediaan pakaian olah raga aparatur.
2. Terlaksananya

program

peningkatan

penggunaan

tehnologi

informasi :
a. Terlaksananya kegiatan Updating tampilan dan data homepage
Pemko Medan seperti desain grafis, update data, Animasi, Image,
Tampilan content menu-menu dan lain lain.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyediakan informasi dan
data umum yang up to date bagi kebutuhan Pemerintah dan
masyarakat melalui akses internet.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-294

b. Terlaksananya kegiatan perawatan 4 komputer Client dan jaringan


LAN Pemko 1 ( satu ) paket kegiatan.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk memfungsikan komputer client
dan jaringan LAN Pemko Medan yang sebelumnya mendapat
gangguan kerusakan sehingga dapat berfungsi dengan baik
kembali.
c. Terlaksananya kegiatan perawatan CCTV Sekretariat Pemko Medan
dalam satu paket kegiatan.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk memfungsikan beberapa
bagian dan jaringan CCTV sekretariat Kantor Walikota Medan yang
sebelummya mendapat gangguan kerusakan sehingga dapat
berfungsi dengan baik kembali.
d. Terlaksananya

pelatihan

komputer

Bagi

60

orang

PNS

Pemko Medan.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyediakan tambahan tenaga
operator yang mampu mengoperasikan komputer di Lingkungan
Pemko Medan.
3. Tersedianya data internal dan eksternal Pemko Medan
Terlaksananya

pengumpulan

data

dan

informasi

internal

dan

eksternal Pemko Medan (1 paket dokumen data).


Kegiatan survey

pengumpulan data dan informasi internal dan

eksternal Pemko Medan ini dilaksanakan

untuk menyediakan data

umum bagi Pemerintah dan masyarakat sebagai bahan perencanaan,


bahan kajian dan penelitian.
4. Terlaksananya

program

peningkatan

kualitas

perencanaan

dan

evaluasi.
a. Tersusunnya Renstra Dinas Infokom dan PDE Kota Medan
2006-2010 (1 paket dokumen Renstra).
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung perencanaan 5 (lima)
tahunan Dinas Infokom dan PDE Kota Medan sebagai acuan
penyusunan program tahunan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-295

b. Tersusunnya Renja Dinas Infokom dan PDE Kota Medan, dan RASK,
(1 paket dokumen Renja).
Kegiatan

ini

dilaksanakan

untuk

menyediakan

dokumen

perencanaan sebagai acuan program dan kegiatan APBD Dinas


Infokom dan PDE Kota Medan tahun 2007.
c. Tersusunnya LAKIP, Evaluasi dan Laporan Dinas Infokom dan PDE
Kota Medan (1 paket dokumen LAKIP). Kegiatan ini dilaksanakan
untuk mengevaluasi program dan kegiatan Dinas Infokom dan PDE
Kota Medan, selama tahun 2006.
5. Terlaksananya program peningkatan penyelenggaraan komunikasi dan
informasi.
a. Terlaksananya penerbitan Tabloid Vista Medan dan pencetakan
boklet, leaflet, poster

dan brosur, serta pengadaan peralatan

pendukung kegiatan Tabloid Vista :


-

Tabloid Vista : 18.000 examplar setahun (1.500 exp/bulan).

Leaflet

: 2.000 lbr

Brosur

: 120 rim.

Handycam / camera digital

: 2 unit

Casette Rekaman

: 40 buah

Kegiatan ini dilaksanakan untuk penyediaan sarana pendukung


sosialisasi dan penyebaran luasan informasi kegiatan - kegiatan
pembangunan serta kebijakan Pemko Medan kepada masyarakat.
b. Terlaksananya kegiatan sosialisasi dan publikasi melalui Radio dan
Telavisi :
- RRI

: 3 kali kegiatan

- TVRI

: 5 kali kegiatan

- Radio Prapanca group

: 5 kali kegiatan

- Radio swasta lainnya

: 105 kali kegiatan

- Deli TV

: 10 kegiatan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-296

Kegiatan

ini

dilaksanakan

untuk

mensosialisasikan

kegiatan

pembangunan dan kebijakan Pemko Medan kepada masayarakat


6. Terlaksananya program peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi
penggalian potensi penerimaan daerah.
a. Terlaksananya pembinaan perfilman sebagai objek PAD kepada
pengusaha toko VCD dan bioskop di Kota Medan.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung pencapaian target
PAD Pemko Medan pada sektor Retribusi Izin Usaha Perfilman
sebesar Rp. 24.000.000,7. Terlaksananya

program

peningkatan

sosialisasi

informasi

dan

komunikasi sosial.
a. Terlaksananya kegiatan sosialisasi informasi melalui spanduk dan
baliho:
- Spanduk

: 325 lembar.

- Baliho

: 4 lembar/unit

Kegiatan

ini

dilaksanakan

untuk

mensosialisasikan

kegiatan

kegiatan Pemko Medan dan hari hari besar di Kota Medan kepada
masyarakat.
b. Terlaksananya

kegiatan

Sosialisasi

informasi

melalui

mobil

informasi keliling sebanyak 144 kali kegiatan.


Kegiatan

ini

dilaksanakan

untuk

mensosialisasikan

kegiatan

kegiatan Pemko Medan dan hari hari besar di Kota Medan kepada
masyarakat.
c. Terlaksananya kegiatan sosialisasi informasi malalui pemutaran
film layar tancap sebanyak 10 kali kegiatan .
Kegiatan

ini

dilaksanakan

untuk

mensosialisasikan

kegiatan

kegiatan Pemko Medan dan hari hari besar di Kota Medan kepada
masyarakat melalui hiburan pemutaran film layar tancap.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-297

3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara


Secara organisatoris,

penyelenggaraan urusan komunikasi dan

informatika menjadi tugas dan tanggung jawab Dinas Informasi


Komunikasi dan Pengolahan Data Elektronik Kota Medan, dengan
mengembangkan koordinasi kepada SKPD terkait lainnya.
4) Profil Kepegawaian
NO

URAIAN

Jumlah Pegawai

Kualifikasi Pendidikan :

JUMLAH (ORANG)

2.1. SMP Sederajat


2.2. SLTA Sederajat
2.3. D1, D2, D3 Sederajat
2.4. S1 Sederajat
2.5. S2 Sederajat
Pangkat / Golongan :
3.1. Gol. II
3.2. Gol. III
3.3. Gol. IV
Jumlah pejabat struktural

39
2
5
3
25
4
14
25
10
23

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut diatas, maka salah satu


masalah penyelenggaraan urusan Komunikasi dan Informatika pada Dinas
Informasi Komunikasi dan Pengolahan Data Elektronik Kota Medan,
dibidang SDM adalah masih kurangnya ketersediaan aparatur yang
memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan tupoksi Dinas Informasi
Komunikasi dan Pengolahan Data Elektronik Kota Medan seperti :
1. Pendidikan komputer seperti programer dan teknisi (tehnologi
informasi).
2. Pendidikan ilmu komunikasi.
3. Beberapa orang staf pendidikan SLTA sederajat

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-298

5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran


Pelaksanaan program dan kegiatan urusan Komunikasi dan
Informasi selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran belanja
sebesar Rp 3.373.464.053,- yang terdiri dari Belanja Aparatur sebesar
Rp 1.725.855.053,- dan Belanja Publik sebesar Rp 1.647.609.000,dengan realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp 3.018.222.688,- atau
terjadi selisih (+/-) sebesar Rp 355.241.365,6) Kondisi Sarana Dan Prasarana Kerja
Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan Komunikasi
dan Informatika, Dinas Informasi Komunikasi dan Pengolahan Data
Elektronik Kota Medan dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan
kantor termasuk mobilair dan sarana prasarana pelayanan administrasi
kantor lainnya. Kendala yang paling menonjol adalah :
1.

Dinas Informasi Komunikasi dan Pengolahan Data Elektronik Kota


Medan saat ini hanya memiliki satu unit mobil informasi keliling eks
Deppen Kodya Medan yang cukup tua.

2.

Peralatan meja dan mobeiliur lainnya untuk kegiatan pengembangan


komunikasi dan informasi serta kegiatan komunikasi sosial masih
memakai meja dan mobilair eks Deppen Kodya Medan yang sebagian
besar tidak layak pakai.

3.

Pendukung

kerja

kegiatan

informatika

dan

pengolahan

data

elektronik seperti komputer, printer, jaringan dan lain-lain masih


belum memadai untuk mewujudkan visi e.Gov.2010.
7) Permasalahan Dan Solusi
Berbagai keluaran (output) dan hasil (outcome) yang dicapai oleh
Dinas Informasi Komunikasi dan Pengolahan Data Elektronik Kota Medan
selama tahun 2006 relatif lebih baik. Namun penyelenggaraan urusan
bidang informasi dan komunikasi masih dihadapkan kepada berbagai
masalah dan tantangan, seperti:
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-299

1. Kurangnya Sumber Daya Manusia yang berkualitas di bidang IT.


2. Infrastruktur sistem informasi yang belum memadai.
3. Sarana mobil informasi keliling yang sangat terbatas.
4. Stasiun

Radio

milik

Pemko

Medan

yang

lama

belum

dapat

dioperasikan.
5. Tumpang tindihnya kegiatan informasi pada bebarapa SKPD.
(1). Kurangnya Sumber Daya Manusia yang berkualitas
Dalam melaksanakan kegiatan di bidang sistem informasi dibutuhkan
Sumber Daya Manusia yang berlatar belakang pendidikan di bidang
teknologi informatika dan sarjana komunikasi. Hal ini dimaksudkan
untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan sistim Informasi.
Dalam rekruitmen PNS diharapkan dapat tempatkan calon-calon
Pegawai pada Dinas Informasi Komunikasi dan Pengolahan Data
Elektronik sesuai dengan bidang yang dibutuhkan.
Begitu juga halnya dengan peningkatan kapasitas dan kapabilitas
PNS Dinas Informasi Komunikasi dan Pengolahan Data Elektronik Kota
Medan, agar lebih menguasai teknologi informatika, masih minimnya
pengiriman pegawai untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan
ataupun tugas belajar.
(2). Infrastruktur sistim informasi yang belum memadai, karena sarana
dan prasarana sangat minim dan terbatas, sistim online antara
Kecamatan dan SKPD belum dapat direalisasikan, sehingga

akses

dan pemerataan informasi belum dapat diterima masyarakat secara


maksimal.
(3). Saat ini Dinas Informasi Komunikasi dan Pengolahan Data Elektronik
Kota Medan hanya memiliki 1 (satu) buah mobil informasi keliling
eks Deppen Kodya Medan yang cukup tua, hal ini menyebabkan
pemerataan

penyebaran

informasi

kepada

masyarakat

sangat

terbatas, apalagi jika dilihat luasnya Kota Medan dengan jumlah

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-300

Kecamatan, Kelurahan dan Lingkungan,

menyebabkan informasi

tidak dapat menjangkau masyarakat secara maksimal.


(4). Sebagai Kota Metropolitan yang Modern, Kota Medan sudah saatnya
memiliki stasiun pemancar Radio milik Pemko Medan. Alangkah
baiknya jika Radio Pemko Medan yang pernah beroperasi dan
mengudara dapat dihidupkan kembali, sehingga mampu memantau
permasalahan permasalahan kota seperti diantaranya hambatan dan
gangguan lalu lintas, dengan mengudaranya

Radio Pemko Medan

hambatan tersebut dapat teratasi melalui mobil stasiun pemancar


radio keliling.
(5). Tumpang tindihnya kegiatan informasi pada bebarapa SKPD.
Pelaksanaan kegiatan yang seharusnya dilaksanakan oleh Dinas
Informasi Komunikasi dan Pengolahan Data Elektronik Kota Medan,
ada kalanya dilaksanakan oleh Instansi lain. Seperti halnya dalam
pembangunan Infrastruktur sistim informasi di lingkungan Pemko
Medan masih belum terintegrasi, dimana masing-masing satuan kerja
dapat membangunnya secara terpisah. Hal ini menjadi kendala bagi
Dinas Informasi Komunikasi dan Pengolahan Data Elektronik Kota
Medan, dalam mewujudkan sebuah sistem informasi yang terpadu
dan terkoneksi pada setiap satuan-satuan kerja, sehingga sistem
informasi belum berjalan dengan baik seperti yang diharapkan,
demikian juga dengan kegiatan-kegiatan lain masih dilaksanakan
oleh SKPD masing-masing. Kegiatan tersebut sebaiknya dilaksanakan
oleh Dinas Informasi Komunikasi dan Pengolahan Data Elektronik
Kota Medan seperti penyebaran informasi dan sosialisasi- sosialisasi
kegiatan maupun kebijakan lainnya

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-301

B. URUSAN PILIHAN
1. PERTANIAN
1.1. Fungsi Pertanian
1) Program Dan Kegiatan
Dalam rangka penyelenggaraan urusan Pemerintahan Daerah di
bidang Pertanian yang terdiri dari fungsi pembinaan/pengawasan dan
fungsi penyuluhan pertanian/peternakan, ditetapkan program dan
kegiatan pokok selama tahun 2006 sebagai berikut :
a. Program Pelayanan Administrasi Umum Pemerintahan
1. Belanja Administrasi Umum
b. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani/Peternak
1. Up-grading aparatur dan masyarakat petani/peternak tentang
agribisnis pertanian/peternakan perkotaan
2. penyusunan data base pertanian/peternakan, monitoring dan
evaluasi program/kegiatan tahun 2006
c. Program Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Penyusunan Renja dan Renstra Dinas Pertanian
d. Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur
1. Penyusunan LAKIP
e. Program Pengembangan Agribisnis
1. Expo agribisnis pertanian/peternakan melalui pameran PRSU,
bursa tanaman hias, produk pertanian/peternakan tahun 2006.
2. Dukungan pengembangan kawasan agribisnis dan pembinaan
organisme pengganggu tanaman (OPT).
3. Penghijauan tanaman produktif.
4. Pengembangan

sarana

dan

prasarana

kelembagaan

perbenihan/pembibitan dan penyuluhan pertanian.


5. Pemberdayaan masyarakat PT.P2WKSS Kel. Percontohan PKK dan
Kel. Percontohan sepanjang jalan menuju Lokasi Wisata.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-302

6. Operasional

pengembangan

sarana/prasarana

perbenihan,

Pembibitan dan Penyuluhan Pertanian .


f. Program Peningkatan Ketahanan Pangan
1. Operasional laboratorium (Mutu/Kesmavet)/Klinik Hewan
2. Pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan
yang bersifat zoonosis (flu burung, rabies dll) dan eksotik
(penyakit mulut dan kuku) serta pengawasan peredaran komoditi
pertanian/peternakan
3. Program aksi kelurahan mandiri pangan
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan pertanian
selama tahun 2006 menghasilkan output (keluaran) dan hasil (outcomes)
sebagai berikut :
1. Terselenggaranya

Up-Grading

Aparatur

dan

Masyarakat

Petani/Peternak selama 5 hari dengan 50 peserta tentang Agribisnis


Pertanian/Peternakan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan
SDM Aparatur dan masyarakat.
2. Tersedianya
50

buku

Exemplar

Data

sebagai

Base

sumber

Pertanian/Peternakan
informasi

sebanyak

pertanian/peternakan

Kota Medan.
3. Tersusunnya Renja SKPD Pertanian Tahun 2007 dan Renstra SKPD
Pertanian Kota Medan Tahun 2006 - 2010.
4. Tersusunnya LAKIP Dinas Pertanian Kota Medan tahun 2005 sebanyak
50 Exemplar.
5. Terselenggaranya
Pameran

PRSU

Expo
selama

Agribisnis
30

hari,

Pertanian/Peternakan
Bursa

Tanaman

melalui

Hias/Produk

Pertanian/Peternakan selama 30 hari. Kegiatan ini dimaksudkan


untuk meningkatkan kesempatan bagi petani/peternak Kota Medan
untuk mempromosikan produk local, koleksi dan melakukan transaksi
pasar keluar daerah. Selain itu,

promosi produk pertanian/

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-303

peternakan tersebut juga diharapkan menjadi wadah informasi


tentang trend produk pertanian/peternakan.
6. Terlaksananya pembuatan bokashi 4 unit, tricoderma 4 unit, biveria
4 unit, pestisida nabati 4 unit dan percontohan demplot sayuran
organik 1 paket. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung
pengembangan kawasan agibisnis dan pembinaan masyarakat tentang
organisme pengganggu tanaman.
7. Terlaksananya
penghijauan

pengadaan
sebanyak

bibit

7.500

tanaman
pohon

dan

tanaman

sarana

untuk

buah-buahan

di 21 Kecamatan antara lain terdiri dari pohon mangga, melinjo,


jambu bol, asam gelugur, sirsak dan alpokat serta sarana penghijauan
seperti pupuk anorganik, pupuk kandang, pestisida, lanjaran bamboo
dan cangkul. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung
penataan/pelestarian

lingkungan

dengan

penghijauan

tanaman

produktif.
8. Tersedianya

sarana/prasarana kebun bibit, BPP Binjai Amplas dan

BPP Tanjung Gusta seperti

laboratorium Kultur Jaringan, gudang,

rumah jaga, Screen House, pagar kebun bibit, Con Block, rehabilitasi
rumah kaca, gedung BPP Binjai Amplas, gedung BPP Tanjung Gusta
dan tersedianya sarana/prasarana kebun bibit, BPP Binjai Amplas dan
BPP Tanjung Gusta serta tersedianya bahan-bahan Kultur Jaringan,
mobilier aula kebun bibit, sarana produksi hortikultura, mobilier BPP
Binjai Amplas dan BPP Tanjung Gusta, kendaraan roda dua 13 unit.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penyediaan bibit tanaman
unggul melalui teknologi kultur jaringan sehingga kebutuhan bibit
tanaman khususnya tanaman hias tidak tergantung produk import
disamping sebagai wadah edukasi teknologi perbanyakan bibit.
9. Terlaksananya

pemberdayaan

masyarakat

PT.P2WKSS,

Kel. Percontohan PKK, Kel. Percontohan PKK Kelurahan sepanjang


jalan protokol dengan masing-masing peserta kegiatan sebanyak 35

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-304

orang selama 3 hari, dan pembinaan selama 12 bulan. Kegiatan ini


dilaksanakan dalam rangka meningkatkan SDM masyarakat khususnya
ibu-ibu rumah tangga dalam pemanfaatan lahan pekarangan guna
menambah pendapatan keluarga.
10. Terlaksananya survey pembangunan dan rehabilitasi sarana dan
prasarana,

serta

pengawasan

pelaksanaan

pembangunan

dan

rehabilitasi di kebun bibit Amplas, BPP Binjai Amplas dan BPP


Tanjung Gusta.
11. Terlaksananya

pengambilan

dan

pemeriksaan

sample

produk/komoditi pertanian/peternakan sebanyak 960 sampel meliputi


sample bahan asal hewan (daging), hasil bahan asal hewan (nugget,
bakso, sosis), susu, telur, buah-buahan dan sayur-sayuran sehingga
dapat dimonitor kemungkinan adanya pencemaran, residu, pemalsuan
dan kelayakan konsumsi guna mendukung terwujudnya jaminan
keamanan pangan dan perlindungan konsumen serta ketentraman
batin masyarakat.
12. Tersedianya bahan obat-obatan, alat peraga dan sarana pencegahan,
pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan yang bersifat
Zoonosis, terdiri dari vaksin Avian Influenza 90.000 dosis, suplemen
untuk ternak unggas 1.000 sachet, obat-obatan klinik 1 paket, vaksin
rabies 1.500 dosis, desinfeksi 500 botol, masker 25 box, tutup kepala
25 box, sarung tangan 25 box, termos es 10 unit, alat-alat klinik
1 paket, Needle stainless steel 10 box, vitamin untuk petugas
1 paket, brosur pertanian/peternakan 6 jenis, form laporan situasi
penyakit hewan menular 1 paket, spanduk 21 buah. Kegiatan ini
dilaksanakan dalam rangka : (1) pencegahan, pemberantasan dan
penanggulangan

penyakit

hewan

menular

bersifat

zoonosis

(flu burung dan rabies), (2) menurunkan jumlah kasus positif rabies
pada hewan kesayangan, (3) menurunkan kasus positif flu burung
pada ternak unggas melalui vaksinasi dan desinfeksi dengan harapan
pencegahan penularan pada manusia.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-305

13. Terselenggaranya program Aksi Mandiri Pangan melalui pemberian


bantuan langsung

kepada 2 kelompok tani afinitas berupa bibit

ternak di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan dan Kelurahan


Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan. Kegiatan ini dilaksanakan
dalam rangka peningkatan kesejahteraan petani.
Penyelenggaraan program dan kegiatan urusan pertanian selama
tahun 2006, diperkirakan berdampak kepada:
1. Meningkatnya kualitas SDM Aparatur, yang tadinya hanya menguasai
1 (satu) disiplin ilmu pertanian atau peternakan (monopallen)
menjadi menguasai lebih dari 1 disiplin ilmu (polypallen), hal ini
telah mendorong meningkatnya

pelayanan teknis pertanian/

peternakan.
2. Meningkatnya peserta Expo Agribisnis 58,82% dari 34 peserta tahun
2005 menjadi 54 peserta tahun 2006 dan meningkatnya pendapatan
peserta 62,54% dari Rp 768.722.000,-

tahun 2005 menjadi

Rp 1.249.500.000,- tahun 2006.


3. Meningkatnya pemakaian pestisida organic di kawasan agribisnis
Marelan sehingga mengurangi pemakaian pestisida kimia.
4. Meningkatnya penghijauan melalui

tanaman produktif, dengan

tambahan 7.500 pohon di 21 Kecamatan se-Kota Medan.


5. Meningkatnya

sarana dan prasarana Laboratorium Kultur Jaringan

untuk mendukung operasional kebun bibit.


6. Meningkatnya pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman
produktif

berupa

sayuran,

toga

dan

buah-buahan,

terutama

di Kelurahan Percontohan PKK, Kel. P2WKSS, dan Kel. Percontohan.


7. Tercapainya target PAD sektor pertanian dalam tahun 2006 atau
sebesar

Rp.

252.669.000

(100,27%)

dari

target

PAD

sebesar

Rp. 251.980.000.8. Terhindarnya masyarakat dari kasus positif rabies, dan kasus positif
flu burung.
9. Meningkatnya diversifikasi usaha masyarakat di Kel. Mandiri Pangan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-306

3) Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara


Secara

organisatoris,

penyelenggaraan

urusan

pertanian/

peternakan menjadi tugas dan tanggung jawab Dinas Pertanian Kota


Medan, dengan mengembangkan koordinasi kepada SKPD terkait.
4) Profil Kepegawaian
NO
1.
2.

URAIAN
Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SLTA sederajat
2.2. D1, D2, D3 sederajat
2.3. S1 sederajat
2.4. S2 sederajat
Pangkat/Golongan :
3.1. Gol. II
3.2. Gol. III
3.3. Gol. IV
Jumlah Pejabat Struktural
Jumlah Pejabat Fungsional

3.

4.
5.

JUMLAH (ORANG)
78
24
8
41
5
10
60
8
27
13

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut di atas, maka salah satu


masalah penyelenggaraan urusan pertanian di bidang SDM adalah masih
kurangnya ketersediaan aparatur yang memiliki kualifikasi pendidikan di
bidang teknis kesehatan hewan (Dokter Hewan), di bidang teknis
peternakan (Ir. Peternakan dan SNAKMA) dan Akuntansi.
5) Alokasi Dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan pertanian selama
tahun
Rp

2006,

didukung

5.549.101.568,-

yang

oleh

alokasi

terdiri

dari

anggaran

belanja

sebesar

Belanja

Aparatur

sebesar

Rp 2.742.432.568,- dan Belanja Publik sebesar Rp 2.806.669.000,dengan realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp 5.363.064.276,- atau
terjadi selisih (+/-) sebesar 186.037.292,-. Selisih dana terjadi karena
alasan efisiensi anggaran dan efektifitas pelaksanaan program dan
kegiatan.
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-307

6) Kondisi Sarana Prasarana Kerja


Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan pertanian,
Dinas Pertanian Kota Medan, dilengkapi oleh peralatan dan perlengkapan
kantor termasuk mobilier dan sarana & prasarana pelayanan administrasi
kantor

lainnya.

Kendala

yang

paling

menonjol

adalah

kurang

memadainya sarana dan prasarana kerja yang dimiliki baik kualitas


maupun kuantitasnya.
7) Permasalahan Dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (output) dan hasil (outcome) yang
dicapai selama tahun 2006 cukup baik, namun penyelenggaraan urusan
pemerintahan di bidang pertanian, tetap masih dihadapkan kepada
berbagai masalah dan tantangan yang kompleks. Secara khusus
permasalahan pembangunan pertanian/peternakan di Kota Medan dapat
dikelompokkan sebagai berikut :
1. Keterbatasan Lahan untuk Kegiatan Pertanian/Peternakan
Pembangunan pertanian/peternakan dihadapkan kepada permasalahan
permintaan produk pertanian/peternakan yang semakin meningkat
dengan

meningkatnya

masyarakat,

jumlah

sementara

penduduk

kapasitas

dan

tingkat

pendapatan

alam

pertanian/

sumberdaya

peternakan terutama lahan dan air terbatas, bahkan semakin menurun.


Pada tahun 2003 luas lahan produktif (pekarangan, tegal/kebun dan
sawah) di Kota Medan diperkirakan masih ada sekitar 6.116 Ha, tetapi
pada tahun 2006 diperkirakan hanya tinggal 5.608 Ha.
2. Keterbatasan

Akses

Terhadap

Teknologi,

Permodalan

dan

Pemasaran
Akses petani/peternak terhadap teknologi, modal, informasi pasar dan
lahan sangat penting dalam peningkatan kinerja usaha tani. Beberapa
kendala dan permasalahan yang dihadapi antara lain :

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-308

Masih belum tersedianya paket teknologi sederhana yang dapat


digunakan petani/peternak guna memenuhi kebutuhan ketersediaan
bibit unggul.

Keterbatasan lahan untuk budidaya sehingga petani lebih banyak


berkecimpung di segmen pemasaran sebagai broker atau pengecer.

Belum tersedianya pasar tanaman hias (sentra tanaman hias) sehingga


sulit dalam pembinaan maupun promosi.

3. Keterbatasan Sarana Prasarana dan Proses Produksi


Seiring

dengan

meningkatnya

pendapatan

dan

kesadaran

masyarakat sehingga mendorong terjadinya pergeseran pola konsumsi,


maka perilaku untuk mengkonsumsi protein hewani khususnya daging
ayam cukup meningkat. Sementara kondisi sarana prasarana dan proses
produksi daging ayam di Tempat Pemotongan Ayam (TPA) yang tersebar
di pasar-pasar di 21 Kecamatan belum memenuhi persyaratan teknis
untuk menghasilkan daging yang ASUH (aman, sehat, utuh dan halal).
Oleh

karena

itu,

berbagai

solusi

sebagai

tindak

lanjut

pembangunan pertanian/peternakan pada masa yang akan datang perlu


mempertimbangkan kebijakan dan program sebagai berikut :
1. Meningkatkan pemanfaatan lahan tidur, lahan pekarangan dengan
adopsi teknologi pertanian perkotaan guna mendorong peningkatan
produksi dan diversifikasi produksi/konsumsi untuk mengurangi
ketergantungan import baik produk pangan maupun non pangan.
2. Meningkatan kualitas dan kuantitas SDM Aparatur dan Masyarakat
petani/peternak melalui pendidikan teknis formal dan informal
sehingga mampu membaca trend dan preferensi pasar
3. Meningkatkan akses terhadap permodalan melalui pengembangan
lembaga keuangan mikro dan pemberdayaan petani melalui pola
bantuan langsung masyarakat (BLM).
4. Meningkatkan sarana prasarana pemasaran tanaman hias melalui
penyediaan pasar tanaman hias.
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-309

5. meningkatkan pengembangan Rumah Pemotongan Ayam melalui


fasilitasi sarana prasarana sesuai persyaratan teknis.
6. Penyempurnaan manajemen pembangunan pertanian perkotaan.

1.2. Fungsi Perikanan dan Kelautan


1)

Program Dan Kegiatan


Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di

bidang Perikanan dan Kelautan, maka ditetapkan program dan


kegiatan pokok selama tahun 2006, sebagai berikut :
a. Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif Masyarakat Pesisir
1. Pembinaan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
b. Program Pengelolaan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan
1. Program Manajemen Mutu Terpadu
2. Intensifikasi budidaya ikan manfish
3. Penyusunan peta potensi pengelolaan kekayaan laut wilayah
pesisir Kota Medan
4. Penataan kawasan mangrove
5. Studi banding aplikasi zona penangkapan ikan.
c. Peningkatan Informasi dan Promosi Perikanan dan Kelautan
1. Promosi, Pameran Medan Fair, Hari Nusantara 2006.
d. Pengembangan SDM Aparatur, Nelayan, Pembudidaya Ikan dan
Pengolah Hasil Perikanan.
1. Pembinaan

dan

pelatihan

pada

kegiatan

pengolahan

hasil

perikanan warga P2WKSS.


2. Gerakan makan ikan
3. Pelatihan pengolahan ikan asin dan terasi
4. Pelatihan budidaya gurami dan lele dumbo
5. Penyusunan LAKIP

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-310

e. Pembangunan dan Pengadaan Sarana dan Prasarana Perikanan dan


Kelautan
1. Perawatan TPI dan pembelian sampan untuk nelayan.
2. Pembangunan sarana dan prasarana kantor bidang perikanan.
3. Operasional BBI
4. Rehabilitasi dan pengembangan Balai Benih Ikan dan Dana
Pendamping DAK
f. Peningkatan Pengawasan dan Penertiban Penangkapan Ikan Laut
1. Pengawasan penangkapan ikan
g. Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Penyusunan Renja tahun 2007.
2. Penyusunan Renstra SKPD 2006 2010.
h. Peningkatan Kualitas pelayan Publik
1. Peningkatan pendapatan publik
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran urusan perikanan
dan kelautan selama tahun 2006 menghasilkan out put (keluaran) dan
hasil (out come), sebagai berikut :
1. Terselenggaranya kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir
di 3 (tiga) Kecamatan yaitu Kecamatan Medan Belawan, Kecamatan
Medan Labuhan dan Kecamatan Medan Marelan. Kegiatan ini
diselenggarakan untuk meningkatkan upaya-upaya pemberdayaan
ekonomi masyarakat pesisir.
2. Terselenggaranya kegiatan program

manajemen mutu terpadu

(PMMT) bagi pengusaha pengolah hasil perikanan skala kecil dan


menengah. Kegiatan ini diikuti 15 orang pengusaha perikanan skala
kecil dan menengah.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-311

3. Terselenggaranya intensifikasi budidaya ikan manfish di Balai Benih


Ikan di Tuntungan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan
ketersediaan bahan budidaya ikan manfish yaitu akuarium 10 unit,
induk manfish 35 pasang, pakan, obat-obatan, alat-alat budidaya,
pompa 1 unit, biaya penerangan 6 bulan dan blower 1 unit.
4. Tersusunnya buku potensi pengelolaan kekayaan laut wilayah pesisir
Kota Medan.
5. Tersedianya profil kawasan mangrove Kota Medan.
6. Terlaksananya study banding aplikasi zona penangkapan ikan

ke

Indramayu, Jawa Barat. Kegiatan ini menghasilkan data dan informasi


aplikasi zona penangkapan ikan.
7. Terlaksananya promosi hasil perikanan dan kelautan, melalui
keikutsertaan dalam pameran Medan Fair, Hari Nusantara 2006.
8. Terselenggaranya diklat pengolahan hasil perikanan, diikuti 35 orang
anggota P2WKSS. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menambah
keterampilan anggota P2WKSS di bidang pengolahan hasil perikanan.
9. Tersosialisasinya gerakan makan ikan diikuti oleh 500 anak SD di
Kelurahan Namo Gajah dan lomba masak ikan yang diikuti oleh
21

Kecamatan

di

Kelurahan

Pekan

Labuhan.

Kegiatan

ini

dimaksudkan untuk merubah pola konsumsi pada usia anak-anak


sehingga mendorong peningkatan gizi dan kecerdasan anak usia
sekolah dasar.
10. Terlaksananya pelatihan pengolahan ikan asin dan terasi yang diikuti
oleh 20 orang di Kelurahan Nelayan Indah. Kegiatan ini dilaksanakan
untuk meningkatkan keterampilan anggota kelompok pengolahan ikan
asin dan terasi.
11. Terlaksananya pelatihan budidaya gurami dan lele dumbo, diikuti
oleh 20 orang di Kelurahan Ladang Bambu. Kegiatan ini dilaksanakan
untuk

meningkatan

keterampilan

anggota

kelompok

dalam

membudidayakan ikan gurami dan lele dumbo.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-312

12. Terawatnya TPI yang didukung ketersediaan sampan sebanyak 10 unit


untuk nelayan, pengadaan sarana pemasaran sebanyak 20 unit.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan fungsi TPI.
13. Meningkatnya

sarana dan prasarana kantor Dinas Perikanan dan

Kelautan Kota Medan, dengan tersedianya laptop sebanyak 2 (dua)


unit, infocus 1 (unit), dan lemari arsip sebanyak 2 unit. Kegiatan ini
telah menambah sarana dan prasarana

kerja untuk mendukung

fungsi fungsi perikanan/kelautan.


14. Tersedianya sarana operasional Balai Benih Ikan di BBI Tuntungan.
15. Terlaksananya rehabilitasi dan pengembangan balai benih Ikan di
Kecamatan Medan Tuntungan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk
mengoptimalkan fungsinya BBI.
16. Beroperasinya 1 (satu) unit kapal patroli, terlaksananya perawatan
kapal patroli selama 1 (satu) tahun, dan terlaksananya koordinasi
samsat dan pembinaan siswasmas daerah pesisir.
Penyelenggaraan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan
bidang perikanan dan kelautan selama tahun 2006, berdampak kepada :
1. Meningkatnya produktivitas masyarakat perikanan dan kelautan,
sehingga meningkatkan pendapatan keluarga.
2. Meningatnya fungsi Balai Benih Ikan di BBI Tuntungan, sehingga
mendorong peningkatan usaha budidaya ikan tawar.
3)

Satuan Kerja Perangkat Daerah Penyelenggara


Secara organisatoris,

penyelenggaraan urusan pemerintahan

daerah di bidang perikanan dan kelautan menjadi tugas dan tanggung


jawab

Dinas

Perikanan

dan

Kelautan

mengembangkan koordinasi kepada

Kota

Medan,

dengan

SKPD yang terkait (Kelurahan,

Kecamatan, Dinas Perkim, Bagian Penram, dan Bagian Keuangan),


termasuk instansi teknis vertikal lainnya.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-313

4) Profil Pegawai
NO
URAIAN
1. Jumlah Pegawai
2. Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SD Sederajat
2.2. SMP Sederajat
2.3. SLTA Sederajat
2.4. D1, D2, D3 Sederajat
2.5. S1 Sederajat
2.6. S2 Sederajat
3. Pangkat/Golongan
3.1. Gol. I
3.2. Gol. II
3.3. Gol. III
3.4. Gol. IV
4. Jumlah Pejabat Struktural
5. Jumlah Pejabat Fungsional

JUMLAH (ORANG)
39
0
0
12
1
25
1
0
1
33
5
25
0

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut di atas, maka salah satu


masalah penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang perikanan dan
kelautan di bidang SDM adalah masih kurangnya ketersediaan aparatur
yang memiliki kualifikasi pendidikan di bidang akuntansi, dan perikanan
dan kelautan.
5)

Alokasi Dan Realisasi Anggaran


Pelaksanaan program dan kegiatan urusan perikanan dan kelautan

selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran belanja sebesar


Rp

3.908.371.510,-

yang

terdiri

dari

Belanja

Aparatur

sebesar

Rp 2.927.852.299,- dan Belanja Publik sebesar Rp 980.519.211,- dengan


realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp 3.820.341.956,- atau terjadi
selisih (+/-) sebesar Rp 88.029.554,-

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-314

6)

Kondisi Sarana Dan Prasarana Kerja


Dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan pemerintahan

daerah di bidang perikanan dan kelautan, Dinas Perikanan dan Kelautan


Kota Medan dilengkapi oleh peralatan dan pelengkapan kantor termasuk
mobilair dan sarana dan prasaran pelayan administrasi kantor lainnya.
Kendala yang paling menonjol adalah kurang memadainya prasarana dan
sarana kerja yang dimiliki baik kualitas maupun kuantitasnya.
7) Permasalahan Dan Solusi
Ada 4 (empat) permasalahan pokok yang dihadapi dalam
pembangunan di bidang perikanan dan kelautan, yaitu :
1. Kualitas maupun kuantitas sarana dan prasarana perikanan tangkap,
budidaya dan pengolahan yang belum memadai termasuk dukungan
pengembangan teknologi yang masih sangat minim baik pada
perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan, sehingga kurang
mendukung peningkatan produktifitas usaha perikanan tangkap,
budidaya dan pengolahan hasil perikanan.
2. Akses masyarakat untuk penguatan permodalan sampai saat ini masih
sangat terbatas.
3. Sikap kewirausahaan masyarakat pesisir masih relatif rendah, yang
mengakibatkan produktivitas usaha juga masih rendah.
4. Terjadinya degradasi fisik wilayah perairan laut akibat pencemaran
limbah

industri

maupun

rumah

tangga,

yang

mengakibatkan

penurunan produktifitas di daerah perairan sekitar pantai.


Untuk menghadapi tantangan pembangunan khususnya di bidang
perikanan

dan

kelautan

pada

masa

yang

akan

datang

perlu

mempertimbangkan kebijakan dan program sebagai berikut :


1. Meningkatkan penerapan teknologi yang up to date, baik untuk
perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan hasil perikanan, seperti
penerapan aplikasi fishing ground kepada nelayan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-315

2. Mempermudah akses permodalan melalui pinjaman lunak melalui


dukungan pihak bank atau sejenisnya, dengan syarat-syarat yang
mudah kepada masyarakat perikanan dan kelautan.
3. Meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana perikanan dan
kelautan yang memadai sebagai dukungan terhadap usaha masyarakat
bidang perikanan dan kelautan, sehingga mampu memaksimalkan
produksi baik perikanan tangkap, budidaya maupun pengolahan hasil
perikanan.
4. Meningkatkan mutu SDM masyarakat perikanan dan kelautan melalui
pendidikan dan pelatihan yang bertujuan menambah keterampilan
dan wawasan usaha di bidang perikanan/kelautan.

1.3. Fungsi Perindustrian Dan Perdagangan


1)

Program Dan Kegiatan


Dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di

bidang Perindustrian dan Perdagangan ditetapkan program dan


kegiatan pokok selama tahun 2006 sebagai berikut :
a. Pemberdayaan Usaha Skala Mikro
1. Pelatihan peningkatan keterampilan industri kecil PTP2WKSS
2. Pelatihan pengembangan industri kecil rumah tangga.
3. Pelatihan peningkatan desain bordir untuk pakaian jadi.
b. Peningkatan Produktivitas Industri dan Perdagangan
1. Pembinaan UKM melalui GKM dalam rangka mengikuti konvensi
nasional dan regional.
2. Study banding ke Jawa Timur (Sidoarjo) bagi pengusaha kerupuk.
3. Pelatihan/penyuluhan manajemen ekspor bagi UKM
c. Pengamanan Perdagangan dan Perlindungan Konsumen
1. Monitoring harga kebutuhan sehari hari dan stock barang.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-316

d. Peningkatan Ketahanan Pangan


1. Monitoring peredaran garam non yodium.
2. Monitoring dan pengawasan makanan dan minuman kadaluarsa.
3. Sosialisasi UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
4. Pelaksanaan Pasar Rakyat dalam rangka menyambut hari besar
keagamaan.
e. Dukungan Perkuatan UKMK dan Pengembangan Pemasaran
1. Bantuan alat dan pembuatan kemasan barang barang industri
f. Peningkatan Kualitas Perencanaan
1. Penyusunan Renstra Tahun 2006 2011
g. Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur
1. Penyusunan LAKIP Dinas Perindag TA 2005
h. Peningkatan Kapasitas Daerah
1. Inventaris dan Perpindahan Kantor.
2. Intensitikasi dan Ekstensifikasi
2) Pencapaian Program Dan Kegiatan
Pelaksanaan kebijakan, program, kegiatan dan penganggaran di
bidang industri dan perdagangan selama tahun 2006 menghasilkan output
(keluaran) dan hasil sebagai berikut :
1. Terlaksananya monitoring harga kebutuhan sehari hari dan stock
barang di 20 Pasar Tradisional. Kegiatan ini dilakukan untuk
memonitor dan mencatat harga barang barang kebutuhan pokok
(sembako) dan stock barang, guna menjaga stabilitas harga.
2. Terlaksananya monitoring peredaran garam non jodium di 20 Pasar
Tradisional.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengawasi kemungkinan perdagangan
dan peredaran garam non jodium di pasar.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-317

3. Terlaksananya monitoring dan pengawasan makanan dan minuman


kadaluarsa.
Kegiatan ini dilakukan untuk meminimalisr peredaran barang - barang
kadaluarsa di 20 Pasar Tradisional dan Pasar Modern.
4. Terlaksananya sosialisasi UU No. 8 Thn 1999 tentang perlindungan
konsumen kepada 50 orang peserta. Peserta sosialisasi terdiri dari
konsumen, produsen, BUMN / BUMD. Melalui kegiatan ini diharapkan
konsumen dapat mengetahui hak haknya sehingga konsumen
terlindungi.
5. Terlaksananya Pasar Rakyat untuk menyambut hari besar keagamaan
yaitu :
-

Pasar Rakyat menyambut Idul Fitri, dilaksanakan di 100 titik pada


21 Kecamatan.

Pasar Rakyat menyambut Natal & Tahun Baru, dilaksanakan

di

25 titik pada 19 Kecamatan.


Melalui kegiatan ini, masyarakat ekonomi lemah dapat memenuhi
kebutuhannya pada saat hari hari besar keagamaan, sekaligus
menjadi instrumen menekan gejolak harga di pasar.
6. Terlaksananya pelatihan peningkatan keterampilan industri kecil di
Kelurahan PTP2WKSS.
Kegiatan pelatihan ini berupa pelatihan kerajinan sulaman bordir
diikuti 35 orang ibu-ibu warga binaan PKK. Kegiatan ini dimaksudkan
untuk meningkatkan SDM warga binaan untuk mendorong munculnya
wirausahawan baru di bidang sulaman bordir.
7. Terselenggaranya pelatihan pengembangan industri kecil rumah
tangga.
Kegiatan ini dilaksanakan di sentra IK dalam 5 angkatan, dengan
peserta tiap angkatan sebanyak 30 orang.

Kegiatan ini bertujuan

untuk mengembangkan UKM yang ada di Sentra IK, sehingga


diharapkan dapat menjadi pengusaha yang tangguh.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-318

8. Terselenggaranya pelatihan peningkatan desain bordir untuk pakaian


jadi diikuti 35 orang peserta yang berasal dari kelompok usaha IK/
IRT sulaman border, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan
mengembangkan motif dan corak desain border agar lebih variatif
sehingga mampu bersaing di pasar.
9. Terselenggaranya pembinaan UKM melalui GKM dalam rangka
mengikuti Konvensi Nasional & Regional. Dalam kegiatan ini UKM
dibina secara menyeluruh dan terpadu mulai dari sistem pengolahan
produksi sampai pada pengelolaan manajemen usahanya. Untuk
Tahun 2006 Kota Medan berhasil meraih Juara I dalam perlombaan
GKM Tingkat Propinsi Sumatera Utara.
10. Terselenggaranya study banding ke Sidoarjo Jawa Timur bagi
pengusaha kerupuk.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu / kualitas dan
jenis kerupuk hasil produksi UKM.
11. Terselenggaranya pelatihan/penyuluhan manajemen Ekspor bagi 50
orang pengusaha UKM. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan
pengetahuan para pelaku usaha/UKM dalam manajemen ekspor,
sehingga memotivasi UKM untuk memperluas pasar produksinya
melalui ekspor.
12. Bantuan alat dan pembuatan kemasan barang barang industri berupa
alat perekat kemasan dan kemasannya bagi pengusaha manisan khas
melayu/halua.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-319

3) Perizinan
Jenis

Target APBD 2006

Retribusi

Rp.

Realisasi Thn 2006

WR

Rp.

Persentase

WR

Rp.

WR

IUI

274.950.000

927

274.950.000

795

100,00 %

85.76 %

IUP

862.942.500

5.771

864.068.750

4.723

100.13 %

81.84 %
106.11 %

TDG

77.400.000

180

77.512.500

191

100.15 %

TDP

938.350.000

5.671

938.847.500

5.070

100.05 %

89.40 %

2.153.642.500

12.549

2.155.378.750

10.879

100.08 %

86.70 %

Sub Total
IGPI

800.000.000

439

806.603.064

311

100.83 %

70.84 %

IGBPI

3.801.000.000

3.000

3.807.615.327

3.652

100.17 %

121.73 %

Sub Total

4.601.126.350

3.439

4.614.218.392

3.963

100.28 %

15.23 %

TOTAL

6.754.768.850

15.988

6.769.597.142

14.842

100.22 %

92.83 %

Penyelenggaraan program dan kegiatan urusan perindustrian dan


perdagangan selama tahun 2006, berdampak kepada :
1. Terkendalinya harga barang barang di pasar, sehingga mendorong
terwujudnya stabilitas harga untuk sembilan bahan pokok.
2. Meningkatnya

perlindungan

konsumen,

sehingga

mendorong

meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap dunia usaha.


3. Meningkatnya perekonomian masyarakat sehingga memberi kontribusi
bagi penurunnya angka penggangguran.
4. Meningkatnya kemampuan/produktivitas pelaku usaha/jasa di bidang
industri dan

perdagangan

untuk

mengembangkan usaha

yang

berorientasi ekspor.
4) Satuan Kerja Perangkat Daerah
Secara organisatoris, penyelenggaraan urusan perindustrian dan
perdagangan menjadi tugas dan tanggung jawab Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kota Medan, dengan mengembangkan koordinasi kepada
SKPD terkait.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-320

5) Profil Kepegawaian
NO
1.
2.

3.

4.

5.

URAIAN
Jumlah Pegawai
Kualifikasi Pendidikan :
2.1. SD Sederajat
2.2. SMP Sederajat
2.3. SLTA Sederajat
2.4. D1,D2,D3 Sederajat
2.5. S1 Sederajat
2.6. S2 Sederajat
Pangkat / Golongan
3.1. Gol. II
3.2. Gol. III
3.3. Gol. IV

JUMLAH(ORANG)
110
2
1
46
6
51
4
8
96
6

Jumlah Pejabat Struktural


4.1. Kepala Dinas
4.2. Kepala SubDinas
4.3. Kepala Bagian
4.4. Kasi / Kasubbag
Jumlah

1
5
1
24
31

Staf
Total

79
110

Berdasarkan profil kepegawaian tersebut di atas, maka salah satu


masalah penyelenggaraan urusan perindustrian dan perdagangan di
bidang SDM adalah masih rendahnya ketersediaan aparatur yang memiliki
kualifikasi pendidikan di bidang akuntansi, komputer, dan lain-lain.
6) Alokasi Dan Realisasi Anggaran
Pelaksanaan program dan kegiatan urusan perindustrian dan
perdagangan selama tahun 2006, didukung oleh alokasi anggaran belanja
sebesar Rp 6.416.304.579,- yang terdiri dari Belanja Aparatur sebesar
Rp 3.080.675.174,- dan Belanja Publik sebesar Rp 3.335.629.405,dengan realisasi per 31 Desember 2006 sebesar Rp 6.313.540.207,- atau
terjadi selisih (+/-) sebesar Rp 102.764.372,-

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-321

7. Kondisi Sarana Dan Prasarana Kerja


Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya, Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kota Medan didukung oleh sarana dan prasarana sebagai
berikut :
1. Tanah
Tanah milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan terdiri
dari :
- Tanah Persil Perumahan : 320 m Jl. Sidorukun No. 111 Medan
- Tanah Persil Kantor

: Jl. A. H. Nasution No. 17 Medan

2. Bangunan Kantor
Bangunan gedung kantor seluas : 432 m
3. Bangunan Rumah Dinas
Bangunan rumah dinas 1 (satu) unit type 70
4. Kendaraan Dinas
Kendaraan Dinas terdiri dari :
- Kendaraan roda empat sebanyak 3 (tiga) unit
- Kendaraan roda dua sebanyak 12 (dua belas) unit
8) Permasalahan Dan Solusi
Walaupun berbagai keluaran (output) dan hasil (out come) yang
dicapai selama tahun 2006 cukup signifikan, namun penyelenggaraan
urusan industri dan perdagangan tetap masih dihadapkan pada berbagai
masalah dan kendala yang kompleks. Ada 8 permasalahan yang dihadapi
dalam urusan industri dan perdagangan, antara lain :
1. Kurangnya akses pasar, modal, bahan baku, SDM serta teknologi bagi
pelaku usaha industri dan perdagangan. Hal ini dapat dilihat dari
masih sedikitnya Pelaku Industri khususnya Usaha Kecil Menengah
(UKM) yang memiliki akses pasar yang luas khususnya yang mampu
menerobos pasar regional dan pasar internasional; serta masih
kurangnya akses informasi permodalan, bahan baku, sumberdaya
manusia, serta teknologi yang dibutuhkan oleh pelaku usaha.
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-322

2. Masih terbatasnya tenaga kerja yang terampil untuk memproduksi


komoditi ekspor yang berkualitas dan kurangnya kesadaran para
produsen untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan SNI yang
ditetapkan. Hal ini dapat dilihat pada umumnya tenaga kerja yang
memproduksi barang-barang/produk UKM berasal dari masyarakat di
sekitar lingkungan tempat usaha UKM tersebut yang secara kualifikasi
tingkat pendidikannya masih rendah; sehingga para pekerja tersebut
kurang

terampil

dalam

pekerjaannya

yang

pada

akhirnya

mengakibatkan kualitas produk-produk UKM masih rendah dan belum


memenuhi standar kesehatan dan standar SNI yang ditetapkan.
3. Masih kurangnya sarana dan prasarana serta pembiayaan yang
didukung oleh perbankan, maupun pihak swasta/dunia usaha lainnya
untuk berkembangnya industri kecil kerajinan. Ini dapat dilihat dari
masih kurangnya peran serta lembaga pembiayaan, perbankan
maupun swasta/dunia usaha lainnya dalam memberikan fasilitas
kredit/bantuan permodalan bagi UKM, dikarenakan kebanyakan UKM
dalam mengelola usahanya belum memiliki manajemen yang baik
sehingga

muncul

kekhawatiran

akan

sulitnya

pengembalian

modal/investasi yang diberikan pada UKM.


4. Masih rendahnya keterpaduan kebijakan antar Pemerintah Daerah,
dan antar Pemerintah dengan pelaku industri.
Berbagai solusi sebagai tindak lanjut dari permasalahan dan
kendala penyelenggaraan urusan industri dan perdagangan di masa yang
akan datang, perlu mempertimbangkan kebijakan dan program sebagai
berikut :
1. Meningkatkan peran serta swasta dan instansi terkait dalam hal
perluasan akses pasar, modal, bahan baku, SDM dan teknologi.
2. Pemberdayaan usaha skala mikro.
3. Peningkatan produktivitas industri dan perdagangan.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-323

4. Perkuatan modal bagi UKMK dan pengembangan pemasaran.


5. Meningkatkan koordinasi kebijakan antar Pemerintah Daerah dan
antar Pemerintah dengan Pelaku Industri.
6. Penataan pasar-pasar tradisional agar dapat bersaing dengan pasar
modern.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Medan Tahun 2006

III-324