Anda di halaman 1dari 2

ANALISA DATA

No.
Data Penunjang
1.
Tn. B dan Tn.S: menyatakan
tidak punya penyakit keturunan,
penyakit yang sering dirasakan
adalah batuk. Beliau merupakan
perokok aktif hingga saat ini
Keluarga mengganggap rokok
adalah hal biasa dan sudah
diwariskan
turun
temurun
sehingga tidak perlu dihentikan
Keluarga terbiasa membeli obat
eceran atau minum jamusebelum
sakitnya menjadi parah dan
apabila sudah parah biasanya
keluarga menuju ke puskesmas,
dokter ataupun bidan
Ny. Y sudah memberikan nasi
tim pada bayinya yang usianya
masih 5 bulan

Problem
Defisiensi
Pengetahuan

Etiologi
Keluarga menganggap
rokok hal biasa,
pengobata dg jamu
setelah parah baru ke
dokter, Ny.Y memberikan
asupan makanan yg tdk
tepat pd bayinya

Kurangnya pemahaman
tentang bahaya merokok,
konsumsi jamu, dan
pemberian nutrisi pd bayi

Riwayat latar belakang


pendidikan kurang
mendukung

Defisiensi pengetahuan

No.
1

DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA


Tanggal Muncul
Diagnosa Keperawatan
Defisiensi
pengetahuan
berhubungan
dengan
keterbatasan kognitif (riwayat pendidikan) dan kurang
pajanan ditandai dengan perilaku yg tidak tepat :
Keluarga mengganggap rokok adalah hal biasa
dan sudah diwariskan turun temurun sehingga
tidak perlu dihentikan,
Keluarga terbiasa membeli obat eceran atau
minum jamu sebelum sakitnya menjadi parah
dan apabila sudah parah biasanya keluarga
menuju ke puskesmas, dokter ataupun bidan,
Ny. Y sudah memberikan nasi tim pada bayinya
yang usianya masih 5 bulan)