Anda di halaman 1dari 27

BAB II

TINJAUAN MATERI
2.1 Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah komunikasi data dari suatu komputer
sumber atau transmiter ke komputer tujuan atau receiver yang
melewati suatu media penghantar dalam bentuk bit-bit. Salah satu
contoh jaringan komputer adalah video conference pada komputer,
dimana suara dan video yang dihantar harus terlebih dahulu dirubah
dalam bentuk kumpulan bit-bit sebelum memasuki media
penghantaran untuk dikomunikasikan.

Gambar 2.1 Jaringan Komputer


( sumber http://hantdunk.files.wordpress.com/
2008/08/jaring.gif )

Dewasa ini dunia lebih dikuasi oleh sebagian yang menguasai


informasi (The ThridWave Alvin Toffler, 1991). Negara atau individu
yang menguasai informasi akan dapat membuat kerja dengan lebih
produktif, baik, tepat dan membuka inovasi-inovasi baru. Penggunaan
internet misalnya telah meningkat dan membawa perubahan kepada
kemampuan komunikasi manusia dan meningkatkan untuk
mendapatkan begitu banyak infomasi.
2.1.1
Jenis Jaringan
a. Local Area Network (LAN)
Yaitu jaringan yang umumnya dibatasi oleh area yang
relatif kecil seperti sebuah sekolah yang biasanya tidak jauh dari
2
sekitar 1 km . Dalam LAN satu komputer biasanya dijadikan
sebuah file serve yang terdapat 1 router yang digunakan untuk
5

menghubungkan ke jaringan lain. Komputer-komputer


yang terhubung ke dalam jaringan (network) disebut dengan
workstation. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk
menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lain.

Gambar 2.2 Jaringan LAN


( sumber http://2.bp.blogspot.com/_eo8EyCjaNQA/
TEwwUIY3jyI/AAAAAAAAABI/SFMvQ82_QDM/s400/lan+kabel+utp.JPG )

b. Metropolitan Area Network (MAN)


Yaitu jaringan yang menghubungkan beberapa buah
jaringan kecil (LAN) kedalam lingkungan yang lebih besar.
Jangkauan jaringan MAN meliputi wilayah dalam satu provinsi.
Misalnya,sebuah bank yang memiliki kantor cabang di kota-kota
lain.

Gambar 2.3 Jaringan MAN


( sumber http://blog.ub.ac.id/renandaexsapramudiarto/
files/2013/11/man1.jpg )

c.

Wide Area Network (WAN)


Yaitu jaringan yang lingkupnya sudah menggunakan sarana
satelit ataupun kabel bawah laut. WAN bersifat rumit dan
komplek,menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan
antara LAN dan WAN kedalam komunikasi global seperti
internet.

Gambar 2.4 Jaringan WAN


( sumber http://2.bp.blogspot.com/-_yVz5ODm8HM/TWPczS4F6qI/
AAAAAAAAADA/JgTb3IB0YJk/s1600/12w.JPG )

Antara LAN,MAN, dan WAN tidak banyak berbeda hanya


lingkup areanya saja yang berbeda.
2.1.2

Protokol Jaringan
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur
atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan
perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer.
Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat
lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang
terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
a. OSI Layer
Pengertian model OSI (Open System Interconnection) adalah
suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, yang
masing-masing layer tersebut mempunyai fungsi yang
berbeda.

1) Application
Layer paling tinggi dari model OSI, seluruh layer
dibawahnya bekerja untuk layer ini, tugas dari application
layer adalah Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi
dengan fungsionalitas jaringan.
Mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses
jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan
kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini
adalah HTTP, FTP, SMTP, NFS.
2) Presentation
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak
ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat
ditransmisikan melalui jaringan.
Protokol yang berada dalam level ini adalah
perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti
layanan Workstation (dalam windows NT) dan juga
Network shell (semacam Virtual network komputing
(VNC) atau Remote Dekstop Protokol (RDP).
3) Session
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi
dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di
level ini juga dilakukan resolusi nama.
4) Transport
Berfungsi untuk memecah data ke dalam paketpaket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket
tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan
setelah diterima.
Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah
tanda bahwa paket diterima dengan sukses
(acknowledgement), dan mentransmisikan ulang
terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.
5) Network
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP,
membuat header untuk paket-paket, dan kemudian
melakukan routing melalui internetworking dengan
menggunakan router dan switch layer3.

6) Data Link
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data
dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai
frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan,
flow control, pengalamatan perangkat keras seperti
halnya Media Access Control Address (MAC Address), dan
menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan
seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2
beroperasi.
Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua
level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan
lapisan Media Access Control (MAC).
7) Physical
Layer paling bawah dalam model OSI, berfungsi
untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode
pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti
halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan
pengabelan.
Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana
Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan
media kabel atau radio.
b. TCP/IP
TCP/IP (Transmission Control Protokol / Internet Protokol )
adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh
komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu
komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.
Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an
hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk
menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk
membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN).
TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang
bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan
fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja.
1) IP Address
Alamat IP (Internet Protocol Address) atau sering
disingkat IP adalah deretan angka biner antar 32-bit

10

sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi


untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet.
Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4) dan 128bit (untuk IPv6) yang menunjukkan alamat dari komputer
tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP. Internet
Assigned Numbers Authority (IANA) yang mengelola
alokasi alamat IP global.
IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni
bagian network (net ID) dan bagian host (host ID). Net ID
berperan dalam identifikasi suatu network dari network
yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi
host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang
tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID
yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP
Address merupakan network. IP address dibagi kedalam
lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan
kelas E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan
jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit
jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh
tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan kelas E tidak
digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan
multicast dan kelas e untuk keperluan eksperimental.
Perangkat lunak Internet Protocol menentukan
pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit
pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan
dengan cara berikut.
a.) Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan
panjang IP address kelas A mempunyai range dari
0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network
dengan tiap network dapat menampung sekitar 16
juta host (255x255x255). IP Address kelas A
diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang
sangat besar, IP kelas ini dapat dilukiskan pada
gambar berikut ini :

11

Gambar 2.5 Kelas IP address A


( sumber http://ummuzazilah.files.wordpress.com/
2010/04/2.jpg )

b.)

Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga


byte pertamanya selalu selalu bernilai antara 128191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit
sisanya adalah host ID sehingga kalau ada
komputer mempunyai IP address 192.168.26.161,
network ID = 192.168 dan host ID = 26.161. Pada
IP address kelas B ini mempunyai range IP dari
128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni
berjumlah 65.255 network dengan jumlah host
tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu
host.

Gambar 2.6 Kelas IP address B


( Sumber http://2.bp.blogspot.com/-5Q0OOTQ_B4/TcXYTxujr-I/AAAAAAAAAE8/
gPtQTu1Pupc/s1600/b.jpg )

12

c.) IP address C mulanya digunakan untuk jaringan


berukuran kecil seperti seperti LAN. Tiga bit
pertama IP address kelas C selalu diset 111.
Network ID teridiri dari 24 bit dan host ID 8 bit
sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta
network dengan masing-masing network memiliki
256 host.

Gambar 2.7 Kelas IP address C


( Sumber http://3.bp.blogspot.com/-_2edynkcbiw/
ULw1wnj7eKI/AAAAAAAAAT0/JDyt1y39KcQ/
s1600/3.PNG )

d.)

IP address kelas D digunakan untuk keperluan


multicasting. 4 bit pertama IP address kelas D
selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya
berkisar antara 224-247, sedangkan bit-bit
berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group
yang menggunakan IP address ini. Dalam
multicasting tidak dikenal istilah network ID dan
host ID.

e.)

IP address kelas E tidak diperlukan untuk


keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas
ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar
antara 248-255.

2) Subnet Mask
Subnet Mask merupakan istilah teknologi informasi
dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32
bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan
host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di
jaringan lokal atau jaringan luar.

13

Didalam subnet mask biasanya diekspresikan di dalam


notasi desimal bertitik (dotted decimal notation), seperti
halnya alamat IP. Setelah semua bit diset sebagai bagian
network identifier dan host identifier, hasil nilai 32-bit
tersebut akan dikonversikan ke notasi desimal bertitik.
Perlu dicatat, bahwa meskipun direpresentasikan sebagai
notasi desimal bertitik, subnet mask bukanlah sebuah
alamat IP. Formatnya adalah:
<alamat IP xxx.xxx.xxx.xxx>, <subnet mask xxx.xxx.xxx.xxx>
Pembagian kelas IP Addres:
Kelas A= 1- 127. sm default 255. 0. 0. 0
Kelas B= 128- 191. sm default 255.255.0 0
Kelas C= 192-223. sm default 255. 255. 255. 0
Kelas D=224-239
Kelas E= 240-255
Kelas
alamat

Subnet mask (biner)

Subnet mask
(desimal)

Kelas A

11111111.00000000.00000000.00000000

255.0.0.0

Kelas B

11111111.11111111.00000000.00000000

255.255.0.0

Kelas C

11111111.11111111.11111111.00000000

255.255.255.0

Tabel 2.1 Kelas Subnet Mask


2.1.3
Perangkat Jaringan Komputer
a. Kabel UTP
Kabel UTP merupakan salah satu media transmisi yang
paling banyak digunakan untuk membuat sebuah jaringan local
(Local Area Network), selain karena harganya relative murah,
mudah dipasang dan cukup bisa diandalkan. Sesuai namanya
Unshielded Twisted Pair berarti kabel pasangan berpilin/terbelit
(twisted pair) tanpa pelindung (unshielded). Fungsi lilitan ini
adalah sebagai eleminasi terhadap induksi dan kebocoran.
Sebelumnya ada juga kabel STP (Shielded Twisted Pair), untuk
contoh gambarnya dapat dilihat pada gambar 2.8 berikut:

14

Gambar 2.8 Kabel UTP dan STP


( sumber http://rohickvhs.files.wordpress.com/2012/01/
perbedaan-kabel-utp-stp1.png?w=490 )

Terdapat beberapa jenis kategori kabel UTP ini yang


menunjukkan kualitas, jumlah kerapatan lilitan pairnya seperti
berikut ini:
Kategori Kabel UTP
Kegunaan
Digunakan untuk komunikasi
telepon (mentransmisikan data
kecepatan rendah), sehingga
Kabel UTP Category 1
tidak
cocock
untuk
mentransmisikan data.
Mampu mentransmisikan data
dengan
kecepatan
sampai
Kabel UTP Category 2
dengan 4 Mbps (Megabits per
second)
Digunakan
pada
10BaseT
network,
mampu
mentransmisikan data dengan
Kabel UTP Category 3
kecepatan
sampai 1Mbps.
10BaseT kependekan dari 10
Mbps, Baseband, Twisted pair.
Kabel UTP Category 4

Sering digunakan pada topologi


token
ring,
mampu
mentransmisikan data dengan
kecepatan sampai 16 Mbps

15

Kabel UTP Category 5

Kabel UTP Category 5e

Kabel UTP Category 6

Kabel UTP Category 7

Mampu mentransmisikan data


dengan kecepatan sampai 100
Mbps,
Mampu mentransmisikan data
dengan kecepatan sampai 1000
Mbps (1Gbps), frekwensi signal
yang dapat dilewatkan sampai
100 MHz.
Mampu mentransmisikan data
dengan kecepatan sampai 1000
Mbps (1Gbps), frekwensi signal
yang dapat dilewatkan sampai
200 MHz. Secara fisik terdapat
separator yg terbuat dari plastik
yang berfungsi memisahkan
keempat pair di dalam kabel
tersebut.
gigabit
Ethernet
(1Gbps),
frekwensi signal 400 MHz.

Tabel 2.2 Kategori Kabel UTP


b. Konektor RJ 45
Merupakan standart fisik peralatan jaringan yang
dipasang untuk ujung kabel sebagai alat penghubung
komunikasi atau pertukaran data.

Gambar 2.9 Konektor RJ 45


( sumber https://ecs5.tokopedia.net/newimg/product1/2014/3/16/3474216/3474216_df0b1798-ac6f-11e3-957dfdbe4908a8c2.jpg )

16

Untuk pemasangan kabel UTP, terdapat dua jenis


pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan
komputer terutama LAN, yaitu Straight Through Cable dan Cross
Over Cable .
1.)

Straight Through Cable


Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara
pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang
lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2
device yang berbeda.
Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini
yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak
dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai sesuai standar
TIA/EIA 368A sebagai mana Tabel 2.4 berikut:
Susunan Ujung Kabel
1

Urutan No

Susunan Ujung Kabel


2

Putih Orange

Putih Orange

Orange

Orange

Putih Hijau

Putih Hijau

Biru

Biru

Putih Biru

Putih Biru

Hijau
6
Hijau
Putih Coklat
7
Putih Coklat
Coklat
8
Coklat
Tabel 2.3 Susunan Kabel Straight Trough
2.)

Cross Over Cable


Kabel crossover merupakan kabel yang memiliki
susunan
berbeda
antara
ujung
satu
dengan
ujung dua. Kabel cross over digunakan untuk menghubungkan 2
device yang sama. Tabel 2.4 dibawah adalah susunan standar
kabel cross over.

17

Susunan Ujung Kabel 1


Urutan No
Susunan Ujung Kabel 2
Putih Orange
1
Putih Hijau
Orange
2
Hijau
Putih Hijau
3
Putih Orange
Biru
4
Biru
Putih Biru
5
Putih Biru
Hijau
6
Orange
Putih Coklat
7
Putih Coklat
Coklat
8
Coklat
Tabel 2.4 Susunan Kabel Cross Over
c.

Switch
Switch Sebuah alat yang menyaring/filter dan
melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah
LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan
terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI
Layer Model. sehingga dapat bekerja untuk paket protokol
apapun. LAN yang menggunakan Switch untuk berkomunikasi
di jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam fisik
ethernet jaringan disebut dengan Switched Ethernet LAN.

Gambar 2.10 Switch Hub 8 port


( sumber http://www.teqlog.com/wp-content/uploads/
2012/02/switch.jpg )

d. NIC (Network Interface Card)


NIC adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan
dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Jenis NIC yang
beredar, terbagi menjadi dua jenis, yakni NIC yang bersifat

18

fisik, dan NIC yang bersifat logis. Contoh NIC yang bersifat fisik
adalah NIC Ethernet, Token Ring, dan lainnya sementara NIC
yang bersifat logis adalah loopback adapter dan Dial-up
Adapter. Disebut juga sebagai Network Adapter. Setiap jenis
NIC diberi nomor alamat yang disebut sebagai MAC address,
yang dapat bersifat statis atau dapat diubah oleh pengguna.
Prinsip kerja LAN CARD adalah menerima sinyal dari
komputer lain kemudian mentranmisikan kedalam masukan
kemudian diolah menjadi data begitu sebaliknya saling
berbagi. LAN CARD dapat digunakan untuk menghubungkan
system komputer satu dengan komputer lain melalui
perantara HUB sehingga dalam area tersebut membentuk
suatu jaringan komputer.

Gambar 2.11 NIC (Network Interfaces Card)


( sumber http://2.bp.blogspot.com/-wy6OG0ekDnk/UAPvB2teGI/AAAAAAAAAEU/sBcjzz5bF1k/s1600/b3761651702836748b
25a4b4567e0c57.jpg )

e.

Modem
Modem adalah sebuah alat yang digunakan untuk
menghubungkan komputer dengan internet melalui telepon, line
kabel dan layanan dari penyedia jasa telekomunikasi lainnya.
Modem sebenarnya merupakan singkatan dari modulatordemodulator. Dua kata itu sendiri mewakili dua macam fungsi yang
dijalankan oleh sebuah modem.
Fungsi modem yang pertama adalah melakukan modulasi
sinyal digital ke analog untuk ditransfer. Dan fungsi modem yang
kedua adalah melakukan demodulasi sinyal untuk mengembalikan
sinyal ke bentuk digital sehingga mempresentasikan informasi

19

tertentu. fungsi modem secara sederhana adalah mengubah sinyal


analog menjadi digital dan mengubah sinyal digital menjadi analog.
Dengan demikian, data dapat dikirim melalui media apapun yang
mampu menstransmisikan sinyal analog, mulai dari mulai dioda
sampai radio.
f.

Wireless
Wireless LAN (WLAN) adalah teknologi LAN yang
menggunakan frekuensi dan transmisi radio sebagai media
penghantarnya, pada area tertentu, menggantikan fungsi kabel.
Pada umumnya WLAN digunakan sebagai titik distribusi di tingkat
pengguna akhir, melalui sebuah atau beberapa perangkat yang
disebut dengan Access Point (AP), berfungsi mirip hub dalam
terminologi jaringan kabel ethernet. Di tingkat backbone, sejumlah
AP tersebut tetap dihubungkan dengan media kabel. WLAN
dimaksudkan sebagai solusi alternatif media untuk menjangkau
pengguna yang tidak terlayani oleh jaringan kabel, serta untuk
mendukung pengguna yang sifatnya bergerak atau berpindahpindah (mobilitas).
Frekuensi yang kini umum dipergunakan untuk aplikasi WLAN
adalah 2.4 Ghz dan 5.8 Ghz yang secara internasional dimasukkan
ke dalam wilayah licensce exempt (bebas lisensi) dan dipergunakan
bersama oleh publik (frequency sharing). Belakangan oleh forum
WSIS yang disponsori oleh PBB dan badan dunia seperti ITU, serta
industri teknologi, frekuensi ini direkomendasikan sebagai tulang
punggung penetrasi Internet di negara berkembang terutama untuk
area yang belum terlayani oleh infrastruktur telekomunikasi
konvensional.
Teknologi yang digunakan untuk WLAN mayoritas
menggunakan standar IEEE 802.11 (a/b/g). Perbedaan antar standar
ini adalah pada modulasi transmisinya yang menentukan kapasitas
layanan yang dihasilkan. Pada standar 802.11b, kapasitas
maksimalnya 11 Mbps, 802.11g dapat mencapai 20 Mbps keduanya
bekerja di frekuensi 2.4 Ghz. Sementara standar 802.11a bekerja
pada frekuensi 5.8 Ghz. Karena lebar pita frekuensi yang lebih luas
dan modulasi yang lebih baik, maka perangkat yang berbasis

20

standar ini mampu melewatkan data hingga kapasitas 54 dan 108


Mbps dan menampung jumlah pengguna lebih banyak.
Selain itu ada kelompok industri yang membangun aliansi,
disebut dengan Wireless Alliance (WiFi Consortium). Lembaga ini
berupaya menerapkan standar interoperabilitas antar perangkat
WLAN sebagai jaminan bagi pengguna bahwa setiap perangkat yang
telah disertifikasi WiFi akan dapat saling terhubung meskipun
berbeda vendor atau pemanufaktur.
WLAN juga memiliki kelebihan lain dalam hal kemudahan
implementasi serta fleksibilitas. Semua perangkat yang saat ini ada
di pasaran, memiliki interface yang user friendly dan sebagian besar
kompatibel dengan berbagai macam sistem operasi dan teknologi
jaringan LAN eksisting. Bentuk perangkat yang kompak dengan
berbagai macam fitur yang beragam, memudahkan perencanaan
dan implementasi jaringan.

Gambar 2.12 PCI Wireless Internal


( sumber http://mlm-s2-p.mlstatic.com/red-pci-tarjeta-3764MLM56409246_1441-O.jpg )

2.2 Linux
Linux adalah software sistem operasi open source yang gratis
untuk disebarluaskan di bawah lisensi GNU. jadi anda diijinkan
untuk menginstal pada komputer anda ataupun mengkopi dan
menyebarluaskannya tanpa harus membayar. Linux merupakan
turunan dari unix dan dapat bekerja pada berbagai macam
perangkat keras koputer mulai dari inter x86 sampai dengan RISC.
Dengan lisensi GNU (Gnu Not Unix) Anda dapat memperoleh

21

program, lengkap dengan kode sumbernya (source code). Tidak


hanya itu, Anda diberikan hak untuk mengkopi sebanyak Anda mau,
atau bahkan mengubah kode sumbernya, dan itu semua legal
dibawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan
pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan maupun
pengiriman program.
Kebebasan yang paling penting dari Linux, terutama bagi
programmer dan administrator jaringan, adalah kebebasan untuk
memperoleh kode sumber (source code) dan kebebasan untuk
mengubahnya. Ini berimplikasi pada beberapa hal penting. Pertama
keamanan, yang kedua dinamika. Jika perangkat lunak komersial
tidak memperkenankan Anda untuk mengetahui kode sumbenya
maka Anda tidak akan pernah tahu apakah program yang Anda beli
dari mereka itu aman atau tidak (sering disebut security by
obscurity). Hidup Anda di tangan para vendor. Dan jika ada
pemberitahuan tentang bug dari perangkat lunak komersial
tersebut, seringkali sudah terlambat. Dengan Linux, Anda dapat
meneliti kode sumbernya langsung, bersama dengan pengguna
Linux lainnya. Berkembangnya pengguna Linux sebagai komunitas
yang terbuka, membuat bug akan cepat diketahui, dan secepat itu
pula para programmer akan memperbaiki programnya. Anda sendiri
juga yang menentukan kode yang cocok sesuai dengan perangkat
keras maupun kebutuhan dasar perangkat lunak lainnya untuk
dapat diimplementasikan. Ibarat sebuah mobil, Anda bisa
memodifikasi sesukanya, bahkan hingga mesin sekalipun, untuk
memperoleh bentuk yang diinginkan.
Keterbukaan kode sumber juga memungkinkan sistem operasi
berkembang dengan pesat. Jika sebuah program dengan sistem
tertutup dan hanya dikembangkan oleh vendor tertentu, paling
banyak sekitar seribu hingga lima ribu orang. Sedangkan Linux,
dengan keterbukaan kode sumbernya, dikembangkan oleh
sukarelawan seluruh dunia. Bug lebih cepat diketahui dan program
penambalnya (patch) lebih cepat tersedia. Pendekatan
pengembangan sistem operasi ini disebut Bazaar. Kebalikannya
sistem Chatedraal sangat tertutup dan hanya berpusat pada satu
atau dua pengembang saja.

22

Linux saat ini telah berkembang menjadi banyak distro


(distribusi linux), misalnya adalah distro Redhat, Debian, Suse. saat
ini distro linux yang sangat populer di gunakan di indonesia adalah
distro Ubuntu yang merupakan turunan dari Debian.
2.2.1 Ubuntu
Ubuntu pertama kali dirilis pada 20 Oktober 2004, versi-versi
ubuntu akan dirilis stiap 6 bulan sekali agar dapat memperbaharui
sistem keamanan dan update program. LTS (Long Term Support)
rilis, yang terjadi setiap dua tahun, didukung untuk tiga tahun pada
desktop dan server untuk lima tahun. Andy Fitzsimon merupakan
pencipta logo dari ubuntu yang sampai pada saat ini tidak ada
perubahan dalam logo tersebut. Default User Interfaceny
menggunakan GNOME ( varian berbeda ). Ubuntu didasarkan pada
paket-paket dari Debian yang tidak stabil keduanya menggunakan
distro Debians deb format dan alat manajemen paket, APT dan
Synaptic walaupun Debian dan Ubuntu merupakan paket-paket
yang belum tentu ( biner kompatibel ) satu sama lain, dan mungkin
perlu dibangun ulang dari sumber. Ubuntu dapat digunakan baik
untuk desktop maupun server.
Ubuntu merupakan salah satu distribusi Linux yang
berbasiskan Debian dan didistribusikan sebagai perangkat lunak
bebas. Nama Ubuntu berasal dari filosofi dari Afrika Selatan yang
berarti "kemanusiaan kepada sesama". Ubuntu dirancang untuk
kepentingan penggunaan pribadi, namun versi server Ubuntu juga
tersedia, dan telah dipakai secara luas.
Proyek Ubuntu resmi disponsori oleh Canonical Ltd. yang
merupakan sebuah perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha Afrika
Selatan Mark Shuttleworth. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu
adalah membawa semangat yang terkandung di dalam filosofi
Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Ubuntu adalah sistem
operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas, dan
mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun
tenaga ahli profesional.

23

2.2.2 Perintah Dasar


a. File dan Folder
1) Melihat petunjuk pemakaian perintah : $ man
namaperintah.
2) Melihat alamat folder aktif : $ pwd
3) Pindah ke folder home si user : $ cd
4) Pindah folder : $ cd foldertujuan. Melihat isi folder : $ ls
5) Membuat folder : $ mkdir namafolder
6) Membuat/mengedit file menggunakan text editor : $ nano
namafile.txt atau $ vi namafile.txt
7) Melihat isi file text : $ cat namafile.txt atau $ more
namafile.txt
8) Mengcopy file/folder : $ cp sumberfile foldertujuan
9) Merubah nama file/folder : $ mv namafileasli
namafilebaru
10) Memindahkan file/folder : $ mv sumber tujuan
11) Hapus file : $ rm namafile
12) Hapus folder : $ rm -rf folder
13) Mencari file/folder : $ locate yang-dicari
14) Membersihkan layar : $ clear
15) Keluar dari terminal : $ exit
b. Root
1) Menjalankan perintah sebagai root : $ sudo namaperintah
2) Beralih ke mode root : $ sudo su, setelah memasukkan
password tanda $ akan berubah menjadi #
3) Restart : $ sudo reboot
4) Shutdown : $ sudo poweroff
c. Repostiroy dan Paket
1) Update repository : $ sudo apt-get update
2) Upgrade paket : $ sudo apt-get upgrade
3) Install paket : $ sudo apt-get install nama-paket
4) Uninstall paket : $ sudo apt-get remove nama-paket
5) Install paket dari file .deb : $ sudo dpkg -i file-paket.deb
d. Kompresi File
1) Membuat file zip dari file : $ zip output.zip sumber-file
2) Membuat file zip dari direktori : $ zip -r output.zip
sumber-direktori

24

3)
4)

e.

f.

Mengekstrak file zip : $ unzip namafile.zip -d folder-tujuan


Membuat file tar.gz : $ tar -cvzf output.tar.gz sumberdirektori
5) Mengkstrak file tar.gz : $ tar xzvf file.tar.gz
6) Mengekstrak file tar.gz dengan folder tujuan : $ tar xzvf
file.tar.gz -C /folder/tujuan/harus/ada
Jaringan dan Internet
1) Cek koneksi jaringan : $ ping noip
2) Info settingan interface jaringan : $ ifconfig
3) Download : $ wget http://website.com/file.zip
Hardware dan System
1) Daftar hardware : $ sudo lshw
2) Daftar hardware PCI : $ sudo lspci
3) VGA yang digunakan : $ sudo lspci | grep VGA
4) Daftar hardware USB : $ sudo lsusb
5) Info processor : $ cat /proc/cpuinfo
6) Info memory : $ cat /proc/meminfo
7) Versi Ubuntu : $ cat /etc/issue
8) Versi Kernel : $ uname -a
9) Free space hdd : $ df -m
10) Free memory : $ free
11) System monitor : $ top
12) Info partisi : $ sudo fdisk -l

2.2.3 VoIP Server


a. VoIP
Voice over Internet Protocol adalah Teknologi yang
menjadikan media internet untuk bisa melakukan komunikasi
suara jarak jauh secara langsung. Sinyal suara analog, seperti
yang anda dengar ketika berkomunikasi di telepon diubah
menjadi data digital dan dikirimkan melalui jaringan berupa
paket-paket data secara real time.
Dalam komunikasi VoIP, pemakai melakukan hubungan
telepon melalui terminal yang berupa PC atau telepon biasa.
Dengan bertelepon menggunakan VoIP, banyak keuntungan
yang dapat diambil diantaranya adalah dari segi biaya jelas lebih
murah dari tarif telepon tradisional, karena jaringan IP bersifat

25

global. Sehingga untuk hubungan Internasional dapat ditekan


hingga 70%. Selain itu, biaya maintenance dapat di tekan karena
voicedan data networkterpisah, sehingga IP Phone dapat di
tambah, dipindah dan di ubah. Hal ini karena VoIP dapat
dipasang di sembarang ethernet dan IP address, tidak seperti
telepon konvensional yang harus mempunyai port tersendiri di
Sentral atau PBX (Private branch exchange).
Sejarah Perkembangan teknologi VoIP dimulai dari
penemuan telepon pada tahun 1876 oleh Alexander Graham
Bell. Kemudian dikembangkan lagi teknologi PSTN ( Public
Switched Telephone Network ) yang sudah berkembang sampai
sekarang.
Beberapa tahun kemudian mulai berkembang
teknologi yang baru. Pembuatan Personal Computer (PC) secara
massal, system komunikasi telepon selular dan terakhir system
berdasarkan jaringan internet yang memberikan layanan e-mail,
Chat dan lain-lain.
Teknologi VoIP diperkenalkan setelah internet mulai
berkembang sekitar tahun 1995. Pada mulanya kemampuan
mengirimkan suara melalui internet hanya merupakan
eksperimen dari beberapa orang atau perusahaan kecil. Ini
dimulai dengan perusahaan seperti Vocaltech dan kemudian
pada akhirnya diikuti oleh Microsoft dengan program
Netmeeting-nya. Pada saat itu jaringan komputer internet masih
sangat lambat. Di rumah-rumah (khususnya di Amerika) masih
digunakan dial-up dengan kecepatan 36,6 Kbyte. Backbone
Internet pun masih kecil. Aplikasi yang bersifat menghabiskan
bandwidth, seperti misalnya suara atau video, masih sangat
terbatas penggunaannya di pusat penelitian yang memiliki
bandwidth besar.
Prinsip kerja VoIP adalah mengubah suara analog yang
didapatkan dari speaker pada komputer menjadi paket data
digital, kemudian dari PC diteruskan melalui Hub atau Router
atau ADSL Modem dikirimkan melalui jaringan internet dan akan
diterima oleh tempat tujuan melalui media yang sama. Atau bisa
juga melalui melalui media telepon diteruskan ke phone adapter
yang disambungkan ke internet dan bisa diterima oleh telepon
tujuan.

26

Untuk Pengiriman sebuah sinyal ke remote destination


dapat dilakukan secara digital yaitu sebelum dikirim data yang
berupa sinyal analog diubah ke bentuk data digital dengan ADC
(Analog to Digital Converter), kemudian ditransmisikan, dan di
penerima dipulihkan kembali menjadi data analog dengan DAC
(Digital to Analog Converter). Begitu juga dengan VoIP,
digitalisasi voice dalam bentuk packets data, dikirimkan dan di
pulihkan kembali dalam bentuk voice di penerima. Format
digital lebih mudah dikendaika, dalam hal ini dapat dikompresi,
dan dapat diubah ke format yang lebih baik dan data digital
lebih tahan terhadap noise daripada analog.
Bentuk paling sederhana dalam sistem VoIP adalah dua
buah komputer terhubung dengan internet. Syarat-syarat dasar
untuk mengadakan koneksi VoIP adalah komputer yang
terhubung ke internet, mempunyai sound card yang
dihubungkan dengan speaker dan mikropon. Dengan dukungan
software khusus, kedua pemakai komputer bisa saling
terhubung dalam koneksi VoIP satu sama lain. Bentuk hubungan
tersebut bisa dalam bentuk pertukaran file, suara, gambar.
Penekanan utama dalam VoIP adalah hubungan keduanya dalam
bentuk suara.
Pada perkembangannya, sistem koneksi VoIP mengalami
evolusi. Bentuk peralatan pun berkembang, tidak hanya
berbentuk komputer yang saling berhubungan, tetapi peralatan
lain seperti pesawat telepon biasa terhubung dengan jaringan
VoIP. Jaringan data digital dengan gateway untuk VoIP
memungkinkan berhubungan dengan PABX atau jaringan analog
telepon biasa. Komunikasi antara komputer dengan pesawat
(extension) di kantor adalah memungkinkan. Bentuk komunikasi
bukan Cuma suara saja. Bisa berbentuk tulisan (chating)
atau jika jaringannya cukup besar bisa dipakai untuk Video
Conference. Dalam bentuk yang lebih lanjut.

27

b. Protokol VoIP
Secara umum, terdapat dua teknologi yang digunakan
untuk VoIP, yaitu H.323 dan SIP. H323 merupakan teknologi
yang dikembangkan oleh ITU (International Telecommunication
Union). SIP (Session Initiation Protocol) merupakan teknologi
yang dikembangkan IETF (Internet Enggineering Task Force).
1) Protokol SIP
SIP adalah suatu signalling protocol pada layer aplikasi
yang berfungsi untuk membangun, memodifikasi, dan
mengakhiri suatu sesi multimedia yang melibatkan satu atau
beberapa pengguna. Sesi multimedia adalah pertukaran data
antar pengguna yangbisa meliputi suara, video, dan text. SIP
tidak menyediakan layanan secara langsung , tetapi
menyediakan pondasi yangdapat digunakan oleh protokol
aplikasi lainnya untuk memberikan layanan yang lebih lengkap
bagi pengguna, misalnya dengan RTP (Real Time Transport
Protocol) untuk transfer data secara real-time, dengan SDP
(Session Description Protocol) untuk mendiskripsikan sesi
multimedia , dengan MEGACO (Media Gateway Control
Protocol) untuk komunikasi dengan PSTN (Public Switch
Telephone Network).
Meskipun demikian, fungsi dan operasi dasar SIP tidak
tergantung pada protocol tersebut. SIP juga tidak tergantung
pada protokol layer transport yang digunakan. Pembangunan
suatu komunikasi multimedia dengan SIP dilakukan melalui
beberapatahap :
a) User Location adalah menentukan lokasi pengguna yang
akan berkomunikasi.
b) User Availabilityi adalah menentukan tingkat keinginan
pihak yang dipanggil untuk terlibat dalam komunikasi.
c) User Capability adalah menentukan media maupun
parameter yang berhubungan dengan media yang
digunakan untuk komunikasi.
d) Session Setup adalah pembentukan hubungan antara
pihak pemanggildengan pihak yang dipanggil.

28

e)

Session management yaitu meliputi transfer, modifikasi,


dan pemutusan sesi. Secara garis besar SIP merupakan
protokol yang digunakan dalam untuk membangun,
memodifikasi, dan mengakhiri suatu sesi. Penggunaan
protokol codec video , audio dan Real-time
Protocol dengan H.323 tetap sama, hanya berbeda dalam
sesisignallingsambungan VoIP
Protokol lain yang juga sempat populer adalah MGCP
(Media Gateway Control Protocol). Protokol ini lebih sering
digunakan untuk mengontrol titik komunikasi di VoIP. MGCP
memiliki feature tambahan yang unik, yakni Call Waiting.
2) Protokol H.323
H.323 adalah salah satu dari rekomendasi ITU-t
(International
Telecommunications
Union

Telecommunications). H.323 merupakan standar yang


menentukan komponen, protokol, dan prosedur yang
menyediakan layanan komunikasi multimedia. Layanan tersebut
adalah komunikasi audio, video , dan data real-time, melalui
jaringan berbasis paket (packet-based network). (Tabratas
Tharom, 2001;64) H.323 berjalan pada jaringan intranet dan
jaringan packet-switchedtanpa mengatur media jaringan yang di
gunakan sebagai sarana transportasi maupun protokol networ
layer. Karakteristik terminal H.323 dapat dilihat pada Gambar
2.7.

Gambar 2.13 Diagram blok terminal berbasis H.323


( http://3.bp.blogspot.com/j_Jry9TNlTQ/UYU2AfTJd2I/AAAAAAAAAKA/qt2u9qA_wU/s320/Diagram+blog+terminal+H.323.jpg )

29

Standar H.323 mengatur hal-hal sebagai berikut :


Video Codec (H.261 dan H.263). Video Codec bertugas
mengkodekan data dari sumber video untuk dikirimkan
dan mendekodekan sinyal kode yang diterima untuk di
tampilkan di layar penerima.
b) Audio Codec (G.711, G.722, G723, G728 dan
G.729). Audio codec betugas mengkodekan data dari
sumber suara untuk dikirimkan dan mendekodekan sinyal
kode yang diterima untuk didengarkan oleh penerima.
c) Data
channel mendukung
aplikasi-aplikasi
seperti electronic whiteboard, dan kolaborasi aplikasi.
Sttandar untuk aplikasi-aplikasi seperti ini adalah standar
T.120 . Aplikasi dan protokol yang berbeda tetap dapat
dijalankan dengan negosiasi menggunakan standar H.245
d) Sistem
control
unit (H.245
dan
H.225.0)
menyediakan signalling yang
berkaitan
dengan
komunikasi antar terminal H.323.
e) H.225.0 layer memformat data video, suara, data , dan
informasi kontrol lain sehingga dapat dikirimkan melalui
LANInterface sekaligus menerima data yang telah
diformat
melalui
LAN Interface. Sebagai
tambahan, layer ini juga bertugas melakukan error
detection, error correction , dan frame sequencing agar
data dapat mencapai tujuan sesuai denagn kondisi saat
data dikirimkan. LAN interface harus menyediakan
koneksi yang handal. Untuk flow control danunreliable
data channel connection (misal: UDP) dapat digunakan
untuk pengiriman audio dan video channel.
a)

c.

Asterisk
Asterisk adalah sebuah software hybrid TDM dan PBX
packet-voice yang memiliki platform IVR dan ACD dengan kode
sumber terbuka Asterisk berlisensi GPL dan non-GPL dan ditulis
dengan C Asterisk.
Dalam merencanakan suatu jaringan VoIP kita harus
memiliki suatu server yang berfungsi sebagai IP PBX. Pada Tugas
Akhir ini akan membahas Asterisk VoIP Server yang merupakan

30

suatu Software Open Source, dimana dalam aplikasinya


membutuhkan satu buah PC server dan beberapa PC Client yang
terhubung satu sama lain. Arsitektur Asterisk pada dasarnya
sederhana, tetapi sangat berbeda dengan telepon biasa. Pada
dasarnya Asterisk digunakan sebagai perantara antara teknologi
telepon, dimana protokol VoIP seperti SIP, H.323, IAX atau
MGCP sama seperti teknologi tradisional TDM, seperti T1, PSTN
dan lain sebagainya .
d. IP-Phone
IP-Phone menggunakan jaringan internet sebagai media
untuk komunikasi. Komunikasi suara dari satu lokasi dengan
lokasi yang lainnya yang menggunakan cooper linememelukan
negosiasi antar operator asal, operator penghubung dan
berakhir di operator tujuan. Semakin jauh jarak komunikasi yang
dilakukan, maka semakin banyak operator-operator yang
berhubungan satu sama lainnya. Ini yang menyebabkan biaya
komunikasi menjadi mahal. Bila operator yang digunakan sedikit
(komunikasi lokal) maka biayanya murah. Sebaliknya, bila
operator-operator yang digunakan banyak (komunikasi
interlokal dan internasional) maka biayanya akan semakin tinggi.
Di satu sisi yang lain, komunikasi suara dengan IP-phone sama
sekali tidak tergantung oleh operator-operator tadi. Karena
media yang digunakan adalah jaringan internet. Selama kita
tersambung dengan internet maka kita dapat dengan mudah
berkomunikasi tanpa harus khawatir terbebani biaya komunikasi
yang kita lakukan.
Dalam IP-phone terdapat
dua
istilah
komunikasi,
yaitu Internet Phone dan IP-Phone itu sendiri. Bila data yang
berupa suara dalam bentuk paket dikirim melalui jaringan
internet umum maka disebut Internet Phone. Bila paket suara
tadi dikirim melalui jaringan internet khusus milik ISP (penyedia
jasa internet), maka inilah yang disebut IP Phone yang
sesungguhnya.

31

2.3 Pembuatan VoIP di Area SMPN 3 Batu


Dengan dibangunnya VoIP di SMPN 3 Batu supaya guru dan
karyawa bisa berkomunikasi dengan tidak menghampiri ke ruangan
guru maupun karyawan dengan lokasi yang berbeda dan tugas
tugas guru bisa maksimal tanpa ada waktu untuk menghampiri guru
maupun karyawan tersebut.