Anda di halaman 1dari 24

Perkembangan dan pertumbuhan

Tumbuhan
Kelompok 1
1.
Devy Widyatama
2.
Evi Wulandari
3.
Imroatun Hasana
4.
M. Faris Alfi A
5.
M. Marjoko W

Organ Generatif Tumbuhan


(Angiospermae)

Bunga
Bunga berasal dari perkembangan pucuk batang yang disebut
dasar bunga (reseptakulum)

1.
2.
3.
4.

Bagian bunga terdiri dari:


Reseptakel (dasar bunga)
Kelopak (calyx)
Mahkota (corolla)
Gynaecium/pistilum
stigma
stilus
ovarium
ovul

5. Androecium
anther
filamen

Tangkai bunga (Pedicellus)


bagian bunga yang masih jelas bersifat batang
Dasar bunga (Recetaculum)

Dasar bunga merupakan ujung tangkai yang seringkali


melebar

Kelopak (Calyx)
Lingkaran terluar dari bunga diduduki oleh daun kelopak yang berwarna hijau
berfungsi untuk melindungi bagian-bagian bunga yang lain pada saat bunga masih kuncup terhadap sinar
matahari dan hujan

Mahkota (Corolla)

Corolla menduduki lingkaran kedua, terdiri dari sejumlah petala yang berwarna terang.
Fungsi utama :
untuk menarik serangga saat polinasi.
melindungi stamen dan pistilum terhadap panas dan hujan.

Mahkota bunga dapat terdiri dari sepalum yang bebas dan tidak berlekatan
Sepalum juga ada yang saling berlekatan membentuk struktur seperti tabung (gambar A)
Sepalum yang terlepas susunannya dapat berselang-seling (gambar B) atau tumpang tindih
(gambar C)

Alat Kelamin Jantan (Androecium)

terdiri dari sejumlah benang sari atau mikrosporofil.


Setiap benang sari terdiri dari filamen, anthera, dan
konektivum.
Anthera umumnya terdiri dari 2 ruang sari (teka) yang
masing-masing terdiri dari 2 kotak sari (lokulus)
(gambar 4Bl), kedua teka dihubungkan oleh
konektivum.

Kotak sari dipenuhi oleh serbuk sari (polen) (gambar


4Bp)
Polen berasal dari perkembangan dari mikrospora

Alat Kelamin Betina (Gynaecium

tersusun dari daun buah (karpelum


atau megasporofil).
Gynaecium terdiri dari stilus (stl) dan
stigma (stg)
Ovarium terdiri dari satu atau
beberapa ruang yang di dalamnya
berisi ovulum.
Ovarium setelah proses pembuahan
akan berkembang menjadi buah dan
ovulum akan berkembang menjadi

REPRODUKSI TUMBUHAN

Kemampuan reproduksi (membentuk individu baru)


sangat penting bagi makhluk hidup, yaitu untuk
melestarikan jenisnya.

Ada dua macam reproduksi pada


tumbuhan, yaitu
Aseksual
Seksual

Reproduksi Aseksual

reproduksi aseksual melibatkan satu induk saja (tanpa peleburan dua gamet)

Macam reproduksi aseksual:


1. Rizhoma

2. Tuber (Umbi batang)


3. Umbi Lapis
4. Stolon

Rhizoma
Batang horizontal di dalam
tanah
Bagian tua dari rizoma
mati dan dua cabang
terpisah menjadi dua
individu baru. Contoh
tumbuhan: bambu, jahe
dan banyak rumput

Tuber (umbi batang)


batang di bawah
tanah yang
menggembung untuk
menyimpan cadangan
makanan.

Umbi lapis
modifikasi dari tunas bawah
tanah dimana daun sebagai
penyimpan cadangan
makanan menempel pada
batang yang pendek.

ketika perlekatan
antara tuber dan
induknya pecah,
sering menghasilkan
kematian bagi induk,
dan tuber tumbuh
menjadi tanaman
yang terpisah.
Contohnya : kentang
putih

Ketika induk umbi lapis


mati, masing-masing umbi
lapis anak akan menjadi
tanaman terpisah.
Contohnya lili, tulip,
bawang merah dan daffodil
Contohnya lili, tulip,
bawang merah dan daffodil

Stolon

Batang bawah tanah melengkung dan berakar di ujungnya, sehingga


terbentuk individu baru.
Misalnya pada stroberi batang horizontal (stolon) membentuk anak tanaman
yang baru dan akhirnya menjadi tanaman yang terpisah

Reproduksi Seksual

reproduksi yang
membentuk individu
baru melalui
tergabungnya informasi
yang disumbangkan
oleh dua sel yang
berlainan/sel gamet
(biasanya mewakili
induk yang berbeda)
Biasanya terdapat
pergantian generasi
dalam hidupnya

fertilisasi dan meiosis membagi


kehidupan organisme menjadi
dua fase berlainan atau
generasi.
Generasi gametofit mulai
dengan spora (n) yang dihasilkan
meiosis
Di antara sel-sel yang dihasilkan
adalah gamet.

Bila dua gamet melebur


(fertilisasi) maka dimulailah
generasi sporofit.

Pergantian generasi

Jadi generasi sporofit mulai


dengan zigot (2n)
sel tertentu akan menjalani
meiosis sehingga terbentuk spora
dan sekali lagi mulailah generasi

Perkembangan gametofit jantan


dan betina
Jantan
Mikrosporosit dalam sporangia mengalami
meiosis
Hasil: mikrospora haploid
Mikrospora membelah menjadi sel generatif
dan sel tabung

Betina
Megasporosit dalam ovul
mengalami meiosis
menghasilkan empat
megaspora, satu fungsional.

Terbentuk gametofit betina


(embrio sac) yang berisi sel
telur, sinergid, sel antipodal dan

Polinasi (Penyerbukan)

Ada yang melakukan penyerbukan sendiri


Ada yang tidak melakukan penyerbukan sendiri, misalnya tumbuhan berumah dua.
Banyak bunga yang dipolinasikan oleh hewan secara struktural tersusun sedemikian
rupa sehingga tidak mungkin polinator atau penyerbuk memindahkan serbuk sari ke
kepala putik bunga yang sama

Dormansi Biji
suatu keadaan pertumbuhan dan metabolisme yang terpendam
Dormansi merupakan suatu mekanisme mempertahankan diri
terhadap suhu yang sangat rendah atau kekeringan di musim panas.
Sebab:
kondisi lingkungan yang tidak baik atau faktor dari dalam tumbuhan itu
sendiri.
Kurangnya air
berkurangnya nutrient terutama nitrogen

Perkembangan biji
(perkecambahan)

Suatu proses dimana


radikula memanjang
menembus kulit biji.

Proses fisiologis:
1. Absorbsi air (imbibisi)
2. Metabolisme pemecahan

3.

4.
5.
6.

cadangan makanan
(endosperm)
Transpor materi hasil
pemecahan endosperm ke
embrio
Pembentukan material baru
Respirasi
Pertumbuhan embrio

Zigot berkembang menjadi


embrio
embrio berdiferensiasi menjadi
plumula, kaulikula, radikula,
serta kotiledon.
Plumula akan membentuk
tunas ujung dan daun
Kaulikula akan membentuk
batang
radikula akan membentuk akar.

Pertumbuhan dan
Perkembangan Tumbuhan
Perkembangan adalah transformasi (perubahan) dari suatu keadaan ke keadaan
lain yang progresif (ke arah yang lebih maju) dan relatif permanen. Perubahan
yang terjadi meliputi susunan, fungsi, dan komposisi.

Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran


(panjang, berat, volume) yang bersifat kuantitatif
(Tenzer, 2014).

Gambar 2.14 Perkembangan Akar (Campbell et al,


2003).
Akar

Gambar
2.15 Perkembangan Batang (Campbell et al, 2003)
Batang

DAUN Gambar 2.16 Perkembangan Daun


(Hidajat, 1994).

Gerakan Pertumbuhan
Gerakan nasti

Tropisme

Respons yang tidak


ditentukan oleh arah
asal rangsangan luar.

Gerakan pertumbuhan yang


arahnya ditentukan oleh arah
rangsangan yang mengenai
tumbuhan.

Contoh:
bunga-bunga yang
mekar setelah matahari
terbit, penyinaran dari
arah manapun akan
memicu respons (tidak
ditentukan arah
rangsangan)

Jika bagian tumbuhan tumbuh ke


arah asal, tropisme itu positif.

Pertumbuhan ke arah yang


berlawanan dengan arah
rangsangan merupakan tropisme
negatif.

Hormon yang Berperan dalam Perkembangan Tumbuhan

Gambar 2. Kultur Meristem (Henuhili, 2013).

KULTUR JARINGAN

Merupakan cara menumbuhkan sel atau


kumpulan sel (jaringan) pada media
dengan nutrisi yang sesuai dengan
kebutuhan sel atau jaringan tanaman
yang ditanam

Gambar : Kultur Anther (Henuhili, 2013).

Mengahsilkan tanaman baru dalam jumlah yang banyak dalam waktu


yang relatif singkat

Prinsip dasar kultur jaringan


berdasarkan teori sel bahwa setiap sel
tanaman mempunyai komampuan autonom
bahkan mempunyai kemampuan totipotensi
(Henuhili, 2013).

Kultur jaringan akan lebih besar presentase


keberhasilannya bila menggunakan jaringan meristem

Manfaat dari kultur jaringan (Henuhili,


2013)