Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

DIODA DAN LED


Praktikan: 1. Okky Fauzan Nurdiansyah
2. Rasyidi Nur Aldebaran

(P27838012005)
(P27838012073)

3. Ratna Dinar Purwaningrum (P27838012085)


Asisten:
Waktu Percobaan: 08 November 2012
Kode-TM 208P
Laboratorium Elektronika
Jurusan Teknik Elektromedik-Poltekkes Surabaya

Dioda adalah suatu komponen aktif yang

3. Mampu menganalisa rangkaian forward

memiliki fungsi untuk memperbolehkan arus listrik mengalir

bias dan reverse bias pada diode

dalam satu arah dan untuk menahan arus dari arah

semikonduktor.

sebaliknya. LED merupakan salah satu jenis dioda


semikonduktor yang mampu memancarkan cahaya yang
timbul akibat lonjakan elektron pada sambungan P-N
junction. Cahaya yang dihasilkan LED bermacam-macam
tergantung dari bahan pembuat dioda tersebut.

2.

Dasar Teori

2.1 DIODA
Dioda adalah komponen elektronika yang
terbuat dari bahan semikonduktor. Bahan ini adalah
silikon atau germanium. Dioda silikon bekerja pada

Kata Kunci: DIODA dan LED

tegangan 0.6 VDC dan dioda germanium bekerja pada


1.

tegangan 0,2 VDC. Dioda memiliki fungsi hanya

Pendahuluan

mengalirkan arus satu arah saja. Struktur dioda adalah


sambungan semikonduktor P dan N. Satu sisi adalah

1.1 Latar Belakang

semikonduktor dengan tipe P dan satu sisinya yang

Kami melakukan percobaan kali ini untuk


dapat mengenal apa itu DIODA dan LED. Dioda

lain adalah tipe N. Dengan struktur demikian arus


hanya akan mengalir dari sisi P menuju sisi N.

adalah suatu komponen aktif yang memiliki fungsi


untuk memperbolehkan arus listrik mengalir dalam
satu arah dan untuk menahan arus dari arah
sebaliknya, sedangkan LED adalah salah satu jenis
dioda semikonduktor yang mampu menghasilkan
cahaya ketika diberikan tegangan.

Gambar simbol dioda

1.2 Tujuan

Dioda disimbolkan dengan gambar anak

semikonduktor.

karakteristik

diode

perwakilan dari cara kerja dioda itu sendiri. Pada


pangkal anak panah disebut juga sebagai anoda (kaki
positif = P) dan pada ujung anak panah disebut
sebagai katoda (kaki negative = N).

melintang. Simbol tersebut sebenarnya adalah sebagai

semikonduktor
2. Mengetahui

panah yang pada ujungnya terdapat garis yang

Halaman

1. Mengetahui komponen elektronika diode

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR


A. Bias Maju

2.1.1

CARA MENGUKUR DIODA

1.

Putar batas ukur pada Ohmmeter X10 / X100

2.

Probe merah katoda, probe hitam anoda =

Gambar dioda bias maju


Gambar

di

atas

merupakan

gambar

karakteristik dioda pada saat diberi bias maju. Lapisan

Jarum bergerak bukan nol.

yang melintang antara sisi P dan sisi N diatas disebut

Kemudian posisi dibalik:

sebagai lapisan deplesi (depletion layer), pada lapisan

Probe merah anoda, probe hitam katoda =

ini terjadi proses keseimbangan hole dan electron.

Jarum tdk bergerak berarti dioda dalam kondisi

Secara sederhana cara kerja dioda pada saat diberi bias

BAIK.

maju adalah sebagai berikut, pada saat dioda diberi

3.

Probe merah katoda, probe hitam anoda =

bias maju, maka electron akan bergerak dari terminal

Jarum bergerak atau menunjuk nol.

negative batere menuju terminal positif batere

Kemudian posisi dibalik :

(berkebalikan dengan arah arus listrik). Elektron yang

Probe merah anoda, probe hitam katoda =

mencapai bagian katoda (sisi N dioda) akan membuat

Jarum bergerak atau menunjuk nol berarti dioda

electron yang ada pada katoda akan bergerak menuju

dalam kondisi RUSAK / SHORT.

anoda dan membuat depletion layer akan terisi penuh


oleh electron, sehingga pada kondisi ini dioda bekerja

2.2 LED

bagai kawat yang tersambung.


Light Emitting Diode (LED) merupakan jenis dioda
semikonduktor yang dapat mengeluarkan energi

B. Bias Mundur

cahaya ketika diberikan tegangan. LED merupakan


salah satu jenis dioda yang mampu memancarkan
cahaya yang timbul akibat lonjakan elektron pada
sambungan P-N junction. Cahaya yang dihasilkan
LED bermacam-macam tergantung dari bahan
pembuat dioda tersebut.

Gambar dioda bias mundur


Berkebalikan dengan bias maju, pada bias
mundur electron akan bergerak dari terminal negative
batere menuju anoda dari dioda (sisi P). Pada kondisi
ini potensial positif yang terhubung dengan katoda
akan membuat electron pada katoda tertarik menjauhi
depletion layer, sehingga akan terjadi pengosongan
pada depletion layer dan membuat kedua sisi terpisah.
yang terputus dan membuat tegangan yang jatuh pada
dioda

akan

sama

pada

umumnya

dengan
dioda

tegangan

dibuat

dari

supply.
bahan

semikonduktor Silicon (tegangan maju 0,7 Volt) dan


Germanium (tegangan maju 0,3 Volt).

Struktur Dasar LED

Halaman

Pada bias mundur ini dioda bekerja bagaikan kawat

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

Semikonduktor merupakan material yang


dapat menghantarkan arus listrik, meskipun tidak
sebaik konduktor listrik. Semikonduktor umumnya

dibuat dari konduktor lemah yang diberi pengotor


berupa

material

lain.

Dalam

LED

digunakan

konduktor dengan gabungan unsur logam aluminium-

Dengan melihat lempengan yang ada di dalam

LED. Lempengan berukuran kecil berkutub positif


( anoda), sedangkan lempengan yang berukuran besar
berkutub negatif ( katoda ).

gallium-arsenit (AlGaAs). Konduktor AlGaAs murni


tidak memiliki pasangan elektron bebas sehingga tidak
dapat mengalirkan arus listrik. Oleh karena itu
dilakukan

proses

doping

dengan

menambahkan

elektron bebas untuk mengganggu keseimbangan


konduktor tersebut, sehingga material yang ada
menjadi semakin konduktif.

2.2.1

Bentuk LED

Cara 3
Mengetahui anoda dan katoda menggunakan

multimeter. Caranya dengan mengarahrahkan range


selector

pada

skala

ohm

meter.

Kemudian

menyambungkan probe multimeter pada kaki-kaki


LED. Apabila LED menyala, maka probe ( - )
menunjukkan anoda, sedangkan probe ( + )
menunjukkan katoda.
3.

Metodologi

3.1 Alat dan bahan:


1. Projectboard
2. Resistor 1K
3. Dioda

Bentuk fisik LED

4. LED
5. Adaptor
6. Jepit buaya
7. Potensiometer
8. Multimeter

Simbol LED

2.2.2 Cara mengetahui kutub positif dan


negative
Ada beberapa cara untuk mengetahui kutub
positif ( anoda ) dan kutub negatif ( katoda ) pada
LED.
Cara 1

Dengan melihat panjang pendeknya kaki pada LED.


Bagian kaki yang panjang berkutub positif (+) dan
bagian kaki yang pendek berkutub negatif ( - ).

Cara 2

Halaman

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

3.2 Langkah langkah Praktikum:

A. Mengukur Dioda dengan Ohmmeter


Atur posisi selector
multimeter pada
pengukuran Ohm

Pasangkan probe
merah(+) pada kaki
anoda diode dan probe
hitam(-) pada kaki katoda
dioda

Perhatikan resistansi
diode yang terbaca pada
ohmmeter

Tukarkan posisi probe


Ohmmeter, probe
merah(+) pada kaki
katoda dan probe hitam() pada kaki anoda

C. Dioda dengan Reverse Bias

Balikkan
pemasangan
arah diode,
kemudian
berikan
tegangan mulai
dari 0, 5, 10, 15,
20, 22, 24, 26,
28, dan 30

Ukur tegangan
dan arus dari
percobaan di
atas, kemudian
tuliskan hasil
percobaan

D. LED(Light Emitting Diode)


Susunlah
rangkaian
LED

Berikan
tegangan
sumber sebesar
5 V, Ukur besar
arus yang
mengalir

Baca nilai resistansi diode


yang terukur pada
Ohmmeter

Berikan tegangan mulai


dari 0, 0,1, 0,3, 0,4, 0,5,
0,7, 0,9, 1, 2, 4, 6, 8,
dan 10

Ukur tegangan dan


Arus dari percobaan di
atas, kemudian tuliskan
hasil percobaan

Perhatikan yang
terjadi pada
LED. Matikan
catu daya,
balikkan posisi
kaki diode D1.
Lakukan langkah
no 2 dan 3

Susunlah rangkaian
forward bias

Halaman

B. Dioda dengan Forward Bias

Perhatikan
yang terjadi
pada LED.
Kemudian ganti
nilai R1 dengan
nilai yang lebih
besar

4.

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR


HASIL DAN ANALISIS

4.1 Hasil dan Analisis


Terlampir
5.

KESIMPULAN
1. Dioda adalah komponen elektronika
yang

terbuat

dari

bahan

semikonduktor yang berfungsi untuk


mengalirkan arus satu arah saja.
2. Apabila dalam suatu rangkaian

DAFTAR PUSTAKA

Halaman

6.

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR