Anda di halaman 1dari 10

Sistem Biometriks Absensi Karyawan Dalam

Menunjang Efektifitas Kinerja Perusahaan


Oleh : Doni Purnama Alam Syah, S.

1. Pendahuluan
Teknologi Informasi (TI) bukalah hal yang tabu pada zaman sekarang ini, banyak orang yang pernah
atau tidak penah sama sekali mengenyam pendidikan di Sekolah atau Kampus sudah mengenal
dengan Teknologi Informasi. Seyogyanya kelebihan yang ada dibidang TI sudah digunakan di seluruh
aspek kehidupan mulai dari Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pertahanan dan Keamanan sehingga
segala sesuatunya dapat dikerjakan dengan seefektif dan efisien mungkin. Perjalanan TI memang
diakui sangat pesat di Dunia ini padahal perkenalannya pertama kali bukan berapa abad yang lalu
atau masih baru, oleh karena itu kita dituntut untuk dapat mengikutinya karena TI dapat mendukung
seluruh aktifitas hidup kita, dapat dibayangkan jika kita berada di Dunia tanpa TI maka tidak ada Mobil
untuk pergi ke kantor, tidak ada Handphone untuk komunikasi di jalan dan tidak ada hal lainnya yang
tadinya tidak mungkin menjadi mungkin.TI sendiri di Negara Indonesia sudah menjadi bagian hidup
yang kental, sekarang seluruh Perusahaan yang ada di Indonesia sudah bersaing dalam menggunakan
TI karena manfaatnya yang tidak dapat digantikan oleh uang. Dunia pendidikan sudah terinfeksi pula
oleh TI sehingga mata pelajaran dan bahkan system yang ada di Tata Usaha sudah berprinsip TI.
Namun demikian tanpa diimbangi dengan infrastruktur dan regulasi yang mendukung, maka Indonesia
dalam ketatnya persaingan dunia bisnis akan semakin jauh tertinggal. Pemerintah Indonesia dalam
rangka memajukan Sumber Daya Manusia IT Indonesia, bukan hanya mengupas masalah-masalah
yang ada secara menyeluruh, tetapi juga akan mengupas beberapa solusi yang dapat dijalankan
dengan Teknologi Informasi (TI).Efisiensi

dan efektifitas sekarang bukanlah hal yang


tabu untuk dibicarakan karena sebuah perusahaan baik nasional atau multi
nasional sudah berbicara tentang efisien dan efektifitas, karena dua hal ini
dapat berpengaruh kepada kinerja perusahaan. Efektifitas perusahaan dapat
diartikan Tingkat keberhasilan perusahaan dalam usaha untuk mencapai
tujuan atau sasarannya. Pengukuran Efektivitas perusahaan : Pendekatan
Sumber- Proses- Sasaran Pendekatan ConstituencyKriteria pengukuran
efektifitas organisasi antara lain : Adaptabilitas dan fleksibilitas
organisasi Produktivitas Kepuasan karyawan Tingkat
keuntungan Keberhasilan dalam mendapatkan sumber Kebebasan
dari rasa tertekan para anggota organisasi. Kontrol terhadap
lingkungan Efisiensi organisasi Kemampuan organisasi untuk
mempertahankan anggotanya. Pertumbuhan
organisasi Kelancaran komunikasi dalam organisasi Kemampuan
mempertahankan eksistensi organisasiPengertian Manajemen Menurut James
A.F. Stoner, Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta
penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai
tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk
mengembangkan perusahaan faktor manajemen yang baik sangat
dibutuhkan salah satu cara yang baik adalah kombinasi antara Manajemen
dan TI untuk menunjukan kinerja perusahaan yang baik. Penggunaan

teknologi untuk perusahaan sebagai acuan efektifitas kinerja adalah adanya


pengadaan sistem terkomputerisasi dalam aktifitas kerja salah satunya
adalah sistem absensi karyawan menggunakan sistem komputerisasi yang
baik yaitu Sistem Biometriks, dengan sistem ini kinerja karyawan akan lebih
cepat karena tidak harus antri absen terlalu lama dan membuang waktu atau
kertas.Perusahaan bisa menghemat waktu dan uang ketika system
komputerisasi dijalankan menggunakan Biometriks karena tidak perlu ada
kartu atau kertas guna mendukung system absensi, sehingga bagian SDM
atau penggajian hanya perlu melihat laporan hasil absensi tanpa harus
memantau system absensi karyawannya.
2. Pembahasan
Biometriks. Dari konsep

tersebut

dapat

dinyatakan

bahwa

autentification dalam security adalah hal yang sangat penting untuk


menjaga keamanan data, namun sudah banyak teknologi yang diterapkan
untuk mejaga keautentikan tersebut, akan tetapi hal itu banyak kendala
dalam penerapanya dan masih kurang memberikan perlindungan yang
aman.

Teknologi

biometrik

menawarkan autentikasi

secara

biologis

memungkinkan sistem dapat mengenali penggunanya lebih tepat. Terdapat


beberapa metode diantaranya : fingerprint scanning, retina scanning,
dan DNA scanning. Dua metode terakhir masih dalam taraf penelitian,
sedangkan fingerprint scanning saat ini telah digunakan secara luas dan
digunakan bersama-sama dengan smartcard dalam proses autentikasi.
Biometriks secara teoritis dapat lebih efektif untuk mengindentifikasi pribadi
seseorang karena biomatriks mengukur karakteristik masing-masing pribadi
untuk membedakan setiap orang. Tidak seperti dengan metoda indentifikasi
konfensional yang menggunakan sesuatu yang anda punyai, misalnya kartu
indentitas untuk akses masuk ke suatu bangunan, atau suatu yang anda
ketahui, seperti password untuk log on ke system Komputer dan lainlain.Ketika digunakan untuk indentifikasi pribadi, teknologi biomatriks
mengukur dan menganalisa karakteristik tingkah laku dan fisiologis manusia.
Mengindentifikasi karakteristik fisiologis seseorang yang didasarkan pada
pengukuran langsung bagian dari body fingertips, hand geometry, facial
geometrydan eye retinas serta irises.
Jenis-jenis system biomatriks.
Ada tujuh jenis mengukuran biomatriks yang pada umumnya
digunakan : Fingerprint Verification, adalah produk dari biomatriks yang
paling dikenal. Produk scanning Sidik jari adalah jenis yang paling umum.
Sebagai mana yang telah diterapkan, Sidik jari menawarkan potensial
keakuratan yang tinggi. Namun ada beberapa permasahan potensial yang
dapat muncul, misalnya ada luka atau kotoran pada jari dan hal ini
menyebabkan tidak dapat dikenalinya Sidik jari tersebut. Beberapa scanner
Sidik jari akan menscan denyut nadi sepertihalnya jari.

Hand geometry, adalah salah satu metoda pembuktian dan biasanya

menawarkan kinerja, mudah untuk digunakan, dan perhitungan yang baik.


Hand geometry secara luas digunakan untuk kendali akses fisik dan sistem
waktu/ kehadiran.
Voice Recognition mungkin metode yang paling diinginkan pemakai
karena semua orang ingin berbicara dengan computer. Dalam prakteknya,
penerapan voice recognition sangat sulit. Kemajuan terbaru dalam
pengenalan suara sudah sangat meningkat termasuk teknologi ini, dan ini
masih subjek permasalahan. Akuistik lokal, suara latar, kualitas mikropon,
pilek/ flu, dan kemarahan semua ini bisa mengubah suara manusia sehingga
membuat/ mempengaruhi pengenalan suara sulit atau mustahil untuk
dideteksi keabsahannya. Lebih lanjut, sistem voice recognition cenderung
memakan waktu dan prosesnya sangat sulit dan memerlukan banyak ruang
untuk penyimpanan. Retinal Scanning, menyediakan keakuratan yang
tinggi. Pola retinal adalah ciri khusus yang sangat tinggi. Setiap mata
mempunyai pola pembuluh darah yang unik; bahkan mata yang identik
kembar juga berbeda. Walaupun masing-masing pola secara normal dapat
terpengaruh oleh karena suatu penyakit seperti glaukoma, kencing manis,
tekanan darah tinggi, dan lain-lain.
Iris Scanning, mengatasi dari
permasalahan scanner retina. Karena iris (yang diwarnai bagian dari mata)
adalah kelihatan dari jauh, kontak langsung dengan scanner tidak diperlukan
dan tidak harus melepaskan kacamata. Teknologi bekerja dengan scanning
pola acak yang unik dari iris. Yang menarik dari metoda ini adalah tidak
mengandalkan pada warna iris (kamera yang digunakan adalah hitam dan
putih). Ini adalah penting oleh karena popularitas dari lensa kontak warna
beberapa penjual mengakui sistem mereka akan bekerja dengan kontak
warna dan bahkan melalui kacamata hitam yang tidak memantulkan
cahaya.
Signature Verification, memiliki sinergi teknologi lain bukan
karena digunakan oleh orang-orang untuk menandatangani berbagai hal.
Tandatangan diperlakukan sebagai satu rangkaian pergerakan yang berisi
data biometrik yang unik, seperti irama pribadi, akselerasi, dan arus
tekanan.
Facial Recognition, adalah salah satu metoda biometrik yang paling baru.
Teknologi ini telah menarik banyak perhatian. Kemajuan berlanjut untuk
dibuat dengan teknologi muda ini, tetapi sampai saat ini sistem facial
recognition pasti mempunyai batas kesuksesan yang terbatas dalam aplikasi
praktis.
Teknologi sistem biometrik sangat kompleksitas baik kemampuan, dan
kinerjanya, biasanya sistem biometrik ini menggunakan alat tambahan
seperti kamera dan perangkat scanning untuk menangkap images,
merekam, atau mengukur karakteristik seseorang dan software/ hardware
komputer untuk menyadap, mengkodekan, menyimpan, dan
membandingkan karakteristik ini. Contohnya, adalah pengenalan sidik jari
yang sangat sederhana (semua manusia mempunyai sidik jari), yang barubaru ini digunakan untuk mengidentifikasi tewasnya (Batu-Malang, 09

Nopember 2005) gembong teroris Asia asal Negara Malaysia Dr. Azhari,
walaupun masih didukung dengan bukti-bukti yang lainnya untuk
meyakinkan public. Efektifitas Kinerja, Salahsatu kunci keberhasilan suatu
perusahaan adalah bergantung pada kinerja sumberdaya manusia yang
secara langsung atau tidak langsung memberi kontribusi pada perusahaan,
yang meliputi pemangku kepentingan eksternal (stake holders) dan
kepentingan internal (karyawan) yang dimiliki oleh perusahan. Untuk
memperoleh kinerja optimal dari keberadaan karyawan dalam perusahaan
maka perusahaan perlu menetapkan strategi yang tepat, yaitu dengan
memikirkan bagaimana mengelola karyawan agar mau mencapai tujuan
perusahaan yang telah ditetapkan.Strategi tersebut hendaknya merupakan
strategi yang berorientasi pada tujuan yaitu dengan menyamakan persepsi
antara tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan dengan tujuan yang ingin
dicapai oleh karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut. Kepentingan
tujuan perusahaan dan kepentingan tujuan karyawan tidak dapat dipisahpisahkan karena berada dalam satu kesatuan kebersamaan yang utuh.
Namun, acap terjadi kesenjangan (gap) antara tujuan dan harapan karyawan
terhadap perusahaan, dengan realitas yang ada. Hal tersebut seringkali
menimbulkan masalah-masalah SDM. Adanya masalah-masalah SDM
tersebut akan mempengaruhi kinerja karyawan di dalam perusahaan yang
bersangkutan. Dalam upaya mencapai effesiensi kerja faktor kehadiran
(absensi) karyawan merupakan hal yang cukup penting, apalagi
berhubungan dengan produksi, penggajian, prestasi kerja, dll. Pada alat
pencatatan absensi karyawan yang konvensional memerlukan banyak
intervensi pegawai bagian administrasi kepegawaian (SDM/ human resources
management ) maupun kejujuran karyawan, Hal ini dimungkinkan adanya
manipulasi data kehadiran apabila pengawasan yang kontinyu pada proses
ini tidak dilakukan semestinya. Dengan sistem absensi berbasis biomatriks
(sidik jari) proses pengambilan informasi kehadiran karyawan menjadi
hampir 100% akurat karena didasarkan sidik jari masing-masing serta proses
pencatatan dan pelaporannya menjadi otomatis oleh software khusus.
Kesalahan maupun manipulasi catatan dapat dihilangkan karena intervensi
pegawai administrasi menjadi minimal. Informasi yang akurat merefleksikan
kondisi yang sebenarnya menjadi landasan untuk pengambilan keputusan
serta kebijakan untuk kemajuan suatu instansi/lembaga. Pencatatan absensi
karyawan merupakan salah satu faktor penting dalam pengelolaan sumber
daya manusia (SDM / human resources management). Informasi yang
mendalam dan terperinci mengenai kehadiran seorang karyawan dapat
menentukan prestasi kerja seseorang, gaji / upah, produktivitas, atau
kemajuan instansi/lembaga secara umum. Pada alat pencatatan absensi
karyawan yang konvensional memerlukan banyak intervensi pegawai bagian
administrasi SDM maupun kejujuran karyawan yang sedang dicatat
kehadirannya. Hal ini sering memberikan peluang adanya manipulasi data
kehadiran apabila pengawasan yang kontinyu pada proses ini tidak dilakukan

semestinya. Proses pencatatan dan pelaporan kehadiran karyawan


merupakan proses yang repetitif (berulang). Karyawan datang pada waktu
tertentu dan mengambil kartu absensi dari rak kartu, kemudian
memasukkan kartu tersebut ke dalam mesin pencetak waktu dan tanggal
pada kartu tersebut. Selanjutnya menyimpannya kembali dirak kartu. Setiap
periode tertentu pegawai administrasi mengambil kartu-kartu absensi
tersebut dan mentabulasikan data-data absensi tersebut dalam spreadsheet
dikomputer dan menyimpan kembali kartu-kartu tersebut pada rak
ditempatnya masing-masing. Prosedur tersebut diulang-ulang terus menerus
tanpa banyak perubahan. Pengulangan prosedur pencatatan absensi dan
pelaporan pengupahan tersebut sebenarnya sangat cocok untuk
menggunakan proses terotomatisasi seluruhnya oleh komputer.Untuk
mengatasi hal tersebut di atas maka dikembangkanlah teknologi
biometrik yang memiliki keunggulan sifat tidak dapat dihilangkan, dilupakan
atau dipindahkan dari satu orang ke orang lain, juga sulit ditiru atau
dipalsukan.Dengan adanya sistem pencatatan dan pelaporan berbasis
biomatriks (sidik jari) pengulangan tadi dapat sebagian besar dilakukan oleh
komputer. Proses pengambilan informasi kehadiran karyawan menjadi
hampir 100% akurat karena didasarkan sidik jari masing-masing serta proses
pencatatan dan pelaporannya menjadi otomatis oleh software khusus.
Kesalahan maupun manipulasi catatan dapat dihilangkan karena intervensi
pegawai administrasi menjadi minimal Dari permasalahan yang ada maka
dilakukan perbandingan perbandingan antara lain:1. Pencatatan absensi
dan pelaporan menggunakan kartu absensi dan jam pencetak waktu
konvensional.
Gambar 1. Pencatatan absensi konvensional.3. Pencatatan menggunakan
kartu magnetik atau kartu berkode (bar code) 4. Pencatatan absensi dan
pelaporan menggunakan sidik jari dan integrasi ke software pelaporan dan
kepegawaian. Keamanan dengan menggunakan password untuk saat ini
sudah banyak kelemahannya, pertama hanya memiliki fungsi verifikasi,
kedua banyak orang yang hanya menggunakan satu password untuk segala
hal, mulai dari e-mail, penggunaan kartu ATM, sampai menjadi keanggotaan
mailing list. Untuk mengatasi kelemahan penggunaan password, maka
dikembangkanlah teknologi biometrik yaitu suatu metode keamanan
database dengan menggunakan anggota badan seperti sidik jari, geometri
tangan, ritina (mata),suara dan wajah sebagai pengganti password.Teknologi
biometrik dikembangkan karena dapat memenuhi dua fungsi yaitu
identifikasi dan verifikasi,disamping itu biometrik memiliki karakteristik
seperti, tidak dapat hilang, tidak dapat lupa dan tidak mudah dipalsukan
karena keberadaanya melekat pada manusia, dimana satu dengan yang lain
tidak akan sama, maka keunikannya akan lebih terjamin.Tuhan menciptakan
manusia dengan memiliki keunikan-keunikan tersendiri. Bagian-bagian tubuh
manusia tidak ada yang sama antara satu sama lain. Oleh karena itulah
bagian-bagian tubuh manusia seringkali digunakan untuk mengetahui

identitas seseorang.Tak heran apabila sejak beberapa abad yang lalu sidik
jari digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi. Contohnya adalah VOC
yang di masa zaman penjajahan kerap menggunakan sidik jari sebagai tanda
yang sah dalam melakukan proses authentifikasi dengan tujuan-tujuan
tertentu. Sampai kini sidik jari masih kita gunakan dalam hal-hal yang
berkaitan dengan proses authentifikasi seperti pembuatan KTP, SIM, dan lainlain.Seperti halnya sidik jari, tubuh kita juga memiliki bagian-bagian lain
yang memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh orang lain. keunikankeunikan tersebut menimbulkan gagasan bagi manusia untuk
memanfaatkannya sebagai identitas diri. Seiring perkembangan teknologi,
manusia menggunakan teknologi yang secara otomatis dapat mendukung
dalam proses identifikasi seseorang. Teknologi inilah yang kita kenal dengan
biometrik (teknologi semi konduktor). Biometrik merupakan metode untuk
mengenali seseorang berdasarkan karakter fisik maupun perilakunya. Saat
ini ada banyak perusahaan yang mengembangkan teknologi biometrik untuk
digunakan di perusahaan-perusahaan. Salah satu perusahaan ternama yang
mengembangkan teknologi biometrik adalah International Biometric Group.
IBG merupakan perusahaan yang menyediakan solusi dan jasa biometrik.
Sejak 1996, IBG telah menjalankan bisnis untuk keamanan jaringan dan
sistem identifikasi.Baru-baru ini, IBG mengeluarkan Biometrics Market and
Industry Reports 2007-2012 yang menyajikan analisis mengenai aplikasi dan
teknologi biometric di pasar global. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi
biometrik menggunakan AFIS/Live Scan paling banyak digunakan dengan
prosentase 33,6%. Sementara itu teknologi biometrik sidik jari atau biasa
kita kenal dengan Fingerprint menempat urutan kedua dengan
25,3%.Meskipun biometrik sistem yang tersedia di pasaran dapat
menggunakan berbagai bagian tubuh mulai dari tekstur wajah, suara, retina,
iris dan denyut jantung, namun hand scanner dan finger scanner merupakan
tipe yang paling banyak digunakan perusahaan-perusahaan untuk
absensi.Mengenai hal ini, Anil Jain, seorang professor dari Michigan State
University yang menjalankan the schools biometric research program dan
memiliki hak paten penggunaan fingerprint mengatakan bahwa hand
geometry machine atau mesin identifikasi menggunakan tangan lebih
banyak digunakan untuk absensi kehadirankarena teknologi ini sudah
tersedia sejak 25 tahun yang lalu. Beberapa perusahan besar di Amerika
Serikat yang menggunakan hand scanner diantaranya bergerak di bidang
industri rumah sakit dan laboratorioum seperti Merck, Bristol-Myers Squibb,
Pfizer dan DuPont. Ada juga nama-nama restoran ternama seperti
McDonalds, Burger King, Dunkin Donuts dan Papa Johns Pizza.Sementara
itu, fingerprint scanner yang merupakan teknik yang nomor dua paling
banyak digunakan untuk absensi digunakan oleh perusahaan-perusahaan
seperti IBM, Hertz, Disney, TJ Maxx, Nordstrom, GAP, Office Depot, dan lainlain. Selain itu the Transportation Security Administration baru-baru ini juga
memasang fingerprint scanner untuk 55.000 lebih karyawannya yang

dipasang di lebih dari 450 bandar udara di seluruh Amerika Serikat.Meskipun


kebanyakan perusahaan sedang berjalan untuk mengotomatisasi
timekeeping system namun biometrik masih digunakan dalam jumlah
persentase yang kecil dalam pengumpulan data dan waktu kehadiran. Hal itu
berdasarkan 2006 payroll benchmark research dari The Hacket Group
dimana 33% perusahaan masih menggunakan paper time cards untuk
absensi dan kehadiran karyawan.Mencegah Penipuan, Teknologi biometrik
saat ini cukup popular dan digunakan banyak perusahaan di berbagai
industri. Bila dahulu biometrik lebih identik digunakan di instansi
pemerintahan dan industri yang membutuhkan high-security system, saat ini
perusahaan-perusahaan seperti pabrik, restoran, rumah sakit, laboratorium
dan lain-lain mulai menggunakan biometrik menggantikan absensi manual
atau kita kenal dengan mesin ceklokan, magnetic strip ID card sampai
barcode.Teknologi ini ibarat senjata bagi perusahaan untuk mendisiplikan
karyawannya. Kedisiplinan merupakan faktor penting untuk terciptanya SDM
yang berkualitas. Sehingga biasanya perusahaan akan memberikan
perhatian pada hal-hal yang bisa meningkatkan keberhasilan secara efektif
dan efisien. Untuk itu, salah satu paramater yang digunakan adalah
kemampuan para karyawan untuk masuk kantor pada waktunya. Dengan
adanya teknologi ini, praktis HRD akan terbantu ketika memantau jam keluar
masuk karyawan.Meskipun selain biometrik masih ada sistem absensi lain
yang berbasis teknologi, namun sayangnya sisetm-sistem tersebut memiliki
kelemahan tersendiri. Contohnya absensi menggunakan magnetic card.
Oknum-oknum karyawan dapat dengan mudah melakukan kecurangan
dengan menitipkan kartu absennya pada teman yang datang lebih awal,
untuk kemudian minta diabsenkan. Dengan biometrik sistem, kemungkinan
ini bisa direduksi meskipun tidak tertutup pula kemungkinan lain dari
karyawan untuk melakukan kecurangan.Romy Robb, payroll administrator di
the Hilton Waterfront Beach Resort di Huntington Beach, California, seperti
dikutip SHRM beralasan bahwa system ini mudah digunakan. Karyawan tidak
harus menggunakan kartu absensi dan mencegah karyawan untuk titip
absen. Ternyata tak hanya itu manfaat yang bisa diperoleh dari biometrik
sistem. Selain untuk absensi, biometric system juga dapat diintergrasikan ke
HR technology system seperti kompensasi dan payroll. Dengan berbagai
kelebihannya, biometrik sistem tampaknya akan menjadi pilihan bagi
perusahaan-perusahaan di berbagai industri.Untuk membatasi makalah
pada keamanan database dalam penyusunan paper ini akan digunakan
teknologi biometri dengan menggunakan pola sidik jari sebagai pengganti
password dalam mengakses database dengan alasan sistem ini sudah mulai
banyak digunakan baik di perkantoran, perusahaan, sekolah, rumah sakit,
pusat tenaga nuklir, dan pemerintah terbukti sistem ini memiliki tingkat
keamanan yang tinggi,dan sudah familiar sehingga mudah dalam
penggunaanya.Berikut adalah beberapa factor kelemahan yang terjadi ketika
ada system absensi dalam sebuah perusahaan.

No Faktor kelemahan

Kartu absensi dan


pencetak
waktunya(1)

Ketidakjujuran
karyawan via buddy
Seringkali terjadi.Kartu
punching(teman
1.
absensi digunakan
sekerja yang
bersama-sama
mencatatkan
kehadiran)
Manipulasi atau
2. hilangnya kartu
absensi

Kesalahan/
ketidakakuratan
3.
pencatatan waktu
kerja karyawan
Otomatisasi sistem
pelaporan dan
4. integrasi dengan
sistem informasi
kepegawaian

Mungkin terjadi Kartu


absensi dapat
dipertukarkan antar
rekan sekerja
Kurang
akurat.Pencetak waktu
dapat diset atau reset
manual, sehingga
mungkin dapat
menjadi tidak akurat
Secara manual Hrs
dilakukan secara
manual, kemungkinan
kesalahan penyalinan
data dari kartu absensi
cukup besar

Magnetic tape
reader / bar code
reader(2)

Finger print scanner &


software absensi &
pengupahan(3)

Dapat terjadi.Kartu
Tidak mungkin terjadi. Sidik
magnetik dapat
jari tidak dapat digunakan oleh
digunakan bersamarekan sekerjanya yang lain.
sama

Mungkin terjadiKartu
magnetik dapat
dipertukarkan antar
rekan sekerja

Tidak mungkin terjadi Tidak


menggunakan kartu absensi,
sidik jari seseorang selalu unik
(tidak ada yang sama).Dapat
menggunakan lebih dari 1 jari
sebagai identifikasi

AkuratPencatatan
Akurat Pencatatan waktu
waktu menggunakan
menggunakan komputer,
komputer, sangat
sangat akurat
akurat
Dapat secara
otomatisMungkin
dapat diintegrasikan
dengan sistem
terkomputerisasi.

Otomatis dan integrasi ke


sistem kepegawaian Selalu
dapat dilakukan otomatisasi
pelaporan, menggunakan
sistem yang terintegrasi.

Kelemahan sistem konvensional adalah terbukanya peluang manipulasi,


kesalahan pencatatan, maupun hilangnya catatan kehadiran seorang
karyawan. Juga, terbuka kemungkinan terjadinya buddy punching dimana
rekan sekerja yang lain mencatatkan waktu kerja yang bukan dirinya. Hal ini
membuat pencatatan waktu kehadiran karyawan menjadi tidak
akurat. Integrasi ke sistem kepegawaian membutuhkan analisis dan
perancangan software yang terpadu, dengan sistem konvensional cukup sulit
untuk diotomatisasikan karena pencatatan informasi kehadiran secara
manual. Pencatatan menggunakan komputer seperti pada penggunaan sidik
jari ini sangat memungkinkan keterpaduan dengan sistem kepegawaian
serta pengembangan sistem lebih lanjut.Sistem pencatatan kehadiran
berbasis biomatriks (sidik jari) mampu menjawab permasalahan absensi
diatas. Berdasarkan perbandingan dengan sistem lain pada tabel
sebelumnya, sistem berbasis biomatriks mempunyai keunggulan sbb: Sidik
jari tidak dapat dipalsukan dan digandakan.Karyawan yang mencatatkan
kehadirannya di sistem ini adalah benar-benar karyawan yang namanya
tercantum dalam record komputer di database kepegawaian. Kesalahan
pencatatan dan manipulasi data dapat diminimalkan.Data absensi karyawan
menjadi sangat akurat. Semuanya terautomatisasi dengan sistem
kepegawaian sehingga intervensi manual oleh unauthorized user dapat
dihindari. Sistem pelaporan terintegrasi dengan sistem informasi
kepegawaian.Pencatatan absensi, pelaporan, dan proses selanjutnya seperti
pengupahan, prestasi kerja, uang transport, dst. dapat diintegrasikan
bersama sama. Sistem terpadu menghasilkan laporan yang akurat, cepat,

dan efisien. Sangat mudah digunakanUser hanya perlu menekan sensor


dengan salah satu jari (misal jempol atau telunjuk) dan proses sisanya
ditangani oleh sistem ini. Tampilan di layar monitor menggunakan grafis dan
sangat informatif. Misalnya photo akan muncul, berikut nomor pegawai, dan
waktu kehadiran secara singkat dan jelas.Awalnya setiap karyawan akan
didaftarkan sidik jarinya ke dalam database sidik jari biomatriks, jari yang
didaftarkan dapat lebih dari satu jika salah satu jarinya tidak secara
sempurna digunakan sebagai identifikasi. Informasi setiap karyawan sebagai
acuan dapat menggunakan database kepegawaian yang telah dirancang
atau sistem kepegawaian rancang bangun terbaru.Untuk digunakan sebagai
pencatat absensi, karyawan pengguna hanya perlu menempelkan jarinya
pada sensor di dekat layar monitor. Selanjutnya sistem biomatriks akan
mendeteksi sendiri siapa karyawan tersebut dan mencatat waktu
kedatangan / kepulangannya sesuai dengan waktu di CMOS clock komputer.
Informasi ini akan disimpan pada database kepegawaian untuk perhitungan
selanjutnya. Fitur dan keunggulan sistem Solusi lengkap sistem absensi
biomatriks, dimana hardware sensor, custom-designed software, dan
packaging nya dalam satu paket lengkap. Sistem ini sangat mudah
digunakan, sensor dapat membaca sidik jari pada sudut apa saja, bahkan
terbalik sekalipun. Software driver sensor mampu mengenalinya dengan
baik. Pengamanan pembacaan sidik jari dari pembacaan sidik jari
sebelumnya. Pembacaan bayang-bayang sidik jari dari user sebelumnya
dapat tersisa, tapi sistem ini akan menghilangkannya sehingga pembacaan
selanjutnya menjadi lebih akurat. Link data dari sensor ke Biomatriks Server
yang aman. Data dikirim menggunakan link yang terotorisasi secara
challenge-response. Jadi data yang lain tidak dapat dikirim ulang untuk
otorisasi. Template sidik jari dan data-data user diproteksi secara internal
dengan menggunakan teknik 128-bit enkripsi. Gambar image sidik jari tidak
disimpan, tapi hanya kalkulasi matematisnya saja. Jadi, identitas masingmasing sidik jari tidak dapat digandakan.
3. KesimpulanBidang
Teknologi Informasi memang sedang di gandrungi oleh seluruh perusahaan
untuk kinerjanya yang sangat mendukung, dalam hal ini perusahaan
berharap banyak ketika sebuah pekerjaan yang memakan waktu yang
banyak dapat disingkat dengan baik agar efisiensi waktu dapat dilakukan.
System komputerisasi sudah digunakan dibeberapa bidang dalam
perusahaan contohnya penggajian, persediaan, penjualan dll. Namun ada hal
penting yang perlu dibuatkannya system terkomputerisasi yaitu Sistem
Absensi. Sistem absensi yang baik sekarang ini ada yang disebut
BIOMETRIKS yaitu system absensi menggunakan data dari tubuh manusia
baik itu jari, tangan, mata atau suara.Dengan system biometric setiap
penggunanya akan dideteksi secara akurat sehingga tidak dapat absensi
karyawan diwakilkan, namun demikian ada beberapa kelemahan ketika apa
yang terjadi pada objek yang dideteksi mengalami perubahan misalnya
suara yang serak, Sidik jari terkena luka, atau mata yang sedang sakit. Tetapi

tidak dapat dipungkiri system biomatrik sangat mengambil manfaat lebih


banyak dari system yang sudah ada. Kegunaan sistem biometriks adalah
Mengenalkan keamanan database dengan teknologi biometrik sebagai
pengganti password dan mengembangkan kemungkinan-kemungkinan
pemanfaatan teknologi biometerik untuk keamanan selain databaseSistem
absensi biomatriks ini tentunya akan menyelesaikan masalah-masalah klasik
pencatatan absensi, yaitu diantaranya buddy punching, kartu yang hilang,
pencatatan absensi yang kurang akurat, hingga keamanan informasi. Pada
awalnya mungkin system absensi yang menggunakan Teknologi Informasi
akan memakan banyak biaya namun demikian jika dilihat manfaat dan
jangka waktu yang lama system yang terkomputerisasi dengan TI akan
mendapatkan manfaat yang menguntungkan perusahaan.Sistem yang akan
dibangun tentunya harus sesuai dengan kebutuhan sehingga
pemanfaatannya menjadi tepat guna. pengembangan lebih lanjut berikut
ujicoba yang teliti yang mencakup semua aspek pemakaian sistem ini perlu
dilaksanakan sehingga menjadikan sistem yang handal dan sesuai dengan
kebutuhan spesifik perusahaan.
Daftar Pustaka Anthony, Robert
N & Govindarajan, Vijay. Management Control System. Salemba Empat.
2004 HM, Jogiyanto, Prof. Dr. MBA. Akt. Sistem teknologi Informasi Edisi 2.
Andi Yogyakarta. 2005 Prabu M, A.A. Anwar, Dr, MSi. Evaluasi Kinerja SDM.
Refika Aditama Bandung. 2005 Thoha, Miftah. Perilaku Organisasi Konsep
Dasar dan Aplikasinya. PT Raja Grafindo Persada Yogyakarta.
2003 Http://www.biometricaccess.comhttp://www.techsvg.com/aboutbiometrics.html