Anda di halaman 1dari 52

08 AGUS HARDIMAN

HEAD OF AUDIO ENGINEERING &


MUSIC PROCUTION DIVISION

22 KARINA ANDJANI

INSTRUCTOR OF CLASSICAL PIANO


DIVISION

34 MERGIE SIEGER

MUSISI LEGEND - TOKOH INSPIRASI

36 AHOT FENDERICO
INSTRUCTOR OF BASS DIVISION

EW

46 RESONANSI

TO

16

BE

SM

06

7P

GO
E
A S

EV
E

NT

RE

EN S
BE R
AB CH
A
L
A
18
UR O
JA RT
R I
JA OL
FR
A
KA
UD
BE EE
RT
RS O
IO
AT
21
GR
AM N
IM
AT
AA E H
AN
UR
IS
CH O
UN A
M U
TU ND
AD R
K
05 U
PE A S
AN CL
RE U
AN A
OL NI
M K
DA SS
IM VE
PU A
PI R
R
A
N L
AD IT
IN AN
EB Y
DO
UD VI
NE
AY SI
SI
A T
A

VI

BAND

ITY
UN
M
M
CO

G
AN
G

M
M

AL

AN

NG

LO
US

ITA

UN

R
KO OM

K
PO

DO

NE

IK

SI

BO

AN

FIN

GE

RS

TY

AL

LE

GU

ITA

ITA
S
UN
C

IFG

PROGRAM KITA

KO
M

30

IN

44

20 VIOLIN KITA

BELAJAR BIOLA GRATIS

32 BAKTI MUSISI UNTUK INDONESIA


LESSON, TIPS, & MOTI

47 JADWAL KELAS KITA

CEK UNTUK DAFTAR MENJADI MURID KITA

48 PARTITUR

GYMNOPEIDIE NO.1

Evi Raswandi

PEMIMPIN UMUM
PENANGGUNG JAWAB
FOTOGRAFER

www.kitaanaknegeri.com

Fajaruddin

REPORTER
EDITOR

Achmad Ananda

WEB DESIGN
FOTOGRAFER
LAYOUT DESIGN

Deodato Maharddhika

DEWAN REDAKSI

WAKIL PEMIMPIN
UMUM

facebook : Kita Anaknegeri


Twitter : @kitaanaknegeri
Youtube : Kita Anak Negeri
Instagram : kita_anaknegeri

Syuha Rizky Zulkarnain

REPORTER

BENDAHARA

Ulfa Hanim

KONTRIBUTOR

Karina Andjani

04

KONTRIBUTOR

Agus Hardiman

KONTRIBUTOR

Agung Sanjaya

Ahot Fenderico
Path : Kita Anak Negeri
Soundcloud : lpm-kitaanaknegeri
Gmail : lpm.kitaanaknegeri@gmail.com
contact person
Sekolah Musik KITA anak negeri
Rukan Pesona View Blok J 5-6
Jln. Ir. Juanda Depok
021 77840978

EVENT REVIEW
Event Olimpiade Budaya merupakan event tahunan
yang telah diadakan di FIB. Untuk olimpiade budaya
itu adalah ajang lomba terbesar di FIB dan di dalamnya itu ada sekitar 11 cabang olah raga dan 8 cabang
seni. Diadakan nya itu biasanya di semester ganjil dan
setiap liburan seperti di bulan September atau bulan
Oktober. Untuk event ini sudah berlangsung sangat
lama seperti dari tahun ke tahun.
Untuk olimpiade budaya ini mempunyai tema dan
nama tema nya KECE PAYA dari delapan cabang
sendiri ini punya lomba termasuk tema di salah satu
contoh seperti sekarang yang sedang berlangsung
adalah lomba BAND itu bertemakan when independent its you jadi dalam lomba band ini para masingmasing peserta band itu akan menyanyikan dengan
dua buah lagu yang pertama nya itu adalah lagu wajib
itu lagu nya ber genre indie karena sesuai dengan
tema. Satu lagi itu akan menyanyikan lagu bebas dan
dibebaskan untuk pilih lagu masing-masing bandnya.
Acara ini sebenarnya memang acara wajib band yang
pastinya semua jurusan pasti ikutan karena acara ini
merupakan bergengsi kenapa karena ibaratnya kalau
memenangkan kontes olimpiade budaya ini dan untuk
kejuaraan di tahun ini yang memenangkan olimpiade
budaya ini bisa jalan dengan kepala tegak.

Olimpiade
budaya
05

EVENT REVIEW

06

EVENT REVIEW

goes to school.
SMAK 7 PENABUR
JAKARTA TIMUR

16 OKTOBER 2014

Belum lama ini Kita Anaknegeri berkunjung ke SMAK 7 PENABUR JAKARTA


TIMUR untuk mengadakan workshop Audio Engineering . event ini kami
berikan judul KLINIK MUSIK KELILING - GOES TO SCHOOL
Dalam Kesempatan ini kami membawa beberapa sumber dan juga pengajar
skaligus Head Divisi mas Agus Hardiman dibantu oleh Widyhatmoko Nugroho ( Nuki ) instruktur guitar klasik @kitaanaknegeri, untuk sharing dan
berbagi ilmu tentang bagaimana proses merekam audio. Dengan konsep
easy and fun para peserta yg sebagian besar siswa SMAK 7 PENABUR ini
sangat serius mengikutinya. Seruu deh pokoknya.
Event ini sangat terbuka sekali untuk umum, jika sekolah atau kampus kamu
mau di buatkan workshop seperti ini atau dengan format yang lain..silahkan
menghubungi front office kami di 021-77840978

07

perkembangan
audio engineering
di indonesia
bersama

Agus Hardiman

head of audio engineering and


music production

Menurut Agus Hardiman saat kita interview tentang du-

Untuk memulai belajar terjun di dunia audio engineer-

nia audio engineering Indonesia mengatakan bahwa se-

ing and musik production apakah harus memiliki ke-

makin maju saat ini dengan potensi-potensi muda yang

mampuan dalam memainkan salah satu alat musik? Ada

bukan hanya dari kota besar di pulau Jawa, tetapi dari

dua sisi tentang ini. Yang pertama, karena kecanggihan

seluruh pelosok Indonesia.

teknologi saat ini, siapapun tanpa pengetahuan bermain alat musik bisa terjun ke dunia audio engineering.

Sebagai contoh, ada Jefry, murid beliau dari Sumatera

Contoh sederhana, dengan tablet / iPad, banyak aplikasi

Barat yang sewaktu masih kuliah berhasil menjadi juara

yang memungkinkan kita membuat suatu karya musik

lomba jingle Bank BNI cabang London. Bayangkan, dia

dengan mudah. Sisi yang kedua, pengetahuan memain-

mendapat hadiah 1500 tau sekitar Rp26,2 juta pada

kan alat musik juga membantu orang yang terjun ke du-

usia muda. Bukan masalah uang hadiah saja, tetapi kes-

nia ini membuat hasil karya yang lebih bernyawa.

empatan jinglenya di perdengarkan di seluruh Eropa itu

kualitas audio dari budaya Indonesia. Sebagai contoh,

Mendapat predikat sebagai Produksi Karya Terbaik atau Produser


Musik Terbaik versi AMI (Anugerah
Musik Indonesia) Award di tahun
2006 untuk produksi lagu Bukan
Milikmu Lagi Agnes Monica, album
Whaddup, A?!.

studio rekaman legendaris Lokananta yang dahulu

Info di http://agushardiman.com/portfolio/bukan-

tidak pernah di tengok, sekarang mulai banyak dipakai

milikmu-lagi-agnes-monica/

suatu yang istimewa ! Nah, kesempatan seperti ini bisa


diraih siapa saja di bidang audio engineering karena begitu banyak bidang yang membutuhkan musik / audio.

Sumbangan untuk budaya Indonesia adalah audio engineer bisa mendokumentasikan serta memperbagus

oleh musisi dengan bantuan audio engineer yang berpegalaman. Contoh lain, banyak pagelaran seni budaya
Indonesia menjadi semakin baik kualitas pementasannya karena peran audio engineering. Beliau sendiri menyediakan gratis soundbank Angklung, Kendang Sunda
dan Gamelan Jawa via blog saya di http://blog.artsonica.
com dengan visi agar kaum muda bisa dengan mudah
berekspresi membuat musik modern dengan balutan
instrumen tradisional Indonesia dengan software musik
yang biasa mereka pakai.

10

11

PROFILE : AGUS HARDIMAN


Semuanya bermula dari kecintaan Agus Hardiman di

Institut Kesenian Jakarta (thn 2012-sekarang).

dunia music production yang dimulai dari tahun 1986

Pada sekitar tahun 2003, Agus Hardiman pindah

di Bandung dimana saat itu studio analog masih mera-

dari DAW Cakewalk ke DAW Cubase / Nuendo karena

jai dunia rekaman Indonesia dan belum ada satupun

merasa masa depan musik digital ada pada kedua

studio rekaman digital. Pada tahun tsb, mulai muncul

software ini. Dan terbukti beberapa tahun kemudian,

alat-alat digital non-komputer untuk membuat musik

format VST (Virtual Studio Technology) dan format

yang disebut sebagai micro-composer yaitu Roland

driver audio ASIO (Asio Streaming Input Output) yang

MC-500 MkII.

merupakan produk dari Steinberg (perusahaan pem-

Sebelumnya, sejak kelas 2 SD, Agus Hardiman sudah

buat Cubase / Nuendo) menjadi sangat populer dan

belajar piano klasik di sekolah musik Yamaha hingga

diadopsi oleh hampir semua software audio yang ada

SMP di Manado. Saat SMA, Agus Hardiman pindah ke

, Karena ke-expert-annya pula, Agus Hardiman diminta

Bandung dan mulai belajar piano jazz dengan guru

untuk membuat video tutorial tentang musik digital

Bambang Nugroho, keyboardist grup fusion Bhaska-

secara rutin setiap bulan oleh majalah komputer CHIP

ra, juga belajar dengan Riza Arshad (Simak Dialog)

(grup Gramedia) selama 2 tahun (24 bulan). Beberapa

dan Indra Lesmana (belajarnya tidak lama).


Passion Agus Hardiman di bidang musik dan digital dan juga instingnya bahwa musik digital akan
menjadi the next big thing melahirkan satu buku yg
berjudul Belajar Sendiri Cakewalk Pro Audio versi

videonya bisa ditonton di youtube channel ArtSonica

8 pada tahun 2000 yang diterbitkan oleh Elex Media

ini : www.youtube.com/ArtSonica.

dari grup Gramedia. Sejak dirilisnya buku ini, semakin

Ternyata musik produksi Agus Hardiman ini dijadikan

banyak orang Indonesia yang mulai tertarik untuk be-

sumber ide untuk sinetron baru Agnes dengan judul

lajar dan Agus Hardiman membuat website di tahun

yang sama dan diputar setiap minggu selama pulu-

2000 dan forum diskusi MusikTek di tahun 2001 yang

han minggu. Saat Agnes akan membuat album baru di

membahas dunia musik digital. Sebagai info, pada

tahun 2005, Agus Hardiman termasuk yang diminta

tahun 2000 belum ada social media seperti twitter,

untuk memproduksi salah satu lagu yaitu lagu Bukan

facebook dll bahkan blogpun belum umum. Agus

Milikmu Lagi. Tanpa diduga lagu hasil produksinya di-

Hardiman sering dipanggil untuk mengajar di seluruh

anggap paling mewakili Agnes Monica dan dijadikan

Indonesia juga membuat kurikulum audio dan menga-

single pertama & videoklip pertama dari album tsb

jar di LPM Farabi Darmawangsa (thn 2001-2005) lalu

ArtSonica

LPM Farabi Cempaka Mas (thn 2005-2007), Universitas Pelita Harapan (thn 2007-2009) serta IKJ atau

12

AGUS HAR

Pendiri sekolah musik digital pertama di Indonesia yaitu MusikTek


di tahun 2006 di Surabaya dan
Steinberg Certified Trainer pertama di Indonesia dan sekolah
ArtSonica juga sebagai Steinberg
Certified Training Center pertama
di Indonesia dan merupakan salah
satu dari 5 orang / lembaga yang
mendapat predikat ini di Asia.

PROFILE : AGUS HARDIMAN

Info di http://www.steinberg.net/en/education/
training/indionesia.html. Sebagai info, Steinberg
adalah produsen software musik yang sudah mendunia yaitu Cubase, Nuendo dan Wavelab.

DIMAN
Pengarang buku komputer musik /
musik digital pertama di Indonesia
yang diterbitkan Elex Media Komputindo (grup Gramedia) pada tahun
2000 dan terjual 6000 buku.
Info di http://agushardiman.com/portfolio/my-1st-bookbelajar-sendiri-cakewalk-pro-audio-versi-8/

13

EVENT REVIEW & GALLERY

16

open class
Senin s/d Kamis
Home Studio Production
Pro Studio Production
Laptop for Live Show
Audio Mixing Techniques
AudioMastering Techniques
iPad Music for Fun

Audio Engineering & Music Production


www.kitaanaknegeri.com

17

EVENT REVIEW

18

EVENT REVIEW

19

20

EVENT REVIEW & GALLERY

21

PROFILE : KARINA ANDJANI

karina
andjani

22

Halo, saat ini saya tercatat sebagai mahasiswi pascasarjana pada program studi Ilmu Psikologi di Universitas
Indonesia, tapi saya sudah merencanakan bahwa semester depan akan keluar dari sana untuk masuk ke
program studi Ilmu Filsafat, juga di Universitas Indonesia, sama seperti program sarjana saya. Sehari-hari selain kuliah, saya menikmati membaca, sedikit bermain
piano, menonton film, dan sedikit berkumpul dengan
teman-teman. Bulan Mei lalu saya menerbitkan sebuah
buku berjudul Apa Itu Musik? Kajian Tentang Sunyi dan
Bunyi Berdasarkan 433 Karya John Cage. Buku tersebut merupakan adaptasi dari skripsi saya, maka dari itu
gaya tulisannya terasa cukup akademis, dan saya memang maunya begitu. Isinya sesuai dengan judulnya,
tentu saja mengenai komposisi 433 John Cage yang
merupakan komposisi kosong dimana pianisnya tidak
memainkan apapun dari partiturnya selama empat menit tiga puluh tiga detik. Saya menelaah karya tersebut
dari perspektif filosofis khususnya ontologis dengan
bertanya Apa Itu Musik?. John Cage adalah seorang
komponis, suatu profesi yang akan membuat orang berpikir bahwa ketika ia menciptakan suatu karya, maka
karya tersebut adalah karya musik. Namun cukupkah
demikian? Cukupkah dengan adanya seorang komponis
yang membuat sebuah karya yang ditampilkan oleh seorang pianis di hadapan piano di sebuah panggung di
ruang pertunjukkan, menjadikan bahwa karya tersebut
adalah suatu karya musik? Atau itu merupakan sesuatu
yang lain? Pembahasannya seputar itu sih. Waktu saya
menawarkan tema-tema lain di seputar pembahasan
tersebut, saya diingatkan bahwa kita harus membatasi
masalah supaya tulisannya tidak bersifat ensiklopedik.

KARINA ANDJANI
(lahir di Jakarta, 3 Februari 1991) lulus
cumlaude dari program studi Ilmu Filsafat,
Universitas Indonesia. Semasa kuliah ia aktif
mengajar Bahasa Indonesia untuk ekspatriat,
mengajar piano di Sonora Music School dan
Kita Anak Negeri, serta berpartisipasi dalam
Organisasi Lentera Filsafat, Komunitas Mahasiswa Filsafat UI, BEM FIB UI, dan Ikatan
Abang Mpok Depok.

PROFILE : KARINA ANDJANI

Saya pernah menerima piano mainan pada ulang tahun

Saya cukup bingung juga, mengapa saya suka musik

saya yang ketiga, dan bukannya merusak atau melem-

klasik? Orangtua saya yang tidak tahu apa-apa ten-

parnya seperti tabiat anak kecil di usia itu pada umumn-

tang musik klasik dan lingkungan saya yang biasa

ya, saya senang memainkannya. Selain itu menurut ibu

saja tentunya tidak dapat dikatakan sebagai faktor

saya, saya bisa bernyanyi atau meniru orang bernyanyi

pendukung yang kuat. Sejak kecil saya sering diting-

lebih dulu sebelum bisa berbicara. Saya belajar musik

gal sendirian di rumah dan senang menjelajahi ru-

pertama kali saat berumur sembilan tahun, itu bukan

mah ketika bahan bacaan saya sudah habis. Saya per-

les piano seperti dugaan kalian, melainkan les vokal. In-

gi ke gudang dan pertama kali menemukan CD Mad

struktur vokal saya pada waktu itu cukup sering absen

About Chopin di bawah CD Jim Reeves, Dick Hyman,

karena sakit stroke yang dideritanya. Setelah les vokal

The Greatest Love Songs, Piano by Candlelight, dan

yang tidak berlangsung lama, kemudian saya les piano

Richard Clayderman. CD-CD berdebu itu saya bersih-

cukup lama dengan tante Lita Uditomo yang juga menga-

kan, dengarkan, lalu setelahnya berpikir bahwa saya

jar di KITA Anak Negeri. Saya merasa senang sekali dan

suka sekali suara piano yang lincah dan riang dari

nyaman belajar dengan beliau (makanya mungkin bisa

Dick Hyman, tetapi saya sangat tertarik pada Chopin

betah les bertahun-tahun) walaupun les piano saya sem-

yang karya-karyanya memiliki muatan yang waktu itu

pat terputus-putus karena berbagai hal. Saya rasa, bila

saya belum saya pahami (sampai sekarang juga be-

dibandingkan dengan beberapa pemusik, saya tidak

lum sih) sebagai muatan emosi yang kompleks mis-

bisa dibilang benar-benar terjun ke dalam musik sepe-

alnya ada sedih di dalam senang, senang di dalam se-

nuhnya karena minat dan kegiatan lain yang juga saya

dih, sedih yang benar-benar sedih hingga lesu, marah

kerjakan. Namun saya tahu bahwa saya membutuhkan

tapi sebetulnya sedih, namun ada juga senang yang

musik dalam hidup saya, tidak hanya mendengarkan,

betul-betul riang dan jenaka. Setelah itu saya ingin

tapi juga ingin terlibat. Makanya begitu ada kesempatan

tahu lebih banyak tentang musik klasik dan dulu me-

mengajar di KITA, saya langsung antusias karena saya

minta ibu saya untuk membelikan CD lain untuk saya.

bisa berada di dunia akademik dan musik seperti yang

Sepertinya saya memiliki rasa suka alamiah terhadap

saya inginkan.

jenis musik tersebut khususnya bila dibandingkan


dengan musik-musik lainnya. Ini tidak berarti saya
hanya menyukai musik klasik karena saya juga tertarik dan menyukai musik-musik lainnya, tetapi tidak
menikmati musik-musik lainnya sebagaimana bila
saya menikmati musik klasik.

24

PROFILE : KARINA ANDJANI

25

PROFILE : KARINA ANDJANI

Saya kagum pada banyak sekali tokoh, dari zaman


dulu hingga sekarang ada banyak sekali orangorang yang hebat dalam berbagai hal. Tetapi saya
tidak pernah memiliki kefanatikan pada satu tokoh
tertentu karena sejauh yang saya ketahui, bahkan
orang-orang yang ditempeli label filsuf sekalipun tidak ada yang sempurna dari segala aspek.
Pemikiran dari para filsuf juga tidak dapat kita
percayai semuanya karena tidak semuanya benar.
Misalnya dari satu buku yang berisi gumulan pemikiran, ada beberapa kecacatan argumen, tetapi
kemudian ada juga beberapa argumen yang luar
biasa. Maksud saya, kalau filsuf saja seperti itu,

28

apalagi kita yang orang biasa? Jadi saya biasanya

tas yang tak terhindarkan seperti misalnya dimensi

mengambil pendekatan pragmatik dan eklek-

ketubuhan kita, lahir di keluarga seperti apakah

tik saya mengambil hal-hal yang berguna dari

kita, dan seterusnya, kita memiliki kemungkinan,

pemikiran-pemikiran yang saya jumpai dan tidak

kita bisa memilih dan bertindak untuk menjadikan

keberatan untuk meramunya dengan pemikiran

diri kita seperti apa. Pilihan bebas sangat lekat

lain, itu juga tentunya tidak luput dari suasana sub-

dengan tanggung jawab, dengan kata lain kita tidak

jektif. Sejauh ini saya merasa terhubung dengan

pantas untuk serta merta menyalahkan orang lain

filsuf-filsuf antara lain seperti Kierkegaard, Hei-

ataupun langsung melemparkan segalanya pada

degger, dan Nietzsche, mereka eksistensialis. Men-

Tuhan. Menjadi eksistensialis juga mampu menja-

jadi seorang eksistensialis adalah percaya bahwa

rak dengan dunia dan menjadi otentik, menjalani

kita memiliki pilihan bebas, lebih ekstrimnya kita

hidup dengan menghayati pilihan sendiri, bukan

terkutuk untuk bebas. Sehingga meskipun kita ter-

hanya mengikuti apa yang didiktekan begitu saja

lempar ke dunia ini dan menemukan adanya faktisi-

oleh orang lain dan masyarakat.

PROFILE : KARINA ANDJANI


Dimanapun itu, perkembangan musik selalu berubah
mengikuti budayanya atau apa yang kiranya terjadi di
zaman itu. Misalnya pada zaman animisme, musik digunakan untuk kegiatan ritual, misalnya memanggil
arwah maupun memanggil hujan. Alat musik yang digunakan pun berasal dari alam dengan bentuk sederhana
atau bahkan dari suara atau tubuh manusia sendiri.
Kemudian setelah ada pelayaran dan perdagangan,
mulai masuklah pengaruh Hindu, Buddha, Islam, Katolik, dan Kristen dan pengaruhnya juga terlihat dari
berbagai bentuk musik di beberapa daerah. Setelah
perkembangan industri dan globalisasi, kita dapat
menyandingkan beberapa musik dengan fast food
cepat, ada dimana-mana untuk dikonsumsi, tetapi
tidak menyehatkan, dan slow food butuh waktu untuk diolah, belum tentu tersedia dimana-mana karena
tidak diproduksi massal, namun menyehatkan. Saat ini
dunia kesenian musik di Indonesia sedang berada di
masa emas khususnya karena ada mas Ananda Sukarlan, yang juga merupakan kepala divisi piano klasik di
KITA. Beliau merupakan komponis dan pianis yang dapat sangat kita banggakan karena memberikan musikmusik yang indah serta bermutu dan mendunia dengan
membawa nama Indonesia.

karina
andjani
www.kitaanaknegeri.com

29

KOMUNITAS MUSIK

Indonesian Fingerstyle Gu
18 OKTOBER kemarin Kita Anaknegeri mengadakan
gathering IFGC ( INDONESIAN FINGERSTYLE GUITAR
COMMUNITY ) yang ke 2 (dua). Konsep gathering kali
ini dibuat lebih minimalis, artistik, santai dan lebih
mengedepankan kenyamanan sehingga para perserta yg hadir dapat lebih leluasa berkumpul dan saling
sharing antar sesama anggota community IFGC.
Ketika gathering yang pertama kita kedatangan tamu
dari anggota IFGC reg kota malang yaitu Luhung
Swantara dengan aksi permainan style guitar yg memukau.

30

Di pertemuan yg ke 2 kita kedatangan tamu juga sobat.. Renda Pangestu IFGC asal yogyakarta dengan
permainan khasnya mengkolaborasi tehnik fingerstye dengan blues. Ngga kalah hebat deh pokoknya
musisi musisi dlm negeri sama artis2 di luar sana.
Nggak ketinggalan Kevin Nikolas , Reqi Rangga Raditya , Widyhatmoko Nugroho dan teman2 yg lain menunjukan kebolehannya dalam bermain fingerstyle
guitar.

KOMUNITAS MUSIK

itar Community
Penasaran dengan indonesian fingerstyle guitar community?
Gabung aja di komunitasnya dan Anggotanya sudah banyak
juga loh jd bisa tambah teman juga.
Follow @id_fingerstyle atau masuk group atau page di facebook
INDONESIAN FINGERSTYLE GUITAR COMMUNITY

www.kitaanaknegeri.com

31

KITA ANAK NEGERI

Bakti

32

KITA ANAK NEGERI

Musisi Untuk

Indonesia
Dalam sejarah perkembangannya musik adalah bagian yang tak terpisahkan dari peradaban manusia.
Musik adalah salah satu bentuk ekspresi yang menjadi kekuatan pemersatu sekaligus media komunikasi
yang efektif dalam hubungan sosial. Bahkan kemajuan budaya suatu bangsa berjalan seiring dengan
kemajuan seni musiknya, hal ini dapat terlihat dari
betapa seriusnya pendidikan musik di negara- negara maju. Pendidikan musik yang memadai secara otomatis berdampak pada tingginya tingkat apresiasi
masyarakat bangsa tersebut terhadap seni musik.
Memanfaatkan ketersediaan teknologi dan jaringan
Internet dengan media sosialnya, KITA ( Komunitas
Ilmu Tata Nada untuk Anak Negeri ) berupaya mewadahi para musisi Indonesia untuk berkontribusi
meningkatkan minat dan motivasi para pemuda Indonesia untuk mempelajari dan mengembang kan
seni musik melalui tayangan video. Musik tidak lagi
menjadi image yg susah untuk dipelajari, mudah, menyenangkan dan dapat menjadi referensi tambahan
ilmu dari tips tips yg ditayangkan.

KITA dengan tangan terbuka dengan senang hati


akan memfasilitasi bagi semua seniman musik anak
negeri yang ingin bersumbangsih berupa tips, trik
bermain musik atau motivasi untuk Anak Indonesia. Semoga Musisi Indonesia bisa menjadi bagian
yg berkontribusi di Indonesia yang dapat ikut merangkul dan pemersatu pemuda , dapat ikut mengurangi kecenderungan pemuda kepada aktivitas yang
negatif dan dapat merangsang pemuda berkarya
yang membanggakan Indonesia.
Info lebih lanjut
http://kitaanaknegeri.com/category/bakti-musisiuntuk-indonesia/

33

Margie
BLUES

Segers

SEJAK KAPAN TANTE MARGIE MENJADI SEORANG PENYANYI YANG PROFESIONAL?


Sejak tante Margie masih
usia 9 tahun sudah bernyanyi. Di usia 19 tahun tante
MARGIE tertarik dengan
musik ballad, standart jazz,
maupun swing jazz. Hingga
saat ini diusia yang ke-63 tahun tante Margie masih dianugerahkan kesehatan dan
suara yang sangat stabil.

Untuk menjaganya tante


MARGIE mengatur pola makan, dan menjauhkan diri
rokok karena rokok dapat
mengganggu pernafasan
serta tidak baik untuk tubuh. Karena dalam bernyanyi itu di butuhkan daya
tahan tubuh yang stabil dan
normal.

Lalu tante Margie juga pernah juga membawakan


sebuah aransement seperti rock, metal, dan aransement metal juga yang masih
ada condong ke blues. Dari
genre tersebut beliau mendapatkan inspirasi untuk
masuk ke dunia musik jazz.

MENURUT TANTE MARGIE MENJADI SEORANG PENYANYI PROFESIONAL ITU TIPS NYA SEPERTI APAKAH?
Tips untuk menjadi seorang
penyanyi profesional ialah banyak melihat penyanyi-penyanyi
berpengalaman dan yang paling
utama berkomunikasi dengan
band itu sendiri dan banyak
mendengarkan lagu-lagu untuk

34

menambah referensi. Begitu juga


untuk menjadi seorang musisi
vocal yang profesional harus dilatih dengan cara menyanyikan
lagu-lagu orang lain yang di terjemahkan sesuai karakter diri
sendiri. Dari cara melatih karakter

diri sendiri, tante Margie juga selalu memperhatikan performance


para penyanyi yang lebih profesional dan berpengalaman dalam
bernyanyi. Dari situ akan mendapatkan ilmu yang berguna dalam
proses melatih vocal.

ROCK - JAZZ

HARAPAN TANTE MARGIE UNTUK ANAK-ANAK DI INDONESIA ?


Harapannya tante Margie mengajak para musisi yang berpengalaman untuk memberikan saran
kepada para anak muda atau
penggemar musik, jangan terlalu
menekan karena mereka juga perlu sharing dan kadang juga masih
merasa minder untuk memulai
pembicaraan.

BE YOURSELF

PERFECT

Kemudian harapan tante Margie


adalah merangkul mereka dan
memberi saran apa yang mereka
butuhkan. Jangan pernah langsung mengatakan bahwa si anak
itu hebat. Kita sebagai tokoh musisi harus bisa menyimpan katakata hebat terhadap anak muda
di jaman sekarang. Ya seperti si A
menyanyikan lagu ini dan si B menyanyikan lagu itu, yang terpenting
adalah bagaimana mereka menyanyikan dengan karakter mereka
sendiri, bukan sama seperti penyanyi lagu tersebut.

LEGEND

35

PROFILE : AHOT FENDERICO

Hola, saya Ahot Fenderico saat ini sibuk bermain musik saja sebagai sesion player. Untuk
saat ini sudah ada karya namun masih dalam proses. Karya saya berupa lagu tentang kehidupan dibantu juga dengan Oxy Arya Wijaya untuk produksinya. Genrenya itu sendiri
berkaitan tentang kehidupan sehari hari dan perjuangan untuk kehidupan yang lebih baik.

36

PROFILE : AHOT FENDERICO

ahot

graharizkyka
fenderico
bass player

37

PROFILE : AHOT FENDERICO

sejak SMP saya sering ikut


lomba band kemudian mulai
profesionalnya di umur 18 Tahun
dan ketika itu pertama kali main
di pub-pub kota Malang
40

PROFILE : AHOT FENDERICO

Menurut saya Jazz itu bukan Genre melainkan sejarah.


Saya sendiri suka sekali dengan sejarah dan menurut
saya lebih baik belajar musik dimulai dari belajar
sejarahnya terlebih dahulu. Banyak sekali pelajaran
yang bisa diambil dari sejarah. Di jaman sekarang
ini sudah banyak yang bermain musik jazz modern

Ambil contohnya orang Africa yang saat itu terkena dis-

tapi ketika kita belajar dasarnya itu membuat kita

kriminasi ras di Amerika, karena orang kulit putih tidak

lebih mudah untuk memahami genre modernnya dan

suka mereka bermain musik dengan bagus. Akhirnya,

karena sejarah pula membuat wawasan kita kian ber-

mereka diberi piano yang rusak serta jelek dan bermain-

tambah dan kitapun bisa lebih menghargai musik.

nya di tempat prostitusi. Dari situlah lahir Genre Blues


dan orang zaman sekarang tidak akan bisa main musik di
Genre Blues tanpa adanya perjuangan dari para Legenda
pencetus musik Blues dahulu. Jadi, ketika kita bermain
musik dan tahu bagaimana sejarahnya maka kita pasti
bisa lebih menghargai musik itu sendiri.

41

PROFILE : AHOT FENDERICO


Dunia kesenian musik di Indonesia sangat bagus
sekali, perkembangannya semakin maju, komunitas
berbagai musik juga mulai bertebaran serta Genre
apapun sekarang di Indonesia-pun sudah ada. Antar
Genre saling menghargai dan menghormati apalagi
di era digital ini komunikasi semakin mudah. Saya
dulu belajar otodidak karena tidak memiliki uang
yang cukup untuk sekolah atau les musik, maka dari
itu saya belajar memberanikan diri untuk belajar dari
pintu ke pintu para senior musik di Kota Malang. Saya
memberanikan diri untuk main ke rumah mereka
walaupun saat itu belum kenal mereka. Sekitar 2 tahun lamanya saya belajar seperti itu, dan dari situ pula
saya memikirkan bagaimana nasib teman-teman seperti saya ini yang tidak punya uang tapi ingin belajar
musik dan kerja didunia musik. Akhirnya muncul ide
untuk membuat komunitas musik yang tidak pandang
Genre tapi komunitas untuk belajar. Dari situlah Rompok Bolong lahir, komunitas ini juga mempererat antar
berbagai Genre. Sering pula ada event dari beberapa

Tokoh inspirasi yang paling Influence saya


adalah Mama saya Sendiri, Roy Burns( Drumer
dari USA), the Beatles, Sting, Koes Plus, dan lain
lain.

42

PROFILE : AHOT FENDERICO


Genre seperti Punk, Jazz, Etnik, Rock, dsb. Waktu itu
saya tidak berpikir untuk terobsesi pada sesuatu,
yang saya lakukan saat itu hanya untuk mewadahi teman-teman perfom dan belajar, bahkan banyak band
dari Jakarta penasaran dan ikut bermain di Rompok
Bolong. Teman-teman Malang-pun jadi senang karena
bisa sangat dekat dengan band-band idolanya tanpa
harus ada panggung besar dan fasilitas mewah lainnya. Dengan kesederhanaan, kamipun bisa berkomunikasi dan sharing bareng. Dari komunitas itu juga

Kalau Do Something untuk Indonesia saya rasa

lahir musisi-musisi muda yang berbakat dan mempu-

masih belum apa-apa. Justru teman-teman komu-

nyai pola pikir bahwa semua Genre itu sama, tidak ada

nitas di Malang yang sudah Do Something untuk

yang lebih baik ataupun jelek. Dari komunitas itu pula

Indonesia. Mereka bsa mewakili kota Malang untuk

kita bisa belajar bahwa saling menghormati itu san-

Event Nasional bahkan Internasional sampai orang

gatlah penting, tidak ada sekat antara senior maupun

luar negeripun banyak berkunjung ke Malang karena

junior. Semua sama-sama bermain dan belajar bareng

melihat tingginya apresisasi terhadap musik di kota

disitu pula senior dan junior bisa saling kenal.

Malang.

AHOT FENDERICO

(lahir di Malang, 8 Oktober 1988) pernah mengajar bass di Purwaca-

raka Music School dan sekarang sebagai instruktur di sekolah


musik Kita Anak Negeri, pendiri komunitas Rompok Bolong Malang,
saat ini aktif sebagai session player.

43

KOMUNITAS MUSIK

community visit

ROMPOK BOLONG
- MALANG -

Malang, 24 Agustus 2014 Kita Anak Negeri


berkunjung ke Komunitas Rompok Bolong
yang ada di Kota Malang. Lebih tepatnya
di cafe Jazzcorner Jl. Bogor no.2 Malang,
Kita bertemu dengan sekelompok anakanak muda yang melakukan kegiatan
musik saat itu. Rompok Bolong adalah
komunitas musik yang terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung di dalamnya
dlam berkegiatan musik tanpa mengkotak-kotakan aliran. Kunjungan Kita saat
itu merupakan salah satu program kerja
kita yaitu #Communityvisit. Program ini
adalah suatu upaya Kita Anak Negeri untuk mengangkat potensi daerah/luar kota
khususnya di bidang seni dan musik, pada
kali ini kota Malang menjadi program
kami yang pertama. Kegiatannya adalah
berkunjung dan mengadakan workshop
musik di acara Rompok Bolong.

44

Suatu kehormatan juga telah dipersilakan dan disambut dengan hangat oleh
teman-teman dan para musisi di Malang.
Kami salut juga terhadap semangat anakanak muda di komunitas ini yang begitu
antusias menyambut kedatangan Kita
Anak Negeri. Acara di mulai dari jam 7-12
malam yang menampilkan berbagai jenis
musisi dari berbagai aliran dan mereka
benar-benar terlihat saling antusias satu
sama lain hingga acara selesai. Satu pelajaran yang Kita ambil adalah semangat,
sikap rendah diri, dan saling menghargai
antar musisi di dalam Komunitas Rompok
Bolong ini. Tetap semangat dan berkarya
untuk Komunitas Rompok Bolong dan musisi Malang.

KOMUNITAS MUSIK

45

PROFILE

resonansi
band
twitter : @resonansiband
fb : facebook.com/resonansiband
APA SIH YANG MENGINSPIRASI KALIAN BUAT
BIKIN SATU BAND
SEPERTI SEKARANG?

DIMANA AJA SIH


BIASANYA BAND
KALIAN INI TAMPIL?
DAN UDAH BUAT
KARYA APA AJA?

Bermimpi menjadi salah

Kafe, sekolah, kampus,

satu band yang kami

hingga beberapa tempat

impikan. Punya album,

di luar kota sudah kami

konser, tour, menjelajahi

jelajahi. Kami kini se-

indonesia bahkan dunia

dang menggarap album

dikelilingi ribuan penik-

perdana yang rencanan-

mat musik untuk men-

ya akan dirilis Desember

yaksikan kami.

ini. Ada satu lagu yang


sudah kami produksi
videonya yang dapat teman teman nikmati di
Youtube.

46

APA NAMA BAND


KALIAN? KENAPA
NAMANYA ITU?

Resonansi, sebagaima-

KENAPA KALIAN BUAT


BAND BERALIRAN

na yang kami ketahui

Bagi kami blues adalah

Resonansi adalah ber-

bagaimana kalian ber-

getarnya suatu benda

main musik dengan soul.

karena bunyi dari suatu

Dengan tune dan irama

sumber

yang kami ciptakan, dan

kami

bunyi.

Nah,

menganalogikan

sumber bunyi itu adalah


kami Resonansi yang
menggetarkan sekeliling
kami. , kutip Aji sang
gitaris.

kami

rasakan,

musik kami.

itulah

Jadwal Kelas
Gitar Elektrik

Gitar Klasik

Audio Engineering

Violin

Senin
Benny Irawan

Senin
Rachmat Kusnadi

Senin
Agus Hardiman

Senin
Ivan Luthfi

Selasa
Iksan Nur

Rabu
Benny Irawan

Selasa
Agus Hardiman

Selasa
Ivan Luthfi

Rabu
Achmad Ananda

Sabtu
Widyhatmoko Nugorho

Rabu
Agus Hardiman

Sabtu
Benny Irawan

Piano Klasik
Senin
Annisa Dyah
Oxy Arya Wijaya

Kamis
Agus Hardiman

Piano Kontemporer
Senin
Oxy Arya Wijaya

Bass
Rabu
Ilyas Muhadji

Saxophone
Rabu
Ferry Sukma

Selasa
Karina Andjani
Rabu
Lita Uditomo
Jumat
Annisa Dyah
Sabtu
Karina Andjani
Lita Uditomo

Drum
Rabu
Andriyono

Drum for kid

Vocal

Selasa
Triar Beni

Jumat
Gustam Pribadi

Rabu
Triar Beni

Sabtu
Koko

47

PARTITUR

48

PARTITUR

49

50

51