Anda di halaman 1dari 12

Surat Kabar Umum

Pendiri
B. SIAHAAN

EDISI: 015 TAHUN I SENIN 10 - 23 OKTOBER 2011

Pemimpin Redaksi

JENRI SITANGGANG

E-mail: metropolitanpos@yahoo.com
EDISI: 015 TAHUN I SENIN 10 - 23 OKTOBER 2011

HOTLINE PASANG IKLAN DAN PENGADUAN KANTOR REDAKSI : 021-3190 2301 / 0813 1533 8511

40 Persen Mobil Angkutan


Sampah Dinas Kebersihan Tak Laik Jalan
Agar tidak merusak lingkungan serta untuk mengoptimalkan pelayanan kebersihan,
dalam menangani sampah, selain secara swakelola, Pemprov DKI Jakarta juga
melibatkan pihak swasta

Menakertrans Sidak BBPLKLN CEVEST Bekasi

Bupati Bandung Peroleh Penghargaan

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Muhaimin Iskandar,


melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja
Luar Negeri (BBPLKLN) Centre of Vocational and Extension Service Training (Cevest)
Bekasi, Kamis, (6/10) silam.

Pada tahun 2011 ini, Pemerintah telah mencanangkan kebijakan dalam rangka
peningkatan dan perluasan program pro-rakyat yang dalam pelaksanaannya dituangkan
melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2011 tentang Tim Koordinasi Peningkatan
dan Perluasan Program Pro-Rakyat.

BACA HALAMAN .......... 04

BACA HALAMAN ....... 03

RINA DIANA,

Ogah Ditelanjangi
RINA Diana mengaku kapok
tampil buka-bukaan dalam layar lebar. Ia tak ingin lagi berakting sebagai
perempuan yang hanya menampilkan sisi sensualnya seperti dalam Perempuan Perempuan Liar.
Ini
film
pertama
kali aku buka-bukaan.
Tapi aku tetap profesional, besok-besok nggak lagi, deh, kata Rina.
A r t i s
muda berdarah Yunani-Manado
itu mengaku

TIPIKOR DIDESAK BIDIK KORUPSI


DINAS DAMKAR & PB PROV. DKI
Jakarta, Metropolitan Pos
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan
Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, DR
Paimin Napitupulu, bersama Ketua lelang
pengadaan barang/ jasa pemerintah, Kamsudin, Sekretaris lelang pengadaan barang
/ jasa pemerintah, Arief, serta rekanan,
diduga korupsi APBD tiap tahun Perlu
Dibidik Tipikor Mabes Polri.
Pengadaan tersebut di duga di mark-up tidak sesuai
harga dilapangan jauh lebih tinggi dari harga yang sudah
ditentukan di data billy quantity.
Berdasarkan data pengadaan kegiatan APBD tahun
2011, seperti, pengadaan baju tahan api dan tahan kimia
sebesar Rp2.711.299.943,-, pengadaan fireman glove
sebesar Rp1.499.749.790,-, pengadaan ban kendaraan

BACA BERITANYA DI HALAMAN 10

BERSAMBUNG KE HAL..............10

Tender Proyek di Bagian Tata Pemerintahan


Walikota Jaktim Sarat Persekongkolan
Walikota Jaktim Diminta Tindak Panitia yang terlibat

***

BACA HALAMAN ............ 05

Rawan Korupsi APBD Setiap Tahun

***SELEBRITIS ***

Jakarta, Metropolitan Pos


Proses pelelangan kegiatan proyek di Bagian Tata Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Timur dituding sarat rekayasa belaka, persekongkolan dan konspirasi.
Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif LSM GEMPAR
(Gerakan Masyarakat Pejuang Aspirasi Rakyat), B. Hasu-

HARGA: @Rp 3.500, LUAR JAWA + ONGKOS KIRIM

dungan, kepada sejumlah wartawan di lingkungan kantor


Walikota Jakarta Timur,
baru-baru ini.
Menurut Hasudungan, tudingan persekongkolan tersebut
tampak pada proses penetapan
pemenang pelelangan di sejumlah paket proyek fisik, seperti
pada paket proyek Rehab

PERISTIWA ***

BERSAMBUNG KE HAL.....11

***

H. MURDHANI

KUPAS TUNTAS ***

KADIS PEMADAM KEBAKARAN DAN PB PROV. DKI JAKARTA, DR PAIMIN NAPITUPULU

INVESTIGASI

*** SOROT ***

Pelelangan Proyek di UPT BBP


BERINDIKASI KKN

PRAKTEK PUNGLI
DI SDN 02 UJUNG
MENTENG MERAJALELA

Jakarta, Metropolitan Pos


Proses pelelangan proyek di UPT Balai Budidaya Perikanan (BBP) Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi
DKI Jakarta dituding hanya akal-akalan panitia pengadaan barang/jasa untuk kepentingan tertentu. Hal
itu diungkapkan Direktur Eksekutif LSM Gerakan
Masyarakat Pejuang Aspirasi Rakyat (GEMPAR), B. Hasudungan, kepada Wartawan baru-baru ini.
Menurut Hasudungan, adapun paket proyek yang
ditenderkan adalah Pemeliharaan Pelataran Parkir
Cengkareng Rp 300 Juta. Dalam proses tendernya,
Panitia Pengadaan tidak cakap saat melakukan evaluasi administrasi, sehingga menimbulkan kecurigaan
dan kerugian terhadap peserta tender.
Bahkan akibat kekeliruan tersebut, para rekanan terpaksa melakukan keberatannya lewat surat sanggahan
banding hingga ke Gubernur DKI, Fauzi Bowo. Jenri

Jakarta, Metropolitan Pos


Meskipun berbagai aturan dan
pemberian sanksi dilakukan Pemerintah, nyatanya praktek pungutan
liar (pungli) terus saja terjadi di
sejumlah lembaga pendidikan. Praktek pungli terkesan menjadi langklah
yang cukup menggiurkan bagi para
oknum pengelola sekolah untuk mencari keuntungan dari para siswa.
Dengan beragam alasan, misalnya membiayai suatu kegiatan dan
membiayai pembelian perlengkapan sekolah, para oknum kepala
BERSAMBUNG KE HAL.....11

2012, Pemkot Tangsel


Diduga Ada
Kepala USG RSU Tangerang Anggap Wartawan Teroris
Mafia E-KTP di DKI Bangun Terminal Terpadu
Jakarta, Metropolitan Pos
Anggota Komisi II DPR Ramadhan Pohan mendorong agar
pemerintah dan lembaga hukum
mengusut dugaan adanya permainan mafia yang menyebabkan
keterlambatan pelaksanaan E-KTP
dan berujung pada kegagalan program tersebut.
Soal ada tidaknya mafia, kami
serahkan pada penegak hukum.
Biar mereka yang menangani jika
ada mafia yang ingin menggagalkan proyek ini, ujarnya di Gedung
DPR, Jakarta, Kamis (6/10).
Dia berharap pelaksanaan KTP
elektronik itu berjalan lancar.
Sebab program data kependudukan
sistem online itu bisa menjadi terobosan positif untuk pendataan
kependudukan.
Apalagi, proyek itu sudah disetujui DPR, sedangkan untuk programnya sudah ada regulasi dalam UU No
23/2006. Ini kan sudah diamanatkan UU Nomor 23 Tahun 2006, dengan persetujuan DPR, menjalankan
tiga program strategis, tambahnya.
BERSAMBUNG KE HAL.....11

Tangsel, Metropolitan Pos


Pemerintah Kota Tangerang Selatan Prov Banten merencanakan untuk membangun terminal terpadu di kec
Ciputat. Kajian tentang pembangunan Terminal Terpadu
sudah direncanakan dalam APBD Pemda Tangsel kota
Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany.
Airin menjelaskan pembangunan Terminal Terpadu
ini rencananya akan dimulai pembangunannya pada
tahun 2012. Selain itu pembangunan tersebut sudah dilakukan kajian oleh Dishubkonimto dan merupakan bagian yang potensial kedepan karena berdekatan dengan DKI
Jakarta sebagai ibukota juga ditambahkan bahwa kota
Tangerang Selatan membutuhkan Terminal Terpadu
yang diharapkan mampu mengakomodasi kepentingan
BERSAMBUNG KE HAL.....11

WALIKOTA TANGSEL
AIRIN RACHMI DIANY

Tangerang, Metropolitan Pos


Dihimbau kepada petugas
Penyidik Pegawai Negeri Sipil
(PPNS) dan aparat terkait agar
menindak dr Joseph Satelnik
Talalangi SpRAD oknum Kepala USG RSU Kab Tangerang. dr
J juga barangkali perlu diberikan pembinaan tentang fungsi pers sebagai sosial kontrol,
yang sangat dibutuhkan pe-

merintah di tengah gonjangganjing kinerja anggota legislatif, terkait salah satu fungsi
mereka sebagai lembaga pengawas eksekutif. Dokter Cabul dr
J juga perlu diingatkan; bahwa SBY sangat mendukung kinerja Wartawan seperti pernah
ditegaskan RI 1 itu sendiri
dalam pidato yang disiarkan secara langsung melalui media

elektronik beberapa waktu lalu.


Sejatinya profesi seorang
dokter tentulah pekerjaan yang
mulia, tidak seperti kelakuan
yang telah diperlihatkan oleh
dr J oknum Kepala Instalasi USG
RSU Tangerang ini. Dia telah
melakukan pencabulan terhadap pasien wanita dan asisten perempuan.
BERSAMBUNG KE HAL.....11

Korupsi Proyek Pembangunan Landasan Pacu


0

Mantan Bupati Kepulauan Seribu Ditahan


Jakarta, Metropolitan Pos
Mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Seribu, Abdurrahman Andit, tersangka kasus korupsi proyek pembangunan landasan pacu dijebloskan ke dalam Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang oleh penuntut umum
Kejaksaan Negeri (Kejari)
Jakarta Utara, Senin.
Meski selama ini dikenal
koperatif, tersangka yang

juga bekas Sekretaris Daerah


(Sekda) Kabupaten Kepulauan
Seribu itu tetap dikenakan
penahanan rumah tahanan
negara (rutan) guna memperlancar proses persidangannya
di Pengadilan Tindak Pidana
Korupsi (Tipikor) Jakarta.
Kami juga tidak mau
melakukan disparitas dalam
penanganan kasus korupsi. Tiga
pelaku lainnya yang sudah
BERSAMBUNG KE HAL.....11

ABDURRAHMAN ANDIT

OPINI

EDISI: 015 TAHUN I SENIN 10 - 23 OKTOBER 2011

Kisruh Hak Bujet DPR


DITERBITKAN OLEH
PT SUKSES PARNA SEJAHTERA
SK MENHUM & HAM RI :
Nomor : AHU-0016178.AH.01.09. Tahun 2011
PENASEHAT HUKUM
Drs. Jatenangan Manalu SE MM H.Hum,
Hotman Sitorus SH MH, Paulus Subandi SH MH,
Poltak Siringoringo SH MH., Sabar Siahaan SH.
Ferdinan Montorori SH.MH.
PENDIRI
Jenri Sitanggang,
B. Siahaan, Robert Naibaho
PEMIMPIN UMUM
Parel Naibaho SE.MM.
PEMIMPIN REDAKSI
Jenri Sitanggang
REDAKTUR EXECUTIVE
Peris Sitanggang
REDAKTUR PELAKSANA
B. Manalu
REDAKTUR
Hasudungan Siregar
MANAGER PEMASARAN
TM. Harianja, L. Endarwanto Rendra
SEKRETARIS REDAKSI
Tina S.
BAGIAN KEUANGAN
Rinaldi Josua Naibaho
FOTOGRAFER
DEWAN REDAKSI
Jenri Sitanggang, Peris Sitanggang,
Robert Naibaho, Parel Naibaho, B. Manalu,
Douglas Lumban Tobing
STAF REDAKSI
Jahuale Sitanggang, Nur Syamsu, Rimbun Gurning,
Jhonni T. Tampubolon, Drs. A. Syahri S,
Gibson Manalu, Halomoan N.
LITBANG
Onasis Sitanggang, Jonni Sitanggang
Robert Naibaho, Marlon Naibaho SE.,
Tony Naibaho SE.
STAF AHLI
Wasinthon Simbolon, SE.MEc. (Ekonomi & Politik),
Amistan Purba SE.S.Si.MM. (Ekonomi, Sosial & Politik)
William S. Naibaho SH. (Budaya, Pariwisata & HAKI)
BAGIAN SIRKULASI
Mulatua Sitanggang, Rinaldi Josua
PENASEHAT
Andar Situmorang SH ML, Jack Monang Napitupulu,
Perdi Sitanggang,
Kol. (Pur) Drs. Lauasa M. Hutagalung
Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B
Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450
Telp. 021-51393635, 31902301 Fax. 021- 31902301
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

Rekening Bank :
Bank BCA Rek No : 0948118320
Bank BRI Rek No 086201003057507
A.N: JENRI SITANGGANG

TARIF IKLAN
Iklan Kuping Ukuran Standart
Iklan Warna Ukuran 3R
Iklan Warna Ukuran 4R Photo
Iklan Kolom Ukuran Standart
Iklan 1 Halaman Penuh Warna
Iklan 1/2 Halaman Warna
Iklan Halaman Warna
Iklan 3/4 Halaman Warna

= RP 500.000,= RP 1.000.000,= RP 2.000.000,= RP 50.000,= RP 24.000.000,= RP 12.000.000,= RP 6.000.000,= RP 3.000.000,-

Dibutuhkan Perwakilan,
Biro dan Wartawan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Depok
Ciamis
Tasikmalaya
Banjar
Sumedang
Majalengka
Cianjur
Subang
Provinsi Jabar

10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.

Provinsi Jawa Timur


Denpasar
Nusa Tenggara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Lampung
Sulawesi

Bagi anda yang berminat


Hubungi Kantor Redaksi
Jurisman Sitanggang : 081315338511

KISRUH Badan Anggaran


(Banggar) DPR saat ini mendorong pertanyaan: bagaimana sesungguhnya konsep hak bujet
(budget) atau anggaran yang dimiliki wakil rakyat?Pertanyaan
ini menjadi istimewa di tengah
perdebatan lama tentang hal ini
yang pernah berkecamuk seiring
dengan persaingan partai-partai.
Dalam bidang anggaran, ada
sejumlah situasi yang menunjukkan kita makin tidak memiliki
kejelasan identitas sistem perwakilan atau parlemen. Bila memang
sistem presidensial mengapa DPR
demikian dominan? Sebaliknya,
ada gejala untuk mendekati
sistem parlementer namun justru terlalu jauh melampaui apa
yang ada dalam sistem itu.
Penggunaan hak bujet oleh
DPR sebenarnya cukup jelas, diatur dalam UUD 1945 dan sejumlah UU, khususnya UU Nomor 17
Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara dan UU Nomor 27 Tahun
2009 tentang Susunan dan
Kedudukan MPR, DPD, DPR, dan
DPRD (dikenal dengan UU MD3).
Amendemen ke-3 UUD 1945 Pasal
23 Ayat (2) menyatakan bahwa
RUU APBN diajukan oleh presiden
bersama DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD. Artinya, jelas bahwa yang berhak mengajukan RAPBN adalah pemerintah, sementara hak bujet hanyalah dengan membahas usulan
yang diajukan oleh pemerintah.
Undang-Undang Nomor 17
Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara khususnya Pasal 15 mengatur bahwa pembahasan RAPBN
dilakukan sesuai dengan UU MD3.
Lebih jauh bila kita lihat, Ayat (3)
UU Keuangan Negara menyata-

kan bahwa DPR dapat mengajukan usul yang mengakibatkan


jumlah penerimaan dan pengeluaran dalam RAPBN.
Bila mengacu pada UU Nomor
27 Tahun 2009 tentang MD3, di
sana diatur tentang tugas komisikomisi dan Banggar di DPR. Salah
satu tugas komisi adalah membahas dan menetapkan alokasi
anggaran untuk fungsi, program,
dan kegiatan kementerian/ lembaga yang menjadi mitra kerja komisi. Selanjutnya, komisi akan
menyampaikan hasil pembicaraan pendahuluan kepada Banggar untuk sinkronisasi.
Pasal 107 UU MD3 lebih jauh
mengatur tugas Banggar adalah
membahas bersama pemerintah,
diwakili menteri, untuk menentukan pokok-pokok kebijakan fiskal
dan prioritas anggaran, menetapkan pendapatan negara dan alokasi anggaran sesuai usulan komisikomisi, serta melakukan sinkronisasi hasil pembahasan di komisi-komisi. Bahkan hal ini ditegaskan lagi
dalam Ayat (2) bahwa Banggar
hanya membahas alokasi anggaran
yang sudah diputuskan oleh komisi. Juga ditekankan lagi bahwa anggota komisi yang ada di Banggar
harus mengupayakan agar alokasi
sebagaimana dibicarakan dalam
komisi dapat dipertahankan.
Penyimpangan UU
Jadi, tampaknya ada suatu ruang ketidakjelasan (grey area) yang
diciptakan oleh sejumlah anggota
DPR yang duduk di Banggar. Ada
sejumlah situasi yang kemudian
menggiring opini publik bahwa
Baanggar berhak mengubah secara
signifikan terhadap RAPBN yang diusulkan
pemerintah.
Paling

konkret saat ini adalah bagaimana


DPR berhasil menambahkan pos
tambahan dalam belanja negara
dengan istilah dana penyesuaian.
Wujudnya adalah dana percepatan
pembangunan infrastruktur daerah (DPPID) dan dana penyesuaian
infrastruktur daerah (DPID).
Kemunculan dana penyesuaian
ini memang kontroversial karena
tidak diprogramkan oleh pemerintah dalam pengajuan RAPBN-P
2011 namun muncul dalam UU
Nomor 11 Tahun 2011 tentang
APBN-P 2011. Secara umum, pengalokasian dana ini sarat masalah
dan menunjukkan penggunaan
hak bujet DPR secara berlebihan
dan menyimpang dari sejumlah
peraturan terkait, khususnya mengenai mekanisme hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan
daerah sebagaimana diatur dalam
UU Nomor 33 Tahun 2004.
Contoh lain adalah bagaimana
DPR menggunakan hak bujet pada

proses penyusunan APBN dalam


hal-hal teknis perhitungan anggaran secara tidak proporsional. Dari
sejumlah pemberitaan media, kita
memperoleh kesimpulan bahwa
DPR tidak memiliki perhitungan
tersendiri, hanya menjadikan
asumsi ekonomi makro yang semestinya purely economic menjadi politic-heavy.
Jadi, sejatinya jelas bahwa hak
bujet DPR tidaklah sama dengan
hak bujet pemerintah. Dewan memiliki keterbatasan ruang gerak
dan wewenang terhadap RAPBN
yang diajukan pemerintah. Upaya
Banggar menambahkan pos-pos belanja dengan penciptaan mata anggaran baru, jelas menyimpang dari
batasan hak bujet yang diatur UUD
1945 dan sejumlah UU. (***)
Gunawan Setiyaji, pengamat
fiskal, master bidang Kebijakan
Ekonomi dari The Australian
National University (ANU)

Kebijakan Setengah Hati


BERDASAR data Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra), ada 509 pemerintah daerah pada tahun anggaran
2011 dengan rata-rata belanja untuk gaji
pegawai kabupaten 50 persen dari total
anggaran pendapatan dan belanja daerah
(APBD) dan rata-rata belanja gaji pegawai
level kota 55 persen dari total APBD.
Bahkan pada APBD 2011, 124 dari
509 pemerintah daerah itu mengalokasikan belanja pegawai di atas 60 persen dan
belanja modal dari 1 persen sampai 24
persen serta belanja barang dan jasa dari
1 persen sampai 19 persen. Dari ke-124
daerah itu, 16 daerah memiliki belanja
pegawai di atas 70 persen (lihat tabel).
Akibat kebijakan anggaran seperti itu,
daerah kabupaten/kota memiliki APBD
yang lebih besar ongkos tukang pegawai
negeri sipil (PNS) ketimbang belanja pekerjaan. Artinya, belanja pegawai makin
menggerus belanja modal serta barang dan
jasa. Tak pelak, ruang fiskal daerah
menyempit sehingga pemerintah daerah
harus mengorbankan pelayanan publik
dan program pengembangan ekonomi
lokal lantaran alokasi anggaran lebih banyak diperuntukkan bagi gaji pegawai.
Hal itu bisa juga dilihat dari realisasi
dana alokasi umum (DAU) yang diberikan pemerintah pusat ke daerah. Semestinya 80 persen dana itu untuk gaji PNS
dan 20 persen untuk pelayanan publik.
Namun pemerintah daerah malah mempergunakan DAU antara 95 persen dan
100 persen untuk dibelanjakan sebagai
gaji PNS. Dana alokasi umum untuk pelayanan publik, sekali lagi, harus dikorban demi menutup kekurangan gaji PNS.
Terlihat betapa anggaran daerah untuk belanja modal menjadi minim. Akibatnya, banyak infrastruktur jalan men-

jadi rusak lantaran tidak ada anggaran


dalam APBD untuk memperbaiki jalan
yang rusak atau membangun jalan baru.
Pembangunan sumber daya manusia di
daerah sangat lambat karena anggaran
pendidikan yang seyogianya 20 persen
dari total APBD, ternyata lebih banyak
dialokasikan untuk gaji PNS daripada
program pendidikan bagi pembangunan
masyarakat daerah yang mandiri.
Kepentingan Elite
Dalam keadaan seperti itu, pemerintah pusat melalui tiga kementerian berkait, yakni Kementerian Keuangan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Kementerian Dalam Negeri, mengeluarkan
moratorium atau penghentian sementara
perekrutan PNS. Maksud moratorium
PNS adalah untuk menghentikan laju penambahaan PNS serta merasionalisasi
anggaran bagi belanja pegawai.
Selama ini penambahaan PNS disebabkan oleh perekrutan PNS yang dilakukan pemerintah bukan berdasar kebutuhan organisasi atau tidak berdasar
sistem perekrutan PNS berbasis kompetensi. Namun lebih mengutamakan kepentingan elite politik daerah. Tak ayal,
ketika memproses perekrutan calon PNS,
pemerintah daerah tidak mencari kualitas
yang terbaik untuk mengisi kekosongan
jabatan organisasi. Pemerintah daerah justru lebih suka menjaring calon PNS yang
mempunyai kedekatan dengan elite politik daerah. Jika masyarakat tak mempunyai kedekatan dengan elite politik daerah, biasanya menyuap atau membayar
calo yang dekat dengan elite politik daerah agar bisa diterima menjadi PNS. ***
Uchok Sky Khadafi,
Kordinator Investigasi dan
Advokasi Fitra Jakarta

Tung
gu be
ritan
ya!!!

Koordinator Liputan Polda Metro Jaya : Mulyawan. Liputan Angkasa Pura: Regan Purba.
Biro
Jakarta Timur : Rimbun Gurning Biro Jakarta Pusat : M. Surya Biro Jakarta Barat: Malino Sianipar,
Agustinus Panjaitan, Prayogo. Biro Jakarta Selatan: Rimbun, Widiawati. Biro Depok : Hotman Pardede
(Kepala) Perwakilan Banten: Leonar Marbun Lbn Batu (Kepala) Biro Kabupaten Tangerang: Tumbur
Limbong (Kepala), G. Harry Simbolon, Batara Aritonang, Marudut Harapan Sijabat, Alden Robertus Simbolon.
Biro Kotamadya Tangerang: Erwin Sinaga (Koordinator), Pardamean Nainggolan. Biro Kotamadya Tangerang Selatan: Pabona Marbun (Kepala) Perwakilan
Sumatera Utara: Happy Silalahi (Kepala) Biro Samosir: Sahat Sitanggang (Kepala). Perwakilan Kepri: Pirton Panahatan Hutabarat (Kepala), Bernat H.
Perwakilan Lampung: Perwakilan Jawa Barat: TM. Harianja SH. (Kepala), M. Saragih. Biro Bandung : Faozanolo Laia (Kepala) Biro Bandung Barat :
S. Sitanggang (Kepala). Perwakilan Kalimantan Barat: A. Rahman HS. (Kepala), Agus Supriyanto.
PERCETAKAN : CV. Jona Putra Perkasa (Isi diluar tanggungjawab percetakan).

WARTAWAN METROPOLITAN POS DALAM MENJALANKAN TUGAS JURNALISTIKNYA SELALU DILENGKAPI KARTU IDENTITAS DAN SURAT TUGAS SERTA NAMANYA TERCANTUM DALAM BOKS REDAKSI

METROPOLITAN
SEKILAS
Situ Rawabadung
Marak Bangunan Liar
Jakarta, Metropolitan Pos
Sebagai daerah resapan, Situ Rawabadung
hendaknya terbebas dari keberadaan bangunan
liar. Sebab, dengan keberadaan bangunan liar,
menyebabkan daerah resapan menjadi
berkurang. Belum lagi dampak yang ditimbulkan dari keberadaan bangunan liar seperti sampah yang akan semakin mengotori dan menghambat resapan maupun aliran air. Namun,
saat ini seperti itulah kondisi situ yang terletak di Jl Raya KRT Radjiman, Kelurahan Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Belum lagi keberadaan gorong-gorong dengan diameter 80
centimeter yang menghubungkan situ ke Kali
Buaran juga mulai dipenuhi sampah. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin,
pemukiman warga seperti RW 08 dan RW 13
Jatinegara akan digenangi banjir saat musim
penghujan tiba. Untuk itu, warga pun mendesak agar pihak terkait segera menertibkan keberadaan bangunan serta tumpukan sampah di
kawasan Situ Rawabadung tersebut.
Ketua Lembaga Masyarakat Kelurahan
(LMK) Jatinegara, Sudirman mengatakan,
sesuai Instruksi Gubernur DKI No 150
Tahun 2002 tentang Rehabilitasi Situ Rawabadung, situ ini berfungsi sebagai prasarana
pengendalilan banjir serta tempat penampungan air. Namun nyatanya, saat ini keberadaan
situ itu mulai berubah fungsi di mana banyak
terdapat bangunan liar di sekeliling situ.
Padahal, dikatakan Sudirman, 20 tahun lalu,
situ Rawabadung memliki luas sekitar 3,5 hektar. Kemudian, bagian tengah situ dibuat Jl KRT
Radjiman sehingga kini terdapat sisi timur dan
sisi barat situ. Namun belakangan, situ hanya
terdapat di sisi barat jalan saja. Sedangkan di
sisi timur saat itu telah menjadi hunian penduduk. Dirinya pun tidak tahu persis, kapan
hunian itu berdiri. Saat ini, paling luasnya
tinggal 1,5 hektar. Gorong-gorong air juga tersumbat sampah sehingga tidak mengalir ke Kali
Buaran, akan tetapi meluap ke pemukiman,
ujar Sudirman, Selasa (4/10).
Hal yang sama juga dikatakan Herman,
warga RW 08 Jatinegara yang mendesak
Pemkot Administrasi Jakarta Timur segera
menertibkan bangunan liar yang berada di sekeliling situ. Banyak juga warga yang membuang sampah di areal situ. Bahkan, ada juga
yang sengaja menimbun sampah di pinggir
situ agar menjadi daratan, kata Sudirman. Ia
dan warga lainnya juga telah mengusulkan agar
dilakukan penertiban dan normalisasi Situ
Rawabadung sejak dua tahun lalu, namun hingga kini tak kunjung ada realisasinya.
Busro (45), salah seorang pemilik bangunan di areal situ mengaku, telah menempati
lahan tersebut sejak 10 tahun lalu. Saat ini, ia
memiliki usaha bisnis jual beli barang bekas.
Saya hanya bisnis kecil-kecilan, jual beli
barang bekas dan saya sudah 10 tahun tinggal
di sini. Kebetulan saya juga punya rumah di
sekitar situ ini, tukasnya. Tim

Rp 1 Miliar untuk Penertiban


Bangunan Liar di TPU
Jakarta, Metropolitan Pos
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi
Jakarta Timur akan menertibkan 523 bangunan liar di tempat pemakaman umum (TPU)
Kebonnanas atau yang lebih dikenal dengan
kuburan Cina, TPU Kober Jatinegara, TPU
Pondokkelapa. Sebab, keberadaan penghuni
bangunan liar itu mengganggu ketertiban
umum, terutama ahli waris yang akan berziarah ke makam tersebut. Anggaran sebesar
Rp 1 miliar disiapkan untuk menertibkan ratusan bangunan liar tersebut. Rencananya,
penertiban akan dilakukan akhir bulan ini.
Ke-523 bangunan liar tersebut masingmaing terdapat di TPU Kebonnanas sebanyak 373 bangunan, TPU Kober Jatinegara 53
bangunan, dan TPU Pondokkelapa 97 bangunan. Penertiban akan melibatkan unit terkait seperti Satpol PP, Kepolisian dan TNI,
aparat kecamatan, serta aparat kelurahan.
Kami masih melakukan koordinasi dengan seluruh unit terkait guna penertiban, katanya, Jumat (7/10).
Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Sarpu,
mengatakan, surat peringatan pertama hingga
ketiga akan dilayangkan kepada penghuni
gubuk mulai pekan depan. Saat ini, kata Sarpu, pihaknya masih melakukan sosialisasi
dengan pihak kelurahan dan kecamatan terkait. Ia berharap, sebelum ditertibkan, para
pemiliknya sudah membongkar bangunannya
masing-masing.
Kita akan sosialisasikan dulu dengan cara
mengundang penghuni bangunan ke kantor
kelurahan atau kecamatan. Setelah itu baru
kita berikan SP1-3 dan dilakukan eksekusi,
katanya. Ia berharap para pemilik bangunan
memahami sikap Pemkot Jakarta Timur karena mendirikan bangunan di lahan TPU. Red

EDISI: 015 TAHUN I SENIN 10 - 23 OKTOBER 2011

40 PERSEN MOBIL ANGKUTAN SAMPAH


DINAS KEBERSIHAN TAK LAIK JALAN
Jakarta, Metropolitan Pos
Agar tidak merusak lingkungan serta untuk mengoptimalkan pelayanan kebersihan, dalam menangani sampah, selain secara swakelola, Pemprov DKI Jakarta juga melibatkan pihak swasta dalam
pengolahan sampah melalui program swastanisasi kebersihan. Selama ini, jumlah total pelayanan
angkutan swakelola yang dilakukan Dinas Kebersihan DKI Jakarta mencapai 1.791,55 ton per hari
atau sekitar 35,5 persen dari total pengolahan sampah di Jakarta.
Untuk itu, ke depan, penanganan
sampah secara swakelola akan
dikurangi dengan menambah program swastanisasi kebersihan. Hal ini
perlu dilakukan, mengingat dari sebanyak 840 armada angkutan sampah milik Dinas Kebersihan DKI Jakarta, 40 persen atau 336 angkutan sampah di antaranya dinilai tak laik jalan
dan akan dihapus dari inventarisasi

aset daerah. Belum lagi, soal keterbatasan personel yang dihadapi, karena 50 persen PNS Dinas Kebersihan
DKI Jakarta memasuki masa pensiun
pada akhir tahun 2014 mendatang.
Atas pertimbangan efisiensi anggaran maka biaya investasi, operasional, dan pemeliharaan angkutan
sampah secara swakelola kami kurangi porsinya. Kami, tidak menganggar-

Polda Metro Ringkus Ratusan


Pelaku Kejahatan di Angkutan Umum
Jakarta, Metropolitan Pos
Para pengguna jasa angkutan
umum boleh sedikit lega. Pasalnya,
sejak awal Oktober lalu, Polda Metro
Jaya beserta jajarannya melakukan
razia
kejahatan
dan
menangkap 259 orang yang tersangkut tindak kejahatan di jalanan dan angkutan umum.
Mereka kebanyakan beroperasi di
angkot, bus umum, dan kereta api.
Ada yang berpura-pura sebagai penumpang, tukang ngamen atau bahkan berorasi di hadapan penumpang
seolah-olah baru keluar dari penjara
dengan tujuan memeras. Tidak sedikit pula pelaku melakukan tindak
kekerasan terhadap korbannya.
Kebanyakan tersangka tertangkap tangan. Petugas kita sebar
di angkutan umum dan rawan kejahatan. Mereka melakukan penyamaran hingga tindak penangkapan. Petugas juga dibebankan target operasi, sehingga operasi mengenai sasaran, kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro
Jaya Kombes Pol Gatot Eddi Pramono di Mapolda dalam jumpa pers
Operasi Sikat Jaya, Selasa (4/10).
Gatot Eddi yang didampingi
Karo Operasi Polda Kombes Sudjarno dan Kabid Humas Polda Kombes
Baharudin Djafar menambahkan,
razia kejahatan untuk menekan
kejahatan jalanan itu menggunakan sandi Operasi Sikat
Jaya. Selain untuk mejawab keresahan masyarakat akan maraknya
kejahatan jalanan (street crime),
operasi juga dimaksudkan untuk
cipta kondisi menjelang pelaksanaan SEA Games 11 November 2011
di Palembang dan Jakarta.
Ratusan tersangka kejahatan itu
nantinya harus menghadapi proses hukum hingga ke tingkat pengadilan. Sedang sisanya dikembalikan
ke masyarakat dan wajib lapor untuk mendapat pembinaan.
Gatot menjelaskan kejahatan di
angkutan umum pada umumnya
terjadi di bus, angkot dan kereta api.
Pelaku
kejahatan
umumnya
melakukan pencurian, misalnya
mencopet dan melakukan pencuri-

an dengan pemberatan (curat).


Ada juga pelaku penodongan dan
pemerasan. Pelaku pencopetan
dan curat biasanya memanfaatkan
situasi berdesak-desakan, kata Gatot yang didampingi Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan Polda AKBP
Helmy Santika.
Helmy Santika menambahkan,
setelah pelaku masuk dalam suasana desak-desakan di angkot maupun kereta api, mulailah ia beraksi. Pelaku mendorong-dorong sasarannya, lalu mencuri barang milik korban, umumnya dompet dan
handphone. Ada juga pelaku yang
mencopet dengan cara merobek tas
korban dengan silet.
Modus lain dilakukan penjahat
dengan berpidato (orator) atau
pura-pura ngamen. Ia berpidato
mengucapkan kata-kata saya habis
keluar penjara, karena tak ada kerja maka saya terpaksa mencari nafkah di bus dan seterusnya. Kemudian ujung-ujungnya minta duit,
kata Helmy. Mantan Kapolres
Karawang itu menambahkan, para
pelaku biasanya sindikat. Misalnya, pencopetan dilakukan minimal
dua orang.
Dalam pengungkapan ini, polisi
menyita ratusan unit telepon genggam hasil kejahatan, sejumlah
uang, laptop dan senjata tajam.
Dari beberapa pelaku, polisi
menangkap satu oknum Brimob
yang terlibat dalam pencopetan di
Stasiun UI, Depok. Menanggapi Operasi Sikat Jaya, Kriminolog Erlangga Masdiana mengatakan tindakan polisi memerangi kejahatan
dengan razia kejahatan, tidak bersifat fundamental. Karena sifatnya
sesaat dan dikonsetrasikan pada momen-momen tertentu, dikhawatirkan tidak membawa efek jera.
Bisa jadi operasi semacam ini
tidak menyentuh akar permasalahan, yaitu menyangkut mentalitas
dan buruknya perekonomian
masyarakat. Tindakan operasi
sering tidak diikuti langkah pembinaan yang tepat. Akibatnya, pelaku mengulang perbuatannya,
kata Erlangga.  Setiawan

kan pengadaan angkutan sampah


baru secara massif, hal ini juga menjadi alasan pemerintah melakukan
kerja sama transportasi sampah dengan beberapa pihak melalui sistem
outsourcing. Kami akan meningkatkan outsourcing pengangkutan sampah. Ke depan, peran Dinas Kebersihan DKI hanya sebagai regulator,
ujar Eko Bharuna, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Jumat (7/10).
Berdasarkan data Dinas Kebersihan DKI Jakarta, pelibatan pihak
swasta dalam penyediaan jasa pelayanan kebersihan di 27 Kelurahan yang
tersebar di lima wilayah kota dengan
total volume sampah sebesar 1.512,32
ton/hari atau 29,97 persen dari total
pengelolaan sampah Jakarta. Sedangkan, pihak ketiga yang bekerja sama
dengan Dinas Kebersihan DKI Jakarta
untuk menyediakan jasa pelayanan
angkutan sampah sebanyak 1.742,68
ton/hari atau 34,53 persen dari total
pengelolaan sampah Jakarta.
Selain menambah peran swasta
terhadap penanganan sampah, dikatakan Eko, pihaknya juga gencar
melakukan sosialisasi terkait tanggung jawab pengelolaan sampah yang
tidak hanya menjadi tanggung jawab
pemerintah, melainkan juga menjadi tanggung jawab masyarakat, produsen, dan pengelola kawasan. Pelatihan-pelatihan dan Penyuluhan Pelatihan Tenaga Fasilitator Lapangan
(TFL) atau kader kebersihan juga giat
dilakukan pemerintah. Ini untuk
menambah
Jumlah
anggota

masyarakat sebagai fasilitator kebersihan untuk program 3R dan Bank


sampah yang masih terbatas. Pemerintah juga akan memberi insentif kepada pihak swasta atau investor agar
iklim investasi untuk pengembangan
pasar produk komoditi daur ulang
sampah dapat dikembangkan dengan
baik. Tahun 2011 dalam satu kecamatan direncanakan memiliki satu
orang fasilitator. Selanjutnya akan
dikembangkan sampai ke tingkat kelurahan, RT, dan RW, ungkap Eko.
Sepanjang tahun ini, ditambahkan Eko, Dinas Kebersihan DKI Jakarta juga gencar melakukan kampanye
peningkatan penggunaan kantong
dan kemasan plastik ramah lingkungan. Sebab, volume penggunaan plastik yang tidak ramah lingkungan serta tidak mudah hancur masih sangat
tinggi digunakan masyarakat. Selain
itu, kampanye publik tentang penggunaan plastik ramah lingkungan
juga dinilai masih sangat kurang.
Untuk mendukung penggunaan
plastik ramah lingkungan, diungkapkannya, bertepatan dengan HUT Kota
Jakarta pada 22 Juni lalu, Pemprov
DKI Jakarta dan Indonesia Solid Waste
Asociation (Inswa) telah memberikan
penghargaan kepada perusahaan retail maupun produsen yang telah
menggunakan plastik ramah lingkungan. Kami berikan penghargaan ini
untuk mendorong retail dan produsen
mau menggunakan plastik daur ulang yang mudah hancur di tanah selama dua tahun, tandasnya. Jenri

Pemprov DKI Gratiskan


Persalinan di Rumah Sakit
Jakarta, Metropolitan Pos
Bagi warga kurang mampu yang
sebentar lagi melahirkan, tak perlu
pusing memikirkan biaya persalinan.
Sebab, sejak April 2011 melalui Pergub No 162 Tahun 2010 tentang KB
Gratis, Pemprov DKI Jakarta mulai
melaksanakan program jaminan persalinan (Jampersal).
Dalam program tersebut, ibu
hamil bisa melahirkan secara gratis
di puskesmas kelurahan, puskesmas
kecamatan, maupun rumah sakit
yang telah menandatangani kesepakatan perjanjian dengan pemerintah.
Pada prinsipnya, Pemprov DKI
tetap berkomitmen untuk menyehatkan warganya. Terbukti setelah
menggulirkan program kartu gakin,
terhitung sejak April 2011 kembali
digulirkan program Jampersal bagi
kaum ibu yang kurang mampu untuk dapat melahirkan secara gratis,
ujar Tatiek Fauzi Bowo, Ketua Tim
Pembina (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) DKI Jakarta, saat roadshow PKK di RW 12, Kelurahan Rawabuaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (5/10).
Menurutnya, sesuai ketentuan
program Jampersal, setiap ibu yang
hendak melahirkantanpa batas
jumlah anak yang hendak dilahirkanbisa melakukan persalinan secara gratis. Program Jampersal tersebut berlaku pada puskesmas kelurahan di DKI Jakarta yang jumlahnya
mencapai 297, 44 puskesmas kecamatan, dan rumah sakit yang menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan pemerintah.
Program tersebut diadakan untuk
menekan angka kematian ibu dan bayi.
Selain itu juga untuk mencegah agar
tidak terjadi lagi ibu yang meninggalkan bayinya di rumah sakit atau
puskesmas akibat tidak mampu membayar biaya persalinan, kata Tatiek.
Ia menambahkan, program Jamper-

sal gratis tidak hanya berlaku pada saat


ibu hendak melahirkan. Namun, berlaku dari mulai pemeriksaan kehamilan
sebanyak empat kali hingga melahirkan,
yang kemudian disusul dengan program
KB dan kontrol kesehatan pada bayi sebanyak tiga kali. Warga juga mendapatkan fasilitas secara gratis.
Untuk itu, masyarakat kurang
mampu tidak perlu lagi khawatir dengan masalah biaya saat hendak melahirkan. Demi suksesnya program tersebut, para kader PKK sebagai ujung tombak kaum ibu agar turut membantu
pemerintah menyosialisasikan program
tersebut pada kaum ibu, ujarnya.
Akta Kelahiran
Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta
memberikan dispensasi bagi warga
Ibu Kota yang belum mengurus akta
kelahiran bagi anaknya.
Hal itu berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) per
tanggal 13 September 2011, berbunyi bagi anak-anak yang lahir setelah
UU No 23 Tahun 2006 dapat dilayani dan diterbitkan akta kelahiran
tanpa perlu penetapan pengadilan
negeri. Pengecualian itu diberlakukan
bagi warga DKI Jakarta hingga 31
Desember 2011.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta, selama periode
2007-2011, sekitar 80 ribu balita di
Ibu Kota tidak memiliki akta kelahiran, kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)
DKI Jakarta, Purba Hutapea, kepada
wartawan di Balai Kota, Senin.
Padahal, kata Purba, akta kelahiran
tersebut merupakan identitas diri yang
wajib dimiliki si anak sejak dilahirkan.
Saya tidak tahu alasan apa saja yang
menyebabkan para orangtua tidak segera mengurus akta kelahiran milik
anaknya, ujarnya.  Jenri

MEGAPOLITAN

EDISI: 015 TAHUN I SENIN 10 - 23 OKTOBER 2011

SEKILAS
Pembangunan TPSA
Cipeucang Tertunda
Tangerang, Metropolitan Pos
Pengoperasian tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) Cipeucang tertunda. Kepastian itu disampaikan Wakil Ketua DPRD
Kota Tangsel Tb Bayu Murdani saat melihat
lokasi dan permasalahan di lapangan, Rabu
(5/10). Masih ada masalah dalam pembebasan
lahan milik warga, ujarnya sambil menambahkan belum ada titik temu ganti rugi antara
warga dan pemerintah.
Menurutnya, Pemkot Tangsel sudah mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT)
untuk menambah penyediaan lahan seluas lima
hektar kepada Badan Anggaran (Banang)
DPRD sebesar Rp14 miliar.
Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan
Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel Nur Selamet didampingi Kabag Humas Alpahnaja
mengakui hingga September 2011 pembangunan
TPST Cipeucang baru 60 persen. Proyek
sempat terhenti karena libur Lebaran lalu.
Naik Rp14 Miliar
Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie
menuturkan mendukung pembangunan TPST Cipeucang, pihaknya telah berupaya melokasikan
dana besar dari Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda), anggaran untuk DKPP yakni
program pengembangan kinerja pengelolaan sampah ditambahkan pada APBD Perubahan.
Awalnya dialokasikan Rp18,518 miliar,
berubah menjadi Rp32,738 miliar atau naik
Rp14 miliar lebih untuk revitalisasi TPST
Cipeucang. Pabona

Pembukaan Verifikasi DPPA


Tahun Anggaran 2011
Bekasi, Metropolitan Pos
Pada Rabu, 28 September 2011, Bupati
Bekasi Dr. H. Saduddin, MM menghadiri sekaligus membuka kegiatan Verifikasi DPPA Tahun
Anggaran 2011, yang mana sedianya dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 28 s/d 30 September 2011. Dalam pembukaan kegiatan juga
dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Pejabat Eselon
II, III, IV dan V serta para pelaksana Pemerintah
Kabupaten Bekasi, yang terdiri dari 39 SKPD,
23 Kecamatan , 5 Kelurahan, 39 Puskesmas, 1
Unit Poliklinik dan 174 UPTD dengan jumlah
kegiatan sebanyak 2843 kegiatan.
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs. H. Edy
Rochyadi, MM mengatakan bahwa maksud
dan tujuan dari pada dilaksanakannya kegiatan verifikasi tersebut adalah untuk menghasilkan dokumen rancangan anggaran SKPD yang
terinci dan terukur.
Selanjutnya dalam sambutannya Bupati
Bekasi mengatakan bahwa saat ini anggaran
berjumlah 2,7 triliyun dari sebelumnya yang
mana kurang lebih adalah 1,4 triliyun. Hal ini
merupakan prestasi yang bisa kita lakukan
sekarang. Dan tahun-tahun lalu, bahwa kita
tidak bisa melaksanakan kegiatan demi mewujudkan pelayanan kepada masyarakat yang
dikarenakan terkendala masalah teknis sekarang
tidak boleh terjadi lagi. Zainul

Peresmian Gedung PMI


Kabupaten Bekasi
Bekasi, Metropolitan Pos
Telah diresmikan Gedung Palang Merah
Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi pada hari
Selasa tanggal 27 September 2011 oleh Bupati Bekasi Dr. H. Saduddin bersama Sekretaris Daerah H. Dadang Mulyadi selaku ketua
PMI Kabupaten Bekasi, turut serta Ketua
PMI Jawa Barat serta Unsur Muspida Kabupaten Bekasi.
Peresmian Gedung baru PMI yang berlokasi di Jl. Teuku Umar Cibitung ini sekaligus sebagai momen peringatan Hari Ulang
Tahun PMI.
Telah beroperasinya Gedung ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan warga. Bpk
Dadang Mulyadi selaku ketua PMI menjelaskan bahwa tiap bulannya Unit Darah PMI
bisa menghasilkan sekitar 3500 kantong darah
untuk memenuhi kebutuhan warga setempat
maupun warga daerah lainnya.
Ketua PMI Jawa Barat Irjen Purn Adang
Rochyana menambahkan Gedung ini menandakan Pemerintah Kabupaten Bekasi peduli
dan sesuai dengan moto PMI, satu untuk semua dan semua untuk masyarakat. Zainul

Menakertrans Sidak BBPLKLN CEVEST Bekasi


Bekasi, Metropolitan Pos
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Muhaimin Iskandar, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Balai
Besar Pengembangan Latihan Kerja Luar Negeri (BBPLKLN)
Centre of Vocational and Extension Service Training (Cevest)
Bekasi, Kamis, (6/10) silam.
Kunjungan Menakertrans kali ini
bermaksud melihat sejauh mana
pengembangan, pelatihan dan penempatan tenaga kerja terlatih hasil
pembinaan BBPLKLN Cevest Bekasi
yang beralamat di Jalan Guntur Raya
No 1, Samping GOR Kota Bekasi.
Menakertras dalam pelaksanaan
kunjungannya melihat berbagai
pokok pelatihan tenaga kerja yang
dilatih di BBPLKLN. Dimulai dari tempat pendaftaran pelatihan pencari
kerja dilanjutkan dengan kunjungan
pada kelas pelatihan Bahasa Jepang.
Menurut penjelasan Edy Dawud
selaku Kepal BBPLKLN Kota Bekasi
bahwa tiap-tiap pencari kerja yang
mendaftar di BBPLKLN Cevest Bekasi
ini mendapatkan pelatihan bahas asing terutama bahasa Jepang karena

Jepang saat ini merupakan pemohon


tenaga kerja Indonesia yang terbilang
paling banyak.
Pada saat ini sebanyak 539 peserta pelatihan dan pembinaan tenaga
kerja berlatih di BBPLKLN Cevest
Bekasi dari Kota bekasi dan berbagai
daerah. Untuk bulan ini saja sebanyak 109 pencari kerja berbagai daerah
di Indonesia untuk di tempatkan di
Jepang, dan untuk bulan selanjutnya
sebanyak 139 pencari kerja.
Pusat pelatihan tenaga kerja
membuka beberapa kelas pelatihan.
Ada Teknologi Informatika, Elektronika Industri, Listrik, Mesin, Otomotif,
las, Fabrikasi, Konstruksi, dan terakhir kelas Bahasa Jepang, bahassa Inggris, bahasa Korea, bahasa Arab.
Muhaimin Iskandar bersama rom-

Pemkot Tangerang Siap


Bongkar Minimarket Tak Berizin
Tangerang, Metropolitan Pos
Ini peringatan bagi para pemilik minimarket di Serpong dan sekitarnya. Segeralah mengurus perizinan usaha karena pemerintah
Kota Tangerang Selatan bertekad
membongkar minimarket yang tak
dilengkapi izin.
Sekretaris Dinas Perindustrian
dan Perdagangan Kota Tangerang
Selatan Dewanto mengatakan, semua minimarket di Kota Tangsel
belum mengantongi izin usaha toko
modern (IUTM). Jumlah semuanya ada 225 minimarket.
Tidak hanya itu, usaha itu juga
belum memiliki izin mendirikan
bangunan (IMB), izin gangguan
(HO) dan izin zoning. Sebanyak 6570 persen di antaranya sudah memiliki surat izin usaha perdagangan (SIUP). Masalahnya, SIUP ini
diterbitkan
oleh
Kabupaten
Tangerang sebelum dimekarkan
menjadi dua wilayah administrasi
termasuk Kota Tangsel.
Untuk SIUP sudah dimiliki tetapi itu masih produk Kabupaten
Tangerang, ketika Tangsel belum
terbentuk, kata Dewanto, Rabu (5/
10/2011). Lagi pula, SIUP itu
sudah tidak berlaku semenjak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah
No. 112 tahun 2007 tentang Pembinaan Pasar Tradisional Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.
Untuk saat ini, Disperindag Kota
Tangsel masih memberi kelonggaran kepada pemilik minimarket
untuk mengelola usahanya. Na-

mun, mereka diminta untuk segera


melengkapi usaha tersebut dengan
izin-izin yang ditentukan. Jika
tidak, maka akan ada sanksi untuk
para pengusaha toko modern ini.
Sementara itu, Kepala Satuan
Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota
Tangsel Chaerul Shaleh mengatakan, pihaknya menunggu adanya
instruksi pembongkaran tempat
usaha yang tak memiliki izin. Tindakan tegas baru dilakukan setelah
ada rapat koordinasi dengan Badan
Pelayanan Perizinan Terpadu
(BP2T) dan Disperindag.
Kami masih menunggu hasil
rapat koordinasi yang dilakukan
BP2T dan Disperindag. Jika ada instruksi, akan kami bongkar, ujar
Chaerul, Kamis (6/10/2011).
Satpol PP, kata Chaerul, akan
membantu memberikan teguran
kepada pengelola minimarket tak
berizin dengan melayangkan surat
peringatan hingga tiga kali. Ia
menunggu hasil kajian oleh BP2T
dan Disperindag mengenai minimarket yang tidak berizin. Jika
sudah ada datanya, maka akan
kami langsung koordinasikan untuk mengambil tindakan karena
dinilai telah melanggar aturan,
katanya.
Kepala BP2T Dadang Sopyan
mengatakan, pihaknya belum
mengecek berapa minimarket yang
tidak berizin di Kota Tangsel. BP2T
akan melakukan pendataan terhadap minimarket yang menyalahi ketentuan perizinan. Pabona

bongan dari Kemenakertrans mengunjungi kelas-kelas pelatihan tersebut, dan tidak segan-segan bercengkrama dengan para guru pembina dan murid. Dengan menanyakan
asal daerah para pencari kerja dan
menanyakan kenyamanan pada pelatihan selama ini.
Menakertrans pada penjelasannya
setelah mengunjungi kelas-kelas pelatihan di BBPLKLN Cevest Bekasi
mengatakan, sebanyak 257 BBPLKLN
di tiap daerah perlu mendapatkan
pengembangan lebih dalam terutama
dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja. Hal tersebut diusulkan untuk pelaksanaan tahun 2012.

Dari segi infrastruktur, sumber


daya pembina, hingga pada penempatan tenaga kerja perlu ditingkatkan
guna mencoba menyerap sebanyakbanyaknya tenaga kerja hasil pelatihan di BBPLKLN daerah dan atas kerja sama Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (LPTKLN) .
Terlebih di Kota Bekasi dengan
BBPLKLN Cevest Bekasi yang berhasil menempatkan pencari kerja hasil
binaannya dengan persentasi 85 persen. Selanjutnya pasti bisa mengentaskan kemiskinan sekaligus menyejahterakan ekonomi keluarga mereka, harap Muhaimin Iskandar.
wZainul

Wakil Walikota Lepas 455


Jamaah Haji Kota Tangerang
Tangerang, Metropolitan Pos
Wakil Walikota Tangerang H.Arief
R.Wismansyah melepas secara langsung 455 jamaah haji kota Tangerang
kloter 5 yang akan melaksanakan
ibadah haji pada tahun 2011 bertempat di depan Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Jl. Satria Sudirman no. 1, Selasa, (04/10).
Dalam sambutannya Wakil Walikota meminta agar jamaah haji kota
Tangerang dapat membawa nama
baik
kota
Tangerang
sebagai
masyarakat akhlakul karimah dan
senantiasa menjaga kesehatan selama
pelaksanaan ibadah haji. Masyarakat
kota Tangerang juga terbiasa dengan
iklim tropis, ujarnya. Wakil Walikota
juga meminta agar jamaah haji kota
Tangerang dapat membangun kebersamaan dengan jamaah lain.
Wakil Walikota juga berpesan agar
jamaah haji dapat menjalankan
ibadahnya dengan sabar dan ikhlas
sehingga dapat kembali ke tanah air
menjadi haji yang mabrur, haji yang
dapat
menerbarkan
nilai-nilai
akhlakul karimah dan membawa kemaslahatan di kota Tangerang.
Ikhlaskan dan serahkan segala urusan kepada Allah, imbuhnya lagi.
Wakil Walikota juga mengatakan
agar seluruh jamaah haji dapat
mengecek ulang kesiapan yang akan
dibawa ke tanah suci seperti kelengkapan passport dan administrasi

lainnya serta kelengkapan perbekalan.


Wakil Walikota juga memberikan
apresiasi kepada Kementrian Agama
Kota Tangerang yang telah mengkoordinir dengan baik pelaksanaan ibadah
haji di kota Tangerang pada tahun
2011. Jamaah haji di kota Tangerang
terus mengalami peningkatan dari
tahun ke tahun, imbuhnya seraya
menambahkan bahwa pelaksanaan
ibadah haji di kota Tangerang berjalan
dengan baik dan lancar.
Sementara itu Kepala Kementrian
Agama Kota Tangerang H.Zaenal Arifin mengatakan bahwa jamaah haji
kota Tangerang pada tahun ini berjumlah 2.156 yang dibagi dengan dua
gelombang pemberangkatan. Gelombang pertama pada tanggal 4 Oktober
2011 untuk kloter 3, 4 dan 5. Dan tanggal 6 Oktober 2011 untuk kloter 8.
Adapun Gelombang kedua akan diberangkatkan pada tanggal 23 Oktober
2011 yang terdiri dari kloter
35,45,47,48 dan 52. Perlu diketahui
bahwa kloter 4 adalah kloter jamaah
haji pertama yang diberangkatkan dari
tingkat Provinsi Banten.Kami juga
mengucapkan banyak terima kasih
atas kerjasama dan koordinasi dari
Pemkot yang telah banyak membantu
Kementrian Agama Kota Tangerang
dalam memfasilitasi Jamaah haji kota
Tangerang, ujarnya sebelum melepas
kloter 4. Erwin Sinaga

Pemkot Tangerang Gelar Launching e-KTP


Tangerang, Metropolitan Pos
Wakil Walikota Tangerang H.Arief
R.Wismansyah meminta kepada seluruh masyarakat kota Tangerang untuk dapat mensukseskan pelaksanaan
elektronik KTP di wilayahnya masingmasing. Hal tersebut disampaikan
Wakil Walikota Tangerang pada acara Launching dan Penerapan Pelaksanaan e-KTP di kota Tangerang bertempat di Kecamatan Batu Ceper, Jl.
Daan Mogot kota Tangerang, Jumat
(30/09).
Lebih lanjut Wakil Walikota mengatakan bahwa pelaksanaan e-KTP
merupakan program nasional yang
harus dilaksanakan oleh Pemerintah
Daerah. Wakil Walikota juga mengatakan bahwa fungsi dasar dari e-KTP di
antaranya, sebagai identitas jati diri
penduduk Indonesia, berlaku nasional
sehingga tidak perlu lagi membuat KTP
lokal untuk pengurusan izin, pembukaan rekening bank, dan keperluan
lainnya, serta mencegah KTP ganda

dan pemalsuan KTP. Dengan penerapan e-KTP ini akan tercipta keakuratan data penduduk untuk mendukung
program pembangunan nasional pada
masa yang akan datang seperti halnya sensus penduduk, ujarnya.
Wakil Walikota juga mengatakan
bahwa dengan penerapan e-KTP ini sangat memudahkan Pemkot dalam men-

gakses
data
masyarakat
kota
Tangerang.
Selain untuk pengurusan administrasi, dengan e-KTP orang tidak bisa
punya dua KTP, imbuhnya lagi seraya
menambahkan bahwa setiap tahunnya
penduduk kota Tangerang terus bertambah. Wakil Walikota juga mengatakan bahwa pelaksanaan e-KTP yang
sebelumnya
direncakan pada
bulan Agustus
namun karena
terkendala dengan lambatnya
perangkat dari
Pemerintah Pusat
maka e-KTP dapat dilaksanakan
mulai hari ini
yang dilaksanakan di setiap Kecamatan
di
wilayah
kota
Tangerang.

Sementara itu, Kepala Dinas


Kependudukan dan Catatan Sipil Rina
Hernaningsih mengatakan bahwa
perangkat komputer yang diterima
oleh Pemkot Tangerang sebanyak 27
dan setiap kecamatan mendapatkan
dua perangkat dan satu perangkat
untuk Dinas Dukcapil. Adapun petugas operator yang mengoperasikan
perangkat tersebut berjumlah 4 orang di setiap kecamatan. Rina juga
menjelaskan bahwa masyarakat
yang ingin membuat e-KTP agar
membawa surat panggilan untuk
dibawa ke Kecamatan.
Seusai acara launching e-KTP,
Wakil Walikota yang didampingi oleh
beberapa kepala SKPD meninjau dan
melihat langsung pembuatan e-KTP.
Berapa menit nih pak Camat proses
pembuatan e-KTP nya, tanyanya kepada Camat Batu Ceper Damiati.
Cuma lima menit pak, ujar camat
sambil menunjukan ruangan pembuatan e-KTP. Erwin

EKONOMI & BISNIS

EDISI: 015 TAHUN I SENIN 10 - 23 OKTOBER 2011

PEMERINTAH KELUARKAN PROGRAM PRO-RAKYAT

SEKILAS
Beras Impor
Tak Perlu Masuk Ke Jabar
Bandung, Metropolitan Pos
Pemerintah menurut informasi yang dihimpun dalam
Bulan Oktober 2011 ini berencana untuk mengimpor
beras. Kendati rencana tersebut akan direalisasikan, beras impor4 sebaiknya tak perlu masuk ke Jabar, ungkap
Anggota Komisi B DPRD Jabar, Selly Andriana (6/10).
Selly, dalam keterangannya mengungkapkan beras impor tak perlu masuk ke Jabar karena sampai saat ini produksi beras asal Jabar masih tetap surplus bahkan untuk tahun
ini saja, Jabar merupakan salah satu Provinsi yang memberikan kontribusi pada produksi beras sebesar 18%.
Jika beras impor masuk ke Jabar, dengan kondisi
beras yang masih surplus dikhawatirkan dapat mengganggu produksi beras Jabar, bisa saja dengan impor
beras dapat menurunkan harga beras asal Jabar sehingga
menurunkan pendapatan para petani.
Kondisi produksi beras Jabar yang surplus yang
masih bisa memberikan kontribusi pada kebutuhan beras di tingkat nasional, berimplikasi produksi beras asal
Jabar dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan suvlai beras raskin, disamping untuk mencukupi kebutuhan beras secara umum.
Sehubungan dengan rencana beras impor, ujar Selly
Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jabar diminta berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian RI. Koordinasi yang dibangun nantinya diharapkan dapat mencegah
masuknya impor beras ke Jabar. TM.Harianja

BJB Terus
Genjot Kredit Produktif
Bandung, Metropolitan Pos
PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten atau
Bank BJB melakukan pola sindikasi bersama beberapa
perbankan lainnya untuk menyalurkan kredit kepada PT
Global Land Developtment. Sekarang, kami melakukannya (penyaluran kredit) dalam bentuk pola kerjasama.
Intinya, pola ini untuk mendorong kredit produktif, tandas Corporate Secretary bank bjb, Toto Susanto.
Likuiditas kredit yang dilakukan Bank BJBb dalam
bentuk kerjasama dengan dua perusahaan pembiayaan
yakni PT Pracico Multi Finance (PMF) dan PT Artha
Prima Finance (APF).
Toto mengutarakan, pengucuran kredit berpola kerjasama dengan dua perusahaan pembiayaan itu bernilai
total ratusan miliar rupiah. Toto menerangkan, ada beberapa faktor yang membuat pihaknya memutuskan
untuk bekerja sama dengan perusahaan pembiayaan.
Pertumbuhan industri pembiayaan terus menunjukkan trend positif. Sebagai bahan perbandingan, ujar Toto,
selama Januari-Juni 2011, industri pembiayaan tumbuh
12,7 persen. Kondisi itu membuat penyaluran dana pembiayaan selama semester I 2011 lebih tinggi 14 persen
daripada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kerjasama dengan PT Pracico Multifinance, pihaknya menyalurkan kredit Rp 75 miliar. Kami sudah menjalin kerjasama kredit dengan PT PMF. Kerjasama itu
masih berjalan. Bentuknya, sama, berupa kredit senilai
Rp 24,65 miliar. Artinya, kerjasama kami dengan PT
PMF adalah untuk yang kedua kalinya, papar Toto.
TM.Harianja

Jabar Targetkan Investasi


Minimum Capai Rp.45 Triliun
Bandung, Metropolitan Pos
Sehubungan dengan pencapaian investasi di Jabar
yang dalam rentang tahun 2010 mencapai Rp.46,6 triliun serta sampai pertengahan tahun telah mencapai
Rp.40 triliun, maka untuk akhir tahun yang tinggal hitungan 3 bulan lagi, Jabar menargetkan investasi di akhir
tahun minimum bisa mencapai Rp.45 triliun, ungkap
Kepala BKKPMD Jabar, Agus Gustiar (4/10).
Menurut Gustiar, sehubungan dengan adanya krisis
di beberapa Negara seperti Amerika Serikat, untuk promosi investasi diarahkan ke Negara Negara timur tengah.
Kendati di Amerika Serikat kini terjadi krisis,
diprediksi tak akan memberikan pengaruh yang signifikan pada penurunan investasi di Jabar karena investasi
asal Amerika Serikat ke Jabar tidak terlampau banyak,
hanya terbatas pada investasi di beberapa pengeboran
pertambangan. TM.Harianja

Bupati Bandung Peroleh


Penghargaan Adi Upaya Puritama
Bandung, Metropolitan Pos
Pada tahun 2011 ini, Pemerintah telah mencanangkan kebijakan dalam rangka peningkatan dan perluasan program pro-rakyat yang dalam pelaksanaannya dituangkan melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2011 tentang Tim Koordinasi Peningkatan dan Perluasan Program Pro-Rakyat. Hal ini merupakan bagian dari upaya
pemerintah untuk lebih mendorong dan meningkatkan percepatan perwujudan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengentaskan kemiskinan.
Salah satu kebijakan program
pro-rakyat tersebut adalah pembangunan rumah murah, yang dimaksudkan untuk sekaligus mengurangi kesenjangan kebutuhan
rumah (backlog) masyarakat berpenghasilan rendah.., demikian
ditegaskan Wakil Bupati Bandung,
H. Deden Rukman Rumaji, S.Sos
saat membacakan Sambutan Menteri Negara Perumahan Rakyat
Republik Indonesia, di sela Upacara
Peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) ke-4, yang berlangsung di Lapangan UpakartiSoreang, Selasa (04/10).
Dalam sambutannya Deden
Rukman Rumaji menuturkan, bahwa penyelenggaraan pembangunan rumah murah tersebut tidak
semata-mata hanya menjadi tanggungjawab pemerintah pusat, namun harus disinergikan dengan
pemerintah daerah dan pemangku
kepentingan lainnya, yang dimulai dari penyiapan regulasi, penye-

diaan lahan, dukungan pendanaan, koordinasi pelaksanaan, maupun pengendalian dan pengawasan
pembangunannya.
Deden menambahkan, dalam
mewujudkan rumah murah bagi
rakyat, ternyata masih menghadapi sejumlah masalah baik internal
maupun eksternal di era otonomi
daerah saat ini. Secara internal,
Daerah menghadapi kendala dalam
pembiayaan, kelembagaan bahkan
keterbatasan sumber daya manusia,
sedangkan di sisi lain daya beli
masyarakat masih rendah. Namun demikian, pemerintah daerah
memiliki kekuatan dalam penyediaan lahan dan kewenangan dalam
hal perijinan, sementara pemerintah pusat mempunyai kekuatan
pada sisi regulasi, termasuk regulasi terhadap sumber pembiayaan
maupun pendanaan yang dibutuhkan.. tutur Deden.
Lebih jauh, Ia mengatakan bahwa mitra yang merupakan pelaku,

Komoditas Pertanian Harus


Dukung Pariwisata Samosir
Samosir, Metropolitan Pos
Produk unggulan hasil pertanian harus dapat menjadi buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung ke Samosir, untuk itu dibutuhkan peranan para petugas penyuluh lapangan dalam mendidik para
petani. Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir,
Ir. Hatorangan Simarmata saat
membuka penyuluhan bagi petugas penyuluh lapangan di Aula
HKBP Pangururan, 08/10.
Hasil pertanian yang cocok untuk dijadikan sebagai oleh-oleh khas
Samosir seperti Beras merah,
bawang, kacang. Menurutnya, rasa
dan kwalitasnya hasil pertanian
tersebut sudah banyak diakui oleh
berbagai kalangan. Jadi komoditas
pertanian diatas harus diterapkan
menjadi komoditas unggulan, tentunya membutuhkan kerja keras
dan kesadaran dari petugas penyuluh dalam menduduk petani
mengembangkan produk tersebut.
Lebih lanjut dikatakannya, petugas penyuluh harus memperbanyak praktek dan bukan hanya teori
yang dikuasai, keberhasilan petani
tergantung dari seberapa besar peranan petugas penyuluh dalam suatu
lokasi. Diharapkannya, petugas
penyuluh lapangan harus mempunyai pola pikir dan motivasi dalam

mengembangkan produk pertanian


dan semua itu harus dilakukan dengan pengabdian yang tulus tanpa
harus memikirkan imbalan yand
didapat dari setiap pekerjaan yang
dilakukan.
PPL harus mampu membuat
analisa pertanian yang cocok di Kabupaten Samoir sehingga masyarakat
dapat memilih produk yang pantas
untuk dikembangkan kata beliau.
Diharapkannya, satu sama lain,
petugas penyuluh harus mampu
bertukar pikiran, karena setiap orang mempunyai ide yang berbeda
dan harus terus belajar. Selain untuk mendidik petani, Hatorangan
mengatakan tugas penyuluh adalah
mengawasi penyaluran bantuanbantuan kepada kelompok tani agar
tepat sasaran, juga memantau distribusi pupuk bersubsidi.
Sebagai perangsang motivasi
kepada petugas penyuluh, Beliau
menghimbau Kadis Ketahanan
Pangan untuk membuat program
dan penilaian terhadap petugas
penyuluh yang berprestasi. Kita
pantas memberikan penghargaan
kepada petugas penyuluh yang
berprestasi, tapi dalam penilaian
harus objektif dan real, dengan
demikian petugas penyuluh akan
tambah semangat dan berpacu terus harap beliau. Sahat

Pola Tanam Padi di Pandeglang Belum Menentu


Banten, Metropolitan Pos
Pola tanam padi pada sebagian
besar lahan di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, belum menentu dan masih tergangung dengan kondisi cuaca di daerah itu.
Memang ada sebagian kecil lahan
yang pola tanamnya sudah baik,
yakni tiga kali tanam setiap tahun,
karena areal itu sudah memiliki saluran irigasi teknis, kata Kepala
Dinas Peranian dan Perkebunan
Kabupaten Pandeglang Cahyan
Sofyadi di Pandeglang, Jumat.
Namun, kata dia, penanaman
pada sebagian besar lahan masih
dipengaruhi kondisi cuaca. Kalau
sedang musim penghujan bisa tiga

kali tanam per tahun, tapi jika kemarau paling satu-dua kali saja.
Areal pertanian di Kabupaten
Pandeglang, kata dia, seluas
339.731 hektare, dan 53.951 hektare (ha) di antaranya lahan persawahan produktif, sisanya lahan
darat dan sawah kurang produktif.
Mengenai produksi padi,
menurut dia, untuk padi sawah
pada 2010 sebanyak 608.884 ton
gabah kering giling (GKG), dan
padi ladang atau padi darat
77.267 ton. Realisasi produksi
GKG mencapai 105 persen dari
target yang telah ditetapkan.
Dengan produksi itu, Kabupaten Pandeglang merupakan daer-

ah penghasil padi terbesar dari delapan kabupaten/kota di Provinsi


Banten. Untuk 2011, kita manargetkan produksi GKG 689.506
ton, dan sampai saat ini, realisasinya mencapai 70 persen, kata
Cahyan Sofyadi.
Ia juga menjelaskan, di seluruh kecamatan di Kabupaten
Pandeglang terdapat lahan pertanian, namun untuk sentra atau
produksi terbesar dari Kecamatan
Panimbang, Pagelaran, Cikeusik,
Cimanuk dan Banjar. Kabupaten
Pandeglang menetapkan sektor
pertanian sebagai andalan untuk
meningkatkan perekonomian, selain pariwisata. Leonar

pemerhati, akademisi dan pihak


swasta lainnya diharapkan mempunyai komitmen yang kuat untuk
mendukung program pembangunan rumah murah tersebut.
Badan Usaha diharapkan dapat
berkontribusi melalui upaya untuk
mewujudkan inovasi baru dalam
teknologi pembangunan maupun
bahan bangunan yang mendukung
penyediaan rumah murah. Perusahaan swasta dapat berpartisipasi
melalui alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pembangunan rumah murah tersebut.., tandas Deden.
Dengan memadukan semua
kekuatan yang dimiliki, mensinergikan pusat-daerah-mitra, insyaallah kita akan lebih cepat meningkatkan kesejahteraan rakyat
melalui penyediaan rumah murah
bagi rakyat.., tandasnya pula.
Sementara itu, sebanyak 10
pengembang
perumahan
di
wilayah Kabupaten Bandung memperoleh Piagam Penghargaan Bupati Bandung atas prestasi dan
dukungannya terhadap pengembangan perumahan dan permukiman di wilayah Kabupaten Bandung. Berkat prestasi dan peran serta mereka dalam bidang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman tersebut, sehingga Kabupaten Bandung memperoleh Penghargaan Adi Upaya
Puritama Peringkat ke-2, untuk
Kategori Kabupaten Tingkat Na-

sional dari Menteri Perumahan


Rakyat RI, di Jakarta, Kamis (22/0
Masing-masing pengembang adalah PT.Papan Jaya Sentosa, (Perumahan Taman Kopo Indah), PT.
Margahayu Raya (Perumahan
Bumi Orange), PT.Trimitra Sanggar
Lestari (Perumahan Sanggar Mas
Lestari), PT.Ed Centre Artamira (Perumahan
Taman
Cileunyi),
PT.Karang Arum (Perumahan Pasir Jati Endah), PT.Kreasi Pesona
Mandiri (Perumahan Pesona Rancaekek Indah), PT.Tujuh Pilar Sarana (Perumahan Soreang Residence),
PT.Kalibaru Djaya Abadi ((Perumahan Mustika Majalaya), Koperasi
Permukiman Bina Karya (Perumahan Sindang Panon Banjaran) dan
Perumnas Regional Cabang Bandung (Perumahan Parahyangan
Kencana Soreang). Piagam tersebut
diserahkan oleh Wakil Bupati Bandung, H. Deden Rukman Rumaji usai
upacara Peringatan Hapernas ke 4
di Upakarti Soreang.
Pada kesempatan yang sama,
Deden Rukman Rumaji menyerahkan pula bantuan Dana Alokasi
Khusus (DAK) Prasarana dan Sarana Utilitas Umum (PSU) bagi 21 Perumahan dan Permukiman di
Kabupaten Bandung yang secara
simbolis diberikan kepada Perumahan Tirtasari Regency (Desa
Langonsari, Kec.Pameungpeuk)
dan Perumahan Sanggar Indah Lestari (Desa Nagrak, Kec.Cangkuang). Faozanolo Laia

KEMAMPUAN PETANI DITINGKATKAN


Banten, Metropolitan Pos
Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi mengatakan, kemampuan petani di daerahnya
terus ditingkatkan dengan harapan mampu
pengelola lahan pertanian secara maksimal
guna meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan. Kita terus meningkatkan kemampuan petani, baik melalui penyuluhan maupun sekolah lapang yang diselenggarakan
Kementerian Pertanian, kata Bupati Erwan
Kurtubi di Pandeglang, Jumat.
Menurut dia, peningkatan kemampuan
petani yang paling efektif melalui kegiatan
sekolah lapang pengelolaan tanam terpadu
(SL-PTT), yang setiap tahun dilaksanakan
dengan melibatkan ribuan petani. Kegiatan ini sangat bagus, dan kita harapkan
Kementerian Pertanian terus melaksanakan
setiap tahun, katanya.
Kegiatan SL-PTT di Kabupaten Pandeglang, dalam tahun 2011 melibatkan
1.000 kelompok petani yang tersebar di
beberapa kecamatan di daerah itu.
Sebanyak 1.000 kelompok tani dilibatkan dalam kegiata SL-PTT dengan luas

areal yang digunakan mencapai 25 ribu haktare (ha), kata Kepala Dinas Pertanian dan
Perkebunan Kabupaten Pandeglang Cahyan Sofyadi.
Areal yang menjadi lokasi kegiatan SLPTT 25.000 hektare dan tersebar di 34 kecamatan. Setiap kelompok mengelola 25 haktare lahan, dengan jumlah anggota 25 orang.
Dalam kegiatan itu, para petani diberikan berbagai sarana prasarana pertanian,
seperti benih padi dan pupuk, langsung diselurkan Kementerian Pertanian pada rekening kelompok tani.
Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Pandeglang, hanya bertindak sebagai
fasilitator. Melalui kegiatan SL-PTT, kata
dia, petani mendapat pembinaan cara tanam dan penggunakaan teknologi tepat guna,
seperti sistem pemupukan dan pola tanam
dengan cara legowo.
Legowo, kata dia, merupakan pola tanam yang menggunakan ruang atau jarak
dalam penanaman padi, kegunaannya untuk memudahkan dalam pemupukan, penyiraman dan pemeliharaan. Leonar

Dorong UMKM, Kadin Siap Berikan Pendampingan


Bandung, Metropolitan Pos
Masih banyak permasalahan yang dialami para pelaku usaha, baik skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),
maupun besar. Permasalahan-permasalahan itu tidak hanya mengenai
akses perbankan, tetapi juga regulasi,
termasuk sistem perpajakan.
Tentunya, permasalahan-permasalahan itu dapat berpotensi menghambat
laju dan pertumbuhan dunia usaha,
khususnya, di Jabar. Karena itu, kami
menyediakan fasilitas bagi para pelaku
usaha, termasuk sektor UMKM, tandas
Ketua Kadin Jabar, Agung S Soetisno.
Agung mengemukakan, bentuk fasilitas itu berupa bantuan konsultasi dan
pendampingan, baik mengenai perizinan, perpajakan, pembuatan rencana

bisnis, lingkungan hidup, maupun yang


lainnya.
Agung menyatakan selain mengenai
perizinan dan perpajakan, pihaknya pun
menyiapkan pola pendampingan bagi
para pelaku usaha dalam hal berinvestasi. Pendampingan ini terbuka tidak hanya bagi UMKM yang menjadi anggota
Kadin, tetapi juga pelaku bisnis secara
umum, termasuk investor asal mancanegara, tuturnya.
Dalam praktiknya, pihaknya menyiapkan sebuah tim yang terdiri atas tenaga-tenaga profesional sesuai bidang dan
keahliannya masing-masing.
Dikatakan, pihaknya pun siap melakukan pendampingan bagi para pelaku
UMKM dalam hal akses perbankan, seperti audit dan lainnya. TM.Harianja

PENDIDIKAN & IPTEK

EDISI: 015 TAHUN I SENIN 10 - 23 OKTOBER 2011

Dana BAGUS APBD 2010


Diduga Diselewengkan
Bandung, Metopolitan Pos
Hasil penelusuran dan investigasi Metropolitan Pos dilapangan, menemukan berbagai kejanggalan-kejanggalan tentang penyaluran langsung dana Bantuan Gubernur (BAGUS)
Jawa Barat APBD 2010 kepada siswa kurang mampu, diantaranya salah satu Sekolah SLBN di Kabupaten Bandung
diduga melakukan pelanggaran UU No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi kepada public, yang mana bisa
saja mengarah kepelanggaran UU No.31 tahun 1999 tentang
Tindak Pidana Korupsi Jo UU No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Metropolitan Pos, bahwa
salah satu orang tua siswa SLBN
yang tidak mau disebut namanya,
yang anaknya sekolah di SLB Negeri
tersebut selama 5 tahun dan
nama anaknya berinisial M yang
sangat mengeluh tentang penyaluran langsung dana BAGUS APBD
2010, mengatakan saya berkesibukan sehari-hari Cuma antar jemput
anak saya ini disekolah SLB lagi
pula suami saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami
sehari-hari, makanya kalau ada
rapat disekolah saya selalu hadir
mengikutinya, awalnya kami
diberitahukan dirapat Sekolah bahwa dana BAGUS APBD 2010 hanya
Rp.300.000, persiswa akan tetapi
uang tersebut kami pihak Sekolah
tidak langsung memberikannya
tunai kepada siswa melainkan
diberikan, 1 setel baju merah putih,
1 pasang sepatu, 1 tas, 5 buah buku
tulis, dan 1 alat tulis.katanya
Menanggapi beberapa keterangan orang tua siswa tersebut, Metropolitan Pos langsung menghubungin kepala Sekolah SLBN yaitu
Deden K. S.pd Mpd, via handphone
untuk minta waktu beliau klarifikasi informasi tersebut diatas, ketika diminta keterangan Kepala
Sekolah SLBN, Deden K. S.pd Mpd
mengatakan bahwa dana Bagus
APBD 2010 sebesar Rp.720.000 per
siswa, dan siswa lama di SLBN ini
sebanyak 143 siswa, dan uang terse-

but kami memberikan kepada siswa


berupa, 1 setel baju merah putih, 1
setel baju pramuka, dan 1 pasang sepatu, dan kami tidak memberikan 5
buah buku tulis, jelas berbeda dengan keterangan orantua siswa.
Jelas sekali dari keterangan beberapa orang tua siswa dengan keterangan Kepala SLBN tersebut
atau Pemberi dan Penerima diatas,
berbeda antara lain siswa menerima/diberikan 5 buah buku tulis dan tidak menerima baju pramuka sedangkan Sekolah tidak
memberikan 5 buah buku tulis
tapi memberi baju pramuka.
Apalagi dana BAGUS tersebut seharusnya diterima langsung siswa
sebesar 720.000 ribu, menjadi bahan pertanyaan besar, karena
uang sebesar itu hanya diberikan
1 setel baju merah putih, 1 pasang
sepatu dan 5 buah buku tulis.
Dana BAGUS tersebut diduga
adanya penyelewengan, karena keluhan orang tua siswa, memperkirakan apa yang sudah diterima siswa tersebut, harganya tidak
mencapai 300.000 ribu jangankan
dana sebesar 720.000. ribu, katanya lalu dipertanyakan sisanya
yang 65 % lagi kemana? Kenapa
tidak transparan, dan kenapa keterangan orang tua siswa jauh berbeda dengan keterangan Kepala
Sekolah SLB dan ada apa dengan
Sekolah SLBN tersebut? Jangan lewatkan Jawabannya kita tunggu
di edisi berikutnya. Laia

Walikota Depok membuka Liga Pelajar Indonesia Kota Depok ke-2


Depok, Metropolitan Pos
Liga Pelajar Indonesia
(LPI) tahun ini merupakan
yang kedua dilaksanakan di
stadion Mahakam Kelurahan Bakti Jaya Kecamatan
Sukmajaya Kota Depok Jumat 07-11-2011. Sebelumnya LPI yang pertama dilak-

sanakan di Stadion Merpati


Kota Depok 2010. LPI yang
kedua dibuka langsung oleh
Walikota Depok H. Nur Mahmudi Ismail dan dihadiri
oleh anggota Koni Kota Depok
dan Kepala Dinas Pendidikan
Kota dengan leading sektor
Dinas Pemuda Olahraga Seni

dan Budaya dan diikuti oleh


sejumlah pelajar SMP, SMA
dari Kota Depok.
Dalam
sambutannya
Walikota Depok mengatakan bahwa disini Walikota
tidak menginginkan pemain siapa menang dan siapa yang kalah, namun leb-

ih ke arah Pendewasaan dan


kejujuran dalam bertanding Sepakbola.
Jumlah peserta yang
bertanding dalam Liga Pelajar Indonesia Kota Depok berjumlah 23 Tim tingkat SMP,
dan 23 Tim Tingkat SMA.
Pardede

WAKIL WALIKOTA TANGERANG :

Tingkatkan Pelayanan Publik Melalui Teknologi Informasi

pelayanan kepada publik salah satunTangerang, Metropolitan Pos


ayan publik bagi masyarakat kota
ya adalah dengan memanfaatkan
Wakil Walikota Tangerang H.Arief
Tangerang.Berdasarkan hasil survey
teknologi yang dapat menginformasiR.Wismansyah meminta kepada segLSI bahwa 80% masyarakat kota
kan seluruh kegiatan SKPD.
enap Satuan Kerja Perangkat Daerah
Tangerang puas dengan kinerja
Wakil Walikota juga mengatakan
(SKPD) untuk mengedepankan efektivPemkot, imbuhnya lagi. Kepuasan
bahwa manfaat teknologi juga diitas dan efesiensi pelayanan publik yang
masyarakat dalam menerima pelayharapkan memudahkan kinerja pesalah satunya adalah dengan memananan sangat menentukan kredibilitas
gawai. Kedepannya mari sama-sama
faatkan teknologi. Hal tersebut disamPemkot dan sudah terbukti bahwa kekita bangun sebuah sistim informasi
paikan Wakil Walikota pada saat membijakan yang telah dikeluarkan Pemkot
untuk kemudahan informasi, ujarnbuka Acara Rakornis dan Pembinaan
sangat mengakomodir kebutuhan
ya seraya mencontohkan bahwa data
Terhadap Website/Email bertempat di
masyarakat kota Tangerang.
informasi yang dimiliki oleh setiap
Hotel Jayakarta, Anyer, Rabu (28/09).
Kegiatan Rakornis dan Pembinaan
SKPD dapat dihimpun dan diakumuLebih lanjut Wakil Walikota menWebsite/Email diikuti oleh 50 peserta
lasi sehingga menjadi sebuah informasi
gatakan bahwa Pemerintah Kota
yang terdiri dari setiap SKPD. Kegiayang
dapat
disajikan
untuk
Tangerang telah berupaya untuk mentan yang diadakan dari tanggal 27 s/d
masyarakat. Selain itu manfaat dari
ingkatkan inovasi dalam melayani
29 September 2011 bertujuan meninformasi teknologi adalah terwujudmasyarakat dan membangun pemeringkatkan wawasan dalam pengelonya efesiensi dalam pelayanan.
intah yang kredible dan masyarakatlaan website serta dapat memberikan
Wakil Walikota juga mengajak unpun sangat membutuhkan pemerininformasi SKPD melalui website.
tuk bahu membahu membangun peltahan yang akuntable dan transparan.
Erwin
Untuk itu setiap pegawai harus dapat
mengedepankan efektifitas pelayanan kepaTangerang, Metropolitan Pos lakukan agar para petani lu dikatahui, sekolah lapangan
da masyarakat denDinas Pertanian Kota mengetahui berbagai macam ini hanya bisa dilakukan dengan unsur dasar tugas
Tangerang
terus memberi- hal tentang pertanian. Kami gan cara praktek langsung dimelayani, mengatur
kan pengetahuan atau wa- hanya memberikan wawasan lapangan, katanya.
dan mengayomi. Dan
Untuk saat ini, petani yang
wasan terhadap para petani seputar pertaniannya saja,
untuk mempercepat
yang
tergabung
dalam sebab dalam hal ini kami han- tergabung dalam sekolah
sekolah lapangan, yakni pet- ya sebagai fasilitator. Dan pet- lapangan berjumlah 18 kelani yang bergerak pada tan- ani di Kota Tangerang harus ompok dan untuk saat ini baru
aman padi. Pemberian wa- memiliki pengetahun yang satu kelompok saja yang mumungkinan akan mendorong kum. Information Technology
Bekasi, Metropolitan Pos
lai melaksanakan aktivitasnwasan ini sebagai bentuk luas, ungkap Irna Rusdiana.
Pemerintah Kota Bekasi se- penyalahgunaan IT tersebut seharusnya menjadikan setiap
Irna menambahkan, wa- ya dilapangan. Ya, baru satu
untuk meningkatkan pengecara tegas akan menindak bagi pelayanan Publik, khusus- aparatur menambah khasantahun petani tentang berco- wasan yang diberikan diant- kelompok saja yang sudah muah ilmu, sehingga membentuk
aparaturnya yang menyalah- nya di Kota Bekasi.
aranya tatacara menanam, lai beraktifitas yakni di Kecacok tanam(bertani).
Sebagai contoh, Nandi men- pribadi yang baik, jujur, serta
gunakan IT (Information TechMenurut Kepala Bidang hama hingga hasil panen yang matan Benda, sebab untuk
nology) dalam penyelengga- gibaratkan penyalahgunaan mengedepankan kepentingan
Tanaman Pangan Horti dan berkualitas. Semua penge- saat ini kondisinya masih kedatabase kependudukan dalam umum, katanya.
raan pelayanan publik.
Kultura Dinas Pertanian tahuan ini kami berikan kepada marau, sedangkan untuk tanPelatihan ICT ini diselenggaHal ini disampaikan Asis- proses pemilihan umum kepaKota Tangerang, Irna Rusdi- petani, sehingga untuk kedepan- aman padi sendiri membututen Pembangunan dan Ke- la daerah, pemalsuan KTP, dan rakan oleh Bagian Telematika
ana mengatakan memang nya para petani ini bisa mem- hkan lahan basah(air banySetda Kota Bekasi dalam rangmasyarakatan (Asisten II), Drs lain sebagainya.
pemberian wawasan ini di- praktekkannya sendiri. Dan per- ak), pungkasnya. Erwin
Tidak hanya itu, IT sebagai ka meningkatkan kemampuan
H Nandi Surjakandi, CES, saat
membuka pelatihan ICT (Infor- alat yang mempermudah se- aparatur dalam bidang IT guna
mation and Comunnication harusnya digunakan secara menjawab serta merespon segTechnology) bagi aparatur Pe- benar dan ahlak yang baik dari ala masukan dan pertanyaan
merintah Kota Bekasi di aparatur yang bersangkutan. masyarakat akan jalannya
Nandi juga mengatakan roda pemerintahan di Kota
Seameo Biotrop, Rabu (5/10).
Nandi mengatakan se- bahwa segala bentuk pen- Bekasi. Pelatihan tersebut renTangerang, Metropolitan Pos
(FKUB) Kota Tangerang Masa
yang harus disyukuri serta
makin pesatnya kemajuan yalahgunaan akan langsung cananya akan berlangsung seWakil Walikota
Bakti 2011-2015, di Ruang
dijaga, jelasnya.
teknologi tidak menutup ke- berurusan dengan aparat hu- lama 3 hari.  Zainul
Tangerang H. Arief R.
Akhlakul Karimah Pusat
Diakhir paparannya,
Wismansyah meminta
Pemkot Tangerang, Senin,
Wakil Walikota juga berkepada Camat, Lurah serta
(03/09).
harap pada seluruh jajaranseluruh Satuan Kerja PerLebih lanjut, Wakil
nya agar turut mensosialangkat Daerah (SKPD)
Walikota menghimbau
isasikan hajatan besar
Pemerintahan Kota (Pemkot)
kepada seluruh peserta rapat
Pemilihan Kepala Daerah
Tangerang untuk terus
evaluasi agar tetap menjaga
(Pilkada) Banten yang akan
mengkomunikasikan inforsinergitas didalam bekerja
berlangsung, 22 Oktober
masi-informasi penting
sehingga program-program
2011. Banyak masyarakat
kepada masyarakat terkait
yang sedang berjalan dapat
yang belum tahu kapan
program pembangunan serta
selesai sesuai dengan waktu
Pilkada Banten dilaksanapelayanan publik seperti eyang ditentukan.
kan, terangnya seraya
KTP yang mulai dilaksanaKemudian, kepada para
menjelaskan sosialisasi
kan secara serempak Jumat
pengurus FKUB Kota
merupakan bagian dari tugas
lalu. Dan suasana kondusif
Tangerang yang baru
dan kewajiban Pemkot
yang sudah tercipta di Kota
dilantik, Wakil Walikota
sebagai pelayan masyarakat.
Tangerang, jangan sampai
berharap, kerukunan beragaDan tetap mempertahankan
dirusak pihak-pihak yang
ma di Kota Tangerang agar
sikap netralitas khususnya
tidak bertanggung jawab.
senantiasa terjaga dengan
dalam Pilkada nanti dan
Hal tersebut disampaikan
baik dan semakin solid.
komunikasikan selalu pada
Wakil Walikota pada Rapat
Tanamkan dan tumbuhkan
masyarakat hal-hal yang
Evaluasi Pembangunan
selalu kerukunan di tengahmemang harus diinformasiSEKOLAH AMBRUK : Menteri Agama Suryadharma Ali (kiri) bersama Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya (kanan)
Tahun Anggaran 2011,
tengah masyarakat. Segala
kan, seperti halnya Pilkada
memperlihatkan buku milik Supnia (9) yang tewas tertimpa reruntuhan Madrasah Al-Ikhlas, di Kampung Tembleg,
sekaligus acara Pengukuhan
perbedaan yang ada bukan
Banten karena Pilkada
Desa Cidikit, Kec. Bayah, Kab. Lebak, Kamis (6/10). Madarasah tersebut roboh pada Senin (3/10), saat para siswa
Pengurus
Forum
Kerukunan
sebuah
masalah,
melainkan
merupakan pesta demokrasi
belajar yang mengakibatkan satu orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka. (FOTO:REP)
Antar Umat Beragama
sebuah rahmat dan karunia
bagi masyarakat.  Erwin

Wawasan Untuk Petani Sekolah Lapangan

Pelatihan ICT Tekan Penyalahgunakan IT di Kota Bekasi

Wakil Walikota Tangerang: Sosialisasikan Informasi-informasi


Penting pada Masyarakat dan Jaga Terus Kerukunan Beragama

POLITIK & HUKUM

7
EDISI: 015 TAHUN I SENIN 10 - 23 OKTOBER 2011

IMPOR TAK BERIZIN


Sejumlah petugas Bea dan Cukai Tipe Madya
Pabean Juanda dan Satuan Tugas Pengamanan
Bandara Juanda dari TNI AL, menunjukkan
sejumlah barang bukti barang impor tak
berizin di Kantor Pengawasan dan Pelayanan
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda,
Sidoarjo, Kamis (6/10). Barang bukti tersebut
berupa, airsoft gun 21 buah jenis laras
panjang dan pendek, Blackberry sebanyak 593
buah berbagai merk dan tipe serta sekitar 600
ribu bungkus rokok ilegal.
(FOTO:REP)

Dinas Transmigrasi Ketapang


Laporkan Jakfar Asmaun ke Polisi
Ketapang, Metropolitan Pos
Menurut
informasi
yang
berkembang, dari kalangan warga
masyarakat Kabupaten Ketapang.
Mantan Kepala Dinas Tranmigrasi Kabupaten Ketapang, Jakfar Asmaun diduga keras, telah menguasai mobil Dinas Tranmigrasi Ketapang secara tidak prosudural dan
melawan hukum.
Pada saat dikonfirmasi Metropolitan Pos pada selasa (4/10) kepada M. Israq SH Sekretaris Dinas
Tranmigrasi Ketapang, diruangan
kerjanya mengatakan bahwa memang benar mobil Mok Mitsubisi
L. 200 . 2 . SL. GLS jenis PD.
Cabin dengan isi slinder 2.477 CC
warna merah silver metalik dengan No Polisi 9847 G belum
dikembalikan oleh Jakfar Asmaun
sejak April 2010 hingga sekarang.
Pihak Dinas Tranmigrasi Ketapang, sudah berupaya untuk
melakukan
penarikan
mobil
kembali, dari tangan Jakfar Asmaun. Sesuai dengan surat, yang
kami sampaikan kata M. Ishaq SH
kepada Jakfar Asmaun, yang pertama(1) pada tanggal 16 Agustus
2011 No. 028/1075/STKT A/
2011, dan yang kedua (2) tanggal
6 September 2011 No. 028/1105
A/STKT A/2011, dengan perihal
pemberitahuan pengembalian mobil Dinas serta tanggal 27 September 2011 No. 028/1201/STKT-A/
2011, perihal tugas khusus untuk
pengambilan mobil dinas dengan
personil yang ditugaskan oleh Kepala Dinas Tranmigrasi Husen dari
Kasubag Umum, Yudi Herdinata
Stap dan Marianus.

PENYELENGGARA PILGUB BANTEN


SEPAKATI KETERBUKAAN INFORMASI
Banten, Metropolitan Pos
Penyelenggara Pemilihan Umum Gubernur dan wakil Gubernur Banten 2011 menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Komisi Informasi terkait keterbukaan informasi pelaksanaan
Pilgub Banten. Nota kesepahaman tersebut ditandatangani Ketua KPU Banten Hambali, Ketua Panwaslu Haer Bustomi, Ketua
KI Banten Yhannu Setyawan serta Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) di Kantor KPI di Serang, Jumat.

KANAN, M.ISRAQ SH.

Ternyata
Jakfar
Asmaun
masih tetap saja tidak mau menyerahkan kembali kepada pihak Dinas Tranmigrasi dengan alasan
yang sangat tidak masuk akal kata
M. Israq Kepada Metropolitan Pos.
M. Israq menambahkan, bahwa
pada saat stap yang kami tugaskan
untuk melakukan penarikan mobil
dinas kepada Jakfar Asmaun, Jakfar Asmaun hanya mengatakan,
bahwa dia sudah bicarakan dengan
Kabag Umum Pemda Ketapang.
Dari penjelasan jakfar Asmaun,
pihak Dinas Tranmigrasi Ketapang, melakukan Klarifikasi kepada Kabag Umum Pemda, menurut
M. Israq Kabag Umum hanya mengatakan kepadanya, bahwa masih
menunggu keputusan Bupati untuk melakukan penarikan mobil
dari tangan Jakfar Asmaun.
Dengan dimilikinya mobil Dinas
Tranmigrasi oleh Jakfar Asmaun
dengan tampa hak pihak Dinas Tranmigrasi akan bawa persoalan ini keranah hukum melaporkan Jakfar Asmaun Kepihak Kepolisian Polres Ketapang ujar M. Ishaq SH. Rahman

Diantara isi kesepahaman antar


lembaga tersebut diantaranya, siap
mendorong percepatan waktu pemberian informasi publik terhadap pemohon informasi publik terutama yang
berkaitan dengan pelaksanaan Pilgub
Banten, segera membentuk Pejabat
Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan atau menyediakan meja
layanan informasi, segera membuat
dan menayangkan informasi setiap
saat dan secara berkala sesuai dengan
standar layanan informasi publik.
Selain itu, KPU dan Panwas
Provinsi Banten mendorong seluruh
jajarannya dari KPU dan Panwaslu
hingga KPPS dan relawan panwas di
daerah, untuk mematuhi dan melaksanakan semua ketentuan Undangundang no 14 tahun 2008 tentang
keterbukaan informasi publik.
Komisi informasi juga akan
melakukan percepatan waktu pelaksanaan penyelesaian sengketa informasi serta membantu mengasistensi
dan pendampingan terhadap penyelenggaraan dan pembentukan PPID.
Empat lembaga tersebut juga sepakat selalu berkordinasi dan kerjasama dalam menjaga kondusifitas
penyelenggaraan Pilgub Banten 2011

mencapai tujuan itu, perlu didukung


dengan adanya keterbukaan informasi yang disampaikan ke masyarakat.
Ketua KPU Banten Hambali mengatakan, pihaknya sepakat dan mendukung adanya kebersamaan yang
dibangun untuk berkomitmen terhadap keterbukaan informasi di Banten dalam segala aspek, terutama
dalam penyelenggaraan Pilkada.
Sebab kebersamaan dalam membuat
komitmen dan kesepakatan terkait
keterbukaan informasi tersebut penting karena menyangkut dengan trasparansi publik.
KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu siap memberikan informasi yang diinginkan masyarakat.
Sejauh ini KPU telah berupaya secara
terbuka menyampaikan berbagai informasi tersebut, kata Hambali.
Pernyataan serupa juga disampaikan Ketua Panwaslu Banten Haer
Bustomi dan Ketua KPID Banten Muhibuddin, pihaknya siap menyampaikan informasi berkaitan dengan
putusan atas berbagai laporan dugaan pelanggaran dalam penyelenggaraan Pilgub Banten. Leonar

guna menegakkan asas keterbukaan


informasi publik.
Ketua Komisi Informasi Yhannu
Setyawan mengatakan, UU 14/2008,
Peraturan KI 1/2010, dan Peraturan
KI 2/2010 mengatur adanya ketentuan waktu tentang layanan penyediaan informasi dan penyelesaian sengketa informasi pelaksanaan pemilukada bisa lebih cepat diselesaikan.
Untuk itu, semua lembaga penyelenggara pemilu di tingkat provinsi hingga tingkat paling bawah wajib melaksanakan amanat UU 14/2008 dan
membentuk Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) pembantu.
Sebagai contoh jika ada masyarakat
yang meminta data Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau data
lainnya ke KPU, maka KPU
harus memberikan informasi
tersebut sesuai ketentuan kecuali informasi yang dikecualikan yang diatur dalam undang-undang keterbukaan informasi, kata Yhannu.
Menurut dia, penyelenggara Pilgub yang baik akan
berdampak pada hasil yang
baik dan pemerintahan yang Pasangan Ratu Atut-Rano Karno datang ke KPU Banten
baik pula. Sehingga untuk saat melakukan deklarasi di Jl KH Sochari Kota Serang

WAKIL TANGERANG:

PEMKOT MEMILIKI KEWAJIBAN UNTUK IKUT SOSIALISASIKAN PILGUB


Tangerang, Metropolitan Pos
Kenetralitasan Pegawai Negeri Sipil
(PNS) dijajaran Pemerintah kota
(Pemkot) Tangerang, rasanya sudah tak
perlu diragukan lagi, sebab beberapa
waktu lalu Sekda Pemkot Tangerang,
Harry Mulya Zein telah menyatakan
bahwa netralitas PNS adalah harga
mati. Akan tetapi PNS juga memiliki hak
politik yang dapat digunakannya untuk
memilih calon pemimpinnya.
Selain menjadi kewajiban PNS untuk ikut mensukseskan Pilgub Banten
dengan menyalurkan hak pilihnya, kepala daerah juga memiliki kewajiban
untuk memberikan sosialisasi Pilgub

pada masyarakat sesuai dengan instruksi Presiden nomor 7 tahun 2005


tentang dukungan pemkot untuk

kelancaran pemilu dan pemilukada.


Pemkot berkewajiban untuk ikut
membantu memberikan sosialisasi
kepada masyarakat untuk ikut mensukseskan pemilukada, seperti ajang
pilgub yang saat ini sudah didepan
mata, sehingga kegiatan sosialisasi
yang dilakukan bukanlah bentuk
dukungan pada salah satu pihak,
melainkan suatu ajakan kepada
masyarakat untuk mensuskseskan
pemilihan gubernur Banten saat ini,
jelas Wakil Walikota Tangerang, Arief. R Wismansyah saat menggelar
jumpa pers.
Wakil juga menyatakan bahwa

dirinya terus mensosialisasikan


tahapan pilgub ini setiap kali ada kegiatan dimasyarakat, yang tak lain
tujuannya adalah memberikan pemahaman pada masyarakat untuk
menggunakan hak politiknya dalam
menentukan pemimpin didaerahnya.
Beberapa waktu lalu seluruh elemen muspida beserta pendukung calon gubernur sudah berkomitmen
akan menciptakan pemilukada yang
aman, damai dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan, dan ini menjadi tugas saya untuk menjaga stabilitas politik dikota Tangerang, tuturnya kembali.

Untuk itu, Wakil Walikota mengajak semua masyarakat untuk tidak


terprovokasi ataupun termakan bisikan-bisikan yang dapat memecah belah persatuan, karena pemilihan gubernur bukanlah hajat segelintir orang, melainkan hajat seluruh
masyarakat Banten untuk menciptakan Banten lebih maju kedepan.
Jangan lupa tanggal 22 Oktober,
lakukan 2 hal, datang ke TPS dan pilih pemimpin yang berkualitas, himbauan ini saya kutip dari iklan KPU,
kita berdoa dan berharap pemilukada Banten akan berjalan dengan baik
dan lancar. Erwin

INVESTIGASI

EDISI: 015 TAHUN I SENIN 10 - 23 OKTOBER 2011

SEKILAS
Keberangkatan Calon Jemaah Haji

Satpol PP Kota Tangerang


Terjunkan 20 Personil
Tangerang, Metropolitan Pos
Untuk memperlanjar keberangkatan calon jemaah haji asal Kota Tangerang ke Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Satuan
Polisi Pamong Praja(Satpol PP) Kota
Tangerang menyiapkan 20 personil selama
pelaksanaan keberangkatan calon jemaah haji.
Menurut Kepada Bidang Bimbingan dan
Penyuluhan Satpol PP Kota Tangerang, Rudy
Haryadi bahwa setiap keberangkatan calon
jemaah haji ke asrama Pondok Gede, Satpol
PP selalu dilibatkan setiap tahunnya. Kami
dimintai bantuan oleh pihak departemen agama Kota Tangerang untuk membantu dan
memperlancar keberangkatan calon jemaah
haji. Dan hal seperti ini memang sudah berjalan setiap tahunnya, ujar Rudy Haryadi.
Para personil ini berfungsi untuk menjaga kekondusifan didalam bus, khususnya ketika para keluarga yang mengantarkan para
calon jemaah haji yang hendak masuk kedalam bus. Didalam bus harus kondusif, aman
dan tertib dari segala macam hal, katanya.
Rudy menambahkan, para calon jemaah haji
harus mendapatkan pelayanan yang maksimal
didalam bus, sehingga meraka mendapatkan
ketenganan. Personil Satpol PP akan melarang
siapa pun yang hendak masuk kedalam bus calon jemaah haji, kecuali ada keperluan atu kepentingan yang sangat hendesak, katanya.
Dikatakan Rudi, para personil ini hanya
mengawal para calon jemaah haji sampai ke asrama haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Satu bus
dijaga oleh satu personil Satpol PP. Erwin

Pemkot Tangsel Janji Segera


Perbaiki Jalan Pondok Benda
Tangerang, Metropolitan Pos
Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, berjanji untuk melakukan perbaikan jalan
Inpres di Desa Pondok Benda, Kecamatan Pamulang. Perbaikan jalan tersebut akan dilakukan pekan ini, saat tim monitor telah melakukan pengecekan dilapangan, kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota
Tangsel Denddy Priyandana dihubungi, Senin.
Pernyataan Denddy terkait aksi demo
warga Desa Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, dengan membuat kuburan di tengah
jalan menuntut perbaikan.
Aksi tersebut sengaja dilakukan sebagai
simbol matinya perbaikan jalan di tempat ini.
Selain itu, dalam aksinya, warga pun melakukan aksi tanam pohon pisang di Jalan Inpres
yang menghubungkan antara Desa Pondok
Benda dengan Benda Baru.
Tak hanya itu saja, warga yang terdiri dari
anak - anak hingga orang dewasa, melakukan aksi
memancing di jalan yang berlubang tersebut.
Denddy menambahkan, Pemkot Tangsel
telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 200
juta untuk memperbaiki kerusakan jalan sepanjang 200 meter. Kami sudah koordinasikan dengan pihak kecamatan dan kelurahan
terkait rencana perbaikan tersebut, katanya
mengungkapkan. Pabona

Pemkab Samosir Peringati


Hari Kesaktian Pancasila
Samosir, Metropolitan Pos
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Tahun 2011 Tingkat Kabupaten Samosir
yang dilaksanakan di Tanah Lapang Pangururan, Sabtu (1/10) berlangsung lancar dipimpin langsung oleh Plh. Bupati Samosir Ir. Mangadap Sinaga.
Dalam upacara tersebut turut hadir Plt.
Sekdakab Samosir Ir. Hatorangan Simarmata,
unsur Muspida Samosir, pejabat Pemkab
Samosir, tokoh agama dan masyarakat.
Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2011 mengambil tema Dengan
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Kita
Kokohkan Semangat Persatuan dan Kesatuan
Menuju Bangsa Indonesia yang Berkarakter.
Upacara yang dimulai sejak pukul 08.00
WIB tersebut diikuti oleh jajaran TNI, POLRES Samosir, Staf Pemkab Samosir serta Pelajar SMU, SMP, dan SD. Sahat

Ruas Jalan di Kota


Batam Dipenuhi Sampah
Batam, Metropolitan Pos
Sejak usai lebaram idul fitri masyarakat kota Batam terancam
diserang berbagai macam penyakit akibat Kota Batam sudah
dibanjiri sampah. Bahkan sampah-sampah rumah tangga itu
menumpuk hingga membanjiri badan jalan ptotokol Kota Batam
dan area pemukiman pasar pasar pagi tradisional.
Pembuangan sampah yang tidak
diurus dengan baik, akan mengakibatkan masalah besar, karena penumpukan sampah atau membuangnya sembarangan ke kawasan terbuka akan mengakibatkan pencemaran
tanah yang juga akan berdampak ke
saluran air tanah. Demikian juga
pembakaran sampah akan mengakibatkan pencemaran udara, pembuangan ke kali atau parit akan mengakibatkan, pencemaran air, tersumbatnya saluran air dan banjir.
Hal ini diungkapkan Ketua LSM
Barelang Drs. Yusri beberapa hari
yang lalu di Batam Center, terkait
masalah sampah menumpuk dan tak
terangkut di Kota Batam.
Seperti diketahui, jenis sampah
dapat di bagi 2, yaitu sampah organik
biasa disebut sebagai sampah basah
dan sampah anorganik atau sampah
kering. Sampah basah adalah sampah
yang berasal dari makhluk hidup seperti daun-daunan, sampah dapur dll.
Sampah jenis ini dapat terdegradasi
atau membusuk secara alami. Sebaliknya dengan sampah kering seperti
kertas, plastik, kaleng dan lain-lain
tidak dapat terdegradasi secara alami.
Nah, sebagian besar sampah yang
dihasilkan di Batam merupakan sampah basah, yaitu mencakup 60 70
persen dari total volume sampah.
Menurut Yusril volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita
terhadap barang yang kita gunakan
sehari-hari. Di Batam dalam tahun
2011 produksi sampah diperkirakan
750 ton per hari dengan asumsi jumlah produksi sampah rata-rata 0,75 kg
per jiwa dikali jumlah penduduk
Batam sebanyak 1 juta jiwa.
Namun yang dapat diangkut ke
tempat pembuangan akhir (TPA) di
Punggur diperkirakan sekitar 540 ton
per hari, sehingga terjadi penumpukan sampah 250 ton dan tidak diangkut ke TPS dan TPA. Karena itu
wajar kalau dibanyak lokasi, tanahtanah kosong atau bantaran parit
(drainase) terjadi penumpukan-penumpukan sampah yang kemudian
berubah menjadi TPS atau TPA illegal ditambah lagi sampah dari puingpuing bangunan.
Kepada Wartawan Yusril mengatakan bahwa persoalan sampah di
Batam karena Pemko Batam tidak serius membangun komitmen dan konsistensi program pengelolaan sampah. Selama ini pengelolaan sampah
di Batam tidak berjalan dengan efisien
dan efektif. Karena pengelolaan sampah bersifat terpusat. Bahwa seluruh
sampah harus dibuang di TPA.
Dinas kebersian dan Pertamanan
(DKP) Kota Batam tidak serius mengelola sampah untuk meningkatkan
kesehatan masyarakat dan kualitas
lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. Padahal UU
Nomor 18 Tahun 2008 tegas menyatakan pemerintah daerah bertugas
menjamin terselenggaranya pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan, tegas Yusril.
Ditambahkan Yusril regulasi
dalam bentuk Perda Nomor 5 tahun
2001 yang sekarang ada pun masih
mengarah pada retribusi dan pem-

buangan. Dapat dibayangkan berapa


ongkos yang harus dikeluarkan untuk ini. Belum lagi, sampah yang
dibuang masih bercampur antara
sampah basah dan sampah kering.
Dijelaskannya regulasi pengelolaan sampah secara terpusat mengarah pada sistem buang angkut dan
berakhir di TPA harus dirobah kearah buangan meminimalisir buangan
sampah. Pada prinsipnya pengelolaan
sampah harusnya dilakukan sedekat
mungkin dengan sumbernya dengan
membangun
alternatif-alternatif
yang bisa menangani semua permasalahan pembuangan sampah
dengan cara mendaur ulang semua
limbah yang dibuang kembali ke
ekonomi masyarakat atau ke alam.
Untuk mencapai hal tersebut jelas
Yusril asumsi membuang dalam
pengelolaan sampah yang harus diganti dengan prinsip sampah yang
dibuang harus dipilah, sehingga tiap
bagian dapat dikomposkan atau
didaur ulang secara optimal, daripada dibuang ke sistem pembuangan
yang tercampur seperti yang ada saat
ini, Pemko Batam harus mau mendesak industri-industri agar mendesain
ulang produk-produknya berdasarkan prinsip reduce, reuse, recycle replace, dan tukang sampah atau pemulung merupakan suatu komponen
penting dalam sistem penanganan
sampah yang ada saat ini, dan peningkatan kinerja mereka harus menjadin komponen utama dalam mengatasi persoalan sampah.
Yusril juga mensyaratkan peran
serta masyarakat untuk membuang
sampah pada tempat yang telah ditentukan, dan peran Satpol PP sebagai
penegak Perda agar dapat menumbuhkembangkan dan meningkatkan kesadaran masyrakat dalam pengelolaan sampah. Serta pemberian insentif kepada setiap orang yang melakukan pengurangan sampah.
Tetapi Yusril memastikan sampah
terhindar dari persoalan menumpuk
dan tak terangkut sepanjang dijauhkan dari ajang kepentingan meraup
keuntungan kelompok maupun pribadi dan kalau saja pemungutan retribusi sampah oleh DKP sebagai sumber belanja dilakukan dengan benar
dan dapat dipertanggung jawabkan.
Yusril memperkirakan retribusi
sampah sebesar 2.5 milyar per bulan
dengan perhitungan jumlah rumah
tangga sebanyak 250 ribu dikali ratarata tarif untuk rumah menengah 10
ribu, angka ini belum dihitung retribusi sampah yang bersumber dari
ruko, super market, rumah makan,
diskotik, hotel dan pelabuhan yang
tarifnya hingga 4 juta.
Retribusi sampah tersebut sebenarnya bisa dialokasikan kembali untuk membiayai pengangkutan sampah
yang diperkirakan sebesar 750 ton dikali biaya angkut 110 ribu per ton atau
2.475 milyar per bulan. Agar retribusi itu bisa efektif terealisasi tentu pemungutannya bisa dilakukan melalui
cara pemungutan rekening listrik.
Dijelaskan Yusril persoalan sampah
menumpuk dan tak terangkut terkait
dengan ulah kinerja DKP yang diduga
terjadi manipulasi dan tilep menilep

retribusi sampah pada tahun 2006, kemudian penetapan PT. Surya Sejahtera
sebagai pemenang kerjasama pengelolaan sampah dengan kontrak 25 tahun
yang diduga kuat sarat kongkalikong
lantas penunjukan PT. Royal Genta Asih
dengan alasan darurat dalam pengangkutan sampah pasca diputusnya kontrak PT. SS, kemudian lelang pengangkutan sampah TA 2011 yang dimenangkan PT. RGA dengan penawaran 6.570.356.500. Ditambah lagi pengadaan tempat pembuangan sementara (TPS) serta tong sampah tahun 2007
2008 yang hilang ditelan bumi.
Dan saat ini juga sedang dilakukan proses lelang pengangkutan sampah dengan nilai pagu 4. 3 milyar,
Yusril meyakinkan yang menang
bakal perusahaan itu juga.
Yusril berharap ada perbaikan terhadap kinerja DKP agar Kota Batam
tidak menjadi buram dengan persoalan sampah menumpuk dan tak
terangkut. Karena DKP sudah terbantu dari persoalan pengangkutan sampah jenis tinja, sampah spesifik jenis
B3 dan sampah yang berasal dari kawasan industry bahkan DKP mendapat retribusi 25 ribu per M3 dari
transporter yang membawa masuk
sampah ke TPA.
Tambah 24 Armada
Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam Provinsi Kepulauan
Riau menambah 24 armada pengangkut sampah untuk mengatasi
masalah sampah yang menumpuk di
penjuru kota. Untuk mengatasi
masalah sampah, kami menyewa 24
armada untuk mengangkut sampah, kata Kepala Dinas Kebersihan
dan Pertamanan Kota Batam, Azwan
di Batam, Senin. Sebanyak 24 armada tambahan akan beroperasi mulai
6 September 2011.
Saat ini, DKP hanya memiliki 16
armada, dan itu tidak cukup untuk
melayani pengangkutan sampah, kata
dia.Dengan tambahan 24 armada,
maka diharapkan masalah sampah
kota bisa diatasi. Minimal 80 persen
sampah Batam terangkut, kata dia.
Menurut Azwan, untuk mengangkut
700-1000 ton sampah per hari di Batam,
perlu armada sebanyak 58-60 unit.
Pemkot memberikan anggaran
tambahan untuk sewa armada pengangkut sampah untuk 45 hari sebesar Rp600 juta, selama pemerintah
memproses lelang kerjasama swasta.

Sebelumnya, Pemkot Batam bekerjasama dengan perusahaan swasta


untuk mengangkut sampah di pemukiman, pusat perdagangan dan
perkantoran. Namun, kontrak kerjasama itu berakhir 31 Agustus 2011,
sehingga sejak 1 September tidak ada
perusahaan swasta yang melayani
angkutan sampah.
Sementara untuk menyelesaikan
masalah sampah, maka Pemkot akan
melakukan kerjasama dengan perusahaan swasta periode SeptemberDesember. Namun, kerjasama ini
harus melalui lelang, sehingga tidak
bisa langsung, kata dia.
Nilai lelang angkutan sampah itu
senilai Rp 4,3 miliar, kata dia yang
dianggarkan dalam Kebijakan Umum
Anggaran Prioritas Plafon Anggaran
Sementara (KUA PPAS). Kami sudah
ajukan tambahan anggaran dan
sudah disetujui dalam KUA PPAS. Saat
ini dalam proses lelang, kata Azwan.
Selain menambah anggaran angkutan sampah, Kepala Dinas berharap masyarakat dapat membantu
pemerintah menyelesaikan masalah
sampah.Kami harapkan masyarakat
bisa mengumpulkan sampahnya
dalam kantong plastik besar agar tidak
berantakan. Atau bahkan lebih baik
dijadikan kompos, kata dia.
Wali Kota, kata dia, juga telah
memerintahkan camat untuk menggerakkan seluruh potensi yang ada di
tengah masyarakat untuk meminjamkan truk untuk mengangkut
sampah. Batam ini milik kita bersama. Harus ada rasa tanggung jawab
bersama juga, kata Azwan.
Sementara itu, berton-ton sampah
menumpuk di sejumlah pemukiman
di Kota Batam Provinsi Kepulauan
Riau, usai Lebaran.
Warga Tiban, Holila, mengatakan
biasanya pengangkut sampah datang
setiap hari menggunakan truk besar.
Namun sejak akhir Bulan Puasa, sampah tidak diangkut. Mana sampah
Lebaran banyak, menumpuk jadinya, kata Holila.
Sementara itu, Direktur Utama
PT Royal Gensa Asih (RGA) Beleus
mengatakan pihaknya berhenti mengangkut sampah karena kontrak kerjanya dengan Pemerintah Kota
Batam berakhir 31 Agustus 2011 dan
belum diperpanjang. Saat ini belum
ada perpanjangan kontrak dari DKP,
sehingga RGA memilih berhenti
beroperasi, kata Beleus. Tim

Ganggu Kenyamanan Warga, Ratusan Truk Tanah Dihentikan


Tangerang, Metropolitan Pos
Pemerintah Kabupaten Tangerang,
Banten, Jumat (30/9/2011), menghentikan ratusan truk yang membawa
tanah merah untuk penimbun kawasan
perumahan di kawasan pantai utara
karena menganggu kenyamanan warga. Kami sudah memerintahkan aparat Dinas Perhubungan untuk menghentikan truk membawa tanah akibat

diprotes warga, kata Sekretaris Daerah


Pemkab Tangerang, H. Hermansyah.
Dia mengatakan, keberadaan truk
membawa tanah merah yang melintas
itu hingga tengah malam mengakibatkan warga setempat tidak nyaman.
Pernyataan itu sehubungan sejumlah warga Sepatan dan Pakuhaji,
Kabupaten Tangerang, memprotes
keberadaan truk tanam merah itu

karena melintas hingga larut malam.


Namun warga setempat sudah beberapa kali melarang sopir truk agar
tidak melintas terutama pada malam
hari, namun tidak diindahkan karena
mendapatkan izin dari aparat terkait.
Menurut dia, selain mengganggu
ketenangan warga, keberadaan truk
dengan tonase besar itu juga menimbulkan kotoran dan debu akibat tanah mer-

ah jatuh berceceran sepanjang jalan.


Bila turun hujan, jalan itu menjadi becek dan licin dikhawatirkan
penguna sepeda motor akan jatuh sehingga menimbulkan cedera.
Bahkan warga pernah menghadang sopir truk ketika melintas dini
hari, tapi tindakan itu sempat terhenti beberapa hari, setelah sepekan
maka kembali seperti semula.

Seorang tokoh masyarakat Sepatan, H.Uwan Suwanda mengatakan,


bila aparat pemda tidak dapat menghentikan kegiatan truk tersebut,
maka dikhawatirkan akan terjadi tindakan anarkis. Ini bukan merupakan ancaman, tapi penduduk setempat sudah kesal karena tidak ada tindakan nyata dari aparat pemerintah, tandasnya. Erwin Sinaga

NUSANTARA

EDISI: 015 TAHUN I SENIN 10 - 23 OKTOBER 2011

SEKILAS
JALAN LONGSOR :
Sejumlah kendaraan
melintas di Jalan Rajeg
yang sisinya
mengalami longsor di
Sukatani, Rajeg,
Kab.Tangerang,
Banten, Jumat (7/10).
Jalan tersebut
mengalami longsor
sedalam 6 meter
dengan panjang 25
meter lebih, struktural
tanah yang kering dan
rapuh membuat jalan
di kawasan Rajeg
rentan logsor.
(FOTO:REP)

Pemkab Bandung Dukung


Program Keluarga Harapan
Bandung, Metropolitan Pos
Wakil Bupati Bandung, H. Deden Rukman Rumaji,
Sos mengakui bahwa di Kabupaten Bandung masih terdapat warga miskin yang memerlukan perhatian serius
dari pemerintah. Menurutnya masih banyak anak-anak
miskin yang tidak bersekolah disebabkan kurangnya biaya, motivasi serta dorongan dari orangtua agar anaknya
tetap sehat dan bersekolah.
Oleh karena itu Pemkab Bandung sangat mendukung terhadap upaya Pemerintah Pusat dalam menyelenggarakan Program Keluarga Harapan (PKH) yaitu berupa bantuan sejumlah uang tunai kepada Rumah Tangga
Sangat Miskin (RTSM).
Hal tersebut merupakan upaya pemerintah untuk
memberdayakan kaum ibu dari kalangan miskin agar
mampu mendorong dan memotivasi anaknya agar mau
bersekolah dan tetap sehat.., demikian tutur Deden Rumaji saat membuka resmi Acara Bimbingan Teknis
(Bintek) Service Provider Lokasi Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun 2007-2011 di Kabupaten Bandung
Tahun 2011, yang berlangsung di Gedung Korpri-Soreang, Jumat (30/09). Hadir dalam acara tersebut, Direktur Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI, Dr. Dwi Heru
Sukoco, M.Si, perwakilan SKPD lingkup Kabupaten
Bandung, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil
(Dinsosdukcasip) Kabupaten Bandung.
Menurut Deden, terdapat beberapa aspek dari keluarga miskin yang mesti mendapatkan bantuan dari pemerintah, diantaranya adalah bantuan sandang dan pangannya, kesehatan, sekolah dan pemberdayaan ekonominya. Ia menambahkan, sudah merupakan kewajiban negara
untuk memberikan bantuan pada warga miskin. Untuk
itu, pihaknya sangat mendukung program ini dengan harapan adanya perluasan jangkauan PKH mengingat masih
ada 12 kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung yang
belum tersentuh program ini. Oleh karena itu, segera
laporkan pada RT/RW, Desa atau Camat setempat jika
menemukan keluarga yang sangat miskin di daerahnya
agar dapat di data secara jelas, papar Deden Rumaji.
Sementara Dr. Dwi Heru Sukoco mengatakan PKH
merupakan program pemerintah pusat melalui Departemen Sosial untuk memberikan sejumlah uang tunai
kepada RTSM berdasarkan persyaratan dan ketentuan
yang ditetapkan dengan melaksanakan kewajiban. Salah
satu contoh kewajibannya adalah melakukan kunjungan
kesehatan yang bersifat preventif.
Selama keluarga miskin tersebut melakukan kewajibannya maka bantuan uang tunai itu akan diberikan..,
jelas Dwi Heru Sukoco di hadapan sekitar 200 peserta
bintek yang terdiri dari penyedia layanan dari penyedia
layanan kesehatan dan pendidikan di 19 Kecamatan yang
tersebar di Kabupaten Bandung. Ditambahkan oleh Dwi,
program ini dimaksudkan tidak lain adalah untuk meningkatkan status kesehatan ibu dan anak di Indonesia,
khususnya bagi kelompok masyarakat sangat miskin.
Pada kesempatan lain, Drs. Atang Suryana, M.Si
selaku Ketua Penyelenggara Bintek menyebutkan tujuan dari pelaksanaan ini adalah untuk menemukan permasalahan yang dihadapi oleh para petugas service provider di dalam menjalankan peranan dan fungsinya.
Faozanolo Laia

DKP Kepri Galakkan Gemarikan


Kepri, Metropolitan Pos
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri mengajak masyarakat Kepri mengkonsumsi makanan yang
terbuat dari bahan baku ikan. Ajakan itu dikemas dalam
berbagai kegiatan yang diberi nama Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Kegiatan Gemarikan ini diselenggarakan DKP Kepri
di halaman Gubernur Kepri, sejak Kamis (29/9). Selain
mendirikan stand-stand makanan yang berbahan baku ikan,
Gemarikan juga dikemas dalam berbagai lomba.
Perlombaan yang dipertandingkan seperti lomba
mewarnai tingkat Taman Kanak-kanak, lomba baca puisi tingkat SD, SLTP dan SLTA, lomba UKM pengolahan hasil perikanan, serta lomba memasak. Sebagai acara
penutupnya adalah bakar ikan bersama.
Acara tersebut mendapat perhatian serius dari Pemprov Kepri. Sebagai buktinya, Sekdaprov Kepri Suhajar
Diantoro ikut meninjau kegiatan. Juga Ketua Tim Penggerak PKK Kepri sekaligus istri Gubernur Kepri Aisyah
Sani dan istri Wagub Kepri Rekaveni Soerya Respationo.
Aisyah Sani mengatakan, lomba memasak mengambil tema Lomba Masak Serba Ikan. Lomba tingkat Kepri yang keempat kali dilakukan untuk mendorong
masyarakat lebih kreatif dalam menciptakan menu masakan yang baru. Kita berharap melalui kegiatan ini dapat memotivasi para kader penggerak PKK di Kepri untuk mengkonsumsi ikan, mendukung ketahanan pangan
Nasional, ujar Aisyah.
Kepala DKP Kepri Amir Faisal menyatakan, acara
tersebut juga disejalankan dengan pemberian dana bantuan
pengembangan usaha budidaya rumput laut kepada nelayan di seluruh kabupaten/kota di Kepri. Masing-masing
kelompok mendapatkan bantuan pengembangan budidaya
rumput laut sebesar Rp3 juta, ucapnya. Pirton

SEWAKAN FASILITAS MILIK PEMERINTAH

BKD DAN KPK DIDESAK SEGERA BERTINDAK


Tangerang, Metropolitan Pos
Sebagai Kepala Bagian Pelayanan Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan (Kabagyankesga Dinkes) Kab Tangerang sekaligus sebagai penanggungjawab Program
Jamkesmas sampai tahun 2010 di Kab Tangerang, dr Shirley Moningkay MKes tidak
hanya semakin terindikasi melakukan berbagai penyelewengan untuk memperkaya
diri sendiri, dengan melanggar Undang-Undang No. (28) thn 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta
Keputusan Presiden No. (4) Thn 2009 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi.
Sisa Anggaran Jamkesmas
tahun 2009 dan tahun 2010 yang
tidak teralisasi kepada masyarakat
mencapai puluhan miliar. Ketika
hal itu dikonfirmasi, Wartawan
hanya diberi penjelasan yang simpang siur. Terakhir bahkan drg
Nani, sebagai Kadinkes Kab
Tangerang atasan langsung dr SM
bahkan dengan berani mengatakan bahwa masalah itu sudah diperiksa BPK tanpa menunjukkan
berita acara pemeriksaannya. SM
juga telah mengangkangi PP No. 21
Tahun 1975 tentang Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil dan PP Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps Dan Kode Etik
Pegawai Negeri Sipil. Sudah bartahun-tahun oknum Kabagyakesga ini ternyata bolos karena harus
bekerja di Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK-UPH),
Lippo Karawaci Tangerang.
Ketika hal itu dikonfirmasi kepada drg N, oknum Kadinkes Kab
Tangerang terkesan melindungi
dr SM, dengan mengatakan bahwa

dr SM bisa saja bekerja di swasta di


luar jam kerja. Padahal sesuai
Daftar Jadwal Mengajar yang
diperlihatkan salah seorang petugas
di FK-UPH kepada Wartawan METROPOLITAN POS pada tgl 1 September yang lalu, benar dr J melaksanakan tugas mengajar di sana setiap
hari Senin, Rabu, Kamis dan
Jumat. Padahal sesuai waktu yang
tertera dalam daftar tersebut, dr SM
sejatinya masih bertugas sebagai
Pejabat PNS pada bagian pelayanan kesehatan masyarakat, yakni
sebagai Kabagyankesga Dinkes Kab
Tangerang, karena masih pada jam
kerja. Akibatnya tidak jarang
masyarakat yang berurusan di sana
tidak terlayani dengan optimal.
Selanjutnya drg Nani berjanji
akan melaporkan bawahannya itu
ke Badan Kepegawaian Daerah
(BKD) kalau memang benar dr SM
bekerja di swasta pada jam dinas
PNS. Padahal beberapa waktu sebelumnya dia telah mengatahui
hal itu dan berjanji akan menegurnya. dr SM juga terindikasi te-

PNS HARUS TIM KERJA


DAN BUKAN KELOMPOK KERJA
Samosir, Metropolitan Pos
Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Ir. Hatorangan Simarmata mengingatkan seluruh PNS di Kabupaten Samosir
harus bekerja dengan sistim Tim Kerja
dan bukan kelompok kerja. hal tersebut
dikemukakannya pada saat ceramah
umum Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan CPNS Gol. III gelombang I di Hotel
Duma Sari, Tuk-tuk Siadong Kecamatan Simanindo, 04/10.
Beliau menjelaskan tim kerja merupakan kesatuan yang utuh dalam menyelesaikan suatu pekerjaan sedangkan dalam
kelompok kerja terdapat banyak pandangan-pandangan yang saling menyalahkan
dan menghambat suatu pekerjaan. Mewujudkan tim kerja yang solid, kata beliau,
masing-masing pegawai harus mampu
mengevaluasi diri dan menyadari kemampuan masing-masing serta terus belajar.
Dengan demikian masing-masing pegawai
dapat berbagi ilmu antar satu sama lain.
PNS harus berfikir positif dan mampu memposisikan diri dalam lingkungan
kerja maupun dilingkungan masyarakat.
Ditambahkannya, bahwa tujuan sebagai
PNS untuk mengabdikan diri dengan tulus dab bukan tujuan lain seperti halnya
mencari kekayaan. menurutnya Pegawai
Negeri Sipil apabila kaya akan muncul
prasangka negative dari berbagai kalangan. Jadi pegawai harus menyadari tu-

juan sebagai seorang PNS, jangan menonjolkan diri pada hal-hal negative karena PNS merupakan pelayan masyarakat
dan tiruan bagi masyarakat jelas beliau.
Pola pikir positif harus ditingkatkan,
seorang PNS harus mampu bekerja tanpa mengharapkan hasil dari apa yang dikerjakan, karena pegawai sudah digaji setiap bulannya. Dalam diri masing-masing harus ditanamkan komitmen untuk
membangun Samosir, membuat perubahan demi kemajuan Kabupaten Samosir.
Dengan demikian motivasi untuk bekerja akan semakin tinggi.
PNS merupakan masa depan Kabupaten Samosir, untuk itu Hatorangan
mengatakan akan mengarahkan pimpinan
SKPD agar mengkaderisasi staf sehingga
tugas dan tanggung jawab dalam diri masing-masing pegawai akan semakin meningkat. Lebih lanjut dikatakannya sebagai
pegawai di Kabupaten Samosir, harus
mengetahui kondisi Kabupaten Samosir
mulai dari kondisi geografis, penduduk
dan sistim pemerintahan yang berjalan.
Sekdakab Samosir, Ir. Hatorangan Simarmata mengharapkan dengan pelaksanaan Diklat Prajab, para CPNS dapat
memperoleh ilmu dan merubah mind set
dan harus dimulai dari diri masing-masing. Kejujuran dan Kepercayaan adalah inti dalam bekerja sebagai pegawai
negeri tegasnya. Sahat

lah memperkaya diri dengan memungut biaya dari para calon dokter yang kuliah di FK-UPH dengan
imbalan mereka diberi izin praktek di Puskesmas-Puskesmas yang
ada di Kab Tangerang.
Diduga kuat puluhan juta setiap tahun dari hasil menyewakan
fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah itu masuk ke kantong pribadinya.
Baru-baru ini Oknum Kabagyankesga Dinkes Kab Tangerang itu
juga pernah didemo oleh berbagai elemen masyarakat di kantornya, akibat tidak transparan waktu kegiatan lelang pengadaan alat-alat kesehatan untuk RSU Balaraja Kab
Tangerang , yang diduga kuat telah
melanggar UU No 5 Pasal 22 Tahun
1999 dan Keppres 80 Tahun 2003.
Demikian pula halnya dengan
pemungutan Restribusi Perizinan
Klinik Kesehatan, Dokter Praktek,
dan Praktek Bidan Bersalin, yang
tidak transparan. Tidak ada papan
sosialisasi jumlah biaya yang
harus dibayar.

Seperti diterangkan seorang narasumber baru-baru ini, dia telah dimintai Rp 1.500.000,- untuk memperoleh izin Bidan Praktek. Tentu dapat
dihitung, berapa banyak tempattempat pelayanan kesehatan di Kab
Tangrang yang izinnya dikeluarkan
dr SM sebagai Kabagyankesga Dinkes Kab Tangerang, demikian pula
untuk memperpanjang izin.
Oknum Kabagyankesga ini juga
telah berselingkuh dengan oknum
Kepala Kebidanan RSU Tangerang,
seperti diakui sendiri oleh pasangan selingkuhannya itu kepada
Wartawan. dr SM pun pernah bersaksi palsu bersama pasangan selingkuhannya oknum Kepala Kebidanan RSU Tangerang di Polres
Tangerang terkait percobaan pemerkosaan yang pernah dilakukan
suaminya, oknum Kepala USG RSU
Kab Tangerang terhadap dr I salah
seorang tenaga dokter di rumah
sakit tersebut.
Akhirnya kasus itu tidak dapat
dilanjut ke kajaksaan walaupun
suaminya (Terlapor) sudah mengakui perbuatannya dalam BAP.
Dia juga telah mencemarkan
nama baik si Pelapor dengan memfitnah yang bersangkutan mengatakan telah mengejar-ngejar suaminya, hanya karena dr I mengingatkan dr SM bahwa suaminya itu
mengidap kelainan dengan maksud agar dibawa berobat. Menjadi
aneh pula karena dr SM ternyata
diangkat menjadi Anggota Majelis
Etik IDI Tangerang. Syahri

Pemprov Kepri Siap Dikritik


Kepri, Metropolitan Pos
Pemerintah provinsi Kepri siap
menerima kritik dan saran masukan demi memberikan kontribusi
besar untuk menunjang kesejahteraan masyarakat.
Ada kelemahan atau kekurangan silakan diberikan nasihat agar
proses pembangunan masyarakat
Kepri makin lancar. Di era
transparansi ini media sebagai penyambung lidah masyarakat maka
sudah selayaknya bersinergi dengan pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Kami siap dikritik, dan tolong tanyakan kepada
saya hal hal yang perlu dikonfirmasi terkait kebijakan maupun
kegiatan pemerintah provinsi Kepri, kata Misbardi, Kepala Biro
Humas dan Protokoler Pemprov
Kepri, Senin (3/10) malam dalam
acara Copy Night bersama para
wartawan di Tanjungpinang.
Misbardi yang dilantik oleh Gubernur HM Sani tanggal 30 September menjadi Kabiro Humas dan
Protokol Pemprov Kepri, sebelumnya menjabat Kabag Pemerintahan SetdaProvinsi.
Pengisian jabatan ini merupakan langkah lanjut dari pelaksanaan Satuan Organisasi Tata Kerja
(SOTK) yang baru, sesuai Perda perubahan atas Perda Nomor 7, 8, 9,
10 tahun 2008 tentang SOTK yang

disahkan tanggal 11 Juli 2011.


Dalam acara ramah tamah bersama para wartawan tersebut, Misbardi juga mengajak istri serta Nirwan, Kabag Humas dan Sularmi
Kasubag, Humas Pemprov Kepri.
Juga dihadiri puluhan wartawan
dari media cetak dan elektronik yang
ada perwakilan di Tanjungpinang.
Para wartawan menilai positif
atas langkah cepat Misbardi sebagai
Kabiro Humas dan Protokol yang
baru dilantik langsung responsif
dan mengakomodir aspirasi dengan
mengumpulkan awak media.
Silakan telepon saya bila ada
hal hal yang perlu dimintakan kejelasan ataupun program pembangunan Kepri. Ke depan informasi
dari Pemprov akan satu pintu melalui Humas agar masyarakat
mudah memahami dan mendukung program pembangunan, pungkas Misbardi. Pirton

10

DAERAH

EDISI: 015 TAHUN I SENIN 10 - 23 OKTOBER 2011

Ahmad Dahlan Walikota Batam Harus Minta Maaf


Batam, Metropolitan Pos
Walikota Batam Ahmad Dahlan meminta maaf kepada masyarakat bila ada pelayanan
yang belum maksimal seperti banyak sampah menumpuk yang tak terangkut. Dia berjanji
dalam waktu kurang dari sebulan masalah ini akan teratasi. Hanya perlu dukungan
masyarakat dan seluruh pihak yang ada di Batam.
Dalam masa transisi jelang lelang pengangkutan sampah ditentukan pemenangnya, kami akan optimalkan potensi yang ada, kata Dahlan di sela acara Halal Bihalal Wali
Kota, Wakil Wali Kota bersama unsur
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah
(FKPD) Batam lainnya di Asrama
Haji, Jumat (9/9).
Persoalan sampah di Batam memang belum menemui titik terang.
Hal ini terlihat dari masih menumpuknya sampah pada bebererapa
tempat pembuangan sementara (TPS)
dan di perumahan-perumahan warga. Pada bebrapa titik, sampah-sampah ini belum terangkut sejak sebelum lebaran lalu sehinghga menimbulkan aroma tidak sedap, dan berpotensi menggangu kesehatan warga.
Namun,
Dahlan
menganggap
masalah sampah di Batam saat ini
masih belum siaga satu. Ibarat gunung belum meletus, masih asapasap, belum siaga satu, ujar Ahmad.
Meski menyebut masalah sampah
belum siaga satu, Dahlan mengakui
bahwa untuk mengurusi sampah
tidak semudah membalikan telapak
tangan. Menurutnya, Pemko Batam
masih membutuhkan peran dari be-

berapa unsur pemerintahan maupun


pihak swasta.
Dahlan mengatakan ke depan pihak OTORITA BATAM YANG
SEKARANG DISEUT Badan Pengusahaan (BP) Batam akan ikut serta
membantu Pemko Batam untuk mengelola sampah. Diharapkan setelah
adanya bantuan dari pihak BP maupun swasta, persoalan sampah di
Batam dapat teratasi.
Sebelumnya, Kepala Bagian Humas dan Publikasi BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho mengatakan pihaknya
tidak bisa membantu angkut sampah.
Karena BP Batam sudah tak mempunyai armada angkutan sampah lagi.
Sejak pengelolaan sampah diambil alih Pemko, BP tidak pernah mengurusi masalah sampah lagi. Jadi asetaset yang sebelumnya digunakan untuk mengelola sampah, seperti truk
dan lainnya, sudah tidak ada lagi,
papar Djoko, beberapa waktu lalu.
BP Batam juga tidak memiliki
anggaran untuk mengelola sampah.
Kalaupun BP harus bantu Pemko dengan menyewa truk, perlu waktu
lama karena harus melalui pengajuan
anggaran kembali.
Pantauan di beberapa lokasi TPS

resmi maupun tempat pembuangan


sampah dadakan, masih terlihat begitu banyak sampah yang menumpuk. Di ruas jalan perumahan Duta
Mas menuju ke legenda Malaka, salah
satu tempat yang menjadi tempat
pembuangan sampah terus bertambah volumenya.
Sudah tentu sampah-sampah
yang tidak terangkut ini menyebabkan aroma yang tidak sedap. Pengendara sepeda motor yang yang melawatu ruas jalan itu harus menutup
hidungnya dari dari aroma tidak
sedap yang berasal dari tumpukan
sampah itu.
Di perumahan Griya Permata
Batu Aji, masih tampak tumpukan
sampah yang beraroma busuk dan
berulat. Sama seperti tumpukan sampah di bebapa titik lainnya, sampah
di situ belum terangkat sejak sebelum
lebaran lalu.
Warga yang merasa terganggu
dengan keberadaan sampah yang
tidak terangkut ini lalu mempertanyakan kinerja dari Dinas Kebersihan
dan Pertamanan Kota Batam. Warga
kebingungan untuk membuang sampah mereka yang baru, karena TPSTPS yang tersedia sampahnya sudah

penuh dan menumpuk. Kalau kita


buang lagi disutu nanti meluber ke
jalan-jalan, mau buang di sampingnya tumpukan sampah sudah memanjang hingga puluhan meter. Kerja apa
saja Dinas kebersihan sampai tak angkut sampah-sampah ini, kata Anto
warga Griya Permata Batu Aji.
Masalah sampah kalau dilihat dari
kaca mata awam adalah masalah sepele, masukin ke tong sampah, pindahkan ke depan rumah, dan diambil oleh petugas kebersihan, selanjutnya akhir bulan bayar iuran. Tapi
tidak begitu halnya dengan Walikota, Sekda, dan DPRD Kota Batam, ini
adalah masalah politik yang cukup
pelik, ini suatu paradoks walaupun
sampah itu bau sekali tapi tertutup
dengan bau uang yang cukup wangi,
yang membuat mata Walikota, Sekda dan para anggota DPRD Batam
berubah jadi hijau mengalahkan langau hijau yang selalu berebutan bau
sampah. Pirton

DPRD Apresiasi Gubernur Raih Sejumlah Penghargaan


Bandung, Metropolitan Pos
DPRD Jawa Barat menyampaikan
apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan atas diraihnya penghargaan Adiupaya Puritama dari Menteri Negara Perumahan
Rakyat dan Penghargaan Ganesha
Praja Manggala Bakti Utama dari Rektor ITB. Apresiasi DPRD Jawa Barat
kepada Gubernur Jabar H. Ahmad
Heryawan tersebut disampaikan oleh
Ketua DPRD Jawa Barat, Ir. Irfan
Suryanagara pada Rapat Paripurna
Istimewa DPRD Jawa Barat dengan
agenda Pengucapan Sumpah/Janji
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat
Pengganti Antar Waktu yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Jawa
Barat, Jalan Diponegoro, Bandung,
Selasa (4/10).

Penghargaan Adiupaya Puritama


dari Menteri Perumahan Rakyat diterima Gubernur pada tanggal 22
September 2011. Gubernur Jabar H.
Ahmad Heryawan dinilai sebagai
salah seorang kepala daerah yang ber-

Ketua DPRD Jabar, Ir.Irfan Suryanaga

menjadi Perda nantinya.Tahun 2012


mendatang kami menargetkan ada
40 Raperda yang dapat diselesaikan,
ungkap Bambang.
Dia juga menambahkan politisi asal
Demokrat ini meski akan banyak tantangan ke depannya dalam pembuatan
Raperda ia Optimis apa yang di canangkan dapat di capai kelak.Dalam pandangannya sebagai mana kota otonomi baru
Tangsel membutuhkan peraturan daerah sebagai legalitas bagi para Satuan Perangkat Kerja Dinas (SKPD) dalam memutuskan sesuatu sebab tanpa ada payung hukum yang jelas seperti Perda
akan sangat sulit bagi para SKPD untuk
memutuskan maupun menerapkan
regulasi.Kita harus mampu membuatkan Perda sebanyak-banyaknya untuk
kota Tangsel yang sangat dibutuhkan
para dinas, ungkapnya. Marbun

RINA DIANA ................................................................................... sambungan hal 1


cukup malu saat melakoni adegan
yang memamerkan beberapa bagian
tubuhnya. Apakah tak takut kesulitan dapat job?
Rina percaya karier keartisannya
tak akan mandek bila menolak peran
seksi. Selain umur masih muda, bakat
aktingnya juga bisa diasah. Nggak
mau buka-bukaan lagi. Malu juga,
soal karier aku masih kecil, masih 19
tahun. Masih bisalah bermain film
yang lebih bagus, tuturnya.
Untuk bermain dalam Perempuan
Perempuan Liar, pemain sinetron

Jawa Barat.
Dengan diraihnya dua penghargaan tersebut, kami berharap dapat
memacu Jawa Barat dalam memberikan dorongan kepada masyarakat
untuk menciptakan pemukiman
yang nyaman serta dapat meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan di Jawa Barat, kata Ketua DPRD
Jawa Barat, Ir.Irfan Suryanagara.
 TM.Harianja

UNTUK KEPENTINGAN OBLIGASI DAERAH,

Payung Hukum Untuk Diterapkan


2012 DPRD TARGET 40 PERDA
Tangsel, Metropolitan Pos
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangsel menargetkan
menyelesaikan sedikitnya 40,Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) pada tahun 2012 mendatang.
Target itu meningkat dibanding
tahun 2011 ini yang hanya 19 Raperda dari 19 Raperda itu sendiri 6 diantaranya sudah disahkan menjadi Peraturan Daerah (PERDA).
Menurut Ketua DPRD Tangsel
Bambang P.Rachmadi,sebagai lembaga yang bertugas membuat Raperda
maupun pengawas jalannya roda
pemerintahan,Dirinya selaku Ketua
DPRD memang sangat mengharapkan produktivitas kerja dari para
anggota DPRD Tangsel.
Salah satunya dapat ditunjukan
dengan Raperda yang akan dibuat

hasil membina pembangunan dan


penyelenggaraan perumahan untuk
skala kota menengah dan kecil. Sedangkan penghargaan Ganesha Praja
Manggala Bakti Adi Utama dari Rektor ITB diterima Gubernur pada tanggal 23 September 2011, yakni sebuah
penghargaan bagi keberhasilan Gubernur Ahmad Heryawan dalam
melakukan perubahan bermakna
bagi pembangunan dan pendidikan di

Khadijah dan Khalifah ini mengaku


sempat tidak mendapat izin dari orangtua. Namun setelah dijelaskan
panjang lebar, akhirnya Rina diberi
lampu hijau bermain cukup seronok.
Awalnya susah banget, nggak diizinin, tapi aku bilang ini hanya profesional kerja. Akhirnya orangtua paham, Namanya orangtua pasti tidak
suka aku buka-bukaan, ungkapnya.
Rina berharap tak lagi mendapat
tawaran film yang sama. Ke depan
ia berharap bisa bermain film bergenre drama. rm.c/red

Pemprov. Jabar Inventarisis


Proyek-Proyek Strategis
Bandung, Metropolitan Pos
Dalam rangka kesinambungan pembangunan khususnya masih banyaknya rencana
pembangunan strategis yang memerlukan dana
yang cukup besar, telah berencana menerbitkan
obligasi daerah.
Kendati waktu pelaksanaannya belum bisa
dipastikan kapan obligasi daerah dapat diterbitkan, sejumlah rencana pembangunan
proyek-proyek strategis akan diinventarisir,
ungkap Asisten Perekonomian Wawan Ridwan (5/10).
Wawan, lebih lanjut memaparkan untuk
kepentingan penerbitan obligasi proyek-proyek
yang akan diinventarisir adalah proyek-proyek
yang dalam hitungan waktu ke depan dapat
menghasilkan pendapatan, diantaranya proyekproyek pembangunan jalan tol.
Jika inventarisir proyek strategis sudah
diinventarisir sudah selesai, untuk menerbitkan obligasi daerah terlebih dahulu akan
diawali dengan adanya penetapan persetujuan Gubernur dan DPRD Jabar.
Sementara itu, dalam keterangannya secara terpisah Karo Administrasi Perekonomian, Taufik BS memaparkan obligasi daerah
merupakan kebijakan dengan tujuan mencari

alternatif sumber biaya untuk mendanai rencana proyek-proyek pembangunan.


Sejalan dengan aturan yang mengatur perihal obligasi, maka proyek yang bisa didanai
melalui obligasi daerah adalah proyek-proyek
yang dalam hitungan waktu ke depan dapat
menghasilkan pendapatan karena pendapatan
yang dihasilkan dari proyek tersebut selanjutnya akan digunakan untuk membayar obligasi.
Berbagai proyek strategis yang diprediksi
dalam hitungan waktu ke depan dapat menghasilkan pendapatan selain proyek pembangunan infrastruktur jalan tol, proyek air bersih
dan energi juga berpeluang menghasilkan pendapatan, sebagai contoh untuk proyek PLTMH
saja untuk ukuran 1 MW dapat menghasilkan
pendapatan sebesar Rp.15 miliar rupiah.
Taufik, menambahkan di Pemprov. Jabar
rencana obligasi daerah masih dalam tahapan
pengkajian. Dalam proses pengkajian yang dijaring salah satunya melalui seminar yang berlangsung pada awal Oktober 2011 berupaya
menjaring masukan dari beberapa instansi diantaranya Bapepam dan Kementerian Keuangan. Dalam seminar tersebut, juga dijaring aspirasi dari kalangan dunia usaha.
TM.Harianja

Rekam data e-KTP


Berjalan Lancar
Tangerang, Metropolitan Pos
Sejak di-launching-nya program elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP) di 13 Kecamatan di
Kota Tangerang, Jumat ( 30/9 )
lalu. Hingga saat ini rekam data
telah berjalan dengan lancar dan
tanpa kendala.
Kabid Kependudukan Dinas
Kependudukan dan Pencatatan
Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang, Mulyanto usai kegiatan
musyawarah Korpri yang diselenggarakan Kamis (6/10) mengatakan bahwa hingga saat ini tidak
ada masalah dilapangan.
Alhamdulillah semua berjalan
lancar dan tanpa kendala yang terlalu berat. Hingga saat ini kegiatan
rekam data sudah mencapai 5000
di 13 Kecamatan yang tersebar di
Kota Tangerang, untuk hari ini
diperkirakan sudah mencapai 8000
yang terekam, ucapnya.
Sementara itu saat ditanya
mengenai sistem penjadwalan
melalui surat panggilan yang dilayangkan pada masyarakat, Mulyanto menegaskan bahwa dengan
adanya surat panggilan sangat
membantu proses perekaman data.
Dengan adanya surat panggilan
yang dibuat sesuai jadwal, membuat
lebih tertib, karena masyarakat datang sesuai jadwal yang sudah disusun, sehingga ini juga membantu operator dalam memasukan data dengan lebih fokus karena tidak terjadi
penumpukan calon pembuat e-KTP,
tuturnya kembali.
Seperti diketahui Kota Tangerang
telah me-launching program e-KTP
sesuai dengan yang diinstruksikan
Mendagri. Seluruh operator telah
dipersiapkan oleh dinas terkait untuk mengoperasikan perlengkapan
yang disediakan seperti alat pemindai mata, pemindai sidik jari dan
tanda tangan serta foto, selain itu
juga Dukcapil telah mempersiapkan
jaringan yang akan terintegrasi dengan pusat dan menyediakan backup
server oleh Dinas Infokom. Erwin

Telkom Alokasikan 6 %
CSR Untuk Olahraga
Bandung, Metropolitan Pos
PT Telkom Tbk tetap berkomitmen
mendukung perkembangan olahraga di Indonesia. Caranya adalah dengan mengalokasikan anggaran CSR untuk sektor
olahraga.
Direktur Keuangan Telkom, Sudiro
Asno, menyebutkan sekitar 5 persen hingga
6 persen CSR ditujukan kepada kegiatan
olahraga. Prosentasenya memang masih
kecil, tetapi kami tetap berkomitmen untuk mendukung kegiatan olahraga melalui
penyaluran CSR, kata Sudiro.
Ditemui seusai start etape II Speedy
Tour dIndonesia 2011 di Bandung, Senin
(3/10), Sudiro mengatakan balap sepeda
merupakan salah satu cabang olahraga yang
mendapat dukungan dari Telkom. Sedangkan cabang olahraga lainnya adalah catur
serta renang.
Sementara itu untuk CSR tahun ini dianggarkan senilai Rp 110 miliar. Dana CSR
berasal dari penyisihan keuntungan perusahaan sebesar 1 persen, jelas Sudiro.
Penyaluran CSR tidak hanya diperuntukkan bagi kegiatan olahraga. Sektor pendidikan hingga ke pengembangan industri
kreatif menjadi sasaran penyaluran CSR
Telkom tahun ini. TM.Harianja

Tipikor didesak bidik korupsi di Dinas Damkar & PB DKI .................................................. sambungan hal 1
operasional sebesar Rp883.018.400,-,pengadaan accu kenderaan operasional sebesar
Rp777.952.340,- pengadaan kelengkapan radio komunikasi sebesar Rp260.130.640,-,
pengadaan alat pencari dan penyelamat sebesar Rp2.845.590.000,Menurut informasi, nara sumber dilapangan, menyebutkan bahwa CV Menara Manguns ikut lelang pengadaan barang / jasa pemerintah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Propinsi DKI Jakarta, untuk pengadaan accu kenderaan operasional sebesar Rp777.952.340,- dalam APBD tahun 2011.
Berdasarkan data CV Menara Manguns, bahwa pengumuman hasil evaluasi penetapan pe-

menang No285/-077.921 tanggal 12 Juli 2011 telah digugurkan dengan alasan nomor SPH manual
tidak sama dengan nomor dokumen pengadaan.
Menurut CV Menara Manguns, bahwa
nomor tersebut telah dianggap benar karena
sudah mengikuti kalimat pada blanko atau formulir contoh pengantar SPH yang telah ditetapkan panitia sebagai dokumen lelang yang sah,
sementara menurut panitia sesuai dengan jawaban surat sanggahan , No 422/-077 tanggal 25
Juli 2011 bahwa nomor dokumen pengadaan
yang benar, No 2762 tanggal 21 Juni 2011.
Sembilan perusahaan digugurkan Panitia
dengan alasan yang sama, nomor SPH manual
tidak sesuai dengan dokumen pengadaan.

Rekanan telah menuding Ketua panitia


lelang pengadaan barang / jasa Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Propinsi
DKI Jakarta, Kamsudin, dan Sekretaris lelang,
Arief, melakukan persekongkolan, kolusi korupsi anggaran, dengan melanggar Perpres No
54 tahun 2010 dan undang undang No 5 tahun
1999 tentang persaingan usaha yang sehat serta larangan monopoli. Pejabat Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Propinsi
DKI Jakarta telah memperkaya diri sendiri
dengan menyalahgunakan wewenang jabatan.
Koalisi LSM desak Tipikor usut tuntas pejabat Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan
Bencana Propinsi DKI Jakarta. Jenri

11

SAMBUNGAN
Kepala USG RSU Tangerang .......................................... sambungan hal 1
Bahkan ada yang sampai menggugurkan
kandungan seperti dipaparkan para narasumber maupun saksi-saksi korban. Beberapa orang dari wanita korbannya bahkan ada yang
dipecat atau dipindahkan tugasnya dari rumah
sakit tersebut. Tidak sedikit saksi dan saksi
korban yang dibungkam agar ulah bejatnya
tidak terbongkar, dengan memanfaatkan jabatan dan wewenangnya pada institusi lembaga
pelayanan kesehatan milik pemerintah itu.
Seolah-olah RSU Tangerang itu adalah miliknya. dr I seorang wanita bersuami dan beranak
empat yang pernah pula hampir diperkosnya.
Untunglah dr I berontak dan berteriak menangis dengan mengatakan bahawa dirinya bukan
pelacur. Akibatnya 2 tahun lebih si Korban tiap
hari menangis. Menderita Depresi bahkan sempat mau bunuh diri. Dia juga harus opname di
RSU Insani karena penyakit TB-nya pun kambuh lagi. pula baginya.
Seperti dipaparkannya kepada wartawan,
tidak mudah baginya untuk dapat mengungkapkan aib yang menimpanya itu kepada
orang lain. Perlu waktu lama untuk dapat menceritakannya. Sampai sekarang pun mentalnya belum begitu kuat setiap kali mengingat
kejadian itu. Itulah sebabnya, dr I baru melaporkan kejadian yang sangat mempermalukan dirinya itu kepada dr MJN Mamahit
SpOG MARS, Direktur RSU Tangerang selaku pimpinannya.
Yang Menjadi tanda tanya; Rahasia apa
yang dimiliki oknum Kepala USG RSU
Tangerang ini sehingga dia mampu memperalat, Direktur RSU Kab Tangerang dr MJN
Mamahit SpOG MARS yakni suami Menkes KIB Jilid 2 sekarang sebagai pimpinannya juga, sehingga malah menyalahkan dr I
yang tidak mau pacaran dengan sang Dokter
Cabul yang hendak memperkosanya? Tidak
sampai di situ, bahkan sang Direktur malah
memecat dan menjegal sekolah dr I di Onkologi Ginekologi FKUI (biaya sendiri). Padahal
sudah menyelesaikan 25 tugas sinopsis dari
27 sinopsis yang dipersyaratkan, Sebaliknya
dr I yang nyaris menjadi korban nafsu bejatnya, tak ubahnya bagai orang yang jatuh tertimpa tangga pula.
Dia pun lalu melaporkan dr J si Pelaku ke
Polres Metro Tangerang. Entah rahasia apa
pula yang dimiliki dr J sehingga koleganya dr
Bambang Gunawan SPOG, oknum Kepala
Kebidanan RSU Tangerang yang pernah meminta dr I (Korban) melayani seksnya (juga
selingkuh dengan dr Shirley MKES suami dr
J, seperti telah diakuinya di hadapan Wartawan) dapat diperalatnya untuk bersaksi
palsu terkait Laporan Polisi dr I, sehingga
perkaranya tidak berlanjut ke Kejaksaan. Bahkan dr BG seperti kebakaran jenggot marah
besar kepada dr I yang melaporkan dr J ke
Polres Metro Tangerang, lalu sambil marahmarah memaksa dan menekan memanfaatkan
kepolosan dr I sebagai bawahannya untuk
mencabut laporan polisinya itu. Patut pula
dipertanyakan, mengapa, dr J sebagai terlapor
ternyata diperiksa Penyidik di kantornya
sendiri di RSU Tangerang? Sedangkan dr I sebagai Korban Pelapor diperiksa di Reskrim
Polres Metro Tangerang? Bahkan Oknum
Kepala Kebidanan RSU Tangerang ini pun
sampai bersedia bersaksi palsu bersama dr S
istri dr J si Terlapor di Polres Metro Tangerang,
sehingga melalui surat No B/115/IV/2009/

Reskrim Kasat Metro Polres Tangerang menyatakan bahwa perbuatan cabul yang dilakukan dr J belum memenuhi unsur pidana. Padahal seperti diinformasikan Wakasat Reskrim
Polres Metro Tangerang, Kompol Zulkifli kepada dr I, bahwa dr J telah mengakui perbuatannya. Jadi apa yang diterangkan dr BG dan
dr S dalam kesaksiaannya di hadapan penyidik? Mungkinkah dr J yang telah berbohong
mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya?
Hanya dr BG dan dr S yang mengetahuinya.
Pada bulan Januari 2011 dr J pernah pula
tertangkap basah oleh seorang petugas cleaning service sedang berbuat cabul di ruangan
kantornya dengan seorang wanita bersuami
berinsial ML, seorang petugas Kordinator
Radiologi di rumah sakit itu, yang terindikasi
kuat merupakan pasangan selingkuhannya.
Terkait kejadian yang sangat memalukan itu,
beberapa kali Wartawan mengkonfirmasi ML
melalui sms, yang bersangkutan tidak membalasnya. Malah berbalik memarahi petugas
cleaning service dan menyuruh menelepon
Wartawan seolah-olah hal yang sangat memalukan itu tidak pernah terjadi. Padahal petugas dimakud sudah telanjur memberitahukan
kejadian memalukan itu kepada salah seorang
rekannya. Selanjutnya rekannya pun menceritakan kepada narasumber dan didengar
oleh empat orang temannya..
Memang praktek kotor menekan para
saksi yang melihat ulah cabul maupun wanita
yang hampir jadi korban bukan hanya sekali
itu dilakukan oknum dr J Kepala USG
Tangerang itu. Sebelumnya, seorang wanita
berinisial L, salah seorang radiographer di rumah sakit itu, juga pernah hendak mengadukan ulah bejat dr J yang telah meminta dirinya
melayani nafsu seksnya. Dengan alasan sebagai imbalan telah diterima oleh dr J bekerja
di RSU Tangerang itu. L urung melapor karena diduga kuat takut kehilangan pekerjaannya
setelah dipanggil menghadap dr MJN Mamahit SpOG MARS, oknum Direktur RSU
Tangerang. Terindikasi kuat bahwa beberapa
oknum pejabat di RSU Tangerang telah memanfaatkan jabatan/wewenang serta institusi
lembaga pelayanan kesehatan milik publik itu
untuk melindungi perbuatan bejat. Bahkan ada
oknum pejabat bejat di sana telah menjadikan
RSU Tangerang itu sebagai tempat berbuat
cabul.
Drs Pakcik R Hasibuan yang hendak
mengkonfirmasi dr J di RSU Tangerang pada
tgl 13 September yang lalu, pada mulanya
tidak dapat bertemu dengan yang bersangkutan, Dikatakan oknum Kepala USG itu sedang rapat. Merasa tidak yakin dengan alasan
rapat itu, maka tidak lama berselang dia kembali mendatangi kantor dr J. Terbuktilah bahwa
dr J memang tidak sedang rapat, tetapi sengaja menghindar dari kedatangannya. Yang mengagetkan, dr J yang sebenarnya memang berada di situ langsung marah-marah, sambil
menggebrak meja kantornya berkata, Kamu
arogan, ya! Masuk nyelonong saja tak permisi kepada Satpam! Kemudian dengan suara
keras dia memerintahkan asistennya untuk
memanggil Satpam. Sehingga kehadiran 4 orang Satpam pun telah menggambarkan seolah
kedatangannya telah mengganggu keamanan di
sana. Selanjutnya masih dengan arogan mengatakan, Kamu tidak tau, ya! Saya ini adalah
mantan Kapten Tentara. Kapten berprestasi

EDISI: 015 TAHUN I SENIN 10 - 23 OKTOBER 2011

Praktek pungli di SDN 02 Ujung Menteng ........................................................................................ sambungan hal 1


sekolah memanfaatkan siswanya untuk mencari keuntungan lebih.
Seperti yang terjadi di SD Negeri 02 Ujung
Menteng Jakarta Timur. Seluruh siswa diharuskan membayar biaya perpisahan sebesar Rp. 100.000 per siswa dan diwajibkan
memberikan uang kegiatan berenang Rp 25.000
per siswa. Selain itu, siswa dikutip untuk
membeli perlengkapan pramuka sebesar Rp
20.000 per siswa.
Menurut informasi yang diperoleh, bahwa kegiatan acara perpisahan yang digelar pada
akhir tahun ajaran 2011 lalu diikuti oleh seluruh siswa yang berjumlah lebih kurang 350
orang. Jila dibandingkan dengan jumlah dana
yang dikutip, acara tersebut tidak begitu banyak memakai anggaran, yang ada hanya untuk
biaya dokumentasi dan makanan snack.
Menurut sumber MI yang juga salah seorang guru di SD Negeri 02 Ujung Menteng
Jakarta Timur, yang tidak bersedia namanya
disebutkan, kebijakan pungutan tersebut merupakan perintah dari kepala sekolah Pelina Silalahi, tanpa meminta persetujuan dari para
guru dan tanpa ada musyawarah dengan komite sekolah dan orang tua siswa.
Sumber menambahkan, untuk biaya acara
perpisahan tersebut segalanya dikelola oleh
sang kepsek dengan beberapa oknum guru tanpa adanya laporan pertanggungjawaban berapa dana yang terpakai dan yang tersisa.
Berdasarkan penilaian sumber, dana yang dipakai untuk membiayai acara tersebut sangat sedi-

Pintu Masuk
Menurutnya, selain antisipasi kriminalitas, E-KTP juga bisa digunakan sebagai pintu
masuk meningkatkan keamanan negara, salah
satunya menekan ruang gerak teroris. Dengan
penerapan KTP elektronik, diharapkan lebih
mudah untuk melacak para pelaku teror di
seluruh Indonesia. Sebab, E-KTP menutup
ruang gerak pihak tertentu yang membuat KTP
ganda atau lebih dari satu yang selama ini sering
dilakukan oleh para teroris, tambah Mubarok.
Oleh karena itu, PD berharap agar pemerintah mengawasi secara langsung pelaksanaan program E-KTP supaya tidak dipolitisasi dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak
yang berupaya mengambil keuntungan prib-

adi ataupun kelompok.


Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi
menegaskan, meskipun ditengarai ada permainan mafia dalam proyek E-KTP, pemerintah optimistis program ini akan tetap berjalan
sesuai jadwal. Kami akan tetap bekerja keras
untuk mewujudkan sesuai target yang ada.
Saya berharap dengan kerja keras semua pihak, termasuk daerah dan konsorsium, mudahmudahan target tercapai, ujarnya.
Mulai Rusak
Sementara itu di Jakarta, program e-KTP
yang baru diluncurkan pemerintah pusat, ternyata tidak semulus yang direncanakan. Bahkan,
dalam penerapannya di lapangan, jaringan internet kerap mati. Selain itu, peralatan iris mata
(perekam mata), kamera, alat untuk tanda tangan elektronik di beberapa kelurahan juga sudah
mulai rusak. Padahal, alat itu baru didatangkan
dari pemerintah pusat. Kondisi ini, membuat
pelayanan e-KTP menjadi terganggu.
Kasudin Kependudukan dan Catatan Sipil
(Dukcapil) Jakarta Timur, Hamdi Husein, mengakui saat ini sudah banyak peralatan e-KTP
yang rusak. Bahkan jaringan internet ada yang
ngadat hingga 10 hari seperti di Kelurahan Palmeriam. Ia mengaku, sejumlah kerusakan peralatan e-KTP ini sudah dilaporkan pada Dinas
Dukcapil, untuk selanjutnya diteruskan ke
Kementerian Dalam Negeri. Pihaknya juga terpaksa menggelar layanan e-KTP pada hari Sabtu dan Minggu guna mengejar ketertinggalan
akibat persoalan jaringan tersebut.

cuma ceban (sepuluh ribu) untuk membeli tiket


ke kolam renang. Ini hanya akal-akalan kepseknya untuk mencari uang kata TO.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi SD
Sudin Pendidikan Dasar Kota Administrasi
Jakarta, Mangatur Sinaga, berjanji akan segera
memanggil kepala sekolah yang bersangkutan.
Apa yang dilakukan pihak SD Negeri 02 Ujung
Menteng Jakarta Timur, kata dia, tidak dibenarkan. Itu sama sekali tidak dibolehkan. Jika
benar ada pungli tersebut, kepseknya harus
segera mengembalikannya kepada siswa, tegas Mangatur.
Ketika hendak dikonfirmasi terkait tudingan praktek pungli tersebut, Kepala Sekolah
SDN 02 Ujung Menteng Jakarta Timur, Pelina Silalahi, tidak bersedia ditemui di kantornya. Beberapa kali dihubungi via telpon juga
tidak mau menjawab. Tim

Tender proyek di Tata Pemerintahan ................................................................................................ sambungan hal 1


Sedang Kantor Camat Ciracas, Jatinegara
dan Kantor Lurah Palmeriam.
Sekedar diketahui, panitia pengadaan
barang/jasa Bagian Tata Pemerintahan Walikota Jakarta Timur yang diketuai Carlos Damanik, menetapkan PT Sopin Sejahtera untuk
paket proyek Rehab Sedang Kantor Camat
Ciracas. Dalam berita acara hasil pelelangan
nomor : 10/BA/PAN/KONS-023/IX/2011,
tentang hasil evaluasi harga, panitia pengadaan barang/jasa menyatakan lima (5) peserta
yang memenuhi syarat untuk jadi calon pemenang, yakni PT Marko Budi Mandiri dengan penawaran terendah Rp 307.999.197,76
dan ditetapkan sebagai calon pemenang. Kemudian disusul oleh PT Aldonial Putra Perkasa
dengan penawaran Rp 318.555.163,32 sebagai
calon pemenang I, dan CV Itoku dengan
penawaran Rp 324.198.315,69 sebagai calon
pemenang II. Sementara dua peserta lagi, yakni CV. Lentyo Bahtera Perdana dan PT Sopin
Sejahtera tidak dicantumkan sebagai calon
pemenang, karena nilai penawarannya melebihi penawaran para calon pemenang.
Ironisnya, pada tahap hasil evaluasi kualifikasi, panitia justru menetapkan PT Sopin
Sejahtera sebagai pemenang dengan nilai
penawaran Rp 353.859.657.57.
Menyimak hasil keputusan panitia pengadaan tersebut, Hasudungan menduga, ada
praktek konspirasi antara panitia, oknum pejabat walikota dengan mafia proyek untuk
mengarahkan PT Sopin Sejahtera sebagai pemenang, yakni dengan cara mencari-cari
kekurangan peserta lain, dan kerjasama persekongkolan mafia proyek dimaksud dengan
oknum panitia untuk melengkapi persyaratan
untuk PT Sopin Sejahtera.

Diduga ada mafia E-KTP di DKI ................................................................................................................ sambungan hal 1


Sementara itu, anggota Dewan Pembina
DPP Partai Demokrat, Ahmad Mubarok meminta agar semua pihak tidak menggiring pelaksanaan program E-KTP ke dalam ranah politik.
Pasalnya, selain berfungsi sebagai sistem
tertib administrasi penduduk untuk pelaksanaan Pemilu 2014 mendatang. Program tersebut juga bisa digunakan untuk mengantisipasi
berbagai bentuk kriminalitas.
Akhir-akhir ini banyak sekali modus penipuan melalui rekening, pelakunya sulit dilacak. Hal ini karena pendataan penduduk yang
kacau. Pelaku penipuan itu bisa punya banyak rekening dengan identitas yang berbeda.
Nah, disitulah pentingnya E-KTP agar
masyarakat tidak lagi memiliki banyak kartu
identitas, jelasnya.

kit jika dibandingkan dengan jumlah dana yang


dikutip, Diduga sisa dananya masuk ke kantong
kepala sekolah, bukan ke dalam kas sekolah.
Selain itu, praktek pungutan liar juga dilakukan pihak SD Negeri 02 Ujung Menteng
Jakarta Timur untuk membiayai kegiatan renang
yang diikuti siswa. Setiap siswa diharuskan
membayar Rp 25.000. Hal itu dibenarkan salah
satu orang tua siswa berinisial TO.
Disebutkan, bahwa anaknya dipaksa
membayar uang renang tanpa ada rapat
musyawarah dengan orang tua siswa. TO
sendiri tidak keberatan dengan kegiatan tersebut, tapi soal jumlah kutipan dinilainya cukup memberatkan karena umumnya tiket masuk ke kolam renang hanya Rp 10.000.
Ia mencurigai Pelina selaku kepala sekolah
menjadikan kegiatan tersebut ajang bisnis untuk mencari keuntungan. Dimana-mana juga

Umumnya kerusakan jaringan terjadi dari


server pusat. Sehingga program e-KTP jadi terhambat, tukas Hamdi Husein, Jumat (30/9).
Lurah Kebonmanggis, Kecamatan Matraman, Flora Magdalena, mengakui selama 10
hari sistem jaringan internet di kelurahannya
pernah ngadat. Akibatnya, pelayanan e-KTP
tidak dapat terlayani maksimal. Tercatat, dari
dua RW di wilayahnya, baru RW 01 yang telah selesai mengikuti program ini. Tercatat ada
sekitar 1.500 KTP yang sudah diterbitkan.
Kamis kemarin sudah lapor ke Seksi
Dukcapil Kecamatan, namun sampai saat ini
belum ada jawaban, katanya.
Hal senada ditandaskan Lurah Durensawit, Suprapto. Dalam beberapa hari terakhir ini
sistem jaringan internet di kelurahannya juga
sering mati. Sehingga menghambat kinerja petugas. Ia menyebut, biasanya sistem jaringan internet ini ngadat dalam waktu sekitar 5-10
menit. Diduga penyebabnya karena banyaknya pengguna sistem jaringan internet ini, sementara servernya hanya satu. Bahkan saat
terjadi pemadaman listrik selama 20 menit,
Selasa (27/9) lalu, program layanan e-KTP pun
berhenti total. Di kelurahan ini terdapat dua
perangkat komputer untuk e-KTP, tapi hanya satu unit yang sering ngadat jaringan internetnya, keluhnya.
Untungnya, pihaknya telah berhasil menerbitkan 3.900 lembar e-KTP, sejak mulai digulirkannya pada 7 September 2011 lalu. Setiap
hari, rata-rata ada 300-400 KTP yang dicetak
melalui peralatan e-KTP. Tim

Peran mafia tersebut, lanjut Hasudungan,


adalah salah satunya untuk mencari informasi
dari panitia tentang persyaratan apa saja yang
perlu dilengkapi. Sementara PT Sopin Sejahtera merupakan bendera yang dibawa oknum
mafia proyek dimaksud.
Berdasarkan data yang diperoleh LSM
GEMPAR dari para rekanan, bahwa sebelum
menetapkan pemenang, panitia telah menginstruksikan agar semua peserta datang untuk
melakukan klarifikasi sesuai jadwal yang sudah
ditentukan, yakni batas akhir hari Jumat Tanggal 16 September 2011 Jam 16.00 WIB. Namun
hingga batas waktu tersebut, pihak PT Sopin
Sejahtera tidak menghadiri proses klarifikasi.
Batas waktu dimaksud adalah siapa saja
peserta yang tidak menghadiri proses klarifikasi dianggap mengundurkan diri dan gugur
jadi pemenang. Namun aneh tapi nyata, PT
Sopin Sejahtera justru dinyatakan sebagai pemenang lelang.
Hasudungan menduga bahwa orang yang
membawa bendera PT Sopin Sejahtera itu adalah rekanan binaan oknum pejabat walikota,
bukan oleh Carlos Damanik selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa. Sebab ia menilai bahwa Carlos masih pemain baru dan belum mengerti
betul tufoksinya sebagai Ketua Panitia lelang.
Terkait hasil pelelangan tersebut, kata Hasudungan, Panitia dalam hal ini, tidak menerapkan efisien anggaran untuk penghematan
keuangan Negara, dan bertindak diskriminatif

terhadap para penyedia barang/jasa (rekanan).


Hal itu telah menyimpangan dari mekanisme
yang diatur dalam Perpres No. 54 Tahun 2010,
tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dalam Perpres No. 54 Tahun 2010
Pasal 5 disebutkan: panitia pengadaan menerapkan prinsip-prinsip efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminatif, dan akuntabel.
Selain itu, panitia lelang juga dituding telah menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan tertentu atau kelompok. Itu merupakan pelanggaran aturan dalam PP Nomor
53 Tahun 2010 tentang Displin Pegawai Negeri
Sipil (PNS).
Hasudungan justru menyarankan Carlos agar
tidak mau terjebak oleh permainan para oknum
mafia proyek, yang bisa membelit dirinya sebagai pihak yang bertanggungjawab. Karena
apapun penyimpangan atau pelanggaran yang
terjadi selama proses pelelangan merupakan tanggung jawab penuh ketua panitia lelang.
Untuk itu, Walikota Jakarta Timur, H.
Murdhani diminta untuk melakukan tindakan
tegas terhadap oknum panitia yang nakal, agar
citra Walikota yang selama ini dinilai baik, tidak
tercoreng oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dan yang membawa-bawa nama
walikota.
Ketika hendak dikonfirmasi, Ketua panitia Pengadaan Carlos Damanik, tidak bersedia
dimintai komentarnya. Tim

Mantan Bupati Kepulauan Seribu ............................. sambungan hal 1


dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Negeri (PN)
Jakarta Utara dikenakan pula penahanan. Jadi, tersangka yang satu ini pun demikian, tutur Kajari
Jakarta Utara, Adil Wahyu Wijaya, pekan lalu.
Tersangka Abdurrahman Andit yang dipanggil Senin pagi oleh Kejari Jakarta Utara
pada awalnya tampak tenang-tenang saja di
kantor Kejari Jakarta Utara. Didampingi penasihat hukum, Darwis Lubay, tersangka
agaknya tidak menduga bahwa dirinya akan
dimasukkan ke balik jeruji besi Senin sore.
Tersangka tampak kaget begitu diketahui
telah disetujui Kajari surat perintah penahanannya. Ia tampak tegang dan sedikit emosional saat digiring ke dalam mobil yang akan membawanya ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur.
Menurut Kajari, untuk sementara ini pihaknya memfokuskan perhatian ke persidangan kasus tersebut di Pengadilan Tipikor.
Kami fokus ke fakta-fakta yang terungkap
dalam persidangan. Artinya, kalau dalam persidangan ada fakta baru yang menunjukkan
adanya keterlibatan pelaku lain di samping
yang telah dijatuhi hukuman oleh pengadilan

baru dilakukan langkah-langkah hukum, tutur Adil didampingi Kasi Pidsus Hilman Azazi dan Jaksa Pramana.
Pada persidangan kasus Yulianto Basuki
selaku PNS dengan jabatan sebagai Kabag
Aministrasi Pemkab Kepulauan Seribu, Hasudungan Sinaga, Direktur PT Subota Contractor Internasional (Interco) dan Ricardo
Noor, selaku konsultan pelaksana, di PN
Jakarta Utara, terungkap pula akan adanya
peran mantan Bupati Kepulauan Seribu lainnya, Djoko Ramadhan. Djoko bahkan sempat
dipanggil untuk dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Jakarta Utara.
Namun sampai saat ini belum bisa dipastikan apakah saksi yang juga mantan Wali Kota
Jakarta Barat itu benar-benar tidak terlibat
dalam kasus tersebut.
Kasus korupsi landasan pacu Kepulauan
Seribu terjadi pada 2006 silam. Pemborong baru
menyelesaikan pekerjaan fisik sebesar 12 persen, namun diklaim sudah menyelesaikan pekerjaan 20 persen lebih dan disetujui pula oleh
pejabat Pemkab Kepulauan Seribu. Jenri

2012, Pemkot Tangsel .......................................................... sambungan hal 1


transportasi dari atau menuju daerah yang berdekatan DKI Jakarta, Depok, Kabupaten
Rageng, Bogor, dan Daerah lainnya dan karena itulah pembangunan terminal ini harus dikaji
dari seluruh aspek keseriusan Pemda dalam
pembangunan Terminal ini harus melihat kondisi terminal Pondok Cabe yang dibangun pada
saat Tangerang Selatan menginduk Kabupaten Tangerang. Ia menjelaskan kondisi Terminal yang memiliki luas 1600 m^2 terbengkalai
dan tidak berfungsi, supir angkutan enggan
masuk terminal yang selesai dibangun tahun
1997 yang terletak di Kecamatan Pamulang.

Dalam pembangunan Terminal jelas Airin.


Pihaknya akan menekankan pada persamaan rencan tata ruang wilayah kota Tangerang
selain dengan RT RW berfungsi. Apalagi saat
berkoordinasi dengan BKPRN dalam rangka
pembahasan RT RW ditekankan pula mengenai rencana transportasi yang berintegrasikan dan berkesinabungan dengan daerah sekitar dan kami tidak akan gegabah dan tidak pula
menunggu terlalu lama, Terminal karena tepat
sasaran dan dapat mengatasi kemacetan dan
yang masuk terminal nyaman,ungkapnya.
Marbun

Surat Kabar Umum

SILAHKAN BERGABUNG BERSAMA


METROPOLITAN POS

EDISI: 015 TAHUN I SENIN 10 - 23 OKTOBER 2011

Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B


Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450
Telp. 021-51393635, 31902301 Fax. 021- 31902301
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

E-mail: metropolitanpos@yahoo.com
HOTLINE PASANG IKLAN DAN PENGADUAN KANTOR REDAKSI : 021-3190 2301 / 0813 1533 8511

Adji Antoko, Kepala Suku Dinas Sosial Jaktim

DIPERCAYA JADI MANAJER


TIM PENCAK SILAT KONTINGEN DKI
Jakarta, Metropolitan Pos
Menjadi seorang pejabat publik mungkin tidak pernah terlintas dalam
benak pikiran Kepala Sudin Sosial
Jakarta Timur, Adji Antoko, ketika masih
kanak-kanak. Terlebih, Adji, begitu ia
disapa, tumbuh dan berkem-bang dilingkungan keluarga atlet yang menekuni cabang olahraga pencak silat. Ya, orangtuanya pasangan Margono - Alm.
Lilia Irawati merupakan atlet pencak silat. Bahkan, sang Ayah hingga kini
masih aktif menjadi pelatih di Perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate
(PSHT). Adji dan ketiga adiknya pun dididik dan dilatih untuk menjadi pesilat.
Namun, jalan hidup sesorang memang tidak bisa ditebak. Meski terlahir
dan tumbuh dalam keluarga atlet, kini
Adji Antoko berhasil menduduki jabatan publik yakni, sebagai Kepala Sudin
Sosial Jakarta Timur. Meski sebagai
pejabat publik yang memiliki segudang
aktifitas, namun pria kelahiran Jakarta,
9 Desember 1965 hingga kini masih
menyempatkan menyediakan waktunya untuk sekadar berlatih pencak silat.
Tak heran, jika berbagai prestasi dan
jabatan penting di organisasi Ikatan
Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi
DKI pernah digenggamnya.
Saat ini, Adji duduk sebagai Wakil
Ketua II Bidang Teknik IPSI Pengurus
Daerah (Pengda) DKI Jakarta. Dirinya
juga tercatat sebagai pelatih kepala Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) DKI
Jakarta yang untuk menyiapkan anak
didiknya berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012. Ia juga ditunjuk menjadi manajer tim pencak silat
kontingen DKI Jakarta dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional
(Pomnas) 2011 yang baru saja digelar
di Riau beberapa waktu lalu. Dalam
kejuaraan itu, tim pencak silat DKI Jakarta keluar sebagai juara umum dengan
raihan tujuh medali emas. Saya memang dibesarkan dalam keluarga pesilat. Kebetulan sejak kecil saya juga sangat menyukai cabang olahraga pencak
silat, ujar Adji, seperti direlis
beritajakarta.com, pada Sabtu (1/10).
Di tengah-tengah kesibukannya
saat ini, Adji juga dipercaya melatih atlet pencak silat nasional yang akan
dipersiapkan dalam ajang SEA Games
2011 dan PON 2012. Semasa dirinya
aktif sebagai atlet, torehan prestasi
membanggakan juga pernah diraihnya.
Yang paling bergengsi, diungkapkannya, yakni saat membela kontingen
Pemprv DKI Jakarta dalam ajang PON
2004 yang berlangsung di Surabaya,
Jawa Timur. Pada kejuaraan itu, Adji
berhasil menyumbangkan lima medali emas dari cabang pencak silat bagi
kontingen DKI Jakarta.
Atas raihan prestasi gemilangnya
itulah yang akhirnya mengantarkan Adji

EDISI: 015 TAHUN I SENIN 10 - 23 OKTOBER 2011

PENDUKUNG ATUT-RANO
MENDOMINASI KAMPANYE DAMAI
Serang, Metropolitan Pos
Pertarungan tidak seimbang sudah terlihat sejak kampanye
damai yang berlangsung Kamis (6/10) di Stadion Maulana Yusuf,
Serang. Jumlah pendukung Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno yang
mengikuti kampanye tersebut jauh lebih banyak dibandingkan
pendukung kedua pasangan lainnya, Wahidin Halim-Irna Nuralita dan Jazuli Juwaini-Makmun Muzaki.

menduduki jabatan publik di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Saat ini,


suami dari Rahmawati Seha duduk
sebagai Kepala Sudin Sosial Jakarta
Timur. Terlebih, bekerja dibidang sosial juga sangat disukainya.
Meski begitu, selama menjalankan
tugasnya, lulusan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung
tahun 1989 ini kerap menemui beberapa kendala. Tidak hanya itu, dirinya
pun kerap dipersalah oleh warga. Terutama, saat terjadinya bencana seperti kebakaran, banjir dan lain sebagainya. Namun, hal itu tidak menyurutkan
langkahnya untuk tetap mengabdi kepada masyarakat. Caci maki yang kerap dilayangkan masyarakat justru ditanggapinya dengan senyuman dan
ketulusan bekerjakeras melayani
masyarakat. Hal itu, dibuktikannya dengan jaminan pendistribusian bantuan
bagi para korban bencana sehingga
seluruh korban dapat menerima bantuan yang disalurkan tanpa terkecuali.
Sementara itu, mengawali kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil
(PNS), Adji diterima di Kantor Wilayah
(Kanwil) Departemen Sosial DKI
Jakarta pada tahun 1993. Pada tahun
2000, ia kemudian bergabung bersama Dinas Sosial DKI Jakarta, setelah
Kanwil Departemen Sosial saat itu
dibubarkan oleh pemerintah pusat. Di
tempat barunya bekerja, ia menjadi
staff bagian Rehabilitasi Tuna Sosial
(RTS) yang kini berganti nama menjadi Pelaanan Rehabilitasi Sosial (Yanresos) hingga tahun 2002.
Setelah itu, Adji dimutasi ke Sudin
Sosial Jakarta Timur, tepatnya di seksi
Pembinaan Mental dan Kesejahteraan
Sosial (Bintalkesos) hingga tahun 2007.
Selepas itu, lulusan SMAN 68 Jakarta
Pusat ini akhirnya dipromosikan menjabat Kepala Panti Sosial Bina Insani
(PSBI) Cipayung, Jakarta Timur hingga
tahun 2009. Nasib baik pun terus berpihak padanya. Tahun 2009, hingga saat
ini, akhirnya menduduki jabatan Kepala
Sudin Sosial Jakarta Timur. Bachtiar

Ribuan pendukung Ratu AtutRano Karno tidak saja mendominasi


Stadion Maulana Yusuf yang menjadi tempat diawalinya rangkaian
kampanye damai, tetapi juga memenuhi sepanjang jalan protokol
kota Serang. Mulai dari Jl. Jend.
Sudirman, Jl. Jend. A. Yani, hingga ke Jalan Veteran. Di beberapa
bagian tepi jalan, para pendukung
menampilkan musik tradisional sehingga membuat suasana lebih meriah.
Rangkaian kampanye damai diawali dengan pembacaan naskah
deklarasi oleh ketiga calon pasangan. Naskah berbunyi, pertama,
siap melaksanakan kampanye secara damai, santun dan bermartabat sesuai dengan peraturan dan
perundang-undangan yang berlaku; kedua, saling menghormati
sesama pasangan Calon Gubernur
dan wakil Gubernur Banten; ketiga,
memberikan pendidikan demokrasi
dan politik yang baik kepada
masyarakat Banten.
Sebelumnya, Plt Ketua KPU Pusat Samsul Bahri, dalam sambutannya mengharapkan ketiga pasangan kandidat untuk berkompetisi secara sportif dengan mematuhi aturan main dan perundang-undangan yang berlaku. Kepada

masyarakat Banten saya harapkan


berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 22 Oktober nanti untuk menggunakan hak
suaranya. Semoga Pilgub Banten berjalan tertib, aman dan sukses, katanya.
Samsul Bahri didampingi Kapolda
Kapolda Banten Brigjen Eko Putu
Bayu Seno dan sejumlah anggota dewan, melepas secara resmi iring-iringan kendaraan peserta kampanye,
yang diawali oleh pasangan nomor
urutan 1 Hj. Ratu Atut Chosiyah - H.
Rano Karno. Lalu dilanjutkan dengan
rangkaian peserta nomor 2 Wahidin
Halim - Irna Narulita dan terakhir
Jazuli Juawini - Makmun Muzaki.
Penampilan pasangan Ratu Atut Rano Karno terlihat berbeda dan lebih unik dibandingkan kedua pasangan kandidat lainnya. Mereka menggunakan mobil oplet Si Doel, lengkap
dengan kernetnya Suti Karno yang
berperan sebagai Atun dalam sinetron kondang Si Doel Anak Sekolahan. Ratu Atut yang mengenakan
gaun panjang berwarna putih, mengeluarkan dan melambai-lambaikan
tangannya kepada pendukungnya
yang menyambutnya di sepanjang
tepi jalan.
Teriakan mengelu-elukan nama
Atut dan Rano terdengar di sepanjang

ruas jalan protokol kota Serang.


Apalagi diiringi tabuhan gendang,
membuat suara pendukung kedua
kandidat pasangan lainnya yang
kalah banyak, nyaris tenggelam.
Mereka tampak kalah suara ketika
rombongan kampanye WahidinIrna dan Jazuli-Makmun melintas.
Setelah melintasi jalan protokol,
rombongan melintasi sepanjang Jl.
KH. Samun, Lontar, Jl. Letnan Jidun, lalu mengitari Kota Serang dan
selanjutnya berakhir kembali di
Stadion Maulana Yusuf. Sepanjang
perjalanan, rombongan Ratu AtutRano Karno menyebarkan ribuan
kaos kepada masyarakat yang memenuhi tepi jalan.
Kaum perempuan tampak mendominasi di beberapa bagian tepi
jalan sambil meneriakkan, Hidup
Atut, nomor satu... hidup Atut, nomor satu... hidup Atut, nomor
satu. Ny. Aminah, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Jl. Ahmad Khotib menyatakan, bahwa
dirinya pendukung setia Ratu Atut.
Saya rela sampai tidak masak hari
ini agar bisa ikut kampanye di pinggir jalan, ujarnya.
Antusias pendukung Ratu AtutRano Karno memang bagai memancar di seantero kota Serang, terutama di sepanjang tepi jalan yang dilalui iring-iringan mobil kampanye
damai. Ratu Atut di sisi kanan dan
Rano Karno di sisi kiri, terus mengacungkan jari telunjukkan dan
melambai-lambaikan tangannya
kepada para pendukung. Bahkan,
beberapa di antaranya menghampiri lalu menyalami Ratu Atut.
Terima kasih yaa...terima
kasih...jangan lupa nanti coblos nomor satu, ujar Ratu Atut,
kepada seorang pendukung saat menyalaminya di
tepi jalan. Siap Bu! sahut
pria setengah baya yang
mengaku sengaja datang
dari Taktakan.
Pasangan Ratu AtutRano Karno akan mengawali kampanye terbukanya pada 9 Oktober
2011, dengan mengambil lokasi di Kabupaten
Pandeglang. Selanjutnya,
mereka
akan
mendapat giliran kampanye di daerah lainnya
pada 12, 15 dan terakhir
18 Oktober 2011.

Gubernur Banten, Ratu


Atut Chosiyah bersama
Rano Karno kembali maju
dalam Pemilukada Banten