Anda di halaman 1dari 19

Struktur dan Keraktifan An-Organik

Dosen : Dr. Diana Vanda Wellia,M.Si

Kelompok 4

1.
2.
3.
4.

ANGGOTA
Jessica Alvionita
(1110413030)
Annesa Iasa
(1210412010)
Pebrika Andani
(1210412040)
Azla Ismtuhuda
(1210413027)

1. Pengertian dari Istilah- Istilah


a. Atom Pusat
Logam logam transisi yang memiliki orbital d yang
kosong dengan energi yang rendah dan logam yang
bersifat sebagai asam lewis.

b. Ligan
Ligan berasal dari bahasa latin yakni ligare yang berarti untuk
mengikat,merupakan suatu ion atau molekul yang memiliki sepasang
elektron atau lebih yang dapat disumbangkan.
Ligan merupakan basa lewis yang dapat terkoordinasi pada ion logam atau
sebagai asam lewis membentuk senyawa kompleks. Ligan dapat berupa
anion atau molekul netra

C. Ligan Kuat
Disebut medan ligan kuat (strong ligand field / kekuatan
medannya besar) karena perbedaan energi antara orbital t2g
(dxy, dxz dan dyz) dengan orbital eg (dx2-y2 dan dz2) besar,
akibatnya elektron akan mengisi penuh energi yang rendah
sebelum mengisi orbital yang energinya tinggi (pengisian
elektron berpasangan terlebih dahulu, kemudian naik ke tingkat
energi yang lebih tinggi). Kompleks dengan medan ligan kuat
disebut low spin complexes (kompleks spin rendah).

Ligan Lemah
Disebut medan ligan lemah (weak
ligand field / kekuatan medannya kecil
) karena perbedaan energi antara
orbital t2g (dxy, dxz dan dyz) dengan
orbital eg (dx2-y2 dan dz2) kecil atau
sangat kecil, akibatnya elektronelektron akan mengisi kelima orbital d
tanpa berpasangan terlebih dahulu.
Kompleks dengan medan ligan lemah
disebut high spin complexes
(kompleks spin rendah).

D. Spin tinggi dan Spin rendah


Spin tinggi :
ligan-ligan yang menghasilkan o orbital-d yang kecil disebut ligan medan lemah.
Dimana lebih mudah menempatkan elektron di atas energi orbital yang lebih tinggi dari
pada menempatkan dua elektron pada orbital yang sama. Ini dikarenakan gaya tolak
antar dua elektron lebih besar daripada o. Oleh karena itu, masing-masing elektron
akan ditempatkan pada setiap orbital-d terlebih dahulu sebelum dipasangkan. Hal ini
sesuai dengan kaidah Hund dan menghasilan kompleks spin-tinggi.

Spin rendah :
Ligan-ligan

yang

menyebabkan

pemisahan orbital-d yang lebih besar


disebut sebagai ligan-ligan medan kuat.
Senyawa kompleks yang memiliki ligan
medan kuat tidak akan menempatkan

elektron-elektronnya

ke

orbital

yang

berenergi tinggi. Hal ini sesuai dengan


asas Aufbau. Kompleks yang demikian
disebut sebagai spin-rendah.

f. Splitting Orbital

Teori medan kristal terutama membicarakan tentang pengaruh dari ligan yang
tersususun secara berbeda-beda di sekitar ion pusat terhadap energi dari
orbital d. Pembagian orbital d menjadi dua golongan yaitu orbital eg dan orbital
t2g. Orbital eg adalah orbitala yang berada pada sumbu yaitu orbital dx2y2 dan
dz2.

Orbital t2g adalah orbital yang berada diantara sumbu yaitu


orbital dxy, dxz dan orbital dyz. Pembagian kedua golongan
orbital ini mempunyai arti penting dalam hal pengaruh ligan
terhadap orbital-orbital tersebut. Dengan adanya ligan
disekitar ion pusat, akan menimbulkan medan listrik yang
akan menolak elektron terutama, elektron d ion pusat.
Akibatnya, orbital d tidak lagi terdegenerate, orbital d ini
terbagi menjadi beberapa orbital dengan energi yang berbeda.
Dikatakan juga orbital d ini mengalami Splitting.

e. Ikatan kovalen
koordinasi

Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen


yang mana pemakaian bersama elektron didonorkan
dari salah satu atom pembentuknya yakni ligan
(basa lewis) ke atom pusat (asam lewis).

Contoh 1:Terbentuknya senyawa BF3-NH3

Eg dan t2g
Eg
orbital yang berada pada sumbu yaitu orbital
dx2y2 dan dz2, dan memiliki energi yang lebih

tinggi.

t 2g
orbital yang berada diantara sumbu yaitu
orbital dxy, dxz dan orbital dyz dan memiliki
energi yang lebih rendah.

2. Senyawa kompleks

Senyawa-senyawa kovalen koordinasi yang


terbentuk dari gabungan dua molekul yang sudah
jenuh atau stabil, (senyawa yang terdiri dari ion
pusat dan ligan).

Rumus umum senyawa kompleks

Secara umum senyawa kompleks dapat dituliskan


dalam empat formula yaitu :
Senyawa kompleks netral
[MLn]
Senyawa kompleks kation
Mm[MLn]
Senyawa kompleks anion
[MLn](X)m
Senyawa kompleks kation-anion
[MLm][MLn]
Keterangan :
M dan M adalah (umumnya) logam trasisi
L dan L adalah ligan (dapat leih dari satu macam)
X
adalah anion
M dan n adalah bilangan bulat

3. Contoh Ligan Lemah

H2O > C2O42- > OH- > F- > Cl- > Br- > I-

CO > CN- > NO2 > NH3 > SCN

4. Jelaskan tentang spin tinggi dan


spin rendah
a. Spin tinggi
merupakan ligan-ligan yang menghasilkan
orbital-d yang kecil disebut ligan medan
lemah. Dimana lebih mudah menempatkan
elektron di atas energi orbital yang lebih
tinggi dari pada menempatkan dua elektron
pada orbital yang sama.

Pada spin ini menerapkan hukum


HUND, dimana elektron-elektron dalam
orbital-orbital suatu subkulit cenderung
untuk tidak berpasangan.

5. Tata Cara Penamaan senyawa kompleks


Adapun tata cara penamaan senyawa
kompleks adalah :
1.Jika senyawa kompleks bersifat molekular
atau netral, namanya ditulis satu kata saja;
jika bersifat ionik, maka nama kation
dipisahkan dan dan ditulis lebih dahulu
kemudian diikuti nama anionnya.
2.Nama ligan ditulis lebih dahulu dan diikuti
nama atom pusatnya.
3.Jika ligannya lebih dari satu dalam senyawa
kompleks, maka penamaan ligan
berdasarkan abjad kemudian diikuti nama
ion pusatnya.
4.Jumlah ligan dalam senyawa kompleks
ditentukan dengan menggunakan awalan
mono, di, tri, tetra, dst.

5. Ligan negatif atau ligan anion biasanya diberi akhiran o,

sedangkan ligan netral sesuai nama molekulnya kecuali


ligan-ligan khusus seperti H2O = aqua, NH3 = amina, CO =
karbonil, NO = nitrosil.
6. Nama atom pusat selalu diikuti langsung tanpa spasi.
7. Jika ion kompleks berupa anion, maka nama atom pusatnya
diberi akhiran at, sedangkan jika ion kompleks berupa
kation atau kompleks netral, maka nama atom pusatnya sama
dengan nama unsurnya.

Beberapa contoh senyawa kompleks :


1. K [PtCl5NH3]
Kalium monoaminapentakhloroplatinat(IV)
2. [CoCl2(NH3)4]Cl
Tetraaminadikhlorokobalt(III) klorida
3. [Cu(H2O)2(NH3)4]SO4
Tetraaminadiaquatembaga(II) sulfat
4. [Cr(en)2F2]Cl
Difluorobis(etilendiamina)khromium(III) klorida
5. [Co(py)2(NH3)2(NO2)2]NO3
Diaminadinitrodipiridinakobalt(III) nitrat