Anda di halaman 1dari 15

REFERAT

ANASTESI PADA OBESITAS

Pembimbing :
dr.H.Nano Sukarno, Sp.AN
dr.Teguh Santoso Effendi, Sp.AN-KIC,.M,KES
dr.Andika Chandra Putri, Sp.AN
Disusun Oleh :
Finallita Wulandari
Mita Rahayu Luciana
Vepi Perinando
KEPANITERAAN KLINIK SENIOR
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
TAHUN 2014

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat menjadi kesulitan


tersendiri untuk anestesi.

Hal ini juga menjadi pertimbangan sebelum dilakukannya


tindakan operasi.

Begitu banyak komplikasi dari obesitas seperti contoh :


obstructive sleep apnea,
hipertensi atau penyakit kardiovaskular
Pengaruh Pada Gastrointestinal
yang dapat memberikan implikasi signifikan pada pasien yang
akan menghadapi operasi dan tindakan anestesi.

Hambatan jalan napas akibat obstructive sleep apnea


dapat menurunkan aliran udara masuk saat inspirasi
bahkan terjadi reduksi pada inhalasi O2 ketika seseorang
diberikan sedasi anestesi

Pada penderita obesitas terjadi perubahan anatomi yang


membuat manajemen jalan napas akan berbeda dengan
penderita tanpa keadaan obesitas.

American Society of Anesthesiology (ASA)


merekomendasikan dilakukannya preoperative assesment
yang meliputi
anamnesis lengkap tentang riwayat pasien,
pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan penunjang yang bermakna
pada pasien tersebut.

Obesitas didefinisikan sebagai BMI 30 kg/m2, dan


morbit obesitas (obesitas ekstrim) BMI 40 kg/m2.

Secara spesifik, yang dikatakan obesitas adalah suatu


keadaan kelebihan jumlah lemak dalam tubuh,

sedangkan overweight adalah kelebihan berat badan


bukan hanya dari jumlah lemaknya namun juga
termasuk otot, tulang, dan total air dalam tubuh

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Genetik
Usia
Gender
Lingkungan
Aktifitas Fisik
Penyakit
Psikologis
Obat-obatan

Dalam berbagai macam literatur, anestesi pada pasien


obesitas tidak menjadi bahasan khusus.

Akan tetapi, tata laksana anestesi pada pasien obesitas


rupanya memiliki kendala yang patut diperhatikan.

Secara umum, ketika datang pasien obesitas kedalam


ruang operasi, dokter anestesi sudah memikirkan
kemungkinan-kemungkinan yang akan dihadapi
sebelum, selama dan sesudah tindakan anestesi.

Diantaranya adalah :
prediksi kesulitan intubasi,
prevensi tromboemboli,
prevensi komplikasi pasca operasi seperti atelektasis,

penggunaan obat anestesi seperti analgesik yang dapat


diberikan atau obat-obat yang harus dihindari
pemberiannya, manajemen pasien dengan obstructive
sleep apnea,

Gangguan pada sistem kardiovaskular meningkatkan


morbiditas dan mortalitas pasien obesitas.

Manifestasinya berupa penyakit iskemia, hipertensi


sampai gagal jantung.

Semua pasien obesitas yang akan dilakukan anestesi


harus diinvestigasi lebih jauh pada premedikasi akan
adanya komplikasi kardiovaskular.

Kombinasi dari tekanan intraabdomen yang tinggi,


tingginya volume dan rendahnya pH dalam gaster,

Lambatnya pengosongan gaster dan tingginya faktor


resiko hiatus hernia dan gastro-esofageal refluks

dipercayai menempatkan pasien obesitas pada resiko


terjadinya aspirasi asam lambung diikuti pneumonitis
aspirasi

Opioid dan obat sedatif dapat menyebabkan depresi pernapasan


pada orang obesitas.

Rute pemberian obat secara intramuskular dan subkutan


dihindari mengingat absorbsinya yang belum jelas.

Semua penderita obesitas diberikan profilaksis terhadap aspirasi


asam walaupun mereka tidak mengeluhkan adanya refluks atau
perasaan dada terbakar (heartburn).

Kombinasi H2-bloker (ranitidin 150mg peroral) dan prokinetik


(metoklopramid 10mg peroral) diberikan 12 jam dan 2 jam
sebelum operasi untuk menurunkan resiko pneumonitis akibat
aspirasi.

Penggunaan anestesi regional pada pasien obesitas


memungkinkan tidak perlunya dilakukan intubasi dan
menurunkan resiko aspirasi asam.

Pada operasi thorakal dan abdominal, biasanya dipilih


anestesi epidural dengan kombinasi anestesi umum.
Hal ini lebih bermanfaat dibandingkan hanya
digunakan anestesi umum, termasuk mengurangi
penggunaan opioid dan obat anestesi inhalasi,

komplikasi pulmonal pascaoperasi, peningkatan efek obat


analgesik pascaoperasi, dan manfaat lainnya.

Secara anestesi regional pada pasien obesitas menantang


karena sulitnya menentukan batasan pasti tulang, kulit dan
lemak.

Blok saraf perifer lebih mudah dan aman dilakukan dengan


bantuan stimulator saraf dan jarum insulasi. Anestesi spinal
dan epidural lebih mudah dilakukan pada posisi berdiri dan
menggunakan jarum yang panjang

Obesitas menjadi kendala tersendiri bagi praktisi medis


baik penanganan secara umum maupun ketika
dihadapkan dengan pertimbangan anestesi yang akan
dilakukan. Hal ini karena pada pasien obesitas, tiga
masalah utamanya adalah masalah :
kardiovaskular
Respirasi
gastrointestinal