Anda di halaman 1dari 12
Surat Kabar Umum Pendiri BERLIN SIAHAAN Pemimpin Redaksi EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER -
Surat Kabar Umum
Pendiri
BERLIN SIAHAAN
Pemimpin Redaksi
EDISI: 016
TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011
JENRI SITANGGANG
HARGA: @Rp 3.500,
LUAR JAWA + ONGKOS KIRIM
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com
EDISI: 016
TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011
HOTLINE PASANG IKLAN DAN PENGADUAN KANTOR REDAKSI : 021-3190 2301 / 0813 1533 8511

Bank DKI Gandeng Prima dan Western Union

Untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah, Bank DKI menjalin kerja sama strategis dengan PT Rintis Sejahtera (Prima) untuk pengembangan fitur layanan ATM dan West- ern Union untuk pengembangan layanan pengiriman uang.

BACA HALAMAN

.......

03

DPRD Bekasi Minta Pemprov DKI Naikkan Dana Kompensasi Sampah

DPRD Kota Bekasi meminta Pemda DKI Jakarta untuk menaikan dana kompensasi sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang sebesar 6

hingga 7 persen dari perjanjian semula.

BACA HALAMAN

..........

04

Indonesia Perlu Mengembangkan Komoditi Penunjang Ketahanan Pangan

Pemerintah Provinsi Banten yang diwakili Wakil Gubernur Banten-HM.Masduki, Kamis (20/10), mengikuti Peringatan Hari Pangan se-Dunia (HPS) XXXI di Kabupaten Bolango, Provinsi Gorontalo.

BACA HALAMAN

............

05

***SELEBRITIS*** Inpres Nomor 5 Tahun 2004 Lambat Dilaksanakan Kejati DKI Arumi Bachsin Jadi Wartawan Bola! SBY
***SELEBRITIS***
Inpres Nomor 5 Tahun 2004 Lambat Dilaksanakan Kejati DKI
Arumi Bachsin
Jadi
Wartawan Bola!
SBY Perintahkan Satgas Pemberantasan
Mafia Hukum Periksa Jaksa Nakal
Pejabat DPU DKI Korupsi Anggaran Rp 109 M
Jakarta, Metropolitan Pos
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seg-
era perintahkan Satuan Tugas Pemberan-
tasan Mafia Hukum (Satgas Pemberantasan
Mafia Hukum), Kuncoro Mangkusubroto SH
MH, seret jaksa nakal di Kejaksaan Tinggi (Ke-
jati) DKI Jakarta, bila Jaksa terima suap dari
pejabat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Propin-
si DKI Jakarta dan rekanan serta dari makelar
kasus di Kejaksaan Tinggi. Sesuai Intruksi
Presiden (Inpres) No 5 tahun 2004 tentang
percepatan pemberantasan korupsi di Pem-
da DKI Jakarta, sudah merajalela pejabat ko-
rupsi anggaran Negara.
BACA BERITANYA DI HALAMAN 10
DI KANTOR KEJAKSAAN TINGGI DKI JAKARTA INI DIDUGA MASIH MARAK MAFIA HUKUM DAN JAKSA NAKAL
BERSAMBUNG KE HAL
..............
10
KKKKKASUS
ASUS
ASUS
ASUS MMMMMARK
ASUS
ARK ARK ARK
ARK-----UP UP UP UP
UP PPPPPROYEK
ROYEK ROYEK ROYEK
ROYEK SSSSSUDIN UDIN UDIN UDIN
UDIN DDDDDIKDAS
IKDAS
IKDAS
IKDAS
IKDAS JJJJJAKPUS
AKPUS
AKPUS
AKPUS
AKPUS
Kejaksaan Belum Bisa Tangkap Zainal
Proyek AMP SDPU Jalan Jaktim
Dijadikan “Ajang” Korupsi
Jakarta, Metropolitan Pos
Jakarta, Metropolitan Pos
Kepala suku dinas Pendid-
ikan Dasar Kota Administra-
si Jakarta Pusat, Zainal Sole-
man bersama pejabat lain-
nya, Alex Ismail, Buyung So-
hutihon, R Iman Ginanjar
SPd, Monang B Pakpahan,
dan Ajep Sumadi, diduga ko-
rupsi uang Negara.
Berdasarkan surat perin-
tah penyelidikan No SPLidik
/ 455 / VII / 2011 tanggal 11
juli 2011, pejabat tersebut di-
atas telah diperiksa Tindak
Pidana Korupsi (Tipikor) Pol-
da Metro Jaya.
APBD tahun 2010 pen-
gadaan alat peraga matemati-
ka tingkat SD belanja modal
pengadaan alat alat peraga /
praktek sekolah sebesar
Rp2.679.600.000,-tidak ada
barang tersebut / fiktif.
Selain itu pengadaan labora-
torium sains untuk D / SMP ber-
basis IT belanja modal pengadaan
alat alat peraga praktek sekolah
sebesar Rp4.942.575.000,-
Pengadaan Drum band un-
tuk SD belanja modal pengada-
an alat musik kesenian sebesar
Rp2.069.800.000,-, pengada-
an buku sejarah nasional Indo-
nesia SD SMP belanja modal
Tudingan bahwa proyek-
proyek pembangunan jalan
berkwalifikasi AMP (Aspalt
Mixing Plan) merupakan
“Proyek Dapur” para oknum
pejabat di Dinas Pekerjaan
Umum (SPU) Provinsi DKI
Jakarta dan Suku Dinas Peker-
jaan Umum (SDPU) di lima
wilayah DKI, agaknya tidak
berlebihan. Hasil penelusuran
sejumlah lembaga swadaya
masyarakat (LSM), menyebut-
kan bahwa proyek ini me-
mang sejak dari perencanaan,
proses lelang hingga pelaksan-
aan di lapangan diduga sarat
penyimpangan.
Menurut Direktur Ekseku-
tif LSM GEMPAR (Gerakan
Masyarakat Pejuang Aspirasi
Rakyat) B. Hasudungan, bah-
wa proyek berkwalifikasi AMP
merupakan proyek akal-
akalan para pejabat untuk ke-
pentingan tertentu (kantong-
kantong pejabat). Proyek
Berkwalifikasi AMP bertu-
juan untuk menghilangkan
para pengusaha kecil dan
menengah, karena terjadin-
ya penggabungan sejumlah
paket proyek (lokasi) menja-
di satu paket proyek.
BERSAMBUNG KE HAL
.....
11
Dinas Kelautan dan Perikanan Ketapang
Langgar Perpres No. 54/2010
PT SANEX
SEGERA DITUTUP
BERSAMBUNG KE HAL
.....
11
ZAINAL SULAEMAN
Ketapang, Metropolitan Pos
Tigaraksa, Metropolitan Pos
*** PERISTIWA ***
*** KUPAS TUNTAS ***
Menyikapi surat peringatan ke
tiga yang telah disampaikan oleh Pe-
merintah Daerah Kabupaten
Pembelian Mobil Dinas
Menuai Kecaman
Badan Jalan Dikuasai Expedisi
Banten, Metropolitan Pos
Sudinhub Jakbar Pungut
Bongkar Muat Expedisi
Rencana pembelian mobil dinas
Honda CR-V untuk lima pemimpin
DPRD Banten kembali menuai keca-
man. Kali ini datangnya dari Ketua
LSM Pusaka Banten, Herman Fauzi.
Menurut Herman, rendahnya
kinerja DPRD Banten yang belum
mampu memenuhi harapan
masyarakat tak layak diapresiasi
dalam bentuk pemberian fasilitas
mewah. “ Keterlaluan wakil rakyat
kita ini, sebentar-sebentar mobil
baru, sementara belum ada presta-
si mereka yang memuaskan di
mata publik,” kata Herman mela-
lui siaran persnya, baru-baru ini.
Pada APBD Perubahan Banten
2011, para pimpinan dewan akan
mendapat tambahan mobil dinas
baru, yaitu Honda CR-V. Anggaran
yang direncanakan untuk satu unit
Honda CR-V Rp 370 juta, sehingga
Jakarta, Metropolitan Pos
Badan jalan di jalan Pekojan Jembatan Lima, Keca-
matan Tambora, Jakarta Barat, di kuasai oleh pemilik
expedisi alias pengusaha. Badan jalan tersebut sudah ber-
tahun tahun dikuasai oleh pemilik expedisi tersebut dan
diduga oknum Suku dinas Perhubungan Kota Adminis-
trasi Jakarta Barat ikut bermain pungli.
Berdasarkan lahan lahan Fasilitas umum tersebut
(Fasos dan Fasum) dijadikan ajang parkir bongkar muat
gabungan pemilik expedisi.
Expedisi tersebut notaben tidak punya kantor, den-
gan menjadikan jembatan layang atau Ply over di
wilayah Pekojan Jembatan Lima, Jakarta Barat tersebut.
Informasi yang berkembang di kalangan warga
masyarakat Kabupaten Ketapang, yang tak mau dise-
butkan jati dirinya. Mengatakan kepada Jon Dharma,
Sekretaris Badan Pimpinan Kabupaten Dewan Peman-
tau Penyelenggara Negara Indonesia (BPK DPPNI) Kabu-
paten Ketapang, bahwa pihak panitia lelang Dins Ke-
lautan dan Perikanan Kabupaten Ketapang, terindikasi
menjual belikan dokumen lelang, kepada peserta lelang.
Dalam pelaksanaan pelelangan paket Pengadaan Ka-
pal Motor Nelayan, yang menggunakan dana APBD tahun
Anggaran 2011, sebesar satu milyar tiga ratus juta rupi-
ah (Rp. 1.300.000.000.,00) yang di laksanakan oleh Di-
nas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ketapang.
Kecurigaan warga adanya penyimpangan dalam
pelaksanaan lelang, yang dilakukan oleh Panitia lelang
Dinas Kelautan dan Perikanan Ketapang, ternyata
Tangerang kepada PT Sanex Steel
Indonesia (Power Steel Mandiri)
pabrik peleburan besi yang berada
di komplek industri, Millenium, Tiga-
raksa, Kabupaten Tangerang. Bu-
pati Tangerang H Ismet Iskandar
langsung memimpin rapat dengan
Muspida se Kabupaten Tangerang,
bertempat di ruang kerja Bupati
Tangerang, Rabu (02/11/2011).
Dari hasil pertemuan tersebut
disepakti dua poin yaitu pertama
Penutupan akan dilakukan sampai
BERSAMBUNG KE HAL
.....
11
BERSAMBUNG KE HAL
.....
10
SELAMA 2001-2010
Freeport ‘Suap’ Polisi Rp 704 Miliar
Jakarta, Metropolitan Pos
Dalam hal ini di kawatirkan warga setempat khususnya
warga, Rw 02, Kelurahan Pekojan Jakarta Barat, warga takut
apabila jembatan tersebut roboh, akan menimbulkan kor-
ban jiwa, tegas, Parijo warga Rw 02, Kelurahan Pekojan.
Lurah Pekojan Agus Yusuf. SE, kepada Metropolitan Pos,
mengatakan tidak setuju adanya bongkar muat di wilayah-
nya dan itu meresahkan warga, karena sudah melanggar
Uang keamanan dari PT
Freeport Indonesia kepada
Polri tak hanya berjumlah 14
juta dolar AS, melainkan 79,1
juta dolar AS atau sekitar Rp
704 miliar. Dana tersebut
diberikan sejak 2001 sampai
da, dan tokoh masyarakat
adat Papua, Dorus.
Firdaus mengatakan,
ICW belum mengetahui apa-
kah dana tersebut dikucur-
kan ke institusi atau person-
al. Namun dia memastikan
dana tersebut tidak melewati
BERSAMBUNG KE HAL
.....
11
UU No 32 Tahun 2009,
BERSAMBUNG
KE
HAL
.....
11
2010. Data itu bersumber
dari laporan keuangan PT Free-
port Indonesia (PTFI).
Hal tersebut diungkapkan
Peneliti Indonesia Corruption
Watch (ICW), Firdau Ilyas
dalam jumpa pers di kantor
ICW, Selasa (1/11). Hadir pula
Direktur LBH Nurcholis, Wakil
Koordinator Kontras Indri Ferni-
BERSAMBUNG KE HAL
.....
11
2
2
EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011
EDISI: 016
TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

OPINI

DITERBITKAN OLEH PT SUKSES PARNA SEJAHTERA SK MENHUM & HAM RI : Nomor : AHU-0016178.AH.01.09. Tahun
DITERBITKAN OLEH
PT SUKSES PARNA SEJAHTERA
SK MENHUM & HAM RI :
Nomor : AHU-0016178.AH.01.09. Tahun 2011
PENASEHAT HUKUM
Drs. Jatenangan Manalu SE MM H.Hum,
Hotman Sitorus SH MH, Paulus Subandi SH MH,
Poltak Siringoringo SH MH., Sabar Siahaan SH.
Ferdinan Montorori SH.MH.
PENDIRI
Jenri Sitanggang,
B. Siahaan, Robert Naibaho
PEMIMPIN UMUM
Parel Naibaho SE.MM.
PEMIMPIN REDAKSI
Jenri Sitanggang
REDAKTUR EXECUTIVE
Peris Sitanggang
REDAKTUR PELAKSANA
B. Manalu
REDAKTUR
Hasudungan Siregar
MANAGER PEMASARAN
Leonar Marbun Lumban Batu, L. Endarwanto Rendra
SEKRETARIS REDAKSI
Hotdiman S.SE., Tina S.
BAGIAN KEUANGAN
Rinaldi Josua Naibaho
FOTOGRAFER
-
DEWAN REDAKSI
Jenri Sitanggang, Peris Sitanggang,
Robert Naibaho, Parel Naibaho, B. Manalu,
Douglas Lumban Tobing
STAF REDAKSI
Jahuale Sitanggang, Nur Syamsu, Rimbun Gurning,
Jhonni T. Tampubolon, Drs. A. Syahri S, Halomoan N.
LITBANG
Onasis Sitanggang, Jonni Sitanggang
Robert Naibaho, Marlon Naibaho SE.,
Tony Naibaho SE.
STAF AHLI
Wasinthon Simbolon, SE.MEc. (Ekonomi & Politik),
Amistan Purba SE.S.Si.MM. (Ekonomi, Sosial & Politik)
William S. Naibaho SH. (Budaya, Pariwisata & HAKI)
BAGIAN SIRKULASI
Mulatua Sitanggang, Rinaldi Josua
PENASEHAT
Andar Situmorang SH ML, Jack Monang Napitupulu,
Perdi Sitanggang,
Kol. (Pur) Drs. Lauasa M. Hutagalung
Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B
Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450
Telp. 021-51393635, 31902301 Fax. 021- 31902301
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

Rekening Bank :

Bank BCA Rek No : 0948118320 Bank BRI Rek No 086201003057507 A.N: JENRI SITANGGANG

Iklan Warna Ukuran 3R = Iklan Warna Ukuran 4R Photo Iklan Kolom Ukuran Standart Iklan 1
Iklan Warna Ukuran 3R =
Iklan Warna Ukuran 4R Photo
Iklan Kolom Ukuran Standart
Iklan 1 Halaman Penuh Warna
Iklan 1/2 Halaman Warna
Iklan ¼ Halaman Warna
=
=
=
=
Iklan Kuping Ukuran Standart
=
Iklan 3/4 Halaman Warna = RP 3.000.000,-
TARIF IKLAN
= RP 500.000,-
RP 1.000.000,-
RP 2.000.000,-
RP 50.000,-
RP 24.000.000,-
RP 12.000.000,-
RP 6.000.000,-
Dibutuhkan Perwakilan, Biro dan Wartawan : 1. Depok 10. Provinsi Jawa Timur 2. Ciamis 11. Denpasar
Dibutuhkan Perwakilan,
Biro dan Wartawan :
1.
Depok
10.
Provinsi Jawa Timur
2.
Ciamis
11.
Denpasar
3.
Tasikmalaya
12.
Nusa Tenggara
4.
Banjar
13.
Kalimantan Timur
5.
Sumedang
14.
Kalimantan Selatan
6.
Majalengka
15.
Sumatera Utara
7.
Cianjur
16.
Sumatera Barat
8.
Subang
17.
Sumatera Selatan
9.
Provinsi Jabar
18.
Lampung
19.
Sulawesi
Bagi anda yang berminat
Hubungi Kantor Redaksi
Jurisman Sitanggang : 081315338511
2 EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 OPINI DITERBITKAN OLEH PT
Hasr at PPPPPolitik olitik olitik olitik Mengebiri Mengebiri Mengebiri Hasr Hasr Hasr Hasrat at at at
Hasr at PPPPPolitik olitik olitik olitik Mengebiri Mengebiri Mengebiri
Hasr
Hasr
Hasr
Hasrat
at
at
at
olitik Mengebiri
Mengebiri KPK
KPK
KPK
KPK
KPK

OLEH : ADNAN TOPAN HUSODO WAKIL KOORDINATOR INDONESIA CORRUPTION WATCH

HASRAT politik DPR untuk menggembosi Komisi Pemberan- tasan Korupsi tak kunjung habis. Energi politik yang seharusnya digunakan untuk mendesain ke- bijakan publik yang penting just- ru dipakai sebagai atraksi politik yang muaranya adalah kepentin- gan kelompok. Praktek oligarki yang membonceng sistem demokrasi elektoral telah men- yandera proses kebijakan publik yang transparan dan akuntabel. Karena itu, sulit bagi publik un- tuk menagih tanggung jawab poli- tikus, seperti dalam kasus pem- bangunan gedung DPR yang se- cara diam-diam telah memakai anggaran negara sebesar Rp 118 miliar tanpa bisa dipertanggung- jawabkan capaiannya. Ketua DPR hanya mengatakan dengan rin- gan, uang tersebut hangus kare- na pembatalan rencana pemban- gunan gedung DPR. Kembali ke isu KPK, wacana pembubaran KPK yang sempat dilontarkan Fahri Hamzah (PKS, Komisi III DPR RI) memang tak bersambut. Justru sebaliknya, publik meradang karena usulan itu dianggap melawan kehendak umum akan pemberantasan ko-

rupsi yang lebih baik. Tetapi up-

aya menyiasati supaya politik da- pat mengendalikan KPK tetap di- coba melalui rencana mengamen- demen Undang-Undang KPK. Barangkali, usul merevisi UU KPK akan lebih bisa diterima publik daripada gagasan untuk mem- bubarkannya. Masalahnya, ide merevisi UU KPK didorong bertepatan dengan posisi di mana DPR sedang ter- sudut karena berbagai problem korupsi yang menjerat para ang- gotanya. Demikian pula, keper- cayaan publik yang sangat mero- sot terhadap lembaga wakil rakyat berada pada titik terendah, sebagaimana survei terakhir Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyebutkan ada penu- runan 21 persen tingkat keper- cayaan publik terhadap DPR dibanding 6 tahun lalu. Pelajaran yang bisa dipetik dari survei itu, DPR belum berhasil mengelola kekuasaan yang dimil- ikinya dengan baik sehingga sep- ak terjang, sikap politik, dan gaya anggota DPR sebagai penguasa leb- ih menonjol daripada “kodrat”-nya sebagai wakil rakyat. Akibatnya, DPR dinilai sebagai lembaga yang arogan, sombong, dan dipandang gampang menyalahgunakan kekuasaannya. Pendek kata, DPR

masih dilihat sebagai lembaga yang banyak tingkah tapi tak ban- yak bekerja untuk publik luas.

Ide menarik

Jika mengacu pada 10 poin ide merombak KPK melalui amende- men undang-undangnya (Koran Tempo, 27 Oktober 2011), barangkali ada beberapa gagasan yang reformis. Sebagai contoh, KPK di masa mendatang dimungkinkan

untuk merekrut penyidik dan

penuntut sendiri. Usulan ini tentu saja sangat baik karena salah satu faktor yang ikut melemahkan KPK dalam agenda penindakan adalah keterbatasan dalam melakukan rekrutmen secara mandiri ter- hadap pos-pos penyidik dan penun-

tut. Selama ini KPK hanya mener- ima usulan penyidik dan penun- tut dari kepolisian dan kejaksaan, meskipun KPK juga melakukan screening terhadap mereka yang menjadi kandidat. Apabila di masa mendatang KPK diberi otoritas merekrut pe- nyidik sendiri, warna penegakan hukum di KPK akan jauh lebih variatif. Maksudnya, berbagai macam pengetahuan akan dapat dipadukan untuk bisa mengelola fungsi penindakan supaya lebih efektif, mengingat kejahatan ko- rupsi selalu mengalami proses perkembangan, yang akan jauh lebih rumit dan kompleks. Kapa- sitas aparat penegak hukum yang berlatar belakang jaksa dan polisi tentu tak bisa mengikuti ritme ke- jahatan korupsi yang kian maju. Karena itu, penyidik KPK harus- lah memiliki keragaman penge- tahuan, sehingga akan lebih mudah melakukan penindakan kasus-kasus korupsi. Perihal rendahnya kapasitas penyidik berasal dari jaksa dan polisi, kita bisa merujuk pada data penindakan yang mereka lakukan. Sebagaimana diketahui, UU Tin- dak Pidana Korupsi Nomor 31/ 1999 juncto No. 20/2001 menga- tur 22 pasal yang bisa digunakan untuk menindak kejahatan korup- si. Tapi coba periksa, hanya ada dua pasal yang selalu digunakan oleh penyidik, yakni Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor yang men- yangkut kerugian negara. Sisan- ya menganggur alias tidak pernah diterapkan. Dibandingkan dengan KPK yang lebih variatif dalam menggunakan pasal, kita bisa me- nyimpulkan bahwa ada persoalan kapasitas aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi meskipun undang-undang yang disediakan sudah sangat memadai. Poin lain yang konstruktif ad- alah pemberian sanksi bagi peja- bat negara yang tidak melaporkan kekayaan mereka kepada KPK. Hanya, poin ini perlu ditambah dengan klausul berupa sanksi yang sama untuk pejabat negara yang melaporkan dengan tidak benar harta kekayaannya. Sela- ma ini KPK cenderung kepayahan dalam menert- ibkan perilaku pejabat negara yang abai ter- hadap kewa- jiban pelaporan harta kekayaan. KPK tidak dapat melakukan langkah hukum apa pun untuk mendorong pe- menuhan kewa- jiban pelaporan harta kekayaan, karena tidak diberi pengatu- ran yang mema- dai. Dengan adanya sanksi, baik pidana maupun admin- istrasi, ada pelu- ang bagi KPK untuk mendor- ong fungsi LHK- PN sebagai in- strumen pence- gahan korupsi.

Jika DPR memang serius men- dorong agenda pemberantasan ko- rupsi, pemberian sanksi atas alpan- ya pejabat publik dalam melaporkan harta kekayaan harus diikuti den- gan lahirnya ketentuan lain, seper- ti Undang-Undang Perampasan Aset. Pasalnya, dengan UU Peram- pasan Aset, negara diberi wewenang menyita dan menguasai harta kekayaan yang tidak bisa dibukti- kan dari mana asal=muasalnya tanpa melalui jalur pidana.

Tetap waspada

Tetapi, di luar poin dua di atas, beberapa gagasan lainnya yang telah diwacanakan DPR semuan- ya bisa membuat usulan di atas menjadi berantakan. Terutama jika KPK hanya diberi porsi pence- gahan, karena fungsi penindakan telah ada pada polisi dan jaksa. Se- cara umum, ide ini bukan hanya tidak becermin pada realitas pene- gakan hukum Indonesia, tapi juga menyiratkan kepentingan politik DPR untuk menjinakkan KPK. Jika mengacu pada data pen- indakan polisi dan jaksa, tentu pub- lik hanya bisa mengurut dada. Bu- ruknya integritas aparat penegak hukum telah membuat fungsi pen- indakan mereka menjadi mandul. Justru lahirnya KPK sebagai lem- baga penegak hukum disebabkan oleh tidak berfungsinya penegakan hukum yang dilakukan polisi dan jaksa. Lantas, jika peran itu hendak dikembalikan kepada Trunojoyo dan Gedung Bundar, apakah DPR sudah memiliki data yang mema- dai mengenai kinerja penegakan hukum dua lembaga ini? Dari banyak survei yang di- lakukan, publik masih sangat tidak percaya kepada kepolisian dan ke- jaksaan dalam memberantas ko- rupsi. Seharusnya, untuk menye- lesaikan masalah ini, solusinya bu- kan dengan merombak UU KPK. DPR dapat menggunakan fungsi pengawasannya untuk mendor- ong reformasi internal di tubuh kepolisian dan kejaksaan. Masalah- nya, sudah hampir 12 tahun re- formasi hukum dilakukan, tetapi capaiannya sangatlah minim. Namun, jika konstruksi iden- ya untuk ?membunuh? KPK se-

cara pelan-pelan, ide untuk meng- hapus wewenang penindakan KPK merupakan titik temu berbagai kepentingan yang ingin mem- bubarkan KPK. Jika pun KPK tetap diberi wewenang melakukan pen- indakan terhadap kasus-kasus be- sar senilai Rp 10 miliar ke atas, demand publik terhadap KPK juga tidak akan surut. Idealnya, KPK memang hanya menangani ka- sus-kasus besar yang secara poli- tik, kejaksaan, dan kepolisian tidak mampu menanganinya. Tetapi loyonya kinerja kejaksaan dan kepolisian dalam menangani perkara korupsi membuat KPK se- lalu kebanjiran laporan kasus, baik yang kecil maupun yang be- sar. Di sinilah titik awal mengapa KPK juga harus turun tangan menangani kasus korupsi yang bernilai kecil, meskipun tetap be- rada pada kisaran yang diperbo- lehkan oleh UU KPK sendiri. Keadaan bisa lebih gawat jika 10 poin yang dilontarkan DPR hanya merupakan muslihat bela- ka. Pasalnya, sampai saat ini draf resmi RUU KPK yang diusulkan DPR belum bisa dilacak ke- beradaannya. Akses publik ter- hadap dokumen ini juga sangat tertutup. Bagaimana kemudian kita lantas percaya jika 10 poin itu yang memang hendak didorong oleh DPR? Jangan-jangan, selain mengedarkan gagasan di atas, DPR diam-diam telah menyiap- kan draf lain yang sifat dan isin- ya jauh lebih berbahaya. Di si- nilah DPR ditantang untuk terbu- ka kepada publik. Jika memang ide untuk membenahi KPK dimak- sudkan sebagai upaya politik men- dorong pemberantasan korupsi yang efektif, DPR perlu melakukan konsultasi publik yang serius dalam menyusun RUU KPK.* Seharusnya, untuk menyele- saikan masalah ini, solusinya bu- kan dengan merombak Undang- Undang KPK. DPR dapat meng- gunakan fungsi pengawasannya untuk mendorong reformasi inter- nal di tubuh kepolisian dan kejak- saan. Masalahnya, sudah hampir 12 tahun reformasi hukum dilaku- kan, tetapi capaiannya sangatlah minim. (***)

2 EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 OPINI DITERBITKAN OLEH PT

Koordinator Liputan Polda Metro Jaya : Mulyawan. Liputan Angkasa Pura: Regan Purba. Biro

Jakarta Timur : Rimbun Gurning Biro Jakarta Pusat : M. Surya Biro Jakarta Barat: Prayogo.

Biro Jakarta Selatan: Rimbun Biro Depok : Hotman Pardede (Kepala) Perwakilan Banten:

Leonar Marbun Lbn Batu (Kepala) Biro Kabupaten Tangerang: Tumbur Limbong (Kepala), G.

Harry Simbolon, Batara Aritonang, Alden Robertus Simbolon. Biro Kotamadya Tangerang: Erwin

Koordinator Liputan Polda Metro Jaya : Mulyawan. Liputan Angkasa Pura: Regan Purba. Biro Jakarta Timur

Sinaga (Koordinator). Biro Kotamadya Tangerang Selatan: Pa’bona Marbun (Kepala) Perwakilan Sumatera Utara: Happy Silalahi (Kepala)

Biro Samosir: Sahat Sitanggang (Kepala). Perwakilan Kepri: Pirton Panahatan Hutabarat (Kepala), Bernat H. Perwakilan Lampung: Perwakilan Jawa Barat: TM. Harianja SH. (Kepala), M. Saragih. Biro Bandung : Faozanolo Laia (Kepala) Biro Bandung Barat : S. Sitanggang (Kepala). Perwakilan Kalimantan Barat: A. Rahman HS. (Kepala), Agus Supriyanto. PERCETAKAN : CV. Jona Putra Perkasa (Isi diluar tanggungjawab percetakan).

WARTAWAN METROPOLITAN POS DALAM MENJALANKAN TUGAS JURNALISTIKNYA SELALU DILENGKAPI KARTU IDENTITAS DAN SURAT TUGAS SERTA NAMANYA TERCANTUM DALAM BOKS REDAKSI

3 METROPOLITAN EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 Bank DKI G
3
3

METROPOLITAN

 

EDISI: 016

TAHUN I

SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

 
 

Bank DKI Gandeng Prima dan Western Union

Jakarta, Metropolitan Pos Untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah, Bank DKI menjalin kerja sama strategis dengan PT Rintis Sejahtera (Prima) untuk pengembangan fitur layanan ATM dan Western Union untuk pengemban- gan layanan pengiriman uang.

Peluncuran fitur produk dan pengembangan jaringan layan- an Bank DKI ini dilakukan, Rabu (2/11) dan dihadiri Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiy- ono, Direktur Utama Rintis Se- jahtera, Iwan Setiawan, Direk- tur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara, Raharjo Arjosiswoyo, serta disaksikan Walikota Jakar- ta Utara, Bambang Sugiyono. Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono, menjelaskan dengan adanya sinergi dengan Rintis Sejahtera tersebut, berar- ti Bank DKI tergabung dalam jaringan ATM Prima yang juga memperluas jaringan pelayan- an ATM BanK DKI selain ATM Bersama. Sedangkan untuk meningkatkan awareness masyarakat, Bank DKI yang kini sebagai agen western union, melengkapi layanan pengiriman uang selain melalui BPD Net Online. “Nasabah Bank DKI akan semakin banyak memiliki alter- natif dalam menggunakan lay- anan perbankan di Bank DKI,” ujar Eko Budiwiyono. Presiden Direktur PT Rintis Sejahtera Iwan Setiawan menga- takan, jaringan ATM Prima

merasa sangat bangga dapat menjadi bagian dari mitra strat- egis Bank DKI untuk memberikan nilai tambah dalam layanan Jar- ingan ATM dan Debit. Saat ini, jaringan ATM Prima beranggo- takan 43 bank yang terhubung melalui lebih dari 22.000 mesin ATM serta 112.000 mesin elec- tronic data capture (EDC) di loka- si-lokasi yang strategis untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi seluruh nasabah bank peserta ka- pan dan di mana pun. ”Sebagai bank peserta dari jaringan ATM Prima, nasabah Bank DKI akan diuntungkan dengan proses tran- saksi realtime online 24 jam non stop,” ujarnya. Selain peningkatan fitur lay- anan, Bank DKI melalui Unit Usa- ha Syariah (UUS) nya turut me- luncurkan produk Pembiayaan Talangan Haji dan Umroh iB yang merupakan produk pembiayaan yang diberikan kepada masyarakat untuk pengurusan dan talangan pembayaran Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH). Sehingga masyarakat ca- lon nasabah dapat memperoleh kepastian nomor kursi haji dan

3 METROPOLITAN EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 Bank DKI G

jadwal keberangkatan. Produk pembiayaan ini diharapkan dap- at mendongkrak portofolio Tabun- gan iB Haji dan Umroh Bank DKI.

Kembangkan Jaringan Pelayanan

Pada kesempatan yang sama, Manajemen Bank DKI juga meresmikan 7 kantor layanan, yang diantaranya peningkatan status Kantor Kas Kawasan Berikat Nusantara menjadi Ca- bang pembantu dan meresmikan Cabang Pembantu Pondok Gede, dan 5 Kantor Kas di Kecamatan

Kembangan, Tanjungpriok, Cir- acas, Setiabudi, dan Pulogadung. Peningkatan status kantor ca- bang pembantu Kawasan Berikat Nusantara tersebut diperuntuk- kan pengembangan pelayanan

pembayaran transaksi luar negeri seperti pembukaan letter of credit (L/C), pembiayaan kred- it ekspor/impor, incoming & out- going transfer, inward & outward collection, money changer dan transaksi luar negeri lainnya. Se- dangkan pembukaan kantor di Cabang Pembantu Pondok Gede tersebut adalah untuk penetrasi pemasaran untuk wilayah DKI Jakarta dan Bekasi. Khusus un- tuk 5 kantor kas di kecamatan tersebut kedepannya akan di- fungsikan sebagai kantor pelay- anan terpadu pembayaran pendapatan asli daerah yang da- pat menerima pembayaran pa- jak dan retribusi daerah. Jan- gkauannya bahkan sudah men- capai 40 kantor dari 42 kecama- tan di DKI Jakarta. Jenri

Jaksel Marak Bangunan Liar

Jakarta, Metropolitan Pos Maraknya bangunan liar di wilayah Jakarta Se- latan menuntut Sudin Pengawasan dan Penertiban (P2B) setempat bekerja ekstra keras menertibkan bangunan liar di wilayahnya. Kali ini, sebuah kafe di Jl Ciragil I No 21, Rawabarat, Kebayoranbaru serta satu bangunan rumah di Tegalparang Selatan No 29, Mampangprapatan disegel dan dibongkar. Kedua ban- gunan ini dinilai menyalahi peruntukan karena tidak sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diajukan pemiliknya. Terhadap sebuah kafe di Jl Ciragil, petugas akhirn- ya kembali melakukan penyegelan terhadap ban- gunan tersebut. Hal ini dilakukan mengingat, pemi- lik bangunan terhitung sudah tiga kali mencabut papan segel. Jika pemilik bangunan itu kembali ber- ulah, petugas pun mengancam pidana pemilik ban- gunan tersebut. “Setiap pelanggaran bangunan berubah fungsi tidak akan kami tolerir,” ujar Anas Efendi, Wakil Walikota Jakarta Selatan, Rabu (2/11). Apalagi diungkapkan Anas, sudah ada keluhan dari warga tentang aktivitas kafe tersebut yang ker- ap mengganggu lingkungan. “Karena perizinannya itu hanya untuk rumah tinggal malah jadi kafe, ya pasti mengganggu masyarakat,” kata Anas. Pada hari yang sama, Sudin P2B Jakarta Selatan juga membongkar paksa bangunan rumah tinggal di Jl Tegalparang Selatan No 29, Mampangprapatan karena tidak sesuai dengan IMB. “Pembongkaran ini untuk ketiga kalinya karena pemilik bangunan sama sekali tidak mengindahkan aturan. Padahal sudah kami peringatkan supaya sesuaikan dengan IMB,” kata Widyo didampingi Kasie Penertiban Sudin P2B Jaksel Achlak Samaun. Bangunan itu, dikatakan Widyo melanggar atu- ran garis sepadan bangunan dan bentuk bangun. “Me- langgar garis sepadan yang mestinya dibelakang di- sisakan 3 meter, selain itu penambahan menjadi 2 lantai juga menjadi pelanggaran lain,” jelasnya. Dalam pekan ini, ditambahkan Widyo, pihaknya juga akan melakukan penertiban secara intens agar bangunan yang ada tertib administrasi. “Jika dibi- arkan para pemilik bangunan nakal akan semakin banyak. Jadi harus diberi efek jera,” tandasnya. Tim

Dinas PU Tegur Kontraktor Proyek Gorong-gorong

Jakarta, Metropolitan Pos

Keluhan penggunan jalan akibat kemacetan parah yang ditimbulkan proyek gorong- gorong (Box Culvert) di sepan- jang Jalan Sudirman langsung direspon Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) DKI Jakar- ta. Dinas PU telah menegur kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Teguran tersebut sebagai buntut dilay- angkannya somasi oleh Dit- lantas Polda Metro Jaya terkait pengerjaan gorong-gorong tersebut. Wakil Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Novizal mengatakan telah melayang- kan surat teguran ke PT Idee Murni Pratama yang menger- jakan proyek tersebut. “Kita juga sudah berkoordinasi den- gan Polda Metro Jaya terkait

dengan pengerjaan proyek gor- ong-gorong tersebut,” kata Novizal, Kamis (27/10). Menurut Novizal, surat yang dikirimkan Ditlantas Pol- da Metro Jaya tersebut bukan sebagai surat somasi atas pengerjaan proyek ini. Namun merupakan hasil rapat Ditlan- tas Polda Metro Jaya yang per- lu dikomunikasikan antara Pemprov DKI dan kotraktor. “Itu bukan somasi tapi semacam hasil rapat Polda. Dan tentu kami akan menindaklanjuti hasil rapat itu,” imbuhnya. Novizal menambahkan, dalam surat itu dikatakan proyek pengerjaan gorong-gor- ong tersebut tidak memiliki pengamanan berupa rambu- rambu sebagai petunjuk bagi pengendara. Pihaknya berjan- ji akan segera melengkapi ram-

bu-rambu pengamanan selam- bat-lambatnya nanti malam. Rambu yang dilengkapi seper- ti memasang pagar dan Mov- able Concrete Barrier (MCB). “Hari ini akan kita lengka- pi rambu-rambu dan tanda- tanda itu dengan memasang pagar dengan MCB. Tapi kare- na MCB jumlahnya terbatas, maka akan dibantu dengan kanstin, lampu selang sebagai pemandu,” tegasnya. Pengerjaan proyek ini merupakan salah satu penye- lesaian 84 titik genangan air. Pengerjaannya sudah dimulai sejak awal Oktober lalu. Na- mun, selama kegiatan SEA Games berlangsung, penger- jaan saluran air di seluruh DKI Jakarta akan dihentikan se- mentara yakni pada 10-22 November. Jenri

Fauzi Bowo T injau Langsung Pekerjaan Saluran Air Di Jalan Sudirman

Jakarta, Metropolitan Pos

Didampingi Kepala Dinas PU Prov. DKI Jakarta dan Ke- pala Dinas Perhubungan Prov. DKI Jakarta, Foke siang ini mendatangi lokasi pekerjaan pembuatan saluran air di jalan Sudirman tepatnya di samping Makodit Polda Metro Jaya, dan melihat langsung pekerjaan pembuatan saluran air yang beberapa hari ini ramai dibic- arakan masyarakat. Beliau menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jalan khususnya yang melin- tasi jalan Jend. Sudirman aki- bat dari pembangunan salu-

ran air tersebut. Dijelaskan Foke bahwa pem- bangunan saluran air tsb di- maksudkan untuk mengatasi banjir yang terjadi di jalan Jend. Sudirman akibat saluran air yang lama sudah tidak mampu lagi menampung air pada saat turun hujan, dan harus secepatnya ditangani. Namun demikian diakui Foke bahwa ada kesalahan yang di- lakukan oleh pihak kontraktor dalam mengerjakan pembua- tan saluran air tsb baik dari teknik pengerjaan maupun dari segi aspek keamanan masih kurang diperhatikan. Foke me- nambahkan bahwa dirinya sudah menegur Ke- pala Dinas PU Prov. DKI Jakarta karena jalan yang di- bongkar sudah ban- yak namun yang terselesai masih sedi- kit. Beliau juga me- minta kepada Kepa- la Dinas Perhubun- gan agar segera membantu dalam menyediakan ram-

3 METROPOLITAN EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 Bank DKI G

bu-rambu yang diperlukan. Langkah cepat yang diam- bil oleh Dinas Perhubungan, Dinas PU Prov. DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya adalah den- gan melakukan tindakan hu- kum terhadap pihak kontrak- tor baik melalui surat teguran secara tertulis maupun pe- manggilan langsung, demiki- an dikatakan Fauzi Bowo. Leb- ih jauh dikatakan bahwa pe- kerjaan pembangunan salu- ran air di jalan Jend. Sudirman yang telah menyebabkan bertambahnya kemacetan di DKI Jakarta akan dievaluasi kembali, pal- ing tidak sistem pekerjaannya seperti cara yang dilakukan pada pembangunan jalan lay- ang non tol Casablanca, yaitu harus secara bertahap. Diakhir wawancaranya, Gubernur menyatakan bahwa tanggal 9 November yang akan datang jalur lambat Jl.Jend. Sudirman sudah normal kembali, dan lubang air (bak kontrol) yang ada akan ditutup kembali dengan plat baja. Jenri

Oknum Pejabat Kantor Walikota Jaktim ‘Main Tangan’ Kepada CPNS

Jakarta, Metropolitan Pos

Seorang pejabat seharusnya mem- berikan contoh teladan baik kepada jajarannya dan masyarakat. Bukan justru memberi contoh buruk, apalagi sampai ‘main tangan‘ atau melakukan tindak kekerasan. Seperti yang dilakukan oleh Ke- pala Seksi Pos dan Telekomunikasi, Sudin Komunikasi Informatika dan Kehumasan (Kominfomas) Jakarta Timur, AM yang diduga telah melaku- kan tindak kekerasan terhadap stafn- ya, Renny Prianahatin (25) hingga pingsan. Peristiwa itu terjadi di Lan- tai 3, Gedung Blok B, Kantor Wa- likota Administrasi Jakarta Timur, Jumat (21/10). Ya, AM diduga me- nampar stafnya yang masih bersta- tus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tersebut. Usai mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dari atasannya, korban kemudian langsung menuju Lantai 8, Gedung Blok A yang meru- pakan Ruang Unit Kehumasan. Di tempat ini, korban sempat menangis dan mengadukan apa yang baru saja dialaminya itu ke rekannya, Diana Rahmawati. Tak lama, korban lang- sung jatuh pingsan. Menyaksikan peristiwa itu, rekan-rekannya yang lain pun langsung berupaya menolong korban. Setengah jam kemudian, kor-

ban lalu siuman dan kembali mencer- itakan kejadian yang baru saja di- alaminya. “Awalnya saya sedang makan siang sama rekan-rekan saya. Tiba-tiba Pak AM datang mengham- piri sambil membentak saya sambil bilang, Kamu baru CPNS jangan be- lagu. Suruh tanda tangan saja tidak mau,” ujar Renny, menirukan ucapan AM, Jumat (21/10). Korban tidak mau membubuhkan tanda tangannya karena tidak meng- hadiri rapat yang dilangsungkan pagi hari. Namun, AM tetap memaksa agar korban membubuhkan tanda tangan- nya hingga terjadi cekcok mulut. Tidak sampai di situ, AM juga sempat menunjuk-nunjuk wajah korban sam- bil bergumam. Situasi kian memanas hingga akhirnya AM tak mampu menahan emosi dan mendaratkan tam- paran di wajah korban. Sejumlah pe- gawai yang menyaksikan kejadian me- malukan itu sempat berupaya mele- rainya, namun tidak berhasil. “Saya tidak terima dengan perlakuan pelaku yang menampar saya. Terlebih sela- ma ini, pelaku tidak pernah menghar- gai saya yang masih berstatus CPNS,” tutur wanita yang tinggal Jl TMII, Gg Nangka RT 02/02, Lubang- buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Ditemui secara terpisah, AM mengatakan, sebenarnya yang

melakukan penamparan lebih dulu adalah Renny. Mendapat tamparan dari Renny, ia pun secara reflek me- nampar kembali Renny. “Tidak be- nar saya mencolek dagunya. Saya han- ya menunjuk-nunjuk matanya. Yang jelas saya ditampar lebih dulu oleh Renny. Jadi kita memang sama-sama emosi dan saya juga tudak mampu menahan emosi,” katanya. Sementara itu, mengenai sikap Renny yang akan melaporkan keja- dian ini ke pihak berwenang, den- gan santai ia mengatakan, memper- silahkannya karena itu hak warga negara. Meski begitu, dirinya juga akan mengadukan peristiwa ini ke polisi. “Namun, saya akan melapor- kan kejadian ini ke atasan saya ter- lebih dulu,” katanya. Kepala Sudin Kominfomas Jakar- ta Timur, Yunus Azizy mengatakan, akan menyelediki kejadian ini secara utuh. Ia berjanji akan menindak tegas siapapun stafnya yang terbukti melakukan tindak kekerasan. “Saya harus tahu persis kejadian ini seperti apa. Jika ada yang terbukti bersalah, akan saya tindak tegas sesuai keten- tuan yang berlaku. Pada prinsipnya kami tidak akan mentolerir pegawai yang melakukan kesalahan. Terlebih jika hal itu dilakukan seorang abdi masyarakat,” tandasnya. Tim

WARGA KELUHKAN LIMBAH RSKD DURENSAWIT

Jakarta, Metropolitan Pos

Warga yang bermukim di RW 06, Pondokbambu, Durensawit mengelu- hkan keberadaan limbah cair di salu- ran air wrga yang diduga berasal dari Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Durensawit. Atas temuan ini, warga telah melayangkan surat protes sejak 10 Oktober lalu, namun hingga kini tak kunjung mendapatkan tanggapan dari pihak terkait. Selain menebar aro- ma tidak sedap, jika dibiarkan dikha- watirkan akan menimbulkan jentik nyamuk. Lokasi pemukiman warga sendiri berada tepat di belakang RSKD Durensawit. Ketua RW 06 Pondokbambu, Muhammad Fauzi mengatakan, dalam keluhan yang tercantum dalam surat bernomor 08/RW.06/X/2011, warga mengeluhkan beberapa hal seperti,

limbah yang diduga berasal dari RSKD memasuki saluran air milik warga di Jl Buluh Perindu Raya. “Limbah cair ini masuk ke saluran warga hingga me- nebarkan aroma tak sedap. Kami sudah layangkan surat protes namun hingga kini tak kunjung ditanggapi,” ujar Muhammad Fauzi, Jumat (4/11). Lurah Pondokbambu, Budhy Novian mengaku, belum menerima tem- busan surat warga yang mengeluhkan keberadaan limbah cair tersebut. Ken- dati begitu, ia berjanji akan menindak-

3 METROPOLITAN EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 Bank DKI G

lanjutinya dengan melakukan pengece- kan ke lokasi. “Kami akan tindaklanju- ti, apakah pengaduan warga sesuai den- gan fakta atau tidak,” katanya. Kabag Umum dan Pemasaran RSKD Durensawit, Dia Ekowati membantah jika limbah cair rumah sa- kit memasuki saluran air di pemuki- man warga. Sebab, dikatakannya, lim- bah yang berasal dari rumah sakit telah melalui instalasi pengolahan limbah dan dipastikan cairan yang keluar dari in- stalasi pengolahan limbah tidak mem- bahayakan warga maupun ekosistem yang ada. “Tidak ada limbah kami yang mencemari lingkungan warga. Setiap limbah yang kami hasilkan telah mela- lui instalasi pengolahan limbah. Kami juga melakukan uji baku mutu sebagai prosedur tetap yang dilakukan pihak rumah sakit,” katanya. Tim

4
4
EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011
EDISI: 016
TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

MEGAPOLITAN

SEKILAS

Kota Tangerang akan Terima 68 unit Perlengkapan e-KTP

Tangerang, Metropolitan Pos Untuk memperlancar pelaksanaan e-KTP di Kota Tangerang, pemerintah pusat akan memberikan perlengkapan tambahan seban- yak 68 unit perangkat computer disertai per- lengkapan lainnya. Perlengkapan tersebut akan datang ke Kota Tangerang pada tanggal 5 sampai 12 November 2011 yang nantinya akan disebar ke 13 kecamatan sesuai dengan kebutuhan dan jumlah masyarakat yang wajib KTP. Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil(Dukcapil) Kota Tangerang, Raden Rina Hernaningsih bahwa pengiriman per- lengkapan tambahan ini untuk memperlancar pelaksanaan program e-KTP di Kota Tangerang. “Pemerintah pusat akan mengirimkan per- lengkapan penunjang e-KTP sebanyak 68 unit computer,” ungkap Rina Hernaningsih. Rina menambahkan, untuk satu perangkat computer dapat melayani wajib KTP seban- yak 15 ribu jiwa wajib KTP. “Nantinya penyebaran perlengkapan tambahan dari pe- merintah pusat ini, akan disesuaikan dengan jumlah wajib KTP,” imbuhnya. Sampai saat ini, data masyarakat yang telah terekam sebanyak 157.645 jiwa. Untuk memperlancar pelaksanaan ini, Rina meng- himbau kepada masyarakat yang telah menda- patkan undangan dari kecamatan masing-mas- ing agar segera datang untuk melaksanakan pemotretan dan sebagainya. “Masyarakat harus bekerjsama dengan pemerintah agar program e-KTP ini berjalan dengan lancar,”pungkasnya. Erwin

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2011

Tangerang, Metropolitan Pos

Lapangan Maulana Yudha Negara, Tigar- aksa pagi tadi dipadati ratusan orang dengan berbagai seragam dan identitas masing-masing. Mereka menghadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2011 yang ke 83. Tak biasanya, cuaca mendung saat itu tu- rut menemani kehidmatan para peserta upac- ara yang hadir. Berbagai atribut seprti Korpri, Pramuka, KNPI, Guru-guru, para pejabat ek- sekutif, DPRD, juga unsur Muspida turut hadir memadati lapangan milik pemerintah itu. Dalam upacara yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati, H. Rano Karno itu, Bupati Tangerang H. Ismet Iskandar menyampaikan sambutan Menteri Pemuda dan Olah Raga yang menekankan perlunya kaum muda ikut berkreatif dan aktif dalam membangun bangsa. “Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-83 tahun ini mengangkat tema ‘BANGUN PE- MUDA INDONESIA YANG BERJIWA

WIRAUSAHA, BERDAYA SAING, DAN PEDULI SESAMA’. Tema tersebut menga- ndung pesan bahwa langkah menuju Indone- sia yang berdaya saing dan bermartabat san- gat bergantung pada karakter pemuda yang kokoh serta mengedepankan akhlak mulia di atas semangat persatuan dan kesatuan Indo- nesia. Karakter yang kokoh ini bercirikan se- mangat patriotik, jiwa nasionalis, jati diri yang mengakar, berwawasan luas, kecerdasan yang mencerahkan, kepedulian yang merekatkan, serta keteguhan untuk bersatu yang semuan- ya dinaungi oleh nilai-nilai Pancasila dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indone- sia,” demikian disampaikan Bupati. Tim

Bintek Aplikasi Data Tak Terstruktur di Diskominfo Jabar

Bekasi, Metropolitan Pos Pada Rabu, 19 Oktober 2011 Diskominfo Kabupaten Bekasi dalam hal ini diwakili Bidang Penyajian dan Pengolahan Data, Seksi Penye- diaan dan Penyajian Data mengikuti Bimbingan Teknis (Bintek) Aplikasi Data Tak Terstruktur di Bandung tepatnya pada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat. Bintek Apilkasi Data Tak Terstruktur di fokuskan bagi Para Pengelola Data atau Web pada masing-masing SKPD di masing-masing Kabu- paten dalam lingkup Provinsi Jawa Barat. Melalui Bintek ini masing-masing peser- ta dibimbing dalam beberapa tahapan tutori- al untuk mengenal dan bisa memanfaatkan Aplikasi Pengolah Data Tak Terstruktur. Di- mana dengan diberdayakannya Aplikasi yang berbasis Web ini diharapkan kedepannya ter- jalin komunikasi data dan file yang lebih mudah antar SKPD di masing-masing Kabu- paten se- Jawa Barat. Dengan adanya kemudahan dalam berba- gi data dan file sudah barang tentu akan mem- berikan manfaat besar dalam perkembangan masing-masing kabupaten dimana informasi merupakan hal penting bagi semua orang dan kemudahan akan akses informasi adalah fak- tor penting pendukung kemajuan pemban- gunan di era globalisasi saat ini. Dewi

4 EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 MEGAPOLITAN SEKILAS Kota Tangerang

DPRD Bekasi Minta Pemprov DKI

Naikkan Dana Kompensasi Sampah

Bekasi, Metropolitan Pos DPRD Kota Bekasi meminta Pemda DKI Jakarta untuk menaikan dana kompensasi sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang sebesar 6 hingga 7 persen dari perjanjian semula. De- sakan DPRD ini disebabkan harus mengikuti harga pasar dan kebutuhan warga saat ini.

Anggota Komisi C DPRD Kota Bekasi Ahmad Ustuchri mengata- kan, dana kompensasi itu wajib di- naikan oleh DKI Jakarta. Apalagi ini sudah menjelang akhir tahun 2011. “Sudah selayaknya dana ko- mpensasi tersebut dinaikan oleh DKI Jakarta, pembayaran dana kompensasi sampah tersebut saat ini dirasa masih sangat kecil diter- ima warga Bekasi,” katanya. Menurutnya, dana kompensa- si yang dibayarkan oleh DKI Jakar- ta sebesar Rp 107 ribu/ton dengan

pembayaran dilakukan secara tri- wulan oleh DKI Jakarta masih ter- lalu rendah. Bahkan, pembayaran yang dilakukan oleh DKI Jakarta biasanya terlambat dan tidak te- pat waktu. Sehingga hal itu san- gat merugikan warga Bekasi. Dana kompensasi sampah yang menjadi kewajiban DKI Jakarta rata-rata Rp 16 miliar per bulan, dari volume sampah 5.200 hingga 5.300 ton per hari yang dibuang. Untuk nilai Kompensasi setiap ton sampah sebesar Rp 107 ribu.

Untuk itu, DPRD Kota meminta pihak DKI Jakarta untuk menaikan pembayaran dana kompensasi sam- pah diawal tahun 2012. Kenaikan 6-7 persen dari perjanjian awal di- anggap cukup memadai. Terkait dana kompensasi sam- pah ini sempat dikeluhkan oleh Pemkot Bekasi melalui BPLH yang menyatakan pembagian dana ko- mpensasi tidak transparan. Pasal- nya, dana kompensasi untuk masyarakat di sekitar TPST terse- but dirasa sangat tidak masuk akal. Berdasarkan catatan BPLH, dana kompensasi atau disebut communi- ty development sebesar 20 persen. Bila dirupiahkan mencapai Rp3.2 milyar dari total nilai kompensasi yakni Rp16 milyar yang diserahkan Pemda DKI kepada PT Godang Tua Jaya (GTJ) bersama dengan dana pengelolaan teknis terkait TPST Ban- tar Gebang selama ini. Tim

Pra Desain RSU Kota Tangerang Sedang Berjalan

Tangerang, Metropolitan Pos Pemerintah Kota(Pemkot) Tangerang melalui Dinas Tata Kota(DKT) tengah melakukan proses Detail Engineering Design(DED) dalam tahapan pra desain terhadap lahan yang akan dijadikan sebagai Rumah Sakit Umum(RSU) Kota Tangerang. Menurut Kepala Dinas Tata Kota(DTK) Kota Tangerang, Meita Bachraeni bahwa kini pihaknya tengah melakukan pengkajian(DED) terhadap lahan fasos fasum Moderland tersebut yang akan dijadikan sebagai RSU Kota Tangerang. “Untuk saat ini Detail Engineering Design baru dalam tahan pra desain dan membutuhkan waktu satu bulan setengah. Dan untuk prosesn- ya lebih matang Detail Engineering Design dilakukan pada Januari 2012,” ungkap Meita. Iwan Nursamsu yang menjabat sebagai kepala seksi perencanaan teknis bangunan pada dinas tata kota men- gungkapkan jika DED pra desain ini untuk mengatahui kondisi struktur bangunan yang akan dijadikan sebagai RSU Kota Tangerang. “Kajian ini melipu- ti perencanaan fisik bangunan, pemban- gunan fisik bangunan hingga denah lokasi dari RSU Kota Tangerang. Untuk pengkajian ini, kami bekerjasama dengan konsultan,”imbuhnya. Iwan menambahkan, jika RSU Kota Tangerang berdiri diatas lahan 1,4 hektar dan DED pra desain ini akan selesai pada pertengahan desember 2011. “Ini baru tahap awal saja, sehingga pada proses pengkajian lebih dalam yang akan dilakukan 2012 mendatang tidak akan membuang waktu lagi. Sebab untuk pra desainnya sudah dilakukan,” paparnya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Wibisono menjelaskan, RSU Kota Tangerang merupakan RS tipe C yang siap melayani masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya dengan kapasitas 100 tempat tidur. Pembangunan RSU Kota Tangerang ini sebagaii wujud kepedulian Pemerintah Kota Tangerang terhadap masyarakat dalam bidang kesehatan. Erwin Sinaga

DPRD Kota Tangerang Dukung Upaya Pemkot Atasi Banjir

Tangerang, Metropolitan Pos

Dewan Perwakilan Rakyat Daer- ah (DPRD) Kota Tangerang, men- dukung penuh upaya Pemkot Tangerang untuk mengatasi masalah banjir yang kerap mengintai warga kota saat musim penghujan tiba. Hingga saat ini, dikatakan M Sjaifuddin, anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Pemkot sudah ber- hasil mengatasi permasalahan genangan dan banjir di 20 titik. Kese- muanya telah selesai pada tahun 2011 ini, sedangkan sisanya akan di- lanjutkan pada 2012 mendatang. “Menurut Pemkot Tangerang dari 60 titik banjir, 20 diantaranya sudah bisA diatasi tinggal 40 titik yang harus dilan- jutkan. kami mengapresiasi dengan up-

aya yang dilakukan Pemkot untuk meminimalisir lokasi titik banjir,” ucap- nya saat ditemui, Jumat (4/11) lalu. Ia mengatakan bahwa untuk men- gatasi permasalahan banjir di 40 titik bukanlah hal mudah, pasalnya Pemkot tidak bisa sendirian dalamn mengatasi masalah ini, melainkan diperlukan dukungan baik dari pemerintah provinsi ataupun pemerintah pusat. Seperti dicontohkan anggota frak- si PAN ini pengerjaan normalisasi sungai dan penurapan tidak akan rampung bila hanya dikerjakan oleh Pemkot saja, karena terbentur ang- garan, sehingga diperlukan turun tangan dari pusat dengan bantuan kucuran dana dan pengerjaannya. “Masalah banjir ini tidak dapat dis-

elesaikan sendiri oleh Pemkot, tapi ini kerja lintas sektoral yang tidak hanya dilingkungan Pemkot melainkan juga Pemprov dan Pusat,” katanya. Untuk 2012 hingga 2014 menda- tang dikatakan Sjaifuddin Dinas PU Kota Tangerang sudah membuat pro- gres antisipasi dan penanganan banjir di Kota Tangerang diantaranya seperti ,normalisasi sungai dan saluran pem- buangan, perbaikan turap , pengada- an pompa, pembuatan sumur resapan. Sedangkan persiapan yang rutin dilakukan untuk mengantisipasi ban- jir, Dinas PU sudah menyediakan be- berapa hal seperti, pompa berjalan, karung palstik, pasir, beku, dan pe- masangan alarm sinyal banjir. “ An- tisipasi pasti sudah dilakukan dinas

terkait, seperti pemasangan alaram sinyal banjir yang dipasang di beber- apa lokasi rawan banjir seperti Ciledug Indah 1 dan 2, Wisma Tajur, Pondok Bahar dan Total Persada. Beberapa lokasi yang dikatakan Sjaifuddin sudah diselesaikan Pemkot adalah Priuk Jaya, Unilever, Margasa- ri, P&K, Bajar Wijaya, Poris Gaga, Ba- bakan Kali Pasir, Mekar Sari , Regenci 1 Sudimara Selatan,Gondrong Kenan- ga, Ketapang,GJA Cikokol, Bugel Mas, Cimone Permai, Poris, MH Thamrin. Komisi IV melalui Sjaifuddin mem- berikan masukan kepada Pemkot agar Dinas PU dapat memastikan seluruh gor- ong-gorong dan drainase tidak tersum- bat dan dapat menyalurkan air ke sun- gai yang ada diwilayahnya. Erwin

Izin Susah, Perkembangan Properti Tangsel Mandek

Tangerang, Metropolitan Pos

Asosiasi Real Estate Broker Indone- sia Banten, mengungkapkan, pengembangan properti di Kota Tangerang Selatan, Banten, tersen- dat akibat tiga hambatan meliputi ketidakpastian hukum menyangkut perizinan, infrastruktur dan kemac- etan. Terutama soal perizinan yang kerap dimanfaatkan oknum tidak ber- tanggung jawab. Demikian dikatakan Ketua Asosia- si Real Estate Broker Indonesia (ARE- BI) Banten, Nurul Yaqin di Tangerang, Selasa (1/11). Untuk ketidakpastian hukum menyangkut perizinan, lanjut Nurul, soal izin masih menjadi kelu- han pelaku usaha properti. Pasalnya, selama ini pelaku usaha mengeluhkan berbelitnya pengurusan izin. “Bany- aknya biaya tak terduga pada saat menginvestasikan modalnya di Tang- sel. Ini akan menghambat investor yang datang,” katanya. Nurul mengatakan, Pemkot Tang- sel juga diminta untuk transparansi terkait biaya perizinan. Karena itu,

selama ini tidak pernah ada sosialisa- si maupun keterbukaan terkait be- sarnya biaya urus perizinan. “Paling tidak, pengusaha diberi- kan informasi dan dipublikasikan melalui media tentang biaya periz- inan terbaru,” katanya. Menurut dia, hal ini dapat diman- faatkan oleh oknum yang tidak ber- tanggungjawab. Selain itu, pelaku usaha rentan dimanfaatkan birokrat hingga proses perizinan dipersulit dengan berbagai alasan. “Maka dari itu, perlu adanya sin- ergi antara pelaku usaha dengan Pemkot. Agar sama-sama mengun- tungkan. Kalau perizinan dipersulit investor pun enggan menginvestasi- kan modalnya,” katanya. Selain proses perizinan, infrastruk- tur dan kemacetan di kota hasil pe- mekaran Kabupaten Tangerang ini pun harus segera dibenahi. Sebab, kedua hal tersebut sangat penting bagi pelaku usaha. “Kalau infrastrukturnya tidak baik, bagaimana pelaku usaha meng-

investasikan modalnya,” katanya. Sebelumnya, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangsel telah mengalokasikan dana sebesar Rp 106 miliar untuk memperbaiki infrastruktur. Rinciannya Rp 76 mil- iar untuk pembangunan atau pen- ingkatan jalan dan jembatan dengan 123 pekerjaan. Kemudian Rp 30 mil- iar untuk penanganan masalah

drainase, normalisasi kali dan pen- anggulangan banjir dengan 100 pe- kerjaan. Keseluruhan dana tersebut beras- al dari APBD tahun 2011. Dari aloka- si Rp76 miliar, Pemkot Tangsel akan pergunakan dana tersebut untuk memperbaiki 57,15 kilometer jalan kota dan jalan poros serta pemeli- haraan sejumlah jembatan. Tim

4 EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 MEGAPOLITAN SEKILAS Kota Tangerang
EKONOMI & BISNIS 5 EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 SEKILAS
EKONOMI & BISNIS
5
EDISI: 016
TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011
SEKILAS
Indonesia Perlu Mengembangkan
SPBU Baloi Sediakan
BBM Solar Non Subsidi
Komoditi Penunjang Ketahanan Pangan
Batam, Metropolitan Pos
Wakil Walikota Batam, Rudi, SE, MM mengajak
masyarakat untuk membiasakan budaya malu dan bu-
daya sadar bagi masyarakat yang mampu untuk
mengkonsumsi BBM subsidi dan segera beralih ke
BBM Non subsidi. Hal tersebut disampaikan Rudi usai
me-launching SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar
Umum) BBM Solar Non Subsidi milik PT. Gasolin
Cipta Dipta, Baloi Indah, Jumat (4/11). Rudi melaku-
kan pengguntingan pita menandai diluncurkannya
SPBU Solar Non Subsidi tersebut, dilanjutkan pengan
pengisian BBM non subsidi jenis solar untuk pertama
kalinya dan penempelan sticker pada kendaraan indus-
tri yang menandai bahwa kendaraan tersebut meng-
gunakan BBM Non Subsidi.
Rudi juga menuturkan bahwa pemerintah sangat
mengapresiasi penerapan penggunakan bahan bakar
minyak (BBM) jenis solar non subsidi kepada seluruh
kendaraan berat yang beroperasi untuk menunjang ind-
sutri di Batam. “Karena bagaimanapun Pemerintah
melakukan pengawasan dan pengendalian tetap tidak
akan mampu menjaga sepenuhnya distribusi BBM,”
jelasnya. Untuk itu, dibutuhkan kesadaran para peng-
guna BBM untuk membiasakan budaya malu bila meng-
gunakan BBM sesuai haknya.
Launching ini merupakan tidak lanjut atas per-
masalahan yang dihadapi kota Batam beberapa waktu
yang lalu, yaitu sisa quota BBM bersubsidi yang tidak
mencukupi kebutuhan masyarakat Batam. Untuk itu,
PT Pertamina Area Kepulauan Riau bersama dengan
Tim pengendalian dan pengawasan BBM subsidi
menunjuk satu SPBU khusus untuk menjual solar non
subsidi. SPBU ini akan melayani seluruh kendaraan
berat yang beroperasi untuk menunjang indsutri di
Batam, yang melalui surat edaran Walikota sudah meng-
haruskan penggunakan BBM jenis solar non subsidi.
Menurut keterangan dari General Manager BBM
Retail Pertamina Wilayah pemasaran Sumbagut, Ghandi
Sri Widodo, peluncuran produk BBM non subsidi je-
nis Solar ini merupakan yang pertama di wilayah pe-
masaran Sumbagut. Hal tersebut sebagai bentuk ko-
mitmen Pertamina bersama Pemko Batam untuk
menyediakan pasokan BBM yang cukup bagi
masyarakat, seiring dengan pembatasan distribusi BBM
subsidi jenis Solar di seluruh SPBU. Pirton
Serang, Metropolitan Pos
Pemerintah Provinsi Banten yang diwakili Wakil Gu-
bernur Banten-HM.Masduki, Kamis (20/10), mengikuti
Peringatan Hari Pangan se-Dunia (HPS) XXXI di Kabu-
paten Bolango, Provinsi Gorontalo. Bersama Wakil Gu-
bernur, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Ban-
ten-Eneng Nurcahyati juga turut terlihat hadir.
Menurut Wakil Presiden RI-Bo-
ediono menyatakan keadaan pan-
gan secara umum di Indonesia saat
ini masih bisa mengimbangi per-
tambahan penduduknya,
meskipun hanya dengan cara yang
pas-pasan. Oleh karena itu, kondisi
pangan Indonesia masih mengand-
ung kerawanan.
“Situasi pangan kita belum
sepenuhnya aman, apalagi kalau
melihat ke depan penduduk kita
masih terus bertambah. Tanpa lang-
kah-langkah yang sungguh-sung-
guh, sistematis, dan kita laksanakan
sekarang, kerawanan pangan ham-
pir pasti akan terus menghantui kita
bangsa Indonesia” ujarnya.
Dengan pemanfaatan teknologi
yang tepat dan pengelolaan sum-
ber daya yang baik, Indonesia akan
dapat menghasilkan pangan lebih
dari yang dibutuhkan pendudukn-
ya. “Indonesia akan mampu mem-
berikan sumbangan terhadap pe-
menuhan kebutuhan pangan dun-
ia. Kuncinya adalah bagaimana
kita mengelola sumber daya kita
sebaik dan seproduktif mungkin”
tambahnya.
Sementara Menteri Pertanian
RI-Suswono mengatakan bahwa In-
donesia membutuhkan teknologi
yang adaptif dalam mengembang-
kan komoditi penunjang ketahan-
an pangan di negara tersebut.
“Saat ini kita belum menggunakan
teknologi yang memadai, sehingga
perubahan iklim bisa sangat mem-
pengaruhi produksi pangan di In-
donesia” kata Menteri Pertanian.
Untuk itu, Hari Pangan Sedun-
ia menjadi momen penting dalam
membangkitkan kesadaran dan
perhatian masyarakat
dalam penanganan masalah
pangan baik di tingkat global,
regional maupun nasional.
HPS tahun ini diperingati oleh
186 negara anggota Food and Agri-
culture Organization (FAO), terma-
suk Indonesia yang memperingatin-
ya secara nasional setiap 16 Oktober.
Peringatan Hari Pangan se Du-
nia XXXI kemudian dibuka oleh
Wakil Presiden yang ditandai den-
gan pemukulan alat musik tradis-
ional Gorontalo yaitu Palo-palo.
Dalam kesempatan tersebut
Wakil Gubernur Banten berkesem-
patan meninjau pameran dan lom-
ba cipta menu yang dalam kegia-
tan tersebut Provinsi Banten ikut
berpartisipasi sekaligus memberi-
kan dukungan moral.
Berbekal sumber daya lokal
Banten dan dukungan Badan Ket-
ahanan Pangan Provinsi Banten,
Provinsi Banten dalam lomba cip-
ta menu menampilkan berbagai
macam kue (cake) yang berbahan
baku dari Talas Beneng. Leonard
Optimalkan Peran Perbankan
Dalam Pemberdayaan UMKM
2012 Bangun Pusat Pengembangan
Industri Petrokimia
Batam, Metropolitan Pos
Ekspor Tembakau Sumut
Naik 4,03 Persen
Medan, Metropolitan Pos
Nilai ekspor tembakau Sumatera Utara hingga Septem-
ber naik 4,03 persen dari tahun lalu atau mencapai 171,510
juta dolar AS meski ada penurunan permintaan dan harga
akibat krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Sumut, Darwinsyah, di Medan, Jumat, mengatakan,
pada Januari-September tahun lalu, nilai ekspor ko-
moditas itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik
(BPS) masih 164,865 juta dolar AS.
Meski ada penurunan penerimaan devisa di Sep-
tember sebesar 4,73 persen atau tinggal 18,976 juta
dolar AS dari Agustus yang mencapai 19,918 juta dolar
AS, tetapi secara total, nilai ekspor tembakau hingga
triwulan III masih bertumbuh 4,03 persen dan
menggembirakan.
Dia menyebutkan, penurunan nilai ekspor tem-
bakau itu diperkirakan cenderung karena dampak kri-
sis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa, bukan kare-
na sistem pelelangan yang sudah dialihkan ke Sumut
dari Bremen. “Soal lelang yang dialihkan di dalam negeri
tampaknya tidak ada pengaruh negatif karena nilai ek-
spor masih stabil, bahkan bertumbuh,” katanya.
Ekspor tembakau Sumut hingga dewasa ini juga
masih terbesar ke Jerman.
Kepala Urusan Humas PT.Perkebunan Nusantara
2, Rahmuddin, sebelumnya mengakui bahwa lelang tem-
bakau sudah mulai dilakukan di Sumut.
Meski demikian, kata dia, perusahaan tetap juga
mengirim contoh tembakau tersebut ke Bremen agar
pedagang di negara itu atau dari negara lain bisa melihat
tembakau yang akan dilelang di Sumut.
Kalau pedagang asing berminat bisa melakukan pe-
mesanan langsung, katanya.
Sistem pelelangan di dalam negeri dilakukan untuk
meningkatkan efisiensi khususnya dari biaya
penyewaan gudang penyimpan tembakau di Bremen
dan mengenalkan Indonesia khususnya Sumut sebagai
daerah produsen. happy
Serang, Metropolitan Pos
Pada Tahun 2012 di Provinsi Banten akan dibangun Pusat
Kajian dan Pengembangan Industri Petrokimia Nasional atau
‘Center of Excellent Industri Petrokimia Nasional’ yang diren-
canankan dibangun di Kawasan Pusat Pemerintahan Provin-
si Banten (KP3B).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Ban-
ten Hudaya Latuconsina di Serang, Jumat mengatakan, pu-
sat kajian dan pengembangan industri Petrokimian Nasional
tersebut, merupakan Program dari Kementerian Perdagan-
gan dengan anggaran yang dialokasikan dari APBN sekitar
Rp20 miliar untuk pembangunannya, tetapi lahan untuk
lokasi pembangunannya diminta disediakan oleh Pemerin-
tah Provinsi Banten. “Banten terpilih sebagai salah satu dari
tiga daerah yang akan dibangun ‘Center Of Excellent Indus-
tri Petrokimia Nasional’, karena di Banten banyak industri
Petrokimia,” kata Hudaya.
Menurutnya, berdasarkan Detain Enginering Design
(DED) dan Feasibility Study (FS) lokasi yang tepat untuk pem-
bangunan pusat kajian Industri Petrokimia tersebut berada
di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) kare-
na lokasinya strategis dan berada di pusat pemerintahan
Provinsi Banten di Kota Serang, dengan lahan yang harus
disediakan minimal 6000 meter persegi.
“Surat permohonan lahannya sudah disampaikan kepada
gubernur Banten dari Kementerian Perdagangan. Tinggal
menunggu persetujuan gubernur,” kata Hudaya.
‘Center Of Excellent Industri Petrokimia Nasional’ nantin-
ya akan dijadikan sebagai pusat pengembangan informasi dan
riset Industri Petrokimia Nasional serta berkumpulnya para
ahli Industri Petrokimia dalam melakukan kajian dan ‘work-
shop’ terkait dengan Industri Petrokimia.
Hudaya mengatakan, di wilayah Banten ada sekitar 35
perusahaan pendukung utama industri Petrokimia dan satu
industri besar Petrokimia yakni PT Chandra Asri yang bera-
da di Kota Cilegon.
Selain di Banten, pada 2012 pemerintah pusat juga akan
membangun sarana yang serupa di daerah lainnya yang
memiliki banyak industri Petokimia baik industri hilir dan
bahan baku seperti di Jawa Timur dan Kalimantan Timur.
“Pemerintah Provinsi Banten tentunya akan sangat men-
dukung keberadaan ‘Center Of Excellent Industri Petrokimia
Nasional’ tersebut,” kata Hudaya. Leonard
Persoalan penting dalam pengembangan
Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM)
adalah berkaitan dengan volume pembiayaan
yang masih kecil untuk modal kerja dan in-
vestasi. Sedangkan untuk terus mendorong
pengembangan UMKM di Kota Batam, per-
anan pemerintah saja tidak akan cukup.
Karenanya Pemko Batam membutuhkan duku-
ngan dari pihak perbankan untuk menggiatkan
UMKM di Kota Batam. Demikian disampai-
kan Wakil Walikota Batam, Rudi, SE, MM
dalam sambutannya ketika melakukan dialog
dengan pihak Perbankan tentang Keberpiha-
kan Perbankan terhadap UMKM di Batam.
Bertempat di ruang rapat Kantor Walikota
Batam, dialog tersebut di selain menghadirkan
pihak bank milik negara dan swasta serta lem-
baga penjaminan yang lain, juga mengundang
pelaku UMKM.
Menurut Rudy, keberpihakan bank sangat
menentukan pertumbuhan UMKM dan sektor
potensial yang banyak berkembang di Batam
namun belum diimbangi dengan volume pembi-
ayaan perbankan yang memadai. “Bentuk ke-
berpihakan bank terhadap UMKM bisa dilaku-
kan dalam berbegai bentuk kebijkan dan Bank
harus proaktif mencari kader potensi usaha baru
di daerah yang akan ditumbuhkan, tentunya
dengan pengawasan Dinas PMPKUKM sebagai
pembina UMKM, ” jelasnya.
Rudi memaparkan bahwa selama ini persyara-
tan kredit bagi UMKM yang diajukan pihak Bank
sangat ketat dan setara dengan perusahaan besar.
Padahal UMKM memerlukan persyaratan yang
lebih sederhana dan perhitungan resiko modal ter-
hadap kredit itu jangan terlalu berat.
Penyaluran pinjaman ini sangat penting
berkaitan dengan upaya Pemko untuk men-
ingkatkan kewirausahaan atau entrepreneur-
ship. Dengan dukungan terhadap usaha di-
harapkan penghasilan rumah tangga makin baik
sehingga kemiskinan dan pengangguran
berkurang. Dengan tujuan yaitu mempercepat
pengembangan sektor riil dan pemberdayaan
Usaha Mikro Kecil dan Menengah, meningkat-
kan akses pembiayaan kepada UMKM dan
Koperasi dan penanggulangan kemiskinan ser-
ta perluasan kesempatan kerja di Kota Batam.
Jhonson dari Bank Indonesia menangga-
pi, bahwa sebenarnya dari sisi perbankan
sendiri juga membutuhkan kehadiran pelaku
UKM sebanyak-banyaknya. Dan sangat
mendukung berkembangnya UMKMdi Kota
Batam. Dari segi distribusi risiko, perbankan
cenderung menyukai membiayai sektor
UMKM sebanyak-banyaknya karena distri-
busi risikonya menjadi lebih menyebar. Jadi
kalau ada sebagian kecil pengusaha UKM yang
bangkrut, rasio kredit bermaslaah (NPL) yang
dipikul oleh bank tetap kecil. Beda halnya
kalau bank hanya membiayai beberapa pel-
aku usaha di sektor korporasi besar. Apabila
terjadi kesulitan dengan korporasi ini, maka
bank akan menanggung NPL yang jauh lebih
besar sehingga berpotensi mengancam eksis-
tensi bank. Namum Perbankan mengharap ke-
berpihakan perbankan terhadap pelaku
UMKM dalam bidang permodalan harus
didukung oleh pemerintah dan regulator, dalam
hal ini adalah Bank Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Rudi juga
menawarkan pada pihak perbankan untuk
melakukan kerjasama dalam memperbaiki dan
memperindah fasilitas publik yang ada di Batam.
Pemko akan sepenuhnya mendukung pembena-
han dan perbaikan yang dilakukan oleh pihak
Bank terhadap badan jalan, jalur hijau, halte
bus ataupun fasilitas umum lainnya, tentunya
dengan kontribusi yang dapat di berikan kepa-
da pihak pemerintah dalam membangun dan
memperindah tampilan Kota Batam.
Hadir dalam kesempatan tersebut perwak-
ilan dari Bank Permata, Bank Tabungan Nega-
ra (BTN), BTN Syariah, Bank Mandiri,Bank
Syariah Mandiri, Panin Bank, Bank Negara
Indonesia (BNI), BNI Syariah, Bank Mega,
CIMB Niaga, NISP Bank, Bank Internasional
Indonesia (BII), Bank Kesawan, Bank Cen-
tral Asia (BCA) Bank Arta Graha, BPR
Syarikat Madani, BPR Dana Mitra Sukses,
BPR Majestic Golden Raya, BPR Sejahtera
Batam, BPR Mitra Dana, BPR Artha Prima
Perkasa dan Bank Muamalat. Pirton
EKONOMI & BISNIS 5 EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 SEKILAS

Sosialisasi Pajak Reklame di Kota Batam

Batam, Metropolitan Pos

Wakil Walikota (Wawako) Batam, Rudi, SE, MM meminta para pengusa- ha periklanan atau reklame memaha- mi dan beradaptasi dengan produk hu- kum yang baru termasuk Peraturan Walikota yang sedang disosialisaikan ini agar tidak melanggar ketentuan yang berlaku. “Saya berharap agar para pen- gusaha periklanan bisa beradaptasi den- gan baik terhadap produk hukum yang telah dikeluarkan,” kata Wawako dalam sambutannya ketika membuka Sosial-

isasi Peraturan Walikota Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelak- sanaan Pajak Reklame Kota Batam. Se- lasa (1/11) bertempat di Crown Ballroom Hotel Vista, selain di hadiri oleh wajib pajak yang merupakan pengusaha re- klame, sosialisasi juga di hadiri oleh Di- nas dan Instansi terkait serta Camat dan Lurah se-kota Batam. Dalam sambutannya Wawako mengharapkan dengan Peraturan Wa- likota Batam Nomor 24 tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pajak

Reklame Kota Batam akan berimplikasi terhadap efektifitas pelaksanaan pemu- ngutan pajak reklame dan meningkat- kan Pendapatan Asli Daerah. Adapun besaran pajak dalam Perwa- ko nomor 24 tahun 2011 ini tidak men- galami perubahan, yaitu tetap 15%. Pe- rubahan hanya dilakukan pada NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dan nilai strate- gis, dengan memperhatikan perkemban- gan pembangunan kota Batam serta tetap mempertimbangkan tingkat ke- mampuan masyarakat di Kota Batam

Perubahan yang cukup mendasar adalah tidak di kenakannya pajak ter- hadap nama pengenal usaha atau pro- fesi, yang dipasang melekat pada ban- gunan tempat usaha atau profesi den- gan ketentuan tidak lebih dari 10% dari luas bidang bangunan. “Oleh sebab itu, sosialisasi itu dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan memberikan pemahaman terhadap para pengguna jasa agar pemasangan reklame aman, tertib dan berim- bang,” ujarnya. Pirton

6
6
EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011
EDISI: 016
TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

PENDIDIKAN & IPTEK

Mutu Pendidikan di Ketapang Rendah

Ketapang, Metropolitan Pos Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Hen- drikus Jahilin mengungkapkan mutu pendidikan di daerah itu, masih sangat rendah, perlu keseriusan yang lebih un- tuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain.

Pernyataan itu diutarakan Hen- drikus Jahilin usai dilantik menjadi Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupat- en Ketapang. “Banyak yang perlu kita perbaiki di dunia pendidikan Ketapang, saat ini kita masih sangat rendah dalam hasil UN, nomor dua dari belakang se

Kalbar,” kata Hendrikus Jahilin. Hendrikus Jahilin perogram per- tama yang harus dibenahi dalam du- nia pendidikan Ketapang, adalah data base penyebaran guru di daerah itu, tingkat TK, SD, SMU, dan SMK. Saat ini menurutnya masih banyak sekolah kekurangan guru ditengah

ada kelebihan di sekolah lain. Untuk mendongkrak kualitas guru di daerah itu pun menurut Hendrikus Jailin, Pemerintah Daerah setempat nantinya akan melakukan sejumlah pelatihan bagi guru, untuk membuat karya ilmiah. Dengan harapan gusru Ketapang nantinya tidak hanya men- tok di posisi 4a, tapi guru Ketapang nantinya bisa mencapai profesor. “Guru nantinya tidak lagi kita haruskan duduk dikantor setiap saat, namun saat jam kosong mereka harus melakukan penelitian untuk mem- buat karya ilmiah,” ungkap Hen- drikus Jahilin. A.Rahman

Peningkatan Kualitas Pendidikan Jadi Prioritas Pemkot Tangerang

Tangerang, Metropolitan Pos

Peningkatan kualitas pendidikan di Kota Tangerang, dari tahun ket- ahunnya terus jadi perhatian Pe- merintah kota (Pemkot) Tangerang. Bangunan sekolah yang bertingkat dan memiliki fasilitas memadai, peningkatan kualitas tenaga pendid- ik menjadi salah satu bukti keseriu- san Pemkot untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari ta- hap dasar yaitu pendidikan. Wakil Wali Kota Tangerang, Ar- ief Wismansyah mengatakan bah- wa tiga fokus pembangunan Kota Tangerang salah satunya adalah pendidikan, yang diimbangi den- gan infrastruktur dan kesehatan. Untuk itu pada tahun 2012 men- datang, Pemkot Tangerang berenca- na akan merampungkan pengerjaan sisa sekolah yang belum dibangun bertingkat. “ Untuk 2012 mendatang sekitar 30 sekolah yang akan kita

tingkat dan dibenahi, sedangkan yang lain sudah selesai pada program 2011 ini,” terang Wakil Wali Kota. Untuk kedepan Pemkot juga ber- harap dapat merealisasikan pemban- gunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) disetiap kecamatan yang ada di Kota Tangerang, dengan demikian wajib belajar dua belas tahun yang di- canangkan Pemkot dapat terealisasi. “Dengan mendekatkan sekolah dil- ingkungan masyarakat akan memacu masyarakat untuk bersekolah, tak hanya itu saja sekolah-sekolah di Kota Tangerang akan dilengkapi dengan la- bolatorium dan terstandarisasi kelas multimedia, dan ini sudah dimulai tahun ini,” ucapnya lagi. Diakui Wakil Wali Kota, bahwa masih ada angka putus sekolah anak usia sekolah dikota Tangerang, walau- pun jumlahnya cukup kecil, akan tetapi ini tetep menjadi fokus Pemkot untuk pembenahannya. Untuk itu

saat ini Pemkot tengah mendata jumlah anak putus sekolah dan anak kurang mampu yang nantin- ya akan ditanggung program mul- tiguna pendidikan. “Saat ini litbang sedang menda- ta dan memverifikasi ulang masyarakat penerima program multiguna, sehingga siswa tidak mampu dapat dibantu oleh Pemkot melalui program multiguna pen- didikan, verifikasi ini melibatkan aparat kecamatan hingga tingkat rt, sehingga tidak ada lagi yang ter- tinggal,” tegasnya. Dengan peningkatan kualitas pendidikan, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan taraf hidupn- ya dan melepaskan diri dari beleng- gu kemiskinan. Dengan pendidikan yang memadai masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai hingga dapat membiayai diri dan keluarganya. Tumbur

Partisipasi Pendidikan Anak Indonesia Terendah di ASEAN

Jakarta, Metropolitan Pos

Indonesia hingga kini masih men- jadi negara dengan angka partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) ter- endah di ASEAN berdasarkan laporan Unesco 2010. Disebutkan, Indonesia sebesar 20 persen, Filipina 27 persen,

Thailand (86 persen), Malaysia 89 persen dan negara yang belum lama merdeka Vietnam sebesar 43 persen. “Ini menjadi tantangan bagi pemer- intah bagaimana meningkatkan ang- ka partisipasi PAUD hingga bisa melam- paui negara tetangga Filipina,” kata Deputi Menko Kesra bidang Pendidikan dan Agama, Agus Sartono, kepada war- tawan, di Jakarta, Kamis (3/11). Kondisi itu, lanjut Agus Sartono, selaras dengan hasil Human Develop- ment Index (HDI) Indonesia yang po- sisinya lebih rendah diantara nega- ra-negara tersebut. “Ini membuktikan pembangunan PAUD kita berbanding lurus dengan mutu dari sebuah negara yang terd-

iskripsikan dalam HDI. Perlu kerja keras agar kita bisa sejajar dengan Thailand dan Malaysia,” ujarnya. Agus Sartono menjelaskan pent- ingnya PAUD bagi perkembangan sumberdaya manusia Indonesia. Fase pertumbuhan seorang anak usia 0-6 tahun disebut dengan masa emas atau golden period karena dimasa itu anak banyak menyerap semua ilmu, per- kataan atau perilaku orang yang ada di lingkungannya. Jika kemampuan anak terus di- latih, maka perkembangan otaknya akan berlangsung secara optimal. “Ha- sil penelitian Bloom menunjukkan pengembangan intelektual anak san- gat pesat pada tahun-tahun awal ke- hidupannya. Separo dari variabilitas kecerdasan anak terbentuk hingga usia 0-4 tahun. Kecerdasan itu meningkat hingga 30 persen pada usia 4-8 tahun. Sedangkan sisanya berkembang pada usia 8-15 tahun,” ucap Agus Sartono. Bahkan lebih jauh ia menjelaskan,

PLt. Gubernur Sumut :

rangsangan pengetahuan sejak dini berpengaruh pada perkembangan IQ hingga 10 unit IQ pada usia 0-4 tahun, kemudian sekitar 6 unit IQ pada usia 4-8 tahun. “Ini merupakan salah satu faktor penyebab mengapa Indonesia harus bekerja keras lagi untuk masa depan Indonesia yang leb- ih baik,” tuturnya. Pada kesempatan yang sama dipa- parkan pengalaman Tince Yulia Bam- bang, pengelola PAUD Yarsi Jakarta. Sarjana jurusan Teknologi Pendidikan IKUIP Jakarta tahun 1976 itu terjun ke dunia PAUD karena anak bungsu- nya saat masih duduk di taman kanak-kanak yang selalu enggan jika diantar ke sekolah. “Rupanya guru TK-nya tidak me- mahami karakteristik setiap anak, se- hingga semua mendapat perlakuan yang sama. Belajar dari pengalaman itulah saya mulai terjun ke PAUD den- gan anak saya sebagai salah satu mu- ridnya,” tutur Yulia. Tim

Indonesia Hadapi Tantangan Dalam Gemar Membaca

Medan, Metropolitan Pos

Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho mengatakan, bangsa Indonesia meng- hadapi tantangan yang cukup besar untuk mengajak rakyatnya guna ge- mar membaca. Ketika membuka pameran buku dalam “Kompas Gramedia Fair” di Medan, Rabu, Gatot mengatakan, masih kurangnya kegemaran masyarakat untuk membaca itu dikhawatirkan dapat menyebabkan Indonesia akan tertinggal. Padahal, bangsa Indonesia akan menghadapi sebuah “pertarungan” besar dengan diberlakukan komuni- tas ASEAN atau negara-negara Asia Tenggara pada tahun 2015. Pada era itu, bangsa Indonesia akan menghadapi persaingan global langsung negara, rakyat dari negara lain melalui perdagangan bebas yang menyebabkan produk negara lain mudah memasuki tanah air. Selain barang, bangsa Indonesia juga akan berhadapan langsung den- gan tenaga-tenaga berkeahlian dari

negara lain yang mungkin akan men- guasai berbagai potensi di nusantara. Jika tidak gemar membaca untuk menambah ilmu pengetahuan, pi- haknya berkeyakinan jika bangsa In- donesia tidak akan dapat berbuat ban- yak menghadapi persaingan global tersebut. “Kita akan menjadi ‘penon- ton’ di rumah sendiri,” katanya. Pihaknya mengharapkan maha- siswa dan pelajar di Sumut dapat memanfaatkan pameran buku dari berbagai disiplin ilmu tersebut untuk menambah pengetahuan, sekaligus menuangkan ide melalui sejumlah kegiatan yang disiapkan dalam Ko-

mpas Gramedia Fair. “Melalui kegiatan tersebut, maha- siswa dan pelajar akan makin akrab dengan buku yang merupakan dunia mereka. Lebih baik mereka ‘berkela- hi’ dengan ide disini,” katanya. Pimpinan Kompas Gramedia Tho- mas Athanasius mengatakan, pame- ran buku tersebut diisi kegiatan yang penuh dengan unsur edukasi dan hibu- ran yang dimaksudkan untuk me- mancing minat membaca masyarakat. “Indonesia negara paling rendah minat bacanya di ASEAN. Kita masih mem- biasakan budaya menonton, bukan membaca,” katanya. Happy

6 EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 PENDIDIKAN & IPTEK Mutu
W agub B anten L akukan Peletakan B atu Pertama Sekola h Al-Husna Serang, Metropolitan Pos

Wagub Banten Lakukan Peletakan Batu Pertama Sekolah Al-Husna

Serang, Metropolitan Pos

Wakil Gubernur Banten-HM. Masdu- ki didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Banten melakukan peleta- kan batu pertama perluasan pembangunan Sekolah Al-Husna di Kec. Curug, Kab. Tangerang Rabu (26/10). Upaya perluasan pembangunan 6 lokal pada Sekolah Al-Hu- sna sebagian didanai dari dana hibah dari Pemerintah Provinsi Banten. Sekolah Al-Husna merupakan sekolah terpadu di dalamnya terselenggara jenjang pendidikan mulai dari tingkat TK, SD/MI, SMP dan SMA, lokasinya beralamat di Jalan Raya PLP Curug Kab. Tangerang. Ke- beradaan Sekolah Al-Husna berada dalam pembinaan Yayasan Pendidikan Islam Haji Nean (YPIHN) Mewakili Pemerintah Provinsi Banten, Wakil Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Pendidikan Islam Haji Nean atas penggunaan dana hibah untuk membantu dunia pendidikan khususnya ag- ama Islam di Sekolah Al-Husna. Ucapan ter- ima kasih juga disampaikan kepada jajaran Pemerintah Kab.Tangerang yang pada ac- ara itu hadir Asisten Tata Praja Pemerintah Kab.Tangerang-Arsid dan jajaran Muspika Kec.Curug yang telah menghadiri peletakan batu pertama pembangunan 6 lokal baru kampus sekolah Al-Husna. Dalam pernyataannya Wakil Gubernur mengungkapkan bahwa siapapun yang memperoleh dana bantuan dari pemerintah harus dikelola secara transparan. Oleh kare- na itu dengan adanya acara ini diharapkan terjadi transparansi anggaran bantuan. Lebih lanjut Wakil Gubernur menerang- kan bahwa hibah dan program bantuan sos- ial di Provinsi Banten sudah sejak lama digu- lirkan. “Bantuan hibah dan dana sosial dari Pemerintah Provinsi Banten sudah sejak lama ada dan penyalurannya pun telah se- suai dengan peraturan yang ada” katanya. Untuk memperoleh bantuan dari Pemer- intah Provinsi Banten, masyarakat atau lem- baga dipersilahkan mengajukan proposal dan tentunya proposal yang masuk akan diproses dan dikaji oleh Tim. “Setiap proposal yang masuk dikaji dan diteliti dengan sungguh-sungguh oleh Tim selanjutnya ditetapkan dan dibuatkan SK penetapan penerima bantuan dana hibah dan dana sosial” tambah Wakil Gubernur. Mengenai pencairannya diberikan ke- pada penerima melalui rekening penerima atau pihak yang mengajukan proposal dan dalam pelaksanaannya akan dilakukan pen- gawasan. Menurutnya, tidak semua orang atau lembaga dapat mengawasi dana hibah. Pemerintah Provinsi Banten dapat dalam kaitan pelaksanaan bantuan hibah ini dapat

diawasi oleh lembaga berwenang antara lain Bawasda, Irjen Depdagri, atau BPK. Wakil Gubernur berharap kepada pen- gelola yayasan agar dapat memanfaatkan dana bantuan seefisien mungkin serta ber- harap yayasan dapat melakukan pengem- bangan bidang pendidikan untuk siswa- siswi yang tidak tertampung oleh lembaga pendidikan formal lain. “Dengan ditambahnya lokal baru mela- lui pembangunan gedung Sekolah Al-Hus- na diharapkan yayasan dapat ikut serta mensukseskan program pemerintah bidang pendidikan” ucap Wakil Gubernur. Sementara Ketua Umum YPIHN dalam menuturkan YPIHN yang sudah berdiri se- jak tahun 1981 bertujuan membentuk in- san muslim yang konsekwen dalam mem- bentuk masyarakat yang berakhlak. Ditambahkannya bahwa beberapa pendiri yayasan tersebut salah satunya ad- alah Wakil Gubernur Banten yaitu HM. Masduki. Dijelaskan bahwa realisasi ren- cana pembangunan gedung baru ini bersum- ber dari bantuan dana hibah Pemerintah Provinsi Banten sebesar Rp.2 milyar. Pengerjaan pembangunannya akan dilaksan- akan oleh pihak ketiga dengan jumlah bi- aya mencapai Rp.1.136.275.343 dengan rincian akan dibangun 6 lokal kelas dengan 2 lantai, luas bangunan 162 meter persegi, dengan tinggi mencapai 60 M. Selain itu ada peruntukan untuk 2 ruang guru, lapan- gan olahraga dan 2 toilet, 6 ruangan kelas di lantai 1 tambah 6 ruang kelas di lantai 2 yang diperuntukan bagi kegiatan belajar mengajar untuk 200 orang siswa. “Bangunan akan didirikan menghadap ke barat dengan lahar parkir seluas 128 meter persegi” tambahnya. Dalam kesempatan yang sama Asisten Tata Praja Pemerintah Kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupa- kan peran serta yang sangat baik dari masyarakat dalam penyelenggaraan dan pe- layanan mutu pendidikan sebagaimana dia- manatkan UU dan misi Pemerintah Kab.Tangerang diharapkan pembangunan ini dapat membantu pemerataan pendidikan. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang semoga yayasan ini dapat mem- bantu program pemerataan pendidikan. Melalui acara peletakan batu pertama ya- yasan pendidikan ini diharapkan ke- beradaannya dapat bermanfaat bagi pen- didikan dan dapat menghasilkan insan yang berilmu dan beramal sholeh” kata Arsid. Turut hadir menyaksikan peletakan batu pertama perluasan pembangunan Sekolah Al-Husna para tokoh masyarakat dan alim ulama Kecamatan Curug. Leonard

KETUA SEKRETARIS KETUA WAKIL KETUA WAKIL DADY RUSTANDI Drs. MULYADI,SE ELI RANA JAYENG KETUA WAKIL tertanda
KETUA
SEKRETARIS
KETUA
WAKIL
KETUA
WAKIL
DADY
RUSTANDI
Drs.
MULYADI,SE
ELI
RANA
JAYENG
KETUA
WAKIL
tertanda
WAKIL
M,AMd,AK
IRFAN
KETUA
SH
H.SUPARMAN,
AENG
HAERUDIN
H.
PIMPINAN DAN ANGGOTA DPRD
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1432 H
BESERTA SEKRETARIAT DPRD PROVINSI BANTEN
(06 NOPEMBER 2011)
Mengucapkan
7 POLITIK & HUKUM EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 SEKILAS
7
7

POLITIK & HUKUM

 

EDISI: 016

TAHUN I

SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

 
 

SEKILAS

KPK Serahkan Memori Kasasi Walikota Bekasi ke MA

Bekasi, Metropolitan Pos Pasca putusan be- bas Walikota Bekasi nonaktif Mochtar Mohamad, Komisi Pemberantasan Ko- rupsi (KPK) bergerak cepat dengan mengir- imkan memori kasasi ke Mahkamah Agung (MA). KPK berharap majelis hakim di tingkat kasasi dapat memberikan putusan yang adil. Hal tersebut disampaikan juru bicara KPK Johan Budi SP di gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/11). “Hari ini memori kasasi sudah kita serahkan ke Mahkamah Agung. Isinya tentang bagaimana dakwaan kita dan bagaim- ana putusan hakim,” kata Johan. Seperti diketahui, Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad divonis bebas oleh Pen- gadilan Tipikor Bandung, terkait kasus ko- rupsi APBD Pemkot Bekasi. Sebelumnya, jaksa KPK menuntut Mochtar dengan 12 tahun penjara dan denda Rp300 juta sub- sider enam bulan. Vonis bebas Mochtar menjadi kasus korupsi pertamakali yang ditangani KPK yang dinyatakan tidak bersalah di penga- dilan. Bahkan terdakwanya dibebaskan dari segala tuntutan dan tahanan. Sementara itu, sambil menunggu proses hukum selanjutnya di tingkat kasasi, KPK berharap hakim di MA bisa melihat lebih jernih apa yang disampaikan pihaknya mela- lui memori kasasi. “Namun apa keputu- sannya nanti, KPK akan mengikutinya,” pungkas Johan. Luhut

7 POLITIK & HUKUM EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 SEKILAS

Atut Harapkan Masyarakat Berikan Hak Suara

Serang, Metropolitan Pos

Gubernur Banten-Hj.Ratu Atut Cho- siyah, Sabtu pagi (22/10), menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) tahun 2012 di TPS V Lingkungan Kubil, Kec.Cipocokjaya, Kota Serang. Gubernur datang ke TPS V bersama sua- mi, anak, menantu serta keluarganya yang lain yang tiba di lokasi TPS sekitar pukul 08:30 WIB. Tidak lama setelah melapor ke TPS V, Gubernur dan keluarga langsung memberikan hak suaranya. Dalam keterangannya usai memberikan hak suaranya, Gubernur menjelaskan kepa- da media bahwa sebagai gubernur, dirinya mempunyai tanggung jawab untuk menyuk- seskan penyelengaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah ini secara demokratis, lang- sung, umum, rahasia, jujur dan adil (luber dan jurdil). Gubernur juga berharap rakyat Banten yang memiliki hak suaranya pada hari ini bisa berbondong-bondong ke Tempat Pe- mungutan Suara (TPS) untuk memutuskan apa yang menjadi harapannya terhadap masa depan Banten ke depan yaitu menen- tukan pilihan pemimpinnya yang bisa mem- berikan pelayanan, mengayomi masyarakat dan membuat berbagai strategi pemban- gunan, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat Banten ke depan bisa terwujud yaitu menuju rakyat Banten sejahtra ber- landaskan iman dan taqwa.

7 POLITIK & HUKUM EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 SEKILAS

BUPATI SAMOSIR LANTIK SEKDA

Samosir, Metropolitan Pos

Bupati Samosir Ir. Mangindar Sim- bolon mengambil janji jabatan sekali- gus melantik Ir. Hatorangan Simar- mata sebagai Sekretaris Daerah Kabu- paten Samosir menggantikan Drs. Tig- or Simbolon yang memasuki masa pensiun. Pelantikan tersebut berlang- sung di Aula Kementerian Agama Kabupaten Samosir, Senin (31/10). Hadir dalam pelantikan tersebut Mantan Sekretaris Daerah Kabupat- en Samosir Drs. Tigor Simbolon, Ket- ua DPRD Samosir, Kapolres Samosir, Dandim 0210 TU, para Asisten Sekdakab, Staf Ahli Bupati, pimpinan SKPD, para camat, TP. PKK Kabupat- en Samosir, DWP, undangan dan ke- luarga lainnya. Bupati Samosir Ir. Mangindar Sim- bolon dalam arahannya mengatakan pelantikan Sekda yang baru telah melalui berbagai proses seleksi di kabupaten, pertimbangan penilaian baik dari segi kepribadian dan morali- tas serta telah melalui standar kompe- tensi di tingkat provinsi. Bupati me- minta agar Sekdakab yang baru dilan- tik dapat menunaikan tugas dan ke- wajibannya dengan baik khususnya dalam memberikan asistensi kepada kepala daerah untuk menyusun kebi- jakan dan mengkoordinasikan satuan kerja perangkat daerah. Seraya me- minta Sekdakab untuk dapat mencip- takan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. “Sebagai Sekretaris Daerah, Sau- dara memiliki tugas dan tanggung jawab yang semakin besar, maka di- harapakan harus dapat bekerja keras, cerdas dan tuntas serta berkoordinasi dengan baik dengan SKPD yang ada agar seluruh program dalam visi Kabupaten Samosir dapat berjalan dengan baik” pungkas Bupati.

Bupati juga berharap agar Sekdak- ab sebagai pejabat yang menduduki jabatan karir tertinggi bagi Pegawai Negeri Sipil dapat mendorong pen- ingkatan kinerja dan disiplin aparat dalam menciptakan kondisi yang mampu memenuhi pelayanan atas kebutuhan masyarakat Kabupaten Samosir.

Gelar Lepas Sambut Usai acara pelantikan, Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar acara lepas sambut dari pejabat Sekda lama Drs. Tigor Simbolon yang memasuki masa Purna Bhakti kepada pejabat Sek- da yang baru Ir. Hatorangan Simarma- ta di Halaman Kantor Bupati Samosir. Acara yang berlangsung sederha- na namun penuh haru dan hikmat ini dirangkai dengan penyampaian kata- kata sambutan sekaligus memberikan ucapan selamat atas pelantikan Ir. Hatorangan Simarmata. Penyam- paian sambutan tersebut yang masing- masing dilakukan secara berurutan oleh yang mewakili Camat se-Kab. Sa- mosir, mewakili Pimpinan SKPD, me- wakili Staf, Muspida, Tokoh Agama/ Masyarakat, Bupati Samosir, pejabat lama Drs. Tigor Simbolon dan pejabat baru Ir. Hatorangan Simarmata. Pada kesempatan tersebut, dalam sambutannya Sekda Ir. Hatorangan Simarmata menyampaikan rasa teri- ma kasih atas kepercayaan yang diberi- kan untuk mengemban tugas dengan menduduki pos baru selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir. Tidak lupa, Hatorangan memohon dukungan dari seluruh komponen masyarakat dan Pegawai Negeri Sipil di Lingkun- gan Pemkab Samosir untuk dapat bek- erjasama bahu membahu dalam mem- berikan kontribusi yang terbaik demi kemajuan Samosir. Sahat

7 POLITIK & HUKUM EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 SEKILAS
7 POLITIK & HUKUM EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 SEKILAS

Wakil Gubernur

Pantau Pilkada Banten

Serang, Metropolitan Pos

Wakil Gubernur Banten- HM.Masduki didampingi Ketua KPUD Provinsi Banten- Hambali, Kapolda Banten- Brigjen.Pol.Eko Hadi Sutedjo, Kejati Banten-Resi Anna Napitupulu, Komandan Korem 064/MY-Kolonel Inf.Joko Warsito, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten- H.Muhadi, dan Asisten Tata Praja Provinsi Banten- H.Anwar Mas’ud, Sabtu (22/ 10), melakukan pemantauan pemilihan suara Kepala Daer- ah (Pilkada) Provinsi Banten di beberapa Tempat Pemun- gutan Suara (TPS) di Provinsi

Banten secara acak.

Pada kesempatan monitoring, Wakil Gubernur menyampaikan “se- cara umum Pilkada Banten tahun 2011 berjalan dengan baik, hal terse- but terlihat dari semua TPS sejak pagi tadi sudah bisa melakukan kegiatan sesuai dengan harapan”. Dalam monitoring TPS, Wakil Gu- bernur mengunjungi TPS 7 Desa Tel- agasari, Kecamatan Balaraja, Kabu- paten Tangerang. Dari pantau perta- ma para pemilih cukup antusias, nampak dari jumlah pemilih yang telah memberikan hak pilihnya

sudah di atas rata-rata 30 persen, bahkan ada yang sudah hampir 50 persen pada sekitar pukul 9:30 WIB. “Dari pantauan kondisi lapangan tersebut diharapkan sebelum pukul 13:00 WIB mudah-mudahan partisipa- si masyarakat paling tidak sudah di atas 80 persen” harap Wakil Gubernur. Sementara Ketua KPUD Provinsi Banten mengatakan bahwa antusias pemilih sangat baik, nampak dari peninjauan langsung ke beberapa TPS. “Saya pikir sepertinya masyarakat bergembira menyambut Pilkada Banten tahun 2011, mudah- mudahan di TPS lain juga sama, para pemilih antusias untuk memberikan hak pilihnya” ujarnya. Ketua KPUD Provinsi Banten ber- harap partisipasi masyarakat pada pilkada ini sangat tinggi, masyarakat menyambut gembira, selamat dan suk- ses kepada Pemerintah Provinsi Bant- en atas penyelenggaraan pilkada ini. Monitoring pilkada Banten tahun 2011 dilakukan dengaan mengunjun- gi TPS 14, 15 dan 16 Kelurahan Lo- pang, Kecamatan Serang, Kota Se- rang, dilanjutkan ke TPS 1 Kampung Kuaron, Kecamatan Ciruas, Kabupat- en Serang, kemudian ke TPS 7 Desa Telagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, dilanjutkan ke TPS 33 Suka Bhakti, Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Di TPS ini Wakil Gu- bernur memberikan hak pilihnya ke- mudian melanjutkan ke TPS 8 Kelu- rahan Lengkong Wetan, Kecamatan Serpong, BSD City Kota Tangerang Selatan. Leonard

Bupati Samosir Melantik Kades Janji Martahan Kecamatan Harian

Samosir, Metropolitan Pos

Bupati Samosir Ir. Mangindar Sim- bolon melantik Patam Pasaribu se- bagai Kepala Desa Janji Martahan Periode 2011-2017 di Desa Janji Mar-

tahan Kecamatan Harian, Sabtu (29/ 10). Patam Pasaribu menggantikan Jonggi R. Pasaribu, setelah Patam meraih suara terbanyak dalam pemi- lihan kepala desa yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon dalam arahannya mengu- capkan terima kasih atas demokrati- sasi yang berjalan dengan baik dalam pemilihan kepala desa Janji Martah- an periode 2011-2017. Pemerintah-

an Desa sebagai ujung tombak pemer- intahan harus berjalan dengan baik. Jika pemerintahan desa sudah baik maka tentunya pemerintahan di In- donesia akan berjalan baik. Bupati Samosir menambahkan bahwa tugas seorang Kepala Desa se- bagai ujung tombak pelayan masyarakat saat ini semakin berat, ditambah lagi dengan tugas-tugas untuk membenahi administrasi desa serta mendorong terbentuknya Per- des, dan penyusunan APBD Desa. Ke- pala Desa harus dapat merangkul se- luruh warganya serta perantau un- tuk membangun desa. “Saya berharap kepada saudara

Patam Pasaribu yang memiliki basic dari birokrasi memiliki kemampuan yang baik dalam pembenahan administrasi desa. Oleh karena itu, Saudara dihara- pakan dapat bekerja keras, cerdas dan tuntas serta berkoordinasi dengan baik kepada Bupati melalui Camat dalam membenahi desa” tambah Bupati. Bupati Samosir juga menyampai- kan apresiasi yang sangat tinggi ke- pada perantau dari Desa Janji Mar- tahan yang telah dengan sepenuh hati mendukung segala program pe- merintah dalam pembangunan khususnya pemberian lahan SMK Pertanian dan dan Balai Benih Ikan serta membantu Pemkab Samosir

dalam pembangunan pipanisasi air bersih di Desa Janji Martahan. Dalam kesempatan tersebut, Bu- pati Samosir atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir memberikan penghargaan kepada Jonggi R. Pasari- bu (Kades lama, red) atas jasa dan pengabdian membangun Desa Janji Martahan selama menjabat kurang lebih selama 31 Tahun. Hadir dalam pelantikan tersebut Asisten Pemerintahan Drs. Ombang Siboro, M.Si, Ka. BPMPOD Drs. Emron Turnip, Camat Harian, Muspika Har- ian, TP. PKK Kabupaten dan Kecama- tan serta ratusan warga Desa Janji Martahan. Sahat

tertanda Mengucapkan DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN (06 NOPEMBER 2011) SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1432 H
tertanda
Mengucapkan
DINAS PENDIDIKAN
PROVINSI BANTEN
(06 NOPEMBER 2011)
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1432 H
DR . AJAK MOESLIM, Mpd
Kepala Dinas

ICW: Persidangan Wali Kota Bekasi Cuma Sandiwara

Bekasi, Metropolitan Pos

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesian Corruption Watch (ICW), mensinyalir ada pengabaian fakta di persidangan yang dilakukan majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung, dalam perkara kasus dug- aan korupsi yang dilakukan Wali Kota Bekasi, Mochtar Muhammad. Pengabaian fakta di persidangan, menurut ICW juga dilakukan oleh majelis hakim yang menyidangkan perkara dugaan korupsi Bupati Lam- pung, Timur nonaktif, Sartono dan mantan Bupati Lampung Tengah, Andi Ahmad Sampurna. Baik perkara dugaan korupsi Wali Kota Bekasi, maupun dua bupati Lam- pung, diketahui, divonis bebas oleh ma- jelis hakim yang menyidangkannya. “Proses persidangan yang berjalan

hanya sandiwara, fakta-fakta yang diajukan oleh kejaksaan dikesamping- kan,” tutur Koordinator bidang Hu- kum dan Monitoring Peradilan ICW Emerson Yuntho, kepada wartawan yang menemuinya di kantor Mahka- mah Konstitusi (MK), Senin (24/10/ 2011), siang. Dalam perkara Walikota Bekasi, Mochtar Muhammad, fakta di per- sidangan yang diabaikan oleh maje- lis hakim, adanya audit BPKP yang menyatakan proses fiktif, pertemuan Walikota Bekasi dengan warga. Sementara dalam kasus dua Bu- pati Lampung, fakta yang diabaikan adanya keuntungan yang diperoleh oleh kedua Bupati Lampung tersebut, dibalik disimpannya dana APBD dalam Bank Tripanca Setiadana. “Untuk Lampung, upaya untuk

mengalihkan dana APBD ke Tripan- ca. Apa pengalihan itu dia dapat fee atau tidak, disampingkan oleh hakim. Untuk itu, ICW, meminta Mahka- mah Agung (MA), selaku pihak pen- guasa lembaga peradilan mengek- saminasi putusan bebas tersebut. “MA harus eksaminasi, ini bagian koreksi pengadilan. Mereka mau berubah atau tidak,” pungkasnya. Walikota Bekasi, Mochtar Muham- mad, usai menjalani pemeriksaan lanjutan di KPK, Jakarta Selatan, Ju- mat (8/4/2011). Berkas tersangka kasus dugaan suap untuk mendapat Piala Adipura dengan APBD 2010, penyelewenangan dana APBD Pemkot Bekasi Tahun Anggaran 2010 dengan SPJ fiktif, serta penyelewengan APBD 2009 ini dinyatakan P21 atau siap disidangkan. Tim

8
8
EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011
EDISI: 016
TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

INVESTIGASI

SEKILAS

Setda Banten Buka Dialog Publik Penyesuaian Santunan Jasa Raharja

Serang, Metropolitan Pos Dialog publik tentang perspektif penye- suaian besaran santunan Jasa Raharja bagi peserta asuransi Jasa Raharja, Rabu (19/10) digelar atas kerjasama PT Jasa Raharja Ban- ten dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika digelar di gedung Graha Pena Radar Banten. Mewakili Pemerintah Provinsi Banten sekaligus membuka dialog publik tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten- H.Muhadi menyatakan bahwa kegiatan se- rupa dilaksanakan pula di seluruh Indonesia. Dialog publik ini dijadwalkan akan ber- langsung 1 hari. Sebagai SKPD yang banyak berhubungan dengan transportasi publik juga tampak hadir Kepala Dinas Perhubungan Ko- munikasi dan Informatika Provinsi Banten (Dishubkominfo)-M.Husni Hasan dan Wak- il Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Banten-AKBP Nasri Wiharto serta Direktur PT Jasa Raharja Banten-Dedy Sudrajat. Menurut Sekda hasil dialog dengan masyarakat nanti akan di-’godog’ kemudian dijadikan ketentuan besar santunan yang leb- ih disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat korban kecelakaan yang menjadi peserta asur- ansi Jasa Raharja. “Hasil dari dialog dengan masyarakat ini baru didapat setelah dialog publik selesai digelar. Dialog publik ini dilaksanakan di se- luruh provisi di Indonesia sebagaimana him- bauan Menteri Perdagangan RI” kata Sekda. Ke depan, harap Sekda, santunan bagi peserta asuransi yang mengalami kecelakaan darat, laut maupun udara besarannya akan disesuaikan dan diperbaiki dari ketentuan be- saran santunan yang sudah ada. Sementara itu Direktur Jasa Raharja Banten mengatakan bahwa dialog publik dige- lar dengan mengundang masyarakat, antara lain dari kalangan mahasiswa, pelajar, pra- muka, organda, komunitas pengojek, serta masyarakat pengguna angkutan umum baik darat, laut, sungai dan penyeberangan dan masyarakat pengguna pesawat udara. “Dengan mengundang dan mendengar- kan masukan masyarakat nantinya akan menjadi pertimbangan penyesuaian besaran santunan” ungkapnya. Leonard

Gubernur Sumut: Korpri Agar Buat Program Sejahterakan PNS

Medan, Metropolitan Pos Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho mengharapkan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dapat membuat program yang dapat menye- jahterakan pegawai negeri sipil (PNS). “Di- antaranya, menyiapkan rumah layak huni dengan harga terjangkau,” katanya dalam pel- antikan Dewan Pengurus Korpri Sumut di Aula Martabe Pemprov di Medan, Rabu. Gatot mengatakan, program tersebut diyakini akan sangat membantu anggota Ko- rpri Sumut, khususnya kalangan PNS yang masih golongan rendah dan memiliki peng- hasilan yang tidak terlalu besar. Upaya penyediaan rumah layak huni dengan harga yang dapat dijangkau tersebut juga diperkirakan dapat menyebabkan PNS lebih serius dalam menjalankan tugasnya se- bagai pelayan masyarakat. “Jadi, PNS bu- kan lagi Pegawai Negeri Sipil, tetapi Profe- sional, Netral, dan Sejahtera,” katanya. Dalam pelantikan itu, Gatot Pujo Nu- groho mengingatkan kembali keberadaan dan peranan anggota Korpri yang bertugas dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Penekanan itu perlu dilakukan karena anggota Korpri adalah PNS karir yang di- nilai paling paham mengenai proses birokrasi dan aturan yang berlaku dalam proses pe- merintahan. “Kepala daerah hanya ‘menum- pang’. Paling lama dua periode,” katanya. Sementara itu, Ketua Umum Dewan pengurus Korpri Nasional Diah Anggraeni mengatakan, keberadaan anggota Korpri me- miliki nilai strategis karena merupakan PNS yang menjadi pelaksana berbagai kebijakan pemerintah. Namun fungsi strategis itu juga menghadirkan tantangan agar kalangan Kor- pri selalu meningkatkan kemampuan dan re- sponsif terhadap berbagai kondisi yang ada. Disebabkan memiliki fungsi yang strat- egis tersebut, anggota Korpri yang merupa- kan PNS diingatkan untuk selalu bersikap netral, khususnya ketika dalam proses pe- milihan kepala daerah (pilkada). Apalagi jika dikaitkan dengan ketentuan UU 43/1999 tentang Pokok-pokok Kepe- gawaian. “PNS harus netral,” kata Diah Ang- garaeni yang juga Sekretaris Jenderal Kemen- terian Dalam Negeri. Happy

Pemkab Bandung Sediakan Jaminan Kesehatan

Warga Miskin Senilai Rp. 27 M Lebih

Bandung, Metropolitan Pos Untuk tahun 2011, Pemkab Bandung menyediakan anggaran untuk pelayanan kesehatan warga miskin senilai Rp. 27.916.769.981,-. Sedangkan dari APBD Propinsi Jawa Barat disedi- akan dana sebesar Rp. 6.500.000.000,-. Sehingga total penyediaan dana kesehatan untuk masyarakat miskin di Kabupaten Bandung tahun 2011 sebesar Rp. 34.416.769.981,-.

“Kesulitan warga miskin untuk mendapat pelayanan kesehatan, per- lu menjadi perhatian pemerintah, dan pemerintah wajib melindungi

en Bandung dr. H. Achmad Kustijadi, M.Epid menyebutkan, dana yang dise- diakan Pemkab Bandung sebesar Rp. 27.916.617.981,- diperuntukan bagi

Bandung yang memperoleh Jamkes- mas sebanyak 791.664 jiwa. Sedang- kan diluar kuota Jamkesmas atau yang ditanggung oleh Pemkab Band-

mereka

ungkap Sekretaris Daerah

masyarakat miskin diluar kuota

ung melalui jaminan kesehatan

Kabupaten Bandung Ir. H. Sofian Na-

Jamkesmas (jaminan kesehatan

masyarakat daerah (Jamkesda) se-

taprawira, MP saat membuka Sosial- isasi Pemuktahiran Data Keluarga Pra Sejahtera (KS) dan Keluarga Se-

masyarakat) yang dananya berasal dari pemerintah pusat. Disebutkan, jaminan pelayanan yang diberikan

banyak 350.773 jiwa. “Jumlah terse- but seluruhnya sudah tercantum dalam basis data tahun 2010 dan

jahtera I di Gedung Moch. Toha-Sore-

kepada masyarakat miskin, diant-

2011, sesuai dengan by name by ad-

ang, Selasa (25/10). Menurut Sofian Nataprawira, ban- yak cara yang bisa dilakukan pemer- intah untuk melayani masyarakat miskin dalam mendapatkan jaminan kesehatan. Satu diantaranya melalui penyediaan anggaran jaminan kese- hatan. “Cukup atau tidaknya angga- ran tersebut, tidak menjadi persoalan, yang penting adalah adanya kepedulian pemerintah terhadap war-

aranya persalinan normal oleh bidan PTT/BHL dan swasta. Serta persalinan komplikasi pada ibu, bayi dan anak, disamping pemberian pelayanan kese- hatan rujukan di rumah sakit mitra Dinas Kesehatan. Pelayanan tersebut, menurutnya sudah diatur dalam Per- aturan Bupati Bandung No. 36 Tahun 2011 tentang Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin. Dalam sosialisasi tersebut, Ach-

dres

tambahnya pula.

Data yang diperoleh dari Badan Keluarga Berencana dan Pember- dayaan Perempuan (BKBPP) Kab. Bandung menyebutkan, jumlah war- ga Pra KS sampai akhir tahun 2010 sebanyak 150.168 jiwa, sementara warga yang masuk kategori KS I sejumlah 277.321 jiwa. Jumlah ini menurut Kepala BKBPP Kab. Bandung drg. Grace Mediana Purnami, M.Kes

ga miskin

tambahnya pula.

mad Kustijadi mengungkapkan pula, masyarakat miskin di Kabupaten

bersifat fluktuatif sesuai dengan ke- mampuan ekonomi warga pada peri-

ode tertentu. Untuk itu pihaknya kini akan

melakukan pemuktahiran data Pra KS dan KS I untuk penentuan pembe- rian Jamkesda pada tahun menda- tang. “Kita akan update seluruh data yang ada dengan melibatkan bidan desa, petugas KB, aparat desa serta petugas lain agar data tersebut betul- betul positif dan layak menerima jam-

inan kesehatan

tuturnya pula.

... Pendataan keluarga Pra KS dan KS I menurut Kapolres Bandung AKBP Sony Sonjaya yang tampil sebagai narasumber dalam sosialisasi terse- but, harus mengacu kepada fakta yang ada dan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Penyelewengan terhadap pem- buatan data atau data palsu, kata Sony Sonjaya akan berhadapan den-

gan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 269 KUHP ayat (1). Pem- buatan data palsu atau keterangan palsu dapat diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun em- pat bulan. “Oleh karenanya pembua- tan data keluarga miskin harus transparan agar tidak berhadapan

dengan persoalan hukum ya pula. TM.Harianja

...

tegasn-

Forum Diskusi dan Penanaman Perdana Komoditi Spesifik di Kawasan Danau Toba

Samosir, Metropolitan Pos

Badan Koordinasi Pengelola Eko- sistem Kawasan Danau Toba ( BKPE- KTD) bekerjasama dengan Otorita Asahan melaksanakan penanaman perdana komoditi spesifik berupa ke- lapa, kemiri, aren, dan petai cina di kawasan Danau Toba sekitar Tuktuk

Siadong Kecamatan Simanindo, sela- sa (01/11). Turur hadir Wakil Bupati Samosir Ir. Mangadap Sinaga, Ketua BKPEKDT Dr. Drs. Edward Simanjun- tak, MM, perwakilan Otorita Asahan dan beberapa pimpinan SKPD. Ketua Panitia Ir. Masdin Girsang, M.Si mengatakan maksud dan tujuan forum diskusi dan penanaman per- dana komoditi spesifik yaitu berdisku- si untuk meningkatkan peran serta masyarakat secara aktif dalam kon- tribusinya bagi pengelolaan ekosistem kawasan danau toba yang merupa- kan ekosistem hidup dan kehidupan masyarakat se Kawasan Danu Toba serta untuk terwujudnya usaha kon- servasi ekosistem Kawasan Danau Toba dengan tanaman produktif yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat seperti komoditi kelapa, kemiri , aren dan petai cina disamp- ing percontohan sayuran organik sekaligus mewujudkan daya tarik wisata Danau Toba berbasis pertanian dan perkebunan. Wakil Bupati Samosir dalam bimb- ingan dan arahannya mengatakan

bahwa Kabupaten Samosir memiliki potensi yang luar biasa karna memi- liki keindahan alam yang luar biasa. Kawasan danau Toba dapat men- ingkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisa- ta dan pertanian, untuk itu kawasan danau toba tidak boleh dirusak dan dicemari melainkan harus dilestari- kan dengan baik, jadikan Kawasan danau toba jadi tempat wisata yang nyaman, lestari dan indah. Lebih lanjut Wakil Bupati Samosir mengatakan Pemerintah selalu beru- saha untuk mensejahterakan masyarakat Samosir, pembangunan akan terus dilanjutkan untuk itu masyarakat harus respek dan iklas serta tulus menerimannya. Pemerin- tah mengucapkan terima Kasih kepa- da Badan Koordinasi Pengelola Eko- sistem Kawasan Danau Toba dan Otori- ta asahan yang telah peduli kepada masyarakat Samosir, masyarakat Sa- mosir butuh bantuan, bimbingan dan wejangan untuk itu melalui penana- man perdana komoditi spesifik dapat menambah penghasilan dan kese- jahteraan masyarakat. Kabupaten Samosir memiliki keindahan alam, seni budaya dan Sumber daya manusia, untuk itu masyarakat harus memiliki sikap ra- mah tamah, senyum, hormat dan bersahabat kepada setiap wisatawan yang datang ke Samosir. Sahat

8 EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 INVESTIGASI SEKILAS Setda Banten

Honorer Kepri Tunggu Nasib di BKD

Kepri, Metropolitan Pos

Sebanyak 205 tenaga honorer di lingkun- gan pemerintahan provinsi (Pemprov) Ke- pri sedang menunggu kepastian nasibnya untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Pasalnya, sampai saat ini hasil verifikasi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atas 205 tenaga hononer yang diusulkan sebelumnya, be- lum juga diperoleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepri. “Dari Pemprov Kepri kami usulkan 205 orang. Tapi hasil verifikasi pusat terhadap 205 orang itu belum diumumkan. Memang banyak orang yang tanyakan hal itu kepada kami. Tapi kami tak bisa menjawabnya karena keputusannya ada di pusat,” kata Riono, sekretaris BKD Kepri, Senin (30/10/2011). Dia juga menambahkan proses pen- gusulan yang dilakukan BKD terhadap para tenaga honorer ini didasarkan pada peratu- ran pemerintah (PP) nomor 43 tahun 2007. Dalam PP tersebut dinyatakan bebera- pa syarat mengenai pengangkatan tenaga honorer. Beberapa syarat di antaranya yakni mereka yang berusia minimal 19 tahun dan maksimal 46 tahun. Selain itu, tenaga hon- orer yang diangkat adalah mereka yang sudah bekerja minimal bekerja 1 tahun dan selama bekerja mereka dibiayai dari APDBD dan APBN. Dengan demikian, aku Riono, 205 ten- aga honorer yang diusulkan itu selain terdi- ri dari mereka yang telah bekerja sejak 2005 dan sudah masuk dalam data base tetapi juga mereka yang diistilahkan dengan ‘kel- ompok yang tercecer.’ Menurut Riono, kelompok yang ter- cecer ini adalah tenaga honorer yang juga sudah bekerja sejak 2005 namun belum sem- pat terdata. Sebab, pada saat pendataan mereka tidak berada di tempat, dengan berbagai ala- san seperti, cuti sakit, melahirkan, halan- gan keluarga. Mereka ini jugalah yang dia-

komodir oleh BKD dalam pengusulan pen- gangkatan. Riono mengaku, sepintas terlihat ter- lampau banyak tenaga honorer di lingkun- gan Pemprov yang diusulkan. Hal ini justru terjadi karena ada perubahan dalam PP no- mor 43 tahun 2007 terkait batas akhir pen- gangkatan tenaga honorer tersebut. “Tentu ada yang bertanya mengapa sudah bekerja puluhan tahun tapi tidak di- angkat. Jadi, ada yang selama ini sudah bek- erja selama puluhan tahun tetapi tidak di- angkat karena mereka tidak dibiayai dari APBD dan APBD. Mereka malah dibiayai oleh SKPD yang bersangkutan. Tapi justru di sinilah banyak ditemukan perekrutan yang tak jelas. Mana mungkin kepala dinas melapor kalau dia mengangkat keponakan bekerja di kantornya sendiri. Itulah yang kami tak mau,” terang Riono. Tidak hanya itu, dia pun langsung men- jawab adanya isu yang beredar di masyarakat terkait objektivitas pengusulan tersebut. Menurut Riono, segera setelah nama- nama tenaga honorer yang diusulkan BKD Kepri itu dikirim ke pusat, tim dari BKN dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) langsung datang di Kepri pada Agustus 2009 lalu dan melaku- kan verifikasi terhadap data-data tersebut. Oleh karena itu, yang menentukan ke- benaran dari pengusulan itu adalah BKN dan BPKP, bukan BKD Kepri. “Sekali lagi sampai hari ini hasil verifikasi itu saja be- lum kami dapat. Makanya kami tak tahu berapa yang lolos verifikasi, berapa yang tidak,” kata sekretaris BKD Kepri. Dari sini, Riono secara tak langsung menjawab adanya dugaan pemanipulasian pengangkatan honorer seperti yang diten- garai oleh Kementerian Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan). Dia menilai, sebetulnya dug- aan pemanipulasian itu sudah dengan sendi- rinya terjawab dari hasil verifikasi BKN dan BPKP itu. Pirton

PEMKAB BANDUNG GELAR MUSKAB FORMI KE-1

Bandung, Metropolitan Pos

bentukan Kepengurusan FORMI Kabu-

orang peserta muskab yang terdiri

aga merupakan bagian dari proses

Untuk pertama kalinya Pemerin-

paten Bandung masa bhakti 2011 s/d

dari utusan Kecamatan, utusan Or-

dan pencapaian tujuan pemban-

tah Kabupaten Bandung menggelar

2016

”,

ungkap Kepala Dinas Pemu-

ganisasi Olahraga masyarakat, serta

gunan nasional, sehingga keberadaan

Musyawarah Kabupaten Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indone- sia (Muskab FORMI) Tingkat Kabupat- en Bandung Tahun 2011. Kegiatan tersebut diselenggarakan atas dasar Undang-undang No. 3 Tahun 2005 ten- tang Sistem Keolahragaan Nasional yang mewajibkan pemerintah untuk melakukan pembinaan dan pengem-

da, Olahraga dan Pariwisata (Dispo- par) Kabupaten Bandung, Drs.H.Ahmad Djohara, M.Si di sela Pembukaan Muskab FORMI Kabupat- en Bandung yang berlangsung di Ho- tel Antik-Soreang, Rabu (26/10). Muskab di buka secara resmi oleh Asisten Administrasi Kabupaten Band- ung, Drs.H.Eman Rachim, M.Si, yang

utusan tenaga pendidik yang berada di wilayah Kabupaten Bandung. “Selain memilih Ketua Umum dan Kepengurusan, Muskab ini bertujuan untuk menyusun Program Kerja FORMI Kabupaten Bandung 5 tahun ke depan, serta menjalin silaturahmi antar pengurus lembaga olahraga masyarakat yang ada di Kabupaten

dan peranan olahraga dalam kehidu- pan masyarakat, berbangsa dan bernegara harus ditempatkan pada kedudukan yang jelas. Sesuai dengan Amanat Peraturan Pemerintah No.16 Tahun 2007, menurut Eman Pemerintah wajib memfasilitasi terse- lenggaranya kegiatan olahraga, baik olahraga prestasi, olahraga pendidi-

bangan olahraga sesuai dengan ke-

dihadiri oleh Perwakilan FORMI Jawa

bandung

jelas Ahmad Djohara.

kan juga olahraga rekreasi/

wenangan dan tanggungjawabnya. “Muskab diselenggarakan dalam rangka mengambil Keputusan Pem-

Barat, H.Edi Sukaedi, Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Hj. Kurnia Dadang M Naser, serta sedikitnya 56

Sementara Drs.H.Eman Rachim dalam Sambutan Tertulis Bupati Bandung mengatakan, bahwa olahr-

masyarakat yang dalam hal ini pe- merintah bekerjasama dengan FORMI. TM.Harianja

9 NUSANTARA EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 Peringatan H ari
9
9

NUSANTARA

 

EDISI: 016

TAHUN I

SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

 
 

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-83 Tingkat Provinsi Kepri

Kepri, Metropolitan Pos

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (28/10/2011) menggelar upacara Per- ingatan Hari Sumpah Pemuda ke-83 di Hala- man Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpi- nang. Wakil Gubernur H Mohammad So- erya Respationo bertindak selaku inspek- tur upacara dalam HUT Sumpah Pemuda ke-83 dengan tema “Bangun Pemuda Indo- nesia yang Berjiwa Wirausaha, Berdaya Saing, dan Peduli Sesama ”. Kegiatan tersebut diatas juga disejalan- kan dengan pemberian bantuan beasisa ke- pada 81 mahasiswa se Kepri, total sebasar Rp 3 miliar lebih. Besaran beasiswa yang diterima mereka bervariatif, untuk maha- siswa yang menempuh pendidikannya hingga tingkat Diploma III mendapat bea- siswa sebanyak Rp 3,500.000,- adapun yang menempuh studi untuk jenjang pen- didikan starta I mendapat beasiswa sebe- sar Rp 4 juta. Wakil Gubernur Kepri HM Soerya Respationo juga menyerahkan satu unit mobil PMI yang diberikan kepada PMI Kota Batam. Dalam amanahnya Menpora yang di- bacakan oleh Wagub Kepri disebutkan tema HUT Sumpah Pemuda 2011 tersebut men- gandung pesan bahwa langkah menuju In- donesia yang berdaya saing dan bermart- abat sangat bergantung pada karakter pe- muda yang kokoh serta mengedepankan akhlak mulia di atas semangat persatuan dan kesatuan Indonesia. “Karakter yang kokoh ini bercirikan semangat patriotik, jiwa nasionalis, jati diri yang mengakar, berwawasan luas, kecer- dasan yang mencerahkan, kepedulian yang merekatkan, serta keteguhan untuk bersatu yang semuanya dinaungi oleh nilai-nilai Pan- casila dalam bingkai Negara Kesatuan Re- publik Indonesia,” kata Wagub Kepri H Mohammad Soerya Respationo. Pada tahun tahun 2015, kita akan me- masuki era baru Komunitas ASEAN yang meliputi komunitas keamanan, ekonomi, dan sosial budaya. Dalam bentuk Komu- nitas ASEAN semacam ini, arus barang, jasa, dan orang akan semakin leluasa se- hingga hal itu adalah bagian dari tantan- gan sekaligus kesempatan ke depan bagi bangsa dan pemuda Indonesia. Dengan demikian, persaingan tidak lagi meliputi 240 juta masyarakat Indonesia, tetapi dengan 500 juta masyarakat ASEAN. Kita harus bisa berjaya dalam era baru terse- but, dan sekaligus tidak boleh kehilangan identitas diri ke-Indonesiaan. “Tema peringatan Hari Sumpah Pemu- da tahun ini merupakan bagian dari antisi-

pasi kita tentang peran kaum muda ke depan untuk membawa bangsa ini semakin jaya di masa mendatang. Kita perlu mempersiap- kan orang muda untuk bisa berdaya saing dalam menghadapi globalisasi yang terus berjalan,” ungkapnya. Oleh karena itu, kita harus mempersiap- kan para pemuda Indonesia di segala bidang, di setiap pelosok indonesia, untuk bisa ber- saing dan memenangkan persaingan tanpa

kehilangan akar budayanya

Untuk itu,

.. pemuda Indonesia modern harus mengua- sai 3 bahasa, yang pertama bahasa persatu- an/bahasa nasional Bahasa Indonesia, satu bahasa internasional, dan paling tidak satu bahasa daerah. Kita mendorong dan aktif mempersiap- kan orang muda untuk memasuki atau menjadi wirausaha, menciptakan lapangan kerja untuk dirinya dan untuk orang lain, memutar perekonomian Indonesia dan me- majukannya, bukan saja hanya pada level

nasional, tetapi juga pada level Interna- sional atau paling tidak pada level ASEAN. Menjadi wirausaha adalah profesi terhor- mat yang membawa kemakmuran bagi bangsa Indonesia. Menjadi wiarausahawan dan membayar pajak akan menyumbang langsung pada perekonomian negara serta pembangunan bangsa. Selain itu, pengembangan kegiatan ke- sukarelawanan (volunteerism) adalah suatu yang sangat strategis untuk diber- dayakan secara terus menerus. Berbagai macam kegiatan kesukarelawan harus dikembangkan di setiap komunitas, kota, kabupaten, dan di setiap kesempatan. Pe- merintah bersama masyarakat dan berb- agai kelompok masyarakat perlu men- gambil peran aktif dalam menciptakan peluang, kesempatan bagi para pemuda untuk menunjukan kepeduliannya. Ber- sama pemerintah dengan kelompok masyarakat, program kepedulian, seperti penanggulangan bencana perlu didorong menjadi rajutan berbagai macam sosial publik agar menjadi menjadi kuat. Ada banyak hal lagi yang kita bisa men- gambil makna dari Hari Sumpah Pemuda. Pemerintah menyiapkan ruang yang luas bagi pemuda Indonesia untuk berkreasi, berkreativitas, bersosial-wirausaha, be- rekonomi kreatif agar digeluti oleh pemuda untuk ikut serta berpartisipasi. Dengan itu, kita merefleksikan ke depan kepada pemu- da untuk lebih maju. Sebagaimana kita ketahui bahwa per- an dan partisipasi pemuda dalam pemban- gunan nasional merupakan hal yang nya- ta. Dengan berbagai potensi, bakat, ke- mampuan, dan keterampilan sekaligus den- gan semangat dan idealisme yang kental, keterlibatan dan peran serta pemuda dalam pembangunan nasional senantiasa mem- berikan warna yang khas bagi pertumbu- han dan kemajuan bangsa. Untuk itulah, keberadaan, kiprah dan masa depan pe- muda harus memperoleh kepastian garan- si atau jaminan dari negara. Dalam kesempatan ini, kita patut ber- syukur dengan kehadiran Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepe- mudaan. Dengan adanya Undang-Undang ini maka pembangunan kepemudaan yang dilaksanakan melalui pelayanan kepe- mudaan akan lebih jelas, terarah, dan men- galami kemajuan yang terukur, khususnya pada aspek penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan potensi pemuda. “Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Pemuda adalah warga Negara berusia 16 sampai den- gan 30 tahun. Bagi para pemuda yang se- dang hadir saat ini sangatlah perlu untuk di- ingatkan kembali dan terus menerus ditan- amkan mengenai arti pentingnya peristiwa Sumpah Pemuda, sebab dengan memahami peristiwa Sumpah Pemuda-lah para pemu- da kita dapat bersenyawa dengan jiwa per- satuan para pemuda saat itu untuk nantinya dapat menyerap semangat mereka didalam perjuangan saat ini di ranah aktivitas mas- ing-masing,” jelas Wagub Kepri. Kompleksitas persoalan yang dihada- pi pemuda Indonesia mengharuskan selu- ruh komponen bangsa secara bersama-sama memberikan solusi untuk mengatasi dan mengentaskan pemuda dari segala macam masalah yang dihadapinya menuju kejayaan bangsa di masa depan. Kiranya, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-83 Tahun 2011 dapat dijadikan motivasi dan inspirasi bagi pemerintah dan masyarakat pada Pancasila dan UUD 1945. Pirton

Balai POM Kalbar Lakukan Pembiaran

Terhadap PT. Tirkana Ketapang

Pontianak, Metropolitan Pos Sesuai dengan pengakuan Akheng, kepada Metropolitan Pos, pada saat dikonfirmasi diruangan kerjanya, pada senen (19/9) yang lalu. Akheng mengatakan, bahwa usahanya yang bergerak dibidang air minum, sudah berjalan selama kurang lebih satu tahun, yang tidak memiliki izin dari Balai Pom Jakarta pada waktu itu. Namun hasil produksinya sudah be- redar secara luas di Kabupaten Ketapang.

Akheng menambahkan, bahwa us- ahanya sempat di segel oleh pihak Balai Pom Pontianak, berserta Dinas Keseha- tan dan Perindag Kabupaten Ketapang, yang tergabung pada waktu itu datang ketempat usahanya dan sekaligus melakukan penyegelan kata Akheng. Ketika di konfirmasikan, kepada pi- hak Dinas Perindag Kabupaten Keta- pang, Tamrin mengatakan kepada Met-

ropolitan Pos diruangan kerjanya, pada kamis (29/9) yang lalu, membe- narkan adanya penyegelan terhadap PT. Tirkana yang dilakukan oleh pihak Balai Pom Pontianak dikarenakan pi- hak PT. Tirkana tidak memiliki izin dari Balai Pom pada saat itu kata Tamrin. Tamrin menambahkan seharusn- ya pihak PT. Tirkana memiliki izin dari Balai Pom dulu baru boleh mengedark-

9 NUSANTARA EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 Peringatan H ari

an bukannya malah mengedarkan dulu baru memiliki izin dari Balai Pom tetapi pada kenyataannya, PT. Tirka- na ketapang sudah mengedarkan hasil produksinya secara luas sebelum me- miliki izin dari Balai Pom. Seharusnya pihak Balai Pom harus melakukan pe- narikan secara keseluruhan terhadap minuman kemasan yang telah dipasar- kan oleh pihak PT. Tirkana. Dari hasil konfirmasi, Metropolitan Pos dengan pihak PT. Tirkana dan Dinas Perindag Kabupaten Ketapang, Metro- politan Pos lakukan konfirmasi tertulis kepada pihak BPOM Pontianak, sesuai dengan surat Nomor 001/SKM – MP/ PW – KB/X/2011, tanggal 14 Oktober 2011. Yang ditujukan kepada Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan ma- kanan (BPOM,) di Pontianak. Guna un- tuk mendapatkan penjelasan, tentang beredarnya air minum merek PT. Tir- kana, yang sudah beredar secara luas di Kabupaten Ketapang, tampa memiliki izin dari BPOM. Namun sampai hari ini pihak BPOM Pontianak tidak memberi- kan jawaban kepada Metropolitan Pos. Sangat diduga keras ada indikasi bahwa pihak BPOM Pontianak melaku- kan pembiaran dan terima sopoi dari pihak PT. Tirkana sehingga tak pun- ya ketegasan dalam melaksanakan ke- tentuan yang berlaku. Hal itu terbuk- ti, karena pihak BPOM Pontianak sudah pernah melakukan penyegelan terhadap PT. Tirkana seperti yang dijelaskan oleh pihak Dinas Perindag Ketapang dan pihak PT. Tirkana kepa- da Metropolitan Pos pada waktu itu. Pungsi pengawasa Dinas Kesehatan ketapang dan BPOM Pontianak men- jadi mandul bahkan terindikasi melin- dungi pihak PT. Tirkana. Rahman

DPRD BATAM SIAP DENGARKAN ASPIRASI MASYARAKAT

Batam, Metropolitan Pos

Dewan Perwakilan Rakyat Daer- ah (DPRD) Kota Batam genap berusia

11 tahun pada Senin (31/10). Ber- sempena dengan HUT ke-11, DPRD Kota Batam menggelar syukuran di kantor DPRD Kota Batam. Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Batam Surya Sardi mengatakan tema ulang tahun dewan sekarang adalah Laksanakan Fungsi Bangun Negeri. Menurutnya pelaksanaan pembangunan harus berpijak pada pi- lar efektivitas dan efisiensi yang sal- ing mengisi, sinergi, dan interaksi. Sehingga masyarakat bukan lagi se- bagai obyek pembangunan yang pasif tapi berperan sebagai subyek yang proaktif. Sementara pemerintah han- ya berperan sebagai regulator dan fa- silitator. “Bagi lembaga legislatif sendiri, merupakan tugas yang san- gat besar untuk membawa aspirasi rakyat sampai kepada perwujudan pembangunan nyata yang dinanti oleh masyarakat,” kata Surya. Oleh karena itu wajar jika DPRD menjadi tempat berkeluh kesah dis- amping juga mendapat sorotan atas kinerjanya. Penilaian dan kritikan adalah hal yang boleh-boleh saja. Se-

hingga semua elemen mengambil pe- ran dalam pembangunan. “DPRD Kota Batam tidak anti kritik. Bahkan DPRD minta untuk terus dikritik. Tapi seyogyanya dilakukan dengan tetap menjunjung budaya ketimu- ran,” ujar politisi Demokrat tersebut. Sesuai tugasnya, DPRD Batam tahun ini telah mensahkan 9 ranper- da menjadi perda. Dari 16 usulan ran- perda yang masuk dalam program leg- islasi daerah (prolegda). Sementara sisanya, lima ranperda sedang dalam proses pembahasan di tingkat pansus. Dan dua lainnya sedang diajukan un- tuk dibahas, salah satunya adalah ranperda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Walikota Batam, Ahmad Dahlan dalam sambutannya mengatakan se- jak Batam Otonomi Daerah, peranan DPRD sangat penting dalam mengam- bil kebijakan serta pengawasan pemer- intah daerah.”Setelah Otonomi daer- ah, daerah berlomba-lomba untuk melaksanakan pembangunan. DPRD sangat dituntut untuk memberikan yang terbaik bagi daerah,” katanya. Dahlan menuturkan DPRD dan Pe- merintah Kota Batam harus terus berk- oordinasi dan menguatkan sinergi

dalam membangun daerah. Masyarakat, menurutnya menjadi ob- jek tujuan yang harus disejahterakan. “Pemko Batam bangga pada anggota DPRD yang telah berhasil membangun Batam seperti saat ini,” tuturnya. Pada acara syukuran tersebut be- berapa legislator menyumbangkan suaranya di hadapan para tamu un- dangan. Sebut saja, Ketua Fraksi Demokrat Muhammad Yunus, ang- gota Fraksi Golkar, Rusmini Simor- angkir, anggota Fraksi Hanura, Fir- man Wahid serta Sekretaris Komisi I, Ruslan M Ali Wasyim ikut menyum- bangkan suaranya. Selain penampilan dari para wakil rakyat, dalam perayaan HUT DPRD tersebut juga disuguhkan hiburan berupa Dzikir Barat yang dibawakan sejumlah siswa-siswi Madrasah Aliyah. Acara syukuran ini dihadiri Wali Kota Ahmad Dahlan, Wakil Wali Kota Rudi, Kapolresta Barelang Eka Yudha, mantan Ketua DPRD periode pertama Taba Iskandar. Selain itu juga hadir Ketua DPRD Provinsi Ke- pri Nur Syafriadi, serta anggota DPD RI Dapil Kepri, Djasarmen Purba dan Zulbahri. Bernard

Kemkominfo Advokasi Pembentukan PPID se-Kepri

Batam, Metropolitan Pos

Kementerian Komunikasi dan In- formatika (Kemkominfo) Republik In- donesia, melalui Direktorat Komuni- kasi Publik Ditjen Informasi dan Ko- munikasi Publik, menggelar Rapat Koordinasi dan Advokasi Pembentu- kan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Provinsi, Kabu- paten / Kota se Kepulauan Riau. Keg- iatan yang dilaksanakan dengan Di- nas Komunikasi dan Informatika Kota Batam tersebut, dibuka langsung oleh Wakil Walikota (Wawako) Batam, Rudi, SE, MM di Hotel Mercure, Baloi, Kamis (3/11). Kegiatan ini adalah bertujuan untuk mendorong badan publik pe- merintah kabupaten/kota se Kepri untuk segera membentuk PPID. Hal

ini adalah untuk mendukung pem- berlakuan Undang-undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan In- formasi Publik Kemkominfo sebagaimana disam- paikan oleh Staf Ahli Mentri Bidang Sosial Budaya Kementrian Kominfo, Suprawoto, bahwa mengingat hingga saat ini dari 33 Provinsi yang ada di Indonesia baru 11 Badan Publik Provin- si yang sudah membentuk PPID. “Dor- ongan kepada Badan Publik untuk seg- era membentuk PPID akan terus di- lakukan, karena sampai saat ini masih sedikit daerah sudah membentuk PPID, termasuk badan publik execu- tive dan juga LSM yang menerima dana dari Luar Negeri,” katanya. Karena itu, menurut pendapat saya, bagi Komisi Informasi baik

tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/ Kota maupun Badan Publik di berb- agai instansi/lembaga lainnya harus secepatnya mempersiapkan dan merekrut PPID yang kompeten di- bidangnya dalam menjalankan akti- fitas pengelolaan dan pelayanan in- formasi kepada publik. Upaya untuk segera membentuk/ menunjuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) adalah lang- kah pertama yang sangat tepat. Kare- na bagaimana mungkin informasi itu dapat disebarluaskan atau dirahasia- kan dengan baik jika belum ada peja- bat/tenaga ahli yang memiliki kemam- puan dalam hal penyimpanan, pendo- kumentasian, penyediaan, dan atau pe- layanan informasi, jelasnya. Wawako ketika membuka Rakor

dan Advokasi, mengatakan, dengan diberlakukannya secara efektif UU KIP, penting bagi pemerintah daer- ah sebagai badan publik memahami UU tersebut, termasuk segera mem- bentuk PPID. Kemudian juga mem- persiapkan, PPID sebagai pelaksana teknis pelayanan informasi publik, agar mampu memberikan pelayan- an informasi yang sebaik-baiknya kepada publik, sehingga tidak mun- cul klaim dan tuntutan dari masyarakat atau pemohon informasi kepada pemerintah daerah akibat kelambanan kita dalam memberikan informasi yang mereka butuhkan. “Untuk itulah dibutuhkan pula koordinasi dan kerjasama SKPD selaku badan publik untuk mempersiapkan segala informasi yang dibutuhkan

masyarakat, dengan berpedoman pada UU,” jelasnya. Wawako berharap rakor dan Ad- vokasi ini dapat memberikan bekal kepada pemerintah kabupaten kota memahami lebih jauh UU KIP beserta aturan pelaksanaannya, sehingga kekuatiran banyak pihak dampak ketidaksiapan pemerintah daerah ter- hadap pelaksanaan UU ini, dapat di- hindarkan dan jauh dari munculnya klaim dari masyarakat dan para pemohon informasi publik. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Komunikasi Publik Kemkominfo, Drs. H. Supomo, MM, Ketua Komisi Informasi Provinsi Ke- pri, Syarifudin Jalil dan juga Kepala Dinas, Badan, Kantor dan Bagian di Lingkungan Pemko Batam. Pirton

10
10
EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011
EDISI: 016
TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

DAERAH

Disporbudpar Tangerang :

Sembilan Bangunan Cagar Budaya Dapat Jadi Daya Tarik Wisatawan

Tangerang, Metropolitan Pos Setelah Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang (BP3S) menetapkan sembilan bagunan di Kota Tangerang pada Agustus 2011 lalu sebagai bangunan cagar budaya. Pe- merintah kota (Pemkot) Tangerang meyakini, bagunan bersejarah ini dapat menjadi daya tarik wisatawan baik lokal ataupun internasional.

Dikatakan Kepala Dinas Pemuda Olah Raga, Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Tangerang, Tab- rani, penetapan 9 bangunan ini oleh BP3S Serang berawal dari permo- honan yang dilayangkan Disporbud- par kepada BP3S Serang untuk men- sahkan beberapa bagunan kuno yang ada di Kota Tangerang sebagai ba- gunan cagar budaya, akan tetapi dari beberapa daftar yang diberikan han- ya 9 yang disahkan sebagai ban- gunan cagar budaya.

“Awalnya ada penilaian oleh tim BP3S Serang sehingga tidak semua dilo- loskan. Beberapa faktor penilaian seper- ti faktor usia bangunan, sisi arsitektur bangunan dan faktor lain yg ada didalam instrumen penilaian. Penilaian dilakukan sejak Maret 2011 dan pada awal Agustus disahkan, maka ditetap- kan melalui keputusan Walikota no 430/kep.337- Disporbudpar/2011 ter- tanggal 25 Agustus 2011,” ucapnya. Sembilan Bangunan kuno yang disahkan oleh BP3S sebagai Ban-

gunan cagar budaya adalah, Masjid Kali Pasir, Klenteng Boen San Bio, Klenteng Boen Tek Bio, Bendungan Pintu Sepuluh, Lapas Anak Pria dan Anak Wanita, Lapas Pemuda 2 A, Ben- teng Heritage dan Stasiun Kereta. “Dengan ditetapkannya hasil pe- nilaian menjadi keputusan Walikota maka diharapkan para pemilik dan pengelola dapat menjaga, merawat dan melestarikan bagunan cagar budaa tersebut, Pemerintah akan ikut mendukung pelestariannya, kami

sudah melakukan sosialisasi dan pem- binaan terkait hal ini pada pemilik dan pengelola,” ujarnya lagi. Dengan disahkannya. Sembilan bangunan cagar budaya ini, Kadis juga yakin bahwa cagar budaya ini akan menarik perhatian wisatawan lokal maupun manca negara, pasaln- ya sembilan bangunan ini nilai se- jarahnya amat tinggi dan berumur tua, seperti masjid Kali Pasir saat ini sudah berumur 311 tahun, karena dibangun pada tahun 1700. Bukan hanya masjid Kali Pasir yang umurnya sudah ratusan tahun, delapan bangunan lainnya juga sudah sangat tua, akan tetapi tetep kokoh berdiri, seperti Klenteng Boen

Tek Bio yang dibangun pada tahun 1684, Boen San Bio tahun 1689, Ben- dungan pintua air tahun 1927, La- pas anak pria tahun 1925, Lapas anak wanita tahun 1928, Lapas pemuda tahun 1927, dan stasiun dibangun tahun 1889. Diakui Kadis sembilan bangunan ini tidak dimiliki Pemkot secara prib- adi, akan tetapi dimiliki instansi pe- merintah, seperti Depkumham untuk Lapas, PJ KAI untuk stasiun, dan mi- lik perkumpulanm seperti klenteng. Akan tetapi walaupun demikian Pemkot tidak akan lepas tangan un- tuk ikut menjaga agar bangunan- bangunan ini terhindar dari kepunahan. Leonard

PT SANEX SEGERA DITUTUP

........................................

sambungan hal 1

GUBERNUR KALBAR :

Pelihara Keamanan Yang Kondusif

Pontianak, Metropolitan Pos

Gubernur Kalbar Drs.Cornelis,MH meminta kepada Kapolda Kalbar untuk menjaga keamanan Kalbar yang saat ini sangat kondusif, aman, damai, ini merupakan modal yang angat berhar- ga dalam kita membangun Kalbar. Sekarang ini Kalimantan Barat sudah terbuka untuk siapa saja yang ingin berinvestasi, jangan khawatir dengan keamanan Kalbar, karena masyarakat sendiripun sudah sangat memahami pentingnya keamanan agar mereka bisa bekerja dan berusa- ha dengan baik, “tegas Cornelis. Hal tersebut disampaikannya pada acara Pisah Sambut Kapolda Kalbar dari Brigjen Pol Sukrawardi

Dahlan yang bertugas di Kalbar sela- ma 1 tahun 2 bulan dengan penggan- tinya Brigjen Pol Unggung Cahyono yang berlangsung di Hotel Aston Pon- tianak, Senin ( 31/10). Lanjut Cornelis, Keamanan yang baik ini berkat kerjasama aparat, Polri, Abri dan masyarakat. Saling adanya Koordinasi dan sinergi kerja yang baik. Kepada Kapolda Brigjen Pol Sukrawardi Dahlan, Atas Nama Pe- merintah dan masyarakat Kalbar, mengucapkan terima kasih atas peng- abdian serta sumbangsihnya selama bertugas di Kalbar, semoga karya dan jerih payahnya menjga amal yang baik disisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepada yang baru Brigjen Pol Ung-

gung Cahyono, selamat melaksanakan tugas didaerah Kalbar, karena daerah ini bukan merupakan wilayah yang asing, sebab sebelumnya saudara per- nah bertugas di Kalbar, jadi sudah tahu karakter wilayah, kultur masyarakat yang hidup bereneka ragam suku, et- nis, agama dan budaya, jelasnya. Gubernur pada kesempatan tersebt memberikan cendramata ke- pada Mantan Kapolda Brgjen Pol Sukarwardi Dahlan. Hadir dalam acara pisah sambut Bupati Kabupaten Pontianak, Melawi, Landak, Sekadau, walikota Singka- wang, Walikota Pontianak serta tokoh agama, tokoh masyarakat. Rahman

BPK Puji Kalbar Satu-satunya Mengaudit Masalah Aset

Pontianak, Metropolitan Pos

Provinsi Kalimantan Barat meru- pakan satu-satunya daerah di Indo- nesia yang sudah melakukan pemer- iksaan aset dilingkungan Pemerintah dengan mengadakan kerjasama den- gan BPK RI untuk diaudit, ini adalah langka awal yang sangat baik dalam

menuju keterbukaan dan ketertiban dalam mengelola aset Pemerintah. Berkaiatan dengan pengelolaan aset, ada beberapa aset yang boleh dikerjasamakan dengan pihak ketiga, itu dibolehkan dengan peraturan pe- merintah No 6 Tahun 96, artinya ada dasar hukumnya, apabila dianggap perlu kontribusinya dianggap rendah tinggal dinegosiasikan.DPRD juga harus mendorong, tanpa kita harus ribut-ribut, tanpa kita harus berde- bat dikoran duduk bersama antara pihak Pemda yang bertugas mengelo- la aset dengan pihak yang dikerjasa- makan apakah itu Swasta, BUMD duduk bersama. Hal tersebut disampaikan Kepala BPK RI di Gedung DPRD dalam Rapat Paripurna DPRD tentang Penyampai- kan laporan Hasil Pememriksaan BPK RI Perwakilan Kalbar atas managemen Aset Pemda Prov Kalbar tahun 2011 kepada DPRD Kalbar, Rapat yang di- buka Ketua DPRD, Kamis ( 3/11). Lanjutnya, Aset –aset yang di- hibahkan oleh pemerintah Pusat yang

belum jelas statusnya tinggal kita lihat, kalau memang menurut DPRD barang tersebut perlu dhapuskan, BPK bisa membantu bisa membantu menilai dan menyarankan apa yang tepat untuk status aset tersebut. Perwakilan BPKP didaerah me- mang ditugaskan untuk membantu Pemda, sesuai dengan Peraturan Pe- merintah No 10 tahun 2010 Jadi keberadaan BPKP sipatnya membantu bukan memeriksa ter- hadap pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan yang ber- kaitan dengan keuangan daerah ter- utama persoalan aset. Memang semua SKPD sampai ke Kabupaten Kota dibuat sibuk oleh Bap- ak Gubernur untuk mencari sertifikat menertibkan masalah aset di masing- masing organisasi, hingga para anggo- ta Dewan, BPN seta Perwakilan BPK Kalbar sibuk mencatat mendokumen- kan hal yang berkait dengan aset. Persoalan yang muncul berkaitan dengan aset ini bukanlah zamannya Gubernur sekarang ( Drs.Cornelis, MH), tetapi persoalan ini sudah sejak Provinsi Kalbar berdiri tidak pernah dilakukan potret evaluasi yang total, untuk itu mari bersama-sama kita menyelesaikan persoalan yang dipaparkan oleh BPK Sampai dengan semester I tahun 2011 dari anggaran Pemerintah

Provinsi Kalbar senilai 1,4 triliun leb- ih, realisasinya samapai saat ini han- ya 400 milyar lebih, ini harus men- jadi perhatian kita bersama khusus tentang melanja modal yang ber- kaitan dengan pembangunan inpras- rtuktur dan lainnya tingkat realisas- inya hanya 11 %. Ini terjadi memang ada proses yang harus dijalani seperti pelelan- gan yang harus dilaksanakan. DPRD diharapkan dapat mendor- ong para birokrat ikut memberi spr- irit dalam pengguna anggaran. Kepala BPK RI juga memberi doron- gan kepada Kepala Dinas / Badan un- tuk tetap bekerja dalam mengelola anggaran sesuai dengan peraturan, “jangan takut dikejar-kejar oleh siapap- un, asalkan kita bekerja dengan benar. Berkaiatan Pengelolaan aset, ada beberapa aset yang boleh dikerjasa- makan dengan pihak ketiga, itu di- bolehkan dengan peraturabn pemer- intah No 6 Tahun 96, artinya ada dasar hukumnya. Kepala BPK RI sebelumnya meny- erahkan memori hasil pemeriksaan masing-masing kepada Gubernur dan Ketua DPRD Kalbar.Rapat Peripurna dihadiri sebanyak 29 orang anggota Dewan dari 55 orang, Unsur Muspi- da, Para Kepala Dinas Badan. Rahman

dengan PT Sanex dapat memperbaiki pencemarannya kembali diambang normal, kedua apabila PT Sanex meng- hiraukan surat peringatan tersebut maka langkah selanjutnya yang akan dilakaukan adalah agar dilaporkan ke markas besar (Mabes) Polri. Rapat koordinasi Muspida tersebut dihadiri oleh : Bupati Tangerang H.Ismet Iskandar, Pengadilan Negeri Tangerang diwakil Hamitoh Hendri, Kodim 05/06 Tangerang diwakili Dju- mali, Polres Kota Metro Tangerang di- wakili Kustanto, Sekda Kabupaten Tangerang H.Hermansyah, Kasat Pol PP Slamet Setyawan, Kepala Dinas BLHD Endang Kosasih, Kepala Bagi- an Humas dan Protokol Drs.H.Yeyep Syarip Anwar, Kepala Bagian Hukum Setda Banteng, Camat Cikupa Yusuf M, Konsultan Hukum Kabupaten Tangerang Deden Sukron dan per- wakilan BP2T. Dalam rapat tersebut Bupati Tan- gereng H Ismet Iskandar menegaskan bahwa Rrakor ini dilaksanakan dalam rangka menyikapi tanggapan surat peringatan ketiga yang sudah diberi- kan kepada PT.Sanex Steel Indonesia (Power steel Mandiri). Surat peringa- tan ketiga ini akan berakhir sampai dengan pada tanggal 4 November 2011, Bupati secara konsisten agar pe- rusahaan tersebut ditutup karenan telah melanggar pencemaran lingkungan. Agar dapat dilaporkan ke Menteri Lingkungan Hidup supaya da- pat dibawa kerana hukum. Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Samsuri menegaskan

agar ditelaah sampai dengan sejauh mana pelanggaran yang dilakukan oleh PT Sanex. Ia menyarankan agar diperhatikan juga dan pencemaran udara dan harus dilakukan ujin labo- ratorium oleh tenaga ahli Kepala Dinas BLHD Kabupaten Tangerang Endang Kosassih men- jelaskan pada tahun 2006 PT Sanex berdiri, dalam AMDAL nya dokumen- nya tertera ada 6 tungku yang akan digunakan. Pada tahun 2009 – 2010 kembali ada masalah dan dari BLHD kembali melayangkan teguran bah- wa Sanex harus memperbaiki tungku, Pada tanggal 25 januari

  • 2011 Surat Peringatan pertama dilay-

angkan lalu pada tanggal 23 Maret

  • 2011 Surat Peringatan kedua, didala

peninjauan lapangan yang dilakukan oleh BLHD dilapangan ternyata dite-

mukan ada penambahan 4 tungku. Pihak BLHD juga sudah melakukan uji laboratorium terhadap pencema- ran tersebut uji dilakukan melalui laboratorium yang sudah terakredita- si atau sudah teruji. Hasil dari uji lab tersebut diantaranya emisi gas sudah mencapai 40% yang batas normaln- ya adalah 35%. Pada peninjauan sam- pai dengan kemarin 01 November 2011 asap yang berasal dari PT Sanex tidak masuk kedalam cerobong asap. Jumlah tenaga kerja PT Sanex kurang lebih 1.700 karyawan. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang Slamet Set- iawan mengatakan bahwa Satpol PP sudah menyampaikan Surat peringa- tan pertama, kedua dan terakhir yang ketiga dan dari pihak HRD PT Sanex nya sendiri sudah datang menemui Satpol PP mereka meminta perlindun- gan hukum, kami mohon waktu sam- pai dengan Desember karena alat un- tuk menghentikan asap itu baru akan datang bulan Desember 2011. Kepala Satuan Sabhara Polres Metro Kota Tangerang Kustanto menyaran- kan bagaimana sebelum menutup keg- iatannya kita cabut dulu ijinnya. Konsultan Hukum Pemkab Tangerang Deden Sukron SH menga- takan setelah dikeluarkannya surat peringatan (SP 3) bahwa menurut Perda Nomor 20 tahun 2004 setiap bangunan yang tidak memiliki atau menyimpang, dapat di bongkar oleh kepala Daerah dan dapat dihentikan kegiatannya. Pelaksanaan dilapan- gna diharapkan ada tim pengawas. Perwakilan dari BP2T Kabupaten Tangerang A. Hapid menjelaskan bahwa ijin awal dari PT Sanex adalah untuk gudang dan pada tahun 2005 berubah menjadi industri, HO bera- khir pada bulan Juli, dan sampai sekarang proses perpanjangannya masih dalam proses karena terganjal masalah adanya pencemaran ini. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang H.Hermansyah mengata- kan dari hasil rapat koordinasi terse- but mengahsilkan pertama penutu- pan akan dilakukan sampai dengan pencemarannya kembali diambang normal, akan diberitahukan dalam

bentu surat, kedua apabila PT Sanex menghiraukan surat penutupan

tersebut maka langkah selanjutnya akan dilaporkan ke Mabes Polri. Leonard

ARUMI BACHSIN JADI WARTAWAN BOLA !

.........

sambungan hal 1

Peran berbeda dialami oleh seleb- riti Arumi Bachsin dalam film ter- barunya, HATTRICK. Di mana dalam film tersebut, Arumi berperan men- jadi seorang wartawan. Seperti apa cerita mantan kekasih pesinetron Miller itu? “Saya sebagai Sophie di film ini. Wartawan bola yang punya ambisi, strategi, dan arogansi yang tinggi. Apapun yang dia mau harus didapat dengan usaha maksimal, dia itu san- gat mencintai kerjaannya. Saya jadi wartawan news yang meliput sepak- bola underground, ilegal gitu, bany- ak mafianya. Karena itu saya mera- sa tertantang meliput futsal ilegal dan diungkapkan di media,” bebernya panjang lebar. Arumi yang dijumpai saat perskon HATTRICK di gedung CTC, Jakarta

Pusat, Kamis (3/11) mengaku, bah- wa untuk karakter Sophie yang men- cintai bola, dirinya menjadi rajin membaca tabloid atau majalah yang berhubungan dengan bola. “Ini salah satu wawasan baru yang harus saya kuasai meski tidak suka. Sutradara pesen sama aku kalo suruh baca majalah gitu. Jadi aku bisa me- lihat kurang lebih gimana wartawan bola itu. Sangat membantu sekali buatku,” usainya. Namun saat disinggung apakah dirinya menyukai olahraga sepakbo- la, dara cantik ini mengaku hanya sekedar menyukainya. Karena bagin- ya sepakbola adalah permainan yang bisa menyatukan dunia, meski dirin- ya tidak terlalu memahami berita terbaru di dunia sepakbola. kl.c/red-mp

SBY perintahkan Satgas Mafia Pemberantasan Hukum

....................................................

sambungan hal 1

Kepala Kejati DKI Jakarta, Donny Kadnezar Irlan SH MH, lambat melakukan pemeriksaan korupsi di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI Jakarta, terkait bocoran uang Nega- ra sebesar Rp 109 miliar, dari APBD tahun 2008 sampai 2011, untuk keg- iatan proyek pengerukan kali atau pembersihan kali di lima wilayah, pada hal pemeriksaan sudah dilaku- kan sejak bulan Juli 2011. Ini sudah saatnya Satuan Tugas Mafia Pemberantasan Hukum, Kun- coro Mangkusubroto, melakukan pe- meriksaan terhadap jaksa jaksa nakal yang sudah melakukan penyelidikan pejabat Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, khususnya, Kepal Dinas DPU DKI Jakarta, Ir Ery Basworo, Ir Tard- juki, Kepala Subdit Tata Air dan Kuku Hadi, Kepala Sekretariat DiNAS Peker- jaan Umum DKI Jakarta, serta kronin-

ya termasuk rekanan pelaksanaan proyek tersebut. Dari Hasil audit BPK dan BPKP semesteran sudah jelas ada ditemukan kerugian Negara sebesar

Rp 109 miliar dari APBD tahun 2008 sampai 2011, proyek kegiatan pengerukan kali atau pembersihan kali di lima wilayah. Dugaan korupsi merugikan Negara sebesar Rp 109 miliar untuk proyek pembersihan kali di DPU DKI Jakarta dalam APBD tahun

  • 2008 sampai 2011,hingga sekarang

masih dibidik Kepala kejaksaan Ting- gi DKI Jakarta, Donny Kadnezar Irlan SH MH melalui Asisten Intelijen Kejak- saan Tinggi DKI Jakarta, Deden Riki SH. Kasus ini dilaporkan ke Kejati DKI Jakarta, pada tanggal 15 Juli 2011, dan proyek ini sudah berjalan kegia- tan selama lima tahun anggaran. Sekretaris Jenderal LSM Investiga- si Fakta Hukum, Berlin Siahaan, di

gedung KPK, Kepala Dinas DPU DKI Jakarta, Ir Ery Basworo, Ir Tardjuki Kepala Subdit Tata Air dan Kuku Hadi, Kepala Sekretariat Dinas Peker- jaan Umum DKI Jakarta, serta kro- ninya termasuk rekan pelaksana proyek tersebut sudah layak ditahan Kejasaan Tinggi DKI Jakarta. Pasaln- ya, sudah jelas diduga korupsi uang Negara sebesar Rp 109 M dari APBD tahun 2008 sampai 2011 untuk keg-

iatan proyek pembersihan kali di lima wilayah dan ini sudah terbukti dari hasil audit BPK dan BPKP, tegas Ber- lin Siahaan kepada Wartawan. Koalisi LSM kompak demo dengan mengusung ratusan massa ke Kejati DKI Jakarta, untuk menuntut Kejak- saan Tinggi DKI Jakarta serius men- gusut tuntas pejabat Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, yang terlibat korupsi. ( 25/10). Tim

11 SAMBUNGAN EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011 Proyek AMP SDPU
11
11

SAMBUNGAN

 

EDISI: 016

TAHUN I

SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

 
 

Proyek AMP SDPU Jalan Jakarta Timur Dijadikan “Ajang” Korupsi

...............................................................................................................................................................................

sambungan hal 1

Selain itu, kata Hasudungan, proyek AMP ini pun dapat diarahkan kepada rekanan binaan pejabat yang bermodal besar. Caranya, dengan menentukan persyaratan yang hanya bisa dipenuhi oleh sekelompok rekanan tertentu.

  • Di SDPU Jalan Jaktim, misalnya, untuk

memenuhi ‘kebutuhan dapur’ para oknum pejabat SDPU tersebut berbagai upaya dan modus pun kemudian dilakukan. Beberapa ti- tik lokasi proyek AMP yang tersebar di kelu- rahan berbeda, bahkan di kecamatan yang ber- beda, sengaja digabung menjadi satu rekening (paket proyek) sehingga tidak bisa diikuti oleh perusahaan konstruksi berskala kecil. Padahal, lanjut dia, sesuai Perpres Nomor 54 Tahun 2010 (perubahan Keppres Nomor 80 Tahun 2003), tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Milik Pemerintah, disebutkan :

Pengguna Anggaran dilarang menggabungkan beberapa paket pekerjaan menjadi satu paket

yang menurut wilayah dan lokasinya lebih efisien dikerjakan secara terpisah,; serta set- iap Pengguna Anggaran wajib menyediakan se- banyak-banyaknya paket pekerjaan berskala kecil dalam rangka pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM). Pada proses pelelangan, penggiringan pun berlanjut. Modus yang dilaksanakan adalah

dengan membuat persyaratan bagi para peru- sahaan yang berminat harus memiliki peralatan AMP yang harus mendapat uji kelayakan dari Dinas Pekerjaan Umum. Maka dengan per- syaratan tersebut, praktis proyek ini pun han- ya jatuh ke tangan sekelompok perusahaan yang ditenggarai telah menjadi kelompok re- kanan binaan pejabat Dinas Pekerajaan Umum. Untuk mendapat untung besar, sistem evaluasi lelang pun dipilih dengan metode merit point. Maka hasilnya pun bisa ditebak, nilai penawaran perusahaan rata-rata mendekati nilai HPS (harga perkiraan sendiri) yang dibuat panitia lelang.

  • Di SDPU Jalan Jaktim Tahun Anggaran 2010

lalu, seakan tidak ada perusahaan lain, 41 paket proyek AMP yang dilaksanakan hanya dibagi oleh 15 perusahaan, layaknya bagi-bagi kue mas- ing-masing perusahaan mendapat jatah rata-rata 3 paket proyek, bahkan ada yang 5 paket. Untuk proyek AMP yang dilaksanakan PT Yasa Patria Perkasa misalnya, sementara ini setidaknya dua titik dalam satu paket di kecamatan Cakung tidak dikerjakan sama seka- li. Untuk paket yang dikerjakan PT Anten Sari Perkasa, LSM GEMPAR menemukan dalam

satu paket di kecamatan Pulogadung ditemu- kan tiga titik lokasi yang tidak dikerjakan. Untuk sekedar diketahui, pada TA 2010 lalu di SDPU Jalan Jaktim, PT. Yasa Patria Perkasa mendapat 3 paket proyek AMP, yakni : Rp

1.230.666.000 dengan pagu anggaran Rp 1.279.526.500, Rp 1.117.390.485 dengan pagu ang- garan Rp 1.150.773.840 dan Rp 1.059.774.751 dengan pagu Rp 1.086.397.495. Sementara PT. Anten Sari Perkasa memperoleh 2 paket proyek, yakni : Rp 1.141.300.000 dengan pagu anggaran Rp 1.176.524.336 dan Rp 1.053.800.000 dengan pagu anggaran Rp 1.086.397.495.

Rekayasa LPj

Ironisnya, walaupun nilai penawaran ham- pir mendekati pagu anggaran serta sudah mendapat perlakuan istimewa dari panitia le- lang dan para oknum pejabat SDPU Jalan Jak- tim, kualitas pelaksanaan oleh pelaksana

proyek bukannya baik. Di lapangan, LSM Peduli Pembangunan Jakarta (PPJ) menemui sejumlah titik yang tidak dikerjakan sama seka- li alias fiktip. Ketua LSM PPJ, Tumpak Pakpahan me- nambahkan, selain menemukan proyek fiktip, pihaknya juga mensinyalir adanya rekayasa laporan pertanggungjawaban (LPj) untuk mencairkan anggaran, baik itu untuk proyek AMP maupun untuk kegiatan swakelola. Tumpak Pakpahan menilai adanya angga- ran Pemeliharaan Sewaktu-waktu (TIDAK TERPREDIKSI) yang DI-SWAKELOLA- KAN, juga merupakan ‘permainan’ pejabat SDPU untuk mencari keuntungan sebanyak- banyaknya. Selain telah menyimpang dari aturan Per- pres Nomor 54 Tahun 2010 perubahan Kep- pres Nomor 80 Tahun 2003, tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Milik Pemerintah, keg- iatan swakelola tersebut sangat berpotensi terjadi korupsi, mulai dari kwalitas pekerjaan

hingga proyek bodong alias proyek fiktip, karena titik-titik atau lokasi untuk kegiatan swakelola tersebut sangat sulit dipantau oleh para social control maupun pengawas lain- nya. “Hanya Tuhan dan pejabat SDPU yang mengetahuinya,” sindir Tumpak. Pada Tahun Anggaran 2010 lalu, pihaknya men- curigai terjadi penyimpangan anggaran pada beber- apa paket proyek, yakni Proyek pemeliharaan ru- tin jalan dan jembatan serta kelengkapannya tahap I sebesar Rp 3.573.500.000,00 kode rekening 1.03.010.13.052; Pemeliharaan rutin jalan dan jem-

Dinas Kelautan dan Perikanan

....................................

sambungan hal 1

setelah dilakukan konfirmasi secara resmi oleh Jon Dharma Sekretaris BPK DPPNI Keta- pang kepada pihak Panitia Dinas Kelautan dan Perikanan Ketapang, sesuai dengan suratnya Nomor: SK. 072/BPK – DPPNI/VIII/2011, tanggal 12 Agustus 2011, perihal pelaksanaan Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah.

  • Di jawap oleh pihak ketua panitia DKP

Ketapang, Gusti Ishak melalui suratnya No- mor 602/115/PAN – DKP/2011 tanggal 17 Ok- tober 2011, menjelaskan bahwa pihak Panitia hanya menyiapkan master dokumen lelang, dan menitipkannya kepada pihak foto copy Duta Mulia , pihak foto copylah yang me- nentukan berapa besarnya harga biaya peng- gantian foto copy dokumen lelang itu kata Gusti Ishak menjelaskan didalam suratnya yang disampaikannya kepada Sekretaris BPK DPPNI. Ternyata setelah di konfirmasikan Met- ropolitan Pos lebih lanjud, pada (19/10) ke- pada Candra selaku pihak pengelola Foto copy Duta Mulia, Candra mebenarkan bahwa me- mang ada pihak panitia DKP Ketapang men- itipkan master dokumen kepadanya, sekali- gus Candra menambahkan bahwa untuk biaya foto copy dokumen per jilid, seratus ribu ru- piah (Rp. 1.00.000,00) yang di bayar lansung oleh para peserta lelang kepada pihak pen-

gusaha foto copy dengan membawa nota pen- gambilan dari pihak panitia DKP Ketapang kata Candra kepada Metropolitan Pos. Sekretaris BPK DPPNI Jon Dharma me- nilai apa yang menjadi kecurigaan oleh salah satu warga masyarakat Ketapang tentang adan- ya dugaan jual beli dokumen lelang oleh pan-

itia lelang DKP Ketapang kepada peserta le- lang dapat dibuktikan dari penjelasan ketua panitia lelang DKP itu sendiri dan dikuatkan dengan pengakuan oleh pihak pengelola foto copy kata Jon Dharma. Jon Dharma menambahkan bahwa apa yang dilakukan oleh panitia lelang DKP Ket- apang sudah tidak sesuai dengan Peraturan Presiden RI Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan jasa pemerintah. Peng- gandaan dokumen lelang yang seharusnya di- siapkan oleh pihak panitia lelang dan tidak seharus dibayar oleh pihak peserta lelang . Menurut Jon Dharma, sesuai dengan Un- dang – Undang Nomor 20 tahun 2001, ten- tang tindak pidana korupsi, sudah terindikasi korupsi kerena panitia lelang sudah meng- gunakan kewenangan, serta jabatan yang ada padanya menyuruh pihak peserta lelang(kontraktor) untuk membayar dokumen lelang kepada pihak pengusaha foto copy Duta Mulia. Rahman

Pembelian mobil dinas

......................................................

sambungan hal 1

total anggaran yang dibutuhkan un- tuk lima unit mobil dinas tersebut se- nilai Rp 1,85 miliar. Tak hanya itu, empat pejabat eselon III Sekretariat DPRD Banten juga akan mendapat mobil dinas baru, yaitu Toyota Rush dengan total anggaran Rp 824 juta. Menurutnya, untuk menunjang kinerja bidang pengawasan ke daerah pelosok, pimpinan DPRD Banten tak harus memakai mobil baru. “ Kunjun- gan kerja itu bukan wisata, tapi meny- erap aspirasi masyarakat dan mencar- ikan solusi, bukan malah memperton- tonkan mobil mahal,” katanya. Sebelumnya, Sekretariat DPRD Banten, Dadi Rustandi, mengata- kan,” mobil dinas tersebut nantinya berstatus kendaraan operasional khusus, sehingga hanya dipakai keti- ka pimpinan dewan melakukan kun- jungan kerja ke daerah yang kondisi

infrastruktur buruk. Ia mencontoh- kan jika pimpinan dewan melakukan kunjungan ke Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang yang infras- truktur jalannya belum baik.“ Jika dipaksakan memakai sedan, mobiln- ya akan cepat rusak. Honda CR-V han- ya digunakan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan,” ujarnya. Kendaraan dinas tersebut nantin- ya akan disimpan di gedung DPRD Banten. “ Ketentuannya begitu, han- ya sebagai kendaraan operasional khusus,” jelasnya. Sementara Ketua DPRD Banten, Aeng Haeruddin, mengatakan,” masyarakat dapat mengawasi peng- gunaan kendaraan dinas tersebut. “ Masyarakat bisa mengawasinya. Kare- na kami sendiri akan berupaya meng- gunakan mobil dinas sesuai peruntuk- kannya,” ungkapnya. Leonar Marbun

batan serta kelengkapannya tahap II sebesar Rp 3.573.500.000,00 kode rekening 1.03.010.13.053; dan Proyek penanggulangan segera kerusakan jalan dan jembatan serta kelengkapannya / tidak ter- prediksi (swakelola) sebesar Rp 9.000.000.000,00 kode rekening 1.03.010.13.054. Sedangkan untuk TA 2011 adalah : Proyek penanggulangan segera kerusakan jalan dan jembatan serta kelengkapan- nya / tidak terprediksi (swakelola) sebesar Rp 19.960.000.000,00 kode rekening 1.03.010.13.054; pemantauan rutin kondisi jalan dan pemasangan tanda rambu Emergency wilayah Jakarta Timur sebesar Rp 100.000.000,00 dengan kode rekening 1.03.010.01.010; dan proyek pembuatan dan pe-

masangan kelengkapan pengaman prasarana yang rusak sebesar Rp 100.000.000,00 dengan kode re- kening 1.03.010.12.003. Terpisah, Ketua Umum LSM Monitor- ing Penegakan Hukum Indonesia (MPHI) Rinaldi Lumban Gaol SH., menegaskan, sudah sejak lama permainan anggaran tersebut di- lakukan tapi baru kali ini mulai diungkap, kare- na telah merugikan para pengusaha kecil kare- na tidak bisa mendapatkan pekerjaan proyek di SDPU Jalan Jaktim. “Permainan ini harus diusut. Saya akan segera melaporkan kasus ini ke Kejaksaan. Menurutnya, Kepala SDPU Jalan Ahmad

Fauzi dan Kepala Seksi Pemeliharaan Edy Sudrajat, adalah pihak-pihak yang paling ber- tanggungjawab atas dugaan penyelewengan anggaran proyek AMP, dan permainan angga- ran tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Kepala SDPU Jalan Ahmad Fauzi dan Kepala Seksi Pemeliharaan Edy Sudrajat, tidak bersedia dite- mui di kantornya. Edy Sudrajat yang dikenal royal memberikan amplop kepada para oknum yang mengaku wartawan dan LSM hanya mau menemui para rekanan kroninya dan oknum wartawan dan LSM yang mau dibungkam. Jenri

Kasus mark-up proyek Sudin Dikdas Jakpus

...........................................................................

sambungan hal 1

pengadaan buku sejarah sebesar

nama tidak lebih dari Rp 700 juta.

  • Rp5.054.200.000,- Menanggapi hal itu, Bento, salah satu re- kanan/pemborong di DKI Jakarta, mennye- butkan untuk pelaksanaan paket proyek tersebut, dia berani mengerja- kan satu papan nama hanya dengan nilai Rp 7 juta. Artinya, dengan nilai penawaran Rp 1 miliar saja, pelaksana sudah memperoleh ke- untungan Rp 300 juta dari 100 papan nama. Menurut hitungan kasarnya, material yang dibutuhkan untuk satu papan nama, besi 20 batang, semen 15 sak, pasir 1 truk, batu split 2 grobak, kramik 6 dus, bordiran keramik 96, cat 2 kaleng, huruf, dan upah tukang tidak lebih dari Rp 7 juta. Dan, katanya, pengerjaan papan nama paling lama satu minggu. “Kalau anggarannya Rp 4, 7 miliar, berarti pejabat (Sudin Dikdas Jakpus) dan pemborongnya panen duit,” celetuk Bento. “Jika dihitung untuk pengadaan 1 papan nama saja, pelaksa- na dapat duit paling sedikit Rp 40 juta. Dika- likan 100 papan nama, Rp 4 miliar diperoleh keuntungan dalam sekejap,” kata Bento. Dari anggaran proyek papan nama SD, pal- ing sedikit Rp 4, 7 miliar dana proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Be- lanja Daerah (APBD) DKI Jakarta masuk pun- di-pundi oknum pejabat dan pemborong kroni Zaenal Sulaeman Kasudin Dikdas Jakpus. Praktek mark-up (penggelembungan ang- garan) juga terjadi pada proyek pengadaan alat penghancur kertas yang dimenangkan PT Torus Jaya dengan penawaran Rp 1.916.385.900 (97,95% dari HPS 1.956.418.750,-). Padahal perusahaan ini juga pada 2010 pernah menger- jakan proyek yang sama, dengan anggaran han- ya sekitar Rp 1,1 miliar. Pengadaan 143 set mesin penghancur ker- tas ini terjadi mark-up 100 % dari harga pasar dan Harga Satuan DKI Jakarta. Harga Peng- hancur kertas dengan kapasitas kertas 18 lem- bar (A4/70 gram), jenis potongan kertas “strip out”, dan ukuran potongan kertas 3,9 mm, dan dapat menghancurkan kartu kredit, staples, pa- perclip, CD dan CD besar dengan celah mema- sukkan kertas 240 mm, harganya hanya sekitar Rp 5 juta/ set. Sehingga harga mesin penghan- cur kertas untuk 143 set jenis tersebut hanya

Tipikor Polda Metro Jaya belum men- jadikan tersangka korupsi uang Negara peja- bat Sudin Pendidikan Dasar Kota Adminis- trasi Jakarta Pusat hingga saat ini diduga di jadikan ATM berbulan bulan oleh oknum. Intruksi Presiden No 5 tahun 2004 ten- tang percepatan pemberantasan korupsi tidak dijadikan acuan untuk memberantas korupsi APBD yang merugikan Negara tiap tahun. Laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan su- rat pertanggungjawaban (SPJ) diduga direkayasa oleh pejabat Suku dinas Pendidikan Dasar Kota Administrasi Jakarta Pusat. Barang tersebut fik- tif tidak ada sebagian dan tidak sesuai volume anggaran yang ditentukan di data billy quantity. Selain itu perusahaan pelaksana tidak jelas hanya direkayasa dan tidak diketahui Direk- tur Utama Perusahaan pelaksana tersebut bahwa pekerjaan itu dikerjakan. Sehingga uang negera dirampok pejabat bersangkutan den- gan merugikan Negara miliaran rupiah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus turut serta memberantas korupsi anggaran di pemda DKI Jakarta, sesuai In- truksi Presiden (Inpres ) No 5 tahun 2004 tentang Percepatan pemberantasan korupsi di Indonesia. Jenri/ Peris. Praktek dugaan tindak pidana korupsi di Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Pusat (Sudin Dikdas Jakpus) semakin jelas dan nya- ta. Modus operandi tindak pidana korupsi itu dilakukan dengan berbagai cara, mulai sejak awal perencanaan, proyek fiktif, pengaturan pe- menang lelang, dan pengadaan fiktif, serta prak- tik monopoli oleh sejumlah rekanan tertentu. Salah satu di antaranya adalah, proyek Pa- pan Nama Sekolah Dasar (SD) 100 lokasi di Jakarta Pusat menjadi lumbung duit bagi peja- bat Sudin Dikdas Jakarta Pusat dan pembo- rong tertentu. Papan nama berukuran sekitar 2 x 1,5 m ditawar PT Gumba Sondang Primatama den- gan nilai fantastis yakni sebesar Rp 4.700.521.277. Padahal, biaya untuk sebuah papan nama ditaksir tidak lebih dari Rp 7 juta. Berarti juga, biaya mengerjakan 100 papan

Rp 715 juta, sudah termasuk PPN 10 % dan keuntungan perusahaan 10 %. Harga Rp 750 juta setara dengan 38,33 % dari HPS. Pengadaan Laptop/Notebook 128 set di- menangkan oleh CV. Brillian Berkarya dengan penawaran Rp 2.318.976.000,- (95 % dari HPS Rp 2.440.682.464,-). Berdasarkan Sp- esifikasi Laptop/Notebook dengan spesifika- si i3-330 m, RAM Min 2GB DDR3 SDRAM1333MHz, up to 8 GB 108db, DVD RW, Monitor 14” High Definition WideLED anti-glare display. Hardisk 320 GB HDD,5400 RPM with anti-shock system, 8db cut/boost @100HZ,SKHz Webcam, Wifi, Bluetooth. Windos 7 Pro (orginal) harganya hanya Rp 5.265.000,-/ set. Sehingga total harga untuk 128 set Notebook adalah Rp 673.920.000,-. Printer Laser jet dengan spesifikasi Print speed minimum 18 ppm, resolution minimum up to 1200 dpi effective output, Hight speed USB 2.0, input capacity 150 sheet cassette harganya hanya Rp 2.940.000,-. Sehingga to- tal harga untuk 128 set laser jet adalah Rp 367.320.000,-. Total pengadaan Notebook dan printer laser jet adalah Rp 1.041.240.000,- atau 42,66 % dari HPS.

Dibekingi Jaksa Hingga berita ini diturunkan, tak satu- pun pejabat yang diduga terlibat yang berse- dia dikonfirmasi. Kasudin Dikdas Jakpus, Zainal Sulaeman terkesan menghindar untuk diwawancarai dan buru-buru masuk mobil, saat ditemui di Kantor Kejaksaan Tinggi (Ke- jati) DKI. Sayangnya, tidak diperoleh infor- masi pasti terkait kedatangannya ke kantor Kejati. Apakah terkait pemeriksaan atas ka- sus korupsi ? atau hanya kordinasi ?. Namun informasi yang beredar di kalangan Pemda DKI, bahwa seluruh pejabat Dinas Pendidi- kan DKI Jakarta, termasuk Sudin Dikdas Jakpus yang dipimpin Zainal Sulaeman, sudah melakukan kordinasi dengan oknum jaksa di Kejati, dan dibekingi oleh petinggi Kejaksaan Agung berinisial ‘J’. Begitu juga dengan Alek Ismail selaku Kasie Sarpras Sudin Dikdas Jakpus, tidak ber- hasil ditemui di kantornya. Jenri

Freeport ‘suap’ Polisi Rp 704 Miliar

.......................................................................................................

sambungan hal 1

Kementerian Keuangan. “Intinya dana itu ile- gal. Selain itu dana tersebut bisa dikatakan se- bagai bentuk suap, karena tidak ada dasar hu- kumnya. Kami akan melaporkan data ini ke- pada KPK untuk disidik,” jelasnya. Direktur LBH Nurcholis mengatakan, dana yang dinilai wajar oleh Kapolri Jenderal Timur Pradopo tersebut bisa mengganggu indepeden- si polisi. “Dana itu besar dan tidak wajar, bisa membuat keberpihakan polisi dalam penega- kan hukum di Papua,” paparnya. Sebelumnya, Polri menegaskan siap diau- dit terkait penerimaan dana itu. Polri men- jamin dana tersebut transparan dan siap mem- pertanggungjawabkannya baik kepada KPK maupun DPR. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Saud Us- man menyatakan, Mabes Polri akan memben- tuk tim khusus untuk menyelidiki dana itu. “Jadi, kami bisa melihat permasalahannya. Nanti akan terlihat, apakah ada unsur pidana atau tidak,” ujarnya di Mabes Polri. Saud menambahkan, pihaknya belum mengetahui secara detail rincian dana dari Free- port. Mabes Polri belum mengetahui siapa saja yang menerimanya. Sebab, dana tersebut lang- sung diserahkan kepada anggota Polri yang bertugas di lapangan. Pihaknya sudah meminta data dana terse- but ke PTFI dan Polda Papua. Namun, hingga

kemarin Mabes Polri belum menerima data tersebut. Menurut Saud, Mabes Polri tidak serta merta menggunakan data dana yang termuat dalam situs resmi PTFI, http://www.ptfi.com. Sebab, data tersebut tidak bisa dipertanggung- jawabkan. Polri menunggu data resmi dari PTFI. Dia menegaskan, Mabes Polri belum me- nerima data anggota Polri yang menerima dana dari PTFI, sehingga belum bisa memastikan ada penyelewengan. Polri siap diaudit. Dia menolak berkomentar ketika ditanya apakah itu termasuk gratifikasi. “Silakan tanya KPK, saya tidak mau mengomentari kalau ada hal tersebut.” Saud menjelaskan, mekanisme dana hibah secara umum adalah dilaporkan ke Kemente- rian Keuangan (Kemenkeu). Selanjutnya, Ke- menkeu melimpahkan kembali ke Polri sesuai dengan peruntukan.

Harus Dievaluasi

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso me- minta agar tradisi pemberian dana keamanan dari PT Freeport kepada Polri yang sudah

berlangsung sejak lama, dievaluasi. Menurutnya, pemberian tersebut sebaikn- ya dihindari untuk mencegah munculnya per- tanyaan-pertanyaan tentang independensi dan

harga diri Polri sebagai institusi negara. “Mu- ngkin nggak salah, tapi kurang elok. Jangan sampai ada anggapan institusi negara seperti Polri bisa dibeli,” ujarnya. Dia mengakui, dana yang dimiliki Polri un- tuk pengamanan di Papua memang terbatas. Namun, hal ini bukan alasan untuk selalu me- nerima dana dari Freeport, karena selama ini pemerintah daerah mengalokasikan dana APBD melalui mekanisme yang sah untuk anggaran pengamanan ekstra. Mantan Gubernur PTIK yang sekarang menjadi anggota DPD, Farouk Muhammad, mempertanyakan apakah dana yang diterima oleh Polri dari Freeport dicatat atau tidak. Pasal- nya, sesuai standar dan prosedur yang disep- akati di internal Polri, bila ada dana atau ban- tuan dari perusahaan atau masyarakat, maka harus dicatat dan dibukukan, selanjutnya diba- gi-bagi sesuai dengan keperluan. “Kesepaka- tan itu sudah ada sejak zaman (Kapolri) Dai Bachtiar. Semua sumbangan harus didaftar,” katanya. Menurut Farouk, dana dari pihak lain di luar APBN adalah sah, asal terbuka dan transparan. “Itu sah-sah saja. Tidak ada yang aneh dengan anggaran yang serba terbatas itu. Maka perlu ditanyakan, siapa yang mencatat, apakah Polda Papua atau Mabes Polri,” tam- bahnya. Red

Sudinhub Jakbar pungut

............................................................................................................................

sambungan hal 1

tentang Perlindungan dan pengelola- han lingkungan hidup dan undang un- dang No 26 Tahun 2007, tentang Pe- nataan ruang. Sementara Sudin Perhubungan Jakarta Barat sering melewati tem- pat bongkar muat tersebut dengan menguasai badan jalan tidak di hiraukan dan ditertibkan. Setiap hari ada 10 sampai 18 truk

yang parker di badan jalan laying Ply Over tersebut dengan mengganggu kemacetan jalan tersebut. Kepala Suku dinas Perhubungan Jakarta Barat, Ir Suyoto, ketika dikon- frimasi tidak berada ditempat. Camat Tambora, Isnawaji, tidak pernah masuk kantor dan tidak men- gurus wilayahnya. Ply Over Jembatan Lima tepat-

nya dekat Pos Polisi Jembatan Lima Jakarta Barat, di jual oknum pejabat menjadi lahan fasilitas umum untuk kegiatan bongkar muat barang, dan dipungut liar. Seperti, expedisi Panamas pemilikn- ya bernama Akap, memiliki Truk ban- yak, beliau selalu parkir dengan santai disamping pos polisi siang dan malam, ujar warga setempat. Prayogo

Surat Kabar Umum SILAHKAN BERGABUNG BERSAMA METROPOLITAN POS EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER -
Surat Kabar Umum
SILAHKAN BERGABUNG BERSAMA
METROPOLITAN POS
EDISI: 016
TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011
Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B
Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450
Telp. 021-51393635, 31902301 Fax. 021- 31902301
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com
HOTLINE PASANG IKLAN DAN PENGADUAN KANTOR REDAKSI : 021-3190 2301 / 0813 1533 8511
EDISI: 016
TAHUN I SENIN 24 OKTOBER - 06 NOPEMBER 2011

Kadis Kebersihan Eko Bharuna, Masa Pensiun

GUBERNUR DKI FAUZI BOWO TIDAK SERIUS MENGURUS SAMPAH BANTAR GEBANG

Jakarta, Metropolitan Pos Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Ir Eko Bharuna Subroto MT sudah masa pensiun dan tidak boleh menjabat lagi. Selain itu masih ada jabatan bidang bidang di Dinas Kebersihan DKI Jakarta kosong, seperti, Kepala Unit Pel- aksana Tugas DKI Jakarta untuk TPST Bantar Gebang masih kosong dan belum ada yang dilantik untuk menjabat sebagai Kepala UPT ditempat tersebut.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Ir Eko Bharuna Subroto MT dimasa pensiun sudah saatnya men- gangkat orangnya dikedudukan tersebut dan mampu mengelolahnya, serta propesional. Sementara masih ada orang orang di UPT DKI Jakarta untuk TPST Bantar Gebang itu sendi- ri yang mampu mengelolahnya dan professional. Kedudukan Jabatan di Dinas Ke- bersihan DKI Jakarta janganlah di- jadikan politis jabatan yang dipakai, tetapi karir yang perlu. Gubernur DKI Jakarta, DR Fauzi Bowo, seharusnya sudah pensiunkan Kepala Dinas Ke-

bersihan DKI Jakarta, Ir Eko Bharu- na Subroto MT, supaya pengelolahan sampah di DKI Jakarta dapat teratasi dengan baik. Begitu juga di bidang bidang yang lain, Gubernur DKI Jakarta sudah harus memilih orang orang yang mam- pu khususnya di UPT DKI Jakarta un- tuk TPST Bantar Gebang itu sendiri, bukan dari luar UPT DKI Jakarta un- tuk TPST Bantar Gebang, supaya pen- gelolah sampah DKI Jakarta dapat di- tangani dan teratasi dengan baik. Pen- angan sampah di DKI Jakarta terseok seok selama kosong jabatan di UPT DKI Jakarta untuk TPST Bantar Gebang.

Surat Kabar Umum SILAHKAN BERGABUNG BERSAMA METROPOLITAN POS EDISI: 016 TAHUN I SENIN 24 OKTOBER -

EKO BHARUNA SUBROTO

Berbagai macam pikiran masyarakat ketika menyebut Bantar Gebang, terkesan ada di benak warga DKI Jakarta dan sekitarnya “tempat pembuangan sampah yang menjijik- kan,” pikirin seperti ini tentulah men- jadi sangat logis di mata masyarakat, akibat kurang profesionalnya Pem- prov DKI Jakarta, Khususnya kepemimpinan Kepala Dinas Kebersi- han DKI Jakarta, Ir Eko Bharuna Subroto MT yang

didindikasikan masyarakat ter- sangka korupsi di

FAUZI BOWO

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, dan kasusnya sedang ditangani Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, terkait hasil audit BPK. Terlebih belum dilan- tiknya pejabat yang defenitif sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Tempat Pembuangan Akhir Sampah Bantar Gebang sekarang ini, secara langsung maupun tidak langsung berdampak kurang maksimalnya kinerja karyawan, tegas Pak Hanna kepada Metropolitan Pos, di Gedung DPRD DKI Jakarta belum lama ini. Tokoh masyarakat yang ber- mukim di Bekasi, dengan tegas men- gungkapkan Gubernur DKI Jakarta,

Fauzi Bowo tidak Serius Mengurus Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Bantar Gebang, pasalnya, tingginya pertumbuhan penduduk di DKI Jakarta, turut menyumbangkan tingginya volume sampah di Ibukota Negara tercinta ini. Dalam hal tersebut, sangat dibu- tuhkan kesadaran masyarakat untuk mengelolanya, termasuk meman- faatkannya kembali menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis tinggi. Sebab, jika tidak dikelola dengan baik sampah tersebut, justru akan menjadi bencana bagi masyarakat. Entah itu penyakit, banjir dan se- bagainya, apalagi sudah musim hu- jan seperti saat ini. Untuk itu saya sebagai masyarakat meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, untuk memerintahkan Sekda DKI Jakarta, Drs H Fadjar A Panjaitan MM, segera melantik Kepala Unit Pembuan- gan Akhir Sampah Bantar Gebang, orang unit itu sendiri, dengan mem- pertimbangkan Keprofessionalan, ke- mampuan bermasyarakat, peduli lingkungan, mampu menjalin kemi- traan dengan LSM maupun Jurnalis- tik, punya integritas tinggi dan peker- ja keras, tegas, Pak Hanna, kepada Metropolitan Pos, di Balaikota, Jumat (4/11) lalu. Jenri

Walikota Jakarta Utara Sangat Mendukung Kegiatan Bhakti Sosial Donor Darah

Jakarta, Metropolitan Pos

Kegiatan Bhakti Sosial Do- nor Darah yang dilakukan Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FKPSM) Jakarta Utara , Selasa (01/1). Walikota Jakarta Utara Bam- bang Sugiyono yang diwakili oleh Asisten Kesmas Ahyar mengajak masyarakat untuk meningkatkan partisipasin- ya dalam membantu warga masyarakat yang memerlu- kan bantuan darah. Dalam hal ini Walikota Jakarta Utara berharap war- ga masyarakat dapat hidup sejahtera dan sehat untuk da- pat melaksanakan fungsi sos- ialnya dengan wajar seperti apa yang dilakukan oleh FKPM Jakut. Forum Komunikasi Peker- ja Sosial Masyarakat menun- jukkan bahwa jiwa kese- tiakawanan sosial dalam masyarakat telah tumbuh, hal ini diwujudkan dengan adanya Bhakti Sosial Donor darah tersebut. Ahyar berharap kegiatan Bhakti sosial Donor darah yang dilakukan oleh FKPSM dapat berkesinambungan di tahun berikutnya, hal ini diharapkan bisa mengurangi masalah- masalah sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat khusunya masyarakat Jakar- ta Utara pada umumnya. Kegiatan Bhakti sosial Do- nor darah yang diadakan dari masyarkat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat Jakar- ta Utara ini diyakini sangat bermanfaat dan untuk kali ini diikuti oleh 75 anggota FKPM, bahkan dari pegawai ada beber- apa yang ikut mendonorkan darahnya, kita bersyukur, ujar Ka Sudin Sosial Jakut, Marjito. Menurut Juwadi Ketua FKPM Jakarta Utara kegiatan ini dalam rangkaian HKSN 2011 yang akan datang. Keg- iatan yang dilaksanakan di

ruang serbaguna tersebut didukung dari PMI Provinsi dengan 8 petugas termasuk 1 orang dokter Mulyaningsih

Tinjau 4 Venue Sea Games

Terpisah, dari 6 venue yang ada di Jakarta Utara, Bambang Sugiyono selaku Walikota Jakarta Utara tinjau kesiapan 4 venue yaitu, BMX, Layar, Bowling di Ancol serta Gelangang Olah Raga Tanjung Priok yang diperuntukan bagi cabang olah raga Vovinam. Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono menutur- kan, Hal ini merupakan tindak lanjut Perintah Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang meng- himbau langsung kepada para Walikota yang wilayahnya ke- tempatan untuk venue sea games agar memonitor lang- sung kondisi venue-venue sea games yang ada di wilayahnya, baik di luar maupun di dalam persiapan pelaksanaan sea games.”Peninjauan ini tindak lanjut dari perintah langsung Gubernur, jadi saya harus tin- jau langsung kesiapan venue demi nama baik Jakarta teru- tama Jakut,” tegas Walikota. Walikota menambahkan be- berapa venue belum rampung 100 persen, seperti venue layar dan venue BMX di Ancol yang masih memiliki kendala. “Dari yang kita lihat, memang ada beberapa yang harus dilaku- kan penyempurnaan seperti di venue BMX dan venue layar di

W alikota Jakarta Utara Sangat Mendukung Kegiatan Bh akti Sosial Donor Dara h Jakarta, Metropolitan Pos

BAMBANG SUGIYONO

Ancol,” ujar Bambang. Walikota menjelaskan fa- silitas keamanan yang ada di venue BMX harus segera diperbaiki demi kenyamanan para atlet yang bertanding. Besi-besi menara yang di- gunakan untuk wasit yang berada di atas harus dilapisi busa-busa. “Jadi, apabila ada atlet balap sepeda yang men- galami kecelakaan dan ber- benturan dengan besi terse- but, tidak sampai mengalami luka yang fatal,” tuturnya. Tidak hanya venue BMX, Venue Layar di Ancol pun masih memiliki kendala. Wa- laupun sudah disediakan be- lasan ruang ganti yang dis- ertai dengan pendingin ruan- gan namun fasilitas listrik belum berfungsi. Begitupun dengan shower yang di- gunakan atlet untuk berbil- as, fasilitas air tersumbat pa- sir hingga air tak berfungsi. “Hal ini pun harus segera di benahi, masalah seperti ini tidak usah menunggu dari panitia sea games, lebih baik kita back up sajalah, karena intinya adalah pelayanan terbaik untuk seluruh atlet dan official,” tuturnya. Walikota juga berharap kepada pihak Ancol agar leb- ih berinisiatif lagi terhadap kenyamanan para official dan atlet dalam pelaksana- kan pertandingannya di 3 ti- tik Venue Sea Game yang ada dilingkungannya. “Para official dan atlit merupakan tamu dan tamu adalah raja, saya harap kenyamanan mereka terjamin,” ujarnya. Walikota menambahkan pihaknya telah berkoordina- si dengan TNI, Polri dan De- phub untuk segera memini- malisir titik-titik kemacetan di Jakarta Utara. “Dimana ada titik kemacetan disitu harus ada petugas,” katanya. Jenri

Pisah Sambut Dirlantas Polda Metro Jaya

Jakarta, Metropolitan Pos

Prosesi pisah sambut Dirlantas Polda Metro Jaya dari Kombes Pol Drs Royke Lumowa,MM kepada Komisaris Besar Drs. Dwi Sigit Nurmantyas, SH, M Hum berlangsung dalam suasana sedikit berbeda dari lazimnya acara pisah sam- but pejabat, dikarenakan adanya pembacaan prosa disertai peng- galan lagu yang sedang in untuk melukiskan aktivitas Royke sewaktu menjabat sebagai Dirlantas Polda Metro Jaya. Dalam kegiatan yang digelar di Gedung BPMJ Mapolda Metro Jaya, Senin (31/10/2011), Kombes Pol Drs Royke Lu- mowa, MM yang dipromosikan menjadi Kabagkamsel Kor- lantas Polri dan Sigit yang sebelumnya Dirlantas Polda Jawa Tengah juga dalam mengisi acara ini sama-sama melantunkan lagu favoritenya masing –masing. Royke lumowa dalam prosesi pisah sambut ini sebelum menyumbangkan lagu , dia membacakan suatu prosa terlebih dahulu mengenai kegiatannya selama menjabat sebagai Dirlan- tas Polda Metro Jaya. “Selama kurang lebih satu tahun men- jalani Dirlantas Polda Metro Jaya banyak kesan yang telah kualami , dimulai dari besarnya resiko mengatur arus lalu lintas di Jakarta yang mengakibatkan korban jiwa, mulai adanya petugas yang meninggal dunia dalam bertugas hingga ada yang mengalami patah kaki karena memasang Cone ( Pembatas Jalan ) di sekitaran Plaza Semanggi”, ujar Kombes Pol Drs Royke Lumowa,MM saat memulai prosanya. “Namun itu semua seperti Matahari dan Hujan setelah itu akan muncul Pelangi. Oleh karenanya keberhasilan mengurangi Jakarta dari Kemacetan seperti pembatasan truk dan efesiensi samsat dengan adanya samsat on line merupakan hasil kerja keras semua pihak ”tambah Royke dalam prosanya. Namun Royke menegaskan keberhasilannya dalam me- nelurkan inovasi maupun kreasi dalam mengurangi kemacetan di

Jakarta bukan lah hasil dari dirinya sendiri namun bantuan dari semua pihak yang ikut serta berkontribusi dari mulai kepolisian,para stake holder hingga para pengguna kendaraan di Jalan Raya. “Bila ku berdiri tegar sampai hari ini bukan karena kuat dan hebat ku semua karena cinta , karena cinta semua Personil Direktorat Lalu lintas ,” ujar Royke saat menasbihkan pengalamannya den- gan menyanyikan sepenggal lagu Joy Tobing dengan judul Kare- na Cinta yang telah dirubah arresemennya. Sementara itu , Kombes Pol Drs Dwi Sigit selain ia men- yanyikan lagu juga mempersilahkan istri kesayangannya Ny Sigit untuk menghibur para hadirin pisah sambut dengan menyumbangkan suaranya untuk melantunkan sebuah lagu yang sedang menjadi trendsetter yakni lagu Salah alamat miliknya Ayu ting –ting. Berkat hiburan lagu dan prosa dari kedua pejabat ini mem- buat suasana acara pisah sambut lebih meriah dan santai hing- ga para undangan pun tak segan untuk bernyanyi bersama mengiringi Kombes Pol Royke Lumowa dan Kombes Pol Dwi Sigit menyanyikan lagu. Acara ini dihadiri oleh oleh para pejabat baik dari mulai pemerintahan,Swasat hingga LSM dan para stake holder ,mu- lai dari Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Azas Tagor Nainggolan, Kadishub Ir. Udar Pristono, Vice President BRI , Manager Marketing Gramedia, Pejabat Dispenda DKI dan Jabar, Jasa Saharja, serta para pejabat Polda dan Direktor- at Lalu lintas PMJ. Sementara itu lawakan Eko dan Polo menambah suasana menjadi lebih segar dengan banyolan maupun candaan dari pel- awak grup srimulat ini. Sebagai sesi penutup, Kombes Pol Dwi Sigit , menyampaikan harapan dan doa bagi para pejabat yang meninggalkan Ditlantas PMJ . Acara kemudian di akhiri dengan penyerahan cinderamata serta salam-salaman. Mulyawan

Pisah Sambut Dirlantas Polda Metro Ja y a Jakarta, Metropolitan Pos Prosesi pisah sambut Dirlantas Polda

Dirlantas PMJ yang baru Komisaris Besar Drs. Dwi Sigit Nurmantyas, SH, M Hum dan Kombes Pol Drs Royke Lumowa dan Ibu saat berfoto bersama dengan para polwan Ditlantas PMJ sesaat setelah acara pisah sambut Dirlantas PMJ.