Anda di halaman 1dari 5

LEMBAR KERJA MAHASISWA

Kelompok:
Penanggung jawab : Nur Siti Kurniasih
Identifikasi Tumbuhan Paku (Pterodophyta) Tanah di Kawasan Hutan Musim
Taman Nasional Bali Bali Barat
A. Latar belakang
Tumbuhan paku tergolong kedalam tumbuhan kormophyta karena
sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Tubuhan paku memiliki cara
hidup yang bermacam-macam, yakni secara saprofit, epifit, hidup di tanah
atau perairan. Tumbuhan ini mengalami metagenesis seperti lumut, tapi
berbeda pada fase yang dominan. Pada paku fase yang dominan adala fase
sporosit.
Akar tumbuhan paku berupa rizoid yang bersifat seperti akar
serabut. Batang tumbuhan ini umumnya tidak tampak karena terdapat di
dalam tanah berupa rimpang, menjalar, atau sedikit tegak. Apabila tumbuh
dipermukaan tanah, ukuran batang sangat pendek kurang dari 0,5m,
kecuali paku tiang yang tingginya mencapai 5m. tumbuhan ini memiliki
ciri khas, yakni daun yang melingkar atau menggulung pada saat muda.
Selain itu, daun tumbuhan ini dapat menghasilkan spora.
Tumbuhan paku dapat ditemukan di hutan-hutan tropic maupun
subtropik. Tumbuhan paku tanah tersebar dari tepi pantai hingga ke
lereng-lereng gunung. Taman Nasional Bali Barat merupakan salah satu
kawasan konservasi yang masih alami. Kawasan hutan ini terbagi menjadi
beberapa ekosistem, salah satunya adalah ekosistem hutan musim.
Kawasan ekosistem ini cenderung lebih kering bila dibandingkan dengan
ekosistem lain yang terdapat di Taman Nasional Bali Barat. Mengingat
luasnya rentang hidup tumbuhan paku tanah ini, maka perlu dilakukan
identifikasi paku tanah yang terdapat di Hutan Taman Nasional Bali barat.
B. Tujuan
1. Mengetahui karakteristis morfologi tumbuhan paku Paku (Pterodophyta)
tanah.

2. Mengidentifikasi keanekaragaman tumbuhan paku Paku (Pterodophyta)


tanah di hutan musim Taman Nasional Bali Barat.
3. Mengetahui pengaruh faktor lingkungan terhadap keanekaragaman
tumbuhan paku Paku (Pterodophyta) tanah.
C. Hari, tanggal

D. Lokasi observasi : Hutan musim Taman Nasional Bali Barat.


E. Objek observasi
Objek yang diamati dalam kegiatan ini adalah tumbuhan paku tanah yang
terdapat di Taman Nasional Bali Barat.
F. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam kegiatan ini adalah:
1. Alat tulis

2. Kamera

3. pH meter

4. Lux meter

5. Anemometer

6. Higrometer

7. Soil tester

8. Rafiah

9. Patok
G. Teknik pengamatan
Teknik pengamatan yang dilakukan dalam kegiatan ini berupa observasi
dan wawancara terhadap petugas lapangan.
1. Observasi
Metode observasi pada kegiatan ini menggunkan metode Line Intercept
(Line Transect), berikut adalah prosedur kegiatan yang dilakukan:
a. menentukan dua titik sebagai pusat garis transek, panjang garis transek
dapat 50 m.
b. membuat segmen-segmen pada garis transek sepanjang 5 m.
c. Mengamati dan mencatat karakteritik tumbuhan paku-pakuan yang
ditemukan disetiap segmen transek.
d. Mengukur kondisi edafik dan klimatik di tempat ditemukannya
tumbuhan paku.
e.

mendokumentasikan tumbuhan paku.

f. Melakukan identifikasi dengan mengunakan studi pustaka.

2. Wawancara
Wawancara dilakukan terhadap petugas lapangan, dari wawancara ini akan
diperoleh faktor klimatik dan edafik hutan musim pertahun. Dari data ini,
maka akan dilakukan analisis pengaruh faktor klimatik dan edafik terhadap
keanekaragaman tumbuhan paku tanah di hutan musim.

H. Tabel pengamatan
no Jenis
paku

Karakter morfologi yg diamati


akar,
batang, Bentuk Ada
Letak Letak
daun
(dapat dan
tidaknya sori
batang
dibedakan/tidak) ukuran
sporofil
daun
daun

Faktor
Bentuk edafik
akar

Keterangan:
1. Faktor klimatik dan edafik yang diamati dalam kegiatan ini adalah: pH,
kecepatan angina, kelembapan udara, kelembapan tanah, kelembapan
udara, intensitasn cahaya matahari
2. Kelas pterodophyta:
a. Psilotiinae: tumbuhan primitif, tidak memiliki daun.
b. Lycopodiinae memiliki daun kecil, serupa rambut atau sisik, memiliki
batang yang seperti kawat.
c. Equisetiinae: memiliki daun serupa sisik dan transparan yang
susunannya berkarang (dalam satu lingkaran). sporangium yang
tersusun dalam stobilus dan mempunyai bentuk seperti ekor kuda.
d. Filiciinae : memiliki daun berukuran besar, memiliki sorus, ketika
muda, daunnya menggulung.
3. Karakter morfologi tumbuhan paku yang dapat diamati adalah:
a. Dapat atau tidaknya dibedakan akar, daun dan batang.
b. Bentuk dan ukuran daun.
1) Daun mikrofil (daun kecil), berbentuk seperti rambut atau sisik,
tidak bertangkai dan bertulang daun serta belum memperlihatkan
diferensiasi sel.
2) Daun makrofil (daun besar), ukurannya besar, bertangkai, bertulang
daun, dan bercabang-cabang serta sel-selnya sudah terdiferensiasi
dengan baik.
c. Ada tidaknya daun sporofil (sebagai penghasil spora).
d. Letak sori (jamak : sorus). Sorus merupakan titik hitam, didalamnya
terdapat kumpulan dari sporangia yang merupakan tempat atau wadah
spora.
1) Tepi helaian daun, seperti pada Pteridaceae.
2) Urat daun yang menyirip, seperti pada Aspleniaceae
3) Tengah daun, seperti pada polypodiaceae
e. letak batang
Letak batang dapat terletak diatas permukaan tanah ataupun didalam
tanah.
f. bentuk akar, seperti akar serabut atau rizhoma.