Anda di halaman 1dari 29

PPC2002

Rumus Umum Kapasitas :

qE
Q
Ws
Dimana :
Q = produksi alat per jam
q = kapasitas alat per siklus
Ws = waktu siklus kerja alat
E = efisiensi

Kapasitas Bucket (q)= 0.8m3


Faktor bucket (Fb) = 0,9
Faktor Efisiensi alat (E) = 0,8
Waktu siklus ( muat, swing, buang) (Ws) = 1.2 menit

q 60 E Fb 0.8 60 0,8 0,9


Q

25,6m 3 / jam
Ws
1.2

Kapasitas Bak (q) : 4 m3


Faktor efisiensi alat (E) : 0,8
Jarak rata2 quarry ke lokasi (L) : 10 km
Kec. Bermuatan (v1) : 25 km/jam
Kec. Kosong (v2) : 35 km/jam
- Wakyu muat dan buangL
- Waktu tempuh isi

- Waktu tempuh kosong


- Lain-lain

Waktu siklus (Ws)

v1

60
L
60
v1

3 menit

= 24

menit

= 17 menit
= 3 menit

= 47 menit

q 60 E
4 60 0,8
Q

12 ,8m 3 / jam
Ws
47

Panjang Grading (L) = 100 m


Lebar efektif blade (b) = 2,4 m
Faktor efisiensi alat (E) = 0,8
Kecepatan alat (v) = 5 km/jam
Jumlah lintasan (n) = 6 kali
Tebal rise up (t) = 0, 3 m
Waktu siklus
L 60

100 60
Ws

1,2menit
v 1000 5 1000

( L b t ) 60 E (100 2,4 0,3) 60 0,8


Q

480 m3 / jam
Ws n
1,2 6

Kecepatan rata-rata alat (v) = 2 km/jam


Panjang pemadatan (L) = 100 m
Lebar efektif pemadatan (b) = 1,2 m
Jumlah lintasan (n) = 8
Faktor efisiensi alat (E) = 0,8
Tebal rise up (t) = 0,3 m
Waktu siklus W L 60 100 60 3menit
s

v 1000

2 1000

( L b t ) 60 E (100 1,2 0,3) 60 0,8


Q

72m3 / jam
Ws n
3 8

Kapasitas mengikuti excavator


Q excavator = 86,4 m3
Q dump truck = 12,8 m3
Q motor grader = 480 m3
Q Vibro roller = 72 m3
Qexc
86 .4
Kebutuhan DT

1
1 8
Qdt
12 ,8
Kebutuhan Vibro

Qexc 86 ,4

2
Qvl
72

Kapasitas/hari (7jam kerja) = 86,4 x 7 = 604,8 m3

Panjang hamparan (L) = 200 m


Lebar efektif penghamparan (b) = 1,5 m
Faktor efisiensi alat (E) = 0,8
Kecepatan alat (v) = 5 km/jam
Waktu hampar
L 60
200 60

W1

v 1000

5 1000

2,4menit

Waktu isi cement spreader = W2 = 10 menit


Lain-lain = W3 = 10 menit
Waktu siklus = Ws = W1 +W2+W3 = 22,4 menit

( L b t ) 60 E (200 1,5 0,25 ) 60 0,8

160 ,7m3 / jam


Ws
22 ,4

Lebar efektif penghamparan (b) = 2 m


Faktor efisiensi alat (E) = 0,8
Kecepatan alat (v) = 0,5 km/jam
Tebal pondasi (t) = 0,25 m
Waktu siklus Ws L 60 200 60 24 menit
v 1000

0,5 1000

( L b t ) 60 E (200 2 0,25) 60 0,8

200m3 / jam
Ws
24

Volume tanki air (q) = 8 m3


Kebutuhan air / m3 material padat (Wc) = 0,07 m3
Pengisian Tanki / jam (n) = 2 kali
Faktor efisiensi alat (E) = 0.8
q n E 8 2 0,8
Q

182 ,86
Kapasitas produksi / jam :
W
0,07
c

Kecepatan rata-rata alat (v) = 5 km/jam


Panjang pemadatan (L) = 100 m
Lebar efektif pemadatan (b) = 1,4 m
Jumlah lintasan (n) = 8
Faktor efisiensi alat (E) = 0,8
Tebal recycling (t) = 0,25 m
Waktu siklus

L 60 100 60
Ws

1,2menit
v 1000 5 1000

( L b t ) 60 E (100 1,4 0,25 ) 60 0,8


Q

175 m3 / jam
Ws n
1,2 8

Kecepatan rata-rata alat (v) = 5 km/jam


Panjang pemadatan (L) = 100 m
Lebar efektif pemadatan (b) = 1,2 m
Jumlah lintasan (n) = 8
Faktor efisiensi alat (E) = 0,8
Tebal recycling (t) = 0,25 m
Waktu siklus W L 60 100 60 1,2menit
s

v 1000

5 1000

( L b t ) 60 E (100 1,2 0,25 ) 60 0,8


Q

150 m3 / jam
Ws n
1,2 8

Panjang Grading (L) = 100 m


Lebar efektif blade (b) = 2,4 m
Faktor efisiensi alat (E) = 0,8
Kecepatan alat (v) = 5 km/jam
Jumlah lintasan (n) = 8 kali
Tebal recycling (t) = 0, 25 m
Waktu siklus
L 60

100 60
Ws

1,2menit
v 1000 5 1000

( L b t ) 60 E (100 2,4 0,25 ) 60 0,8


Q

300 m3 / jam
Ws n
1,2 8

Kapasitas mengikuti Soil Stabilizer


Q soil stabilizer = 200 m3
Q cement spreader = 160,7 m3
Q pad foot
= 175 m3
Q motor grader = 300 m3
Q Vibro roller = 150 m3
Qss
200

2
Kebutuhan Cement Spreader
Qcs 160 ,7

Kebutuhan Vibro

Qcs 200

2
Qvl 150

Kapasitas/hari (7jam kerja) = 200 x 7 = 1400 m3

Kapasitas (q) = 9000 Ltr


Faktor efisiensi alat (E) = 0,8

Waktu siklus termasuk pemanasan (Ws) = 4 jam


Kebutuhan aspal utk coating (a) = 2,2 lt/m2
Kapasitas produksi per jam

q E 9000 0,8

818 ,18 m2 / jam


Ws a
4 2,2

Kapasitas Bucket (q) : 1,5 m3


Faktor Bucket (Fb) : 0,8
Faktor efisiensi alat (E) : 0,8
Waktu siklus (maju,muat,mundur,buang) (Ws) : 2 menit
Q

q 60 E Fb 1,5 60 0,8 0,8

28,8m3 / jam
Ws
2

Luas areal yg ditebar = 110 - 130 m2/m3


QWL Q 0,5(110 130 ) 3456 m2 / jam

Kapasitas Bak (q) : 10 m3


Faktor efisiensi alat (E) : 0,8
Jarak rata2 StockYard ke lokasi (L) : 15 km
Kec. Bermuatan (v1) : 30 km/jam
Kec. Kosong (v2) : 40 km/jam
L

60
Waktu tempuh isi
= 30 menit
v1

Waktu tempuh kosong


Lain2 (load,dump,wait)
Waktu siklus (Ws)

L
60
v2

= 22,5 menit
= 10 menit
= 62,5 menit

q 60 E 10 60 0,8
Q

7,68 m 3 / jam
Ws
62 ,5

QDT Q 0,5(110 130 ) 460 ,8m2 / jam

Kecepatan rata-rata alat (v) = 5 km/jam


Panjang pemadatan (L) = 100 m
Lebar efektif pemadatan (b) = 2 m
Jumlah lintasan (n) = 8
Faktor efisiensi alat (E) = 0,8
L 60 100 60
Ws

1,2menit
v 1000 5 1000

( L b) 60 E (100 2) 60 0,8
Q

1000 m 2 / jam
Ws n
1,2 8

Kapasitas mengikuti Asphalt Distributor


Q asphalt distributor = 818,18 m2
Q dump truck
= 460,8 m2
Q wheel loader
= 3456 m2
Q PTR
= 1000 m2
Qad
818 ,18

1
1 3
Kebutuhan Dump Truck
Qdt
460 ,8
Kapasitas/hari (7jam kerja) = 818,18 x 7 = 5727,27 m2

Metode Kerja Pelaksanaan

Persiapan Stock Yard


Persiapan Quarry
Urutan Pekerjaan / Sequence of Work
Pengaturan Lalu Lintas, dll

Persiapan Pelaksanaan
Penentuan Team Proyek
Identifikasi Potensial Problem
Teknis (Saluran, Gorong-gorong, perubahan existing)
Sosial

Sistem Komunikasi
Koordinasi dengan Pihak Luar (Supplier, Subcon, Angkutan,
dll)

Lapis Pondasi Tanah Semen


Material : PC type I; air tawar yg bebas
endapan&larutan yg dapat merusak; tanah
plastisitas rendah, partikel batu 75 mm, lolos
saringan no.200 < 50%
Nilai UCS 24 kg/cm2 ????
Kepadatan 97 % MDD lab

Alat - Alat Khusus :


Kelengkapan minimal yg harus dimiliki mesin pengaduk
(alat recycling):
mampu menghaluskan sampai kedalaman 400 mm
dlm satu lintasan
mempunyai milling drum yg berputar searah gerak
mesin dan mampu menghaluskan selebar 2,3 m dlm
satu lintasan
kekuatan mesin penggerak tdk kurang dari 500 HP
Milling drum harus dilengkapi sistem pengontrol air
otomatis
Alat penebar semen merupakan alat mekanis yg khusus
dirancang utk penebaran semen & mampu
menebarkan semen secara baik&merata

Metode Kerja :
Sblm pekerjaan, memeriksa kadar air tanah&dipastikan
berada dibawah kadar air MDD
Semen ditebarkan secara merata
Mesin pengaduk harus menghaluskan, mengaduk tanah
dan semen bbrp kali sampai merata. Penambahan air
dilakukan bersama2 proses pengadukan.
Pemadatan awal dengan sheepfoot, padfoot, pneumatictyred atau smooth wheeled rollers
Pemadatan diselesaikan dg PTR atau smooth wheeled roller
bersama dgn grader utk membentuk lapis pondasi semen
sesuai design
Setelah pemadatan diletakkan curing membrane berupa
lembaran plastik kedap air / bahan dari karung beras yg hrs
selalu basah minimal 24 jam
Kendaraan tdk boleh melintas selama 3 hari stlh recycling.

Pengukuran & Pembayaran :


Pembayaran lapis pondasi tanah semen dihitung
berdasarkan perkalian panjang x lebar rata rata x tebal
rata-rata yang diterima
Tebal yg diterima merupakan nilai terkecil dari tebal
efektif atau tebal terpasang atau tebal nominal
rancangan dlm gambar
Tebal efektif = tebal lapis pondasi tanah semen yg telah
selesai dan melebihi batas minimum yg disyaratkan
sebagaimana diukur dlm skala Penetrometer
Tebal terpasang = perbedaan tinggi permukaan sblm &
ssdh pemasangan lapis pondasi tanah semen pd titik2
monitoring yg telah ditandai di cross section setiap 50m
Banyaknya semen yg dibayar :
berat total semen yang terpakai x kualitas yg diterima
kualitas yg dipasang

Laburan Aspal Dua Lapis


Standar penerimaan lapis pertama : perbandingan
luas yg tertutup kerikil rapat 98 %; lapis permukaan
< 1 batuan; bebas dari bahan berdebu
Lapis kedua : sda, bebas dari material lepas
Material : agregat bersih, kuat, bebas dari kotoran,
kehilangan akibat abrasi <30%, aspal AC-10 (=aspal
pen 80/100) atau AC-20(=aspal pen 60/70)
Alat-alat standar :
Distributor aspal yang dpt berjln sendiri dg tanki sempurna
menahan panas
Mesin gilas lebar min 1,5m & punya mesin penggerak sendiri
alat penebar batuan chip mampu menebar chip scr merata,
lebar min 2,4m
Penyapu untuk mendistribusikan agregat & menyingkirkan
kelebihan agregat

Pengukuran dan Pembayaran


Material aspal diukur dalam satuan liter sbg jumlah nominal
volume yg terpakai dan yg telah diterima pd stp lintasan
Volume nominal = luas permukaan yg disemprot aspal dikali
takaran nominal pemakaian aspal
Agregat burda yg diukur utk pembayaran hrs dlm satuan
m2 permukaan jaan yang telah diberi burda yang telah
selesai dan diterima sesuai dengan spesifikasi dan gambar
dalam dokumen kontrak
Tidak ada pembayaran tambahan untuk suatau pekerjaan
tambahan karena perbaikan

Lapis Resap Pengikat & Lapis Peresap


Pelaksanaan Pekerjaan :
Sblm penyemprotan aspal, debu & kotoran harus disingkirkan dengan sikat
mekanis atau semprotan angin.
Pembersihan harus melewati 20 cm dari tepi bidang yg akan disemprot
Tonjolan yg disebabkan benda asing hrs disingkirkan dgn menggunakan
penggaruk baja, dicuci & disapu
Panjang permukaan yg akan disemprot harus ditandai
Kertas penutup alur atau bahan sejenis yang tidak porous, kenyal hrs
dihampar pada permulaan & akhir permukaan yg akan disemprot aspal
Takaran pemakaian lapis resap pengikat : 0,4 - 1,3 lt/m2 untuk lapis
pondasi agregat kelas A dan 0,2 - 1,0 lt/m2 untuk lapis pondasi tanah
semen.

Takaran Pemakaian Lapis Perekat


Jenis Bahan
Pengikat
Cutback 25 pph

Permukaan
baru/licin
0,15

Permukaan
berpori/lapuk
0,15 0,35

Aspal emulsi

0,2

0,2 0,5

Aspal emusi encer


(1:1)

0,4

0,4 - 1

Lapis perekat harus dipasang hanya sebentar sebelum pemasangan lapis aspal
berikutnya utk memperoleh kondisi yang tepat dari kelengketannya
Kuantitas yg diukur utk pembayaran adalah jumlah liter yg diperlukan
menurut spesifikasi atau jumlah liter sesungguhnya yg dipakai, diambil nilai
terkecil
Pembersihan & persiapan akhir pd permukaan jln dan pemeliharaan lapis
resap pengikat & peresap yg telah selesai tdk boleh diukur dan dibayar
terpisah.

PROYEK
Spesifikasi

QC

Kontrak
Volume

Budget

Kapasitas

Schedule

Progress

Pelaksanaan

Lap.harian

Material
Alat
Tenaga Kerja

II. Project Evaluation


Laporan Logistik
Laporan Harian => Foreman
Pemakaian Material
Pemakaian Alat
Pemakaian Tenaga Kerja

Evaluasi Progress

Harian
Mingguan / Bulanan
Progress vs Schedule (intern)
Project cost vs Budget