Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS KESTABILAN MODEL MATEMATIKA DARI PEMANASAN

GLOBAL MENGGUNAKAN SISTEM DINAMIK


Riza Aulia, Anggraeni Anitadara, Sidiq Syaifullah
Jurusan Matematika FMIPA Universitas Sebelas Maret

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Pemanasan global (global warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata
atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Adanya pemanasan global akan memberi dampak negatif yang nyata bagi kehidupan di
dunia ini. Di Indonesia sendiri, masing-masing provinsi memiliki efek rumah kaca, tingkat polusi
udara, dan penghijaun yang berbed-beda, sehingga model pemanasan global pada masing-masing
kabupaten akan berbeda. Dengan mengetahui model pemanasan global masing-masing daerah,
maka kita dapat menggambarkan bagaimanakah ketiga faktor tersebut mempengaruhi laju dan
potensi pemanasan global di Indonesia dan bagaimanakah dampak pemanasan global yang
ditimbulkan di masing-masing daerah tersebut serta pengendaliannya.
Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor pemanasan
global terhadap laju dan potensi pemanasan global, serta memberikan informasi tentang model
matematis untuk isu pemanasan global untuk mengetahui bagaimana pengaruh penghijauan, efek
rumah kaca, dan polusi udara terhadap peningkatan terjadinya pemanasan global.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana model matematika untuk Pemanasan Global?
2. Bagaimana menurunkan ulang model matematika untuk Pemanasan Global?
3. Bagaimana langkah-langkah untuk menganalisis kestabilan model matematika untuk
Pemanasan Global?
C. Tujuan
1. Mengetahui model matematika untuk Pemanasan Global.
2. Menurunkan ulang model matematika untuk Pemanasan Global.
3. Menentukan langkah-langkah untuk menganalisis kestabilan model matematika pada
Pemanasan Global.

PEMBAHASAN

Pemanasan Global
Pemanasan global (global warming) adalah kejadian meningkatnya suhu rata-rata
atmosfer, laut dan daratan bumi. Pemanasan global pada dasarnya merupakan fenomena
peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca yang
disebabkan oleh meningkatnya emisi gas karbondioksida (CO2), metan (CH4), dinitrogen oksida
(N2O) dan chlorofluorokarbon (CFC), sehinga energi matahari terperangkap dalam atmosfer
bumi (Latief, 2010).
Model Matematika
Model adalah representasi suatu realitas dari seorang pemodel. Dengan kata lain, model
adalah jembatan antara dunia nyata (real world) dengan dunia berfikir (thinking world) untuk
memecahkan suatu masalah.
Model Matematika Pemanasan Global
( )

( )

( )
( )

( )
( )

( )
( )
( )

( )
( )
( )

( )
( )
( )

(2.1)
(2.2)
(2.3)

Dengan :
= Penghijauan
= Efek Rumah Kaca
= Polusi Udara
= Nilai konstanta untuk perubahan nilai penghijauan
= Nilai konstanta untuk perubahan nilai efek rumah kaca
= Nilai konstanta untuk perubahan nilai polusi udara

Sistem Dinamik
Definisi 2.4.1
Dinamik adalah perubahan, sedangkan sistem dinamik adalah sistem variabel yang saling
berhubungan dan berubah sesuai dengan waktu. Sistem dinamik ini dapat dinyatakan sebagai:
(

(2.17)

Sistem dinamik (2.17) dapat ditulis :


( )

(2.18)
(Spiegelman, 1997:2)

Sistem dinamik menganalisis perubahan-perubahan kuantitas suatu fungsi yang


diketahui dari variabel-variabelnya dari waktu ke waktu. Jika fungsi-fungsi ini secara eksplisit
bergantung pada waktu disebut nonotonomus, sedangkan jika fungsi-fungsi ini secara eksplisit
tidak bergantung waktu disebut Otonomus (Wiggins, 1990:5)
Tititk Kesetimbangan Sistem Otonomus
Sistem otonomus mempunyai bentuk :
(

(2.19)

Titik kritis sistem (2.19) adalah (


(
)
(
)
Titik kritis (

), sedemikian sehingga:
(2.20)

) merupakan solusi sistem (2.19) yang bernilai konstan, karena

pada titik (

). Keadaan yang menyebabkan

dan

dan

disebut keadaan

setimbang, dan titik yang memenuhinya disebut titik kesetimbangan (Edward dan Penney,2001).
Linierisasi

Linierisasi adalah proses hampiran


diferensial linier. Suatu sistem otonomus
akan dicari pendekatan sistem linier jika
menurut deret Taylor di sekitar titik (
berikut:
(

(
(

)(

)(
)

)
(

persamaan diferensial tak linier dengan persamaan


(2.19) dimana f dan g adalah tak linier, selanjutnya
) dengan melakukan ekspansi
(x,y) di sekitar (
) dengan menghilangkan suku tak liniernya sebagai

)(

)(

(2.25)

Bila dilakukan substitusi


keadaan setimbang (
berikut:

(
(

dan

dan

, pada

sehingga diperoleh persamaan linier sebagai

)
)

(2.26)

Sistem (2.26) tersebut dapat ditulis dalam bentuk matriks


( )

( )

dimana
pada
(Arisma,2010:2).

(2.27)

. Matriks tersebut disebut matriks Jacobian

Nilai Eigen dan Vektor Eigen


Definisi
Jika A adalah suatu matriks
, maka vektor-vektor tak-nil pada
eigen dari A jika Ax adalah suatu penggandaan skalar dari x, yaitu
(2.28)

disebut vektor

Untuk suatu skalar Skalar


A yang berpadanan dengan

disebut nilai eigen dari A, dan x disebut suatu vektor eigen dari

Untuk memperoleh nilai eigen dari matriks


kembali sebagai
(

, persamaan (2.28) dapat ditulis

(2.29)

dimana I adalah matriks identitas. Persamaan(2.29) mempunyai solusi tak nol jika dan hanya
jika
(

(2.30)

Persamaan (2.30) disebut persamaan karakteristik dari matriks A, skalar-skalar yang


memenuhi persamaan ini adalah nilai-nilai eigen A (Anton,2008:83).
Penentuan kestabilan titik kesetimbangan didapat dengan melihat nilai-nilai eigennya,
)
yaitu
yang diperoleh dari persamaan karakteristik dari A, yaitu (
.
Secara umum kestabilan titik kesetimbangan mempunyai tiga perilaku sebagai berikut
(Dwi Lara,2009).
1. Stabil,jika
a. Setiap nilai eigen real adalah negatif(
)
b. Setiap komponen nilai eigen kompleks bagian realnya lebih kecil atau sama dengan
nol, ( ( )
)
2. Tidakstabil, jika
a. Setiapnilaieigen real adalahpositif(
),
b. Setiap komponen nilai eigen kompleks bagian realnya lebih besar dari nol,
( ( )
)
3. Saddle, jika
Perkalian dua nilai eigen real adalah negatif(

untuk setiap i dan j sembarang)

Tahapan Analisis Kestabilan Model


Langkah-langkah analisis kestabilan model yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Pencarian titik-titik tetap model
Dari model yang digunakan dicari titk-titik tetap (titik setimbang) model dengan
menggunakan sistem dinamik, dengan :
(

2. Konstruksi Matriks Jacobi


Matriks Jacobi diperoleh dari penurunan (

) (

) terhadap x, y, z

dengan aturan sebagai berikut:

3. Analisis Kestabilan Titik Tetap T


Pada bagian ini masing-masing titik tetap dicari nilai eigennya lalu dianalisis kestabilannya.
4.1 Penentuan Titik Tetap
( )

( )

( )
( )

( )
( )

( )
( )
( )

( )
( )
( )

( )
( )
( )

(4.1)
(4.2)
(4.3)

Dapat ditulis

(4.4)

(4.5)

(4.6)

Titik tetap (titik setimbang) T dari model (4.4), (4.5) dan (4.6) dapat diperoleh dengan cara
sebagai berikut :
Dari persamaan (4.4) , (4.5) dan (4.6) dengan menentukan

dan

yaitu

(4.7)
(4.8)
(4.9)
Persamaan (4.7), (4.8) dan (4.9) dapat ditulis
(

Sehingga mempunyai solusi :


(4.10)
(4.11)
(4.12)
dan
(4.13)
(4.14)
(4.15)

(4.16)
(4.17)
(4.18)
Substitusi persamaan (4.16) dan (4.17)
(x
(x

(4.19)
Substitusi persamaan (4.18) dan (4.19)

(x
(x

)
)

Maka

(4.20)

Mensubstitusikan persamaan (4.20) ke persamaan (4.18), diperoleh :


(

Mensubstitusikan

(4.21)

persamaan
(

(4.20)

ke

persamaan

(4.17),
(4.22)

Misalkan :

diperoleh

Dari persamaan (4.10), (4.11), (4.12), (4.20), (4.21) dan (4.22) diperoleh 8 titik tetap
) melalui kombinasi, yaitu :

(
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.