Anda di halaman 1dari 3

Cash Flow

http://kelompok20itbseamolecb5.wordpress.com
Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai apa itu Cash Flow.
Pengertian Cash Flow :
Istilah cash flow sudah terlalu sering didengar dalam setiap kali perbincangan yang berbau
bisnis. Mulai dari mereka yang bisnis di pinggir jalan, dagang eceran, asongan hingga mereka
yang bisnisnya dikendalikan dari gedung-gedung pencakar langit yang mentereng selalu bicara
soal cash flow. Apapun bisnisnya, cash flow kuncinya. Lantas, apa yang disebut dengan cash
flow?
Cash flow jika di-Indonesiakan berarti arus kas, atau ada juga yang menyebut aliran kas. Cash
flow bisa dibilang istilah keren dalam dunia bisnis. Apapun jenis bisnisnya, kita tidak mungkin
lepas dari masalah cash flow. Begitu kita mulai bicara soal bisnis, hampir tidak mungkin
kita tidak bicara cash flow. Ia sangat strategis, memegang peranan vital dalam aktifitas atau
operasional perusahaan. Bahkan di rumah tangga bahkan tingkat individu sekalipun, masalah
cash flow tidak luput dari bahan perbincangan.
Di level individu misalnya. Saat kalender sudah menunjukkan tanggal tua, banyak orang yang
mengeluh kantongnya tipis, cekak, seret, atau berbagai istilah lain yang menggambarkan betapa
uang yang dipegang di tangan sudah tinggal sedikit, sementara pengeluaran untuk memenuhi
kebutuhan tidak bisa dihentikan. Orang-orang yang seperti ini memiliki masalah dalam pengelola
arus kas pribadinya atau cash flow-nya. Orang yang pintar mengatur cash flow ia selalu
berhitung kapan uang harus keluar dan untuk apa pengeluaran dilakukan. Jika kebutuhan bisa
ditunda, maka ia tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli kebutuhan itu saat ini. Dengan
begitu, cash flow-nya selalu terjaga dan kebutuhan utama (pokok) bisa terpenuhi. Penambahan
pengeluaran hanya dilakukan jika ada penambahan pendapatan, sehingga antara pengeluaran dan
pendapatan selalu terjaga dalam kondisi yang stabil atau sehat.
Nah, kira-kira pola pengelolaan keuangan seperti itu juga dan pasti diterapkan dalam rumah
tangga, perusahaan, atau berbagai organisasi yang memperhatikan kontinuitas atau
kesinambungan (going concern). Bagi perusahaan, apalagi yang sudah berstatus public company,
cash flow sangat penting. Begitu pentingnya cash flow, seorang bisnisman mengibaratkan cash
flow adalah raja dalam perusahaan, bukan CEO atau board of directors ataupun board of
commissioners. Alasannya sederhana, cash flow-lah yang menentukan jalannya perusahaan,
hidup mati perusahaan, bukan CEO, direksi dan atau komisaris.
Jika tidak ada cash flow, direksi tidak akan bisa berbuat apa-apa. Sepintar apapun CEO atau
direksi, dan secanggih apapun perencanaan dan ekspansi yang akan dilakukan, jika tidak
didukung cash flow yang sehat maka semua itu tidak ada artinya. Cash flow ibarat energi bagi
sebuah perusahaan. Semakin kecil energi yang tersimpan berarti semakin terbatas daya gerak
perusahaan tersebut. Selanjutnya bisa dibayangkan, apa yang bisa dilakukan oleh sebuah

perusahaan yang energinya terbatas? Mau belanja modal tidak bisa, mau ini dan itu juga tidak
mampu.
Jika kondisi cash flow tidak dikelola dengan baik, perusahaan seperti ini tinggal menghitung
hari. Nah, kita tentu tidak ingin membeli saham perusahaan seperti ini bukan? Karena itu dalam
analisa laporan keuangan, jangan lupa simak cash flow perusahaan. (Tim BEI)
(//ade)
Dalam membuat laporan arus kas, kita mengenal dua metode penyusunannya, yaitu :
1) Metode Lansung (Direct Method)
Metode lansung mentranslasikan setiap item dari laporan laba rugi akrual basis menjadi
pendapatan atau beban kas basis (basic cash).
2) Metode Tidak Lansung (Indirect Method)
Wawasan Internasional Laporan arus kas tidak di wajibkan semua negara. Sejumlah Negara
mewajibkan laporan yang melaporkan sumber-sumber dan aplikasi dana (yang sering
didefinisikan sebagai modal kerja) Negara-negara lain bahkan tidak mewajibkan laporan arus kas
maupun laporan arus dana sama sekali.

FUNGSI ARUS KAS

Laporan Arus Kas (Cash Flow), diwajibkan oleh Statement of Financial ccounting Standar No.
95, memberikan satu langkah besar kedepan dalam pengukuran akuntansi dan pengungkapan,
karena sangat relefan bagi pemakai laporan keuangan. Bukti yang cukup telah diberikan
bertahun-tahun oleh setiap perusahaan yang memiliki ukuran struktur dan jenis operasi bisnis
yang dapat diterima, bahwa mungkin satu perusahaan yang memiliki ukuran struktur dan laba
bersih yang sehat, tetapi tidak memiliki uang tunai untuk membauar karyawan, supplier dan
Bank.
Laporan arus kas yang menggantikan laporan perubahan posisi keuangan pada tahun 1988,
memberikan informasi tentang kas masuk dan kas keluar selama satu periode akuntansi. Dalam
Laporan Arus Kas dibagi menjadi Aktivitas Operasi (Operating Activity), Aktivitas Investasi
(invested Activity), dan Akrivitas Pendanaan (Fund Financing).
Angka laba bersih yang positif dalam laporan laba rugi akhir tidak akan berarti banyak, kecuali
perusahaan dapat mengubah laba itu menjadi uang tunai dan sumber satu-satunya dalan laporan
keuangan untuk mengetahui tentang uang tunai yang dihasilkan adalah Laporan arus Kas atau
Cash Flow.

TUJUAN PENYUSUNAN ARUS KAS

Tujuan utama pembutan laporan arus kas adalah menyediakan informasi yang relefan mengenai
penerimaan dan pembayaran kas sebuah perusahaan selama satu periode. Untuk meraih tujuan
ini, laporan arus kas melaporkan :
Kas yang mempengaruhi kegiatan operasional perusahaan selama satu periode.
1. Transaksi Investasi dan Pembiayaan (Invested and Financial).
2. Kenaikan atau penurunan bersih kas selama satu periode.

3. Pelaporan sumber daya, tujuan pemakaian, dan kenaikan atau penurunan bersih kas
selama satu periode dapat membantu investor, kreditor dan pihak-pihak lain mengetahui
apa yang terjadi terhadap sumber daya perudahaan yang paling likuid.
4. Laporan Arus Kas menyediakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sederhana tetapi .