Anda di halaman 1dari 36

Presentasi Kasus

Diare Akut pada Anak

Disusun Oleh :
dr. Ira Adventia
Pembimbing :
dr. Patricius V. Roring
dr. Sandra Lintuuran, M.Kes

PUSKESMAS TOMPASO
MARET 2014

PENDAHULUAN
Fungsi air dalam metabolisme :
1. sebagai pembawa zat-zat nutrisi seperti karbohidrat,
vitamin, dan mineral, serta juga sebagai pembawa
oksigen ke dalam sel-sel tubuh
2. mengeluarkan produk samping hasil metabolisme
Selain itu :
- sebagai pelembab jaringan-jaringan tubuh
- pelumas dalam cairan sendi, katalisator reaksi biologik
sel, serta akan membantu dalam menjaga tekanan
darah dan konsentrasi zat terlarut
- sebagai pengatur panas untuk menjaga suhu tubuh
agar tetap ideal.

O Total Body Water (TBW) = persentase dari

berat air dibandingkan dengan berat


badan total, besarannya bervariasi
menurut jenis kelamin, umur, dan
kandungan lemak tubuh.
O TBW dibagi menjadi 2 kompartemen
utama, yaitu cairan intraselular dan cairan
ekstraselular. Pada fetus dan bayi baru
lahir, volume ECF lebih besar dari volume
ICF. Pada usia 1 tahun, rasio volume ICF
dan ECF mendekati pebandingan pada
dewasa.

Komposisi Cairan Tubuh

O
O
O

Laki-Laki
TBW (%)
60
Intraseluler
40
Ekstraseluler 20
Plasma
4
InterstitiaL 16

Perempuan
50
30
20
4
16

Bayi
75
40
35
5
30

Kebutuhan cairan rumatan pada anak :


O BB (kg)
Jumlah cairan (ml)
O 10
100 per kg BB
O 10 20
1000 + 50 x kg (diatas 10 kg)
O > 20
1500 + 20 x kg (diatas 20 kg)

DIARE
O Diare merupakan penyebab utama kematian bayi dan

balita di Indonesia.
O Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2007, penyakit
diare merupakan penyebab utama kematian bayi
(31,4%) dan anak balita (25,2%).
O Berdasarkan hasil Survei Morbiditas Diare yang
dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, angka
kesakitan diare meningkat dari tahun 1996 hingga 2006,
kemudian menurun pada tahun 2010. Pada tahun 2010,
angka kesakitan diare mencapai 411 per 100.000
penduduk. Angka ini mengalami sedikit penurunan dari
tahun 2006 yang mencapai 423 per 100.000 penduduk.

Definisi Diare
WHO

Cohen

Buang air besar dengan peningkatan


frekuensi 3 kali atau lebih dalam 24 jam
dengan konsistensi lembek, dengan/ tanpa
darah dan lendir,dan dapat disertai gejala
lain seperti mual, muntah, demam, atau
nyeri perut

Diare akut adalah buang air


besar sekali atau lebih yang
berbentuk cair dalam satu hari
dan berlangsung kurang 14
hari

American
Academy of
Pediatrics (AAP)

peningkatan frekuensi dan/atau


perubahan konsistensi, dapat
disertai atau tanpa gejala dan
tanda seperti mual, muntah,
demam atau sakit perut yang
berlangsung selama 3 7 hari

Bakter
i (1020%)

Psikologis

Hygiene

Etiologi

Malabsorb
si

Virus
(70%)

Parasi
t

Protozoa
(10%)
Jamur

Klasifikasi
Berdasarkan lamanya diare :
a. Diare akut, berlangsung < 14 hari
b. Diare kronik, berlangsung > 14 hari

Patofisiologi
Tergantung penyebab :
a. Virus : merusak villi usus
kemampuan mencerna/menyerap
makanan berkurang
b. Bakteri non invasif

Gejala Klinis

Gejala klinik

Rotavirus

Shigella

Salmonella

Manifestasi Klinis
Mual

E .coli

E . coli

enterotoksig

entero

enik

invasif

Kolera

Sering

Jarang

Sering

Sering

Panas

++

++

++

Nyeri perut

Tenesmus

Tenesmus

Tenesmus

Kadang

Tenesmus

Kolik

kolik

kolik

muntah

Gejala lain

Sering

Pusing ,dapat

distensi

ada kejang

kolik
Hipotensi

Pusing
bakterimia
toksemia

abdomen

sistemik

Volume

Sedang

Sedikit

Sedikit

Banyak

Sedikit

Banyak

Frekuensi

5-10 kali

>10kali

Sering

Sering

Sering

Terus-menerus

Konsistensi

Cair

Lembek

Lembek

Cair

Lembek

Cair

Darah

Sering

Kadang

Bau

Busuk

Tdk spesifik

Amis

Warna

Kuning hijau

Merah hijau

Hijau

Tdk berwarna

Merah

Seperti cucian beras

hijau
Leukosit

Sifat lain

Anoreksia

Kejang

Sepsis

Meteorismus

Infeksi

sistemik

Diagnosis
Pemeriksaan
Penunjang
Pemeriksaan
Fisik
Anamnesis

Penatalaksanaan
Rehidrasi
(cairan dan
elektrolit)

Edukasi

5 Pilar
Diare

Nutrisi

Antibiotik
sesuai
penyeba
b

Zinc

Dehidrasi
O suatu keadaan keseimbangan cairan yang

negatif atau terganggu yang bisa


disebabkan oleh berbagai jenis penyakit.
Dehidrasi terjadi karena kehilangan air
(output) lebih banyak daripada
pemasukan air (input). Cairan yang keluar
biasanya disertai dengan elektrolit.

Klasifikasi
O Dehidrasi isotonik

Ini adalah dehidrasi yang sering terjadi karena diare. Hal ini terjadi bila

kehilangan air dan natrium dalam proporsi yang sama dengan keadaan normal
dan ditemui dalam cairan ekstraseluler.
O Dehidrasi Hipertonik

Pada keadaan ini didapatkan kekurangan cairan dan kelebihan natrium..


Ini biasanya akibat dari pemasukan cairan hipertonik pada saat diare yang tidak
di absopsi secara efisien dan pemasukan air yang tidak cukup.
O Dehidrasi Hipotonik

Hal ini terjadi karena air diabsopsi dari usus sementara kehilangan
garam (NaCl ) tetap berlangsung dan menyebabkan kekurangan natrium dan

kelebihan air.

Maurice King Score


Bagian tubuh yang diperiksa

Keadaan umum

Kekenyalan kulit

Nilai Untuk gejala yang ditemukan

Sehat

Gelisah,

Mengigau, koma atau

cengeng, apatis,

syok

ngantuk

Sangat kurang

Normal

Sedikit kurang
Mata

Normal

Sangat cekung
Sedikit cekung

Ubun-ubun besar

Normal

Mulut

Normal

Sangat cekung
Sedikit cekung

Kering dan sianosis

Kering
Denyut nadi / menit

Kuat < 120

Lemah > 140

Sedang (120Nilai 0-2 = dehidrasi ringan, nilai 3-6 = dehidrasi sedang,


nilai 7-12 = dehidrasi
140)
berat

Klasifikasi
Dehidrasi berat

Tanda atau gejala


Terdapat dua atau lebih dari tanda dibawah ini :

Letargis/tidak sadar

Mata cekung

Tidak bisa minum atau malas minum

Cubitan kulit perut kembali sangat lambat (>2

Pengobatan

Beri cairan untuk diare dengan dehidrasi

berat ( Rencana terapi C )

detik)
Dehidrasi

ringan- Terdapat dua atau lebih tanda dibawah in :

sedang

Beri cairan dan makanan untuk dehidrasi

Rewel, gelisah

Mata cekung

Minum dengan lahap, haus

penanganan di rumah dan kapan kembali

Cubitan kulit kembali lambat

segera

ringan ( Rencana terapi B )

Setelah rehidrasi, nasihati ibu untuk

Kunjungan ulang dalam waktu 5 hari


jika tidak membaik

Tanpa dehidrasi

Tidak terdapat cukup tanda untuk diklasifikasikan

Beri

sebagai dehidrasi ringan atau berat

menangani diare di rumah ( Rencana

cairan

dan

makanan

untuk

terapi A )

Nasihati kapan kembalik segera

Kunjungan ulang dalam waktu 5 hari


jika tidak membaik

Rencana Terapi A
Terapi dilakukan di rumah. Menerangkan 4 cara terapi
diare di rumah :
1. Berikan anak lebih banyak cairan daripada biasanya
untuk mencegah dehidrasi
2. Berikan tablet Zinc. Dosis yang digunakan untuk anakanak :
O Anak dibawah usia 6 bulan

: 10 mg ( tablet) per

hari
O Anak diatas usia 6 bulan : 20 mg (1 tablet) per hari

Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut, walaupun


anak sudah sembuh. Pada bayi, dapat dilarutkan dengan
air matang, ASI, atau oralit. Untuk anak-anak yang lebih
besar, zinc dapat dikunyah atau dilarutkan dalam air
matang atau oralit.

3. Beri anak makanan untuk mencegah kurang gizi.


O Teruskan ASI / berikan susu PASI
O Bila anak 6 bulan / lebih, atau telah mendapatkan makanan padat :
O Berikan bubur, bila mungkin campur dengan kacang-kacangan, sayur,
O

O
O
O

daging / ikan. Tambahkan 1-2 sendok teh minyak sayur sop tiap porsi
Berikan sari buah / pisang halus untuk menambah kalium
Berikan makanan segar, masak dan haluskan / tumbuk dengan baik
Bujuklah anak untuk makan
Berikan makanan yang sama setelah diare berhenti, dan berikan makanan
tambahan setiap hari selama 2 minggu

4. Bawa anak kepada petugas kesehatan bila anak tidak membaik dalam 3 hari
atau menderita sebagai berikut :
O Buang air besar cair lebih sering
O Muntah terus menerus
O Rasa haus yang nyata
O Makan atau minum sedikit
O Demam
O Tinja berdarah
.

Laporan Kasus
Identitas Pasien
Nama
Usia
Jenis Kelamin
Agama
Alamat
Selatan
Tanggal Dirawat

: An. RS
: 1 tahun 10 bulan
: Perempuan
: Kristen Protestan
: Tonsewer
: 19-03-2014

RIWAYAT PENYAKIT
Anamnesis dilakukan secara alloanamnesis
Keluhan Utama : BAB cair
Keluhan Tambahan : Muntah, lemas, tidak nafsu makan
Riwayat Penyakit Sekarang
O Pasien dibawa ke Puskesmas Tompaso dengan keluhan BAB
cair sejak 2 hari yang lalu. BAB cair sebanyak 4 kali, banyaknya
gelas belimbing tiap kali BAB, warna kuning, ampas +, lendir
-, darah -, bau busuk/amis -. Kemudian pasien dibawa ke bidan
dan diberikan obat. Keluhan tidak muncul lagi.
O 3 jam sebelum dibawa ke puskesmas, pasien kembali

mengalami BAB cair sebanyak 2 kali, banyaknya 1 gelas tiap kali

BAB, warna kuning, ampas +, lendir -, darah , bau busuk/ amis


-. Selain itu, pasien juga muntah sebanyak 1 kali, isi makanan.
Setelah itu pasien terlihat lemas dan tidak nafsu makan. Demam
disangkal. Nyeri perut disangkal

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien tidak pernah mengalami hal seupa.
Riwayat Penyakit Keluarga
Keluarga pernah ada yang mengalami penyakit
seperti ini sebelumnya.

O
O
O
O
O

Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan


Gigi pertama
: sudah
Tengkurap
: sudah
Duduk
: sudah
Jalan sendiri
: sudah
Bicara
: sudah

Riwayat Imunisasi
BCG
: usia 1 bulan
DPT I
: usia 2 bulan
Polio I
: usia 2 bulan
Campak
: usia 9 bulan
Hepatitis B : usia 1 bulan
Kesan
: riwayat imunisasi dasar
lengkap

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : tampak sakit ringan, aktif
Kesadaran
: compos mentis
Berat Badan
: 9 kg
Tanda vital
Frekuensi nadi : 92 x/menit (kuat angkat)
Frekuensi nafas : 28x/menit
Suhu
: 36,20 C
Kepala
: normosefali, rambut hitam distribusi merata tidak
mudah dicabut, ubun ubun besar tidak cekung
Mata
: cekung -/-, pupil bulat isokor, konjungtiva
anemis -/-, sklera ikterik -/- refleks cahaya +/+

Telinga
Hidung
Tenggorok
Mulut
Leher
Toraks

: normotia, deformitas -/: deformitas (-), septum deviasi (-), sekret ()


: faring tidak hiperemis, tonsil T1-T1 tenang
: mukosa bibir agak kering, sianosis (-), lidah kotor ()
: trakea ditengah, KGB tidak teraba membesar

Inspeksi : pergerakan dada simetris


Palpasi : simetris kanan=kiri
Perkusi : sonor kanan=kiri
Auskultasi : suara nafas bronkial, ronki -/-, wheezing -/-, BJ I dan II
reguler, murmur -, gallop Abdomen
Inspeksi
: datar
Palpasi
: supel, turgor kulit normal
Perkusi : timpani
Auskultasi : bising usus (+) normal
Ekstremitas
: akral hangat, sianosis -/-, edema -/-, CRT < 2 detik,
edema -

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium tanggal 19 Maret 2014
O Hematologi
O Hb
: 10,4 g/dL
O Ht
: 37,7 vol%
O Leukosit
: 10.600 uL
O Trombosit : 214.000 uL
O MCV
: 78,5
O MCH
: 21,7
O MCHC
: 27,6
O DDR
: negatif
O Widal
: negatif

DIAGNOSIS
Diare Akut Tanpa Dehidrasi

PEMERIKSAAN ANJURAN
Feses Lengkap

Penatalaksanaan
O Zinc 1x20mg
O Oralit ad libitum
O Nucef 2 x 1,8 ml
O Sanbeplex 1 x 0,4 ml