Anda di halaman 1dari 1

Rekomendasi

APBD merupakan salah satu ukur dalam menentukan kemampuan pemerintah dalam
mengelola sumber-sumber keuangan atau pendapatan daerah dalam melalukan pembangunan
duatu daerah. Sehingga pendapatan daerah, belanja daerah, maupun retribusi pajak dapat
mempengaruhi kesejahteraan masyarakat dan juga menjadi stimulus dalam pertumbuhan daerah
tersebut. Dari analisis APBD diatas, dapat ditarik rekomendasi padea analisis APBD Kota malang
tahun 2008-2012 sebagai berikut :
PAD Kota Malang masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan kebutuhan belanja
daerahnya, sehingga suatu investasi maupun pinjaman-pinjaman daerah atau dana hibah
dibutuhkan oleh swasta atau pemerintah guna menunjang pertumbuhan daerah.
Kontribusi PAD Kota Malang didominasi oleh pendapatan dari dana perimbangan,
seharusnya pemerintah dapat menyeimbangan sumber-sumber pendapatan yang ada.
Seperti meningkatkan jumlah pajak daerah, sehingga suatu daerah tidak terlalu bergantung
pada dana perimbangan.
Nilai belanja Kota Malang terus meningkat tiap tahunnya, hal ini tidak sama dengan PAD
yang diperoleh. Oleh karena itu manajemen keuangan pemerintah sangat dibutuhkan dalam
memprioritaskan belanja Kota Malang, sehingga sesuai dengan pendapatan dan tidak terjadi
defisit.
Pengurangan belanja daerah pada sektor-sektor tertentu diperlukan dalam menunjang
keberlangsungan fiskal Kota Malang serta dibutuhkan suatu manajemen keuangan daerah
yang baik.
Peningkatan PAD sendiri dibutuhkan guna menyeimbangkan dengan belanja daerha yang
ada, hal ini dapat dilakukan dengan cara pengelolaan sumber daya alam yang baik sehingga
mampu menjadi salah satu sumber peningkatan PAD Kota Malang.