Anda di halaman 1dari 13

SAKIT TERSERING PADA

ANAK

Mutiara
Natasha
Fauzia

1. DIARE
Penyebab tersering diare dikaitkan dengan air yang
terkontaminasi dan akibat bakteri vibrio cholerae, E. Coli,
berbagai virus dan protozoa seperti Amuba. Seorang anak
dikatakan menderita diare bila frekuensi buang air besarnya
lebih sering dari biasanya dan fecesnya lebih cair
GEJALA : Mual, muntah, sakit perut, sakit kepala dan demam.
Diare ringan biasanya berlangsung selama 3 6 hari, dan jika
tidak juga reda, segera konsultasikan ke dokter
EDUKASI : di biasakan diri cuci tangan. Dan selalu cuci tangan
sebelum memasak, menyajikan makanan, dan makan.
Ajarkan anak-anak untuk selalu mencuci tangan sebelum
makan dan sesudah dari kamar mandi dan setelah bermain main.

2. DEMAM BERDARAH
Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh
virus yang sering disalahartikan dengan flu. Penyakit ini
diawali dengan munculnya gejala sakit kepala dan nyeri otot
atau sendi. Timbul ruam kemerahan pada kulit. Bagi anak
yang lebih tua demam tinggi mendadak, sakit kepala yang
cukup berat, rasa nyeri atau sakit di mata, nyeri sendi dan
otot serta ruam di kulit. Akhirnya gusi dan hidung mulai
berdarah.
Penyakit ini biasanya tidak menular dari satu orang ke orang
lain. Bila masih ringan, mengatasinya dengan istirahat di
tempat tidur, minum air banyak dan parasetamol. Tetapi akan
lebih baik jika segera dibawa ke rumah sakit

Cara paling baik untuk mengusir nyamuk pembawa virus


ini adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan.
Untuk pencegahan dan pengobatan, yang dapat
dilakukan adalah menjaga asupan makanan anak.
Nutrisi yang cukup, sesuai dengan usia, berat badan dan
aktivitas anak akan meningkatkan daya tahan tubuh
sehingga tidak mudah terserang penyakit. Selain itu juga
dengan melengkapinya multivitamin. Suplemen ini
mengandung beragam vitamin esensial (yang tidak bisa
dibuat sendiri oleh tubuh). Bila diberikan secara tepat
komposisi dan dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan
anak multivitamin bisa membantu meningkatkan
ketahanan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit
pancaroba.

3. DEMAM
Demam adalah salah satu gangguan kesehatan yang kerap
diderita anak di musim pancaroba. Ini bisa jadi lantaran baru
di musim pancaroba inilah anak -anak digempur serangan
berbagai kuman (biasanya virus) secara besar -besaran.
Demam bukan penyakit. Melainkan gejala bahwa tubuh
tengah membangun pertahanan melawan infeksi. Lebih
tepatnya, demam bisa merupakan gejala aneka penyakit.
Mulai infeksi ringan sampai yang serius

4. PENYAKIT SALURAN PERNAFASAN


a. Penyakit saluran pernapasan bagian atas
Umumnya gejala penyakit saluran napas bagian atas lebih
ringan, misalnyabatuk-pilek. Hanya saja pada kasus tertentu
bisa muncul gejala yang serius, misalnya demam yang agak
tinggi (pada radang tenggorok) dan toksemia atau keracunan
(pada difteri).
b. Penyakit saluran pernapasan bagian bawah
Gangguan di bagian ini bisa memunculkan bronkopneumonia,
yaitu radang paru-paru yang berasal dari cabang-cabang
tenggorokan yang mengalamiinfeksi, dan
bronkioetitis,
yaitu infeksi serius pada cabang terakhir
saluran napas yang berdekatan dengan jaringan paru -paru.

5. PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN


Penyakit saluran cerna biasanya didahului keluhan mencret,
mual danmuntah. Gejala muntah dan mencret biasanya
disertai demam, sakit kepala dan mulas -mulas. Tinja anak
mungkin tampak berlendir dan bahkan berdarah (jika
penyebabnya bukan infeksi, gejala muntah dan mencret
jarang disertai mulas dan tinjanya pun tanpa lendir dan
darah).
Agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan, pertolongan
pertama biasanya diprioritaskan untuk menghentikan muntah
dan mencret. Dan setelah diberi penanganan, dalam 3 hari
umumnya keluhan berkurang. Jika tidak, anak perlu
mendapatkan penanganan yang lebih serius .

6. FLU
Flu disebabkan oleh infeksi virus. Tidak ada obat pilek yang efektif
untuk bayi adan anak . Lamanya flu ber variasi bisa 3 hari sampai 2
minggu. Tergantung daya tahan tubuh kita saat itu dan tergantung ada
tidaknya orang lain yang juga sakit flu di rumah atau di sekolah si
anak .
Yang paling dibutuhkan saat anak sakit flu adalah cairan, termasuk air
buah. Upayakan agar anak sering minum meski sedikit -sedikit. Selain
itu, supaya ingus tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan
air garam steril sebagai tetes hidung. Air garam steril ini adalah air
garam yang ada dalam tubuh kita sehingga tidak akan menimbulkan
efek samping. Hal lain yang juga banyak membantu adalah
memberikan uap air panas (bisa dicampur dengan vicks) untuk hirup
oleh anak .
Bila malam hari anak tidak bisa tidur karena hidung ter sumbat,
berikan tetes hidung untuk menghilangkan pembengkakan di dalam
hidung misalnya lliadin. Di lain pihak , kita sering mengacaukan alergi
dengan flu. Pada alergi yang sering mengenai hidung, anak juga akan
meler dan itu tidak berar ti anak menderita infeksi virus flu .

7. KEJANG DEMAM
Kejang demam, atau sering kita sebut step, adalah kejang
yang biasa terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun.
Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan anak di
luar rentang usia ini juga terkena.
Kejang demam timbul akibat naiknya suhu tubuh secara
tiba-tiba. Biasanya akibat demam di atas 38 derajat
Celsius. Ada berbagai macam penyebab kenaikan suhu
tubuh yang tiba-tiba. Paling sering karena infeksi, baik
infeksi bakteri maupun virus. Misalnya radang amandel
(tonsilitis) atau radang tenggorok (faringits).
Kejang demam biasanya berlangsung beberapa detik atau
menit. Kadang-kadang sampai 15 menit. Tetapi kebanyakan
hanya berlangsung hanya dua atau tiga menit .

Saat kejang, anak akan mengalami berbagai macam gejala


seperti :
1 . Anak hilang kesadaran
2. Tangan dan kaki kaku atau tersentak -sentak
3. Sulit bernapas
4. Busa di mulut
5. Wajah dan kulit menjadi pucat atau kebiruan
6. Mata berputar-putar, jd hanya putih mata yg terlihat

Saat terjadi kejang demam, orang tua tidak perlu panik.


Beberapa hal yang perlu diingat atau tindakan yang perlu
diambil adalah :
1. Letakkan anak ditempat yang aman, misalnya di
lantai atau kasur. Pindahkan dari sekitar anak, semua benda
yang mungkin berbahaya atau dapat menimbulkan luka.
2.Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak,
misalnya jari tangan, sendok, atau kayu.
3. Jangan mengguncang-guncang atau berusaha
membangunkan anak.
4. Jangan menahan tubuh anak yang kejang. Biarkan
gerakan kejang berlangsung apa adanya.
5. Jika anak sudah berhenti kejang, miringkan anak .

6. Catat lamanya kejang dan apa yang dialami anak


selama kejang. Catatan ini penting bagi dokter atau praktisi
medis untuk menilai kejang demam anak.
7. Setelah kejang berhenti, segera bawa anak ke
dokter, puskesmas, atau rumah sakit terdekat.
8. Jika kejang berlangsung lebih dari lima menit,
penanganan gawat darurat harus dilakukan segera untuk
menghentikan kejang. Jika memungkinkan, panggil segera
petugas medis untuk memberikan penanganan tersebut.