Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PENDAHULUAN

TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK : REMAJA


1. Pengertian
Pengertian kelompok dalam terapi kelompok terapeutik adalah individu
yang

memiliki

hubungan

satu

dengan

yang

lainnya,

saling

ketergantungan dan mempunyai norma yang sama. ( Stuart &


Laraia,2005).
Terapi kelompok terapeutik merupakan salah satu jenis dari terapi
kelompok yang memberi kesempatan kepada anggotanya untuk saling
berbagi pengalaman, saling membantu satu dengan lainnya, untuk
menemukan cara menyelesaikan masalah dan mengantisipasi masalah
yang akan dihadapi dengan mengajarkan cara yang efektif untuk
mengendalikan stress.
2. Tujuan terapi

Mempertahankan homeostasis (Montgomery, 2002).


Membantu mengatasi stress, berfokus pada disfungsi perasaan, pikiran

dan perilaku.
Membantu mengatasi stress emosi, penyakit fisik, krisis tumbuh

kembang atau penyesuaian sosial.


Secara garis besar tujuan dari terapi kelompok terapeutik adalah
mengantisipasi dan mangatasi masalah dengan mengembangkan

potensi yang dimiliki oleh anggota kelompok itu sendiri (Keliat, 2005)
Menurunkan rasa terisolasi, meningkatkan kemampuan untuk
penyesuaian

kembali,

meningkatkan

kemampuan

memecahkan

masalah. (Gardner and Laselle, 1997 dalam Shives 1998)


Menawarkan dukungan, memulihkan dan memperkuat pertahanan
sementara serta mengintegrasikan kapasitas yang telah terganggu
(Kaplan dkk 1996).

3. Indikasi

Stress emosional,

Penyakit fisik krisis,

Masalah tumbuh kembang

4. Karakteristik Terapi kelompok Terapeutik


Kelompok kecil berjumlah 7 - 10 orang, remaja berusia 12-18 tahun,
berpartisipasi penuh, mempunyai otonomi, keanggotaan sukarela dan
saling membantu untuk berbagi pengalaman dalam hal memberikan
stimulasi perkembangan remaja
5. Aturan dalam terapi kelompok

Kooperatif

Menjaga keamanan dan keselamatan kelompok

Mengekspresikan perasaan dan keinginan berbagi pengalaman

Penggunaan waktu efektif dan efisien

Menjaga kerahasiaan

Mempunyai rasa memiliki, berkontribusi, dapat menerima satu


sama lain, mendengarkan, mempunyai kebebasan,loyalitas dan
mempunyai kekuatan.

6. Kriteria keanggotaan

Remaja usia 12-18 tahun

Bersedia berpartisipasi penuh

Sukarela

Dapat membaca dan menulis

7. Waktu pelaksanaan TKT

Waktu

pelaksanaan

sesuai

dengan

kesepakatan

kelompok,

pertemuan ada 6 sesi dan setiap sesi dilaksanakan dalam 1 hari dan

hari berikutnya untuk sesi yang lain serta memberikan kesempatan


kepada anggota untuk menerapkan stimulasi yang telah diajarkan

Alokasi waktu yang diperlukan selama kegiatan adalah 45 menit

8. Tempat pelaksanaan TKT

Tempat pelaksanaan dapat dilakukan di rumah salah satu anggota


atau tempat lain yang tersedia di masyarakat

9. Pelaksanaan TKT
a. Sesi pertama
Penjelasan konsep stimulasi identitas diri pada remaja kebutuhan
tahap tumbuh kembang anak remaja, penyimpangan perilaku dan
bagaimana selama ini memberikan kebutuhan perkembangannya.
b. Sesi kedua
Penerapan stimulasi pada aspek motorik : mengajarkan remaja
melakukan stimulasi perkembangan pada aspek motorik kasar dan
halus.
c. Sesi ketiga
Penerapan stimulasi pada aspek kognitif : kemampuan untuk
berpikir secara konkret, hipotesis dan menggunakan perspektif
masa

depan

dalam

membayangkan

melihat

berbagai

suatu

situasi

kemungkinan

sehingga

yang

akan

mampu
terjadi

kemampuan membuat keputusan yang mampu menghubungkan


ide, pemikiran atau konsep, menganalisa serta menyelesaikan
masalah yang dihadapi. Stimulasi bahasa yaitu Bahasa gaul kadang
digunakan pada kelompok
d. Sesi keempat

Penerapan stimulasi pada aspek emosi yaitu mudah tersinggung,


cengeng tetapi mudah senang dan meledak-ledak, kurang perhatian
dengan orang lain, sering ingin membentuk nilai sendiri yang
mereka anggap benar
e. Sesi kelima
Penerapan stimulasi pada aspek moral dan spiritual:
identifikasi

dengan

masyarakat,

orang

belajar

untuk

dikagumi

terutama

memahami

proses

dari

peraturan,

tokoh
mampu

berempati, berfilosofi dan berfikir logis. sering melakukan kegiatan


keagamaan

jika

mengalami

stress

psikologis,

penyimpangan

identitas dan keputuasaan

f. Sesi keenam
Penerapan stimulasi pada aspek psikososial : individu berharap
untuk memperoleh otonomi dari keluarga dan mengembangkan
identitas diri sebagai lawan terhadap difusi peran.

mereka akan

berpakaian, menata rambut dan memiliki minat yang sama seperti


teman-teman kelompoknya, memiliki kelompok
g. Sesi ketujuh
Berbagi pengalaman setelah dilatih untuk memberikan stimulasi
perkembangan

pada

remaja

kognitif,moral

dan

emosional,psikososial.Pada

menanyakan

cara

stimulasi

terkait
yang

dengan

telah

aspek

motorik,

kegiatan

diajarkan

dan

ini
apa

manfaatnya bagi remaja serta berbagi pengalaman antar anggota.

SP TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK : PADA USIA REMAJA


SESI I : Penjelasan konsep stimulasi identitas diri remaja
1. Tujuan
a. Remaja mampu mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki
dengan anggota kelompok yang lain.
b. Remaja mampu menyebutkan tugas tahap perkembangan yang
telah diraih
c. remaja mampu mengetahui penyimpangan perilaku anak remaja
bagaimana cara mengatasinya
2. Setting
a. Terapis dan remaja duduk bersama secara melingkar
b. Tempat yang nyaman dan tenang\
3. Alat

Leaflet tentang stimulasi perkembangan anak usia 12-18tahun

4. Metode
a. Dinamika kelompok
b. Diskusi dan tanya jawab
5. Langkah kegiatan
a. Persiapan
1). Membuat kontrak dengan anggota kelompok
2). Mempersiapkan alat dan tempat untuk melakukan stimulasi
perkembangan
b. Oientasi
1). Salam terapeutik
Selamat pagi. Adik-adik terimakasih atas kesediaan adikadik untuk menghadiri pertemuan di pagi ini. Perkenalkan
nama sayaadik-adik dapat memanggil saya dari.
Bagaimana kalau kita saling berkenalan terlebih dahulu, kita
mulai dari sebelah kiri , sebutkan nama panggilannya
2). Evaluasi/Validasi

Bagaimana perasaan adik-adik pada pagi hari ini ? coba


adik-adik secara bergantian membagikan pengalamannya
kepada kami bagaimana pengalaman sikap adik hari-hari
terkait dengan tumbuh kembang adik sebagai remaja

3). Kontrak

Baiklah pagi ini kita akan berdiskusi tentang bagaimana


cara

memberikan

perkembangan

rangsangan

remaja

dan

terhadap
nanti

kemampuan

adik-adik

dapat

membagikan pengalamannya pada kita semua. Saya akan


menjelaskan aturan mainnya, yaitu terapi ini terdiri dari 7
sesi dan setiap anggota harus mengikuti setiap sesi sampai
selesai dan tidak mengganti anggota kelompok, apabila

ada yang ingin meninggalkan kelompok harus meminta ijin


kepada terapis, lama kegiatan 45 menit.Bagaimana apakah
adik-adik sudah jelas ? apakah ada yang ingin ditanyakan ?
c. Tahap kerja
Baiklah, sekarang bagaimanakah pengalaman dari adik-adik
selama menginjak usia remaja ? kita mulai dari sisi sebelah
kiri dulu, silahkan adik-adik...apakah yang adik-adik ketahui
tentang tugas perkembangan yang harus dicapai pada anak
remaja. Ya bagus sekaliapakah ada lagi yang ingin
menyampaikan lagi, nah sekarang apa yang sudah adik-adik
lakukan untuk melatih perkembangan tsb, silahkan siap yang
mau

memulai

adik..untuk

terlebih

dahulu

menceritakan

terlebih

yasilahkan
dahulu.ya

adikbagus

sekali.bagaimana dengan adik N ya..bagusWah ternyata


adik-adik sudah memiliki tahap perkembangan yang baik.
Saya akan melengkapi pengetahuan yang sudah adik-adik
miliki. Untuk merangsang perkembangan anak pada remaja
ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, yaitu aspek
motorik, aspek kognitif / kecerdasan, aspek moral dan
emosional

dan

aspek

psikososial.

Ini

saya

bagikan

leaflet/brosur ,adik-adik bisa membacanya. Untuk penjelasan


yang terkait dengan aspek-aspek tersebut nanti akan dibahas
pada pertemuan berikutnya.Apa kebutuhan perkembangan
anak pada remaja: anak mulai mengembangkan hubungan
dengan teman sebaya,anak mulai mengagumi orang lain dan
mulai menirukan dirinya dengan orang yang dikagumi,anak
mulai mengenal bekerjasama, berkompetisi, belajar memiliki
kemampuan bekerja dan mendapat ketrampilan dewasa,
belajar menguasai dan menyelesaikan tugasnya,produktif
dalam

belajar

serta

merasakan

kebanggaan

dalam

keberhasilan. Disini kita selaku remaja merupakan pendukung

utama didalam memenuhi tugas perkembangan tersebut,


jangan lupa kita memberikan pujian pada anak apabila anak
mengerjakan sesuatu yang baik. Nah apa yang dapat terjadi
pada remaja kalau perkembangan anak pada remaja ini tidak
dapat terpenuhi dengan baik. Perilaku yang menyimpang
akibat tidak terpenuhinya stimulasi perkembangan ,seperti :
tidak mampu menyelesaikan tugas dengan tuntas, tidak bisa
bekerjasama dengan orang lain, tidak mampu mengatur tugas
atau pekerjaan, merasa tidak mampu dan dapat mengurung
dirinya dari pergaulan. Apakah adik-adik sudah jelas atau ada
yang ingin adik-adik tanyakan.?
d. Tahap Terminasi
1). Evaluasi

Bagaimana perasaan adik-adik setelah mengikuti kegiatan


ini, coba adik-adik menyampaikan kembali apa kebutuhan
tahap

perkembangan

pada

anak

remaja,

yabagus

sekali.
2). Rencana tindak lanjut

Sekarang Adik-adik sudah mengetahui apa kebutuhan


anak didalam memenuhi tugas perkembangan pada anak
remaja, adik-adik terus memberikan rangsangan kepada
anak disetiap kesempatan , sehingga diharapkan anak
akan meningkat prestasinya.Adik-adik bisa mencari sendiri
teknik yang tepat untuk merangsang perkembangan pada
anak yang mudah diterapkan sesuai dengan kemampuan
anak.

3). Kontrak yang akan datang

Baiklah adik-adik pertemuan hari ini selesai, kita akan


bertemu kembali untuk topic berikutnya yaitu mengenai
teknik perkembangan aspek motorik anak. Jam berapa

besok pertemuannya? Bagaimana kalua tempatnya disini


kembali ? baiklah adik-adik cukup sekian terimakasih atas
perhatian adik-adik ikut aktif dalam diskusi ini, sampai
ketemu kembali besok sore jam.
SESI V : Stimulasi remaja untuk merangsang aspek psikososial
1. Tujuan
a. Remaja mampu menyebutkan stimulasi yang diberikan pada remaja
untuk merangsang aspek psikososial
b. Remaja

mampu

memberikan

stimulasi

perkembangan

aspek

psikososial pada anak


2. Setting
a. Terapis dan anggota kelompok duduk bersama secara melingkar
b. Tempat yang nyaman dan tenang
3. Alat
a. Kertas gambar
b. Pensil warna
c. Hadiah
4. Metode
a. Dinamika kelompok
b. Diskusi dan tanya jawab
c. Role play
5. Langkah kegiatan
a. Persiapan
1). Membuat kontrak dengan remaja
2). Mempersiapkan alat dan tempat stimulasi
b. Orientasi
1). Salam Terapeutik

Selamat sore..bagaimana kabar hari ini..

2). Evaluasi /validasi

Bagaimana perasaan adk-adik ..adk-adik sekarang coba


ceritakan pemahaman adk-adik mengenai perkembangan
yang sudah kita pelajari yang lalu, apa yang sudah adk-adik
terapkan dan bagaimana hasilnya?

3). Kontrak

Pada

sore

ini

perkembangan

tujuan
untuk

kegiatan

merangsang

ini

yaitu

stimulasi

perkembangan

aspek

psikososial pada anak. Peraturan kegiatan ini seperti biasa


,setiap anggota harus mengikuti kegiatan sampai selesai ,
apabila

ada

yang

ingin

meninggalkan

kelompok

harus

meminta ijin kepada terapis, lama kegiatan 45 menit.


c. Tahap Kerja
Siapa

yang

akan

mengungkapkan

pengetahuan

adk-adik

mengenai stimulasi perkembangan pada aspek psikososial.dan


teknik yang sudah adk-adik lakukan selama ini, kita akan berbagi
pengalaman dengan anggota kelompok yang lain. Apa yang
sudah disampaikan tadi sudah baik. Saya akan menambahkan
mengenai teknik stimulasi perkembangan pada aspek psikososial
yaitu

individu berharap untuk memperoleh otonomi dari

keluarga dan mengembangkan identitas diri sebagai lawan


terhadap difusi peran. mereka akan berpakaian, menata rambut
dan

memiliki

minat

yang

sama

seperti

teman-teman

kelompoknya, memiliki kelompok anak-anak sudah siap? Siapa


yang menjadi juri silahkan kita membagi tugas ya.ayo
anak-anak dimulai ya. Bagus sekali ya.nah yang paling bagus
dapat hadiah
Tahap Terminasi
1). Evaluasi
Bagaimana perasaan semua , senang?
2). Rencana tindak lanjut

Nah adk-adik latih terus ya dengan teknik teknik yang


lain, adik dapat mencoba memberikan stimulasi psikososial
pada anak di setiap kesempatan

3). Kontrak yang akan datang

Menyepakati waktu, tempat dan topik yang akan datang


yaitu mengenai sharing persepsi tentang stimulasi anak
yang telah dilakukan