Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

PELAKU EKONOMI

DOSEN PENGASUH
AMINAH.S,sos.MM
KELOMPOK VII
DARNI
FERI

SEKOLAH TINGGI ILMU ADMNINISTRASI


YAYASAN SETIH SETIO MUARA BUNGO
TAHUN AJARAN 2014/2015

Daftar Isi

Kata Pengantar ...............................................................................................i


Daftar Isi ..........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................1
A. Latar Belakang ....................................................................................1
B. Rumusan Masalah ..............................................................................1
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................2
A. Definisi Pelaku Ekonomi ....................................................................2
B. Pelaku-Pelaku Ekonomi .....................................................................2
a) Rumah Tangga ...............................................................................................2
b) Perusahaan .....................................................................................................4
c) Pemerintah ......................................................................................................5
d) Masyarakat .....................................................................................................7
e) Koperasi 8
BAB III PENUTUP .........................................................................................12
A. Kesimpulan ..........................................................................................12
B. Saran ....................................................................................................12

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Seiring dengan kemajuan dan perkembangan ekonomi dewasa ini dan juga semakin ketatnya
persaingan yang terjadi dalam dunia usaha,baik dalam negeri maupun diluar negeri dimana
system ekonomi dewasa ini sudah memasuki era persaingan global antar Negara.Oleh karena
itu dirasakan perlu adanya pemahaman serta pengetahuan bagi kalangan pelaku ekonomi
guna meningkatkan mutu,kinerjanya dalam mengembangkan unit-unit usahanya.dan bagi
para mahasiswa hal ini akan dirasa sangat bermanfaat nilainya didalam kita mempelajari
peranan pelaku-pelaku ekonomi yang ada di Indonesia sehingga akan memberikan gambaran
yang jelas dalam mahasiswa mendapatkan tambahan wawasan dan pengetahuan sebagai
bekal nantinya.Hal inilah yang melatarbelakangi penting bagi setiap mahasiswa untuk
mempelajari aspek-aspek yang saling terkait dalam perekonomian,dimana pelaku ekonomi
memiliki peran yang sangat strategis,dan pemerintah juga berperan penting sebagai pemberi
juga pemegang kebijakan yang dapat member makna positif bagi para pelaku ekonomi baik
itu kebijakan yang berdampak langsung maupun tidak langsung bagi pelaku ekonomi itu
sendiri.Jadi dengan demikian mahasiswa dapat melakukan analisis-analisis yang terkait
dengan hal itu.Mahasiswa juga dituntut lebih pro aktif untuk ikut serta menyumbangkan
pengetahuan maupun pemikiran-pemikirannya untuk kemajuan ekonomi.
B.Rumusan Masalah
a)

Rumah Tangga Keluarga

b)

Perusahaan

c)

Pemerintah

d)

Masyarakat

e)

Koperasi

BAB II
PEMBAHASAN
A. PELAKU EKONOMI
1. RUMAH TANGGA KELUARGA
Rumah tangga keluarga adalah pelaku ekonomi yang terdiri atas ayah, ibu, anak, dan anggota
keluarga lainnya. Rumah tangga keluarga termasuk kelompok pelaku ekonomi yang cakupan
wilayahnya paling kecil adalah pemilik berbagai faktor produksi,antara lain tenaga kerja,
tenaga usahawan, barang-barang modal, kekayaan alam, dan harta tetap (seperti tanah dan
bangunan). Faktor-faktor produksi yang disediakan oleh rumah tangga keluarga akan
ditawarkan kepada sektor perusahaan. Karena mereka telah memberikan tenaga mereka untuk
membantu menghasilkan barang atau jasa. Pada saat rumah tangga keluarga bekerja, mereka
akan memperoleh penghasilan. Penghasilan yang diperoleh rumah tangga keluarga dapat
berasal dari usaha-usaha berikut ini.
Usaha sendiri,
Bekerja pada pihak lain,
Menyewakan faktor-faktor produksi,
Penghasilan-penghasilan yang diperoleh rumah tangga keluarga tersebut dapat digunakan
untuk dua tujuan, yaitu membeli barang atau jasa dan ditabung.
a. Membeli berbagai Barang atau Jasa (Konsumsi)
Perbedaan-perbedaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini.
1) Kebiasaan hidup
2) Jumlah anggota keluarga
3) Status social
4) Lingkungan
5) Pendapatan
b. Disimpan/Ditabung
Sisa penghasilan yang digunakan untuk konsumsi dapat disimpan atau ditabung. Kegiatan
menabung dilakukan untuk memperoleh dividen (bunga). Di samping itu kegiatan menabung
dapat berfungsi sebagai cadangan dalam menghadapi berbagai kemungkinan buruk di masa
depan.

2. PERUSAHAAN
Perusahaan adalah organisasi yang dikembangkan oleh seseorang atau sekumpulan orang
dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan
masyarakat. Kegiatan ekonomi yang dilakukan rumah tangga perusahaan meliputi kegiatan
konsumsi, produksi, dan distribusi. Perusahaan adalah tempat berlangsungnya proses
produksi. Dengan demikian, kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan adalah kegiatan
produksi (menghasilkan barang). Hal ini juga sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan
adalah pelaku ekonomi yang berperan sebagai produsen. Berdasarkan lapangan usahanya,
perusahaan yang ada dalam perekonomian dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu
industri primer, industri sekunder, dan industri tersier.
a. Industri Primer
Industri primer adalah perusahaan yang mengolah kekayaan alam dan memanfaatkan faktorfaktor produksi yang disediakan oleh alam. Contohnya, pertanian, pertambangan, perikanan,
kehutanan, peternakan.
b. Industri Sekunder
Industri sekunder adalah perusahaan-perusahaan yang menghasilkan barang industri atau
perusahaan-perusahaan yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi dan siap
untuk dikonsumsi masyarakat. Contohnya: perusahaan mobil, sepatu, pakaian, dan lain lain.
c. Industri Tersier
Industri tersier adalah industri yang menghasilkan jasa-jasa perusahaan yang menyediakan
pengangkutan (transportasi), menjalankan perdagangan, memberi pinjaman, dan
menyewakan bangunan.
3. PEMERINTAH
Pemerintah adalah badan-badan pemerintah yang bertugas untuk mengatur kegiatan ekonomi.
Seperti halnya rumah tangga keluarga dan perusahaan, pemerintah juga sebagai pelaku
ekonomi yang melakukan kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi.
a. Kegiatan Konsumsi Pemerintah
Pemerintah dalam menjalankan tugasnya membutuhkan barang dan jasa. Kegiatan konsumsi
pemerintah dapat berupa kegiatan membeli alat-alat tulis kantor, membeli alat-alat
kedokteran, membeli peralatan yang menunjang pendidikan, menggunakan tenaga kerja
untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah, dan sebagainya.
b. Kegiatan Produksi Pemerintah
Pemerintah ikut berperan dalam menghasilkan barang dan atau jasa yang diperlukan dalam
rangka mewujudkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Hal ini sesuai dengan UUD
1945 Pasal 33 ayat (2), yang berbunyi: Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara
dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Pelaksanaan peran
pemerintah dalam kegiatan produksi diwujudkan dalam kegiatan usaha hampir di seluruh
sektor perekonomian. Sebagai pelaksana kegiatan produksi pemerintah mendirikan Badan
Usaha Milik Negara (BUMN). Berikut ini maksud dan tujuan pendirian BUMN berdasarkan
UU Nomor 19 Tahun 2003.
Memberikan sumbangan bagi perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan negara
pada khususnya.
Mencari keuntungan.

Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan atau jasa yang
bermutu tinggi dan memadai bagi orang banyak.
Menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta
dan koperasi.
Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah,
koperasi, dan masyarakat.
c. Kegiatan Distribusi Pemerintah
Selain melakukan kegiatan konsumsi, pemerintah juga berperan dalam kegiatan distribusi.
Berikut ini kegiatan-kegiatan distribusi yang dilakukan pemerintah.
Menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membantu kegiatan operasional
yang ada di sekolah. Misalnya mengenai penyediaan buku-buku pelajaran, dan sebagainya.
Memberi bantuan kepada rakyat miskin berupa penyaluran raskin (beras rakyat miskin)
melalui BULOG. Selain melakukan kegiatan pokok-pokok ekonomi, pemerintah juga
berperan sebagai pengatur dan pelaksana kebijakan. Peran pemerintah sebagai pengatur yaitu
dengan mengeluarkan berbagai peraturan yang berhubungan dengan kegiatan ekonomi.
Tujuan dibuatnya peraturan adalah agar kegiatan-kegiatan ekonomi dijalankan secara wajar
dan tidak merugikan masyarakat. Sebagai contoh peraturan mengenai impor barang.
Pemerintah menetapkan berbagai tarif masuk barang. Hal ini dimaksudkan agar barangbarang yang berasal dari luar negeri tidak mudah masuk ke Indonesia. Peraturan-peraturan
pemerintah lainnya masih banyak, seperti peraturan pendirian industri, peraturan ekspor,
perbaikan lalu lintas, kebijakan fiskal dan moneter, dan berbagai peraturan kegiatan ekonomi
lainnya.

4. MASYARAKAT
Masyarakat sebagai pelaku ekonomi maksudnya adalah masyarakat luar negeri. Masyarakat
luar negeri juga termasuk pelaku ekonomi yang penting bagi perekonomian, karena
berhubungan dengan transaksi luar negeri. Transaksi luar negeri tidak hanya berupa transaksi
perdagangan, namun juga berhubungan dengan penanaman modal asing, tukar menukar
tenaga kerja, serta pemberian pinjaman.
Kegiatan konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat luar negeri, akan tampak pada aktivitas
berikut ini.
a. Membeli barang-barang yang tidak diproduksi oleh masyarakat dalam negeri.
b. Menggunakan fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh negara, seperti bandara, stasiun, pasar,
dan sebagainya.
c. Menikmati objek-objek wisata negara lain seperti pegunungan, pantai, candi, dan objekobjek yang lainnya.
d. Menggunakan tenaga kerja-tenaga kerja dari negara lain.
Masyarakat juga melakukan kegiatan produksi. Kegiatannya akan tampak pada aktivitas
berikut ini.
a. Masyarakat luar negeri menghasilkan barang yang tidak diproduksi oleh negara lain.
b. Melakukan penanaman modal di negara lain.
c. Memberikan pinjaman kepada negara yang membutuhkan.
d. Mengirimkan tenaga kerja dan tenaga ahli ke negara-negara yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat luar negeri akan memberikan
pengaruh yang cukup besar bagi perekonomian suatu negara. Berikut ini beberapa peran
masyarakat luar negeri dalam kegiatan ekonomi.
a. Melalui kegiatan perdagangan (kegiatan ekspor impor) dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat di negara yang bersangkutan.
b. Adanya tukar-menukar tenaga kerja antarnegara dapat meningkatkan produktivitas tenaga
kerja, sehingga dapat meningkat mutu serta jumlah barang yang dihasilkan.

5. KOPERASI
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang
berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Kegiatan usaha koperasi
merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Dengan adanya penjelasan UUD
1945 Pasal 33 ayat (1) koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan
sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional.
B. PERANAN PELAKU EKONOMI
Setiap negara mempunyai permasalahan ekonomi dan setiap negara mempunyai cara
tersendiri dalam mengatasinya. Ada negara yang dengan tegas menentukan bahwa
pemerintah yang harus mengatasi setiap masalah ekonomi, dan pemerintahlah pula yang
mengatur semua kegiatan ekonomi. Sebaliknya ada negara yang berpendapat bahwa dalam
mengatasi setiap masalah ekonomi dan mengatur semua kegiatan ekonomi diserahkan pada
pihak swasta. Selain itu ada juga negara yang mencari jalan tengah antara keduanya.
Bagaimana setiap negara menjawab permasalahan-permasalahan ekonomi menunjukkan
sistem ekonomi yang dianutnya. Dalam rangka menjalankan sistem ekonominya, negara akan
membutuhkan pelakupelaku ekonomi. Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan mengenai
bagaimana bentuk-bentuk sistem ekonomi yang ada di dunia dan siapa saja pelaku-pelaku
ekonominya.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Jadi berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Pelaku Ekonomi dan Pemerintah
sama sama memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan Perekonomian di
Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan bersama segenap masyarakat Indonesia yang
merata hingga ke pelosok.Keterkaitan hubungan antara Para Pelaku Ekonomi dan Pemerintah
sebagai pemegang Kebijakan sangat saling tergantung di dalam membangun Perekonomian
yang mapan dan sinergi dalam pemenuhan kebutuhan Masyarakat pada umumnya.Demikian
pula Pemerintah mampu memberikan proteksi(perlindungan) bagi Pelaku Ekonomi untuk
bisa bersaing di Era pasar Globalisasi dewasa ini.

B. Saran
Semoga dengan adanya makalah ini bisa menjadi acuan belajar dan mendorong
Mahaiswa/i khususnya di Perbankan Syariah untuk membaca materi pelaku-pelaku ekonomi
suapaya bisa memahami dan paham akan materi tersebut. Semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat dan guna lebih untuk kita semua terutama kami sebagai penyusun
makalah ini. Selain itu penyusun juga mengharapkan kritik, saran, dan juga masukanmasukan yang bersifat membangun guna untuk melengkapi dan memperbaiki makalah ini
dan makalah-makalah yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Wahana, Jaka dan Kirbrandoko, 1995, Pengantar Mikro Ekonomi Jilid I, Terjemahan
Cetakan pertama, Binarupa Aksara, Jakarta
Sumber:http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2328100-contoh-makalahekonomi/#ixzz2RAIUKaoz
Sumber : http://ahmadqusyairi.blogspot.com/2010/02/defini-dan-contoh-sistemterdistribusi.html