Anda di halaman 1dari 12

Pendiri

BERLIN SIAHAAN

Surat Kabar Umum


nEDISI: 022/Thn I/Senin 30 Januari - 12 Februari 2012

Pemimpin Redaksi
Jenri

nHarga: @Rp 3.500,-

Luar Jawa + Ongkos Kirim

Informasi Aspirasi Rakyat

E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

nEDISI: 022/Thn I/Senin 30 Januari - 12 Februari 2012

Anggaran Lahan Parkir Gedung


Sekneg Rp 12,3 Miliar
Pembangunan sarana parkir kendaraan roda dua di
Kementerian Sekretariat Negara mencapai
Rp 12,3 miliar.

Hotline pasang iklan dan pengaduan kantor redaksi 021-3190 2301 / 0813 1533 8511

c
Selengkapnya ........Hal 8

c
Selengkapnya ........Hal 7

Selebritis
Shinta Bachir

Diteror, Karena
Cemburu

Resahkan Petani
Petani Indonesia Minta
Musnahkan Karet Malaysia
Mengandung Virus

LSM Desak Tipikor Periksa Kasudin Perumahan dan Gedung


Kota Administrasi Jakpus

c
Selengkapnya ........Hal 9

Sidang Kasus Wisma Atlet, Palembang

Yulianis: Anas Terima Duit


JAKARTA, METROPOLITAS POS

Anas Urbaningrum kembali disebut telah menerima uang ke Anas


sebesar Rp 100 juta saat dirinya
maju sebagai calon Ketua Umum
Partai Demokrat. Selain Anas,
ada juga aliran uang ke Andi Mallarangeng, sebesar Rp 150 juta.

Pelaku teror yang


disebutkan sebagai Mantan Kapolda Metro Jaya,
telah datang menemui
korbannya Shinta Bachir
dan pengacaranya, dan
telah meminta maaf atas
tindakan kurang terpujinya tersebut.
Mereka
sudah
minta maaf ke Shinta.
Dia nemuin saya juga
minta maaf, ungkap pengacara Shinta
Bachir, Achmad Rifai
saat dihubungi melalui telepon.
Kini pihaknya
masih akan berdiskusi untuk
selanjutnya
mengambil
langkah hu-

ang tersebut, kata Yulianis, diberikan


oleh Mindo Rosalina Manulang, Direktur Marketing PT Anak Negeri, salah
satu anak perusahaan Grup Permai
yang merupakan perusahaan milik mantan
Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Jadi, Bu Rosa berperan sebagai pengusaha yang mau menyumbang Pak
Andi dan Pak Anas Urbaningrum, katanya.
Bukan kali ini saja Anas disebut menerima
uang dari Nazaruddin. Ketika bersaksi dalam
sidang kasus ini pada 16 Januari 2011, Mindo
menyebut ada jatah untuk Anas, yang dia sebut
ketua besar, dalam proyek wisma atlet.
Dalam kesaksiannya, Yulianis mengatakan,

Bersambung Hal 11
........Shinta

Bersambung Hal 11........Yulianis

Terkait Rekening
Gendut Polri Bungkam

Perempuan Jakarta
resah Naik angkot
JAKARTA, METROPOLITAS POS
Peristiwa biadab yang menimpa beberapa
perempuan pengguna jasa angkutan umum di Jabodetabek belakangan ini, membuat geram sekaligus cemas sebagian besar warga Jakarta, khususnya perempuan.
Indri misalnya mengutuk para pelaku yang
melakukan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi belum lama ini. Benar-benar lelaki biadab,
mereka melakukan teror kepada kaum perempuan, terutama pengguna angkot, ujarnya.
Amarah sama membuncahnya juga dilontarkan
Manda Aprianti, seorang ibu rumah tangga. Amitamit banget deh, harusnya para pelaku dihukum
berat. Kalau perlu dihukum mati, karena tindakan
mereka jahat sekali, ujar Manda yang mengaku
menjadi was-was dan gelisah setiap kali menaiki
Bersambung Hal 11........Perempuan

Dirman Soekardi, SH.MH

Direktorat Penyidikan
dan Penindakan
Keimigrasian Melakukan Terobosan Baru
Jakarta, Metropolitan Pos,
Dalam rangka meningkatkan pengawasan
orang asing di Indonesia, Direktorat Penyidikan
dan Penindakan Keimigrasian melaksanakan rapat
koordinasi peningkatan pengawasan keberadaan
imigrasi Ilegal di rumah detensi imigrasi maupun
di tempat penampungan Imigrasi.
Dirman Soekardi SH MH, Direktur Penyidikan
dan Penindakan Keimigrasian melalui Frits Aritonang, salah satu pejabat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian di Riau, kepada Metropolitan
Bersambung Hal 11........Imigrasi

net

BERI KESAKSIAN: Yulianis mantan anak buah terdakwa M Nazaruddin saat memberikan kesaksian dalam sidang

lanjutan kasus suap Wisma Atlet. Dalam kesaksiannya Yulianis mengatakan ada catatan uang masuk ke Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng.

Ferrial Sofyan Terlentang Di Tengah Rehab Paripurna


Jakarta, Metropolitan Pos
Rehab gedung Paripurna DPRD DKI Jakarta, seharga Rp.18 miliar bakal penuh diisi Anggota DPRD DKI Jakarta, tetapi kenyataannya
paripurna pengunduran diri Wakil Gubernur
DKI Jakarta, Prijanto batal di gelar. Pasalnya
Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta enggan,
alias mangkrak hadir di ruang mewah itu. Padahal agenda paripurna sudah ditetapkan.
Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD DKI
Jakarta, H.Ferrial Sofyan, tidak dapat dilanjutkan lantaran hanya dihadiri 47 anggota DPRD
DKI Jakarta, sisinya 31 anggota dari fraksi
demokrat tanpa memberikan alasan,saya
tidak tahu, nanti dapat ditanyakan ke fraksi,

kenapa tidak hadir, ini hanya ditunda nanti


akan diputuskan di Bamus, kata Ferrial.
Menurut Anggota Fraksi Gerindra DPRD
DKI Jakarta, S.Andyka, dalam paripurna sangat
menyesal adanya penolakan dari demokrat
untuk tidak hadir dalam paripurna pemunduran diri Wagub tanpa memberikan alasan
yang jelas.
Sedangkan menurut Ketua fraksi Demokrat
DPRD DKI Jakarta, H.Aliman Aat, ketidakhadiran anggotanya dalam sidang paripurna
merupakan aksi penolakan terhadap pengunduran diri Wagub.
Bersambung Hal 11........DPRD DKI

Curi Start, Balon Gub Didiskualifikasi


JAKARTA, METROPOLITAS POS

net

CURI STAR: Baliho bakal calon Gubernur dki marak.

Jelang pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta Juli


2012 mendatang, suhu politik Ibu Kota semakin
menghangat. Di sejumlah daerah di Jakarta, gambar
bakal calon gubernur yang ramai diberitakan tampak banyak terpampang baik melalui poster, umbulumbul, baliho, papan reklame, dan lain sebagainya.
Untuk itu, karena saat ini telah memasuki
tahapan pemilihan gubernur, tentunya Komisi
Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta diminta banyak kalangan untuk tegas dalam melaksanakan tahapan pemilihan gubernur. Bagi bakal
calon gubernur (cagub) yang terbukti mencuri
start kampanye, KPU pun mengancam mendisBersambung Hal 11........Pemilukada

JAKARTA, METROPOLITAS POS


Mahkamah Agung telah mengeluarkan
Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun
2011 yang meminta pihak kepolisian harus
segera membuka informasi soal 17 rekening
gendut sejumlah petinggi kepolisian. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Penerangan
Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar
menyatakan, rekening tersebut adalah rahasia
Bersambung Hal 11........Rekening

Kasus Wisma Atlet

Alex Noerdin Minta


Fee 2,5 Persen
JAKARTA, METROPOLITAS POS
Gubernur Sumatera Selatan disebut meminta jatah fee 2,5 persen dari
nilai proyek pembangunan wisma atlet
SEA Games, Palembang, Sumatera Selatan senilai Rp 191 miliar ke PT Duta
Graha Indah (PT DGI). Hal itu terungkap
dalam
kesaksian
Mindo
Rosalina
Manulang,
terpidana
k a s u s
s u a p
wisma
atlet dalam persidangan terdakwa
M u hamm a d
N a z aruddin

Bersambung
Hal 11........Alex

Alex Noerdin

REDAKSI

EDISI: 022/THN I/SENIN 30 JANUARI - 12 FEBRUARI 2012

Diterbitkan Oleh
PT Sukses Parna Sejahtera
SK MENHUM & HAM RI :
Nomor : AHU-0016178.AH.01.09. Tahun 2011

Penasehat Hukum
Drs. Jatenangan Manalu SE MM H.Hum,
Hotman Sitorus SH MH, Paulus Subandi
SH MH, Poltak Siringoringo SH MH., Sabar
Siahaan SH. Ferdinan Montorori SH.MH.,
Abang Nur Yasin SH,
Pendiri
Jenri, Berlin Siahaan, Robert N
Pemimpin Umum
Parel N SE.MM.
Pemimpin Redaksi
Jenri
Redaktur Executive
Peris
Redaktur Pelaksana
Hotdiman
Redaktur
Hasudungan Siregar, T. Jonggara
Manager Pemasaran
Leonar Marbun Lumban Batu,
L. Endarwanto Rendra
Sekretaris Redaksi
Hotdiman S.SE.
Bagian Keuangan
Rinaldi Josua N

Pembatasan BBM melanggar hak


konstitusional rakyat

cara jelas memerinci bagaimana sebuah


pemerintahan seharusnya berbuat.
Manfaat apa yang diperoleh masyarakat
menjadi cermin kualitas suatu pemerintahan. Sebaliknya, jika masyarakat tak mera-

menaikkan harga BBM.


Pasal dalam UU itu juga tidak pernah dibahas apalagi disetujui Komisi VII DPR RI. Di sisi
lain, maksud pengendalian yang dijabarkan
dalam UU tersebut ditangkap sebagai seolaholah single solution, yaitu pembatasan BBM
bersubsidi.
Landasan hukum lain yang digunakan oleh
Pemerintah juga tak sinkron, hanya merujuk
pada Perpres No. 55 Tahun 2005 jo Perpres No.
9 Tahun 2006. Lucunya seolah tak sadar bahwa
landasan hukumnya juga cacat karena jika pemerintah memaksakan rakyat beralih dari BBM
bersubsidi ke pertamax dan melepas fluktuasi
harga sesuai dengan harga pasar, Pemerintah
sudah melanggar keputusan MK.
Mahkamah Konstitusi (MK) telah membatalkan Pasal 28 Ayat (2) UU Migas soal
pelepasan harga minyak dan gas bumi untuk
mengikuti harga pasar. Jelas, ini melanggar hak
asasi rakyat.
Pemerintah harusnya sadar bahwa kebijakan harus menyeluruh. Jangan biarkan rakyat
mencari sendiri solusi atas masalah publik.
Mark Moore dalam buku Public Value
menjelaskan bahwa public policy is not simple
what the majority wants, but to guarantee that

plus fasilitas publik hingga sistem manajemen


sektor publik sangat tidak kompeten dan tidak
moral hazard. Leading sektor publik ini harus
segera dilakukan reformasi.
Langkah Pemerintah saat ini dalam upaya
mengatasi bengkaknya beban pemerintah seharusnya mulai diatasi dengan beberapa cara, di
antaranya mengatur secepatnya pos-pos penting penerimaan negara dari sektor pajak dan
memaksimalkan sumber penting dari migas
dan pertambangan yang selama ini tidak maksimal. Dan, kebocoran di sektor ini hingga detik
ini masih terus terjadi. Kearifan dan transparansi pemerintah dalam hal ini dipertaruhkan.
Berantas segala bentuk bad governance.
Penghematan belanja negara harus dilaksanakan, terutama pengeluaran belanja pegawai
harus dipangkas, dihemat dengan cara melakukan perampingan di semua sektor. Reformasi
birokrasi yang telah digaungkan harus diiringi
dengan kebijakan penghematan dan efisiensi,
termasuk pemberlakuan e-procurement.
Selain itu, perlunya kajian alternatif solusi
berupa kenaikan pajak kendaraan ber-cc besar.
Daripada pembatasan BBM, lebih baik menaikkan pajak kendaraan, hasil penerimaan di-posting sebagai pengganti pengeluaran subsidi.

sakan manfaat apa pun, bisakah mengurai


jawaban atas pertanyaan:: Does quality of government translate into quality of life?
Kebijakan merupakan salah satu outcome
kualitas sebuah pemerintahan. Lalu bagaimana
dengan kebijakan pembatasan BBM yang secara paksa akan diberlakukan oleh Pemerintah per 1 april 2012?
Secara nyata juga Rothstein menyatakan
bahwa negara berkembang sewajarnya akan
menghabiskan waktu untuk menghasilkan judicial systems. Di sini legal system harus bisa
berjalan baik sebagai fondasi percepatan pertumbuhan ekonominya.
Mari kita bedah faktor-faktor dalam proses
pembuatan sistem kebijakan, apakah sudah
demikian tepat sehingga outcome-nya adalah
sebuah keharusan yang tanpa manfaat?
Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun
2011 tentang APBN Tahun 2012 pada Pasal 7
Ayat (6) yang berbunyi harga jual eceran BBM
bersubsidi tidak mengalami kenaikan. Ini menjadi penjebak pemerintah yang seolah alergi

each people will achieve their interest. Pemerintah harus juga memberikan alternatif untuk
memenuhi unsur public interest.
Kebijakan energi bukan melulu persoalan
energi, melainkan juga meliputi persoalan industri, transportasi, pertahanan dan lain lain.
Persoalan energi tidak hanya kebijakan saja,
tetapi juga persoalan manajemen sektor publik
dan juga budaya.
Tiga hal mendasar dalam proses pembuatan
kebijakan tentunya harus merujuk pada:
1. public support, yaitu legitimasi dan akseptansi masyarakat,
2. public value, yaitu berupa nilai tambah
dan benefit untuk masyarakat dan menjamin
setiap warga negara terpenuhi hak-hak konstitusionalnya,
3. capacity to implement, kebijakan harus
bisa dilaksanakan tanpa menimbulkan masalah
baru pada publik.
Dalam hal pembatasan BBM, harus dipahami bahwa birokrasi sektor publik pun sudah
saatnya direformasi karena sudah sangat kritis,

Cara lain, menaikkan harga BBM bersubsidi


antara Rp500,00 dan Rp1.000,00. Dan, melakukan judicial review terhadap UU No. 22/2011
tentang APBN Tahun 2012, khususnya pada
Pasal 7 Ayat (6) untuk memayungi kebijakan
itu.
Segera dilakukan kajian dan riset mendalam
dari berbagai aspek agar proses pembuatan kebijakan publik tersebut mengandung kaidahkaidah yang seharusnya ada dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah.
Penindasan hak-hak konstitusional rakyat
tidak boleh terjadi jika pemerintah ingin dianggap keberadaannya membawa manfaat bagi
rakyatnya. Kembali lagi ke pertanyaan: What
is quality of government?
Mari kita renungkan dan selesaikan semua
persoalan bangsa dengan lebih mengedepankan
kepentingan masyarakat dan menjunjung tinggi
hak asasi rakyat dan hak-hak konstitusionalnya.
* Kandidat Doktor Kebijakan Energi, Universitas Indonesia; anggota Komisi VII DPR
RI dari Fraksi PDI Perjuangan

Dalam buku TheOleh:


Quality of Government
karangan Bo Rothstein,
terbitan tahun 2011, seDewi Aryani

Mengawali tahun dengan rencana bencana yang digulirkan


oleh Pemerintah berupa kebijakan pembatasan bahan bakar
minyak (BBM) merupakan kado
tahun baru yang sama sekali
tak membuat rakyat bertepuk
tangan dengan penuh sukacita.
Sebaliknya, rakyat makin merasa
bahwa gaung kekecewaan di
mana-mana dengan sebutan
negeri auto pilot adalah benar
adanya.

FotoGrafer
Solihin
Dewan Redaksi
Jenri, Peris,
Robert N, Parel N, T. Jonggara, Tumbur. L,
Pabona. M, Syahri, s.
Staf Redaksi
Jahuale, Nur Syamsu, Rimbun Gurning,
Jhonni T. Tampubolon, Drs. A. Syahri S,
Mangampu S, A. Hasiholan, Halomoan N. Husein Irawan, Bambang Sutaji, Achmad Fatoni,
Litbang
Onasis, Jonni, Robert N, Marlon N SE.,
Tony N SE., Anton. S
STAF AHLI
Wasinthon S, SE.MEc. (Ekonomi & Politik),
Amistan P, SE.S.Si.MM. (Ekonomi, Sosial & Politik) William S. N, SH. (Budaya, Pariwisata & HAKI)
Bagian Sirkulasi
Mulatua, Rinaldi Josua
Penasehat
Andar Situmorang SH ML, Jack Monang
Napitupulu, Perdi Sitanggang, Kol. (Pur) Drs.
Lauasa M. Hutagalung, H. Sitanggang
Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B
Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450
Telp. 021-51393635, 31902301 Fax. 021- 31902301
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

REKENING BANK :
BANK BCA REK NO : 0948118320
BANK BRI REK NO 086201003057507
A.N: JENRI SITANGGANG

TARIF IKLAN
Iklan Kuping Ukuran Standart
Iklan Warna Ukuran 3R
Iklan Warna Ukuran 4R Photo
Iklan Kolom Ukuran Standart
Iklan 1 Halaman Penuh Warna
Iklan 1/2 Halaman Warna
Iklan Halaman Warna
Iklan 3/4 Halaman Warna

=
=
=
=
=
=
=
=

RP 500.000,RP 1.000.000,RP 2.000.000,RP 50.000,RP 24.000.000,RP 12.000.000,RP 6.000.000,RP 3.000.000,-

DIBUTUHKAN PERWAKILAN,
BIRO DAN WARTAWAN :
1. Depok
2. Ciamis
3. Tasikmalaya
4. Banjar
5. Sumedang
6. Majalengka
7. Cianjur
8. Subang
9. Provinsi Jabar
10. Provinsi Jawa Timur

11. Denpasar
12. Nusa Tenggara
13. Kalimantan Timur
14. Kalimantan Selatan
15. Sumatera Utara
16. Sumatera Barat
17. Sumatera Selatan
18. Lampung
19. Sulawesi

Bagi anda yang berminat


Hubungi Kantor Redaksi
JURISMAN SITANGGANG : 081315338511

Koordinator Liputan Polda Metro Jaya : Mulyawan. Liputan KPK: Muhammad Furqon. DPRD DKI Jakarta:
Nur Mochammad. Biro Jakarta Timur : Maruli s Biro Jakarta Pusat : M. Surya Biro Jakarta Barat: Prayogo,
Sri Rejeki. Biro Jakarta Selatan: Rimbun, Nopiadi, Kamsul Alam Biro Jakarta Utara: Iwan Haris. Biro Depok :
Sudarmo (Kepala) Perwakilan Banten: Leonar Marbun Lbn Batu (Kepala) Biro Kabupaten Tangerang: Tumbur Limbong (Kepala), G. Harry Simbolon, Batara Aritonang, Alden Robertus Simbolon. Biro Kotamadya Tangerang: Erwin Sinaga (Koordinator). Biro Kotamadya Tangerang Selatan: Pabona Marbun
(Kepala). Perwakilan Sumatera Utara: Happy Silalahi (Kepala) Biro Samosir: Sahat Sitanggang. Biro Aceh Tenggara: Muhibbudin, Sekedang, Hasan
Basry, SH. Biro Dairi: Benget Hutasoid. Perwakilan Kepri: Bernad H. (Kepala), Biro Pekanbaru: Manuasi Nainggolan (Kepala), Mariden Nainggolan, BA,
Jahinsa Silaban. Biro Batam: Junael Marbun, Pasu Sihite. Perwakilan Jawa Barat: TM. Harianja SH. (Kepala), M. Saragih. Biro Bandung : Faozanolo Laia
(Kepala), Dedi Silalahi Biro Bandung Barat : S. Sitanggang (Kepala). Biro Bandung Cimahi : Antonius SE. (Kepala). Perwakilan Kalimantan Barat: A.
Rahman HS. (Kepala), Suparto. PERCETAKAN : CV. Grazia Indah (Isi diluar tanggungjawab percetakan).

METROPOLITAN

EDISI: 022/THN I/SENIN 30 JANUARI - 12 FEBRUARI 2012

2012 DKI Tidak Terima CPNS


JAKARTA, METROPOLITAN POS,
ejak moratorium (penundaan sementara) penerimaan calon pegawai negeri
sipil (CPNS) tahun 2011 lalu,
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
tidak pernah membuka lowongan
untuk CPNS lagi. Pada 2012 ini,
Pemprov DKI masih melanjutkan
moratorium tersebut.

PENEGASAN ini disampaikan


Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Budihastuti,
berkaitan maraknya penipuan
penerimaan CPNS Pemprov DKI
oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Moratorium ini dikeluarkan
oleh pemerintah pusat pada 2011
lalu. Sampai dengan tahun 2012
ini, kami tidak membuka lowongan lagi, kata Budihastuti, Kamis
(19/1/2012) pagi.
Ia menjelaskan, berdasarkan
Surat Keputusan Bersama Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara & Reformasi Birokrasi Nomor 02/SPB/M.PAN-RB/8/2011,
Menteri Dalam Negeri Nomor 800632 Tahun 2011, Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.01/2011
tentang Penundaan Sementara
Penerimaan CPNS, maka dilakukan
moratorium penerimaan CPNS.
Penipuan yang terjadi, oknum
meminta sejumlah uang kepada
pencari kerja dengan janji akan
dibantu menjadi CPNS. Pencari
kerja itu tidak tahu bahwa saat
ini tidak ada lowongan pekerjaan
yang dibuka Pemprov DKI.
Lagi pula tata cara penerimaan
pegawai tidak lagi melalui mekan-

PNS: Ditahun 2012 ini Pemprov DKI tak merekrut PNS


isme kontak langsung antara pencari pekerjaan dengan pemberi
pekerjaan, melainkan melalui internet.
BKD DKI tidak pernah memungut biaya dari peserta penerimaan
CPNS. Proses seleksi dilakukan
terbuka dan semua yang diterima
adalah yang lolos seleksi administrasi dan tes pengetahuan. Apabila
ada oknum yang menghubungi
dan berjanji akan membantu untuk penerimaan, itu penipuan.

Lebih baik berhati-hati dan tidak


menanggapi tawaran itu, ucap Budihastuti.
Kebijakan moratorium dilaksanakan dalam rangka penataan
organisasi dan pegawai negeri
sipil (rightsizing). Selain itu, kebijakan tersebut merupakan salah
satu proses pelaksanaan reformasi
birokrasi dan optimalisasi kinerja
sumber daya manusia.
Dalam rangka mendukung kebijakan nasional tersebut, Pem-

prov DKI tidak menyelenggarakan


proses penerimaan CPNS melalui
jalur apa pun, sampai dengan terbitnya peraturan yang memperbolehkan penerimaan CPNS.
Apabila Pemprov DKI akan
menyelenggarakan
penerimaan
CPNS, maka sesuai ketentuan tidak
akan dipungut biaya. Penerimaan
akan diumumkan secara terbuka
kepada masyarakat melalui media
massa, dan website resmi www.jakarta.go.id dan www.bkddki.net.

UMSP DKI Naik 7 Persen Konsorsium Bus Transjakarta Wajib Ikuti Lelang
JAKARTA, METROPOLITAS POS
SETELAH melalui beberapa kali rapat
yang cukup alot, asosiasi pengusaha dan
serikat pekerja/buruh di sektor tekstil, sandang dan kulit akhirnya sepakat dengan menetapkan Upah Minimum Sektoral Provinsi
(UMSP) DKI Jakarta tahun 2012 naik sebesar
7 persen dari Upah Minimum Provinsi DKI
tahun 2012. Dengan begitu, rekomendasi
UMSP ini sudah dapat diserahkan ke Gubernur DKI Jakarta, untuk kemudian ditetapkan
dalam bentuk peraturan gubernur (Pergub).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, Deded
Sukendar mengungkapkan, hasil rapat terakhir, Dewan Pengupahan DKI Jakarta bersama asosiasi pengusaha dan serikat pekerja
sektor tekstil, sandang dan kulit sepakat menaikkan UMSP hingga 7 persen.
Ini kami naikkan sama seperti tahun lalu
karena kenaikan UMP tahun 2012 sudah cukup tinggi. Sekaligus untuk memenuhi tuntutan para buruh yang melakukan demo di
Kawasan Berikat Nusantara (KBN) beberapa
hari ini, ujar Deded di Balaikota DKI Jakarta,
Jumat (20/1).
Sementara itu Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta, Mas Muanam mengatakan,
ada 10 sektor usaha unggulan di DKI Jakarta
yang mengalami kenaikan UMSP 5-30 persen
dari UMP 2012 yang telah ditetapkan yakni
Rp 1.529.150. Jenri

JAKARTA, METROPOLITAS POS

EMPAT konsorsium bus


Transjakarta yang menjadi operator di koridor II hingga VII
dan IX meminta Pemprov DKI
Jakarta tetap memperpanjang
kontrak operator bus Transjakarta tanpa melalui lelang.
Keempat konsorsium itu yakni,
PT Trans Batavia, PT Jakarta
Trans Metropolitan, PT Jakarta

Mega Trans dan PT Trans Mayapada Busway.


Namun dengan adanya Peraturan Gubernur (Pergub) No
173 tahun 2010 tentang Prosedur Penetapan Operator Bus
Transjakarta, perusahaan bus
atau konsorsium perusahaan
bus dapat menjadi operator busway melalui lelang.
Dikatakan Otto, Empat kon-

sorsium perusahaan bus ini sudah tidak bisa mengadakan bus


reguler lantaran izin trayek telah
dihapus dengan beroperasinya
bus Transjakarta. Sementara itu,
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Udar Pristono
menambahkan, diputusnya kontrak empat konsorsium tersebut
sesuai dengan peraturan yang
berlaku. Jenri

Jalan Rusak di DKI Baru Diperbaiki 4 Persen


JAKARTA, METROPOLITAS POS
MESKI perbaikan jalan rusak terus dilakukan Pemerintah
Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta,
namun pengendara tetap harus
ekstra waspada. Bagaimana
tidak, dari total 397 ribu meter
persegi jalan rusak di ibu kota,
hingga kini baru 15.880 meter
persegi atau sekitar 4 persen
yang rampung diperbaiki.
Kepala Dinas PU DKI Jakarta
Ery Basworo mengatakan, untuk keamanan pengendaraa
bermotor di jalan, kami lakukan
perbaikan sementara dengan
patching atau penambalan jalan.

Sementara itu Kasi Pemeliharaan Jalan Dinas PU DKI, Budi


Mulyanto, mengungkapkan anggaran yang dialokasikan untuk
perbaikan jalan rusak secara sementara ini mencapai Rp 97,98
miliar untuk lima wilayah.
Di wilayah Jakarta Pusat,
ruas jalan yang sudah diperbaiki
antara lain Jalan Ridwan Rais,
Jalan Satrio, Jalan Juanda dan
Sudirman, Jalan Thamrin dan
Jalan Sudirman. Jakarta Utara,
Jalan Plumpang Semper, Jalan
Tipar Cakung, Jalan Danau Sunter
Utara, Jalan Gunung Sahari, Jalan
Perintis Kemerdekaan. Jakarta

Barat, Jalan TB Angke, Jalan Daan


Mogot, Jalan Tomang, Jalan S Parman, Jakan Kyai Tapa dan Jalan
Panjang arah Pondok Indah. Jakarta Selatan, Jalan Harsono RM,
Jalan Halte Busway Ragunan,
Jalan Sisingamangaraja, Jalan
Raya Lenteng Agung, Jalan Raya
Pasar Minggu, Jalan Rasuna Said,
Jalan Mampang Prapatan dan
Jalan Buncit Raya. Jakarta Timur,
Jalan I Gusti Ngurah Rai lanjutan,
Jalan Basuk Rahmat, Jalan Pemuda, Jalan Pondok Gede Raya dan
TMII, Jalan Pulogebang, Jalan Ahmad Yani, Jalan Otista raya, dan
Jalan Bekasi Timur. Jenri

MRT Gagal Pakai Jalur Bawah Tanah


JAKARTA, METROPOLITAS POS
PT Mass Rapid Transit (MRT)
menyatakan pembangunan jalur
MRT di kawasan Sisingamangaraja,
Panglima Polim dan Rumah Sakit
Fatmawati tetap akan memakai
jalur layang. Hal ini dikarenakan
pembangunan jalur bawah tanah
diperkirakan memakan biaya lebih
besar daripada jalur layang.
Kepala Biro Komunikasi PT
MRT Jakarta, Manpalagupta Sitorus,

mengatakan, pembangunan MRT


Jakarta ini sudah melalui pengkajian yang komprehensif. Tidak hanya
itu, mengenai pembangunan dengan jalur layang dan jalur bawah
tanah ini juga harus mengantongi
persetujuan dari pihak pemberi
pinjaman, yaitu Japan International
Corporate Agency (JICA).
Ini tidak asal ditentukan begitu
saja. Harus dapat persetujuan JICA
dan itu sudah didapat, kata Man-

palagupta, di Jakarta.
Kebijakan tersebut diambil
bukan hanya lantaran biaya yang
cukup besar, tapi juga mempertimbangkan kondisi warga yang tinggal di sekitarnya. Karena diprediksi
pembangunan jalur bawah tanah
ini akan lebih merugikan warga setempat karena harus memundurkan pondasi bangunannya akibat
pengerjaan bawah tanah.
Dengan memundurkan pon-

dasi bangunan, tentu warga yang


dirugikan. Itu sudah kami perhitungkan baik-baik, jelasnya.
Mengenai pembangunan MRT
tersebut, pemerintah terus berkomunikasi dengan publik tentang
penentuan jalur dan trase MRT
Jakarta ini. Sosialisasi terkait jalur
MRT, pembebasan lahan untuk koridor MRT dan Amdal pembangunan juga tidak berhenti dilakukan
kepada masyarakat. Jenri

LINTAS BERITA

SDN 05 dan 07 Pisanganlama Rawan Ambruk


JAKARTA, METROPOLITAS POS
KONDISI gedung SDN 05 dan 07 Pisanganlama sangat memprihatinkan. Gedung sekolah
yang terletak di Jalan Pisangan Dalam I, Pulogadung, Jakarta Timur, ini rawan ambruk. Tak ayal,
kondisi ini membuat guru dan siswa di sekolah
tersebut khawatir jika bangunan sekolah tibatiba ambruk saat proses belajar mengajar berlangsung. Kekhawatiran semakin bertambah
karena usulan rehab yang disampaikan ke instansi terkait tak kunjung terealisasi.
Gedung sekolah berlantai tiga ini. Kerusakan paling parah terdapat di lantai tiga, bekas
SDN Pisanganlama 09 yang dilikuidasi sejak tahun 1994 lantaran siswanya hanya berjumlah
60 orang. Dari delapan ruangan di lantai tiga,
hampir seluruhnya dalam kondisi rusak parah.
Bahkan jendela, pintu, ventilasi sudah rapuh
dimakan rayap.
Selain itu, setiap hujan selalu bocor sehingga mengganggu kegiatan belajar di lantai
dua yang ditempati siswa SDN 07 Pisanganlama. Sedangkan di lantai dasar, digunakan
KBM siswa SDN 05 Pisanganlama namun tidak
terkena imbas bocor. Kasudin Pendidikan
Dasar Jakarta Timur, Abdul Rasyid, mengatakan, sudah mengusulkan ke Pemprov DKI
agar dilakukan rehabilitasi berat tahun 2012
ini. Ia berharap usulan tersebut dapat terealisasi. Jenri

Puluhan Tahun, Warga


Kesulitan Air Bersih
JAKARTA, METROPOLITAS POS
SUDAH puluhan tahun, warga RT 005
dan 004 RW 03 Kelurahan Kamal, Kalideres,
Jakarta Barat kesulitan air bersih. Selain sambungan air PAM belum masuk ke wilayah itu,
kondisi air tanah juga tidak laik dikonsumsi
karena tercemar limbah industri sejak 10 tahun lalu. Alhasil, untuk memenuhi kebutuhan
memasak dan mandi cuci kakus, bagi warga
yang tidak mampu terpaksa mengonsumsi air
sumur yang sudah terkontaminasi limbah.
Ketua RW 03, Egar Warman, mengatakan,
kesulitan air bersih yang dialami sebanyak
1.700 kepala keluarga (KK) yang mendiami
RW 03, termasuk 500 KK etnis Tionghoa yang
mendiami Kampung Belakang RT 05, sudah
mulai dirasakan warga sejak tahun 1985.
Untuk itu, warga berharap Pemprov DKI Jakarta segera membantu kesulitan warga dengan
memasang sambungan air PAM ke wilayahnya.
Sejak tahun 2005 sudah teratasi. Begitu pula
jalan yang dulunya becek kini sudah diaspal.
Tapi saat ini yang kami masih kesulitan untuk
mendapatkan air bersih, ungkap Egar.
Wakil Lurah Kamal, Mohammad Hatta
mengaku sudah mengetahui permasalahan
yang dialami warga RW 03 tersebut. Pihaknya
sudah menyurati operator air bersih Palyja
untuk memasang sambungan air PAM ke
wilayah tersebut. Jenri

3.614 Jiwa Kehilangan


Tempat Tinggal
JAKARTA, METROPOLITAS POS
KASUS kebakaran di wilayah Jakarta
Utara masih terbilang tinggi. Hingga tanggal 24 Januari 2012 saja, sedikitnya terdapat
15 kasus kebakaran, dengan 2 orang warga
tewas, dan 10 orang luka-luka. Tingginya kasus tersebut, juga mengakibatkan 3.614 jiwa
kehilangan tempat tinggal.
Kasiops Sudin Pemadam Kebakaran dan
Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB)
Jakarta Utara, Nurdin Silalahi, mengatakan
jumlah kasus ini meningkat sekitar 20 persen
dari jumlah kasus kebakaran pada periode
yang sama Januari 2011 yang hanya sebanyak 11 kasus. Kasus kebakaran pada Januari
2012 ini mengakibatkan 779 kepala keluarga
(KK) atau 3.614 jiwa kehilangan tempat tinggal dengan nilai kerugian mencapai sekitar Rp
4,6 miliar, kata Nurdin, Selasa (24/1).
Untuk mengantisipasi kasus kebakaran,
pihaknya menyiagakan 25 unit mobil pemadam kebakaran, 139 personel petugas, 20 pos
damkar, dan 6.000 alat pemadam api. Jenri

METROPOLITAN

EDISI: 022/THN I/SENIN 30 JANUARI - 12 FEBRUARI 2012

LINTAS BERITA

Kantor RRI Dapat


Ancaman Bom
Jakarta, Metropolitan POS
KANTOR Radio Republik Indonesia
(RRI) yang terletak di Jl Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, mendapat ancaman bom. Ancaman yang berasal dari pesan
singkat oleh orang tak dikenal ini ditujukan
untuk mereka yang berada di lantai 6 gedung tersebut. Pihak RRI langsung melaporkan ancaman tersebut ke polisi.
Ancaman bom itu disampaikan melalui
SMS yang diterima salah satu karyawan di
sini, sekitar pukul 12.30, kata salah seorang
petugas keamanan gedung RRI yang tidak
mau disebutkan namanya.
Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya,
Kombes Pol Agung Budi Maryoto, membenarkan adanya ancaman bom tersebut.
Menurutnya, pengirim SMS misterius mengatakan, di dalam gedung RRI sudah diletakkan bom dan meminta kepada semua
karyawan untuk keluar. Si pengirim SMS
mengatakan, studio sudah ditaruh bom.
Dia mengatakan dendam dengan salah satu
orang di RRI, ujarnya.
Mendapat adanya laporan ancaman bom
itu, ungkap Budi, tim dari Gegana Polda Metro jaya telah melakukan penyisiran di lokasi.
Namun hingga saat ini belum ditemukan
adanya bom seperti ancaman dari orang tak
dikenal tersebut. Jenri

Warga Kelapagading
Minta JPO
Jakarta, Metropolitan POS
UNTUK mempermudah akses jalan, warga yang bermukim di kawasan Boulevard
Barat, Kelapagading Barat meminta Dinas
Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta membuat jembatan penyeberangan orang (JPO) di
sekitar Jl Boulevard Barat atau depan Mall of
Indonesia (MoI) Kelapagading. Sebab, hingga
kini, belum ada JPO di kawasan tersebut. Terlebih, arus lalu lintas di kawasan itu memang
terkenal ramai dan rawan kecelakaan.
Edi (47), warga RW 02 Kelapagading Barat menuturkan, ia dan warga lainnya berharap, instansi terkait segera membangun
JPO, terutama di depan MoI. Sepanjang Jl
Boulevard Barat hingga kini tak satupun ada
JPO. Padahal, kawasan itu rawan terjadi kecelakaan karena banyaknya kendaraan yang
melintas, ujar Edi.
Hal senada juga dikatakan Eko (38), tukang ojek yang biasa mangkal di Bukit Gading Raya, Kelapagading Barat. Terlebih, ia
memiliki trauma tersendiri karena pernah
mengalami kecelakaan di depan MoI beberapa waktu lalu.
Camat Kelapagading, Jupan Royter mengakui belum ada JPO di kawasan Jl Bouleverd
Barat. Ia pun mendukung permintaan warga
demi menciptakan keamanan dan kenyamanan warga terutama saat berlalu lintas.
Jenri

Kondisi Truk Sudin


PU Jakpus Tak Laik
Jakarta, Metropolitan POS
KESUNGGUHAN jajaran Sudin Pekerjaan
Umum (PU) Tata Air Jakarta Pusat dalam menyelesaikan masalah genangan maupun banjir
di wilayah Jakarta Pusat patut dipertanyakan. Bagaimana tidak, kondisi dua unit truk operasional
milik Sudin PU Tata Air Jakarta Pusat saat ini
kondisinya cuukup memprihatinkan. Truk yang
dibeli sejak tahun 1997 itu mengalami kerusakan
dibeberapa bagian.
Truk yang kami miliki usianya sudah lebih dari 15 tahun sejak dibeli pada tahun 1997.
Satu unit sudah tidak bisa lagi dipergunakan.
Sementara satu lagi masih bisa digunakan
meski kondisinya sudah memprihatinkan
karena banyak kerusakan dibanyak bagian,
ujar Juaini Yusuf, Kepala Seksi Pemeliharaan
Sudin PU Tata Air Jakarta Pusat, .
Dikatakan Juaini, kerusakan yang terjadi
pada truk tersebut antara lain sasis-nya patah, bodi truk keropos, lampu sen pecah dan
jok hancur. Jenri

Jalur Busway Belum Steril


L

emahnya pengawasan yang dilakukan petugas Dinas


Perhubungan DKI Jakarta membuat jalur bus
Transjakarta masih diserobot angkutan umum
dan kendaraan pribadi.
Hal ini membuat waktu
tempuh bus Transjakarta menjadi lebih lama
akibat tertahan antrean
kendaraan lain.

Jakarta, Metropolitan POS


HAL ini menjadi sorotan kalangan DPRD DKI Jakarta. Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta,
S Andhyka menilai, belum adanya
kerjasama yang baik antara Pemprov
DKI Jakarta dengan pihak kepolisian
menjadi salah satu penyebab tidak
maksimalnya sterilisasi yang dilakukan. Tentu perlu evaluasi agar
sterilisasi berjalan dengan baik, ujar
Andhyka, Selasa (24/1).
Program sterilisasi jalur bus
Transjakarta sendiri sudah digelar
sejak Agustuts 2010 lalu. Langkah
tersebut diambil setelah kenyataan
di lapangan mendapati banyaknya
kendaraan lain selain bus Transjakarta melintasi jalur khusus tersebut. Sterilisasi sendiri dilaksanakan oleh jajaran kepolisian dibantu
petugas gabungan dari Dishub DKI,
Garnisun, dan Satpol PP DKI.

Sementara itu, pantauan beritajakarta.com, belakangan sterilisasi juga jarang dilakukan di


jalur khusus Transjakarta. Bahkan,
sejumlah kendaraan yang nekat
memasuki jalur khusus itu pun terlihat dibiarkan petugas.
Andhyka menilai, kondisi demikian memperlihatkan komunikasi yang kurang baik antara Dishub DKI dengan beberapa intansi
terkait. Padahal, untuk tahun 2011,
anggaran untuk sterilisasi jalur bus
Transjakarta cukup besar. Misalnya, untuk satgas sterilisasi saja,
Dishub DKI mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar. Lalu,
pembelian portal bus Transjakarta
Rp 550 juta serta alokasi untuk satgas parkir di jalur bus Transjakarta
sebesar Rp 500 juta.
Kepala Dinas Perhubungan DKI
Jakarta, Udar Pristono membantah
bila tidak ada petugas sterilisasi
yang bertugas. Ditegaskannya, petugas telah disebar di beberapa koridor, namun hanya di jam-jam tertentu untuk melakukan sterilisasi.
Pristono mengatakan, untuk
memperketat jalur bus Transjakarta, pihaknya akan meninggikan
separator serta menambah jumlah
petugas. Selain itu, pihaknya juga
akan menambah portal di setiap
koridor yang akan dijaga petugas.
Separator yang ada sekarang terlalu rendah, jadi gampang diterobos, katanya.
Untuk tahun 2012, ditambahkan Pristono, anggaran sterilisasi
lebih rendah yakni hanya sebesar
Rp 2,5 miliar. Jenri

Tarif Busway Digabung dengan Parkir


Jakarta, Metropolitan POS
UNTUK memfasilitasi pengguna kendaraan pribadi agar
mau naik bus Transjakarta, Dinas
Perhubungan DKI Jakarta akan
memperbanyak lokasi parkir
park and ride secara bertahap.
Nantinya, tarif parkir di lokasi itu,
akan terintegrasi langsung dengan tiket bus Transjakarta.
Kepala Dinas Perhubungan
(Dishub) Provinsi DKI Jakarta,
Udar Pristono, mengatakan,
tarif park and ride yang ditetapkan yakni Rp 8.000 untuk mobil
dan Rp 5.000 untuk motor. Itu
sudah dengan tiket bus Transjakarta sebesar Rp 3.500. Jadi
masyarakat hanya membayar Rp
4.500 untuk mobil dan Rp 1.500

untuk motor, kata Pristono.


Selama ini, menurut Pristono,
di Jakarta berlaku tarif parkir
progresif. Dengan ketentuan
tersebut, setiap orang yang menggunakan jasa layanan parkir kendaraan roda empat harus mengeluarkan Rp 3.000 untuk satu
jam pertama dan Rp 1.500 untuk
setiap jam berikutnya. Sementara
untuk kendaraan roda dua yakni
Rp 1.000 pada jam pertama dan
Rp 500 untuk jam berikutnya.
Ia menilai jika lokasi park and
ride diterapkan tarif progresif,
masyarakat tidak antusias untuk
menitipkan kendaraannya dan
beralih ke bus Transjakarta untuk sarana transportasi. Untuk
saat ini, masyarakat masih bisa

menikmati fasilitas park and ride


vertikal di Ragunan secara gratis
sampai batas waktu yang belum
ditentukan.
Menurut Pristono pihaknya
akan menambah tiga lokasi baru
untuk park and ride, yaitu di Kalideres, Kampungrambutan, serta
Pulogebang. Fasilitas tersebut
dibangun dengan sistem knockdown, agar mudah untuk memindahkan kendaraan yang ada. Bahkan, ia juga mengundang pihak
swasta untuk membangun park
and ride. Sehingga bisa menampung lebih banyak kendaraan,
dan tidak parkir lagi di badan
jalan. Usaha parkir merupakan
investasi yang baik untuk pengusaha, tandasnya. Jenri

Fauzi Bowo: RS Jangan Tolak Pasien Miskin


Jakarta, Metropolitan Pos,

GUBERNUR DKI Jakarta, Fauzi


Bowo, menegaskan, setiap rumah
sakit harus mengedepankan hakhak pasien, termasuk pasien dari
keluarga miskin (Gakin) rujukan dari puskesmas. Sebab, Dinas Kesehatan DKI telah bekerja
sama dengan rumah sakit dalam
program Jamkesda.
Pasien miskin di ibu kota
harus tetap dilayani oleh seluruh
rumah sakit. Tidak ada lagi alasan
bagi rumah sakit untuk menolak
pasien pengguna kartu Jaminan
Kesehatan Daerah (Jamkesda).
Saya berharap, pasien yang
dirujuk dari puskesmas dan telah
dijamin oleh Jamkesda, jangan ditolak. Sebab mereka adalah bagian
dari warga DKI Jakarta. Saya ingatkan juga bahwa yang memiliki PT
Pulomas Jaya ini adalah Pemprov
DKI. Maka warga yang membu-

tuhkan pelayanan kesehatan harus dilayani secara proporsional,


kata Fauzi Bowo, saat meresmikan Rumah Sakit Admira, Kamis
(26/1). RS Admira ini merupakan
milik PT Pulomas Jaya, anak perusahaan PT Jakarta Propertindo,
salah satu BUMD DKI.
Pria yang akrab disapa Bang
Fauzi ini menyebutkan, kehadiran RS Admira ini menggunakan pelayanan standar berkualitas. Tentunya diharapkan dapat
bertumpu pada kejujuran, kerja
keras, dan mengedepankan kepentingan pasien. Namun hal itu
juga diharapkan bukan hanya dijalani saat di awal saja, melainkan
menjadi pegangan para pimpinan
dan staf dalam melayani pasien
untuk seterusnya.
Di sisi lain, Fauzi Bowo juga
berharap agar basis green hospital
tetap dipertahankan pihak rumah

sakit. RS Admira dibangun di atas


lahan seluas 10.085 meter persegi, terletak di Jl Kayuputih Raya,
kawasan terpadu Pacuan Kuda
Pulomas. Lahan yang dibangun
untuk rumah sakit hanya 19,53
persen dari luas lahan 10.085
meter persegi atau hanya 1.960
meter persegi. Selebihnya, seluas
8.125 meter persegi dipergunakan sebagai lahan terbuka hijau.
Rumah sakit ini selesai dibangun
September 2011 dan soft opening
pada 10 Oktober 2011.
Dirut PT Pulomas Jaya, Kamaruzaman Onaning, mengatakan, RS
Admira yang memiliki standar rumah sakit berkualitas dapat menjadi salah satu alternatif pengobatan
bagi masyarakat. Dengan didukung
fasilitas lengkap dan tenaga medis
berpengalaman, RS Admira dapat
memberikan solusi pengobatan
efektif dan efisien. Jenri

Batas Atas Tarif


Parkir Diatur Perda

JAKARTA, METROPOLITAN POS

Revisi peraturan daerah tentang perparkiran yang diajukan Pemprov DKI Jakarta akan disahkan DPRD DKI Jakarta pada
akhir Februari mendatang. Dalam revisi
perda tersebut tidak diatur tarif parkir secara rinci, melainkan hanya dicantumkan
tarif dengan batas bawah dan batas atas
saja, sehingga tarif yang diberlakukan tidak
melebihi ketentuan yang berlaku.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selamat Nurdin mengatakan, saat ini revisi perda tersebut hanya tinggal penyelesaian saja.
Mudah-mudahan Februari bisa diketok
palu, kata Selamat, saat seminar sehari di
sebuah mal di Jakarta Selatan, Kamis (26/1).
Ia menambahkan dalam perda yang
akan disahkan ini, tarif parkir secara rinci
akan diatur di Pergub atau SK Gubernur.
Menurut Selamat, perda mengenai parkir
memang seharusnya direvisi secara berkala
menyesuaikan dengan tren penawaran dan
permintaan pasar. Untuk membuat perda
parkir harus diukur, sehingga bisa bertahan
2-3 tahun ke depan, ujarnya.
Dikatakan Selamat, parkir dapat dijadikan alat kendali lalu lintas. Sehingga jika
perparkiran di Jakarta dapat diatur dengan
baik, diharapkan dapat mengurangi kemacetan di Jakarta.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta,
Udar Pristono, menjelaskan banyak usulan
mengenai tarif parkir di Jakarta. Salah satunya yakni usulan dari Dewan Transportasi
Kota Jakarta (DTKJ) untuk membuat sistem
zonasi parkir. Ada juga yang mengusulkan
agar parkir di on street tarifnya lebih mahal
dibandingkan dengan off street. Sehingga
parkir di badan jalan bisa dikurangi, kata
Pristono. q Jenri

EKONOMI & BISNIS


Konversi BBM ke Gas
Industri Otomotif
Tak Siap
JAKARTA, METROPOLITAS POS
GABUNGAN Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menyatakan, kalangan
industri otomotif tidak siap melaksanakan
pengalihan bahan bakar minyak ke gas. Sebab, persiapan produksi mobil yang didesain menggunakan alat konversi BBM ke
gas membutuhkan waktu dua tahun.
Pabrik mobil belum siap memproduksi mobil yang menggunakan bahan bakar
gas. Ini butuh waktu selama dua tahun
untuk mempersiapkan produksinya, kata
Sekretaris Jenderal Gaikindo Juwono Andrianto dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Kamis (19/1/2012),
di Jakarta.
Menurut Juwono, pihaknya mendukung program pemerintah untuk mengalihkan pemakaian BBM ke bahan bakar gas
(BBG) untuk sektor transportasi. Namun,
pelaksanaan program itu membutuhkan
kesiapan infrastruktur BBG, jaminan pasokan BBG bagi kendaraan bermotor, dan
permintaan pasar.
Jika tidak ada permintaan pasar dan
infrastruktur BBG tidak ada, industri otomotif tentu enggan mengembangkan kendaraan bermotor yang dapat menggunakan BBG, ujarnya.
Idealnya, mobil berbahan bakar gas
harus menggunakan alat konversi dengan
spesifikasi mesin yang disesuaikan dengan
alat konversi itu. Jenri

Kenaikan Harga BBM


Lebih Realistis
JAKARTA, METROPOLITAS POS
LEMBAGA Kajian Ekonomi Pertambangan dan Energi (ReforMiner Institute)
mengusulkan kenaikan harga bahan bakar
minyak (BBM) bersubsidi secara terbatas
untuk menekan subsidi BBM. Untuk itu,
pemerintah dan DPR perlu mempercepat pembahasan APBN Perubahan 2012.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute
Pri Agung Rakhmanto memaparkan hal
itu dalam rapat dengar pendapat dengan
Komisi VII DPR, Kamis (19/1/2012), di
Gedung MPR/DPR/DPD Senayan, Jakarta.
Jadi, dalam pembahasan APBN Perubahan 2012, pemerintah dan DPR dapat menetapkan opsi kenaikan harga BBM bersubsidi. Sementara dalam APBN 2012 tidak
ada opsi kenaikan harga BBM bersubsidi.
Opsi kenaikan harga BBM bersubsidi
secara terbatas ini lebih realistis dibandingkan dengan penerapan pembatasan
BBM bersubsidi. Sebab, pembatasan BBM
rawan penyalahgunaan dalam penyaluran
BBM bersubsidi, butuh infrastruktur, mendorong konsumsi BBM bersubsidi sepeda
motor, dan tidak efektif terhadap naiknya
harga minyak.
Diakui, kenaikan harga BBM bersubsidi
tidak populer dan memiliki risiko politik.
Kenaikan harga Rp 1.000 sampai Rp 1.500
per liter akan mendorong inflasi 1-16 persen jika tidak ada kebijakan peredam.
Jenri

EDISI: 022/THN I/SENIN 30 JANUARI - 12 FEBRUARI 2012

Kebijakan BBM
Terkesan Coba-coba

ebijakan pemerintah tentang


pengaturan
bahan bakar minyak
bersubsidi belum
jelas. Sampai saat ini,
wacana yang dimunculkan adalah pembatasan atau kenaikan
harga. Hal ini dinilai
sejumlah pihak sebagai politik coba-coba
karena tidak ada sosialisasi kajiannya.

Anggaran Pendapatan dan


Belanja Negara 2012, kata
Hatta, tidak mengakomodasi
opsi kenaikan harga. Namun,
opsi itu akan dibahas Komisi
VI DPR serta Menteri Energi
dan Sumber Daya Mineral.
Kita lihat nanti seperti apa
(hasilnya). Tapi, menurut saya,
sebaiknya semua opsi itu tersedia. Nanti kita bahas bersama,
apa yang terbaik untuk bangsa
ini, itu yang dipilih, kata Hatta.
Prinsipnya, Hatta menegaskan, opsi apa pun yang akan
diambil tetap mengacu strategi
mengurangi ketergantungan
terhadap BBM dan mendorong
penggunaan gas.

MENTERI
Koordinator
Bidang Perekonomian Hatta
Rajasa menyatakan, sampai
sekarang pemerintah belum
menetapkan alternatif mana
yang dipilih. Undang-Undang

Terkesan coba-coba
Ditemui seusai rapat kerja
dengan Komisi XI DPR, Menteri
Keuangan Agus Martowardojo
menyatakan, kebijakan pemerintah sejauh ini tetap pada

JAKARTA, METROPOLITAS POS

pembatasan BBM bersubsidi


sebagaimana telah ditetapkan
dalam Undang-Undang APBN
2012. Namun, hal itu bukannya mustahil terjadi jika ada
kesepakatan antara pemerintah dan DPR.
Sesuai dengan UU APBN
2012, itu (kenaikan harga) tidak
bisa. Tetapi, kalau seandainya
ada pembicaraan di Komisi VI
dan pemerintah, masih dimungkinkan itu, kata Agus.
Ekonom dari Econit, Hendri Saparini, menyatakan,
model pengambilan kebijakan
BBM bersubsidi yang ada saat
ini merupakan bentuk buruk
kebijakan publik yang diambil oleh pemerintah. Bukannya mendasarkan kajian dan
berkesinambungan, pemerintah justru terkesan coba-coba
atau testing the water sebelum
menetapkan kebijakan.
Jenri

Nasabah Kakap Makin banyak


JAKARTA, METROPOLITAS POS

LEMBAGA Penjamin Simpanan hanya menjamin simpanan hingga Rp 2 miliar untuk


setiap nasabah pada satu bank.
Syarat lain, suku bunga yang
dikenakan maksimum sebesar
suku bunga penjaminan. Kenyataannya, ban-yak simpanan
yang memiliki nilai di atas Rp 2
miliar.
Di sisi lain, jumlah kelas menengah yang terus bertambah
turut meningkatkan jumlah nasabah kelas kakap. Perbankan
menangkap peluang ini melalui
layanan nasabah prima, dengan
batas minimum simpanan Rp
500 juta atau Rp 1 miliar.

Sebagaimana
dipaparkan
dalam rapat dengar pendapat
Lembaga Penjamin Simpanan
(LPS) dengan Komisi XI DPR,
di Jakarta, Rabu (25/1), sejak
22 September 2005 sampai 31
Desember 2011, sebanyak 45
bank perkreditan rakyat dan 1
bank umum dicabut izin usahanya oleh Bank Indonesia. Total
dana pihak ketiga (DPK) dari 46
bank tersebut Rp 1,068 triliun.
Namun, hanya Rp 670 miliar
simpanan yang dibayar penjaminannya. Sisanya, Rp 445 miliar,
tidak dibayar penjaminannya
karena dua hal, yakni Rp 220
miliar dari simpanan tadi di atas
batas penjaminan LPS dan Rp

225 miliar tidak layak bayar.


Dibandingkan dengan data
saat ini, dari total simpanan
sebesar Rp 2.830 triliun, hanya
Rp 1.667 triliun yang dijamin.
Alasan simpanan yang tidak
dijamin karena nilainya di atas
batas penjaminan sebesar Rp
2 miliar per nasabah pada tiap
bank.
Anggota Komisi XI, Laurens
Bahang Dama (F-PAN) dan Olly
Dondokambey (F-PDIP), menanyakan sosialisasi nilai penjaminan. Bagaimana soal sosialisasi
agar masyarakat tahu bahwa
simpanan yang dijamin hanya
Rp 2 miliar, kata Olly dan Laurens secara terpisah. Jenri

Penerbitan Obligasi Tak Bisa Ditunda


JAKARTA, METROPOLITAS POS

RENCANA penerbitan obligasi


daerah oleh Pemprov DKI Jakarta
harus segera terwujud di tahun ini.
Sebab, banyak kalangan yang menilai, sudah selayaknya Pemprov
DKI Jakarta menerbitkan obligasi
untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur yang tentunya
tidak hanya mengandalkan Aanggaran Pendapatan Belanja Daerah
(APBD) DKI Jakarta.
Pengamat ekonomi dari Innstitute of Development of Economic
and Finance (INDEF), Aviliani
mengatakan, langkan Pemprov
DKI menerbitkan obligasi untuk
membiayai pembangunan infrastrukutur kota Jakarta sudah

tepat. Dikatakannya, sudah saatnya, pembangunan infrastruktur


suatu daerah tidak lagi mengandalkan pembiayaan dari APBD.
Penggunaan APBD, hendaknya
hanya digunakan untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat
serta meningkatkan kesejahteraan warga Jakarta. Penerbitan
obligasi daera oleh Pemprov DKI
harus dilaukan tahun ini juga. Jangan ditunda-tunda lagi. Mumpung
bunga obligasi yang dikeluarkan
pemerintah sedang murah, ujar
Aviliani.
Karenanya, ia sangat menyayangkan sikap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI
Jakarta yang tidak memiliki pema-

haman yang sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Bahkan, kalangan dewan dinilainya, cenderung
menolak penerbitan obligasi yang
rencananya dilakukan tahun ini.
Jika DPRD DKI tidak setuju, itu
salah sekali. Meski dengan alasan
beban hutang besar yang harus
dibayarkan. Padahal, kalau obligasi menghasilkan efek berkelanjutan maka daya pengembaliannya
juga lebih besar, katanya.
Selain itu, proyek infrastruktur
yang dibangun pun lebih mengarah kepada pelayanan publik seperti, pembangunan RSUD Jakarta
Selatan, Instalansi Pengolahan
Air Limbah, Rumah Susun di Daan
Mogot serta Terminal Bus Pu-

logebang. Keempat proyek ini, justru akan meningkatkan daya saing


perekonomian di DKI Jakarta semakin tinggi, yang secara otomatis akan membantu perekonomian
nasional. Karena perekonomian
nasional sangat tergantung pada
pertumbuhan perekonomian DKI
Jakarta.
Dirinya optimis, penerbitan obligasi daerah pada tahun 2012 ini
akan mendatangkan hasil positif
bagi perkembangan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi
di Jakarta. Sebab, saat ini kondisi
pasar di Jakarta sudah jauh lebih
bagus dan membaik, dibandingkan daerah-daerah lainnya.
Jenri

LINTAS BERITA

Pemprov Jabar akan


Lakukan Banding
BANDUNG, METROPOLITAS POS
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat memastikan bakal mengajukan banding atas
putusan Pengadilan Tata Usaha Negara
Bandung yang membatalkan SK Gubernur mengenai UMK, terutama Kabupaten
Bekasi. Hal itu dikemukakan Kepala Biro
Humas Umum dan Protokoler Pemprov
Jabar Rudy Gandakusumah, Kamis (26/1).
Pagi harinya PTUN mengabulkan sebagian
gugatan Asosiasi Pengusaha Indonesia untuk membatalkan UMK Kabupaten Bekasi
tanpa mengabulkan angka yang diusulkan
mereka sehingga kembali pada angka tahun 2011.
Dia mengutarakan, Pemprov tidak sepaham dengan pertimbangan hakim yang
menyebut bahwa terjadi pelanggaran mekanisme dalam penentuan UMK Kabupaten Bekasi sehingga harus dibatalkan.
Hal senada juga diutarakan kuasa hukum tergugat II intervensi, Endang Rokhani.
Dia menyatakan kejanggalan yang muncul
selama persidangan, seperti sidang yang
dipercepat di mana seharusnya putusan
dilakukan pada 30 Januari, tetapi hakim
yang dipimpin Disiplin F Manao mengeluarkan putusan setelah sidang diskors 1,5
jam. Sahad/antonius

Kereta Bandara
Beroperasi Tahun 2013
JAKARTA, METROPOLITAS POS
KEMENTERIAN Perhubungan menargetkan bahwa pembangunan jalur kereta
utara dan selatan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta bisa diselesaikan
dalam waktu kurang dari dua tahun.
Saat ini pengerjaan terus dilakukan dan
diharapkan pada 2013 sudah bisa dioperasikan, kata Wakil Menteri Perhubungan
Bambang Susantono dalam acara Seminar
Nasional Perkeretapian di Universitas Indonesia (UI) Depok.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub)
telah menetapkan jalur kereta menuju Bandara Soekarno-Hatta akan terdiri dari dua
jalur, yakni commuter line dan ekspres. Commuter line melewati Tangerang dan ekspres
melewati Pluit. Kereta api bandara akan melintas setiap 15 menit hingga 30 menit.
Jalur ekspres akan dibangun dengan
model melayang melalui rute ManggaraiSudirman-Tanah Abang-Duri-Angke-Pluit-Bandara Soekarno Hatta. Proyek pembangunan jalur itu menggunakan pola
kemitraan pemerintah dengan swasta atau
public private partnership (PPP). Jenri

Rp 400 M untuk
Pasar Tradisional
JAKARTA, METROPOLITAS POS
KEMENTERIAN Perdagangan mengalokasikan anggaran APBN sebesar Rp 400
miliar untuk merevitalisasi 79 pasar, 20
di antaranya adalah pasar percontohan,
di 53 kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada tahun 2012. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, program
pasar percontohan diharapkan bisa menciptakan pasar yang lebih bersih, nyaman,
segar, aman, ramah lingkungan, dan sesuai
dengan sosial budaya setempat.
Kami akan melakukan pendampingan kepada para pedagang dan pengelola
pasar sehingga pengetahuan dan kemampuan para pelaku pasar dalam mengelola
pasar dapat meningkat, ucap Gita.
Pada tahun 2011, ada 10 pasar yang
telah ditetapkan Kemendag sebagai pasar
percontohan, salah satunya Pasar Kewapante di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara
Timur. Revitalisasi pasar tradisional yang
dilakukan Kemendag adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan fungsi pasar
dalam mendorong berkembangnya kegiatan perekonomian masyarakat. Jenri

PENDIDIKAN & IPTEK

EDISI: 022/THN I/SENIN 30 JANUARI - 12 FEBRUARI 2012

kelas terbuka di SMP Satap


TANGERANG, METROPOLITAS POS

alau ini potret kemunduran, mungkin


bisa benar begitu.
Bayangkan saja, pada
masa kini masih ada satu
SMP yang belajar di kelas
terbuka karena gedung
sekolahnya tidak layak
pakai; yaitu di SMP Satap
Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten
Lebak, Banten.
PADA masa kolonialis Belanda,
buku Max Havelaar dari seorang
pamong praja Belanda, Douwes
Dekker, berkisah tentang kemiskinan masyarakat di Lebak. Pada
masa itu, wilayah itu adalah kantong
kemiskinan absolut.
Syukur mengatakan, saat ini jumlah
siswa yang melanjutkan pendidikan di
SMP Satap tercatat 52 orang dan mer-

LINTAS BERITA

Pemerintah Harus
tegas terhadap RSBI
SEMARANG, METROPOLITAS POS
ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah Jawa Tengah Muh.Zen meminta pemerintah tegas terhadap Ritisan Sekolah
Berstandar Internasional yang selama ini
tidak memenuhi kualifikasi menjadi sekolah bertaraf internasional. Pemerintah
harus tegas dan mengembalikan ststusnya
menjadi sekolah standar nasional, kata
Muh.Zen di Semarang, Sabtu.
Menurut dia, harus ada evaluasi total
dengan merumuskan kembali standar baku
pendidikan internasional. Harus ada evaluasi total. Jika ada yang tidak memenuhi
kualifikasi, maka jangan segan-segan untuk
diturunkan, kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.
Namun, lanjut dia, jika memang ada
sekolah yang bagus dan memenuhi standar
yang ditentukan, jangan segan-segan pula
menaikkan statusnya menjadi sekolah bertaraf internasional. Ia menjelaskan, sikat
tegas pemerintah menjadi salah satu upaya
menjawab keraguan masyarakat tentang
keberadaan sekolah yang selama ini dianggap lembaga pendidikan bertarif mahal itu.
Jenri

jurusan pertanian
Jarang Diminati
JAKARTA, METROPOLITAS POS
JURUSAN pertanian dengan berbagai program studinya makin berkurang peminatnya
dari tahun ke tahun, kata Wakil Rektor bidang
Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor, Prof Yonny Kusmaryono.
Minat masuk ke jurusan pertanian
makin turun sebab generasi muda memandang pertanian itu kotor dan kumuh serta
tidak menjanjikan, padahal hidup kita bergantung pada hasil dan produk pertanian,
kata Prof Yonny pada acara penyerahan beasiswa dari Rabo Bank, di Jakarta.
Jumlah pelamar pada jurusan pertanian
di beberapa perguruan tinggi negeri dalam program Seleksi Nasional Masuk PTN
(SNMPTN) relatif rendah. Kuota untuk
satu program studi misalnya 20 kursi yang
mendaftar hanya lima calon mahasiswa
saja. Apalagi jurusan pertanian di PTN-PTN
luar Jawa kondisinya lebih memrihatinkan
lagi, lebih banyak dosen ketimbang mahasiswanya, katanya. Jenri

eka berasal dari Desa Pasirtanjung Kecamatan Rangkasbitung dan Sangiangtanjung, Kecamatan Kalanganyar.
Dari 52 siswa itu, kata dia, mereka berasal dari keluarga miskin yang
tinggal di dua desa tersebut. Bahkan,
siswa yang tinggal di Ciwaru Desa
Sangiangtanjung yang setiap hari melintasi jembatan gantung cukup banyak. Setiap hari kegiatan belajar mengajar menggunakan Aula Kantor Desa
Pasirtanjung, tanpa ruangan kelas.
Selain itu juga meja kursi seadanya dengan kursi dan meja reot karena
belum memiliki gedung sekolah. Begitu pula tenaga pendidik, mereka sukarela dari staf desa, Babinsa Koramil
dan masyarakat. Semua tenaga guru
di sini sukarela tanpa meminta gaji
bulanan, ujarnya.
Menurut dia, SMP Satap yang
didirikan 2011 lalu kini membutuhkan sarana ruangan kelas, sehingga
anak-anak belajar merasa nyaman
dan terkosentasi dalam menerima
pelajaran. SMP Satap ini, kata dia, administrasi sekolah masih menginduk
ke sekolah reguler, yakni SMPN 2 Kalanganyar, Kabupaten Lebak.

Saat ini, kata dia, anak-anak belajar


di ruangan terbuka jika hujan disertai
angin kencang terpaksa diliburkan.
Kami berharap pemerintah bisa
membantu pembangunan gedung
sekolah yang refresentatif. Warga sudah menghibahkan tanah untuk lokasi
pembangunan sekolah itu, ujarnya.
Sekertaris Desa Pasirtanjung,
Kecamatan Rangkasbitung, Mutria
mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan kepada Dinas Pendidikan
setempat agar mendapat bantuan
pembangunan gedung sekolah.
Pendirian SMP Satap ini, lanjut
dia, dalam upaya mensukseskan pendidikan wajib belajar sembilan tahun,
mengingat siswa di sini kebanyakan
putus sekolah akibat lilitan kemiskinan juga jarak tempuh ke sekolah
reguler cukup berjauhan.
Warga kami kalau mau sekolah ke
Rangkasbitung mencapai lima kilometer, katanya. Sementara itu, Kepala
Bidang SMP dan SMA/SMK Dinas
Pendidikan Kabupaten Lebak Asep
Komar mengaku, pihaknya sangat
mendukung partisipasi masyarakat
terhadap pendidikan. Jenri

Mendikbud: UN bisa gantikan SNMPTN


YOGYAKARTA, METROPOLITAS POS

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menegaskan bahwa ujian
nasional (UN) bisa menggantikan
seleksi nasional masuk perguruan
tinggi negeri (SNM-PTN) bila UN
sudah diterima kalangan perguruan tinggi sebagai sarana untuk
seleksi masuk PTN.
Kalau integrasi sudah terjadi
antara SD, SMP, dan SMA, maka ke
depan juga perlu ada integrasi dari
SMA ke PTN, sehingga jenjang dari
SD ke PTN akan `nyambung`, katanya setelah meresmikan Gedung
AJ Teknik Elektronika ITS Surabaya, Sabtu.
Didampingi Rektor ITS Surabaya Prof Triyogi Yuwono, ia menjelaskan, integrasi dari SMA ke PT
akan dilakukan dengan mendesain

UN menjadi syarat masuk PTN dan


untuk itu perlu tiga syarat.
Syaratnya, soal UN harus
mencerminkan kemampuan potensi
anak-anak SMA dan untuk membuatnya akan kami libatkan kalangan PT
selaku pengguna, katanya.
Selain itu, pelaksanaannya jangan sampai terjadi kebocoran soal
UN. Karena itu, percetakan soal
UN akan kami sentralkan ke pusat
untuk memudahkan kontrol, meski percetakannya nanti tidak satu
perusahaan, katanya.
Tidak hanya itu, pelaksanaannya juga jangan sampai terjadi contekan. Untuk itu, kami akan mengantisipasinya dengan melakukan
kombinasi soal sehingga satu kelas
mungkin akan ada lima jenis soal
dengan komposisi soal juga berbeda setiap harinya, katanya.

Anggaran Pendidikan Naik,


Karena Dana Bos Bengkak
MALUKU, METROPOLITAS POS
BESARNYA
pengalokasian
dana untuk Biaya Operasional
Sekolah (BOS) tahun anggaran
2012 di Provinsi Maluku mengakibatkan adanya kenaikan anggaran belanja bidang pendidikan.
Dibandingkan dengan alokasi dana pada dinas/instansi lainnya, maka anggaran pendidikan
yang ditetapkan dalam APBD
tahun ini sebesar Rp1,412 triliun
dan 24 persen merupakan kontribusi dari alokasi dana BOS, kata
ketua komisi D DPRD Maluku,
Suhfi Madjid, di Ambon, Kamis.
Kalau pun komponen anggaran BOS dipisahkan, maka Dinas Pendidikan masih mengelola
anggaran belanjanya sebesar
Rp93 miliar dan jumlah ini cukup
besar sehingga diharapkan lebih
meningkatkan persentasi mutu
pendidikan di Maluku.
Tanpa adanya alokasi dana
BOS bagi sekolah, maka belanja
sektor pendidikan Maluku tahun
ini yang dialokasikan dalam APBD

murni sebenarnya tidaklah besar.


Alokasi dana BOS untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah
Pertama hingga SMA/SMK sendiri mencapai Rp218,2 miliar yang
bersumber dari APBD maupun
APBN untuk disalurkan ke 11 kabupaten dan kota di Maluku.
Menurut Suhfi, legislatif akan
semakin meningkatkan proses
pengawasan secara maksimal
agar anggaran belanja sektor
pendidikan ini tidak jadi mubazir
dan semakin meningkatkan mutu
pendidikan di daerah, baik tenaga
pengajar, para siswa maupun sarana infrastruktur pendukungnya.
Kita mencoba melakukan review terhadap program-program
pada dinas pendidikan untuk memastikan implementasi anggaran
pada dinas pendidikan menjawab
tiga kebutuhan penting antara
lain dari aspek pemerataan infrastruktur, menjawab kebutuhan
dan peningkatan mutu pendidikan
menjangkau pemerataan atau perluasan akses, katanya. Jenri

Ditanya kemungkinan kebocoran akan terjadi dalam proses distribusi soal UN, terutama distribusi
pukul 06.00 WIB-08.00 WIB, Nuh
mengatakan perjalanan soal UN
akan dikawal polisi mulai dari percetakan ke rayon, bahkan saat ada
waktu menunggu di rayon juga dijaga pengawas dari PTN dan polisi.
Di sekolah juga akan dipastikan
tidak ada perbedaan soal UN yang
dikerjakan siswa dengan hasilnya,
karena itu pengawas dari PTN juga
akan melakukan pengawasan secara langsung dengan dibantu polisi dari luar kelas, katanya.
Oleh karena itu, pihaknya akan
mendesain UN menjadi syarat
masuk PTN. Kalau desain itu sudah terwujud, maka nantinya tidak
ada SNM-PTN. Mungkin PTN cuma
melakukan tes potensi akademik

M NUH
dan tes jurusan, misalnya arsitek
perlu tes menggambar, katanya.
Ia menambahkan perubahan
UN untuk paspor masuk PTN
itu akan mengembangkan fungsi
UN yakni pemetaan kualitas sekolah, syarat masuk PTN, dan faktor
kelulusan. Tapi, kelulusan akan
tetap ditentukan sekolah, katanya. Jenri

UII siapkan alumni mampu


ciptakan lapangan kerja
YOGYAKARTA, METROPOLITAS POS

UNIVERSITAS Islam Indonesia Yogyakarta berkomitmen


tidak hanya menyiapkan alumni
siap kerja tetapi juga mampu
menciptakan lapangan kerja, kata
Rektor perguruan tinggi swasta
itu Edy Suandi Hamid.
Hal itu seiring dengan hasil
kajian 2010 yang menunjukkan
bahwa secara keseluruhan sekitar delapan persen alumni Universitas Islam Indonesia (UII)
menjadi wirausahawan, katanya
di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, jika dilihat dari
sisi program studi, jumlahnya
akan semakin besar. Program
Studi Teknik Lingkungan, misalnya, sekitar 28,6 persen alumninya menjadi wirausahawan,
diikuti Program Studi Statistika
(25 persen), dan Program Studi
Manajemen (18,2 persen).
Prestasi di bidang wirausaha
juga diraih mahasiswa Fakultas Hukum UII Fauzan Rachmansyah yang
berhasil menjadi Juara I Tingkat
Nasional Wirausaha Muda Mandiri

(WMM) 2011 kategori mahasiswa


program diploma dan sarjana bidang usaha boga, katanya.
Ia mengatakan, pada WMM
2011 ini Fauzan mengusung usaha penyedia produk susu modern
berbagai cita rasa dengan brand
Kalimilk-PT Farbis Indonesia.
Nama Kalimilk diambil dari letak
peternakan sapi perah yang ada
di daerah Kaliurang Sleman, DIY.
Dengan usaha yang dilakukan
berdampak posistif pada perekonomian masyarakat, misalnya bahan baku dari dari petani binaan
seperti dari Pakem, Wonorejo,
dan Cangkringan, katanya.
Selain itu, menurut dia, Kalimilk-PT Farbis Indonesia juga
memberikan beasiswa kepada
para karyawannya. Hal itu membuktikan bahwa bekerja bukan
hambatan dalam menuntut ilmu.
Ia mengatakan, Fauzan mengikuti penjaringan WMM 2011 yang
memakan waktu selama tiga bulan untuk menyeleksi 3.751 peserta dari 385 perguruan tinggi
di seluruh Indonesia. Jenri

POLITIK & HUKUM

EDISI: 022/THN I/SENIN 30 JANUARI - 12 FEBRUARI 2012

Pramono: Ada yang Bermain


di Proyek Ruang Banggar
JAKARTA, METROPOLITAS POS

akil Ketua Dewan


Perwakilan Rakyat
Pramono Anung
meyakini ada penyimpangan dalam proyek
renovasi ruang rapat
Badan Anggaran DPR
atau Banggar DPR, yang
menelan dana hingga Rp
20,3 miliar.
PASTI ada tangan-tangan yang
ikut bermain sampai (proyek) ini
terjadi, dan itu yang harus dicari,
kata Pramono di Komplek DPR.
Sama seperti pimpinan DPR lain,
Pramono mengaku tak tahu-menahu perihal proyek itu. Politisi Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan
itu menilai, proyek renovasi ruang Banggar sangat mencederai
rasa keadilan masyarakat lantaran
menghabiskan dana sangat besar.
Jika mengacu pada pengakuan
Ketua DPR yang juga Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (Ketua
BURT) Marzuki Alie, kata Pramono,
maka bisa saja usulan renovasi itu
disisipi bersamaan usulan renovasi
lain. Sebelumnya, Marzuki mengaku
tak tahu-menahu soal proyek itu.
Jangan-jangan karena kesibukan
Ketua BURT sehingga laporan BURT

RUANG BANGGAR: Akibat menghabiskan dana hampir 20 M., banyak anggota dewan saling menyalahkan.
itu banyak yang Ketua BURT tidak
tahu. Ketua DPR pasti sibuk sekali
sehingga tidak dibaca detailnya. Bisa
muncul sisipan atau pengusulan-pengusulan yang secara substansial Ketua
BURT tidak tahu, kata Pramono.
Pramono menambahkan, kasus
renovasi ruang Banggar harus menjadi momentum untuk instrospeksi
diri di unsur pimpinan DPR, BURT,
Banggar, dan Sekretariat Jenderal

KPK Tahan Wa Ode


Nurhayati
JAKARTA, METROPOLITAS POS
KOMISI Pemberantasan Korupsi, menahan
Wa Ode Nurhayati, anggota Badan Anggaran
Dewan Perwakilan Rakyat yang menjadi tersanga kasus dugaan suap terkait pengalokasian
dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID). Wa Ode dibawa ke Rumah
Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, dari
gedung KPK, Jakarta, dengan mobil tahanan
sekitar pukul 20.55, usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih sembilan jam.
Saat akan memasuki mobil tahanan, Wa
Ode sempat berpelukan dengan Wa Ode
Nurzainab, kakak sekaligus kuasa hukumnya.
Terlihat berkaca-kaca, Wa Ode merasa keberatan ditahan. Saya ikhlas menerima risiko
ini, saya ditahan tapi saya menolak, ucapnya
dengan suara lirih.
Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan,
pihaknya menahan Wa Ode selama 20 hari ke
depan. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan kasus yang
menjerat Wa Ode. Untuk kelancaran penyidikan, tersangka WON (Wa Ode Nurhayati) kita
tahan selama 20 hari ke depan, katanya.
Wa Ode diduga menerima pemberian
berupa uang Rp 6 miliar dari pengusaha Fahd
A Rafiq terkait penetapan tiga kabupaten di
Aceh, yaitu Pidi, Benar Meriah, dan Aceh Besar,
sebagai daerah penerima dana PPID. Jenri

DPR (Setjen DPR) terkait pengelolaan anggaran. Ke depan, dia meminta agar seluruh pembangunan di
DPR diketahui seluruh pimpinan.
Dalam rencana renovasi perbaikan, pembangunan apa pun,
pimpinan DPR lain wajib tahu. Jadi,
kalau ada pertanyaan publik, bisa
menjawab. Aneh kalau pimpinan
DPR ditanya oleh publik, konstituen,
dan bilang tidak tahu. Kenyataan-

nya, dalam konteks renovasi toilet atau ruang Banggar, kita tidak
tahu, kata Pramono.
Seperti diberitakan, beberapa
anggota Komisi III sudah melaporkan
proyek itu ke Komisi Pemberantasan
Korupsi. Marzuki juga sudah meminta Badan Pengawasan Keuangan
dan Pembangunan untuk menginvestigasi proyek yang dilaksanakan
oleh Setjen DPR itu. Jenri

KPPU Lanjutkan Penyelidikan Tender e-KTP


JAKARTA, METROPOLITAS POS

KOMISI Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melanjutkan


penyelidikan tender KTP elektronik setelah memanggi 11 saksi dan ahli untuk memperjelas
fakta sementara yang terkumpul
dalam dokumen laporan.
Dalam siaran persnya, Senin
(23/1/2012), Kepala Humas
dan Biro Hukum KPPU A. Junaidi menyatakan, penyelidikan itu
didasarkan pada tugas dan kewenangan KPPU sebagaimana
diatur dalam pasal 35 jo 36 UU
Nomor 5 Tahun 1999 tentang

Larangan Praktek Monopoli dan


Persaingan usaha Tidak Sehat.
Setelah mendapatkan pemaparan sementara dari Tim
Penyelidik, Komisi memerintahkan untuk memperpanjang waktu penyelidikan ini
sebagaimana diatur pasal 38
Peraturan Komisi Nomor 1
Tahun 2010 tentang tata cara
penanganan perkara (Perkom
No.1/2010) untuk mengumpulkan dua alat bukti untuk dilanjutkan ke Pemberkasan.
Penyelidikan No. 38/LidL/X/2011 yang dimulai sejak

E-KTP: KPPU mesinyalir trnder pengadaan proyek E-KTP bermasalah.

28 september 2011 ini adalah proses tindak lanjut dari


laporan No. 131/KPPU-L/
VII/2011 terkait dengan dugaan persekongkolan tender
pada proyek E-KTP senilai Rp
5,84 triliun.
Setelah melalui serangkaian klarifikasi, KPPU memandang laporan tersebut jelas
dan lengkap karena identitas
pelapor dan terlapor jelas, sementara informasi yang disampaikan merupakan kompetensi
absolut KPPU sebagai pengawas persaingan usaha.
Penyelidikan lanjutan ini
bertujuan memperdalam dan
mengumpulkan
bukti-bukti
atas dugaan pelanggaran pasal
22 UU No.5/1999 atas potensi
persekongkolan tender pelelangan pekerjaan penerapan
KTP berbasis NIK Nasional
(KTP Elektronik) tahun 2011
dengan Terlapor I, panitia
pelelangan pekerjaan penerapan KTP berbasis NIK Nasional
(KTP Elektronik) tahun 2011,
Terlapor II yaitu Konsorsium
PN, dan Terlapor III Konsorsium AG. Jenri

Pemborosan Rp 37 Triliun di PLN Harus Ditelusuri


JAKARTA, METROPOLITAS POS
INDONESIAN Audit Watch
(IAW) meminta pimpinan DPR
menindaklanjuti dugaan pemborosan dana di PT PLN Persero. Iskandar Sitorus, Sekretaris IAW, menyebutkan, dugaan pemborosan terjadi
di sektor hulu listrik yang meliputi
bahan bakar dan pelumas untuk
pembangkit listrik, energi primer
untuk pembangkit listrik, dan biaya
operasional dan perawatan (OM)

pembangkit.
Dugaan pemborosan 37 triliun
rupiah di PT PLN terjadi karena
kesengajaan dari manajemen dan
politik kekuasaan untuk mengeruk
keuntungan dari bisnis PT PLN, sebagaimana sudah disebutkan juga
oleh Ketua Panja Hulu Listrik PT
PLN Effendi Simbolon, ungkap Iskandar dalam rilis IAW yang diterima Kompas.com di Jakarta, Jumat
(20/1/2012).

IAW berharap dugaan awal


tersebut segera ditindaklanjuti Ketua DPR dengan membentuk panitia
khusus (pansus) untuk penelusuran
lebih lanjut. Pasalnya, nilai kerugian yang ditimbulkan tergolong
besar, sementara kinerja PLN sejak
ditinggalkan Dahlan Iskan justru
menurun. Dalam pernyataan pada
17 Januari lalu, Effendi menyebutkan pemborosan Rp 37 triliun di
PT PLN terjadi karena kesengajaan

dari manajemen dan politik kekuasaan untuk mengeruk keuntungan


dari bisnis PT PLN.
Dia juga menyatakan bahwa
pemborosan PT PLN, terutama dalam pengadaan bahan bakar, identik dengan mafia minyak yang bermain di sektor BBM. Selain itu, hal
tersebut dinilai merupakan korupsi
sistematis yang melibatkan para
petinggi negara di kabinet.
Jenri

LINTAS BERITA

Polri Sita Rp 59 M
dari Rekening
Yayasan Fatmawati
JAKARTA, METROPOLITAS POS
KEPALA Divisi Humas Polri Inspektur
Jenderal Saud Usman Nasution mengatakan,
pihaknya telah mengajukan surat menyita
dana Rp 59 miliar dari rekening Yayasan Fatmawati. Uang tersebut diduga merupakan
hasil pncucian uang dari terpidana kasus Century, Robert Tantular.
Badan Reserse dan Kriminal Polri
(Bareskrim Polri) telah mengajukan pemblokiran dari rekening Yayasan Fatmawati.
Kemudian, setelah diblokir dan sudah diajukan izin khusus penyitaan, hari ini sudah keluar dan akan segera kami sita, ujar Saud.
Dana yang disita itu, kata Saud, akan dimasukkan ke dalam rekening barang bukti
milik Bareskrim untuk digunakan dalam penyelidikan kasus lebih lanjut, terutama dalam
mengusut keterlibatan tersangka T, Direktur
PT Graha Nusa Utama (GNU). Si tersangka
kerjasama dengan Robert Tantular, dengan
menjual aset dari beberapa aset di Bank Century yang macet dan dananya dimasukkan ke
Yayasan Fatmawati, ujarnya.
T sendiri telah ditetapkan menjadi tersangka sejak 23 Desember 2011. Saud melanjutkan,
dengan bukti dan keterangan dari T, keterlibatan pihak lain akan ditelusuri. Jenri

Biaya Parkir Setneg


Rp 12,3 Miliar
JAKARTA, METROPOLITAS POS
PEMBANGUNAN sarana parkir kendaraan roda dua di Kementerian Sekretariat
Negara menunjukkan Presiden tidak konsisten terhadap ajakan untuk berhemat.
Pasalnya, alokasi dana pembangunan parkir
berserta fasilitas penunjang itu mencapai Rp
12,3 miliar.
Istana memperlihatkan kemewahan
sendiri dibanding fasilitas publik, kata
Uchok Sky Khadafi, Koordinator Advokasi
dan Investigasi Sekretariat Nasional Forum
Indonesia untuk Transparansi Anggaran
(FITRA).
Uchok mempertanyakan alokasi anggaran itu. Pasalnya, angka itu empat kali lipat
dibanding biaya pembangunan parkir bertingkat dua di Dewan Perwakilan Rakyat
yakni sebesar Rp 3 miliar.
Ini sungguh memprihatinkan. Lihat saja
fasilitas publik sangat minim pemeliharaannya. Tapi untuk Istana, uang negara selalu
bebas dihambur-hamburkan, ujar Uchok.
Sebelumnya, FITRA menyebutkan, setiap
tahun, Istana Presiden selalu punya alokasi
anggaran renovasi untuk gedung. Jika ditotal, anggaran untuk tahun 2012 mencapai Rp
80,4 miliar. Adapun di tahun 2011 sebesar
Rp 88 miliar. Jenri

Anas Terlibat
Demokrat Gelar KLB
JAKARTA, METROPOLITAS POS
ANGGOTA Dewan Kehormatan Partai
Demokrat, EE Mangindaan, menegaskan,
Partai Demokrat akan menggelar kongres
luar biasa jika Ketua Umum Partai Demokrat
Anas Urbaningrum dinyatakan terlibat dalam kasus dugaan korupsi mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin. Meski kemungkinan KLB itu terbuka, Partai Demokrat
hingga saat ini belum berpikir ke arah sana.
Kalau memang terlibat, ya, KLB. Namun,
kita tidak berpikir ke situ dulu karena ranah
hukum belum terang, kata Mangindaan, Jumat (27/1/2012) di Jakarta.
Menurut Mangindaan, dalam rapat Dewan Pembina Partai Demokrat juga tidak disebut-sebut mengenai siapa saja yang mungkin
menggantikan Anas jika harus mundur karena terlibat kasus itu.
Anas sebaiknya tetap melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Masalah terlibat atau
tidak itu ranah hukum. Kita juga belum tahu
seperti apa, katanya. Jenri

INVESTIGASI

EDISI: 022/THN I/SENIN 30 JANUARI - 12 FEBRUARI 2012

LINTAS BERITA

Tanah Bukan Miliknya


Hakim Ketua
Segera Putuskan
Perkara, Rumah
Harus Dieksekusi
JAKARTA, METROPOLITAN POS
MEMBANGUN rumah diatas tanah
bukan miliknya, adalah perbuatan
melanggar hukum, untuk itu diminta
Hakim Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Samosir, segera memutuskan
perkara gugatan tanah dan mengeksekusi rumah tersebut.
LSM Investigasi Fakta Hukum, meminta supaya Hakim Ketua Pengadilan
Negeri Kabupaten Samosir memutuskan perkara gugatan tanah tersebut
dengan adil dan professional.
Berdasarkan data dan bukti
kepemilikan tanah, di Desa Pardomuan Satu, Kecamatan Pangururan,
Kabupaten Samosir, dengan lebar 5
meter, panjang 12 meter dengan nomor Kavling 116 milik Saur Friana Sitanggang, dengan batas batas sebagai
berikut, sebelah Timur jalan Nahum
Situmorang, sebelah Utara Kavling
116A milik Bangun Tamba, sebelah
Selatan Kavling 117 milik Posman
Simbolon, sebelah Barat, Danau Toba.
Jadi Kepemilikan tanah di Desa Pardomuan Satu, Kecamatan Pangururan,
Kabupaten Samosir, harus diawasi
pihak Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Samosir. Setiap ke pemilikan
tanah berkas surat surat harus jelas
dan tidak bisa dipalsukan atau direkayasa oleh semua pihak, supaya tidak
melawan hukum.
Menurut, Sekjend LSM Investigasi Fakta Hukum, Berlin Siahaan, di
gedung KPK, mengatakan, bila ada
pihak tertentu memalsukan atau merekayasa surat surat kepemilikan tanah dari aslinya di desa Pardomuan
Satu, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir dapat diancam pidana
kurungan penjara.
Sedikitpun surat surat atau data
kepemilikan tanah di desa Pardomuan Satu, Kecamatan Pangururan,
Kabupaten Samosir, dipalsukan atau
direkayasa akan dipidana kurungan
penjara, dan itu tidak bisa dipermainkan atau direkayasa, warga pasti
tau kepemilikannya, tegasnya.
Polisi setempat harus menyikapi
setiap permasalahan yang ada di Desa
Pardomuan Satu, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, untuk
mengantisifasi setiap persidangan
dipengadilan kalau ada ancaman.
Jenri Sitanggang, ilmu Hukum
Universitas Azzahra Jakarta, sebagai
Pemimpin redaksi (Pemred) Metropolitan Pos, menghimbau kepada
masyarakat desa Pardomuan Satu,
Kecamatan Pangururan, Kabupaten
Samosir, supaya sadar atas kepemilikan tanah tanah di Pangururan Samosir, dan diminta supaya tidak mencoba coba merampas tanah milik orang
lain, resikonya akan di eksekusi dan
siap menanggung kerugian materi,
jadi lebih baik kita membeli daripada
merampas hak orang lain, kalau tidak
mau berurusan dengan pidana penjara.
Apalagi permasalahan tanah sangat
rumit, di kota kota besar mafia tanah
sudah banyak masuk penjara, terlibat
pemalsuan surat tanah, merampas tanah orang, seperti, DL Sitorus terlibat
kasus tanah sekarang sedang dalam
tahanan lapas Salemba di Jakarta
tim

LSM Desak Tipikor Periksa Kasudin Perumahan


dan Gedung Kota Administrasi Jakpus
JAKARTA, METROPOLITAN POS
AWAN korupsi APBD setiap
tahun, LSM desak Tipikor
Polda Metro Jaya, periksa
Kepala suku dinas Perumahan dan Gedung Kota Administrasi
Jakarta Pusat, Drs Asbarani bersama kroninya. Hal ini disampaikan
Sekretaris Jenderal Investigasi Fakta Hukum, Berlin Siahaan, kepada
Metropolitan Pos.
Diduga korupsi uang Negara,
dengan menyalahgunakan wewenang jabatan, sesuai UU Tipikor
No 20 tahun 2001, tentang tindak
pidana korupsi, unsure unsurnya,
gratifikasi, berhubungan dengan
jabatan dan berlawanan dengan
kewajiban atau tugasnya. Selain
itu rekening gendut pejabat Sudin
Perumahan dan Gedung Pemda
Jakarta Pusat harus di usut tuntas
juga.ungkap, Siahaan.
Kepala Suku dinas Perumahan
dan Gedung Jakpus, Drs Asbarani,
ketika di konfirmasi sesuai surat
Metropolitan Pos, dengan surat
No.57/SK/MP/E-1/2012, tanggal
19 Januari 2012, yang diterima staf
Tata Usaha, Tuti, yang sudah pensiun, tapi masih bekerja di instansi
tersebut, hingga berita ini diturunkan, Kepala Sudin Perumahan
dan Gedung Pemda Kota Administrasi Jakarta Pusat, Drs Asbarani,
belum bisa menjelaskan, dan selalu
tidak berada ditempat.
Informasi yang diperoleh Met-

ropolitan Pos, banyak perusahaan


yang tidak jelas pelaksananya setiap proyek yang dikerjakan, selain
itu perusahaan pelaksananya diduga hanya dibayar Fee sebesar 10
persen sampai 20 persen.
Untuk hal ini Tipikor Polda Metro Jaya, sudah saatnya serius mengusut tuntas perusahaan tersebut
bersama Kepala Suku dinas Perumahan dan Gedung Pemda Kota
Administrasi Jakarta Pusat, Drs
Asbarani di duga korupsi kolusi
dan nepotisme. Pejabat Sudin Perumahan dan Gedung Pemda Kota
Administrasi Jakarta Pusat, diduga
ikut jadi pemborong dengan meminjamkan perusahaan saja.
Selain itu, setiap perbaikan saluran warga dikerjakan tidak sesuai dengan anggaran yang di ajukan dalam billy quantity, baik itu
volume dan bobot pekerjaan. Setiap pekerjaan tidak ada ditemukan
bedeng atau papan proyek perusahaan pelaksana.
Seperti, perbaikan saluran lingkungan permukiman saluran jalan
orang RW 05 Kelurahan Karet
Tengsin Pekerjaan konstruksi dengan pagu, sebesar Rp470.400.000,dengan pelaksana pemenang Anggadita Teguh Putra, jalan Kebon
Sirih Timur Dalam No 28 Kelurahan
Kebon Sirih Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, dicurigain perusahaannya, perbaikan prasarana lingkungan permukiman saluran jalan orang

RW 08 Kelurahan Pegangsaan pekerjaan konstruksi dengan pagu sebesar Rp898.800.000,- dengan pelaksana CV Lajur Sejahtera, jalan Raya
Penggilingan komp PIK Blok D No
6, perbaikan prasarana lingkungan
permukiman saluran jalan orang RW
04 Kelurahan Kebon Sirih pekerjaan
konstruksi sebesar Rp949.200.000,dengan pelaksana CV Danau Toba
Indah, jalan MHT KP Besar Cipinang
Besar Selatan, Jakarta Timur, perbaikan sarana lingkungan pemukiman saluran jalan orang RW 07, 08
Kelurahan Karang Anyar, pekerjaan
konstruksi dengan pagu sebesar
Rp798.000.000,-dengan pelaksana
Geminka Mandiri, jalan Kebon sirih
Timur Dalam No 28 Kelurahan Kebon Sirih Kecamatan Menteng, Jakpus, perbaikan prasarana lingkungan
permukiman saluran jalan orang RW
03 Kelurahan Mangga Dua Selatan
pekerjaan konstruksi dengan pagu
sebesar
Rp394.800.000,-dengan
pelaksana CV lajur Sejahtera, jalan
Raya Penggilingan Komp PIK Blok
D No 6, perbaikan sarana lingkungan pemukiman saluran jalan orang
Gg XV RW 05 Kelurahan Kramat
pekerjaan konstruksi pagu sebesar
Rp596.400.000,-dengan pelaksana
CV Kristahas Mulia, jalan percetakan
Negara No 27 C Rt 23/ 007 Kelurahan
Johar Baru, Jakarta Pusat, perbaikan
prasarana lingkungan permukiman
saluran jalan orang RW 01 Kelurahan
Menteng pekerjaan konstruksi den-

DRS ASBARANI
gan pagu sebesar Rp949.200.000,pelaksana Takashita hobashi, jalan
Komplek pertokoan pulo mas Blok
II No 1, jalan Perintis Kemerdekaan Pulo Gadung, perbaikan sarana
lingkungan pemukiman saluran
jalan orang Gg VI RW 05 Kelurahan
Kramat pekerjaan konstruksi dengan pagu sebesar Rp798.000.000,pelaksana CV Kristahas Mulia, jalan
percetakan Negara No 27 C Rt 023
/ 007 Kelurahan Johar Baru, Jakarta
Pusat. Semua proyek tersebut sudah
ditagih seratus persen, namun kenyataan dilapangan semua proyek
tidak sesuai kualitas, dan bedeng perusaahaan pun tidak ada ditemukan
dilapangan. Peris

Pungli Oknum Pejabat Kepala Pasar Senen


Sudah Diusut Polisi
JAKARTA, METROPOLITAN POS,

PUNGUTAN liar oknum pejabat


Kepala Pasar Senen Blok VI sudah
diusut Polisi, pasalnya, sangat meresahkan para pedagang pasar senen.
Hal ini sudah diakui pejabat Pengelola Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Kepala Pasar Senen Blok 6, Bersimen Tinambunan, sudah mengakui
bahwa polisi telah mengusut tuntas
oknum pungli tersebut.
Setiap pedagang di pungli dan
diperas antara Rp5.000,- sampai
Rp20.000,- perhari, oleh oknum
tertentu dari panjang tangan pejabat. Berdasarkan perhitungan
para pedagang di pasar senen setiap yang dipungli bisa terkumpul dananya sebesar kurang lebih
Rp2.016.000.000,- per tiga tahun.
Adapun para pedagang setiap
yang dipungli di Pasar Senen mempunyai perincian yang ditagih ok-

num adalah Rp5000 per hari dikali 400 Kios/warung samadengan


Rp 2.000.000 dikali seminggu samadengan Rp 14.000.000 dikali 1
Bulan samadengan Rp 56.000.000
dikali 12 Bulan samadengan Rp
672.000.000 x 36 Bulan (3 tahun)
=Rp2.016.000.000,-.
Selain itu masih ada pungutan
liar lagi yang dibebankan kepada
pemilik kios yaitu uang keamanan Rp1.000,- uang Kebersihan
Rp1.000, uang listrik,perpedagang
di pungut Rp 5.000,- bila dikalkulasikan sebesar Rp 7.000,-perhari
x 400 kios/warung = Rp 2.800.000
x perminggu =Rp 19.600.000 x
perbulan=Rp78.400.000 x 3 tahun
=Rp 2.822.400.000,-.
Setiap pedagang dipungli ti-dak
diberikan tanda bukti karci resmi
bahkan tagihan listrik juga tidak ada
yang jelas, dan melakukan penguti-

pan adalah pengelola pasar senen.


Dalam hal ini layak diperiksa kejaksaan untuk diusut punglinya setiap
tahun dan kekayaannya dari hasil
pungli pedagang pasar senen.
Pejabat ini untuk memperkaya
diri sendiri serta mencari keuntungan pribadi, melalui panjang tangannya. Hal ini suda jelas pejabat
tersebut melanggar Peraturan Pemerintah No.53 Tahun 2010, tentang
disiplin PNS , dengan penyalagunaan
wewenang jabatan yaitu undang-undang No.20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi sesuai Pasal 2
Ayat 1 mengatakan setiap orang yang
secara melawan hukum melakukan
perbuatan memperkaya diri sendiri
atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara dipidana dengan pidana
penjara seumur hidup atau paling
singkat 4 Tahun atau paling lama 20

Tahun atau denda paling sedikit Rp


200 Juta rupiah atau paling banyak
RP 1 Miliar.
Apabila pejabat melakukan
penggelapan pungli Restribusi dan
penyelewengan untuk memperkaya diri sendiri sudah melanggar
undang-undang No.28 Tahun1999
tentangpenyelengaraan
Negara
yang bebas dari korupsi/kolusi
dan Nepotisme serta KKN.
Berdasarkan Keputusan Presiden No.4 Tahun 2009 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi,
Menurut, sumber Metropolitan
Pos yang layak di percaya dari para
pedagang, mengatakan Kepala
Pasar Senen diduga sudah lama
melakukan pungli dengan menyuruh anak buah untuk menagih
sebagai panjang tangan pejabat
tersebut.
Prayogo/Iwan/ Surya.

Membangun Rumah Diatas Tanah Bukan Miliknya

Hakim Ketua Segera Putuskan Perkara, Rumah Harus Dieksekusi


SAMOSIR, METROPOLITAN POS

MEMBANGUN rumah diatas


tanah bukan miliknya, adalah perbuatan melanggar hukum, untuk itu
diminta Hakim Ketua Pengadilan
Negeri Kabupaten Samosir, segera
memutuskan perkara gugatan tanah
dan mengeksekusi rumah tersebut.
LSM Investigasi Fakta Hukum,
meminta supaya Hakim Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Samosir
memutuskan perkara gugatan tanah
tersebut dengan adil dan profesional.
Berdasarkan data dan bukti kepemilikan tanah, di Desa Pardomuan
Satu, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, dengan lebar 5
meter, panjang 12 meter dengan nomor Kavling 116 milik Saur Friana
Sitanggang, dengan batas batas sebagai berikut, sebelah Timur jalan

Nahum Situmorang, sebelah Utara


Kavling 116A milik Bangun Tamba,
sebelah Selatan Kavling 117 milik
Posman Simbolon, sebelah Barat,
Danau Toba.
Jadi Kepemilikan tanah di
Desa Pardomuan Satu, Kecamatan
Pangururan, Kabupaten Samosir,
harus
diawasi
pihak
Badan
Pertanahan Nasional Kabupaten
Samosir. Setiap ke pemilikan tanah
berkas surat surat harus jelas dan
tidak bisa dipalsukan atau direkayasa
oleh semua pihak, supaya tidak
melawan hukum.
Menurut, Sekjend LSM Investigasi
Fakta Hukum, Berlin Siahaan, di
gedung KPK, mengatakan, bila ada
pihak tertentu memalsukan atau
merekayasa surat surat kepemilikan
tanah dari aslinya di desa Pardomuan

Satu, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir dapat diancam pidana


kurungan penjara.
Sedikitpun surat surat atau data
kepemilikan tanah di desa Pardomuan
Satu,
Kecamatan
Pangururan,
Kabupaten Samosir, dipalsukan
atau direkayasa akan dipidana
kurungan penjara, dan itu tidak bisa
dipermainkan atau direkayasa, warga
pasti tau kepemilikannya, tegasnya.
Polisi setempat harus menyikapi
setiap permasalahan yang ada di
Desa Pardomuan Satu, Kecamatan
Pangururan, Kabupaten Samosir,
untuk mengantisifasi setiap persidangan dipengadilan kalau ada ancaman.
Jenri Sitanggang, ilmu Hukum
Universitas Azzahra Jakarta, sebagai
Pemimpin redaksi (Pemred) Metro-

politan Pos, menghimbau kepada


masyarakat
desa
Pardomuan
Satu,
Kecamatan
Pangururan,
Kabupaten Samosir, supaya sadar
atas kepemilikan tanah tanah di
Pangururan Samosir, dan diminta
supaya tidak mencoba coba merampas
tanah milik orang lain, resikonya akan
di eksekusi dan siap menanggung
kerugian materi, jadi lebih baik kita
membeli daripada merampas hak
orang lain, kalau tidak mau berurusan
dengan pidana penjara.
Apalagi permasalahan tanah
sangat rumit, di kota kota besar mafia
tanah sudah banyak masuk penjara,
terlibat pemalsuan surat tanah,
merampas tanah orang, seperti, DL
Sitorus terlibat kasus tanah sekarang
sedang dalam tahanan lapas Salemba
tim
di Jakarta.

DAERAH

EDISI: 022/THN I/SENIN 30 JANUARI - 12 FEBRUARI 2012

Masih Dikaji Dishub Kota


Pontianak Tarif Feri Naik
PONTIANAK, Metropolitan Post

ARIF jasa angkut penyeberangan menggunakan feri di Pontianak sepertinya akan


mengalami kenaikan. Pihak
PT Prima Eksekutif Pontianak
sendiri sudah mengajukan
ke Dinas Perhubungan Kota
Pontianak, untuk menaikkan
tarif penyeberangan kapal feri.
Manager PT Prima Eksekutif
Pontianak Topo Margono mengatakan hal tersebut terpaksa
dilakukan untuk menghindari
kerugian yang lebih besar.
Sebelum tarif naik harga tiket
khusus truk Rp22.800 menjadi
Rp25.000, untuk golongan IV
seperti mobil pribadi tarifnya
naik sebesar 12,34 persen atau
tarif sebelumnya Rp15.800
menjadi Rp17.500. Sedangkan
untuk penumpang dan sepeda
umum tidak ada kenaikan tarif
yang signifikan akan tetapi
hanya pembulatan saja yang
sebelumnya Rp1.400 menjadi
Rp1.500. Untuk penumpang
anak sekolah tarifnya masih Masih Dikaji Dishub Kota Pontianak Tarif Feri Naik
tetap Rp1.000. Semakin tingkenaikan tarif nasional yang khusus motor dan sebagainya. Namun tidak
ginya biaya operasional dan
harga bahan bakar membuat pihak bagi Prima Eksekutif dengan tingkat semua naik 11,20 persen hanya unpengelola mau tak mau menaikan kenaikan mencapai 11,20 persen dan tuk kendaraan tertentu saja..Toyo
tarif tersebut. Faktor lain kenaikan itu khusus untuk angkutan umum mengungkapkan, hampir di setiap
tarif tersebut seperti akan dihilang- laut, kata Topo Margono, kemarin kota terjadi kenaikan tarif angkutan
kannya subsidi solar, sparepart yang (20/1). Kenaikan tarif tersebut ber- tersebut. Namun yang paling rendah
mahal, kenaikan gaji karyawan dan laku untuk golongan V seperti kend- hanya di Kota Pontianak. Di kotaABK kapal, biaya sewa serta banyak araan truk, mobil pribadi, angkutan kota lainnya tarifnya naik mencapi
yang lainnya. Kami mengacu pada umum bermuatan, kendaraan sepda 20 persen seperti di Surabaya, Sema-

Satlantas Polres Landak


Melakukan Razia Zebra
PONTIANAK,Metropolitan Pos

SATUAN Lantas Polres Landak, pekan lalu,


menggelar operasi zebra di Kapuas kilometer empat Ngabang. Sasaran operasi tersebut
diantaranya kelengkapan surat berkendara
dan kelengkapan kendaraan yang digunakan.
Kasat Lantas Polres Landak, melalui Kanit Patroli, Aiptu Ahmad Yani menjelaskan operasi
tersebut dilakukan dalam upaya menciptakan kondisi kondusif di jalan raya. Beberapa
kendaraan diamankan karena tidak memiliki
kelengkapan surat surat.
Pengendara yang ditilang 34 pengendara
pada operasi pagi sampai sore hari, serta dilanjutkan kembali dengan sasaran yang sama. selain itu ada 8 barang bukti yang diamankan karena SIM dan STNK tidak ada. Pengendara yang
kendaraannya ditahan, dipersilahkan menunjukkan surat surat ke Mapolres. Jika tidak bisa
menunjukkan maka akan disidangkan ke pengadilan negeri mempawah, jelasnya.
Dijelaskan, Aiptu, Ahmad Yani, bahwa
hari pertama pelaksanaan operasi zebra Kapuas 2011 telah ditilang 51 pengendara motor dan mobil. Mayoritas pengendara tidak
melengkapi kendaraannya dengan surat
surat dan perlengkapan kendaraan seperti
spion maupun helm standar.Rata-rata memang tidak melengkapi kendaraannya dengan surat surat, seperti SIM dan STNK serta
kelengkapan motor seperti spion, Ada juga
yang dengan sengaja tidak menggunakan
helm standar, ungkapnya.
Sejauh ini, belum ditemukan motor curian
dari hasil razia. Kita harapkan masyarakat
bisa melengkapi diri saat berkendaraan,
baik berupa surat surat kenderaan, maupun
kelengkapan kendaraannya.Kalau lengkap
tidak ada masalah. Ini demi keselamatan dan
kenyamanan berkendara di jalan raya. Kendaraan dengan knalpot racing juga akan kami
amankan agar pengendara lain tidak merasa
terganggu dengan suara brisik yang ditimbulkan, katanya. A. rahman/suparko

rang dan sebagainya.


Paling
rendahnya
kenaikan tarif di Pontianak karena berbagai faktor seperti
lintasan yang hanya
menemuh karak 5-6
menit dari pelabuhan
utama ke Siantan jika
situasi alam stabil,
kata dia. Belum diketahui pasti, kapan
tarif baru ini akan
berlaku.
Pasalnya
rancangan tarif baru
ini belum disetujui
oleh pihak terkait.
Tapi kenaikan tarif
ini yang kami ajukan
ke Dishub Kota Pontianak pada tahun
2011 dan hingga
sekarang masih belum di setujui oleh
pemerintah setempat, papar Topo. Keterlambatan kenaikan
tarif untuk menyesuaikan dengan tarif
nasional
tersebut,
lanjut Topo, dikarenakan pihak Dishub
masih mengkajinya. Terlebih dahulu kami akan mengkajinya layak
atau tidaknya untuk dinaikkan tarif
tersebut setelah itu barulah akan di
ajukan kepada Bapak Wali Kota Pontianak, disetujui atau tidaknya, kata
Topo. A. rahman

LINTAS BERITA
Resahkan Petani

Petani Indonesia
Minta Musnahkan
Karet Malaysia
Mengandung Virus
BANDUNG, METROPOLITAS POS
BINTANG, METROPOLITAN POST
Petani Indonesia meminta pemerintah untuk
memusnahkan karet Malasya, diduga mengandung virus berbahaya.
Petani Indonesia resah dan berharap agar
pemerintah serius menangani masalah karet
Malasya, pasalnya karet Malasya dapat mematikan karet Indonesia. Warga Desa Benua Baru,
Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang,
merasa resah dimana bibit karet asal Malasya
yang masuk wilayah mereka sejak 2011 silam
belum dilakukan pemusnahan oleh Pemerintah Kabupaten Sintang melalui instansi terkait.
Meskipun dinas kehutanan dan perkebunan menyatakan bibit karet asal negara tetangga tersebut mengandung dua virus yang
membahayakan bagi tanaman karet lainya.
Seorang tokoh masyarakat Benua Baru F Samad (50) warga Sintang, kepada Metropolitan
Pos menyatakan bahwa kareta malasya sangat
berbahaya bagi karet Indonesia, dimana karet
Malasya mengandung dua virus yang sangat
berbahaya, Bupati Sintang dan dinas terkait
sudah menjelaskan bahaya bibit karet asal Malaysia tersebut sejak pertengahan Desember
silam, Kamis (26/1).
Hanya saja belum jelas kelanjutan rencana pemusnahan bibit-bibit asal Malaysia
itu. Kami resah setelah mendapatkan informasi bahwa bibit karet asal Malaysia membahayakan bagi tanaman karet yang lainya.
Makanya kami minta segera dilakukan pemusnahan bibit tersebut agar tidak menyebar ke tanaman karet lainya, tandasnya.
A.Rahman

Jamsostek Perlu
Pejabat RSUD Kabupaten Cibabat Perlu PT.
Dipertanyakan
Diperiksa Tipikor Diduga Korupsi
BANDUNG,METROPOLITAN POS

PONTIANAK,Metropolitan Pos

program pelaksanaan pembagunan IGD dengan luas kurang


lebih 630 meter persegi, ruangan yang dibutuhkan terdiri dari
ruang triage, resusitasi,tindakan
bedah anak,tindakan bedah
medic,depo apotik,
Orang administrasi dan kasir,
radiologi,sterilisasi alat,mandi

PEJABAT Rumah Sakit


Umum Daerah Kabupaten Cibabat, perlu diperiksa Tindak
Pidana Korupsi Mabes Polri,
terkait program kegiatan peningkatan fasilitas instalasi gawat darurat (IGD), pengadaan
alat alat kesehatan dan pembagunan IGD RSUD RSUD
Cibabat tahun anggaran
2010,diduga terjadi korupsi kolusi dan nepotisme
(KKN).
Tipikor Mabes Polri
diminta segera mengusut
tuntas, Kepala RSUD Kabupaten Cibabat, Dr Endang,
bersama kroninya diduga
bersekengkol melakukan
KKN.
Adapun
anggaran
APBD tahun 2010 belum
terserap dengan baik seperti, pelaksanaan program
RSUD CIBABAT
kegiatan peningkatan fasilitas instalasi gawat darurat (IGD) dengan anggaran sebesar Rp3.887.910.000,-, petugas,tunggu pasien dan kapelaksanaan program kegiatan mar mandi untuk pegunjung,
pegadaan bet said monitor, dimana dalam laporanya angdefibsilator, resusilator neona- garan Rp3.337.910.000,- dalam
ture (anak dan dewasa),Suction laporanya seratus persen terepump,emergengci
alisasi.
troly,minset,surgeri,EKG,
Dalam hal ini pelaksansterilisator,sringe pub mobil, in- aan program kegiatan penfus pump,dengan laporan angg- ingkatan fasilitas IGD, pelakaran sebesar Rp550.000.000,sanaan program pengadaan
Pelaksanaan program keg- barang,pelaksanan program
iatan pelaksanaan pembagunan kegiatan pembagunan IGD
IGD beserta dana pendamp- diduga fiktif di laporkan teing APBD Kota Cimahi sebesar lah terealisasi seratus persen.
Rp450.010.000,-Pelaksanaan Terkait dengan dugaan kasus

tersebut tim Infestigasi Metropolitan Pos, konfirmasi kepada Kepala Kantor Rumah
Sakit Umum Daerah (RSUD)
Kabupaten Cibabat, Dr.Endang,
menyampaikan saya tidak
akan jawab, ungkapnya. Pasalnya, barang pengadaan RSUD
Cibabat tersebut tidak dapat diperlihatkan kepada
masyarakat baik pun kepada wartawan.Kepala RSUD
Kabupaten Cibabat, Dr Endang, diduga melakukan
intimidasi kepada wartawan dengan sinis preman dan layak dilaporkan
ke Polisi untuk diusut tuntas terkait kasus dugaan
korupsi
tersebut.Dalam
hal ini diduga melanggar
Perpres No 54 tahun 2010
tentang pengadaan barang jasa pemerintah dan
Kepmenkes RI no1152/
Menkes/XI 2010 tentang
pelaksanaan program kegiatan peningkatan pasilitas
Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Pegadaan alat alat Kesehatan dan pembagunan IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD
Cibabat) Kota Cimahi di tahun
anggaran 2010 diduga KKN.
Pasalnya, setiap pengadaan barang jasa tersebut barang tidak
ada sesuai dengan volume dan
kualitas yang sudah diajukan
anggaran dalam APBD tahun
2010. SPJ dan LPJ diduga direkayasa dan dimanipulasi baik
kwitansi pengeluaran.
Harianja/Sahat/Dedi

PT Jamsostek perlu dipertanyakan tentang


pemberian pelayanan kesehatan,terhadap buruh, termasuk dalam pasal I yang meliputi,
Peningkatan kesehatan, Pencegahan penyakit, Pemeriksaan dan pengobatan oleh Dokter Umum, tindakan Medis Umum Sederhana
(wound toilet, jahit luka, insisi, eksisi, eksplorasi, eksterpasi, ekstrasi kuku), pemberian obatobatan sesuai kebutuhan medis, keluarga berencana (pil, suntik), Pelayanan KIA termasuk
ibu hamil, pemeriksaan ibu hamil, pemeriksaan bayi/anak, dan pelayanan rujukan, sesuai
ketentuan yang di sepakati kedua belah pihak.
Selain itu, Jenis obat-obatan yang diberikan oleh pihak kedua bagi peserta JPK ,
termasuk obat-obatan yang sesuai daftar
standar obat JPK dan obat Generik, yang ketentuannya didasarkan pada D
Daftar Obat Esensiol Nasional ( DOEN).
Informasi yang dihimpun Metropolitan Pos,
menyebutkan bahwa adanya IKS (Ikatan Kerja
Sama) antara PT.Jamsostek (Persero) Kantor
Cabang Bandung I dengan Balai Pengobatan
X , bagi pihak Pertama akan memberi penggatian biaya jasa pelayanan kesehatan yang
di berikan oleh pihak kedua setiap bulannya
dihitung menurut perhitungan perkapita/
perkepala , seperti, uang Kapitasi yang di berikan kurang lebih sebesar Rp4.329,-.
Kapitasi untuk pelayanan umum, sesuai
dengan fasilitas yang di miliki oleh PPK dengan dasar perhitungan sebagai mana terlampir
dengan pasal 4 berbunyi ruang lingkup pekerjaan, dan pasal 8 berbunyi hak dan kewajiban,
yang meliputi, hak pihak pertama, berhak mengawasi tata laksana pelayanan kesehatan di
tempat pihak kedua dalam rangka melakukan
manajement utilasi dan pengendalian mutu
pelayanan kesehatan (Quality assurance).
Dalam hal ini PT Jamsostek telah melanggar undang undang No 14 tahun 2008, diman
upah buruh yang di potong setiap bulan untuk
program JPK tersebut. M. saragih

10

DAERAH

EDISI: 022/THN I/SENIN 30 JANUARI - 12 FEBRUARI 2012

LINTAS BERITA

232 WNA Imigrasi


Ilegal Masuk Ibukota
Dideportasi ke Negara
Asal
JAKARTA, METROPOLITAN POS,
IMIGRASI ilegal, 232 Warga Negara Asing sudah dideportasi, ke Negara asal nya,
mereka tergolong imigrasi ilegal masuk ke
wilayah Ibukota Negara. Berdasakan data
Kantor Imigrasi (Kanim) Bandara Soekarno Hatta, imigaran ilegal terjaring sebanyak 41 WNA, Kanim Jakarta Selatan,
imigran ilegal terjaring 34 WNA, Kanim
Jakarta Barat, imigran ilegal terjaring 73
WNA, Kanim Jakarta Timur, imigran ilegal
terjaring 27 WNA, Kanim Jakarta Pusat,
imigran ilegal terjaring sebanyak 27 WNA,
Kanim Jakarta Utara, imigran ilegal terjaring sebanyak 30 WNA.
Menurut, Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM (Ka Kanwil Kemenkumham)
DKI Jakarta, Taswen Tarib, bahwa WNA
yang dideportasi kebanyakan sudah habis
masa izin tinggalnya, dan mereka belum
memperpanjangnya.
Selain itu, masih ada WNA 408 yang
sudah masuk ke Bandara Internasional
Seokarno Hatta tetapi ditolak, karena
memiliki paspor palsu, tanpa visa, serta
visa palsu, ungkapnya.
Taswen, menjelaskan lagi, selama tahun
2011, empat WNA memiliki paspor palsu, dan baru mereka diproses lewat jalur
hukum. Kepala Kantor Imigrasi Bandara
Soekarno- Hatta, Imam Santoso, menyebutkan, temuan paspor palsu di Bandara
Soetta terdapat 11 kasus selama tahun
2011, dan ini sudah menurun dibanding
tahun sebelumnya.
Selama tahun 2011, Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta telah mengeluarkan
sebanyak 328.238 paspor yang terbagi di
wilayah Kantor Imigrasi Jakarta, yaitu,
Kanim Bandara Soekarno Hatta sebanyak 16.227 paspor, Kanim Jakarta Selatan
sebanyak 62.090 paspor, Kanim Jakarta
Barat sebanyak 80.619 paspor, Kanim
Jakarta Timur sebanyak 82.579 paspor,
Kanim Jakarta Pusat sebanyak 39.010
paspor, Kanim Jakarta Utara sebanyak
27.927 paspor, Kanim Tanjung Priok sebanyak 19.786 paspor.
Untuk menjaga hal yang tidak dinginkan, Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian telah melaksanakan rapat koordinasi selurh wilayah perwakilan
Kantor Imigrasi Indonesia telah hadir di
Hotel Arya Duta, pada tanggal 16 Januari
2012 sampai 18 Januari 2012 guna untuk
membahas peningkatan pengawasan keberadaan imigran ilegal dirumah detensi
imigrasi maupun ditempat penampungan
imigrasi. tjonggara /jenri /hotdiman

Antisifasi Terjadinya Ambruk

Perlu Ditinjau Ulang Kualitas


Jembatan Kapuas-Landak Kalbar
PONTIANAK, Metropolitan Pos

ntisifasi terjadinya
ambruk jembatan
Kapuas Landak
Kalimantan Barat, pemerintah setempat perlu
meninjau ulang kembali
kualitas jembatan tersebut. Jembatan Kapuas
I dibangun pada 1980
dan mulai difungsikan
1982 atau sudah berusia
31 tahun dari prediksi 50
tahun.
KONDISI jembatan Kapuas I
dan Landak menjadi perhatian serius berbagai pihak. Mengamankan penghubung transportasi vital
di ibu kota provinsi Kalimantan
Barat (Kalbar) agar tidak bernasib
roboh seperti Jembatan di Tengarong Kutai Kartanegara (Kukar),
Kalimantan Timur merupakan
harga mati. Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengadakan survei
pengecekan pengaturan lalu lintas
Jembatan Kapuas I. Pengecekan
tersebut untuk melihat manajemen lalu lintas yang ada di sana.
Kami tidak ingin yang terjadi
pada jembatan Kukar terjadi di
daerah kita, ujar Direktur Lalu
Lintas (Dirlantas), Polisi daerah
(Polda) Kalbar, Komisaris Besar
(Kombes) Lotharia Latif kepada
Metropolitan pos.
Menurut, Latif, sering terjadi kemacetan luar biasa di Jembatan Kapuas I setiap hari, hal ini
disebabkan adanya kendaraan
mogok., dan penumpukan kendaraan di atas jembatan. Polda akan
berkoordinasi dengan pemerintah
setempat untuk pengaturannya,
baik bagi kendaraan sepeda motor
maupun mobil.Saat ini ada pembatasan kendaraan yang melintas
di sana, untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat.
Untuk truk roda enam dan lebih
dilarang, kecuali mobil Pertamina
dan lainnya. ujar Latif.
Pelarangan tersebut berdasarkan Peraturan Wali Kota Pontianak
Nomor 12 Tahun 2010 tentang Pengoperasian Kendaraan Angkutan
Barang Dalam Wilayah Kota Pontianak. Seluruh angkutan barang
roda enam ke atas dan sejenisnya
dilarang melewati Jembatan Kapuas

I dan wajib melewati Jembatan Kapuas II atau menggunakan jasa feri


penyeberangan.
Latif mengatakan saat ini polisi
maupun instansi terkait seperti
Dinas Perhubungan secara rutin
melakukan pengawasan kenderaan
kedepannya.
kita akan memperketat pengawasan dengan menempatkan
anggota polisi di Jembatan Kapuas
I, Jenis kendaraan yang boleh lewat sudah diatur sesuai Peraturan
Walikota. tegas, Latif.
Selain itu kita akan mengintensifkan pengamanan agar aturan
yang dibuat tidak dilanggar, ungkap Latif. disela meninjau Jembatan Kapuas I didampingi Kasat
Lantas Polresta Pontianak Komisaris Boy Samola, pekan lalu.
Ikut menjadi permasalah, kata
dia, sering kali ditemukan kendaran yang mogok saat melintas di
jembatan. mengakibatkan timbul
kemacetan. maka kita himbau
masyarakat yang melalui jalur ini
agar kendaraan yang layak jalan.
Karena, jika mogok di atas
jembatan akan menimbulkan
kemacetan yang menambah beban
jembatan. Meski kami sudah menyiapkan mobil derek, kata Latif.
Ditempat terpisah Wali Kota
Pontianak, Sutarmidji, mengatakan, jauh sebelum jembatan
di Kutai Kartanegara ambruk,
pihaknya telah mengantisipasi
di Jembatan Kapuas I. Kebijakan
mengalihkan arus lalu lintas di
jembatan itu merupakan salah
satu upaya mencegah kelebihan
beban. Makanya kita batasi truk
tidak boleh lewat di jembatan itu.
Karena kebijakan itu saya sudah
sering kena marah orang. Sekarang kalau sudah ada kejadian
seperti di Kukar, mau apa ? Katanya, pecan lalu. Makanya setiap
kebijakan pemerintah itu pasti ada
dasarnya, tambahnya.
Jika Kementerian Pekerjaan
Umum (PU), kata Sutarmidji, akan
mengkaji kendaraan yang melintas di Jembatan Kapuas I, jauh hari
Pemkot Pontianak sudah melakukannya. Namun jembatan tersebut sepenuhnya tanggung jawab
Pemerintah Pusat. Karena jalan
negara, jembatannya tanggung
jawab pusat. Jalan Ahamad Yani
II, Ahmad Yani I, Veteran, Pahlawan, Sultan Hamid II, Gusti Situt
Mahmud, dan khatulistiwa itu
jalan negara. Di sini ada balai sebagai perwakilan Kementerian PU,

RUANG BANGGAR: Akibat menghabiskan dana hampir 20 M., banyak anggota


dewan saling menyalahkan.
perhatikan itu. Nanti kalau sudah
ada masalah, baru ribut, tegasnya.
Saat ini kendaraan roda enam
dan tronton harus menggunakan
Jembatan Kapuas II. Melintasi
Jalan Imam Bonjol dan Adisucipto. Sutarmidji mengatakan, konsekuensinya, dua jalan itu mesti
dilebarkan karena terlalu sempit.
Tinggal sekarang bagaimana melebarkan Jalan Imam Bonjol dan
Adisucipto. Kalau itu statusnya
jalan kota, sudah saya lebarkan,
ucapnya.Pemkot juga sudah mengupayakan tidak ada rumah di
bawah jembatan. Namun dia merasa Pemerintah Pusat tidak begitu
peduli tentang hal itu. Padahal jika
terjadi hal yang tidak diinginkan,
Pemerintah Pusat juga yang repot.
Misalnya terjadi kebakaran tepat
di bawah jembatan, bisa roboh.
Kita tidak mau seperti itu, makanya diantisipasi, tuturnya.
Realita di bawah kolong jembatan Kapuas memang ada rumah bahkan, ada tempat usaha
pasir. Namun belum ada tindakan
dari instansi terkait untuk menertibkannya.
Konsep lain untuk mengurangi beban Jembatan
Kapuas I dan Jembatan Landak,
kata Sutarmidji adalah penambahan feri penyeberangan. Namun
lokasinya tidak di Kota Pontianak,
tetapi di Kubu Raya dan Kabupaten Pontianak. Pembangunan feri
penyeberangan harus didorong.
Bantu KKR dan Kabupaten pontianak membuka jalurnya, katanya.
Menurutnya pembangunan feri penyeberangan baiknya dilakukan di
Wajok, Kabupaten Pontianak dan
Nipah Kuning, Kubu Raya. Keduanya akan tumbuh baru pereko-

nomiannya. Tetapi kalau dipaksakan dibangun di Kota Pontianak


lebih baik tidak usah. Lahannya
sudah tidak ada, ujar Sutarmidji.
Dosen Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Ir. Abubakar
Alwi, MT Ph.D mengatakan jembatan dibangun dengan konstruksi
tertentu yang punya batas beban
maksimal. Kalau bebannya terlalu
besar tentu berbahaya, walaupun
dibangun dengan konstruksi baja
katanya.Dia memuji wali kota yang
mengeluarkan peraturan yang
membatasi jumlah dan ukuran
kendaraan yang melintasi Jembatan Kapuas. Peraturan ini sudah sangat baik. Karena memang
sekarang ini kendaraan semakin
banyak. Perlu ada kebijakan seperti itu. Fakultas Teknik juga sudah
melakukan kajian macam ini, ujar
Pembantu Rektor I Untan ini.
Abubakar juga menyarankan
untuk dilakukan proses pengecekan ulang kualitas Jembatan Kapuas. Harus dilakukan pemeriksaan forensik untuk mengetahui
kemampuan jembatan. Jembatan
itu punya fenomena lelah, karena
termakan usia. Konstruktor waktu
membangun punya prediksi sampai berapa tahun jembatan dapat
bertahan. Tapi tetap saja perlu dilakukan pengecekan ulang. Kalau
sudah tidak layak tentu saja perlu
dilakukan peremajaan, ungkap
dia.Jembatan Kapuas I dibangun
pada 1980 dan mulai difungsikan
1982 atau sudah berusia 31 tahun
dari prediksi 50 tahun. Jembatan
Kapuas I menggunakan struktur
rangka baja Belanda tipe 60B, lantai dengan mutu beton K 300, lebar jalur lintas 6 meter kelas B.
Rahman

Tanah Dijual Sepihak Tidak Sah


PONTIANAK, METROPOLITAN POS
LSM Desak Polisi Lakukan Pemeriksaan Tanah Milik Warisan di Desa Simpang Simadam
Kota Cane Jakarta, Metropolitan Pos, Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM) Investigasi Fakta
Hukum, mendesak Polisi segera melakukan
pemeriksaan tanah milik warisan di desa
Simpang Simadam, dengan luas 7000 meter
persegi.
Kepemilikan tanah tersebut adalah milik
almarhum Keberia Boru Sinaga (op Anto Siahaan) yang sudah diahli wariskan ke anaknya
dengan enam bersaudara.
Sekretaris Jenderal LSM Investigasi Fakta
Hukum, Berlin Siahaan, meminta Polisi agar
melakukan pemeriksaan atas tanah yang dijual
tidak sah dengan harga Rp45 juta, karena tanah tersebut dijual sepihak tanpa disetujui ahli

waris lainnya.
Kronologis kepemilikan, tanah, adalah Almarhum Keberia Boru Sinaga (Op. Anto Siahaan) dengan enam bersaudara, salah satu dari
enam bersaudara telah menjual tanah tersebut
ke pembeli, Rajin Marpaung, dan di saksikan
Kornelius Sinaga, guru SD 01 Desa Simpang
Simadam, Pinggir Gunung Bukit Barisan, Kota
Cane, Aceh Tenggara, dengan harga Rp45 juta.
Berlin Siahaan, Sekertaris Jenderal LSM Investigasi Fakta Hukum, kepada Metropolitan
Pos, mengatakan, tanah kebun seluas 7000 meter yang sudah dijual dengan harga Rp45 juta
tersebut akan dituntut kembali, karena tidak
diketahui dan disetujui oleh pihak ahli waris
dari lima bersaudara lagi untuk dijual.
Saya sendiri anak paling pertama dari
enam bersaudara, saya berhak menuntutnya

lewat jalur hukum, karena saya tidak pernah


menjual tanah atau mengetahui tanah saya dijual dengan harga Rp45 juta tegas, Berlin.
Tanah tersebut dijual tanpa di setujui dan
disepakati dari lima bersaudara lagi yang sudah di ahli wariskan oleh almarhum tersebut.
Dalam hal ini dari pihak keluarga ahli waris
Op. Anto Siahaan akan menuntut tanah tersebut kepada pembeli, Rajin Marpaung, lewat
jalur hukum kalau tidak dikembalikan tanah
tersebut.
Menurut, Pakar Hukum, Poltak Siringo ringo
SH MH, mengatakan, kalau ada menjual tanah
apalagi tanah tersebut sudah di ahli wariskan,lalu
dijual tanpa sepengetahuan atau di setujui dari
beberapa ahli waris keluarga, berarti tanah tersebut dijual tidak sah, dan pembelinya dapat dituntut dimuka pengadilan. tim

SAMBUNGAN

EDISI: 022/THN I/SENIN 30 JANUARI - 12 FEBRUARI 2012

Dari halaman1.............................................................................Yulianis
uang dari perusahaan Nazaruddin mengalir ke mana-mana,
salah satunya ke Kongres Partai
Demokrat di Bandung, sebanyak Rp 30 miliar dan 5 juta dollar AS. Sebagian uang tersebut
berasal dari fee yang didapat
perusahaan-perusahaan milik
Nazaruddin dalam permainan
tender proyek pemerintah.
Nazaruddin dan kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea, lalu mencecar Yulianis
apakah uang tersebut diberikan kepada Anas yang saat itu
maju menjadi salah satu calon
Ketua Umum Partai Demokrat.
Saya hanya dipesan uang
tersebut untuk biaya kongres,
kata mantan Wakil Direktur
Keuangan Grup Permai itu.
Namun, menurut Yulianis,
memang ada catatan uang ke
Anas Rp 100 juta dan ke Andi
Mallarangeng Rp 150 juta.
Biaya kongres
Menurut Yulianis, dia membawa uang Rp 30 miliar dan 5
juta dollar AS ke Bandung menggunakan mobil boks serta mobil
Nissan X-trail, Honda CRV, dan
Toyota Fortuner. Uangnya ditaruh di Hotel Aston, lantai 9,
untuk biaya kongres (Partai
Demokrat), kata Yulianis.
Sesampai di Bandung, uang
Rp 30 miliar dan 5 juta dollar
AS yang dibawa Yulianis diminta oleh staf ahli Nazaruddin.
Yulianis mengatakan, uang
tersebut sebagian besar berasal dari Grup Permai, perusahaan utama yang membawahkan ratusan perusahaan milik

Nazaruddin. Sebanyak 3 juta


dollar AS merupakan hasil
sumbangan, kata Yulianis.
Di persidangan, Yulianis juga
mengungkapkan, perusahaanperusahaan di bawah Grup Permai biasa memainkan tender
proyek pemerintah. Menurut
Yulianis, perusahaan-perusahaan di bawah Grup Permai ini
bisa menjadi perusahaan pemenang tender, tetapi belum tentu
mengerjakan proyeknya karena
dikerjakan perusahaan lain yang
membeli atau memberikan fee.
Menurut Yulianis, tenaga pemasar di perusahaan-perusahaan
Nazaruddin biasa mendapatkan
proyek pemerintah yang dibahas
di DPR. Yulianis mengistilahkan
upaya mendapatkan proyek pemerintah tersebut dengan istilah
menggiring proyek.
Untuk urusan menggiring proyek tersebut, menurut
Yulianis, ada aliran dana dari
Grup Permai kepada anggota DPR. Untuk menggiring
proyek wisma atlet, misalnya,
Grup Permai mengeluarkan
hingga Rp 6 miliar yang antara
lain diberikan kepada politikus Partai Demokrat, Angelina
Sondakh, dan politikus PDI-P,
I Wayan Koster.
Pengajuannya ada ke Pak
Wafid, ada ke Pak Paul Nelwan,
ada Angelina Sondakh, dan
Wayan Koster. Saya tak bisa
memilah antara Angelina dan
Wayan. Angkanya tak disebut
per orang. Jadi ditulis, untuk
Bu Angelina Sondakh/Wayan
Koster Rp 2 miliar dan Rp 3
miliar. Ada di laporan pembu-

Dari halaman1.......................pemilukada
kualifikasi bakal cagub tersebut.
Mulai Januari, PPK dan PPS di
Jakarta sudah dilantik. Sehingga
siapa pun yang mau menjadi cagub
tidak dilarang keras mencuri start
kampanye karena hal itu melanggar Undang-Undang Pemilu, ujar
Ahmad Fahrudin, Ketua KPU Kota
Jakarta Selatan, seusai melantik
anggota PPK dan PPS Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Dikatakan Ahmad, bakal calon
yang mencuri start untuk sosialisasi nantinya akan dibuat catatan khusus. Dan dapat menjadi
bahan pertimbangan, saat bakal

calon tersebut mendaftar. Bisa


menjadi catatan, dan ada tahapan
hingga sampai pada proses diskualifikasi, katanya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta
Selatan Anas Effendi berjanji akan
terus menertibkan spanduk maupun baliho bakal calon gubernur
yang dipasang sebelum waktunya.
Dalam pelantikan itu, KPU
Kota Jakarta Selatan melantik sebanyak 50 orang anggota PPK dan
195 orang anggota PPS. Mereka
langsung memulai tugas pertama,
yaitu pemutakhiran data pemilih
sementara (DPS). Jenri

kuan. Saya laporkan kepada


Pak Nazar. Setiap mau mengeluarkan uang, saya izin dulu kepada Pak Nazar, katanya.
Yulianis menuturkan, Nazaruddin marah karena nilai
proyek Kemenpora yang keluar hanya Rp 200 miliar, sementara Grup Permai telah
mengeluarkan uang hingga Rp
20 miliar. Nazaruddin marah
kepada Direktur Marketing PT
Anak Negeri Mindo Rosalina
Manulang, terpidana dalam
kasus suap wisma atlet.
Kepada Yulianis, Nazaruddin
memerintahkan agar meminta
fee 21 persen dari nilai proyek
wisma atlet yang dikerjakan PT
Duta Graha Indah (DGI). Namun,
PT DGI ternyata hanya sanggup
membayar 13 persen dari nilai
proyek Kemenpora.
Dalam persidangan juga
terungkap, PT DGI paling tidak
memiliki 10 proyek yang dikerjakan pada tahun 2010 atas
bantuan Grup Permai sehingga
mereka membayar fee kepada
perusahaan milik Nazaruddin.
Itu belum yang tahun 2009,
kata Yulianis.
Koster membantah
Ketika dikonfirmasi Kompas, anggota Komisi X DPR,
Wayan Koster, membantah
keterangan Yulianis yang
menyebutkan, dia menerima
uang dalam kasus wisma atlet.
Anggota Badan Anggaran DPR
ini menyatakan siap memberikan keterangan kepada Komisi
Pemberantasan Korupsi.
Saya tidak pernah men-

genal dan berhubungan dengan Yulianis serta Mindo Rosalina Manulang. Saya juga
tidak pernah membicarakan
proyek pemba-ngunan wisma
atlet dengan Nazaruddin, kata
Wayan Koster.
Wayan Koster menuturkan, dirinya pernah dimintai
keterangan KPK tentang mekanisme pembahasan anggaran untuk SEA Games, di mana
pembangunan wisma atlet ada
di dalamnya. Saya juga ditanya,
apakah pernah menerima uang
dari Nazaruddin atau stafnya?
Saat itu saya jawab dengan tegas, tidak pernah, ujarnya.
Sementara itu, salah seorang
kuasa hukum Anas Urbaningrum, Carrel Ticualu, mengatakan, keterangan Yulianis bahwa
ada uang mengalir ke Kongres
Partai Demokrat pernah disampaikan. Uang itu mungkin ada,
tetapi tidak terpakai, katanya.
Dalam Kongres Partai Demokrat, menurut Carrel, banyak sumbangan uang dari simpatisan, termasuk kepada tim
sukses setiap calon ketua. Sumbangan itu untuk biaya politik,
seperti akomodasi kader-kader
partai dari daerah, katanya.
terkait keterangan Yulianis
bahwa Anas secara pribadi juga
menerima uang, Carrel tidak
tahu persis. Kalau saya tanya
kepada Anas, Anas mengatakan,
silakan dibuktikan, katanya.
Sebagai calon ketua atau pengantin, kata Carrel, Anas tidak
tahu hal-hal yang teknis terkait
penerimaan dan pengeluaran
uang di kongres. jenri

Dari halaman1........................perempuan
angkutan umum. Padahal setiap hari dia harus menggunakan angkutan umum untuk
bepergian. Sementara Laura
Kesiayani yang mengaku jarang menggunakan angkutan umum, peristiwa biadab
itu ternyata mempengaruhi
keamanan psikologisnya.
Gara-gara banyak pemerkosaan, orang tua dan pacar
melarang saya pulang malam,
apalagi pergi sendirian. Duh,
jadi ribet dan serba ketakutan

deh, ujar Indah, seorang mahasiswi semester lima di salah


satu universitas swasta Jakarta.
Tanggapan sama kritisnya
disampaikan seorang siswi
SMK kelas XI, Nur Azizah.
Iih.. capek deh, kita kan
jadi ketakutan dan tidak merasa aman. Naik busway digrepe,
naik angkot takut diperkosa,
bahkan jalan kaki aja bisa ditabrak mobil. Apa kita terbang
saja ya, ujar remaja berusia
16 tahun ini. jenri

Dari halaman1......................................................................................................Imigrasi
Pos, pekan lalu di Hotel Arya
Duta, mengatakan bahwa rapat koordinasi imigrasi ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengawasan keberadaan
imigrasi ilegal dirumah detensi
imigrasi maupun ditempat penampungan imigrasi.
Direktur Penyidikan dan
Penindakan Keimigrasian, Dirman Soekardi,SH.MH sudah
melakukan terobosan baru,
dengan melakukan kebijakan
selective policy pada bidang
Keimigrasian, khususnya, orang
asing dapat memberikan kesejahteraan rakyat, bangsa dan
Negara Indonesia serta tidak
membahayakan atau mengancam keamanan dan ketertiban
bangsa, ungkap Frits.
Dirman Soekardi SH MH
terbukti baru menjabat 1 (satu)
bulan, sudah memimpin rapat koordinasi pengawasan keberadaan imigrasi Ilegal di rumah detensi imigrasi maupun di
tempat penampungan Imigrasi.
Rapat koordinasi pengawasan tersebut dilaksanakan
di Hotel Arya Duta, mulai tanggal 16 Januari 2012 sampai 18

Januari 2012 serta diwakili dari


setiap propinsi maka pejabat di
daerah dapat lebih cepat mensosialisasikan cara peningkatan pengawasan pencari swaka di setiap daerah/wilayah
masing-masing dengan pengawasan yang lebih ketat sesuai
prosedur hukum yang berlaku
di Keimigrasian Indonesia.
Pencari swaka di Indonesia,
tentunya pengamanan ini dilakukan dengan tujuan jangka
panjang yaitu dalam rangka
menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).
Selain itu, Dirman Soekardi
SH MH, terus melakukan pemantauan dan pengawasan serta pemeriksaan Keimigrasian pada
semua bidang yang berhubungan dengan keberadaan dan
kegiatan orang asing tersebut,
baik ditempat tempat hiburan
maupun diperusahaan.
Menurut, Sudirman, selama
ini penanganan orang asing di Indonesia dari tahun ke tahun tidak
begitu maksimal, tetapi dengan
terobosan baru ini, dia akan berharap lebih maksimal lagi.

Kalau pengawasan dan penangan tidak maksimal dilakukan terhadap imigran Ilegal
masyarakat sangat dikwatirkan
ada ancaman atau gangguan
kemanan Negara dan bangsa,
jangan sampai imigran gelap
menjadi ancaman serius bagi
keutuhan bangsa Indonesia.
Harapan inilah yang perlu
dilaksanakan secara professional oleh Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian Indonesia, jelas, Dirman.
Rancangan Undand-undang
Keimigrasian No.7 Tahun 2011,
sebagai pengganti Undangundang Nomor 9 tahun 1992,
yang telah disetujui DPR-RI dan
pemerintah, dimana perubahan
UU ini sesuai perkembangan
Zaman, yang harus dilakukan
Direktorat Penyidikan dan Penindakan Keimigrasian, ada dua
hal sebagai hasil perubahan yaitu
pertama tindakan administratif
Keimigrasian sebagai salah satu
proses penegakan hukum diluar
sistem peradilan, rumah dan ruang detensi sebagai tempat penempatan sementara bagi orang
asing yang melanggar Peraturan

Perundang-undangan dan korban perdagangan orang dan penyeludupan manusia.


Namun sangat disayangkan apabila pejabat yang potensial sekaligus Asset penting di Keimigrasian seperti
Dirman Sukardi,SH.MH, tidak
diberikan kesempatan untuk
mengembangkan ide-ide dan
potensi yang ada dalam dirinya, Negara akan rugi.
Yang sangat bermanfaat
untuk instutusinya dalam hal
ini Keimigrasian demi mewujudkan tujuan organisasi, jika
nantinya beliau tidak diberikan
perpanjangan jabatan, maka
akan menjadi kehilangan besar
buat institusi yang dipimpinnya sekarang, demikian pula
program yang telah dibuat
akan terhenti, padahal masalah
Keimigrasian sudah seharusnya
ditangani lebih serius saat ini.
Peringatan Hari Bhakti Imigrasi
ke-62, harus menjadi momentum bagi seluruh Direktorat
Keimigrasian Indonesia, untuk
lebih profesional dalam tugas
tjonggara/
dan kerjanya.
hotdiman/jenri

11

Dari halaman1....................................Alex
di Pengadilan Tindak Pidana
Korupsi Jakarta.
Gubernur Sumatera Selatan waktu itu minta 2,5 persen, ketua komite beserta panitiannya, 3 persen. Pusat, kita
tidak anggarkan kecuali DPR
5 persen, katanya. Rosa mengaku diberi tahu oleh Manajer
Pemasaran PT DGI, Mohamad
El Idris soal adanya permintaan dari gubernur dan Komite
Pembangunan Wisma Atlet
Palembang itu.
Saat itu Idris mengaku
tidak dapat membayar fee 15
persen ke Grup Permai karena dia harus membayar beberapa persen ke Gubernur,
panitia pembangunan, dan
DPR. Menurut penuturan Idris
kepada Rosa, jika fee itu tidak
dibayarkan ke gubernur dan
panitia pembangunan wisma
atlet, PT Duta Graha Indah
akan dipersulit dalam pelaksanaannya.

Komite minta 3 persen,


gubernur 2,5 persen, karena
kalau gak dikasih, mereka akan
mempersulit pekerjaan kita,
akan dicuekin, kata Rosa menirukan penuturan Idris saat
itu. PT DGI merupakan pelaksana proyek wisma atlet ini.
Diduga, pemberian fee
berkaitan untuk memenangkan PT DGI sebagai rekanan.
Kemudian, lanjutnya, Idris
setuju membayar 13 persen
fee yang dibagi untuk Grup
Permai, Gubernur, dan panitia pembangunan dan DPR.
Setelah dikurangi fee untuk
Gubernur, panitia penganggaran, dan DPR itu, Grup Permai
hanya mendapat fee 5,5 persen dari nilai proyek wisma
atlet. Fee untuk Grup Permai
itu, kata Rosa, baru diberikan
sebagian, berupa cek senilai
Rp 4,3 miliar. Cek itu diterima
oleh Direktur Keuangan Grup
Permai, Yulianis. jenri

Dari halaman1.................................Shinta
kum. Mereka berencana akan
melaporkan tindakan teror
tersebut ke kepolisian, karena tindakan ini masuk dalam
wilayah pidana.
Kalau menurut aku iya dilanjutkan. Bukti-buktinya cukup
kuat. Kemungkinan Kamis besok. Nanti aku mau ketemu Shinta dulu untuk ngomongin kelanjutan kasus ini, ungkapnya.
Motif ancaman tersebut,
menurut Rifai karena sakit hati
cintanya ditolak. Sakit hatinya
itu dikatakan sebagai bentuk
rasa cintanya pada Shinta. Dia
bilang, alasannya sakit hati. Semua yang ia lakukan itu sema-

ta-mata hanya rasa cintanya


kepada Shinta, terangnya.
Rifai juga menegaskan,
meski belum membuka identitas pria dimaksud, namun
pihaknya kembali memastikan
kalau pria tersebut sebagai
Mantan Kapolda, Metro Jaya.
Pihaknya juga menolak kalau
hal ini disebut sekedar untuk
menaikkan popularitas Shinta.
Memang benar mantan
penegak hukum, hanya saja
saya belum bisa buka identitasnya. Ada ancaman, semua bukti
ada. Dan alasan dia melakukan
ancaman itu karena asmara,
pungkasnya. solihin

Dari halaman1............................Rekening
pribadi masing-masing pemiliknya sehingga belum dapat
dipastikan apakah akan dipublikasikan kepada masyarakat
sesuai keputusan MA.
Kita, kan, harus menghormati hak privasi yang bersangkutan (pemilik rekening)
dan ada juga kerahasiaan perbankan yang terkait masalah
itu yang tidak bisa dipublikasikan secara luas, ujar Boy.
Selain itu, Boy menyatakan,
dari hasil penelusuran yang dilakukan, tak ada transaksi yang

melanggar hukum dari 17 rekening tersebut. Menurutnya hasil penyelidikan atas rekeningrekening tersebut juga telah
diberikan PPATK sebagai bukti
bahwa tak ada yang salah dalam
rekening-rekening tersebut.
Jadi, terkait masalah telah
dilakukan langkah-langkah
terhadap hasil analisis itu dan
sementara belum ditemukan
unsur perbuatan melawan
hukum. Itu juga kesimpulan
yang telah disampaikan ke
PPATK, paparnya.
jenri

Sambungan Dari halaman1............DPRD


Aliman mengatakan demokrat partai terbesar yang menyusulkan dan memilih Prijanto
menjadi wakil gubernur yang
telah dilantik dan di sumpah
bersedia mengemban tugas
dan amanah sebagai Wagub.
Alasan yang disampaikan juga
tidak dapat diterima, karena
tidak mempertimbangkan aspek kepentingan masyarakat.
Selain itu, Anggota Fraksi
Golkar DPRD DKI Jakarta,
H.Priya Ramadhani,SH, dalam
interupsi menanyakan sampai
kapan paripurna akan berjalan
kalau kalau ditunda terus, karena masih banyak tugas lain
yang harus diselesaikan.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto,
dalam interupsi meminta waktu untuk membacakan alasannya sesuai agenda rapat,Diky
Chandra saja diberi kesempatan untuk membacakan ala-

sannya, padahal sama-sama


dalam rapat paripurna, Cuma
yang ini di Garut, tetapi masih
di Indonesia dan presidennya
masih SBY, apa bedanya, kata
Prijanto.
Walaupun banyak interupsi dari anggota DPRD DKI
Jakarta, tidak membuat luluh,
bahkan Ferrial Sofyan menunjukan penguasa untuk menunda paripurna dalam waktu
yang tidak ditentukan lantaran
tidak kuorum. Padahal ruang
paripurna cukup nyaman dan
mahal, walaupun dilihat biasa
saja. Apalagi nanti jika gedung
baru DPRD DKI Jakarta seharga
Rp.540 miliar selesai ditambah
dengan jembatan penghubung
dari gedung baru ke gedung
lama seharga Rp.100 miliar,
lengkap sudah kemewahan,
kemegahan dan kekosongan
gedung DPRD DKI Jakarta.
nrm

12

ANDA PUNYA BAKAT JURNALIS?

nEDISI: 022/Thn I/Senin 30 Januari - 12 Februari 2012

Informasi Aspirasi Rakyat

Hal 12

Senin 30 Januari - 12 Februari 2012

membuka peluang anda menjadi jurnalis sejati. kirimkan biodata anda


ke Alamat Redaksi atau hubungi Telp: 021-3190 2301, 0813 1533 8511

Proyek Rehabilitasi Jalan Rp22.871.800.000,Habis Ditelan

KPK Segera Seret Gubernur


Jabar Bersama Pejabat Dinas
Bina Marga Jabar Ke Penjara

BANDUNG, Metropolitan Pos,

PK segera seret ke penjara Gubernur Jawa


Barat, Ahmat Heriwan
bersama Kepala Dinas Bina
Marga Balai Pengelolaan
Jalan Wilayah Pelayanan III
Jawa Barat, Bambang Nugroho SE MM, Ketua lelang pengadaan barang / jasa pemerintah dan rekanan pelaksana
PT Anten Asri Perkasa serta
konsultan pengawas.
Pasalnya, proyek rehabilitasi jalan
Banjaran Pangalengan Propinsi Jawa
Barat dalam APBD tahun 2011 sebesar
Rp22.871.800.000,-dikerjakan asal jadi
dan kelihatan amburadul. Dalam hal ini
Kepala Dinas Bina Marga Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan III Jawa
Barat, Bambang Nugroho SE MM, Ketua
lelang pengadaan barang / jasa pemerintah dan rekanan pelaksana PT Anten
Asri Perkasa serta konsultan pengawas
segera di seret Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) ke penjara.
Pejabat dan rekanan tersebut diduga
korupsi rame rame dan habis ditelan
uang Negara dalam APBD tahun 2011
sebesar Rp22.871.800.000,-.

Pasalnya, proyek rehabilitasi jalan Banjaran Pangalengan dengan anggaran APBD


tahun 2011 sebesar Rp22.871.800.000,dikerjakan tidak beres, dimana pelaksanaan proyek tersebut dikerjakan tidak
sesuai volume dan kualitas seratus persen, serta ketebalan hotmix, pada hal sudah ditagih seratus persen oleh rekanan
pelaksana. Anehnya lagi penimbunan penahanan tanggul tebing disamping jalan
dikerjakan hanya seluas kurang lebih 3
meter persegi.
Berdasarkan data bahwa pekerjaan proyek tersebut harus dikerjakan sepanjang 16 Km dengan biaya
Rp22.871.800.000,-harga
penawaran
sebesar Rp19.210.503.117,-sesuai kontrak kerja mulai tanggal 20 Mei 2011
sampai 16 Desember 2011 dengan masa
pelaksanaan 210 hari kalender dan masa
pemeliharaan 180 hari kalender dimulai
tanggal 16 Desember 2011 lalu.
Proyek rehabilitasi jalan Banjaran
Pangalengan Propinsi Jawa Barat tersebut belum ada setahun sudah rusak
parah dan kelupas aspalnya, retak retak serta berlobang kembali, sehingga
menimbulkan ke rawanan tarnsportasi
lalulintas jalan raya.
Selain itu juga, di papan proyek tidak
disebutkan pelaksana pengawas konsultan proyek, sengaja digelapkan oleh
pejabat dan rekanan tersebut.
Hal ini tidak sesuai mekanisme Perpres No 54 tahun 2010 tentang pen-

gadaan barang/ jasa pemerintah dan


fakta integritas yang sudah ditanda tangani dan di sepakati bersama.
Surat pertanggungjawaban (SPJ) dan
laporan pertanggungjawaban (LPJ) diduga
direkayasa dan dimanipulasi baik kwitansi
penagihan. Pada hal pekerjaan proyek rehabiliatsi jalan Banjaran Pangalengan Propinsi
Jawa Barat dilapangan tidak sesuai biaya
APBD tahun 2011 yang ada di data billy
quantity yang sudah disetujui dalam tender.
Sesuai surat konfirmasi Metropolitan Pos tentang proyek rehabilitasi jalan
Banjaran Pangalengan Jawa Barat dalam
APBD tahun 2011, dikerjakan tidak sesuai
bestek, yang sudah dikirim ke Dinas Bina
Marga Balai Pengelolaan Jalan Wilayah
Pelayanan III Propinsi Jawa Barat, pada
tanggal 19 Desember 2011 surat pertama
dengan No.046/SK/KB-MP/XII/2011 dan
surat ke dua tanggal 27 Desember 2011
dengan No.046.1/SK/KB-MP/XII/2011.
Menurut surat jawaban tanggal 30
Desember 2011 dengan No. 046.1/2456/
BPJ.W.III/2011, Kepala Dinas Bina Marga
Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan
III Propinsi Jawa Barat, Bambang Nugroho,
SE MM, menyebutkan bahwa pelaksanaan proyek tersebut sudah sesuai mekanisme Perpres No 54 tahun 2010 tentang
pengadaan barang / jasa pemerintah, dan
semua pekerjaan sesuai prosedur dan perhitungan yang telah dianalisa dengan kebutuhan volume dilapangan, dan tidak ada
pekerjaan asal asalan. q Laia/Saragih

Dite: Pemda Harus Lebih Profesional


dan Transparan
Jakarta, Metropolitan Pos

Mengakhiri APBD tahun 2011 bagi Komisi


C DPRD DKI Jakarta,
mempunyai
catatan tersendiri, seperti diungkapkan
Anggota Komisi C
DPRD DKI Jakarta,
Dite
Abimanyu.
AK,MM, tidak ada
yang menjadi perhatiankhusus, karena
komisi C hanya sebagai
komisi penerimaan, tidak
ada masalah, hanya reklame
dan perparkiran di Jakarta

yang belum sempurna dijalankan, terutama sudah


diberlakukannya
system online. Alangkah
naifnya kalau perparkiran di Jakarta
tidak tercapai.
Dite
mengatakan reklame lebih
ditekankan kepada
aturan pajak, karena
pajak sebagai penyelenggaraan reklame,
tetapi sebelumnya ada
BPKD, P2B dan Tata Ruang.
Konon masih banyak reklame
yang tidak di pajak, karena

habis masa berlakunya dan


illegal, hal ini terkait dengan
BPKD, Tata Ruang dan P2B, sehingga perlu Perda satu atap.
Menurut Dite, yang paling konkrit dalam pengatur
reklame adalah Perda, bahkan instansi terkait diundang
ke Komisi C tidak pernah
hadir,hanya orang lapis ketiga yang hadir, seperti Kasi,
kata Dite.
Memasuki tahun 2012,
menurut Dite, awal bagi obligasi untuk membangun kota
Jakarta, tetapi jangan dilihat
dari sisi buruknya, karena

ini barang baru pertama di


Indonesia, mungkin dalam
waktu pendek masih banyak
kekurangan, tetapi masuk ke
APBD agar tidak ada anggaran non budjeter.
Ke depan Dite mengatakan agar Pemda lebih meningkatkan performan keuangan, lebih transparan dan
professional,karena
akan
membantu untuk pembiayaan pembangunan,saya
yang selalu mendukung obligasi masuk dalam program
Pemda DKI Jakarta, tambah
Dite. q nrm

LSM Desak Polisi


Lakukan Pemeriksaan
PONTIANAK, Metropolitan
Pos

LSM Desak Polisi Lakukan


Pemeriksaan Tanah Milik
Warisan di Desa
Simpang Simadam
Kota Cane Jakarta,
Metropolitan Pos,
Lembaga
Swadaya Masyarakat
(LSM) Investigasi
Fakta
Hukum,
mendesak Polisi
segera melakukan pemeriksaan
tanah milik warisan di desa
Simpang Simadam, dengan
luas 7000 meter persegi.
Kepemilikan tanah tersebut adalah milik almarhum
Keberia Boru Sinaga (op Anto
Siahaan) yang sudah diahli
wariskan ke anaknya dengan
enam bersaudara.
Sekretaris Jenderal LSM Investigasi Fakta Hukum, Berlin
Siahaan, meminta Polisi agar
melakukan pemeriksaan atas
tanah yang dijual tidak sah
dengan harga Rp45 juta, karena tanah tersebut dijual sepihak tanpa disetujui ahli waris
lainnya.
Kronologis kepemilikan,
tanah, adalah Almarhum Keberia Boru Sinaga (Op. Anto
Siahaan) dengan enam bersaudara, salah satu dari enam
bersaudara telah menjual
tanah tersebut ke pembeli,
Rajin Marpaung, dan di saksikan Kornelius Sinaga, guru SD
01 Desa Simpang Simadam,
Pinggir Gunung Bukit Barisan,
Kota Cane, Aceh Tenggara,
dengan harga Rp45 juta.

Hj. Rany Mauliani

Berlin Siahaan, Sekertaris


Jenderal LSM Investigasi Fakta
Hukum, kepada Metropolitan
Pos, mengatakan, tanah kebun
seluas 7000 meter yang sudah dijual dengan harga
Rp45 juta tersebut
akan dituntut kembali, karena tidak
diketahui dan disetujui oleh pihak
ahli waris dari lima
bersaudara lagi untuk dijual.
Saya sendiri anak paling
pertama dari enam bersaudara, saya berhak menuntutnya lewat jalur hukum, karena saya tidak pernah menjual
tanah atau mengetahui tanah
saya dijual dengan harga
Rp45 juta tegas, Berlin.
Tanah tersebut dijual
tanpa di setujui dan disepakati dari lima bersaudara lagi
yang sudah di ahli wariskan
oleh almarhum tersebut.
Dalam hal ini dari pihak
keluarga ahli waris Op. Anto
Siahaan akan menuntut tanah tersebut kepada pembeli,
Rajin Marpaung, lewat jalur
hukum kalau tidak dikembalikan tanah tersebut.
Menurut, Pakar Hukum,
Poltak Siringo ringo SH MH,
mengatakan, kalau ada menjual tanah apalagi tanah tersebut sudah di ahli wariskan,lalu
dijual tanpa sepengetahuan
atau di setujui dari beberapa
ahli waris keluarga, berarti tanah tersebut dijual tidak sah,
dan pembelinya dapat dituntut dimuka pengadilan. q tim

Tindak Tegas Oknum


Pungli Sekolah
Jakarta, Metropolitan Pos

Pecanangan wajib belajar 12 tahun oleh Gubernur DKI


Jakarta, harus disambut dengan
positif, asalkan Pemda benarbenar dapat mengakomodir
masyarakat Jakarta, khususnya anak-anak yang memang
dalam usia sekolah yang sebelumnya diwajibkan 9 tahun.
Wajib belajar 12 tahun
sangat baik, karena anak-anak
sebagai calon penerus bangsa
yang akan memperjuangkan
dan meneruskan kehidupan
dikemudian hari.
Hal ini diungkapkan Anggota komisi E DPRD DKI Jakarta, Hj.Rany Mauliani, saat
dijumpai di ruang Fraksi
Gerinrda DPRD DKI Jakarta.
Menurutnya wajib belajar
hingga jenjang SMA perlu
dicermati menyangkut anggaran APBD yang jumlahnya
tidak sedikit.
Rany mengatakan harus
diimbangi hasil kinerja yang
baik dari Pemda, terutama
Dinas Pendidikan DKI Jakarta,
bahwa untuk biaya yang diambil dari APBD untuk subsidi di
bidang pendidikan harus benar-benar dimanfaatkan untuk pendidikan anak bangsa.
Menurut Rany, perlu ditelusuri mekanisme inplementasinya agar masyarakat Ja-

karta yang tidak mampu dan


berhak
mendapatkannya,
apabila dipersulit maupun di
ganggu oleh pihak-pihak yang
mempunyai kepentingan lain.
Target sasaran utama adalah
anak-anak tidak perlu kesulitan
lagi ketika ingin masuk ke jenjang SMA, sehingga taraf hidup
masyarakat Jakarta lebih baik.
Menanggapi pungli terhadap orangtua murid di SDN
Ceger 02 Pagi, Cipayung, Jakarta Timur, sebesar Rp.150
ribu untuk pembangunan laboratorium komputer, menurut Rany, Komisi E DPRD
Jakarta, akan menelusuri dugaan pungli,kami juga membutuhkan informasi yang terpaercaya mengenai issue atau
rumor, kata Rany.
Rany Mauliani meminta kepada orangtua murid
yang merasa terganggu dapat memberikan informasi
dengan bukti yang dapat
dipercaya,saya sebagai wakil
dari fraksi gerindra siapmendampingi untuk melihat dan
turun ke sekolah untuk mengakomodir keresahan orangtua murid, kalau memang
terjadi pelanggaran akan saya
kawal proses penindaklanjuti
yang sepantasnya dilakukan
para oknum di sekolah tersebut, tambah Rany. q nrm