Anda di halaman 1dari 14

PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN

BAB. IV. RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN SANITASI

4.1.

Visi dan Misi Sanitasi Kabupaten Pasaman


Visi sanitasi merupakan cara pandang ke masa depan tentang gambaran
kondisi Sanitasi Kabupaten Pasaman saat ini. Penetapan Visi Sanitasi
Kabupaten Pasaman sangat penting sebagai arah pelaksanaan tugas yang
diemban oleh seluruh pemangku kepentingan sektor sanitasi Kabupaten
Pasaman.
Visi Sanitasi Kabupaten Pasaman disusun sebagai berikut :
TERWUJUDNYA KONDISI SANITASI KABUPATEN PASAMAN YANG
BERKUALITAS DAN MASYARAKAT YANG BERPERILAKU BERSIH
Visi di atas merupakan suatu keadaan yang ingin dicapai di masa yang akan
datang secara mandiri melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara
sinergis antar SKPD yang terkait secara langsung maupun tidak langsung
dalam pengelolaan sanitasi kota.
Misi Sanitasi Kabupaten Pasaman
Untuk mewujudkan Visi yang telah dikemukakan di atas haruslah
dirumuskan lebih lanjut dalam Misi yang lebih terukur, obyektif dan spesifik.
Misi merupakan pernyataan yang memberikan tujuan dan sasaran yang ingin
dicapai oleh seluruh pemangku kepentingan sanitasi Kabupaten Pasaman.
Adapun misi pembangunan sanitasi Kabupaten Pasaman adalah sebagai
berikut:
1.

Mewujudkan sistem pelayanan pengelolaan persampahan secara


menyeluruh dan berkelanjutan.

2.

Mewujudkan sistem pelayanan pengelolaan air limbah permukiman


yang terjangkau oleh masyarakat.

3.

Mewujudkan

pengelolaan

drainase

secara

terintegrasi

dan

berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pasaman

II.1

PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN

4.

Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam Perilaku Hidup Bersih dan


Sehat (PHBS).

5.

Mewujudkan partisipasi masyarakat dan swasta dalam pengelolaan


sanitasi.

6.

Mewujudkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana sanitasi yang


dapat menciptakan lingkungan yang hijau, bersih dan sehat.

7.

Meningkatkan

peraturan

daerah

dan

peraturan

bupati

dalam

peningkatan standar pelayanan bidang sanitasi.


8.

Mengoptimalkan pelayanan

penyediaan air bersih yang dapat

memenuhi kebutuhan masyarakat secara kuantitas, kualitas dan


kontinuitas sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 492 Tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air
minum.
4.2.

Strategi Penanganan Sanitasi Kabupaten


Kebijakan sanitasi di lingkungan Kabupaten Pasaman dirangkum dari
beberapa rencana pembangunan seperti yang tertuang dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah maupun Rencana Tata
Ruang dan Wilayah (RTRW). Permasalahan sanitasi Kabupaten Pasaman
telah tersirat dalam misi ketujuh dari tujuh misi RPJMD Kabupaten Pasaman
2011 2015 yang berbunyi:
Misi 7 : Meningkatkan Infrastruktur dan Fasilitas Umum
Diantara

prasyarat

untuk

percepatan

pertumbuhan

ekonomi,

infrastruktur sangat diperlukan. Sementara untuk terpenuhinya pelayanan


kepada masyarakat, maka fasilitas umum harus diberikan perhatian utama.
Dalam rangka mewujudkan hal tersebut beberapa upaya yang akan dilakukan
adalah sebagai berikut :
1. Percepatan pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana bagi
wilayah perbatasan, terisolasi dan tertinggal.
2. Peningkatan

pembangunan

infrastruktur

pendukung

sektor

perhubungan.
3. Pengembangan infrastruktur jalur-jalur transportasi alternative.
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pasaman

II.2

PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN

4. Peningkatan infrastruktur dasar permukiman dan pelayanan umum


5. Pengembangan dan penelitian infrastruktur.
6. Peningkatan fasilitas umum, terutama untuk pelayanan kesehatan
masyarakat.
Untuk mewujudkan sasaran sebagaimana tersebut diatas maka
dirumuskan strategi peningkatan kualitas sanitasi Kabupaten Pasaman yang
meliputi kebijakan di lima aspek, yaitu kebijakan yang meliputi :
1.

Penguatan kelembagaan dan kapasitas personil pengelolaan sanitasi.

2.

Pengembangan perangkat peraturan perundangan.

3.

Peningkatan akses pelayanan sanitasi.

4.

Peningkatan

peran

serta

masyarakat

dalam

penyelenggaraan

pengembangan sistem sanitasi.


5.

Peningkatan dan pengembangan alternatif pembiayaan/ pendanaan


pembangunan sarana dan prasarana sanitasi Kabupaten Pasaman.

4.3.

Rencana Peningkatan Pengelolaan Limbah Cair.

Tabel 4.1. Proyeksi Kebutuhan Sarana Sanitasi Kabupaten Pasaman

No.

Kecamatan

Jumlah
Penduduk
(jiwa)

Tigo Nagari

23.264

Bonjol

23.266

Simpang Alahan Mati

10.634

Lubuk Sikaping

44.175

Dua Koto

24.685

Panti

35.657

Padang Gelugur

21.506

Rao

22.300

Rao Utara

10.234

10

Rao Selatan

21.814

11

Mapat Tunggul

8.931

12

Mapat Tunggul Selatan

8.630

Jumlah

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pasaman

Cakupan
Pelayanan
Jiwa

Prasarana dan Sarana yang


ada
Jamban
Keluarga (unit)

MCK
(unit)

255.186

II.3

PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN

Tabel 4.2. Rincian Program Sektor air limbah/sanitasi


No.

Aspek Pengelolaan Air Limbah

Kondisi saat ini (2011)

Kondisi Akhir PJM (2015)

A.

Kelembagaan
Dinas Pekerjaan Umum
Peraturan Daerah
Kabupaten Pasaman
Nomor 22 Tahun 2007
tentang Pembentukan
Organisasi dan Tata Kerja
Lembaga Teknis Daerah

Dinas Pekerjaan Umum

15 orang

20 orang

Tidak ada sistem on site

Terbangunnya sistem
sanitasi on site

- MCK

Masih ada masyarakat


yang melakukan aktivitas
MCK di aliran sungai

Tersedianya MCK umum

- Jamban keluarga dan septic tank/ cubluk

Belum semua penduduk


memiliki jamban keluarga

Meningkatnya ketersediaan
jamban keluarga

- Septic tank communal

Tidak ada septic tank


communal

Terbangunnya septic tank


communal

- Truk tinja

Tidak ada truk tinja

Tersedianya Truk Tinja

- IPLT

Tidak tersedia IPLT

Terbangunnya IPLT

- Jamban keluarga

Masih rendahnya kualitas


jamban keluarga

Meningkatnya kualitas
jamban keluarga

- MCK

Masih rendahnya mutu


MCK

Meningkatnya mutu MCK

- Truk tinja

Pengadaan truk tinja

- IPLT

Pembangunan IPLT

- Truk tinja

Operasional Truk Tinja

- IPLT

Operasional IPLT

Sistem Off site Sanitation

Pembangunan sistem off


site sanitation

- Bentuk institusi
- Dasar hukum pembentukan institusi

- SDM
B

Teknik Operasional

1.

Sanitasi Sistem On-site

1.a.

Pembangunan baru

- PS Sanitasi berbasis masyarakat

1.b.

1.c

2.

Rehabilitasi dan peningkatan fasilitas

Operasional dan Pemeliharaan

Pembiayaan
- Sumber dan Sistem pembiayaan

APBD, APBD N

APBN, APBD I, APBD II

- Alokasi APBD
- Tarif Retribusi
- Mekanisme penarikan retribusi
- Realisasi penarikan retribusi

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pasaman

II.4

PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN

No.

Aspek Pengelolaan Air Limbah

Peraturan Perundangan

Kondisi saat ini (2011)

Kondisi Akhir PJM (2015)

- Kelayakan pakai
- Penerapan sanksi
E.

Peran serta masyarakat dan swasta


- Penyuluhan
- Keterlibatan swasta
- Partisipasi aktif masyarakat

Tabel 4.3. Usulan Kegiatan yang berkaitan dengan RPIJM Bidang Cipta Karya pada tahun
2010 dengan dukungan pembiayaan dari pusat (APBN)
Sumber Pendanaan x Rp. 1.000,NO

1
1
1.c

APBN

Output/ Sub-output

2
PEMBINAAN PENYELENGGARAAN BIDANG
PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN

Rp. Murni

PLN

APBD
Prov.

APBD
Kab./
Kota

PDAM/
Swasta
/ Masy

10

11

Tahun
Pelak
sanaan
12

RENCANA INDUK DAN PRA STUDI KELAYAKAN


BIDANG PLP
Penyusunan Rencana Induk dan Pra Studi Kelayakan
Bidang PLP
- Penyusunan Master Plan Air Limbah

700.000

- Penyusunan AMDAL Pembangunan PS Air Limbah

2013

2013

70.000

INFRASTRUKTUR AIR LIMBAH


INFRASTRUKTUR AIR LIMBAH DENGAN
2.b.
SISTEM SETEMPAT DAN SISTEM KOMUNAL
Pembangunan/ Peningkatan Infrastruktur Air
Limbah

1.600.000

2013
s/d
2016

Sistem Setempat/ Komunal (Pembangunan


Sanimas)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pasaman

II.5

PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN

4.4.

Rencana Peningkatan Pengelolaan Sampah (Limbah Padat).


Tujuan utama penyaluran limbah adalah untuk meningkatkan kualitas
kesehatan masyarakat melalui aspek kesehatan lingkungan. Rencana penyaluran air
limbah untuk tiap kecamatan akan berbeda sesuai dengan tingkat perkembangan
kekotaan masing-masing kecamatan.
Pokok-pokok rencana penyaluran air limbah antara lain adalah sebagai berikut:
1. Pengawasan IPAL RSUD dan industri kalau ada.
2. Pembangunan MCK umum untuk wilayah untuk wilayah perdesaan yang langka
akan ketersediaan air bersih.
3. Peningkatan penyuluhan masyarakat untuk membangun MCK pribadi sehingga
pembuangan kebadan-badan air, saluran irigasi dan drainase dapat di kurangi.
4. Peningkatan sistem saluran pembuangan air kotor wilayah dan pipa-pipa
penyalur serta pembangunan sistem baru pada wilayah-wilayah yang baru yang
berkembang.
5. Pembangunan kawasan perumahan baru, baik yang dikelola pemerintah
maupun swasta harus disertai dengan saluran pembuangan air limbah.
6. Adanya peraturan dan ketegasan dari aparatur pemerintah untuk menindak
tegas kegiatan yang membuang limbahnya ke badan air supaya tidak terjadi
pencemaran yang akan menurunkan kualitas air.
Semakin berkembang suatu kawasan, maka akan semakin besar volume
sampah yang dihasilkan. Apabila volume sampah tersebut tidak ditangani, maka
akan menjadi persoalan serius, terutama berdampak terhadap kualitas lingkungan.
Permasalahan sampah di Wilayah Kabupaten Pasaman ini sudah mulai terasa,
terutama pada kawasan perkotaan seperti: Lubuk Sikaping, Panti dan kota-kota kecil
lainnya. Volume sampah yang dihasilkan dari kawasan perkotaan tersebut sudah
mulai relatif besar, sedangkan kemampuan pelayanannya masih relatif kecil.
Akibatnya banyak sampah-sampah, terutama sampah yang dihasilkan oleh rumah
tangga yang dibuang kesaluran-saluran drainase yang berdampak terhadap
penyumbatan saluran, sehingga bisa menimbulkan genangan.
Pengelolaan persampahan yang telah dilakukan di Wilayah Kabupaten
Pasaman baru terbatas pada Kota Lubuk Sikaping, yang hanya mampu melayani 42
m/hari. Sedangkan volume sampah yang ada saat ini mencapai 58 m/hari.
Volume sampah yang dihasilkan di wilayah Kabupaten Pasaman ini akan semakin

besar sampai dengan akhir tahun perencanaan, diperkirakan mencapai 1.251.117


Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pasaman
II.6

PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN

liter/hari atau 1.251,117 m3/hari. Untuk itu diperlukan pengelolaan yang cukup
serius.
Dalam hal pelayanan sampah yang telah mampu dilayani, saat ini baru tersedia
sarana persampahan berupa: TPS & Kontainer 19 unit dengan Kapasitas 42 m, 4
unit Truk, satu unit Doser, 16 Gerobak Dompeng, 9 unit Gerobak Dorong, dengan
tenaga Kerja yang terserap baru berjumlah 58 orang. Bentuk pelayanan yang
dilakukan hanya pada hari pasar/pekan.
Dalam hal penyediaan lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA), saat
ini sudah disediakan 2 (dua) lokasi yaitu:
1.

TPA Koto Tengah Nagari Tanjung Beringin Kecamatan Lubuk Sikaping,


dikhususkan bagi sampah yang dihasilkan pada bagian Selatan meliputi: Lubuk
Sikaping, Bonjol dan daerah sekitarnya. Luas yang direncanakan pada TPA ini
seluas 4 Ha, yang saat ini baru dibangun 1,25 Ha.

2.

TPA yang berlokasi di Ampang Gadang Kecamatan Panti seluas 5 Ha. Bentuk
pengelolaan sampah pada lokasi ini dalam bentu sanitary land fill. Lokasi ini
diperuntukan bagi sampah wilayah Pasaman bagian Utara, meliputi: Tapus,
Panti, Rao dan sekitarnya. Lokasi TPA masih dalam tahap perencanaan.
Permasalahan persampahan saat ini, masih terdapat tumpang tindih

kewenangan dalam pengelolaannya, seperti: pengelolaan oleh Dinas Perindustrian


dan Koperasi, sedang-kan pengangkutannya oleh Lingkungan Hidup. Untuk itu
diperlukan ketegasan dan kejelasan kewenangan pengelolaannya.
Dalam rangka pelayanan penanganan sampah, volume sampah yang
dihasilkan di wilayah Kabupaten Pasaman dapat diperkirakan. Berdasarkan jumlah
penduduk sampai akhir tahun perencanaan dan standar produksi sampah setiap
jiwa 2,5 liter/hari. Volume sampah yang dihasilkan pada tahun 2030 dapat
diperlihatkan seperti pada Tabel 4.4.

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pasaman

II.7

PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN

Tabel 4.4. Perkiraan Volume Sampah Dan Kebutuhan Fasilitas Di Kabupaten Pasaman
Tahun 2010 2030

No.

Jenis
Kebutuhan

Standar

1.

Domestik

2,5 liter/orang/hari

2.

Non
Domestik

20% dari domestik

Jumlah (liter/hari)

Jumlah (liter/hari)
2010

2015

688.955

766.765

137.791

153.353

826.746

920.118

Fasilitas Persampahan
1.

Tong Sampah

2.

Gerobak
Sampah

3.

Container

4.

Truk Sampah

1 unit/KK

2020

2025

2030

854.615

953.893

1.042.598

170.923

190.779

208.520

1.025.538

1.144.671

1.251.117

Jumlah (Unit)
55.116

61.341

68.369

76.311

83.408

1 unit untuk 200 KK

276

307

342

382

417

1 unit untuk 500 KK

110

123

137

153

167

1 unit untuk 1000 KK

55

61

68

76

1.251

Sumber : Hasil rencana, tahun 2009.

Guna mengatasi peningkatan produksi sampah tersebut, diperlukan organisasi


pengelolaan yang baik. Peran pemerintah dalam penanganan sampah ini sangat
besar, selain diperlukan organisasi pengelola, juga fasilitas-fasilitas yang dapat
digunakan dalam penanganan sampah harus tersedia. Selain dari itu, kesadaran
masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan perlu ditingkatkan.
Pengelolaan persampahan diarahkan pada pencapaian tujuan agar setiap kota
kecamatan pada akhir tahun 2030 telah mampu mengelola sampah perkotaannya di
bawah suatu organisasi pengelolaan yang teratur. Prioritas penanganan sampah
perkotaan adalah kawasan perdagangan (komersil) dan perumahan padat. Adapun
pokok-pokok perencanaan adalah sebagai berikut :
1. Pengembangan sistem persampahan yang ada saat ini belum efektif. Pelayanan
yang relatif baik baru dilakukan di Kota Lubuk Sikaping. Sedangkan pada
tempat-tempat lain, hanya dilakukan pada hari pekan.
2. Untuk setiap wilayah perkotaan perlu dikembangkan suatu

program

pengembang-an pelayanan mulai dari pengumpulan, transfer, pengangkutan


sampah dan alokasi tempat pembuangan akhir serta sistem pengolahannya.
3. Pelaksanaan secara aktif berupa peningkatan manajemen teknis dan
administratif dari organisasi pelayanan persampahan di Kabupaten Pasaman.

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pasaman

II.8

PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN

4. Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya manajemen persampahan


yang layak, yaitu sosialisasi menjaga kebersihan bersama, penyuluhan secara
teratur dan penyediaan tempat-tempat pembuangan sampah.
5. Pembangunan TPS dan TPA

4.5.

Rencana Peningkatan Pengelolaan Saluran Drainase Lingkungan.


Umumnya jaringan drainase di Kabupaten Pasaman merupakan sistem
drainase tercampur, dimana limpasan air hujan dan air limbah domestik dialirkan
dalam satu saluran dan sebagian mengandalkan drainase alam yaitu dengan
memanfaatkan sungai-sungai yang mengalir di wilayah Kabupaten Pasaman. Sistim
drainase tertutup hanya terdapat pada jaringan jalan utama sedangkan untuk
lingkungan perumahan dan permukiman sebagian besar belum memiliki drainase.
Penataan drainase yang ada masih belum optimal karena seringnya terjadi
genangan akibat endapan lumpur, sedimentasi dan hambatan sampah. Gempa bumi,
longsor dan banjir juga mengakibatkan kerusakan prasarana drainase yang ada
sehingga tidak dapat berfungsi optimal.
Pertumbuhan penduduk dan kepadatan penduduk pada kawasan terbangun
menimbulkan tekanan ruang dan lingkungan, sehingga mengurangi daya serap
tanah untuk menahan air hujan. Kelebihan air akan membuat ketinggian muka air
bertambah dan bertambahnya debit sungai yang mengakibatkan daya tampung
sungai dan saluran drainase tidak mencukupi sehingga air meluap dan menimbulkan
genangan/ banjir. Di kawasan permukiman umumnya masyarakat membuat sendiri
saluran drainase yang juga berfungsi untuk pembuangan air kotor dengan kondisi
drainase alami atau tidak permanen.

4.6.

Rencana Pembangunan Penyediaan Air Minum.


Pelayanan air bersih yang telah dilakukan oleh PDAM Kabupaten Pasaman
saat ini meliputi 7 (tujuh) kota ibukota kecamatan. Pelayanan air bersih yang sudah
dapat diberikan sampai dengan tahun 2008 sebanyak 12.083 pelanggan dengan total
pemakaian air di tahun 2008 sebanyak 1.214.909 m.
Selain dilayani pasokan air bersih dari PDAM, kebutuhan air bersih
khususnya bagi masyarakat perdesaan dilayani juga oleh pasokan air besih yang
dibangun oleh Dinas Kesehatan dengan sumber dana berasal dari Bank Dunia

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pasaman

II.9

PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN

(WS/LIC). Wilayah yang telah dilayani oleh air bersih WS/LIC, berikut tahun
pembangunannya dapat dilihat pada Tabel 4.4. Dengan adanya penyediaan air
bersih tersebut, beban pelayanan yang dilakukan oleh PDAM dapat dikurangi.
Seiring dengan perkembangan penduduk dengan berbagai aktivitasnya,
kebutuhan akan air bersih ini juga akan mengalami peningkatan. Berdasarkan
perkiraan, kebutuhan air bersih per hari, pada tahun 2030 mempunyai tingkat
kebutuhan sebesar 69.671.578 liter/hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut,
debit air bersih yang harus disediakan sebesar 806

liter/detik. Selengkapnya

mengenai perkiraan kebutuhan air bersih yang diperlukan untuk kebutuhan


domistik di wilayah Kebupaten Pasaman hingga akhir tahun perencanaan seperti
terlihat pada Tabel 4.5.
Upaya pengembangan pelayanan air bersih di Kabupaten Pasaman
didasarkan target nasional, yaitu mampu melayani 80% masyarakat perkotaan dan
60% masyarakat perdesaan. Target tersebut dapat ditindaklanjuti agar semua
kecamatan memiliki penyediaan air bersih dengan sistem perpipaan pada tahun
2030. Prinsip pengembangan yang dilakukan adalah penyediaan air bersih secara
terpadu, yaitu dalam bentuk pengembangan yang ditujukan untuk konservasi
sumber daya air dan pengembangan sistem penyediaan, baik untuk kawasan
perkotaan maupun pedesaan. Pokok-pokok pengembangannya adalah :
1.

Konservasi daerah sumber air yang dimanfaatkan untuk penyediaan air bersih
penduduk, sehingga pemanfaatan air permukaan oleh masyarakat dapat
terjamin kualitas dan kuantitasnya dan tidak menggunakan air tanah dalam
untuk kebutuhannya.

2.

Perencanaan dan pengelolaan sumber daya air secara aktif, sehingga kebutuhan
air bersih bagi berbagai kegiatan masyarakat dapat terjamin kelangsungannya.

3.

Sumber mata air yang dimanfaatkan sebagai air bersih, agar selalu dipantau
secara cermat, baik dalam hal kuantitas maupun kualitasnya, karena seringkali
sumber mata air tercemar oleh kegiatan yang berada didaerah hulunya.

4.

Peningkatan sistem air bersih pedesaan yang ada serta pembangunan sistem
baru dengan diprioritaskan pada daerah yang mempunyai potensial
berkembang

5.

Penambahan kran umum dengan prioritas pelayanan pada daerah yang tingkat
ekonomi masyarakatnya kurang berkembang.

6.

Rencana penyediaan air bersih dalam jangka pendek atau secepatnya harus
dilakukan adalah revitalisasi air bersih Kota Lubuk Sikaping, Panti dan Rao.

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pasaman

II.10

PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN

7.

Pengembangan MCK umum.

Tabel 4.4. Wilayah Yang Telah Dilayani Air Bersih WS/LIC Di Wilayah Kabupaten
Pasaman.

No
1.

2.
3.

Kecamatan
Rao

Mapat Tunggul Selatan


Tigo Nagari

Daerah Pelayanan
Nagari
Tarung-tarung

IX Pancahan

2003

Tarung-tarung

2006

Kampung Tongan

2006

Langung

Lubuk Hijau

2003

Silayang

Silayang

2003

Muara Tais

Sibintayan

2005

Malampah

Bukit Lintang

2003

Siparayo

2004

Kampung Tabek

2004

Parit Batu

2004

Kajai

2004

Binjai

Padang Sawah

2004

Tanjung
Beringin

Muaro Manggung

2004

Sungai Pandahan

2005

Ladang Panjang

Parit Lubang

2003

Simpang

Simpang Hilie

2003

Muara Tais

Kp. Tangah Benai

2003

Kp. Tongah Makmur

2006

Ladang Panjang

4.

5.

Lubuk Sikaping

Mapat Tunggul

Jorong

Tahun
Pembangunan

Pintu Padang

Pintu Padang

6.

Padang Gelugur

Padang Gelugur

Makmur

2003

7.

Dua Koto

Cubadak

Air Mancur

2003

Bandar Mas

2005

Sentosa

2005

Hulu Pasaman

2006

Batang Tuhur

2006

Parit

2005

Kelabu

2005

Sei. Timaran

2004

Pinang Batupang

2004

Simpang Tonang
8.

Simpang Alahan Mati

Alahan Mati

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pasaman

II.11

PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN

9.

Rao Utara

Bukit Malintang

2005

Sundatar

Salibawan

2004

Langung

Langung

2005

Simamonen

2005

Ganting

2005

Sei. Raya/Belimbing
Koto Rajo

Rumbio

2005

10.

Rao Selatan

Tanjung Betung

Lubuk Layang

2005

11.

Panti

Panti

Kubu Padang
Barianmg

2005

Air Panjang

2003

Labuhan Jurung
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Tahun 2009

2005

Tabel 4.5. Rencana Kebutuhan Air Bersih Di Kabupaten Pasaman Tahun 2010 2030

No.

Jenis
Kebutuhan

Standar
Kebutuhan

1.

Rumah
(Domestik)

150

2.

Fasilitas
Sosial

3.

Fasilitas
Komersial

4.

Industri
Rumah
Tangga

Kebocoran

2010

2015

2020

2025

2030

31.002.975

34.504.425

38.457.675

42.925.163

46.916.888

5.167.162,50

5.750.737,50

6.409.612,50

7.154.193,75

7.819.481,25

1/12
kebutuhan
Domestik

2.583.581

2.875.369

3.204.806

3.577.097

3.909.741

10%
kebutuhan
Domestik

3.100.298

3.450.443

3.845.768

4.292.516

4.691.689

10.851.041

12.076.549

13.460.186

15.023.807

16.420.911

4.185.402

4.658.097

5.191.786

5.794.897

6.333.780

46.039.418

51.239.071

57.109.647

63.743.866

69.671.578

533

593

661

738

806

1/6 kebutuhan
Domestik

Jumlah (Liter/Hari)
5.

Kebutuhan (Liter/hari)

10% dari total


kebutuhan

Jumlah Total (Liter/Hari)


Debit yang dibutuhkan (liter/detik)

Sumber : Hasil Rencana, tahun 2009.

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pasaman

II.12

PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN

4.7.

Rencana Peningkatan Kampanye PHBS.


Rencana Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
yang sedang dan akan dilaksanakan sampai dengan berakhirnya Renstra
Dinas Kesehatan sebagai berikut :
1. Pengembangan Media Promosi dan Informasi Sadar Hidup Sehat :
a. Meningkatkan

pengetahuan

masyarakat

tentang

pesan-pesan

kesehatan melalui poster, billboard, leaflet dan radio spot;


2. Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat
a. Meningkatnya pelaksanaan pemberdayaan dan promosi kesehatan
kepada masyarakat
b. Persentase Rumah Tangga yang melaksanakan Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS) sebesar 72%;
c. Persentase Posyandu Mandiri sebesar 60%.
3. Peningkatan Kesehatan Masyarakat
a. Meningkatkan fungsi peran lintas program dan sektor;
b. Meningkatkan kinerja posyandu sehingga mampu mempertahankan
dan meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu dan anak dalam
rangka mempercepat penurunan AKI dan AKB;
c. Meningkatkan pengetahuan kader dan masyarakat tentang sistem
informasi posyandu;
4. Peningkatan Upaya Kesehatan Sekolah
a. Meningkatkan penjaringan kesehatan anak sekolah
5. Kunjungan Dokter Spesialis
a. Terlaksananya kunjungan oleh 5 spesialis dasar ke Puskesmas rawatan

Kegiatan Kegiatan Program yang akan dilaksanakan :


1. Pembinaan rumah tangga ber-PHBS di seluruh Kab. Pasaman
2. Penyebaran 10 Baliho tentang PHBS di seluruh Kab. Pasaman
3. Penyebaran 1500 poster tentang PHBS di setiap posyandu seluruh Kab.
Pasaman
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pasaman

II.13

PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN

4. Penyebaran Leaflet tentang PHBS pada masyarakat


5. Kampanye tentang PHBS di posyandu
6. Pembinaan UKS tentang PHBS di 136 sekolah
7. Hot spot talk show PHBS setiap bulan
8. Pemutaran Film tentang PHBS di Setiap Kecamatan.
9. Senam massal bersama Askes dalam menggiatkan salah satu indikator
PHBS yaitu melakukan salah satu aktifitas fisik.
10. Survey Cepat PHBS pada tatanan Rumah Tangga

3.9.

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pasaman

II.14