Anda di halaman 1dari 12

Pendiri

BERLIN SIAHAAN

Surat Kabar Umum


nEDISI: 024/Thn I/27 Februari - 11 Maret 2012

Pemimpin Redaksi
Jenri

nHarga: @Rp 3.500,-

Luar Jawa + Ongkos Kirim

Informasi Aspirasi Rakyat

E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

nEDISI: 024/Thn I/Senin 27 Februari - 11 Maret 2012

Jaksa Bermasalah Dapat


Promisi Kajati Kaltim

Hotline pasang iklan dan pengaduan kantor redaksi 021-3190 2301 / 0813 1533 8511

Penyidikan Korupsi KPU Karimun


Mengarah Perjalanan Fiktif

c
Selengkapnya ........Hal 7

Selebritis
Denada

Malam Pertama

c
Selengkapnya ........Hal 8

h
an Tana
a
d
a
g
n
e
r
p
KoruDpstai hun 2011 se0b0e,s-a
APB
0.000.0
Rp28.50u dibidik
perl
tigasinya

Jakarta, Metropolitan Pos

Ketua umum Partai Demokrat


Anas Urbaningrum tampaknya
makin tersudut, dengan beberapa pengakuan dari berbagai
pihak yang mengaku menerima
uang dari tim kemenangan Anas
dalam pemilihan ketua umum
Demokrat, di Bandung beberapa
waktu lalu.

Bersambung Hal 11
........Denada

BERSAKSI: Menteri Pemuda & Olahraga, Andi Mallarangeng saat memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan kasus Wisma Atlet dengan terdakwa M. Nazaruddin. Dalam kesaksianya Menpora mengatas bahwa Anas sering membicarakan proyek Wisma Atlet saat dirinya masih menjadi Anggota DPR-RI Komisi X. (INZET) Anas Urbaningrum.

Jakarta, Metropolitan Pos


Temuan adanya transaksi tidak wajar tidak
hanya terjadi pada rekening para perwira polisi.
Temuan rekening gendut juga terjadi di rekening sejumlah perwira Tentara Nasional Indonesia
(TNI).
Hal itu terungkap dalam rapat kerja antara
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dengan Komisi III Dewan Perwakilan
Rakyat, Senin (20/2/2012). Hadir dalam rapat
itu Ketua PPATK Muhammad Yusuf, Wakil Ketua
PPATK Agus Santoso, dan jajarannya.
Yusuf mengatakan, laporan hasil analisis (LHA)
PPATK terhadap rekening perwira TNI ini tidak
dapat diperlakukan sama dengan temuan serupa
di kepolisian. LHA tentang adanya transaksi tak
Bersambung Hal 11........Rekening

Pemda Tangerang Selatan Disorot

Warga Mempertanyakan
Perbaikan Jalan Asal Jadi
Tangerang, Metropolitan Pos,
Satu tahun kepemimpinan Walikota Tangerang
Selatan, Airin Rachmi Diany, banyak mendapat
sorotan dari warganya, karena banyaknya ruas
jalan yang rusak (berlobang) hal ini terungkap
dalam Musrembang (Musyawarah Rencana Pembangunan) tingkat Kecamatan seperti Kecamatan Setu pada 20/02/12 dan Kecamatan Ciputat,
Selasa,(21/02).
Dalam musrembang di Dua wilayah ini walikota
banyak dihujani kritikan dari warganya banyaknya
ruas jalan yang rusak terutama Jalan yang banyak
dilalui kendaraan salah satu warga yang merupakan ketua RW 03 Ali Akbar yang tinggal dikelurahan serua sangat vokal dalam menyuarakan keluhan
Bersambung Hal 11........Perbaikan Jalan

es
erita Inv

Anas Makin Tersudut

Jakarta, Metropolitan Pos,


Malam pertama
pastinya
sangat ditunggu
oleh pengantin
baru, seperti Denada dan Jerry
Aurum Wiryanta.
Ijab kabul mereka berlangsung di
Pinggir Pantai, Hotel
Khayangan di Kawasan
Seminyak, Bali, Rabu
(15/2) lalu. Lantas
bagaimana mereka
melalui

Rekening Gendut Milik


TNI Tak Bisa Diproses

B
Tunggu

Antan Ketua DPC Partai Demokrat


Kabupaten Minahasa Tenggara, Diana Maringka, dan 10 pengurus menyampaikan pengakuan yang menyudutkan Ketua Umum Anas Urbaningrum.
Mereka mengaku menerima uang untuk mendukung Anas dalam kongres Partai Demokrat
di Bandung pada 2010.
mengaku bersama 10 orang Ketua DPC
se-Sulawesi Utara diberi imbalan Rp 100 juta
dan satu unit BlackBerry per orang. Imbalan
itu, kata Diana, diberikan dalam beberapa tahap dalam mata uang rupiah dan dolar. Pada
tahap pertama Rp 30 juta, lalu US$ 2.000
Bersambung Hal 11........Anas Makin

Pejabat Sudin Perumahan dan Gedung Guru-guru Sekolah Diperas


Kepala UPTD Marga
Jakpus Belum Tersangka Korupsi
Jakarta, Metropolitan Pos
WALIKOTA Jakarta Pusat, Drs. H. Syaefullah, jangan melindungi pejabat korupsi,
bisa terlibat kalau ikut melindungi Kepala
Suku dinas Perumahan dan Gedung Pemda
Jakarta pusat, Drs. H. Asbarani, pasalnya diduga korupsi uang Negara.
Hal ini disampaikan Sekjend LSM Investigasi Fakta Hukum, Berlin Siahaan kepada
Metropolitan Pos, di Gedung Tipikor.
LSM desak Tipikor Polda Metro Jaya,
periksa Kepala suku dinas Perumahan dan
Gedung Kota Administrasi Jakarta Pusat,
Drs Asbarani bersama Bendahara, dan
Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Syafik dan
rekanan pelaksana proyek. Diduga korupsi uang Negara, dengan menyalahgunakan
wewenang jabatan, sesuai UU Tipikor No 20
tahun 2001, tentang tindak pidana korupsi,
unsurnya, gratifikasi, berhubungan dengan

jabatan dan berlawanan dengan kewajiban


atau tugasnya. Selain itu rekening gendut
pejabat Sudin Perumahan dan Gedung Pemda Jakarta Pusat harus di usut tuntas juga.
ungkap, Siahaan.
Kepala Suku dinas Perumahan dan Gedung Jakpus, Drs Asbarani, ketika di konfirmasi sesuai surat Metropolitan Pos, dengan
surat No.57/SK/MP/E-1/2012, tanggal 19
Januari 2012, yang diterima staf Tata Usaha,
Tuti, yang sudah pensiun, tapi masih bekerja di instansi tersebut, hingga berita ini
diturunkan, Kepala Sudin Perumahan dan
Gedung Pemda Kota Administrasi Jakarta
Pusat, Drs Asbarani, tidak pernah berkantor
lagi dan selalu kosong, ruangannya, ketika
dikonfirmasi.
Informasi yang diperoleh Metropolitan

Asih Diduga Terima


Suap Rp10 Juta

Bandung, Metropolitan Pos,


Kepala UPTD Marga Asih, Drs Dede Dani,
diduga terima suap dari guru gurusekolah,
sebesar Rp10 juta, dengan iming-iming supaya diangkat Kepala Sekolah. Hal ini telah melanggar PP 53 tahun 2010 Bab II ayat 1 dan
2 tentang Larangan PNS dan UU No.31 tahun
Bersambung Hal 11........Kepala UPTD

Ribuan Guru Honorer


Demo di Depan Istana

Bersambung Hal 11........Pejabat

Unsur Penggelapan

Komisi Yudisial dan KPK Segera Usut Tuntas Hakim


Pengadilan Negeri JakBar Terlibat Persekongkolan?

Ilustrasi Gedung PN Jakarta Barat. (INZET) Ruddin


Akbar Lubis. SH

Jakarta, Metropolitan Pos


Biro Hukum DKI Lemah Tangani Kasus
Aset Pemda DKI, Kewajiban fasilitas umum
dan fasilitas sosial PT Copylas Indonesia kepada Pemda DKI Jakarta menuai duka, pasalnya, melalui Pengadilan Negeri Jakarta Barat
telah dibayarkan uang konsinyasi sebesar
Rp187 miliar kepada PT Copylas Indonesia.
Walaupun instruksi Gubernur DKI Jakarta
untuk menunda perizinan atas nama PT
Copylas Indonesia.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta,

Bersambung Hal 11........Penggelapan

Guru Honorer saat demo di depan Istana Negara.

Jakarta, Metropolitan Pos,


Gaji guru honor dan guru bantu di
tilep para pejabat, selain itu ribuan guru
honorer menggelar aksi demonstrasi
di depan Istana Negara, Jakarta, Senin,
(20/2). Dalam aksinya, para guru honorer memiliki tuntutan tunggal, yaitu
mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera menandatangani peraturan pemerintah (PP) tentang
pengangkatan guru honorer.
Ketua Umum Forum Tenaga Honorer
Sekolah Negeri Indonesia (FTHSNI), Ani
Bersambung Hal 11........Demo Guru

REDAKSI

EDISI: 024/THN I/SENIN 27 FEBRUARI - 11 MARET 2012

Marah Besarnya SBY Kepada Anas, Jafar?


Oleh:
Arnaz Ferial Firman

Diterbitkan Oleh
PT Sukses Parna Sejahtera
SK MENHUM & HAM RI :
Nomor : AHU-0016178.AH.01.09. Tahun 2011

Penasehat Hukum
Drs. Jatenangan Manalu SE MM H.Hum,
Hotman Sitorus SH MH, Paulus Subandi
SH MH, Poltak Siringoringo SH MH., Sabar
Siahaan SH. Ferdinan Montorori SH.MH.,
Abang Nur Yasin SH,
Pendiri
Jenri, Berlin Siahaan, Robert N
Pemimpin Umum
Parel N SE.MM.
Pemimpin Redaksi
Jenri
Redaktur Executive
Peris
Redaktur Pelaksana
Hotdiman
Redaktur
Hasudungan Siregar, T. Jonggara
Manager Pemasaran
Leonar Marbun Lumban Batu,
L. Endarwanto Rendra
Sekretaris Redaksi
Hotdiman S.SE.
Bagian Keuangan
Rinaldi Josua N
Dewan Redaksi
Jenri, Peris,
Robert N, Parel N, T. Jonggara, Tumbur. L,
Pabona. M, Syahri, s.
Staf Redaksi
Jahuale, Nur Syamsu, Rimbun Gurning,
Jhonni T. Tampubolon, Drs. A. Syahri S, Mangampu S, A. Hasiholan, Halomoan N. Husein Irawan,
Bambang Sutaji, Achmad Fatoni, Bhenry Natal,
Agung Mangaristua, Dewi K Putriani
Litbang
Onasis, Jonni, Robert N, Marlon N SE.,
Tony N SE., Anton. S
STAF AHLI
Wasinthon S, SE.MEc. (Ekonomi & Politik),
Amistan P, SE.S.Si.MM. (Ekonomi, Sosial & Politik) William S. N, SH. (Budaya, Pariwisata & HAKI)
Layout
Tatema Marunduri
Bagian Sirkulasi
Mulatua, Rinaldi Josua
Penasehat
Andar Situmorang SH ML, Jack Monang
Napitupulu, Perdi Sitanggang, Kol. (Pur) Drs.
Lauasa M. Hutagalung, H. Sitanggang
Alamat Redaksi : Jl. Kramat Raya No 1 Blok B
Gedung Paseban, Jakarta Pusat 10450
Telp. 021-51393635, 31902301 Fax. 021- 31902301
E-mail: metropolitanpos@yahoo.com

REKENING BANK :
BANK BCA REK NO : 0948118320
BANK BRI REK NO 086201003057507
A.N: JENRI SITANGGANG

TARIF IKLAN
Iklan Kuping Ukuran Standart
Iklan Warna Ukuran 3R
Iklan Warna Ukuran 4R Photo
Iklan Kolom Ukuran Standart
Iklan 1 Halaman Penuh Warna
Iklan 1/2 Halaman Warna
Iklan Halaman Warna
Iklan 3/4 Halaman Warna

=
=
=
=
=
=
=
=

RP 500.000,RP 1.000.000,RP 2.000.000,RP 50.000,RP 24.000.000,RP 12.000.000,RP 6.000.000,RP 3.000.000,-

DIBUTUHKAN PERWAKILAN,
BIRO DAN WARTAWAN :
1. Depok
2. Ciamis
3. Tasikmalaya
4. Banjar
5. Sumedang
6. Majalengka
7. Cianjur
8. Subang
9. Provinsi Jabar
10. Provinsi Jawa Timur

11. Denpasar
12. Nusa Tenggara
13. Kalimantan Timur
14. Kalimantan Selatan
15. Sumatera Utara
16. Sumatera Barat
17. Sumatera Selatan
18. Lampung
19. Sulawesi

Bagi anda yang berminat


Hubungi Kantor Redaksi
JURISMAN SITANGGANG : 081315338511

Pak SBY selaku Ketua Dewan


Pembina marah besar.. Ungkapan sangat menarik ini diungkapkan Sekretaris Dewan
Pembina Partai Demokrat Andi
Mallarangeng kepada pers di
kawasan Nusa Dua Bali, Kamis
ketika mengomentari pemindahan anggota DPR yang terhormat Angelina Sondakh dari
Komisi X DPR yang membidangi
masalah pendidikan dan olah
raga ke Komisi III yang menangani masalah hukum.

PANYA yang menarik dari pernyataan


Andi Mallarangeng yang juga dikenal sebagai Menteri Pemuda dan Olah
Raga tentang pernyataan SBY itu? Yang
pertama tentunya adalah karena Angelina
atau yang akrab dipanggil dengan sebutan
Angie telah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi pada pembangunan
fasilitas olah raga SEA Games di Jakabaring,
Palembang .
Kasus ini telah menyeret Mohammad Nasaruddin, mantan anggota DPR dari Partai
Demokrat kyang juga merupakan mantan
bendahara umum DPP Partai Demokrat meja
hijau atau Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
di Jakarta.
Selain itu, yang patut disimak dari
pernyataan Andi adalah penggunaan kata-kata marah besar.
Sebagai manusia biasa, tentu Yudhoyono
pernah marah, Namun yang menarik adalah
Andi menyatakan Yudhoyono marah besar, padahal orang banyak tahu bahwa SBY sebagai
orang yang ramah serta tenang sehingga tidak
mudah meledak-ledak.
Kalau SBY sampai marah besar maka bisa
diduga atau diperkirakan bahwa dia sama
sekali tidak berkenan dengan keputusan pemindahan tersebut.
Kalau ada anggota DPR dari Demokrat
yang dipindahkan ke komisi yang mana pun
juga tentu Yudhoyono yang juga merupakan
Presiden Republik Indonesia tidak akan mempersoalkannya selama wakil rakyat itu tidak
sedang bermasalah atau dipelototi orang
banyak.
Kenapa SBY marah besar? Angelina yang
merupakan tersangka kasus dugaan korupsi
justru dipindahkan ke Komisi III yang menangani masalah hukum .
Wakil-wakil rakyat terutama yang duduk
di Komisi III ini seharusnya adalah orang yang
bersih dari berbagai kasus korupsi, kolusi atau
nepotisme(KKN).
Namun Angie yang justru sedang menjadi
mahasiswa program doktor malahan ditempatkan di komisi yang bertentangan dengan
posisinya saat ini.
Nasaruddin dalam beberapa kali sidangnya selalu mengungkapkan Angelina sangat
mengetahui dalam proses bagi- bagi uangfee
dalam pembangunan fasilitas SEA Games yang
dananya hampir Rp200 miliar.
Kemudian Andi juga mengungkapkan atau
menegaskan bahwa keputusan tentang pemindahan Angie itu sebagai hal yang tidak cerdas
sedikitpun.
Keputusan itu tidak cerdas, kata Andi
yang dikenal masyarakat sebagai saingan berat Anas Urbaningrum dalam proses pemilihan
ketua umum DPP Partai Demokrat di Cimahi

pada akhir tahun 2010. Dalam pertarungan


politik itu, akhirnya Anas-lah yang menang.
Bapak SBY menginginkan agar Angie tetap
ada posisi semula, kata Andi sehingga bisa
diperkirakan Angelina akan kembali ke Komisi
X tersebut.
Keputusan pemindahan Angelina itu tentu
atas perintah Ketua Fraksi Partai Demokrat
di DPR Jafar Hafsah yang merupakan mantan
pejabat senior Departemen Pertanian yang
sekarang bernama Kementerian Pertanian,
serta atas persetujuan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Karena Ketua Dewan Pembina yang juga
merangkap sebagai Ketua Dewan Kehormatan
Partai Demokrat sudah memperlihatkan sikapnya yang keras, maka terpaksalah Anas dan
Jafar Hafsah harus mencarikan komisi yang
tepat bagi Angie Sikap keras juga diperlihatkan secara terbuka oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad jika
Angie jadi dipindahkan ke Komisi III, karena
salah satu mitra Komisi III adalah KPK.
Saya tidak akan datang ke Komisi III jika
Angelina ada di Komisi III, kata Abraham yang
baru saja menjadi pemimpin KPK menggantikan Busyro Muqqodas.
Kok marah besar? Yudhoyono yang merupakan pendiri Partai Demokrat tentu pantas
marah besar karena partai ini sedang didera
berbagai persoalan besar mulai dari kasus
pembangunan SEA Games Jakabaring hingga
berbagai proyek- proyek lainnya yang ternyata
tokohnya adalah yang itu- itu juga seperti
Nasaruddin serta yang yang dicurigai seperti
Anas dan Nasaruddin.
Persoalan Nasaruddin ternyata juga melibatkan kakak kandugnya yang bernama Mohammad Nasir yang hebatnya juga menjadi
anggota DPR khususnya di Komisi III.

Nasir baru-baru ini dipergoki sedang


menjenguk adiknya di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta pada malam hari bersama beberapa orang lainnya. Nasir datang pada
malam hari yang bukan merupakan jam besuk
normal sehingga kedatangannya itu menjadi
sorotan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin serta Wakil Menteri Hukum dan HAM
Denny Indrayana.
Semula Nasir disebut-sebut sebagai satu diantara 26 anggota Komisi III yang mempunyai
kartu khusus yang bisa menemui tahanan di
rutan atau lembaga pemasyarakatan alias lapas
yang mana pun juga di tanah air. Namun ternyata Nasir tidak memiliki kartu istimewa itu.
Pertanyaan sederhana yang bisa muncul
pada orang-orang bodoh adalah kok bisabisanya Nasir dapat izin untuk menjenguk
adiknya itu? Siapa yang mengizinkan dan bagaimana izin itu diraih oleh Nasir?. Akibat kasus kunjungan mendadak ini terbongkar maka
beberapa pejabat di lingkungan Kementerian
Hukum dan HAM terjungkal dari posisinya.
Mereka itu adalah Kepala Kantor Wilayah
Kemenhukam DKI Jakarta Taswem Tarib,
Kepala Divisi Pemasyarakatan Hafiluddin serta Kepala Rutan Cipinang Suharman. Sebelumnya Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Cipinang yang hanya diketahui berinisial FA juga
disepak dari posisinya.
Kalau Nasir merupakan wakil rakyat yang
sejati maka patut dipertanyakan misalnya adalah dia pernah mengunjungi secara diam-diam
seorang pelajar di kota Palu, Sulawesi Tengah
berinisial AAL yang dituduh mencuri sendal
milik seorang anggota Brimob, Polda Sulteng?
Susilo Bambang Yudhoyono telah marah besar
tentang pemindahan Angelina Sondakh dari
Komisi X ke Komisi III. Sementara itu, berbagai
persoalan lainnya mendera Partai Demokrat.

Koordinator Liputan Polda Metro Jaya : Mulyawan. Pengadilan Jakarta Pusat: Lambok Gurning, SH DPRD
DKI Jakarta: Nur Mochammad. Biro Jakarta Timur : Maruli. s Biro Jakarta Pusat : M. Surya Biro Jakarta
Barat: Prayogo, Sri Rejeki, Juliostar H, SH. Biro Jakarta Selatan: Rimbun, Nopiadi, Kamsul Alam,Oslen Sinurat Spd
Biro Jakarta Utara: Mariam Lestari, Ardiansyah, Bobby A.F. Perwakilan Bekasi : Raja S Ginting (kepala), Simson
Parangin Angin, Bahagia Tarigan. Biro Depok : Sudarmo (Kepala) Perwakilan Banten: Leonar Marbun Lbn Batu (Kepala) Biro Kabupaten Tangerang:
Tumbur Limbong (Kepala), G. Harry Simbolon, Batara Aritonang, Alden Robertus Simbolon. Biro Kotamadya Tangerang: Erwin Sinaga (Koordinator). Biro
Kotamadya Tangerang Selatan: Pabona Marbun (Kepala). Perwakilan Sumatera Utara: Happy Silalahi (Kepala) Biro Samosir: Sahat Sitanggang. Biro
Aceh Tenggara: Biro Dairi: Benget Hutasoit. Perwakilan Kepri: Biro Pekanbaru: Biro Batam: Junael Marbun, Perwakilan Jawa Barat: TM. Harianja SH. (Kepala), M. Saragih. Biro Bandung : Faozanolo Laia (Kepala), Dedi Silalahi Biro Bandung Barat : S. Sitanggang (Kepala). Biro Bandung Cimahi
: Antonius SE. (Kepala). Biro Kabupaten Bandung : Barmen Sigalingging. Perwakilan Kalimantan Barat: A. Rahman HS. (Kepala), Suparto. PERCETAKAN :
CV. Grazia Indah (Isi diluar tanggungjawab percetakan).

METROPOLITAN

EDISI: 024/THN I/27 FEBRUARI - 11 MARET 2012

KPK Segera Periksa Pejabat


dan Rekanan Dinas Sosial DKI
Jakarta, Metropolitan Pos

omisi Pemberantasan Korupsi (KPK)


segera usut tuntas
Kepala Dinas Sosial DKI
Jakarta, Drs Kian Kelana
MSi, bersama Ketua
Lelang pengadaan barang / jasa Dinas Sosial
Propinsi DKI Jakarta, Drs
Irpan Jauhari, MSi, dan
Sekretaris lelang, Edi
Soma S Sos, serta rekanan pelaksana kegiatan
proyek APBD tahun 2010
dan 2011.

MENURUT informasi pengaduan, sms yang dikirim ke redaksi


Metropolitan pos, sesuai yang kami
terima dari narasumber berbunyi,
ass.wr bpk Gubernur, wakil Gubernur dan Sekwilda, kami senang,
paling nggak pemerasan yang dilakukan Kadis Sosial agak terhenti,
tapi beberapa waktu lalu kami dikumpulkan di Caf milik ibu
Ucu perintah Kadis untuk tidak
mengaku jika ditanya lagi, pada
hal kami diwajibkan untuk menyerahkan sisa uang masing masing
Kepala Panti antara Rp40 juta sampai Rp60 juta, sebagian sudah menyerahkan ke Bendahara ibu Nuri,
mohon penzoliman ini dihentikan,
tidak bermoral sudah jadi rahasia
umum bahwa Sekretaris Kadis saudari Susan bersama Kian Kelana,
jumat s/d minggu tanggal 23 s/d
September kami diwajibkan untuk
ke Malang dan sebagai melepas
Kepala Panti yang akan pensiun

dan merencanakan untuk mengahancurkan nama baikWagub pada


hal tidak punya uang, .
Setiap anggaran APBD tahun
2010 dan 2011 harus diaudit oleh
BPK dan BPKP ke lapangan terkait
adanya dugaan korupsi dengan
merekayasa dan memanipulasi laporan pertanggungjawaban (SPJ) dan
surat pertanggungjawaban (SPJ),
seolah olah semua proyek kegiatan
selesai dikerjakan, sehingga dapat tertagih seratus persen. Hal ini
disampaikan LSM Investigasi Fakta
Hukum kepada Metropolitan Pos di
kantor redaksi.
Terkait lelang proyek kegiatan
APBD tahun 20011 akal akalan dilaksanakan, sehingga tidak sesuai
dengan aturan mekanisme Perpres
No 54 tahun 2004 tentang pengadaan barang / jasa pemerintah.
APBD tahun 2011 Dinas Sosial
DKI Jakarta rawan korupsi, karena tidak sesuai perencanaan harga
makanan dilapangan dan kondisi
kapasitas anak jalanan dipanti yang
ditampung dipanti sosial tersebut.
Sementara penghuni panti
panti sepi, antara 40 -80 orang
itupun tidak penuh, anak jalanan
tersebut dan tidak diberlakukan
secara manusiawi sesuai makanan
dan minuman yang sudah dianggarkan dalam APBD dengan biaya
miliaran rupiah. Bisa saja tahu
tempe lauknya, sehingga penghuni
panti kurus dan tidak terurus serta
tidak jelas uang Negara tersebut.
Pasalnya, anggaran kegiatan pengadaan APBD tahun 2011 mubajir,
khususnya penyediaan bahan makanan dan minuman dipanti sosial
bina laras (PSBL) Harapan I dimenangkan CV Artha Bangun Siongland dengan biaya sebesar Rp5M,
begitu juga penyediaan makanan
dan minuman dipanti Sosial Bina
Laras PSBL Harapan II dimenangkan

CV Artha Bangun Siongland dengan


biaya sebesar Rp3,54M, penyediaan
makanan dan minuman di panti
PSBL III dimenangkan PT Karya
Sinar Felix dengan biaya sebesar
Rp2,91M, ini semuanya telah dimiliki salah satu rekanan binaan Dinas
Sosial DKI Jakarta tersebut dengan
penawaran tertinggi.
Anehnya lagi, anggaran miliaran masih bisa dimenangkan perusahaan CV yang Notabene diduga
bermasalah. Menurut informasi
yang diterima redaksi Metropolitan Pos, dari beberapa narasumber rekanan, menyebutkan bahwa
proyek pengadaan penyediaan makanan di Dinas Sosial DKI Jakarta,
Ini semuanya telah dimonopoli
salah seorang rekanan yang disebut sebut milik Robert Sinurat
yang Nota bene kawan Nazaruddin. Anggaran kegiatan pengadaan
tersebut diduga di mark up terjadi
penggelembungan harga.
Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta,
Drs Kian Kelana, ketika dikonfirmasi tentang kegiatan APBD tahun
2011 khususnya pengadaan penyediaan makanan di panti tersebut, mengatakan, sepanjang perusahaan tersebut tidak dibuktikan
bermasalah dipengadilan, itu syah
syah saja katanya.
Drs Irpan Jauhari MSi, Ketua
lelang, pengadaan barang, jasa,
Dinas Sosial DKI Jakarta, telah memenangkan perusahaan binaan
tersebut, tanpa memikirkan resiko
bila diperiksa KPK.
Menurut Drs Irpan Jauhari MSi,
bahwa pengumuman lelang pemenang proyek tersebut sempat diundurkan karena di sorotin LSM.
Menurut informasi rekanan,
pengadaan makanan dan minuman
dipanti tidak dilaksanakan rekanan
melainkan uang dikasih ke Kepala
Panti untuk di belanjain, sehingga

Fauzi Bowo Raih Gelar Educational Award


Jakarta, Metropolitan Pos.
Permasalahan yang dihadapi bidang pendidikan di DKI Jakarta saat ini antara lain upaya peningkatan mutu pendidikan, rintisan awal tentang
pelaksanaan wajib belajar 12 tahun yang Insya
Allah akan kita mulai pada tahun 2013 mendatang. Mengaku sangat berterima kasih atas
anugerah Educational Award, karena Gubernur
DKI Jakarta dinilai sebagai tokoh yang peduli
pendidikan di Jakarta. Hal ini dikatakan Deputi
Gubernur DKI Jakarta, Syahrul Eendy saat
membacakan sambutan Gubernur DKI Jakarta,
Fauzi Bowo, ketika mendapat gelar anugerah
Educational Award dari Komunitas Pendidikan
di DKI Jakarta, baru lalu.
Sedangkan menurut Sekretaris forum Komunitas Pendidikan Jakarta, Arman Zakaria,pada
tahun 1963, Maria Goepert Mayer dianugerahi
hadiah nobel fisika bersama Johannes Haris Dan-

Imbang Santoso

iel Jensen atas penemuan mereka yang berkaitan


dengan struktur kulit nuklir. Pada hari ini jatuh
tanggal 20 Februari yang telah mengilhami kami
dari forum komunitas pendidikan Jakarta untuk menganugerahkan Educational Community
Award 2012 kepada putera terbaik bangsa, yaitu
Gubernur DKI Jakarta, DR.Ing, Fauzi Bowo, kami
bangga bisa menggelar dan memberikan award
kepada Gubernur DKI Jakarta, kata Arman.
Arman mengatakan komunitas pendidikan
Jakarta beranggotakan dewan pendidikan Jakarta, Forum wartawan pendidikan Jakarta, MKKS
DKI Jakarta, Forum Komunikasi Komite Sekolah
(FKKS) DKI Jakarta dan Masyarakat Peduli Pembangunan Jakarta (MPPJ). Lebih lanjut, Arman
Zakaria berharap apa yang dilakukan Fauzi Bowo
ini dapat mengilhami putera bangsa yang lain untuk peduli terhadap dunia pendidikan, khususnya
di Jakarta. Nrm

melanggar Perpres No 54 tahun


2004 tentang pengadaan barang /
jasa pemerintah. Penerima barang
pun dipanti diduga terlibat kolusi
dengan rekanan dalam serah terima barang, pada hal bahan barang
tersebut tidak ada dikirim ke panti
oleh rekanan. Kepala Panti bersama Direktur Utama perusahaan
pelaksana di duga kolusi korupsi
dan nepotisme (KKN) harus bertanggungjawaba ke KPK nantinya,
tegas Sekjen LSM Investigasi Infakum, Berlin Siahaan, kepada Metropolitan Pos. Dalam waktu dekat
semua kegiatan proyek di Dinas
Sosial DKI Jakarta dalam APBD tahun 2011, KPK segera usut tuntas
pejabatnya hingga masuk penjara,
ujar, Berlin Siahaan. Pejabat Dinas
Sosial DKI Jakarta, diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan
penyalah gunaan wewenang jabatan dan memperkaya diri sendiri.
Menurut informasi salah seorang rekanan, tidak mau disebut
namanya, menyebutkan bahwa
Kadis Dinas Sosial DKI Jakarta telah
memiliki ruko besar di Balai pustaka Rawamangun, Jakarta Timur
serta rekening gendut di bank.
Dalam kegiatan proyek APBD
tahun 2011 Dinas Sosial DKI Jakarta, segera diaudit BPK dan
BPKP ke lapangan, soalnya pejabat Dinas Sosial DKI Jakarta dan
rekanan pelaksana proyek sudah
mulai ketakutan di periksa KPK.
Kepala Panti Sosial Asuhan Anak
Putra Utama 3 Tebet, Dra Hj Rahayu Paramita, mengatakan bahwa
pengadaan bahan makanan dan
minuman telah dikirim sesuai volume, kualitas, dan biaya yang diajukan dalam item data billy quantity, anggaran kami hanya sebesar
Rp80 juta untuk pengadaan bahan
makanan tersebut ungkap Rahayu. Rimbun G

LINTAS BERITA

750 Bangunan Liar


Sesaki Bantaran Kali
Semongol
Jakarta, Metropolitan Pos
Rendahnya kesadaran masyarakat menjaga
fungsi kali, membuat sepanjang bantaran Kali
Semongol yang melintasi RW 01, 02, 03, 09, 11,
dan 15, Kelurahan Tegalalur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, dipenuhi 750 bangunan
liar semi permanen. Keberadaan bangunan
tersebut mengakibatkan lebar kali menyempit
dari 30 meter menjadi hanya 10 meter.
Lurah Tegalalur, Unadi Warto, mengungkapkan 750 bangunan di 6 RW tersebut, telah ada sejak 15 tahun terakhir. Jumlahnya
semakin banyak, karena setiap tahun selalu
bertambah. Tiga tahun lalu di RW 03 ada
150 bangunan di bantaran kali dibongkar
dan pemilik diberikan uang kerohiman dari
mulai Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta. Namun,
ratusan warga yang sudah mendapat uang
kerohiman kembali tinggal di bantaran kali,
sesal Unadi, Jumat (17/2).
Menurutnya, pembongkaran bangunan
yang tidak sampai tuntas karena keterbatasan
dana, membuat masyarakat kembali mendirikan bangunan di sepanjang kali tersebut.
Padahal, kalau kondisi tersebut tidak secepatnya diantisipasi dengan melakukan penertiban, 6 wilayah RW tersebut akan selalu
rawan tergenang.
Kasudin PU Tata Air Jakarta Barat, R Heryanto, mengakui tiga tahun lalu pihaknya pernah menertibkan bangunan di Kali Semongol
tepatnya di RW 03 sepanjang 2 kilometer.
Tapi karena anggaran lanjutan untuk normalisasi yang diusulkan tak terealisasi membuat pihaknya menghentikan pengerjaan
untuk mengeruk kali. Padahal, kali tersebut
muaranya sampai perbatasan wilayah Penjaringan, Jakarta Utara. Nrm

Januari, 74 Bus
Transjakarta Mogok

Jakarta, Metropolitan Pos


Sebagai angkutan umum andalan Pemprov
DKI Jakarta, Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta selaku pengelola moda transportasi ini
dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik
kepada penggunanya. Dengan begitu, diharapkan kepercayaan publik akan semakin meningkat sehingga banyak orang yang beralih dari
kendaraan pribadi ke bus Transjakarta. Hal ini
diharapkan juga mampu mengurai kemacetan
yang kerap terjadi di ibu kota.
Berdasarkan catatan BLU Transjakarta, selama Januari 2012 terdapat sebanya 74 bus
mengalami mogok yang disebabkan, mesin mati
sebanyak 14 bus, akibat mesin panas sebanyak
12 bus, ban kempis sebanyak 15 bus, gangguan
radiator 23 bus, akibat belt kipas 4 bus, dan lainlain sebanyak 6 bus.
Humas BLU Transjakarta, Sri Ulina mengatakan, pemeliharaan bus Transjakarta telah
dilakukan secara maksimal oleh pihak operator serta pengawasan yang ketat dari BLU Transjakarta. Ia pun menegaskan, pihaknya terus
berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik
kepada para penumpang bus Transjakarta.
Jenri

Tidak Merasa Mengancam Lenny


Jakarta, Metropolitan Pos
Berdasarkan bukti laporan Rose
Lenny ke Polda Metro Jaya dengan
tanda bukti laporan No. LP/295/
I/2012/PMJ/Dit Reskrimum pada
tanggal 27 Januari 2012 dengan
perkara pengancaman, waktu kejadian 16 Desember 2011 di tempat kejadian Kantor Kelurahan
Cengkareng, Jakarta Barat, dimana
terlapor adalah Imbang Santoso,
Suyadi, dan sebagai saksi, Hidayat,
Andi.
Dalam hal ini telah melaporkan
tindak pidana pengancaman sesuai

pasal 336 KUHP, yang diterima


langsung Kepala pelayanan Kepolisian terpadu Polda Metro
Jaya, Kepala Siaga I, Kompol,
Tahmid.
Imbang Santoso, kepada
Metropolitan Pos, mengatakan,
bahwa Rose Lenny tidak pernah saya ancam, dan dia tidak
ada masalah dengan saya, atau
hubungan apa dengan saya, keliru laporan Rose Lenny itu kalau saya mengancam beliau.
masa saya mengancam
orang tidak ada masalah dan

tidak ada hubungan apa apa dengan beliau, cetus, Imbang Santoso, dengan polos hati.
Laporan ini kan bisa fitnah
buat saya, tapi saya kalau lapor
balikkan tidak ada artinya, melihat Rose Lenny aja saya kasihan,
saya tau persis kok keluarganya,
kata, Imbang.
Berdasarkan laporan Rose
Lenny tersebut ke Polda Metro
Jaya tidak kuat, sehingga keliru,
karena tidak ada bukti petunjuk
bahwa Rose Lenny diancam, baik
itu sms atau yang lain lain.

Imbang Santoso, sudah klarifikasi dengan pihak berwajib bahwa tidak pernah mengancam Rose
Lenny.
Rose Lenny kepada Metropolitan Pos mengatakan bahwa apa
yang saya laporkan tidak bisa lagi
di cabut, tegasnya.
Imbang Santoso, berharap, supaya Rose Lenny mencabut laporan polisi tersebut, supaya tidak
fitnah bagi saya, itu aja tujuan terbaik buat saya, ungkapnya.
Hotdiman/ Hasudungan/
Prayogo/ Juli Ostar

METROPOLITAN

EDISI: 024/THN I/SENIN 27 FEBRUARI - 11 MARET 2012

LINTAS BERITA

Sang Ahli Cuma


Bisa Janji
Jakarta, Metropolitan POS
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengakui banyak usulan warga yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tidak terealisasi.
Untuk itu, orang nomor satu di lingkungan
Pemprov DKI Jakarta menegaskan, agar hal
demikian tidak terjadi lagi pada tahun ini
dan tahun-tahun yang akan datang.
Saya akui, banyak usulan yang tidak
dapat terealisasi hingga membuat kecewa
masyarakat. Tapi, untuk tahun ini dan seterusnya masalah serupa tidak boleh kembali
terjadi, ujar Fauzi Bowo, saat menghadiri
Musrenbang Kecamatan Grogolpetamburan, Jakarta Barat, Kamis (16/2).
Untuk itu, kata Fauzi Bowo, para lurah,
camat, dan walikota agar menyaring setiap
usulan yang masuk dengan menekankan
pada skala prioritas.
Dikatakan Fauzi Bowo, sebagai keseriusan pihaknya agar usulan warga dapat benar-benar terealisasi, Pemprov DKI
Jakarta telah menetapkan pagu anggaran
dari mulai tingkat RW, kelurahan dan kecamatan selain tentunya menggelontorkan dana bergulir melalui PPMK maupun
PEMK. Usulan tersebut harus betul-betul
diseleksi agar masyarakat nantinya tidak
kecewa, katanya.
Camat Grogolpetamburan, Denny Ramdani menambahkan, pihaknya mendapatkan sebanyak 550 usulan yang berasal dari
tingkat RW. Kemudian, menjadi 300 usulan
di tingkat kelurahan hingga menjadi 250
usulan di tingkat kecamatan. Dari ratusan
usulan yang disampaikan warganya tersebut, usulan terbanyak mengenai masalah
perbaikan jalan dan saluran air. Sedangkan
pagu anggaran yang diusulkan mencapai
Rp 1,680 miliar. Dari sekian banyak usulan
tersebut nanti akan kami bahas berdasarkan skala prioritas untuk 66 usulan saja di
tingkat kecamatan ini, tandasnya. Jenri

5, 7-Eleven di Jakbar
Belum Berizin

Jakarta, Metropolitan POS


Di tengah upaya Pemprov DKI menata
ulang keberadaan minimarket dan kafetaria, sebanyak 5 minimarket merangkap
kafetaria 7-Eleven (sevel) di wilayah Jakarta Barat ternyata belum memiliki izin
restoran dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Ke-5, 7-Eleven tersebut
tersebar di Jalan Tanjung Duren Raya, Jalan
Kemanggisan Raya, Jalan Pos Pengumben
Raya, Jalan Hayam Wuruk Raya No 40 dan
Jalan Hayam Wuruk Raya No 120 E.
Dari enam sevel yang tersebar di wilayah
Jakarta Barat, hanya satu yang memiliki izin
yang dikeluarkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta yaitu yang berada di Jalan
Mangga Besar Raya, Tamansari. Sedangkan
sevel yang ada di Pos Pengumben perizinannya
sedang dalam proses. Sisanya, empat lagi tidak
memiliki izin sama sekali, ungkap Arie Fatah
Arsyad, Kasudin Pariwisata Jakarta Barat.
Menurutnya, sesuai ketentuan keberadaan
sevel harus memiliki izin yang dikeluarkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta
mengacu pada Pergub No 20 tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Usaha Restoran Jenis
Kafetaria karena di lokasi minimarket tersebut juga terdapat kafetaria dengan skala kecil.
Untuk masalah perizinan dikeluarkan
oleh dinas. Tugas kami sesuai kewenangan
hanya melakukan monitoring, tegas Arie.
Wakil Walikota Jakarta Barat, Sukarno,
menegaskan mengingat keberadaan minimarket dan sevel sedang dalam tahap kajian
karena banyak yang menyalahi aturan, ia
meminta agar untuk sementara ini jajaran
kelurahan selaku ujung tombak terdepan
pemerintahan tidak mengeluarkan izin untuk pembangunan minimarket baru.
Masalah minimarket dan sevel saat ini
dalam tahap evaluasi, karena keberadaanya
banyak terdapat masalah. Untuk sementara ini saya minta agar para lurah dan unit
terkait tidak mengeluarkan surat izin untuk pembangunan kedua jenis minimarket
tersebut, tegasnya. Prayogo

37 Klinik di Jaktim Tanpa Izin


L

emahnya pengawasan Suku Dinas Kesehatan


Jakarta Timur membuat klinik kesehatan tumbuh bak jamur di musim hujan di wilayah tersebut. Bahkan dari 334 klinik swasta yang beroperasi,
sebanyak 37 klinik ditengarai belum memiliki izin
lengkap.
Jakarta, Metropolitan Pos,
KASIE Pelayanan Kesehatan
(Yankes) Sudin Kesehatan Jakarta
Timur, Murni Hayati mengakui,
saat ini dari total 334 klinik swasta
yang beroperasi di wilayahnya,
didapati baru 297 klinik yang
telah mengantongi izin operasi.
Selebihnya atau 37 klinik lainnya
ditengarai belum memiliki izin
lengkap. Sayangnya, ia enggan menyebutkan nama-nama dan lokasi
klinik tersebut.
Karena itu, pengelola atau
pemilik klinik tersebut diminta
segera mengurus perizinan di
bagian Pelayanan Terpadu Satu
Pintu (PTSP) yang ada di kantor walikota. Apalagi, kata Murni
Hayati, proses pembuatan izin operasional klinik swasta itu sangat
mudah dan biayanya pun sangat
murah. Untuk perizinan hanya
membutuhkan waktu 25 hari
kerja dengan biaya retribusi Rp
500 ribu. Mekanismenya, setelah
berkas permohonan izin operasi

klinik masuk ke PTSP, langsung


dilakukan verifikasi dengan cara
peninjauan ke lokasi klinik.
Peninjauan itu untuk mengetahui keberadaan klinik, apakah
sudah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan atau tidak.
Jika telah memenuhi syarat klinik
tersebut akan mendapatkan izin
operasional, ujar Murni Hayati, di
sela-sela dialog dengan Forum Komunikasi Klinik Swasta se-Jakarta
Timur, Kamis (16/2).
Ia menyebutkan, peninjauan
tersebut untuk mengecek berbagai aspek seperti sumber daya
manusia (SDM) dokter umum,
dokter gigi, perawat dan staf administrasi, apakah sudah sesuai
standar atau belum. Kemudian
dicek pula mengenai kelengkapan
sarana dan prasarananya, seperti
ruang tunggu, ruang periksa dan
tempat penyimpanan obat-obatan.
Para dokter yang berpraktik, tentunya juga harus memiliki surat
izin praktik dari organisasi Ikatan

ILUSTRASI Gedung Walikota Jakarta Timur.

Dokter Indonesia (IDI).


Ketua Forum Komunikasi Klinik
Swasta se-Jakarta Timur, Afridal
Castro, mengatakan akan terus mendukung program pemerintah dalam
hal pelayanan kesehatan dasar pada
masyarakat dengan biaya murah
dan mudah dijangkau masyarakat

Rp 28 Miliar untuk Atasi Genangan


Jakarta, Metropolitan POS
Upaya penyelesaian genangan di lima wilayah kota terus dilakukan Dinas Pekerjaan Umum
(PU) DKI Jakarta. Ya, setelah tahun lalu berhasil menyelesaikan
sebanyak 106 titik genangan
baik yang berada di jalan arteri
maupun kolektor, tahun ini, Dinas PU DKI Jakarta akan melanjutkan program tersebut dengan
melakukan pemantauan kondisi
saluran air. Dengan pemantauan
yang dilakukan, diharapkan jika
timbul genangan dapat langsung
ditangani dengan melakukan
perbaikan. Karenanya, tahun ini,
Dinas PU DKI menganggarkan
Rp 28 miliar untuk penyelesaian
titik genangan tersebut.
Kepala Dinas PU DKI Jakarta, Ery Basworo mengatakan,
pemantauan dilakukan untuk
mengetahui munculnya titik
genangan baru akibat tidak mampu menampung aliran air hujan,
baik karena sampah maupun
karena mengalami penyempitan
saluran. Tidak ada istilah berdiam diri atau berpangku tangan
dalam penanganan genangan air

maupun pengendalian banjir di


Jakarta. Meski sudah terlihat ada
kemajuan yang cukup berarti,
kita terus melakukan monitoring
terhadap titik genangan air baru,
sehingga dengan cepat melakukan normalisasi saluran air, ujar
Ery Basworo, Selasa (21/2).
Sementara itu, Kepala Bidang
Pengelolaan Sumber Daya Air
Dinas PU DKI Jakarta, Tarjuki
menegaskan, penyelesaian 106
titik genangan air di Jakarta telah
rampung seluruhnya pada tahun
2011. Penyelesaian genangan
air ini terbukti mampu mempercepat waktu surut air hujan baik
di jalan arteri dan kolektor. Itu
semua berdasarkan laporan dari
masyarakat yang disampaikan
ke Dinas PU, kata Tarjuki.
Untuk mengantisipasi timbulnya titik genangan air, diungkapkan Tarjuki, pihaknya terus menyelesaikan genangan air dengan
mengalokasikan anggaran sekitar
Rp 28 miliar untuk tahun ini. Untuk penyelesaian titik genangan
air baru ini sedang dalam tahap
lelang pengerjaan fisik. Ini tidak
dilakukan dalam multiyears, kar-

ena itu harus selesai hingga akhir


2012. Berapapun titik genangan
air baru yang muncul, maka pemenang lelang harus mengerjakannya, tuturnya.
Dikatakan Tarjuki, hingga
kini, pihaknya tengah melakukan
pendataan dan pemetaan jalan
arteri dan kolektor yang rawan
dengan timbulnya genangan. Dari
hasil pendataan sementara, titik
genangan air baru yang ditemukan paling banyak terdapat di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Beberapa titik genangan baru
yang ditemukan dan segera dilakukan perbaikan, yaitu di Jl Basuki Rahmat dan Jl Ahmad Yani
di Jakarta Timur, kemudian Jl
Fatmawati dan Jl TB Simatupang
di Jakarta Selatan.
Kami akan upayakan Jakarta
bebas dari genangan air. Karena
usaha kami menyelesaikan 106
titik genangan air membawa hasil yang menggembirakan. Lihat
saja, tidak ada laporan lagi di
TMC Polda Metro Jaya kalau lalu
lintas Jakarta terkunci gara-gara
genangan air di jalan, tandasnya. Jenri

Jakarta, Metropolitan Pos


Program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang gencar
dilakukan Pemprov DKI Jakarta
terbukti ampuh menurunkan jumlah kasus demam berdarah dengue
(DBD). Buktinya, selama periode 1
Januari hingga 20 Februari 2012
tercatat jumlah pasien DBD mencapai 668 orang. Angka tersebut
menurun drastis dibanding periode Januari 2011 yang mencatat
terdapat 1.093 pasien DBD.
Kepala Dinas Kesehatan DKI
Jakarta, Dien Emmawati mengatakan, kondisi cuaca saat ini tergolong
mengkhawatirkan. Namun, dengan
rutinnya para juru pemantau jentik
(Jumantik) melaksanakan PSN alhasil angka kasus DBD pun dapat ditekan. Cuaca yang hujan kemudian

panas ini sebenarnya sangat mengkhawatirkan. Ini bahaya, khususnya


pada perkembangbiakan nyamuk
aedes aegypti penyebab DBD, ujar
Dien, Rabu (22/2).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dari jumlah
tersebut, pasien terbanyak terdapat di wilayah Jakarta Selatan
dengan 188 pasien. Kemudian disusul Jakarta Barat sebanyak 174
pasien, Jakarta Timur 160 pasien,
Jakarta Utara 93 pasien dan Jakarta Pusat 53 pasien. Sedangkan untuk di wilayah Kepulauan Seribu
tidak terdapat kasus DBD.
Diungkapkan Dien, sejauh ini,
semua pasien DBD, dapat ditangani
dengan baik sehingga tidak ada
pasien DBD yang meninggal dunia.
Tidak ada pasien meninggal dun-

ia. Semua tertangani dengan baik.


Kita berharap jangan sampai ada
yang meninggal, katanya.
Ditambahkan Dien, pihaknya
meminta kepada Jumantik untuk
tetap melakukan PSN setiap pekan.
Pola pemeriksaan yang dilakukan
di setiap rumah warga disesuaikan
dengan wilayah masing-masing.
Polanya tergantung dengan Jumantik, yang penting semua rumah diperiksa tidak lebih dari satu
minggu. Agar jentik tidak berubah
menjadi nyamuk, tandasnya.
Seperti diketahui, Pemprov
DKI Jakarta menggratiskan biaya rawat inap kepada warganya
yang terkena DBD. Semua biaya
rawat inap untuk kelas tiga di
rumah sakit yang ditunjuk Pemprov DKI digratiskan. Jenri

Pasien DBD di DKI Capai Ratusan Orang

ekonomi lemah.
Kehadiran forum ini juga sebenarnya dalam rangka untuk peningkatan pelayanan pada masyarakat
luas. Selain itu juga sebagai wahana
media antara klinik swasta dengan
pemerintah, jelasnya.
Jenri/Maruli

Ormas di Himbau
Tidak Kacaukan
Pemilukada 2012

Jakarta, Metropolitan Pos,


Terkait dengan organisasi masyarakat
yang kerap melakukan tindakan kekerasan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan
Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta, Zainal
Mussapa, mengatakan bahwa pihaknya
berupaya terus untuk memberikan sosialisasi nilai kebangsaan. Agar kekerasan
dan kerusuhan yang dilakukan berkurang
terutama jelang Pemilihan Umum Kepala
Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta 2012.
Ada juga dialog terhadap para
pemimpin ormas beserta anggotanya,
kata Zainal, kepada wartawan.
Ia menjelaskan bahwa sosialisasi dan
dialog ini rutin dilakukannya dengan mengumpulkan ormas-ormas tersebut. Dalam
kesempatan tersebut, ada bahasan tentang
bidang ketahanan nasional dan perluasan
wawasan kebangsaan.
Jadi secara perlahan pola pikir perilaku mereka bisa berubah sehingga kondisi
menjadi aman terkendali, ungkap Zainal.
Kendati demikian, hingga saat ini,
pihaknya belum pernah memberikan surat peringatan atau teguran kepada ormas
yang terbukti melakukan tindakan kekerasan yang merugikan masyarakat dan
pemerintah daerah. Untuk peringatan
atau sanksi itu adalah ranah wilayahnya
Polda Metro Jaya. Tugas kami hanya memantau, membina dan mendekati mereka
untuk bersama-sama menjaga keamanan
Kota Jakarta, jelas Zainal.
Ia berharap dengan sosialisasi rutin ini
keamanan Jakarta dapat terjaga khususnya
pada saat persiapan pelaksanaan Pemilukada DKI 2012. Semoga dengan kondisi
ini, saat Pemilukada dapat berjalan aman,
tandasnya. Jenri

EKONOMI & BISNIS


Mitigasi Risiko, Bank
DKI Gandeng Jasindo

PT KA Rencanakan KA
UAP Bandung-Cianjur
Bandung, METROPOLITAS POS

Jakarta, METROPOLITAS POS

Untuk meningkatkan pelayanan bagi


para debiturnya serta untuk memitigasi
risiko, Bank DKI menjalin kerja sama penjaminan kredit modal kerja dan penjaminan garansi bank serta penutupan asuransi kerugian yang masing-masing berlaku
selama lima tahun dengan Asuransi Jasa
Indonesia (Jasindo), Kamis (16/2). Penandatanganan perjanjian kerja sama itu
dilakukan Direktur Utama Bank DKI, Eko
Budiwiyono dan Direktur Utama Jasindo,
Budi Tjahjono.
Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono mengatakan, untuk perjanjian kerja
sama penjaminan kredit modal kerja kepada badan usaha atau badan hukum yang
menjadi debitur Kredit Modal Kerja Bank
DKI baik untuk keperluan konstruksi, maupun pengadaan barang dan jasa dengan
jangka waktu pertanggungan/penjaminan
kredit sesuai dengan jangka waktu pemberian kredit yang diberikan Bank DKI kepada
debitur. Kerja sama dengan perusahaan
Asuransi terus ditingkatkan Bank DKI sebagai upaya untuk memitigasi risiko kredit,
ujar Eko Budiwiyono, Kamis (16/2).
Adapun untuk perjanjian kerja sama
dengan objek penjaminan adalah garansi
bank yang digunakan untuk keperluan jaminan penawaran, jaminan pelaksanaan,
jaminan uang muka, jaminan pemeliharaan
dan jaminan untuk keperluan lainnya untuk proyek-proyek instansi dan BUMD,
Pemerintah Daerah Tingkat I dan II dilingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov)
DKI Jakarta yang sumber dananya berasal
dari APBD maupun instansi pemerintah
pusat, BUMN dan Perseroan Terbatas yang
sumber dananya berasal dari APBN, serta
pihak swasta dengan lokasi proyek yang
dijamin berada di Indonesia.
Kemudian, untuk pelaksanaan penutupan asuransi atas obyek-obyek asuransi kerugian untuk keperluan Bank DKI
maupun debitur, Bank DKI juga melakukan kerja sama penutupan asuransi kerugian yang meliputi asuransi kebakaran,
asuransi pengangkutan, asuransi rangka
kapal asuransi kendaraan bermotor dan
alat berat, asuransi alat berat tidak berlisensi, asuransi engineering dan money
insurance. yang tak kalah penting adalah
kerja sama dilaksanakan dengan penerapan Good Corporate Governance, baik oleh
Bank DKI maupun oleh Jasindo, kata Eko.
Jenri/Hasudungan

EDISI: 024/THN I/27 FEBRUARI - 11 MARET 2012

T Kereta Api
(PTKA) Indonesia akan mengoperasikan KA klasik
berlokomotif uap
dalam rangka mendukung jalur wisata
heritage Bandung Cianjur.
JALUR Bandung - Cianjur
merupakan jalur heritage, punya beberapa bangunan bersejarah termasuk terowongan KA pertama di Indonesia
yakni terowongan Lampegan
626 meter. Jalur itu akan diusulkan menggunakan KA
berlokomotif uap, kata Vice
President Bangunan dan Unit
Pelestarian Benda Bersejarah PTKA Bidjak Filsadjati di
Bandung, Rabu.
Menurut Bidjak, pengembangan jalur wisata heritage itu
dilakukan dengan bekerjasama
bersama Erasmus Huis atau
Pusat Kebudayaan Belanda.
Jalur Bandung - Cianjur - Lampegan memiliki ruas sepanjang 81
kilometer dan merupakan salah
satu jalur KA tertua di Indonesia. Namun sejak 2001, jalur
itu terputus karena bagian terowongan Lampegan ambruk
karena gempa bumi.
Menurut Bidjak, pengembangan jalur wisata itu merupakan salah satu proyek percontohan di wilayah Daop II

Bandung. Rencananya jalur


yang saat ini dilayani oleh KA
lokal itu akan menjadi daya
tarik wisatawan seperti halnya jalur bersejarah di Ambarawa.
KA Lokomotif itu akan
dioperasikan, mungkin satu
atau dua gerbong. Lokomotif
uap masih banyak yang bisa
diperbaiki dan untuk kembali
dioperasikan, katanya.
Jalur Bandung - Cianjur Lampegan menarik minat Kedutaan Besar Belanda dan Pusat
Kebudayaan Belanda. Bahkan
perwakilan Negeri Kincir Angin itu melakukan mapping ke
jalur Cianjur - Bandung.
Dua pemuka Pusat Kebudayaan Belanda Bob Wadhana dan Dorine Wytema
melakukan lori bersama jajaran direksi PTKA ke jalur itu.
Rencananya hasil pemetaan
tersebut akan dibukukan dalam bentuk katalog yang akan

dipamerkan oleh Pusat Kebudayaan Belanda.


Sementara itu Kepala Humas PTKA Daop II Bandung,
Bambang Setya Prayitno menyatakan rencana pembukaan
jalur KA berlokomotif uap itu
bisa dilakukan. Di PTKA Daop
II terdapat beberapa kereta
klasik yang bisa dipelihara dan
digunakan untuk jalur itu.
Lokomotifnya ada, bisa
diperbaiki dan dioperasikan
di jalur itu. Yah seperti KA
wisata di Ambarawa dan di
Padang, kata Bambang.
Dukungan mengoperasikan KA wisata berlokomotif
uap didukung oleh Direktur KA
Wisata, Adi Suryatmini yang
menyebutkan PTKA akan memaksimalkan potensipotensi
wisata yang ada, termasuk
memaksimalkan benda-benda
bersejarah seperti stasiun, terowongan serta fasilitas lainnya di jalur KA. Sahat

Buruh Sanmina Tuntut Penyesuaian Upah


Batam, METROPOLITAS POS

Ratusan orang buruh PT


Sanmina-SCI Kawasan Industri
Batamindo Kota Batam berunjuk rasa menuntut penyesuaian
upah sesuai kenaikan upah minimum kota dan tunjangan perumahan setelah pembicaraan
dengan manajemen perusahaan
tidak mencapai kesepakatan.
Perwakilan pengunjuk rasa
Sugiarto di Batamindo, Rabu,
mengatakan buruh yang sudah
bekerja lebih dari satu tahun
meminta perusahaan memberikan penyesuaian upah (upah
sundulan) sesuai dengan kenaikan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp222 ribu dita-

mbah uang perumahan Rp300


ribu untuk operator, Rp500
ribu untuk teknisi dan Rp700
ribu untuk staf.
Kami hanya menuntut hak
kami. Walau pun upah minimum
kota (UMK) naik, namun perusahaan tidak mau membayarkan
upah sundulan tersebut. Kami
juga menuntut uang perumahan
yang selama ini tidak diberikan
perusahaan, katanya.
Ketua Pengurus Unit Kerja
Federasi Serikat Pekerja Metal
Indonesia (PUK-FSPMI) Sanmina-SCI Darmo Juwono mengatakan sudah tiga kali perwakilan
karya-wan melakukan perundingan dengan manajemen peru-

sahaan.
Perusahaan tetap menawarkan upah sundulan sebesar Rp222
ribu sudah termasuk tunjungan
perumahan, kata Juwono.
Masalah upah sundulan dan
tunjangan perumahan ini sudah
menjadi kesepakatan semua buruh yang akan dituntut ke pihak
menajemen.
Semua buruh menolak upah
sundulan satu paket dengan
tunjangan perumahan. Kalau
sampai saat ini pihak menajemen masih ngotot, unjuk rasa
besok akan lebih besar lagi dengan menggalang solidaritas dari
buruh lainnya, katanya.
Junael

Hatta: Pemerintah Tetap Ingin Bangun PLTN


Banten, METROPOLITAS POS

Menteri Riset dan Teknologi


(Menristek) Gusti Muhammad
Hatta menegaskan, pemerintah
tetap ingin membangun pembangkit listrik tenaga nuklir atau
PLTN untuk kebutuhan sumber
energi juga bagi pengembangan
produk ketahanan pangan.
Pemerintah sudah siap untuk
membangun pembangkit nuklir.
Namun masyarakat kita belum
siap, kata Menristek Gusti Muhammad Hatta dalam kunjungan
kerja di Kabupaten Lebak, Rabu.
Gusti mengatakan, apabila
masyarakat bersedia dan bisa
menerima pembangunan PLTN,
maka kemungkinan pemerintah

akan merealisasikannya.
Apalagi, saat ini produksi bahan bakar minyak (BBM) terus
menurun dan diperkirakan 10
tahun yang akan mendatang habis.
Kalau kehabisan minyak, kata
dia, dipastikan akan menimbulkan pengangguran, pabrikpabrik tutup dan lainnya.
Karena itu, kata dia, pihaknya
terus mensosialisasikan agar
masyarakat mau menerima pemanfaatan energi nuklir.
Jika masyarakat siap maka
kita siap membangun pabrik listrik tenaga nuklir, ujarnya.
Babel atau Kalsel Menurut dia,
pembangunan pabrik nuklir di In-

donesia diusulkan di Bangka Belitung dan Kalimantan Selatan.


Sebab daerah tersebut sangat cocok untuk pengembangan
sumber energi nuklir.
Selama ini, lanjut dia, pemerintah sudah siap membangun pabrik nuklir juga memiliki
teknologi yang bagus, termasuk
sumber daya manusia (SDM).
Kita sudah siap untuk pembangunan nuklir dan hanya tinggal kesiapan masyarakat saja.
Pengembangan energi nuklir
sangat mendesak untuk mengantisipasi kehabisan bahan bakar
minyak, ujarnya menambahkan.
Menurut Menristek, nuklir
memiliki manfaat yang cukup

luas, bukan hanya untuk pengembangan energi seperti bahan bakar minyak, listrik tetapi juga bisa
dikembangkan untuk memenuhi
peningkatan sektor pangan.
Pengembangan bibit padi unggul yang dari radiasi nuklir yang
hasilnya jauh lebih baik dibandingkan dengan bibit padi biasa.
Padi dari hasil radiasi nuklir
memiliki keunggulan, di antaranya jarak panen cukup pendek,
produksi cukup tinggi, rasanya
enak dan tahan serangan hama.
Kita terus menerus mensosialisasikan kepada masyarakat
agar mau menerima pengembangan pabrik nuklir, katanya.
Limbong / Harry

LINTAS BERITA

Kalteng Tercapai Investasi Rp 22 Triliun


Kalteng, METROPOLITAS POS

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Badan Penanaman


Modal Daerah (BPMD) setempat berhasil mencapai target bidang investasi senilai Rp22 triliun dalam tahun 2011, kata
Kepala BPMD Dra Lenny I Simon.
Sesuai rencana pembangunan jangka
menengah (RPJM) Kalteng 2011, ditargetkan investasi sebesar Rp22 triliun dengan
290 investor, dan ternyata hingga akhir
tahun jumlahnya justru melebihi target,
katanya di Palangka Raya, Selasa.
Pada 2011, katanya, jumlah investor
yang masuk ke provinsi itu tercatat sebanyak 380, baik investor dalam negeri
maupun investor luar negeri. Begitu juga
jumlah investasi yang masuk di atas Rp22
triliun.
Investor yang masuk Kalteng tahun
2011 terdiri dari penanaman modal dalam
negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA), ujarnya.
Untuk penanaman modal dalam negeri sebanyak 191, sedangkan pemanaman
modal asing sebanyak 189. Dari sejumlah
investor yang masuk ke Kalteng tahun
2011 tersebut, kebanyakan bergerak di bidang pertambangan dan perkebunan.
Sektor yang dominan bagi penanaman
modal, baik dalam maupun luar negeri di
Kalteng adalah, bidang pertambangan dan
perkebunan, katanya.
Bahkan dari hasil capaian tahun 2011
tersebut, Kalteng berhasil menduduki peringkat ke-10 dalam hal penanaman modal
dari 33 provinsi di Indonesia dan ini berkat kerja sama yang dilakukan pemerintah
provinsi dengan investor.
Kita bersyukur pada 2011 mendapat
peringkat 10 besar dari 33 provinsi di Indonesia dalam bidang penanaman modal,
tambahnya. Suparto/Rahman

Warga Tegal Keluhkan Pajak Restoran

Jakarta, METROPOLITAS POS

Ikatan Keluarga Besar Tegal mendatangi Balaikota untuk bertemu dengan Wakil
Gubernur DKI Jakarta (Wagub DKI Jakarta) Prijanto. Ini dilakukan terkait dengan
pemberlakuan pajak restoran terhadap
warung-warung yang memiliki omzet di
atas Rp 550.000 per hari atau Rp 16,6 juta
per bulan atau Rp 200 juta per tahun.
Kami datang ke sini untuk mengeluhkan perda yang memajak warung kecil. Kami sampaikan keluhan terhadap
Wagub, kata Sekretaris Umum Ikatan
Keluarga Besar Tegal, Arief Muktiyono, di
Balaikota, Jakarta.
Menurutnya, pemberlakuan pajak
restoran dengan rentang omzet yang demikian tersebut memberatkan para pedagang warung kecil. Ini seperti pukat harimau. Memajak sampai ikan-ikan kecil juga
ditangkap, ujar Arief.
Dari pertemuan tadi, ia menambahkan
bahwa ada solusi untuk memberlakukan
diskresi agar warung-warung kecil ini
tidak terkena pajak. Kemudian, jika memungkinkan, nantinya peraturan gubernur (pergub) akan diatur lagi lebih rinci
sehingga warung kecil ini tidak terkena
pajak. Hotdiman

PENDIDIKAN & IPTEK

EDISI: 024/THN I/SENIN 27 FEBRUARI - 11 MARET 2012

Prestasi SLB A-N Citeureup Kota Cimahi


Layak Acungkan Jempol
Bandung, Metropolitan Pos,

ito Suharwanto S,pd S.IP M,Si seorang


pria gigih dan ulet alumnus UPI Bandung tahun 1999 saat mengambil S-1.
Alumnus STIA saat mengambil S-2. Saudara
Tito Suharwanto telah 3 kali menjabat sebagai Kepala Sekolah.

KEPALA Sekolah SLB Aisyah tasikmalaya, PLH SLB Negeri Bandung dan tahun 2007 mulai menjabat Kepala Sekolah
SLB-A Citeureup Kota Cimahi, dan terbukti sangat profesional
dalam bidangnya. Kelebihan dan keuletan pria bersahaja ini,
terlihat dari berbagai prestasi oleh SLBN A Citeureup mulai
dari tahun 2007 sampai dengan 2011. Tahun 2007 Sekolah ini
memiliki prestasi dalam kegiatan perlombaan Kebaya Kerudung yang di selenggarakan DPD Himpunan pengrembangan
Kepribadian Indonesia untuk tingkat propinsi Jawa Barat keluar sebagai juara I, II dan III. Tahun 2008 sekolah ini meraih
prestasi dalam kegiatan Karaoke Nasyd yang di selenggarakan
oleh Umi Maktum Voice untuk tingkat Kabupaten Bandung keluar sebagai juara I, kegiatan stand pameran terbaik yang diselenggarakan oleh Disdik Propinsi Jawa Barat untuk tingkat
Propinsi meraih juara I, dalam kegiatan lomba Rampak sekar
yang di selengarakan DPD Himpunan Pengembangan Keprib-

LINTAS BERITA

Biaya Pesawat Presiden Bisa Bangun


4.560 Sekolah
Jakarta, Metropolitan Pos,

Tim Advokasi Koalisi APBN untuk Kesejahteraan Rakyat menilai, harga pesawat
kepresidenan senilai 91,2 juta dollar atau
Rp 912,09 miliar dengan kurs Rp 10.000
setara dengan pengadaan rumah sederhana 9.121 unit dengan harga Rp 100 juta
per unit atau pengadaan sekolah rusak
sebanyak 4.560 sekolah dengan biaya perbaikan Rp 200 juta per sekolah.
Demikian disampaikan Ketua Eksekutif IHCS Gunawan di Jakarta, Minggu
(19/2/2012). Selain itu, lanjut Gunawan,
biaya pembelian pesawat senilai Rp
912,09 miliar itu identik dengan Jamkesmas untuk 11 juta penduduk miskin dengan biaya Jamkesmas Rp 80.000 per tahun
atau biaya Raskin 1 juta penduduk miskin
dengan alokasi Rp 894.000 subsidi Raskin
per orang per tahun.
Oleh karena itu, tim advokasi koalisi
APBN untuk kesejahteraan rakyat menyomasi Presiden Siusilo Bambang Yudhoyono,
pimpinan DPR, Badan Anggaran, Menteri
Sekretaris Negara, dan Menteri Keuangan.
Jenri

LKS Diperjual Belikan


Kadisdik di Laporkan

Bandung, Metropolitan Pos,


Koalisi Pendidikan Kota Bandung melaporkan Kadisdik Kota Bandung dan seluruh kepala sekolah ke Inspektorat Kota
Bandung terkait dilegalkan jual beli lembar kerja siswa (lks) dan sejenisnya di seluruh sekolah tingkat dasar hingga sekolah
menengah atas.
Hari ini, kami resmi melaporkan
Kadisdik Kota Bandung dan seluruh kepala
sekolah yang ada di Kota Bandung ke Inspektorat, terkait dugaan jual beli LKS dan
sejenisnya, kata Koordinator Investigasi
KPKB Iwan Hermawan, di Kota Bandung.
Iwan menuturkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji malah
menerbitkan surat izin rekomendasi untuk penerbit yang menjual LKS.
Kadisdik Kota Bandung seharusnya
tegas memberikan sanksi pada sekolah
yang menjual LKS. Ini malah sebaliknya,
kata Iwan. Laia

adian Indonesia untuk tingkat propinsi Jawa Barat meraih


juara I pada tahun yang sama dalam kegiatan presenter terbaik yang di selenggarakan oleh direktorat PLB untuk tingkat
Nasional juga meraih juara I pada tahun 2009 sekolah ini juga
merai prestasi dalam kegiatan balap kursi roda 100 M Porcanas, balap kursi roda 200 M Porcanas, lempar cakram Porcanas, yang saat itu di selenggarakan Kemenegpora, untuk tingkat Nasional masing-masing meraih juara I, pada tahun 2010
sekolah ini meraih prestasi mulai dari kegiatan kepala sekolah
SLB berdedikasi yang di selenggarakan bidang.
PLB Disdik Jabar untuk tingkat jawa barat meraih juara I,
kegiatan balap kursi roda 100 M O2SN yang di selenggarakan
oleh Kemendiknas untuk tingkat nasional meraih juara I, balap
kursi roda 100 M LKS TK. Propinsi yang diselenggarakan Bid
PLB Disdik Jabar untuk tingkat Jawa barat meraih juara I.
Untuk tahun ini 2011 prestasi yang di raih oleh SLBN-A Citeureup Kota Cimahi antara lain balap kursi roda putra 100 M
O2SN yang di selenggarakan oleh Kemendiknas untuk tingkat Nasional meraih juara I, kegiatan tenis meja Putri Tunet O2SN yang
di selenggarakan Kemendiknas, tingkat Nasional meraih juara
ke II, kegiatan catur Putra Tunet SMALB LKHBSOSPKPLK, kegiatan Matematika SMALB LKHBSOSPKPLK, kegiatan catur SMPLB
LKHBSOSPKPLK, tenis meja putra Tunet LKHBSOSPKPLK, tenis
meja putri, semua kegiatan masing masing meraih juara I, dan
masih banyak lagi presasi yang di raih oleh sekolah ini. Sesuai Visi
dan Misi SLBN-A Citeureup Kota Cimahi. Saragih

Bimbel GO Di SMP N 2 Cileunyi atas izin Dinas Pendidikan


Bandung, Metropolitan Pos,
Bimbingan belajar di SMP Negeri 2 Cileunyi, perlu di pertanyakan
legalitasnya, seperti pemberitaan
di memaparkan adanyan kegiatan
Bimbel GO.
Untuk mengikuti kegiatan ini
di kenakan biaya seperti uang
Bimbel sebesar Rp330.000 persiswa dan uang pendaftaran sebesar Rp50.000 persiswa. Kegiatan
Bimbel ini dilakukan didalam lingkungan sekolah, yang mempergunakan fasilitas pemerintah.
Seperti, gedung, karena langsung menggunakan bangunan SMP
Negeri 2. Saat hal ini di konfirmasi

ke pihak sekolah dan ketika itu


bertemu, Aries Triwidajati, S Spd
di ruang kerjanya, yang menjabat
sebagai bendahara, memberikan
keterangan bahwa segala persuratan mengenai legalitas MoU antara
SMP Negeri 2 dengan Bimbel GO
ada di bu Lisde, ada di lemari bu
Lisde kebenaran bu Lisde hari ini
ada keperluan.Ketika dikonfirmasi
bahwa fasilitas yang dipergunakan
adalah milik pemerintah.
Lisde, dengan nada sedikit
tinggi, semua itu tertuang di MoU
tersebut, kebenaran saya tidak
memegang MoU itu, ketika saya
menjelaskan blablabla.bla.

Kepsek Griba 14/2 Kota Bandung Cuci Tangan,

Terkait Sanksi Denda


Terhadap Siswa
Bandung, Metropolitan Pos,
SD Negeri Griba 14/2 Kota Bandung marak
dengan pungutan, berupa biaya wisata siswa
ke Jakarta sebesar Rp.200.000 perkepala belum termasuk biaya orang tua yang mau ngantar anaknya, dan yang dikawatirkan tindakan
kepala sekolah yang mengeluarkan kop surat
resmi dinas pendidikan secara tertulis.
Bagi siswa yang tidak mampu ikut, dijatuhi
sanksi denda 50 persen dari total pungutan
diatas, yang diketahui langsung dan diberi izin
oleh Kepala Sekolah SD Negeri Griba 14/2 Kota
Bandung, Dra. Ai Sarikinkin. Sesuai surat konfirmasi Metropolitan Pos, dengan No.047/K/
KB-bdg/Red-MP/I/2012, tentang, pungutan
biaya piknik sebesar Rp200.000 X 296 siswa=
Rp59.200.000, Pungutan uang kas untuk
fhotocopy sebesar Rp.10.000 X 296 siswa=
Rp.2.860.000/bulan, pungutan uang renang
sebesar Rp.15.000 X 296 siswa = Rp.4.440.000,
dengan total jumlah keseluruhan sebesar
Rp.66.500.000.-.
Sementara, Dra Ai Sarikinkin, bahwa pungutan yang ada dilingkungan sekolah baik piknik,
uang kas, maupun uang renang kami pihak
sekolah tidak merasa memungut untuk kegiatan
tersebut. Komite sekolah dan biaya kegiatan belajar mengajar di ambil dari dana BOS.
Pengawas Tk/SD Gugus 20 dari Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Sodikin, turut
mengetahui dan memberi izin tahun lalu di
SDN Griba 14/2. Kepala Dinas Kota Bandung
Drs H.Oji Mahroji belum bisa menjelaskan.
Laia

saya takut memberi steatment


yang salah, jadi mengenai keuntungan, fee, dan legalitas telah tertuang di dalam MoU tersebut.
Kegiatan Bimbel ini di monopoli oleh orang tertentu, guru-guru
yang ada tidak terlibat sama sekali
dan tidak mengetahui berapa dana
yang di dapat dari kegiatan tersebut dan di alokasikan kemana, di
samping itu ada informasi bahwa
di sekolah ini tidak tunjangan kesejahteraan guru seperti di sekolah
yang lain yang telah berlebel RSBI.
Aries, memberikan keterangan
bahwa Lisde sebagai wakil Kepala
Sekolah, jadi Lisde, yang menan-

gani, tunjukkan MoU nya.


Aries, Redaksi Metropolitan
Pos menerangkan bahwa seorang
Jurnalist memiliki kode etik sesuai dengan UU pokok Pers No.40
tahun 1999, tetapi bu Lisde tetap
ngotot menanyakan narasumber,
dan berkali-kali bertanya untuk
apa hal ini diberitakan.
Metropolitan Pos, untuk mengklarifikasi mengenai sejauh mana
kebenaran informasi yang di terima Lisde, memaparkan bahwa
Bimbel GO atas permintaan orang
tua dengan alasan supaya anak
lebih praktis tidak kemana-mana.
M.Saragih/Laia

Ratusan Siswa Sukamekar Bekasi Mengungsi


Bekasi, Metropolitan Pos,
Ratusan siswa SDN 02 Sukamekar, Desa
Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terpaksa mengungsi belajar akibat tiga dari enam ruang
belajar rusak.
Mereka (siswa) ada yang menggunakan
ruang kepala sekolah, unit kesehatan sekolah (UKS), dan mushala sambil menunggu
proses perbaikan, kata Kepala Sekolah
SDN 02 Sukamekar, Nemit, di Bekasi, Selasa.
Menurut dia, kerusakan sekolah yang
berlangsung sejak dua tahun itu sudah tergolong parah, dan belum ada realisasi perbaikan sama sekali dari pihak terkait, meski telah disampaikan berulang kali melalui
Dinas Pendidikan setempat.
Dari Enam ruangan kelas yang ada, tiga
di antaranya rusak sehingga tak dapat digunakan sama sekali. Salah satu ruangan
kelas yang rusak itu bahkan sudah tak beratap. Ditambah satu ruang Kepala Sekolah
yang juga mulai menunjukan tanda-tanda
kerusakan, ujarnya.
Menurut dia, ketiga ruang kelas yang
rusak itu sengaja dibongkar oleh pihaknya
pada bagian atap karena kayu kuda-kudanya patah dan keropos termakan usia.
Daripada rubuh saat belajar hingga
menimpa siswa, akhirnya mereka kami
ungsikan ke kelas lain, ujar Nemit.
Dikatakannya bahwa di sekolah itu terdapat 405 siswa yang terbagi menjadi 13
rombongan belajar yang masuk pagi dan
siang. Rombongan belajar kelas I sampai V,
secara bergantian belajar di ruangan yang

masih baik dan ruangan lain yang sudah


berubah fungsi. Sementara kelas VI yang
berjumlah 58 siswa mendapatkan kelas
tetap dengan pertimbangan tidak menganggu persiapan siswa tersebut menjelang ujian nasional.
Selain kerusakan ruang kelas tersebut,
sekolah yang berdiri di atas lahan seluas
1.500 meter persegi ini juga kekurangan
kursi dan meja. Akibatnya, siswa yang belajar di ruang kepala sekolah dan mushala
harus melantai.
Pada tahun ajaran 2012, kata dia,
pihaknya telah membeli sepuluh pasang
meja dan kursi secara swadaya. Namun
jumlahnya masih kurang karena dibutuhkan 50 pasang lagi.
Raja/Simson/Bahagia

POLITIK & HUKUM

EDISI: 024/THN I/27 FEBRUARI - 11 MARET 2012

Dana Parpol Harus Transparan


Jakarta, Metropolitan Pos,

orupsi politik kini


menjadi momok
yang menghantui
partai politik. Salah satunya adalah aliran dana
ilegal untuk kampanye
parpol.
NAMUN, menurut Abdul Azis,
anggota Komisi Pemilihan Umum
(KPU), tak mudah bagi pihaknya
maupun Panitia Pengawas Pemilu
(Panwaslu) untuk menelusuri dari
mana saja sumber dana ilegal untuk
kampanye. Pasalnya, kata dia, dalam Undang-Undang Partai Politik
tak diatur transparansi dana partai
secara keseluruhan baik dari luar
maupun dari anggota parpol.
Hanya ada aturan batasan penerimaan dana dari luar untuk partai, yang bisa saja dibuat dalam
bentuk laporan fiktif dan diberikan
pada KPU. Hal ini mengakibatkan
ada tindak pidana pencucian uang.
Kalau kita mau jujur, harusnya
transparansi mencakup seluruh
pengeluaran yang digunakan partai untuk kampanye. Termasuk
dari orang-perorang partai. Jadi
anggota partai enggak bisa sembarangan. Kalau anggotanya sumbang juga, kita tidak tahu dari
mana uangnya berasalkan. Itu
susah ditelusuri, ujar Abdul di Jakarta, Jumat (24/2/2012).
Modus yang digunakan partai
selama ini kata dia, hanya dengan
melaporkan dana awal partai untuk kampanye. Namun, laporan

itu tidak berubah setelah kampanye selesai dilaksanakan. Kadang


mereka lapor dana, contohnya
dana awal Rp100 juta untuk kampanye, tapi kalau kita lihat di luar
dana yang digunakan terlihat lebih
dari itu, untuk baliho dan segala
macam. Itu semua kan butuh dana,
tidak mungkin dana kecil. Tapi begitu melihat laporan, ternyata jumlahnya masih sama waktu awal.
Lalu dari mana uang untuk baliho
dan lain-lain, ungkapnya.
Selain susah dalam penelusuran,
kata dia, tak ada sanksi dari undang-undang bagi partai yang terlibat permainan dana ilegal di partai. Jika ada landasan hukum baru,
kata dia, Panwaslu dapat diberi kewenangan untuk memeriksa dana
kampanye partai dan memberikan
sanksi jika ada pelanggaran.
Mereka bisa mendaftarkan tim
yang resmi yang mengurus pendanaan, tapi di luar sana ada juga
yang bisa membuat tim khusus untuk mencari dana dengan cara lain.
Cuma itu, enggak bisa juga dilakukan penindakan oleh Panwaslu
karena tak ada landasan hukumnya untuk menjerat, jelas Abdul.
Ia meminta, ke depan jika DPR
RI membahas revisi undang-undang
tentang Pemilu maupun undangundang parpol, dapat disisipi aturan
mengenai transparansi partai politik
secara keseluruhan, tanya mengenai
penerimaan dana dari luar.
Bisa diusul jika ada revisi undang-undang. Tapi dana kampanye dan dana parpol harusnya diatur dalam undang-undang sendiri.
Kita mendambakan satu situasi
di mana, partai umumkan pada

John Kei Terlibat Pembunuhan Berencana


Jakarta, Metropolitan Pos,

Penyidik Kepolisian Daerah Metropolitan


Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) memiliki
cukup bukti dugaan John Kei terlibat kasus
pembunuhan berencana terhadap mantan
bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry
Tantono alias Ayung. (Pembunuhan) ini berencana karena sengaja sudah ada persiapan
sebelumnya, kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar
Polisi Toni Harmanto di Jakarta.
Toni mengatakan, penyidik menduga
John Kei dan kelompoknya memiliki niat dan
merencanakan mempersiapkan untuk membunuh Ayung. Toni menuturkan petunjuk
pertama dugaan kelompok John Kei terlibat
pembunuhan berencana, yakni rekaman
kamera tersembunyi.
Petunjuk rekaman CCTV tampilan asli
tanpa editan, ujar Toni. Perwira menengah
kepolisian itu, menyatakan rekaman menunjukkan John Kei bersama kelompoknya, serta korban masuk ke kamar hotel yang sama
dengan jeda waktu hingga korban ditemukan tewas.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya,
Komisaris Besar Polisi Rikwanto sempat
menuturkan ada fakta salah seorang rekan
pelaku, SM yang memesan kamar di Swissbell-Hotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Jenri

Kejaksaan Agung mempromosikan Muhammad Salim dari Kepala


Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara
Barat menjadi Kajati Kalimantan
Timur, padahal yang bersangkutan
pernah tersandung kasus Arthalyta
Suryani.
Promosi tersebut berdasarkan
Surat Keputusan (SK) Jaksa Agung
Nomor: Kep-024/A/JA/02/2012
tertanggal 14 Februari 2012 dan
bagian dari 11 pejabat eselon II

LINTAS BERITA

Legislatif dan Eksekutif


Rawan Berselingkuh
untuk Korupsi
Jakarta, Metropolitan Pos,

Sistem politik yang mahal, cenderung


membuat para politisi harus mencari modal
besar untuk berkompetisi dalam merebut jabatan publik.
Ketika menjabat legislatif atau eksekutif,
sistem yang masih membaur tanpa batas
juga potensial mendorong terjadinya perselingkuhan kepentingan, termasuk korupsi.
Akbar Faizal menilai, sistem kerja di legislatif membaurkan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Kondisi ini potensial membuka kemungkinan terjadinya
perselingkuhan kepentingan, antara legislatif
dan eksekutif untuk tujuan yang menyimpang,
termasuk kemungkinan korupsi.
Saya melihat sendiri perselingkuhan
itu, katanya.
Untuk mengubah keadaan, kita perlu
mendorong terobosan dengan membuat
sistem tiga kamar terpisah untuk fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran, lanjut Akbar.
Dia juga mendukung perbaikan perundangundangan politik, pemilu, dan pilkada agar biaya politik menjadi lebih murah. Tanpa semua
itu, kondisi yang rawan korupsi seperti sekarang akan terus berlangsung. Hotdiman

PPATK Temukan Transaksi


Tidak Wajar Menteri
publik, kami gunakan uang segini
dan kami gunakan untuk ini. Reg-

ulasi dana parpol, jangan hanya


pemanis,pungkasnya. Jenri

Kejagung Jadikan Gayus


Lainnya Jadi Tersangka
Jakarta, Metropolitan Pos,

Kejaksaan Agung menetapkan seorang pegawai Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak)
berinisial DW sebagai tersangka kasus dugaan
korupsi. Penetapan ini dilakukan setelah kejaksaan melakukan penelusuran berupa penyelidikan dari laporan masyarakat yang menyebut
DW memiliki kekayaan yang tidak wajar.
Namun, belum dijelaskan secara detail, bentuk ketidakawajaran kekayaan DW tersebut. DW
selama ini bertugas di Kantor Pelayanan Pajak
(KPP) Kantor Besar Gambir (Large Tax Office). Per
2 Januari 2012, DW telah pindah bekerja ke Dinas
Pendapatan Daerah (Dispenda) DKI Jakarta.
Berdasarkan laporan masyarakat kita lakukan penyelidikan, karena sudah memiliki bukti
permulaan yang cukup maka kita tingkatkan ke
penyidikan dengan tersangka inisialnya DW,
ujar Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus
Arnold Angkauw di Kejaksaan Agung.
Jadi ada laporan ya dia banyak hartanya
dan kita selidiki ya memang tidak sesuai dengan
profil dia sebagai pegawai negeri sipil di Dirjen
Pajak, sambungnya.
Menurut Arnold, penetapan ini juga dilakukan setelah kejaksaan melakukan penggeledahan di beberapa tempat. Ia tak menyebutkan
tempat-tempat yang dimaksud tersebut. Sejauh
ini, kata dia yang disita adalah sertifikat milik

DW dan pemblokiran rekening miliknya.


Aset DW, kata Arnold, kebanyakan dalam
bentuk uang. Ada beberapa tempat yang kita
geledah, dan kita sudah menyita beberapa barang. Tapi kita masih dalami apa yang kita sita
itu. Kita masih mengejar bukti maka belum bisa
kita publikasikan, terangnya.

Istri DW belum jadi tersangka


Jika DW telah terjerat, istrinya yang berinisial DA justru belum dijadikan tersangka. Padahal pegawai Direktorat Keberatan dan Banding
Direktorat Jenderal Pajak itu, sudah lebih dulu
dibidik oleh kejaksaan, karena mendapat laporan penemuan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang telah diserahkan ke Kejaksaan Agung.
DA diduga memiliki simpanan di 18 bank
dengan jumlah di luar kepatutan. Satu kali
transfer yang masuk ke rekening DA misalnya
sebanyak 250.000 dollar AS. Aparat Kejaksaan
Agung juga dikabarkan telah mendatangi dan
menyita dokumen dan data di dalam komputer
miliknya.
Untuk sementara DW. Sedangkan DA nya
untuk sementara belum. Kita masih akan dalami
lagi. Rekeningnya ada rupiah dan dollar, banyaklah nanti belum dirinci, rekeningnya di bank
dalam negeri, pungkas Arnold. Jenri

Jaksa Bermasalah Dapat Promosi Kajati Kaltim


Jakarta, Metropolitan Pos,

yang dimutasi pada Februari 2012.


Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung
Noor Rachmad di Jakarta, menyatakan, pengangkatan Muhammad
Salim berdasarkan hasil rapat
pimpinan di Kejagung.
Semua persyaratan (pengangkatan Muhammad Salim, red.) sudah terpenuhi, katanya.
Ia juga menyatakan bahwa
orang yang dihukum itu tidak selamanya dihukum.

Pada kesempatan itu ia tidak


mau memberikan keterangan lebih
jauh terkait pernyataan tersebut.
Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KKRI) Halius
Hosein mengharapkan, Kejagung
harus memiliki standarisasi yang
jelas dalam mengangkat seseorang
seperti pejabat eselon II.
Tentunya Kejagung harus punya standarisasi yang jelas dalam
mengangkat seseorang, katanya.
Kendati demikian, ia menyata-

kan seseorang tidak bisa seumur


hidup dihukum dan tentunya saat
dirinya diangkat dinilai memiliki
kredibilitas.
Terkait nantinya akan dikecam
oleh publik dengan adanya pengangkatan jaksa bermasalah itu,
ia menyatakan tidak menjadi masalah jika masyarakat mengkritisi.
Biarkan saja jaksa agung merespons adanya tanggapan dari
publik, katanya.
Jenri

Jakarta, Metropolitan Pos,

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi


Keuangan (PPATK) menemukan transaksi
tidak wajar yang melibatkan menteri di
Kabinet Indonesia Bersatu II. Hingga saat ini,
PPATK masih mengusut temuan itu.
Hal itu terungkap dalam rapat kerja
antara PPATK dengan Komisi III di Komplek
Dewan Perwakilan Rakyat.
Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo mempertanyakan ada
tidaknya transaksi tidak wajar yang melibatkan menteri atau lingkungan istana.
Pasalnya, dalam laporannya, PPATK hanya menemukan transaksi tidak wajar yang
melibatkan aparat penegak hukum, anggota
Dewan, dan pegawai negeri sipil.
Apakah ada menyangkut menteri, kami
sampai sekarang tidak pilih kasih. Ada. Cuma,
apakah itu pidana atau tidak, yah lagi diverifikasi, kata Yusuf.
Ada berapa menteri? tanya Bambang.
Tidak terlalu banyak, satu atau dua lah,
jawab Yusuf.
Bambang langsung mengaitkan pernyataan
Yusuf itu dengan pengakuan terpidana Mindo
Rosalina Manulang bahwa ada menteri yang
meminta fee 8 persen sebagai syarat agar Permai Grup mendapatkan proyek di kementeriannya. Jadi ini ada korelasinya, ucap Bambang.
Yusuf tak mau mengomentari pernyataan
Bambang. Adapun mengenai transaksi tak wajar di lingkungan Istana, kata Yusuf, pihaknya
belum menemukan.
Bambang juga mempertanyakan apakah
ada aliran dana senilai Rp 100 miliar ke tokoh partai politik tertentu terkait proyek
Hambalang. Menurut Yusuf, pihaknya telah
menyerahkan 23 LHA yang terkait terdakwa
M Nazaruddin kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. Jenri

INVESTIGASI

EDISI: 024/THN I/SENIN 27 FEBRUARI - 11 MARET 2012

LINTAS BERITA

Menteri Agama
Tarik Dana Haji dari
Bank
Jakarta, METROPOLITAN POS

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali


mengatakan, pihaknya tengah memindahkan Rp 12 triliun dana haji di sejumlah Bank
Penerima Setoran (BPS) Biaya Penyelenggara
Ibadah Haji (BPIH) ke dalam sukuk.
Alasan saya, cuma untuk menyelamatkan dana haji, kata Suryadharma Ali
pada acara peletakan batu pertama pembangunan asrama haji di Pekanbaru, Sabtu
(25/2/2012) petang kemarin.
Ia mengatakan, sesuai aturan, jika ada
bank mengalami bangkrut, dana haji yang
tersimpan tak ada jaminan diganti utuh
atau sepenuhnya. Untuk bank konvensional, penggantian maksimal hanya sebesar
Rp200 miliar. Namun, jika dana tersimpan
di sukuk, selama negara masih berdiri akan
dijamin 100 persen oleh pemerintah.
Di sukuk sendiri, dana haji yang sudah
tersimpan saat ini sebanyak Rp 23 triliun.
Dengan demikian, jika proses penarikan
dana haji dari seluruh BPS BPIH selesai
pada Februari 2012 ini maka jumlah dana
haji yang tersimpan di sukuk mencapai
Rp35 triliun. Sisa dana haji yang ada di
bank masih sekitar Rp 3 triliun.
Menag mengakui penarikan dana haji
dari BPS, baik bank konvensional BUMN
mapun syariah seperti di Bank Muamalat,
telah menimbulkan kekecewaan di kalangan perbankan. Namun, menurutnya bank
sudah cukup mendapat keuntungan dari
dana tersebut dan penyelematan dana
umat lebih penting.

Penyidikan Korupsi KPU Karimun


Mengarah Perjalanan Fiktif
Riau, Metropolitan Pos,

enyidikan korupsi
penggunaan dana
hibah dari APBD Karimun 2010-2011 sebesar
Rp13,5 miliar akan mengarah pada sejumlah perjalanan dinas fiktif personel Komisi Pemilihan
Umum Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
KAMI akan memeriksa seluruh
kelompok kerja dan masing-masing
tugas pokok dan fungsi mereka untuk mengetahui seluruh personel
pelaksanaan pemilihan kepala daerah seperti sosialisasi, koordinasi dan

nyidikan dilakukan berhasil mendapatkan penambahan dokumen surat


pertanggungjawaban (SPj) yang
jumlahnya sudah mendekati jumlah
dana hibah yang telah dikucurkan
oleh Pemkab Karimun.
Jumlah dokumen Spj asli yang
telah berhasil kami dapatkan lebih
dari 3 ribu, saat ini tim penyidikan
sedang melakukan pengelompokan ribuan dokumen tersebut sesuai dengan kategori kegiatan yang
dilakukan, katanya.
Tentang tahapan penyidikan terhadap anggota KPU Karimun yang
akan dilaksanakan pekan depan,
kata dia, pihaknya akan memeriksa
sekaligus dua orang personel KPU
sekaligus. Pemeriksaan secara terpisah dilakukan, dengan menggunakan tim yang sama, ujarnya.
Ditanya apakah sudah dapat

menjadwalkan penetapan tersangka, dia menjawab belum bisa


menentukan jadwal tepat untuk
menetapkan tersangka.
Berdasarkan informasi yang
dihimpun, penyelidikan kasus korupsi penggunaan dana hibah yang
berasal dari APBD Karimun Tahun
Anggaran 2010-2011 sudah dilakukan oleh pihak kejaksaan setempat
sejak Oktober lalu.
Kemudian 9 Januari 2012 penyelidikan ditingkatkan ke tahap penyidikan berdasarkan surat perintah
Kepala Kejari Tanjung Balai Karimun
No.01/N.10.12/FD.1/01/2012,
9
Januari 2012.
Nilai nominal dana hibah yang dikucurkan sebesar Rp13,5 miliar selama dua tahun berturut-turut seperti disebutkan dalam dua naskah
perjanjian hibah daerah. Junael

Dana BOS Dikorupsi dengan berbagai cara


Garut, Metropolitan Pos

Tak setuju moratorium


Menanggapi dipindahkannya dana haji
dari BPS BPIH terkait adanya tudingan bahwa
Kemenag tak mau menjalankan moratorium
pendaftaran haji, menurut Suryadharma Ali,
pendapat atau anggapan itu tidak tepat.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Menag agar melakukan moratorium pendaftaran haji guna
menghindari adanya kebocoran atau korupsi. Selain itu, moratorium dimaksudkan
untuk menghindari penggelembungan dana
haji dan kemudian disalahgunakan oknum
Kemenag. Hasudungan

Rosa Resmi
Laporkan Menteri
Peminta Fee
Jakarta, METROPOLITAN POS

Kuasa hukum Mindo Rosalina Manulang


(Rosa), Ahmad Rivai, tidak memberi tahu
inisial dari menteri yang disebut kliennya
meminta fee, namun hanya menyebut tender proyek tersebut dimulai sekitar medio
2010.
Permintaan fee tersebut terkait proyek
yang dimulai sekitar pertengahan 2010,
kata Rivai di Jakarta, Kamis.
Ia mengungkapkan permintaan fee
sebesar 8 persen dari nilai proyek tersebut
dilakukan dua kali oleh sang menteri. Pertama, permintaan dilakukan kepada Rosa
di rumah dinas Menteri.
Permintaan kedua dilakukan dalam
sebuah pertemuan di Grand Melia, Kuningan, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut Rosa kembali ditanya soal kesediaan
memberikan fee sebesar 8 persen dari nilai
proyek yang ditenderkan.
Kalau tidak bersedia dengan 8 persen
tersebut, menurut Rosa, proyek dipertimbangkan akan diberikan kepada pihak lain yang
sanggup memberikan 8 persen, ujar Rivai.
Sebelumnya, Rivai mengatakan bahwa Menteri yang dimaksud oleh kliennya
tersebut telah bersaksi dalam persidangan
di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dalam minggu ini.
Namun, kata dia, terpidana Mindo Rosalina Manulang tidak menyebutkan siapa
dari dua Menteri yang bersaksi--Andi Mallarangeng terkait dengan Wisma Atlet atau
Muhaimin Iskandar--yang meminta fee.
Jenri

pengiriman logistik termasuk biaya


yang digunakan, ucap Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Tanjung Balai
Karimun Hanjaya Candra, seusai
memimpin acara Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum bagi
Pengurus RT/RW se-Kabupaten Karimun di Gedung Nasional, Selasa.
Hanjaya Candra menyebutkan
langkah itu dilakukan untuk menindaklnjuti indikasi pelaksanaan perjalanan dinas fiktif berdasarkan surat
perintah perjalanan dinas (SPPD)
personel KPU pada penyelidikan lalu.
Untuk pengungkapan lebih
lanjut akan kami lakukan hingga
memperoleh dokumen akhir perjalanan seperti akan meminta
manives akhir ke bandara bila perjalanan tersebut menggunakan pesawat udara, ujarnya.
Dia juga menyebutkan selama pe-

Pemburu

Sembilan jenis pungutan penyebab dugaan


korupsi bantuan operasional sekolah tahun
anggaran 2010 berhasil terangkum oleh Garut
Governance Watch (GGW) kemudian dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Garut, Jawa Barat,
Kamis.
Ada sembilan jenis pungutan dugaan korupsi dana BOS tahun 2010 yang dilakukan
oknum birokrat Dinas Pendidikan Kabupaten
Garut, dengan kerugian negara diperkirakan
Rp3 sampai Rp7 miliar, kata Sekjen GGW, Agus
Rustandi.
Jenis pungutan yang berhasil terungkap
oleh GGW berdasarkan laporan sejumlah sekolah, kata Agus, yakni oknum birokrat Dinas
Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut yang
meminta sejumlah uang kepada setiap sekolah
tingkat SD dan SDLB penerima dana BOS.
Sembilan jenis pungutan tersebut yakni
dana taktis dan materai dengan kisaran permintaan uang senilai Rp50 ribu hingga Rp900
ribu. Pungutan uang untuk kartu nomor induk siswa hasional (NISN) Rp128 ribu hingga
Rp200 ribu.
Pungutan sumbangan Bangunan kantor
UPTD, gedung olah raga PGRI dan Masjid diminta uang setiap sekolah rata-rata Rp70 ribu
hingga nilai terbesar Rp2.286.000.
Kemudian masing-masing sekolah diminta
uang kegiatan akreditasi, sebesar Rp1.333.500,kegiatan kelompok kerja kepala sekolah (K3S) atau
Gugus sebesar Rp200 ribu hingga Rp491 ribu.
Pungutan uang pemeriksaan atau jamuan
tamu sebesar Rp78.400 hingga Rp100 ribu,
pungutan operasional kantor UPTD Disdik
sebesar Rp98 ribu hingga Rp200 ribu.
Kemudian pungutan untuk uang transfor-

tasi atau ongkos pejabat UPTD Disdik sebesar


Rp204 ribu hingga Rp300 ribu dan terakhir
pungutan uang infaq dana sosial sebesar Rp19
ribu hingga Rp25 ribu.
Berdasarkan kajian temuan sembilan jenis
pungutan tersebut, kata Agus, pihak yang bertanggungjawab atau terlibat yakni oknum
birokrat Disdik Kabupaten Garut hingga UPTD
Disdik tingkat Kecamatan, oknum anggota K3S
dan oknum anggota organisasi Guru.
Menurut dia, pungutan yang barhasil terangkum oleh GGW tersebut telah menyalahi aturan
penggunaan dana BOS yang sebenarnya untuk
mengurangi beban biaya sekolah masyarakat
dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Berdasarkan analisis diatas, maka GGW
mendesak kepada Kepala Kejaksaan Negeri
Garut untuk menindaklanjuti, dan memeriksa
seluruh pihak yang terkait, tegas Agus.
Menanggapi tuduhan GGW adanya dugaan
korupsi dana BOS, pihak Disdik Kabupaten
Garut mempersilahkan penegak hukum untuk
menindak lanjuti laporan tersebut.
Disdik setelah mengetahui adanya laporan ini mempersilahkan penegak hukum untuk
melakukan pemeriksaan dugaan korupsi dana
BOs, kata Sekretaris Disdik Kabupaten Garut,
Deddy Yusuf.
Namun terkait adanya jenis pungutan yang
disebutkan GGW melibatkan oknum pejabat
birokrat Disdik Kabupaten Garut, Deddy dengan tegas membantahnya.
Contoh jenis pungutan yang dianggap tidak
sesuai fakta, kata Dedy, yakni masalah pungutan dana taktis dan pengadaan materai terhadap Kepala Sekolah. Materai sebenarnya sudah disediakan oleh masing-masing sekolah,
jelas Deddy. Barmen Sigalingging

koruptor kebingungan tangkap Djoko Tjandra

Jakarta, METROPOLITAN POS

Tim Pemburu Koruptor kebingungan menangkap terpidana


cessie Bank Bali yakni Joko Tjandra yang diduga melarikan diri ke
Singapura sejak 10 Juni 2009 melalui Bandara Halim Perdanakusuma.
Tim Pemburu Koruptor yang juga
Wakil Jaksa Agung, Darmono, di Jakarta, Jumat menyatakan, pihaknya
sampai sekarang masih mencari
Djoko Tjandra.
Belum ada informasi yang
pasti keberadaan yang bersangkutan, itu tugas kami untuk mencari,
termasuk anda (wartawan) agar
membantunya siapa tahu bisa menangkapnya, katanya.
Saat ditanya mengenai putusan Peninjauan Kembali di atas PK

Djoko Tjandra yang ditolak hingga


harus tetap menjalani hukuman
dua tahun kurungan, ia justru menyatakan kalau sudah menerima
salinan putusan yang diperintahkan untuk dilaksanakan. Itu kan
putusan akhir, katanya.
Kemudian wartawan menanyakan pelaksanaan eksekusinya
sendiri bagaimana karena yang
bersangkutan buron, ia membalikkan pertanyaan itu pencariannya
merupakan tugas kita bersama.
MA pada 2009 lalu telah menolak PK yang diajukan oleh Joko
Tjandra dan seharusnya dieksekusi pada 16 Juni 2009.
Namun, petugas kejaksaan tak
menemukan Joko di rumahnya di
kawasan Jakarta Selatan karena se-

pekan sebelum (10 Juni 2009) telah


meninggalkan Indonesia dengan pesawat carter melalui Halim Perdanakusumah menuju Papua Nugini dan
meneruskan terbang ke Singapura.
Kasus cessie Bank Bali yang
menjerat Joko Tjandra, berawal pada
11 Januari 1999. Ketika itu, disusun
perjanjian pengalihan tagihan piutang antara Bank Bali yang diwakili
oleh Rudy Ramli dan Rusli Suryadi,
dengan Joko Tjandra selaku Direktur
PT Persada Harum Lestari, mengenai tagihan utang Bank Bali terhadap
Bank Tiara sebesar Rp38 miliar.
Belakangan diketahui bahwa
perjanjian ini bermasalah dan
berbuntut ke kasus pidana yang
menyeret juga mantan Gubernur
BI Sahril Sabirin. tim

Darmono

DAERAH

EDISI: 024/THN I/27 FEBRUARI - 11 MARET 2012

Puluhan Minimarket
di Serang Tidak Berizin
Serang, Metropolitan Pos,

ebanyak 20 minimarket di Kabupaten Serang, Provinsi


Banten, diketahui tidak
berizin sehingga pemerintah setempat segera
menutup kegiatan bisnis
waralaba tersebut.

KAMI minta minimarket yang


tidak memiliki izin usaha ditutup, kata Ketua Komisi I DPRD
Kabupaten Serang, Adhadi Romli,
di Serang, Kamis. Ia mengatakan,
temuan kasus tersebut dari hasil
inspeksi mendadak Komisi I DPRD
Kabupaten Serang ke tempat-tempat minimarket itu.
Dari 35 minimarket yang ada di

Kabupaten Serang ditemukan 20


minimarket tidak memiliki surat izin
usaha perdagangan (SIUP). Semestinya, kata dia, pemilik minimarket
mengurus perizinan ke Pemerintah
Kabupaten Serang sebelum melakukan usaha perdagangan.
Namun, mereka hingga kini belum mengantongi SIUP yang dikeluarkan pemerintah setempat.
Kami minta pemerintah daerah
menutup aktivitas minimarket yang
tak memiliki SIUP itu, ujarnya.
Menurut dia, saat ini minimarket yang tidak berizin tentu tak ada
pendapatan asli daerah (PAD) kepada pemerintah daerah. Penutupan usaha juga dapat memberikan
efek jera agar minimarket-minimarket yang lain segera mengurus
perizinan usahanya.
Ia menyebutkan, DPRD Kabupaten Serang saat ini sedang mem-

bahas rancangan peraturan daerah


(Raperda) tentang penataan waralaba. Meskipun sudah ada peraturan
bupati nomor 27 tahun 2006 serta
Undang-undang nomor 49 tahun
2008 tentang penataan waralaba.
Namun, kata dia, peraturan bupati itu sudah kadaluarsa dan tidak
memiliki kekuatan hukum.
Saya kira dengan Perda itu
tentu legalitas hukumnya jelas dan
bisa dikenakan sanksi bagi pemilik
minimarket yang tak mengantongi
izin usaha, katanya.
Ia menjelaskan, peraturan dalam perda tersebut juga lokasi
minimarket minimal jarak mencapai 500 meter dari pasar tradisional. Saat ini, kata dia, banyak
ditemukan minimarket mendirikan usaha berada di lingkungan
pasar tradisional.
Kami akan menindak tegas

LINTAS BERITA

DPRD Pertanyakan
Perizinan Iklan Gunakan Fasilitas Umum
jika minimarket yang tidak menaati peraturan itu, katanya.
Kepala Bidang Perdagangan
Dinas Perindustrian Perdagangan
dan Koperasi (Disperindagkop)
Kabupaten Serang, Suganda mengakui jika banyak minimarket yang
tidak berizin. Pemerintah daerah
dalam waktu dekat ini akan menertibkan minimarket yang tidak
berizin.
Ia menambahkan, minimarket
yang tak memiliki SIUP tersebut
tentu merugikan pemerintah daerah karena tidak ada PAD. Akan
tetapi, dampak positif keberadaan
minimarket juga ada, yakni penyerapan tenaga kerja.
Kami akan menegur manajemen perusahaan minimarket dan
kemungkinan bisa saja melakukan
penutupan usaha jika tak memiliki
SIUP, katanya. Bona Marbun

DPRD Pesimis E-KTP Jabar Selesai Tepat Waktu


Bandung, Metropolitan pos
DPRD Provinsi Jawa Barat menilai pesimis bahwa pelaksanaan program elektornik KTP (e-KTP)
oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa selesai
tepat pada waktunya, yakni pada Oktober 2012.
Sepertinya, pemprov pesimis untuk menyelesaikan E-KTP pada Oktober. Makanya
kami mengajukan pengunduran jadwal penyelesaian e-KTP. Yogyakarta saja hingga saat ini
e-KPT-nya sudah mencapai 74 persen, kata
anggota Komisi A DPRD Jawa Barat, Deden
Darmansyah, di Bandung, Jumat.
Oleh karena itu, pihaknya menyarankan agar
Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta kepada Kemendagri untuk mengundurkan batas
waktu pelaksanaan elektronik KTP (e-KTP) dari
batas pelaksanaan e-KTP tersebut Oktober 2012,
diundurkan menjadi akhir Desember 2012.
Mengapa harus diundur, karena proses
pembuatan e-KTP di Jabar saat ini belum mencapai 50 persen, kata Deden.

Menurut Dede, hingga saat ini di Provinsi


Jabar dari 26 daerah baru 11 kabupaten/kota
yang sudah memproses e-KTP, diantaranya
Kota Bandung, Kota Sukabumi, Cirebon, dan
Kabupaten Indramayu.
Sedangkan yang lainnya diharapkan bisa
menyelesaikan proses pembuatan e-KTP tahun ini, ujar politisi dari Fraksi PDI Perjuangan Jawa Barat ini.
Dikatakannya, di antara kendala yang menyebabkan terget e-KTP di Oktobober 2012
tidak bisa tercapai, ialah akses penduduk ke
outlet yang ada di setiap kecamatan di beberapa daerah cukup sulit.
Selain itu, kerja operator di Jabar tak bisa
mencapai target yang ditetapkan Kemendagri.
Seharusnya, di setiap oultet bisa memproses
300 e-KTP/hari, katanya.
Akan tetapi, kata Deden, kenyatannya sampai saat ini setiap outletnya hanya bisa memproses 150 e-KTP.

Proses pembuatan e-KTP yang dilakukan


di Jabar hanya merekap data saja. Tapi, e-KTP
secara fisik belum diberikan kepada pemegangnya. Warga yang datang ke outlet, hanya
difoto dan didata saja.Jadi, percuma juga karena warga belum menerima e-KTP saja, kata
Deden.
Pihaknya menuturkan, untuk mempercepat proses pembuatan e-KTP ini, DPRD Jawa
Barat juga meminta Gubernur Jabar untuk
membuat surat edaran ke bupati dan wali
kota tentang proses layanan pembutan e-KTP
hingga 24 jam.
Karena, Yogyakarta bisa menyelesaikan
target 74 persen karena proses pembuatan eKTP-nya bisa mencapai 24 jam, katanya.
Deden menambahkan, jumlah total outlet
e-KTP di Jabar, sebanyak 624 outlet yang mana
setiap outlet memperoleh anggaran sebesar
Rp65 juta untuk menjalankan program e-KTP
dari Kemendagri. Sahat

Bandung, Metropolitan Pos,


kinerja para penanggung jawab kegiatan
dilingkungan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) baru-baru ini mendapat sorotan
tajam dari kalangan masyarakat.
Sistem pengelolaan anggaran dan pelaksanaan kegiatan keproyekan yang di nilai buruk,
menjadi nilai skeptic terhadap pemangku kebijakan di instansi ini. Sehingga ditemukan dugaan penyimpangan pada pelaksanaan beberapa kegiatan yang nilainya mencapai miliaran
rupiah, membuat instansi binaan Departemen
Pekerjaan Umum ini kerap kedatangan wartawan dan LSM. Namun Tujuan ingin mendapatkan klarifikasi dan penjelasan kerap kali tidak
membuahkan hasil. Sikap menutup diri atas
penjelasan terhadap beberapa kegiatan saat
di minta konfirmasi atas permasalahan yang
terjadi pada kegiatan yang di embannya, dugaan konsfirasi jahat dengan oknum kontraktor,
sehingga berdampak buruk terhadap realisasi
pekerjaan, disinyalir yang menjadi biang kerok
sulitnya pihak BBWSC memberikan klarifikasi
atas berbagai permasalahan yang ada.
Perkuatan tebing sungai Cipunagara di blok
Suryadi Kabupaten Sumedang adalah salah
satu contoh kegiatan yang disebut-sebut sarat
dengan masalah oknum pelaksana bermental
korupsi untuk mengeruk keuntungan tanpa
memperhatikan kwalitas pekerjaan.
Proyek yang berlokasi di desa pangaregan,
kecamatan Legon Kulon ini di laksanakan oleh
PT. Tinta Restu Ayunda melalui kontrak no :
ko.08.11/PPK-SP.1/SNVT-PJSA/07.
Dengan
nilai kontrak Rp. 5.427.465.000 berbagai kalangan sempat meragukan kwalitas perusahaan
yang beralamat di Jl. Dukuh Kupang XXIV/19

Surabaya tersebut, pasalnya mesin gilas yang


merupakan salah satu peralatan yang hendak digunakan pada pekerjaan tersebut harus
meminjam milik kecamatan Legon Kulon, selain itu bahan bakar alat berat seperti ekapator, menurut beberapa pekerja menggunakan
bahan bakar yang bersubsidi yang didapatkan
dari pedagang eceran, peningkatan tangul pantai Pondok Bali di Kabupaten Subang juga di
nilai tidak kalah bobroknya, proyek yang terletak di Desa Mayangar, Kecamatan Legonkulon
ini ditengarai dilaksanakan asal-asalan.
Adanya indikasi pembobolan anggaran
pada proyek ini terlihat dari hasil akhir pekerjaan bentuk tanggul, biasa tegak tanpa memiliki
kemiringan yang seimbang, Sehingga mempengaruhi kekuatan tanggul selain itu pengadaan
batu yang di pasang patut dipertanyakan,
menurut informasi yang diperoleh dari salah
seorang pekerja, kegiatan yang dilaksanakan
pada proyek ini umumnya hanya memindahkan batu-batuan yang tercecer dan berserakan.
Selain itu pemasangan batu pada tanggul hanya
memiliki ketinggian sekitar 1,20 meter, lebar
bawah sekitar 475 meter, lebar atas sekitar 2
meter sementara itu, hasil pekerjaan CV Empat
Sekawan atas rehabilasi tanggul sungai di Desa
Mayargon, Kecamatan. Legonkulon Kabupaten.
Subang tersebut telah mengalami kerusakan
dan retak-retak. Hal ini di duga akibat pekerjaan yang dilaksanakan dengan asal-asalan
serta lemahnya system pengawas tim dan tim
teknis guna memuluskan penyimpangan yang
ada, pihak kontraktor di sebut-sebut telah menyerahkan dana koordinasi buat wartawan dan
LSM sekitar RP.20 Juta melalui oknum BBWSC.
Pembangunan/peningkatan situ Cikadong-

dong dengan anggaran Rp.1.969.700.000,- akhir-akhir sempat munculkan kekuwatiran dari


warga menyerukan dari kuwalitas batu yang
digunakan di sebut-sebut memiliki kwalitas
rendah kami khawatir atas kwalitas pasang
batu yang dilakukan tidak akan bertahan lama
terlebih bila debit air meningkat melebihi kapasitas situ ini akan ambrol dan membawa
kerugian yang tidak sedikit terhadap petani
dan warga sekitar; ujar sdalah seorang petani
yang sempat dihubungi media masa.
Ketika hal ini hendak dikonfirmasi tidak ada
pihak BBWSC yang berkenan memberikan penjelasan atas beberapa permasalahan yang terjadi, peningkatan situ Peundeuy juga asal-asalan
yang dikerjakan CV. Permusa Utama dengan
harga penawaran Rp.1.110.000.000,- yang dananya bersumber dari APBN tahun anggaran
2011, masa pekerjaan 150 hari tanggal kontrak
14 april 2011 proyek tersebut saat ini sudah
retak dan rusak (amburadul), menurut warga
setempat bahwa pada saat dikerjakan, adukan
tidak sesuai aturan dan hanya asal nempel, sehingga retak-retak semua, warga dan kepala
desa setempat membentak-bentak kontraktor
agar benar-benar mengerjakan proyek tersebut, tetapi kontraktor seakan tidak peduli
sama sekali dan tetap mengerjakan asal-asalan,
diduga proyek Ciasem, Pondok Bali, Pondok
Putri, Situ Peundeuy, Citapen, Cikadongdong,
Blok Suriyadi, Rehabilitasi Bendung Babakan
Jengkol. Kecamatan. Pegaden. Proyek tersebut
menjadi ajang korupsi bagi pejabat BBWSC.
Semua proyek ini sudah rusak parah dan tidak
dipelihara, usaha untuk konfirmasi terhadap
pejabat BBWSC tidak berhasil. Dedi. s

Membongkar Kebobrokan Kinerja BBWS (Bagian 1)

Bekasi-Metropolitan Pos,
Komisi C DPRD Kota Bekasi, Jawa Barat,
mempertanyakan prosedur perizinan pemasangan iklan salah satu operator penyedia layanan
telepon yang memanfaatkan sarana jalan.
Jika ada indikasi pelanggaran, akan kami
lakukan penindakan agar hal serupa tak
menjamur di wilayah Kota Bekasi, ujar Anggota Komisi C DPRD Kota Bekasi Haryekti
Rina di Bekasi, Rabu.
Iklan yang dimaksud ialah reklame yang
terpasang di dinding jembatan kolong di
Jalan Baru Underpass, Kecamatan Bekasi
Timur. Reklame bernuansa biru milik salah
satu operator telefon seluler itu memanjang
sekitar 200 meter pada kedua sisi jalan.
Operator yang sama juga memanfaatkan
dinding terowongan putaran Jalan Ahmad
Yani dengan tampilan yang sama, tapi dengan ukuran yang lebih pendek. Keduanya telah terpasang sekitar dua pekan.
Menurut dia, Komisi C akan serius memeriksanya karena iklan sedemikian besar yang
terpasang di sarana milik pemerintah yang
berada di lokasi strategis tentunya mengharuskan pengiklan membayar pajak yang cukup
besar. Kesesuaian jumlah pajak yang dibayar
dengan ketentuan akan diteliti lebih lanjut.
Secara terpisah, Kepala Bidang Pertamanan Dinas Pertamanan, Pemakaman, dan
Penerangan Jalan Umum (DPPPJU) Kota
Bekasi Mardanih mengatakan, pemasangan
iklan tersebut sudah sesuai prosedur.
Kami menyetujui pemasangan iklan di
titik tersebut setelah ada persetujuan dari
Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi.
BPPT yang mengurus perizinan pun sudah
menyetujui. Perihal besaran kewajiban yang
harus dibayarkan pengiklan, BPPT yang
tahu, katanya. Raja/Simson/Bahagia

Penyaluran Raskin
2012 Terlambat

Banten, Metropolitan pos


Penyaluran beras bagi masyarakat miskin
2012 di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten terjadi keterlambatan karena berbagai
kendala.
Sampai sekarang penyaluran raskin baru 5,5
persen dari total pagu 1.909 ton. Memang terjadi
keterlambatan karena berbagai permasalah,
kata Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengembangan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa Kabupaten Pandeglang, Lukman Hakim di Pandeglang, Selasa.
Menurut dia, keterlambatan terjadi karena lambatnya SK Gubernur Banten dan kemudian juga harus menunggu SK Bupati Pandeglang terkait pagu dan penyaluran raskin itu.
SK Bupati Pandeglang baru keluar 27
Januari 2012 dan setelah itupun belum bisa
langsung dilakukan penyaluran karena masih
harus mengurus berbagai persiapan, katanya.
Selain itu, kata dia, juga ada kendala
teknis terkait adanya masa transisi kelembagaan pengelolaan dan pengendalian program raskin yang semula berada di Bagian
Ekonomi Sekretariat Kabupaten Pandeglang
dipindah ke Kantor Ketahanan Pangan.
Pengendalian raskin sekarang berada di
Kantor Ketahanan Pangan dan penyalurannya dilakukan oleh tim yang diketui Kepala
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberintah Desa, katanya. Bona Marbun


SKU METROPOLITAN POS MENGUCAPKAN

SELAMAT ATAS TERPILIHNYA


SEBAGAI HUMAS DAN PENGEMBANGAN
KARATE DO GOJUKAI
PROVINSI BANTEN
PERIODE 2011 2012

PEMIMPIN REDAKSI

JENRI SITANGGANG

10

DAERAH

EDISI: 024/THN I/SENIN 27 FEBRUARI - 11 MARET 2012

LINTAS BERITA

Hakim Buat Penangguhan


Dua Terdakwa Jaminan
Uang Rp 100 juta.
Bandung, METROPOLITAN POS,
Lanjutan sidang dua terdakwa yang disidangkan di Pengadilan Negeri Kelas 1A
Bale Bandung yang di Ketuai Majelis Hakim
M, Manullang SH, di damping oleh dua hakim anggota. Agenda sidang untuk membuat
penangguhan penahanan para terdakwa.
Dua terdakwa Sri dan Ag asal dari Tegal,
Jawa Tengah, itu disidangkan di Pengadilan
Negeri Kelas IA Bale Bandung, yang dituduhkan melakukan penipuan dan penggelapan.
Majelis Hakim M Manullang SH, sebagai Ketua Majelis, pertimbangannya dalam
membuat penangguhan penahanan para
terdakwa itu tidak akan melarikan diri dan
tidak menghilangkan barang bukti serta jaminan uang sebesar Rp100 juta.
Apabila para terdakwa itu melarikan
diri akan membayar uang jaminan tersebut.
Terdakwa juga digugat di Pengadilan Negeri, Bale Bandung oleh pelapor dalam waktu
yang sama serta kasus yang sama. Majelis
Hakim, M Manullang SH, dalam membuat
penangguhan penahanan itu dari Rumah
Tahanan Negara (RUTAN) menjadi tahanan
luar. Atas permintaan dari pihak keluarga
terdakwa serta kuasa hukumnya.
Terdakwa Sri dan Ag didakwa oleh Jaksa
penuntut Umum (JPU) Asril SH, dari Kejaksaan Negeri Bale Bandung, para terdakwa
di dakwa melanggar pasal 378 ayat 1 jo 64
KUHP atau pasal 372 ayat 1 KUHP. Sidang
akan dilanjutkan minggu depan untuk mendengarkan putusan sela oleh majelis hakim.
Barmen

RSUD Cibabat
Kota Cimahi
Bandung, METROPOLITAN POS,
Kejati Jabar diminta
usut Direktur Utama
RSUD Cibabat Kota Cimahi di duga korupsi,
Kejaksaan Tinggi jawab
di minta usut tuntas dan
periksa Endang Kusuma
Wardhani sebagai direktur utama RSUD Cibabat
Kepala RSUD Cibabat,
Kota Cimahi.
Cimahi Bandung,
Diduga
korupsi
Hj.Endang Kesuma Wardani
tentang pelaksanaan
program kegiatan peningkatan fasilitas Intalasi Gawat Darurat (IGD)
pengadaan alat-alat kesehatan dan pembangunanyang tidak sesuai perencanaan IGD RSUD Cibabat
Kota Cimahi tahun anggaran 2010, diduga terjadi
ajang korupsi didalam RSUD.
Adapun anggaran APBD tahun 2010 terealisasi
dengan baik seperti, pelaksanaan program kegiatan peningkatan fasilitas, Instalasi Gawat Darurat
(IGD) dengan anggaran Rp3.887.910.000,- pelaksanaan program kegiatan pengadaan bet said
monitor, defibsi (ator neonature) anak dan dewasa suction pump, emergenci troly, minset,
sringepub mobil, infus pump, dengan laporan
anggaran sebesar Rp550.000.000.Pelaksanaan program kegiatan pelaksanaan
pembangunan IGD beserta pendamping APBD Cimahi sebesar Rp450.000.000,- pelaksanaan program
dan pelaksanaan pembangunan IGD dengan luas
kurang lebih 630 meter persegi, ruangan yang dibutuhkan terdiri dari, Ruang triage, resusitasi, tindakan
bedah medic, depo apotik, ruang administrasi dan
kasir, radiologi, sterilisasi, alat mandi petugas tunggu
pasien dan kamar mandi, untuk pengunjung di mana
laporan anggarannya sebesar Rp3.337.910.000,- dalam laporan 100 % Terealisasi.
Dalam hal ini pelaksanaan program kegiatan
peningkatan fasilitasi IGD, pelaksanaan program
pengadaan barang, pelaksanaan kegiatan pembangunan IGD di duga Fiktif padahal dilaporan telah
terealisasi 100%. Terkait dengan kasus tersebut,
masuk kantong pribadi pejabat RSUD atau untuk
memperkaya diri sendiri, sehingga di manipulasi
semua tentang laporan ketika Metropolitan Pos
Tgl. 13/01/12 konfirmasi kepada direktur utama
Endang Kusuma Wardhan RSUD Cibabat Kota Cimahi. Tim

Walikota Jakbar Segera Bongkar Tambak Ikan di Kecamatan


Tambora Tidak Miliki Ijin

Ilustrasi Tambak ikan Lila di Jakarta Barat, (INZET) AgusTirta, Kasie Pengendalian Tempat Usaha.
Jakarta, METROPOLITAN POS,
alikotamadya Jakarta
Barat, Drs H Burhanuddin MM, segera bongkar
tambak ikan di jalan
Jamblang Raya I, Komplek Lucky,
RT 012/02 No. 14, Kelurahan
Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, tidak memiliki ijin undang undang gangguan
(UUG) dari Sudin Satpol PP Jakarta Barat. Dalam hal ini sangat
merugikan Pemda Jakarta Barat,
terutama masalah ijin untuk menambah kas daerah.
Agus Tirta OE, Kepala Seksi
Perijinan Satpol PP, Jakarta Barat,
kepada Metropolitan Pos mengatakan bahwa bangunan tambak
ikan nila di jalan Jamblang, RT
012/ 02 No 14, Kelurahan Duri
Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, tidak memiliki ijin
UUG.

Sementara untuk membongkar bangunan tersebut harus


didukung anggota Satpol PP Jakarta Barat, dengan keterbatasan
anggota Suku dinas (Sudin) Satuan Pamong Praja (Satpol PP)
Jakarta Barat, belum bisa membongkar bangunan tidak memiliki ijin, pada hal sudah melanggar undang undang gangguan
(UUG).
Berdasarkan fakta dilapangan, bahwa ada bangunan tambak
ikan nila di jalan Jamblang Raya
I, Komplek Lucky, RT 012/02 No.
14, Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat,
tidak memiliki ijin undang undang gangguan (UUG) dari Sudin
Satpol PP Jakarta Barat.
Akibat keterbatasan Memberikan keterangan bahwa dengan keterbatasan aparat kami,
memang kami akui belum se-

mua wilayah Jakarta Barat kami


memberikan teguran/peringatan kepada semua pengusahapengusaha perumahan yang berdampak pada lingkungan hidup.
Kami pernah menutup/menertipkan usaha pengembangbiakan
Kepiting di daerah Taman Palem
yang tidak memiliki ijin dari pejabat yang berwenang.
Berdasarkan hasil investigasi
kami bangunan tambak ikan nila
tersebut belum dibongkar, pada
hal sudah melanggar UndangUndang Gangguan No. 32 tahun
2009 tentang perlindungan dan
pengelolaan lingkungan hidup,
dan undang-undang No.26 tahun
2009 tentang penataan ruang
dan SK. Gubernur No.203 tahun
1977 tentang ketentuan pelaksanaan larangan pengguna rumah
dan tempat tinggal, untuk kantor
atau tempat usaha.

Sesuai dengan Perda No. 8 tahun 2007, Bab VI tentang tertib


tempat usaha tertentu pasal 24,
menjelaskan bahwa setiap orang
atau badan usaha yang belum
melakukan kegiatan usahanya
yang menimbulkan dampak
terhadap lingkungannya wajib
memiliki surat ijin tempat usaha, berdasarkan undang-undang
gangguan. Pemberian ijin yang
sebagaimana dimaksud diatas
pada ayat I (satu) dilakukan oleh
Gubernur atau pejabat yang ditunjuk.
Sesuai
surat
konfirmasi
Metropolitan Pos, yang sudah
dikirim, dengan surat, No.59/
SK/MP/I/2012 pada tanggal 16
Februari 2012, hingga berita
ini diturunkan, Asih, Pengusaha
Budi Daya Ikan, belum bisa menjelaskannya.
Prayogo/Juliostar.

Peserta Tes Guru Dipungli Oknum Panitia


Bandung, Metropolitan Pos

Peserta uji kompetensi tes sertifikasi


guru di Cianjur, Jabar, Minggu, mengaku dimintai uang oleh oknum panitia sertifikasi
Disdik Cianjur, dengan jaminan kelulusan.
Salah seorang kepala sekolah yang meminta
tidak disebutkan namanya mengemukakan
kepada wartawan di Cianjur Minggu, uang
yang diminta oknum tersebut bervariasi
antara Rp5 sampai Rp6 juta per orang.
Kepala sekolah dari Cianjur Utara yang
mengikuti uji kompetensi tersebut membenarkan bahwa dirinya juga dimintai
uang oleh oknum panitia. Uji kompetensi
terhadap calon peserta sertifikasi guru di
lingkungan Disdik Cianjur dilaksanakan di
SMAN I Cianjur, Sabtu pekan lalu.
Seorang oknum panitia dengan berani
meminta sejumlah uang pada peserta uji
kompetensi tes sertifikasi, dengan alasan,
untuk memuluskan sertifikasi. Besaran
uang yang harus dikeluarkan guru bervariasi mulai dari Rp5 juta sampai Rp6

juta, tutur kepala sekolah tersebut.


Menurut dia, hal tersebut, telah merusak niat baik dari pihak Kementerian
Pendidikan Nasional yang berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui
program sertfikasi guru tersebut.
Tindakan oknum tersebut juga merugikan peserta tes, ujarnya.
Untuk itu pihaknya mendesak panitia
agar menghentikan dan menindak, perbuatan tidak terpuji oknum tersebut. Ini
jelas-jelas mencoreng dunia pendidikan,
ucapnya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara
Sertifikasi Disdik Cianjur, Badawi, membantah tudingan itu. Dia mengatakan, uji
kompetensi tes terhadap calon peserta
sertifikasi, sangat ketat. Mulai dari datangnya lembar soal, pengisian soal dan diserahkan kembali ke Depdiknas RI.
Setelah selesai ujian, lembar jawaban
langsung di kirim ke provinsi, dan ke Jakarta, saat itu juga. Isu tersebut sudah beredar

beberapa hari lalu melalui SMS, sebelum


dilaksanakan tes uji kompetensi. Saya menjamin tidak ada konspirasi dan suap untuk
meluluskan sertifikasi, tegasnya.
Sementara itu, tandas dia, jumlah peserta yang mengikuti uji kompetensi sebanyak 1.572 orang guru. Terdiri dari TK
13 orang, SD 1405 orang, SMP 83 orang,
SMP 83 orang, dan SMA 21 orang, SMK 36
orang serta SLB 14 orang.
Kuota Cianjur sebanyak 1500 orang,
sehingga papar dia, dari 1.572 orang guru
yang mengikuti tes uji kompetensi, yang
dinyatakan tidak lulus sebanyak 72 orang.
Masing-masing peserta mengerjakan dua soal, pertama materi pedagogik
(tentang keguruan), dan uji kompetensi
mengikuti latar belakang pendidikan. Kalau sudah ada kelulusan, lalu peserta yang
lulus mengikuti PLTG (Pendidikan Latihan
Guru), di Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK), Unpas Bandung, katanya
menambahkan. Sahat

SAMBUNGAN

EDISI: 024/THN I/27 FEBRUARI - 11 MARET 2012

11

Dari halaman1.........................................................................................................................................................................Anas Makin


dan US$ 5.000 pada hari pemilihan. Pengakuan ini memperkuat
keterangan mantan Bendahara
Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin soal politik uang
dalam kongres di Bandung.
sedangkang terdakwa kasus
suap Wisma Atlet Jakabaring, Muhammad Nazaruddin, dalam persidangan lanjutan membeberkan
rincian pengumpulan dan pembagian duit untuk pemenangan
Anas Urbaningrum sebagai Ketua
Umum Demokrat pada 2010 lalu.
Saat itu Nazar masih menjabat
Wakil Bendahara Umum dan Bendahara Fraksi dan Anas jadi Ketua
Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat.
Empat bulan menjelang Kongres Demokrat di Bandung, Mei

2010, Nazar dan sejumlah politikus Demokrat mulai mengumpulkan fulus. Yang aktif memenangkan Mas Anas itu saya (Nazar),
Saan (Mustofa), Sudewo, Umar,
Michael Wattimena, Pasha, dan
ada dua-tiga orang lagi. Kalau
yang lain, ibaratnya, ketika kuenya sudah diracik baru ada, kata
Nazaruddin dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
Jakarta.
Menurut Nazar, saat itu sejumlah politikus menyumbangkan
uang pribadinya untuk pemenangan Anas. Salah satunya adalah
Wakil Ketua Badan Anggaran DPR,
Mirwan Amir, yang menyumbang
Rp20 miliar. Semua dana disimpan oleh Eva, staf keuangan Fraksi

Demokrat.
Sebelum kongres digelar,
Nazar dan kawan-kawan delapan sampai sembilan kali mengundang 396 anggota Dewan
Pimpinan Cabang Demokrat ke
Jakarta. Dalam setiap pertemuan
yang digelar di berbagai tempat,
seperti Hotel Sultan dan Senayan
City, tim Nazar menyiapkan uang
akomodasi dan uang saku sebesar
Rp10-15 juta untuk para pimpinan cabang yang hadir. Dari hasil
konsolidasi, 298 pimpinan cabang
menyatakan akan mendukung
Anas dalam bursa ketua umum.
Saat Kongres Demokrat di
Bandung, tim Nazar juga menyiapkan segepok fulus. Untuk hari
H di Bandung sudah dihitung-hi-

tung perlunya antara Rp 80-100


miliar. (Tugas) saya lebih pada
merealisasikan untuk DPC. Di
Bandung, uang itu dibagikan ke
DPC-DPC, kata Nazar.
Pada tahap pertama, Nazar
menjelaskan, tim sukses Anas menyiapkan US$ 3 ribu dan Rp 20 juta
untuk tiap DPC. Kemudian pukul
06.00 di hari pemilihan, tim Nazar
menyiapkan US$ 5 ribu. Ada yang
(dapat jatah) lebih, kalau memang
DPC itu agak perlu ditambahin.
Tapi, intinya semuanya (298 DPC)
dapat US$ 10 ribu, kata dia.
Dari 84 DPC, 70 di antaranya
akhirnya berbalik mendukung
Anas. Satu DPC ada yang (dapat)
US$ 10, 15, dan 20 ribu. Total putaran satu ke putaran dua habis

sekitar US$ 1,7 juta, kata Nazar.

Bakal diperksa
Sementara itu Kejaksaan
Agung akan memeriksa Ketua
Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus dugaan
korupsi pengadaan alat laboratorium Universitas Negeri Jakarta
(UNJ).
Jaksa Muda Tindak Pidana
Khusus Andi Nirwanto mengatakan, Anas bisa saja dipanggil
Kejaksaan Agung untuk dimintai
keterangan. Pemanggilan Anas
akan bergantung pada perkembangan penyelidikan.
Pihaknya masih menunggu
tim penyidik apakah pemanggilan
Anas perlu dilakukan atau tidak.

Nanti kan dari penyidik akan


laporan sampai ke sana (pemanggilan Anas) atau tidak, kata Andi.
Mengenai pemanggilan atasan
Mindo Rosalina Manulang yang
juga mantan Bendahara Umum
Partai Demokrat, Nazaruddin, Kejaksaan akan menunggu apakah
tim penyidik menemukan bukti
keterlibatan Nazar dalam kasus
korupsi UNJ atau tidak. Ya, sama
juga seperti Anas, itu kan lihat
daripada alat buktinya apakah
ada mengarah ke sana (Nazar)
atau tidak, ucap Andi.
Jampidsus enggan memaparkan siapa saja yang akan diperiksa
Kejaksaan setelah Mindo Rosalina
Manulang dalam kasus korupsi
UNJ. Tim

Dari halaman1.....................Penggelapan Dari halaman1..............................................................................................Kepala UPTD


terjadinya kelalaian pemda DKI
Jakarta, ketika ditetapkan dikeluarkan uang konsinyasi sebesar
Rp187 miliar dari Kementerian
Pekerjaan Umum, karena belum
bisa dibayarkan sehubungan
kepemilikan tidak jelas, sementara konsinyasi sudah ada perkara
Pemda DKI Jakarta dengan PT.
Copylas Indonesia.
Akbar, mengatakan, setelah
ada penetapan konsinyasi dan
uangnya sudah ada di rekening
Pengadilan Negeri Jakarta Barat dari Kementerian Pekerjaan
Umum,seyogianya Pemda memblokir uang itu, walaupun tidak
ada hukum acara, tetapi kita
membela hak.
Musti kita lindungi dan pemda DKI Jakarta seharusnya menulis
surat kepada Bank yang menyimpan uang tersebut, jangan dicairkan sebelum ada putusan pengadilan yang mempunyai hukum tetap,
karena antara PT. Copylas Indonesia dan Pemda DKI Jakarta sedang
berperkara, kata Akbar.
Akbar, menduga ketika PT.
Copylas Indonesia dan Kementerian PU merapat ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat, untuk
mencairkan uang tersebut, tetapi
pihak Pemda DKI dikesampingkan, bahkan ada unsur yang aneh
dari Pengadilan Negeri Jakarta
Barat tidak mengundang Pemda
DKI sebagai pihak berperkara dan
pengadilan tahu betul perkara
tersebut belum Ingkrah. Sehingga
Pengadilan Negeri Jakarta Barat
harus diperiksa oleh Komisi Yudisial, karena telah melakukan tindakan penggelapan,sudah saat
pengadilan Negeri Jakarta Barat
dipidanakan, sudah saatnya KPK
turun, karena melakukan sepihak
dengan PT. Copylas Indonesia,
tambah, Akbar.

Melihat kemelut ini, menurut


Akbar Komisi A DPRD DKI Jakarta,
telah membentuk tim untuk mengawasi, bahkan meminta Biro hukum DKI Jakarta sejak Tahun 2010
supaya meningkatkan kinerja dan
sosialisasinya sehubungan waktu
itu kasus Tanah Walikota Jakarta
Barat.
Tetapi pihak Biro Hukum
tidak melihat langkah-langkah
perbaikan kinerja, bahkan Komisi
A DPRD DKI Jakarta, pernah menawarkan beberapa program antisipasi hilangnya kembali asset
Pemda, tetapi dengan berbagai
dalih Biro Hukum tidak mendengar usulan dari Komisi A DPRD
DKI Jakarta tersebut. Anggaran
sudah disiapkan untuk mengaudit
seluruh asset Pemda yang berpotensi perkara, tetapi dengan berbagai alasan, sehinggga merasakan
keberatan untuk dilakukan legal
audit. Perkara ini biro hukum DKI
Jakarta harus bertanggungjawab,
tambah Akbar.
Akbar, menambahkan kasus
PT. Copylas Indonesia sebagai
keteledoran Pemda DKI tidak
memblokir rekening, sehingga
terjadi pembayaran, walaupun
soal perkara nanti disidangkan,
yang penting Pemda DKI tidak
mempunyai
kemampuan untuk mencegah hal ini, karena
dalam hukum banyak trik-trik
hukum,Biro Hukum DKI terkesan
bodoh, terlepas kalah tidaknya
itu Nomor 2, kemauan membuat
surat saja tidak ada, karena sudah
mempunyai kuasa penuh dari gubernur, saya pikir tidak ada inovasi saja, tandas Akbar. Ketika di
hubungi Hakim Ketua Pengadilan
Negeri Jakarta Barat, belum bisa
di konfirmasikan hingga berita ini
diturunkan, Hakim Nakal Lagi Di
Incar di Pengadilan Negeri Jakarta
Barat NRM/ Juliostar

1999 pasal 12b Jo UU No.20 tahun


2001 tentang Penyelenggaraan
Negara bagi Pegawai Negeri Sipil
yang menerima Gratifikasi.
Hasil investigasi Metropolitan Pos di lapangan, bahwa kuat
dugaan Kepala UPTD Marga Asih
telah menerima Gratifikasi dari
beberapa oknum guru di Kecamatan Cileunyi. Hal tersebut berawal
dari laporan salah satu korban
oknum guru yang kesal menunggu pengangkatan Kepala Sekolah,
menyampaikan ke kecewaannya
lewat SMS kepada Metropolitan
Pos, yakni kesimpulan isi SMS
tersebut bahwa Kepala UPTD
Marga Asih telah meminta uang

warganya, Dia juga sangat menyesalkan ulah para pemborong yang


terkesan mengerjakan asal jadi
tidak berkualitas,Ali mencontohkan salah satu jalan di Kampung
Parung Benying Jl.musyawarah
baru dua bulan diperbaiki sudah
rusak padahal warga juga menanyakan mengenai kerusakan ini kepada pemborong tidak mendapat
tanggapan.
Menanggapi keluhan warga
dalam musrembang ini Airin me-

minta warganya agar bersabar


bahwa apa yang dikeluhkan akan
segera
diperbaiki,masyarakat
harus bersabar Pemda Tangerang
Selatan melalui Dinas Bina Marga
akan segera memperbaikinya
ujarnyasaat musrembang di Kecamatan Setu.Terkait dengan buruknya pengerjaan proyek jalan
oleh pemborong walikota meminta kepada masyarakat untuk
melaporkan bilamana ada kontraktor yang mengerjakan tidak

sesusai ketentuan laporkan saja


kepada kami,kami akan menindak
ujarnya.Diakuinya banyak laporan terkait buruknya kerja para
kontraktor tahun 2012 kita akan
memperketat pengawasan dan
evaluasi kepada kontraktor yang
tidak bertanggung jawab,Dinas
Bina Marga dan Sumber Daya Air
harus benar-benar melakukan
pengawasan jangan korbankan
kepentingan masyarakat.
Marbun

wajar milik anggota polisi dapat


diteruskan ke penegak hukum
untuk diselidiki. Adapun hasil
analisis transaksi tak wajar pada
rekening milik anggota TNI jalan
di tempat alias mandek.
PPATK menemukan beberapa
kasus transaksi tak wajar yang
melibatkan anggota TNI. Namun,
kata Yusuf, tak ada satu pun dari
institusi penegak hukum yang dapat menyelidiki ada atau tidaknya
tindak pidana dalam kasus itu.
Hal ini menjadi hambatan karena

ada celah hukum, di mana belum


ada regulasi yang mengatur instansi mana yang akan menerima
penyampaian hasil analisis dari
PPATK yang melibatkan anggota
TNI, ucap Yusuf.
Wakil Ketua Komisi III Nasir
Djamil menilai kendala itu sebagai masalah serius yang harus
segera diatasi. Selama ini transaksi tidak wajar yang melibatkan anggota TNI tidak pernah
terungkap. Selama ini, yang
jadi bulan-bulanan kepolisian.

Jangan-jangan perwira tinggi di


TNI juga memiliki rekening yang
sama, kata politisi PKS itu.
Nasir berharap ada solusi
dalam pertemuan antara PPATK
dan Panglima TNI Laksamana
Agus Suhartono pada 23 Februari 2012. DPR mempertanyakan
komitmen TNI dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas mereka jika TNI tidak membantu membuat regulasi baru
untuk menindaklanjuti temuan
PPATK itu. Jenri

Ruddin Akbar Lubis, SH, menilai

kurang lebih 10 juta rupiah per


orang kepada masing-masing oknum guru di Kecamatan Cileunyi.
Awalnya Kepala UPTD Marga
Asih tersebut mengiming-imingkan kepada guru guru untuk
diangkat sebagai Kepala Sekolah,
dengan catatan oknum tersebut
siap membayar sejumlah uang
yang nilai nominalnya kurang lebih sebesar Rp 10 juta per orang.
Drs Dede Dani, Kepala UPTD
Cileunyi, di saat mengumpulkan
guru-guru tersebut telah menyerahkan dana yang disepakati
dengan memberikan uang Rp10
juta, untuk menjadi Kepala Sekolah, ternyata sampai detik ini

tidak ada pengangkatan sebagai


Kepala Sekolah,sehingga mereka
merasa jenuh dan tertipu, sehingga para oknum guru meminta
uang kembali, akan tetapi kepala
UPTD tidak mau mengembalikan
karena alasan tidak ada bukti hitam di atas putih.
Korban oknum guru juga
mengatakan tidak menutup kemungkinan korban yang sudah
memberi uang pelicin tersebut
sekira Sembilan orang tapi yang
saya tau adalah hanya 4 0rang,
berikut meng-SMS nama nama
korban oknum guru tersebut kepada Metropolitan Pos.
Kepala UPTD Marga Asih, Drs

Dede Dani, kepada Metropolitan


Pos, di ruang kerjanya, mengatakan bahwa hal tersebut diatas benar, tapi karena mereka memberi
maka saya menerima, lagi pula
tidak ada bukti, kemungkinan besar Drs Dede Dani, punya prinsip
ini tidak akan mungkin terbongkar karena para oknum guru saat
menyerahkan uang tidak dilengkapi dengan kwitansi, sehingga
tidak memiliki barang bukti, disamping itu juga Drs Dede Dani,
berpikir mereka para oknum guru
tidak akan berani mengungkap
hal tersebut. Sementara pihak
Polisi belum menindaklanjuti kasus terima suap ini. Sahat S

Sambungan Dari halaman1.................................................................................Pejabat


Pos, banyak perusahaan yang
tidak jelas pelaksananya setiap
proyek yang dikerjakan, selain itu
perusahaan pelaksananya diduga
hanya dibayar Fee sebesar 10
persen sampai 20 persen.
Untuk hal ini Tipikor Polda
Metro Jaya, sudah saatnya serius
mengusut tuntas perusahaan
tersebut bersama Kepala Suku
dinas Perumahan dan Gedung
Pemda Kota Administrasi Jakarta
Pusat, Drs Asbarani di duga korupsi kolusi dan nepotisme.
Pejabat Sudin Perumahan dan
Gedung Pemda Kota Administrasi
Jakarta Pusat, diduga ikut jadi
pemborong dengan meminjamkan perusahaan saja.
Selain itu, setiap perbaikan
saluran warga dikerjakan tidak
sesuai dengan anggaran yang di
ajukan dalam billy quantity, baik
itu volume dan bobot pekerjaan. Setiap pekerjaan tidak ada
ditemukan bedeng atau papan
proyek perusahaan pelaksana.

Dari halaman1....................................................Perbaikan Jalan

Dari halaman1................................................................Rekening

Setiap Direktur Utama perusahaan yang terlibat melaksanakan proyek di Sudin Perumahan
dan Gedung Pemda Jakarta Pusat
harus diusut tuntas juga. LSM akan
demo ke Tipikor bila tidak diperiksa dengan serius, cetus, Sekjend.
Adapun pekerjaan yang tidak
beres, Seperti, perbaikan saluran lingkungan permukiman
saluran jalan orang RW 05 Kelurahan Karet Tengsin Pekerjaan
konstruksi dengan pagu, sebesar
Rp470.400.000,- dengan pelaksana pemenang Anggadita Teguh
Putra, jalan Kebon Sirih Timur
Dalam No 28 Kelurahan Kebon
Sirih Kecamatan Menteng, Jakarta
Pusat, dicurigain perusahaannya,
perbaikan prasarana lingkungan
permukiman saluran jalan orang
RW 08 Kelurahan Pegangsaan
pekerjaan konstruksi dengan
pagu sebesar Rp898.800.000,dengan pelaksana CV Lajur Sejahtera, jalan Raya Penggilingan
komp PIK Blok D No 6, perbai-

kan prasarana lingkungan permukiman saluran jalan orang


RW 04 Kelurahan Kebon Sirih
pekerjaan konstruksi sebesar
Rp949.200.000,- dengan pelaksana CV Danau Toba Indah, jalan
MHT KP Besar Cipinang Besar
Selatan, Jakarta Timur, perbaikan
sarana lingkungan pemukiman
saluran jalan orang RW 07, 08 Kelurahan Karang Anyar, pekerjaan
konstruksi dengan pagu sebesar
Rp798.000.000,-dengan pelaksana Geminka Mandiri, jalan Kebon
sirih Timur Dalam No 28 Kelurahan Kebon Sirih Kecamatan Menteng, Jakpus, perbaikan prasarana
lingkungan permukiman saluran
jalan orang RW 03 Kelurahan
Mangga Dua Selatan pekerjaan
konstruksi dengan pagu sebesar
Rp394.800.000,-dengan pelaksana CV lajur Sejahtera, jalan Raya
Penggilingan Komp PIK Blok D No
6, perbaikan sarana lingkungan
pemukiman saluran jalan orang
Gg XV RW 05 Kelurahan Kra-

mat pekerjaan konstruksi pagu


sebesar Rp596.400.000,- dengan
pelaksana CV Kristahas Mulia,
jalan percetakan Negara No.27
C RT.23/007 Kelurahan Johar
Baru, Jakarta Pusat, perbaikan
prasarana lingkungan permukiman saluran jalan orang RW 01
Kelurahan Menteng pekerjaan
konstruksi dengan pagu sebesar Rp949.200.000,- pelaksana
Takashita hobashi, jalan Komplek
pertokoan pulo mas Blok II No 1,
jalan Perintis Kemerdekaan Pulo
Gadung, perbaikan sarana lingkungan pemukiman saluran jalan
orang Gg VI RW 05 Kelurahan Kramat pekerjaan konstruksi dengan
pagu sebesar Rp.798.000.000,pelaksana CV Kristahas Mulia,
jalan percetakan Negara No 27 C
RT.23/007 Kelurahan Johar Baru,
Jakarta Pusat. Semua proyek tidak
sesuai biaya yang di ajukan dalam
data billy quantity, hanya direkayasa dan dimanipulasi.
Paris/Jenri

Agustina menjelaskan, ribuan


guru yang ikut andil dalam aksi
hari ini merupakan perwakilan
dari hampir seluruh provinsi di Indonesia. Yaitu Jakarta, Jawa Barat,
Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan
Kalimantan. Ia mengatakan, aksi
demonstrasi ini digelar karena
para tenaga honorer nyaris kehilangan kesabaran. Setelah bertahun-tahun mengabdi sebagai guru
honorer di sekolah, titik terang
tentang pengangkatan status mereka tak kunjung diperjelas.
Kami di sini bersama perwakilan dari guru honorer di seluruh Indonesia. Kami ingin me-

nagih janji Presiden untuk segera


menandatangani PP tersebut.
Kami (honorer) tak ada bedanya
dengan guru PNS, kata Ani saat
ditemui Kompas.com, di lokasi.
Ditemui terpisah, Sekretaris
Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PBPGRI), Syahiri hermawan, yang
juga hadir dalam demonstrasi
ini mengatakan, guru honorer
memiliki tuntutan tunggal agar
PP tentang pengangkatan guru
honorer segera ditandatangani
oleh Presiden. Menurutnya, semua permasalahan guru honorer
akan selesai jika Presiden segera

menandatangani PP tersebut.
Semua selesai sampai Presiden menandatangani PP tersebut.
Entah sekaligus, ataupun secara
bertahap. Ini supaya nasib guru
honorer tidak terkatung-katung,
ungkapnya.
Dijelaskan Syahiri, target peserta demonstrasi hari ini adalah lima
puluh ribu peserta yang seluruhnya
merupakan guru honorer di sekolah. Sampai berita ini diturunkan,
peserta demonstrasi masih nampak
berdatangan dari berbagai wilayah,
dan umumnya menggunakan bis
sewaan.
Naldi/ Hasudungan/
Hotdiman

malam pertama?
Bisa dipastikan malam pertama itu ternyata gelap ha...ha...
ha.... Ternyata nggak berbeda
dengan malam-malam kedua,
ketiga dan keempat. Malam kelima belum tahu, belum kita ala-

pagi. Tapi yang pasti kalau kehidupan rumah tangga sesuatu


yang baru banget buat kita. Tapi
kita menikmati sekali, sambung
Denada sedikit lebih serius.
Upacara pernikahan berjalan
secara private dengan tema islami
dan hanya dihadiri undangan yang
sangat terbatas. Saya sudah menemukan pasangan yang cocok, sosok pria itu mas Jerry. Bagi saya dia

adalah kesempurnaan saya. Seluruh kekurangan dan kelebihannya


adalah kekurangan dan kelebihan
yang menyempurnakan saya.
Sementara Jerry mengaku tidak
merasa perlu beralasan yang menyebabkan dirinya tertarik dengan
Denada. Namun intinya, seolah terkejut menemukan perempuan yang
sudah sekian lama dicari tiba-tiba
berada di depan mata. Rinaldi

Dari halaman1............................................................Demo Guru

Dari halaman1...................................................................Denada

mi, ungkap Jerry sambil tertawa.


Malam pertama kita tepar ya
ha...ha...ha... Soalnya sudah dari

12

ANDA PUNYA BAKAT JURNALIS?

nEDISI: 024/Thn I/Senin 27 Februari - 11 Maret 2012

Informasi Aspirasi Rakyat

Hal 12

Senin 27 Februari - 11 Maret 2012

membuka peluang anda menjadi jurnalis sejati. kirimkan biodata anda


ke Alamat Redaksi atau hubungi Telp: 021-3190 2301, 0813 1533 8511

Dimeriahkan 3000 Orang Pesta Purasitabor Di Mulia Raja

Dr Ing H Fauzi Bowo Hadir Merayakan


Pesta Bolon Purasitabor Se-jabodetabek
Jakarta, Metropolitan Pos,
Pesta besar atau pesta bolon Punguan
Raja Sitanggang dohot Boruna (Purasitabor), Sitanggang Bau, Sitanggang Upar,
Sitanggang Lipan, Sitanggang Silo, Sitanggang Gusar, Se-Jakarta, Bogor, Depok,
Tangerang, Bekasi (Se-jabodetabek), telah berlangsung meriah, hikmat dengan
penuh suka cita yang dirayakan di Gedung
Mulia Raja, Jakarta Timur, Minggu, (26/2).
Dr Ing H Fauzi Bowo, bersama rombongan, ikut hadir merayakan pesta bolon Punguan Raja Sitanggang dohot Boruna, di gedung Mulia Raja, Jakarta Timur,
dan disambut dengan meriah oleh tokoh
Punguan Raja Sitanggang, Drs Raund
Sitanggang MM, Ketua Umum Purasitabor, Se-Jabodetabek, Brigjen Pol Anton
Sitanggang, H Sitanggang ST, SA Sitanggang, Bakhtiar Sitanggang, Juang Sitanggang, bersama kurang lebih 3.000 orang
hadir Purasitabor di pesta tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Dr Ing Fauzi
Bowo, bersama Drs Mangara Pardede
MSi, Wakil Walikota Jakarta Utara, dan
rombongan, disambut 3.000 orang Purasitabor dengan iringan musik seni budaya Betawi dengan kolaborasi musik seni
budaya Batak.
Brigjen Pol Anton Sitanggang, dalam kata sambutannya, sungguh sebuah
kebanggaan dan kehormatan buat Punguan Purasitabor, Dr Ing Fauzi Bowo,
bisa hadir, serta disambut 3.000 orang
marga Sitanggang di pesta Bona Taon
Purasitabor di Gedung Mulia Raja, dari
15.000 orang di Jabodetabek. Selain itu
Gubernur DKI Jakarta, Dr Ing Fauzi Bowo,
sudah banyak mengunjungi marga marga
batak dan dari berbagai etnis baik suku
maupun agama, saya sering bertemu
dengan beliau dalam rapat rapat koordi-

nasi bagaimana mengatasi masalah sosial


dari berbagai permasalahan, karena saya
sebagai Kepala Badan Intelijen Negara di
DKI Jakarta, ujar, Anton.
Gubernur DKI Jakarta, Dr Ing Fauzi
Bowo, telah berhasil membangun kota
Jakarta, seperti, pengaturan jalan, trotoar,
dan gorong gorong, kian tertata dengan
baik, Kata Anton.
Ketua Panitia Pesta Bona Taon sekaligus Ketua Umum Purasitabor, Se-Jabodetabek, Drs Raund Sitanggang MM,
masa periode 2012-2016, dalam kata
sambutannya, bahwa Gubernur DKI Jakarta, Dr Ing H Fauzi Bowo, adalah bapak
perdamaian, yang selalu menjaga warga
DKI Jakarta termasuk orang batak, Dr Ing
H Fauzi Bowo, telah berhasil memimpin
kota Jakarta dan membangun dengan
baik, bijak dan arif, sehingga Jakarta kondusif dan terhindar dari kekerasan serta
konflik berbagai etnis suku, agama dan
lain sebagainya.
Dengan Semangat Persaudaraan
Purasitabor, Kita Tingkatkan Peran Serta
Membangun Jakarta Untuk Semua, Semua Untuk Jakarta.ungkap, Drs Raund
Sitanggang MM, Ketua Umum, Purasitabor Se- Jabodetabek.
Pesta Bona Taon Purasitabor Se-Jabodetabek, acara di mulai pukul 10.00 wib
dengan kebaktian rohani, sebagai ucapan
syukur kepada Tuhan Sang Maha Pencipta.
Setelah itu, dari beberapa selang
hiburan, diteruskan acara penyerahan
mandat dari Ketua Umum Purasitabor Sejabodetabek, yang lama, H Sitanggang ST
kepada Ketua Panitia Pesta Bonataon 2012
Drs Raund Sitanggang MM, sebagai Ketua
Umum Purasitabor Se- Jabodetabek, yang
baru, dalam masa periode 2012-2016.

Kata sambutan, Gubernur DKI Jakarta, Dr Ing H Fauzi Bowo, Horas, Horas,
Horasdengan nada keras dan semangat
dalam rangka merayakan Pesta Bonataon Punguan Raja Sitanggang dohot
Boruna Se- Jabodetabek, mengucapkan,
terimakasih atas undangan Pesta Bonataon Sitanggang, sudah beberapa kali saya
menghadiri acara adat batak seperti ini,
saya hadir karena kepedulian saya kepada
warga saya yaitu warga Jakarta, dimana
kita tinggal dan hidup di disini, termasuk
Punguan Sitanggang dan Orang Batak begitu juga warga lain seperti, Betawi, Jawa,
Sunda dan Warga Tionghoa, semua warga
saya dan saya akan memimpin semua,
untuk itu saya menghimbau dan mengharapkan supaya Punguan Sitanggang
ikut berperan aktif menjaga keamanan,
ketentraman kota Jakarta ini, agar Jakarta
tetap aman dan tenteram.
Lanjutnya anak yang lahir di Jakarta
katanya merupakan orang Betawi, karena mereka lahir dan besar di Jakarta,
oleh karena itu mari kita jaga kota Jakarta ini, dengan semangat persaudaraan
Purasitabor kita tingkatkan peran serta
membangun Jakarta untuk semua, semua
untuk Jakarta. Tegas, fauzi.
Gubernur DKI Jakarta, juga memberikan bantuan beasiswa kepada tiga orang
siswa yang berprestasi dalam dunia pendidikan, mulai dari SD, SMP dan SMA. Artis
artis Ibukota khusus artis marga Sitanggang Cs, ikut juga tampil, seperti, Julius Sitanggang, Drs Lopez Sitanggang, Drs Andi
Sitanggang, Jhonferi Sitanggang,dan lain
sebagainya, Purasitabor Sejabodetabek,
mendukungnya untuk maju tampil terus
didunia suara menghibur kota Jakarta
untuk kita semua.
q Jenri/ Hotdiman/Peris.

Gubernur DKI Jakarta

Dr Ing Fauzi Bowo menghadiri acara Bona Taon


Punguan Raja Sitanggang dohot Boruna SeJabodetabek, Tahun 2012
di Gedung Mulia Raja,
Jakarta Timur. Tampak
bersama Ketua Umum
Purasitabor Se-Jabodetabek, Drs. Raund Si-

tanggang MM Selaku Kepala


Inspektorat Kota Administrasi
Jakarta Utara dan Penasehat,
Brigjen (Pol) Anton Sitanggang (gambar atas). dan
Wakil Walikota Jakarta Utara,
Drs Mangara Pardede Msi.
bersama penasehat lainnya.

Beasiswa

Gubernur Fauzi Bowo Saat memberikan biaya siswa


kepada acara Purasitabor di Jakarta, Minggu (26/2).

21 Maret 2011 - 21 Maret 2012

STOP PERS
Surat Kabar Umum

Informasi Aspirasi Rakyat

Bersama ini kami informasikan bahwa


nama-nama dibawah ini sudah tidak
lagi Wartawan Metropolitan Pos.

1. Muhibbudin, Aceh
2. Hasan Basri, Aceh
3. Pasu Sihite, Batam
4. Manuasi Nainggolan, Riau
5. Mariden Nainggolan, Riau
6. Jahinsa Silaban, Riau