Anda di halaman 1dari 47

SOSIALISASI PELAKSANAAN PASAL 121 UU 32/2009

Sulbar, 20 & 22 Mei 2014

PELAKSANAAN IZIN LINGKUNGAN


DAN PENERAPAN SANKSI ADMINISTRASI
Muhammad Nur

Kabid Pengendalian Pemanfaatan Ruang & SDA

Pusat Pengelolaan Ekoregion Sulawesi Maluku

Kementerian Lingkungan Hidup

JL Perintis Kemerdekaan KM 17 Makassar


Tel/Fax 0411 555 701 -555 702/ 703

KEGIATAN PEMBANGUNAN

Ketersdiaan SDA secara Kuantitas


& kualits tdk merata

pembangunan membutuhkan
sumber daya alam yang semakin
meningkat
Oleh karena itu, LH hrs dilindungi dan dikelola
dengan baik berdasarx tanggung jawab
negara, asas keberlanjutan, dan asas
keadilan.

Selain itu, PLH hrs dpt mberikan kemanfaatan SOSEKBUD


yg dilakukan berdasarx prinsip kehati2-an, demokrasi
lingkungan, desentralisasi, serta pengakuan dan
penghargaan terhadap kearifan lokal dan kearifan
lingkungan.

Kegiatan pembangunan juga mengandung risiko terjadinya


pencemaran dan kerusakan lingkungan

Kondisi ini dapat mengakibatkan daya dukung , daya


tampung, dan produktivitas lingkungan hidup menurun

yang pada akhirnya menjadi beban sosial

Potensi dampak negatif yang ditimbulkan


adalah konsekuensi dari pembangunan
oleh karena itu

terus dikembangkan upaya pengendalian


dampak secara dini
Dalam rangka mengurangi
dampak

pemerintah mewajibkan semua rencana usahan


atau kegiatan membuat dokumen lingkungan
(AMDAL atau UKL/UPL),

khusus bagi usaha dan/atau kegiatan


golongan ekonomi lemah yang berdampak
penting bagi lingkungan hidup maka
pemerintah dan pemerintah daerah membantu
dalam penyusunan AMDAL
dengan cara memfasilitasi,

membiayai dan atau membantu penyusunan AMDAL.


Oleh karena Dokumen lingkungan (AMDAL atau
UKL/UPL) adalah merupakan suatu kewajiban maka
pemerintah dalam hal ini Menteri, Gubernur atau
Bupati/Walikota sesuai kewenangannya wajib menolak
permohonan izin lingkungan apabila permohonan izin
tidak dilengkapi dengan AMDAL atau UKL/UPL.

1.

2.

3.

IZIN LINGKUNGAN
TANPA AMDAL ATAU
UKL-UPL
IZIN USAHA DAN ATAU
KEGIATAN TANPA IZIN
LINGKUNGAN
TANPA IZIN PPLH

Pengecualian Jenis Usaha/Kegiatan Wajib Amdal


Usaha dan/atau Kegiatan

Dampak Penting
Lingkungan Hidup
Usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap
LH dikecualikan dari kewajiban memiliki Amdal apabila:

1
lokasi rencana
usaha dan/atau
kegiatannya berada
di kawasan yang
telah memiliki Amdal
kawasan

UKL/UPL

lokasi rencana usaha dan/atau 2


kegiatannya berada pada
kabupaten/kota yang telah
memiliki rencana detail tata ruang
kabupaten/kota dan rencana tata
ruang kawasan strategis
kabupaten/kota

usaha dan/atau
kegiatannya
dilakukan dalam
rangka tanggap
darurat bencana

Sumber: Pasal 13 PP 27/2012 Izin Lingkungan

Usaha dan/atau Kegiatan Wajib Memiliki Izin Lingkungan


Usaha
dan/atau
Kegiatan
Wajib AMDAL

Wajib Memiliki
Usaha
dan/atau
Kegiatan
Wajib UKL/UPL

IZIN
LINGKUNGAN

Setiap usaha dan/atau kegiatan yang


wajib memiliki Amdal atau UKL-UPL
wajib memiliki izin lingkungan
Sumber: Pasal 2 PP 27/2012 Izin Lingkungan

Penerbitan Izin Lingkungan Hidup


AMDAL
SK Kelayakan LH dari Menteri

Izin lingkungan dari Menteri

SK Kelayakan LH dari gubernur

Izin lingkungan dari gubernur

SK Kelayakan LH dari bupati/


walikota

Izin lingkungan dari bupati/


walikota

UKL-UPL
Rekomendasi dari Menteri

Izin lingkungan dari Menteri

Rekomendasi dari gubernur

Izin lingkungan dari gubernur

Rekomendasi dari bupati/


walikota

Izin lingkungan dari bupati/


walikota

Izin lingkungan diterbitkan oleh Menteri, gubernur, atau bupati/walikota bersamaan


dengan diterbitkannya keputusan kelayakan lingkungan hidup atau rekomendasi UKL-UPL
Sumber: Pasal 47 PP 27/2012 Izin Lingkungan

Muatan Izin Lingkungan


Izin lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
paling sedikit memuat:
1. persyaratan dan kewajiban yang dimuat dalam keputusan
kelayakan lingkungan hidup atau rekomendasi UKL-UPL;
2. persyaratan dan kewajiban yang ditetapkan oleh Menteri,
gubernur, atau bupati/walikota; dan
3. Berakhirnya izin lingkungan.
Dalam hal usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan
pemrakarsa wajib memiliki izin PPLH, izin lingkungan tersebut
mencantumkan jumlah dan jenis izin PPLH.
Izin lingkungan hidup berakhir bersamaan dengan berakhirnya
izin usaha dan/atau kegiatan maksudnya adalah: Izin Lingkungan
berlaku selama usaha dan/atau kegiatan tetap berlangsung
sepanjang tidak ada perubahan dan tidak dicabut;
Sumber: Pasal 48 PP 27/2012 Izin Lingkungan

Kewajiban Pemegang Izin Lingkungan

Pemegang izin lingkungan berkewajiban untuk:

a. menaati persyaratan dan kewajiban yang dimuat


dalam izin lingkungan;
b. membuat dan menyampaikan laporan
pelaksanaan terhadap persyaratan dan
kewajiban dalam izin lingkungan kepada
Menteri, gubernur, atau bupati/walikota; dan
c. Menyediakan dana penjamin untuk pemulihan
fungsi lingkungan hidup sesuai ketentuan PUU;

Laporan disampaikan secara berkala setiap 6


(enam) bulan

Sumber: Pasal 53 PP 27/2012 Izin Lingkungan

Sanksi Administratif
Pasal 53: Kewajiban Pemegang Izin Lingkungan: (a) menaati persyaratan dan kewajiban yang dimuat dalam
izin lingkungan, (b) membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan terhadap persyaratan dan
kewajiban dalam izin lingkungan kepada Menteri, gubernur, atau bupati/walikota; dan (c) Menyediakan dana
penjamin untuk pemulihan fungsi lingkungan hidup sesuai ketentuan PUU. Laporan disampaikan secara
berkala setiap 6 (enam) bulan

Pemegang izin yang melanggar ketentuan sebagaimana


dimaksud dalam Pasal 53 dikenakan sanksi administratif
yang meliputi:
teguran tertulis;
paksaan pemerintah;
pembekuan izin lingkungan; atau
pencabutan izin lingkungan

Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat


(1) di terapkan oleh Menteri, gubernur, atau
bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya
Sumber: Pasal 56 PP 27/2012 Izin Lingkungan

Dokumen LH, Izin Lingkungan dan Penegakan Hukum


Sebelum PP Izin Lingkungan terbit

Status Usaha dan/atau kegiatan


Paska Penetapan PP No. 27/2012

Usaha dan/atau
kegiatan telah
memiliki dokumen
lingkungan hidup yang
telah disetujui

Telah Memiliki
Izin Lingkungan

Usaha dan/atau
kegiatan telah Tidak
memiliki dokumen
lingkungan hidup

Tidak Memiliki
Dokumen LH &
Izin Lingkungan
PP No 27/2012
Izin Lingkungan (23
Februari 2012

Pasal 109: UU 32/2012 Sanksi


Pidana bagi yang tidak
memiliki Izin Lingkungan
(Populasinya sangat banyak)

Ketentuan Penutup

Dokumen lingkungan yang


telah mendapat persetujuan
sebelum berlakunya PP ini,
dinyatakan tetap berlaku dan
dipersamakan sebagai izin
lingkungan
Sumber: Pasal 73 PP 27/2012 Izin Lingkungan

PELAKSANAAN
SURAT EDARAN MENLH
Terkait

PASAL 121 UU 32/2009

Pengertian Sanksi Administratif


Sanksi Administratif adalah perangkat sarana hukum
administrasi
yang
bersifat
pembebanan
kewajiban/perintah dan/atau penarikan kembali
keputusan tata usaha negara yang dikenakan kepada
penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan atas dasar
ketidaktaatan terhadap peraturan perundang-undangan
di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan
hidup dan/atau ketentuan dalam izin lingkungan.

Psl 1 (1), Permen LH No. 02 Th 2013, ttg Pdoman Penerapan Sanksi ADM
di Bidang Perlindungan & Pengelolaan LH

Pengertian Izin Linkungan


Izin Lingkungan adalah izin yang diberikan kepada
setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan
yang wajib Amdal atau UKL-UPL dalam rangka
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
sebagai prasyarat untuk memperoleh izin usaha
dan/atau kegiatan.

Psl 1 (2), Permen LH No. 02 Th 2013, ttg Pdoman Penerapan Sanksi ADM
di Bidang Perlindungan & Pengelolaan LH

Pengertian Izin PPLH


Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
adalah izin yang diberikan kepada setiap orang yang
melakukan usaha dan/atau kegiatan pengelolaan air
limbah, emisi, udara, limbah bahan berbahaya dan
beracun, bahan berbahaya dan beracun dan/atau
gangguan yang berdampak pada lingkungan hidup
dan/atau kesehatan manusia.

Psl 1 (3), Permen LH No. 02 Th 2013, ttg Pdoman Penerapan Sanksi ADM
di Bidang Perlindungan & Pengelolaan LH

Pengertian Pengawasan LH
Pengawasan Lingkungan Hidup yang selanjutnya disebut
Pengawasan adalah serangkaian kegiatan yang
dilaksanakan oleh Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup
dan/atau Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah
untuk mengetahui, memastikan, dan menetapkan tingkat
ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan atas
ketentuan yang ditetapkan dalam izin lingkungan dan
peraturan perundangundangan di bidang perlindungan
dan pengelolaan lingkungan hidup.
Psl 1 (4), Permen LH No. 02 Th 2013, ttg Pdoman Penerapan Sanksi ADM
di Bidang Perlindungan & Pengelolaan LH

Pengertian PPLH
Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup yang
selanjutnya disingkat PPLH adalah Pegawai Negeri
Sipil yang diberi tugas, wewenang, kewajiban dan
tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan
pengawasan lingkungan hidup sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.

Psl 1 (5), Permen LH No. 02 Th 2013, ttg Pdoman Penerapan Sanksi ADM
di Bidang Perlindungan & Pengelolaan LH

Pengertian PPLHD
Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup yang
selanjutnya disingkat PPLH adalah Pegawai Negeri
Sipil di daerah yang diberi tugas, wewenang,
kewajiban
dan
tanggung
jawab
untuk
melaksanakan kegiatan pengawasan lingkungan
hidup sesuai dengan peraturan perundangundangan.

Psl 1 (6), Permen LH No. 02 Th 2013, ttg Pdoman Penerapan Sanksi ADM
di Bidang Perlindungan & Pengelolaan LH

1. ADMINISTRATIF (TEGURAN TERTULIS,


PAKSAAN PEMERINTAH, PEMBEKUAN IZIN
LINGK, PENCABUTAN IZIN LINGK.)
2. PERDATA (GANTI RUGI MELALUI
PENYELESAIAN SENGKETA DILUAR
PENGADILAN DAN MELALUI PENGADILAN)
3. PIDANA - PENCEMARAN, PERUSAKAN,
DUMPING LB3, TANPA IZIN LINGKUNGAN,
DOKUMEN LINGKUNGAN (AMDAL ATAU UKLUPL)

Tujuan Penerapan Sanksi ADM


a. Melindungi lingkungan hidup dari pencemaran dan/atau
perusakan akibat dari suatu usaha dan/atau kegiatan;
b. Menanggulangi pencemaran dan/atau perusakan lingkungan
hidup;
c. Memulihkan kualitas lingkungan hidup akibat pencemaran
dan/atau perusakan lingkungan hidup; dan
d. Memberi efek jera bagi penanggung jawab usaha dan/atau
kegiatan yang melanggar peraturan perundang-undangan di
bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
ketentuan dalam Izin Lingkungan.

Psl 2, Permen LH No. 02 Th 2013, ttg Pdoman Penerapan Sanksi ADM


di Bidang Perlindungan & Pengelolaan LH

Pelaksanaan Psl 121 UU 32/2009


Pengendalian LH urusan wajib Pemda (Prov &
Kab/Kota)
Psl, 13 (1) UU 32/2004; psl 63 (1) UU 32/2009,
serta ketentuan psl 2 (1) huruf e PP 79/2005, ttg
pedoman pembinaan & pengawsan
penyelenggaraan Pemda; maka MENLH
memberikn arahan :
1. Setiap usaha/kgatan yg sdh memiliki izin
usaha namun belum memiliki Dok.Lingk.
Seblum UU 32/2009 wajib menyelesaikn
Dok.Lingk. Paling lambat tgl 3 okt 2011
amanat psl 121 (1 & 2) UU 32/2009.

Pelaksanaan Psl 121 UU 32/2009


Pelaksanaan psl 121, diatur sbb :
1. Setiap usaha yg blum memiliki Dok. AMDAL
sampai batas waktu 3 okt 2011 blum
menyelesaikan audit lingk, maka
dikualifikasikan sbg pelanggaran psl 121 (1).
2. Setiap usaha yg blum memiliki UKL/UPL
sampai batas waktu 3 okt 2011 blum
menyelesaikn Dok PLH, maka dikualifikasikan
sbg pelanggaran psl 121 (2).

Pelaksanaan Psl 121 UU 32/2009


Penanggung jwb usaha yg blum menyelesaikn Audit Lingk
atau Dok PLH, maka Gubernur, Bupati/Walikota sesuai psl
76 UU 32/2009 menerapkn SANKSI ADM berupa
teguran tertulis yg isinya memerintahkn kpd
penangungjawab usaha untk membuat Dok.LH
Gubernur, Bupati/Walikota sesuai kewenganmenerapkn
sanksi teguran tertulis paling lambat 18 bulan sejak Surat
Edaran MENLH ditetapkn (27 Des 2013).
Sanksi Teguran tertulis ditentukn jangka waktu
penyelesaian paling lambat 6 bln sejak sanksi teguran
diterbitkan

Tata Cara Penyusunan & Penilaian Dok LH


Tata cara penyusunan & penilaian disesuaikan dgn format
& mekanisme Permen LH No. 14 Th. 2010, ttg Dok LH bagi
Usaha dan/atau Kegiatan yg telah memiliki izin usaha
tetapi blum memiliki Dok. LH.
Bagi Usaha/kegiatan yg sudah menyusun Dok Evaluasi LH
(DELH) dan sudah diperiksa, ttpi blum disahkan, maka Gub,
Bupati/Walikota segera menerbitkn Keputusan paling
lambat 1 bln sejak surat edaran MENLH di tetapkn.
Bagi Usaha/kegiatan yg sudah menyusun Dok Pengelolaan
LH (DPLH) dan sudah diperiksa, ttpi blum disahkan, maka
Gub, Bupati/Walikota segera menerbitkn Keputusan paling
lambat 1 bln sejak surat edaran MENLH di tetapkn.

Keputusan Dokumen LH
Dokumen LH (DELH & DPLH) yg telah disahkan dpt
digunakan sebagai dasar penerbitan Izin Lingkungan
Bagi Usaha/kegiatan yg tdk menyelesaikn
kewajibannya menyusun Dok. LH sampai batas waktu
yg telah ditentukan , maka dikenakan ketentuan psl
109 UU 32/2009.
Pembinaan & Evaluasi plaksanaan olh Prov & Kab/Kota
dilaksanakn olh Instansi yg menyelenggarakn urusan di
Bidang LH & melaporkn pelaksanaannya kpd Deputi
Bidang Penaatan Hukum Lingkungan.
Psl 109 UU 32/2009; Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu)
tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan
paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Ketentuan Pidana
Pasal 109 UU 32/2009; Setiap orang yang
melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa
memiliki izin lingkungan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1), dipidana
dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu)
tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan
denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu
miliar rupiah) dan paling banyak
Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Kewajiban Pelaksanaan Dok.


Lingkungan
Pasal 121
(1) Pada saat berlakunya Undang-Undang ini, dalam waktu
paling lama 2 (dua) tahun, setiap usaha dan/atau kegiatan
yang telah memiliki izin usaha dan/atau kegiatan tetapi
belum memiliki dokumen amdal wajib menyelesaikan audit
lingkungan hidup.
(2) Pada saat berlakunya Undang-Undang ini, dalam waktu
paling lama 2 (dua) tahun, setiap usaha dan/atau kegiatan
yang telah memiliki izin usaha dan/atau kegiatan tetapi
belum memiliki UKL-UPL wajib membuat dokumen
pengelolaan lingkungan hidup. (3 Okt 2011).
diberi kesempatan dgn surat edaran MENL selama 18
bln + 6 bln, dgn surat teguran olh Gubernur,
Bupati/Walikota.

Penerapan Sanksi ADM


Pasal 76;
(1) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota
menerapkan sanksi administratif kepada
penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan jika
dalam pengawasan ditemukan pelanggaran
terhadap izin lingkungan.
(2) Sanksi administratif terdiri atas:
a. teguran tertulis;
b. paksaan pemerintah;
c. pembekuan izin lingkungan; atau
d. pencabutan izin lingkungan.

KEWAJIBAN PELAKU USAHA


Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau
kegiatan berkewajiban:
a. memberikan informasi yang terkait dengan
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
secara benar, akurat, terbuka, dan tepat waktu;
b. menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan hidup;
dan
c. menaati ketentuan tentang baku mutu
lingkungan hidup dan/atau kriteria baku
kerusakan lingkungan hidup.

Pendanaan
1

Penyusunan dokumen Amdal dan UKL-UPL didanai oleh


pemrakarsa, kecuali untuk usaha dan/atau kegiatan bagi golongan
ekonomi lemah

Dana Kegiatan Komisi penilai Amdal, tim teknis, dan sekretariat


Komisi penilai Amdal atau Pemeriksaan UKL-UPL dialokasikan dari
APBN dan APBD sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

Jasa penilaian dokumen Amdal yang dilakukan oleh Komisi penilai


Amdal dan tim teknis atau pemeriksaan UKL-UPL yang dilakukan
oleh instansi lingkungan hidup dibebankan kepada pemrakarsa
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Dana pembinaan dan evaluasi kinerja serta pengawasan yang


dilakukan oleh instansi lingkungan hidup pusat, provinsi, dan
kabupaten/kota dialokasikan dari anggaran instansi lingkungan
hidup Pusat, provinsi, dan kabupaten/kota
Sumber: Pasal 53-54 PP 27/2012 Izin Lingkungan

Kapan Dilakukan Penerapan


Sanksi ADM
Menteri, gubernur, atau bupati/walikota menerapkan Sanksi
Administratif kepada penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan
jika dalam Pengawasan ditemukan pelanggaran terhadap:
a. Izin Lingkungan;
b. Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup; dan/atau
c. Peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan
pengelolaan lingkungan hidup.

Psl 3 (1), Permen LH No. 02 Th 2013, ttg Pdoman Penerapan Sanksi ADM
di Bidang Perlindungan & Pengelolaan LH

Dasar Pelaksanaan
Pengawasan PPLH/PPLHD
Pengawasan dilaksanakan oleh PPLH
dan/atau PPLHD berdasarkan:
a. Laporan pelaksanaan izin lingkungan
dan/atau izin perlindungan dan
pengelolaan lingkungan hidup; dan/atau
b. pengaduan masyarakat.
Psl 3 (2), Permen LH No. 02 Th 2013, ttg Pdoman Penerapan Sanksi ADM
di Bidang Perlindungan & Pengelolaan LH

Kapan Pelaksanaan Sanksi


ADM berupa Teguran Tertulis ?
Teguran tertulis diterapkan kepada penanggung jawab
usaha dan/atau kegiatan yang melakukan pelanggaran
terhadap persyaratan dan kewajiban yang tercantum
dalam Izin Lingkungan dan/atau Izin Perlindungan dan
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup,
tetapi
belum
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Psl 4 (2), Permen LH No. 02 Th 2013, ttg Pdoman Penerapan Sanksi ADM
di Bidang Perlindungan & Pengelolaan LH

Kapan Pelaksanaan Sanksi ADM


berupa Paksaan Pemerintah ?
Paksaan pemerintah diterapkan apabila penanggung
jawab usaha dan/atau kegiatan:
a. Melakukan pelanggaran terhadap persyaratan dan
kewajiban yang tercantum dalam Izin Lingkungan
dan/atau Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup; dan/atau
b. Menimbulkan pencemaran dan/atau kerusakan
lingkungan hidup.
Psl 4 (3), Permen LH No. 02 Th 2013, ttg Pdoman Penerapan Sanksi ADM
di Bidang Perlindungan & Pengelolaan LH

Kapan Pelaksanaan Sanksi ADM


berupa Pembekuan Izin Lingkungan ?
Pembekuan Izin Lingkungan dan/atau Izin Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup diterapkan apabila penanggung
jawab usaha dan/atau kegiatan:
a. Tidak melaksanakan paksaan pemerintah;
b. Melakukan kegiatan selain kegiatan yang tercantum dalam Izin
Lingkungan serta Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan;
dan/atau
c. Dugaan pemalsuan dokumen persyaratan Izin Lingkungan
dan/atau Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan.

Psl 4 (4), Permen LH No. 02 Th 2013, ttg Pdoman Penerapan Sanksi ADM
di Bidang Perlindungan & Pengelolaan LH

Kapan Pelaksanaan Sanksi ADM


berupa Pencabutan Izin Lingkungan ?
Pencabutan Izin Lingkungan dan/atau Izin Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup diterapkan apabila penanggung
jawab usaha dan/atau kegiatan:
a. Memindahtangankan izin usahanya kepada pihak lain tanpa
persetujuan tertulis dari pemberi izin usaha;
b. Tidak melaksanakan sebagian besar atau seluruh paksaan
pemerintah yang telah diterapkan dalam waktu tertentu;
dan/atau
c. Telah menyebabkan terjadinya pencemaran dan/atau perusakan
lingkungan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan
manusia.
Psl 4 (5), Permen LH No. 02 Th 2013, ttg Pdoman Penerapan Sanksi ADM
di Bidang Perlindungan & Pengelolaan LH

Kapan Penerapan Denda Dilakukan ?


Setiap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan
yang tidak melaksanakan Paksaan Pemerintah
dapat dikenai denda atas setiap keterlambatan
pelaksanaan sanksi Paksaan Pemerintah.

Psl 6, Permen LH No. 02 Th 2013, ttg Pdoman Penerapan Sanksi ADM


di Bidang Perlindungan & Pengelolaan LH

Kapan Pengambil Alihan Kewenangan


Sanksi ADM oleh Menteri Dilakukan ?
Menteri dapat menerapkan Sanksi Administratif kepada
penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang Izin
Lingkungan dan Izin Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup diterbitkan oleh gubernur atau
bupati/walikota, jika Menteri menganggap gubernur atau
bupati/walikota secara sengaja tidak menerapkan sanksi
administratif terhadap pelanggaran yang serius di bidang
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Psl 8 (4), Permen LH No. 02 Th 2013, ttg Pdoman Penerapan Sanksi ADM
di Bidang Perlindungan & Pengelolaan LH

Penjelasan Pelaggaran Izin Lingkungan


Pelanggaran izin lingkungan adalah pelanggaran yang dilakukan oleh
setiap orang karena:
1) tidak memiliki izin lingkungan;
2) tidak memiliki dokumen lingkungan;
3) tidak menaati ketentuan yang dipersyaratkan dalam izin lingkungan,
termasuk tidak mengajukan permohonan untuk izin perlindungan dan
pengelolaan lingkungan hidup pada tahap operasional;
4) tidak menaati kewajiban dan/atau perintah sebagaimana tercantum
dalam izin lingkungan;
5) tidak melakukan perubahan izin lingkungan ketika terjadi perubahan
sesuai Pasal 50 Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang
Izin Lingkungan;
6) tidak membuat dan menyerahkan laporan pelaksanaan terhadap
pelaksanaan persyaratan dan kewajiban lingkungan hidup; dan/atau
7) tidak menyediakan dana jaminan.

Muatan sanksi administratif


Penerapan sanksi administratif ditetapkan dengan menggunakan keputusan tata usaha
negara yang memuat paling sedikit:
a. nama jabatan dan alamat pejabat administrasi yang berwenang;
b. nama dan alamat penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan;
c. nama dan alamat perusahaan;
d. jenis pelanggaran;
e. ketentuan yang dilanggar baik ketentuan yang diatur dalam peraturan perundangundangan maupun persyaratan dan kewajiban yang dimuat dalam izin lingkungan;
f. ruang lingkup pelanggaran;
g. uraian kewajiban atau perintah yang harus dilakukan penanggungjawab usaha
dan/atau kegiatan;
h. jangka waktu penaatan kewajiban penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan;
i. ancaman sanksi yang lebih berat apabila tidak melaksanakan perintah dalam sanksi
teguran tertulis.

Kewajiban Pemberi sanksi ADM


Pemberi sanksi antara lain wajib:
a. Menyampaikan keputusan sanksi dengan patut (waktu, cara,
dan tempat) dan segera kepada pihak-pihak yang terkena
sanksi.
b. Memberikan penjelasan kepada para pihak bilamana
diperlukan.
c. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan penerapan
sanksi.
d. Membuat laporan hasil penerapan sanksi.

Contoh Keputusan Sanksi


Administrasi

Contoh-contoh Keputusan
Sanksi Administratif
Pada bagian lain

PEMBUKTIAN
TINDAK PIDANA
ALAT BUKTI YG SAH DALAM TUNTUTAN TINDAK PIDANA
LINGKUNGAN HIDUP (pasal 96 UU 32/2009)
1.
2.
3.
4.
5.
6.

keterangan saksi;
keterangan ahli;
surat;
petunjuk;
keterangan terdakwa; dan/atau
alat bukti lain, termasuk alat bukti yang diatur dalam
peraturan perundang-undangan.

LANGKAH PENEGAKAN HUKUM


TERHADAP KERUSAKAN LINGKUNGAN KAWASAN MANGROVE

Sekian dan Terima Kasih.


Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Kementerian Lingkungan Hidup R.I


Pusat Pengelolaan Ekoregion Sulawesi dan Maluku
Jl. P. Kemerdekaan Km. 17 Sudiang Makassar 90243
Telp. 0411-555 701, 555 702, Fax. 0411-555 703
http://www.menlh.go.id/