Anda di halaman 1dari 17

Safety in Acupuncture

Ida Nurwati, dr., M.Kes., Sp. AK


MACAM MACAM AKUPUNKTUR
Akupunktur
Akupresur
Akuapunktur
Elektro akupunktur
Laser punktur
Sonopunktur
Tanam benang
AKUPUNKTUR
akupunktur berasal dari kata Acus yang
berarti jarum dan Puncture yang berarti tusuk.
tusuk jarum
INDICATION OF ACUPUNCTURE
Musculoskeletal and neurologic

Arthritis
Neuralgia
Sciaticia
Back pain
Bursitis
Tendonitis
Post surgical
Labour

Stiff neck
Bells palsy
Trigeminal
neuralgia
Headache
Stroke
Cerebral palsy
Polio
Sprains

MANFAAT AKUPUNKTUR
Akupunktur Pada Berbagai Kasus Nyeri :
Nyeri kepala
Nyeri bahu
Nyeri punggung
INDIKASI
1. Berbagai keadaan nyeri seperti nyeri kepala,
nyeri bahu, nyeri sendi, nyeri pinggang, nyeri
lambung, nyeri haid, nyeri krn kanker, nyeri
krn herpes, nyeri persalinan dan lain-lain.
(biasanya nyeri yang kronis)
2. Kelainan fungsional seperti asma, alergi,
insomnia, mual pada kehamilan.
3. Beberapa kelainan saraf seperti kesemutan,
kelumpuhan muka, kelumpuhan anggota
gerak dll.
4. Berbagai keadaan lain seperti ketagihan
merokok dan narkotika, menurunkan kadar
gula darah, meningkatkan stamina, infertilitas,
disfungsi ereksi, gangguan perkembangan
anak ( Misal Cerebral palsy, hiperaktif)
5. Akupunktur Estetika
Obesitas (kegemukan), mencerahkan wajah,
mengencangkan, menghilangkan garis garis
halus atau keriput, kantong mata dan lingkar
hitam di bawah mata, jerawat, rambut rontok
dan menopause.

KONTRA INDIKASI PENJARUMAN


Lokasi anatomis dekat pembuluh darah besar
dan saraf
Panca indera
Hemofilia atau diatesa hemoragis
Kehamilan (relatif)
Psikosis berat
Fontanel pada neonatus, putting susu
/payudara, umbilikus, genitalia eksterna
Pasien dengan alat pacu jantung pada
pemakaian elektrostimulator
AKUPRESUR
- Di Jepang : Shiatsu (shi = jari, atsu = tekanan)
- Perangsangan tekanan dengan menggunakan
jari-jari
pada
titik
akupunktur
untuk
memulihkan keseimbangan sistem dalam
tubuh
- Dapat berfungsi sebagai alat bantu diagnostik
(terdapat titik nyeri tekan, adanya hipertonus
otot)
- Indikasi : seperti akupunktur
- Kontra indikasi :
o Penyakit akut
o Kelainan organ dalam
o Kanker
o Patah tulang
o Perdarahan

AKUAPUNKTUR
- Penyuntikan titik akupunktur dengan cairan
tertentu. Misal: NaCl fisiologis atau vitamin
- Alat suntik : 2-5-10-20 ml
- Jarum : 20-27 G
- Pada otot tipis : 0,3 ml, tebal : 0,5 1 ml
- Kelebihan :
1. Praktis (kemudahan alat/bahan)
2. Hemat waktu
- Kekurangan :
1. Kemungkinan nyeri lebih besar
2. Tidak dapat untuk daerah sensitif
(seperti mata)
3. Kemungkinan alergi obat
4. Kemungkinan
perdarahan/hematom
lebih besar
ELEKTROAKUPUNKTUR
- Tindakan akupunktur baik diagnostik maupun
terapi yang menggunakan alat elektronik yang
memanfaatkan
tenaga
listrik.
Harus
diperhatikan bagaimana Jenis Rangsang,
Frekuensi, Kekuatan rangsang dan Lama
rangsang.
- Pertama kali dipergunakan pada tahun 1930
- Keuntungan :
1. Menggantikan manipulasi dengan tangan
(rangsangan elektroakupuntur tidak begitu
sakit dibandingkan dengan manipulasi
tangan.
Tapi
tingkat

kesembuhan/keberhasilannya masih lebih


rendah daripada manipulasi tangan)
2. Rangsangan dapat diukur dan diatur
3. Memberikan rangsangan yang lebih kuat
dan terus menerus dibanding dengan
rangsangan dengan tangan
4. Dapat dilakukan melalui elektrode di
permukaan kulit untuk menggantikan
penusukan jarum
Kontra Indikasi
1. Riwayat penyakit Jantung
2. Rangsangan di daerah prekardial
3. Rangsangan di daerah sinus karotid
4. Perlukaan akut
5. Daerah patah tulang
6. Infeksi Akut
7. Kehamilan
8. Daerah keganasan
Memberikan rangsangan lebih besar sehingga
tidak perlu digunakan bila hanya diperlukan
rangsangan ringan
Direkomendasikan terutama untuk neuralgia
dan paralisis saraf
Rangsangan continuous dengan frekwensi
tetap dipergunakan untuk mengobati nyeri
dan spasme
Rangsangan dense disperse untuk mengobati
paralisis dan kesemutan
Frek. rendah : pelepasan endorfin,
enkephalin dan endomorphin,
Frek. tinggi : pelepasan dinorfin dan serotonin

LASER AKUPUNKTUR (LASERPUNCTURE )


- Adalah suatu teknik penjaruman untuk
merangsang titik akupunktur dengan sinar
laser untuk memperoleh efek terapi.
- Light Amplification Stimulation Emission by
Radiation (LASER) adalah salah satu bentuk
energi photon dari sinar yang mengeksitasi
elektron dalam jaringan atau sel (ekstra
maupun intraselular)
- Keuntungan :
1. Tidak sakit dan tidak baal,
2. Penetrasi enersi rendah, tidak merusak
organ dalam,
3. Steril dan pelaksanaannya relatif mudah.

Sifat Laser :
1. Monokromatis : hanya satu panjang
gelombang tertentu yang diperkuat atau
diamplifikasi
2. Koheren : terdapat hubungan fase yang
tetap di antara berbagai bagian sinar
laser, sehingga sangat tahan terhadap
gangguan
(interferensi)

semua
gelombang berosilasi secara seragam
3. Penyebaran minimal : sinar yang
dipancarkan sebagian besar paralel titik
fokus sangat kecil
Batas aman laser (therapeutic window) untuk
tujuan biostimulasi yaitu panjang gelombang
660-1.300 nm.
Secara teoritis semua laser energi rendah
dapat dimanfaatkan untuk akupunktur, tetapi
yang mempunyai daya tembus pada titik
akupunktur adalah He- Ne (Helium Neon)
yang mempunyai panjang gelombang 632,8
nm
Terapi laser punktur banyak digunakan untuk
terapi pada bayi, anak-anak yang belum
cooperatife dan kecantikan dengan indikasi
untuk mengurangi nyeri, mengurangi oedem,
peradangan, melunakkan jaringan parut dan
estetika.
Sebaiknya, baik terapis maupun yang diterapi
memakai kacamata pelindung
Kontra Indikasi pemakaian laser adalah
sebagai berikut :

1.
2.
3.
4.

Langsung terhadap mata


Langsung pada fetus dalam kehamilan
Langsung pada keganasan
Area perdarahan

SONOPUNKTUR
- akupunktur menggunakan ultrasound
- Kelebihan
1. Tidak ada penetrasi jarum
2. Daerah rangsang lebih luas sehingga
mudah mencapai titik akupunktur yang
dituju
- Kontra Indikasi
1. Aplikasi pada otak, spinal cord, mata,
telinga, sinus nasal, jantung, alat
reproduksi, epiphysis tulang yang sedang
bertumbuh, struktur otonom besar,
pleksus ganglion aorta
2. Proses infeksi akut, keganasan, sirkulasi
indekuat, gangguan sensasi
3. Uterus saat kehamilan, langsung di atas
tonjolan tulang, penyakit jantung atau
vaskuler lanjut, tuberkulosis
4. Adanya pacemaker
5. Masalah pembuluh darah (hemangioma,
trombosis, hemofilia, varices) diatas titik
akupunktur
TANAM BENANG
- yaitu
suatu
akupunktur
Medik
yang
menggunakan teknik memasukkan benang

operasi (catgut) pada titik akupunktur untuk


memperpanjang efek stimulasi terapi.
masa kerja tgt benangnya

LIGASI CATGUT METHODS


Penembusan

Pembenaman

Pembenaman dan Pengikatan

TATALAKSANA
- Jarum filiform halus dan fleksibel sehingga
sulit untuk ditusukkan ke dalam kulit tanpa
tenaga dan teknik yang tepat.
- Latihan :
menusukkan jarum akupunktur ke dalam
lapisan kertas tissue dengan ketebalan 1 cm
atau lebih.
menusukkan jarum ke dalam bantalan yang
terbuat dari kapas.
- Peralatan
1. Jarum berbagai ukuran
Diameter
gau
ge

40

38

36

34

32

30

28

26

24

mm

0.1
6

0.1
8

0.2
0

0.2
2

0.2
5

0.3
0

0.3
5

0.4
0

0.4
5

Length
inch

1.5

2.5

mm

13

25

40

50

60

75

100

125

150

Misal : 0.25 x 25 mm
2. Kapas alkohol
3. Hand schoon
4. Tempat jarum bekas
POSISI
- Posisi pasien : disesuaikan dengan lokasi
penusukan.
- Pada pasien baru sebaiknya dilakukan
penusukan dalam posisi terlentang atau
terlungkup.
- Dapat pula dilakukan penusukan dalam posisi
berbaring miring dan posisi duduk dengan
lengan bawah bertumpu di meja.
- Jarum yang dipakai harus steril dan untuk itu
diperlukan
prosedur
sterilisasi
yang
memenuhi syarat.
PENJARUMAN
- Dilakukan dengan kedua tangan secara
berkoordinasi. Umumnya jarum dipegang
dengan tangan kanan sedangkan tangan kiri
berfungsi untuk membantu penjaruman
dengan penekanan

Teknik pertama, kuku ibu jari tangan kiri atau


jari telunjuk menekan kulit di samping titik
akupunktur kemudian jarum dimasukkan pada
sisi kuku tersebut
Teknik kedua, untuk jarum yang panjang
maka ujung jarum dipegang dengan ibu jari
dan jari telunjuk tangan kiri, lalu tangan kanan
menekan jarum dan memasukkan jarum
Teknik ketiga, pada tempat yang kulitnya
loose seperti kulit perut maka kulit di tempat
penusukan perlu diregang dengan ibu jari dan
jari telunjuk tangan kiri
Teknik keempat, pada tempat yang otot dan
kulitnya tipis seperti daerah muka maka kulit
dicubit dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan
kiri dan jarum ditusukkan dengan tangan
kanan

SUDUT PENUSUKAN
- Penusukan dengan sudut tegak lurus (
perpendicular) membentuk sudut 900 dengan
kulit, kebanyakan titik di tubuh dapat ditusuk
dengan cara ini
- Penusukan oblique pada tempat-tempat yang
berdekatan dengan viscera atau bila ototnya
tipis, jarum ditusukkan dengan sudut 450
terhadap permukaan kulit
- Penusukan horizontal atau transversal,
umumnya untuk tempat dengan otot yang tipis
seperti titik-titik di kulit kepala, muka, di
depan tulang dada dan sebagainya

Dalamnya penusukan jarum harus sedemikian


rupa sehingga tidak melukai viscera
Penusukan lebih dangkal untuk kondisi tubuh
lemah
Penusukan lebih dalam untuk kondisi tubuh
kuat atau pada daerah yang mempunyai
banyak lemak.

TEKNIK RANGSANG
- Penusukan jarum manipulasi sensasi
penjaruman : rasa baal, kesemutan, pegal,
rasa menjalar seperti terkena aliran listrik di
tempat penusukan Deqi
- Teknik mengangkat-membenamkan :
- Mengangkat jarum kemudian membenamkan
jarum
secara
berulang
kali.
Dapat
mengakibatkan nyeri lokal atau kerusakan
jaringan lokal
- Teknik memutar :
o Pada kedalaman yang diinginkan
jarum diputar ke kiri dan ke kanan 1800
- 3600
o Kedua teknik dapat dilakukan secara
bersamaan
- Faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya
sensasi penjaruman
1. lokasi tempat penusukan tidak tepat
2. kedalaman
jarum
tidak
mencapai
sebagaimana mestinya,

3. terlalu dalam atau terlalu dangkal dapat


mempengaruhi
timbulnya
sensasi
penjaruman
4. manipulasi jarum yang tidak sempurna
5. kondisi tubuh yang lemah
6. ambang rangsang yang tinggi
-

Setelah sensasi penjaruman, jarum dibiarkan


pada tempat penusukan selama lima belas
sampai dua puluh menit, dapat lebih lama
untuk kasus kronis dan intractable, nyeri dan
kasus spastik
Sementara itu dapat diberikan manipulasi
untuk memperoleh efek terapi yang lebih baik.
Jarum dicabut dengan menekan kulit sekitar
tempat penusukan, lalu tempat penusukan
ditekan untuk menghindari perdarahan.
Terapi akupunktur dapat dilakukan setiap hari,
dua hari sekali atau tiga hari sekali
Pada umumnya terapi akupunktur dilakukan
sampai mencapai satu seri yang terdiri atas
10-12 kali pengobatan
Apabila diperlukan pengobatan seri berikutnya
maka diberikan interval waktu beberapa hari
sampai satu minggu

RISIKO
1. transmisi infeksi (hepatitis, HIV),
2. reaksi yang tidak diharapkan,
3. jarum bengkok atau patah,

4. rasa nyeri atau tidak nyaman,


5. terlukanya organ dalam dan lain-lain
KONTRA INDIKASI
Kehamilan :
akupunktur tidak boleh dilakukan pada daerah perut
dan daerah lumbosakral, juga titik-titik yang
menyebabkan sensasi kuat seperti Hegu (LI 4),
Sanyinjiao (SP 6), Kunlun (BL 60) dan Zhiyin (BL 67)
Kondisi kedaruratan medik, kasus pembedahan,
tumor ganas, gangguan pembekuan darah atau
sedang dalam pengobatan antikoagulansia.
PENCEGAHAN INFEKSI
1. Penciptaan lingkungan kerja yang bersih,
2. Tangan pengobat yang bersih,
3. Persiapan bagian tubuh yang akan ditusuk,
4. Jarum dan peralatannya harus steril,
5. Teknik aseptis
6. Penanganan yang cermat untuk jarum dan
kapas bekas pakai.
7. dipergunakan jarum disposable
REAKSI YANG TIDAK DIHARAPKAN
1. Kolaps : oleh ketegangan mental, konstitusi
tubuh yang lemah, kelaparan, kelelahan,
posisi penusukan yang tidak tepat atau
karena manipulasi yang kuat.
Pasien akan merasa pusing, vertigo, palpitasi,
napas pendek, gelisah, mual, pucat, keringat
dingin, nadi lemah. Dalam kasus yang berat

dapat timbul ekstremitas dingin, tekanan


darah turun dan kehilangan kesadaran.
Dalam keadaan demikian penusukan segera
dihentikan dan semua jarum dicabut. Pasien
ditidurkan dan dilakukan tindakan medik/life
saving sebagaimana mestinya. Bila perlu
dirujuk ke tempat dengan fasilitas yang lebih
memadai
2. Jarum tidak dapat dicabut/diputar :
disebabkan oleh ketegangan, spasme kuat
dari otot lokal, pemutaran jarum dengan sudut
terlalu besar atau hanya satu arah, atau
perubahan posisi pasien setelah penusukan.
Untuk itu pasien diminta untuk rileks dan tidak
tegang, dan sesuai dengan penyebabnya
dilakukan tindakan untuk mengatasinya.
Tips: tepuk2 daerah sekitar penjaruman
rileksbisa dicabut
3. Jarum patah : karena mutu jarum yang tidak
baik atau adanya karat pada jarum,
manipulasi jarum yang terlalu kuat, spasme
otot yang kuat, perubahan tiba-tiba dari posisi
pasien setelah jarum ditusukkan.
Bila hal ini terjadi maka pasien diminta tenang
agar jarum yang patah tidak masuk lebih
dalam. Bila bagian yang patah menonjol dari
kulit maka dicabut dengan jari atau forcep.
Bila jarum yang patah terletak di bawah kulit
maka harus dilakukan tindakan bedah.
4. Hematoma : perlukaan pembuluh darah atau
karena tidak dilakukan penekanan setelah

pencabutan jarum. Pada umumnya hematoma


akan menghilang dengan sendirinya setelah
beberapa waktu. Bila terdapat pembengkakan
lokal dan nyeri yang hebat, dapat dilakukan
penekanan lokal atau pemijatan ringan. Dapat
pula diberikan penghangatan atau obat lokal
untuk mengobati hematoma tersebut.
CATATAN :
- Penusukan harus menghindarkan pembuluh
darah untuk mencegah perdarahan.
- Titik di dada, perut dan punggung harus
ditusuk dengan hati-hati untuk menghindarkan
perlukaan organ dalam.
- Titik-titik yang terletak berdekatan dengan
organ penting atau pembuluh dasar besar
harus ditusuk dengan hati-hati, sebaiknya
ditusuk secara oblique atau horizontal untuk
menghindari perlukaan.