Anda di halaman 1dari 4

AIM LEPTOSPIRA IgM Rapid Test

Nama penanggung jawab :


Zainul Fahmi

(2012730112)

A. Pendahuluan
AIM LEPTOSPIRA IgM Rapid Test merupakan rapid tes dengan prinsip
imunokromatografi untuk mendeteksi antibody IgM terhadap leptospira dalam sampel seru,
plasma, dan whole blood sampel manusia. Tes ini digunakan untuk serodiagnosis infeksi akut
ataupun paparan ulang terhadap leptospira. Tes ini menggunakan antigen leptospira yang
disebabkan oleh berbagai serovarians leptospira.
B. Prinsip Tes
Leptospira merupakan bakteri yang aktif, spora lembut dengan umlah banyak,
berbentuk spiral. Ada beberapa spesies dari Leptospira dan bersifat saprophytic atau parasit
(merugikan). Bakteri dapat terlihat hanya dengan dark ground illumination dalam tempat
hidupnya atau dengan mikroskop electron. Leptospirosis merupakan penyakit yang
disebabkan bakteri Leptospira dan mempunyai prevalensi yang luas. Manusia dapat terinfeksi
leptospira oleh air yang terkontaminasi urin atau kotoran hewan yang terjangkit leptospira,
allu masuk melalui kulit yang luka atau melalui mukosa mulut, hidung atau mata. Gejala
klinik infesksi leptospira antara lain demam, panas, sakit kepala, mata merah, mual, bias juga
komplikasi ginjal, jantung, hati dan paru-paru.
AIM adalah suatu cara penetapan imunologi yang cepat berdasarkan prinsip sandwich
imunokromatografi untuk mendeteksi antibody IgM terhadap leptospira dalam sampel seru,
plasma, dan whole blood.
C. Alat-alat

20 AIM LEPTOSPIRA IgM Rapid Test


20 pipet
1 Vial diluents
1 petunjuk penggunaan

D. Penanganan dan Penyimpanan Reagent KIT


1.
2.
3.
4.
5.

Reagen siap digunakan. Simpan reagen pada suhu 2-30C


Control positif dan control negative disimpan pada suhu 2-8C
Sebelum digunakan, biarkan reagen mencapai suhu ruang
Jangan membekukan atau membiarkan tes kit pada suhu lebih dari 30C
Jika disimpan dengan baik, tes kit stabil hingga batas kadaluwarsa

E. Pengumpulan dan Penanganan Sampel Spesimen


1. AIM LEPTOSPIRA IgM Rapid Test menggunakan serum atau plasma dan whole
blood manusia. Plasma dengan antikoagulan EDTA, citrate, heparin. Jika
menggunakan sample whole blood harus dites segera (pada suhu 2-8C <24 jam).
2. Lakukan tes dengan segera setelah specimen ditampung. Specimen dapat disimpan
sampai 5 hari pada temperature 2-8C.
3. Bila tes tidak dapat dilakukan dalam 5 hari, maka specimen harus dibekukan pada
temperature -20C.
4. Specimen yang mengandung endapan atau keruh harus dijernihkan terlebih dahulu
untuk memberikan hasil yang konsisten.
5. Jangan membeku dan mencairkan ulang sampel.
F. Prosedur Pengetesan
1. Buka sampul sebelum card test dipakai.
2. Beri tanda identitas pasien pada card test.
3. Sampel serum/plasma : teteskan 10 L untuk sampel serum/plasma dengan ke lubang
sampel
Sampel whole blood : teteskan 10 L untuk sampel whole blood ke dalam lubang
sampel. Pastikan pipet dalam posisi tegak lurus dan tidak ada gelembung udara pada
waktu penetesan.
4. Tambahkan 5 tetes diluent (250L).
5. Biarkan bereaksi, baca hasil pada 15 menit. Jangan membaca hasil setelah 15 menit
karena dapat memberikan hasil yang tidak tepat.
G. Interpretasi Hasil

Positif
Akan timbul 2 garis berwarna merah muda pada jendela pengamatan (garis tes dan
garis control).
Negative
Hanya timbul 1 garis yaitu garis control (yang tampak di bagian kanan jendela
pengamatan).
Tes yang gagal (invalid)
Tes dinyatakan gagal bila garis control (yang terletak di bagian kanan jendela
pengamatan) tidak muncul.

H. Penyimpanan dan Stabilitas


1. AIM LEPTOSPIRA IgM Rapid Test harus disimpan pada temperature ruang (4-28C)
dalam sampul asli yang blum dibuka.
2. Jangan membekukan tes kit.
3. Tes ini stabil sampai dengan batas kadaluwarsa yang terdapat pada kemasan bila
disimpan seperti dianjurkan. Tes ini hanya untuk pemeriksaan in vitro.

I. Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah kami lakukan, hasil dari AIM LEPTOSPIRA IgM Rapid
Test kelompok kami adalah negative.