Anda di halaman 1dari 92

KEGIATAN STRATEGIS SEKTOR

TRANSPORTASI
BAHAN PRESENTASI MENTERI PERHUBUNGAN
KEPADA PRESIDEN R.I.

Departemen Perhubungan
Jakarta, 9 Januari 2008

DAFTAR ISI

1. REALISASI APBN DEPHUB TAHUN 2007 DAN


PERKEMBANGAN APBN DEPHUB 19992008

HAL. I

2. PERKEMBANGAN PRASARANA, ANGKUTAN DAN


PENINGKATAN KESELAMATAN TRANSPORTASI

HAL. II

3. RKP DAN APBN DEPHUB TAHUN 2008

HAL. III

4. PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI

HAL. IV

TARGET/RENCANA & REALISASI DAYA SERAP KEUANGAN


DIPA TAHUN ANGGARAN 2007
DI LINGKUNGAN DEPHUB
100
90

TARGET 2007

80

REALISASI 2007
REALISASI 2006

dalam %

70
60
50
40
30
20
10
0
TARGET 2007
REALISASI 2007
REALISASI 2006

Jan

Feb

Mrt

April

Mei

Juni

Juli

Agst

Sept

Okt

Nop

Des

1.00

7.00

15.00

25.00

30.00

35.00

40.00

45.00

60.00

75.00

85.00

92.00

0.77
1.00

1.55
2.00

3.27
8.77

16.05
12.06

23.35
13.90

24.52
22.29

25.49
31.24

32.33
41.79

43.50
42.77

51.46
50.03

62.68
55.87

78.71
72.84

Realisasi daya serap APBN Dephub tahun 2007 sebesar 78,71% naik dari tahun 2006
sebesar 72,84%
I.1.

REALISASI APBN DEPHUB TAHUN 2007


Triliun Rupiah

15
10
5
0

Rp. Murni

PLN

Jumlah

Pagu

8,785

2,425

11,21

Realisasi

7,897

0,926

8,823

89,89%

38,21%

78,71%

Persen

Kendala/Hambatan Penyebab Anggaran Dephub Tidak Terserap antara lain :

Kebijakan Nasional mengenai penghematan perjalanan dinas sebesar 70%


dari sisa anggaran sampai bulan Juni 2007

Adanya ijin-ijin yang harus dipenuhi Pengelola Anggaran/Pelaksana Pekerjaan


dari instansi-instansi terkait

Adanya kegiatan yang harus menunggu persetujuan negara donor

Pelelangan gagal karena penawaran melebihi alokasi loan, misal


pembangunan jalur ganda Cirebon-Kroya yang semula dibiayai Loan China

Permasalahan/sengketa tanah dengan masyarakat sekitar


I.2

PERKEMBANGAN APBN DEPHUB 1999-2008


18.000

50%

16.000
14.000

Rp. miliar

12.000

32%

10.000
8.000
6.000
4.000
2.000
0
1999

2000

2001

2002

2003

2004

2005 *)

2006

2007

2008

Alokasi Anggaran 2.979,7 2.286,4 2.815,8 4.036,2 5.515,8 5.692,6 6.168,7 8.500,8 11.210, 16.687,
Ket : *) Mulai diberlakukan Unified budget (anggaran rutin dan
pembangunan menjadi satu)

I.3

PERKEMBANGAN ANGGARAN SUBSIDI


KEPERINTISAN DAN PSO
2,000
1,750
1,500

Rp. miliar

1,250
1,000
750
500
250
0
Subsidi Keperintisan
Dana PSO
Jumlah

1999

2000

2001

2002

2003

2004

2005

2006

2007

2008

93.2
0.0

72.5
59.0

135.9
60.0

159.9
60.0

206.9
186.0

211.0
360.0

272.0 342.7 440.7 486.8


625.0 1,100.0 1,075.0 1,538.0

93.2

131.5

195.9

219.9

392.9

571.0

897.0 1,442.7 1,515.7 1,924.8

Ket.: Usulan anggaran PSO Untuk Tahun 2008

I.4

ALOKASI BELANJA RUTIN (BELANJA BARANG DAN


BELANJA PEGAWAI)
3.500
3.000

Rp. miliar

2.500
1.852,3

2.000
1.686,2

1.500

Belanja Barang
Belanja Pegawai
Anggaran Rutin

1.360,1

1.000
907,6
1.137,4

500

977,3
519,7

424,1

444,6

499,2

598,0

2000

2001

2002

2003

597,9

697,2
349,6

0
1999

2004

2005 *)

Ket : *) Mulai tahun 2005, anggaran rutin menjadi anggaran


belanja pegawai dan barang mengikat

2006

2007

2008

I.5

PERKEMBANGAN APBN UNTUK BELANJA MODAL 1999-2008


16000
14000
12000

Rp. miliar

10000
8000
6000
4000
2000
0

1999

1699,9
PHLN
Rp.Murni 760,1

2000

2001

2002

1558
304,3

1758
613,2

2250
1287

2003

2004

2005 *)

2006

2007

2008

2593 2989,7 2711,6 3325,2 2425,1 2119,3


2324,8 2105 2199,9 3118,2 6121,9 11303

Ket : *) Mulai diberlakukan Unified budget (anggaran rutin dan pembangunan


menjadi satu)

I.6

PERKEMBANGAN PRASARANA,
ANGKUTAN DAN PENINGKATAN
KESELAMATAN TRANSPORTASI

II

PERKEMBANGAN ANGKUTAN PENUMPANG DAN


BARANG MODA UDARA TAHUN 2003-2007
KARGO ANGKUTAN UDARA

Domestik naik 30%


Internasional naik 15%

PENUMPANG ANGKUTAN UDARA

Domestik naik 20%


Internasional naik 10%
II.1

PERKEMBANGAN PRODUKSI ANGKUTAN UDARA DI 7 BANDARA

250,000

Perkembangan Lalu Lintas Udara

Pesawat (unit)

200,000

150,000

100,000

50,000

Soetta

Juanda

Ngurah Rai

Polonia

Hasanuddin

Minangkabau

Badarudin II

2003

186,480

77,314

45,635

34,741

39,137

10,018

10,922

2004

233,285

93,853

56,408

43,366

44,364

13,772

12,801

2005

241,586

83,305

61,750

55,635

42,835

13,988

2,651

2006

247,892

86,183

56,663

50,249

45,136

14,171

15,136

2007

255,005

87,662

59,024

52,962

49,539

14,687

16,621

II.2

PERKEMBANGAN PRODUKSI ANGKUTAN UDARA DI 7 BANDARA

30,000,000

Perkembangan Penumpang Angkutan Udara


Penumpang (Org)

25,000,000

20,000,000

15,000,000

10,000,000

5,000,000

Soetta

Juanda

Ngurah Rai

Polonia

Hasanuddin

Minangkabau

Badarudin II

2003

18,612,812

5,763,867

4,395,724

2,705,146

1,985,387

827,889

814,692

2004

24,604,005

8,028,470

5,917,838

3,778,748

2,584,019

1,300,325

1,116,567

2005

26,473,319

7,786,908

6,354,839

3,932,959

2,659,473

1,379,292

224,459

2006

28,696,074

8,230,203

6,019,146

4,466,451

2,968,064

1,595,863

1,474,301

2007

30,010,855

8,593,794

6,795,018

4,775,409

3,033,521

1,697,383

1,623,986

II.3

PERKEMBANGAN PRODUKSI ANGKUTAN UDARA DI 7 BANDARA

400,000,000

Perkembangan Angkutan Barang

350,000,000

Barang (Kg)

300,000,000

250,000,000

200,000,000

150,000,000

100,000,000

50,000,000

Soetta

Juanda

Ngurah Rai

Polonia

Hasanuddin

Minangkabau

Badarudin II

2,003

310,123,895

42,909,793

53,473,209

23,487,974

26,213,963

6,563,920

3,944,224

2,004

322,582,695

63,950,328

56,234,638

28,084,293

27,700,099

6,625,143

4,966,224

2,005

336,112,309

50,365,094

57,050,299

31,346,893

32,353,245

6,986,625

5,287,887

2,006

372,635,193

55,386,154

43,361,706

31,392,319

38,683,646

9,985,611

6,003,209

2,007

386,360,806

56,581,763

45,873,465

32,698,448

39,247,905

10,305,638

6,972,805

II.4

DATA ANGKUTAN PENUMPANG ANGKUTAN LAUT


TAHUN 2003-2007
Angkutan Penumpang

(Penumpang)

10.000.000
8.000.000
6.000.000
4.000.000
2.000.000
Tahun

2003

2004

2005

2006

2007

Dalam Negeri 8.414.309 7.446.776 5.372.919 5.620.261 5.071.777


Luar Negeri

1.325.800 1.335.937 1.734.845 1.560.021

808.795

Keterangan : Penurunan Angkutan Penumpang Laut Sebagai Dampak Kebijakan Low


Cost Carrier Pada Moda Angkutan Udara.

II.5

PERKEMBANGAN ANGKUTAN BARANG


TRANSPORTASI LAUT TAHUN 2003-2007
Angkutan Barang
600
(Juta Ton)

500
400
300
200
100
Tahun

2003

2004

2005

2006

2007

Dalam Negeri

171

188

206

220

232

Luar Negeri

443

465

493

515

541

II.6

PERKEMBANGAN ANGKUTAN
PENUMPANG, KENDARAAN DAN BARANG
MODA PENYEBERANGAN TAHUN 2003-2007
40,000,000
35,000,000
30,000,000
25,000,000
20,000,000
15,000,000
10,000,000
5,000,000
2003

2004

2005

2006

2007 *

37,649,113

27,603,012

26,501,889

27,829,666

29,527,562

Kendaraan R4 (Unit)

5,903,365

6,529,693

6,272,819

5,738,196

4,248,306

Kendaraan R2 (Unit)

3,428,908

4,334,519

4,719,152

5,037,859

4,220,632

17,039,805

16,606,806

25,187,160

25,422,005

25,659,775

Penumpang (Org)

Barang (Ton)

II.7

PERKEMBANGAN JUMLAH PANJANG JALAN


MENURUT KEWENANGAN

Kilometer

300000
200000
100000
0
Nasional
Provinsi
Kabupaten
Kotamadya
Tol

2003

2004

2005

2006

26271
38913
24069
21864
576

34629
46498
22908
21863
660

34318
46771
22920
21934
772

34506
33612
24908
21934
649

II.11

PERKEMBANGAN JUMLAH KENDARAAN


BERMOTOR BERDASARKAN JENIS KENDARAAN
TAHUN 2003-2007
40.000.000
35.000.000
30.000.000
25.000.000
20.000.000
15.000.000
10.000.000
5.000.000
-

2003

2004

2005

2006

2007

3.885.228

4.464.281

5.494.034

5.716.421

5.992.350

798.079

933.199

1.184.918

1.186.479

1.188.416

M obil Barang

2.047.022

2.315.779

2.920.828

3.015.784

3.133.602

Se pe da M otor

19.976.376

23.055.834

28.556.498

32.983.840

37.192.768

M obil Pe numpang
Bus

II.8

PERKEMBANGAN ANGKUTAN PENUMPANG DAN


BARANG MODA KERETA API TAHUN 2003-2007
PENUMPANG

BARANG

180.000
161.291
153.333

149.999

20.000
17,154

17,454

17,328

17,483

Thn 2003

Thn 2004

Thn 2005

Thn 2006

Thn 2007

NON NEGOISASI

0.960

0.671

0.798

0.624

0.590

NEGOISASI

16.194

16.783

16.530

16.859

16.230

151.489

18.000

140.000

16.000

120.000

14.000

100.000

12.000

JU T A T O N

ORANG
(RIBU)

160.000

168.205

80.000
60.000

16,820

10.000
8.000
6.000

40.000

4.000
20.000
0.000

2.000
Thn 2003

Thn 2004

Thn 2005

Thn 2006

Thn 2007

Jabotabek Ekonomi

95.386

91.565

92.368

94.780

100.518

Jabotabek Komersial

6.654

9.018

8.602

9.644

11.325

Ekonomi

37.089

35.344

37.100

44.630

41.464

Komersial

14.204

14.072

13.419

12.237

14.898

0.000

Keterangan :
Non Negosiasi : Bersifat Sesaat/Temporer
Negosiasi

: Berdasarkan Kesepakatan/Kontrak, a.l.


angkutan CPO, Batubara, semen dan
BBM

II.9

KLASIFIKASI PELABUHAN LAUT


(JUMLAH TOTAL 1.887 PELABUHAN)
111
712

614
450

Pelabuhan Umum (Dikelola PT. PELINDO)


Pelabuhan Umum (Dikelola UPT Ditjenhubla)
Pelabuhan Khusus
Dermaga Untuk Kepentingan Sendiri (DUKS)

Keterangan :
1.

DUKS : Dermaga Untuk Kepentingan Sendiri yang berada di dalam DLKR Pelabuhan Umum

2.

Pelsus : Dermaga untuk kepentingan sendiri yang berada di luar DLKR Pelabuhan Umum

3.

Jumlah Pelabuhan Yang Terbuka Untuk Perdagangan Luar Negeri Saat Ini: 141 Pelabuhan.

4.

Sesuai Amanat INPRES Nomor 6 tahun 2007 : Sedang Dilakukan Kajian Optimalisasi Peran &
Fungsi Pelabuhan, Jumlah Pelabuhan Terbuka Untuk Perdagangan Luar Negeri Akan
Dikurangi Menjadi 25 Pelabuhan.

II.10

JARINGAN JALAN REL


DI PULAU JAWA, MADURA DAN SUMATERA
TAHUN 2007
SUMATERA
1.348 KM
JARINGAN
JALAN REL
EKSISTING DI
JAWA, MADURA
DAN SUMATERA

LINTAS UTAMA
1.329 KM

SUMUT
SUMBAR
SUMSEL

= 516 KM
= 169 KM
= 663 KM

JABAR
JATENG
JATIM

= 1.125 KM
= 1.130 KM
= 1.072 KM

JABAR

= 410 KM

SUMBAR = 80 KM

JATENG

= 585 KM

SUMSEL = 4 KM

JATIM &
= 615 KM
MADURA

BEROPERASI

LINTAS CABANG
19 KM

4.675 KM

LINTAS UTAMA
2.966 KM

JAWA
3.327 KM

6.797 KM
TIDAK
BEROPERASI
2.122 KM

SUMATERA
512 KM
JAWA DAN
MADURA
1.610 KM

LINTAS CABANG
361 KM
SUMUT

= 428 KM

II.12

DATA KECELAKAAN MODA UDARA


DATA KECELAKAAN TERHADAP PERKEMBANGAN ANGKUTAN UDARA
NIAGA BERJADUAL PERIODE 1995 - 2007

1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007
(000)

489.19553.09501.17317.65249.11284.11297.78352.60529.81587.22646.80646.80625.56

(000)

244.42269.90256.27151.72127.31152.45183.36246.66383.63473.77578.00578.00418.79

Aircrfat Departure

Passenger Carried

(000)
Aircrfat Flight Hours 623.66679.62620.87388.88293.25361.28402.41490.29708.82737.84766.12766.12559.60

Accident-Incident

46

34

38

35

31

14

37

23

23

16

30

46

46

Passenger Fatalities

51

74

423

22

23

23

44

21

249

131

14

123

II.13

DATA KECELAKAAN MODA UDARA


FATAL ACCIDENT PADA PERUSAHAAN PENERBANGAN
CASR 121 & 135
2

1.5
AOC121

AOC135

0.5
0
2005
Sem 1

2005
Sem 2

2006
Sem 1

2006
Sem 2

Jumlah Accident AOC 121


Korban Jiwa
Jumlah Accident AOC 135
Korban Jiwa

Tahun 2005
Fatal Accident AOC 121

- CASA212-200 PK-NCV, Merpati


- B737-200 PK-RIM , Mandala Air

Fatal Accident AOC 135

- DHC 6-100 PK-LTZ, GT Air


- BN 2 PK-VIA , DAS

2007
Sem 1

2007
Sem 2

2005

2006

2007

112

123

19

14

Tahun 2006
-

- DHC 6-100 PK-YPY , Trigana Air


- BO 105 K-BRC , Aviastar Mandiri

Tahun 2007

- B737-400 PK-KKW , Adam Air


- B737-400 PK-GZC , Garuda Indonesia
-

II.14

DATA KECELAKAAN MODA LAUT


750
700
650
600
550
500
450
400
350
300
250
200
150
100
50
0

2003

2004

2005

2006

2007

Kecelakaan Kapal

71

79

125

143

145

Korban Meninggal
(orang)

74

61

131

727

558

II.15

DATA KECELAKAAN MODA JALAN


100000

Orang

80000
60000
40000
20000
0
Meninggal
Luka-luka

2003

2004

2005

2006

2007

9856 11204 16115 15762 17120


14836 21067 22217 85592 36610

Keterangan :
Th. 2003 2006 : Sumber Data dari POLRI
Th. 2007, Angka Sementara, Dephub
II.16

DATA KECELAKAAN MODA KERETA API


TAHUN 2003 - 2007
100
90

JUMLAH KEJADIAN

80
70
60
50
40
30
20
10
0

2003

2004

2005

2006

2007

KA-Ranmor

57

31

10

22

12

Anjlog/Terguling

80

90

99

73

90

KA-KA

Banjir/Longsor

II.17

DATA KECELAKAAN MODA KERETA API


TAHUN 2003 - 2007....(lanjutan)
150

Orang

100
50
0
Meninggal
Luka-berat
Luka ringan

2003

2004

2005

2006

2007

72
104
122

78
87
33

36
85
111

50
71
52

26
101
149
II.18

ROADMAP PENINGKATAN KESELAMATAN


DAN PELAYANAN TRANSPORTASI

OPERATOR

REGULATOR
UPT

1. REGULASI
2. PENEGAKAN HUKUM
3. PRASARANA /
SARANA
4. SDM
5. KELEMBAGAAN

MASYARAKAT

BUMN SWASTA

1. PERBAIKAN
PERFORMANCE
a. KESELAMATAN
b. PELAYANAN
2. TANGGUNG JAWAB
PUBLIK
3. PERSAINGAN SEHAT

1. SOSIALISASI
2. PUBLIC
AWARENESS/
EDUKASI
3. PARTISIPASI
MASYARAKAT

II.19

ROADMAP PENINGKATAN KESELAMATAN


DAN PELAYANAN TRANSPORTASI
SARANA DAN PRASARANA :
1. Pelayanan ADS-B.
2. Penggantian peralatan radar.
3. Pengadaan dan pemasangan
ILS (Instrument Landing System).
4. Pembangunan runway,taxiway,
apron, strip dan runway end
safety area (RESA).

OPERATOR :
1. Melaksanakan seluruh
peraturan ICAO & ANEX.
2. Mengimplementasikan
ALAR Tool Kit.

REGULASI :
1. Reformasi
Per-Undang-Undangan
2. Penetapan Batas Tarif

PENINGKATAN KESELAMATAN
TRANSPORTASI UDARA

SDM :
Kecakapan di bidang
Keamanan & keselamatan
antara lain :
- Pilot, Teknisi, Inspektur.

KELEMBAGAAN :
1. Sertifikasi Operasi
Bandara
2. Pengelola lalu
lintas udara

PENEGAKAN
HUKUM :
1. Audit Investigasi
2. Pencabutan Izin
Operasi

MASYARAKAT :
1. Sosialisasi
keselamatan
penerbangan
2. Kontak pengaduan
II.20

ROADMAP PENINGKATAN KESELAMATAN


DAN PELAYANAN TRANSPORTASI
SARANA DAN
PRASARANA :
Pemb.SBNP, Kapal Navigasi,
Telekomunikasi,
Keselamatan, Pelayaran,
Kapal patroli, Rehab Kapal
patroli, Pengadaan peralatan
CCTV.

PENEGAKAN HUKUM :
1. Audit Investigasi
terhadap Petugas Kespel
yg melakukan kesalahan
2. Audit Teknis Terhadap
Kapal
3. Pencabutan Izin Operasi
4. Audit Kondisi Teknis
Kapal

REGULASI :
Target s.d. Tahun 2009 :
1. Reformasi Per-Undang-Undangan
2. Pembatasan Umur Kapal
3. ISPS-Code
4. Penerapan Manajemen
Keselamatan Kapal
5. Rasionalisasi Tarif Angkutan Laut
Nasional

PENINGKATAN KESELAMATAN
TRANSPORTASI LAUT

SDM :
1. Diklat Teknis
Keselamatan
2. Penataan dan
Pembenahan SDM

KELEMBAGAAN :
1. Balai Teknologi
Keselamatan Pelayaran
2. Revitalisasi
ADPEL/Kanpel

RESTRUKTURISASI
BUMN :
Restruktursisasi &
Reformasi BKI

MASYARAKAT :
1. Sosialisasi
keselamatan
transportasi
2. Kontak pengaduan
II.21

ROADMAP PENINGKATAN KESELAMATAN


DAN PELAYANAN TRANSPORTASI
RESTRUKTURISASI BUMN :
1. Spin Off Jabotabek
2. Pembentukan Badan Penyelenggara PrasaranaPerkeretaapian;
3. Pembentukan Badan Penyelenggara Sarana Perkeretaapian
4. Pemenuhan Biaya Perawatan Kondisi Minimum.
5. Penyelesaian masalah Pensiun Ex PNS PJKA.
SDM :
1.Kualitas &
Kuantitas Inspektur
2.Rekrutmen Penguji
3.Kuantitas PPNS.
REGULASI :
Reformasi Per-UndangUndangan

PENGENDALIAN &
PENGAWASAN :
1. Random check
2. Batas Kecepatan
3. Pengujian Petugas Operasi
4. Penutupan Perlintasan Liar,
Bangunan Liar
5. Sertifikasi Penguji
6. Penelitian & Pemeriksaan
Kecelakaan

PENINGKATAN KESELAMATAN
TRANSPORTASI KERETA API

SARANA DAN PRASARANA :


1. Rehab Jalan Rel dan Jembatan
2. Rehab Kereta, Lokomotif, Mesin
Pemeliharaan Jalan Rel, KRL,
KRD/KRDE/KRDI
3. Sinyal Telkom dan Listrik (Sintelis)

MASYARAKAT :
Sosialisasi
keselamatan
transportasi

KELEMBAGAAN :
1. Tim/Unit Pengujian Pertama dan Berkala
2. Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pengujian
3. Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pengoperasian
4. Lembaga Pengujian Kelaikan
5. Organisasi Keselamatan
II.22

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAN


APBN DEPHUB TAHUN 2008

III

KOMPOSISI (PERSENTASE) ALOKASI ANGGARAN


DEPHUB TAHUN 2008 MENURUT FUNGSI PELAYANAN
(BELANJA MODAL + BELANJA BARANG TIDAK MENGIKAT)
PAGU (Triliun Rupiah)
No

UNIT KERJA

Definitif
2007

Kebutuh
an 2008

Definitif
2008

Ditjen Phb. Darat

1,280

3,553

1,993

Ditjen
Perkeretaapian

2,925

7,357

3,902

Ditjen Phb. Laut

2,889

5,641

4,881

Ditjen Phb. Udara

2,021

6,263

3,622

Badan Diklat

0,743

1,378

1,110

Badan SARNAS

0,226

0,900

0,656

Badan Litbang

0,075

0,115

0,070

Sekretariat Jenderal

0,267

0,395

0,395

Inspektorat Jenderal

0,038

0,058

0,058

JUMLAH

10,467

25,660

16,687
65%
kebutuhan

5,80%

8,47%

1,97%
35,43%

48,33%

Peningkatan Kapasitas
Peningkatan Keselamatan
Pengembangan SDM
Peningkatan Aksesibilitas
Desain/Study/Sosialisasi

III.1

KOMPOSISI (PERSENTASE) ALOKASI ANGGARAN


DEPHUB TAHUN 2008 MENURUT FUNGSI PELAYANAN
(BELANJA MODAL + BELANJA BARANG TIDAK MENGIKAT)

30000
25000
20000
15000
10000
5000
0
Rp. (Miliar)

Kebutuhan 2007
Definitif 2007
Kebutuhan 2008
Definitif 2008
III.2

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR
TRANSPORTASI
1.

Pembangunan Bandara Kualanamu - Medan

2.

Bandara Hasanuddin - Makassar

3.

Bandara Lombok Baru

4.

Program Pengembangan Bandara di Daerah Rawan Bencana dan Perbatasan

5.

Pengadaan dan Pemasangan Peralatan Navigasi, Keselamatan, Listrik Dan


Keamanan Penerbangan

6.

Revitalisasi Pelabuhan Tanjung Priok

7.

Pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak di Teluk Lamong

8.

Pembangunan Pelabuhan Wisata Labuhan Amuk - Bali

9.

Pengembangan Pelabuhan di Kariangau Balikpapan Kalimantan Timur

10. Pengembangan Pelabuhan Bitung Sulawesi Utara


11. Pengembangan Pelabuhan Raja Ampat Papua
12. Audit Teknis Keselamatan Jaminan Keamanan dan Jaminan Keselamatan di Laut
13. Pembangunan SBNP di Pulau-pulau terluar/terdepan dan Pelabuhan-pelabuhan
Strategis
14. Pelayanan Angkutan Laut Perintis
15. Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Margagiri Ketapang

IV

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR
TRANSPORTASI
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.

Lanjutan

Pembangunan Terminal Lintas Batas Negara Sei Ambawang Pontianak Kalbar


Pembangunan TerminalLintas Batas Negara Motoaain Belu NTT
Pembangunan Zona Selamat Sekolah (ZoSS)
Program Pengembangan Bus Rapid Transit (BRT)
Pilot Project Jembatan Timbang di Losarang Indramayu Jawa Barat
Pilot Project Jembatan Timbang di Pelawan Sarolangun Jambi
Subsidi Operasional Keperintisan LLAJ ASDP
Penghematan Energi
Penghargaan Wahana Tata Nugraha
Program Revitalisasi Perkeretaapian
Pembangunan Manggarai - Soekarno Hatta Rail Link
Pembangunan Depo Depok
Pembangunan Double-double Track Manggarai Cikarang
Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT)
Pembangunan Jalur Ganda Yogyakarta Kutoarjo Pembangunan
Pembangunan Jalan KA Sidoarjo Gunung Gangsir
Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan
Studi Penelitian dan Pengembangan
Pembangunan Fasilitas Badan SAR Nasional
Meteorologi dan Geofisika

IV

BANDARA KUALANAMU - MEDAN


Tujuan

Meningkatkan keselamatan operasi penerbangan


Mendukung pertumbuhan ekonomi di Propinsi Sumatera
Utara khususnya kota Medan
Kegiatan penerbangan tidak mengganggu rencana
pengembangan kota Medan
Kegiatan penerbangan tidak menimbukan gangguan
lingkungan, terutama kebisingan di sekitar bandar udara
Meningkatkan pendapatan non - aeronautika

Lingkup
Pekerjaan

: 1. Pembangunan Runway 3.750 x 60 m (B 747),


2. Terminal Penumpang 86.000 m2 (8 juta pax/th)

Skema
Pendanaan

: Sektor Publik oleh Pemerintah (PMN) dan Sektor Private


oleh BUMN

Sumber Dana

1.

Sektor Private PT.(Persero) Angkasa Pura II (Rp.1,3 T)

2.

Sektor Publik :
- Tahun 2007 : Rp. 55,2 M dan APBN-P : Rp. 200 M
diperkirakan terserap sebesar Rp.152,7 miliar
- Tahun 2008 2009 : Pagu Definitif Tahun 2008
dialokasikan sebesar Rp. 400 M, sisa kebutuhan
anggaran sekitar Rp.1,6 Triliun akan diusulkan
dalam APBN-P 2008 sebesar Rp.691 miliar dan
RAPBN 2009 sebesar Rp. 909 miliar

Jadwal
Posisi Saat
Ini

: Tahun 2007 Pertengahan Tahun 2009 (sampai dengan


panjang Runway 3000 m).
Kontrak pekerjaan fisik sektor publik ditandatangani 13 Des
2007, pekerjaan sisi darat dengan biaya PT.AP II sedang
dalam pelaksanaan.
IV.1

BANDARA HASANUDDIN - MAKASSAR


Tujuan

: 1. Menunjang pembangunan di KTI dan Peningkatan


pelayanan dan keselamatan
2. Mengantisipasi perkembangan tahun 2015

Lingkup
Pekerjaan

: 1. Pembangunan R/W 3100x45 m2 (B.747)


2. Terminal Penumpang 51.000 m2 ( 7 juta Pax/thn )

Skema
Pendanaan

: Sektor Publik oleh Pemerintah dan sektor Private oleh


BUMN

Sumber Dana

: 1. Sektor Publik Rp. 563 M (APBN)


Th 2007 : Rp. 107 M
Th 2008 : Rp. 219 M
Th 2009 : Rp. 237 M
2. Sektor Privat Rp.575 M (PT.Angkasa Pura I)
3. KSO Rp. 4,5 M
4. Pemda Sulawesi Selatan Rp. 9 M.

Jadwal
Pelaksanaan

: Tahun 2007 Pertengahan Tahun 2009

Posisi saat
ini

: Sektor Publik
Konstruksi landas pacu 1300 M x 45 M selesai 2007.
Sektor Privat (PT.AP I)
Lingkup Pekerjaan : pematangan lahan, Airside
(Apron & Parallel Taxiway) & Landside selesai 100%.
Tahun 2008
1. Lanjutan konstruksi landas pacu dari 1300 M x 45 m
menjadi 3.100 m x 45 m termasuk pararel taxiway
2. Lanjutan perluasan apron (96.000 m2).
3. Pengadaan dan pemasangan Air Navigation System
IV.2

BANDARA LOMBOK BARU


Tujuan

1. Untuk meningkatkan keselamatan operasi


penerbangan.
2. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di
Propinsi NTB.
3. Kegiatan penerbangan tidak mengganggu rencana
pengembangan kota Mataram.
4. Kegiatan penerbangan tidak menimbulkan
gangguan akibat dampak lingkungan, terutama
kebisingan di sekitar bandara.
5. Memberikan kesempatan kepada bandara dalam
meningkatkan pendapatan non aeronautika.

Lingkup
Pekerjaan

Pembangunan Runway 2.750x45 m2 (B 767) dan


Terminal Penumpang 12.000m2 (2 Juta Pax/tahun)

Skema
Pendanaan

Kerjasama Pem Prov Nusa Tenggara Barat, Pem Kab


Lombok Tengah dan BUMN (PT. AP I) sesuai MOU :
- PT. AP I : Membangun sebagian besar fasilitas
bandara baik di airside maupun landside
- Pem Prov NTB : Membangun sebagian airside
meliputi taxiway, apron dan fasilitas penunjangnya
serta infrastruktur pendukung seperti jalan akses ke
bandara, jaringan listrik, air bersih, jaringan telepon
dan saluran drainase.
- Pem Kab Lombok Tengah : Membangun sebagian
fasilitas landside meliputi area parkir kendaraan,
jalan lingkungan dan fasilitas penunjangnya
IV.3

BANDARA LOMBOK BARU


Lanjutan

Sumber Dana

Jadwal
Pelaksanaan
Posisi saat ini

1.PT. Angkasa Pura I : Rp 515 Milyar


2.Pem Prov NTB : Rp 110 Milyar
3.Pem Kab Lombok Tengah : Rp. 40
Miliar
: 2007 2009

: 1. Rencana Induk telah ditetapkan


2. Penyusunan Rancangan Teknik
Terinci telah selesai.
3. Pekerjaan Land Clearing area fasilitas
sisi udara telah dilaksanakan pada 22
Oktober 2007.
4. Studi Amdal sedang dilaksanakan.
5. Pekerjaan runway dan fasilitas
penunjang kontrak tanggal 2
Nopember 2007 dengan jangka waktu
pelaksanaan 720 hari (2 tahun).
6. Proses pelelangan pekerjaan
pembangunan terminal penumpang
dan fasilitas penunjang.

IV.4

PROGRAM PENGEMBANGAN BANDARA (MAMPU DIDARATI


PESAWAT HERCULES) DI DAERAH RAWAN BENCANA DAN
PERBATASAN (Th. 2005 2009)
Banda Aceh
Takengon

Meulaboh

Natuna
Silangit

Sinabang

Sibolga
Nias

Bengkalis

Nunukan

Naha

Melonguane

Malinau

Putusibau
Sorong

Manokwari

Siberut
Nabire
Timika

Enggano

Prioritas-1
Alor

KETERANGAN

Prioritas-2

Tanah Merah

Saumlaki Baru

Ende
Atambua

Prioritas-3
Prioritas-4

Kisar

Dobo

Rote

II.5

PENGADAAN DAN PEMASANGAN PERALATAN NAVIGASI,


KESELAMATAN, LISTRIK DAN KEAMANAN PENERBANGAN
Tujuan

Pemenuhan peralatan keamanan dan keselamatan, navigasi


dan listrik penerbangan sesuai standar penerbangan sipil
internasional (ICAO) dan kriteria kelas bandara (KM. 44
Tahun 2002).

Lingkup
Pekerjaan

1.

Fasilitas Navigasi dan Pengamatan

Tahun 2007
DVOR dan DME = 10 lokasi (Rp. 32,9 M)
ILS = 6 lokasi (Rp. 54 M)
Radar = 1 lokasi (Rp. 32 M)
ADS-B = 2 lokasi (Rp. 12,5 M)
Tower Set = 10 lokasi (Rp. 13,2 M)
Tahun 2008
DVOR dan DME = 26 lokasi (Rp. 103,75 M)
ILS = 9 lokasi (Rp. 92,5 M)
Radar = 1 lokasi (Rp. 48 M)
ADS-B = 14 lokasi (Rp. 80,5 M)
Tower Set = 13 lokasi (Rp. 28,05 M)

IV.6

PENGADAAN DAN PEMASANGAN PERALATAN NAVIGASI,


KESELAMATAN, LISTRIK DAN KEAMANAN PENERBANGAN
Lingkup
Pekerjaan

2. Fasiltas Bantu Pendaratan dan Pelayanan


Tahun 2007
Precision Approach Path Indicator (PAPI) 1 lokasi
(Rp. 2,5M) , Air Field Lighting (AFL) 1 lokasi (Rp.
5,225 M)
Tahun 2008
Precision Approach Path Indicator (PAPI) 14 lokasi
(Rp. 17,442 M) , Air Field Lighting (AFL) 22 lokasi
(Rp. 105,07 M) dan Runway Visual Range (RVR) 5
lokasi (Rp. 17,5 M)

Sumber Dana

APBN
Tahun 2007 : Rp. 152,325 M
Tahun 2008 : Rp. 492,812 M

IV.7

REVITALISASI PELABUHAN TANJUNG PRIOK


Tujuan

Pelabuhan
Tanjung Priok

1.

2.

Lingkup
Pekerjaan

a.

b.

Peningkatan (Optimasi) kapasitas pelabuhan untuk


mengantisipasi arus Petikemas.
Peningkatan Kecepatan dan Kelancaran Bongkar-Muat
Loan JBIC (Ditjen Hubla):

Pelebaran Channel 300 M

Kolam Pelabuhan 500 M

Relokasi Breakwater di Sisi Utara


Loan JBIC-SLA/ Subsidiary Loan Agreement (PT. PELINDO
II):

Port Inner Road Improvement

Sumber
Dana

JBIC-Jepang :
10,5 Miliar : Executing Agency Ditjen Hubla
1,5 Miliar : Executing Agency PT. PELINDO II
(SLA : Subsidiary Loan Agreement)

Skema
Pendanaan

Pinjaman Luar Negeri

Jadwal
Pelaksanaan

Tahun 2008 - 2010

Posisi Saat
Ini

Desember 2007 : Terbit Persetujuan Shortlist Dokumen


Lelang dan TOR dari JBIC Dengan Beberapa Review. Sedang
Dilakukan Review/Finalisasi Terhadap Shortlist Dokumen
Lelang dan TOR.
Th. 2008 : Kontrak Konsultan Supervisi dan Penunjukan
Kontraktor Pelaksana Serta Pelaksanaan Kegiatan
Pembangunan Phisik.
IV.9

PENGEMBANGAN PELABUHAN
TANJUNG PERAK DI TELUK LAMONG

LAMONG BAY

SURABAYA

Tujuan

Membangun Pelabuhan Kontainer Modern Untuk Melayani


Overflow Arus Petikemas Jangka Pendek Pelabuhan
Tanjung Perak Sesuai Rekomendasi Study Surabaya
Greater Port (Tahun 2007).

Lingkup
Pekerjaan

Sumber Dana

Swasta/Investor : US$ 268,5 Juta

Skema
Pendanaan

Investor (60 % - 70%), PT. PELINDO III (20% - 30%) dan


Pemerintah Daerah 10%.

Jadwal
Pelaksanaan

Tahun 2008 - 2009

Posisi Saat Ini

9 2007- 2008 : Sedang Dilakukan Pelelangan Investor Oleh


PT. (Persero) PELINDO III.
9 Sedang Dilaksanakan Study Lingkungan (AMDAL).
9 Proses Penetapan Pemenang Pekerjaan Penyusunan
Detail Engineering Design (DED).
9 Telah Dimulai Kegiatan Pematangan Jalan Akses ke
Pelabuhan.

PORT OF
TANJUNG PERAK

Dermaga Petikemas
Container Yard
Trestle
Access Causeway
Container Crane
RTG
Head Truck
Chasis

600
293.000
780
2.854
6
18
15
48

M
M2
M
M
Unit
Unit
Unit
Unit

IV.10

PEMBANGUNAN PELABUHAN WISATA LABUHAN


AMUK
Tujuan

1.

Pelabuhan Labuhan Amuk


2.

Lingkup
Pekerjaan

Mampu Melayani Kapal-kapal Cruise Liner


(Kapasitas : 4.000 Penumpang/Wisatawan).
Menunjang Perkembangan Sektor Wisata
Indonesia di Bali, NTB dan sekitarnya.
Pembangunan dermaga 1.848 M2
Trestle 496 M2
Terminal Penumpang
Fasilitas Sisi Darat

Sumber Dana

: APBN

Jadwal
Pelaksanaan

: Tahun 2007 - 2009

Posisi Saat
Ini

2007
: Rp 10 M
2008
: Rp 20 M
2009 : Rp. 30 M

Tahun 2007 : Pelaksanaan Pembangunan


Dermaga
Tahun 2008 : Lanjutan Pembangunan
Dermaga
Tahun 2009 : Pembangunan Terminal
Penumpang & Fasilitas Darat
IV.11

PENGEMBANGAN PELABUHAN
DI KARIANGAU BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR
Tujuan

Balikpapan

Lingkup
Pekerjaan

KETERANGAN
AREA PELABUHAN SELUAS 50 HA

RENCANA MASTERPLAN
PELABUHAN BALIKPAPAN

AREA CADANGAN (BACK UP AREA)


SELUAS 6 HA

TERMINAL KARIANGAU S/D TAHUN 2030

RENCANA TAHAP I ( TAHUN 2008 - 2013 )


RENCANA TAHAP II ( TAHUN 2013 - 2024 )
RENCANA TAHAP III ( TAHUN 2025 - 2030 )

Sumber
Dana

Skema
Pendanaan

- 25M

- 20M

- 20 M

- 25M

- 15 M

- 11- 10MM

APBN Rp 355 miliar


PT Pelindo IV/Swasta/Investor : Rp. 274 miliar
Pemda Rp. 19 miliar

262, 43

175 M

-6

PATOK LAMPU

195 M

87 , 26

130 M 130 M 130 M 130 M

- 11 M
130 M 130 M 130 M 130 M 130 M

+02
01
00

30
20

-3 M

-2
- 10 M

30 M

- 6M
- 5M
-4M

10

PATOK IV - 6 M
-5 M
-1
-2

- 2M

-1

PATOK III

153 M

150 M

- 4M
-3

DIGAMBAR

- 3M

DERMAG

20 M

ADIK ISDINIARSIH

DIPERIKSA OLEH

-2 M
-2

-1M

SM PENGEMB. BANGUNAN & PERALATAN

0,00

A KAYU

-4
CURAH KERING

17 X 6 X 10 GS
( 1.020 TGS )

17 X 6 X 10 GS
(1.020 TGS )

LAP. PENUMPUKAN
( GENCAR )

17 X 6 X 10 GS
( 1.020 TGS )

23 X 6 X 10 GS
( 3.680 TGS )

10 X 6 X 10 GS
( 600 TGS )

TIMBUL PRAMONO

-2
-3

DIPERIKSA / DISETUJUI

AREA
CADANGAN

LAP. PENUMPUKAN
( GENCAR )

200 M

450 M

CONTAINER YARD

DIREKTUR PEMASARAN DAN


PENGEMBANGAN USAHA
MAX K. LUMEMPOUW

CURAH CAIR

A
E

F
G
H

C1

B
I
J

C2 B
GATE
IN/OUT

GATE

GATE
IN/OUT

J I

DIPERIKSA / DISETUJUI

8
10

Jadwal
Pelaksanaan

Tahun 2008 2025

Posisi Saat
Ini

Sedang diupayakan pendanaan melalui APBN

DIREKTUR UTAMA

8
da
S. Pa

GATE

GATE

1800 M

A
E

F
G
H

C1
GATE
IN/OUT

B
I
J

DJARWO SURJANTO
DISETUJUI / DISAHKAN

10

LIK
PA
PA
N

17 X 6 X 14 GS
( 1.428 TGS )

ng
S. Te

BA

17 X 6 X 14 GS
( 1.428 TGS )

TO

17 X 6 X 14 GS
( 1.428 TGS )

LAP. PENUMPUKAN
( GENCAR )
CONTAINER YARD

- 1M

0,00

-2

Te
luk
Wa
ru

A. KANTOR
B. WORKSHOP
C1. C F S
C2. GUDANG
E. PARKIR
F. KANTIN
G. MUSHOLLAH
H. KANTOR SEWA
I. RUMAH GENSET
J. RUMAH POMPA / RESERVOIR

Konstruksi dermaga multipurpose and container


Konstruksi lapangan penumpukan dan gudang
Instalasi peralatan bongkar muat
Phase I (2009) Dermaga 260 m, Container Yard 7,2
Ha
Phase II (2015) Dermaga 390-585m, Cont. Yard 15
Ha
Phase III (2025) Dermaga 780-975m, Cont. Yard 25
Ha

APBN, PT.Pelindo IV, Investor dan Pemda dengan


perkiraan kebutuhan biaya Rp. 648 miliar

RENCANA PENGERUKAN

- 25 M

- 25 M

Untuk pengembangan kapasitas mengantisipasi


perkembangan angkutan sedangkan lahan
pelabuhan lama terbatas
Pemisahan angkutan barang dan penumpang

WALIKOTA BALIKPAPAN

IMDAAD HAMID

ah

DISETUJUI / DISAHKAN

GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR

H. SUWARNA A.F
DITETAPKAN / DISAHKAN

MENTERI PERHUBUNGAN

M. HATTA RAJASA
LOKASI

BALIKPAPAN

SKALA

0 50 100

250

IV.12

PENGEMBANGAN PELABUHAN BITUNG


Pelabuhan Bitung

Tujuan

1.

2.
3.

Pelb. Bitung mampu melayani Kapal-kapal


Ukuran Besar (Post Panamax Type, Kapal
Petikemas dg kapasitas s.d 8.000 TEUs)
Pelabuhan Outlet Utama Indonesia Sebelah
Timur Asia Pasifik.
Akses Utama Ke Kep. Sangir & Talaud dan
Pintu Wisata Sulawesi Utara Melalui Laut.

Lingkup
Pekerjaan

Dermaga Petikemas 100 m dari Total Panjang yg


Diperlukan 150 m(Bitung) Serta Breakwater 100
m dan Reklamasi 9.000 m3 (Manado)

Sumber Dana

APBN
2007 : Rp 25 M, 2008 : Rp 40 M, 2009 : Rp. 10 M

Jadwal
Pelaksanaan

Tahun 2007 - 2009

Posisi Saat Ini

Tahun 2007 : Pekerjaan Perpanjangan


Dermaga Peti Kemas Selesai 30%.
Tahun 2008 : Pekerjaan Perpanjangan
Dermaga Petikemas selesai 90%
Tahun 2009 : Pekerjaan Perpanjangan
Dermaga Selesai 100% + Penataan Terminal
Petikemas
IV.13

PENGEMBANGAN PELABUHAN RAJA AMPAT


Kepulauan Raja Ampat
Tujuan

1. Meningkatkan Kapasitas Terminal Cargo


Untuk Antisipasi Pertumbuhan Permintaan
Arus Cargo (10% per Th) di Wilayah Kab. Raja
Ampat Papua Barat dan Sekitarnya
2. Memperlancar Arus Logistik Pembangunan
untuk mendukung Pertumbuhan Ekonomi
Wilayah PAPUA BARAT

Lingkup
Pekerjaan

Pembangunan Dermaga Sepanjang 100 m.


Pembangunan Terminal Kontainer

Sumber Dana

APBN

Jadwal
Pelaksanaan

Tahun 2008 - 2009

Posisi Saat Ini

Tahun 2008 : Direncanakan mulai


pembangunan dermaga dengan target 43%.
Tahun 2009 : Ditargetkan Selesai 100% Untuk
Minimum Operasional.

2008 : Rp 30 M ;
2009 : Rp 40 M.

IV.14

PROGRAM PENINGKATAN JAMINAN KEAMANAN DAN


JAMINAN KESELAMATAN DI LAUT
Meningkatkan Jaminan Keselamatan dan Keamanan Pelayaran

Tujuan

Lingkup
Pekerjaan

Sumber Dana

APBN : Rp. 217 M

Jadwal
Pelaksanaan

Audit Teknis : Rutin Tiap Tahun


Kapal Patroli : 2007 - 2009

Posisi Saat
Ini

9 Tahun 2007 : Telah Dilakukan Condition Assessment Survey


Terhadap 45 Kapal Ro-Ro yang berumur di atas 25 Tahun;
Pembinaan dan audit persyaratan ISPS Code Thd pelabuhan,
armada kapal dan Recognized Security Organization/RSO (Hasil :
225 Pelabuhan, 558 kapal dan 17 RSO Telah Comply ISPS Code).

Pembangunan Kapal Patroli


Pengadaan Peralatan ISPS Code dan Pemadam Kebakaran
Untuk Kapal Negara
Audit Teknis dan Pemeriksaan Rutin
Condition Assessment Survey Terhadap Keselamatan Kapal
Penegakan hukum di laut
Pemberian Sanksi

9 Tahun 2008 : Pengadaan 21 Unit Kapal Patroli dan Pengadaan 23


Set Peralatan SAR Laut, Pengadaan Peralatan ISPS Code dan
Pemadam Kebakaran Untuk Kapal Negara, Serta Audit Teknis &
Pemeriksaan Rutin Terhadap Kondisi Teknis Sarana Prasarana
Keselamatan Pelayaran.
IV.15

PEMBANGUNAN SBNP DI PULAU-PULAU TERLUAR


DAN PELABUHAN STRATEGIS

Plb. Bitung
Plb. Belawan
Plb. Dumai
Plb. Tg. Buton

Plb. Raja Ampat

Plb. Tg. Priok

Plb. Tg. Perak


Plb. Amuk
Plb. Bojonegara

SBNP Rencana
SBNP Terpasang

50
III.4
IV.16

PELAYANAN ANGKUTAN LAUT PERINTIS


Tujuan

1. Peningkatan Aksesibilitas Dari 60% Menjadi 80% Untuk


Membuka Keterisolasian Wilayah Terpencil, Perbatasan
dan Pulau-Pulau Kecil Terluar Khususnya Kawasan Timur
Indonesia.
2. Menjaga Eksistensi NKRI.

Lingkup
Pekerjaan

Pembangunan Baru 21 Unit Kapal perintis (5 Unit type GT


2000, 2 Unit Kapal Catamaran (200 pnp), 2 Unit type 750
DWT, 4 Unit type 500 DWT, 4 Unit type 350 DWT dan 2
Unit type 900 DWT).
Subsidi Pelayanan Angkutan Laut Perintis Sampai Seluruh
Wilayah NKRI bebas dari keterisolasian wilayah.

Sumber Dana

APBN 2007 : Rp. 231 Milyar


APBN 2008 : Rp. 478 Milyar
APBN 2009 : Rp. 365 Milyar

Jadwal
Pelaksanaan

Tahun 2006 - 2009

Posisi Saat
Ini

9 Tahun 2007 : Sedang Dibangun 6 unit kapal (1 unit kapal


selesai 100%) ; Subsidi Perintis 52 Route/Trayek (84 %
Melayani KTI).
9 Target Tahun 2008 : 6 Unit Kapal Selesai 100 %; Subsidi
Perintis 56 Route/Trayek (86% Melayani KTI)
9 Target Tahun 2009 : Sisa 14 Kapal Lainnya Selesai 100%;
Subsidi Perintis 60 Route/Trayek (87% Melayani KTI).
IV.17

PEMBANGUNAN PELABUHAN PENYEBERANGAN


MARGAGIRI - KETAPANG
Tujuan

Ketapang

Lingkup
Pekerjaan

DED, Pembebasan lahan


Pekerjaan sipil termasuk reklamasi
Pembangunan jalan masuk
Pembangunan breakwater
Pengerukan
Pembangunan fasilitas dermaga dan terminal
Pengadaan dan pengoperasian kapal penyeberangan

APBN dan Swasta (Rp 883 M)

Margagiri

Layout Ketapang

Sumber
Dana

Skema
Pendanaan

Jadwal
Pelaksanaan

Posisi Saat
Ini

Layout Margagiri

Antisipasi peningkatan permintaan angkutan


penyeberangan Jawa Sumatera
Lintas penyeberangan alternatif Jawa - Sumatera
Membuka akses baru di timur Sumatera PalembangPekanbaru-Medan

APBN untuk Tanah & Jalan Akses


Swasta untuk Pelabuhan & Kapal
Desain tahun 2008
Konstruksi mulai tahun 2009
Operasi tahun 2011

Telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 20 M melalui


APBN T.A 2008 untuk pembangunan dermaga darurat
(Plengsengan) sebagai rencana emergency guna
mengantisipasi adanya stagnasi di lintas utama
Pelabuhan Penyeberangan Merak Bakauheni.
IV.18

PEMBANGUNAN TERMINAL LINTAS BATAS NEGARA


SEI AMBAWANG PONTIANAK KALBAR
Tujuan

Lingkup
Pekerjaan

Melayani Kebutuhan Penumpang AKAP dan ALBN


Pekerjaan Struktur
Pekerjaan Arsitektur
Pekerjaan Mechanical Engineering
Pekerjaan Landscape

Sumber
Dana

APBN Rp.

Skema
Pendanaan

APBD : Pengadaan Lahan


APBN : Konstruksi
- T.A 2002 (Tahap I) : Rp. 1,08 M
- T.A 2003 (Tahap II) : Rp. 1,94 M
- T.A 2004 (Tahap III): Rp. 2,5 M
- T.A 2005 (Tahap IV): Rp. 2,0 M
- T.A 2006 (Tahap V) : Rp. 2,63 M
- T.A 2007 (Tahap VI): Rp. 7,8 M
- T.A 2008 (Tahap VII):Rp. 13,1 M

Jadwal
Pelaksanaan

Posisi Saat
Ini

30,96 M

Desain pada tahun 2001


Konstruksi 2002 s/d 2008
Selesai tahun 2008

Untuk T.A 2008 merupakan pembangunan tahap VII.


Hambatan :
Terkendala masalah pembangunan jembatan yang
belum dilaksanakan oleh Dep. PU
IV.19

PEMBANGUNAN TERMINAL LINTAS BATAS NEGARA


DI MOTAAIN KAB. BELU NTT
L

Tujuan

Lingkup
Pekerjaan

K A LA B A H I

KA B U P AT E N
A L O R

LE W O L E B A
LA R A N T U K A

KA B U P AT EN
L E M B AT A

K A B U PA T E N
F L O R E S T IM U R

U P AT EN
S IK K A

SEL

AT

OMB

AI

A TA M B U A

KA B U P AT EN
TT U

B
U
B PA
E
LU TE
N

K E F A M E NA NU

K
A

N E G A RA
TI M O R L E S

N E G A RA
TI M O R L E S T E

Melayani Kebutuhan Penumpang AKAP dan Antar


Lintas Batas Negara
Pekerjaan Struktur
Pekerjaan Arsitektur
Pekerjaan Mechanical Engineering
Pekerjaan Landscape

S OE

KA B U P AT EN
K U P AN G

K A B U P AT E N
T T S

KUP AN G

KA B U P AT EN
R O TE N D A O
BAA

U T
L A

M
T I

O R

Sumber
Dana

: APBN Rp.

Skema
Pendanaan

: APBD : Pengadaan Lahan


APBN : Konstruksi
- T.A 2005 (Tahap I) : Rp. 4,72 M
- T.A 2006 (Tahap II) : Rp. 2,28 M
- T.A 2007 (Tahap III): Rp. 5,0 M
- T.A 2008 (Tahap IV): Rp. 7,65 M

Jadwal
Pelaksanaa
n

Posisi Saat
Ini

19,65 M

Desain pada tahun 2004


Konstruksi 2005 s/d 2008
Selesai tahun 2008
Operasi Januari 2009

Tahun 2008 merupakan tahap IV


Pekerjaan yang dilakukan adalah pembangunan
bangunan utama (struktur & arsitektur)
IV.20

PEMBANGUNAN ZONA SELAMAT SEKOLAH (ZoSS)


Tujuan

Mendidik anak sedini mungkin untuk taat hukum


beretika berempati dalam berlalu lintas di jalan
serta peduli terhadap lingkungan.
Memotivasi guru dan orangtua murid untuk
menjadi tokoh panutan anak dalam berlalu lintas.
Mendidik masyarakat sekitar sekolah selaku
pengguna jalan untuk memberi hak jalan kepada
pejalan kaki dan murid secara khusus.
Mencegah peluang terjadinya kecelakaan lalu
lintas.

Lingkup
Pekerjaan

Pengecatan Marka Jalan di Jalan Nasional


Pemasangan Rambu Lalu Lintas
Pemasangan Warning Light
Pemasangan Rubber Count
Pemasangan Rumble Strip

Sumber Dana

APBN

Skema
Pendanaan

Jadwal
Pelaksanaan

T.A 2006 : Rp. 3,21 M


T.A 2007 : Rp. 1,0 M
T.A 2008 : Rp. 12,06 M

T.A 2006 telah di lakukan pembangunan ZoSS di 18 titik


di Jalan Nasional
T.A 2007 telah dilakukan pembangunan ZoSS di 6 titik
di Jalan Nasional
T.A 2008 direncanakan dibangun ZoSS di 134 Titik di
Jalan Nasional

IV.21

PENGADAAN BUS SEKOLAH


LATAR
BELAKANG

1.
2.
3.
4.

Rendahnya kualitas pelayanan angkutan sekolah


di daerah;
Pada jam-jam puncak pelajar sulit mencari
angkutan;
Operator lebih memilih penumpang reguler dari
pada pelajar, karena tarif pelajar lebih rendah;
Masih jarang daerah yang memiliki angkutan
khusus sekolah

Sumber Dana

APBN dan APBD

Skema
Pendanaan

1.

2.

3.

Alokasi Tahun
2007

Pengembangan Bus Sekolah di Daerah


Kota/Kabupaten merupakan kerjasama antara
Pemerintah Pusat dan pemerintah Daerah;
Pemerintah Pusat cq Departemen Perhubungan
memberikan bantuan pengadaan sarana (bus)
kepada Pemerintah Daerah;
Pemerintah Daerah mengoperasikan bus yang
ada serta menambah jumlah bus sesuai
kebutuhan
17 Provinsi di luar Pulau Jawa (Sumatera,Nusa
Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Papua);
Penerima bantuan bus sekolah meliputi:
2 Daerah Kota,
2 Perguruan tinggi dan
IV.22
25 Daerah Kabupaten

PROGRAM PENGEMBANGAN BUS RAPID TRANSIT (BRT)


Tujuan

Medan

n
n
n

Pekanbaru

Batam

Padang

Samarinda

Lingkup
Pekerjaan

Palembang

n
n

Banjarmasin
Jakarta

Semarang
Bogor

2004
2005
2006
2007
2008
2009

n
n

Makassar

Sumber Dana

Bandung

KETERANGAN

n
n

Surabaya
Denpasar
Yogyakarta

Solo

Malang

Skema
Pendanaan

Jadwal
Pelaksanaan

Posisi Saat
Ini

Perbaikan kualitas pelayanan angkutan umum


Peningkatan kapasitas
Mengurangi perjalanan kendaraan pribadi
Pembangunan fasilitas jalur untuk BRT
Perencanaan dan desain jaringan trayek
Perbaikan manajemen dan rekayasa lalu lintas
Pembangunan fasilitas halte
Pengadaan dan pengoperasian bus
APBD
APBN :
- T.A 2006 : Rp. 6,2 M
- T.A 2007 : Rp. 12,6 M
- T.A 2008 : Rp. 45 M

Untuk pengadaan bus dan fasilitas keselamatan


LLAJ untuk lajur BRT dibiayai bersama melalui
APBN & APBD

Tahun 2006 s/d 2008

T.A 2006 : 20 unit bus sedang AC (Batam)


T.A 2007 : 40 unit bus sedang AC (Bogor,DIY)
T.A 2008 : 40 unit bus besar AC dan 47 unit
bus sedang AC

IV.23

PILOT PROJECT JEMBATAN TIMBANG


DI LOSARANG INDRAMAYU JABAR
Indramayu - Jabar

Tujuan

Lingkup
Pekerjaan

Penanganan muatan lebih di Pantura Jawa


Memperpanjang umur teknis jalan
Meminimalkan pungutan liar
Sebagai Pilot Project untuk menemukan sistem
perawatan jalan yang tepat.
Menerapkan sistem PPP (Public Private Partnership)
pada operasional Jembatan Timbang
DED
Pekerjaan Sipil
Pembangunan jalan keluar & masuk
Pembangunan fasilitas petugas operasional
jembatan timbang
Pembangunan database penimbangan
Pembangunan peralatan penimbangan

Sumber
Dana

LOAN ADB 1798-INO Rp. 5,31 M

Skema
Pendanaan

APBD : Penyediaan Lahan dan lainnya melalui PHLN


(Pinjaman Hibah Luar Negeri)

Jadwal
Pelaksanaan

Posisi Saat
Ini

Telah selesai pada bulan Juli 2007

Desain tahun 2005


Konstruksi Nov 2006 s/d April 2007
Selesai tahun 2007

IV.24

PILOT PROJECT JEMBATAN TIMBANG


DI PELAWAN KAB. SAROLANGUN JAMBI
BANDAACEH

Sigli

Tujuan

Lhokseumawe

Takengon
Langsa
Meulaboh
Kutacane
Tapaktuan

LINTAS TENGAH
MEDAN
2.302,09
Km
Kisaran LINTAS TIMUR
Sidikalang
2.568,5 Km
Rantauprapat

Sibolga

Pd.sidempuan Dumai

PEKANBARU
Bukittinggi
Pariaman
PADANG

JAMBI
Muara Bungo
PANGKALPINANG

LINTAS BARAT
2.275,47 Km
BAIK
SEDANG
RUSAK RINGAN
RUSAK BERAT
BELUM TEMBUS

: 2.453,95 Km
: 1.942,47 Km
: 1.895,45Km
: 1.072,96 Km
:
20,00 Km

BENGKULU

Lahat

Liwa

PALEMBANG

Lingkup
Pekerjaan

Tg. Bsr
BANDAR LAMPUNG

Bakauheni

Penanganan Muatan Lebih Lintas Timur

Penanganan muatan lebih di Lintas Tengah Sumatera


(Prov.Jambi)
Memperpanjang umur teknis jalan
Meminimalkan pungutan liar
Sebagai Pilot Project untuk menemukan sistem
perawatan jalan yang tepat.
Menerapkan sistem PPP (Public Private Partnership)
pada operasional Jembatan Timbang
DED
Pekerjaan Sipil
Pembangunan jalan keluar & masuk
Pembangunan fasilitas petugas operasional
jembatan timbang
Pembangunan database penimbangan
Pembangunan peralatan penimbangan

Sumber
Dana

LOAN ADB 1798-INO Rp. 7,32 M

Skema
Pendanaan

APBD : Penyediaan Lahan dan lainnya melalui PHLN


(Pinjaman Hibah Luar Negeri)

Jadwal
Pelaksanaan

Posisi Saat
Ini

Telah selesai pada bulan Juli 2007

Desain tahun 2005


Konstruksi Nov 2006 s/d April 2007
Selesai tahun 2007

IV.25

SUBSIDI OPERASIONAL KEPERINTISAN


(LLAJ DAN ASDP)
Tujuan

Lingkup
Pekerjaan

Membuka Daerah Terisolir


Memacu Pertumbuhan Ekonomi sebesar 7%
Memperlancar Distribusi barang dan Jasa
Meningkatkan Aksesibilitas
Subsidi operasi bus perintis 128 trayek di 20
propinsi
Subsidi operasi 35 kapal penyeberangan di
76 lintas perintis di 18 Propinsi (69 lintas
dalam propinsi dan 7 lintas antar propinsi).

Sumber
Dana

: APBN

Skema
Pendanaan

: Rp. 149,13 Milyar (Untuk Keperintisan LLAJ


sebesar Rp. 36, 43 Miliar dan Keperintisan
ASDP sebesar Rp. 112,7 Miliar)

Jadwal
Pelaksanaan

: 2008

IV.26

PENGHEMATAN ENERGI
DASAR KEBIJAKAN

Instruksi Presiden R.I. No. 10 Tahun 2005 tentang Penghematan Energi

Peraturan Presiden R.I. No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional

Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2006 tanggal 25 Januari 2006 tentang Penyediaan
dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Bahan Bakar Lain

TINDAK LANJUT :
Jangka Pendek
1. Investasi untuk perluasan jaringan SPBG (DKI Jakarta, Surabaya, Medan,
Palembang, Cirebon);
2. Kebutuhan investasi Converter Kit untuk angkutan taksi di DKI Jakarta dan
Surabaya untuk 30.585 unit (skema B to B); Tahun 2007 = 1.755 Unit (Jakarta)
3. Penerapan Bus BBG untuk Busway koridor II s.d X (2006/2007), investasi sarana
dilaksanakan oleh pihak ketiga;
4. Pengadaan Converter Kit untuk kendaraan dinas, dibutuhkan investasi;
5. Pengembangan dan pemanfaatan bahan bakar alternatif Bio Fuel (Bio Diesel, Bio
Ethanol) dan Listrik.
IV.27

PENGHEMATAN ENERGI

Jangka Menengah
1.Pengembangan sistem angkutan massal (BRT) berbasis Bus BBG;
2.Perluasan jaringan SPBG di kota-kota besar di Jawa-Bali,
Sumatera, Sulawesi, Kalimantan;
3.Penerapan BBG pada seluruh armada taksi di kota yang memiliki
jaringan distribusi BBG;
4.Pengembangan dan pemanfaatan bahan bakar alternatif Bio Fuel
(Bio Diesel, Bio Ethanol) dan Listrik.
Jangka Panjang
1.Penerapan Bahan Bakar Gas pada angkutan kota (Bus Besar dan
Bus Sedang) di seluruh Indonesia;
2.Perluasan jaringan SPBG di kota-kota seluruh Indonesia;
3.Pengembangan dan pemanfaatan bahan bakar alternatif Bio Fuel
(Bio Diesel, Bio Ethanol) dan Listrik.
IV.28

PENGHARGAAN WAHANA TATA NUGRAHA


Tujuan : Mendorong dan membina pemerintah daerah
provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam
meningkatkan tertib lalu lintas dan angkutan kota serta
menekan angka kecelakaan
Jenis Penghargaan antara lain untuk :
Plakat Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Kota

Piala Wahana Tata Nugraha


Piala Wahana Tata Nugraha Kencana
Piala Wahana Tata Nugraha Wirakarya

IV.29

PROGRAM REVITALISASI PERKERETAAPIAN

REGULASI

UU NO 23/07 PERKERETAAPIAN
PERATURAN PEMERINTAH
KEPUTUSAN MENTERI DAN KEPUTUSAN DIRJEN

SARANA DAN
PRASARANA

KELEMBAGAAN

REHABILITASI DAN PENINGKATAN


PENINGKATAN AKSESSIBILITAS
PENGEMBANGAN
PENYELENGGARAAN PERKERETAAPIAN
DIKLAT, PENGUJIAN

SUMBER DAYA
MANUSIA
PARTISIPASI
MASYARAKAT
RESTRUKTURISASI
BUMN

SDM PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN


SDM PENGUJI
SDM OPERASI
PENINGKATAN PEMAHAMAN AKAN
KESELAMATAN
SPIN OFF JABOTABEK
BADAN PENYELENGGARA PRASARANA KA
BADAN PENYELENGGARA SARANA KA

IV.30

REVITALISASI KELEMBAGAAN PERKERETAAPIAN


PT.KAI

Operator Baru
Sarana dan
Prasarana

JABOTABEK,ANTARKOTA,SUMATERA

SARANA

PEMERINTAH PENYELENGGARAAN PRASARANA


PT.KAI(IMO,TAC)

UUNo.23/07
KA. KHUSUS

KA. UMUM

e.g KOMODITI

e.g RAILLINK

PT.KAIS
KOTA/
PERKOTAAN

KONSESI

KONSESI

ANTAR
KOTA

SARANA

SUMATERA

INFRASTRUKTUR
ASSETPEMERINTAH PENYELENGGARAAN
OLEHPT.KAIP

BUMN, SWASTA

PRASARANA

PEMERINTAH
REGULASI, STANDARISASI, PENGUJIAN, PENGAWASAN

IV.31

PROGRAM REVITALISASI PERKERETAAPIAN


TAHUN 2008-2010
Tujuan :
Meningkatkan kinerja PT.KA sebagai operator angkutan
Kereta Api sehingga mampu mandiri (Self Sustainable)
sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 23 Tahun
2007
Program :
Perkeretaapian
Perkeretaapian
Perkeretaapian
Perkeretaapian
Perkeretaapian
Perkeretaapian

NAD
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Sumatera Bagian Selatan
Jawa
Jabotabek
IV.32

Rencana Alokasi Dana APBN Untuk Revitalisasi


Perkeretaapian Tahun 2008 - 2010
(Milyar Rupiah)

RENCANA ALOKASI DANA APBN


NO

KEGIATAN

2008
RKA-KL

TOTAL
APBN-P

2009

2010

1 Perkeretaapian Sumatera
Prasarana
Sarana

595
591
4

90
90

1.338
704
634

1.227
553
674

3.249
1.848
1.401

2 KA Perkotaan Jabotabek
Prasarana
Sarana

1.081
926
155

143
143
-

2.192
1.416
776

2.369
1.766
603

5.785
4.251
1.534

3 Perkeretaapian Jawa
Prasarana
Sarana

2.137
2.013
124

522
249
273

3.529
2.724
805

3.855
3.031
824

10.043
8.017
2.026

3.530
283
87
3.900

392
363
755

4.844
2.215
96
7.154

5.350
2.101
105
7.556

14.116
4.961
288
19.365

Total Prasarana
Total Sarana
Kegiatan Pendukung *
TOTAL

* Kegiatan pendukung meliputi belanja pegawai, barang dan studi/desain.


IV.33

Rekapitulasi Sumber Pendanaan


Tahun 2008 - 2010
(Milyar Rupiah)

NO

KEGIATAN

SWASTA/
BUMN/ BUMD

APBN

TOTAL

1 Perkeretaapian Sumatera
Prasarana
Sarana

5.772
5.020
752

3.249
1.848
1.401

9.021
6.868
2.153

2 KA Perkotaan Jabotabek
Prasarana
Sarana

1.700
1.700
-

5.785
4.251
1.534

7.485
5.951
1.534

514
514

10.043
8.017
2.026

10.557
8.017
2.540

6.720
1.266
7.986

14.116
4.961
288
19.365

20.836
6.227
288
27.351

3 Perkeretaapian Jawa
Prasarana
Sarana
Total Prasarana
Total Sarana
Kegiatan Pendukung *
TOTAL

* Kegiatan pendukung meliputi belanja pegawai, barang dan studi/desain.


IV.34

Angkutan Perkotaan Jabotabek


PRAKIRAAN JUMLAH
PERJALANAN HARIAN DARI
BERBAGAI MODA DI
JABOTABEK

1.700.000
2.475.000
3.250.000
4.500.000

10.600.000
16.525.000 (KA=290.000 atau 1,75 %)
22.450.000
28.500.000

BEKASI

TANGERANG

1.250.000
1.875.000
2.500.000
3.450.000
Total Th 2010 = 30.300.000

1.100.000
1.600.000
2.100.000
2.850.000

BOGOR
TAHUN:

2002,

2006,

2010 , 2020
IV.35

Rencana Pengembangan Angkutan


Perkotaan Jabotabek
TANJUNG PRIOK
KOTA
Kampung Bandan

SOETTA

Jakarta Kota

Jayakarta

Glodok

Angke

Mangga
Besar

DURI
P e s in g

Grogol

Pesing

Rajawali

Sawah
Besar

Kemayoran
Juanda

Harmoni

TMN. ANGGREK

TANGERANG

Pasar Senen

Gambir

Monas

TANAH ABANGSarinah
Gondangdia
DUKUH Bundaran
ATAS
HI
Karet

Kramat
Cikini

Dukuh
Atas
Setiabudi
Bendungan
Hilir

Palmerah

Gang Sentiong

JATINEGARA

Pondok
Jati
Jatinegara

Mampang

MANGGARAI

BEKASI

Istora
Senayan

Kebayoran

Klender

Tebet

KP. MELAYU

Sisingamangaraja
Cawang
Blok M
Duren
Kalibata
Pasar
Minggu
Baru

Blok A

SERPONG

Haji Nawi

Cipete Raya
Pasar
Minggu

LEBAK BULUS

BOGOR
IV.36

MANGGARAI SOEKARNO-HATTA RAIL LINK


Tujuan

BANDARA
SOETTA

STASIUN
ANGKE

Manggarai

TRASE :
Stasiun Angke Tol Pelabuhan Tol Bandara Pantai
Indah Kapuk DAS Sungai Dadap Gerbang Utama
Bandara - Terminal I/II

Mengurangi kemacetan lalu lintas


Mengurangi tingkat polusi udara
Mengurangi penggunaan kendaraan
pribadi
Sebagai alternatif utama pelayanan
transportasi ke bandara
Meningkatkan fasilitas Bandara
Soekarno-Hatta
Mengembangkan keterpaduan
jaringan perkeretaapian dan
menjadikan Bandara Soekarno-Hatta
sebagai bandara kelas dunia.

Lingkup
Pekerjaan

: Pembangunan jalur kereta api


sepanjang 22 km.

Sumber
Dana

: Swasta, sebesar Rp. 2.300 M

Jadwal

Pembangunan, Tahun 2008-2009


Operasi Akhir Tahun 2009

Posisi Saat : PT Railink membuat MOU dengan PT


Jasa Marga dan PT Wika tgl 4 Juli
Ini
2007;
Rencana Ground Breaking Maret 2008.
IV.37

PEMBANGUNAN DEPO DEPOK


(Siap Diresmikan)
Tujuan

Lingkup
Pekerjaan

Meningkatan pelayanan perawatan dan inspeksi


Penyimpanan inap KRL
Pembangunan Gedung Pemeriksaan 18.600 M2
Pembangunan Gedung Administrasi 2.200 M2
Pembangunan Sub station listrik AC 6 KV
Pengadaan listrik aliran atas 21.800 m
Pengadaan sintel
Pengadaan perawatan peralatan

Sumber Dana : Pinjaman JBIC, IP-490


( 9.233.000.000)
Jadwal
Pelaksanaan

: Tahun 2004 - 2007

Posisi Saat Ini : Telah selesai 100% dan diserah terimakan pada
tanggal 5 Desember 2007

IV.38

DOUBLE - DOUBLE TRACK MANGGARAI - CIKARANG


Tujuan

Pemb. Dipo Lokomotif dan


Penyimpanan KRL di Cipinang
Pemisahan Jalur
(Railway Grade Separation)
Double Double Track

ST. MANGGARAI

Lingkup
Pekerjaan

Pembangunan Elevated Track (MRI-JNG 3 km);


Pemisahan Jalur (Railway Grade Separation) di
Manggarai;
Pembangunan Stasiun Utama Manggarai, Jatinegara,
Bekasi dan Stasiun Bekasi Timur;
Pembangunan Double Track baru Jatinegara Bekasi
(18 km);
Elektrifikasi Track (sistem aliran atas) Bekasi Cikarang
(17 km);
Pembangunan Depo lokomotif dan penyimpanan KRL di
Cipinang;
Pembangunan 2 buah Fly Over di Cipinang dan jalan
Perjuangan Bekasi

Sumber Dana

Loan JBIC IP-508 ( Rp. 3.200 M)


Th 2008 : Rp. 450 M (14%) Th 2010 : Rp. 500 M (73%)
Th 2009 : Rp. 475 M (29%) Th 2011 : Rp. 875 M (100%)
Th 2012 : Rp. 900 M (57%)

Jadwal
Pelaksanaan

: 2008-2012

Bekasi

ST.JATINEGARA
ST.BEKASI
Elevated 3 Km

ST.CIKARANG

Elektrifikasi

Manggarai

DOUBLE DOUBLE TRACK MANGGARAI-BEKASI (18 KM)


ELEKTRIFIKASI BEKASI-CIKARANG (17 KM)

Merak

DKI
JAKARTA
Cikampek

SERANG
Banten

Bogor
Padalarang

Sukabumi

Posisi Saat Ini :

BANDUNG
Jawa Barat

Pemisahan pelayanan KA jarak jauh dan perkotaan;


Peningkatan kapasitas lintas antara Sta. Jatinegara Sta.
Cikarang;
Memperpanjang jalur KA komuter sampai Sta. Cikarang;
Memindahkan stasiun akhir KA jarak jauh ke Sta.
Manggarai.

Persiapan undangan prakualifikasi untuk paket A


(Manggarai Jatinegara) , simultan dengan penyelesaian
pembebasan tanah;
Proses tender untuk paket B (Jatinegara Cikarang)
menunggu selesainya proses pembebasan tanah. IV.39

PEMBANGUNAN MASS RAPID TRANSIT (MRT)


Tanjun g Priok

Tujuan

K am pu ng Ba nd an

Ja karta Ko ta

Ja yakarta

G lo d o k

An gke

Rajaw ali

M a ng ga
B esar
Dur i

Pesin g

Saw ah
Besar

Gr ogol

Ke ma yoran
H ar m o n i

Jua nd a

Un
Ra de
ilw rgr
ay ou
n
L= d
3.
1
k
m

Ta na h
A ba ng

Palmer ah

S ari n a h

G an g Se ntion g

Gon da ng dia

Kr amat

B u n da ra n
HI
Kar et

Pas ar Se ne n

Ga mb ir

M ona s

Ci kini

Du kuh
At a s
S e tia b u di

Jatineg ara

Pembangunan MRT Lintas Lebak Bulus-Dukuh Atas


sepanjang 14,3 Km, (subway 4,2 KM dan elevated 10,1
Km);

Skema
Pendanaan

Porsi Pengembalian Loan :


42% Pemerintah Pusat
58% Pemerintah Daerah (DKI)

Klen de r

B e n d u n g an
H ilir
Is t or a
S e na ya n

Lingkup
Pekerjaan

Po nd ok
Ja ti

Ma mp an g
M an ggar ai

T eb et

Ele
v
Ra ated
ilw
ay
L=
11
.2

km

S i sing am a n g a r aja
K eba yora n

Ca wang
B lo k M
Dur en
Kalib ata

Bl o k A

Sumber Dana :

Loan JBIC Rp. 8,3 Triliun


Th 2008:Rp. 78 M (0,9 %) Th 2012:Rp.1400 M (52,4 %)
Th 2009:Rp. 72 M (1,8 %) Th 2013:Rp.1400 M (69,2 %)
Th 2010:Rp.1400 M (18,6 %) Th 2014:Rp.1300M (84,9 %)
Th 2011:Rp.1400 M (35,5 %) Th 2015:Rp.1250M (100 %)

Jadwal
:
Pelaksanaan

Posisi Saat
Ini

Menunggu persetujuan dokumen tender dan hasil


evaluasi prakualifikasi kegiatan Engineering Design
dan Studi Management Services dari JBIC
(Departemen Perhubungan telah mengirim draft
dokumen tender dan hasil prakualifikasi ke JBIC pada
tanggal 19 Desember 2007).

Pasar
Ming gu
Baru
Ha ji N aw i

Ci p e t e R a ya
P asar
Mi ng gu

L e ba k
B ulu s
De po t
F a tm a w a ti

L E GEN D

Meningkatkan kapasitas transportasi di wilayah DKI


Jakarta;
Mengurangi kemacetan;
Memperpendek waktu tempuh serta peningkatan
aksesibilitas;
Mengurangi polusi udara.

Pla n ne d M RT Statio n
Exi st in g Railwa y Stat io n
Pla n ne d M RT Route
Pla n ne d M RT Route ( Next P hase )
Pla n ne d M RT/L RT Rou te (E ast - We st C or rido r)
Exi st in g Railwa y Lin e
To ll Ro ad
0
Majo r Ro ad

LE BA K B ULU S DU K U H A T AS

3 km

Ja k a rt a M a ss R a p i d
Tr an sit Sy ste m

Persiapan & Enginering Design : Th. 2008 2009


Konstruksi : Th.2010 2015

IV.40

PEMBANGUNAN JALUR GANDA YOGYAKARTA KUTOARJO


(Siap Diresmikan)
Cirebon
Tegal

anjar

Bojonegoro

Tujuan

Pekalongan SEMARANG
Bojonegoro
Gambringan

Prupuk
JawaTengah
Purwokerto

Gundih

JawaTimur

Kroya

Kutoarjo

Madiun Kertosono
Solo

Bangil Lingkup
Malang Pekerjaan

DIY
YOGYAKARTA

Blitar

Pembangunan
Jembatan

Sumber
Dana

Menambah kapasitas jalur antara


Yogyakarta - Kutoarjo
Mengurangi waktu tempuh perjalanan
Mengurangi kepadatan jalur lalu lintas KA
lintas Yogyakarta - Kroya
Meningkatkan keselamatan
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi
Pekerjaan track jalur utama 64 km, jalur
simpang 12 km dan jalur eksisting 27 km
Pekerjaan jembatan baru 23 buah dan
penggantian jembatan lama 15 buah
Pembangunan stasiun baru 2 buah (Sta.
Jenar dan Sta. Patukan)
Modifikasi Signal Westrace dan CTC Center
di Purwokerto dan Yogyakarta

: Rupiah Murni (Rp. 85.149.260.445,- )


Pinjaman JBIC IP-469 & IP-518
( 11.163.315.146)

Jadwal
: 17 Mei 2004 16 Nopember 2007
Pelaksanaan

Pembangunan
Jalur Ganda

Posisi Saat : Telah beroperasi sejak 16 Nopember 2007


Ini
Masa pemeliharaan :
16 Nop 2008 (Pekerjaan Track)
16 Nop 2009 (Pekerjaan signal)
IV.41

PEMBANGUNAN JALAN KA SIDOARJO GUNUNG GANGSIR


LINTAS SURABAYA BANGIL
Tujuan
ST.
SIDOARJO

KETERANGAN

RENCANA RELOKASI
JALAN ARTERI
RENCANA RELOKASI
JALAN KA

RENCANA RELOKASI
JALAN TOL
TRACK EXISTING

JALAN TOL EXISTING

PUSAT
SEM BURAN
LUM PUR

Lingkup

Mengganti jalur KA yang ada, yang


terkena dampak lumpur panas.
Meningkatkan Keselamatan.
Menyerap tenaga kerja selama
konstruksi sebanyak 1.080
orang/hari.
Menggunakan local content 90%
Pembangunan jalur kereta api
sepanjang 18 km (termasuk jalur KA
layang 3km, dan jembatan kali
Porong 600 m )
Pengadaan tanah

Sumber
Dana

: APBN sebesar Rp. 450 M


Tahun 2007 : Rp. 34 M (APBN-P) (7,5%)
Tahun 2008 : Rp. 100 M (22,2%)
Tahun 2009 : Rp. 316 M (100%)

Jadwal

: Tahun 2007 2009

ST. GUNUNG
GANGSIR
122

Posisi
Saat Ini

Sedang pelaksanaan pekerjaan


konstruksi (7,5 % dari total kebutuhan)
IV.42

Masterplan Perkeretaapian Di Pulau Sumatera


LINTAS

JARAK
(KM)

PRIORITAS

BIAYA
(JUTA US$)

BESITANG BANDA ACEH ULEEULEE

484

BESITANG RANTAUPRAPAT

283

RANTAUPRAPAT DURI
DUMAI

246

Sedang

1.257

DURI PEKANBARU MUARO

397

Tinggi

1.313

TELUK KUANTAN MUARO


BUNGO

370

Tinggi

914

JAMBI BETUNG

188

Sedang

556

BETUNG SIMPANG

65

Tinggi

175

SIMPANG TANJUNG API-API

87

Tinggi

515

KERTAPATI SIMPANG KM 3
TARAHAN
KM 3 BAKAUHENI
TELUK KUANTAN
MUAROBUNGO JAMBI
TOTAL JALUR BARU

Tinggi

538

Eksisting

407

Eksisting

70

Tinggi

191

370

Tinggi

910

2.277

5.459

IV.43

Masterplan Perkeretaapian Di Pulau Kalimantan


JARAK
(KM)

PRIORITA
S

BIAYA
(JUTA
US$)

103.5

TINGGI

146,9

69.0

TINGGI

98,6

138.0

TINGGI

201,2

78.0

TINGGI

111,2

SAMBAS KUCHING (MALAYSIA)

123.0

TINGGI

176,2

PONTIANAK MEMPAWAH
SINGKAWANG SAMBAS

175.5

TINGGI

247,7

MALINAU MALAYSIA

120.0

SEDANG

176

TANJUNG BARABAI RANTAU MT.


PURA BJ. MASIN

220.5

SEDANG

312,7

TG.REDEP SESAYAP MALINAU

210.0

SEDANG

300

BANJARMASIN BATULICIN

247.5

SEDANG

355

BONTANG SANGKULIRANG TG.


REDEP

267.0

SEDANG

381,8

BALIKPAPAN TANAH GROGOT

91.5

SEDANG

130,1

TANJUNG TANAH GROGOT

93.0

SEDANG

132,2

TANJUNG BUNTOK MUARA TEWEH

168.0

SEDANG

235,2

SANGGAU PONTIANAK

150.0

SEDANG

212

SANGGAU SINTANG PUTUSSIBAU

283.5

RENDAH

406,9

PALANGKARAYA BUNTOK

120.0

RENDAH

178

PALANGKARAYA PANGKALAN BUN

289.5

RENDAH

415,3

PANGKALAN BUN SANGGAU

417.0

RENDAH

609,8

SAMBAS SANGGAU

192.0

RENDAH

274,8

3556.5

5101,6

LINTAS
SAMARINDA BALIKPAPAN
BONTANG SAMARINDA
BANJARMASIN PALANGKARAYA
SAMARINDA TENGGARONG
KOTABANGUN

TOTAL PANJANG

Keterangan:
Prioritas Tinggi
Prioritas Sedang
Prioritas Rendah

IV.44

PENGEMBANGAN STPI MENUJU CENTER OF


EXCELLENCE DAN PROGRAM PC-200
Tujuan

Capacity Building SDM penerbangan untuk peningkatan keselamatan


transportasi;
Diklat Tenaga Aparatur dan Operator Kompetensi Penerbangan,
termasuk pembentukan Pilot Komersil sebanyak 200 orang per tahun
mengantisipasi perkembangan angkutan udara yang tinggi.

Lingkup

1.
2.
3.
4.

Dana

Tahun 2007 : Rp 56,52 M(Rupiah Murni)

Pengadaan Fasilitas Belajar, Lab, Simulator dan Pesawat Latih


Peningkatan Kualitas Dosen dan Instruktur Terbang;
Pengembangan Kurikulum, Pengadaan Buku Referensi
Retrovit 40 Pesawat Latih (Fixed Wing)

Tahun 2008 : Rp 235,5 M (Rupiah Murni)


Tahun 2009 : Rp 534,5 M (Rupiah Murni)
Jadwal
Pelaksa
naan
(20072009)

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Posisi
Saat ini

Lanjutan Penyusunan Modern Flight System dan Pembangunan


System Keselamatan dan Keamanan Latihan Terbang
Lanjutan Pembangunan Sistem Laboratorium Teknik Pesawat Udara
(Avionics, Airframe, Piston Engine dan Gas Turbin)
Retrovit Pesawat Latih (Fixed Wing) 12 unit dan pengadaan Pesawat
Latih (Rotary Wing) 2 unit dan Simulator;
Penyediaan Tenaga Expert Asing (ICAO) dan Lokal;
Pendidikan S2 Penerbangan ITB sebanyak 26 orang;
Pembangunan Sistem Lab. Teknik Bandara dan Jurusan
Keselamatan Penerbangan.

Pelaksanaan Pekerjaan telah mencapai 20%, proses


pemenang untuk pekerjaan pengadaan pesawat latih.

penetapan

IV.45

PENGEMBANGAN SEKOLAH TINGGI TRANSPORTASI DARAT


Tujuan

1. Terwujudnya kampus yang berkualitas, steril, tertib, aman


2. Menciptakan suasana kampus yang kondusif sehingga mendukung
kegiatan kulikuler dan ekstrakulikuler yang tertib dan dinamis;
3. Menghasilkan SDM Ahli Transportasi Darat dan Perkeretaapian dengan
kompetensi, disiplin dan tanggung jawab yang tinggi

Lingkup

1. Pembangunan Gedung Serbaguna, Renovasi Kelas dan Asrama Siswa,


Pembangunan Taman Lalu Lintas, Bengkel Kerja, Prasarana Olahraga:
2. Pembangunan Gedung Operasional bagi Dosen;
3. Pengadaan Alat Peraga Kendaraan, Perlengkapan Survey;
4. Pengadaan Peralatan Bengkel/Workshop/Vehicle System Mock-up;
5. Pemb. Balai Diklat Transportasi Darat di Makassar & Langsa (NAD);
6. Pembangunan Akademi Perkeretaapian Indonesia.

Dana

Tahun 2008 : APBN Rp. 52,3 M (Rupiah Murni)


Tahun 2009 : APBN Rp. 207,5 M (Rupiah Murni)

Jadwal

Posisi
Saat ini

Tahun 2008

1. Penyusunan SID dan AMDAL Pekerjaan konstruksi dan


pengadaan fasilitas diklat.

Tahun 2009

1. Pengembangan Kampus STTD tahap lanjutan;


2. Pembangunan Balai Diklat Transportasi Darat
Makassar dan NAD;
3. Pembangunan Akademi Perkeretaapian.

1.
2.

Persiapan pelelangan untuk penyusunan SID dan AMDAL;


Penyusunan Master Plan untuk pembangunan Balai
Transportasi Darat dan Akademi Perkeretaapian.

di

Diklat
IV.46

MARITIME EDUCATION AND TRAINING IMPROVEMENT (METI)


Tujua
n

: 1. Meningkatkan kualitas pendidikan untuk menghasilkan SDM tenaga


pelaut tingkat Perwira yang mampu berkompetisit;
2. Modernisasi 6 (enam) Sekolah Maritime Perhubungan melalui
peningkatan program pendidikan, peningkatan kemampuan tenaga
pengajar serta peningkatan jenis peralatan & capabilitas peralatan
sesuai persyaratan STCW.

Lingk
up

: 1. Pembangunan Gedung BP3IP, Pengadaan Peralatan Laboratorium dan


Simulator, Maintenance Workshop;
2. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kepelautan;
3. Pendidikan lanjutan tenaga instruktur di Jepang, dan tenaga operation
and maintenance.

Dana

: Th. 2007

Jadwal

3,50 M

Rupiah Murni (Dana Pendamping) : Rp. 10 ,00 M


PHLN (JBIC)
: Rp. 200 ,00 M

Th. 2009

Rupiah Murni (Dana Pendamping) : Rp. 15,37 M


PHLN (JBIC)
: Rp. 307,10 M

: Th. 2008

: Rp.

Th. 2008

Th. 2008
s/d 2009
Posisi
Saat ini

PHLN (JBIC)

1.

Kontrak pekerjaan konstruksi dan pengadaan peralatan


Pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan pengadaan peralatan
METI Project direncanakan 17 bulan dimulai bulan Februari
2008 s/d Juni 2009.

Penyelesaian kontrak

IV.47

PEMBANGUNAN BALAI DIKLAT KEPELAUTAN SORONG


Tujuan

: 1. Membangun kawasan perbatasan diwilayah timur Indonesia dengan


sarana prasarana edukatif;
2. Memenuhi kebutuhan tenaga pelaut tingkat Rating (Dasar) di pasar

Nasional dan Internasional;


3. Sarana

pengembangan wilayah dan menciptakan multiplier effect


terhadap sektor pembangunan lainnya termasuk mengembangkan sektor
riil.

Lingkup

: 1. Pembangunan Gedung Utama/Kantor, Kelas dan Fasilitas Belajar


Mengajar, Gedung Laboratorium, Asrama, Gedung Praktek, serta
Prasarana Olahraga;
2. Pengadaan Peralatan Laboratorium, dan Peralatan Simulator.

Dana

: Th. 2007

(APBN
Rupiah
Murni)

Jadwal

Th. 2008

Tahap II : Rp. 51,5 M. (80%)

Th. 2009

Tahap III : Rp. 25,8 M (100%)

: Th. 2007
Th. 2008
s/d 2009

Posisi
Saat ini

Tahap I : Rp. 51,3 M. (40%)

1.
2.

Pekerjaan Konstruksi dan Pengadaan Peralatan (Tahap I)


Pekerjaan Konstruksi dan Pengadaan Peralatan (Tahap II & III)

Pekerjaan Tahap I sedang dalam masa pemeliharaan;


Proses persiapan pelelangan untuk Pekerjaan Tahap II.
IV.48

PEMBANGUNAN BALAI DIKLAT KEPELAUTAN PROPINSI NAD


Tujuan

: 1. Memenuhi kebutuhan tenaga pelaut tingkat Rating (Dasar) di pasar


Nasional dan Internasional;
2. Memberikan kemudahan accesibilitas pendidikan kepelautan bagi
masyarakat di kawasan barat Indonesia;
3. Menciptakan multiplier effect terhadap sektor pembangunan lainnya
termasuk menghidupkan sektor riil selama pembangunan dan setelah
dioperasikan.

Lingkup

: 1. Pembangunan Gedung Utama / Kantor, Gedung Kelas, Gedung


Laboratorium, Gedung Praktek Mesin;
2. Pengadaan Fasilitas Belajar Mengajar dan peralatan Laboratorium;
3. Pengadaan Peralatan Simulator dan Sarana Pelatihan lainnya.

Dana

: Th. 2008

APBN (Rupiah Murni) : Rp. 52,8 M (Tahap I) (51%)

Th. 2009

APBN (Rupiah Murni) : Rp. 51 M (Tahap II) (100%)

Th. 2007

Telah dimulai proses pelelangan untuk jasa konsultansi


perencana

Th. 2008

Pekerjaan Konstruksi dan Pengadaan Peralatan (Tahap I)

Th. 2009

Pekerjaan Konstruksi dan Pengadaan Peralatan (Tahap II)

Jadwal

Posisi
Saat ini

: Pekerjaan konsultan perencana untuk pembangunan Balai Diklat


Kepelautan Propinsi NAD telah diumumkan melalui media massa.

Catatan : Lahan hibah dari pemda Propinsi NAD


IV.49

PEMBANGUNAN BALAI DIKLAT KEPELAUTAN AMBON


Tujuan

: 1. Memberikan kemudahan accesibilitas pendidikan kepelautan bagi


masyarakat sekitar serta sebagai upaya turut memelihara iklim yang
kondusif di wilayah dimaksud pasca konflik;
2. Memenuhi kebutuhan tenaga pelaut tingkat Rating (Dasar) di pasar
Nasional dan Internasional;
3. Menciptakan multiplier effect terhadap sektor pembangunan lainnya
termasuk mengembangkan sektor riil;

Lingkup

: 1. Pembangunan Gedung Utama / Kantor, Gedung Kelas, Asrama, Gedung


Laboratorium, Gedung Praktek Mesin serta Prasarana Olahraga;
2. Pengadaan Fasilitas Belajar Mengajar dan peralatan Laboratorium;
3. Pengadaan Peralatan Simulator dan pembangunan Sarana Pelatihan
lainnya.

Dana

Jadwal

Posisi
Saat ini

: Th. 2008

APBN (Rupiah Murni) : Rp. 1,75 M (Tahap I)

Th. 2009

APBN (Rupiah Murni) : Rp. 97,5 M (Tahap II)

Th. 2007

Telah dimulai proses pelelangan untuk jasa konsultansi


perencana

Th. 2008

Pekerjaan Konstruksi dan Pengadaan Peralatan (Tahap I)

Th. 2009

Pekerjaan Konstruksi dan Pengadaan Peralatan (Tahap II)

: Pekerjaan konsultan perencana untuk pembangunan


Kepelautan Ambon telah diumumkan melalui media massa.

Balai

Diklat
IV.50

STUDI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN


SISTEM TRANSPORTASI
NASIONAL

TATRANAS

TATRAWIL

TATRALOK

PENINGKATAN
PELAYANAN
TRANSPORTASI
32 STUDI

KESELAMATAN
DAN
KEAMANAN
11 STUDI

PENINGKATAN
PEMBINAAN
PENGUSAHAAN
TRANSPORTASI

IPTEK DAN
SDM

ENERGI DAN
LINGKUNGAN
HIDUP

5 STUDI

3 STUDI

3 STUDI

INSTRUMEN
SUMBER
PENDANAAN

6 STUDI

ADMINISTRASI
PENGELOLAAN
SISTRANAS
2 STUDI

IV.51

PENINGKATAN FASILITAS
BADAN SAR NASIONAL
Tujuan

Untuk memenuhi sarana tindak awal


operasi pencarian dan penyelamatan

Lingkup Pekerjaan

Pengadaan peralatan komunikasi dan


navigasi pesawat BO-105 3 paket
Pengadaan Hidraulic Rescue tool 12
paket
Pengadaan Rapid Deployment Land
SAR sebanyak 2 unit
Pengadaan MCC-LUT sejumlah 1 Lot
Pengadaan AMSC 1 unit
Pengadaan Radio Link sebanyak 10
Lot
Pengadaan tanah untuk POS SAR 48
lokasi
Pengadaan sistem komunikasi SAR
sejumlah 1 paket
Pengadaan peralatan selam
Pengadaan Suku Cadang Helikopter
Pengadaan Gedung Pos SAR

Sumber Dana

APBN Rp. 469,9 M dan US$ 30 juta

Jadwal Pelaksanaan

2008
IV.53

KOMITE NASIONAL KESELAMATAN


TRANSPORTASI (KNKT)
Melakukan penyelidikan penyebab terjadinya
kecelakaan agar tidak terulang

IV.54

PEMBANGUNAN METEOROLOGICAL EARLY WARNING SYSTEM (MEWS)


BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA
Tujuan

Menyediakan informasi peringatan dini terhadap cuaca dan


iklim ekstrim

Lingkup
Pekerjaan

Pengadaan Radar Cuaca 22 buah


Pengadaan Ground Satelite Receiver (GSR) 8 unit
Pengadaan Automatic Weather Station (AWS) 134 unit
Pengadaan Digital Rain Gauge 42 unit
Pengadaan Sistem Display 1 unit
Pembangunan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC)
Pengadaan Sistem Komunikasi dan Integrasi 1 unit
Pemeliharaan MEWS

Sumber
Dana

APBN 2006
APBN 2007
APBN 2008
APBN 2009
APBN 2010

Jadwal
Pelaksanaan

2006-2010

Posisi Saat
ini

Rp. 84,9
Rp. 96,2
Rp. 80,9
Rp. 101,4
Rp. 112,9

M
M
M
M
M

S.d. Tahun 2007 telah dibangun 7 Radar Cuaca, 3 GSR,


47 AWS, 1 System Display, Pembangunan TCWC 54%,
Pembangunan System Komunikasi dan Integrasi 30%
Sisanya direncanakan akan dibangun pada tahun 2008
sampai dengan tahun 2010
IV.55

PEMBANGUNANTSUNAMIEARLYWARNINGSYSTEM(TEWS)
BADANMETEOROLOGIDANGEOFISIKA
Tujuan

Menyediakan informasi peringatan dini tentang


kemungkinan terjadinya tsunami

Lingkup Pekerjaan

Peralatan Monitoring Seismik


Peralatan Pengolahan dan Analisis
Pembangunan SistemTelekomunikasi
Pembangunan Seismik Vault
Sistem Display
Sewa Jaringan Telekomunikasi
Sosialisasi / Workshop TEWS
Pemeliharaan TEWS

APBN-P 2005
APBN 2006
APBN 2007
APBN 2008

Sumber Dana

Jadwal Pelaksanaan

: 2005-2008

Posisi Saat ini

: s.d. Tahun 2007


Peralatan Monitoring Seismik (58 %), Peralatan
Pengolahan dan Analisis (75%), Pembangunan
SistemTelekomunikasi (85%), Pembangunan
Seismik Vault (56%), Sistem Display (100 %), Sewa
Jaringan Telekomunikasi (100%),
Sosialisasi/Workshop TEWS (85 %)
IV.56

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

30,0
90,0
72,0
111,7

M
M
M
M

MAKLUMAT PELAYARAN (MAPEL) DALAM MENINGKATKAN


JAMINAN KESELAMATAN PELAYARAN
1. Telegram No. 06/I/DN-07 Tanggal 02 Januari 2007 Perihal
Penundaan Belayar Untuk Waktu Tertentu Bagi Kapal
Penyeberangan.
2. Telegram No. 20/PHBL-07 Tanggal 29 Januari 2007 Perihal
Penggunaan Blangko Baru Untuk SIB dan Sailing Declaration.
3. Telegram No. 34/II/DN-07 Tanggal 02 Pebruari 2007 Perihal
Peningkatan Kewaspadaan Keselamatan Transportasi Laut.
4. Telegram No. 101/V/DN-07 Tanggal 16 Mei 2007 Perihal
Kondisi Cuaca Yang Berubah-Ubah.
5. Telegram No. 196/VIII/DN-07 Tanggal 23 Agustus 2007 Perihal
Prakiraan Tinggi Gelombang di Perairan Indonesia.
6. Telegram No. 226/X/DN-07 Tanggal 20 Oktober 2007 Perihal
Peningkatan Pengawasan Keselamatan Pelayaran.
7. Telegram No. 230/XI/DN-07 Tanggal 02 Nopember 2007
Perihal Peningkatan Pengawasan Keselamatan Pelayaran.
8. Telegram No. 232/XI/DN-07 Tanggal 07 Nopember 2007
Perihal Pengawasan Keselamatan Pelayaran
IV.57

SEKIAN DAN TERIMA KASIH