Anda di halaman 1dari 9

Isnaeni Fajrin

J3M112066

Masalah Dalam Ekonomi lingkungan

Ekonomi lingkungan atau ilmu ekonomi lingkungan adalah ilmu yang


mempelajari perilaku atau kegiatan manusia dalam memanfaatkan Sumber Daya
Alam (SDA) dan lingkungannya yang terbatas sehingga fungsi atau peranan SDA
dan lingkungan tersebut dapat dipertahankan dan bahkan penggunaannya dapat
ditingkatkan dalam jangka panjang atau berkelanjutan.
Dari sudut pandang ekonomi, masalah lingkungan timbul, karena biaya
lingkungan tidak dimasukkan ke dalam biaya produksi, sehingga menyebabkan
kerugian bagi orang lain atau pasar. Dalam hal ini, masalah lingkungan
menyebabkan inefisiensi alokasi sumber daya alam dan lingkungan dalam proses
produksi.
Berbagai permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh semua negara di dunia,
hanya dapat diselesaikan berdasarkan sistem ekonomi yang dianut oleh masing
masing negara.
Perbedaan penerapan sistem ekonomi dapat terjadi karena perbedaan
pemilikan sumber daya maupun perbedaan sistem pemerintahan suatu negara.

1. Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi merupakan perpaduan dari aturanaturan atau caracara
yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam
perekonomian.
Suatu sistem dapat diibaratkan seperti lingkaran-lingkaran kecil yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya. Lingkaran-lingkaran kecil tersebut
merupakan suatu subsistem. Subsistem tersebut saling berinteraksi dan
akhirnya membentuk suatu kesatuan sistem dalam lingkaran besar yang
bergerak sesuai aturan yang ada.
Sistem ekonomi dapat berfungsi sebagai :
a. Sarana pendorong untuk melakukan produksi
b. Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu
c. Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana
dengan baik.
Macam-macam SistemEkonomi
Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan ekonomi yang terjadi dapat
dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
1. Sistem Ekonomi Tradisional
2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)

3. sistem ekonomi Komando (Terpusat)


4. Sistem Ekonomi Campuran
1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh
masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam
dan tenaga kerja.
Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
1. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
2. Hanya sedikit menggunakan modal
3. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
4. Belum mengenal pembagian kerja
5. Masih terikat tradisi
6. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran
Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut:
1. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat
erat
2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus
dipikul
3. Tidak individualistis
Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah :
1. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas
rendah
2. Mutu barang hasil produksi masih rendah Saat ini sudah tidak ada lagi negara
yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah
pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam
kehidupan sehari hari
2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan
ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya
kepada mekanisme pasar.
Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry
Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.

Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :


1. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
2. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
3. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
4. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
5. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
6. Persaingan dilakukan secara bebas
7. Peranan modal sangat vital Kebaikan dari sistem ekonomi antara lain:
1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan
ekonomi
2. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
3. Munculnya persaingan untuk maju
4. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak
bermutu tidak akan laku dipasar
5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi
didasarkan atas motif mencari laba
Kelemahan dari sistem ekonomi antara lain:
1. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
2. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
4.Sering terjadi gejolak dalam
alokasisumber daya oleh individu

perekonomian

karena

kesalahan

3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)


Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah
sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada
sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi,
dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk
siapa barang tersebut diproduksi.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
1. Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
2. Hak milik perorangan tidak diakui

3. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas
dalam kegiatan perekonomian
4. Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah Kebaikan dari
sistem ekonomi terpusat adalah:
1. Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan
masalah ekonomi lainnya
2. Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
3. Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga 4. Relatif
mudah melakukan distribusi pendapatan
5. Jarang terjadi krisis ekonomi
Kelemahan dari sistem ekonomi terpusat adalah :
1. Mematikan inisiatif individu untuk maju
2. Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
3. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya
5. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan
terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam
memecahkan masalah ekonomi.
Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
1. Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
2. Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
3. Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan,
menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan
swasta.
4. Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem
ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem
ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan
kesejahteraan rakyat.
Secara umum saat ini hampir tidak ada negara yang murni melaksanakan
sistem ekonomi terpusat maupun pasar, yang ada adalah kecenderungan
terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong, dan negaranegara
eropa barat yang berpaham liberal, sementara negara yang pernah
menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang
berideologi sosialis atau komunis.

Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi campuran seperti


Perancis, Malaysia dan Indonesia. Namun perubahan politik dunia juga
mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada
masa pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran komunisme juga
mempengaruhi sistem ekonomi soviet, dari sistem ekonomi terpusat
(komando) mulai beralih ke arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai
perubahan positif.

2. Kegagalan Pasar
Apabila salah satu dari asumsi untuk pasar persaingan yang telah kita
bicarakan pada bab sebelumnya tidak dipenuhi, maka hasilnya akan berupa
satu keadaan pasar yang tidak efisien, yang secara keseluruhan disebut
kegagalan pasar. Frances M. Bator dalam artikelnya berjudul the Anatomy of
Market Failure pada the Quarterly Journal of Economics, Volume 72, No.3
(Agustus 19958), 351-379 membicarakan kegagalan pasar ini secara rinci.
yang pada dasarnya kalau terjadi persaingan yang tidak sempurna baik pada
pasar barang/jasa maupun pada pasar faktor, informasi pasar tidak sempurna,
barang yang diperdagangkan berupa barang publik, dan kalau terjadi
eksternalitas negatif atau positif. Dasgupta dan Pearce (dalam Nehen 1978:28)
dalam bukunya yang terbit pada tahun 1972 merinci bahwa pasar disebut gagal
kalau terjadi:
1. persaingan tidak sempurna pada pasar faktor
2. persaingan tidak sempurna pada pasar barang/jasa
3. pengangguran pada sumber daya alam dan manusia
4. skala usaha yang makin meningkat pada industri yang sedang dibahas
5. sistem perpajakan yang diterapkan oleh pemerintah
6. efek ganda pada masalah yang sedang dibicarakan
7. efek eksternal, dan
8. barang yang dibicarakan adalah barang publik (public goods).
Kalau kita telaah satu per satu dari delapan butir ini, maka dalam ekonomi
praktis akan selalu terjadi kegagalan pasar, termasuk dan lebih-lebih pada
ekonomi sumber daya alam dan lingkungan. Misalnya dalam masalah sumber
daya alam, asumsi yang dilanggarnya antara lain adalah:

Barang yang diperdagangkan bukan barang privat, karena hampir semua


sumber daya alam seperti minyak bumi, kehutanan, air dan yang lainnya di
Indonesia dikuasai oleh pemerintah atau dimiliki bersama oleh masyarakat
atau pemerintah dan sangat jarang kalau tidak dapat dikatakan tidak ada
sumber daya alam yang merupakan barang privat.

Kalau sumber daya alam dikatakan sebagai faktor produksi, sudah pasti tidak
terjadi mobilitas pada pasar faktor. Atau dengan kata lain pasar faktor tidak
bersifat persaingan.

Sumber daya alam belum digunakan secara penuh, sehingga masih terjadi
pengangguran dalam sumber daya alam.

Dalam hal pengelolaan sumber daya alam, biasanya pemerintah memberikan


hak pengelolaan hanya kepada beberapa pengusaha saja. Dalam hal ini
bentuk pasar produknya hanya terdiri dari beberapa perusahaan dan banyak
perusahaan kecil-kecil. Beberapa perusahaan besar itu bisa dipimpin oleh
satu perusahaan saja, yakni yang paling efisien, atau bergabung sedangkan
perusahaan lainnya mengikuti kebijakan harga perusahaan besar tersebut.
Dalam hal ini pasar produknya dapat dikatakan bersifat monopoli.

Dalam hal masalah lingkungan, asumsi pasar persaingan yang dilanggarnya


antara lain adalah:

Asumsi mengenai barang privat. Limbah buangan dari produksi dan dari
konsumsi, kalau limbah tersebut diadakan bentuk pasarnya seperti pada
perdagangan karbon pada konferensi mengenai perubahan iklim beberapa
tahun yang lalu di Nusa Dua. Dalam hal ini karbon bukanlah barang privat.

Limbah industri biasanya dianggap efek eksternal yang tidak terdapat pada
asumsi pasar persaingan.

Pajak (lingkungan) merupakan salah satu alat untuk memaksakan


pengusaha agar bersedia menanamkan modalnya untuk menangani masalah
limbah yang ditimbulkannya.

Dari asumsi-asumsi yang dilanggar dalam pengelolaan sumber daya alam dan
lingkungan, hanya beberapa saja yang akan dibahas lebih lanjut. Sisa dari bab
ini akan membahas pasar monopoli dan barang publik, sedangkan bab
berikutnya membahas mengenai eksternalitas, kesemuanya ini merupakan
masalah penting dalam ESDA&L.
Dalam ekonomi mikro, istilah "kegagalan pasar" tidak berarti bahwa sebuah
pasar tidak lagi berfungsi. Malahan, sebuah kegagalan pasar adalah situasi
dimana sebuah pasar efisien dalam mengatur produksi atau alokasi barang dan
jasa ke konsumen. Ekonom normalnya memakai istilah ini pada situasi dimana
inefisiensi sudah dramatis, atau ketika disugestikan bahwa institusi non pasar
akan memberi hasil yang diinginkan. Di sisi lain, pada konteks politik, pemegang
modal atau saham menggunakan istilah kegagalan pasar untuk situasi saat
pasar dipaksa untuk tidak melayani "kepentingan publik", sebuah pernyataan
subyektif yang biasanya dibuat dari landasan moral atau sosial.
Empat jenis utama penyebab kegagalan pasar adalah :
Monopoli atau dalam kasus lain dari penyalahgunaan dari kekuasaan pasar
dimana "sebuah" pembeli atau penjual bisa memberi pengaruh signifikan pada
harga atau keluaran. Penyalahgunaan kekuasaan pasar bisa dikurangi dengan
menggunakan undang-undang anti-trust.[5]
Eksternalitas, dimana terjadi dalam kasus dimana "pasar tidak dibawa
kedalam akun dari akibat aktivitas ekonomi di dalam orang luar/asing." Ada
eksternalitas positif dan eksternalitas negatif.[5] Eksternalitas positif terjadi dalam
kasus seperti dimana program kesehatan keluarga di televisi meningkatkan
kesehatan publik. Eksternalitas negatif terjadi ketika proses dalam perusahaan
menimbulkan polusi udara atau saluran air. Eksternalitas negatif bisa dikurangi

dengan regulasi dari pemerintah, pajak, atau subsidi, atau dengan menggunakan
hak properti untuk memaksa perusahaan atau perorangan untuk menerima
akibat dari usaha ekonomi mereka pada taraf yang seharusnya.
[5]
Barang publik seperti pertahanan nasional dan kegiatan dalam kesehatan
publik seperti pembasmian sarang nyamuk. Contohnya, jika membasmi sarang
nyamuk diserahkan pada pasar pribadi, maka jauh lebih sedikit sarang yang
mungkin akan dibasmi. Untuk menyediakan penawaran yang baik dari barang
publik, negara biasanya menggunakan pajak-pajak yang mengharuskan semua
penduduk untuk membayar pada barang publik tersebut (berkaitan dengan
pengetahuan kurang dari eksternalitas positif pada pihak ketiga/kesejahteraan
sosial).
Kasus dimana terdapat informasi asimetris atau ketidak pastian (informasi
yang inefisien)[5]. Informasi asimetris terjadi ketika salah satu pihak dari transaksi
memiliki informasi yang lebih banyak dan baik dari pihak yang lain. Biasanya
para penjual yang lebih tahu tentang produk tersebut daripada sang pembeli, tapi
ini tidak selalu terjadi dalam kasus ini. Contohnya, para pelaku bisnis mobil
bekas mungkin mengetahui bagaimana mobil tersebut telah digunakan sebagai
mobil pengantar atau taksi, informasi yang tidak tersedia bagi pembeli. Contoh
dimana pembeli memiliki informasi lebih baik dari penjual merupakan penjualan
rumah atau vila, yang mensyaratkan kesaksian penghuni sebelumnya. Seorang
broker real estate membeli rumah ini mungkin memiliki informasi lebih tentang
rumah tersebut dibandingkan anggota keluarga yang ditinggalkan. Situasi ini
dijelaskan pertamakali oleh Kenneth J. Arrow di artikel seminar tentang
kesehatan tahun 1963 berjudul "ketidakpastian dan Kesejahteraan Ekonomi dari
Kepedulian Kesehatan, " di dalamAmerican Economic Review. George
Akerlof kemudian menggunakan istilah informasi asimetris pada karyanya
ditahun 1970 The Market for Lemons. Akerlof menyadari bahwa, dalam pasar
seperti itu, nilai rata-rata dari komoditascenderung menurun, bahkan untuk
kualitas yang sangat sempurna kebaikannya, karena para pembelinya tidak
memiliki cara untuk mengetahui apakah produk yang mereka beli akan menjadi
sebuah "lemon" (produk yang menyesatkan).

3. Kegagalan Pemerintah
Menurut Montesqieu, kekuasaan negara dapat dipisahkan menjadi
kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Dalam prakteknya, kekuasaan
eksekutif (pemerintah, yaitu presiden dan para pembantunya) lazimnya paling
berpengaruh terhadap suatu perekonomian.
Peranan pemerintah dalam perekonomian antara lain
1. menetapkan kerangka hukum (legal framework) yang melandasi suatu
perekonomian,
2. mengatur/meregulasi perekonomian dengan alat subsidi dan pajak,
3. memproduksi komoditas tertentu dan menyediakan berbagai fasilitas
seperti kredit, penjaminan simpanan, dan asuransi,
4. menetapkan kerangka hukum (legal framework) yang melandasi suatu
perekonomian,

5. mengatur/meregulasi perekonomian dengan alat subsidi dan pajak,


6. memproduksi komoditas tertentu dan menyediakan berbagai fasilitas
seperti kredit, penjaminan simpanan, dan asuransi,
7. membeli komoditas tertentu termasuk yang dihasilkan oleh perusahaan
swasta, misalnya persenjataan,
8. meredistribusikan (membagi ulang) pendapatan dari suatu kelompok
ke kelompok lainnya, dan
9. menyelenggarakan sistem jaminan sosial, misalnya memelihara anakanak terlantar, menyantuni fakir miskin, dan sebagainya
Sumber ketidakefisienan dan atau eksternalitas tidak saja diakibatkan oleh
kegagalan pasar tetapi juga karena kegagalan pemerintah (government failure).
Kegagalan pemerintah banyak diakibatkan tarikan kepentingan pemerintah
sendiri atau kelompok tertentu (interest groups) yang tidak mendorong
efisiensi. Kelompok tertentu ini memanfaatkan pemerintah untuk mencari
keuntungan (rent seeking) melalui proses politik, melalui kebijaksanaan dan
sebagainya. Aksi pencarian keuntungan (rent seeking) bisa dalam berbagai
bentuk :
a) Kelompok yang punya kepentingan tertentu (interest groups)
melakukan loby dan usaha-usaha lain yang memungkinkan
diberlakukannya aturan yang melindungi serta menguntungkan
mereka.
b) Praktek mencari keuntungan bisa juga berasal dari pemerintah sendiri
secara sah misalnya memberlakukan proteksi berlebihan untuk
barang-barang tertentu seperti mengenakan pajak impor yang tinggi
dengan alasan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam negeri.
c)

Praktek mencari keuntungan ini bisa juga dilakukan oleh aparat atau
oknum tertentu yang mempunyai otoritas tertentu, sehingga pihakpihak yang berkepentingan bisa memberikan uang jasa atau uang
pelicinuntuk keperluan tertentu, untuk menghindari resiko yang lebih
besar kalau ketentuan atau aturan diberlakukan dengan sebenarnya.
Praktek mencari keuntungan ini membuat alokasi sumber daya
menjadi tidak efisien dan pelaksanaan aturan-aturan yang mendorong
efisiensi tidak berjalan dengan semestinya. Praktek jenis ini bisa
mendorong terjadinya eksternalitas. Sebagai contoh, perusahaan A
yang mengeluarkan limbah yang merusak lingkungan. Berdasarkan
perhitungan atau estimasi perusahaan A harus mengeluarkan biaya
(denda) yang besar (misalnya Rp. 1 milyar) untuk menanggulangi
efek dari limbah yang dihasilkan itu. Pencari keuntungan (rent
seeker) bisa dari perusahaan itu sendiri atau dari pemerintah atau
oknum memungkinkan membayar kurang dari 1 milyar agar peraturan
sesungguhnya tidak diberlakukan, dan denda informasi ini belum
tentu menjadi reveneu pemerintah. Sehingga akhirnya dampak
lingkungan yang seharusnya diselidiki dan ditangani tidak
dilaksanakan dengan semestinya sehingga masalahnya menjadi
bertambah serius dari waktu ke waktu.

Daftar Pustaka
_________.____. Bab 3 Fondasi Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan:
Kegagalan
Pasar[terhubung
berkala]
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=14&cad=
rja&ved=0CEAQFj
OAo&url=http%3A%2F%2Ffekool.com%2Fwpcontent%2Fplugins%2Fdownload-monitor%2Fdownload.php%3Fid%3D99&ei=9aMUoCvLoGKrQfN74DwBg&usg=AFQjCNE5QSQD0YLFFSwE1yik3mRT2oqtw&bvm=bv.56643336,d.bmk. (___________).
___________. 2009. Pengertian Sistem Ekonomi [terhubung berkala]
http://thinkquantum.wordpress.com/2009/12/08/pengertian-sistemekonomi/ (Diakses pada tanggal .(12 agustus 2009).
http://gioandi.wordpress.com/ekonomi-publik/
http://thinkquantum.wordpress.com/2009/12/08/pengertian-sistem-ekonomi/
http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_lingkungan
Ruffin, Roy J.; and Paul R. Gregory. 2000 Principles of Microeconomics.
Addison Wesley, 7th Edition.