Anda di halaman 1dari 33

Laporan Hasil Survey Jembatan

Disusun Oleh:
-

Ahmad Fajar W.
Dewi Utami
MaRifatun K.
M. Luqman F.
Umni Kaltsum
Wiyanto

X TGB-B

SMK NEGERI 2 SALATIGA

Hal Pengesahan

Makalah yang berjudul LAPORAN HASIL SURVEY JEMBATAN ini dibuat

sebagai salah satu syarat untuk memenuhi nilai tugas mata pelajaran Teknologi
Bangunan (Tek Bang)di Semester 2, tahun pelajaran 2013/2014, yang telah disetujui dan
disahkan pada:
Hari/Tanggal

: Selasa, 4 Maret 2014

Tempat

: SMK Negeri 2 Salatiga


Jl. Parikesit, Dukuh, Sidomukti, Salatiga.

Disahkan Oleh:
Guru Teknologi Bangunan

Daryanto S.Pd
NIP. 19770323 200604 1 014

Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat
menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul Laporan Hasil Survey Jembatan
ini. Makalah ini dibuat untuk memenuhi nilai tugas dalam mata pelajaran Teknologi
Bangunan (Tek Bang) di Semester Genap tahun 2013/2014.
Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Daryanto S.Pd, selaku
guru pembimbing mata pelajaran Teknologi Bangunan dan kepada segenap pihak yang
telah memberikan bimbingan serta arahan kepada kami selama pembuatan makalah ini
berlangsung.
Dalam makalah ini terdapat berbagai materi tentang jembatan. Materi tersebut
antara lain pengertian jembatan, sejarah jembatan, jenis-jenis jembatan, jenis jembatan
yang kami survey, dan laporan hasil survey jembatan.
Kami menyadari dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan.
Maka kami mengharapkan kritik dan saran guna perbaikan makalah ini. Demikian makalah
ini kami buat, semoga bermanfaat.
Salatiga,

Februari 2014

Penulis

Daftar Isi

Hal Pengesahan

Kata Pengantar

Daftar Isi

Bab I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

B. Maksud dan Tujuan

C. Rumusan Masalah

Bab II. Isi

A. Materi Jembatan

B. Laporan Hasil Survey

13

Bab III. Penutup

19

A. Kesimpulan

19

B. Lampiran

19

C. Daftar Pustaka

33

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Jembatan merupakan salah satu sarana transportasi yang sangat penting
bagi manusia. Jembatan juga berfungsi sebagai penghubung antara satu daerah
dengan daerah yang lainnya. Ada berbagai jenis jembatan yang sering kita temui
dilingkungan sekitar kita, misalnya jembatan kayu, jembatan bambu, jembatan air,
jembatan baja, jembatan penyeberangan, dan lain-lain.
Tipe jembatan mengalami perkembangan yang sejalan dengan
sejarah peradaban manusia, dari tipe yang sederhana sampai dengan tipe
yang kompleks, dengan material yang sederhana sampai dengan material yang
modern. Jenis jembatan yang
terus berkembang dan beraneka ragam mengakibatkan seorang perencana harus
tepat memilih jenis jembatan yang sesuai dengan tempat tertentu.
Melihat pentingnya fungsi dari suatu jembatan maka pembuatan jembatan
harus memenuhi berbagai macam standart yang ada. Salah satu syarat yang harus
terpenuhi dalam pembuatan jembatan adalah ketahanan jembatan tersebut dalam
menahan beban baik manusia maupun kendaraan yang melintas di jembatan
tersebut serta kondisi kesetimbangan statis pada jembatan tersebut.
B. Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dibuatnya makalah ini antara lain:
1. Untuk memenuhi nilai tugas mata pelajaran Teknologi Bangunan
2. Siswa diharapkan mengetahui pengertian jembatan, macam-macam jembatan,
bentuk konstruksinya, dll.
3. Siswa mampu melakukan pengamatan langsung di lapangan

4. Siswa mampu mengolah data hasil pengamatan di lapangan


5. Siswa mempunyai pengalaman yang bisa dimanfaatkan di dunia kerja

C. Rumusan Masalah
Bedasarkan latar belakang yang ada diatas kami merumuskan masalah yang
akan kami bahas yaitu:
1. Pengertian Jembatan
2. Jenis-jenis Jembatan
3. Struktur Jembatan
4. Laporan Hasil Survey
5. Kesimpulan

BAB II
ISI
A. Materi
1. Pengertian Jembatan
Jembatan merupakan satu struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang atau
rintangan seperti sungai, rel kereta api ataupun jalan raya. Ia dibangun untuk
membolehkan laluan pejalan kaki, pemandu kendaraan atau kereta api di atas
halangan itu.

2. Sejarah Pembangunan Jembatan


a. Periode Zaman Purba
Bentuk dan material konstruksi yang digunakan masih sederhana dan
alami. Seperti yang dibangun di atas Sungai Euphrat dan Sungai Tigris di
Babylonia kira-kira 2000 SM.
b. Periode Zaman Romawi
Bangsa Romawi merupakan ahli-ahli jembatan pertama. Mereka telah
membangun jembatan dari kayu, batu, dan beton. Untuk jembatan batu dan
beton, mereka membuat dalam bentuk lengkung (arch). Hingga saat ini,
konstruksi pelengkung Bangsa Romawi masih berdiri di Italia, Spanyol, dan
Perancis sebagai hasil karya monumental.
Beberapa dari jembatan-jembatan terbesar Bangsa Romawi merupakan
aquaduct, yang dibangun bukan untuk lalu lintas manusia tetapi untuk saluran
air. Aquaduct yang masih ada sampai sekarang dan yang termegah adalah Pont
du Gard, dekat daerah Nimes, Perancis. Selain itu, dibangun pula aquaduct
Segovia di Spanyol, yang dibangun dari batu pecah tanpa mortar.
c. Zaman Pertengahan
Secara prinsip konstruksi jembatan yang dibangun pada periode ini tidak
jauh berbeda seperti pada zaman Romawi. Bentuk-bentuk lengkung (arch

bridge) dan pilar-pilar batu masih sering digunakan, seperti pada jembatan Old
London pada abad ke-12.
d. Zaman Jembatan Besi dan Baja
Era jembatan besi dan baja sejalan dengan adanya Revolusi Industri. Di
zaman ini jembatan besi yang dibangun masih menggunakan prinsip-prinsip
bentuk lengkung (arch bridge) terutama untuk jembatan jalan raya. Walaupun
jembatan yang dibangun menggunakan sistem kantilever, masih tetap memakai
bentuk lengkung murni atau dengan beberapa perubahan.
e. Zaman Jembatan Gantung
Dahulu jembatan gantung dibangun menggunakan menara batu dan
kabel dari rantai besi untuk menggantung jalan raya. Pada abad ke-19 kabel
penggantung digantikan dengan baja batangan. Awal kemajuan inovasi
jembatan gantung yaitu saat dibangunnya Jembatan Gantung Niagara pada
tahun 1851 yang melintasi air terjun Niagara di Amerika Serikat. Struktur
jembatan ini mempunyai dua dek, dek bagian atas untuk jalan rel dan bagian
bawah untuk lalu lintas jalan raya. Keberhasilan pembangunan jembatan ini
merupakan sumbangan besar untuk kemajuan ilmu teknologi jembatan.
f. Era Jembatan Cable-Stayed
Selama tiga dekade lebih, jembatan cable stayed digunakan secara luas
terutama di Eropa Barat. Suatu penelitian menunjukkan bahwa jembatan cable
stayed lebih unggul daripada jembatan gantung. Kelebihan jembatan cable
stayed antara lain rasio panjang bentang utama dan tinggi pylon yang lebih
murah. Keuntungan yang menonjol dari cable stayed adalah tidak diperlukannya
pengangkeran kaber yang berat dan besar seperti pada jembatan gantung.
g. Era Jembatan Beton
-

Jembatan Beton Bertulang Awal digunakan pada abad ke-19. Pada tahun
1890-an banyak dibangun jembatan beton lengkung (concrete arch bridge),
dan semakin meningkat pemakaiannya selama awal dekade abad ke-20.

Jembatan Beton Prategang Pada tahun 1950-an, dikembangkan jembatan


beton prategang untuk pertama kalinya di Eropa Barat.

3. Jenis-jenis Jembatan
a. Berdasarkan fungsinya, jembatan dapat dibedakan sebagai berikut:
- Jembatan jalan raya (highway bridge)
- Jembatan jalan kereta api (railway bridge)

- Jembatan pejalan kaki atau penyeberangan (pedestrian bridge)


b. Berdasarkan lokasinya, jembatan dapat dibedakan sebagai berikut:
- Jembatan di atas sungai atau danau
- Jembatan di atas lembah
- Jembatan di atas jalan yang ada (fly over)
- Jembatan di atas saluran irigasi/drainase (culvert)

- Jembatan di dermaga (jetty)


c. Berdasarkan bahan konstruksinya, jembatan dibedakan menjadi beberapa macam,
antara lain:
- Jembatan kayu (log bridge)
- Jembatan beton (concrete bridge)
- Jembatan beton prategang (prestressed concrete bridge)
- Jembatan baja (steel bridge)

- Jembatan komposit (compossite bridge)


d. Berdasarkan tipe strukturnya, jembatan dapat dibedakan menjadi beberapa macam,
antara lain :
- Jembatan plat (slab bridge)
- Jembatan plat berongga (voided slab bridge)
- Jembatan gelagar (girder bridge)
- Jembatan rangka (truss bridge)
- Jembatan pelengkung (arch bridge)
- Jembatan gantung (suspension bridge)
- Jembatan kabel (cable stayed bridge)
- Jembatan cantilever (cantilever bridge)

4. Bagian Konstruksi Jembatan


a. Struktur Atas (Superstructures)
Struktur atas jembatan merupakan bagian yang menerima beban langsung
yang meliputi berat sendiri, beban mati, beban mati tambahan, beban lalu-lintas
kendaraan, gaya rem, beban pejalan kaki, dll.

Struktur atas jembatan umumnya meliputi :


1.

Trotoar :
Sandaran dan tiang sandaran,Peninggian trotoar (Kerb),Slab lantai trotoar.

2.

Slab lantai kendaraan,

3.

Gelagar (Girder),

4.

Balok diafragma,

5.

Ikatan pengaku (ikatan angin, ikatan melintang),

6.

Tumpuan (Bearing).

b. Struktur Bawah (Substructures)


Struktur bawah jembatan berfungsi memikul seluruh beban struktur atas
dan beban lain yang ditumbulkan oleh tekanan tanah, aliran air dan hanyutan,
tumbukan, gesekan pada tumpuan dll, untuk kemudian disalurkan ke pondasi.
Selanjutnya beban-beban tersebut disalurkan oleh pondasi ke tanah dasar.
Struktur bawah jembatan umumnya meliputi:
1.

Pangkal jembatan (Abutment)

2.

Dinding belakang (Back wall)

3.

Dinding penahan (Breast wall)

4.

Dinding sayap (Wing wall)

5.

Oprit, plat injak (Approach slab)

6.

Konsol pendek untuk jacking (Corbel)

7.

Tumpuan (Bearing)

Pilar jembatan (Pier) meliputi:


1. Kepala pilar (Pier Head)
2. Pilar (Pier) yang berupa dinding, kolom, atau portal.
3. Konsol pendek untuk jacking (Corbel)
4. Tumpuan (Bearing)
c. Pondasi
Pondasi jembatan berfungsi meneruskan seluruh beban jembatan ke
tanah dasar. Berdasarkan sistimnya, pondasi abutment atau pier jembatan dapat
dibedakan menjadi beberapa macam jenis, antara lain :
a.

Pondasi telapak (spread footing)

10

b. Pondasi sumuran (caisson)


c.

Pondasi tiang (pile foundation)


- Tiang pancang kayu (Log Pile)
- Tiang pancang baja (Steel Pile)
- Tiang pancang beton (Reinforced Concrete Pile)
- Tiang pancang beton prategang pracetak (Precast Prestressed Concrete
Pile)
- Tiang beton cetak di tempat (Concrete Cast in Place)
- Tiang pancang komposit (Compossite Pile)

5. Tipe Jembatan yang Kami Survey


a.

Jembatan Balley
Jembatan Bailey adalah jembatan rangka baja ringan berkualitas
tinggi, yang mudah dipindah-pindah (Movable) sangat strategis dalam
menunjang/merecovery pembangunan di pelosok daerah yang sulit dijangkau
dan juga sangat cepat pemasangannya untuk membantu daerah2 rawan
bencana alam.
Struktur jembatan yang bersifat temporary dan portable inilah yang
menjadikan jembatan panel bailey ini sangat dibutuhkan di daerah2 yang
sulit dijangkau dan memerlukan penanganan yang cepat dan terukur.

b. Jembatan Kayu

Jembatan kayu merupakan jembatan dengan material kayu yang


dapat diperbaharui (renewable). Kayu adalah sumber daya alam yang
pemanfaatannya akhir-akhir ini lebih banyak pada bidang industri kayu
lapis, furnitur, dan dapat dikatakan sangat sedikit pemakaiannya dalam
bidang jembatan secara langsung sebagai konstruksi utama.
c.

Jembatan Air
Jembatan air adalah jembatan dengan material pipa/besi anti karat.
Ada beberapa tipe jembatan air, antara lain yang berbentuk pipa, pipa
gantung, dan berbentuk balok memanjang tanpa tutup.

11

d. Jembatan Beton
Jembatan beton merupakan jembatan yang konstruksinya terbuat
dari material utama bersumber dari beton. Beton adalah suatu campuran
yang terdiri dari agregat alam seperti kerikil, pasir, dan bahan perekat. Bahan
perekat yang biasa dipakai adalah air dan semen.
e.

Jembatan Bambu
Jembatan bambu adalah jembatan yang konstruksinya terbuat dari
material berupa bambu. Jembatan ini sudah jarang ditemukan karena
materialnya dianggap kurang kuat menahan beban berat dan mudah lapuk
seperti kayu.

f.

Jembatan Gantung
Jembatan gantung adalah jembatan yang berfungsi sebagai pemikul
langsung beban lalu lintas yang melewati jembatan tersebut, terdiri dari
lantai jembatan, gelagar pengaku, batang penggantung, kabel pemikul dan
pagar pengaman. Seluruh beban lalu lintas dan gaya-gaya yang bekerja
dipikul oleh sepasang kabel pemikul yang menumpu di atas 2 pasang menara
dan 2 pasang blok angker.

g.

Jembatan Baja
Jembatan baja yaitu jembatan yang mayoritas bahannya dari
baja.sedangkan konstruksinya dipertimbangkan pada kebutuhan
bentang,bisa berbentuk rangka bisa hanya merupakan baja propil menerus.

h. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO)


Jembatan penyeberangan orang disingkat JPO adalah fasilitas pejalan
kaki untuk menyeberang jalan yang ramai dan lebar atau menyeberang jalan
tol dengan menggunakan jembatan, sehingga orang dan lalu
lintas kendaraan dipisah secara fisik.

12

B. Laporan Hasil Survey


1) Jembatan Tuntang
a. Tipe

: Jembatan Baja

b. Lokasi

: Tuntang, Kab. Semarang

c. Analisis

- Panjang 72 meter
- Lebar 15 meter (dua jalur)
d. Komentar :
- Jembatannya ramai, karena merupakan jalan utama dari Solo-Semarang.
- Trotoar di pinggir jembatan tidak aman bagi pejalan kaki, karena lebarnya tidak
luas.
- Selain itu, besi pengaman disisi trotoar ukurannya kecil, tidak aman bagi
pejalan kaki yang melewati jembatan.
- Karena sudah lama dibangun, menurut kami perlu adanya perbaikan pada
jembatan.
2) Jembatan Kali Putih
a. Tipe

: Jembatan Baja

b. Lokasi

: Kali Putih

c. Analisis

- Panjang 150 meter


- Lebar 2x7 meter
d. Komentar :
- Jembatannya banyak dilalui kendaraan besar seperti truk
- Kondisi jembatan masih baik dan bagus
- Tidak ada jalan yang rusak maupun berlubang
3) Jembatan Sabo Dam 1
a. Tipe

: Jembatan Beton

b. Lokasi

: Sawangan (sebelah jembatan gantung)

c. Analisis

- Panjang 60 meter

13

- Lebar 4 meter
d. Komentar :
- Tidak ada besi pengaman disisi jembatan, hanya ada pembatas jembatan saja.
Seharusnya disisi jembatan tersebut diberi besi pengaman.
- Banyak dilalui kendaraan bermuatan seperti truk dan mobil
- Hanya dapat dilewati satu jalur, jadi saat ada truk dan mobil berpapasan,
harus ada satu yang mengalah terlebih dahulu.
- Hanya ada 5 dam/penahan air
4) Jembatan Gantung Sawangan
a. Tipe

: Jembatan gantung dari baja

b. Lokasi

: Sawangan

c. Analisis

- Panjang 54 meter
- Lebar 3 meter
d. Komentar :
- Hanya dilewati kendaraan roda dua dan beberapa mobil
- Hanya bisa dilewati satu jalur untuk kendaraan roda empat
- Baja yang digunakan tidak sebagus dengan jembatan di Kali Putih
5) Jembatan Gantung Selo
a. Tipe

: Jembatan gantung dari baja

b. Lokasi

: Selo, Magelang

c. Analisis

- Panjang 52 meter
- Lebar 3 meter
d. Komentar :
- Banyak dilewati kendaraan roda dua dan beberapa mobil
- Baja yang digunakan tidak tebal dan sebagus baja yang ada di Jembatan Kali
Putih
- Banyak warga sekitar maupun luar daerah yang mengunjungi jembatan
tersebut karena pemadangannya yang indah
- Hanya bisa dilewati satu jalur untuk kendaraan mobil
- Ada pembatas tinggi kendaraan di awal jembatan

14

6) Jembatan Sabo Dam 2


a. Tipe

: Jembatan beton

b. Lokasi

: Sawangan (dekat jembatan balley)

c. Analisis

- Panjang 52 meter
- Lebar 4 meter
d. Komentar :
- Ada 6 dam/penahan air
- Disisi jembatan tidak dilengkapi besi pengaman, hanya ada pembatas
jembatan.
- Banyak dilewati kendaraan roda dua dan mobil
- Konsidinya masih bagus dan baik
7) Jembatan Balley
a. Tipe

: Jembatan militer dari baja

b. Lokasi

: Sawangan

c. Analisis

- Panjang 52 meter
- Lebar 3 meter
d. Komentar :
- Baja yang digunakan lebih bagus jika dibandingkan dengan jembatan gantung
di Selo maupun Sawangan
- Kondisinya masih bagus dan baik
- Banyak dilalui sepeda motor dan mobi
- Hanya bisa dilalui satu jalur untuk kendaraan roda empatl
8) Jembatan Bambu
a. Tipe

: Jembatan bambu

b. Lokasi

: Kesongo

c. Analisis

- Panjang 5-6 meter


- Lebar 1 meter
d. Komentar :
- Hanya ada satu pembatas/pegangan disisi jembatan

15

- Kondisinya masih kuat dan baik, walaupun sudah terlihat agak rapuh
9) Jembatan Kayu dan Bambu Umbul Songo
a. Tipe

: Jembatan kayu dipadukan dengan bambu

b. Lokasi

: Objek Wisata Umbul Songo, Kopeng

c. Analisis

- Panjang 15 meter
- Lebar 1.5 meter
d. Komentar :
- Kondisinya masih kuat, walau ada beberapa bambu diatasnya yang sudah
lepas dan hilang
- Dari segi keamanannya bagus, karena mempunyai dua pembatas di sisi
jembatan.
- Jembatannya kotor dan ditutupi banyak daun
10) Jembatan Bambu Kopeng
a. Tipe

: Jembatan bambu

b. Lokasi

: Desa Seden, Kec. Getasan, Kab. Semarang

c. Analisis

Panjang 5 meter

- Lebar 50 cm
d. Komentar :
- Tidak terlalu lebar
- Masih bagus dan kuat untuk menahan beban
- Jembatannya tertutupi tanah dan dedaunan
- Hanya ada satu pegangan/pembatas
11) Jembatan Kayu
a. Tipe

: Jembatan kayu

b. Lokasi

: Krasak, Kec. Bancak

c. Analisis

- Panjang 50 meter
- Lebar 3 meter
d. Komentar :

16

- Kondisinya sudah tidak baik, banyak kayu yang sudah patah dan lapuk, namun
jembatan masih kuat untuk menahan beban
- Sering dilalui oleh sepeda motor, dan jalur untuk mobil ditutup.
- Pembatas jembatan yang dari besi sudah berkarat
- Ada beberapa bagian yang sudah berlubang
12) Jembatan Air Bringin
a. Tipe

: Jembatan air terbuka

b. Lokasi

: Desa Ndoplangan, Bringin

c. Analisis

- Panjang 18 meter
- Lebar 50 cm
d. Komentar :
- Kondisinya masih bagus, walaupun beberapa bagian sudah berkarat
- Tidak ada kebocoran air
- Banyak ditumbuhi lumut dan bagian dasarnya kotor
13) Jembatan Air Sumogawe
a. Tipe

: Jembatan air pipa

b. Lokasi

: Sumogawe

c. Analisis

- Panjang 12 meter
- Diameter 20 cm
d. Komentar :
-

Kondisinya baik dan kuat karena ditopang dibagian tengahnya

- Banyak bagian yang sudah berkarat dan ada bagian yang memancarkan air
- Bagian awal/pinggir jembatan ada yang ditopang dengan pipa seadaanya
14) Jembatan Penyeberangan Orang
a. Tipe

: Jembatan besi dan baja

b. Lokasi

: Kemiri, Salatiga

c. Analisis

- Panjang 20 meter
- Lebar 1.5 meter
d. Komentar :

17

Jarang dilewati pejalan kaki karena kondisinya yang tidak baik lagi

- Banyak bagian yang berlubang dan ditambal seadanya


- Banyak bagian yang sudah berkarat, dan bahan yang digunakan tipis dan tidak
bagus.
- Kondisinya kotor karena banyak sampah diatas jembatan
15) Jembatan Pasar Tempel
a.

Tipe

b. Lokasi
c.

: Jembatan Beton dan Baja


: Pasar Tempel

Analisis :
- Panjang 80 meter
- Lebar 6 meter

d. Komentar

- Banyak dilalui kendaraan bermuatan, sepeda motor maupun mobil pribadi


- Kondisinya masih bagus dan baik
- Dibagian bawah jembatan terdapat pasar, dan banyak warga yang
menumpuk barang-barang di bawah jembatan. Ada juga yang mendirikan
rumah tinggal dibawah jembatan.

18

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan diberikannya tugas observasi lapangan dengan tema jembatan ini,
para siswa mempunyai kemampuan, keterampilan, dan pengalaman dalam
melakukan survey/pengamatan langsung di lapangan yang bisa bermanfaat untuk
dijadikan pedoman saat bekerja.
Selain itu para siswa juga bisa lebih memahami tentang materi tentang
jembatan. Contohya materi tentang sejarah jembatan, jenis-jenis jembatan, dll.
Siswa juga mampu melakukan pengolahan data dari hasil yang sudah didapatkan
saat survey/observasi.

B. Lampiran

Jembatan
Beton dan
Baja di Pasar
Tempel

19

Jembatan
Penyeberangan
Orang (JPO)
Di Kemiri,
Salatiga

20

Jembatan Air
Arah ke
Kopeng

21

Jembatan Baja Kali Putih

22

Jembatan Kayu
dan Bambu di
Umbul Songo

23

Jembatan Bambu
di Kesongo

24

Jembatan Baja
di Tuntang

25

Jembatan Beton/Sabo
Dam di Sawangan

26

Jembatan Gantung di Selo

27

Jembatan
Kayu di
Krasak

28

Jembatan Air di
Desa
Ndoplangan,
Bringin

29

Jembatan Balley di Sawangan

30

Jembatan Air di Umbul Songo

31

Jembatan
Beton/Sabo Dam
di Sawangan
(Dekat Jembatan
Balley)

32

C. Daftar Pustaka
-

http://kmkosipil.blogspot.com/2012/10/ebook-jembatan-pdf.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan

http://uniqpost.com/wp-content/uploads/2013/06/suramadu-2.jpg

http://goblogsadt.blogspot.com/2011/12/macam-macam-jembatan.html

http://jembatanpanelbailey.blogspot.com/2013/03/spesifikasi-teknis-jembatan-panelbailey.html

http://yahyamohandes.blogspot.com/2011/03/jembatan-kayu.html

http://rudiniaciel.blogspot.com/2012/05/pengertian-jembatan.html

http://awin759.blogspot.com/2013/06/konstruksi-jembatan-beton-bertulang.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_penyeberangan_orang

http://fericivil.blogspot.com/2010/12/jembatan-gatung-dan-jembatan-cable.html

33