Anda di halaman 1dari 6

RANGKUMAN

BAB 6: SISTEM PENGENDALIAN INTERN


(Buku Mulyadi)
1. Definisi

Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode, dan ukuran


menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi,
mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
Definisi tersebut menekankan tujuan yang hendak dicapai, dan bukan pada
unsur-unsur yang membentuk sistem tersebut. Pengendalian intern di atas berlaku
baik dalam perusahaan yang mengolah informasinya secara manual, dengan mesin
pembukuan, maupun dengan komputer.
2. Tujuan sistem pengendalian intern
Tujuan sistem pengendalian intern menurut definisi tersebut adalah:
a. Menjaga kekayaan organisasi
-

Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melalui sistem otorisasi yang


telah diterapkan

Pertanggungjawaban kekayaan perusahaan yang dicatat dibandingkan


dengan kekayaan yang sesungguhnya ada

b. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi


-

Pelaksanaan transaksi melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan

Pencatatan transaksi yang telah terjadi dalam catatan akuntansi

c. Mendorong efisiensi
d. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen
3. Menurut tujuannya, sistem pengendalian intern dibagi menjadi dua macam:
a. Pengendalian intern akuntansi (internal accounting control), yang merupakan
bagian dari sistem pengendalian intern, meliputi struktur organisasi, metode,
dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan terutama untuk menjaga kekayaan
organisasi dan mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi

b. Pengendalian intern administratef (internal administrative control), meliputi


struktur organisasi, metode, dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan terutama
untuk mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen.
4. Unsur pokok sistem pengendalian intern, adalah:
a. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas.
Pembagian tanggung jawab fungsional dalam organisasi ini didasarkan pada
prinsip-prinsip berikut ini:
a. Harus dipisahkan fungsi-fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi
akuntansi.
-

Fungsi operasi adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk


melaksanakan suatu kegiatan (misalnya pembelian). Setiap kegiatan
dalam perusahaan memerlukan otorisasi dari manajer fungsi yang
memiliki wewenang untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

Fungsi penyimpanan adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk


menyimpan aktiva perusahaan.

Fungsi akuntansi adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk


mencatat keuangan perusahaan.

b. Suatu fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab penuh untuk melaksanakan
semua tahap suatu transaksi
Untuk melaksanakan transaksi pembelian dalam perusahaan misalnya,
fungsi-fungsi yang dibentuk adalah:
-

Fungsi gudang (merupakan fungsi penyimpanan): mengajukan


permintaan pembelian dan menyimpan barang yang telah diterima
oleh fungsi penerimaan

Fungsi

pembelian

(merupakan

fungsi

operasi):

melaksanakan

pemesanan barang kepada pemasok


-

Fungsi penerimaan (merupakan fungsi operasi): menerima atau


menolak barang yang diterima dari pemasok

Fungsi akuntansi (merupakan fungsi pencatatan): mencatat utang


yang timbul dari transaksi pembelian dalam kartu utang dan mencatat

persediaan barang yang diterima dari transaksi pembelian dalam


kartu persediaan.
b. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan
yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan biaya
Dalam melaksanakan transaksi pembelian misalnya, sistem wewenang diatur
sebagai berikut:
1. Kepala fungsi gudang: berwenang mengajukan permintaan pembelian
dengan surat permintaan pembelian yang ditujukan kepada fungsi pembelian
2. Kepala fungsi pembelian: berwenang memberikan otorisasi pada surat order
pembelian yang diterbitkan oleh fungsi pembelian
3. Kepala fungsi penerimaan: berwenang memberikan otorisasi pada laporan
penerimaan barang yang diterbitkan oleh fungsi penerimaan
4. Kepala fungsi akuntansi: berwenang memberikan otorisasi pada bukti kas
keluar yang dipakai sebagai dasar pencatatan terjadinya transaksi
pembelian.
c. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi.
d. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggungjawabnya
5. Lingkungan pengendalian (control environment):
Lingkungan Pengendalian dari suatu organisasi menekankan pada berbagai
macam faktor yang secara bersamaan mempengaruhi kebijakan dan prosedur
pengendalian.
a. Filosofi dan Gaya Operasional Manajemen
Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar yang menjadi parameter
bagi perusahaan dan karyawannya. (menggambarkan apa yang seharusnya
dikerjakan

dan yang tidak dikerjakan) Gaya Operasional mencerminkan ide

manajer tentang bagaimana kegiatan operasi suatu perusahaan harus


dikerjakan

(Filosofi

manajemen)
b. Struktur Organisasi

perusahaan

dikomunikasikan

melalui

gaya

operasi

Salah satu elemen kunci dalam lingkungan pengendalian adalah struktur


organisasi. Struktur Organisasi menunjukkan pola wewenang dan tanggung
jawab yang ada dalam suatu perusahaan. (Desentralisasi maupun sentralisasi)
c. Dewan Komisaris Dan Audit Komite
Dewan komisaris merupakan penghubung antara pemegang saham
dengan pihak manajemen perusahaan. Pemegang saham mempercayakan
pengendalian atas manajemen melalui dewan komisaris. (jadi semuanya
tergantung dari dewan komisaris) Komite audit dibentuk oleh dewan komisaris
untuk

melaksanakan

pengawasan

terhadap

pelaksanaan

pengendalian

operasional perusahaan.
d. Metode Pendelegasian Wewenang Dan Tanggung Jawab
Metode pendelegasian wewenang dan tanggung jawab mempunyai
pengaruh yang penting dalam lingkungan pengendalian. Biasanya metode ini
tercermin dalam suatu bagan organisasi.
e. Metode Pengendalian Manajemen
Lingkungan pengendalian juga dipengaruhi oleh metode pengendalian
manajemen.

Metode

ini

meliputi

pengawasan

yang

efektif

(melalui

peranggaran), laporan pertanggung jawaban dan audit internal.


f. Kebijakan dan praktik kepegawaian
Kebijakan dan praktek yang berhubungan dengan perekrutan, pelatihan,
evaluasi, penggajian dan promosi pegawai, mempunyai pengaruh yang penting
dalam mencapai tujuan perusahaan sebagaimana juga dilakukan dalam
meminimumkan resiko.
g. Pengaruh Ekstern
Organisasi

harus

mematuhi

aturan-aturan

yang

dikeluarkan

oleh

pemerintah maupun pihak yang mempunyai juridiksi atas organisasi. Hal


tersebut sangat berpengaruh pada pengendalian intern perusahaan.
6. Pendekatan untuk merancang pengendalian intern akuntansi

Rincian tujuan pengendalian intern akuntansi adalah sebagai berikut:


1. Menjaga kekayaan perusahaan:
a. Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melalui sistem otorisasi yang
telah diterapkan
b. Pertanggungjawaban kekayaan perusahaan yang dicatat dibandingkan
dengan kekayaan yang sesungguhnya ada
2. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi:
1) Pelaksanaan transaksi melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan
2) Pencatatan transaksi yang telah terjadi dalam catatan akuntansi
Tujuan tersebut dirinci lebih lanjut sebagai berikut:
a. Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melalui sistem otorisasi yang
telah ditetapkan:
1) Pembatasan akses langsung terhadap karyawan
2) Pembatasan akses tidak langsung terhadap karyawan
b. Pertanggungjawaban kekayaan perusahaan yang dicatat dibandingkan
dengan kekayaan yang sesungguhnya ada:
1) Pembandingan

secara

periodik

antara catatan

akuntansi

dengan

kekayaan yang sesungguhnya ada


2) Rekonsiliasi antara catatan akuntansi yang diselenggarakan
c. Pelaksanaan transaksi melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan:
1) Pemberian otorisasi oleh pejabat yang berwenang
2) Pelaksanaan transaksi sesuai dengan otorisasi yang diberikan oleh
pejabat yang berwenang
d. Pencatatan transaksi yang terjadi dalam catatan akuntansi:
1) Pencatatan semua transaksi yang terjadi
2) Transaksi yang dicatat adalah benar-benar terjadi
3) Transaksi dicatat dalam jumlah yang benar
4) Transaksi dicatat dalam periode akuntansi yang seharusnya
5) Transaksi dicatat dengan penggolongan yang seharusnya
6) Transaksi dicatat dan diringkas dengan teliti
7. Pengendalian Umum (General Control)

Unsur pengendalian umum ini meliputi organisasi, prosedur, dan standar untuk
perubahan

program,

pengembangan

sistem

pengolahan data.
8. Pengendalian Aplikasi (Application Control)
Pengendalian aplikasi dapat dibagi menjadi:
1) Pengendalian preventif
2) Pengendalian detektif/ yang bersifat korektif

dan

pengoperasian

fasilitas