Anda di halaman 1dari 2

DISLOKASI LUTUT

Merupakan cedera yang ekstrem tetapi jarang terjadi. Pada dislokasi ini keadaan
tulang paha dan tulang kering berpisah. Letak dislokasi terdiri dari anterior,
posterior, lateral, medial, atau rotasi. Gambaran klinis dari dislokasi lutut ini adalah
dijumpai adanya trauma pada daerah lutut, pembengkakan, nyeri, hemoarthrosis,
dan deformitas. Dislokasi ini dapat terjadi akibat jatuh atau cedera saat
berolahraga, maka sebelum olahraga dianjurkan untuk melakukan pemanasan agar
tidak terjadi cedera. Kerusakan yang terjadi akibat dislokasi ini terletak pada
jaringan lunak di sekeliling sendi, ligament pada lutut, dan meniscus dari sendi.
Untuk mendiagnosis apakah seseorang mengalami dislokasi lutut atau tidak, maka
dilakukan pemeriksaan Rontgen dan angiogram (jika sudah dicurigai mengalami
gangguan pada peredaran darahnya terutama pada pembukuh darah arteri).
Pengobatan yang dapat dilakukan adalah:
1. Tindakan reposisi dengan diawali pembiusan
2. Pemasangan bidai gips dengan derajat 10 15 yang digunakan selama 1
minggu.
3. Pemasangan gips sirkuler yang diletakkan di atas lutut, digunakan selama 7
8 minggu.
4. Jika tingkat keparahan dislokasi sudah tinggi, maka dianjurkan untuk
dilakukan tindakan operasi.

DISLOKASI PATELLA

Pada dislokasi ini, patella tidak menempati tempat yang seharusnya. Biasanya
banyak terjadi pada wanita. Umumnya yang dapat menyebabkan terjadinya
dislokasi patella adalah cedera langsung (cedera yang langsung mengenai tulang
patella). Gejala yang dialami pada dislokasi patella ini adalah deformitas, kaki yang
tidak dapat diluruskan, nyeri tekan, bengkak, dan hipermobilitas (tulang patella
yang dapat berpindah tempat ke medial, lateral, superior, inferior, atau posterior).
Penanganan yang pertama adalah pemeriksaan Rontgen untuk mengetahui
seseorang mengalami dislokasi patella atau tidak. Penatalaksanaan yang dilakukan
pada penderita dislokasi patella adalah:
1. Reduction dengan diawali pemberian analgesic secara intravena
2. Aspirasi jika terjadi hemoarthrosis pada daerah yang mengalami dislokasi
3. Penggunaan kruk
Komplikasi yang biasa terjadi pada penderita dislokasi patella adalah dislokasi
rekuren (ada kemungkinan untuk kembali terjadinya dislokasi patella yang kedua
kalinya) dan degenerasi sendi.

Anda mungkin juga menyukai