Anda di halaman 1dari 1

Untuk mahasiswa

MODUL TUTORIAL III BLOK 18 : GANGGUAN REFRAKSI


dr. Edia Asmara S, SpM(K), dr. Aming Tohardi, MS, dr. Julia Windi,MKes, dr. Yenny Noor, SpM

PENDAHULUAN
Prevalensi gangguan penglihatan yang berasal dari kelainan refraksi yang tidak dikoreksi,
atau tidak dikoreksi dengan baik sangat tinggi. Kelainan refraksi ini merupakan salah satu penyebab
gangguan penglihatan utama yang berdampak pada berkurangnya produktivitas seseorang. Karena
itu tenaga medis seharusnya mampu mendiagnosis kelainan refraksi secara baik dan benar agar
produktivitas seseorang meningkat.

KEPUSTAKAAN
1. Vaughan and Asburys General Ophthalmology. 17th ed. Mc-Graw-Hill, 2008.
2. Sloanes Manual of Refraction. 3rd ed. Little, Brown and company
3. Clinical Optics. Basic and Clinical Science Course section 3. American Academy of
Ophthalmology
4. Tortora & Derrickson. Principles of Anatomy and Physiology. 14th edition. John Wiley &
Sons, Inc; 2014.
5. Costanzo, L.S. Physiology. 5th edition. Saunders, an imprint of Elsevier Inc.; 2014

PRASYARAT
Untuk dapat memahami kelainan refraksi, mahasiswa harus sudah menguasai teori
mengenai anatomi bola mata, fisiologi penglihatan, pemeriksaan mata.

SKENARIO
Anamnesis
Seorang wanita berusia 17 tahun datang ke poli mata dengan keluhan penglihatan kabur
saat melihat jauh.