Anda di halaman 1dari 6

1.

Lapangan dan perlengkapannya


a. Lapangan berbentuk persegi panjang ditandai dengan garis dengan lebar 40 mm seperti pada diagram A

b. Lapangan untuk kelas kursi roda seperti terlihat ada diagram D dan E

c. Lapangan untuk kelas berdiri bermain pada setengah lapangan, lapangan untuk kelas tunggal seperti terlihat pada diagram F

d. Ukuran tinggi Net 760 mm, panjang 6,1 meter


e. Puncak net diukur dari permukaan lapangan 1,524 meter pada tengah-tengah lapangan

2. Perlengkapan tambahan untuk Paralympic Bulutangkis


untuk paralympic bulutangkis dapat menggunakan kursi roda atau kruk
a. Tubuh atlet dapat difiksasi ke kursi roda dengan sabuk elastis
b. Kursi roda dapat dilengkapi dengan roda untuk support, yang mungkin dapat melebihi roda utama
c. Kaki atlet harus difiksasai pada foot-rest kursi roda

3. Service
Server dan penerima harus berdiri di diagonal lapangan yang berbeda (Diagram A) tanpa menyentuh batas garis service court
a. Pada kelas kursi roda dan berdiri setengah lapangan, diagram D dan F dapat diaplikasikan
b. Pada kelas kursi roda pada awal service hingga service sampai servis sampai. Roda server dan penerima harus satsioner, kecuali
gerakan kontra alami dari kursi roda server
c. Shuttle harus berada dibawah lipat ketiak pada saat shuttle dipukul dengan raket server
4. Sistem penilaian
a. Satu pertandingan terdiri dari 3 set
b. Satu set berhak dimenangkan oleh pemain yang berhasil mencapai skor 21 poin
c. Jika skor 20 sama, maka pemain yang memimpin dengan dua angka pertama kali akan memenangkan set
d. Jika skor 29 sama, maka pemain yang mencapai skor 30 akan memenangkan set
e. Atlet yang memenangkan set akan melakukan service pertama kali pada set berikutnya
f. Pemain memenangkan pertandingan jika memenangkan 2 set.
5. Fault
a. Jika servis tidak benar
b. Jika saat servis shuttle:
- Tersangkut pada net atau berhenti di puncak net
- Setelah melewati net, tersangkut pada net
- Dipukul oleh partner dari penerima
c. Jika pada saat bermain shuttle:
- Mendarat pada batas terluar lapangan
- Dipukul melewati atau dibawah net
- Gagal melewati net
- Menyentuh atap atau tembok
- Menyentuh tubuh atau pakaian pemain (pada para badminton kursi roda atau kruk dianggap sebagai bagian tubuh pemain)
- Menyentuh obyek-obyek lain diluar lapangan
- Tersangkut pada raket lalu tersampir pada saat eksekusi stroke

Dipukul dua kali oleh pemain yang sama. Tetapi, jika shuttle tekena puncak dan bagian senar rake pada satu kali stroke maka

bukan fault
d. Jika dalam permainan, pemain:
- Saat shuttle dipukul, tidak ada tidak ada bagian dari trunk pemian yang kontak dengan tempat duduk kursi roda
- Jika fiksasi kaki pada footrest lepas
- Pada saat bermain, pemian menyentuh lantai dengan bagian apapun kaki
6. Penundaan permaianan
a. Perbaikan pada perlatan yang digunakan pemain dipertimbangkan sebagai kondisi khusus, sehingga diperbolehkan
b. Jika permainan dihentikan sementara, ketika permainan dilanjutkan skor sebelumumnya tetap (tidak dimulai dari 0 lagi)
7. Meninggalkan lapangan
Pemain dapat meninggalkan lapangan untuk satu tambahan interval ketika pertandingan untuk kateterisasi. Pemain harus ditemani oleh
seorang wasit