Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus
dengue melalui nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini terutama ditemukan pada daerah tropis
dan sub-tropis. DBD masih menjadi masalah di dunia terutama akhir dekade ini. WHO
memperkirakan kurang lebih terdapat 50-100 juta infeksi DBD setiap tahun. Berdasarkan
data Departemen Kesehatan Indonesia, provinsi DKI Jakarta termasuk dalam lima besar
provinsi dengan Incidence Rate (IR) tertinggi di Indonesia. DKI Jakarta menempati urutan
keempat setelah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan IR pada tahun 2013
sebesar 96,18 per 100.000 penduduk.
Menurut Suku Dinas DKI Jakarta, pada periode Januari-Juli 2013, wilayah Jakarta
Utara menduduki urutan keempat dengan angka insidensi 934 kasus setelah Jakarta Timur
(1.901 kasus), Jakarta Barat (1.285 kasus), dan Jakarta Selatan (1.156 kasus). Jumlah kasus
DBD yang ditemukan di Kecamatan Koja pada tahun 2013 adalah 342 kasus, sedangkan
kasus DBD yang ditemukan di Kelurahan Rawa Badak Selatan tahun 2013 berjumlah 112
kasus (32,75% dari jumlah kasus DBD di Kecamatan Koja). Jumlah ini meningkat
dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 53 kasus.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan oleh tim perencana IV, didapatkan masih
kurangnya pengetahuan kader jumantik mengenai perannya dalam mencegah DBD,
kurangnya motivasi kader jumantik dalam menjalankan tugasnya karena kurangnya insentif,
serta kurangnya dukungan dan peran serta warga RW 10 mengenai program pemerintah PSN
30 menit. Kader jumantik masih belum mengetahui dengan jelas jobdesc yang sudah
ditetapkan. Warga RW 10 Kelurahan Rawa Badak juga belum mendukung secara penuh
program PSN 30 menit yang disosialisasikan pemerintah sehingga semakin mengurangi
motivasi jumantik dalam melaksanakan perannya. Oleh karena itu tim perencana IV telah
merancang beberapa program kegiatan selama satu tahun yang bertujuan untuk mengurangi
masalah yang ada. Beberapa program yang sudah direncanakan oleh tim perencana IV antara
lain pembuatan dan pendistribusian PSN-Kit, pembuatan modul DBD untuk kader jumantik,
melakukan sosialisasi dan koordinasi kepada tokoh masyaarakat dan warga RW 10 mengenai
rencana kegiatan terkait, serta evaluasi kinerja jumantik selama satu tahun dengan melakukan
penilaian kerja serta pertemuan dengan jumantik dan tokoh masyarakat setempat.

Sebagai langkah berikutnya, tim pelaksana I akan melaksanakan rencana kegiatan


yang telah dibuat oleh tim perencana terdahulu terkait dengan rangkaian pemberantasan DBD
selama setahun di RW 10 Kelurahan Rawa Badak Selatan. Kegiatan yang dilakukan meliputi
peningkatan pengetahuan kader jumantik dengan cara memberikan modul pelatihan dan
penyuluhan kepada kader jumantik, serta mengadakan kerjasama dengan perusahaan untuk
mendapatkan dana pelaksanaan rencana program satu tahun.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Kurangnya pengetahuan dan motvasi kader jumantik mengenai peran jumantik dalam
pencegahan demam berdarah dengue
1.2.2 Belum tersedianya dana untuk menjalankan rencana satu tahun program pencegahan
dan penanggulangan demam berdarah dengue di RW 10, Kelurahan Rawa Badak
Selatan, Kecamatan Koja

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum Kelompok
Meningkatkan kualitas kerja kader jumantik warga RW 10 Kelurahan Rawa Badak
Selatan

1.3.2 Tujuan Khusus Kelompok


- Meningkatkan angka bebas jentik ....%
- Meningkatkan pengetahuan jumantik tentang peran jumantik dalam pemberantasan
dan pencegahan demam berdarah dengue
- Mengusahakan kerjasama dengan perusahaan untuk mendapatkan sponsor kegiatan
- Menyediakan modul untuk pelatihan kader jumantik

Beri Nilai