Anda di halaman 1dari 4

BISNIS PLAN USAHA TERNAK AYAM

POTONG
December 16, 2013BisniskuCandra Utami
Seperti yang telah kita ketahui, enam bulan terakhir ini harga daging semakin melonjak. Harga
daging yang semakin lama semakin tinggi kususnya harga daging sapi dikarenakan jangka
waktu penggemukan sapi yang relative lama. Sehingga pasokan sapi untuk menyuplai kebutuhan
pasar sangat sedikit.
Melihat dari permasalahan tersebut, kita bisa memanfaatkan kondisi ini sebagai peluang bisnis
yang menguntungkan. Kebanyakan dari konsumen beralih mengkonsumsi daging ayam sebagai
pengganti daging sapi. Selain harganya relatife terjangkau kandungan gizinya pun relative tinggi.
Sehingga tidak heran bila saat ini bisnis ayam potong semakin digeluti oleh para pebisnis.
Konsumen
Komoditas ayam pedaging di Indonesia pada dasarnya cukup memberi harapan besar bagi para
pebisnis daging ayam. Karena, permintaan selalu ada dan minat masyarakat terhadap daging
dengan harga terjangkau juga cukup tinggi. Dan ini tentunya mendorong produktifitas ternak
ayam pedaging untuk tetap eksis guna memenuhi kebutuhan pasar.
Memulai Bisnis Ayam Pedaging
Sebagaimana bisnis pada umumnya, untuk memulai bisnis ayam pedaging ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan, diantaranya yaitu :
1. Analisis produk, yaitu dengan menganalisis jenis ayam potong yang tepat misalnya ayam
kampung atau ayam boiler.
2. Analisis lokasi peternakan ayam yang akan ditempati. Lokasi harus memenuhi standar
peternakan yaitu harus jauh dari tempat pemukiman penduduk.
3. Analisis biaya yang dikeluarkan, yaitu biaya produksi ,perawatan, dan pemasaran.
4. Analisis pasar, yaitu menganalisis pangsa pasar dan segmen yang akan dibidik.
Keuntungan Bisnis Ternak Ayam Pedaging
1. Modal yang relative sedikit
2. Masa panen reatif cepat dibanding dengan ternak hewan lain. Dalam jangka waktu 35
hari ayam sudah bisa dipanen.
3. Biaya perawatan dan biaya pakan ternak yang relative murah, sehingga biaya bisnis bisa
ditekan.
4. Harga ayam potong di pasar relative stabil dan tida mudah terpengaruh oleh para
tengkulak.

Kendala Bisnis Ternak Ayam Pedaging


Dalam menjalani bisnis ternak ayam pedaging tidak jarang ayam terserang penyakit seperti flu
burung. Faktor cuaca dan lingkungan sangat mendukung kondisi kesehatan ayam. Jadi kita harus
benar-benar menjaga kebersihan kandang agar ayam tidak mudah terjangkit penyakit. Selain itu
pemberian vaksin dan obat-obatan terhadap ayam bisa mengurangi tingkat kematian ayam.
Strategi Pemasaran
Kita tidak perlu susah-susah memasarkan ayam, pemasaran bisa dilakukan secara mudah dan
sederhana karena sebagian orang menyukai dan mengkonsumsi ayam sebagai bahan lauk pauk.
Serta maraknya pedagang pecel ayam di pinggir-pinggir jalan bisa mempermudah dalam
pemasaran. Karena kita bisa bekerja sama dengan mereka.
Kiat Sukses
Dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar yang semakin tinggi, kita bisa menambahkan
kapasitas pangan ke ayam ternak sehingga ayam akan cepat besar. Semakin cepat ayam bisa
dijual semakin cepat pula kita mendapatkan keuntungan.
Kunci sukses dalam bisnis ternak ayam pedaging yaitu bersungguh-sungguh, rajin, ulet, tekun,
dan sabar. Semua usaha jika dijalankan secara sunggug-sungguh akan menghsilkan sesuatu yang
besar.
Analisa Ekonomi
I. Modal Awal
Modal Tetap
Kandang

Rp 12.000.000,

Gasolek

(4 buah)

Rp

Tabung Gas

(4 Buah)

Rp 1.200.000,-

Tempat Pakan (72 Buah)


Bolam
Pipa Paralon

(18 Buah)
(20 Batang)

Sekop
Tempat minum (48 Buah)

2.400.000,-

Rp 2.160.000,Rp

450.000,-

Rp 1.200.000,Rp

50.000,-

Rp 3.120.000,-

Kabel

(100 m)

Total
II.
Anak Ayam

Rp

200.000,-

Rp 22.780.000,Modal Tidak Tetap


(3000 ekor)

Pakan (BR) 10 karung (@50 kg)


Obat-obatan

Rp 3.000.000,Rp. 1.000.000,Rp.

400.000,-

Vaksin

Rp.

300.000,-

Total

Rp. 4.700.000,-

TOTAL MODAL

Rp. 27.480.000,-

Biaya Penyusutan
Kandang (1/120x Rp. 12.000.000)

Rp. 1.000.000,-

Gasolek (1/48x Rp. 2.400.0000)


Tabung Gas (1/12x Rp.1.200.000)

Rp.

50.000,-

Rp.

Total Penyusutan per bulan

100.000,-

Rp. 1.150.000,-

Biaya Operasional
Biaya Gaji

Rp. 2.200.000,-

Biaya Listrik

Rp.

Biaya Air
Isi tabung gas (4x 75.000)
Biaya Pakan & obat-obatan
Total Biaya Operasional & Penyusutan
Omset Per Bulan
Penjualan ayam umur 30 hari

350.000,-

Rp.
Rp.
Rp.

250.000,-

300.000,1.500.000,-

Rp. 5.750.000,-

(2.000x Rp 15.000)

Rp 30.000.000,-

Laba Bersih Per Bulan


Rp 30.000.000 5.750.000

= Rp 24.250.000,-

ROI (Retutn Of Investment)


(Modal Awal : Laba Bersih Per Bulan)

= 0,88 Bulan