Anda di halaman 1dari 11

PRE PLANNING TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK TENTANG

KOMPRES HANGAT DI BANGSAL BOUGENVILLE UNIT


REHABILITASI SOSIAL PUCANG GADING
SEMARANG

Disusun Oleh
Kelompok XVIII

1.
2.
3.
4.

Wasis Joko B. U.
Muazizah Umami
Agus Tri Darto
Muhamad Ismanto

(G3A011065)
(G3A011034)
(G3A011070)
(G3A011094)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2012

HALAMAN PENGESAHAN
Pre Planning Terapi Aktivitas Kelompok Kompres Hangat ini telah di terima
dan disetujui oleh pembimbing akademik Program Studi Profesi Ners Fakultas
Ilmu Keperawatan Dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang dan
pembimbing klinik Bangsal Bougenville Unit Rehabilitasi Sosial Pucang Gading
semarang

Telah disahkan pada tanggal, 22 Mei 2012 oleh :


Mengetahui,
Pembimbing akademik

Pembimbing Klinik

Ns. Tri Nurhidayati, S. Kep., M. MedEd

(..................................................)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
KEPERAWATAN GERONTIK
PRE PLANNING
TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK TENTANG KOMPRES HANGAT
A. Latar Belakang
Prevalensi nyeri persendian (Arthralgia) bertambah sesuai dengan
bertambahnya usia, dan pada usia 65 tahun merupakan faktor resiko yang
menonjol untuk terjadinya Arthralgia atau nyeri sendi. Penyakit ini apabila
dibiarkan begitu saja, akan mengakibatkan prognosis penyakit ke arah yang
buruk misalnya dapat terjadi kekakuan, nyeri, dan pembengkakan pada
persendian. Banyak terapi yang bisa diberikan untuk mengurangi nyeri
persendian baik farmakologis maupun non-farmakologis. Salah satunya yaitu
dengan pemberian kompres hangat pada persendian yang sakit.
Dari hasil pengkajian yang dilakukan pada tanggal 21 Mei 2012 di
Bangsal Bougenville Unit Rehabilitasi Sosial Pucang Gading Semarang
didapatkan data bahwa ada 11 orang penerima manfaat yang tinggal di
bangsal, 63,6% penerima manfaat mengeluh sakit di persendian terutama
bagian lutut, 27,3% mengeluh sakit kepala disertai nyeri tengkuk dan 9,1%
lainnya mengeluh penglihatan kabur dan tidak nafsu makan. Dari data yang
diperoleh, didapatkan diagnosa keperawatan gangguan rasa nyaman: nyeri
persendian berhubungan dengan kekakuan pada sendi sekunder Arthralgia
(nyeri sendi).
Untuk itu berdasarkan hasil dari pengkajian data yang diperoleh, pada
TAK pertemuan kali ini para kelayan dicoba unuk diajarkan kompes hangat
guna mengurangi nyeri pada persendian.
B. Rencana Keperawatan
1. Diagnosa Keperawatan
Gangguan rasa nyaman: nyeri persendian berhubungan dengan
kekakuan pada sendi sekunder Arthralgia (nyeri sendi).
2. Tujuan Umum
Setelah dilakukan tindakan keperawatan dengan terapi aktivitas
kelompok tentang kompres hangat diharapkan penerima manfaat dapat

melakukan kompres hangat pada daerah persendian yang sakit secara


mandiri.
3. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan pada penerima manfaat
dengan terapi aktivitas kelompok tentang kompres hangat diharapkan:
a. Penerima manfaat dapat mengerti tentang kompres hangat.
b. Penerima manfaat dapat menyediakan alat-alat yang dibutuhkan secara
mandiri.
c. Penerima manfaat dapat mempraktekkan kompres hangat secara
mandiri.
C. Rancangan Kegiatan
1. Topik
Menurunkan Nyeri Sendi dengan Kompres Hangat
2. Metoda
Ceramah, Tanya jawab, demonstrasi, dan re demonstrasi
3. Media dan Alat Bantu
a. Pengeras Suara
b. Flipchart
c. Leaflet
d. Alat peraga:
1) Air hangat
2) Baskom
3) Lap/ waslap
4) Handuk kering
5) Botol kosong
6) Corong kecil
4. Waktu
Terapi aktivitas kelompok akan dilaksanakan pada:
Hari/tanggal

: Rabu/23 Mei 2012

Waktu

: 09.30 10.00 WIB

Tempat

: Bangsal Bougenville Unit Rehabilitasi Sosial Pucang


Gading Semarang

5. Strategi Pelaksanaan
a. Pembukaan (5 menit)
1) Memberikan salam
2) Memperkenalkan diri
3) Menjelaskan tujuan
4) Apersepsi
b. Penyajian/isi (20 menit)
1)

Menjelaskan pengertian kompres hangat

2)

Menjelaskan manfaat kompres hangat

3)

Menjelaskan alat dan bahan untuk kompres hangat

4)

Memdemonstrasikan cara melakukan kompres hangat

c. Penutup (5 menit)
1) Melakukan evaluasi
2) Menyimpulkan
3) Mengucapkan salam
6. Pengorganisasian Kelompok
a. Leader

: Wasis Joko Budi Utomo, S. Kep

Tugas :
1) Memimpin jalannya terapi aktivitas kelompok
2) Menyajikan materi terapi aktivitas kelompok
b. Fasilitator : Agus Tri Darto, S. Kep dan M. Ismanto, S. Kep
Tugas :
1) Memfasilitasi kelayan agar berperan aktif dalam pelatihan
2) Membantu tugas leader dalam melatih keterampilan kelayan
c. Observer : Muazizah Umami, S. Kep
Tugas :
1) Membuat resume
2) Membacakan kesimpulan
7. Setting tempat :

Keterangan :
: Leader
: Fasilitator
: Observer
: Penerima Manfaat
8. Kriteria Evaluasi
a. Evaluasi struktur
1) Pre planning terapi aktivitas kelompok telah siap sebelum
penyuluhan dimulai.
2) Tempat dan media terapi aktivitas kelompok siap sebelum
penyuluhan dimulai.
3) Leader telah siap memimpin jalannya terapi aktivitas kelompok.
b. Evaluasi proses
1) Leader, fasilitator, dan observer berperan sesuai dengan perannya.
2) Penerima manfaat mengikuti terapi aktivitas kelompok hingga
selesai.
3) Terapi aktivitas kelompok berlangsung sesuai dengan jadwal dan
waktu yang telah ditentukan.
4) Adanya tanya jawab/diskusi/feeed back.
5) Media dapat digunakan secara efektif.
6) Penerima manfaat dapat mengerti terapi aktivitas kelompok
tentang kompres hangat
c. Evaluasi hasil
No
Pertanyaan
Jawaban lansia
1
Apa yang dimaksud Kompres hangat adalah
dengan kompres hangat suatu prosedur menggunakan
?
kain / handuk yang telah di
celupkan pada air hangat,
yang
ditempelkan
pada
bagian tubuh tertentu.
2
Sebutkan
manfaat Manfaat kompres hangat
kompres hangat?
adalah memberikan rasa
hangat pada daerah tertentu
dengan menggunakan cairan
atau alat yang menimbulkan
hangat pada bagian tubuh
yang memerlukan. Tindakan
ini selain untuk melancarkan

Sebutkan
alat
dan
bahan kompres hangat?

Bagaimana
melakukan
hangat?

cara
kompres

sirkulasi darah juga untuk


menghilangkan rasa sakit,
merangsang peristaltic usus,
pengeluaran getah radang
menjadi
lancer,
serta
memberikan ketenangan dan
kesenangan pada klien.
Pemberian
kompres
dilakukan
pada radang
persendian, kekejangan otot,
perut
kembung,
dan
kedinginan.
Alat dan bahan yang
dipersiapkan untuk kompres
hangat adalah
1. Larutan kompres berupa
air hangat 40 C dalam
wadahnya ( dalam kom )
2. Handuk / kain / wash lap
untuk kompres
3. Handuk pengering
4. Sarung tangan
5. Botol kosong
Cara melakukan kompres
hangat adalah
1. Cuci tangan
2. Basahi kain pengompres
dengan air, peras kain
sehingga tidak terlalu
basah.
3. Letakkan kain pada
daerah
yang
akan
dikompres ( bagian
persendian yang sakit ).
4. Tutup kain kompres
dengan handuk kering
5. Apabila
kain
telah
kering atau suhu kain
relative menjadi dingin,
masukkan kembali kain
kompres ke dalam cairan
kompres dan letakkan
kembali
di
daerah
kompres,
lakukan
berulang-ulang hingga
efek yang diinginkan
dicapai
(
nyeri
berkurang)
6. Evaluasi hasil dengan
mengkaji tingkat nyeri
pada pasien
7. Setelah
selesai,
keringkan
daerah

kompres atau bagian


tubuh yang basah dan
rapikan alat
8. Cuci tangan
Standar evaluasi hasil :
Baik

: bila dapat menjawab semua pertanyaan (4 pertanyaan)

Cukup

: bila dapat menjawab 2 3 pertanyaan dari 4 pertanyaan

Kurang

: bila hanya dapat menjawab 1 pertanyaan dari 4 pertanyaan

LAMPIRAN MATERI
KOMPRES HANGAT

1. Pengertian
Adalah suatu prosedur menggunakan kain / handuk yang telah di celupkan
pada air hangat, yang ditempelkan pada bagian tubuh tertentu.
2. Manfaat Kompres Hangat
Adapun manfaat kompres hangat adalah memberikan rasa hangat pada daerah
tertentu dengan menggunakan cairan atau alat yang menimbulkan hangat pada
bagian tubuh yang memerlukan. Tindakan ini selain untuk melancarkan
sirkulasi darah juga untuk menghilangkan rasa sakit, merangsang peristaltic
usus, pengeluaran getah radang menjadi lancer, serta memberikan ketenangan
dan kesenangan pada klien. Pemberian kompres dilakukan pada radang
persendian, kekejangan otot, perut kembung, dan kedinginan.
3. Alat dan bahan
a. Larutan kompres berupa air hangat 40 C dalam wadahnya ( dalam kom )
b. Handuk / kain / wash lap untuk kompres
c. Handuk pengering
d. Sarung tangan
e. Botol kosong
4. Prosedur
a. Beri tahu klien, dan siapkan alat, klien, dan lingkungan.
b. Cuci tangan
c. Basahi kain pengompres dengan air, peras kain sehingga tidak terlalu
basah.
d. Letakkan kain pada daerah yang akan dikompres ( bagian persendian yang
sakit ).
e. Tutup kain kompres dengan handuk kering
f. Apabila kain telah kering atau suhu kain relative menjadi dingin, masukkan
kembali kain kompres ke dalam cairan kompres dan letakkan kembali di
daerah kompres, lakukan berulang-ulang hingga efek yang diinginkan
dicapai ( nyeri berkurang)
g. Evaluasi hasil dengan mengkaji tingkat nyeri pada pasien

h. Setelah selesai, keringkan daerah kompres atau bagian tubuh yang basah
dan rapikan alat
i. Cuci tangan

DAFTAR PUSTAKA
Darmojo. 1999. Keperawatan Gerontik. Jakarta: EGC.
Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aeucaleptus.
Marlynn, Doengoes. 2000. Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC.
Sudoyo, Aru. 2006. Ilmu Penyakit Dalam, Edisi IV. Jakarta: FKUI.
Suratun. 2008. Asuhan Keperawatan pada Klien Muskuloskeletal. Jakarta: EGC.