Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN


DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH DASAR-DASAR
MANAJEMEN PRODI BIOLOGI SEMESTER 5

DISUSUN OLEH
NAMA

: JUNANDI

NIM

: H14112068

DOSEN PENGAMPU

: RIZALINDA, S.Si, M.Si

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2014

KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah saya ucapkan kepada Allah SWT karena atas berkat dan HidayahNya lah makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Makalah dengan judul
Manajemen Keuangan ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Dasar-dasar
Manajemen.
Penyusun juga menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini, khususnya kepada kedua orang tua dan kepada Ibu
Rizalinda, S.Si, M.Si. selaku dosen mata kuliah Dasar-dasar Manajemen.
Makalah ini di harapkan dapat bermanfaat dan berguna pada saat ini ataupun di kemudian
hari. Saya menyadari masih adanya kekurangan dalam penyusunan makalah ini, mudah-mudahan
dengan adanya kekurangan tersebut penulis ataupun pembaca dapat memperbaikinya dengan
memberikan kritik dan saran sehingga akan ada kemajuan yang lebih baik dari sebelumnya.

Pontianak, Oktober 2014

Junandi

DAFTAR ISI
1. Kata Pengantar ..i
2. Daftar Isi ...ii
3. BAB I PENDAHULUAN .1
4. BAB II PEMBAHASAN ..2
a. Pengertian manajemen keuangan ....2
b. Tanggung jawab manajemen keuangan ..4
c. Kedudukan Manajer Keuangan Dalam Struktur Organisasi Perusahaan ..4
d. Tujuan manajemen keuangan .5
e. Lingkungan keuangan .6
f. Masalah keagenan. ..7
5. BAB III KESIMPULAN ..9
6. Daftar Pustaka ..10

ii

BAB I
PENDAHULUAN

Perusahaan tentu memerlukan manajemen yang baik dalam perusahaan dan sesuai
standart juga memenuhi kode etik yang berlaku. Hal-hal yang menyangkut peraturan dari
perusahaan ini dikarenakan perusahaan membutuhkan manajemen, manajemen inilah yang
menjadi pondasi bagi sebuah perusahaan. Dimana manajemen adalah pilar tertinggi bagi
sebuah perusahaan, makanya dalam peraturan sebuah manajemen keuangan pun biasanya
sebuah perusahaan tak main-main dalam mengatur manajemen yang ada, termasuk mencari
pelaku manajemen untuk mengembangkan sebuah perusahaan. Pelaku manajemen adalah
seseorang yang memberi keputusan (decision making) dalam setiap masalah yang muncul
sehari-hari ,dan memberi peraturan yang dianggap paling benar sebagai pemecah solusi yang
ada (Sutrisno, 2001).
Perusahaan yang baik tentulah perusahaan yang memiliki manajemen yang baik
contohny Manajemen Keuangan dalam sebuah perusahaan. Karena jika sebuah perusahaan
tidak memiliki manajemen yang baik hal ini mempengaruhi keberlangsungan perkembangan
sebuah perusahaan. Jika perusahaan dapat mengemukakan dan mempraktekkan manajemen
sesuai kode etik yang baik diharapkan sebuah perusahaan dapat bertahan disaat persaingan
yang ketat di era globalisasi, karena manajemen keuangan menjadi pemicu utama suksesnya
sebuah perusahaan (Sutrisno, 2001).

BAB II
PEMBAHASAN

A.

Pengertian Manajemen Keuangan


Manajemen keuangan merupakan salah satu bidang manajemen fungsional dalam

suatu perusahaan, yang mempelajari tentang penggunaan dana, memperoleh dana dan
pembagian hasil operasi perusahaan
Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer
keuangan. Meskipun tugas dan tanggung jawabnya berlainan di setiap perusahaan, tugas
pokok manajemen keuangan antara lain meliputi : keputusan tentang

investasi,

pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian dividen suatu perusahaan (Sugiyono,


2004).
Manajer keuangan berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak
dari investasi pada berbagai aktiva dan pemilihan sumber-sumber dana untuk membelanjai
aktiva-aktiva

tersebut.

Untuk

membelanjai

kebutuhan

dana tersebut, manajer

keuangan dapat memenuhinya dari sumber yang berasal dari luar perusahaan
dan dapat juga yang berasal dari dalam perusahaan. Sumber dari luar perusahaan berasal
dari pasar modal, yaitu pertemuan antara pihak membutuhkan dana dan pihak yang
dapat menyediakan dana. Dana yang berasal dari pasar modal ini dapat berbentuk
hutang (obligasi) atau modal sendiri (saham). Sumber dari dalam perusahaan berasal dari
penyisihan laba perusahaan (laba ditahan), cadangan, maupun depresiasi.
Setelah dana diperoleh, dana tersebut harus digunakan untuk membelanjai
operasi perusahaan. Dana akan tertanam pada berbagai kekayaan riil perusahaan, baik
kekayaan yang berwujud atau pun yang tidak berwujud. Sedangkan sumber- sumber dana
perusahaan, baik kekayaan yang berwujud atau pun yang tidak berwujud. Sedangkan
sumber-sumber dana perusahaan akan diwujudkan dalam berbagai aktiva finansial, yaitu
selembar kertas yang mempunyai nilai pasar, karena dengan memiliki kertas tersebut,
pemilik dapat memperoleh penghasilan (baik yang tetap, atau pun tidak tetap).
Besar kecilnya dana yang harus diperoleh oleh manajer keuangan tentu saja
harus disesuaikan dengan kebutuhan untuk operasi perusahaan itu. Penggunaan dana untuk
2

operasi perusahaan dapat digunakan untuk keperluan yang sangat bermacam- macam.
Tetapi kalau dipandang dari dimensi waktunya, maka penggunaan dana tersebut dapat
untuk modal kerja (jangka pendek) dapat juga untuk investasi modal (jangka panjang).
Setelah dana tersebut dipergunakan, maka diharapkan perusahaan dapat memperoleh
keuntungan dari penggunaan dana tersebut. Apabila perusahaan memperoleh keuntungan
maka harus diputuskan apakah keuntungan ini akan dibagikan

kepada

pemilik

modal ataukah diinvestasikan kembali ke dalam perusahaan.


Dengan demikian maka manajer keuangan intinya harus melakukan tugas- tugas
utama (fungsi) yaitu: memperoleh dana dan menggunakan dana tersebut. Untuk
memperoleh dana, ia harus mengambil keputusan pembelanjaan, yaitu mencari dana
dari pasar modal (dalam bentuk hutang maupun modal sendiri/saham). Di samping itu,
dana juga dapat diperoleh dari hasil operasi perusahaan. Besar- kecilnya dana ini
tergantung pada kebijakan dividen, yaitu penentuan besar-kecilnya keuntungan yang harus
dibagi (dan ditahan). Semakin banyak yang ditahan, semakin banyak

dana

yang

diperoleh dari dalam perusahaan. Untuk fungsi menggunakan dana, manajer keuangan
harus mengambil keputusan investasi yaitu penentuan untuk apa dana yang dimiliki oleh
perusahaan akan dipergunakan (Sugiyono, 2004).
Kegiatan penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut
empat (4) aspek yaitu (Mulyadi, 2001) :
1.

Pertama, yaitu dalam perencanaan dan peramalan, dimana manajer keuangan


harus bekerja sama dengan para manajer lain yang ikut bertanggung jawab atas
perencanaan umum perusahaan.

2.

Kedua, manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan


investasi dan pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan dengannya.

3. Ketiga, manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain di perusahaan
agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin
4.

Keempat, menyangkut penggunaan pasar uang dan pasar modal, manajer


keuangan menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, di mana dana
dapat diperoleh dan surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan.
Dari ke empat aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas pokok manajer

keuangan berkaitan

dengan

keputusan

investasi

dan

pembiayaannya.

Dalam
3

menjalankan fungsinya,

tugas

manajer

keuangan

berkaitan

langsung

dengan

keputusan pokok perusahaan dan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

B.

Tanggung Jawab Manajer Keuangan


Manajer Keuangan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap apa yang telah

dilakukannya. Ada pun keputusan keuangan yang menjadi tanggung jawab manajer
keuangan dikelompokkan ke dalam tiga (3) jenis (M. Fuad, 2000) :
1. Mengambil keputusan investasi (investment decision)
Menyangkut masalah pemilihan investasi yang diinginkan dari sekolompok
kesempatan yang ada, memilih satu atau lebih alternatif investasi yang dinilai paling
menguntungkan.
2. Mengambil keputusan pembelanjaan (financing decision)
Menyangkut masalah pemilihan berbagai bentuk sumber dana yang tersedia untuk
melakukan investasi, memilih satu atau lebih alternatif pembelanjaan yang
menimbulkan biaya paling murah.
3. Mengambil keputusan dividen (dividend decision)
Menyangkut masalah penentuan besarnya persentase dari laba yang akan
dibayarkan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham, stabilitas
pembayaran dividen, pembagian saham dividen dan pembelian kembali sahamsaham.
Keputusan-keputusan tersebut harus diambil dalam kerangka tujuan yang
seharusnya dipergunakan oleh perusahaan yaitu memaksimumkan nilai perusahaan. Nilai
perusahaan adalah harga yang terbentuk seandainya perusahaan dijual. Apabila
perusahaan go public maka nilai perusahaan ini akan dicerminkan oleh harga
saham perusahaan tersebut. Dengan meningkatnya nilai perusahaan, maka pemilik
perusahaan menjadi lebih makmur sehingga mereka menjadi lebih senang.

C. Kedudukan Manajer Keuangan Dalam Struktur Organisasi Perusahaan


Di dalam perusahaan yang besar bidang keuangan dipimpin oleh seorang manajer
keuangan (chief funancial manager). Manajer keuangan atau sering disebut direksi
keuangan melaporkan secara langsung kepada direktur keuangan atau presiden
4

direktur.
Sedangkan di dalam departemen keuangan dalam suatu perusahaan dibagi lagi ke
dalam beberapa bagian/divisi yang dipunyai oleh seorang kepada divisi meliputi (Ikatan
Akuntansi Indonesia, 2002) :
1.

Divisi anggaran, bertanggung jawab untuk mempersiapkan dan memperbaiki


bugdet operasi (operating bugdet)

2.

Divisi penganggaran modal (capital budgeting) yang bertanggung jawab untuk


mempersiapkan analisis pengeluaran modal

3.

Divisi

perencanaan

keuangan,

yang

bertanggung

jawab

untuk

mengambil

alternatif pemenuhan kebutuhan dana jangka panjang


4.

Divisi perencanaan keuangan jangka pendek, yang bertanggung jawab terhadap


pemenuhan kebutuhan dana jangka pendek, serta investasi jangka pendek pada
surat berharga (marketable securities)

5.

Divisi kredit, bertanggung jawab untuk menentukan kredit yang akan diberikan
kepada langganan, disamping itu divisi ini juga bertanggung jawab dalam
negoisasi dengan kreditor (lembaga keuangan Bank dan bukan Bank)

6.

Divisi hubungaan masyarakat (human relation), bertanggung jawab terhadap


pembentukan

image/komunikasi

antara

perusahaan,

pemegang

saham,

para

investor dan masyarakat keuangan secara umum.

D.

Tujuan dari Manajemen Keuangan


Tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan kemakmuran pemegang

saham atau memaksimumkan nilai perusahaan, bukan memaksimumkan profit. Arti


memaksimumkan profit, berarti mengabaikan tanggung jawab social, mengabaikan risiko,
dan berorientasi jangka pendek. Sedangkan arti memaksimumkan kemakmuran pemegang
saham atau nilai perusahaan sebagai berikut (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2002) :
1.

Berarti memaksimumkan nilai sekarang (present value) semua keuntungan di masa


datang yang akan diterima oleh pemilik perusahaan.

2. Berarti lebih menekankan pada aliran hasil bukan sekedar laba bersih dalam pengertian
akuntansi.
Kelebihan tujuan memaksimumkan nilai perusahaan/kemakmuran pemegang saham

adalah secara konseptual jelas sebagai pedoman di dalam pengambilan keputusan


yang memprtimbangkan faktor risiko. Dalam pencapaian tujuan tersebut, manajemen
keuangan harus dapat menyeimbangkan kepentingan pemilik, kreditor, dan pihak lain
yang berkaitan dengan perusahaan.
Memaksimumkan

kemakmuran

pemegang saham/pemilik

perusahaan

tidak

mengingkari adanya social objectives dan kewajiban sosial. Tanggung jawab sosial adalah
satu aspek penting dari tujuan perusahaan, maksudnya:
1. Keberhasilan memaksimumkan nilai perusahaan akan memberikan sumbangan
yang berarti kepada lingkungan sosial secara keseluruhan.
2. Pengaruh (dampak) lingkungan eksternal seperti polusi, keselamatan kerja,
keamanan produk juga harus diperhitungkan.
3. Kepekaan terhadap faktor eksternal merupakan salah satu syarat penting agar
perusahaan tetap dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.
4. Perusahaan harus dapat memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dalam
kendala legal dan sosial dan bertanggung jawab terhadap perubahan lingkungan.

E.

Lingkungan Keuangan
Aspek lingkungan yang penting dipahami para manajer keuangan adalah sektor

keuangan di bidang perekonomian, yang terdiri dari pasar keuangan (financial markets),
lembaga

keuangan

(financial

institutions)

dan

instrumen

keuangan (financial

instruments) (Gitman, Lawrence. J, 2000).


1. Pasar keuangan, menunjukkan pertemuan antara permintaan dan penawaran akan aktiva
finansial (financial asset) atau sering disebut sebagai sekurities. Sekurities adalah secarik
kertas (surat) yang mempunyai nilai pasar karena surat tersebut menunjukkan klaim atas
aktiva riil perusahaan (misalnya mesin-mesin, pabrik, bahan baku, barang dagangan,
merek dagang, dll.).

2. Lembaga keuangan yaitu lembaga yang berperan sebagai lembaga intermediari (financial
intermediation) dengan mempertemukan unit surplus dengan unit defisit. Contoh
lembaga keuangan dalam sistem moneter adalah Bank sentral, Bank pencipta uang
giral/bank umum. Lembaga keuangan dan di luar sistem moneter

(bank

bukan

pencipta uang giral/BPR), lembaga pembiayaan, perusahaan asuransi, dana pensiun,

lembaga di bidang pasar modal, dll.

3. Instrument keuangan, contohnya adalah uang, saham, hutang, dan surat berharga di
pasar uang dan pasar modal lainnya

F.

Masalah keagenan
Masalah keagenan atau Agency Problem adalah konflik yang timbul antara pemilik,

karyawan, dan manajer perusahaan di mana ada kecenderungan manajer lebih mementingkan
tujuan individu daripada tujuan perusahaan. Agency problem muncul terutama apabila
perusahaan menghasilkan free cash flows yang sangat besar (Jensen, 1992, dalam Agus
Sartono, 1998). Free cash flows adalah aliran kas bersih yang tidak dapat diinvestasikan
kembali karena tidak tersedia kesempatan investasi yang profitable (S. Munawir, 2002).
1. Pemegang saham dengan manajer (sering terjadinya perbedaan kepentingan antara
pemegang saham dan manajer, sehingga untuk meminimalisasinya pemilik biasanya
memberikan fasilitas yang bagus dan kadang juga berupa saham kepada manajer,agar
manajer bertindak seperti sebagai pemegang saham).
2. Manajer dengan kreditor (misalnya, ketika perusahaan sudah dalam keadaan pailit,
dan kreditor menginginkan perusahaan dilikuidasi, tapi manajer masih berusaha untuk
mempertahankan perusahaan dan berusaha untuk memperbaikinya).
3. Manajer, pemegang saham dan kreditor dalam kasus perusahaan menghadapi kesulitan
keuangan.
Dalam upaya meminimumkan agency problem diperlukan biaya yang disebut agency
costs dan tercermin dalam empat alternatif:
1. Pengeluaran untuk monitoring seperti halnya biaya untuk pemeriksaan akuntansi dan
prosedur pengendalian intern.
2. Pengeluaran insentif sebagai kompensasi untuk manajemen atas prestasi yang konsisten
memaksimumkan nilai perusahaan. Bentuk insentif yang umum adalah stock option
yaitu pemberian hak kepada manajemen untuk membeli saham perusahaan di masa
yang akan datang dengan harga yang telah ditentukan.
3. Bentuk yang kedua adalah performance shares yaitu pemberian saham kepada
manajemen atas pencapaian tujuan pencapaian tingkat return tertentu. Bentuk insentif lain
adalah cash bonus atau bonus kas yang dikaitkan dengan pencapaian tujuan tertentu.
4. Fidelity bond adalah kontrak antara perusahaan dengan pihak ketiga di mana pihak

ketiga bonding company setuju untuk membayar perusahaan jika manajer berbuat
tidak jujur sehingga menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
5. Golden parachetus dan poison pill dapat dipergunakan pula untuk mengurangi konflik
antara manajemen dan pemegang saham. Golden parachutes adalah suatu kontrak antara
manajemen

dan

pemegang

saham

yang

menjamin

bahwa manajemen akan

mendapat kompensasi sejumlah tertentu apabila perusahaan dibeli oleh perusahaan


lain atau terjadi

perubahan pengendalian perusahaan. Poison pill adalah usaha

pemegang saham untuk menjaga agar perusahaan tidak diambil alih oleh perusahaan lain.

BAB III
KESIMPULAN

Fungsi manajemen keuangan adalah merencanakan untuk memaksimumkan nilai


perusahaan. Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer lainnya yang
bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan. Manajer keuangan harus memusatkan
perhatian pada berbagai keputusan investasi dan pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan
dengannya. Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer di perusahaan agar
perusahaan

dapat

beroperasi

seefisien

mungkin.

Manajer

keuangan

harus

mampu

menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, di mana perusahaan dapat memperoleh


dana dan surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan.
Tujuan

manajemen

keuangan

adalah

memaksimumkan

nilai

perusahaan.

Memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari
kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi.

DAFTAR PUSTAKA

Bambang Riyanto, 2001, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi Keempat,


Cetakan Ketujuh, Yogyakarta : BPFE.
Brigham, Eugene F dan Michael C Ehrhard, 2002, Financial Management (Theory and
Practice), Tenth Edition, Thomson Learning Inc.
Cornellius Trihendradi, 2005, SPSS 13.0 Analisis Data Statistik, Yogyakarta : ANDI.
Dwi Prastowo dan Rifka Julianti, 2002, Analisis Laporan Keuangan (Konsep dan
Aplikasi), Edisi Revisi, Yogyakarta : YPKN.
Gitman, Lawrence. J, 2000, Principle of Managerial Finance, Addison-wesley.
Husein Umar, 2002, Metode Riset Bisnis, Jakarta : PT. Gramedia.
Ikatan Akuntansi Indonesia, 2002, Standar Akuntansi Keuangan, Jakarta.
Martono SU dan D. Agus Harjito, 2002, Manajemen Keuangan, Edisi Pertama, Cetakan
Kedua, Yogyakarta : Ekorisia.
M. Fuad, 2000, Pengantar Bisnis, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. Mulyadi,
2001, Sistem Akuntansi, Edisi Ketiga, Yogyakarta : Salemba Empat.
R. Agus Sartono, 2001, Manajemen Keuangan (Teori dan Aplikasi), Edisi Keempat,
Cetakan Ketujuh, Yogyakarta : BPFE, Yogyakarta.
Ridwan S. Sundjaja dan Inge Barlian, 2002, Manajemen Keuangan Satu, Edisi
Keempat, Prenhallindo, Jakarta.
Ridwan S. Sundjaja dan Inge Barlian, 2002, Manajemen Keuangan Dua, Edisi
Keempat, Literata Lintas Media, Jakarta.
Skousen Fred K, 2001, Akuntansi Keuangan Menengah, Edisi Pertama, Thomson
Learning.
S. Munawir, 2002, Analisis Laporan Keuangan, Liberty, Yogyakarta.
Sugiyono, 2004, Metode Penelitian Bisnis, Cetakan Keenam, Alfabeta, Bandung.
10
00

Sutrisno, 2001, Manajemen Keuangan, Edisi Pertama, Cetakan Kedua, EKONISIA,


Yogyakarta.
Sutrisno, 2003, Manajemen Keuangan (Teori, Konsep, dan Aplikasi), Edisi Pertama,
Cetakan Kedua, EKONISIA, Yogtakarta.
Wahid Sulaiman, 2004, Analisis-Analisis Regresi menggunakan SPSS, Yogyakarta :
ANDI.

11