Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PRILAKU HIDUP SEHAT DAN BERSIH (PHBS)


DI RUANG 7B ANAK RSUD dr. SAIFUL ANWAR
MALANG

OLEH KELOMPOK III


AKHMAD HERFIANSYAH
ALLIANSYAH
MARGARETHA L.S
NURLAILA

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2014

SATUAN ACARA PENYULUHAN


PRILAKU HIDUP SEHAT DAN BERSIH (PHBS)
DI RUANG 7B ANAK RSUD dr. SAIFUL ANWAR
MALANG

Oleh :
Kelompok III
AKHMAD HERFIANSYAH
ALLIANSYAH
MARGARETHA L.S
NURLAILA

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2014

LEMBAR PENGESAHAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN
PRILAKU HIDUP SEHAT DAN BERSIH (PHBS)
DI RUANG 7B ANAK RSUD dr. SAIFUL ANWAR
MALANG

Oleh
KELOMPOK III

Telah disahkan pada hari/tanggal : ....................................

Pembimbing Lahan

Pembimbing Institusi

Khoiril Nisah, S. Kep. Ns

Neni Maemunah, S. Kep

Tanggal :

Tanggal :

PAKET PENYULUHAN
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
Pokok Bahasan

: Perilaku hidup bersih dan sehat

Sasaran

: Pasien, keluarga pasien, dan pengunjung

Tempat

: Ruang 7B Penyuluhan IRNA IV

Hari/Tanggal

: Jumat, 12 September 2014

Waktu

: 30 menit

Penyuluh

: Tim PKRS IRNA IV

Latar Belakang
Pola hidup sehat merupakan perwujudan paradigma sehat yang berkaitan
dengan perilaku perorangan, keluarga, kelompok yang berorientasi sehat dengan
meningkatkan, memelihara dan melindungi kualitas kesehatan baik fisik, mental,
spiritual maupun sosial. PHBS di lingkungan rumah sakit merupakan bentuk
perilaku yang harus dimiliki oleh petugas kesehatan, pasien, keluarga pasien dan
pengunjung. Tidak dipungkiri bahwa di rumah sakit merupakan sumber
penyebaran virus, bakteri dan mikroorganisme yang berasal dari pasien dan
tempat berkumpulnya orang sakit dan sehat yang menjadi sumber penularan
penyakit bagi pasien, petugas kesehatan maupun pengunjung. Tidak jarang antar
sesama pasien dapat menularkan penyakit, Tentunya hal tersebut dapat terjadi jika
masyarakat rumah sakit tidak ikut serta dalam perilaku hidup bersih dan sehat.
Berdasarkan data tahun 2004 Departemen Kesehatan, ternyata infeksi
Nosokomial merupakan salah satu penyumbang penyakit tertinggi. Persentase
tingkat risiko terjangkitnya Infeksi Nosokomial pada Rumah Sakit Umum
mencapai 93,4% sedangkan Rumah Sakit Khusus hanya 6,6%. Antara 1,6-80,8 %
merupakan Infeksi Nosokomial pada penyakit saluran pencernaan.
Untuk perilaku sehat bentuk konkritnya yatu perilaku proaktif memelihara
dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi
diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan.
Mengingat dampak dari perilaku terhadap derajat kesehatan cukup besar ( 30-35%
terhadap derajat kesehatan), maka diperlukan berbagai upaya untuk mengubah

perilaku yang tidak sehat menjadi sehat. Salah satunya melalui program perilaku
hidup bersih dan sehat (PHBS). Oleh karena itu, kami sebagai penyuluh tertarik
untuk mengambil tema penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat di
lingkungan rumah sakit
A. Tujuan intruksional
2.1

Tujuan umum

Setelah mengikuti penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat selama 30
menit peserta dapat mengerti pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan
sehat
2.2

Tujuan khusus
Setelah mendapat penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat di

lingkungan rumah sakit, diharapkan peserta mampu menjelaskan tentang :


2.2.1

Mengetahui pengertian perilaku hidup bersih dan sehat

2.2.2

Manfaat hidup bersih dan sehat

2.2.3

Indikator perilaku hidup bersih dan sehat

B. Sasaran
Sasaran penyuluhuan adalah pasien, keluarga pasien, dan pengunjung.
C. Metode
Metode penyuluhan yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan
demonstrasi.
D. Media
Media yang digunakan saat penyuluhan adalah leaflet, LCD, laptop

E. Kegiatan Belajar Mengajar


Tahap
Pembukaan

Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan peserta
5 menit Membuka
dengan Mendengarkan
salam

Metode
Ceramah

Media
-

Mendengarkan

Ceramah

Leaflet

Memberikan

,Tanya

Memperhatikan

Memperkenalkan diri
Menjelaskan

maksud

Menjawab
pertanyaan

dan tujuan penyuluhan


Kontrak waktu
Menggali pengetahuan
peserta

sebelum

dilakukan penyuluhan
Penyajian

15 menit Menjelaskan tentang:


1.Mengetahui
pengertian

perilaku

tanggapan

dan jawab

hidup bersih dan sehat

pertanyaan

2.Manfaat hidup bersih

mengenai hal yang asi

dan sehat

kurang dimengerti

3.Indikator

demonstr

perilaku

hidup bersih dan sehat


Memberi

kesempatan

untuk bertanya/diskusi
tentang
Penutup

materi

penyuluhan
10 menit Menggali pengetahuan Menjawab
peserta

setelah

dilakukan penyuluhan
Menyimpulkan

hasil

kegiatan penyuluhan
Menutup dengan salam

F. Evaluasi
a. Proses

Ceramah

pertanyaan

,Tanya

Memberikan

jawab

tanggapan balik

Leaflet

- Jumlah peserta penyuluhan minimal 5 peserta


- Media yang digunakan adalah leaflet, LCD, laptop
- Waktu penyuluhan adalah 30 menit
- Persiapan penyuluhan dilakukan beberapa hari sebelum kegiatan
penyuluhan
- Pembicara diharapkan menguasai materi dengan baik
- Tidak ada peserta yang meninggalkan ruangan saat kegiatan penyuluhan
berlangsung
- Peserta aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan
b. Hasil
-

Setelah di berikan penyuluhan, diharapkan peserta penyuluhan dapat


mengerti tentang PHBS,

Diharapkan setelah dilakukan penyuluhan terdapat perubahan perilaku


kesehatan, misal mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya,
tidak meludah disembarang tempat, tidak merokok sembarangan

G. Materi (lampiran 1)
H. Daftar Pustaka (lampiran 2)

Lampiran 1
MATERI PENYULUHAN
A. PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku
kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau

keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan


aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat (Depkes RI 2008).
B. PHBS DI RUMAH SAKIT
PHBS di Rumah Sakit adalah upaya untuk memberdayakan pasien,
masyarakat pengunjung dan petugas agar tahu, mau dan mampu untuk
mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam
mewujudkan Rumah Sakit Sehat dan mencegah penularan penyakit di Rumah
Sakit.
C. TUJUAN PHBS DI RUMAH SAKIT
1. Mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat di Rumah Sakit
2. Mencegah terjadinya penularan penyakit di Rumah Sakit
3. Menciptakan Institusi kesehatan yang sehat
D. SASARAN PHBS DI RUMAH SAKIT
1. Pasien
2. Keluarga Pasien
3. Pengunjung
4. Petugas Kesehatan Rumah Sakit
5. Karyawan di Rumah Sakit
E. MANFAAT PHBS DI RUMAH SAKIT
1. Bagi Pasien/Keluarga Pasien/Pengunjung
Memperoleh pelayanan kesehatan di Rumah Sakit yang sehat
Terhindar dari penularan penyakit
Mempercepat proses penyembuhan penyakit dan peningkatan
kesehatan pasien
2. Bagi Rumah Sakit
Mencegah terjadinya penularan penyakit di Rumah Sakit
Meningkatkan citra Rumah Sakit yang baik sebagai tempat untuk
memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan kesehatan bagi
masyarakat
F. INDIKATOR PHBS
1. Menggunakan air bersih
Air adalah kebutuhan dasar yang dipergunakan sehari-hari untuk
minum, memasak, mandi, berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-

alat dapur, mencuci pakaian, dan sebagainya, agar kita tidak terkena
penyakit atau terhindar dari sakit.
2. Mencuci tangan 6 langkah dengan air bersih yang mengalir dan sabun
Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri
penyebab penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat
makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa
menimbulkan penyakit. Sabun dapat membersihkan kotoran dan
membunuh kuman, karena tanpa sabun kotoran dan kuman masih
tertinggal di tangan.
Saat penting mencuci tangan:

Sebelum dan sesudah makan

Setelah buang air besar

Sebelum dan setelah menyentuh orang sakit

Setelah menggunakan kamar mandi

Setelah batuk, bersin atau membuang ingus

Sebelum memegang bayi

Setelah mengganti popok atau pembalut

Sebelum dan setelah mengobati luka

Setelah membersihkan atau membuang sampah

Setelah menyentuh hewan atau kotoran hewan

Gbr. 6 langkah cuci tangan


3. Menggunakan jamban
Jamban

adalah

suatu

ruangan

yang

mempunyai

fasilitas

pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau


tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang
dilengkapi

dengan

unit

penampungan

kotoran

dan

air

untuk

membersihkannnya.
4. Membuang sampah pada tempatnya
Secara umum sampah dan limbah rumah sakit di bagi menjadi dua
kelompok besar yaitu; (1) Sampah klinis,

Yang di sebut sampah / klinis

adalah sampah yang dihasilkan rumah sakit dari kegiatan pelayanan medik
termasuk laboraturium dan farmasi, contoh sisa benda tajam, cairan
infeksius, jaringan tubuh, buangan farmasi, buangan laboraturium,buangan
radio aktif. (2) Sampah / limbah non klonis,

yang termasuk sampah /

limbah non klinis adalah sampah yang umumnya berasal dari kegiatan

kantor, dapur, cuci, mesin, dan buangan kamar mandi.


5. Tidak meludah sembarangan
6. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
Aktivitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang
menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan
kesehatan fisik, mental, dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap
sehat dan bugar sepanjang hari.
7. Makan buah dan sayur setiap hari
Setiap anggota rumah tangga mengkonsumsi minimal 3 porsi buah
dan 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari. Makan sayur dan buah
setiap hari sangat penting, karena mengandung vitamin dan mineral yang
mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh.
8. Tidak merokok di rumah sakit
Setiap anggota keluarga tidak boleh merokok di dalam rumah.
Rokok ibarat pabrik bahan kimia. Dalam satu batang rokor yang dihisap
akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya, diantaranya yang
paling berbahaya adalah nikotin, tar, dan Carbon Monoksida (CO).

EVALUASI PRE DAN POST


Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar!
1. Yang dimaksud PHBS adalah
a. kesadaran memperaktekkan perilaku bersih dan sehat dalam kehidupan
sehari-hari, baik dirumah
b. Perilaku menjaga kebersihan untuk menjadi sehat
2. Apa manfaat menerapkan PHBS di rumah sakit
a. Terhindar dari penularan penyakit
b. Mempercepat penyembuhan penyakit
3. Apa indikator perilaku hidup bersih dan sehat di sarana kesehatan
a. Menimbang bayi
b. Mencuci tangan pada saat-saat tertentu
4. Berapa langkah yang harus dilakukan saat mencuci tangan
a. 7 langkah
b. 6 langkah

Daftar Pustaka
Depkes RI, 2007. Buku Saku Rumah Tangga Sehat dengan PHBS, Pusat Promosi
Kesehatan, Jakarta, 2007.
Dinkes Kabupaten Buleleng. 2010. Panduan PHBS Bagi Petugas Puskesmas.
http://dinkes.bulelengkab. go.id/?p=260