Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Kesehatan, itulah salah satu fokus utama yang terpenting dalam menjalani hidup ini.
Kesehatan itu sangat mahal harganya. Begitulah para dokter bilang. Mahal bukan berarti
bisa dibeli di sembarang tempat. Mahal di sini adalah karena kesehatan justru tidak dapat
didapatkan di mana pun. Sehat adalah pemberian Allah SWT yang mana manusia hanya
bisa menerima dengan ikhlas serta memanfaatkannya sebaik mungkin.

Adapun cara untuk memanfaatkan sebuah kesehatan yaitu dengan cara menggunakannya
sebaik mungkin dalam hal yang bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang
lain. Akan tetapi, saat ini banyak yang tidak mengindahkan hal demikian. Sehingga,
berbagai macam penyakit datang silih berganti. Parahnya lagi, penyakit tersebut justru
adalah pendatang baru yang masih jarang sekali obatnya. HIV AIDS misalnya. HIV
AIDS adalah hasil dari kegiatan yang tidak mengindahkan kesehatan.
Karena kesehatan itu dibutuhkan oleh siapapun dan sampai kapanpun. Maka peluang
besar pun tercipta. Yang saya maksud di sini adalah peluang bisnis. Peluang bisnis yang
membidik kesehatan sebagai main poin product masih sangat sedikit. Bahkan masih bisa
dihitung dengan jari saja
1.2 TUJUAN
a) Mahasiswa dapat mengetahui pengertian dari pangsa pasar dalam bidang
kesehatan.
b) Mahasiswa dapat mengetahui beragam peluang bisnis dalam pelayanan
kesehatan.
c) Mahasiswa dapat cara membangun took dalam bisnis dibidang kesehatan.
1.3 MANFAAT
a) Agar mahasiswa dapat mengetahui pengertian dari pangsa pasar dalam bidang
kesehatan.
b) Agar mahasiswa dapat mengetahui beragam peluang bisnis dalam pelayanan
kesehatan.
c) Agar mahasiswa dapat cara membangun took dalam bisnis dibidang kesehatan

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 1

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian pangsa pasar dalam bidang kesehatan


Pangsa pasar adalah sebuah indikator tentang apa yang dilakukan oleh sebuah perusahaan terhadap
kompetitornya dengan dukungan perubahan-perubahan dalam sales. Pemahaman mengenai
pangsa pasar akan membantu manajemen perusahaan untuk mengevaluasi keberhasilan
upayanya dalam menembus pasar relatif terhadap kompetitornya. Pangsa pasar perusahaan
(dalam unit) mungkin akan naik karena perusahaan menurunkan harga jual produknya
secara signifikan tapi itu bisa pula membuat revenue perusahaan turun walaupun pangsa
pasarnya naik. Oleh karena itu, perusahaan harus membuat kebijakan yan gmampu
meningkatkan pangsa pasar sekaligus meningkatkan pendapatan perusahaan.

Pengertian-pengertian market share (pangsa pasar) menurut beberapa ahli adalah sebagai
berikut:
Pangsa pasar ( Market Share) dapat diartikan sebagai bagian pasar yang dikuasaioleh suatu
perusahaan, atau prosentasi penjualan suatu perusahaan terhadap totalpenjualan para pesaing
terbesarnya pada waktu dan tempat tertentu (William J.S,1984).
Definisi Pangsa Pasar menurut Sofyan Assauri (2001 : 95 ) adalah : Pangsa
pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai olehsuatu
perusahaan yang biasanya dinyatakan dengan persentase.
Menurut Douglas W. Foster (2000:45) yang disadur oleh Bambang Kusriyantoyaitu:
Market share / pangsa pasar adalah Memecah-mecah suatu keseluruhan yang heterogen
menjadi bagian yang homogen yang mencakup para pelanggan yang mempunyai kepentingan yang
sama untuk tujuan yang berbede- beda
Pangsa pasar adalah penjualan suatu perusahaan sebagai persentase dari total penjualan
seluruh perusahaan di suatu industri. Dari definisi-definisi diatas, maka dapat disimpulkan
pangsa pasar adalah besarnya bagian pasar yang dikuasai oleh suatu perusahaan. Dengan kata lain
penguasaan suatu produk terhadap pasar atau besarnya jumlah produk yang diminta yang
dihasilkan oleh suatu perusahaan dibandingkan dengan jumlah permintaan di pasar. (David
Sukardi Kodrat(2009:199)
Kotler (2006) menyatakan bahwa pangsa pasar (Market Share) adalah besarnya bagian
penjualan yang dimiliki pesaing di pasar yang relevan.

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 2

Pangsa pasar adalah besarnya bagian pasar yang dikuasai oleh suatu perusahaan. Dengan kata lain
penguasaan suatu produk terhadap pasar atau besarnya jumlahproduk yang diminta yang di
hasilkan oleh suatu perusahaan dibandingka dengan jumlah permintaan di pasar. (Baroes (2009)

Dari definisi-definisi diatas, maka dapat disimpulkan pangsa pasar adalah besarnya bagian
pasar yang dikuasai oleh suatu perusahaan. Dengan kata lain penguasaan suatu
produk terhadap pasar atau besarnya jumlah produk yang diminta yang dihasilkan oleh suatu
perusahaan dibandingkan dengan jumlah permintaan di pasar.
Pangsa pasar ini dapat dipecah-pecah menurut wilayah politis, kawasan geografis yang lebih
besar, ukuran, pelanggan tipe pelanggan, daan teknologinya.
Selain itu marketer harus mampu menerjemahkannya target penjualan pangsa pasar karena
ini akan menunjukkan Apakah prakiraan untuk dicapai oleh tumbuh dengan pasar atau
menangkap pangsa dari pesaing. Yang terakhir hampir selalu akan lebih sulit untuk dicapai.
Pangsa pasar dimonitor untuk tanda-tanda perubahan dalam lanskap kompetitif, dan sering
drive strategis atau taktis tindakan. Meningkatkan pangsa pasar adalah salah satu tujuan
paling penting bisnis. Keuntungan utama menggunakan pangsa pasarsebagai ukuran kinerja
bisnis adalah bahwa kurang bergantung pada macroenvironmental variabel seperti keadaan
ekonomi atau perubahan dalam kebijakan pajak. Namun,peningkatan pangsa pasar mungkin
berbahaya bagi pembuat fungible produk berbahaya,terutama produk yang dijual ke pasar di
mana mereka dapat dikenakan tanggung jawabpangsa pasar.

TUJUAN
Tujuan Pangsa pasar merupakan indikator kunci dari daya saing pasar-yaitu, seberapa baik
perusahaan melakukan dibandingkan dengan pesaingnya. "Metrik ini, dilengkapi dengan
perubahan pendapatan penjualan, membantu manajer mengevaluasi permintaan primer dan
selektif dalam pasar mereka Artinya,. Memungkinkan mereka untuk menilai tidak hanya
pertumbuhan total pasar atau penurunan tetapi juga kecenderungan pilihan konsumen
diantara pesaing. Umumnya, pertumbuhan penjualan yang dihasilkan dari permintaan
primer(pertumbuhan pasar total) lebih murah dan lebih menguntungkan daripada yang
dicapai dengan menangkap saham dari pesaing Sebaliknya, kerugian dalam pangsa pasar
dapat sinyal serius masalah jangka panjang yang membutuhkan penyesuaian strategis.
Perusahaan-perusahaan dengan pangsa pasar di bawah tingkat tertentu mungkin tidak layak
Demikianpula, dalam lini produk perusahaan, tren pangsa pasar untuk produk individu
dianggap indikator awal dari kesempatan masa depan atau masalah. " [1]Penelitian juga

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 3

menunjukkan bahwa pangsa pasar merupakan aset yang diinginkan di antara perusahaan yang bersaing
[2].Para ahli, bagaimanapun, mencegah membuat pangsa pasar yang obyektif dan kriteria
yang mendasari kebijakan ekonomi. [3] Penggunaan tersebut pangsa pasar sebagai dasar
untuk mengukur kinerja perusahaan yang bersaing telah memupuk suatu sistem di mana
perusahaan mengambil keputusan sehubungan dengan kegiatan usaha mereka dengan
mempertimbangkan secara seksama dampak dari setiap keputusan pada pangsa pasar
daripesaing mereka. Hal ini umumnya diperlukan untuk riset pasar komisi (umumnya meja
/ penelitian sekunder).

FUNGSI MARKET SHARE


Market share merupakan indikator yang mampu menjelaskan tentang :
1. Kemampuan perusahaan menguasai pasar Kemampuan penguasaan pasar dapat dipandang
sebagai salah satu indicator keberhasilan. Tujuan perusahaan pada umumnya adalah
mempertahankan atau meningkatkan tingkat market share. Sehingga pencapaian
tujuan berarti juga dianggap sebagai keberhasilan perusahaan.
2. Kedudukan (posisi) Perusahaan di pasar persaingan Berdasarkan tingkat market
share, kedudukan masing-masing perusahaan dapat dilakukan urutan atau
rangkingnya dalam pasar persaingan. Secara berturut-turut posisi perusahaan dapat
di bedakan sebagai : Market Leader, Challenger,Follower, Market Nicher.

2.2 Jenis-jenis pangsa pasar dalam bidang kesehatan


2.2.1 Home Care
Pelayanan kesehatan di rumah adalah pelayanan keperawatan yang diberikan kepada
pasien di rumahnya, yang merupakan sintesa dari pelayanan keperawatan komunitas dan
keterampian teknikal tertentu yang berasal dari spesalisasi kesehatan tertentu, yang befokus
pada asuhan keperawatan individu dengan melibatkan keluarga , dengan tujuan
menyembuhkan, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan fisik, mental/ emosi pasien.
Perawatan kesehatan di rumah merupakan salah satu jenis dari perawatan jangka
panjang (Long term care) yang dapat diberikan oleh tenaga profesional maupun non
profesional yang telah mendapatkan pelatihan. Perawatan kesehatan di rumah yang
merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan adalah suatu komponen rentang
pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu
dan

keluarga

di

tempat

tinggal

mereka

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

yang

bertujuan

untuk

meningkatkan,

Page 4

mempertahankan atau memulihkan kesehatan serta memaksimalkan tingkat kemandirian dan


meminimalkan akibat dari penyakit termasuk penyakit terminal.
Pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien individual dan keluarga,
direncanakan, dikoordinasi dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang diorganisir untuk
memberi home care melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian atau kombinasi dari
keduanya (WarholaC,1980). Sherwen (1991) mendefinisikan perawatan kesehatan di rumah
sebagai bagian integral dari pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh perawat untuk
membantu individu, keluarga dan masyarakat mencapai kemandirian dalam menyelesaikan
masalah kesehatan yang mereka hadapi.
Sedangkan Stuart (1998) menjabarkan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian
dari proses keperawatan di rumah sakit, yang merupakan kelanjutan dari rencana
pemulangan (discharge planning), bagi klien yang sudah waktunya pulang dari rumah sakit.
Perawatan di rumah ini biasanya dilakukan oleh perawat dari rumah sakit semula,
dilaksanakan oleh perawat komunitas dimana klien berada, atau dilaksanakan oleh tim
khusus yang menangani perawatan di rumah.
Menurut American of Nurses Association (ANA) tahun 1992 pelayanan keseatan di
rumah adalah perpaduan perawatan kesehatan masyarakat dan ketrampilan teknis yang
terpilih dari perawat spesialis yang terdiri dari perawat komunitas, perawat gerontologi,
perawat psikiatri, perawat maternitas dan perawat medikal bedah.
Adapun

definisi

perawatan

kesehatan

di

rumah

antara

lain

1. Perawatan dirumah merupakan lanjutan asuhan keperawatan dari rumah sakit yang sudah
termasuk dalam rencana pemulangan (discharge planning ) dan dapat dilaksanakan oleh
perawat dari rumah sakit semula, oleh perawat komunitas di mana pasien berada, atau tim
keperawatan khusus yang menangani perawatan di rumah.

2. Perawatan di rumah merupakan bagian dari asuhan keperawatan keluarga, sebagai tindak
lanjut dari tindakan unit rawat jalan atau puskesmas.

3. Pelayanan kesehatan berbasis dirumah merupakan suatu komponen rentang keperawatan


kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu dan
keluarga di tempat tinggal mereka, yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan
atau memulihkan kesehatan atau memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan
akibat dari penyakit termasuk penyakit terminal.

4. Pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien individu dan keluarga, direncanakan,

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 5

dikoordinasikan dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang diorganisir untuk memberi
pelayanan di rumah melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian kerja (kontrak)
(warola,1980 dalam Pengembangan Model Praktek Mandiri keperawatan dirumah yang
disusun oleh PPNI dan Depkes).

Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan perawatan kesehatan di rumah adalah :


1. Suatu bentuk pelayanan kesehatan yang komprehensif bertujuan memandirikan klien dan
keluarganya,
2. Pelayanan kesehatan diberikan di tempat tinggal klien dengan melibatkan klien dan
keluarganya sebagai subyek yang ikut berpartisipasi merencanakan kegiatan pelayanan,
3. Pelayanan dikelola oleh suatu unit/sarana/institusi baik aspek administrasi maupun aspek
pelayanan dengan mengkoordinir berbagai kategori tenaga profesional dibantu tenaga non
profesional, di bidang kesehatan maupun non kesehatan (Depkes, 2002).

Pelayanan keperawatan yang diberikan meliputi pelayanan primer, sekunder dan tersier yang
berfokus pada asuhan keperawatan klien melalui kerjasama dengan keluarga dan tim
kesehatan lainnya. Perawatan kesehatan di rumah adalah spektrum kesehatan yang luas dari
pelayanan

sosial

yang

ditawarkan

pada

lingkungan

rumah

untuk

memulihkan

ketidakmampuan dan membantu klien yang menderita penyakit kronis (NAHC, 1994).

Perkembangan Perawatan Kesehatan di Rumah Sejauh ini bentuk-bentuk pelayanan


kesehatan yang dikenal masyarakat dalam sistem pelayanan kesehatan adalah pelayanan
rawat inap dan rawat jalan. Pada sisi lain banyak anggota masyarakat yang menderita sakit
karena berbagai pertimbangan terpaksa dirawat di rumah dan tidak dirawat inap di institusi
pelayanan kesehatan.
Faktor-faktor yang mendorong perkembangan perawatan kesehatan di rumah adalah:
1. Kasus-kasus penyakit terminal dianggap tidak efektif dan tidak efisien lagi apabila
dirawat di institusi pelayanan kesehatan. Misalnya pasien kanker stadium akhir yang
secara medis belum ada upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai kesembuhan,
2. Keterbatasan masyarakat untuk membiayai pelayanan kesehatan pada kasus-kasus
penyakit degeneratif yang memerlukan perawatan yang relatif lama. Dengan demikian
berdampak pada makin meningkatnya kasus-kasus yang memerlukan tindak lanjut
keperawatan di rumah. Misalnya pasien pasca stroke yang mengalami komplikasi

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 6

kelumpuhan dan memerlukan pelayanan rehabilitasi yang membutuhkan waktu relatif


lama,
3. Manajemen rumah sakit yang berorientasi pada profit, merasakan bahwa perawatan klien
yang sangat lama (lebih 1 minggu) tidak menguntungkan bahkan menjadi beban bagi
manajemen,
4. Banyak orang merasakan bahwa dirawat inap di institusi pelayanan kesehatan membatasi
kehidupan manusia, karena seseorang tidak dapat menikmati kehidupan secara optimal
karena terikat dengan aturan-aturan yang ditetapkan,
5. Lingkungan di rumah ternyata dirasakan lebih nyaman bagi sebagian klien dibandingkan
dengan perawatan di rumah sakit, sehingga dapat mempercepat kesembuhan (Depkes,
2002).

LandasanHukum
1. UU Kes.No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan
2. PP No. 25 tahun 2000 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah.
3. UU No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah
4. UU No. 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran
5. Kepmenkes No. 1239 tahun 2001 tentang regestrasi dan praktik perawat
6. Kepmenkes No. 128 tahun 2004 tentang kebijakan dasar puskesmas
7. Kepmenkes No. 279 tahun 2006 tentang pedoman penyelenggaraan Perkesmas.
8. SK Menpan No. 94/KEP/M. PAN/11/2001 tentang jabatan fungsonal perawat.
9. PP No. 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan
10. Permenkes No. 920 tahun 1986 tentang pelayan medik swasta

Tujuan Home Care


Tujuan Umum :
Meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga
Tujuan Khusus:
1. Terpenuhi kebutuhan dasar ( bio-psiko- sosial- spiritual ) secara mandiri.

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 7

2. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam pemeliharaan kesehatan.


3. Meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kesehatan di rumah

Menurut Drs.I Nyoman Cakra, A.Md.Kep, SH. (2006). Perawatan kesehatan di rumah
bertujuan :
1. Membantu klien memelihara atau meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidupnya,
2. Meningkatkan keadekuatan dan keefektifan perawatan pada anggota keluarga dengan
masalah kesehatan dan kecacatan,
3. Menguatkan fungsi keluarga dan kedekatan antar keluarga,
4. Membantu klien tinggal atau kembali ke rumah dan mendapatkan perawatan yang
diperlukan, rehabilitasi atau perawatan paliatif,
5. Biaya kesehatan akan lebih terkendali.

Ruang Lingkup Home Care


Ruang Lingkup Home Care, yaitu:
a. Memberi asuhan keperawatan secara komprehensif
b. Melakukan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarganya.
c. Mengembangkan pemberdayaan pasien dan keluarga

Secara umum lingkup perawatan kesehatan di rumah juga dapat dikelompokkan sebagai
berikut:
1. Pelayanan medik dan asuhan keperawatan
2. Pelayanan sosial dan upaya menciptakan lingkungan yang terapeutik
3. Pelayanan rehabilitasi dan terapi fisik
4. Pelayanan informasi dan rujukan
5. Pendidikan, pelatihan dan penyuluhan kesehatan
6. Higiene dan sanitasi perorangan serta lingkungan
7. Pelayanan perbaikan untuk kegiatan social

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 8

Menurut Rice R (2001) jenis kasus yang dapat dilayani pada perawatan kesehatan di rumah
meliputi kasus-kasus yang umum pasca perawatan di rumah sakit dan kasus-kasus khusus
yang di jumpai di komunitas.Kasus umum yang merupakan pasca perawatan di rumah sakit
adalah:
1. Klien dengan penyakit gagal jantung,
2. Klien dengan gangguan oksigenasi,
3. Klien dengan perlukaan kronis,
4. Klien dengan diabetes,
5. Klien dengan gangguan fungsi perkemihan,
6. Klien dengan kondisi pemulihan kesehatan atau rehabilitasi,
7. Klien dengan terapi cairan infus di rumah,
8. Klien dengan gangguan fungsi persyarafan,
9. Klien dengan HIV/AIDS.

Sedangkan kasus dengan kondisi khusus, meliputi :


1. Klien dengan post partum,
2. Klien dengan gangguan kesehatan mental,
3. Klien dengan kondisi usia lanjut,
4. Klien dengan kondisi terminal.
5. Klien dengan penyakit obstruktif paru kronis,

F. Prinsip Home Care


a. Pengelolaan home care dilaksanaka oleh perawat/ tim
b. Mengaplikasikan konsep sebagai dasar mengambil keputusan dalam praktik.
c. Mengumpulan data secara sistematis, akurat dan komrehensif.
d. Menggunakan data hasil pengkajian dalam menetakan diagnosa keperawatan.

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 9

e. Mengembangkan rencana keperawatan didasarkan pada diagnosa keperawatan.


f. Memberi pelayanan prepentif, kuratif, promotif dan rehabilitaif.
g. Mengevaluasi respon pasien dan keluarganya dalam intervensi keperawatan
h. Bertanggung jawab terhadap pelayanan yang bermutu melalui manajemen kasus.
i. Memelihara dan menjamin hubungan baik diantara anggota tim.
j. Mengembankan kemampuan profesional.
k. Berpartisifasi pada kegiatan riset untuk pengembangan home care.
l. Menggunakan kode etik keperawatan daam melaksanakan praktik keperawatan

Peran dan Fungsi Perawat Home Care


1. Manajer kasus : Mengelola dan mengkolaborasikan pelayanan,dengan fungsi :
a. Mengidentifikasi kebutuhan pasien dan keluarga.
b. Menyusun rencana pelayanan.
c. Mengkoordinir aktifitas tim
d. Memantau kualitas pelayanan

2. Pelaksana : memberi pelayanan langsung dan mengevaluasi pelayanan. dengan fungsi :


a. Melakukan pengkajian komprehensif
b. Menetapkan masalah
c. Menyusun rencana keperawatan
d. Melakukan tindakan perawatan
e. Melakukan observasi terhadap kondisi pasien.
f. Membantu pasien dalam mengembangkan prilaku koping yang efektif.
g. Melibatkan keluarga dalam pelayanan
h. Membimbing semua anggota keluarga dalam pemeliharaan kesehatan.
i. Melakukan evaluasi terhadap asuhan keperawatan.
j. Mendokumentasikan asuhan keperawatan.

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 10

STANDAR URAIAN TUGAS DAN FUNGSI PENGELOLA HOME CARE


A. Ketua Pengelola
a. Mengkoordinasikan semua kegiatan pengelolaan Perawatan di rumah
b. Melakukan perlakuan yang baik terhadap pelaksanaan pelayanan dan klien
c. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pelaksanaan Pelayanan
d. Melaksanakan pengawasan, pengendalian dan pembinaan terhadap kinerja pel.
e. Menyusun laporan pelaksanaan Home Care secara berkesinambungan

B. Ketua Bidang Administrasi/Keuangan


a. Mengkoordinasikan semua kegiatan administrasi dan keuangan Home Care
b. Melakukan perlakuan yang baik terhadap administrasi pengelolaan Home Care
c. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pada bidang administrasi dan
keuangan Home Care
d. Melaksanakan pengawasan, pengendalian proses adm. keuangan Home Care
e. Menyusun laporan administrasi keuangan Home Care

C. Ketua Bidang Pelayanan


a. Mengkoordinasikan semua kegiatan pelayanan perawatan
b. Melakukan perlakuan yang baik terhadap proses pelaksanaan Home Care
c. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan terhadap sumber daya manusia
keperawatan
d. Melaksanakan pengawasan, pengendalian dan pembinaan pel. Home Care.
e. Menyusun laporan kegiatan pelayanan keperawatan di rumah

D. Penanggung Jawab Kasus/ Koordinator


a. Mengkoordinasikan semua kegiatan pel. yang dilaksanakan oleh pelaksanan pel.

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 11

b. Melakukan perlakuan yang baik terhadap pelaksanaan kep. dan klien di rumah
c. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pelaksanaan kep.
d. Melaksanakan pengawasan, pengendalian dan pembinaan kepada pelaksana kep.
e. Menyusun laporan kegiatan pelayanan sesuai bidang tugasnya

E. Pelaksanan Pelayanan
a. Melaksanakan pengkajian dan menentukan diagnosa keperawatan
b. Menyusun rencana keperawatan sesuai dengan diagnosa keperawatan
c. Melaksanakan intervensi / tindakan keperawatan sesuai rencana yang ditentukan
d. Mengevaluasi kegiatan/ tindakan yang diberikan dg. berpedoman pada renpra.
e. Membuat dokumentasi tertulis pada rekam kep. setiap selesai melaksanakan tugas

F. Konsulen
a. Menerima konsultasi dari pelaksanaan keperawatan dan memberikan petunjuk / advis
sesuai kewenangannya
b. Memberikan advokasi khususnya dalam bidang tindakan medik
c.

Melaksanakan

tindakan-tindakan

medik

sesuai

kewenangannyad.

Memeriksa,

menentukan Diagnosa dan memberi terapi medik

KEGIATAN HOME CARE


A. Manajemen Kasus Home Care
1. Melakukan seleksi kasus
a. Resiko tinggi ( Bayi, balita, lansia, ibu maternal )
b. Cidera tulang belakang cidera kepala
c. Coma, Diabetes mellitus, gagal jantung, asma berat
d. Stroke
e. Amputasi

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 12

f. Ketergantungan obat
g. Luka kronish. Disfungsi kandung kemih
i. Rehabilitasi medik
j. Nutrisi melalui infuse
k. Post partum dan masalah reproduksi
l. Psikiatri
m. Kekerasan dalam rumah tangga.

2. Melakukan pengkajian kebutuhan pasien.


a. Kondii fisik
b. Kondisi psikologis
c. Status sosial ekonomi
d. Pola prilaku pasien
e. Sumber- sumber yang tersedia di keluarga pasien

3. Membuat perencanaan pelayanan


a. Membuat rencana kunjungan
b. Membuat rencana tindakan
c. Menyeleksi sumber- sumber yang tersedia di keluarga / masyarakat.

4. Melakukan koordinasi pelayanan


a. Memberi informasi berbagai macam pelayanan yang tersedia
b. Membuat perjanjian kepada pasien da keluarga tentang pelayanan
c. Menkoordinasikan kegiatan tim sesuai jadwal
d. Melakukan rujukan pasien

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 13

5. Melakukan pemantauan dan evaluasi pelayanan.


a. Memonitor tindakan yang dilakukan oleh tim
b. Menilai hasil akhir pelayanan ( sembuh, rujuk, meninggal, menolak )
c. Mengevaluasi proses manajemen kasus
d. Monitoring dan evaluasi kepuasan pasien secara teratur

Asuhan keperawatan
1. Pengkajian
a. Riwayat kesehatan
b. Lingkungan sosial dan budaya
c. Spiritual
d. Pemeriksaan fisik
e. Kemampuan pasien dalam pemenuhan kebutuhan se- hari- hari
f. Kemampuan keluarga dalam merawat keluarga

2. Diagnosa Keperawatan
a. Aktual
b. Resiko
c. Potensial

3. Perencanaan keperawatana. Penentuan prioritas masalah


b. Menentukan tujuanc. Menyusun rencana secara komprehensif.

4. Implementasi
a. Manajemen perawatan luka
b. Perawatan gangguan sistem pernafasan

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 14

c. Gangguan eleminasi
d. Gangguan Nurisi
e. Kegiatan rehabilitasi
f. Pelaksanaan pengobatan
g. Tindakan Kolaborasi

5. Evaluasi
a. Mengukur efektifitas dan efisiensi pelayanan
b. Dilaksanakan selama proses dan akhir peberian asuhan.

Pencatanan dan Pelaporan home care


Pencatatan Manajemen kasus
a. Persetujuan pasien
b. Jadwal kunjungan
c. Lembar pengobatan
d. Tindakan time. Rujukan kasus
f. Penghentian perawatan

Pencatatan pelaksanaan asuhan keperawatan


a. Pengkajian keperawatan
b. Perencanaan asuhan
c. Evaluasi asuhan

Alur Pelaporan
a. Home Care
b. Dinkes Kab.

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 15

c. Dinkes Prov
d. Depkes

Materi laporan
a. Jumlah pasien
b. Jenis penyakit
c. Frekuensi kunjunagn tiap kasus
d. Jumlah pasien dapat pengobatan
e. Jumlah pasien yang dirujuk
f. Jumlah pasien yang meninggal
g. Penyebab kematian
h. Tingkat keberhasilan /kemandirian pasien
i. Jenis tenaga yang memberi pelayanan

TATALAKSANA HOME CARE


A. Prasyarat Penyelenggara Home Care
1. Ketenagaan
a. Manajer kasus, dengan kualifikasi:
Minimal D.III
Pemegang sertifikat pelatihan home care
Pengalaman kerja minimal 3 tahun
Memiliki SIP,SIK,SIPP

b. Pelaksana pelayanan, dengan kwalifikasi :


Minimal D.III
Pemegang sertifikat pelatihan home care

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 16

Pengalaman kerja minimal 3 tahun


Memiliki SIP,SIK,SIPP

2. Alat/ sarana
a. Alat kesehatan
1. Tas/ kit
2. Pemeriksaan fisik
3. Set perawatan luka
4. Set emergency
5. Set pemasangan selang lambung
6. Set huknah
7. Set memandikan
8. Set pengambilan preparat
9. Set pemeriksaan lab. Sederhana
10. Set infus/ injeksi
11. Sterilisator
12. Pot/ urinal
13. Tiang infuse
14. Tempat tidur khusus orang sakit
15. Pengisap lender
16. Perlengkapan oxygen
17. Kursi roda
18. Tongkat/ tripot
19. Perlak/ alat tenun

b. Alat habis pakai

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 17

Obat emergency
Perawatan luka
Suntik/ pengamian darah
Untuk infuse
Pemasagan selang lambung
Huknah, selang lambung, kateter
Sarung tangan, masker
Dll

STANDART ALAT HOME CARE (Drs.I Nyoman Cakra, A.Md.Kep, SH.,2006.)


Peralatan Home Care
1. Set tempat tidur khusus orang sakit
2. Set kursi roda/ tongkat/ kruk/ tripot
3. Set oksigen
4. Set penghisap lender
5. Set bab/ bak
6. Set suntik
7. Set perawatan luka
8. Set pemasangan selang lambung
9. Set huknah/ klisma
10. Set pemasangan selang catheter
11. Set preparat pemeriksaan laboratorium.
12. Set formulir untuk asuhan keperawatan

Bahan Habis Pakai Home Care


1. Kasa/ kapas steril

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 18

2. Kertas tissue
3. Cairan pelicin/ minyak/ jelly
4. Plester/ pembalut
5. Kantong plastik untuk sampah biologis dan infeksius.
6. Alkohol 70 %/ cairan desinfektan
7. Obat merchurochrom 70 %
8. Tabung plastik/ botol tempat preparat tinja, urine.
9. Bilah kayu untuk mengambil preparat.
10. Sabun/ deterjen.11. Resusisator untuk bayi
12.

Semprit

dan

jarum

suntik

dispossible

ukuran.

1,2,3,

5,10,20

Obat-obatan emergency
1. Adrenalin
2. Dexametazon
3. Xyllo dan Deladryl
4. Cairan infus

c. Sarana lain
Alat dan media pendidikan kesehatan
Ruangan beserta perlengkapannya
Kendaraan
Alat komunikasi
Alat informasi/ dokumentasi

3. Perijinan Home Care


a. Berbadan hukum ( yayasan, badan hukum lainnya )
b. Permohonan ijin ke Dinkes kabupaten/ Kota, dengan melampirkan:

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 19

Rekomendasi PPNI
Ijin prakik perawat ( SP, SIK, SIPP )
Persyaratan peralatan kesehatan dan sarana komunikasi dan transportasi
Ijin lokasi bangunan
Ijin lingkungan
Ijin usaha
Persyaratan tata ruang bangunan

B. Mekanisma Pelayanan Home Care


1. Proses penerimaan kasus
a. Home care menerima pasien dari rumah sakit, puskesmas, sarana lain, keluarga
b. Pimpinan home care menunjuk menejer kasus untuk mengelola kasus
c. Manajer kasus membuat surat perjanjian dan proses pengelolaan kasus

2. Proses pelayanan home care


a. Persiapan
Pastikan identitas pasien
Bawa denah/ petunjuk tempat tinggal pasien
Lengkap kartu identitas unit tempat kerja
Pastikan perlengkapan pasien untuk di rumah
Siapkan file asuhan keperawatan
Siapkan alat bantu media untuk pendidikan

b. Pelaksanaan
Perkenalkan diri dan jelaskan tujuan.
Observasi lingkungan yang berkaitan dengan keamanan perawat

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 20

Lengkapi data hasil pengkajian dasar pasien


Membuat rencana pelayanan
Lakukan perawatan langsung
Diskusikan kebutuhan rujukan, kolaborasi, konsultasi dll
Diskusikan rencana kunjungan selanjutnya dan aktifitas yang akan dilakukan
Dokumentasikan kegiatan

c. Monitoring dan evaluasi


Keakuratan dan kelengkapan pengkajian awal
Kesesuaian perencanaan dan ketepatan tindakan
Efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tindakan oleh pelaksanan

d. Proses penghentian pelayanan home care, dengan kreteria :


Tercapai sesuai tujuan
Kondisi pasien stabil
Program rehabilitasi tercapai secara maximal
Keluarga sudah mampu melakukan perawatan pasien
Pasien di rujuk Pasien menolak pelayanan lanjutan
Pasien meninggal dunia

C. Pembiayaan Home Care


1. Prinsip penentuan tarip
a. Pemerintah/ masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara kesehatan
b. Disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan keadaan sosial ekonomi
c. Mempertimbangkan masyarakat bepenghasilan rendah/ asas gotong royong
d. Pembayaran dengan asuransi ditetapkan atas dasar saling membantu

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 21

e. Mencakup seluruh unsur pelayanan secara proporsional

2. Jenis pelayanan yang kena tarip


a. Jasa pelayanan tenaga kesehatan
b. Imbalan atas pemakaian sarana kesehatan yang digunakan langsung oleh pasien
c. Dana transportasi untuk kunjungan pasien

V. PEMANTAUAN, PEMBINAAN DAN PENILAIAN


A. Pemantauan Home Care
a. Aspek fisik
b. Manajerial
c. Sumber daya
d. Pelayanan
e. Pembiayaan

B. Pembinaan Home Care


a. Aspek fisik
b. Manajerial
c. Sumber daya
d. Pelayanane. Pembiayaan

C. Penilaian Home Care


a. Kelengkapan dokumen
b. Kesesuaian pelayanan dari berbagai profesi
c. Kepuasan pelanggan
d. Kemandirian pasien/ keluarga

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 22

2.2.2 Terapi komplementer


a) Pengertian Terapi Komplementer
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Terapi adalah usaha untuk memulihkan
kesehatan

orang

yang

sedang

sakit;

pengobatan

penyakit;

perawatan

penyakit. Komplementer adalah bersifat melengkapi, bersifat menyempurnakan.


Menurut WHO (World Health Organization), Pengobatan komplementer adalah pengobatan
non-konvensional yang bukan berasal dari negara yang bersangkutan, sehingga untuk
Indonesia jamu misalnya, bukan termasuk pengobatan komplementer tetapi merupakan
pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional yang dimaksud adalah pengobatan yang
sudah dari zaman dahulu digunakan dan diturunkan secara turun temurun pada suatu
negara. Tetapi di Philipina misalnya, jamu Indonesia bisa dikategorikan sebagai pengobatan
komplementer.
Terapi Komplementer adalah cara Penanggulangan Penyakit yang dilakukan sebagai
pendukung kepada pengobatan medis konvensional atau sebagai pengobatan pilihan lain
diluar pengobatan medis yang Konvensional.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan definisi pengobatan Komplementer tradisionalalternatif adalah pengobatan non konvensional yang di tunjukan untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat, meliputi upaya promotiv,preventive,kuratif, dan rehabilitatif yang
diperoleh melalui pendidikan terstruktur dengan kualitas, keamanan, dan evektivitas yang
tinggi berandaskan ilmu pengetahuan biomedik tapi belum diterima dalam kedokteran
konvensional. Dalam penyelenggaraannya harus sinergis dan terintregrasi dengan pelayanan
pengobatan konvensional dengan tenaga pelaksanaanya dokter,dokter gigi, dan tenaga
kesehatan lainnya yang memiliki pendidikan dalam bidang pengobatan komplementer
tradisional-alternatif. Jenis pengobatan komplementer tradisional-alternatif yang daoat
diselenggarakan secara sinergis dan terintergrasi harus di tetapkan oleh menteri kesehatan
setelah memalui pengkajian.
Untuk mendukung penyelenggaran pengobatan tersebut Kementrian Kesehatan telah
menerbitkan keputusan menteri kesehatan No. 1076/Menkes/SK/2003 tentang pengobatan
tradisional dan peraturan Menteri Kesehatan No.1109/Menkes/PER/X/2007 tentang
penyelenggaraan pengobatan komplementer alternatif difasilitas kesehatan pelayanan
kesehatan, jenis pengobatan tenaga pelaksana termasuk tenaga asing.

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 23

Kegunaan dari terapi komplementer


Para pengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus), dengan pemenuhan nutrisi dan
ketenangan spiritual bisa memperpanjang harapan hidup mereka. Terapi alternatif
komplementer, seperti; akupunktur, akupressur, meditasi, dan mengomsumsi tanaman obat
dapat menambah daya tahan tubuh dan pertumbuhan sel-sel imun. Pernyataan ini pernah
dikemukakan oleh Putu Oka Sukanta, akupunturis sekaligus pembicara dalam talk show
yang diadakan Indonesia HIV Prevention and Care Project (IHPCP) di Indonesia Sehat
Expo 2007, Jakarta Convention Center, Rabu (24/10). Menurut Putu Oka Sukanta,
ketenangan spiritual dan nutrisi peningkat daya tahan membuat virus lebih jinak dan
memperlambat perkembangannya dalam tubuh manusia, sehingga memberi kesempatan
CD4 yaitu sel pembentuk daya tahan tubuh untuk berkembang dan memperbanyak diri.
Akupunktur dan akupressur diberikan untuk memperkuat organ-organ vital, seperti; paruparu, ginjal, lambung, dan limpa, pada masa awal infeksi HIV. Sebelum daya tahan tubuh
dan sel- sel CD4 turun karena infeksi HIV, organ penting tersebut harus kuat, kata Putu
Oka. Untuk penderita HIV, keempat organ vital tersebut harus dijaga daya tahannya karena
memiliki fungsi penting, seperti paru-paru yang berfungsi mengikat oksigen, lambung untuk
mengolah makanan yang masuk, dan limpa yang berguna untuk menyerap sari-sari
makanan. Dengan akupressur, tambah Putu Oka, titik-titik tubuh yang berhubungan dengan
organ vital tersebut dipijat untuk menguatkan fungsi organ.
Selain dengan teknik akupressur dan akupunktur, konsumsi tanaman obat juga membantu
penguatan fungsi organ vital. Pegagan misalnya, digunakan untuk regenerasi sel pembentuk
daya tahan tubuh dan juga untuk menguatkan fungsi ginjal, kata Putu Oka yang juga
mengelola Taman Sringanis, pelestari tanaman obat dan pengembang kesehatan alami.
Selain pegagan, tanaman penguat daya tahan tubuh adalah meniran. Reaksi pertama yang
ditunjukkan pengidap HIV adalah penyangkalan dan stres. Padahal stres merupakan
penyebab vital menurunnya daya tahan tubuh, kata Putu Oka. Untuk mempertahankan
ketenangan batin pengidap HIV, diperlukan suatu metode, seperti meditasi dan oleh napas
untuk membantu penderita menenangkan diri. Teknik olah napas saat meditasi membantu
paru-paru mengikat oksigen. Idong salah satu pasien pengidap HIV yang telah mengikuti
terapi komplementer, mengaku sangat merasakan manfaat positifnya. Dengan mengikuti
meditasi, olah napas, dan mengonsumsi tanaman obat, CD4 saya selalu di atas 600. Padahal
umumnya penderita HIV hanya memiliki CD4 di bawah 500, kata Idong. Dia mengaku
sampai kini belum mengonsumsi antiretroviral (ARV) karena kadar CD4-nya belum di
bawah 200. ARV sendiri hanya digunakan bagi mereka yang kadar CD4-nya di bawah 200.
ujarnya.

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 24

Strategi dalam menjalankan terapi komplementer


Setiap melakukan tindakan atau rencana, kita sudah barang tentu akan berhadapan dengan
sebuah strategi. Strategi ini akan menentukan arah perjalanan tindakan atau rencana yang
akan kita lakukan. Termasuk salah satunya adalah bagaimana strategi kita ketika ingin
mendirikan terapi komplementer?.
Strategi merupakan suatu kelompok keputusan, tentang tujuan-tujuan apa yang akan
diupayakan pencapaiannya, tindakan-tindakan apa yang perlu dilakukan, dan bagaimana
memamfaatkan sumber-sumber daya guna mencapai tujuan tersebut (Jones, et al.,
2003:2001)
Konsep strategi merupakan sebuah konsep yang perlu dipahami dan diterapkan oleh setiap
entrepreneur maupun setiap manajer, dalam segala macam bidang usaha. Sejak beberapa
tahun yang lampau, pengertian strategi makin banyak mendapatkan perhatian dan dibahas
dalam literatur dalam menajemen. Aneka macam artikel bermunculan sehubungan dengan
misalnya: strategi asortimen, produk-strategi, permasalahan strategi, sampai dengan
diversifikasi-strategi bisnis. Di dalam mendirikan terapi komplementer sendiri, kita juga bisa
berlandas pada elemen esensial sebagai berikut:
1.

Tentukan terlebih dahulu tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang paling penting yang
perlu dicapai.

2. Kebijakan yang paling penting yang mengarahkan atau membatasi kegiatan.


3. Tahapan-tahapan tindakan pokok atau program yang akan mencapai tujuan yang
ditetapkan di dalam batas-batas yang digariskan.

Hal-hal yang dipehatikan dalam menjalankan terapi komplementer


a)

Terapi komplementer termasuk dari CV (Comanditaire Venootschap)

CV atau Comanditaire Venootschap adalah bentuk usaha yang merupakan salah satu
alternatif yang dapat dipilih oleh para pengusaha yang ingin melakukan kegiatan usaha
dengan modal yang terbatas. Karena, berbeda dengan PT yang mensyaratkan minimal modal
dasar

sebesar

Rp50.000,- dan

harus

di

setor

ke

kasperseroan

minimal

25%nya, sedangkan untuk CV tidak ditentukan jumlah modal minimal. Jadi, misalnya
seorang pengusaha ingin berusaha di industri rumah tangga, percetakan, biro jasa,
perdagangan, catering, serta terapi komplementerdengan modal awal yang tidak terlalu
besar, dapat memilih CV sebagai alternatifbadan usaha yang memadai. Perbedaan yang
mendasar antara PT dan CV adalah, PT merupakan badanhukum yang dipersamakan
kedudukannya dengan orang dan mempunyai kekayaan yang terpisah dengan kekayaan para

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 25

pendirinya.

Jadi,

PT

dapat

bertindak

keluar,di

dalam

maupun

di

muka

pengadilan, sebagaimana halnya yang memiliki harta kekayaan sendiri. Sedangkan CV, dia
merupakan badan usaha yang tidak berbadan hukum, dan kekayaan para pendirinya tidak
terpisahkan dari kekayaan CV.
Karakteristik CV yang tidak dimiliki badan usaha lainnya adalah: CV didirikan minimal
oleh dua orang, dimana salah satunya akan bertindak selaku Persero Aktif (persero
pengurus) yang nantinya akan bergelar Direktur, sedangkan yang lain akan bertindak selaku
Persero Komanditer (Persero diam). Seorang persero aktif akan bertindak melakukan segala
tindakan pengurusan atas Perseroan; dengan demikian, dalam hal terjadi kerugian maka
Persero Aktif akan bertanggung jawab secara penuh dengan seluruh harta pribadinya untuk
mengganti kerugian yang dituntut oleh pihak ketiga. Sedangkan untuk Persero Komanditer,
karena dia hanya bertindak selaku sleeping partner, maka dia hanya bertanggung jawab
sebesar modal yang disetorkannya ke dalam perseroan.
Perbedaan lain yang cukup penting antara PT dengan CV adalah, dalam melakukan
penyetoran modal pendirian CV, di dalam anggaran dasar tidak disebutkan pembagiannya
seperti halnya PT. Jadi, para persero harus membuat kesepakatan tersendiri mengenai hal
tersebut, atau membuat catatan yang terpisah. Semua itu karena memang tidak ada
pemisahan kekayaan antara CV dengan kekayaan para perseronya.

USAHA PIJAT ALTERNATIF AKUPRESUR DAN AKUPUNTUR DENGAN SISTEM


JEMPUT BOLA
Usaha Pijat Alternatif Akupresur dan Akupuntur dengan Sistem Jemput Bola
19 February 2009 18 Komentar Peluang Bisnis

Dewasa ini pengobatan alternatif makin di gemari oleh


masyarakat. Diantaranya adalah pijat refleksi. Pijat refleksi adalah pengobatan alternatif
yang ampuh dan aman, praktis serta murah tanpa efek samping yang berarti.
Selain mencegah dan menyembuhkan secara total, pengobatan ini juga dapat mendeteksi
atau mengetahui apakan salah satu organ kita sudah terganggu atau masih sehat.

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 26

Sebagai contoh apabila ditekan agak kuat titik refleksi ginjal, paru-paru atau jantung apabila
ada yang mengganjal seperti kristal dan rasanya sakit seperti ditusuk jarum, maka dapat
dipastikan bahwa organ kita tersebut sudah terganggu karena adanya hambatan aliran darah
balik menuju organ tersebut.
Contoh yang lain adalah misalnya suatu saat kita menemukan orang yang pingsan dipasar, di
kantor atau dimana saja, apabila ditekan saja titik refleksi jantungnya di kaki sebelah kiri,
atau tekan agak kuat daerah refleksi jantung dibawah lutut bagian belakang maka orang
yang pingsan tadi biasanya akan langsung sadar kembali.
Yang pasti, pijat alternatif adalah pijat ini dapat dilakukan sendiri, yang berarti anda dapat
mengobati diri anda sendiri atau dapat juga menolong orang lain.
Pijat Akupresur & Akupuntur
Penulis berhasil menemui salah satu orang yang membuka usaha pijat akupresur yaitu
Sambudi Eko Purnomo, atau lebih di kenal dengan sebutan Mas Sam. Bermodalkan ijazah
SMA Muhamadiyah Bantul, Mas Sam berusaha mengais rezeki dari usaha pijat alternatif
akupresur.
Selain itu dia juga berusaha mengembangkan bakat memijat yang diwariskan dari eyangnya.
Kurang lebih 3 tahun yang lalu sekitar tahun 2004, Mas Sam mengikuti pelatihan pijat
akupuntur di klinik Yuli Susanti di Jogja. Setelah resmi mendapatkan sertifikat kelayakan
memijat, Mas Sam mencoba menjalankan usaha pijat alternatif dengan mandiri.
Tiga tahun pengalaman dan keahlian yang dia dapat dari klinik dirasa sudah cukup untuk
membuka usaha pijat sendiri. Selama berada di klinik Mas Sam mempelajari akupresur
aliran Hokian Shaolin Shi atau aliran yang khusus untuk menyembuhkan penyakit kanker.
Untuk pijat penyembuhan beberapa penyakit yang lainnya-pun Mas Sam juga mampu
menanganinya. Jenis layanan pijat Mas Sam adalah pijat akupresur dan pijat lelah, pijat
akupuntur kelangsingan, pijat akupuntur kecantikan dan gabungan pijat akupresur dan
akupuntur. Tarifnya berkisar antara 25 ribu sampai 30 ribu setiap kali memijat.
Dari Mulut ke Mulut
Selama di klinik Mas Sam sudah memilikii pelanggan tetap yang sudah cocok dengan hasil
pijatannya, selain itu konsumen Mas Sam sendiri juga di dapat dari cerita mulut ke mulut
dari para konsumennya yang terdahulu.
Semua usaha ini jalankan dengan cara mendatangi semua konsumen yang membutuhkan
jasa pijatannya. Hanya dengan menghubunginya via sms, Mas Sam akan langsung meluncur
ke rumah konsumennya, dengan catatan sudah membuat janji terlebih dahulu.
Menurut Mas Sam sendiri, prospek kedepan untuk usaha ini sangat menjanjikan. Salah
satunya dikarenakan pijat alternatif ini sudah sangat digemari oleh masyarakat. Selain itu

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 27

kini makin bermunculan berbagai macam penyakit yang beraneka ragam jenisnya yang juga
mampu disembuhkan dengan pijat alternatif secara teratur.
Lebih Murah
Penyembuhan secara alternatif dirasa cukup murah biayanya dibandingkan dengan biaya
berobat ke dokter. Untuk menjaga usahanya agar tetap berjalan, Mas Sam selalu
memberikan pelayanan yang ekstra untuk setiap konsumennya, murah senyum, ramah dan
keikhlasan merupakan modal awal Mas Sam untuk melangsungkan usahanya.
Pijat Mas Sam yang merupakan perpaduan antara pijat akupresur dengan akupuntur ini,
mungkin menjadi perpaduan pijat alternatif pertama di Yogyakarta. Penyembuhan dengan
menggunakan gabungan pemijatan ini sifatnya rutin. Walau demikian, untuk masalah total
biaya, bisa dibilang pijat alternatif Mas Sam tetap jauh lebih murah daripada berobat ke
dokter.
Hanya saja Mas Sam masih menemui kesulitan, yaitu keterbatasan waktu. Tak jarang
keterbatasan waktu membuat Mas Sam membatalkan maupun menolak konsumen yang
membutuhkan jasanya. Akan tetapi untuk memuaskan konsumennya, dia akan tetap
menangani di lain waktu. Dalam sehari, menangani 10 pasien saja sudah membuat badan
saya kecapaian, begitu katanya.
Untuk kedepannya, ada keinginan Mas Sam untuk mempunyai klinik sendiri, mensentralisasi-kan

usahanya

di

suatu

tempat,

mempunyai

karyawan

dan

lebih

memprofesionalkan usahanya. Namun karena Mas Sam juga memiliki jiwa petualang, untuk
sekarang ini dia lebih menikmati usaha ini dengan ikut turun sendiri ke lapangan,
menggunakan sistem jemput bola.

Simulasi Laba Pijat Alternatif


Pengeluaran
Transportasi :Rp.300.000,00
Minyak Gosok :

Rp. 50.000,00

Jarum : Rp. 150.000,00


Biaya Tak Terduga : Rp. 100.000,00
TOTAL : Rp. 600.000,00
Pemasukan
Jasa Pijat : Rp 30.0000,00 x 100 kali = Rp 3.000.000,00
Keuntungan
Laba Bersih : Rp. 2.400.000,00

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 28

2.2.3 Herbal
a) Pengertian
Pengobatan tradisional adalah pengobatan dan atau perawatan dengan cara, obat, dan
pengobatannya yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun dan
diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan
hewan, bahan mineral, sediaan sarian (gelenik) atau campuran dari bahan tersebut secara
turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
Pengobatan tradisional (batra) adalah seseorang yang diakui dan dimanfaatkan oleh
masyarakat sebagai orang yang mampu melakukan pengobatan secara tradisional.
Jamu/obat tradisional adalah ramuan tradisional yang berasal dari tumbuh tumbuhan dan
hasil-hasilnya atau hewan dari hasil-hasilnya, akar-akaran yang secara tradisional dapat
dianggap berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit atau untuk memelihara kesehatan.
Bentuknya dapat berupa cairan, rajangan, bubuk, tablet, kapsul, parem dan sebagainya.
JENIS RAMUAN OBAT TRADISIONAL DI INDONESIA
Pengobatan tradisional di Indonesia banyak ragamnya. Cara pengobatan tersebut telah lama
dilakukan. Ada yang asli dari warisan nenek moyang yang pada umumnya mendayagunakan
kekuatan alam, daya manusia, ada pula yang berasal dari masa Hindu atau pengaruh India
dan Cina.
Secara garis besar Agoes A (1992), dalam seminar telah menetapkan jenis bahwa
pengobatan tradisional dengan ramuan obat terdiri dari :
Pengobatan tradisional dengan ramuan asli Indonesia
Pengobatan tradisional dengan ramuan Cina
Pengobatan tradisional dengan ramuan obat India

TUJUAN PENGOBATAN TRADISIONAL


A. Tujuan Umum
Meningkatnya pendayagunaan pengobatan tradisional baik secara tersendiri atau terpadu
pada sistem pelayanan kesehatan peripurna, dalam rangka mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang optimal. Dengan demikian pengobatan tradisional adalah merupakan salah

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 29

satu alternatif yang relatif lebih disenangi masyarakat. Oleh karenanya kalangan kesehatan
berupaya mengenal dan jika dapat mengikut sertakan pengobatan tradisional tersebut.

B. Tujuan Khusus
1. Meningkatnya mutu pelayanan pengobatan tradisional, sehingga masyarakat terhindar
dari dampak negatif karena pengobatan tradisional.
2. Meningkatnya kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan dengan
upaya pengobatan tradisional.
3. Terbinanya berbagai tenaga pengobatan tradisional dalam pelayanan kesehatan.
4. Terintegrasinya upaya pengobatan tradisional dalam program pelayanan kesehatan
paripurna, mulai dari tingkat rumah tangga, puskesmas sampai pada tingkat rujukannya.
Manfaat obat herbal di antaranya :
1. Efektif, bahkan untuk penyakit yang sulit diobati secara medis. Berdasarkan
pengalaman turun-temurun yang tertulis maupun lisan, dan kemudian dipelajari dari
berbagai aspek seperti botani, kimia dan farmakologi. Pendekatan dalam penggunaan
herbal ditekankan pad aspek farmakologi yang merupakan fungsi herbal tersebut
dalam proses pengobatan.
2. tidak ada efek samping jika digunakan pada dosis normal. Hal ini terjadi karena obat
herbal tersusun oleh bahan-bahan organik yang kompleks. Dengan kata lain obat
herbal dapat dianggap sebagai makanan yang berarti bahan yang dikonsumsi guna
memperbaiki organ atau sistem yang rusak. Kelebihan obat herbal yang digunakan
tentu menyebabkan efek samping seperti halnya kelebihan makanan. Sebagai
hasilnya, sebagai kuncinya, dosis yang dianjurkan untuk penggunaan herbal adalah
dosis tradisional dan sedikit dikurangkan.
3. Aplikasinya lebih sederhana. Jika diagnosa sudah jelas maka pengobatan dapat
dilakukan di rumah dengan bantuan anggota keluarga yang lain. Bantuan dokter
dibutuhkan untuk diagnosis yang benar berdasarkan data laboratorium. Rekomendasi
terapi dapat diberikan oleh dokter yang juga herbalis, tetapi perawatannya bisa di
rumah oleh anggota keluarga.
4. Harga murah dan dapat ditanam sendiri. Terutama jika kita dapat menanam sendiri
dengan membuat tanaman obat keluarga (TOGA) yang meliputi tanaman untuk
pengobatan dan pemeliharaan kesehatan. Harga Akan meningkat jika obat herbal itu
diperoleh dalam bentuk simplisia yang dikeringkan. Akan meningkat lagi jika
dikonsumsi dalam bentuk the atau kapsul. Bahkan akan menjadi cukup tinggi jika
dalam bentuk ekstrak.

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 30

Manfaat obat herbal di antaranya :


1. Efektif, bahkan untuk penyakit yang sulit diobati secara medis. Berdasarkan
pengalaman turun-temurun yang tertulis maupun lisan, dan kemudian dipelajari dari
berbagai aspek seperti botani, kimia dan farmakologi. Pendekatan dalam
penggunaan herbal ditekankan pad aspek farmakologi yang merupakan fungsi
herbal tersebut dalam proses pengobatan.
2. Tidak ada efek samping jika digunakan pada dosis normal. Hal ini terjadi karena
obat herbal tersusun oleh bahan-bahan organik yang kompleks. Dengan kata lain
obat herbal dapat dianggap sebagai makanan yang berarti bahan yang dikonsumsi
guna memperbaiki organ atau sistem yang rusak. Kelebihan obat herbal yang
digunakan tentu menyebabkan efek samping seperti halnya kelebihan makanan.
Sebagai hasilnya, sebagai kuncinya, dosis yang dianjurkan untuk penggunaan herbal
adalah dosis tradisional dan sedikit dikurangkan.
3. Aplikasinya lebih sederhana. Jika diagnosa sudah jelas maka pengobatan dapat
dilakukan di rumah dengan bantuan anggota keluarga yang lain. Bantuan dokter
dibutuhkan

untuk

diagnosis

yang

benar

berdasarkan

data

laboratorium.

Rekomendasi terapi dapat diberikan oleh dokter yang juga herbalis, tetapi
perawatannya bisa di rumah oleh anggota keluarga.
4. Harga murah dan dapat ditanam sendiri. Terutama jika kita dapat menanam sendiri
dengan membuat tanaman obat keluarga (TOGA) yang meliputi tanaman untuk
pengobatan dan pemeliharaan kesehatan. Harga Akan meningkat jika obat herbal itu
diperoleh dalam bentuk simplisia yang dikeringkan. Akan meningkat lagi jika
dikonsumsi dalam bentuk the atau kapsul. Bahkan akan menjadi cukup tinggi jika
dalam bentuk ekstrak.
PERAN PENGOBATAN TRADISIONAL
Pengobatan secara tradisional di Indonesai telah berkembang selama berabad-abad sehingga
merupakan kebutuhan sebagian besar masyarakat Indonesia. Melihat kenyataan disekitar
kita oleh adanya tenaga dokter sebagai pelaksana pengobatan dan pengobatan dari barat atau
pengobatan tradisional pasti mendapat termpat di hati masyarakat Indonesia pada umumnya
dan pada bangsa jawa pada khususnya.
Tenaga pelayanan pengobatan tradisional tersebut mempunyai pasien dan langganan
masing-masing. Ada masyarakat pendukung tersendiri, ada juga kaidah patokan serta syaratsyarat tersendiri, juga ada kaidah patokan serta syarat-syarat tersendiri yang mereka patuhi
bersama. Mereka puas ( ada juga yang tidak puas ) dengan adanya hubungan timbal balik
pelayanan kesehatan tradisional pendukungnya. Hal ini merupakan unsur budaya dan unsurunsur kemanusiaan yang juga terdapat pada bangsa-bangsa di dunia betapapun modernnya.

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 31

Sebagian besar obat tradisional berasal dari bahan-bahan nabati dan hanya sebahagian kecil
saja yang berasal dari bahan-bahan dasar hewan atau mineral.
Bahan-bahan nabati yang digunakan itu dapat berupa tumbuhan utuh, bagian tumbuhan
ataupun eksudat tumbuhan. Eksudat tumbuhanadalah isi sel yang dengan cara tertentu
dikeluarkan dari selnya, demikian pula zat-zat nabati lainnya yang dipisahkan dari
tumbuhannya.
Jelaslah disini bahwa tumbuhan obat merupakan sumber bahan yang sangat penting artinya
bagi pembuatan obat tradisional di Dunia. Tumbuhan obat lebih mudah di jumpai dan di
dapatkan oleh yang memerlukan disekitar tempat tinggalnya. Perlu dikahui bahwa sekurangkurangnya di Indonesia dijumpai 940 jenis tumbuh-tumbuhan yang dapat dimanfaatkan
sebagai obat.
Pengolahan obat tradisional yang bervariasi, mulai yang masih dilakukan dengan cara
sederhana sampai dengan penggunaan teknologi maju. Dala cara sederhana bahan yang
berasal dari tumbuhan segar di celah-celah, direbus dengan air dalam kuali sampai
menghasilkan cairan hasil rebusan tersebut disamping dimanfaatkan sebagai obat dalam (
minim ), digunakan untuk kompres atau lainnya.

Teknologi maju digunakan pengusaha obat tradisional untuk memenuhi kebutuhan


masyarakat yang meningkat. Produksi memakai perajang simplisia, mesin penggiling
simplisia, mesin pil, mesin tablet, mesin pengisi kapsul, mesin pengisi kantung serbuk dan
lat ekstraksi. Bahkan ada pengusaha pengahasil produk-produk cairan obat dalam yang telah
menggunakan proses ultra hight treatment (UHT ) untuk mrngusahakan agar produk yang
disilkan memiliki sterilisitas perdagangan yang diperlukan.

STANDARISASI PENGOBATAN TRADISIONAL


Untuk dapat dimanfaatkannya pengobatan tradisional dalam pelayanan kesehatan, banyak
yang harus diperhatikan. Salah satu diantaranya yang dinilai mempunyai peranan yang
sangat penting adalah upaya standarisasi. Diharapkan, dengan adanya standarisasi ini bukan
saja mutu pengobatan tradisional akan dapat ditingkatkan, tapi yang penting lagi munculnya
berbagai efek samping yang secara medis tidak dapat dipertanggung jawabkan, akan dapat
fihindari. Pengertian standarisasi adalah keadaan ideal atau tingkat pencapaian tertinggi dan
sempurna, yang dipakai sebagai batas penerimaan minimal ( Clinical
Practice Guideline, 1990 ). Standart menunjukkan pada tingkat ideal tercapai tersebut
tidaklah disusun terlalu kaku, tetapi masih dala batas-batas yang dibenarkan disebut dengan
nama toleransi.

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 32

Syarat suatu standar yang baik dipandang cukup penting adalah :


1. Bersifat jelas
Artinya dapat diukur dengan baik, termasuk ukuran terhadap penyimpanganpenyimpangan yang mungkin terjadi.
2. Masuk akal
Suatu standart yang tidak masuk akal, bukan saja akan sulit dimanfaatkan tetapi
juga akan menimbulkan frustasi para professional.
3. Mudah dimengerti
Suatu standart yang tidak mudah dimengerti juga akan menyulitkan tenaga pelaksana
sehingga sulit terpenuhi.
4. Dapat dipercaya
Tidak ada gunanya menentukan standart yang sulit karena tidak akan mampu
tercapai. Karena itu sering disebutkan, dalam menentukan standart, salah satu syarat
yang harus dipenuhi ialah harus sesuai dengan kondisi organisasi yang dimiliki.
5. Absah
Artinya ada hubungan yang kuat dan dapat didemintrasikan antara standart dengan
sesuatu ( misalnya mutu pelayanan ) yang diwakilinya
6. Meyakinkan
Artinya mewakili persyaratan yang ditetapkan. Apabila terlalu rendah akan
menyebabkan persyaratan menjadi tidak berarti.
7.

Mantap, Spesifik dan Eksplisit


Artinya tidak terpengaruh oleh perubahan oleh waktu, bersifat khas dan gambling

Dari ukuran tentang standart dan pengobatan tradisional sebagaimana dekemukakan diatas,
mudah dipahami bahwa upaya standarisasi pengobatan tradisional di Indonesia, tidaklah
semudah yang diperkirakan. Sebagai akibat ditemukannya konsep pengobatan tradisional
yang sangat supranatural yang satu sama lain tampak sangat berbeda, menyebabkan
dtandarisasi akan sulit dilakukan.

Untuk ini menyadari bahwa menerapkan pendekatan kesembuhan penyakit masih sulit
dilakukan, maka untuk sementara cukup diterapkan pendekatan tidak sampai menimbulkan
efek samping, komplikasi atau kematian.

KONSEP PENGOBATAN TRADISIONAL


Memahami tentang konsep yang dimiliki oleh pengobatan tradisional dalam praktek
pengobatan tradisional amatlah diperlukan dengan diketahuinya konsep tersebut diharapkan
dapat diikuti jalanpikiran serta alasan dilakukannya suatu tindakan yang dilakukan oleh
pengobatan tradisional ketika mengahadapi penderita yang datang meminta pertolongan.

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 33

Konsep yang dimaksud disini tentu meliputi konsep yang ada hubungannya dengan
kesehatan, yang dicoba sederhana setidak- tidaknya meliputi konsep kehidupan, kematian,
penyebab penyakit serta kepercayaan tjatuh sakit.

Peranan Obat Tradisional Dalam Pelayanan Kesehatan


Pada tingkat rumah tangga pelayanan kesehatan oleh individu dan keluarga memegang
peranan uatama. Pengetahuan tentang obat tradisional dan pemanfaatan tanaman obat
merupakan unsur memperoleh hidup sehat.

Ditingkat masyarakat peranan pengobatan

tradisional termasuk peracik obat tradisional / jamu mempunyai peranan yang cukup
penting dalam pemerataan pelayanan kesehatan untuk mewujudkan derajad kesehatan
masyarakat yang oprtimal.

PEMINATAN PENGOBATAN TRADISIONAL


Peminatan pengobatan tradisional sendiri sangat dipengaruhi oleh faktof :
1.

Faktor Sosial
Alasan masyarakat memilih pengobatan tradisional adalah selama mengalami pengobatan
tradisional keluarganya dapat menjenguk dan menunggui setiap saat. Hal tersebut sesuai
dengan kodrat manusia sebagai mahluk sosial yang selalu ingin berinteraksi langsung
dengan keluarganya atau kerabatnya dalam keadaan sakit. Selama perawatan yang
dialaminya meraka dapat berkomunikasi dengan akrab dengan keluarganya.

Namun ada juga informasi yang mengemukakan bahwa mereka berpendapat lebih senang
dirawat atau diobati di rumah sakit daripada dirawat atau diobati di tempat-tempat
pengobatan tradisional. Mereka dibawa kepengobatan tradisional bukan atas kemauan
mereka sendiri tetapi atas desakan biaya pengobatan. Biasanya mereka belum pernah ke
rumah sakit sehingga tidak bisa dibandingkan
pengobatan tradisional dengan pengobatan di rumah sakit. Disini nampak adanya faktor
pasrah akibat dari keterbatasan pengalaman-pengalaman dalam interaksi social

2. Faktor Ekonomi
Mereka menyatakan biayanya lebih murah daripada rumah sakit, menurut mereka cara
pembayarannya juga tidak memberatkan karena pasien tidak tertarik uang muka. Selain itu
bagi yang tidak mampu mambayar sekaligus dapat dicicil setelah mereka pulang. Jika
ditinjau dari klasifikasi pasien yang datang ketempat pengobatan tradisional ini sebagian
besar pekerjaannya adalah buruh kasar, sopir, tukang parkir, sehingga wajar faktor ekonomi
menentukan dalam memilih tempat
pengobatan

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 34

3. Faktor Budaya
Salah satu alasan mengapa para penderita memilih tempat pengobatan tradisional karena
pengobatan di tempat ini memiliki seorang ahli yang mempunyai kekuatan supranatural
yang mampu mempercepat kesembuhan penyakit. Disamping itu hal ini sesuai dengan apa
yang dikemukakan oleh foster
dan Anderson bahwa sistem medis adalah bagian integral dari kebudayaan.

Salah satu faktor lain yang menyebabkan pengobatan tradisional ini masih diminati
masyarakat adalah kategori penyembuhan yaitu siapa yang berhak atau yang tepat dalam
menyembuhkan, misalnya untuk penyakit C hanya D yang berhak, penyakit A hanya B
yang tepat menyembuhkan. Dalam persepsi
masyarakat juga menganggap penyakit yang tidak parah tidak perlu dibawa ke rumah sakit,
karena penyakit yang diderita dianggap tidak mengancam jiwanya, tidak menggangua nafsu
makan serta masih mampu melakukan kegiatan sehari-hari walaupun agak tergaggu. Hal
tersebut nampak sesuai dengan yang dikemukakan oleh Spreadly, bahwa kebudayaan
sebagai pengetahuan, nilai -nilai yang digunakn untuk menginterpretasikan pengalaman
serta membangkitkan perilaku social.

4. Faktor Sosial
Kenyamanan yang diperoleh pada saata pengobatan karena tidak menggunakan peralatanperalatan yang bisa menakutkan mereka, terutama patah tulang tidak perlu diamputasi atau
digips

5. Faktor Kemudahan
Pasien dapat segera ditangani tanpa harus menunggu hasil rontgen dan hasil laboratorium
lainnya

ARTIKEL

Judul Karya Ilmiah : Kunyit Obat Herbal untuk Maag


Penyusun : Putri Widi Nugraheni
NIS : 5707
Sekolah : SMA Negeri 1 Kutowinangun,Kebumen,Jawa Tengah

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 35

Pada keadaan sakit (maag) terdapat borok-borok pada mukosa lambung. Borok terjadi akibat
tidak seimbangnya sekresi asam lambung-pepsin dan mukus (produk kelenjar pada mukosa
lambung yang berfungsi sebagai benteng bagi lapisan mukosa lambung). Karena lambung
terletak di rongga perut bagian atas agak ke kiri (ulu hati), maka penderita biasanya
mengeluh sakit di bagian itu. Biang keladi penyakit ini adalah zat yang dapat menginhibisi
sekresi asam lambung. Misalnya histamin dan antiinflamasi nonsteroid. Kerja berat, pikiran
tegang, tidak tenang, atau kurang tidur juga menyebabkan kadar asam lambung yang tinggi.
Sering terlambat makan, kebiasaan minum obat yang bersifat asam saat perut kosong,
minum minuman beralkohol, dan mengisap rokok berlebihan juga dapat menjadi penyebab
penyakit ini. Demikian pula dengan infeksi bakteri Helicobacter pylory yang dapat
menyerbu lapisan submukosa lambung.
Berdasarkan penyebab tadi, penyembuhannya dilakukan dengan menetralkan asam
lambung, mengurangi produksi asam lambung, mengobati infeksi pada selaput lendir
lambung, dan mengurangi rasa sakit akibat iritasi selaput lendir atau kekejangan otot dinding
lambung. Obatnya, antasid, antihistamin, antikolinergik, demulcent (dapat mengurangi
iritasi lokal pada tukak lambung, dan secara fisik melindungi sel-sel di bawahnya terhadap
kontak dengan iritan dari luar). Khusus untuk sakit lambung karena infeksi H. pylory
pengobatannya menggunakan antibiotika. Kepada penderita dianjurkan pula untuk makan
dalam jumlah sedikit tetapi sering.
Selain dengan pengobatan menggunakan obat farmasi, penyembuhan sakit mag juga bisa
dengan menggunakan tanaman obat. Dengan mencampur tanaman yang mempunyai sifat
demulcent, antasid, dan astringent, akan dapat diperoleh sediaan paling baik untuk
pengobatan luka (tukak).
Beberapa tanaman yang telah banyak diteliti untuk penyembuhan tukak lambung adalah
kunyit, lidah buaya, selasih, dan komamila. Selain itu ada beberapa tanaman yang secara
empiris digunakan sebagai obat sakit mag, walaupun data ilmiahnya masih belum ada. Di
antaranya kencur, cincau, dan meniran.
Dari semua tanaman itu, rimpang kunyit (Curcuma longa atau C. domestica) termasuk yang
paling dikenal masyarakat. Sifat-sifat kunyit yang dapat menyembuhkan luka sudah
dilaporkan sejak tahun 1953. Hasil penelitian menunjukkan, dengan kunyit laju
penyembuhan meningkat 23,3% pada kelinci dan 24,4% pada tikus. Penemuan ini, dan
penggunaannya secara tradisional untuk dispepsia, merangsang penelitian lebih lanjut.
Pemberian ekstrak air atau ekstrak etanol kunyit secara oral pada kelinci secara nyata
menurunkan sekresi asam lambung dan meningkatkan produksi mukus pada mukosa
lambung. Hasil ini memperlihatkan efek terapeutik kunyit untuk penyakit lambung
dimungkinkan akibat efek stimulasi mukus. Jus dan bubuk kunyit juga memperlihatkan

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 36

aktivitas antiulcer yang diakibatkan oleh pemberian dosis tinggi HCl, aspirin, dan tekanan
pada tikus. Dosisnya masing-masing 165 mg/kg bobot badan untuk jus kunyit dan 10 g/kg
bobot badan untuk bubuk kunyit.
Usaha identifikasi kandungan aktif kunyit mengarah kepada penemuan curcumin. Secara
eksperimental curcumin efektif dalam mencegah dan memperbaiki luka lambung yang
diinduksi oleh phenylbutazone dan aspirin. Curcumin meningkatkan mukus lambung
sehingga aktivitas tukak lambung dapat dijelaskan melalui stimulasi produksi mukus.
Percobaan klinis efek kunyit pada tukak lambung dilakukan terhadap 10 pasien. Obat
diberikan secara oral dengan dosis 2 kapsul 250 mg, 4 kali sehari, setengah sampai satu jam
sebelum makan dan sebelum tidur. Pemeriksaan endoskopik dijalankan periodik sebelum
pengobatan dan 4, 8, 12 minggu setelah pengobatan. Tukak sepenuhnya tersembuhkan pada
5 pasien dalam 4 minggu atau 7 pasien dalam 4 12 minggu.
Studi kasus lain melibatkan pemakaian bubuk kunyit untuk sakit perut akibat tukak
lambung. Setelah 12 minggu pengobatan, 88% pasien yang menerima pil kunyit (3 pil, yang
setara dengan 4 g) memperlihatkan perbaikan dan satu kasus tersembuhkan.
Kunyit juga mempunyai khasiat antiinflamasi. Khasiat antiinflamasi kunyit sebanding
dengan hydrokortison asetat yang menyembuhkan inflamasi akibat induksi karagenin.
Ekstrak air (hasil ekstraksi menggunakan air) 40 mg/kg berkhasiat sama dengan
indomentasin 5 mg/kg bobot badan. Khasiat antiinflamasi ini akibat adanya minyak atsiri.
Untuk menggunakannya sebagai obat sakit mag diperlukan 2 jari tangan kunyit. Bahan ini
dikupas dan dibersihkan, diparut, dan ditambah air matang. Setelah itu, diperas melalui kain
bersih. Hasilnya didiamkan dan diambil air beningnya. Dalam sehari diminum 2 kali,
masing-masing satu ramuan. Meminumnya pagi sebelum makan dan malam sebelum tidur.
4.2.Hasil yang dicapai
Setelah ramuan rutin diminum 2 kali sehari masing masing ramuan meminumnya pagi
sebelum makan dan malam sebelum tidur alhamdullilah sakit mag bisa terobati. Penulis
sudah mencobanya beberapa hari yang lalu dan khasiatnya sakit mag terobati.
Analisa
Di Indonesia banyak tanaman yang bermanfaat bagi kehidupaan kita dan berbagai
kebutuhan manusia bisa tercukupi dengan berbagai macam tanaman yang ada didaerah kita.
Kunyit merupakaan tanaman yang berkhasiat yang dapat dimanfaatkan untuk obat-obatan.
Penelitian ini menemukan bahwa kunyit dapat dijadikan sebagai obat maag dan bisa
dikembangkan.

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 37

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Pangsa pasar adalah sebuah indikator tentang apa yang dilakukan oleh sebuah perusahaanterhadap
kompetitornya dengan dukungan perubahan-perubahan dalam sales. Pemahaman mengenai
pangsa pasar akan membantu manajemen perusahaan untuk mengevaluasi keberhasilan
upayanya dalam menembus pasar relatif terhadap kompetitornya.
Pangsa pasar perusahaan (dalam unit) mungkin akan naik karena perusahaan menurunkan
harga jual produknya secara signifikan tapi itu bisa pula membuat revenue perusahaan turun
walaupun pangsa pasarnya naik. Oleh karena itu, perusahaan harus membuat kebijakan yang
mampu meningkatkan pangsa pasar sekaligus meningkatkan pendapatan perusahaan.
Dalam dunia keperawatan sendiri mempunyai beberapa jenis pangsa pasar yaitu dari home
care, komplementer dan herbal yang menjual beberapa pangsa pasar dalam bidang jasa.

3.2 SARAN
Semoga mahasiswa keperawatan dapat semakin mengetahui dan mempraktekkan pangsa
pasar dalam dunia keperawatan tersebut dan mempunyai pengalaman yang semakin meluas
mengenai pangsa pasar.

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 38

DAFTAR PUSTAKA

http: //library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-zulkifli5.pdf
http://www.scribd.com/doc/97327331/MAKALAHNYA-NIHHH
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&cad=rja&uact=8
&ved=0CEYQFjAF&url=http%3A%2F%2Fstikeskabmalang.files.wordpress.com%2F2009%2F
11%2Fhomecare.doc&ei=PhvCU72tHZL68QXH1IGIBA&usg=AFQjCNEbyxH0ztHtchuW7awybpH8Aslz2A&
bvm=bv.70810081,d.dGc
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&cad=rja&uact=8
&ved=0CEYQFjAF&url=http%3A%2F%2Fstikeskabmalang.files.wordpress.com%2F2009%2F
11%2Fhomecare.doc&ei=PhvCU72tHZL68QXH1IGIBA&usg=AFQjCNEbyxH0ztHtchuW7awybpH8Aslz2A&
bvm=bv.70810081,d.dGc
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3585/1/Eva%20Karota%20Bukit.pdf

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 39

Pangsa pasar dalam bidang kesehatan kel 1b

Page 40