Anda di halaman 1dari 40

SIKLUS KONVERSI

ANGGOTA :
Levi Revania
Annisa Safira
Ebtisam Lukman B.

130810301002
130810301013
130810301141

Siklus Konversi
Mengubah berbagai sumber daya input,
seperti bahan baku, tenaga kerja, dan
overhead menjadi produk jadi atau jasa
untuk dijual.
Terdiri dari dua subsistem:
Aktivitas fisik sistem produksi
Aktivitas informasi sistem akuntansi biaya

Sistem Produksi
Metode produksi
Pemrosesan berkelanjutan
Pemrosesan batch
Pemrosesan pesanan

Dokumen Sistem Pemrosesan Batch


1. Prakiraan penjualan (sales forecast)
2. Jadwal Produksi
3. Daftar kebutuhan bahan baku (bill of
material BOM)
4. Lembar proses kerja
5. Perintah kerja
6. Lembar perpindahan
7. Permintaan bahan baku

Proses Produksi Batch


Perencanaan dan pengendalian produksi
Permintaan kebutuhan bahan baku dan
operasional
Kebutuhan bahan baku: menganalisis apa yg
dibutuhkan dan apa yg tersedia
Kebutuhan operasional: mempelajari pekerjaan mesin
serta pekerjaan lainnya yg dibutuhkan

Penjadwalan produksi
Penjadwalan produk di dasarkan pada informasi dalam
BOM & proses kerja
Membuat perintah kerja, lembar perpindahan, dan
permintaan bahan baku untuk tiap batch dalam proses
produksi

Proses Produksi Batch


Tempat kerja & gudang
Produksi dimulai ketika pekerja mendapat bahan
baku dari staf gudang
Produksi diakhiri dengan produk dikirim ke gudang
barang jadi
Pengendalian persediaan
Memicu keseluruhan proses dengan menyediakan
laporan status persediaan bahan baku dan barang jadi
Secara rutin terlibat dalam pembaruan record
persediaan bahan baku dan lembar pengembalian
bahan baku
Mencatat produk jadi dalam record persediaan barang
jadi

Proses Produksi Batch

Proses Produksi Batch

Model EOQ (Economic Order Quantity)


Metode
persediaan yang
paling sederhana
tetapi didasarkan
pada asumsi
yang tidak selalu
mencerminkan
kenyataan
ekonomi.

Asumsi-asumsi :
Permintaan produk konstan dan
diketahui secara pasti
Waktu tunggu diketahui dan konstan
Semua persediaan yang dipesan
tiba pada saat yang sama
Biaya total per tahun untuk
memesan bervariasi dan menurun
sejalan dengan peningkatan jumlah
pesanan
Biaya total per tahun untuk
menyimpan persediaan bervariasi
dan meningkat sejalan dengan
peningkatan jumlah yang dipesan
Tidak ada diskon jumlah.

Model EOQ
Menghitung EOQ:

Kapan membeli persediaan?


Titik pesanan ulang
(reorder point)
Dihitung sebagai berikut:

Q = EOQ
D = permintaan tahunan
dalam unit
S = biaya tetap untuk
memasukkan tiap pesanan
H = biaya penggudangan per
unit per tahun

I = waktu tunggu
d = permintaan harian

Model EOQ Model EOQ

Sistem Akuntansi Biaya


Mencatat berbagai pengaruh peristiwa yang
terjadi dalam proses produksi
Proses dimulai saat bagian perencanaan dan
pengendalian mengirimkan salinan perintah
kerja
Membuat record biaya baru untuk batch yang
memulai produksi dan menyimpannya dalam
file barang dalam proses (work-in-process)
Akun barang dalam proses diperbarui sesuai
dengan penggunaan bahan baku, tenaga kerja
langsung dan overhead pabrik

Pengendalian Internal
Golongan Pengendalian

Titik Pengendalian dalam Sistem

Otorisasi transaksi

Perintah kerja, lembar


perpindahan, dan permintaan
bahan baku

Pemisahan tugas

1. Pengendalian persediaan
terpisah dari bagian
penyimpanan persediaan bahan
baku dan barang jadi
2. Bagian akuntansi biaya terpisah
dari tempat kerja
3. Bagian buku besar terpisah dari
fungsi akuntansi lainnya

Supervisi

Supervisior mengawasi
penggunaan bahan baku dan
pencatatan jam kerja

Pengendalian Internal
Golongan Pengendalian

Titik Pengendalian dalam Sistem

Akses

Membatasi akses fisik ke barang


jadi, persediaan bahan baku, dan
proses produksi. Menggunakan
prosedur dan dokumen formal
untuk mengeluarkan bahan baku
produksi

Pencatatan akuntansi

File perintah kerja , lembar biaya,


lembar perpindahan, lembar
pekerjaan, permintaan bahan
baku, record WIP, dan file
persediaan barang jadi.

Verifikasi independen

Fungsi akuntansi biaya


merekonsiliasi semua biaya
produksi.
Bagian buku besar merekonsiliasi
seluruh sistem.

Lingkungan Manufaktur Kelas Dunia


Dalam dua dekade terakhir ini, proses
manufaktur mengalami banyak perubahan
radikal karena perusahaan ingin mencapai
status kelas dunia. Untuk mencapai
produksi kelas dunia, para produsen
merespon berbagai perubahan yang tidak
dapat diabaikan dengan mewujudkan
fleksibilitas dalam produksi.

Fleksibilitas Produk
Menggabungkan empat karakteristik:
1.
2.
3.
4.

Reorganisasi Fisik Pabrik


Otomatisasi Proses Produksi
Mengurangi Persediaan
Kualitas Produk yang Tinggi

1. Reorganisasi Fisik Pabrik


Proses produksi tradisional cenderung
berubah-ubah. Ketidakefisienan dalam tata
letak pabrik tradisional menambah biaya
penanganan, waktu konversi, dan
persediaan dalam proses produksi.

2. Otomatisasi Proses Produksi


Otomatisasi adalah inti dari lingkungan
produksi yang berfungsi dengan baik melalui
penggantian tenaga kerja dengan otomatisasi.
Sehingga perusahaan menjadi lebih efisien dan
kompetitif.
Otomatisasi sebagai rangkaian dengan model
produksi tradisional di satu sisi dan model
produksi yang terintegrasi penuh dan
terkomputerisasi (computer-integrated
manufacturing) di sisi lainnya.

Produksi Tradisional
Lingkungan produksi tradisional terdiri atas
berbagai jenis mesin, yang masing-masing
dikendalikan oleh operator.

Teknologi yang berdiri sendiri


teknologi yang berdiri sendiri
menggambarkan lingkungan dengan
keberadaan otomatisasi dalam bentuk yang
terpisah-pisah dan yang berdiri sendiri dalam
lingkungan tradisional

Penyederhanaan Proses
Penyederhanaan proses berfokus pada pengurangan
kompleksitas tata letak fisik produksi di lantai pabrik.

Produksi yang Diintegrasikan dengan Komputer


(CIM)
Lingkungan yg terotomatisasi penuh.
Sistem penyimpanan dan penarikan otomatisasi.
Manfaat operasional dari teknologi ini jika dibandingkan
dengan sistem manual meliputi penurunan kesalahan,
perbaikan pengendalian persediaan, dan biaya
penyimpanan yg lebih rendah.

Sistem Produksi yang Diintegrasikan dengan Komputer

Desain Berbantuan Komputer (computer-aided


design - CAD)
CAD digunakan untuk mendesain produk yang
lebih baik secara lebih cepat.

Produksi Berbantuan Komputer (computeraided manufacturing CAM)


Berfokus pada pabrik dan penggunaan komputer
untuk mengendalikan proses produksi secara fisik.
Bertujuan untuk menggantikan tenaga kerja melalui
otomatisasi

Manufacturing Resources Planning (MRP II)


Sistem dan filosofi utk mengkoordinasikan
berbagai aktifitas seluruh perusahaan. MRP II
menggabungkan berbagai teknik untuk
melaksanakan perencanaan produksi,
memberikan umpan balik dan pengendalian
proses.
Manfaat MRP II
Perbaikan layanan pelanggan
Pengurangan produktivitas
Perbaikan arus kas
Bantuan dalam mencapai tujuan strategis jangka
panjang
Bantuan dalam mengelola perubahan
Fleksibilitas dalam proses produksi

Sistem
Enterprise Resource Planning (ERP)
Paket perangkat lunak komersial ini
mendukung kebutuhan informasi keseluruhan
perusahaan, tidak hanya fungsi produksi
Mengotomatisasikan semua fungsi bisnis
bersama dengan kemampuan pelaporan
keuangan serta manajerial penuh.

Electronic Data Interchange (EDI)


Berkomunikasi secara eksternal dengan para
pelanggan dan pemasok melalui internet atau
koneksi langsung

3. Mengurangi Persediaan
Simbol dari perusahaan kelas dunia adalah
keberhasilannya dalam mengurangi
persediaan.
Sisi buruk persediaan
3 alasan perusahaan lebih baik mengurangi
persediaan
1. Persediaan membutuhkan biaya.
2. Persediaan menyamarkan masalah produksi.
3. Kemauan untuk menyimpan persediaan dapat
menimbulkan kelebihan produksi.

4. Kualitas Produk yang Tinggi


Kualitas sangat penting bagi produsen kelas dunia,
karena:
1. Kualitas yang buruk sangat mahal untuk perusahaan
2. Kualitas adalah dasar persaingan produse kelas dunia

Cara perusahaan meningkatkan kualitas :


Dengan menempatkan titik pengendalian disepanjang
proses produksi untuk mengidentifikasi operasi yang
tidak terkendali ketika operasi tersebut terjadi.
Pengendalian proses secara statistik: metode untuk
mengendalikan sistem produksi otomatis

Implikasi Untuk Akuntansi dan SIA


1. PERUBAHAN DALAM TEKNIK AKUNTANSI
Berbagai kelemahan sistem akuntansi tradisional:
Alokasi biaya yang tidak akurat
sistem akuntansi tradisional tidak secara akurat menelusuri biaya
keproduk dan proses.
Berbagai karakteristik lingkungan CIM yang menunjukkan alokasi
tradisional untuk overhead tidak dapat digunakan:
1. Dalam proses produksi tradisional, komponen biaya overhead
relatif kecil. Akan tetapi, overhead adalah komponen terbesar
dalam CIM.
2. Biaya tenaga kerja langsung dalam CIM sangat kecil daripada jika
dalam proses produksi tradisional.
3. Biaya tenaga kerja langsung tidak dengan mudah dapat ditelusuri
dalam lingkungan CIM.

Ketertinggalan waktu
Data akuntansi tradisional untuk pelaporan manajemen pada
dasarnya adalah data historis. Akan tetapi, para manajer pabrik
harus mengetahui secara real time kerusakan mesin atau robot
yang tidak terkendali. Informasi setelah kejadian adalah terlalu
terlambat dan tidak berguna.
Orientasi keuangan
Orientasi informasi akuntansi tradisonal tidak secara memadai
mengidentifikasi produk atau proses yang tidak benar. Data
akuntansi menggunakan nilai uang sebagai unit standar
penggukuran dalam perbandingan antarberbagai bagian yang
dievaluasi.
Penekanan pada biaya standar
Akuntansi yang konvensional menekankan pada biaya standar dan
analisis varian. Tujuan yang mendasari konvesi ini tidak lagi relevan
dalam lingkungan manufaktur yang baru. Seperti yang dapat dilihat,
metode produksi modern banyak menggunakan modal dan
mengansumsikan tingkat kecacatan nol dalam bahan baku dan
proses. Dalam situasi ini varian tradisional tidak penting.

Cara mengatasi masalah-masalah tersebut


Banyak perusahaan kelas dunia yang telah menemukan
solusi atas berbagai masalah ini melalui perhitungan biaya
berdasarkan aktivitas (activity-based-costing-ABC). ABC
adalah sistem informasi yang memberi para manajer
informasi mengenai berbagai aktivitas dan objek biaya.
Berbagai asumsi yang mendasari perhitungan biaya
berdasarkan aktivitas (ABC) berbeda jauh dari asumsi
dalam akuntansi biaya tradisional. Akuntansi tradisional
berasumsi bahwa produk menyebabkan biaya. ABC
berasumsi bahwa aktivitas yang menimbulkan biaya dan
produk membuat permintaan atas suatu aktivitas.
Tahap pertama dalam pendekatan ABC adalah menentukan
biaya aktivitas. Biaya aktivitas kemudian dibebankan
keobjek biaya terkait melalui penggerak aktivitas. ABC
mengalokasikan biaya ke produk secara lebih akurat
daripada metode tradisional.

Alokasi untuk Biaya Produksi dalam ABC

2. PERUBAHAN DALAM PELAPORAN


INFORMASI
MANAJEMEN AKTIVITAS
Dalam beberapa perusahaan, mengelola berbagai
aktivitas aktivitas bisnis hanyalah pekerjaan rutin.
Manajemen aktivitas harus merupakan usaha tanpa
henti dan berkelanjutan untuk perbaikan. Terdapat dua
tujuan dasar yang mengarahkan para manajer dalam
tantangan ini:
1. para manajer harus menggunakan berbagai sumber
daya ke aktivitas yang menghasilkan manfaat maksimal
2. para manajer harus mencari cara untuk memperbaiki
berbagai faktor yang paling penting bagi para
pelanggannya.

Contoh pekerjaan manajemen aktivitas yang


membutuhkan informasi akuntansi jenis
baru
Mengevaluasi Aktivitas Produksi
Kebutuhan mengenai informasi telah
mengarahkan pada perkembangan generasi
kedua ABC yang memiliki dua dimensi.

Model ABC Dua Dimensi


Biaya

Penggerak
Biaya

Aktivitas

Objek Biaya

Model Proses

Ukuran
Kinera

Model
Pembebanan
Biaya

Mengidentifikasi Aktivitas yang Tidak Penting


Aktivitas yang penting menambah nilai dalam
salah satu atau dua cara. Pertama, aktivitas
tersebut memiliki nilai bagi pelanngan. Kedua,
aktivitas menambah nilai bagi perusahaan.
Aktivitas tidak penting tidak menambah nilai
dan seharusnya ditiadakan.
Mengidentifikasi Penggerak Biaya
Pengurangan aktivitas yang tidak penting
tergantung pada identifikasi penggerak biaya
secara tepat. Para manajer tidak dapat
mengelola aktivitas yang tidak penting kecuali
mereka memahami tekanan penggeraknya.

Membandingkan Aktifitas dengan Baku Mutu


Dalam menilai tambahan nilai aktivitas, para manajer
sering kali membandingkan berbagai aktivitas utama
dengan aktivitas yang sama di perusahaan tersebut atau
diperusahaan lain. Hal ini disebut sebagai penentuan
baku mutu.
Membuat Hubungan antara Aktivitas Utama
koordinasi yang efektif membutuhkan informasi yang
menghubungkan pengambilan keputusan dan ukuran
kinerja dengan faktor kunci keberhasilan perusahaan.
CSF adalah bagian-bagian yang begitu penting hingga
kegagalan dalam memenuhi salah satu diantaranya
akan menyebabkan perusahaan gagal.
Berbagai kategori umum CSF :
- kualitas produk
- kualitas proses
- layanan pelanggan
-manajemen sumber daya
- fleksibilitas

Perbaikan CSF berasal dari tindakan terkoordinasi


ditiap titik keputusan. Untuk memperbaiki CSF tiap
manajer harus mengendalikan ukuran kinerjanya
dan mengetahui pengaruh yang dimilikinya atas
tingkat selanjutnya dalam perusahaan.
Untuk tingkat manajemen yang lebih tinggi ukuran
kinerja lebih luas dan lebih teragregasi, sementara
tingkat yang lebih randah akan lebih terperinci dan
spesifik. Pendekatan ini mengintegrasikan
informasi keuangan dan non keuangan dalam
sebuah struktur pelaporan yang umum, hingga
memperluas peran akuntansi di luar batasan
tradisionalnya. Usaha mengakomodasi spektrum
manajemen yang lebih luas membutuhkan
informasi keuangan dan non keuangan. Untuk
melakukan hal ini membutuhkan model akuntansi
baru yang dapat mendukung berbagai pandangan
penggunanya. Model tersebut adalah REA.

Sistem Informasi Kelas Dunia


Kunci dari sistem informasi kelas dunia (WCIS) adalah integrasi semua
komponen fungsi dan teknologi sistem.
Karakteristik Sistem Informasi Tradisional
Dalam lingkungan produksi tradisional, teknologi umumnya digunakan secara
tidak beraturan dan tanpa rencana. Hasilnya berbagai teknologi berdiri sendiri
yang tidak terintegrasi dan seringkali dapat terintegrasikan dengan biaya
tinggi.
Teknologi informasi yang digunakan oleh produsen tradisional biasanya terdiri
dari sebuah mainframe yang menangani berbagai fungsi utama akuntansi.
Mainframe mungkin akan memiliki beberapa jenis perhitungan biaya
pekerjaan dan sistem pengendalian pesediaan untuk barang jadi dan bahan
baku. Dalam banyak lingkungan produksi tradisional sistem akuntansi biaya
tetap dalam komputer pribadi (PC) terpisah, dan membutuhkan banyak entri
data secara manual untk membuat informasinya tetap terkini.
Sistem informasi produsen tradisional sangat tergantung pada transaksi
berbasis kertas, yang harus dimasukkan kembali kekomputer sejalan dengan
perpindahan dokumen kertasnya dari satu bagian ke tempat kerja atau bagian
berikutnya.
Jaringan telekomunikasi produsen tradisional biasanya dibatasi untuk
lingkungan internal perusahaan.

SAP: CONTOH SISTEM INFORMASI KELAS DUNIA


SAP R/3
Produk terpenting SAP disebut sebagai SAP R/3. ini
adalah sistem berbasis server yang beroperasi di
bawah sejumlah sistem operasi dan konfigurasi
jaringan.
R/3 menyediakan model bisnis siap pakai yang
mendukung ratusan proses bisnis yang diatur dalam
empat kategori umum yaitu keuangan, logistik, sumber
daya manusia, dan pendukung roses bisnis. Sistem
R/3 yang terintegrasi dapat perbaiki layanan
pelanggan, mengurangi waktu produksi berbagai
produk, meningkatkan prosuktivitas, dan memperbaiki
pengambilan keputusan.

Isu Pengendalian Dalam WCIS


Lingkungan tanpa kertas
Transaksi otomatis
Pertimbangan pembentukan jaringan

Terimakasih