Anda di halaman 1dari 11

ARDHA FANANI ASLAM

21030112060090
2012 B

Aplikasi Absorbsi dan Ekstraksi dalam


Industri
I.

Absorbsi
Absorbsi merupakan salah satu proses pemisahan dengan mengontakkan campuran

gas dengan cairan sebagai penyerapnya. Penyerap tertentu akan menyerap setiap satu atau
lebih komponen gas. Pada absorbsi sendiri ada dua macam proses yaitu :
a.

Absorbsi fisik
Absorbsi fisik merupakan absorbsi dimana gas terlarut dalam cairan penyerap tidak disertai
dengan reaksi kimia. Contoh absorbsi ini adalah absorbsi gas H2S dengan air, metanol,
propilen, dan karbonat. Penyerapan terjadi karena adanya interaksi fisik, difusi gas ke dalam
air, atau pelarutan gas ke fase cair. Dari asborbsi fisik ini ada beberapa teori untuk
menyatakan model mekanismenya, yaitu :

1. teori model film


2. teori penetrasi
3. teori permukaan yang diperbaharui
b.

Absorbsi kimia
Absorbsi kimia merupakan absorbsi dimana gas terlarut didalam larutan penyerap disertai
dengan adanya reaksi kimia. Contoh absorbsi ini adalah absorbsi dengan adanya larutan
MEA, NaOH, K2CO3, dan sebagainya. Aplikasi dari absorbsi kimia dapat dijumpai pada
proses penyerapan gas CO2 pada pabrik amoniak. Penggunaan absorbsi kimia pada fase
kering sering digunakan untuk mengeluarkan zat terlarut secara lebih sempurna dari
campuran gasnya. Keuntungan absorbsi kimia adalah meningkatnya koefisien perpindahan
massa gas, sebagian dari perubahan ini disebabkan makin besarnya luas efektif permukaan.
Absorbsi kimia dapat juga berlangsung di daerah yang hampir stagnan disamping
penangkapan dinamik.
Hal-hal yang mempengaruhi dalam prsoses adsorbsi :

Zat yang diadsorbsi


Luas permukaan yang diadsorbsi
Temperatur
Tekanan

|Aplikasi Absorbsi dan

Ekstraksi dalam Industri

ARDHA FANANI ASLAM


21030112060090
2012 B
Absorben
Absorben adalah cairan yang dapat melarutkan bahan yang akan diabsorpsi
pada permukaannya, baik secara fisik maupun secara reaksi kimia. Absorben sering juga
disebut sebagai cairan pencuci. Persyaratan absorben :
1.

Memiliki daya melarutkan bahan yang akan diabsorpsi yang sebesar mungkin (kebutuhan
akan cairan lebih sedikit, volume alat lebih kecil).

2.

Selektif

3.

Memiliki tekanan uap yang rendah

4.

Tidak korosif.

5.

Mempunyai viskositas yang rendah

6.

Stabil secara termis.

7.

Murah
Jenis-jenis bahan yang dapat digunakan sebagai absorben adalah air (untuk gas-gas
yang dapat larut, atau untuk pemisahan partikel debu dan tetesan cairan), natrium hidroksida
(untuk gas-gas yang dapat bereaksi seperti asam) dan asam sulfat (untuk gas-gas yang dapat
bereaksi seperti basa).
Kolom Absorpsi
Adalah

suatu

kolom

atau

tabung

tempat

terjadinya

proses

pengabsorbsi penyerapan/penggumpalan) dari zat yang dilewatkan di kolom/tabung tersebut.


Proses ini dilakukan dengan melewatkan zat yang terkontaminasi oleh komponen lain dan zat
tersebut dilewatkan ke kolom ini dimana terdapat fase cair dari komponen tersebut. Diantara
jenis-jenis absorben ini antara lain, arang aktif, bentonit, dan zeolit.
1. Arang aktif
Arang

merupakan

suatu

padatan

berpori

yang

mengandung

85-95%

karbon, dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu
tinggi. Ketika pemanasan berlangsung, diusahakan agar tidak terjadikebocoran udara didalam
ruangan pemanasan sehingga bahan yang mengandung karbon tersebut hanya terkarbonisasi
dan tidak teroksidasi. Arang selain digunakan sebagai bahan bakar, juga dapat digunakan
sebagai adsorben (penyerap). Daya serap ditentukan oleh luas permukaan partikel
dan kemampuan ini dapat menjadi lebih tinggi jika terhadap arang tersebut dilakukan aktifasi
dengan aktif faktor bahan-bahan kimia ataupun dengan pemanasan pada temperatur tinggi.
Dengan demikian, arang akan mengalami perubahan sifat-sifat fisika dan kimia. Arang yang

|Aplikasi Absorbsi dan

Ekstraksi dalam Industri

ARDHA FANANI ASLAM


21030112060090
2012 B
demikian disebut sebagai arang aktif. Arang aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawasenyawa
kimia tertentu atau sifat adsorpsinya selektif, tergantung pada besar atau volume poripori dan luas permukaan. Daya serap arang aktif sangat besar, yaitu 25-1000% terhadap berat
arang aktif. Arang aktif dibagi atas 2 tipe, yaitu arang aktif sebagai pemucat dan
sebagai penyerap uap. Arang aktif sebgai pemucat, biasanya berbentuk powder yang sangat
halus, diameter pori mencapai 1000 A0, digunakan dalam fase cair,berfungsi untuk
memindahkan zat-zat penganggu yang menyebabkan warna dan bau yang tidak diharapkan,
membebaskan pelarut dari zat-zat penganggu dan kegunaan lain yaitu pada industri kimia dan
industri baru. Diperoleh dari serbukserbuk gergaji, ampas pembuatan kertas atau dari bahan
baku yang mempunyai densitas kecil dan mempunyai struktur yang lemah.
Arang aktif sebagai penyerap uap, biasanya berbentuk granular atau pellet yang sangat
keras diameter pori berkisar antara 10-200 A0 , tipe pori lebih halus, digunakan dalam rase
gas, berfungsi untuk memperoleh kembali pelarut, katalis,pemisahan dan pemurnian gas.
Diperoleh dari tempurung kelapa, tulang, batu bata atau bahan baku yang mempunyaibahan
baku yang mempunyai struktur keras.
2. Zeolit
Mineral zeolit bukan merupakan mineral tunggal, melainkan sekelompok mineral
yang terdiri dari beberapa jenis unsur. Secara umum mineral zeolit adalah senyawa alumino
silikat hidrat dengan logam alkali tanah. serta mempunyai rumus kimia sebagai berikut :
M2x/nSi1-xAlxO2.yH2O
Dengan M = e.g Na, K, Li, Ag, NH, H, Ca, Ba
Ikatan ion Al-Si-O adalah pembentuk struktur kristal, sedangkan logam alkali adalah
kation yang mudah tertukar. Jumlah molekul air menunjukkan jumlah pori-pori atau volume
ruang hampa yang akan terbentuk bila unit sel kristal zeolit tersebut dipanaskan. Penggunaan
zeolit cukup banyak, misalnya untuk industri kertas, karet, plastik, agregat ringan, semen
puzolan, pupuk, pencegah polusi, pembuatan gas asam, tapal gigi, mineral penunjuk
eksplorasi, pembuatan batubara, pemurnian gas alam, industri oksigen, industri petrokimia.
Dalam keadaan normal maka ruang hampa dalam kristal zeolit terisi oleh molekul air
bebas yang membentuk bulatan di sekitas kation. Bila kristal tersebut dipanaskan selama
beberapa jam, biasanya pada temperatur 250-900 oC, maka kristal zeolit yang bersnagkutan
berfungsi menyerap gas atau cairan. Daya serap (absorbansi) zeolit tergantung dari jumlah

|Aplikasi Absorbsi dan

Ekstraksi dalam Industri

ARDHA FANANI ASLAM


21030112060090
2012 B
ruang hampa dan luas permukaan. Biasanya mineral zeolit mempunyai luas permukaan
beberapa ratus meter persegi untuk setiap gram berat. Beberapa jenis mineral zeolit mampu
menyerap gas sebanyak 30% dari beratnya dalam keadaan kering. Pengeringan zeolit
biasanya dilakukan dalam ruang hampa dengan menggunakan gas atau udara kering nitrogen
atau methana dengan maksud mengurangi tekanan uap ari terhadap zeolit itu sendiri.
3. Bentonit
Bentonit adalah istilah pada lempung yang mengandung monmorillonit dalam dunia
perdagangan dan termasuk kelompok dioktohedral. Penamaan jenis lempung tergantung dari
penemu atau peneliti, misal ahli geologi, mineralogi, mineral industri dan lain-lain. Bentonit
dapat dibagi menjadi 2 golongan berdasarkan kandungan alu-munium silikat hydrous, yaitu
activated clay dan fuller's Earth. Activated clay adalah lempung yang kurang memiliki daya
pemucat, tetapi daya pemucatnya dapat ditingkatkan melalui pengolahan tertentu. Sementara
itu, fuller's earth digunakan di dalam fulling atau pembersih bahan wool dari lemak. Sifat
bentonit sebagai adsorben adalah :
mempunyai surface area yang besar (fisika)
bersifat asam yang padat (kimia)
bersifat penukar-ion (kimia)
bersifat katalis (kimia)
Aplikasi Absorbsi
Dalam berbagai industri proses sering dilakukan pemisahan yang secara umum
bertujuan untuk pemurnian. Salah satu metode yang sering digunakan adalah absorbsi.
Absorbsi ini merupakan proses pemisahan di mana zat yang terserap (adsorbat) bereaksi
secara kimia dengan zat yang menyerap (adsorben) membentuk senyawa lain.
Beberapa variabel yang mempengaruhi penyerapan adsorbat oleh adsorben addalah :

Tinggi dan diameter kolom. Semakin tinggi kolom dan semakin besar diameternya maka
waktu tinggal akan semakin lama dan akan mempengaruhi jumlah zat yang bereaksi.

Tinggi, jenis isian (packing). Fungsi utama packing ini adalah untuk memperluas permukaan
kontak. Semakin luas permukaan kontak, diharapkan semaki banyak zat yang saling
bertumbukan dan mengalami reaksi.
Lamanya waktu
- Laju alir udara, dan cairan
- kontak (proses absorbsi);
Temperatur. - Konsentrasi cairan

|Aplikasi Absorbsi dan

Ekstraksi dalam Industri

ARDHA FANANI ASLAM


21030112060090
2012 B
Absorbsi dalam dunia industri digunakan untuk meningkatkan nilai guna dari suatu
zat dengan cara merubah fasenya.
1.

Proses Pembuatan Formalin

Formalin yang berfase cair berasal dari formaldehid yang berfase gas dapat dihasilkan
melalui proses absorbsi.Teknologi proses pembuatan formalin Formaldehid sebagai gas input
dimasukkan ke dalam reaktor. Output dari reaktor yang berupa gas yang mempunyai suhu
1820C

didinginkan

pada

kondensor

hingga

suhu

55 0C,dimasukkan

ke

dalam

absorber.Keluaran dari absorber pada tingkat I mengandung larutan formalin dengan kadar
formaldehid sekitar 37 40%. Bagian terbesar dari metanol, air,dan formaldehid
dikondensasi di bawah air pendingin bagian dari menara, dan hampir semua removal dari sisa
metanol dan formaldehid dari gas terjadi dibagian atas absorber dengan counter current
contact dengan air proses.
2.

Proses Pembuatan Asam Nitrat

Pembuatan asam nitrat (absorpsi NO dan NO2).Proses pembuatan asam nitrat Tahap akhir
dari proses pembuatan asam nitrat berlangsung dalam kolom absorpsi. Pada setiap tingkat
kolom terjadi reaksi oksidasi NO menjadi NO2 dan reaksi absorpsi NO2 oleh air menjadi
asam nitrat. Kolom absorpsi mempunyai empat fluks masuk dan dua fluks keluar. Empat
fluks masuk yaitu air umpan absorber, udara pemutih, gas proses, dan asam lemah. Dua fluks
keluar yaitu asam nitrat produk dan gas buang. Kolom absorpsi dirancang untuk
menghasilkan asam nitrat dengan konsentrasi 60 % berat dan kandungan NOx gas buang
tidak lebih dari 200 ppm.
Aplikasi absorbsi lainnya seperti proses pembuatan urea,produksi ethanol, minuman
berkarbonasi, fire extinguisher,dry ice,supercritical carbon dioxide dan masih banyak lagi
aplikasi absorbsi dalam industri.
Selain itu absorbsi ini juga digunakan untuk memurnikan gas yang dihasilkan dari
fermentasi kotoran sapi. Gas CO2 langsung bereaksi dengan larutan NaOH sedangkan CH4
tidak. Dengan berkurangmya konsentrasi CO2 sebagai akibat reaksi dengan NaOH, maka
perbandingan konsentrasi CH4 dengan CO2 menjadi lebih besar untuk konsentrasi CH4.
Absorbsi CO2 dari campuran biogas ke dalam larutan NaOH dapat dilukiskan sebagai
berikut:
CO2(g) + NaOH(aq) NaHCO3(aq)
NaOH(aq) + NaHCO3 Na2CO3(s) + HO(l) + CO2(g) + 2NaOH(aq) Na2CO3(s) + H2O(l)

|Aplikasi Absorbsi dan

Ekstraksi dalam Industri

ARDHA FANANI ASLAM


21030112060090
2012 B
Dalam kondisi alkali atau basa, pembentukan bikarbonat dapat diabaikan karena
bikarbonat bereaksi dengan OH- membentuk CO32Prinsip Absorbsi
Udara yang mengandung komponen terlarut (misalnya CO 2) dialirkan ke dalam kolom
pada bagian bawah. Dari atas dialirkan alir. Pada saat udara dan air bertemu dalam kolom
isian, akan terjadi perpindahan massa. Dengan menganggap udara tidak larut dalam air
(sangat sedikit larut),maka hanya gas CO2 saja yang berpindah ke dalam fase air (terserap).
Semakin ke bawah, aliran air semakin kaya CO2. Semakin ke atas ,aliran udara semakin
miskin CO2. Faktor-faktor yang berpengaruh pada operasi absorpsi adalah sebagai berikut :

Laju alir air. Semakin besar,penyerapan semakin baik.

Komposisi dalam aliran air.

Suhu operasi.Semakin rendah suhu operasi,penyerapan semakin baik.

Tekanan operasi.Semakin tinggi tekanan operasi, penyerapan semakin baik sampai pada
batas tertentu. Diatas tekanan maksimum (untuk hidrokarbon biasanya 4000-5000 kPa),
penyerapan lebih buruk.

Laju alir gas. Semakin besar laju alir gas, penyerapan semakin buruk.

II.

Ekstraksi
Ekstraksi adalah pemisahan satu atau beberapa bahan dari suatu padatan atau
cairan dengan bantuan pelarut. Pemisahan terjadi atas dasar kemampuan larut yang
berbeda dari komponen-komponen dalam campuran.Suatu proses ekstraksi biasanya
melibatkan tahap-tahap berikut ini :

Mencampur bahan ekstraksi dengan pelarut dan membiarkannya saling


berkontak.
Memisahkan larutan ekstrak dari rafinat,kebanyakan dengan cara penjernihan
atau filtrasi.
Mengisolasi ekstark dan pelarut dan larutan ekstrak dan mendapatkan
kembali pelarut umumnya dengan meguapkan pelarut.

Pemilihan pelarut pada umumnya dipengaruhi oleh beberapa factor :


-

Selektivitas
Kelarutan
Kemampuan tidak saling bercampur

Reaktivitas
Titik didih
Kriteria lain

|Aplikasi Absorbsi dan

Ekstraksi dalam Industri

ARDHA FANANI ASLAM


21030112060090
2012 B
A.

Kerapatan

Ekstraksi Padat-Cair
Pada ekstraksi padat-cair, satu atau beberapa komponen yang dapat larut
dipisahkan dari bahan padat dengan bantuan pelarut. Proses ini sering digunakan
secara teknis dalam skala besar terutama di bidang industri bahan alami dan makanan
misalnya bahan-bahan aktif dari tumbuhan atau organ-organ binatang untuk
keperluan farmasi, gula dari ubi, minyak dari biji-bijian, kopi dari biji kopi.
Untuk mencapai unjuk kerja atau kecepatan ekstraksi yang tinggi pada ekstraksi
padat-cair, syarat-syarat beikut harus dipenuhi :

Karena perpindahan massaberlangsung pada bidang kontak antara fasa padat


dan fasa cair, maka bahan itu perlu sekali memiliki permukaan yang seluas
mungkin.
Kecepatan alir pelarut sedapat mungkin besar dibandingkan dengan laju alir
bahan ekstraksi, agar ekstraksi yang terlarut dapat segera diangkut keluar dari
permukaan bahan padat.
Suhu yang lebih tinggi (viskositas pelarut lebih rendah, kelarutan ekstrak
lebih besar) pada umumnya menguntungkan unjuk kerja ekstraksi

1. Ekstraktor padat-cair batch


Prinsip kerja : dalam hal yang paling sederhana bahan ekstraksi padat dicampur
beberapa kali dengan pelarut segar di dalam sebuah tangki pengaduk. Ekstraktor-ekstraktor
yang sebenarnya adalah tangki-tangki dengan pelat ayak yang dipasang di dalamnya.
Ekstraktor semacam ini hanya sesuai untuk bahan padat dengan partikel yang tidak terlalu
halus. Yang lebih ekonomis lagi adalah penggabungan beberapa ekstraktor-ekstraktor yang
dipasang seri dan aliran beberapa bahan ekstraksi berlawanan dengan aliran pelarut, pada
ekstraksi bahan-bahan yang peka terhadap suhu terdapat sebuah bak penampung sebagai
pengganti ketel destilasi. Dari bak tersebut larutan ekstrak dialirkan ke dalam alat penguap
vakum. Uap pelarut yang terbentuk kemudian dikondensasikan, pelarut didinginkan dan
dialirkan kembali ke dalam ekstraktor dalam keadaan dingin.

2. Ekstraktor padat-cair kontinu


Cara kerja ekstraktor ini serupa dengan ekstraktor-ekstraktor yang dipasang
seri, tetapi pengisian, pengumpanan pelarut dan juga pengosongan berlangsung
secara otomatik penuh dan terjadi dalam sebuah alat yang sama. Ekstraktor semacam

|Aplikasi Absorbsi dan

Ekstraksi dalam Industri

ARDHA FANANI ASLAM


21030112060090
2012 B
ini kebanyakan hanya digunakan untuk bahan ekstraksi yang tersedia dalam kuantitas
besar (mis : biji-bijian minyak, tumbuhan).
Jenis-jenis ekstraktor padat-cair kontinu :
Ekstraktor keranjang

Pada ekstraktor keranjang, bahan ekstraksi terus-menerus dimasukkan ke


dalam sel-sel yang berbentuk juring atau sector dari sebuah rotor yang berputar
lambat mengelilingi poros vertical. Bagian bawah sel-sel ditutup sebuah Pelat ayak
Ekstraktor sabuk

Pada ekstraktor ini, bahan ekstraksi diumpan secara kontinu di atas sabuk ayak
yang melingkar. Disepanjang sabuk bahan dibasahi oleh pelarut atau larutan ekstrak
dengan konsentrasi yang meningkat dan arah aliran berlawanan setelah itu bahan
dikeluarkan dari ekstraktor
B.

Ekstraksi Cair-Cair
Pada ekstraksi cair-cair, satu komponen bahan atau lebih dari suatu campuran
dipisahkan dengan bantuan pelarut. Ekstraksi cair-cair terutama digunakan, bila
pemisahan campuran dengan cara destilasi tidak mungkin dilakukan (misalnya
karena pembentukan azeotrof atau karena kepekaannaya terhadapa panas ) atau tidak
ekonomis.

1. Ekstraktor cair-cair batch

Alat tak kontinu yang sederhana biasa digunakan misalnya untuk mengolah bahan
dalam jumlah yang kecil atau bila hanya sesekali dilakukan ekstraksi. Ekstreaktor cair-cair
tak kontinu lebih menguntungkan bagi proses pencampuran dan pemisahan adalah tangki
yang bagian bawahnya runcing (dilengkapi dengan perkakas pengaduk, penyalur bawah

|Aplikasi Absorbsi dan

Ekstraksi dalam Industri

ARDHA FANANI ASLAM


21030112060090
2012 B
maupun kaca intip yang tersebar pada seluruh ketinggiannya) larutan ekstrak yang dihasilkan
setiap kali dipisahkan dengan cara penjernihan
2. Ekstraktor cair-cair kontinu
Operasi kontinu pada ekstraksi cair-cair dapat dilaksanakan dengan sederhana
karena, tidak saja hanya pelarut, melainkan juga bahan ekstraksi cair secara mudah
dapat dialirkan melalui bantuan pompa
Kolom ekstraksi

Dalam sebuah kolom ekstraksi vertical bahan ekstraksi cair dan pelarut saling
dikontakkan dengan arah aliran yang berlawanan. Dengan bantuan pompa cairan
yang lebih ringan dimasukkan dari bagian bawah, dan cairan berat dari bagian atas
kolom secara kointinu.
Kolom semprot

Pada kolom semprot, fasa ringan hanya didistribusikan satu kali oleh suatu
perlengkapan distribusi yang berada di bawah ujung kolom. Tetes-tetes yang
terbentuk bergelembung menembus fasa berat dan berkumpul menjadi satu pada
ujung kolom
Aplikasi Ekstraksi
Ekstraksi Besi

|Aplikasi Absorbsi dan

Ekstraksi dalam Industri

ARDHA FANANI ASLAM


21030112060090
2012 B

Besi diekstraksi dari bijih besi yang mengandung senyawa besi seperti hematit
(Fe2O3), limonit (2Fe2O3 3H2O), magnetit (Fe3O4), dan siderit (FeCO3). Proses ekstraksi
dilakukan dalam tungku yang disebut tanur tiup (blast furnace) dengan menggunakan metode
reduksi. Tahapan ekstraksi Fe dari bijih besi:

Bijih besi, batu kapur (CaCO3), dan kokas (C) dimasukkan dari bagian atas tanur.

Kemudian, udara panas ditiupkan ke bagian bawah tungku agar C bereaksi dengan OZ
membentuk CO2.
C (s) + O2 (s)

CO2 (s)

Gas CO2 yang terbentuk selanjutnya akan bergerak ke atas dar lebih lanjut dengan C
untuk membentuk CO. Reaksi ini bersifi endotermik, sehingga terjadi sedikit penurunan suhu
proses.
CO2 (g) + C (s)

2CO(s)

Produk reaksi yakni gas CO kemudian bergerak naik dan mulai mereduksi senyawasenyawa besi pada bijih besi.

|Aplikasi Absorbsi dan

Ekstraksi dalam Industri

ARDHA FANANI ASLAM


21030112060090
2012 B
3Fe2O3 (s) + CO(g)

2Fe3O4 (s) + CO2 (g)

2Fe3O4 (s) + CO(g)

3FeO (s) + CO2 (g)

FeO (s) + CO (g)

Fe (s) + CO2 (g)

Reaksi keseluruhannya dapat ditulis sebagai berikut:


3Fe2O3 (s) + 3CO(s)

2Fe(l) + 3CO2 (g)

Fe yang terbentuk akan mengalir dan berkumpul di bawah. Karena suhu di bawah tinggi
sekitar 2 000C, Fe akan berada dalam bentuk lelehannya.

Sementara itu, CaCO3 dalam tanur akan terurai menjadi CaO.


CaCO3 (s)

CaO (s) + CO2 (g)

CaO yang terbentuk akan bereaksi dengan pengotor yang bersifat asam yang ada dalam
bijih besi, seperti pasir silika. Reaksi ini menghasilkan senyawa dengan titik didih rendah
yang disebut terak (slag).
CaO(S) + SiO2 (s)
CaSiO3(l)

Lelehan terak kemudian akan mengalir ke bagian bawah tanur. Karena kerapatan lelehan
terak yang lebih rendah dibandingkan lelehan besi, maka lelehan terak berada di atas
lelehan besi sehingga keduanya dapat dikeluarkan secara terpisah. (Secara tidak langsung,
lelehan terak ini melindungi lelehan besi dari teroksidasi kembali)

Besi yang terbentuk di dalam tanur tiup masih mengandung pengotor dan bersifat cukup
rapuh. Besi ini disebut juga besi gubal (pig iron). Besi gubal mengandung sekitar 3 4% C,
2% Si, dan sejumlah pengotor lain seperti P dan S. Besi gubal dapat dicetak langsung menjadi
besi tuang (cast iron) atau diproses lebih lanjut menjadi baja, tergantung dari aplikasinya

|Aplikasi Absorbsi dan

Ekstraksi dalam Industri